Samba Rirayo 4 (Tambunsu) TAMAT

44 views
Skip to first unread message

rinapermadi

unread,
Sep 27, 2010, 11:50:04 PM9/27/10
to rant...@googlegroups.com

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh,

Adidunsanak lapau yang mulia, ambo cubo taruihan bangkalai tulisan nan kapatang tu,

Minta maaf ambo jiko ado nan kurang bakenan atau ado salah jangganyo.

 

Samba Rirayo 4 (Tambunsu)

By : Ritrina

 

 

Mengisi usus sapi menjadi bahan gulai yang disebut tambunsu ini memang pekerjaan yang melelahkan juga. Bagaimana tidak, aku harus berjuang dengan baunya yang bikin hidung kewer-kewer.  Walaupun usus sapi ini benar-benar fresh baru dipotong siang harinya. Ohya saudaraku…kuingatkan lagi jika saat yang kuceritakan ini jam lagi menunjukkan angka 8.30 pm. Nah akhirnya adonan telahpun habis namun sang usus masih ada yang belum kebagian diisi. Gak apa-apalah kupikir, inipun udah terlalu banyak untuk ukuran 20 porsi orang makan secara normal, gak jamin kalo ternyata nantinya mereka yang makan meliarkan nafsu makannya di Hari Lebaran besok lusa itu. Setelah ku teliti lagi ikatan-ikatan simpul ujung si sosis usus itu, dengan hati-hati kumasukkan mereka ke dalam panci presto untuk kurebus. Dengan panci presto biar usus yang alot jadi lembut akan halnya seperti telur bertahu di dalamnya itu. Gampang untuk disendok nantinya.

 

Setelah beberapa saat sang panci bersenandung dengan peluitnya itu, kumatikan api kompornya. Setelah panci agak mendingin barulah terdengar bunyi klik halus sebagai tanda dari si panci kalo yang punya gawe boleh ngintip hasil experimentnya. Tahukah dirimu wahai saudara-saudaraku, jika dirimu ingin mendapatkan kikil, babat baik itu yang handuk atau kitab sebaiknya dirimu manfaatkan kelihaian sang panci presto ini, sebab dengan waktu singkat dan menghemat energy gas atau minyak bumi, dirimu telah mendapatkan babat dan kikil yang empuk dan lembut, toh tulang ikan aja bisa dibikinnya lembut. Jangan khawatir juga, diriku ini bukanlah seorang sales dari salah satu merk produk peralatan masak lho. Ini hanya berbagi ikhlash dengan sesama penderita kecanduan experiment memasak yang ingin membuktikan diri bisa memasak..haha..lebay ya…

 

Hasil yang kudapatkan dari periuk ini lumayan menyenangkan hatiku yang sangat antusiasnya. Hanya dua potong sosis sepanjang sejengkal saja yang meletus kulitnya sehingga isinya jadi seperti sosis ikan kebesaran gitu, nampak gurat-gurat telur dan tahunya yang memutih padat. Mungkin diriku terlalu semangat mengisinya sehingga mereka terlalu padat, dimana sang usus tidak sanggup menahan sesakan massa dari isinya yang memadat dan sedikit menggembung. Namun kawan-kawannya yang lain cantik-cantik dan rapi-rapi, agaknya mereka sudah bersiap diri untuk kupotong-potong nantinya berenang di dalam kuah gulai tambunsu yang akan kubikin besok sore, setelah rendang sewajan raksasa gila bener ini selesai menjadi yang namanya rendang si padang. Jadi mereka kutidurkan dulu di dalam taperware di dalam kulkas menemani sekotak besar ayam bahan untuk opor yang juga telah setengah jadi.

 

Sekarang tinggal bagian yang paling tidak menyenangkan, ya bersih-bersih, tahukah dirimu sobatku… menghadapi kekotoran ini, dirimu harus siap pula larut dengan kekotoran itu dan basah-basah dihadapan keangkuhan wastafel tempat cuci piring yang suka usil muncrat sana sini dengan air bersabun atau sekedar air dari kran yang mengalir itu. Malam-malam dengan kondisi  angin mulai agak kencang berhembus melewati pintu dapur yang terbuka setengah dan jendela tinggi membuat hati mendingin juga bersama bersihnya setumpuk panci, wajan  dan peralatan makan lainnya yang sudah tertumpuk bersih di sisi wastafel ini. Kulihat jam di dinding telahpun menunjukkan angka 10.30 pm, sepertinya sudah waktunya bergabung dengan mereka yang sudah pulas di kamar depan. Ohya, mereka yang kumaksud itu adalah rombongan para jagoanku yang telah menyusup kembali ke rumah untuk tidur mendahului Mamanya yang masih berkutat di dapur.

 

Allahu akbar..Allahu Akbar.. Allahu Akbar… Laailahaillahuwallahu Akbar..Allahu Akbar Walillahilhamd….

Akhirnya berakhir sudah sang bulan penuh perkah dan kenangan mulia yang tak terlupakan itu, dia telah dengan pasti beranjak meninggalkan semua yang mencintainya. Hari Raya atau Lebaran ini keluarga kecil yang tinggal di sebuah bukit yang oleh developer perumahan ini dipotong saparo untuk dijadikan perumahan itu, mulai pulang dari sembahyang sunah Hari Raya dari Mesjid yang berada di puncaknya itu, dari halaman mesjid yang menyajikan pemandangan cantik seputaran laut Sekupang, Marina dan danau Sungai Harapan ini, tampak hampir semua yang hadir saling bermaaf-maafan menyucikan hati.

 

Setelah acara saling bermaafan di antara anggota keluarga kecil yang masih ada si kecil yang belum terlalu mengerti makna maaf-maafan itu sendiri, mulailah datang rombongan pertama pasukan anti huru hara eh bukan…pasukan nambang. Mereka menciptakan sendiri arti silaturahim di Hari Raya ini dengan caranya sendiri. Cepat-cepat minum minuman kalengnya, buru-buru menyantap kuenya, diam-diam menyimpan permen di saku dan dengan sangat siap sedia untuk bersalaman pamitan dengan harapan besar ada tempelannya. Begitulah dari tahun ke tahun semenjak diriku kecil sampai udah punya anak kecil juga, sama aja, dimana-mana, di negeriku ini.  Mereka akan menandai rumah-rumah sasaran tembak untuk manambang ini, informasi dari mulut ke mulut kecil mereka melesat bagai panah sehingga rumah-rumah sasaran itu harus siap sedia dengan tukaran “pitih karateh kareh” sebagai tempelan bagi pasukan tambang ini. Mereka biasanya membentuk rombongan-rombongan kecil sehingga dengan tertib akan berganti-ganti masuk ke rumah-rumah sasaran seperti telah direncanakan saja.  Dunia anak yang penuh keceriaan yang tidak tergantikan dengan fase kehidupan di depannya.

 

Saudaraku.. kuyakin dirimu ingin sekali mengetahui bagaimanakah tampilan isi yang tertata di meja makan di rumah kecil ini. Menu hari itu sungguh menu berat-berat yang full protein. Opor ayam dengan santan encernya bersanding dengan tahu potongan segitiga bertabur bawang goreng yang mewangi. Rendang si padang yang berwarga “galok” berteman beberapa butir kentang meronainya, full wangi rempah. Sang maestro si gulai Tambunsu full protein yang menggiurkan sebab lekuk-lekuk bulatan yang terpotong-potong itu seperti berbicara..ayo..ayo…inilah diriku…..sedap nian untuk kawan makan ketupat itu…. Sungguh menggoda tampilannya dengan kuah yang agak pekat full kunyit sehingga hampir mendekati warna jamunya si mbak jamu gendong itu. Memberikan warna kuning kunyit yang semlohai bagi sang usus yang telah menjelma menjadi tambunsu di atas mangkok saji di meja kecil itu. Emping belinjo yang sangat narsis bagi penderita asam urat itupun bercokol dengan angkuhnya member sentuhan magic di dalam wadah Tupperware yang tertutup rapat itu.  Sepertinya hari ini nasi tidak lagi diperhatikan, perhatian ke dia itu beralih ke ketupat-ketupat yang telah dipotong-potong di sebuah mangkok besar. Begini urutannya ; ketupat sebagai alas dasar piring, sepotong paha ayam opor, sepotong rendang si padang dengan sebutir kentang berlumur dedaknya, sang maestro tambunsu menghias dengan apik, onggokan memaksa di sudut kerupuk melinjo dan terakhir wangian taburan si bawang goreng. Begitulah piring full yang kulihat hari itu.

 

Takukah dirimu kawan-kawanku… diriku sangat menikmati suapan demi suapan dari piring penuh “balanjuang” yang disuap para tetamu di rumah kami yang kecil ini. Dengan sangat menyesal kukabarkan kawan… sang maestro tambunsu itu menjelang sore hari, dengan sukses menamatkan riwayatnya di atas piring si Masku yang ketagihan. Haha… setelah ku hitung-hitung, dia telah makan sebanyak 6 kali dalam satu hari ini, dengan alasan klise ; menghormati sang tamu dengan menemani mereka makan. Anak-anakku tercinta hanya si kecil yang menikmati opor dan tambunsunya sebab dia udah mulai ompong. Sedangkan sang abang tetap ke menu tunggal kegemarannya, mau gimanapun Mamanya merayu, tetap tempe goreng atau telur omlet dadar jadi menu top markotop dia. Sampai-sampai harus menyembunyikan telur dari penglihatannya, jika tidak dia akan dengan senang hati menyiapkan diri untuk jadi assisten koki di dapur dengan memulai dengan memecahkan telur di mangkok. Dengan begitu dia yakin Mamanya akan dengan cepat akan menggorengkan untuk santapannya.

 

Tamat

 

Batam Island

September 28th,2010

 

Alhamdulillah berakhir juga kisah samba rirayo ini dengan sang maestro si gulai tambunsu ini. Banyak maaf jika ada keanehan disana-sini. Sebab itu memang disengaja…

 

Wassalam

Rina, 33, batam

 

 

 

 

 

jupar...@yahoo.com

unread,
Sep 28, 2010, 12:07:24 AM9/28/10
to rant...@googlegroups.com
Rina

Kok banyak maaf ya..nggak ada yang aneh gulai tombosu ini, semuanya berjalan dengan lancar dan begitu menghentak dari awal sampai dihidangkan

Maaf tidak berkenan..wahh berkenan kali rasanya eksperien tombosu yang dibekap dalam panci resto udah kebayang apa yang dimaksud :

Sosis ala Minang ini ketika dinikmati bisa dipotong dengan sendok sekalian terbawa usus bersamaan adonan telur sama tahu didalamnya, disini empuknya kan

Bukan usus kebanyakan yang dijumpai

Usus ya usus..isi dalam ya isi dalam ketika dimakan agak susah dipotong dengan sendok makan tapi perlu di gigit (makan pakai tangan diangkat ke mulut)


Tiki Taka Tombosu berakhir sudah..ini sebuah Seni

Wass-Jepe






Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

rinapermadi

unread,
Sep 28, 2010, 12:33:10 AM9/28/10
to rant...@googlegroups.com
Tarimo kasih banyak Mamak,

Banyak maaf tu kan sarupo nan ditarangkan panjang leba di uraian Ni Rita
kapatang tu Mamak, namonyo je awak bamilis, tantunyo salero babeda-beda.
Walau bisa didelete sajo, minimal kan gali juo mato mancaliak nan indak
bakenan ko. Makonyo Rina maraso paralu mamintehi jo banyak maaf ko.

--------------

Mempertahankan semangat untuak taruih manulih ko nan kadang agak susah Mak.
Tapi jo apresiasi mode nan Mamak gambarkan tarutamo di kalimat terakhir bisa
jadi panambah minyak sumangaik bagi api nan barado di sumbu lampu togok
sumangaik manulih tu.

Wassalam
Rina

jupar...@yahoo.com

unread,
Sep 28, 2010, 12:56:01 AM9/28/10
to rant...@googlegroups.com
He he itu dalam kontek gulai tombusunyo..ndak paralu minta maaf..karano nampaknyo eksperien rina ko nan membekap tombosu bia ampuak jo panci presto tu buliah di cubo

Kalau dalam kontek tulisannyo tantu paralu minta maaf bisa jadi ado nan indak berkenan nan mambaconyo

Okelah ditunggu ekperien nan lain, promosikan taruih kuliner ranang minang ka kawan2, kolega di Batam tu

Memasak adalah masalah SENI

Salam kuliner "life on the plate"

JP
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

jj_ar...@yahoo.com

unread,
Sep 28, 2010, 1:04:28 AM9/28/10
to rant...@googlegroups.com
Wa'alaikumsalam wrwb Rina,
Alhamdulillah, ambo manyimak panuturan Rina dalam mambuek gulai tambusu nan disadiokan tuk rirayo patang...
Dek ambo ko katuju bana tambusu jo babek ko, sahinggo ambo pribadi minta baraja ka mintuo.. Awalnyo baliau indak amuah maaja doh, jo Nova se lah, cek baliau, lah bisa nyo mah.., namun dek ambo penasaran, ambo caliak bana dari awal baa bana prosesnyo..  sudah tu ambo praktek baliak, baliau nan mancaliak an....
 
Sajak tu lah acok se ambo jo rang rumah mambueknyo. Tiok mambuek, kami mambali usus sakilo usus, dipiliah nan rancak, dan kok dapek jan sampai tasimpan di kulkas usus nan ka dibuek ko. Dan agak barek karajo adolah dalam mambarasiahkan usus, butuh aia nan mangalir dr kran untuak mandorong gumpalan plastik asoy, ba-ulang-ulang, dan jiko lah barasiah aia nan kalua, baru itu tandonyo usus siap dimasuak'an "isi"nyo.
 
Dalam sakilo usus dibutuhkan 30 buah talua itiak, namun dek kami di siko baganti jo talua ayam, labiah kurang 34/36 buah... Nan dek kami indak bacampua jo tahu, hanyo talua dan bumbu2 nan sarupo jo Rina buek. Bagian ambo biasonyo maisi dan mangabek, panjang rato2 30cm dalam tiok potongannyo..
 
Sasudah tu, baru diabuih dalam pariuk gadang... Ma'abuihnyo ko nan lamo, sampai lah lunak se beko kulik usus tu baru diantikan. Wakatunyo bisa 3/4 jam dalam ma'abuih sakilo tambusu ko... Iyo tamakan gas dek nyo.. Namun katiko usus ko lah matang, bisa disimpan dalam kulkas, dan baru digulai katiko diparalukan, dipotong2 sasuai kebutuhan... Nan raancak bilo ado arisan, atau tamu mandadak, tambusu ko lai siap tuk dihidangkan dana jadi andalan... Tingga mambali santan dkk... Nan jo presto iyo alun kami cubo lai.
 
Namun kalo jo babek, alah dicubo jo presto patang ko,... ehhh jadi cemilan dek anak-anak, dek saking lunaknyo... Demikian sajo Rina, babagi carito... Lah lapa lo paruik dek nyo ko ah... Mudah2an lai ado siso randang nan dari kampuang di rumah beko. 
 
Wassalammu'alaikum wrwb
ARYANDI, 37th Ciledug Tangerang, minantu rang kapau, koto panjang ilia Kapau..

surga yang seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.




From: rinapermadi rinap...@gmail.com

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh,

Adidunsanak lapau yang mulia, ambo cubo taruihan bangkalai tulisan nan kapatang tu,

Minta maaf ambo jiko ado nan kurang bakenan atau ado salah jangganyo.

 

Samba Rirayo 4 (Tambunsu)

By : Ritrina

 ========= cut

  


jupar...@yahoo.com

unread,
Sep 28, 2010, 1:16:47 AM9/28/10
to rant...@googlegroups.com
Dinda JJ

Kalau abuih maabuih ko ado tips saketek kok lah manyangkuik hemat gas

Iko akibat kami kanai berang dek pak tuo, co iko carito e

Di parak kami panen ubi kayu jadi pas kumpua2 keluarga istri di pekanbaru tampek kakak nan ado parak ko ubi tadi ka babuek aneka makanan dan camilan lah lalu diabuih dek kakak istri dalam pariuk gadang jo kompor bahan bakar Gas

Datang Pak Tuo nyo, yo geleang2 kapalo mancaliak kalakuan anak2nyo (induak2 nan sadang didapua baradiak kakak)

Kecek kalian

Apo karajo kalian ko kok maabuih ubi sapariuk jo gas, ndak imbangannyo tu

Kan lah Pak tuo buekan tunggu tigo batu di halaman balakang dakek parak tu, nan abuih ubi jo kayu baka, kalian bisa kumpuakan saludang, palapah karambia kariang, kayu2 belas coran disampiang rumah dari pado lapuak dimakan anai2

Akhirnyo masak ubi nan kaduo yo ka tungku 3. Batu jo kayu api tu

Nah kecek pak tuo kami tu

"Baitu juo kalian kok masak2 aia sapariuk gadang kok bakumpua2 jaan jo gas ndak imbangannyo do"

Jadi dari caritop diateh

Kalau mamasak nan banyak nan paralu abuih maabuih dulu nan sakiro banyak mabihkan gas yo paralu juo dibalakang halaman rumah wak dibuek2 juo tungku jo kaytu api tu

Semoga bermanfaat Tips ko

Salam-Jepe

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone


Date: Mon, 27 Sep 2010 22:04:28 -0700 (PDT)
Subject: Re: [R@ntau-Net] Samba Rirayo 4 (Tambunsu) TAMAT

rinapermadi

unread,
Sep 28, 2010, 1:34:22 AM9/28/10
to rant...@googlegroups.com

Wah..tarimo kasih banyak juo untuak Pak JJ sekeluarga,

 

Ambo bisa study banding jo tulisan Pak JJ yang baraja dari empunyo kuliner ciek ko

Dari Mintuo yang barasa dari Kapau bana. Ruponyo isinyo ko sabana talua sajo yo?

Memang lamak bana tu jadinyo, full talua babumbu.

 

Ciek laih yang ambo simak dari penjelasan Pak JJ ko adolah keakraban minantu jo mintuo

Jarang-jarang minantu yang baraja langsuang ka mintuo padusinyo, apolai itu adolah mamasak

Yang mambuek berang mintuo laki-laki biasonyo, sebab minantu laki2nyo mnrt kebiasaan di nagari awak indak buliah masuak ka dapua. Tapi di hare gene, kebiasaan itu memang alah indak bisa dipertahankan laih. Sebab para menantu laki-laki ko memang sangaik penasaran jo kuliner urang awak. Mode itulah si Mas kalo kami pulang kampuang ka Bukiktinggi. Baliau ko memang selalu ingin tau jo masakan kito. Pagi-pagi biasonyo masih pakaian lalok lah malala ka pasa bawah bukiktinggi mancari bahan-bahan masakan nan ganjia-ganjia. Misalkan ikan asok bada maninjau, pensi, rinuak, dagiang lidah jawi, banak, itiak sawah, durian palupuah, tapai pulik itam, antimun ketek2, wortel ketek2, pokoknyo yang manuruiknyo aneh, lah diangkuiknyo pulang. Pernah kami mambaok pulang naiak motor pisang ameh ketek2 tu satandan panjang nan sadang masak ka satandanannyo. Lah bi mancaliak sajo urang suok kida jalan hehe..

 

 

Wassalam

Rina

 

jj_ar...@yahoo.com

unread,
Sep 28, 2010, 4:30:33 AM9/28/10
to rant...@googlegroups.com
Rangkayo Rina,
Nan dek ambo, iyo sabana lamak nan jo talua itiak. Sebagian di rm kapau kini lah bacampua talua ayam jo tahu. Mungkin dek talua itiak ko memang labiah maha,, namun dek dikampung, di rumah mintuo ko lai bakandang, iyo tingga ambiak se talua itiak ko nyoh... Dan katiko pulang, anak2 jo cucu ko iyo, talua itiak ko nan jadi favorit, baiak untuak tambusu, mato sapi, ataupun didadar... Memang lain bana rasonyo di bandingkan jo talua ayam. Alhamdulillah, lai ado labiah 30 itiak plus ayam kampuang... jadi jiko pulang kampuang, iyo sabana capek naiak BB ko... Itiak jo ayam ko tingga dilapehkan sajo ka sawah, mancari makan, pulang sore tingga manutuik'an kadang se lai... Anak laki2 ambo, iyo ambiak hati bananyo mambuka kandang pagi hari, mancaliak itiak nan jo ayam bacarabuik kalua dari kandang... hehehe iko lah nan sabana hiburan  dek anak-anak, balari-lari dalam sawah, sampai tatingga tarompah nyo di dalam luluak.
 
Rina, mintuo lak-laki ambo, PNS di PU, baliau tamasuak nan luruih. Jadi kalo gaji ko iyo bana pas-pasan se, namun jo taranak itiak dan ayam ko ayam ko sarato saketek sawah, alhamdulillah mereka bisa mangantakan 4 anak padusinyo sikola ka Unand, dan lah lulus sadonyo... Duo di farmasi unand, ciek di FISIP, ciek lai di Fekon.
 
Nan dek ambo, minantu partamo dari anak partamo mereka, sarupo nan disampaikan ka dunsanak sarato handai taulan, mereka kecek'an saraso mandapek "anak laki-laki". Nan dek ambo pun bi tu pulo, mereka ko lah ka ganti urang tuo pulo.... Ayah ambo maningga katiko kelas satu SD, 1981 dan ibu maningga satahun satangah manjalang manikah des 2001... Jadi nan dek ambo iyo indak sagan bagai batanyo baa caro makan nan ka lamak, hehehe... maklum dulu katiko jo almarhum ibu, ambo paliang suko juo didapua, tarutamo katiko ibu masak kesukaan ambo... tarutamo perkedel kentang, bara nan masak, sabanyak tu pulo nan masuak ka muluik ambo... Iko lah tabiaso katiko ambo lah kuliah di padang, 1992-1997 atau pun pulang ka Duri, sajak marantau ka Jkt, 1997... Maklum Ibu agak balabiah mamasak stek untuak ambo, anak laki2 satu2 nya. tigo dunsanak ambo lainnyo padusi pulo..
 
Babaliak carito mintuo ambo ko, ternyata hal nan samo balaku pulo terhadap duo pambayan ambo nan lain, surang urang solok, surang lai urang palupuah agam, nan ambo rang limo kaum gadang di duri.. Alhamdulillah, kami jadi anak laki2 dek mintuo ko.. Tingga ciek lai, sibungsu, nan alun "jaleh" pendampinginyo... hehehe nan ciek ko manunggu "arisan" dari kakak-kakanyo nanti... :) mudah2an ALLAH SWT segera mempertemukan jodohnya..
 
Hehehe, sagitu se dulu Rina, lah kama-kama pulo carito awak ko... Mudah2an lai ado hikmahnyo...
 
Wassalammu'alaikum wrwb
ARYANDI, 37th Ciledug Tangerang

surga yang seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.



From: rinapermadi <rinap...@gmail.com>
To: rant...@googlegroups.com
Sent: Tue, September 28, 2010 12:34:22 PM
Subject: RE: [R@ntau-Net] Samba Rirayo 4 (Tambunsu) TAMAT

jj_ar...@yahoo.com

unread,
Sep 28, 2010, 4:42:26 AM9/28/10
to rant...@googlegroups.com
Kanda JP,
lai suai tu nyo da... sayang dek kami nan di rantau ko, tanah lah diagak'i dek urang, iyo indak ado halaman nan bisa dipake lai untuak tungku tadi do... heheh mau tak mau iyo balabiah juo ka gas jadinyo..
 
Namun, jiko di kampuang, mintuo ambo ko untuak marandang, sarato gulai tambusu atau pun babek, iyo papai tungku... harumnyo randang jo gulai tadi, antaro masak jo gas/kompor minyak, iyo babeda sakali kanda... Iyo lamak juo nan jo kayubakar...
Baa pulo manuruik kanda tu? A lo lah ilimu nan ado disinan tu kanda...
 
Wassalammu'alaikum wrwb
ARYANDI, 37th Ciledug Tangerang

surga yang seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.


Dinda JJ

Kalau abuih maabuih ko ado tips saketek kok lah manyangkuik hemat gas

Iko akibat kami kanai berang dek pak tuo, co iko carito e

 ======== cut =======

zubir...@gmail.com

unread,
Sep 28, 2010, 6:09:03 AM9/28/10
to rant...@googlegroups.com
Kanakan Aryandi n Rina n sanak palanta nn diRahmati Allah swt.
Izin Jo Buyuang,manyalo saketek dari posting kanakan Aryandi a.l..mereka(mintuo-jb) kecekan saraso mandapek "anak laki2".Nan dek ambopun baitu pulo,"mereka kolah "kaganti urang tuo pulo"
Kanakan Aryandi,dari segi keakraban n keintimam hubu ngan anak-minantu,ungkapan diateh,normal2 sajo,tapi kalau dicaliak salidiki dari hukum Fi kih,ungkapan itu baik perasa an mertua ka Aryandi or seba liknya,hampir manyarempet paga sahnya suatu ikatan per nikahan.Untungnya,iko masih untung,ungkapan itu tidak di tambah,kato "kanduang"or pe rasaan nn semacam itu.
Dalam kehidupan pincalang RT,saking kagumnya suami or istri kepada pasangannya,baii gerak gerik,lenggang lenggok tutur bahaso,senyum n marah nyo;tanpa sadar pasangan ini mengucapkan "adinda or ka kanda sagalo tingkah kurenah lah samo bana jo Amak/Abak kandung awak",sambil melirik
mesra kepada pasangannya tu.
Kalau ungkapan itu didanga pihak ka tigo,mako hubungan suami istri itu baik lahia atau pun hubungan intim,menjadi perbuatan zina.
Kanakan Aryandi,sebagai rang Tuo,ikolah rambu2 kaidah Fikih nn perlu kito ba ati2 dalam mengaplikasikan perasaan awak ka pasangan ki to.
Semoga bermanfaat bagi kito sado alahe nn duduak di palanta RN ini.
Kanakan Rina,lai ado juo sasa yik tambungsu nn baisi talua tu,kirimlah ka Bonjer,supayo lidah tuo ko marasokan lamak nyo buatan Rina.
JB.Tuanku Magek Jabang Sutan Riayat Syah,71thn,sk Malayu Mandailing,Bonjer,Jak bar.

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone


Date: Tue, 28 Sep 2010 01:30:33 -0700 (PDT)
Subject: Re: [R@ntau-Net] Samba Rirayo 4 (Tambunsu) TAMAT

jj_ar...@yahoo.com

unread,
Sep 28, 2010, 9:21:40 AM9/28/10
to rant...@googlegroups.com
Assalammu'alaikum wrwb, mamanda (Ajo) buyuang
Alhamdulillah dan tarimo kasih atas tambahan informasi sarato nasehat nan dibarikan kapado ambo nan lah mamanda panggia sbg kanakan...
Insya ALLAH, apo nan mamanda sampaikan adalah kebenaran, dan mudah2an bisa kanakan jago fikih2 nan mamanda sampaikan...
Sakali lai tarimo kasih mamanda (Ajo) Buyuang...
 
Wassalammu'alaikum wrwb
ARYANDI gala MALIN MARAJO, 37th Ciledug Tangerang

surga yang seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.


Kanakan Aryandi,sebagai rang Tuo,ikolah rambu2 kaidah Fikih nn perlu kito ba ati2 dalam mengaplikasikan perasaan awak ka pasangan ki to.
Semoga bermanfaat bagi kito sado alahe nn duduak di palanta RN ini.
========cut

jupar...@yahoo.com

unread,
Sep 28, 2010, 11:35:56 PM9/28/10
to rant...@googlegroups.com
Dinda JJ

Kalau masalah tungku dengan bahan bakar kayu api, arang dll ko, kalau kito baco koran2 akhir minggu nan membahas kuliner acok diekspos baa bana cita rasa tradisional kuliner suatu daerah (suku) di nusantara yang dimasak dengan tungu nan bahan bakarnyo dari kayu

Samisal mie jawa nan terkenal tu,kalau ndak dimasak di tungku (anglo) jo kayu baka mako ndak taraso kedalaman cita rasanya yang khas dan itu pulo. Yang mambuek pelanggannyo rami datang mencicipinya dan rela antri manunggu giliran hanyo ingin menikmati sapiriang mie jawa nan dimasak di tungku


Nah di ranah (kampuang) awak kan co itu pulo sejatinya masakan2 pusako kuliner kito yang terkenal bercita rasa dengan sejarah serta tradisi yang panjang. Ninik kita memasaknyo dulu2nyo tantu dimasak di tungku "3 sajarangan" tu nan bahan bakarnyo kayu, sabuik, saludang karambia dan biomas lainnyo nan menghasilkan sumber panas yang pas ketika dibakar

Dulu

Sangkek ambo (awak) ketek2 dulu di kampuang cubo caliak mode dapua dirumah2 kebanyakan urang kampuang dunsanak kito, lah jaleh ado batungku diatehnyo disangai2 kayu api baitu juo dibalakang halaman rumah adat suatu kaum ado tungku2 batu nan gadang tampek tajarang kancah, dandang, pariuk nan gadang katiko bagotong royong mambuek sagalo masakan katiko ado acara samisal baralek

Ambo masih ingek juo lai katiko balibur sakolah suko bana ka kampuang dan menikmati segala "kekampungan" iduik di kampuang memang lah ado kompor bahan bakar minyak tanah (karosen) ciek duo dunsanak, tapi bagi mereka dikampung minyak tanah sangkek ambo ketek tu tamasuak barang nan maha dan langka hanyo dipakai untuak bahan bakar samisal lampu togok, lampu semrong dan lampu petromak untuak iduik beberapa jam saja yang dimatikan salapeh isya

Kalau untuak mamasak yo jo kayu api, masih ingek dek ambo baa bana baharagonyo minyak tanah dek urang kampuang, bahkan sekedar pamanciang iduik api mambaka kayu/abu ditungku katiko mamasak wakatu subuah. Nenek ambo manyuruah ambo istilahnyo "pai minta api" ka etek2 atau sanak dibawah daguak kami nan alah baraso apinyo

Jadi ambo lah pai kadapua etek ambo mambaok kayu nan alah tabaka ado api, tu basorongkan api katunggu untuak mambaka kayu nan lai, lah rancak apinyo mulailah Uo (nenek) ambo mamasak nasi, aia angek dan samba untuak kasarapan mamulai aktivitas ka sawah ladang

Aia angek kuku nan dimasak jo kayu api ko lain pulo rasonyo, kecek rang kampuang ambo ado rasan2 asok rasonyo nan mambuek lamak awak maminum aia ko dalam keadaan angek2 kuku katiko kito kapadehan

Sekarang

Memang dikampuang2 awak kini lah banyak didapua2 manggunokan kompor minyak tanah dan gas, tapi rato2 ambo caliak tungku nan talatak agak tapisah saketek di balakang rumah. Masih ado juo, iko digunokan untuak abuih maabuih sagalo banyak nan indak imbang di gas tu, lalu kok mambuek samisal randang agak banyak dan gulai2 lain, kayu bakar nyo mulai dari kayu kulik manih nan alah diambiak kuliknyo, palapah karambia kariang, rantiang2 kayu nan lah kariang di parak dan papan2 atau balok2 nan alah lapuak disangai2 juo diateh tungku tu

Dari carito diateh, kecendrungan salero masyarakat kini dalam bakuliner (mungkin dek lah bosan jo makanan serba modern,cepat, praktis tu) mancari masakan2 nan memang sentuhan tradisonalnyo nan dalam (masakan kampuang bana dengan bahan,bumbu, caro mambueknyo serba alami dan manual dan dimasak di tungku yang berbahan bakar kayu, arang serta biomas lainnyo)

Nah iko kan peluang bisnis bana di ranah minang sebagai pendukung sektor parawisata di kosentrasi masa tempat objek2 wisata di ranah bisa pulo dibuek rumah makan nan khas kampuang ko tapi dikelola dengan baik dalam arti tampek nan rancak terbuka, bersih dan nyaman disamping tentu menampilakn aneka masakan kampung yang bercita rasa tinggi

Ado dunsanak ka bainvestasi bantuak iko, bantuak si Gunawan pemain sinetron nan mambuek resto kampuang "Bumbu Desa"

Sabalunnyo manuruik ambo paralu kito inventarisasi dulu apo sajo jenis makanan/menu nan dimasak serba manual dan tradisonal jo kayu api mulai dari aneka samba ladonyo, menu2 nan lah mulai dilupokan tapi mempunyai sejarah masakan yang disangkuik pauikan jo acara adat dan budaya samisal di pariaman acara baralek ado "ayam songgeang" dikampuang ambo paralu ado "randang baluik".

Lalu tempat atau wadahnya yang alami (natural) jauh dari plastik mulai dari daun pisang, sayak tampuruang, anyaman bambu tampek nasi, batu lado, sendok panyanduak dari tampuruang, balango tanah liek, tabuang bambu samisal tampek aia minum atau dadiah


Lalu dicaliakan ka pengunjung proses memasaknyo di dapua terbuka nan babahan kayu api,

Taragak ambo punyo resto bantuak iko di jalan lintas objek wisata ranah minang dengan hamparan pemandangan sawah ladang nan elok di kaki gunuang merapi sarupo mulai dari jalan dari tabek patah ka sangka
Tapi baa lah modal alun ado lai kalau mambuek nan agak lumayan rancak dan tanah nan lapang

Mungkin JJ bisa tuh dengan andalan masakan mintuonyo bainvestasi di ranah mambukak RM nan masakannyo di masak jo tungku nan bakayu api


Wass_Jepe
Lagi di Selat Panjang

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone


Date: Tue, 28 Sep 2010 01:42:26 -0700 (PDT)
Subject: Re: [R@ntau-Net] Samba Rirayo 4 (Tambunsu) TAMAT

jj_ar...@yahoo.com

unread,
Sep 29, 2010, 1:11:09 AM9/29/10
to rant...@googlegroups.com
Kanda JP,
ambo iyo katuju jo wisata kuliner nan sarupo uda sampaikan... Baa kecek kawan ambo, di jogja urang amuah duduak manunggu 30/40 minik untuak manunggu mie jawa tadi... tapi iyo bana mie jawa nan dimasak jo arang nan sarupo da JP sampaikan..
 
Mudah2an ado diantaro awak nan rami di palanta ko amuah ma'ambiak peluang wisata kuliner asli dari ranah minang... urang nan makan bisa pulo mancaliak baa bana proses olahan makanan tadi... Dek da JP manyabuik'an balango tanah liek, takana dek ambo masakan ibu nan mambuek sampadeh ikan jo balanggo ko. Iyo sabana lamak, jauah bana bedanyo nan jo kuali basi....
 
Lokasi di sapanjang tabek patah, di baso, sarato nagari nan lapeh padang panjang awak bisa mancaliak  danau singkarak, iyo strategis bana untuak wisata kuliner ko mah da JP,,, hawanyo dingin, pamandangan rancak, tantu nasi angek2 nan tahidang jo anyaman bambu ba'aleh jo daun pisang, plus samba2 nan bisa di listing masuak kuliner asali minang kabau, seharusnya bisa andalan kuliner disinan... Tantu jiko ado pemodal tagak disiko, tantu harus dikelola dengan profesional sarato tetap mempertahankan budaya asli minangkabau... jan pulo beko tamu nan datang dipanggia MAS/MBAK... :) ambo takuik juo patang ko katiko ka padang tigo hari, lah jaleh awak babahaso minang, inyo panggia awak MAS... hehehe... lah raso di jkt lo awak baliak dek nyo...
 
Satantang aia nan dimasak jo tungku, bahkan kadang kala ado juo nan manambahkan pandan kadalam nyo, suai bana tu da.... Rasanya emang beda.. Baitu juo gulai, samba dll nan jo tungku jo kayu api tadi... ado hal nan masuak kadalam gulai/samba/aia tadi da JP... Takana dek ambo baliak tulisan buk Ben nan di USA, (Salah satu rang tuo di RN) dulunya, baraso katiko masak jo tungku tadi, ado istilahnyo LIQUID SMOKE, nan masuak ka sinan... Asap cair ko nan manambah cita rasa makanan, bisa pulo nan jadi pengawet alami, dll.. Untuak LIQUID SMOKE tadi bisa ditanyo'an ka mak gugle... banyak informasi disinan... Nan ambo caliak liquid smoke ko bisa pulo jadi peluang usaha di kampuang halaman, krn materialnyo bisa kayu, bisa pulo tampuruang karambia nan baserak di awak... tampuruang karambia ko bisa pulo di oleh jadi CARBON ACTIVE... Untuak proses olahan, salain di internet mungkin banyak juo dunsanak awak nan praktisi di bidang iko,,, mudah2an ado nan manambahkan...
 
Sagitu pulo tukuak tambah dari ambo da JP, mudah2an bisa jadi panambah wacana dek awak basamo..
 
Wassalammu'alaikum wrwb
ARYANDI, 37th Ciledug Tangerang

surga yang seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.




From: "jupar...@yahoo.com" <jupar...@yahoo.com>
To: rant...@googlegroups.com
Sent: Wed, September 29, 2010 10:35:56 AM

Subject: Re: [R@ntau-Net] Samba Rirayo 4 (Tambunsu) TAMAT

rinapermadi

unread,
Sep 29, 2010, 9:22:34 PM9/29/10
to rant...@googlegroups.com

Assalamu’alaikum Mamak juo adidunsanak palanta,

 

Maaf Mamanda Zubir,  talaik Rina mambalehnyo

Jikok sejenis randang masakan kito ko iyo agak mudah untuak dikirin-kirinan

Tapi kok dalam bantuak kuah gulai nan sabanta bisa rasan, tantunyo musti fresh

Jadi dek menghormati seni kuliner kampuang awak nan cando nantun, mangkonyo Rina buek manjadi bentuk tulisan ringan nan bisa dinikmati sia sajo dan kapan sajo. Mudah2an Mamanda bisa menikmatinyo walaupun tulisan ko sambuang basambuang sampai 4 episod.

 

Nyampang kok sasek Mamanda jo keluarga datang ka pulau ketek ko, yo bari2 taulah juo kami nan ado beberapo keluarga disiko nan lai acok juo basobok-sobok dek imbas silaturahim nan diawali dek milis ko. Dapek dunsanak kami di ratau ko. Kok lai rasaki, InsyaAllah basobok an jo sasaik duo tambunsu ko.

 

Wassalam

Rina, 33, batam

 

 

_____________________________-

Reni Sisri Yanti

unread,
Sep 29, 2010, 9:47:40 PM9/29/10
to rant...@googlegroups.com
un,,kalau gulai ndak bisa dikiriman, urangnyo sajo yg dikiriman hehehehe bia suruah masak di Jakarta..batua kan mak Zubir? kan ndak beda Ni Rina di Batam jo Nirina yg dirumah hehhehe samo2 cantik dan ceria....


Renny,ancol

Sent: Thu, September 30, 2010 8:22:34 AM

zubir...@gmail.com

unread,
Sep 29, 2010, 10:00:48 PM9/29/10
to rant...@googlegroups.com
Wa'laikumsalam wrwb.Se moga kesejahteraan untuak Ri na n kito sadonyo,dunia,akhi rat.
Makasih respon Rina atas posting Mak Buyuang.Ado ciek banang merah nn selalu terpancar dari tulisan2 kuliner Rina.Tanpa Rina sadari kalee, dalam zaman kemajuan IPTEK coman ko kini,Rina mencoba manantang arus,riak galom bang dapua(kuliner) lah banyak ditinggakan kaum gen der.
Mak Buyuang ndak tahu apokoh itu hobby or aplikasi pasan Ortu Rina,bahwa hal sa luak baluak dapua tidak akan terlepas dari kehidupan se-hari2 seorang perempuan.
Barangkali Rina mengamalkan senandung cinta kasih dalam berumah tangga;kasih sayang suami berasal n timbul dari olahan masakan istrinya nn la mak,barasiah n dihidangkan dengan penataan meja makan nn asri.Semoga demikianlah hendaknya Rina.

JB.Tuanku Magek Jabang Sutan Riayat Syah,71thn,Bon jer,Jakbar.

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

From: "rinapermadi" <rinap...@gmail.com>
Date: Thu, 30 Sep 2010 08:22:34 +0700
Subject: RE: [R@ntau-Net] Samba Rirayo 4 (Tambunsu) TAMAT

--

zubir...@gmail.com

unread,
Sep 29, 2010, 10:11:55 PM9/29/10
to rant...@googlegroups.com
Batua Renny,bialah mantah nyo sajo nn Mak Zubir tarimo nn dimasak nanti dek Nirina di Jakarta.Tapi nn jaleh ndak ka salamak buatan Rina di Batam

B t w,dimaa Renny di Ancol?
Dari Bonjer ndak jauah tu.mak Zubir lai acok juo liwat Ancol.
Wass.mualaikum wrwb.mak Zubir,Boonjer,Jakbar.

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone


From: Reni Sisri Yanti <resy...@yahoo.com>
Date: Wed, 29 Sep 2010 18:47:40 -0700 (PDT)
Subject: Re: [R@ntau-Net] Samba Rirayo 4 (Tambunsu) TAMAT

rinapermadi

unread,
Sep 29, 2010, 10:38:54 PM9/29/10
to rant...@googlegroups.com

Mamanda Ajo Buyuang, adinda Reni  sarato adidunsanak lapau,

 

Tarimo kasih apresiasi Mamak untuak tulisan rina tu

Peran urang tuo memang sangaik mawarnai apo nan rina lakukan di keluarga rina kini ko

Tantunyo rina juo manilai dan mamilah apo nan ka maranjaui

Tapi iyo kadang teori memang agak susah manerapkan di kekenyataan dek rambui nan samo itam nyo

 

Rina memang manyukoi halnyo masak mamasak ko Mak

Dimuloi wakatu ketek-ketek suko main alek-alek di balakang rumah, mambuek masak2an dari sagalo macam tumbuhan nan tumbuah di parak.

Takana ukatu dinasehati Mama saisuak ukatu mamasak nan sabananyo, kalo dikana maso tu iyo karitiang talingo ko mandanga dek awak masih sangaik mudo nan pangana main ka main sajo. Kato pamungkas baiak dari nenek atau mama ukatu tu, nan masih tangiang-ngiang juo…cubolah gau isuak..taraso di gau ajaran kami ko gau paralukan.  Ha …itu bana nan basobok kini Mamanda.

Alhamdulillah sampai kini Mama masih sehat sahinggo masih bisa dimintai patunjuak Liau.

 

Ciek laih nan mambuek nasiaik sacaro indak lansuang nan rina dapek ukatu dulu adolah mangupiang pembicaraan seorang Bapak nan datang ka rumah ampia tiok minggu, takadang 2 hari sakali. Baliau ko bukan sambarang urang, tapi seorang bekas pejabat di PA Sumbar. Tapi walaupun baliau adolah nan salalu manasehati rumah tango urang lain nan berkasus di pengadilan agama, tapi baliau sendiri ampia salalu datang mangaluah ka rumah jo mama jo papa. Bukan pulo masalah rumik dan mustahak nan dikaluahkan, tapi kaluahan tantang nan Mamak sabuik tu, baa onggoknyo nasi katiko baliau nak kamakan katiko baru pulang karajo. Kibasuah tangan nan alah kumuah dek paja-paja daulu lo mambasuah tangan. Baa indak lamaknyo mancaliak laman katiko oto masuak ka laman. Baa indak respeknyo katiko sipatu baliau ko indak dianjakkan atau indak disalamaikkan katiko nak ka dipakai. Walau itu alah belasan tahun nan lalu rina simak ampia tiok baliau ko batandang ka rumah. Tapi sangaik ironis bagi Rina, sebab rina tau keluarga baliau ko adolah keluarga teladan, anak2 baliau acok dapek penghargaan dari sakolah mereka. Ciek li, baliau ko juo adolah nan sangaik tau tentang keperdataan tarutamo hubungan dalam barumah tangga, tapi baa dek salalu sajo mangaluahan rumah tangga baliau. Nan jadi pikiran Rina, harus sasempurna apokah lai keluarga baliau ko, supayo baliau ko maraso nyaman di rumah liau sandiri…

Sebuah gambar nan mengerikan rasonyo bagi rina ukatu tu.

 

Nah Mamak mudah2an kito sadonyo nan barado di palanta ko bisa saketek-saketek baraja jo hal-hal sepele dan ringan-ringan tu sahinggo katiko ado nan barek, nan ringan ko indak mangganja awak. Ah teori lo lik hehehe…

 

Banyak maaf,

 

Wassalam

Rina, 33, batam

 

 

taufiq...@rantaunet.org

unread,
Sep 29, 2010, 10:58:43 PM9/29/10
to rant...@googlegroups.com


Rina, soal manggunokan press-cooker untuak pa abuih tulang memang mantap

Tapi kok mambuek pangek ikan ameh. Kurang pas dek kami hasianyo

Antah kok lah ado pulo nan mode baru press cookernyo

Soal pangek iko, daulu nenek ambo kok mambali ikan dipakan Baso hari Sinayan langsuang dipangeknyo sore hari. Tapi baru bisa dimakan kalau kito pulang ba Jumaat

Salamo 4 ari itu, pangek itu diangai taruih ateh bawah jo api sabuik karambia

Jadinyo semua tulang ikan ameh itu jadi empuk.
Sahinggo lah samo pulo jo tulang ikan sardin/kalengan

Baitu juo warna pangek tetap rancak kuniangnyo

Tapi...
Katiko dicubo jo press cooker iko
Memang masaknyo babarapo jam sajo

Cuma warno pangek indak kuniang dan menarik co biaso.
Karano lah barubah coklat kemerahan. Ambo indak tau apo penyebabnyo

Atau kito harus karajo duo kali dengan final-touch untuak manimbuakan warna kuniang pangek itu baliak ?

--TR

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Reni Sisri Yanti

unread,
Sep 29, 2010, 11:04:56 PM9/29/10
to rant...@googlegroups.com
Mak Zubir,
Ancol di daerah Pademangan, kalau kantou perkantoran yang  pas bana di Polsek Pademangan,

Renny,ancol



From: "zubir...@gmail.com" <zubir...@gmail.com>
To: rant...@googlegroups.com
Sent: Thu, September 30, 2010 9:11:55 AM

rinapermadi

unread,
Sep 29, 2010, 11:07:46 PM9/29/10
to rant...@googlegroups.com
Mamak TR,

Rinapun alun pernah mancuboan ladoh, tapi rasonyo indak pas, sebab masak jo
panci presto ko kan jo api gadang, tujuannyo uap panas nan basasak didalam
sabana nyo hajar masakan supayo lakeh kampuah atau malunak.

Sedangkan pangek kito nan aslinyo adolah masakan nan dimasak jo api ketek
baunyai-unyai. Rina dek alun ado balango tanah tasobok disiko ko, biasonyo
rina pakai wajan taba nan merk Maxim tu, jadi indak lengket. Diakali jo api
aluih sajo jo kompor gas dan tutuik kaco nan rapek, sahinggo mamasak oku
ataupun pangek lai maireh-ireh ka raso masakan di kampuang. Tapi tataplah
baunyai-unyai jo api lindok di sabuik karambia tu indak tagantikan kameknyo
hasil pangek nan baunyai-unyai tu. Rina takana kecek nenek sisuak untuak
urang nan lelet karajo, sahinggo manantikan inyo salasai karajo disabuiklah
: Cando manantian pangek ka tu-ua..:)


Wassalam
Rina

Darwin Chalidi

unread,
Sep 29, 2010, 11:08:21 PM9/29/10
to rant...@googlegroups.com
Sato sakaki, urang rumah ambo suko mambuek pangek sagalo macam pangek mulai dari ikan dll, nan paliang lamak dan ambo katujui bana pangek situjuah nan dibuek dari cubadak mudo (kami namoan Gudeg Padang kalau ado besan dan kawan2 urang Jawa sato makan dipondok kami)
Ambo mancaliak inyo mamasak pangek mamakai presto juo.
Ado macam2 model presto ko nampaknyo, nan cocok dipakai presto Signora. Kalau presto biaso indak bisa mambuek pangek doh.

insya Allah bisa mambantu.

Salam, dari tukang makan indak pandai mamasak, Darwin Chalidi, 61, Tangerang Selatan.

taufiq...@rantaunet.org

unread,
Sep 29, 2010, 11:24:59 PM9/29/10
to rant...@googlegroups.com

He..he..memang ado bamacam-macam spec presto iko ruponyo

Maklum nan dirumah lah labiah 10 tahun umuanyo. Itupun mungkin cuma buatan Surabaya. Kalau indak salah mereknyo Bima..

Mancaliak warna pangek nan indak standard itu memang agak ilang salero awak jadinyo

Salam

TR

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: Darwin Chalidi <dcha...@gmail.com>
Date: Thu, 30 Sep 2010 10:08:21 +0700
Subject: Re: [R@ntau-Net] Samba Rirayo 4 (Tambunsu) TAMAT

jupar...@yahoo.com

unread,
Sep 29, 2010, 11:27:56 PM9/29/10
to rant...@googlegroups.com
Apo nan dicaritokan Pak TR jo Rina terbukti kalau masalah citarasa yo ndak pernah panduto (bohong) tatap juo nan mempunyai kedalam raso tantunyo caro2 mamasak mande dan niniak2 kito dahulu dikampuang jo sagalo peralatan tradisional dan alami sarato babahan baka kayu, sabuik dan biomas lainnyo nan cukuik signifikan memberi sentuhan raso, bentuk dan warna

Kok mambuek pangek jo bakango ko yo saban menghentak rasonyo, tantu ambo takana jo mande ambo di Padang

Jiko ambo lah pasia sato pulo maegang-egang pukek cikang, jampang lai barasaki dapek suaso tigo jari ga ampek ikua jadinyo dibaok pulang lansuang dipangek mande ambo jo balango nan apinyo disangai2 jo upiah , sabuik karambia

Manjalang masak dimasuakan (diguluangkan kadalam balango tu kacang panjang gak bara halai

Ndak do..sabana sadu sadan ambo manghampai pangek ikan suaso lauk pukek nan segar ko dipagotok pulo patai jo timun kuriak lubuak minturun..ola la la "heavy metal" bananyo sanak

Jiko diadokan ambo duo pilihgan makan pangek bakango atau bakodak jo Zinadine Zidane

Ambo piliah makan pangek ko sambia bakodak jo Zizou

Kaduonyo samo2 Maestro
Ciek maestro dari segi raso, sorang lain maestro dalam mangilik-ngilik bola

Wass-Jepe

taufiq...@rantaunet.org

unread,
Sep 30, 2010, 12:00:09 AM9/30/10
to rant...@googlegroups.com
Jepe..
Di Selat Panjang jo Bengkalis jadul. Mungkin dek karano lado nan dikonsumsi disiko didatangkan dari lua

Jadinyo disiko urang banyak menggunokan lado merah nan lah dijamua sampai kariang

Sabab itu kesegaran makanan nan banyak disitu taraso agak lain padehnyo

Kalau kini dek hubungan lah lancar baa kolah kondisi lado nan dikonsumsi disitu

Dek ambo gado2 Bengkalis lumayan juo indak terlalu gurih

Tapi kok Mie Goreng/Abuihnyo, ambo labiah suko mie Aceh. Antah kok iyo pakai ganja yo, lumayan segar juo taraso

---TR

jupar...@yahoo.com

unread,
Sep 30, 2010, 12:20:41 AM9/30/10
to rant...@googlegroups.com
Ha ha ondee Pak TR itu juo nan ka ambo caritokan masalah lado di Selat Panjang

Nampaknyo ndak barubah do, lai tasigi juo dek ambo kalau bajalan2 di pasa tradisional disiko yo ndak nampak lado segar karitiang tu do di jua di pasa

Nan dijua yo lado2 karitiang nan lah kariang tu nyo didalam karuang

Rato2 untuak bumbu masakan tamasuak rumah makan awak di SP ko iyo manggunokan lado nan lah kariang tu, memang gak lain tarasonyo tapi nan pantiang lai padeh

Nampaknyo penduduk SP lah tabiaso atau lah bagian iduik sahari2 dalam memasak manggunokan lado kariang ko jadi ambo pikia kok ado bana lado segar tu didatangkan bisa jadi ndak "familiar" mereka menggunakan buek bahan atau bumbu masakan

Disiko tantu terkenal mie sagu dan kwe tiau nyo kalau wak minta kwe tiau/mie sagu goreng memang pake lado kariang tu dan warna merahnyo gak lain pulo agak galok saketek dibandiang lado segar, padehnyo yo gak manggigik

Salam-Jepe
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: taufiq...@rantaunet.org
Sender: rant...@googlegroups.com
Date: Thu, 30 Sep 2010 04:00:09
To: <rant...@googlegroups.com>
Reply-To: rant...@googlegroups.com
Subject: Re: [R@ntau-Net] Samba Rirayo 4 (Tambunsu) TAMAT

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages