MOCHTAR NAIM: "MEMBANGUN NAGARI TUMPUAN DIM KE MASA DEPAN"

16 views
Skip to first unread message

Mochtar Naim

unread,
Sep 2, 2015, 7:26:16 PM9/2/15
to RantauNet Group, Dr. Saafroedin BAHAR, Azmi Dt Bgd Abu, Ir. Raja Ermansyah YAMIN, Yahoo!, Amri AZIZ, Dr. Gusti ASNAN, Prof Dr Taufik ABDULLAH, Prof. Dr Azyumardi AZRA, Prof Dr Djohermansyah DJOHAN, Yulizal Yunus Dt. Rajo Bagindo, Ilhamy Elias, Asmun Sjueib, Mas'oed ABIDIN, Miko Kamal, Edy Utama, Fasli JALAL, Drs Sjafnir Aboe NAIN, Mohcholilbaridjambek, Zulharbi Salim, Lies Suryadi, Basri Mangun, Anggun Gunawan, Alfitri FISIP, Harlizon MBAu, Feraldi W. Loeis, Muslim Kasim, Irman Gusman, Mahyudin Al Mudra, sayuti...@yahoo.co.id, Chairil Anwar, BADRUL MUSTAFA, Nasir Zulhasril, yahoogroups, Mestika Zed, Novesar62, Zulhendri Chaniago, Nurmatias Zakaria, Jusril Jamarin, Dr. Herwandi WENDY, Jafrinur Jafrinur, Emil Habli HasanNaim, Kardimatus Suheimi, Arief Rangkayo Mulia, Ambiar Lani, Meuthia Suyudi, Elfitra Baikoeni, BUNDO KANDUANG LIMPAPEH RUMAH GADANG BERSATU, WiNda AmeLia, Yuliasma Muluk, yahoogroups, Asril Tanjung, Datuk Endang, Riri Chaidir, Abdurrahman Aman, M. ABDUH, Amelia Naim Indrajaya, Prof.Dr Emil SALIM, Bunda Nismah, Darman - MOENIR, Herlina Hasan Basri, Khairul Jasmi, Novizar Zen, Elvira Naim, Wan Noesjirwan, Gebuminang Pusat, Sutan Sinaro, Eri Bagindo Rajo, Opinihaluan, Indra J. Piliang, Sjamsir_sjarif, sald...@yahoo.com, irwanp...@yahoo.com, Muslih Sayan, H.Julius Datuk Malako Nan Putiah, Zulfahmi Burhan, Sylvia Tajuddin Jaelani, S. SURYADI, indra...@telkomsel.blackberry.com, Redaksi_haluan, Zizie Fauzan, Ajoduta, Susi Moeis, Muhardi Rajab, Nina Rivai, yayasana...@ymail.com, PUSAT KAJIAN ADAT ALAM MINANGKABAU, Rahim Jabbar, Asmardi Arbi, Tasril Moeis, Zuriyati Ati, ADMIN DIM ORI, Revrisond Baswir, Rizal Ramli, Herman Jambak, mesyara...@gmail.com, Yeyen Kiram, Gamawan Fauzi
 
MEMBANGUN NAGARI
TUMPUAN DIM KE MASA DEPAN
 
Mochtar Naim
 
2 September 2015
 
 
D
ALAM kita merancang DIM ke masa depan, kita sudah harus tahu ke mana biduk itu akan dikayuhkan. Karena basis kehidupan ber-minang-minang itu ada di Nagari, maka mau tak mau dan sendirinya pembangunan ke masa depan itu harus diarahkan ke Nagari, dan diletakkan di Nagari. Nagari makmur, makmurlah Minang itu. Nagari diabaikan maka hancurlah Minang itu. Jumlah keseluruhan dari Nagari itulah yang kita maksudkan dengan Minangkabau itu.
          Membangun Nagari, oleh karena itu, haruslah dari segala segi, dari atas dan dari bawah, secara sinkron dan simultan. Yang membangun Nagari, oleh karena itu, tidak hanya anak nagari di Nagari itu, baik yang di ranah di kampung halaman maupun yang di rantau di manapun, tetapi juga dari pusat dan daerah secara sinkron dan simultan. Artinya juga dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan dan Nagari itu sendiri.
          Dasar filosofinya sudah kita sepakati, yaitu ABS-SBK. Selain Pancasila, UUD1945 dan ketentuan perundang-undangan di NKRI ini yang juga berlaku secara sepenuhnya di wilayah provinsi DIM itu, DIM menghidupkan kembali daya dan semangat dari ABS-SBK itu. ABS-SBK tidak hanya sekadar diucap-ucapkan seperti selama ini tetapi benar-benar dipraktekkan dan diamalkan tanpa reserve apapun. Dengan itu, ABS-SBK adalah dasar dari perundang-undangan yang berlaku di wilayah DIM, dan ABS-SBK sekaligus adalah juga filosofi dan sumber ideologi dan moralitas dari kita membangun Nagari dan DIM itu secara totalitas ke masa depan.
          Rujukan moralitas yang tertuang ke dalam ABS-SBK yang mengintegrasikan nilai-nilai adat dan syarak secara terpadu itu, ke depan sangat kita harapkan, karena pembangunan dari segala segi tidak hanya bersifat teknis-material-administratif-fisikal saja, tetapi juga moral, akhlaq dan  nilai-nilai luhur adat dan agama itu. Kesalahan demi kesalahan yang telah kita lakukan di NKRI selama 70 tahun merdeka ini sudah harus kita habisi dan ganti dengan pembangunan yang berakhlaq dan bermoral tinggi yang dasarnya adalah adat dan agama: Adat yang berdasarkan syarak, dan Syarak yang bersendikan Kitabullah.
*
 
          Dengan dasar ABS-SBK itu kita membangun semua aspek kehidupan di Nagari dan di DIM itu. Di bidang politik dan administratif pemerintahan, kita membina sistem pemerintahan yang bersih dan adil, yang jauh dari KKN, dari korupsi, kolusi dan nepotisme, dengan dasar demokrasi kerakyatan yang mengutamakan kepentingan rakyat dan masyarakat. Setiap pelanggaran haruslah dengan sanksi dan hukuman yang berat yang bersifat dan berakibat jera.
          Trias politika: eksekutif, legislatif, yudikatif, juga berlaku di Nagari. Nagari adalah bagaikan republik-republik mini yang juga dikenal dalam khazanah ilmu pengetahuan dunia. Nagari yang dipimpin oleh Wali Nagari didampingi oleh sistem kepemimpinan kolegial TTS: Tungku nan Tigo Sajarangan, Tali nan Tigo Sapilin, yang terdiri dari Ninik Mamak, Alim Ulama, Cerdik Pandai, yang lalu diperkuat dengan Bundo Kanduang dan Pemuda. Masing-masing punya tugas dan wewenang sendiri yang berbeda, tapi bersifat saling melengkapi dan isi-mengisi.  Unsur-unsur kepemimpinan yang kolegial-kolektif ini juga terisi dan tercermin ke dalam wadah legislatif  berbentuk DPR Nagari. Sementara aspek yudikatifnya dimainkan oleh kepemimpinan TTS menurut fungsi dan tugasnya masing-masing, baik di Nagari maupun di Jorong dan Suku masing-masing.
 
