http://www.islamedia.web.id/2013/05/ingin-bubarkan-pks-ternyata-icw-terima.html?m=1
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti berlan...@googlegroups.com .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
Islamedia
- Sangat disayangkan, salah satu dari sekian penerima dana dari lembaga asing
yang didirikan oleh seorang Yahudi, Michael Bloomberg, adalah Indonesian
Corruption Watch (ICW).
Sebagaimana dirilis oleh kantor berita Antara, diantara delapan LSM di
Indonesia yang menerima dana dari Bloomberg Initiative, satu diantaranya adalah
ICW dengan penerimaan sebesar 45,470 ribu dolar AS.
Anggota Komisi IX DPR RI, Poempida Hidayatullah, mempertanyakan dana asing yang
diterima Indonesian Corruption Watch (ICW) tersebut.
"Apakah ICW yakin dana asing itu dana bersih? Bukan hasil dari pencucian
uang? Bagaimana ICW punya mekanisme mengecek bahwa dana asing itu mempunyai
legitimasi," kata Poempida ketika dihubungi wartawan.
ICW Akui Terima Uang
Koordinator ICW, Danang Widoyoko, mengakui bahwa lembaga yang dipimpinnya
mendapat suntikan dana dari Bloomberg Initiative, lembaga yang diinisiasi Wali
Kota New York, Michael Bloomberg itu.
Ia beralasan, penerimaan dana sebesar 45,4470 dolar AS, atau setara
Rp.409.230.000 itu adalah demi menyukseskan kampanye anti rokok pada anak-anak.
Meski demikian, keputusan
ICW menerima bantuan asing, terlebih yang dipelopori seorang Yahudi patut
disayangkan. Sebab hal tersebut dapat mempengaruhi kebijakan. Padahal ICW
sendiri adalah LSM yang bergerak dalam pencegahan korupsi yang seharusnya dapat
bersikap independen tanpa intervensi dari pihak manapun.
Namun, sebagaimana diungkapkan oleh Poempida, dampak penerimaan dana tersebut
sudah banyak digunakan untuk mempengaruhi kebijakan.
"Pendana asing pun harus patuh pada aturan bahwa tidak boleh melakukan
intervensi kebijakan, nah ini kan dampaknya sudah banyak digunakan untuk
mempengaruhi kebijakan. Agenda asing seperti ini sungguh sangat berbahaya untuk
Kedaulatan NKRI," ujar Poempida.[suara-islam/im]
Bottom of Form
Data LSM/NGO Yang Mendapat Dana Dari SOROS (Yahudi)
Pada tanggal 18 September 2000, usai mengeruk keuntungan dari hasil spekulasi valas miliaran dollar, Soros melalui OSI mendanai terbentuknya Tifa Foundation. Tujuannya untuk mendorong Indonesia dan masyarakatnya menjadi “lebih terbuka” yang menghormati keragaman, menjunjung tinggi penegakan hukum, keadilan dan persamaan. Dengan dukungan dana Soros, dalam waktu singkat Tifa berkembang pesat. Yayasan ini mengklaim sebagai sebuah komunitas yang meliputi segala lapisan penduduk, baik unsur pemerintah hingga sektor bisnis.
Dukungan luas diberikan atas hak-hak individu, khususnya hak dan pandangan kaum perempuan, kelompok minoritas dan kelompok marginal lainnya. Dengan dukungan atas hak-hak individu itu, Tifa punya target memupuk solidaritas dan terciptanya tata pemerintahan yang baik, tentu menurut definisi mereka sendiri.
Sumber Intelijen menyebut, jaringan Soros yang dikenal mendunia melalui wadah Open Society Institute (OSI), Soros lebih dikenal di Indonesia sebagai spekulator pasar uang dan dituding pernah ikut menenggelamkan perekonomian Indonesia pada tahun 1998, jaringan Soros mendanai dua lembaga non pemerintah (NGO), yaitu Tifa Foundation dan International Transperancy. Peran OSI tidak kalah dengan lembaga pendanaan Amerika lainnya seperti USAID dan the Asia Foundation. Sejumlah LSM utama di Indonesia dibiayai OSI. —sisanya dibiayai oleh USAID dan Asia Foundation.
Sebut saja Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jaringan Islam Liberal (JIL), Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), Wakhid Institute, Komunitas Utan Kayu, JPPR, dan banyak lembaga lainnya. (Tifa Foundation menjadi semacam LSM induk dimana LSM-LSM mendapat dana dari OSI melaluinya. Tidak mengherankan jika para tokoh LSM dan tokoh-tokoh demokrat-liberal negeri ini ramai-ramai mendemo pemerintah terkait pencekalan Sydney Jones, wanita lesbian Yahudi aktivis LSM yang dicekal pemerintahan Megawati — atas saran Badan Inteligen Nasional— karena menjadi agen rahasia asing, pen).
Sumber dana Tifa foundation:
1. Open Society Institute
2. Ford Foundation
2. Yayasan Kehati
3. USAID
4. UNDP
5. OXFAM
6. Save The Children
7. Mercy Corps
8. DFID
9. CIDA
10. SIDA
11. AUSAID
12. CRS
13 CWS
14. Worldbank
15. Terre de Hommes
16. The Freedom Forum
17. KRHN
Mitra organisasi Tifa :
1. Yayasan Interseksi
2. SIGAB
3. Iwork
4. The Asia Foundation
5. Dana Mitra Lingkungan
6. Ire Yogya
7. JPPR
8. LABDA Yogya
9. Yappika
10. LBH Masyarakat
11. HAPSARI Sumatera Utara
12. Idea Yogya
13. LSPP
14. YKKVAB
15. ISAI
16. PRAXIS
17. PPSW
18. WALHI
19. Wahid Institute
20. YLBHI
21. PSHK
22. WALHI
23. ICW
24. AJI Indonesia
25. Kanal Pemilu
Da MM jo dunsanak palanta,
Wakatu kasus awal LHI tuduhan nan samo di alamaik kan ka KPK nan dituduah pulo konspirasi dengan Yahudi dan jauah pulo sabalun kasus iko muncul anggota DPR dari partai nan samo intens bana mausulkan pembubaran KPK. Tantu timbua pertanyaan apo semua tuduhan iko batua atau ado sesuatu dibaliak itu.
Lah samo2 awak caliak banyak partai2 lain nan kanai kasus nan samo tapi indak ado perlawanan atau tuduhan nan macam2 ka KPK ko.
Satantangan ICW antah tuduhan ko batua atau indak memang ICW ko jadi momok bana bagi eksekutif, legislatif, yudikatif dan parpol2 di nagari awak nan panuah jo kasus korupsi ko, tapi apo nan dibukakkan ICW tu hamper tidak terbantahkan dan didukuang pulo jo data2 nan valid. Nan terakhir dibukak mereka anggaran mambali ciek laptop saharago 18 juta di MA dan departemen2, jaleh2 bana arago laptop tu ndak masuak aka dan akhir no anggaran itu di akui dek masiang2 tu bakalabiahan dan bajanji manurunkan arago no.
Nampak bana pegiat2 anti korupsi bantuak ICW , FITRA dan lain2 tu masih diparalukan di Indonesia nanurang2 no makin canggih dalam mancilok pitih Negara ko.
Marilah samo wak ikuti perkembangan kasus ko baa akhirno, kalau awak memang barasiah apo pulo nan ditakuk kan.
Wassalam
Tan Ameh (54+)
From: rant...@googlegroups.com [mailto:rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Muchwardi Muchtar
Sent: Tuesday, May 14, 2013 8:10
To: rant...@googlegroups.com
Subject: Re: [R@ntau-Net] Islamedia - Media Informasi Islami: Ingin Bubarkan PKS, Ternyata ICW Terima Dana Dari Yahudi
Tarimo kasi sanak Ronald nan alah mampalewakan topik nan alah lamo ambo tunggu-2 untuak dibuka Dunsanak dulu. Kamudian baru ambo pasegeh jo data pribadi atau data alam maya. Mudah-mudahan komunitas r@ntaunet ko indak ado nan bakarajo atau makan gaji dari pitih nan disuokan Si Yahudi nantun malalui "kaki tangannyo" nan sambuah di sakitar kahidupan awak. Amin Ya Rabbal Alamin.
Jadi, baru hari ko Kanda DC basarato Dunsnak komunitas r@ntaunet tau?
Sakironyo "Sanakmbo" M.Anis Matta indak palupo pulo, sakitar September 1997 --kutiko tu Si Anis alun lai mambantuak parpol-- ambo (sabagai aktivis dakwah di BUMN) nan babarapo kali maundang wanyo ka kantua kami, alah mambari tahu ka baliau, bahaso rato-rato LSM nan "mamakiak-makiak" mintak sapotong kue di nagari awak ko ADOLAH KAPANJANGAN TANGAN DARI SUARO YAHUDI DUNIA DI NAGARI AWAK KO.
Sayangnyo ---sarupo nan acok ambo ulang di dalam satiok manulih manyangkuik akidah--- awak umaik Islam nan takalok dibuai angin sarugo kantuik balapuik, maidoki PANYAKIK PALUPO. Baso aluihnyo, awak acok palupo.
Sangko ka ateh, mudah-mudahan kutipan nan ambo lampirkan di bawah ko dapek disimpan dalam memori kapalo Dunsanak komunitas r@ntaunet untuk mamaga diri, sarato maamalkan ayat suci Al Quran nan dtatulih dalam QS 66 (At Tahrim) ayaik 6 :"Hooii urang-urang (awak) nan baiman, jagolah taruih diri Sanak dan keluarga sanak dari ajaok (siksaan) api narako nan bahan tungkunyo adolah adolah anak manusia jo batu".......
Salam...............................,
mm***
(Aktivis & Sekjen Badan Dakwah Islam (BDI) Pkp Pertamina, 1995-2011)
PANUNGKEK :
Islamedia - Sangat disayangkan, salah satu dari sekian penerima dana dari lembaga asing yang didirikan oleh seorang Yahudi, Michael Bloomberg, adalah Indonesian Corruption Watch (ICW).
Sebagaimana dirilis oleh kantor berita Antara, diantara delapan LSM di Indonesia yang menerima dana dari Bloomberg Initiative, satu diantaranya adalah ICW dengan penerimaan sebesar 45,470 ribu dolar AS.
Anggota Komisi IX DPR RI, Poempida Hidayatullah, mempertanyakan dana asing yang diterima Indonesian Corruption Watch (ICW) tersebut.
"Apakah ICW yakin dana asing itu dana bersih? Bukan hasil dari pencucian uang? Bagaimana ICW punya mekanisme mengecek bahwa dana asing itu mempunyai legitimasi," kata Poempida ketika dihubungi wartawan.
ICW Akui Terima Uang
Koordinator ICW, Danang Widoyoko, mengakui bahwa lembaga yang dipimpinnya mendapat suntikan dana dari Bloomberg Initiative, lembaga yang diinisiasi Wali Kota New York, Michael Bloomberg itu.
Ia beralasan, penerimaan dana sebesar 45,4470 dolar AS, atau setara Rp.409.230.000 itu adalah demi menyukseskan kampanye anti rokok pada anak-anak.
Meski demikian, keputusan ICW menerima bantuan asing, terlebih yang dipelopori seorang Yahudi patut disayangkan. Sebab hal tersebut dapat mempengaruhi kebijakan. Padahal ICW sendiri adalah LSM yang bergerak dalam pencegahan korupsi yang seharusnya dapat bersikap independen tanpa intervensi dari pihak manapun.
Namun, sebagaimana diungkapkan oleh Poempida, dampak penerimaan dana tersebut sudah banyak digunakan untuk mempengaruhi kebijakan.
"Pendana asing pun harus patuh pada aturan bahwa tidak boleh melakukan intervensi kebijakan, nah ini kan dampaknya sudah banyak digunakan untuk mempengaruhi kebijakan. Agenda asing seperti ini sungguh sangat berbahaya untuk Kedaulatan NKRI," ujar Poempida.[suara-islam/im]

Waalaikum salam
Hmmm ...kalau diam pun, pasti dicurigai juga, kok diam ? Brarti bener nih KPK ...
Hahaha dunia dunia ....
Seberapa kuat kita berdiri dan bersandiwara di atasnya ?
http://m.beritasatu.com/nasional/113610-tifatul-pks-hanya-menjalankan-hukum.html
Wassalam
Ronald - Depok
--
KPK kan juga perlu mainan untuk menina bobokkan rakyat. itu kasus2 besar kok nggak ada gerakan lagi. Yang berhubungan dengan wilayah sekitar perut yang nggak jelas kok dibikin heboh sekali.
Mbok yoo KPK fokus ke kasus2 besar yang sudah ada ditangan.
Darwin Chalidi
Pernyataan Abdullah Hehamahua (penasehat KPK) pd Apa Kabar Malam TV One 11 May 2013 :
"per 1 Mei saya mundur dari Penasihat KPK. Dan saya membenarkan pernyataan Fahri Hamzah tentang harus adanya surat ijin penyitaan..."
Anggota kpk bukan malaikat yang selalu bertindak benar...!
PKS hrs lawan kalau melihat adanya sesuatu yang mungkin salah..
Kapan perlu anggota kpk yang arogan dan sombong tu masuak an ka panjaro...
Wass.. Ambo aris urang tj ampalu suku patopang