POTENSI KANDUNGAN MINYAK DALAM ENDAPAN BITUMEN PADAT DAERAH TALAWI, KOTA SAWAH LUNTO PROVINSI SUMATERA BARAT

186 views
Skip to first unread message

Nofiardi

unread,
Nov 13, 2008, 1:40:18 AM11/13/08
to Rant...@googlegroups.com

PROCEEDING PEMAPARAN HASIL KEGIATAN LAPANGAN DAN NON LAPANGAN TAHUN 2007 PUSAT SUMBER DAYA GEOLOGI POTENSI KANDUNGAN MINYAK DALAM ENDAPAN BITUMEN PADAT

DAERAH TALAWI, KOTA SAWAH LUNTO

PROVINSI SUMATERA BARAT

Deddy Amarullah

Kelompok Program Penelitian Energi Fosil

S A R I

Sesuai dengan kebijakan pemerintah, pada tahun anggaran 2007 Kelompok Program Penelititan Energi Fosil telah melakukan inventarisasi potensi kandungan minyak dalam endapan bitumen padat didaerah Talawi dan sekitarnya, Kota Sawah Lunto, Provinsi Sumatera Barat. Secara geografis daerah Talawi terletak pada koordinat antara koordinat 027’00,00” - 0044’00” Lintang Selatan dan 10038’00” – 100050’00” Bujur Timur.

Secara geologi daerah Talawi termasuk kedalam Cekungan Ombilin yang terbentuk akibat pensesaran bongkah (blok) terhadap batuan dasar. Stratigrafi Tersier Cekungan Ombilin berdasarkan Peta Geologi lembar Solok (PH. Silitonga & Kastowo, 1995) diawali oleh Formasi Brani yang menjememari dengan Formasi Sangkarewang (Eosen-Oligosen), Anggota Bawah Formasi Ombilin (Oligo-Miosen), Anggota Atas Formasi Ombilin (Miosen Awal-Tengah) dan Kelompok Volkanik ( Plio-Plistosen). Sebagai formasi pembawa bitumen padat di Cekungan Ombilin adalah Formasi Sangkarewang.

Didaerah Talawi terdapat 3 (tiga) blok bitumen padat, yaitu Blok Kumbayau, Blok Kolok dan Blok Sapan. Tebal bitumen padat di Blok Kumbayau berkisar antara 30 m- 80 m, panjang sebaran berkisar antara 2000 m – 4000 m, sumberdayanya 351.428.000 ton. Tebal bitumen padat di Blok Kolok berkisar antara 75 m – 125 m, panjang sebaran berkisar antara 3500 m - 4500 m, sumberdayanya 568.095.000 ton. Tebal bitumen padat di Blok Sapan berkisar antara 160 m – 180 m, panjang sebaran berkisar antara 1500 m - 2500 m, sumberdayanya 472.560.000 ton.

Di Kolok Tengah ditemukan sumur bor yang didalamnya terdapat minyak bumi. Dari hasil analisis retort kandungan minyak rata-rata di lokasi bor TL-1 Blok Kumbayau adalah 10,55 l/ton, di lokasi bor TL-2 Blok Sapan adalah 19,13 l/ton dan kandungan minyak pada singkapan KLM-1 Blok Kolok adalah 15 l/ton. Kandungan total organik karbon bitumen padat daerah Sawah Lunto berkisar antara 3,10 l/ton – 5,66 l/ton, angka tersebut mencirikan sebagai batuan induk sangat bagus. Berdasarkan “potential yield” yang umumnya >10 mg/gr termasuk kedalam batuan induk/sumber dengan katagori sangat bagus dan termasuk kedalam batuan induk tipe II. Tmax bitumen padat daerah Sawah Lunto berkisar antara 434oC – 443oC, termasuk kedalam katagori belum matang sampai awal matang. Kandungan ekstrak bitumen dari hasil ekstraksi fraksinasi organik mater (EOM) di lokasi bor TL-1 Blok Kumbayau 2.382 ppm – 2.715 ppm, di lokasi bor TL-2 Blok Sapan 5.665 ppm – 6.039 ppm, sedangkan dari singkapan MLK-4 Blok Kolok adalah 1.343 ppm. Berdasarkan hasil analisis gas chromatography, conto minyak dari lokasi MLO dan conto bitumen padat dari MLK-4 telah mengalami biodegradasi, yang terlihat dari konfigurasi sidikjarinya. Dari rasio pristane dan pythane di TL-1 Blok Kumbayau menunjukan lebih banyak oksigen, sedangkan di TL-2 Blok Sapan lebih reduktif. Dari data biomarker fraksi saturat menunjukan bahwa komposisi sterana conto minyak lokasi MLO lebih dekat dengan conto bitumen padat lokasi TL-1/34.

Sumberdaya minyak daerah sawah Lunto sekitar 309.977.441 Barrel, yang termasuk dalam katagori hipotetik


PROCEEDING PEMAPARAN HASIL KEGIATAN LAPANGAN DAN NON LAPANGAN TAHUN 2007 PUSAT SUMBER DAYA GEOLOGI

PENDAHULUAN

Dalam rangka menunjang kebijakan pemerintah dan untuk meningkatkan kegiatan pendataan mengenai potensi sumberdaya energi, Pusat Sumberdaya Geologi Tahun Anggaran 2007 telah melakukan inventarisasi potensi kandungan minyak didalam endapan bitumen padat di daerah Talawi, Kota Sawah Lunto, Provinsi Sumatera Barat. Didaerah tersebut terdapat potensi sumberdaya bitumen padat yang mempunyai peluang untuk dikembangkan menjadi sumberdaya energi alternatif.

Maksud dari inventarisasi adalah untuk mendapatkan data bitumen padat dan potensi minyaknya. Tujuannya adalah untuk mengetahui jumlah lapisan bitumen padat, ketebalan serta penyebarannya, yang pada akhirnya dapat membantu korelasi lapisan bitumen padat. Selain itu juga untuk mengetahui sumberdaya bitumen padat dan sumberdaya minyak di daerah tersebut.

Daerah inventarisasi termasuk dalam wilayah Kecamatan Talawi, Barangin dan Lembah Segar Kota Sawah Lunto, Provinsi Sumatera Barat. Secara geografis daerah ini terletak diantara koordinat 0027’00,00” - 0044’00” Lintang Selatan dan 100038’00” – 100050’00” Bujur Timur. Lokasi tersebut terletak sekitar 100 km. sebelah timurlaut Kota padang.

GEOLOGI UMUM

Daerah inventarisasi termasuk dalam Peta Geologi Lembar Solok yang dipetakan oleh Silitonga, P.H., dan Kastowo, (1995).

Dalam kerangka geologi regional daerah Talawi termasuk ke dalam Cekungan Ombilin yang terbentuk akibat pensesaran bongkah (blok) terhadap batuan dasar. Pensesaran tersebut terjadi pada Awal Tersier yang menyebabkan terbentuknya struktur “graben”. Selanjutnya bagian-bagian graben ini pada Awal Tersier mulai diisi oleh endapan klastika kasar di bagian pinggir, sedangkan di bagian tengah terbentuk semacam danau yang kemudian diisi oleh endapan klastika halus.

Sedimentasi dalam Cekungan Ombilin telah diketahui secara luas berkat hasil eksplorasi batubara dan pemetaan geologi bersistem untuk seluruh Pulau Sumatra. Cekungan Ombilin terletak pada bagian tengah jalur Pegunungan Barisan yang terbentuk pada Awal Tersier dan mengandung batuan sedimen mencapai ketebalan 4.600 m (Koning, 1985) serta diendapkan pada lingkungan darat atau danau sampai laut dangkal.

P.H. Silitonga dan Kastowo, (1995) di dalam Peta Geologi Lembar Solok membagi batuan Pra-Tersier yang menjadi batuan dasar Cekungan Ombilin menjadi Formasi Kuantan, Formasi Silungkang, Formasi Tuhur, Granit, Diorit dan Granodiorit, sedangkan batuan Tersier yang mengisinya dari bawah keatas dibedakan menjadi Formasi Brani yang menjememari dengan Formasi Sangkarewang, Anggota Bawah Formasi Ombilin, Anggota Atas Formasi Ombilin dan Kelompok Volkanik.

R.P. Koesoemadinata dan Theo Matasak, (1981) menyusun stratigrafi batuan Tersier di Cekungan Ombilin secara berurutan dari bawah keatas adalah Formasi Brani yang menjemari dengan Formasi Sangkarewang, Formasi Sawah Lunto, Formasi Sawah Tambang, Formasi Ombilin dan Formasi Ranau.

Formasi Brani yang menjemari dengan Formasi Sangkarewang menurut P.H. Silitonga dan Kastowo berumur Eosen-Oligosen. sedangkan menurut R.P. Koesoemadinata dan T. Matasak berumur Paleosen.

Selaras diatas Formasi Sangkarewang menurut P.H. Silitonga dan Kastowo adalah Anggota Bawah Formasi Ombilin yang berumur Oligo-Miosen, sedangkan menurut R.P. Koesoemadinata dan T. Matasak adalah Formasi Sawah Lunto yang berumur Eosen dan Formasi Sawah Tambang yang berumur Oligosen.

Selaras diatasnya lagi menurut P.H. Silitonga dan Kastowo adalah Anggota Atas Formasi Ombilin yang berumur Miosen Awal-Tengah, sedangkan menurut R.P. Koesoemadinata dan T. Matasak adalah Formasi Ombilin yang berumur Oligo-Miosen.

Secara tidak selaras diatasnya lagi diendapkan hasil produksi volkanik yang menurut P.H. Silitonga dan Kastowo dinamakan Volkanik tak terpisahkan, Tuf Batuapung dan Tuf Basal sedangkan oleh R.P. Koesoemadinata dan T. Matasak dinamakan Formasi Ranau yang berumur Plio-Plistosen.

Untuk pembahasan geologi bitumen padat daerah Talawi akan mengacu pada strtigrafi berdasarkan P.H. Silitonga dan Kastowo, karena peta geologi yang tersedia adalah peta geologi Lembar Solok yang


PROCEEDING PEMAPARAN HASIL KEGIATAN LAPANGAN DAN NON LAPANGAN TAHUN 2007 PUSAT SUMBER DAYA GEOLOGI

meliputi daerah Sawah Lunto, disusun oleh P.H. Silitonga dan Kastowo (1995).

Secara umum sebaran formasi batuan di Sawah Lunto membentuk sinklin yang sumbunya berarah baratlaut-tenggara, namun di beberapa tempat terdapat perlapisan batuan yang arah jurusnya tidak sesuai dengan arah jurus yang umum. Hal ini mengindikasikan bahwa di Cekungan Ombilin juga telah terjadi pensesaran.

Umumnya struktur sesar yang terdapat di Sawah Lunto adalah sesar geser dan sesar normal.

GEOLOGI DAERAH INVENTARISASI

Berdasarkan aspek morfologi, daerah inventarisasi dapat dibedakan menjadi 2 (dua) satuan morfologi, yaitu Satuan Morfologi Perbukitan Berlereng Landai yang menempati bagian tengah dan Satuan Perbukitan Berlereng Terjal yang menempati bagian barat serta timur.

Penamaan formasi batuan di daerah inventarisasi mengacu pada stratigrafi berdasarkan P.H. Silitonga dan Kastowo. Stratigrafi Tersier daerah inventarisasi mulai dari yang tertua adalah sebagai berikut;

Formasi Brani terdiri dari konglomerat sisipan batupasir, berwarna abu-abu sampai keungu-unguan, pemilahannya jelek. Tersingkap didaerah Talagogunung dan daerah Rawanmaung. Formasi Brani menjemari dengan Formasi Sangkarewang.

Formasi Sangkarewang merupakan formasi pembawa bitumen padat, terdiri dari serpih yang berselang seling dengan batulanau dan batupasir berbutir halus sampai kasar. Serpih berwarna abu-abu tua kehitam-hitaman sampai kecoklat-coklatan, karbonan, kadang-kadang dijumpai sisipan tipis atau pita-pita batubara. Batulanau berwarna abu-abu sampai abu-abu tua, keras. Batupasir berwarna abu-abu muda, berbutir halus sampai kasar, kadang-kadang konglomeratan sampai breksian, komponennya terdiri dari kuarsa dan feldpar, sub angular sampai sub rounded, di beberapa tempat membentuk “graded bedding”, struktur sedimen yang terlihat adalah “parallel lamination”, “cross bedding”, “covolute” dan “load cast”. Perbandingan antara serpih dan batupasir di daerah Kumbayau sampai Sungai Sangkarewang hampir seimbang, di bagian atas batupasir lebih dominan kebagian bawah batupasirnya makin kurang. Formasi Sangkarewang dibagian selatan yaitu daerah Sapan sampai Sungai Sumpahan didominasi oleh serpih, sedangkan batupasir halus yang hadir hanya sebagai sisipan saja, selain itu terdapat rekahan-rekahan yang diisi oleh kalsit. Menurut P.H. Silitonga dan Kastowo Formasi Brani dan Sangkarewang berumur Eosen-Oligosen.

Anggota Bawah Formasi Ombilin merupakan formasi pembawa batubara, oleh R.P. Koesoemadinata dan T. Matasak disebut Formasi Sawah Lunto dan Formasi Sawah Tambang. Terdiri dari perulangan batupasir kuarsa yang mengandung mika, konglomerat, serpih dan batubara. Tersingkap di bagian baratlaut dan tenggara daerah inventarisasi, yaitu daerah Koto Gadang, Salak dan Sawah Lunto. Menurut P.H. Silitonga dan Kastowo Anggota Bawah Formasi Ombilin berumur Oligo Miosen.

Anggota Atas Formasi Ombilin terdiri dari lempung dan napal berwarna abu-abu kehijau-hijauan sisipan batupasir, sisipan batupasir, konglomerat dan batupasir tufaan. Tersingkap dibagian timur daerah inventarisasi. Menurut P.H. Silitonga dan Kastowo Anggota Atas Formasi Ombilin berumur Miosen Awal-Tengah.

Bahan Volkanik Tak Terpisahkan terdiri dari aliran lahar, fanglomerat dan endapan koluvium yang bersifat andesitis sampai basaltis. Tersingkap dibagian barat dan baratdaya daerah inventarisasi.

Tuf Batuapung terdiri dari tuf batuapung berwarna putih kekuning-kuningan. Tersingkap didaerah Talawi dan bagian timurlaut daerah inventarisasi.

Tuf Basal terdiri dari tufa lapili, tufa basal dan pecahan lava. Tersingkap dibagian baratlaut daerah inventarisasi, yaitu sekitar daerah Tanjung Emas. Menurut P.H. Silitonga dan Kastowo satuan ini berumur Plio Plistosen.

Dari hasil pengukuran jurus dan kemiringan lapisan batuan, daerah inventarisasi membentuk perlipatan yang secara umum sumbunya berarah baratlaut-tenggara. Besar sudut kemiringan lapisan berkisar antara 5o-80o, ditempat-tempat yang sudut kemiringan lapisannya sangat besar dan arah jurusnya sangat menyimpang diperkirakan daerah yang mengalami pensesaran seperti didaerah Ampang Nago. Sesar yang memotong perlapisan batuan adalah sesar normal mendatar yang berarah utara – selatan.