*
 
          Di bidang ekonomi dan wirausaha, kita melandaskannya kepada usaha bersama yang bersifat kooperatif dengan dasar syariah bagi-hasil. Untuk itu Nagari kita jadikan sebagai BUMNagari berbentuk koperasi dari ajaran Hatta yang diperkuat dan dijiwai dengan ajaran ekonomi syariah yang mengutamakan kerjasama bagi-hasil tanpa bunga dan riba.
Dengan itu di Nagari ada Bank Syariah Nagari yang menjadi bendaharanya usaha ber-Nagari, selain juga menfasilitasi usaha simpan-pinjam usaha ber-Nagari yang dikelola secara koperasi. Semua usaha apapun di Nagari, baik pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, industri rumah tangga, apapun, yang bukan usaha pribadi, adalah usaha kerjasama bagi-hasil, yang dikelolakan secara koperasi syariah. Potensi ekonomi yang ada dan menonjol di Nagari, baik berupa kekayaan alam maupun manusianya, adalah basis dari usaha ekonomi di Nagari yang perlu digarap dan dikelolakan secara bersama itu.
Tanah-tanah ulayat yang telah di HGUkan kepada perusahaan-perusahaan asing dan konglomerat non-pri yang luas totalnya sampai ratusan ribu hektar seluruhnya di Sumatera Barat saja, dengan sistem ekonomi koperasi berlandaskan syariah ini perlu dan harus ditarik kembali. Yang sudah habis masa pakainya, tanah dan usaha yang ada di atasnya seyogyanya diserahkan kembali kepada rakyat dari Nagari bersangkutan. Sementara yang belum habis, bisa dilanjutkan dengan kerjasama bagi-hasil dengan rakyat di Nagari ikut serta secara berpadanan dalam pengelolaannya. Usaha-usaha yang tidak mampu dilakukan oleh orang per orang, tetapi bisa dikelolakan secara bersama, dikelola dalam bentuk Koperasi Syariah Nagari. Ekonomi Nagari, dasarnya adalah koperasi syariah. Dengan koperasi syariah kita membangun Ekonomi Nagari, yang sendirinya adalah DIM secara totalitas.
DIM dan Nagari-nagari dalam kebijaksanaan ekonominya, bagaimanapun, selalu bersifat terbuka. Yang dituju adalah kerjasama ekonomi yang setimpal dan seimbang, dengan siapapun, yang bersifat saling menguntungkan dan saling terbuka, dengan juga mengindahkan prinsip ekonomi kooperatif dengan dasar syariah.
 
*
 
Di bidang sosial, pendidikan dan kebudayaan, selain dengan dasar ABS-SBK, kitapun mengambil manfaat dari pengalaman mancanegara yang telah memperlihatkan keunggulan dan kelebihannya dalam bidang-bidang ini, yang di mana perlu kita belajar banyak dari mereka dan pengalaman mereka. Keunggulan negara-negara maju di Barat dan di Timur perlu kita cermati dan manfaatkan bagi membangun masa depan DIM itu.  Oleh karena itulah, selain dari kita meningkatkan kualitas SDM kita melalui pendidikan dan sosial-budaya serta agama ini, kita banyak-banyak mencontoh dari semua yang baik-baik, yang kalau perlu juga mengirimkan banyak anak-anak kita untuk melanjutkan sekolahnya ke luar negeri ke negara-negara maju itu – seperti yang dilakukan sebelumnya oleh negara-negara yang sekarang telah maju, seperti Jepang, Korea dan Cina, ataupun Singapura dan Malaysia sendiri yang dekat dengan kita. Bukankah Islam sendiri mengajarkan: “Tuntutlah ilmu walau ke negeri Cina sekalipun.”
Seiring dengan itu, kitapun juga perlu mempertanyakan, dan menyeligi kembali, kekuatan apa di masa lalu di Minangkabau ini yang memungkinkan dan membikin rakyat dan masyarakat Minang bisa maju sehingga mampu melebihi dan mengungguli rakyat dari daerah-daerah lainnya di Nusantara ini. Ini dibuktikan dengan banyaknya pemimpin-pemimpin nasional yang menggerakkan dan memerdekakan negara ini  yang berasal dari Sumatera Barat/Minangkabau ini. Sementara sebaliknya, dengan nafas yang sama, kita juga perlu bertanya dan mempertanyakan, ada apa, kok sekarang rakyat dan masyarakat Minang yang sama, menurut catatan BPS, meluncur habis ke tingkat kesejahteraan yang nyaris terendah di bumi Nusantara ini?
 
*
 
Sebagai penutup dari saya, mari kita sinsingkan lengan kita dan kerja keras bersama-sama dalam membangun Nagari dan Minangkabau yang kita cintai ini melalui DIM itu. Mari kita saling ingat-mengingatkan dan saling bertegur-sapa, agar DIM ini tidak hanya impian, tetapi fakta yang kita garap dan realisasikan secara bersama-sama. Kita perlu idealisme yang tinggi serta konsep yang jelas ke depan untuk membangun Nagari dan DIM itu.
Semoga Allah memberi hidayah dan ma’unahNya kepada kita semua, amin! ***

