|
D
|
Manstap P Mochtar!
Tingga wak malaksanakan sajo lai basamo-samo samampunyo…
Namun,
Ondeh, batambah maha juo pokok mancari ilimu tu kalau harus ka nagari Cino pulo saroman nan P M Pak Mochtar sitir,
“Bukankah Islam sendiri mengajarkan: “Tuntutlah ilmu walau ke negeri Cina sekalipun.””
Tambah abih padi, sawah jo jawi rang kampuang kami beko untuak mamokokan anak-2nyo untuak mancari ilmu. Hiduik lah sansai, batambah sansaro pulo beko…
Islam nan bana, indak maajakan mancari ilimu tu sampai ka Cino bagai do Pak…
Baa pulo harus ka Cino, samantaro disuruh imani di dalam Al Qur’an sbb:
1. Allah Maha Tahu Segala Sesuatu.
2. Allah itu DEKAT
3. Allahlah Yang MENGAJAR DENGAN apa YANG DITURUNKAN-NYA
4. Al Qur’an adalah PENJELASAN YANG SEMPURNA tentang SEGALA SESUATU
5. Dengan Al Qur’an-lah Allah Menunjuki
6. Al Qur’an dijelaskan ATAS DASAR PENGETAHUAN ALLAH (bukan atas dasar pengetahuan manusia)
7. Atas TANGGUNGAN ALLAHLAH penjelasannya.
8. KEWAJIBAN ALLAHLAH memberi PETUNJUK
Al Baqarah (Sapi Betina) [2]:231
..… Janganlah kamu jadikan hukum-hukum Allah sebagai permainan. Dan ingatlah nikmat Allah padamu, dan apa yang telah diturunkan Allah kepadamu yaitu Al Kitab (Al Qur'an) dan Al Hikmah (As Sunnah). ALLAH MEMBERI PENGAJARAN kepadamu dengan apa yang diturunkan-Nya itu. Dan bertakwalah kepada Allah serta ketahuilah bahwasanya ALLAH MAHA MENGETAHUI segala sesuatu.
Al Baqarah (Sapi Betina) [2]:186
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya AKU ADALAH DEKAT. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
Ibrahim 14:52
(Al Qur’an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengannya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.
Al A’raaf 7:52
Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al Qur’an) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami; menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
Yusuf (Nabi Yusuf) [12]:111
Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. AL QUR'AN itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan MENJELASKAN SEGALA SESUATU, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.
An Nahl (Lebah) [16]:89
(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami, bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu AL KITAB (AL QUR'AN) UNTUK MENJELASKAN SEGALA SESUATU dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.
Az Zumar 39:23
Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Qur'an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, DENGAN KITAB ITU DIA MENUNJUKI siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorangpun pemberi petunjuk baginya.
Al Maa-idah 5:16
DENGAN KITAB (Al Qur'an) ITULAH ALLAH MENUNJUKI orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.
Al Qiyaamah 75:16-18
Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Qur'an karena hendak cepat-cepat (menguasai) nya.
Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.
Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.
Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya.
Al Lail 92:12
Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk,
Baa pulo ajak-e kalau harus manuntuik ilimu jauah-jauah sampai ka nagari Cino bagai?
Nampaknyo, nan Pak Mochtar sitir itu adalah pepatah orang-orang jahiliyah dahulu atau bukanlah hadist yang sahih sebagai bahagian dari ajaran Islam, namun adalah hadist palsu (dha’if) yang termasuk kategori hadist Ciniat…
Berikut link-2 bahasan ulama tentang hal tersebut:
http://www.al-ahkam.net/home/membongkar-status-hadis-tuntutlah-ilmu-sekalipun-di-negeri-cina
http://abuayaz.blogspot.co.id/2010/08/hadits-tuntutlah-ilmu-walaupun-sampai.html
https://ikhwahmedia.wordpress.com/2012/12/27/takhrij-hadits-tuntutlah-ilmu-ke-negeri-cina/
https://muslimsumbar.wordpress.com/2012/02/26/mengapa-cari-ilmu-ke-negeri-cina/
Barangkali maksud pepatah tersebut adalah,
“Tuntutlah hartamu yang sudah diambil orang ……”
Kalau nan baitu, memang agak klop jo ayat berikut:
An Nisaa’ (Wanita) [4]:102
Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan seraka'at), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bersembahyang, lalu bersembahyanglah mereka denganmu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. Dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena kamu memang sakit; dan siap-siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu.
Salam Z
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+...@googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
Andri Satria Masri, S.E., M.E.
Kasubag Hubungan Masyarakat dan Media
Bagian Hubungan Masyarakat Setdakab Padang Pariaman
L/43/Koto/Nagari Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto/Kab. Padang Pariaman
Handphone: 081374001167, Pin BB: 288E864B
Hidup Adalah Pengabdian Seumur Hidup Kepada Sang Maha Pemberi Kehidupan.
Sanak sapalanta RN n a h
Ass ww
Mambaco tulisan pak MN dan tanggapan tanggapan sanak di palanta, nampaknyo awak alah baliak ka pangka jalan. Baliak ka wacana lagi. Dan memang begitulah yang dinasihatkan urang urang tuo kito, kalau sasek atau takuik sasek ditangah jalan, babaliaklah ka pangka jalan. Mudah mudah an langkah kedepan akan lebih mantab.
Wass
Dunil Zaid, 72. Kpg Ujuang Pandan Parak Karambia, Pdg.
Sanak dipalanta n.a.h
Untuk membangun nagari perlu kita lihat kehidupan di nagari.
Sekarang ini nagari dihuni:
1. Penduduk tempatan umumnya petani, mereka domonan (anak nagar, asli nagari maupun yang mengaku bermamak ke penghulu di nagari).
2. PNS/Aparat baik tempatan maupun dari luar ( guru, aparat pemerintahan lainya)
3. Pedagang (tempatan atau dari luar)
A. Mereka yang disebut diangka 1 atau petani, hidupnya sederhana, meskipun ada berkemampuan namun masih dalam koridor kesederhanaan. Mereka inilah yang produktif dalam soal pangan, merekalah penyedia pangan bagi yang tersebut diangka 2 dan 3 diatas.
Rencana kerja mereka tak muluk-muluk.
Laki-laki pagi kesawah bawa nasi atau diantar istri untuk makan siang disawah, habis ashar pulang.
Ada kelebihan pendapatan ditabung dengan beli emas, ternak atau dipegangkan kesawah kalau ada yang menggadai. Yang belum banyak tanggungan, mereka bisa menabung.
Masalah yang menjadi beban bagi para petani ini ialah:
1. Biaya sekolah anak ke SLTP dan SLTA dan PT (perguruan tinggi). SLTP mungkin sudah hadir di nagari, SLTA masih kecamatan, PT hanya di Kabupaten.
2. Biaya kesehatan
Mengatasinya:
1. Biaya sekolah
a. DIM wajib menghadirkan jenjang pendidikan itu di nagari, rakyat nagari harus dibebaskan dari biaya pendidikan.
b. DIM wajib membebaskan biaya kesehatan kepada rakyat.
Komersialisai pendidikan dilarang didaerah DIM.
Untukl pendidikan tinggi lakukan secara halaqah dengan memanfatkan surau dan mesjid, surau siangnya kosong, mesjid 6 hari dalam seminggu kosong. Pendidikan di nagari jangan terlalu ditujukan untuk ijazah tapi untuk meningkatkan wawasan rakyat nagari.
2. Untuk pengobatan, hendaknya ahli kesehatan atau yang ahli dibidangnya harus merintis / mengusahakan bagaimana caranya agar tanaman obat bisa diberikan dosis mentahnya. Rakyat tinggal petik tanaman obat dihalaman kemudian direbus lalu diminum. Sekarang ini hanya para dukun yang berperan dalam dosis mentah ini. Kedepan kita harapkan dari dokter.
Masalah lainnya , sandang, pangan, papan secara sederhana bisa mereka penuhi.
B. Mereka yang disebut diangka 2 dan 3.
Kebanyakan mereka sudah pernah atau berada di kota atau pernah mengenyam kehidupan kota.
Mereka inilah yang membawa perubahan ke nagari atau istilah sekarang modernisasi
Sayangnya perubahan itu ada pula negatifnya.
1. Mungkin dituntut oleh tugas, benar apa tidak mereka yang tahu, cara mereka bertingkah laku sehari-hari, dengan bawaan konsumptifnya terasa mewah oleh petani. Golongan ini umumnya tidak memproduksi bahan pangan, mereka beli dari kedai.
Dengan kedatangan mereka ke nagari, otomatis diikuti juga oleh hadirnya barang-barang yang dianggap mewah di nagari, mau tak mau petani sedikit banyak terimbas.
2. Dalam memenuhi keperluan tak jarang mereka yang PNS/Aparat menggadaikan SK nya dan yang pedagang menggadaikan asetnya baik ke pegadaian maupun Bank.
Banyak juga yang bankrut, lebih kalut lagi dari petani biasa
Hal negative 1 dan 2 ini berimbas ke petani termasuk petani pas-pasan, petani ikut-ikutan dengan gaya mereka, ujungnya menipiskan atau malah mengahbiskan tabungan. Hal ini tak bisa diatasi kecuali kesadaran petani sendiri.
Beban berat bagi PNS/Aparat dan pedagang ini mungkin sama juga dengan para petani yaitu ongkos pendidikan anak dan biaya kesehatan.
Mengatasinya sama dengan para petani diatas.
Kalau beban diatas bisa diatasi dengan menghadirkan sarana pendidikan dan membebaskan biayanya serta adanya dosis menta tanaman obat, ini mungkin sudah merupakan salah sastu upaya pembangunan ekonomi rakyat di nagari.
Mereka yang hidup di kota-kota yang umumnya PNS/aparat, pedagang, dan Buruh semuanya boleh dikatakan konsumen, didaerah DIM, fokus pembangunannya tentu lain lagi, karena ini merupakan segmen sendiri, jumlah mereka mungkin kecil dari mereka yang ada dinagari namun jumlah barang dan uang yang beredar jauh lebih besar dari Nagari, perlu pemikiran tersendiri namun jangan sekali-kali mencontoh Jakarta, Surabaya dan Menado.
Jakarta secara tak disadari telah menyediakan dirinya untuk menjadi Singapura.
Pribumi secara bertahap dan berangsur dikeluarkan dari Jakarta (tanah dan orangnya hilang dari peredaran).
Pendatang pribumi baik berupa PNS/Aparat, pedagang, para pensiunan yang mengahbiskan masa tuanya di Jakarta juga banyak yang tak akan lama bertahan, generasi berikutnya akan terdesak dengan berbagai cara, akhirnya keluar Jakarta tarik diri seperti yang dialami pribumi Betawi sekarang ini.
Yang salah kebijakan daerah, di Sumbar hendaknya jangan kejadian, dinegeri sendiri rakyat terusir keluar.
Sakitu dulu, silakan kawan lapau manyambuangnyo.
Wass,
Maturidi (L/77) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau
1. Guru Gadang MCB
2. Stake holder Minang
Antaah haaa aaa tu baliau surang sajo nan malewa-lewakan... :)
Salam
-- Nyit
Tarimo kasih tantang takulik. Masalah punggung takilik iyolah manjadi masalah tulang rang gaek nan mamaralukan perawatan panjang dan kehati-hatian.
Salam,
-- Nyit Sungut