PROCEEDING PEMAPARAN HASIL KEGIATAN LAPANGAN DAN NON LAPANGAN TAHUN 2007 PUSAT SUMBER DAYA GEOLOGI

ENDAPAN BITUMEN PADAT

Sebagaimana telah disebutkan bahwa karakteristik Formasi Sangkarewang dibagian utara dan selatan tidak sama. Untuk daerah utara yaitu yang meliputi Blok Kumbayau sampai Blok Kolok terdiri dari perulangan serpih, batulanau dan batupasir. Makin ke utara lagi yaitu didaerah Ampang Nago kandungan batupasir berbutir kasar lebih mendominasi lagi jika dibandingkan dengan serpih. Dibagian selatan yaitu yang meliputi Blok Sapan kandungan serpih merupakan yang paling dominan sedangkan batupasir hanya sebagai sisipan saja. Berdasarkan singkapan-singkapan yang ditemukan, batas sebaran perulangan serpih batulanau dan batupasir kearah selatan adalah sampai daerah Kolok Mudik. Bitumen padat didalam Formasi Sangkarewang terdapat dalam serpih, batulanau dan batupasir halus.

Blok Kumbayau meliputi daerah Kumbayau, Kebon Tinggi, Sungai Sipang, Sijantang dan Ampang Nago; Dari hasil rekonstruksi singkapan, bitumen padat yang ditemukan didaerah Kumbayau menerus sampai daerah Sungai Sipang, perlapisannya miring kearah baratdaya dengan sudut kemiringan berkisar antara 15o – 60o. Perlapisan bitumen padat didaerah Kumbayau dipisahkan menjadi dua bagian oleh sisipan batupasir berbutir sedang sampai kasar (bukan sebagai bitumen padat) yang tebalnya sekitar 10 mtr. Tebal total perlapisan bagian atas sekitar 60 mtr, apabila perbandingan antara serpih dan batupasir kasar didaerah ini relatif seimbang berarti tebal bitumen padat pada bagian atas sekitar 30 mtr. Tebal total perlapisan bagian bawah sekitar 160 mtr, berarti tebal bitumen padat pada bagian bawah sekitar 80 mtr. Panjang sebarannya kearah jurus diperkirakan sekitar 4.000 mtr; Bitumen padat didaerah KebonTinggi menerus kearah tenggara sampai daerah Sijantang, secara umum perlapisannya miring kearah timurlaut dengan sudut kemiringan berkisar antara 15o - 35o. Berdasarkan arah kemiringannya antara bitumen padat daerah Kumbayau dan Kebon Tinggi membentuk lipatan sinklin. Tebal total perlapisan daerah Kebon Tinggi sekitar 140 mtr, berarti tebal bitumen padatnya sekitar 70 mtr, panjang sebaran kearah jurus diperkirakan sekitar 3.000 mtr; Bitumen padat daerah Ampang Nago diperkirakan mengalami pensesaran, secara umum lapisannya miring kearah baratdaya dengan sudut kemiringan berkisar antara 60o – 70o. Tebal total lapisan sekitar 150 mtr, berarti tebal bitumen padatnya sepertiga dari 150 mtr yaitu sekitar 50 mtr, panjang sebaran kearah jurus diperkirakan sekitar 2.000 mtr.

Blok Kolok meliputi daerah Sangkarewang dan Kolok, secara umum perlapisan bitumen padat daerah Sangkarewang miring kearah utara dengan sudut kemiringan berkisar antara 5o – 48o. Tebal total lapisan sekitar 250 mtr, berarti tebal bitumen padatnya sekitar 125 mtr, panjang sebaran kearah jurus diperkirakan sekitar 3.500 mtr; Secara umum perlapisan bitumen padat didaerah Kolok miring kearah timurlaut dengan sudut kemiringan berkisar antara 13o – 40o. Tebal total lapisan sekitar 150 mtr, berarti tebal bitumen padat sekitar 75 mtr, panjang sebaran kearah jurus diperkirakan sekitar 4.500 mtr.

Blok Sapan meliputi daerah Sumpahan dan Sapan; Secara umum perlapisan didaerah Sumpahan timurlaut dengan sudut kemiringan lapisan berkisar antara 30o – 65o. Tebal total lapisan sekitar 200 mtr, berarti tebal lapisan bitumen padatnya sekitar 160 mtr, panjang sebaran kearah jurus diperkirakan sekitar 1.500 mtr; Umumnya perlapisan bitumen padat didaerah Sapan miring kearah timurlaut dengan sudut kemiringan lapisan berkisar antara 18o – 35o. Tebal total lapisan sekitar 220 mtr, berarti tebal bitumen padat sekitar 180 mtr, panjang sebaran kearah jurus diperkirakan sekitar 2.500 mtr.

KUALITAS BITUMEN PADAT

Dari hasil analisis retort diperoleh kandungan minyak sebagai berikut, di lokasi bor TL-1 (Blok Kumbayau) kandungan minyak rata-ratanya adalah 10,55 l/ton, di lokasi bor TL-2 (Blok Sapan) adalah 19,13 l/ton, sedangkan hasil analisis retort dari singkapan tidak dirata-ratakan karena dari setiap daerah hanya dianalisis satu conto. Hasil analisis dari singkapan yang paling tinggi adalah dari daerah Kolok yaitu 15 l/ton. Berdasarkan hasil analisis retort menunjukan bahwa kandungan minyak yang paling tinggi didaerah Sawah Lunto adalah di lokasi bor TL-2 (Blok Sapan), yang rata-ratanya 19,13 l/ton. Kandungan minyak pada conto-conto dekat permukaan umumnya lebih kecil jika dibandingkan dengan conto-conto pada bagian yang lebih dalam. Kandungan minyak di lokasi bor TL-1 menurun lagi pada kedalaman 56,18 m – 61,40 m. Dari variasi kandungan minyak pada tiap-tiap


PROCEEDING PEMAPARAN HASIL KEGIATAN LAPANGAN DAN NON LAPANGAN TAHUN 2007 PUSAT SUMBER DAYA GEOLOGI

conto yang berbeda menunjukan bahwa distribusi kandungan organik secara vertikal tidak merata. Hasil analisis retort dari penyelidik terdahulu ( Syufra dkk, 2001) di Blok Kumbayau mencapai 40 l/ton, Blok Kolok mencapai 64 l/ton dan di Blok Sapan mencapai 52 l/ton.

Dari analisis total organik karbon (TOC) sebanyak 60 conto inti bor secara umum menunjukan kandungan karbon yang tinggi yaitu berkisar antara 3,10 – 5,66 % (tabel 8,9,10), angka tersebut termasuk kedalam katagori batuan induk sangat bagus (very good) sampai istimewa (excelent), karena menurut Peters (1993) kandungan TOC yang termasuk kedalam katagori batuan induk sangat bagus (very good) adalah ≥ 2%.

Berdasarkan kombinasi antara TOC dan pirolisis Rock Eval menunjukan bahwa bitumen padat daerah Talawi merupakan batuan sumber dengan katagori sangat bagus (potential yield > 10mg/gr. Dari plot antara TOC terhadap potential yield (PY) maupun hidrogen index (HI) menunjukan potensi yang sangat bagus (very good) sampai istimewa (excellent).

Hidrogen index yang tinggi yang berkisar antara 358 – 608 menunjukan kerogen tipe II. Untuk batuan induk tipe seperti ini apabila sudah mencapai kematangan thermal akan menghasilkan minyak. Plot antara Tmax dengan hydrogen index (HI) menunjukan bahwa bitumen padat Formasi Sangkarewang sebagai batuan sumber minyak

Angka index produksi (PI) yang rendah (<0,2) mengindikasikan bahwa bitumen padat daerah Talawi merupakan batuan induk yang kematangannya berada pada batas ambang. Dari hasil pirolisis Rock Eval menunjukan angka Tmax 434oC-443oC sedangkan menurut Peters (1993) kematangan terjadi pada temperatur 435oC keatas. Berdasarkan data Tmax tersebut mengindikasikan bahwa batuan induk atau batuan sumber minyak di Talawi termasuk kedalam katagori belum matang sampai awal matang, namun menentukan kematangan berdasarkan Tmax harus dipertimbangkan dengan hati-hati karena banyak faktor yang mempengaruhinya seperti kandungan mineral, kekayaan bahan organik dan yang lainnya lagi.

Hasil ekstraksi dan fraksinasi (EOM) dari 5 conto bitumen padat berkisar antara 1.342,68 ppm - 6.039,25 ppm. Kandungan ekstrak bitumen paling tinggi terdapat pada conto TL-2/18 dan TL-2/22 yaitu 5.665 ppm dan 6.039 ppm, kandungan ekstrak bitumen pada conto TL-1/23 dan TL-1/34 adalah 2.382 ppm dan 2.715 ppm, sedangkan kandungan ekstrak bitumen pada MLK-4 merupakan yang paling rendah yaitu 1.343 ppm. Data tersebut mencerminkan bahwa peringkat tertinggi sebagai batuan induk atau batuan sumber adalah disekitar daerah lokasi bor TL-2 (Blok Sapan) selanjutnya diikuti daerah sekitar lokasi bor TL-1 (Blok Kumbayau) dan sebagai batuan sumber peringkat paling rendah adalah daerah sekitar MLK-4 (Blok Kolok). Namun conto dari MLK-4 merupakan conto pemukaan, sedangkan yang lainnya berupa conto inti bor dari kedalaman 30 m – 50 m.

Analisis Gas Chromatography (GC) dilakukan terhadap seluruh conto yang diekstraksi dan terhadap 1(satu) conto minyak. Sidikjari hasil gas chromatography dari ekstrak batuan dan minyak dapat dilihat pada gambar 5. Secara umum dapat dilihat bahwa konfigurasi sidikjari n-alkana pada ekstrak batuan (gambar 6 dan 7) menunjukan ciri bimodal (dua gugusan n-alkana) dengan puncaknya pada n-C15 dan n-C27, konfigurasi n-alkana seperti ini biasanya terdapat pada sedimen-sedimen danau atau “lacustrine”. Gugusan n-alkana dari ekstrak bitumen singkapan MLK-4 dan minyak MLO telah berkurang karena telah mengalami biodegradasi.

Rasio antara Pristane dengan Pythane di lokasi TL-1 (TL-1/23, TL-1/34) lebih besar dari rasio di lokasi TL-2 (TL-2/18, TL-2/22), di TL-1 berkisar antara 3,92-4,12 dan di TL-2 berkisar antara 1,92-1,79. Hal ini mengindikasikan bahwa lingkungan pengendapan bitumen padat di lokasi TL-1 lebih banyak mengandung oksigen, sedangkan di lokasi TL-2 lebih reduktif, berarti bitumen padat di lokasi TL-2 diendapkan pada danau bagian dalam dengan kondisi bawah air yang lebih tenang dan rendah oksigen (reduktif), dan lokasi TL-1 diperkirakan diendapkan pada lingkungan yang dangkal atau tepi danau atau dataran lumpur (mud flat) yang banyak berasosiasi dengan oksigen dari udara terbuka.

Rasio CPI (Carbon Preference Index) >>1 seringkali dijumpai pada batuan sedimen berumur muda atau yang masih rendah tingkat kematangan termalnya (Bray & Evans, 1961; Tissot dkk., 1984). Kondisi


PROCEEDING PEMAPARAN HASIL KEGIATAN LAPANGAN DAN NON LAPANGAN TAHUN 2007 PUSAT SUMBER DAYA GEOLOGI

seperti ini dijumpai pada seluruh conto yang dianalisis yang menunjukkan rasio CPI antara 1,19 dan 1,32, oleh karena itu tingkat kematangan yang cukup untuk membentuk hidrokarbon optimal belum terpenuhi.

Dari data biomarker fraksi saturat terlihat bahwa komposisi sterana conto minyak MLO lebih dekat dengan conto bitumen padat TL-1/34. Namun baik conto minyak MLO maupun conto bitumen padat TL-1/34 dan MLK-4 menunjukan kesamaan bahan organik dan lingkungan pengendapannya yaitu danau atau lacustrine.

Perbedaan tingkat kematangan termal pada ketiga conto yang dianalisis menunjukan bahwa kondisi geologi pada Formasi Sangkarewang tidak sama, walaupun bahan organiknya menunjukan kesamaan yaitu yang berasal dari algal dan tumbuhan darat.

SUMBERDAYA

Batasan perhitungan sumberdaya bitumen padat didasarkan pada kondisi geologinya. Rumus untuk menghitung sumberdaya adalah : Sumberdaya (ton)= Panjang (m) x Tebal (m) x Lebar (m) x Berat Jenis ( ton/m3). Sumberdaya bitumen padat daerah Sawah Lunto adalah 1.392.083.000 ton, yang berdasarkan Klasifikasi Sumberdaya dan Cadangan Batubara Standar Nasional Indonesia (SNI) amandemen 1-SNI 135014-1998 dari Badan Standarisasi Nasional, termasuk kedalam sumberdaya hipotetik (“hypothetic”).

Untuk menghitung sumberdaya minyak digunakan beberapa parameter. Dalam perhitungan sumberdaya minyak, kandungan airnya harus dijadikan nol atau biasa disebut “liters per tonne at zero moisture” (LTOM), maksudnya supaya kandungan minyak dalam suatu lapisan bitumen padat pada suatu formasi dapat dengan mudah dibandingkan dengan kandungan minyak dalam lapisan lainnya atau formasi lainnya. Sumberdaya minyak daerah inventarisasi adalah 309.977.441 barrel. Klasifikasi sumberdaya minyak yang dihitung disini masih sulit ditentukan karena belum ada yang bisa dijadikan acuan, tapi untuk saat ini diklasifikasikan kedalam sumberdaya hipotetik.

KESIMPULAN

Dari pembahasan diatas dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut

1. Secara geologi daerah Talawi termasuk kedalam cekungan intramontane yang dinamakan Cekungan Ombilin.

2. Formasi pembawa bitumen padat didaerah Talawi adalah Formasi Sangkarewang yang menurut P.H. Silitonga dan Kastowo (1995) berumur Oligosen.

3. Didaerah Talawi terdapat 3 (tiga) blok bitumen padat, yaitu Blok Kumbayau, Blok Kolok dan Blok Sapan. Tebal bitumen padat di Blok Kumbayau berkisar antara 30 m- 80 m, panjang sebaran berkisar antara 2000 m – 4000 m, sumberdayanya 351.428.000 ton. Tebal bitumen padat di Blok Kolok berkisar antara 75 m – 125 m, panjang sebaran berkisar antara 3500 m - 4500 m, sumberdayanya 568.095.000 ton. Tebal bitumen padat di Blok Sapan berkisar antara 160 m – 180 m, panjang sebaran berkisar antara 1500 m - 2500 m sumberdayanya 472.560.000 ton.

4. Di Kolok Tengah ditemukan sumur bor yang didalamnya terdapat minyak bumi.

5. Berdasarkan hasil analisis retort kandungan minyak rata-rata di lokasi bor TL-1 Blok Kumbayau adalah 10,55 l/ton, di lokasi bor TL-2 Blok Sapan adalah 19,13 l/ton dan kandungan minyak pada singkapan KLM-1 Blok Kolok adalah 15 l/ton.