E Dt Marajo nan Tuo

unread,
Sep 2, 2015, 7:47:41 PM9/2/15
to rant...@googlegroups.com, Dr. Saafroedin BAHAR, Azmi Dt Bgd Abu, Ir. Raja Ermansyah YAMIN, Yahoo!, Amri AZIZ, Dr. Gusti ASNAN, Prof Dr Taufik ABDULLAH, Prof. Dr Azyumardi AZRA, Prof Dr Djohermansyah DJOHAN, Yulizal Yunus Dt. Rajo Bagindo, Ilhamy Elias, Asmun Sjueib, Mas'oed ABIDIN, Miko Kamal, Edy Utama, Fasli JALAL, Drs Sjafnir Aboe NAIN, Mohcholilbaridjambek, Zulharbi Salim, Lies Suryadi, Basri Mangun, Anggun Gunawan, Alfitri FISIP, Harlizon MBAu, Feraldi W. Loeis, Muslim Kasim, Irman Gusman, Mahyudin Al Mudra, sayuti...@yahoo.co.id, Chairil Anwar, BADRUL MUSTAFA, Nasir Zulhasril, yahoogroups, Mestika Zed, Novesar62, Zulhendri Chaniago, Nurmatias Zakaria, Jusril Jamarin, Dr. Herwandi WENDY, Jafrinur Jafrinur, Emil Habli HasanNaim, Kardimatus Suheimi, Arief Rangkayo Mulia, Ambiar Lani, Meuthia Suyudi, Elfitra Baikoeni, BUNDO KANDUANG LIMPAPEH RUMAH GADANG BERSATU, WiNda AmeLia, Yuliasma Muluk, yahoogroups, Asril Tanjung, Datuk Endang, Riri Chaidir, Abdurrahman Aman, M. ABDUH, Amelia Naim Indrajaya, Prof.Dr Emil SALIM, Bunda Nismah, Darman - MOENIR, Herlina Hasan Basri, Khairul Jasmi, Novizar Zen, Elvira Naim, Wan Noesjirwan, Gebuminang Pusat, Sutan Sinaro, Opinihaluan, Indra J. Piliang, Sjamsir_sjarif, sald...@yahoo.com, irwanp...@yahoo.com, Muslih Sayan, H.Julius Datuk Malako Nan Putiah, Zulfahmi Burhan, Sylvia Tajuddin Jaelani, S. SURYADI, indra...@telkomsel.blackberry.com, Redaksi_haluan, Zizie Fauzan, Ajoduta, Susi Moeis, Muhardi Rajab, Nina Rivai, yayasana...@ymail.com, PUSAT KAJIAN ADAT ALAM MINANGKABAU, Rahim Jabbar, Asmardi Arbi, Tasril Moeis, Zuriyati Ati, ADMIN DIM ORI, Revrisond Baswir, Rizal Ramli, Herman Jambak, mesyara...@gmail.com, Yeyen Kiram, Gamawan Fauzi
Assalamualaikum WW  bapak bapak dan Ibu ibu anggota lapau nan terhormat

Sebagai tataran KONSEP tulisan diatas sangat tepat..

Pada tataran strategis dilanjutkan dengan tataran tehnis operasional serta tataran PROGRAM  KERJA
di perlukan pendalaman dan pemahaman atas kondisi situasi dan letak geografis masing masing nagari.

Elemen dasar dalam nagari adalah MANUSIA, kemudian SUMBER DAYA non manusia..

Sakitu dulu sebagai pancingan, banyak ahli dan konseptor serta executor berbagai program pemberdayaan
wilayah dalam lapau awak ko..
(nan penting jan tajadi baliak carito JAWI SIMENTHAL.).


Banyak maaf
Wassalamualaikum
 
E Dt Marajo nan Tuo (pdg, 58thn)
(Asli rang Lambah, ngarai Sianok)



--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+...@googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.


Harlizon MBAu

unread,
Sep 3, 2015, 12:17:02 PM9/3/15
to Mochtar Naim, RantauNet Group, Dr. Saafroedin BAHAR, Azmi Dt Bgd Abu, Ir. Raja Ermansyah YAMIN, Yahoo!, Amri AZIZ, Dr. Gusti ASNAN, Prof Dr Taufik ABDULLAH, Prof. Dr Azyumardi AZRA, Prof Dr Djohermansyah DJOHAN, Yulizal Yunus Dt. Rajo Bagindo, Ilhamy Elias, Asmun Sjueib, Mas'oed ABIDIN, Miko Kamal, Edy Utama, Fasli JALAL, Drs Sjafnir Aboe NAIN, Mohcholilbaridjambek, Zulharbi Salim, Lies Suryadi, Basri Mangun, Anggun Gunawan, Alfitri FISIP, Feraldi W. Loeis, Muslim Kasim, Irman Gusman, Mahyudin Al Mudra, sayuti...@yahoo.co.id, Chairil Anwar, BADRUL MUSTAFA, Nasir Zulhasril, yahoogroups, Mestika Zed, Novesar62, Zulhendri Chaniago, Nurmatias Zakaria, Jusril Jamarin, Dr. Herwandi WENDY, Jafrinur Jafrinur, Emil Habli HasanNaim, Kardimatus Suheimi, Arief Rangkayo Mulia, Ambiar Lani, Meuthia Suyudi, Elfitra Baikoeni, BUNDO KANDUANG LIMPAPEH RUMAH GADANG BERSATU, WiNda AmeLia, Yuliasma Muluk, yahoogroups, Asril Tanjung, Datuk Endang, Riri Chaidir, Abdurrahman Aman, M. ABDUH, Amelia Naim Indrajaya, Prof.Dr Emil SALIM, Bunda Nismah, Darman - MOENIR, Herlina Hasan Basri, Khairul Jasmi, Novizar Zen, Elvira Naim, Wan Noesjirwan, Gebuminang Pusat, Sutan Sinaro, Eri Bagindo Rajo, Opinihaluan, Indra J. Piliang, Sjamsir_sjarif, sald...@yahoo.com, irwanp...@yahoo.com, Muslih Sayan, H.Julius Datuk Malako Nan Putiah, Zulfahmi Burhan, Sylvia Tajuddin Jaelani, S. SURYADI, indra...@telkomsel.blackberry.com, Redaksi_haluan, Zizie Fauzan, Ajoduta, Susi Moeis, Muhardi Rajab, Nina Rivai, yayasana...@ymail.com, PUSAT KAJIAN ADAT ALAM MINANGKABAU, Rahim Jabbar, Asmardi Arbi, Tasril Moeis, Zuriyati Ati, ADMIN DIM ORI, Revrisond Baswir, Rizal Ramli, Herman Jambak, mesyara...@gmail.com, Yeyen Kiram, Gamawan Fauzi

Manstap P Mochtar!

Tingga wak malaksanakan sajo lai basamo-samo samampunyo…

 

Namun,

Ondeh, batambah maha juo pokok mancari ilimu tu kalau harus ka nagari Cino pulo saroman nan P M Pak Mochtar sitir,

 

“Bukankah Islam sendiri mengajarkan: “Tuntutlah ilmu walau ke negeri Cina sekalipun.””

 

Tambah abih padi, sawah jo jawi rang kampuang kami beko untuak mamokokan anak-2nyo untuak mancari ilmu. Hiduik lah sansai, batambah sansaro pulo beko…

 

Islam nan bana, indak maajakan mancari ilimu tu sampai ka Cino bagai do Pak…

Baa pulo harus ka Cino, samantaro disuruh imani di dalam Al Qur’an sbb:

 

1.  Allah Maha Tahu Segala Sesuatu.

2.  Allah itu DEKAT

3.  Allahlah Yang MENGAJAR DENGAN apa YANG DITURUNKAN-NYA

4.  Al Qur’an adalah PENJELASAN YANG SEMPURNA tentang SEGALA SESUATU

5.  Dengan Al Qur’an-lah Allah Menunjuki

6.  Al Qur’an dijelaskan ATAS DASAR PENGETAHUAN ALLAH (bukan atas dasar pengetahuan manusia)

7.  Atas TANGGUNGAN ALLAHLAH penjelasannya.

8.  KEWAJIBAN ALLAHLAH memberi PETUNJUK

 

Al Baqarah (Sapi Betina) [2]:231

..… Janganlah kamu jadikan hukum-hukum Allah sebagai permainan. Dan ingatlah nikmat Allah padamu, dan apa yang telah diturunkan Allah kepadamu yaitu Al Kitab (Al Qur'an) dan Al Hikmah (As Sunnah). ALLAH MEMBERI PENGAJARAN kepadamu dengan apa yang diturunkan-Nya itu. Dan bertakwalah kepada Allah serta ketahuilah bahwasanya ALLAH MAHA MENGETAHUI segala sesuatu.

 

Al Baqarah (Sapi Betina) [2]:186

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya AKU ADALAH DEKAT. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

 

Ibrahim 14:52

(Al Qur’an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengannya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.

 

Al A’raaf 7:52

Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al Qur’an) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami; menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.

 

Yusuf (Nabi Yusuf) [12]:111

Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. AL QUR'AN itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan MENJELASKAN SEGALA SESUATU, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.

 

An Nahl (Lebah) [16]:89

(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami, bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu AL KITAB (AL QUR'AN) UNTUK MENJELASKAN SEGALA SESUATU dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.

 

Az Zumar 39:23

Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Qur'an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, DENGAN KITAB ITU DIA MENUNJUKI siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorangpun pemberi petunjuk baginya.

 

Al Maa-idah 5:16

DENGAN KITAB (Al Qur'an) ITULAH ALLAH MENUNJUKI orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.

 

Al Qiyaamah 75:16-18

Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Qur'an karena hendak cepat-cepat (menguasai) nya.

Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.

Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.

Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya.

 

Al Lail 92:12

Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk,

 

Baa pulo ajak-e kalau harus manuntuik ilimu jauah-jauah sampai ka nagari Cino bagai?

 

Nampaknyo, nan Pak Mochtar sitir itu adalah pepatah orang-orang jahiliyah dahulu atau bukanlah hadist yang sahih sebagai bahagian dari ajaran Islam, namun adalah hadist palsu (dha’if) yang termasuk kategori hadist Ciniat…

Berikut link-2 bahasan ulama tentang hal tersebut:

 

http://www.al-ahkam.net/home/membongkar-status-hadis-tuntutlah-ilmu-sekalipun-di-negeri-cina

http://abuayaz.blogspot.co.id/2010/08/hadits-tuntutlah-ilmu-walaupun-sampai.html

https://ikhwahmedia.wordpress.com/2012/12/27/takhrij-hadits-tuntutlah-ilmu-ke-negeri-cina/

https://muslimsumbar.wordpress.com/2012/02/26/mengapa-cari-ilmu-ke-negeri-cina/

 

Barangkali maksud pepatah tersebut adalah,

 

“Tuntutlah hartamu yang sudah diambil orang ……”

 

Kalau nan baitu, memang agak klop jo ayat berikut:

 

An Nisaa’ (Wanita) [4]:102

Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan seraka'at), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bersembahyang, lalu bersembahyanglah mereka denganmu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. Dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena kamu memang sakit; dan siap-siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu.

 

Salam Z

Andri Satria Masri

unread,
Sep 5, 2015, 6:34:02 AM9/5/15
to Rantaunet
Batanyo ambo ciek pak MN atau apak nan lain yg bisa ma agiah tau.
Pertanyaan ambo didasari dek paragraf awal tulisan pak MN sebagaimana ambo kutip di bawah ko:

Karena basis kehidupan ber-minang-minang itu ada di Nagari, maka mau tak mau dan sendirinya pembangunan ke masa depan itu harus diarahkan ke Nagari, dan diletakkan di Nagari.

Ambo sepakat kehidupan ber-minang-minang tu adonyo di Nagari. Ambo pun sepakat pembangunan itu harus diarahkan ka nagari. Nan ambo tanyoan, adokah pembangunan yang salamo ko dilaksanakan diadokan di kecamatan, kabupaten/kota atau provinsi? Setau ambo, pembangunan tu memang lataknyo di nagari/desa/kelurahan. Bahkan kalau dicaliak bana lokasi tapeknyo ado di Jorong/Dusun/Korong/RT. Yang indak mungkin adolah ado di ateh rumah seorang warga.

Apokah yang dimakasuik pak MN itu adolah bahwa pembangunan itu harus dilaksanakan oleh warga nagari atau lokasi pembangunan yang di nagari? Ambo iyo binguang. Kalau yg dimakasuik harus dibangun oleh warga nagari, ba a mode nyo tu pak?

Sagitu pertanyaan ambo. Banyak maaf kalau ado nan salah.


--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+...@googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.



--


Andri Satria Masri, S.E., M.E.

Kasubag Hubungan Masyarakat dan Media

Bagian Hubungan Masyarakat Setdakab Padang Pariaman

L/43/Koto/Nagari Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto/Kab. Padang Pariaman

Handphone: 081374001167, Pin BB: 288E864B


Hidup Adalah Pengabdian Seumur Hidup Kepada Sang Maha Pemberi Kehidupan.

My profiles: Facebook Blogger WordPress Twitter
Contact me: Google Talk andri...@gmail.com Y! messenger as_m...@yahoo.co.id

Mochtar Naim

unread,
Sep 5, 2015, 8:17:41 AM9/5/15
to rant...@googlegroups.com
Pro: Sdr Andri Satria Masri, dkk di RN,
    Karano Sumbar tu tabagi habih ka nagari-nagari, mako apopun macamnyo pambangunan tu lataknyo mau tak mau di nagari dan nagari-nagari. Nan jadi masalah salamo ko, pemerintah Nagari paliang cuma dibaritahu sajo, tapi indak dibao sato. Karano sagalo urusan ado dan dikarajokan di Kabupaten/Kota, dengan Kecamatan sabagai ujuang tombaknyo. Lalu Provinsi di atehnyo.
    Bayangkan, bara banyaknyo pitih tapakai untuak satiok obyek pembangunan tu, apopun macamnyo. Kalau sacaro ba Kabupaten/Kota, apo lai baprovinsi, bisa bamilyaran, atau bahkan triliunan. A disinanlah bamainnyo Korupsi dan KKN tu, nan puluhan bupati/wako dan gubernur lah masuak pinjaro.
    Nan Wali Nagari jo rakyat di Nagari tetap sajo malongo gigik jari.
    Bitu kiro2 Bung Andri. A baa pulo di sinan?
Salam, MN

Andri Satria Masri

unread,
Sep 5, 2015, 8:36:12 AM9/5/15
to Rantaunet
Tarimo kasih banyak ateh jawabannyo pak MN. Alah tarang dek ambo mukasuik apa tu pado paragraf patamo.

Kalau itu ambo setuju bana pak. Apo lai kini ado UU Desa yg alah ma arahkan pembangunan itu ka desa/nagari dg memperbanyak anggaran ka desa/nagari.

Saat kini, di Sumbar, dari 19 kab/kota yg ado 16 daerah alah mulai mengucurkan dan menggunakan anggaran desa/nagari sesuai dg UU Desa. Masih ado 3 daerah lai yg alun termasuk daerah ambo Kab. Padang Pariaman. Ba a dek alun, ambo alun dapek informasi ttg hal tsb. Dari kaba yg ambo danga, pihak DPPKA (Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset) alun yakin pihak Pemerintah Nagari sanggup mengelola dana yg labiah banyak dari tahun2 sebelumnya.

Andri
Andri Satria Masri, SE, ME | L | 43 | Koto | Sungai Sariak Kec. VII Koto Kab. Padang Pariaman

From: "'Mochtar Naim' via RantauNet" <rant...@googlegroups.com>
Date: Sat, 5 Sep 2015 12:16:15 +0000 (UTC)
Subject: Re: [R@ntau-Net] Re: MOCHTAR NAIM: "MEMBANGUN NAGARI TUMPUAN DIM KE MASA DEPAN"

asmun sjueib

unread,
Sep 5, 2015, 2:11:20 PM9/5/15
to rant...@googlegroups.com
Aww. MN jo Palanta n.a.h. Manuruik pandapeik ambo pribadi samantaro iko dan memang duduk dilua galanggang "Provinsi SB" apalaie Pemra Nagori, seyogyanya/sepatuiknyo wak mangajak para Walinagari, Cadiek pandai,Alim Ulam, TTS dan rahayat banyak lainnyo nan tagabung jo Organisasi Perantauan misalnya untuk mandiskusikan topik2 takaiek jo Pembangunan Balik Banagori, Balik Basurau, Balik ka ekonomi Kerakyatan Nagori, dlsbnya. Artinyo katiko wak masuk ka ranah pembahasan ABS SBK, Ekonomi Kerakyatan, DIM dan lai sebagainyo iyolah wak masuk ka ranah Musyawarah / Mufakat, duduk samo randah, tagak samo tinggi. Baa gak ati MN jo Palanta?
Wassalam,
Haasma depok

asmun sjueib

unread,
Sep 6, 2015, 12:16:21 AM9/6/15
to rant...@googlegroups.com, Mohcholilbaridjambek, Asril Tanjung, Nasir Zulhasril, ibarsja...@gmail.com, Iis Herdiana, hengky...@ymail.com
Aww. MN jo Palanta n.a.h.
aaa) Malanjuikkan dan mampajaleih perbincangan nan lalu takaieik jo topik diateh kironya ambo bapikie satantangan pendekatan ( approach )  permasalahan mendasar wak iyolah pola pikir dengan manampekkan "Nagori" sebagai SUBYEK bukan sebagai Obyek. Hal iko kudian akan nampak jaleih pelaksanaan U2 Otonomi Daerah dan U2 tentang Desa dimano posisi Nagori sarato perangkatnyo manjadi sangeik penting dan utamo. Kudian dapeik pulo wak susun lantunan kaiek mangkaieknyo dalam format ABS SBK ;
bbb) Melalui suatu Pola Pikir nan seyogyanyo seluruh Stake holder Minangkabau baik dalam TTS dan potensi anak Nagori lainnyo melalui suatu analisis SOM ( Subyek Obyek Methoda ) manuju kearah tercapainya pembentukan ( DIM ) dan peningkatan KESRA anak Nagori baik Ranah jo Rantau (Ambo berharap Prof. SB akan dapeik memperkuat analisis SOM katiko liau manjadi Guru Besar ambo);
ccc) Takaiek jo pemikiran pembangunan balik Minangkabau sebagai suatu entiti / entitas masyarakat yang mempunyai sistem kekerabatan beda dengan kawasan NKRI lainnyo, ambo kiro disikolah latak keistimewaan DIM nantinyo. Sisi kekeluargaan berpegang pada sistem matrialkat, samantaro di kawasan NKRI lainnya berpegang pada sistem kekaluargaan patrilineal seperti di masyarakat Jawa ;
ddd) Disamping itu kekuatan masyarakat Minangkabau juo berpegang teguh pada philosophi ABS SBK nan artinyo kehidupan rahayat Minangkabau tidak terlepas dari tatanan adat istiadat nenek moyang dan berpegang teguh pada ajaran agama Islam yaitu Al Quran dan Haditz ;
eee) Membangun Nagori (Balik Ba Nagori, Balik Basurau, dst.) sepatutnyo indak terlepas dari tatanan Ekonomi Kerakyatan nan manuruik Angku Guru MCB adolah marupokan azas dasar atau prinsip dasar dalam menyusun "Competitive dan Comparative advantages" satiok Nagori di DIM ;
eee) Kalau wak cubo pulo mambahas DIM kamuko sebagai suatu entitas dalam kerangka NKRI ( TRIGATRA ) takaiek jo IPOLEKSOSBUDKAMTIB (Pancagatra) misalnyo, maka kaiek mangkaiek jo lantunan satu lainnyo akan batambah jaleih arah jo tujuan DIM sebagaimano nan dimakasuik MN misalnyo.
Sakianlah dulu bahasan singkeik ambo dalam kerangka membangun masyarakat Minangkabau nan berphilosophi ABS SBK manuju DIM. Talabieh takurangnyo, mohon maaf. Semoga ado manfaatnyo.
Wassalam,
Haasma ( LK/71/Depok)

Zaid Dunil

unread,
Sep 6, 2015, 7:51:02 PM9/6/15
to Rantaunet

Sanak sapalanta RN  n a h


Ass ww

Mambaco tulisan pak MN dan tanggapan tanggapan sanak di palanta, nampaknyo awak alah baliak ka pangka jalan. Baliak ka wacana lagi. Dan memang begitulah yang dinasihatkan urang urang tuo kito, kalau sasek atau takuik sasek ditangah jalan, babaliaklah ka pangka jalan. Mudah mudah an langkah kedepan akan lebih mantab.

Wass

Dunil Zaid, 72. Kpg Ujuang Pandan Parak Karambia, Pdg.

asmun sjueib

unread,
Sep 6, 2015, 10:09:11 PM9/6/15
to rant...@googlegroups.com
Tks. DZ dan Palanta n.a.h. masalah balik kapangka artinyo wak manyusun karajo gadang basamo manyalameikkan Ranah bukan? Wass., Haasma

Maturidi Donsan

unread,
Sep 7, 2015, 12:31:37 AM9/7/15
to rant...@googlegroups.com

Sanak dipalanta n.a.h

 

Untuk membangun nagari perlu kita lihat kehidupan di nagari.

 

Sekarang ini nagari dihuni:

1.  Penduduk tempatan umumnya petani, mereka domonan (anak nagar, asli nagari maupun yang mengaku bermamak ke penghulu di nagari).

2.  PNS/Aparat baik tempatan maupun dari luar ( guru, aparat pemerintahan lainya)

3.  Pedagang (tempatan atau dari luar)

 

A. Mereka yang disebut diangka 1 atau petani, hidupnya sederhana, meskipun ada berkemampuan namun masih dalam koridor kesederhanaan. Mereka inilah yang produktif dalam soal pangan, merekalah penyedia pangan bagi yang tersebut diangka 2 dan 3 diatas.

Rencana kerja mereka tak muluk-muluk.

Laki-laki pagi kesawah bawa nasi atau diantar istri untuk makan siang disawah, habis ashar pulang.

Ada kelebihan pendapatan ditabung dengan beli emas, ternak atau dipegangkan kesawah kalau ada yang menggadai. Yang belum banyak tanggungan, mereka bisa menabung.

 

Masalah yang menjadi beban bagi para petani ini ialah:

1.  Biaya sekolah  anak  ke SLTP dan SLTA dan PT (perguruan tinggi). SLTP mungkin sudah hadir di nagari, SLTA masih kecamatan, PT hanya di Kabupaten.

 

2. Biaya kesehatan

 

Mengatasinya:

1. Biaya sekolah

a.  DIM wajib menghadirkan jenjang pendidikan itu di nagari, rakyat nagari harus dibebaskan dari biaya pendidikan.

b.  DIM  wajib membebaskan biaya kesehatan  kepada rakyat.

Komersialisai pendidikan dilarang didaerah DIM.

 

Untukl pendidikan tinggi lakukan secara halaqah dengan memanfatkan surau dan mesjid, surau siangnya kosong,  mesjid 6 hari dalam seminggu kosong.  Pendidikan di nagari  jangan terlalu ditujukan untuk ijazah tapi untuk meningkatkan wawasan rakyat nagari.

 

2. Untuk pengobatan, hendaknya  ahli kesehatan atau yang ahli dibidangnya harus merintis / mengusahakan bagaimana caranya agar tanaman obat bisa diberikan dosis mentahnya. Rakyat tinggal petik tanaman obat dihalaman kemudian  direbus lalu diminum. Sekarang ini hanya para dukun yang berperan dalam dosis mentah ini.  Kedepan kita harapkan dari dokter.

 

Masalah lainnya , sandang, pangan, papan secara sederhana bisa mereka penuhi.

 

B. Mereka yang disebut diangka 2 dan 3.

Kebanyakan mereka sudah pernah atau berada di kota atau pernah mengenyam kehidupan kota.

Mereka inilah yang membawa perubahan ke nagari atau istilah sekarang modernisasi

 

Sayangnya perubahan itu ada pula negatifnya.

1. Mungkin dituntut oleh tugas, benar apa tidak mereka yang tahu,  cara mereka bertingkah laku sehari-hari, dengan bawaan konsumptifnya terasa  mewah oleh petani. Golongan ini umumnya tidak memproduksi bahan pangan, mereka beli dari kedai.

Dengan kedatangan mereka ke nagari, otomatis diikuti juga oleh hadirnya barang-barang yang dianggap mewah di nagari, mau tak mau petani  sedikit banyak terimbas.

 

2. Dalam memenuhi keperluan tak jarang mereka yang PNS/Aparat menggadaikan SK nya dan yang pedagang menggadaikan asetnya baik ke pegadaian maupun Bank.

Banyak juga yang bankrut, lebih kalut lagi dari petani biasa

 

Hal negative 1 dan 2 ini berimbas ke petani termasuk petani pas-pasan, petani ikut-ikutan dengan gaya mereka, ujungnya menipiskan atau malah mengahbiskan tabungan. Hal ini tak bisa diatasi kecuali kesadaran petani sendiri.

Beban berat bagi PNS/Aparat dan pedagang ini  mungkin sama juga dengan para petani yaitu ongkos pendidikan anak dan biaya kesehatan.

 

Mengatasinya sama dengan para petani diatas.

 

Kalau beban diatas bisa diatasi dengan menghadirkan sarana pendidikan  dan membebaskan biayanya  serta adanya dosis menta tanaman obat, ini mungkin sudah merupakan salah sastu  upaya pembangunan ekonomi rakyat di nagari.

 

 Mereka yang hidup di kota-kota yang umumnya PNS/aparat, pedagang, dan Buruh semuanya boleh dikatakan konsumen, didaerah DIM, fokus  pembangunannya tentu lain lagi, karena ini merupakan segmen sendiri, jumlah mereka mungkin kecil dari mereka yang ada dinagari namun jumlah barang dan   uang yang beredar jauh lebih besar dari Nagari, perlu pemikiran tersendiri namun jangan sekali-kali mencontoh Jakarta, Surabaya dan Menado.

Jakarta secara tak disadari telah menyediakan dirinya untuk menjadi Singapura.

Pribumi secara bertahap dan berangsur dikeluarkan dari Jakarta (tanah dan orangnya hilang dari peredaran).

 

Pendatang pribumi baik berupa PNS/Aparat, pedagang, para pensiunan yang mengahbiskan masa tuanya di Jakarta juga banyak yang tak akan lama bertahan, generasi berikutnya  akan terdesak dengan berbagai cara, akhirnya keluar Jakarta tarik diri seperti yang dialami pribumi Betawi sekarang ini.

 

Yang salah kebijakan daerah, di Sumbar hendaknya jangan kejadian, dinegeri sendiri rakyat terusir keluar.

 

Sakitu dulu, silakan kawan lapau manyambuangnyo.

 

Wass,

 

Maturidi  (L/77) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau




asmun sjueib

unread,
Sep 7, 2015, 3:39:56 AM9/7/15
to rant...@googlegroups.com, Maturidi Donsan, Mohcholilbaridjambek, Nasir Zulhasril, ibarsja...@gmail.com, hengky...@ymail.com, Asril Tanjung, Dr. Saafroedin BAHAR, Amri AZIZ, Iis Herdiana, Aspermato Fuentez
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
aaa) Alhamdulillah wa Syukurillah kiriman tulisan dan komentar MD jo Palanta lainnyo sangeik mambuka cakrawala jo pemahaman nyato satantangan sikon rahayat Nagori wak dimaso kiniko tarutamo Ekonomi Kerakyatan. Ambo manangkok bahwa Rahayat Nagori wak di Minangkabau terdiri dari PETANI/USAHO MIKRO/BURUH, PNS / ABRI / POLRI dan PEDAGANG dan lainnyo.  MD : Sekarang ini nagari dihuni:
1.  Penduduk tempatan umumnya petani, mereka domonan (anak nagari, asli nagari maupun yang mengaku bermamak ke penghulu di nagari).
2.  PNS/Aparat baik tempatan maupun dari luar ( guru, aparat pemerintahan lainya)
3.  Pedagang (tempatan atau dari luar)
 bbb) Permasalahan utama mereka adolah kebutuhan hidup sehari-hari (Sembako), Pembiayaan pendidikan/sekolah anak2, biaya kesehatan masyarakat dan lainnyo ; Peranan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dan Kecamatan  jo TTS juga sangeik besar dalam kebijakan2 untuk dapeik maringankan beban rahayat Nagori tersebut ;MD : Masalah yang menjadi beban bagi para petani ini ialah:
1.  Biaya sekolah  anak  ke SLTP dan SLTA dan PT (perguruan tinggi). SLTP mungkin sudah hadir di nagari, SLTA masih kecamatan, PT hanya di Kabupaten.
2. Biaya kesehatan
ccc) Nampak jaleih bahwa sangeik diperlukan keberadaan limbago ekonomi rakyat Nagori seperti unit Koperasi Simpan Pinjam (pembiayaan pertanian) dan Koperasi Rakyat Nagori sajalan jo Pasal 33 UUD RI 1945 ; Juo nampak jaleih suatu sistem pembinaan Ekonomi Kerakyatan dngan pemenuhan Saprodi dan pasca panen sarato pemasaran hasil pertanian Rahayat Nagori tasabuik ; MD : Untuk pendidikan tinggi lakukan secara halaqah dengan memanfatkan surau dan mesjid, surau siangnya kosong,  mesjid 6 hari dalam seminggu kosong.  Pendidikan di nagari  jangan terlalu ditujukan untuk ijazah tapi untuk meningkatkan wawasan rakyat nagari.
Mungkin untuk samantaro baru itu nan dapeik ambo tangkok. Mudah2an bermanfaat untuk wak kunyah2 basamo.
Waasalam, Haasma Depok
Catatan : mungkin tulisan pendek Angku Guru MCB tantang Ekonomi Kerakyatan ado manfaatnyo sebagai referensi.


Zaid Dunil

unread,
Sep 7, 2015, 6:31:57 PM9/7/15
to Rantaunet
Pak Asmun n a h

Tolong lah lewakan tulisan pendek angku guru MCB tu di palanta awak
ko, supayo bisa dipelajari pulo dek annota palanta lainnyo.
Apo Ekonomi Kerakyatan versi Angku Guru MCB lai sajalan jo konsep
ekonomi DIM yang diwacanakan oleh pak MN.
Tks
Wass
Dunil Zaid ,72.

Sjamsir Sjarif

unread,
Sep 7, 2015, 6:48:22 PM9/7/15
to RantauNet
Aaa iyo tu Angku Dunil, tiok mamosting di Palanta ko Angku Asmun acok bana maulang-ulang duo ungkapan faforitnyo saroman aia matah, tapi memang indak panah disabuiknyo pangaratian kasanangaanyo tu:

1. Guru Gadang MCB
2. Stake holder Minang

Antaah haaa aaa tu baliau surang sajo nan malewa-lewakan... :)

Salam
-- Nyit

Maturidi Donsan

unread,
Sep 7, 2015, 7:16:09 PM9/7/15
to rant...@googlegroups.com
Angku Nyit Sungut dibaliak Bumi n.a.h

Bantangkan saketek Nyit, caro apo nan elok ditampuah, untuak ekonomi nagari kampuang kito ko.

Pinggang Nyit nan takilia sari alah puliah, Salam semoga Nyit sehat walafiat selalu.

Wass,

Maturidi

asmun sjueib

unread,
Sep 8, 2015, 2:54:50 AM9/8/15
to rant...@googlegroups.com, Mohcholilbaridjambek, Asril Tanjung, Nasir Zulhasril
Aww. ZD jo Palanta n.a.h.
aaa) Subananyo tulisan nantun lah cukuik lamo juo. Alhamdulillah satidak2nyo TIGO gub S.B. lah wak presentasikan dan memang dek namonyo konsep pemikiran alun saatnyo tapeik ka personal dan tim gub itu sendiri sarato (maybe) memang alun tampak dek liau2 sebagai suatu sistem Ekonomi Kerakyatan berbasis tingkeik Kecamatan di S.B.
bbb) Silahkan dikunyah2 dulu pak ZD dan semoga bamanfaat adonyo.
Wassalam,
Haasma Depok



Kajian Pembangunan sistem ekonomi rakyat, Dir. Ketahanan Ekonomi Nasional - Kemdagri.docx
ModelEKORADESAMASJID2013.docx

Zaid Dunil

unread,
Sep 8, 2015, 6:07:02 AM9/8/15
to Rantaunet
Pak Asmun n a h

Lai indak salah kirim pak Asmun ko. Di postingan pak Asmun sabalunnya
ado catatan : “ mungkin tulisan pendek Angku Guru MCB tantang Ekonomi
Kerakyatan ado manfaatnyo sebagai referensi.”

Nan ambo harapkan adolah tulisan pendek tu, tapi nan pak Asmun kirim
adolah “power point”. Mungkin power point ko manjalehkan tulisan
pendek angku guru MCB dalam presentasi pak Asmun ka berbagai pihak.

Namun baitu alah ambo cubo kunyah kunyah juo. Iyo indak takunyah dek
ambo do. Nampaknyo nan ado dalam power point ko iyo ilmu ekonomi baru.

Indak basuo dek Ambo doh, apo hubungan antaro musajik /pondok
pesantren jo Ekspor development. Baitu juo karangko nan lain nan
digambarkan dalam power point itu, indak ado nan takunyah dek ambo
doh. Jadi tolonglah pak Asmun sampaikan narasi tulisan pendek Angku
Guru MCB nantun, supayo tabukak pulo mato dan pikiran ambo satantang
ekonomi kerakyatan ko.

Tks.

Wass

Dunil Zaid,72.

2015-09-08 13:54 GMT+07:00 'asmun sjueib' via RantauNet
<rant...@googlegroups.com>:
Message has been deleted

Sjamsir Sjarif

unread,
Sep 8, 2015, 8:15:30 AM9/8/15
to RantauNet
Angku Maturidi, Nyit Sungut indak dapek mambari turi-turian nan bukan bidangnyo.

Tarimo kasih tantang takulik. Masalah punggung takilik iyolah manjadi masalah tulang rang gaek nan mamaralukan perawatan panjang dan kehati-hatian.

Salam,
-- Nyit Sungut

asmun sjueib

unread,
Sep 8, 2015, 11:46:36 AM9/8/15
to rant...@googlegroups.com, Asril Tanjung, Amri AZIZ, Herlina Hasan Basri, Dunil Zaid, Mestika Zed, Dr. Saafroedin BAHAR, Mohcholilbaridjambek, Nasir Zulhasril, ibarsja...@gmail.com, hengky...@ymail.com, Iis Herdiana
Aww. Duns DZ dan Palanta n.a.h.
Sesuai dengan keinginan hal tersebut khususnya tulisan / power point sebagaimana terlampir pada hakekatnya adolah suatu kerangka pemikiran dalam menggulirkan Ekonomi Kerakyatan umumnya dan Upayo mambangkikkan batang tarandam di Sumatera Barat khususnya mandudukkan suatu pendekatan sistem di / dalam masyarakat Minangkabau berdasarkan pada kemampuan SKA/SDA, SDM dan SDK menuju suatu era baru. Harap tulisan2 dan power point hanyalah sebagai references dan bahan bacaan untuk dimano paralu diimplementasikan.Semoga bermanfaat adonyo dan tarimo kasih. Wassalam, Haasma, Depok.



--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup.

Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+unsub...@googlegroups.com.

Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.




--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup.

Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+unsub...@googlegroups.com.

Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.



Ekonomi rakyat, Menteri Koperasi - Januari 2011.pptx
Kajian Pembangunan sistem ekonomi rakyat, Dir. Ketahanan Ekonomi Nasional - Kemdagri.doc
Perlunya trading house sebagai MCB AAS .docx
Model bagi pembangunan ekonomi rakyat01112012.docx
Memberdayakan ekonomi rakyat untuk kesejahteraan, Kemdagri 12 Juni 2013.ppsx

asmun sjueib

unread,
Sep 8, 2015, 12:50:56 PM9/8/15
to rant...@googlegroups.com, Asril Tanjung, Amri AZIZ, Herlina Hasan Basri, Dunil Zaid, Mestika Zed, Dr. Saafroedin BAHAR, Mohcholilbaridjambek, Nasir Zulhasril, ibarsja...@gmail.com, hengky...@ymail.com, Iis Herdiana

Sekedar untuk mancigok-cigok bantuek jo jenis sarato pola bapikie awak dalam mambangkiekkan batang nan tarandam di Provinsi Sumtera Barat sbb.:


Jadikan gambar sebaris

Catatan : mohon bantuan Prof. SB untuk koreksi dan dimano paralu penyesuaian dengan sikon nasional jo global dewasa ini.

Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.

asmun sjueib

unread,
Sep 8, 2015, 1:00:26 PM9/8/15
to rant...@googlegroups.com, Asril Tanjung, Amri AZIZ, Herlina Hasan Basri, Dunil Zaid, Mestika Zed, Dr. Saafroedin BAHAR, Mohcholilbaridjambek, Nasir Zulhasril, ibarsja...@gmail.com, hengky...@ymail.com, Iis Herdiana
Aww. MN dan Palanta n.a.h. Silahkan tulisan-tulisan MN dapat disimpulkan ka skematis Pola Pikir dalam membangun (balik) masyarakat Minangkabau nan saraso diambo samakin tatingga jauh dibandingkan baik etnis maupun kewilayahan pemerintahan. Kok dapeik dicernakan manjadi suatu atau salahsatu Program pendekatan pembangunan wilayah (regional economic development) di DIM.
Wass., Haasma Depok



asmun sjueib

unread,
Sep 9, 2015, 8:31:17 AM9/9/15
to rant...@googlegroups.com, Asril Tanjung, Amri AZIZ, Herlina Hasan Basri, Dunil Zaid, Mestika Zed, Dr. Saafroedin BAHAR, Mohcholilbaridjambek, Nasir Zulhasril, ibarsja...@gmail.com, hengky...@ymail.com, Iis Herdiana, Taufal Hidayat
Aww. Just for references dan reading material. Wass. Haasma Depok
Perlunya trading house sebagai MCB AAS .docx
Memberdayakan ekonomi rakyat untuk kesejahteraan, Kemdagri 12 Juni 2013.ppsx
Ekonomi rakyat, Menteri Koperasi - Januari 2011.pptx
Kajian Pembangunan sistem ekonomi rakyat, Dir. Ketahanan Ekonomi Nasional - Kemdagri.doc
Model bagi pembangunan ekonomi rakyat01112012.docx

asmun sjueib

unread,
Sep 9, 2015, 8:45:07 AM9/9/15
to rant...@googlegroups.com, Asril Tanjung, Amri AZIZ, Herlina Hasan Basri, Dunil Zaid, Mestika Zed, Dr. Saafroedin BAHAR, Mohcholilbaridjambek, Nasir Zulhasril, ibarsja...@gmail.com, hengky...@ymail.com, Iis Herdiana, Taufal Hidayat
Aww. DearAll. Apo nan alah dan sadang dikarajokan Team HMBAu jo kawan2 untuk melaksanakan Workshop sasuai jo Props nan alah dibuekkan (ambo harap laie ado nan mambaco jo manalaah isi jo mukasuiknyo) adolah upayo basamo Ranah jo Rantau dan tolong untuk Duns nan hanyo basorak sorai ditapilapangan andaknyo anok2 sajolah. Berilah sumangeik supayo karajo "gadang" rang mudo dkk nantun dapeik terlaksana dengan baik (lancar) dan sukses (tacapai target). Ambo ado juo manyampaikan pemikiran (reading materials) jo pandapeik iyolah Insya Allah sebagai sumbangsih nan dapeik ambo sampaikan sasuai jo tingkeik kemampuan ambo. Semoga ado juo manfaatnyo tarutamo bagi para relawan Team HMBAu tasabuik. Maju taruihlah karano alah ado semacam juklak dalam bantuk Props.Tarimokasih Team HMBAu.
wassalam, Haasma (Laki-laki/71/Depok)

asmun sjueib

unread,
Sep 9, 2015, 8:47:08 AM9/9/15
to rant...@googlegroups.com, Asril Tanjung, Amri AZIZ, Herlina Hasan Basri, Dunil Zaid, Mestika Zed, Dr. Saafroedin BAHAR, Mohcholilbaridjambek, Nasir Zulhasril, ibarsja...@gmail.com, hengky...@ymail.com, Iis Herdiana, Taufal Hidayat
Just for File pribadi. EF.
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages