Sanak Palanta FYI ajo
Ado buku yang bisa di download gratis tentang minangkabau
Jeff Rey Hadler, Sengketa tiada Putus, Matriarkat, Reformisme Agama, dan Kolonialisme di Minangkabau, Judul asli Muslim and Matriarchs: Cultural Resilience in indonesia through Jihad and Colonialism (Cornell university Press, 2008).
Salam
andiko sutan mancayo
“........Ada keprihatinan dan penentangan dari budayawan Minangkabau lokal yang khawatir bahwa Kongres akan secara permanen menggerogoti adat. Kalau tesis buku ini tepat mereka tidak perlu khawatir. Kongres Kebudayaan Minangkabau akan menghasilkan arsip menakjubkan dan punya dampak sementara tapi dalam jangka panjang sama sekali tidak akan menimbulkan banyak perubahan. Mengapa? Karena upaya-upaya melegislasi adat di tingkat provinsi suatu proyek negara kolonial, Orde baru, dan kini Kongres ini—selalu gagal. Adat Minangkabau hidup di tingkat nagari. Berbicara tentang budaya Minangkabau seluruh provinsi hampir tidak punya arti. Minangkabau adalah suatu contoh sempurna dari apa yang disebut heterarki suatu masyarakat atau sistem politik yang didasarkan bukan pada hierarki tapi pada pluralisme dan multiplisitas bentuk-bentuk politik yang lebih kecil dan berulang-ulang. Dengan nagari dan kampung sebagai politas-politas inti, pejabat-pejabat adat dan keagamaan yang banyak dan tampaknya mubazir, serta konsep-konsep adat yang berubah-ubah dan bersifat lokal, persis itulah yang orang temukan di Minangkabau. Bahkan bayang-bayang terakhir akan otoritas terpusat Minangkabau, Raja Pagaruyung berdaulat dan patriarkal yang samar-samar itu, terbukti adalah kesalahpahaman belanda atas heterarki Minangkabau. Riset baru di universitas Andalas telah menemukan Tambo Pagaruyung bukan hanya di tempat yang di sangka istana dekat batusangkar itu tapi banyak Pagaruyung tersebar di seluruh darek. Tidak ada yang universal atau terpusat dalam tradisi Minangkabau. Mungkin inilah sumber konsep demokrasi Minangkabau yang alamiah yang dipuji-puji dalam tulisan-tulisan Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, dan Tan Malaka. Jelas ini salah satu alasan mengapa upaya-upaya untuk mengodifikasi suatu adat Minangkabau yang universal dan terintisari pasti akan gagal......”
Jeff Rey Hadler, Sengketa tiada Putus, Matriarkat, Reformisme Agama, dan Kolonialisme di Minangkabau Judul asli Muslim and Matriarchs: Cultural Resilience in indonesia through Jihad and Colonialism (Cornell university Press, 2008).
Link Download Buku : http://sseas.berkeley.edu/sites/default/files/faculty/files/hadlersengketa.pdf