6. Kandungan total organik karbon bitumen padat daerah Sawah Lunto berkisar antara 3,10 //ton – 5,66 l/ton, angka tersebut mencirikan sebagai batuan induk sangat bagus. Berdasarkan “potential yield” yang umumnya >10 mg/gr termasuk kedalam batuan induk/sumber dengan katagori sangat bagus dan termasuk kedalam batuan induk tipe II

7. Tmax bitumen padat daerah Sawah Lunto berkisar antara 434oC – 443oC, termasuk kedalam katagori belum matang sampai awal matang.

8. Kandungan ekstrak bitumen dari hasil ekstraksi fraksinasi organik mater (EOM) di lokasi bor TL-1 Blok Kumbayau 2.382 ppm – 2.715 ppm, di lokasi bor TL-2 Blok Sapan 5.665 ppm – 6.039 ppm, sedangkan dari singkapan MLK-4 Blok Kolok adalah 1.343 ppm.

9. Berdasarkan hasil analisis gas chromatography, conto minyak dari lokasi MLO dan conto bitumen padat dari MLK-4 telah mengalami biodegradasi, yang terlihat dari konfigurasi sidikjarinya.

10. Dari rasio pristane dan pythane di TL-1 Blok Kumbayau menunjukan lebih banyak oksigen, sedangkan di TL-2 Blok Sapan lebih reduktif.


PROCEEDING PEMAPARAN HASIL KEGIATAN LAPANGAN DAN NON LAPANGAN TAHUN 2007 PUSAT SUMBER DAYA GEOLOGI

11. Dari data biomarker fraksi saturat menunjukan bahwa komposisi sterana conto minyak lokasi MLO lebih dekat dengan conto bitumen padat lokasi TL-1/34.

12. Berdasarkan hasil estimasi sumberdaya batuan daerah Sawah Lunto sekitar 1.392.083.000 ton.

13. Sumberdaya minyak daerah sawah Lunto sekitar 309.977.441 Barrel, yang termasuk dalam katagori hipotetik

DAFTAR PUSTAKA

Ilyas Syufra, (2001). Eksplorasi Bitumen Padat Dengan Outcrop Drilling di daerah Talawi dan sekitarnya, Kodya Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat, Direktorat Inventarisasi Sumber Daya Mineral, Bandung, Laporan.

Koesoemadinata R. P., & Matasak Th., 1981 ; Stratigraphy and Sedimentation Ombilin Basin Central Sumatera (West Sumatera Province), Proceeding, IPA, Tenth Annual Convention.

Koning T., 1985 ; Petroleum Geology of The Ombilin Intramontane Basin, Proceeding, IPA, Fourteenth Annual Convention.

Peters K. E. and Moldowan J. M., 1993 ; The Biomarker Guide, Interpreting Molecular Fossils in Petroleum and Ancient Seiments, Prentice-Hall, Englewood Cliffs, N. J.

Silitonga P.H. & Kastowo, 1995 : Peta Geologi Lembar Solok, Sumatera, Peta Geologi bersistem Sumatera, PPPG, Bandung.

Tissot B. P. and Welte D. H., 1984 ; Petroleum Formation and Occurrence, Second Revised and Enlarged Edition, Springer-Verlag, Berlin, Heidelberg, Newyork, Tokyo.


 

The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you.


perry

unread,
Nov 13, 2008, 6:35:32 PM11/13/08
to RantauNet
Sanak Nofiardi,
tanyato ado juo nan manaliti potensi iko baliak yo, ambo maneliti
formasi Sangkarewang (dipublikasikan pada The IMOG ke 19 di Sevilla
tahun 2005) menemukan hal yang mungkin lebih detil dari iko, tapi
hasilnyo indak jauh beda. Hanyo pado kesimpulan no. 9 kalau dikatokan
minyaknyo sudah mengalami biodegradasi, tampaknyo paralu di tinjau
ulang, karano hasil pengamatan GC-MS ambo kayanyo kesimpulannyo beda.

kama bisa dikntak sanak Deddy Amarullah ko sanak, barangkali kito bisa
badiskusi.

salam,
perry burhan imam sati

On 13 Nov, 13:40, "Nofiardi" <Nofia...@pec-tech.com> wrote:
> PROCEEDING PEMAPARAN HASIL KEGIATAN LAPANGAN DAN NON LAPANGAN TAHUN 2007 PUSAT SUMBER DAYA GEOLOGI POTENSI KANDUNGAN MINYAK DALAM ENDAPAN BITUMEN PADAT
>
> DAERAH TALAWI, KOTA SAWAH LUNTO
>
> PROVINSI SUMATERA BARAT
>
> Deddy Amarullah
>
> Kelompok Program Penelitian Energi Fosil
>
> S A R I
>
> Sesuai dengan kebijakan pemerintah, pada tahun anggaran 2007 Kelompok Program Penelititan Energi Fosil telah melakukan inventarisasi potensi kandungan minyak dalam endapan bitumen padat didaerah Talawi dan sekitarnya, Kota Sawah Lunto, Provinsi Sumatera Barat. Secara geografis daerah Talawi terletak pada koordinat antara koordinat 027'00,00" - 0044'00" Lintang Selatan dan 10038'00" - 100050'00" Bujur Timur.
>
> Secara geologi daerah Talawi termasuk kedalam Cekungan Ombilin yang terbentuk akibat pensesaran bongkah (blok) terhadap batuan dasar. Stratigrafi Tersier Cekungan Ombilin berdasarkan Peta Geologi lembar Solok (PH. Silitonga & Kastowo, 1995) diawali oleh Formasi Brani yang menjememari dengan Formasi Sangkarewang (Eosen-Oligosen), Anggota Bawah Formasi Ombilin (Oligo-Miosen), Anggota Atas Formasi Ombilin (Miosen Awal-Tengah) dan Kelompok Volkanik ( Plio-Plistosen). Sebagai formasi pembawa bitumen padat di Cekungan Ombilin adalah Formasi Sangkarewang.
>
> Didaerah Talawi terdapat 3 (tiga) blok bitumen padat, yaitu Blok Kumbayau, Blok Kolok dan Blok Sapan. Tebal bitumen padat di Blok Kumbayau berkisar antara 30 m- 80 m, panjang sebaran berkisar antara 2000 m - 4000 m, sumberdayanya 351.428.000 ton. Tebal bitumen padat di Blok Kolok berkisar antara 75 m - 125 m, panjang sebaran berkisar antara 3500 m - 4500 m, sumberdayanya 568.095.000 ton. Tebal bitumen padat di Blok Sapan berkisar antara 160 m - 180 m, panjang sebaran berkisar antara 1500 m - 2500 m, sumberdayanya 472.560.000 ton.
>
> Di Kolok Tengah ditemukan sumur bor yang didalamnya terdapat minyak bumi. Dari hasil analisis retort kandungan minyak rata-rata di lokasi bor TL-1 Blok Kumbayau adalah 10,55 l/ton, di lokasi bor TL-2 Blok Sapan adalah 19,13 l/ton dan kandungan minyak pada singkapan KLM-1 Blok Kolok adalah 15 l/ton. Kandungan total organik karbon bitumen padat daerah Sawah Lunto berkisar antara 3,10 l/ton - 5,66 l/ton, angka tersebut mencirikan sebagai batuan induk sangat bagus. Berdasarkan "potential yield" yang umumnya >10 mg/gr termasuk kedalam batuan induk/sumber dengan katagori sangat bagus dan termasuk kedalam batuan induk tipe II. Tmax bitumen padat daerah Sawah Lunto berkisar antara 434oC - 443oC, termasuk kedalam katagori belum matang sampai awal matang. Kandungan ekstrak bitumen dari hasil ekstraksi fraksinasi organik mater (EOM) di lokasi bor TL-1 Blok Kumbayau 2.382 ppm - 2.715 ppm, di lokasi bor TL-2 Blok Sapan 5.665 ppm - 6.039 ppm, sedangkan dari singkapan MLK-4 Blok Kolok adalah 1.343 ppm. Berdasarkan hasil analisis gas chromatography, conto minyak dari lokasi MLO dan conto bitumen padat dari MLK-4 telah mengalami biodegradasi, yang terlihat dari konfigurasi sidikjarinya. Dari rasio pristane dan pythane di TL-1 Blok Kumbayau menunjukan lebih banyak oksigen, sedangkan di TL-2 Blok Sapan lebih reduktif. Dari data biomarker fraksi saturat menunjukan bahwa komposisi sterana conto minyak lokasi MLO lebih dekat dengan conto bitumen padat lokasi TL-1/34.
>
> Sumberdaya minyak daerah sawah Lunto sekitar 309.977.441 Barrel, yang termasuk dalam katagori hipotetik
>
> PROCEEDING PEMAPARAN HASIL KEGIATAN LAPANGAN DAN NON LAPANGAN TAHUN 2007 PUSAT SUMBER DAYA GEOLOGI
>
> PENDAHULUAN
>
> Dalam rangka menunjang kebijakan pemerintah dan untuk meningkatkan kegiatan pendataan mengenai potensi sumberdaya energi, Pusat Sumberdaya Geologi Tahun Anggaran 2007 telah melakukan inventarisasi potensi kandungan minyak didalam endapan bitumen padat di daerah Talawi, Kota Sawah Lunto, Provinsi Sumatera Barat. Didaerah tersebut terdapat potensi sumberdaya bitumen padat yang mempunyai peluang untuk dikembangkan menjadi sumberdaya energi alternatif.
>
> Maksud dari inventarisasi adalah untuk mendapatkan data bitumen padat dan potensi minyaknya. Tujuannya adalah untuk mengetahui jumlah lapisan bitumen padat, ketebalan serta penyebarannya, yang pada akhirnya dapat membantu korelasi lapisan bitumen padat. Selain itu juga untuk mengetahui sumberdaya bitumen padat dan sumberdaya minyak di daerah tersebut.
>
> Daerah inventarisasi termasuk dalam wilayah Kecamatan Talawi, Barangin dan Lembah Segar Kota Sawah Lunto, Provinsi Sumatera Barat. Secara geografis daerah ini terletak diantara koordinat 0027'00,00" - 0044'00" Lintang Selatan dan 100038'00" - 100050'00" Bujur Timur. Lokasi tersebut terletak sekitar 100 km. sebelah timurlaut Kota padang.
> Dari hasil pengukuran jurus dan kemiringan lapisan batuan, daerah inventarisasi membentuk perlipatan yang secara umum sumbunya berarah baratlaut-tenggara. Besar sudut kemiringan lapisan berkisar antara 5o-80o, ditempat-tempat yang sudut kemiringan lapisannya sangat besar dan arah jurusnya sangat menyimpang diperkirakan daerah yang mengalami pensesaran seperti didaerah Ampang Nago. Sesar yang memotong perlapisan batuan adalah sesar normal mendatar yang berarah utara - selatan.
>
> PROCEEDING PEMAPARAN HASIL KEGIATAN LAPANGAN DAN NON LAPANGAN TAHUN 2007 PUSAT SUMBER DAYA GEOLOGI
>
> ENDAPAN BITUMEN PADAT
>
> Sebagaimana telah disebutkan bahwa karakteristik Formasi Sangkarewang dibagian utara dan selatan tidak sama. Untuk daerah utara yaitu yang meliputi Blok Kumbayau sampai Blok Kolok terdiri dari perulangan serpih, batulanau dan batupasir. Makin ke utara lagi yaitu didaerah Ampang Nago kandungan batupasir berbutir kasar lebih mendominasi lagi jika dibandingkan dengan serpih. Dibagian selatan yaitu yang meliputi Blok Sapan kandungan serpih merupakan yang paling dominan sedangkan batupasir hanya sebagai sisipan saja. Berdasarkan singkapan-singkapan yang ditemukan, batas sebaran perulangan serpih batulanau dan batupasir kearah selatan adalah sampai daerah Kolok Mudik. Bitumen padat didalam Formasi Sangkarewang terdapat dalam serpih, batulanau dan batupasir halus.
>
> Blok Kumbayau meliputi daerah Kumbayau, Kebon Tinggi, Sungai Sipang, Sijantang dan Ampang Nago; Dari hasil rekonstruksi singkapan, bitumen padat yang ditemukan didaerah Kumbayau menerus sampai daerah Sungai Sipang, perlapisannya miring kearah baratdaya dengan sudut kemiringan berkisar antara 15o - 60o. Perlapisan bitumen padat didaerah Kumbayau dipisahkan menjadi dua bagian oleh sisipan batupasir berbutir sedang sampai kasar (bukan sebagai bitumen padat) yang tebalnya sekitar 10 mtr. Tebal total perlapisan bagian atas sekitar 60 mtr, apabila perbandingan antara serpih dan batupasir kasar didaerah ini relatif seimbang berarti tebal bitumen padat pada bagian atas sekitar 30 mtr. Tebal total perlapisan bagian bawah sekitar 160 mtr, berarti tebal bitumen padat pada bagian bawah sekitar 80 mtr. Panjang sebarannya kearah jurus diperkirakan sekitar 4.000 mtr; Bitumen padat didaerah KebonTinggi menerus kearah tenggara sampai daerah Sijantang, secara umum perlapisannya miring kearah timurlaut dengan sudut kemiringan berkisar antara 15o - 35o. Berdasarkan arah kemiringannya antara bitumen padat daerah Kumbayau dan Kebon Tinggi membentuk lipatan sinklin. Tebal total perlapisan daerah Kebon Tinggi sekitar 140 mtr, berarti tebal bitumen padatnya sekitar 70 mtr, panjang sebaran kearah jurus diperkirakan sekitar 3.000 mtr; Bitumen padat daerah Ampang Nago diperkirakan mengalami pensesaran, secara umum lapisannya miring kearah baratdaya dengan sudut kemiringan berkisar antara 60o - 70o. Tebal total lapisan sekitar 150 mtr, berarti tebal bitumen padatnya sepertiga dari 150 mtr yaitu sekitar 50 mtr, panjang sebaran kearah jurus diperkirakan sekitar 2.000 mtr.
>
> Blok Kolok meliputi daerah Sangkarewang dan Kolok, secara umum perlapisan bitumen padat daerah Sangkarewang miring kearah utara dengan sudut kemiringan berkisar antara 5o - 48o. Tebal total lapisan sekitar 250 mtr, berarti tebal bitumen padatnya sekitar 125 mtr, panjang sebaran kearah jurus diperkirakan sekitar 3.500 mtr; Secara umum perlapisan bitumen padat didaerah Kolok miring kearah timurlaut dengan sudut kemiringan berkisar antara 13o - 40o. Tebal total lapisan sekitar 150 mtr, berarti tebal bitumen padat sekitar 75 mtr, panjang sebaran kearah jurus diperkirakan sekitar 4.500 mtr.
>
> Blok Sapan meliputi daerah Sumpahan dan Sapan; Secara umum perlapisan didaerah Sumpahan timurlaut dengan sudut kemiringan lapisan berkisar antara 30o - 65o. Tebal total lapisan sekitar 200 mtr, berarti tebal lapisan bitumen padatnya sekitar 160 mtr, panjang sebaran kearah jurus diperkirakan sekitar 1.500 mtr; Umumnya perlapisan bitumen padat didaerah Sapan miring kearah timurlaut dengan sudut kemiringan lapisan berkisar antara 18o - 35o. Tebal total lapisan sekitar 220 mtr, berarti tebal bitumen padat sekitar 180 mtr, panjang sebaran kearah jurus diperkirakan sekitar 2.500 mtr.
>
> KUALITAS BITUMEN PADAT
>
> Dari hasil analisis retort diperoleh kandungan minyak sebagai berikut, di lokasi bor TL-1 (Blok Kumbayau) kandungan minyak rata-ratanya adalah 10,55 l/ton, di lokasi bor TL-2 (Blok Sapan) adalah 19,13 l/ton, sedangkan hasil analisis retort dari singkapan tidak dirata-ratakan karena dari setiap daerah hanya dianalisis satu conto. Hasil analisis dari singkapan yang paling tinggi adalah dari daerah Kolok yaitu 15 l/ton. Berdasarkan hasil analisis retort menunjukan bahwa kandungan minyak yang paling tinggi didaerah Sawah Lunto adalah di lokasi bor TL-2 (Blok Sapan), yang rata-ratanya 19,13 l/ton. Kandungan minyak pada conto-conto dekat permukaan umumnya lebih kecil jika dibandingkan dengan conto-conto pada bagian yang lebih dalam. Kandungan minyak di lokasi bor TL-1 menurun lagi pada kedalaman 56,18 m - 61,40 m. Dari variasi kandungan minyak pada tiap-tiap
>
> PROCEEDING PEMAPARAN HASIL KEGIATAN LAPANGAN DAN NON LAPANGAN TAHUN 2007 PUSAT SUMBER DAYA GEOLOGI
>
> conto yang berbeda menunjukan bahwa distribusi kandungan organik secara vertikal tidak merata. Hasil analisis retort dari penyelidik terdahulu ( Syufra dkk, 2001) di Blok Kumbayau mencapai 40 l/ton, Blok Kolok mencapai 64 l/ton dan di Blok Sapan mencapai 52 l/ton.
>
> Dari analisis total organik karbon (TOC) sebanyak 60 conto inti bor secara umum menunjukan kandungan karbon yang tinggi yaitu berkisar antara 3,10 - 5,66 % (tabel 8,9,10), angka tersebut termasuk kedalam katagori batuan induk sangat bagus (very good) sampai istimewa (excelent), karena menurut Peters (1993) kandungan TOC yang termasuk kedalam katagori batuan induk sangat bagus (very good) adalah ≥ 2%.
>
> Berdasarkan kombinasi antara TOC dan pirolisis Rock Eval menunjukan bahwa bitumen padat daerah Talawi merupakan batuan sumber dengan katagori sangat bagus (potential yield > 10mg/gr. Dari plot antara TOC terhadap potential yield (PY) maupun hidrogen index (HI) menunjukan potensi yang sangat bagus (very good) sampai istimewa (excellent).
>
> Hidrogen index yang tinggi yang berkisar antara 358 - 608 menunjukan kerogen tipe II. Untuk batuan induk tipe seperti ini apabila sudah mencapai kematangan thermal akan menghasilkan minyak. Plot antara Tmax dengan hydrogen index (HI) menunjukan bahwa bitumen padat Formasi Sangkarewang sebagai batuan sumber minyak
>
> Angka index produksi (PI) yang rendah (<0,2) mengindikasikan bahwa bitumen padat daerah Talawi merupakan batuan induk yang kematangannya berada pada batas ambang. Dari hasil pirolisis Rock Eval menunjukan angka Tmax 434oC-443oC sedangkan menurut Peters (1993) kematangan terjadi pada temperatur 435oC keatas. Berdasarkan data Tmax tersebut mengindikasikan bahwa batuan induk atau batuan sumber minyak di Talawi termasuk kedalam katagori belum matang sampai awal matang, namun menentukan kematangan berdasarkan Tmax harus dipertimbangkan dengan hati-hati karena banyak faktor yang mempengaruhinya seperti kandungan mineral, kekayaan bahan organik dan yang lainnya lagi.
>
> Hasil ekstraksi dan fraksinasi (EOM) dari 5 conto bitumen padat berkisar antara 1.342,68 ppm - 6.039,25 ppm. Kandungan ekstrak bitumen paling tinggi terdapat pada conto TL-2/18 dan TL-2/22 yaitu 5.665 ppm dan 6.039 ppm, kandungan ekstrak bitumen pada conto TL-1/23 dan TL-1/34 adalah 2.382 ppm dan 2.715 ppm, sedangkan kandungan ekstrak bitumen pada MLK-4 merupakan yang paling rendah yaitu 1.343 ppm. Data tersebut mencerminkan bahwa peringkat tertinggi sebagai batuan induk atau batuan sumber adalah disekitar daerah lokasi bor TL-2 (Blok Sapan) selanjutnya diikuti daerah sekitar lokasi bor TL-1 (Blok Kumbayau) dan sebagai batuan sumber peringkat paling rendah adalah daerah sekitar MLK-4 (Blok Kolok). Namun conto dari MLK-4 merupakan conto pemukaan, sedangkan yang lainnya berupa conto inti bor dari kedalaman 30 m - 50 m.
>
> Analisis Gas Chromatography (GC) dilakukan terhadap seluruh conto yang diekstraksi dan terhadap 1(satu) conto minyak. Sidikjari hasil gas chromatography dari ekstrak batuan dan minyak dapat dilihat pada gambar 5. Secara umum dapat dilihat bahwa konfigurasi sidikjari n-alkana pada ekstrak batuan (gambar 6 dan 7) menunjukan ciri bimodal (dua gugusan n-alkana) dengan puncaknya pada n-C15 dan n-C27, konfigurasi n-alkana seperti ini biasanya terdapat pada sedimen-sedimen danau atau "lacustrine". Gugusan n-alkana dari ekstrak bitumen singkapan MLK-4 dan minyak MLO telah berkurang karena telah mengalami biodegradasi.
>
> Rasio antara Pristane dengan Pythane di lokasi TL-1 (TL-1/23, TL-1/34) lebih besar dari rasio di lokasi TL-2 (TL-2/18, TL-2/22), di TL-1 berkisar antara 3,92-4,12 dan di TL-2 berkisar antara 1,92-1,79. Hal ini mengindikasikan bahwa lingkungan pengendapan bitumen padat di lokasi TL-1 lebih banyak mengandung oksigen, sedangkan di lokasi TL-2 lebih reduktif, berarti bitumen padat di lokasi TL-2 diendapkan pada danau bagian dalam dengan kondisi bawah air yang lebih tenang dan rendah oksigen (reduktif), dan lokasi TL-1 diperkirakan diendapkan pada lingkungan yang dangkal atau tepi danau atau dataran lumpur (mud flat) yang banyak berasosiasi dengan oksigen dari udara terbuka.
>
> Rasio CPI (Carbon Preference Index) >>1 seringkali dijumpai pada batuan sedimen berumur muda atau yang masih rendah tingkat kematangan termalnya (Bray & Evans, 1961; Tissot dkk., 1984). Kondisi
>
> PROCEEDING PEMAPARAN HASIL KEGIATAN LAPANGAN DAN NON LAPANGAN TAHUN 2007 PUSAT SUMBER DAYA GEOLOGI
>
> seperti ini dijumpai pada seluruh conto yang dianalisis yang menunjukkan rasio CPI antara 1,19 dan 1,32, oleh karena itu tingkat kematangan yang cukup untuk membentuk hidrokarbon optimal belum terpenuhi.
>
> Dari data biomarker fraksi saturat terlihat bahwa komposisi sterana conto minyak MLO lebih dekat dengan conto bitumen padat TL-1/34. Namun baik conto minyak MLO maupun conto bitumen padat TL-1/34 dan MLK-4 menunjukan kesamaan bahan organik dan lingkungan pengendapannya yaitu danau atau lacustrine.
>
> Perbedaan tingkat kematangan termal pada ketiga conto yang dianalisis menunjukan bahwa kondisi geologi pada Formasi Sangkarewang tidak sama, walaupun bahan organiknya menunjukan kesamaan yaitu yang berasal dari algal dan tumbuhan darat.
>
> SUMBERDAYA
>
> Batasan perhitungan sumberdaya bitumen padat didasarkan pada kondisi geologinya. Rumus untuk menghitung sumberdaya adalah : Sumberdaya (ton)= Panjang (m) x Tebal (m) x Lebar (m) x Berat Jenis ( ton/m3). Sumberdaya bitumen padat daerah Sawah Lunto adalah 1.392.083.000 ton, yang berdasarkan Klasifikasi Sumberdaya dan Cadangan Batubara Standar Nasional Indonesia (SNI) amandemen 1-SNI 135014-1998 dari Badan Standarisasi Nasional, termasuk kedalam sumberdaya hipotetik ("hypothetic").
>
> Untuk menghitung sumberdaya minyak digunakan beberapa parameter. Dalam perhitungan sumberdaya minyak, kandungan airnya harus dijadikan nol atau biasa disebut "liters per tonne at zero moisture" (LTOM), maksudnya supaya kandungan minyak dalam suatu lapisan bitumen padat pada suatu formasi dapat dengan mudah dibandingkan dengan kandungan minyak dalam lapisan lainnya atau formasi lainnya. Sumberdaya minyak daerah inventarisasi adalah 309.977.441 barrel. Klasifikasi sumberdaya minyak yang dihitung disini masih sulit ditentukan karena belum ada yang bisa dijadikan acuan, tapi untuk saat ini diklasifikasikan kedalam sumberdaya hipotetik.
>
> KESIMPULAN
>
> Dari pembahasan diatas dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut
>
> 1. Secara geologi daerah Talawi termasuk kedalam cekungan intramontane yang dinamakan Cekungan Ombilin.
>
> 2. Formasi pembawa bitumen padat didaerah Talawi adalah Formasi Sangkarewang yang menurut P.H. Silitonga dan Kastowo (1995) berumur Oligosen.
>
> 3. Didaerah Talawi terdapat 3 (tiga) blok bitumen padat, yaitu Blok Kumbayau, Blok Kolok dan Blok Sapan. Tebal bitumen padat di Blok Kumbayau berkisar antara 30 m- 80 m, panjang sebaran berkisar antara 2000 m - 4000 m, sumberdayanya 351.428.000 ton. Tebal bitumen padat di Blok Kolok berkisar antara 75 m - 125 m, panjang sebaran berkisar antara 3500 m - 4500 m, sumberdayanya 568.095.000 ton. Tebal bitumen padat di Blok Sapan berkisar antara 160 m - 180 m, panjang sebaran berkisar antara 1500 m - 2500 m sumberdayanya 472.560.000 ton.
>
> 4. Di Kolok Tengah ditemukan sumur bor yang didalamnya terdapat minyak bumi.
>
> 5. Berdasarkan hasil analisis retort kandungan minyak rata-rata di lokasi bor TL-1 Blok Kumbayau adalah 10,55 l/ton, di lokasi bor TL-2 Blok Sapan adalah 19,13 l/ton dan kandungan minyak pada singkapan KLM-1 Blok Kolok adalah 15 l/ton.
>
> 6. Kandungan total organik karbon bitumen padat daerah Sawah Lunto berkisar antara 3,10 //ton - 5,66 l/ton, angka tersebut mencirikan sebagai batuan induk sangat bagus. Berdasarkan "potential yield" yang umumnya >10 mg/gr termasuk kedalam batuan induk/sumber dengan katagori sangat bagus dan termasuk kedalam batuan induk tipe II
>
> 7. Tmax bitumen padat daerah Sawah Lunto berkisar antara 434oC - 443oC, termasuk kedalam katagori belum matang sampai awal matang.
>
> 8. Kandungan ekstrak bitumen dari hasil ekstraksi fraksinasi organik mater (EOM) di lokasi bor TL-1 Blok Kumbayau 2.382 ppm - 2.715 ppm, di lokasi bor TL-2 Blok Sapan 5.665 ppm - 6.039 ppm, sedangkan dari singkapan MLK-4 Blok Kolok adalah 1.343 ppm.

Rajo Mantari

unread,
Nov 28, 2008, 2:19:38 AM11/28/08
to RantauNet
Kama se Pak Perry, ndak ado mancogok di RN??
Polemik Blok Singkarak ko yo paralu panjalasan dek nan ahli, Yo pak
Prof. urangnyo.
Ditunggu postingan Pak Perry di RN
Salam
Nofiardi
> ...
>
> baca lainnya »- Sembunyikan teks kutipan -
>
> - Tampilkan teks kutipan -

Nofiardi

unread,
Nov 28, 2008, 2:43:41 AM11/28/08
to Rant...@googlegroups.com

Info ko ndak ado kaitannyo jo baminang2.

Tapi paralu disigo panaruhan dibawah kasua, kaceo, brankas, dll.

Manjalang akia taun 2008 jan ditarimo pitih ko dalam batransaksi

Salam

Nofiardi   

 

BI Cabut Empat Pecahan Uang Kertas

Rabu, 26 November 2008 - 17:36 wib

Foto: balitravelholidays. com

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencabut dan menarik empat pecahan uang kertas yang saat ini beredar dan berlaku sebagai alat pembayaran yang sah.

Masing-masing berupa pecahan Rp10.000 dan Rp20.000 dengan tahun emisi (TE) 1998, dan Rp50.000 serta Rp100.000 dengan TE 1999.
Pencabutan dan penarikan empat uang kertas itu tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) No 10/33/PI/2008.

Penarikan tersebut disebabkan empat pecahan uang kertas tersebut memiliki dua TE. Selain TE 1998, pecahan Rp10.000 dan Rp20.000 masing-masing memiliki juga TE 2005 dan TE 2004. Adapun pecahan Rp50.000 dan Rp100.000 memiliki TE 2005.

"Selain itu, uang kertas pecahan Rp10.000 TE 1998, Rp20.000 TE 1998, Rp50.000 TE 1999, dan pecahan Rp100.000 TE 1999, telah beredar cukup lama," seperti dikutip dari keterangan tertulis Bank Indonesia (BI), Rabu (26/11/2008) .

PBI tersebut juga menyatakan keempat uang kertas itu tak berlaku lagi sebagai alat pembayaran yang sah sejak 31 Desember 2008. Setelah tenggat waktu tersebut, masyarakat dapat menukarkan uang kertas yang dicabut dan ditarik dalam PBI ini di BI atau bank umum, selambat-lambatnya hingga 2018.

"Hak untuk menuntut penukaran terhadap uang kertas yang dicabut dan ditarik dari peredaran tersebut di atas, tidak berlaku lagi setelah 10 tahun terhitung sejak tanggal pencabutan atau tanggal 31 Desember 2018," ujar pihak bank sentral. (Tomi Sujatmiko/Sind

 

 

image001.gif
image002.jpg

Riri Chaidir

unread,
Nov 28, 2008, 3:40:26 AM11/28/08
to Rant...@googlegroups.com
Kalau terlanjur manarimo, agiah an ka ambo
 
he he
 
Riri
Bekasi, L 46


 
2008/11/28 Nofiardi <Nofi...@pec-tech.com>

Muljadi Ali Basjah

unread,
Nov 28, 2008, 5:14:00 AM11/28/08
to Rant...@googlegroups.com
Ass.Wr.Wb. Ibu2, Bapak2 sarato ummaik RN saPalanta!

Ambo ado banyak partanyoan, jo pinto saketek, ka Ibu2, Bapak2 sarato ummaik RN saPalanta .


Koq dapek, kontrak (harago/waktu) jo pitih panjual hasia MINYAK nan dihebohkan iko, itu nan ditaliti sa-jimek2 jo sa-jaleh2nyo. Kama2 maalia minyak itu.
Usah saroman saisuak bana sakitar thn 70an, samaso itu tadanga carito Negara lain lah manjua pado wakatu nan samo, lah ba-lipek gando, Indonesia Raya sakitu juo baru.
Salain itu kontrak jua awak panjang pulo wakatunyo.
Sia nan maneken kontrak itu?
Sia nan balabo gadang?
Onde mande, lah abiih den lah tandeeeeh nagari den Indonesia Raya.
Atau daerah nan dikaruak iko nan paliang banyak dirugikan?

Takana di ambo, acok bana Uncle Sam barasaki banyak, mandapek sumua2 minyak, tambang2 nan efiziensinyo tingi.
Baa sumua dinagarinyo disimpannyo, indak di-ambiak/jua/pakai-nyo?
Contoh nan dakek, minyak di Riau, nan gak jauah di Central Asia atau lah dibali sadonyo dek Central Asia Petroleum Ltd. of Indonesia?

Central Asia Petroleum Ltd. of Indonesia, iko siapo?
Meta EPSI Drilling Company (MEDCO)?
SETDCO?

Apo kadar minyak nan dihebohkan ikoko indak/bakal diotonomikan (Panuah? prosentual? Bara %-alnyo?) SumBar?

Semen Padang……..
PT Semen Andalas……, otonomi (Panuah? prosentual? Bara %-alnyo?)?
Lah cegak, atau lah dibali dek Heidelberger Zement AG, Lafarge Cement, atau Cemex?

Batubaro…. otonomi (Panuah? prosentual? Bara %-alnyo?) SumBar??
Atau lah dibali pulo dek De Beers Australia?
Saroman diamond di Kongo, di bantu dek Australia De Beers, bukan Kimberly De Beers?

Ba karajo samo Semen jo Batubaro di-SumBar???

Apo perkebunan untuak Bio Diesel lah/akan ado di SumBar?
Manuruik Ibu2/Bapak2, perkebunan coiko, elok tibonyo?
Sponsor nan Utamo untuak research minyak bio diesel iko, di-negara2 Industrie apo bukan perusahaan2 Minyak?
Koq iyo coitu, apo maknanyo?

Apo lah ado refinery minyak di Indonesia Raya?
Tapi manga mangko Singapura punyo rafinerie minyak?
Atau lah ado pulo tambang minyak disinan?
Nan ganjia2 sen...Mungkinkah….dek punyo banyak kapatabang nan paralu banyak mamakai minyak?

Indonesia Raya tamasuak OPEC, antah nomor urutan bara?
Pertamina di Indonesia Raya ranking bara pulo?

Baa mangko, Diesel nan dipakai di-Indonesia Raya, umumnyo buruak kualitasnyo, tapi nan dijua kaLN elok?

Kudiannyo, mungkin sajo air minun dek Rakyaik Indonesia Raya, nan kumuah, nan dijua kaLN nan barasiah.
Bak kato urang Medan PAM, itu kapanjangannyo Perusahaan Air Mandi, saisuak bana Perusahaan Air Minum namonyo, atau baitu pulo namonyo di Padang?

Tarimokasiah banyak sabalunnyo ateh jawek Ibu2/Bapak2, untuak partanyoan2 ambo nan pandia iko.

Wassalam,
Muljadi, German

-------- Original-Nachricht --------
> Datum: Thu, 27 Nov 2008 23:19:38 -0800 (PST)
> Von: Rajo Mantari <nofi...@pec-tech.com>
> An: RantauNet <Rant...@googlegroups.com>
> Betreff: [R@ntau-Net] Re: POTENSI KANDUNGAN MINYAK DALAM ENDAPAN BITUMEN PADAT DAERAH TALAWI, KOTA SAWAH LUNTO PROVINSI SUMATERA BARAT

--
Sensationsangebot nur bis 30.11: GMX FreeDSL - Telefonanschluss + DSL
für nur 16,37 Euro/mtl.!* http://dsl.gmx.de/?ac=OM.AD.PD003K11308T4569a

muhammad syahreza

unread,
Nov 28, 2008, 5:21:33 AM11/28/08
to Rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum wr.wb.

Jaweknyo Pak Mulyadi...tanyo se ka rumpuik yang bagoyang...
He...he..he..
Yang jaleh PAM DKI yang punyo Parancih...
Indonesia negara yang kaya...batu dicampakan jadi tanamankarano sakiang kayonyo
Tapi walau dek UUD 45 manyatokan sado SDA tu dikuasai oleh negara dan
dipagunokan sabanyak-banyaknyo untuak kemakmuran rakyat...
Tapi baa ko yang makmur hanyo pejabat..karano pejabat tu rakyat
juo...he..he...Jadi ndak salah manuruik UUD 45 do...
Indonesia negara paliang aneh...Kok Refinery sadang dibangun
kini...setelah Indonesia statusnyo jadi Importir Minyak...
Kok dikatokan di Indonesia Aia balimpah...saking malimpahnyo sampai
banjir...tapi urang Indonesia kini labiah suko minum Aqua merek produk
DANONE...
Banyak lah nan mambuek mangka hati kalau diurai ciek-ciek


Hormat saya

Muhammad Syahreza

HP : 0811 193 646 / 0817 169 015

E-mail : muhammad...@gmail.com

Blog bisnis : http://ohiofreshyoghurt.multiply.com
Yoghurt segar rasa buah serasa es krim

Blog pribadi : http://muhammadsyahreza.wordpress.com

Setiap warga negara memiliki hak & kewajiban utk bela negara, jangan
tanya apa yg Indonesia sdh berikan pd kita, tapi tanya apa yg kita sdh
lakukan utk membuat Indonesia lebih baik?

Setiap pengusaha
sekecil apapun kita
semuda apapun kita
dapat membuat Indonesia menjadi lebih baik!

Mulailah dari diri kita sendiri, jika setiap kita menjadi lebih baik,
maka Indonesia pasti menjadi lebih baik!

Kunjungi Sumbar online di :

www.west-sumatra.com
www.mentawaiislands.com
www.newsikuaiisland.com
www.visitminangkabau.com
www.aloitaresort.com/diving
www.cimbuak.net

Muljadi Ali Basjah

unread,
Nov 28, 2008, 6:22:51 AM11/28/08
to Rant...@googlegroups.com
Ass.Wr.Wb.Bapak Nofiardi!

Bapak, tarimokasiah banyak dek Infonyo yo!

Ado juo pitih coitu dilaci ambo, bak kato bapak, kacio ambo njek ongkoih tasi, jo makan/minun jolong tibo.

Sayang......Bapak Nofiardi baragiahnyo tangguang2.

Bari maoh seh lah ambo Pak, dek Bapak himaik informasi ambo tanyo lansuang sajo ka Bapak Nofiardi!

Seandainyo pitih co nan di gamba/berita Bapak Nofiardi iko ditukakan ka bank2 nan tatulih/tasabuik, bakurang/susuik nilainyo atau indak?
Koq bakurang, bara prosen pulo lisuik/kimpuhnyo Pak?
Contoh, tuka sapuluah ribu, kimpuh sibu, masuak diaka ambo.
Tapi kalau tuka sibu, kimpuh sibu, rugi gadang ambo tu.
Bisa sajo njek uang administrasi, atau macam2lah gala-nyo, dek biasonyo bangso awakko kan innovativ bana dalam hal sauak-manyauak.

Baa mangko dicabuik Pak? Co ubek, habih daluwarsanyo keo, racun jadinyo!?
Biaya kan gadang, manyetak pitih baru/lamo, maancuarkan, logistik, sekuriti, nan tasalek, dll dsb.
Sabanta lai mungkin pulo, uang2 logam ko batarek pulo, baganti jo logam nan baru.
Antah pun biayo mancetak uang logam, labiah maha dari nilai tukanyo.
Atau labiah elok jua ka tukang logam sajo Pak?

'dak do kajo ci kajo!

Mokasiah bayak, dek malangkoki tanyo2 ambo nan nyinyia iko yo Pak Nofiardi!

Wassalam,
Muljadi, German

-------- Original-Nachricht --------
> Datum: Fri, 28 Nov 2008 14:43:41 +0700
> Von: "Nofiardi" <Nofi...@pec-tech.com>
> An: Rant...@googlegroups.com
> Betreff: [R@ntau-Net] BI Cabut Empat Pecahan Uang Kertas

> Info ko ndak ado kaitannyo jo baminang2.
>
> Tapi paralu disigo panaruhan dibawah kasua, kaceo, brankas, dll.
>
> Manjalang akia taun 2008 jan ditarimo pitih ko dalam batransaksi
>
> Salam
>
> Nofiardi
>
>
>
>
> BI Cabut Empat Pecahan Uang Kertas
>
>
> Rabu, 26 November 2008 - 17:36 wib
>
>

> <http://ads.okezone.com/openx/www/delivery/ck.php?oaparams=2__bannerid=1
> 54__zoneid=150__cb=8d57f66499__maxdest=http://news.okezone.com/SP/>

--

Muljadi Ali Basjah

unread,
Nov 28, 2008, 7:06:22 AM11/28/08
to Rant...@googlegroups.com

Merci Beaucoup Monsieur Muhammad Syahreza!
Comment ca va komsi komsa, tralala hahaha...hahaha .......!

Iyo tapek banatu Pak Muhammad Syahreza, Jakarte PAMnyo (Parancih Aia Mandi) itu mangko harun airnyo di Jakerte, makan pucuak Parancih, minun Danone (Eau de boire français ???).

au revoir

Muljadi, l’Allemagne (Juruman)




-------- Original-Nachricht --------
> Datum: Fri, 28 Nov 2008 17:21:33 +0700
> Von: "muhammad syahreza" <muhammad...@gmail.com>
> An: Rant...@googlegroups.com
> Betreff: [R@ntau-Net] Re: POTENSI KANDUNGAN MINYAK DALAM ENDAPAN BITUMEN PADAT DAERAH TALAWI, KOTA SAWAH LUNTO PROVINSI SUMATERA BARAT

>
Message has been deleted

Tasril Moeis

unread,
Nov 28, 2008, 8:51:13 AM11/28/08
to Rant...@googlegroups.com
Mul,
Tambahkan pulo saketek, awak paliang suko balanjo di Carefuor dari pado di
pasa rakyat, gengsi raso no. Urang Parancih tambah kayo, pedagang awak pabia
sen lah.
Kalau di agiah resep ubek generik dek angku doto, mintak ganti ka ubek
paten, dek murah amek. Kalau ubek paten kan dari lua nagari.
Dek karano awak indak suko ka Bakri, antah dek ano kayo atau dek Lapindo,
wak puruak kan no, talego lo perusahaan no ka urang asiang. Baru sanang ati
awak.

Sia nan salah, he .. he, tantu awak tunjuak tangan. Ampia sado awak punyo
kurenah nan samo. Ciek tunjuak kamuko ampek nan maarah kabalakang.

Kalau PAM jan kareh2 bana, tadanga pulo dek Nofrins beko.

Wassalam
Tan Ameh (50+)
masih dikantua juo baru

Tasril Moeis

unread,
Nov 28, 2008, 8:56:07 AM11/28/08
to Rant...@googlegroups.com
Wa'alaikumsalam Wr. Wb.
Kalau untuak maindakan pitih palasu mungkin ndak Riri, kabanno makin lamo pitih tu baredar makin banyak palasu no.
 
Wassalam
Tan Ameh (50+)
----- Original Message -----
Sent: Friday, November 28, 2008 8:36 PM
Subject: [R@ntau-Net] Re: BI Cabut Empat Pecahan Uang Kertas

Assalamualaikum wr.wb.
 
Sambia manunggu jawaban sanak Nofiardi, ambo cubo manjawab dengan pengetahuan ambo nan terbatas ko.
 
Sabananyo, indak ado nan aneh atau baru dalam hal penarikan uang bantuak ko. Seluruh dunia melakukannya melalui 2 cara. Partamo sacaro parsial, kalau ado pitih nan lah kumuah atau rusak masuak ka bank, dek bank tu ditaruihkan ka bank sentral, dan pitih tu ndak diedarkan baliak ka masyarakat do . Nan kaduo, besar2an, contohnyo nan dilakukan BI terhadap pitih nan diterbitkan tahun 98-99 tu.
 
Alasan penarikan kan lah dikatokan BI, karano alah lamo beredar. Kalau ka dirinci, manuruik literatur, dek karanao "wear and tear" tiok hari. Bahkan ado juo nan manyabuik dek karano lah terkontaminasi "corpse, stagnant water, contaminated by human or animal body fluids such as urine, feces, vomit, infectious blood, fine hazardous powders from detonated explosives, dye pack and/or drugs" Itu kato "Mutilated Note Activity in Ottawa", waktu Bank Sentral nagari mak Boes tu memusnahkan pitih karateh senilai $6.4 juta tahun 2006 yll.
 
Jadi sakali lai, penarikan uang dari masyarakat ko biaso sajo nyo.
 
Tentang nilai penukaran, salamo sanak manukakan dalam periode sampai 30 Desember 2018  (10 tahun lai), nilai penukarannyo samo, indak labiah, indak kurang.
 
Riri
BEkasi, L 46
 
 
 
 
 
Penukaran uang sampai dengan tanggal 30 Desember 2018 (jadi 10 tahun labiah lai) ndak pakai dipotong2 do.
 
Penyebab ditarik? Di berita tu lah disabuikan, karano lah lamo beredar.
 
 
 
 


 
Message has been deleted

Nofiardi

unread,
Nov 28, 2008, 8:05:46 PM11/28/08
to Rant...@googlegroups.com

Pak/ Sanak Muljadi AB,

Barek bana partanyaan Pak Mul mah, ambo bukan urang keuangan & ndak kompeten manjawek.

Untuang lai ditolong dek Da Riri manjawek, dan itu lah sabana jawek.

 

Kebijakan penarikan uang setelah masa berlaku 10 tahun, itu mungkin berlaku diseluruh negara, sesuai dgn alasan yg disampaikan Da Riri.

Kalau mau menukar uang tsb, silakan datang ke BI atau bank umum resmi, periode penukaran sampai 2018.

Tapi kok Pak Mul manuka ka agen2 lia tantu iyo ado pulo potongannyo.

 

Sekitar taun 90an, koin nominal Rp100 dihargai Rp.500, jadi labih maha nilai tukanyo.

Koin ko waktu tu jadi tren dijadikan cincin, Jo modal nominal Rp100 kalau lah jadi cincin balah rotan, kaliatan balipek jadi ameh 1 mas (2 ½ gr)

 

Salam

Nofiardi RM 41        

 


From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Riri Chaidir
Sent: Friday, November 28, 2008 8:37 PM
To: Rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] Re: BI Cabut Empat Pecahan Uang Kertas

 

Assalamualaikum wr.wb.

 

Sambia manunggu jawaban sanak Nofiardi, ambo cubo manjawab dengan pengetahuan ambo nan terbatas ko.

 

Sabananyo, indak ado nan aneh atau baru dalam hal penarikan uang bantuak ko. Seluruh dunia melakukannya melalui 2 cara. Partamo sacaro parsial, kalau ado pitih nan lah kumuah atau rusak masuak ka bank, dek bank tu ditaruihkan ka bank sentral, dan pitih tu ndak diedarkan baliak ka masyarakat do . Nan kaduo, besar2an, contohnyo nan dilakukan BI terhadap pitih nan diterbitkan tahun 98-99 tu.

 

Alasan penarikan kan lah dikatokan BI, karano alah lamo beredar. Kalau ka dirinci, manuruik literatur, dek karanao "wear and tear" tiok hari. Bahkan ado juo nan manyabuik dek karano lah terkontaminasi "corpse, stagnant water, contaminated by human or animal body fluids such as urine, feces, vomit, infectious blood, fine hazardous powders from detonated explosives, dye pack and/or drugs" Itu kato "Mutilated Note Activity in Ottawa", waktu Bank Sentral nagari mak Boes tu memusnahkan pitih karateh senilai $6.4 juta tahun 2006 yll.

 

Jadi sakali lai, penarikan uang dari masyarakat ko biaso sajo nyo.

 

Tentang nilai penukaran, salamo sanak manukakan dalam periode sampai 30 Desember 2018  (10 tahun lai), nilai penukarannyo samo, indak labiah, indak kurang.

 

Riri

BEkasi, L 46

 

 

 

 

 

Penukaran uang sampai dengan tanggal 30 Desember 2018 (jadi 10 tahun labiah lai) ndak pakai dipotong2 do.

 

Penyebab ditarik? Di berita tu lah disabuikan, karano lah lamo beredar.

 

 

 

 



 

2008/11/28 Muljadi Ali Basjah <mul...@gmx.de>

The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you.

muhammad syahreza

unread,
Nov 28, 2008, 8:11:08 PM11/28/08
to Rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum wr.wb.

Untuak carefour ado ciek lai nan mambuek sakik hati...
Pitih suplier nyo inyo tahan 3 bulan, baru inyo bayia...karano inyo
mancari untuang dengan mainvestasikan pitih supliernyo tu salamo maso
3 bulan tu....
Samantaro hargo dari suplier ditakannyo sarandah mungkin dan resiko
paliang banyak dibabankan ka suplier...

hanifah daman

unread,
Nov 28, 2008, 10:02:59 PM11/28/08
to Rant...@googlegroups.com, mti...@yahoogroups.com, tekni...@yahoogroups.com

ARIE, RUVITA dan ANDRI

Ditengah kegalauanku

Menghadapi kelas tanpa bintang

Aku terhibur oleh para bintang

Yang selalu ingin membantuku

Membantu adik-adik kelasnya

Menjadikan TI UNIB berkualitas

" Kampus boleh seperti kaki lima

Kualiras maunya bintang lima "

Aku ingin jadi dosen di UNIB tapi ortu tidak izinkan

Begitu kata si Andri dari telkom Palembang

Sambil memberitahu prestasi yang dia ukir disana

Alhamdulillah

" Bu, Arie rajin bertanya ke dosen

Nilai UTS dan Quis Ari bagus-bagus

Teman-teman Arie pada berpengalaman

Enak bergabung dengan mereka bu "

Cerita si Arie dari MTI Fasilkom UI

" Bu, Ruvita mohon doa restu

Ruvita mau ikut tes jadi dosen TI UNIB

Jadi dosen panggilan hati Ruvita bu "

Begitu kata si Ruvita yang sudah jadi karyawan

Suatu Bank Swasta di kota Bengkulu

Ketika berkunjung di hari raya yang lalu

Arie dan Ruvita

Berasal dari SMA 3 Bandung tapi beda angkatan 

Mereka mahasiswa angkatan I TI UNIB

Dibesarkan dengan sarana dan prasarana

Serta jumlah dosen yang sangat minim

Pagi ini mereka berdua bersuka cita

Keduanya dinyatakan lolos sebagai CPNS UNIB

Alhamdulillah

Bengkulu 29 November 2008

Hanifah Damanhuri

 


Nofiardi

unread,
Nov 28, 2008, 10:55:11 PM11/28/08
to Rant...@googlegroups.com

Posisi Dan Peranan Bapak Sebagai Kepala Keluarga Dalam Masyarakat Hukum Adat Minangkabau

PDF

Print

E-mail

 

Written by H. Mas’oed Abidin   

Thursday, 27 November 2008

Mukaddimah

ImageLandasan pokok adat budaya Minangkabau “adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah”, bermakna ada landasan budaya yang kuat, bersendi kepada agama (syara’). Maka, dalam diri orang Minang menyatu kedua nilai hakiki, adat dan syarak. Setiap orang Minang dituntut memahami dan mengamalkan nilai-nilai budaya Minangkabau tersebut dengan mentaati ajaran-ajaran agama Islam.
Pengamalan secara utuh dari adat, agama dan undang-undang, berpengaruh terhadap tatanan sosial. Tanpa ketiganya, kekacauan, keserakahan, kekerasan dan kejahatan dengan mudah akan tumbuh subur di tengah-tengah masyarakat.
Seorang Minangkabau mesti beradat, berbudi dan beragama Islam. Ketika konsep adat budaya Minangkabau yang religius ini diamalkan dengan sesungguhnya, maka “ranah Minang” adalah nagari aman, damai, sejahtera lahir dan batin.

Minangkabau masa dahulu bisa dikatakan sangat teratur. Masuknya agama Islam ke ranah Minangkabau, tatanan adat istiadat disempurnakan dengan ajaran agama melalui penyesuaian-penyesuaian. Hal-hal yang bertentangan dengan Islam, dihapus dan tidak berlaku lagi. Dari sini lahir " adaik manurun agamo mandaki " dan "syarak mangato, adaik mamakaikan".
Secara fisik, ungkapan itu adalah adat berasal dari daerah daratan, kemudian menyebar ke kawasan pesisir. Sementara agama berasal dari pesisir dan dikembangkan kedaratan dan pedalaman Minangkabau.
Secara esensial, bahwa masyarakat Minangkabau rela menerima peran adat yang selalu menurun dan berkurang, sementara agama kian hari semakin dominan. Karena itu, berlaku kaidah ”adaik dipakai baru, kain dipakai usang”, satu kearifan adanya penjagaan nilai-nilai disetiap pergantian zaman dan musim.
Dalam masyarakat  Indonesia ada struktur kemasyarakatan :

1.       Berdasarkan Matrilinial, yaitu melalui garis keturunan Ibu, seperti di Minangkabau,

2.       Berdasarkan Patrilinial, yaitu melalui garis keturunan Ayah,  seperti di Tapanuli, Sumatera Utara, atau Batak,

3.       Berdasarkan Parental, yaitu melalui garis keturunan IBU dan AYAH (kedua-duanya), seperti di Jawa.

Masyarakat Hukum Adat Minangkabau
Masyarakat hukum adat dapat difahami melalui faktor teritorial dan faktor geneologis. Faktor teritorial terikat dengan suatu daerah tertentu. Faktor genealogis berdasar pertalian darah keturunan.
Orang Minangkabau, merasa terikat oleh satu keturunan yang ditarik menurut garis Ibu atau Perempuan.

1.       Kesatuan dasar keturunan itu disebut SUKU jang ditarik menurut garis keturunan perempuan atau Matrilinial.
Hubungan kekerabatan matrilinial bersifat alamiah dan lebih awal munculnya dalam masyarakat dibanding tali kekerabatan lainnya. 
Sejak awal, anak-anak lebih mengenal Ibunya. Ibu melahirkan, mengurus, mengasuh dan ibu membesarkan anaknya. Ibu menjadi pendidik keluarga. lbu menentukan perkembangan keturunan. Melalui garis Ibu (perempuan) terjalin ikatan keluarga matrilinial.

2.       Peran ibu di Minangkabau ada dua ; pertama melanjutkan keberadaan suku dalam garis matrilineal, dan kedua menjadi ibu rumah tangga dari keluarga, suami dan anak-anaknya. Syara’ berlandaskan Kitabullah menempatkan perempuan pada posisi azwajan (mitra setara dan sederjat) dengan jenis laki‑laki sebagai pasangan hidup. Karena itu ibu menduduki peran sentral.
Saat ini, tanggungjawab terhadap anak, dipastikan sepenuhnya telah berpindah ke tangan orang tua. Dominasi mamak beralih ke ayah khususnya, dan orang tua pada umumnya.

3.       Rumah tangga bagian terendah tata ruang masyarakat. Organisasi kekerabatan matrilinial Minangkabau dimulai dari Rumah Tangga yang dipimpin orang SUMANDO, artinya kekuasaan ada pada BAPAK.
Anak Minangkabau punya nasab ayah, suku ibu, dan gelar mamak.
”Gala” adalah ”sako” dalam kaum atau suku. 
Orang Sumando mempunyai tugas berat,
" mancari kato mufakaik, ma-nukuak mano nan kurang, mam-bilai mano nan senteng, ma-uleh sado nan singkek, Man-jinaki mano nan lia, ma-rapekkan mano nan ranggang, ma-nyalasai mano nan kusuik, ma-nyisik mano nan kurang, ma-lantai mano nan lapuak, mam-baharui mano nan usang".
Idealnya urang sumando Minangkabau adalah urang sumando ninik mamak atau sumando mamak rumahImage

4.       Tali kekerabatan masyarakat Minangkabau yang kompleks  selalu dijaga dengan baik. Seseorang dianggap ada, bila ia berhasil menjadi sosok yang diperlukan di kaumnya dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kelompoknya, bakorong bakampuang dan banagari.

5.       Keturunan matriliniel meluas jadi keluarga SAMANDE ditarik dari garis ibu. Anggota keluarga Samande menyadari bahwa mereka berasal dari satu rumah gadang dan dari saudara sama Ibu.
Pimpinan dari keluarga Samande adalah MAMAK  RUMAH. Tali kekerabatan dalam rumah gadang dari Samande dijaga oleh mamak. Peranan mamak masa dahulu amat dominan, ”Kamanakan barajo ka Mamak, Mamak barajo ka Pangulu, Pangulu barajo ka mupakaik, Mupakaik barajo ka nan bana, Nan bana ba-diri sandirinyo”. Begitu terlihat jelas dalam rumah tangga di rumah gadang. Tanggung jawab mamak yang besar itu, sampai membuatkan rumah untuk kemenakan, jadi tanggungjawab mamak.

6.       Kekeluargaan matrilinial membentuk hubungan Saparuik dan Sajurai, yang dijaga oleh tungganai dan Tuo Kampuang.


Beberapa PARUIK membentuk KAUM dari garis keturunan ibu, dipimpin oleh PENGHULU KAUM, atau MAMAK KEPALA WARIS. Kumpulan beberapa KAUM membentuk kesatuan kerabat yang lebih besar, dinamakan SUKU, dipimpin oleh PENGHULU KAUM atau Penghulu Suku.
Kepemimpinan mamak menduduki jabatan penghulu di tengah kaumnya.
Penghulu, adalah pemuka masyarakat yang dipilih dan diangkat kaum. Mamak adalah pemegang tongkat penghulu yang dihormati kaumnya. Penghulu itu harus menjaga kehormatan.
Dia tidak boleh berbuat tidak baik. Malah, memanjat pohon untuk memetik buah-buahan tidak boleh dilakukan seorang penghulu. Dia akan menyuruh anak kemenakannya.
Dalam memimpin, penghulu mesti mampu berlaku adil dan bijaksana. ”tibo di paruik indak dikampihkan, tibo di mato indak dipiciangkan.”
Syarat utama pengangkatan seorang penghulu sangat berat.
Penghulu menjunjung gelar serta marwah anak kemenakan, korong kampung, kaum dan nagari.
Menjunjung gelar haruslah bertabur urai.
Maknanya berbuat untuk anak kemenakannya, karena hendak nama tinggalkan jasa.
Gelar penghulu tidak dapat dibagi-bagikan dengan mudah kepada sembarang pihak. Artinya, ”tantang rueh nan ba tuneh, tantang barih nan ba balabeh”.
Seorang yang menjabat  ''penghulu” akan melaksanakan tugas diikat dengan sumpah ”ka ateh indak ba pucuak, ka bawah indak ba urek, di tangah di lariek kumbang”.
Mustahil, bila penghulu mendapatkan gelar lewat penganugerahan semata.
Ketika zaman berubah, "sakali aie gadang, sakali tapian baranjak" atau  "sakali musim baganti, sakali zaman bakisa", peran dominasi mamak terhadap kemenakan mulai berkurang.
Pendidikan adat Minangkabau semestinya menyangkut kepada nilai-nilai adat itu. Sehingga upaya membentengi  kemerosotan moral melalui nilai-nilai adat, mudah dilakukan.

Adat Minang mempunyai struktur yang jelas,

1.       Sistematika filosofi budaya Minangkabau, sahino samalu, sa iyo sa kato. Sistematika hukum adat Minangkabau, bajanjang naiek batanggo turun. Jenjangnya adalah tangga musyawarah.

2.       Dalam hal fungsi, ada hak dan kewajiban laki-laki dan perempuan dalam adat Minang.
Secara filosofis, laki-laki dan perempuan punya  fungsi sendiri pula
Konsep Islam menempatkan manusia khalifah di muka bumi. Laki-laki dan perempuan adalah sama-sama pemimpin.

3.       Fungsi laki-laki (bapak dan mamak) serta perempuan (bundo kanduang pelanjut suku dan ibu pemimpin rumah tangga), sama pemimpin dalam fungsi, sah menurut syarak. Ideologi Minang sudah berjalan dan sudah ada, sahino samalu dan saling menghormati.
Nan tuo dimulie kan, nan ketek di sayangi, samo gadang lawan ba iyo,  sesuai kaedah syarak, menjadi adat yang diajarkan dalam menghormati orang tua (ibu,bapak).

4.       Ideologis Minangkabau adalah gabungan dari beberapa ideologi yang ideal bagi orang Minang sendiri. Adat Minangkabau mengakui persamaan gender sejak dulu. Masalah feminim sudah dikedepankan sejak lama, sebelum muncul dalam  tataran global.

5.       Di masa lalu kekerabatan dapat dijaga oleh ninik mamak dibalut oleh sistem mata pencaharian yang sama.

o        Hubungan silaturahmi dalam kekerabatan adat memberi fungsi dan tugas dalam menata masyarakat banagari dan bakorong bakampuang, seperti Sumando, Mamak Rumah, Tungganai, Pangulu Suku, Andiko, Tuo Kampuang dan lainnya.

o        Hubungan kekerabatan di Minangkabau berlangsung secara harmonis dan dijaga dengan baik. Hal tersebut terjadi karena perasaan kekeluargaan dan perasaan semalu terjaga dalam hubungan keluarga dengan baik. 

o        Seseorang akan dihargai oleh suku atau keluarganya apabila ia berhasil menyatu dengan kaumnya dan tidak membuat malu kaummya.

Menyigi matrilineal ini, maka tampaklah bahwa ;

1.       Anak-anak yang dilahirkan oleh ibu yang bukan Minang tidak mempunyai suku dalam adat Minangkabau. 

2.       Untuk mendapatkan suku seseorang harus mempunyai prinsip hinggok mancangkam, lompek basitumpu, adat di isi limbago dituang pada sebuah suku oleh suatu nagari.

3.       Maka seorang perempuan yang menjadi menantu orang Minang biasanya diterima sebagai hinggok mancangkam, tabang basitumpu  itu dalam suku lain, kecuali suku suaminya. Solusi ini telah berlaku sejak lama.

4.       Setelah diangkat sebagai anggota satu suku atau kemenakan dalam satu kaum, maka ia berhak mendapat gelar sako dari kaum itu. Keadaan seperti ini yang terjadi di daerah Sitiung atau Pasaman. 

5.       Bergesernya pola keluarga kepada keluarga batih (keluarga kecil), maka fungsi sumando ninik mamak menjadi sangat luas. 

6.       Gelar pusako, berkaitan dengan fungsi-fungsi yang ada dalam kaum, maka setiap kaum menentukan apakah gelar yang ada pada kaumnya dan terbatas itu, dapat ditambah asal tidak bertentangan dengan kaum lain, suku lain atau nagari lainnya

7.       Kawin sesuku, boleh atau tidak, sebenarnya dapat diatur dalam adat salingka nagari.

MEMPOSISIKAN PERANAN BAPAK, KEPALA KELUARGA DALAM  MASYARAKAT ADAT  MlNANGKABAU 
Bapak atau ayah dalam masyarakat hukum adat Minangkabau, adalah ayah dari  anak-anak yang dilahirkan oleh ibu yang diikat dengan satu perkawinan dalam ikatan ”rumah tangga”, artinya ayah biologis. Anak akan bernasab kepada ayah.
Anak-anak yang lahir dari perkawinan dalam ikatan rumah tangga itu menurut hukum adat Minangkabau mengikuti garis keturunan Ibu mereka (matrilinial), karena masyarakat Minangkabau mengikuti sistem matrilinial, maka ANAK-ANAK bersuku (clan) kepada ibu.
Dalam tatanan global, suasana kebudayaan lebih didominasi oleh sistem patriaki
Setiap keluarga Minangkabau (ayah, ibu dan anak-anak mereka) kini, hidup dalam Rumah sendiri masing­-masing. Keluarga atau rumah tangga Minangkabau sekarang, sama saja dengan keluarga di Batak ataupun di Jawa, hidup dalam rumah masing-masing secara mandiri.
Keluarga Minangkabau dengan garis keturunan matrilinial dan di Batak dengan garis keturunan patrilinial, atau Jawa dengan parental, kini, ke1uarga (ayah, ibu dan anak-anak mereka) itu, hidup otonom.

1.       Dalam adat Minangkabau ayah tidak hanya berperan sebagai ayah biologis, tapi juga sebagai ayah sosial. Kaum lelaki menjadi mamak dari kemenakannya, yakni anak-anak dari saudara perempuannya, disamping jadi ayah dari anak-anaknya. 

2.       Sebagai mamak ia berkewajiban memperhatikan dan menjaga kemenakan  dan sebagai ayah dari anak-anaknya. Dia wajib melindungi keduanya, sesuai fatwa adat anak di pangku kamanakan di bimbiang.

3.       Peran kaum lelaki menjadi berat. Tidak jarang, timbul pertentangan (paradoks) didalam menetapkan prioritas

o        Pada masa dahulu, sewaktu anak-anak dan ibu mereka masih hidup dan bertempat tinggal dalam Rumah Gadang, maka anak-anak mereka dibina oleh Mamak(dari garis keturunan ibu mereka). Ayah tidak banyak tinggal di rumah gadang itu.

o        Pada masa kini, setiap keluarga Minangkabau (ayah, ibu dan anak-anak mereka) hidup secara tersendiri di rumah masing-masing. Tidak lagi dalam Rumah Gadang.

o        Ayah adalah Kepala Keluarga. Bertanggung jawab penuh terhadap istri dan anak-anak mereka.

4.       Laki-laki Minangkabau harus berperan sebagai ayah terhadap anak sejak berusia dini, dan teguh memperhatikan kemenakannya. Peranan laki-laki Minangkabau sebagai Bapak (ayah) dari anak-anak mereka adalah sebagai Kepala Keluarga.

o        Fakta menunjukkan, bahwa pelaksanaan ajaran agama sudah menjadi lebih dominan daripada ketentuan adat.

o        Bila ditilik menurut agama Islam, tanggung jawab mendidik anak itu berada di tangan orang tua. Hal ini sangat sesuai dengan ajaran syarak atau agama Islam.

o        Harta pencaharian, baik harta pencaharian dari ayah ataupun dari ibu, kesemuanya dinikmati secara bersama-sama. 

o        Peranan AYAH, sebagai kepala keluarga, baik di Minangkabau, di Batak ataupun di Jawa, ketiga-tiganya saat sekarang sama saja, sebagai Kepala Keluarga, yang mengayomi istri dan anak-anaknya.

5.       Laki-laki Minangkabau berperan sebagai Mamak. Dalam hal tertentu, seperti masalah perkawinan kemenakan mereka, tetap memerlukan  izin dari mamak mereka.

6.       Mamak dari anak-anak mereka hidup terpisah. Mamak hidup dalam rumah tangganya  tersendiri, bersama istri dan anak-anaknya. sendiri. Anak-anak mengikuti perintah MAMAK menurut garis keturunan Ibu mereka;

o        Dalam tata cara adat Minangkabau jika anak-anak tersebut kelak akan melaksanakan perkawinan, lebih dahulu harus mendapat persetujuan dari MAMAK mereka dari garis keturunan ibu mereka dalam adat istiadat.

o        Yang disebut mamak dari anak-anak adalah saudara laki-laki dari ibu mereka, bukan saudara laki-laki dari garis keturunan AYAH mereka.

o        Anak (yang menjadi kemenakan dari mamaknya) menurunkan gelar dari mamak sebagai sako dari suku mereka.Disini terlihat keistimewaan turunan Minangkabau sekarang.

o        Untuk menempatkan sistim matrilineal dalam tatanan global tidak mungkin merubah substansinya, karena sudah merupakan identitas Minangkabau.

7.       Mamak mereka tetap mengawasi harta Pusako Tinggi, sesuai dengan sistem matrilineal.

o        Ketika anak-anaknya telah berusia cukup, dia wajib memperhatikan kemenakannya dalam memberikan arahan atau bahkan mencarikan jodoh bagi kemenakannya.

o        “Anak dipangku kemenakan dibimbing”, memperlihatkan dua peran dari laki-laki Minang yaitu sebagai ayah dan sebagai mamak.

o        Masalah dalam pemeranan peran ganda laki-laki Minang, adalah faktor keterbatasan ekonomi. Satu solusinya adalah marantau untuk mengatasi keterbatasan ekonomi tersebut.

8.       Bila dilihat Sistem Matrilineal dalam Adat dan Budaya Minangkabau itu memberikan beberapa pengaturan sesuai langgo langgi yang ada, 

1.    Pengaturan Harato Pusako, Sako, Pusako di Minangkabau dan harta waris dikenal ada harta waris pusako tinggi, dan harta waris pusako randah.

§         Harta waris pusako tinggi diatur menurut garis keturunan ibu.

§         Harta waris  pusako randah adalah harta waris perolehan selama perkawinan ayah dan ibu (suami dan istri), dibagi menurut faraid. 

§         Demikian pula di Batak, harta waris mengikuti garis keturunan ayah, dan dikenal pula harta waris pusako randah, yaitu yang diperoleh selama hidup bersama (selama masa perkawinan antara ayah dan ibu).

§         Sedangkan di Jawa, semua harta waris, tetap diterima oleh keturunannya, baik yang laki-laki, maupun yang perempuan (sesuai sistem parental). Jadi harta warisan yang diterima dari Ibu ataupun dari Ayah, tetap akan diwariskan kepada anak-anaknya, baik yang laki-laki, maupun perempuan.

2.    Peran Laki-Laki, di didalam Kaum sebagai Kemenakan, sebagai Mamak dan sebagai Penghulu.

3.    C. Peran Laki-Laki di luar Kaum atau Persukuan, adalah sebagai  Sumando dan kaum dari Persukuan.

4.    Peran dan Kedudukan Perempuan diatur didalam keluarga kaumnya dan didalam keluarga batih dengan suami dan anak turunannya.

Peran perempuan menurut agama dan adat.
Agama Islam dan adat Minangkabau tidak melarang perempuan berperan diluar lingkungan domestik. Perannya itu tidak boleh meninggalkan peran-peran esensi melahirkan dan mendidik anak sebagai ibu rumah tangga. Allah SWT telah menciptakan dan menyediakan semua keperluan kita. Allah SWT memberi pula alat dan daya untuk mendukung usaha hidup kita dengan hak dan kewajiban. Kaum lelaki bukan diktator. Maka, tanggung jawab lelaki sebagai suami (semenda dan mamak) menurut Al Quran sangat berat, الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ = Lelaki adalah pemimpin bagi kaum perempuan … (QS. an-Nisa’:34).
Perannya tidak boleh merendahkan harkat dan martabat wanita Minang yang hidup dalam ajaran agama Islam.

  • Sistem matrilineal dapat menjadi sebuah tataran konseptual bagi kebudayaan di luar Minangkabau, khususnya kebudayaan kontemporer yang menyatakan persoalan gender. Gender didominasi oleh ideologi liberalis dan kapitalis.
  • Mekanisme kontrol, check and balance, dalam matrilineal di Minangkabau terdapat dalam bentuk sistem, bukan lembaga seperti yang ada dalam negara atau pemerintahan.
  • Di era modernisasi dan perkembangan zaman/globalisasi yang secara konsep adat Minangkabau pada prinsipnya dapat tetap dipertahankan keberadaannya. Walaupun akan terjadi perubahan, bukannya terhadap hal-hal yang terkait esensi. Artinya kita tidak boleh menutup mata terhadap perubahan tersebut. 
  • Dengan telah terjadinya pergeseran sistem nilai pada pola matrilineal Minangkabau, pada satu sisi menimbulkan kegelisahan di kalangan penentu adat, ninik mamak, cadiak pandai, dan kaum perempuan, anak kemenakan seperti: tidak berperannya mamak dalam keluarga kaumnya. Akibat terjadinya perubahan fungsi dan kedudukan perempuan dan laki-laki dalam sistem matrilineal, akan berpengaruh pula terhadap perubahan struktur keluarga.
  • Mekanisme dan penerapan sistem matrilineal pada hakekatnya hanyalah merupakan persoalan perkauman, hubungan ninik mamak dengan kemenakan, hubungan sumando-manyumando.
    Perempuan Minangkabau mulia, memiliki kebesaran dan bertuah. Katanya didengar anak cucu. Dari turunannya diangkat para penghulu dan ninik mamak. Jika masih hidup tempat berniat. Ketika sudah  mati tempat bernazar, jadi payung panji ke sorga,  sesuai ajaran syarak,"sorga terletak dibawah telapak kaki ibu" (al Hadist).

Hal ini memperlihatkan dengan jelas kokohnya kedudukan perempuan Minangkabau pada posisi sentral. Perempuan Minang, menjadi pemilik seluruh kekayaan, rumah, anak, suku dan kaum.
Didalam mengembangkan karier dan profesinya perempuan Minangkabau dianjurkan berjuang mempengaruhi lingkungan profesi baru itu dengan nilai-nilai keminangkabauan dan keislaman.

  • Seorang ibu Minangkabau seyogyanya menguasai terminologi hubungan kekerabatan Minangkabau, walaupun ia hidup dalam keluarga batih, sehingga nilai-nilai yang biasa berlaku dalam masyarakat Minangkabau secara umum dapat diteruskan kepada anak-anaknya.
  • Perlu dipikirkan kembali pemberian sebutan rangkayo bagi perempuan Minang yang sudah bersuami. Dalam sebutan perempuan Minangkabau dihindarkan membawa gelar adat suami sebab jelas itu milik suku lain.


Ungkapan mandeh dan bundo yang dilekatkan kepada perempuan Minangkabau, menempatkan laki­-laki (suami) pada peran pelindung, pemelihara dan penjaga harta dari perempuan dan anak turunan. Dalam siklus ini generasi Minangkabau lahir bernasab kepada ayah (laki-laki), bersuku kepada ibu, bergelar  dari mamaknya (garis matrilineal).

Beberapa permasalahan saat sekarang ini.

1.       Permasalahan yang dihadapi oleh keluarga Minang, terutama dalam hal perubahan dimana si anak tidak mengenal siapa mamaknya dan dimana kampungnya,  sehingga mamak tidak mengenal kemenakan dan sebaliknya.

2.       Permasalahan juga terjadi ketika perempuan Minang menikah dengan non Minang, seringkali anak turunannya beranggapan bukan bergaris matrilineal lagi. Padahal dalam hukum adat Minangkabau anak turunan tersebut masih bersuku kepada ibunya. Solusi bagi masalah ini, adalah meningkatkan kembali sistem pendidikan di keluarga. Keluarga harus menjadi suatu sistem pendidikan dini bagi anak yang akan menjelang dewasa, disamping wadah untuk menjelaskan hubungan kekerabatan sesuai adat yang berlaku.

3.       Permasalahan yang banyak terjadi, mamak tidak kenal kemenakan dan begitu pula sebaliknya. Mengatasi ini;

§         Perlu sosialisasi adat dan hubungan kekerabatan ini lewat pendidikan formal ataupun nonformal.

§         Perlu kembali pengajaran adat melalui suku.

§         Dimulai dari dalam keluarga mengajarkan adat istiadat dan hubungan kekerabatan dan juga penggunaan bahasa ibu.

§         Dalam sosialisasi pendidikan adat istiadat, diberikan dalam berbagai bentuk ; kesenian, diskusi keluarga, sehingga nilai-nilai budaya Minang tersebut  dapat tersampaikan.

§         Terjadi perubahan struktur keluarga dalam sistem matrilineal bila ditinjau dari sudut agama, perkembangan zaman dan adat dipakai baru, kain dipakai usang.

9. Tanah Pusako Tinggi adalah tanah yang dimiliki oleh Kaum, yang merupakan milik bersama dari seluruh anggota kaum dan diperoleh secara turun temurun, yang pengawasannya berada di tangan MAMAK KEPALA KAUM.
Tanah Pusako Randah, adalah harta yang diperoleh seseorang atau suatu/sebuah paruik berdasarkan pemberian atau hibah, maupun yang dipunyai oleh suatu keluarga berdasarkan pencahariannya, pembelian, ”taruko” dan sebagainya. Pada waktu ini tanah ulayat nagari, maupun tanah ulayat suku, di beberapa nagari sudah hampir tidak ditemukan lagi, karena "pudar" dilanda perkembangan penduduk dan perkembangan sosial ekonomi.

Problema Masyarakat Adat Budaya Minangkabau

1.       Permasalahan besar orang Minang kini, adalah kaburnya jati diri. Seringkali orang Minang, tidak lagi bangga menjadi orang Minang.
Walau sejarah telah mencatat, bahwa Minangkabau adalah suatu suku bangsa yang terkenal menonjol dalam mobilitas yang tinggi serta sering   menjadi pelopor. Keberhasilan orang Minang dalam berbagai bidang membuktikan hal ini pada masa lalu.
Kepeloporan, mesti diraih masa ini dan dipertahankan masa datang.

2.       Orang Minangkabau banyak yang merantau.
Di rantau kehidupannya sama dengan kehidupan orang lain. Ada satu kebanggaan dalam dirinya.
Kampung halamannya tetap menghimbaunya pulang.

3.       Pertanyaan orang Minang tentang adat Minangkabau.
Banyak orang rantau Minangkabau bertanya mengapa orang Minang tidak menurunkan pusako kepada anaknya, sesuai dengan hukum Islam? Mengapa diturunkan kepada kemenakan atau anak saudara-saudara perempuannya?
„« Perlu ada sosialisai pemahaman tentang budaya Minangkabau yang menggugah masyarakat Minang agar peduli dengan adat dan budaya Minangkabau,
„« Menggali dan memahami nilai-nilai luhur adat budaya Minangkabau,

4.       Ada dua faktor perlu dicermati di tengah perkembangan sekarang :

o        Faktor internal ;

§         Orang Minangkabau kurang memahami adat dan budaya Minang. Tidak ada tokoh nasional yang berkelanjutan, yang ada sekarang kurang visioner.

§         Kualitas SDM pemangku adat lemah. Kurang peduli sesama. Ajaran syarak tidak dilaksanakan,

§         Sumber mata pencarian para pemuka adat (kebutuhan hidup) terbatas.

o        Faktor eksternal

§         Pengaruh budaya asing. Karena tidak kuatnya syarak dalam perlakuan adat, maka jalan di alieh urang lalu.

§         Pengaruh teknologi yang salah terapan. Informasi dan komunikasi tak ada saringan. Pengaruh materialisme,

§         Pengaruh pergaulan antar masyarakat.

Mengantisipasi kedua faktor ini perlu mengingatkan kembali masyarakat Minang kepada landasan filosofi budaya Minang, yaitu adaik basandi syarak, syarak basandi kitabullah.
Menghidupkan Adat dan Syarak di Minangkabau.
1. Introspeksi diri dari semua warga dan semua tingkat dan kedudukan tentang perlunya memelihara nilai-nilai budaya kekerabatan yang ada, dan merumuskan nilai-nilai tersebut dengan sebaik-baiknya sehingga dapat dihayati dan diamalkan.
2. Bagaimanapun, dalam merumuskan nilai-nilai tersebut kita harus realistis menghadapi kenyataan-kenyataan yang ada, sehingga disana sini perlu ada penyesuaian, misalnya dalam menghadapi perkawinan antar suku bangsa, sepanjang tidak merusak sendi-sendi budaya tersebut.
3. Membiasakan dalam lingkungan keluarga menjalankan nilai-nilai dan aturan-aturan kekerabatan itu. Bertingkah laku sesuai dengan status dalam kekerabatan, mamak sebagai mamak, kemenakan sebagai kemenakan, ibu sebagai ibu, ayah sebagai ayah, dan seterusnya. Membiasakan bahasa Minang dalam keluarga. Strategi pewarisan atau sosialisasi pengetahuan dan nilai budaya Minangkabau melalui ” Batunjuak baajari ” oleh orang tua kepada anak atau dari mamak kepada kemanakan.
4. Ada beberapa pegangan yang harus dijaga dengan baik untuk  melaksanakan syarak dan adat dalam budaya Minangbkabau itu, antara lain ;
a. Harato pusako tinggi yang diamanahkan dari ninik turun kemamak, dari mamak turun kekemenakan, tidak boleh diperjualbelikan atau keluar dari suku. Dalam keadaan khusus, seperti ditemukan potensi kekayaan alam yang tinggi, maka hasil pengolahannya dikembalikan kepada kaum, artinya jika digunakan untuk kepentingan komersial, maka harus ada manfaatnya bagi kaum. Harato pusako tinggi ini digunakan sesuai Perda (Peraturan Daerah) yang mengatur akan hal ini.
b. Pusako boleh digadai dengan 4 syarat, jika terjadi (1). rumah gadang katirisan, (2). maik tabujua ditangah rumah, (3). gadih gadang indak balaki, (4). Malu nan tacoreang di kaniang.
c. Harato pusako randah diwariskan sesuai dengan aturan pewarisan hukum Islam.
d. Kurangnya pemahaman adat dan syarak dari datuk penghulu. Banyaknya sikap apatis orang Minang terhadap adatnya.
e. Manajemen kepenghuluan mamak dalam kaum, kurangnya wibawa ninik Mamak dalam kaum.
Kesimpulan
I. Bapak sebagai Kepala Keluarga dalam masyarakat hukum adat Minangkabau, berperan sebagai Kepala Keluarga yakni Kepala Rumah Tangga, sebagai pembina dan pengayom isteri dan anak-anak mereka.
II. Laki-laki Minangkabau berperan ganda. Sebagai Bapak dan Mamak. Dalam posisi sebagai Mamak, berperan da1am hukum adat Minangkabau sebagaimana telah berlaku selama ini, khususnya dalam memelihara, mengatur Harta Pusako Tinggi, yang masih tetap berlaku di dalam Masyarakat hukum adat Minangkabau.
III. Sistem Matrilineal di Minangkabau di era modern sesuai perkembangan zaman secara konsep dan prinsip dapat dipertahankan keberadaannya. Walaupun terjadi perubahan, bukan terhadap hal-hal yang terkait esensi. Perubahan tetap ada. Pengamatan menyatakan, telah terjadi pergeseran sistem nilai pada pola matrilineal Minangkabau, dalam fakta mengarah kepada patriarki.

Keadaan ini, satu sisi menimbulkan kegelisahan di kalangan penentu adat, ninik mamak, cadiak pandai, dan kaum perempuan, anak kemenakan seperti: tidak berperannya lagi mamak dalam keluarga kaumnya.
Terjadinya perubahan fungsi ini dan pergeseran kedudukan perempuan dan laki-laki dalam sistem matrilineal, tentu sangat berpengaruh pula terhadap perubahan struktur keluarga.
IV. Karena itu, peran orang tua sangat menentukan di dalam memberikan uswah dan laku perangai yang mencerminkan  watak, sifat fisik, kognitif, emosi, sosial dan rohani dengan kesalehan sosial dalam masyarakat adat di Minangkabau.
V. Perlu dilakukan berapa tindakan, antara lain ;
1)   Penguatan Ikatan Keluarga Minangkabau sebagai sistem
(a) Keluarga harus dilihat sebagai suatu sistem yang tidak terpisah satu sama lain, dan harus dapat memahami keberadaan anggota keluarga lainnya.
(b) Adanya kecintaan di antara sesama anggota keluarga sehingga lahir sikap dalam membela kepentingan keluarga yang lainnya, sahino samalu, seiya sakata.
(c) Adanya kebersamaan dalam memenuhi kebutuhan dan masalah yang muncul dalam keluarga, sehingga terwujud kebahagiaan keluarga.
2)   Penguatan struktur dan fungsi keluarga
a)   Fungsi Pengasuhan
1) Ayah sebagai kepala keluarga, bila tidak ada ayah, ibu yang berperan sebagai kepala keluarga.
2) Kesepakatan pengasuhan anak, sebagai kekuatan adat Minangkabau “anak di pangku kamanakan di bimbiang” terlaksana dalam hubungan pengasuhan modern.
3) Sikap dan tindakan orang tua dalam pembentukan pola perilaku generasi ( melindungi, memberikan kebebasan, mengembangkan cita dan keinginan anak turunan, menyayangi anak dan kemauan mendengar keluhan generasi), akan melahirkan kebersamaan mengatasi masalah antar generasi Minangkabau.
b)   Fungsi Sosialisasi
1) Membangun komunikasi yang efektif seharusnya  terjadi dalam keluarga, sehingga terjadi pemberian peran dan tanggung jawab pengayoman dari  mamak kepada kemenakan secara turun temurun.
2) Penghargaan terhadap sesuatu yang bernilai kepada anak dan kemenakan dalam membangun kerja sama dan keakraban sesama anak dan kemenakan.
3) Pemeliharaan rasa saling mengasihi/menghormati dalam keluarga oleh setiap orang tua Minangkabau menunjukkan sikap keteladanan dalam keluarga.
d)   Fungsi Kasih Sayang
1) Kewajiban ayah dan ibu memberikan kasih sayang kepada anaknya.
2) Kepedulian terhadap pemenuhan kebutuhan keluarga dan kebutuhan anak
3) Perhatian terhadap anggota keluarga pada saat-saat khusus dan saat mengalami kesedihan, tibo di baiek baimbauan, tibo di buruak ba ambauan

e)   Fungsi Ekonomi
(1) Ada tanggung jawab mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga.
(2) Ada keharusan berperan bersama dalam keluarga sehingga kebutuhan sehari-hari terpenuhi.
(3) Ayah bunda berperan menjadi tulang punggung penghidupan atau penghasilan bagi keluarga.
3)   Pengembangan Komunikasi antara Keluarga
(a) Menjaga hubungan atau interaksi antara keluarga,  barek  sapikua ringan sejinjing.
(b) Menjaga kebersamaan keluarga dalam melaksanakan ibadah keluarga serta dalam mengatasi masalah.
(c) Menjaga kesediaan mendengarkan keluhan dan mendorong kemauan anggota keluarga ke arah yang positif sebagai mengawali komunikasi antar keluarga.
Persaudaraan tidak mungkin dapat tumbuh dengan penolakan hak-hak individu rakyat banyak. Ketamakan serta penindasan akan mempertajam permusuhan antar kelompok masyarakat.   Maka, generasi Minangkabau yang juga adalah seorang muslim yang baik sudah semestinya mengamalkan akhlak karimah yang standar secara profesional dengan kemauan dari dalam diri. Kemudian dihayati menjadi etika sesuai yang diajarkan oleh adat Minangkabau, sebagai pengamalan adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.
Wassalam.

 http://www.cimbuak.net/content/view/1425/7/

 

 

image001.gif
image002.gif
image003.gif
image004.jpg
image005.gif
image006.jpg

Muljadi Ali Basjah

unread,
Nov 29, 2008, 6:38:17 AM11/29/08
to Rant...@googlegroups.com
Ass.Wr.Wb Bapak Nofiardi, Bapak Riri, Bapak Syahreza, jo ummaik RN diPalanta!

Mohon maoh ambo ka Bapak Nofiardi, mukasuik ambo bukan negativ ka Bapak Nofiardi do.

Ambo cumo takajuik, sudahtu spontan kalua "UNEG"2, dek Nagari awak tu
acok bana LATAH, INNOVATIV PLAGIAT, tapi arahnyo nan kamanguik/mamangua sajo.
Jadi tanyo ambo itu, isinyo gurau/garah nan spontan, mukasuiknyo memang manyaleme.
Tetapi ditujukan sabananyo bukan Ka Bapak Nofiardi, tetapi ka siapo sajo supayo tabukak pangananyo
bahwasonyo usah LATAH sajo. Usah mancaliak, nagari urang buek, awak buek pulo, rugi labo kurang jimek dianalisa. Antahlah kalau arahnyo kauntuangan njek pribadi/group???

Caliak bana dulu, analisa bukan asa mancontoh sen.
Itulah banyak manusia ko, nan pandai saroman BEO/KAKATUO.

Adopulo nan lah sakaranjang titel sarjananyo, tapi utaknyo tatap kurang cermat, kecuali njek mamanggak jo mamangua. Dek baliau2 iko, hanya maapa (menghafal, saroman BEO/KAKATUO).

Malah banyak urang2 nan baraja ilimu hiduik dari nan nonformal (pengalaman), diPASA, diJALAN.
Tapi baliau2 iko sabana manganalisa jo tekad kuaik, tantu nasib elok musti juo ado, bisa sukses.
Contoh extrem Thomas Alva Edison, TD Pardede (mantan Mentari kabinet Sukarno), Alm. Adam Malik, dll.dsb.

Handaknyo ilimu itu, parallel jo agamo/iman lalu dihayati, bukan dihapa!

Wassalam,
Muljadi, German

-------- Original-Nachricht --------
> Datum: Sat, 29 Nov 2008 08:05:46 +0700

> Betreff: [R@ntau-Net] Re: BI Cabut Empat Pecahan Uang Kertas

--

Muljadi Ali Basjah

unread,
Nov 29, 2008, 8:50:34 AM11/29/08
to Rant...@googlegroups.com
Ass.Wr.Wb. Bapak Muhammad Syahreza, sarato ummaik RN diPalanta!

Iyo bana Bapak Muhammad Syahreza, baitulah system dagang/ekonomie.
Ambo, sabananyo maleh ka Mall Carrefour (=Simpangampek), tapi pengalaman ambo mambali mangga/buah2an di-emperan Blok M, dibandiang jo Simpangampek itu, jauh bedo haragonyo.
Di Mall Carrefour, barasiah, AC, harago wak indak umumnyo bersaing, parkir perai.
Banyak panggaleh dinagari awak iko, haragonyo pakuak sakali, sevice...sakali manyauk sudah tu palanggan lari.
Wassalam,
Muljadi, German

-------- Original-Nachricht --------
> Datum: Sat, 29 Nov 2008 08:11:08 +0700


> Von: "muhammad syahreza" <muhammad...@gmail.com>
> An: Rant...@googlegroups.com
> Betreff: [R@ntau-Net] Re: POTENSI KANDUNGAN MINYAK DALAM ENDAPAN BITUMEN PADAT DAERAH TALAWI, KOTA SAWAH LUNTO PROVINSI SUMATERA BARAT

>

--
Psssst! Schon vom neuen GMX MultiMessenger gehört? Der kann`s mit allen: http://www.gmx.net/de/go/multimessenger

perry

unread,
Nov 30, 2008, 12:09:38 AM11/30/08
to RantauNet
Sanak Nofiardi,
lah labiah 5 bulan ambo batapa di papua barat, ditugehkan dek dikti-
diknas mambantu sanak awak nan universitasnyo bajalan gontai sajo di
manokwari, dan akhir bulan ko tugeh salasai, tapi percepatan alun
tampak hasilnyo lai.
dek aliran informasi acok taputuih ka rimbo ten, palanta ambo digest
kan sajo, tapi mulai bulan ko ambo lah baliak ka kandang, jadi mabo
cubo baliak manapaktilasi polemik ko, mano tahu dapek ambo sumbangkan
pikiran gak sangenek.

salam ka sanak kasadonyo di palanta, insya Allah ambo ka sato ma ota
baliak,

salam
imam sati (49+/sby)
> ...
>
> baca lainnya »

imran ajunis

unread,
Dec 1, 2008, 4:59:38 AM12/1/08
to Rant...@googlegroups.com
Assalamualikum.WW
Mohon untuak panjelasan Gelologi lebih teliti...
Begitu.
Wassalam..
--- Pada Ming, 30/11/08, perry <pbu...@gmail.com> menulis:


Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.

Nofend Marola

unread,
Dec 1, 2008, 5:07:05 AM12/1/08
to Rant...@googlegroups.com
Wa'alaikumsalam Sanak Imran Ajunis.
 
Kalau tidak mereply satiok Paragraf sebelumnyo, mohon di potong dong nan lah ditarimo yang panjang sebelumnya.
Seperti Pasan Iko :
 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
Salam.
 
PS : Ambo akan selalu Nyinyir masalah iko, selagi ambo masih didapua RN dan Peraturan masih ado


From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of imran ajunis
Sent: 01 Desember 2008 17:00
Assalamualikum.WW
Mohon untuak panjelasan Gelologi lebih teliti...
Begitu.
Wassalam..
--- Pada Ming, 30/11/08, perry <pbu...@gmail.com> menulis:

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages