APRESIASI "PANGEK ITIAK KOTO GADANG" SEBUAH PUSAKA KULINER RANAH MINANG

191 views
Skip to first unread message

jupardi andi

unread,
Mar 8, 2009, 5:11:15 AM3/8/09
to rantaunet rantaunet



By : Jepe


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

 Waalaikumsallam warahmatullahi wabarakatu

 

Rangkayo Uni Hanifah di Bengkulu jo sadonyo Apak2 Mamak2 Inyiak2 jo Uda2

 

Ambo dek tagisia sangenek dek Uni cako takileh dek ambo, yoo ambo baranian diri untuak mamostingan pangek itiak lado ijau nan jadi best of the best lakek tangan Mama ambo dan tantunyo harus dan wajib ambo ambiak ulemunyo sebagai penerus lakek tangan liau.

 

Pangek itiak ko sabananyo banamo pangek itiak koto gadang, cuman dek ambo ado beda rasonyo dan tampilannyo.

Mungkin ko nan kecek Uda Jepe perbezaan “lakek tangan” .

Ya “Lakek Tangan” yang akan membedakan cita rasa sebuah masakan yang dibuat, lakek tangan dalam seni kuliner tentunya tidak didapat semudah membalikan telapak tangan, hopp hanya sepersekian detik, tapi dari sebuah perjalanan yang panjang juga sehingga mendapatkan sentuhan yang sangat pas dalam menghadirkan masakan berselera, khas, unik dan bercita rasa tinggi dan itu mendapat pengakuan secara luas oleh orang-orang yang mencicipinya. Apa itu “lakek tangan” agak susah saya untuk mendefenisikan  tapi kira-kira begini saya jelaskan dalam bahasa dan ungkapan yang sederhana,

Sebagai contoh ketika anda berwisata kuliner di warung makan sea food kaki lima yang terkenal enak dan lezatnya hidangan sea foodnya, biasanya si kepala koki atau kepala juru masaknya dalam membuat sesuatu hidngan berada (dapur) didepan, coba perhatikan misalnya dia membuat cah kangkung sea food betapa lincahnya gerakan tangan, goyangan sendok, goyangan wajan, lalu menaburkan bumbu2 halus tanpa takaran, dia tahu kapan menumis kangkung, udang atau cumi, mengecilkan dan membesarkan api, menutup kuali, mengangkat wajan saat menumis , api kompor busss…mengitari wajan, lalu begitu lincah dia memainkan dan menggoyang wajan, sepersekian detik tangannya telah meraih tombol kompor gas bisa dimatikan sejenak atau mengecilkan apinya tergantung tahapan proses membuat cah kagkung ini.

 

Dia tahu persis kapan kangkung dimasukan dan berapa lama sampai mendapatkan hasil yang pas dan diingini oleh lidah para pelanggannya, intinya dia telah mendapatkan slah dan itu “lakek tangannya” dalam membuat cah kangkung sea food yang lezat. Lakek tangan tersebut tentunya didapat dari pengalaman yang panjang selama ini sehingga dia mendapatkan sentuhan yan pas dan selalu sama.

 

Saya asumsikan Si Koki ini bisa memberikan resep, bumbu , bahan dan cara membuat cah kangkung sea food yang lezat ini kepada siapapun tanpa menyembunyikan bumbu rahasia, artinya dia bisa mempraktekan secara lansung didepan kita tanpa menyembunyikan sesuatu bumbu kunci (rahasia). Nah setelah lengkap kita catat bumbu, bahan dan cara membuatnya dan menyaksikan demo memasak si Koki ini, sampai dirumah kita lakukan.

 

Saya yakin sebelum anda mendapatkan sentuhan yang pas (lakek tangan) cah kangkung sea food yang anda bikin tetap kalah rasanya dari pada yang dibuat si koki tadi, tapi lama kelamaan tentunya anda akan mendapatkan sentuhan yang pas dalam menghadirkan cah kang kung sea food yang lezat. Disinilah “lakek tangan” yang berbicara dalam seni kuliner dan kira-kira begitulah ilustrasi saya. Jika “lakek tangan” bahasa minang  padanan bahasa indonesianya yang pas apa ya..”sentuhan tangan”…tapi intinya sebuah seni yang dimainkan dengan kepekaan hati, jiwa dan rasa serta dolah oleh otak kita lalu disalurkan dengan gerakan fisik tubuh kita apakah melalui tangan , mata, hidung, lidah dalam memasak.

 

Lebih sederhana lagi hampir semua orang bisa membakar ikan bagaimanapun caranya, tapi salah seorang begitu lincah membolak balik ikan dan mengatur bara api dengan gerakan lincah tangan, sehingga ikan yang dibakarnya matang luar dalamnya sangat pas atau anda pernah menikmati teh tarik yang terkenal di Negara jiran kita Malaysia, ketika dia  memainkan teh tersebut (manarik) dari satu teko ditangan kanan dan teko lainnya ditangan kiri dengan jarak yang cukup panjang teh tumpah dari teko ke teko tanpa terputus dan tidak tumpah, nah inilah seni lakek tangan itu dan tidak semua orang bisa walau mungkin resep dan cara membuat teh tarik tersebut sangat gampang dan mudah membuatnya.

***

PANGEK ITIAK KOTO GADANG

Wah ini dia yang saya maksud sebuah pusaka kuliner ranah minang, khas dan unik dijamin kaya rasa dan rasa untuk mendapatkannya  tentu membuatnya dengan sentuhan manual dan “lakek tangan” yang berbicara. Resep, bumbu dan cara membuat seperti yang diuraikan Rina ini tentunya bisa saya (kita ) praktekan, tapi masalah hasil akhirnya saya pikir tetap yang paling enak dan lezat pangek itiak koto gadang “lakek tangan” mama Rina.Bahkan Rina sekalipun sebagai anaknya saya pikir masih harus mencari dan mendapatkan “lakek tangan” mamanya dalam membuat pangek itiak ini. “lakek tangan” mama Rina tentunya didapat dari pengalaman yang panjang bisa jadi ketika remaja dulu belajar dari Nenek Rina, ketika dia telah mendapatkan seni mmbuat pangek itiak ini tentunya hasilnya Pangek Itiak ini begitu enak dan lezat, ada hal-hal tertentu dari Mama Rina  baik gerakan hati, jiwa dan rasa serta gerakan fisiknya tidak bisa kita tiru ketika mencoba resep dibawah ini, bisa jadi Rina sang anak telah mendapatkan sentuhan tersebut dari mamanya.

 

Saya akan coba sedikit mengomentari PANGEK ITIAK KOTO GADANG, pusaka kuliner ranah kita ini

 

 

Kiro2 mode koha, bahan jo caro mambueknyo:

 

Bahan2 :

1.       Itiak nan alun tuo sikua (buliah diganti ayam) karek 8

       Apapun ceritanya harus tetap itik dan itu tidak tergantikan dengan ayam, ini sebuah masakan pusaka dan sangat khas dan itu harus dengan cabe ijo, namanya kita ingin menghadirkan dan merasakan sensai rasa  Pangek Itiak..ya Itik dong yang di potong…kok ditukar dengan ayam sih

2.       Lado ijau fresh tandonyo bakilek jo tampuaknyo segar ½ kg giliang tangan

Pemilihan bumbu yang berkualitas sangat menentukan cita rasa berselera sebuah masakan yang kita buat, hati-hati ketika anda telah mendapatkan criteria cabe hijau yang diatas jangan sampai tercemar dengan  3 atau 4 tangkai cabe hijau yang rada-rada busuk dan kurang segar.

“Giliang Tangan”..mmm ini juga yang disebut kunci kelezatan masakan, dibuat serba manual dan anada harus sedikit menguras tenaga mengigiling cabe hijau dengan cobekan (batu lado) walau tentu saja anda bisa menggiling cabe ini dengan memblendernya. Tapi saya yakin rasanya akan berbeda nantinya jika dikerjakan serba manual dengan sentuhan serta lakek tangan ketika hati dan jiwa yang berbicara (merasakan). Goyangan dan lenggang lengkok tangan anda ketika menggiling cabe hijau serta kapan timing yang tepat memasukan bumbu yang perlu dihaluskan sama cabe hijau sangat menentukan cita rasa pangek itiak ini nantinya. Misal ketika cabe hijau fresh anda giling sejenak, lalu anda bisa merasakan kapan bumbu lain secara dimasukan dan digiling lagi bersama cabe hijau, pertanyaan saya dengan blender menghaluskan cabe dan bumbu bisa anda rasakan kapan dan saat yang tepat menyatukan, jikapun bisa maka hasilnya tentu tetap ada bedanya jika dikerjakan dengan manual dengan sentuhan rasa yang paling dalam..ha..ha..ha…gue bahas mulu ya…

3.       Bawang merah 4 ons diriciah kasa2, sisoan saketek utk digiliang samo jo lado

4.       Bawang putiah 6 uleh/siuang diiciah sisoan lo saketek utk digiliang samo jo lado

Seberapa banyak disisakan  memang rada-rada susah kita mengiranya, “saketek” disini saya pikir inilah hati dan rasa bermain nah itu bisa jadi Rina telah mendapatkan sentuhannya, kita yang suka memasak tentunya bisa juga mendapatkan sentuhan “saketek” itu seberapa banyak sih

5.       Langkok2 sipadeh langkueh kunyik giliang aluih

6.       Daun2 (sarai nan gapuak ciek, tp manokoknyo jo perasaan bia ndak tadoncek pangka nan karehnyo hehe, daun kunyik salai , limau 7 halai, salam 2 halai)

Ini juga sebagai pembuktian lakek tangan yang berbicara dalam seni kuliner seperti yang dikatakan Rina  “jo perasaan” ..hanya dengan rasa dan pengalaman yang panjang dalam “manokok” sarai nan gapuak ini bia ndak badoncek, kalau begitu slamat manokok serai gapuak dengan perasaan ya

7.       Dama or Bukareh or tondeh or kemiri 12 buah giliang aluih nan iko wajib haluih

Kuncinya “Wajib Halus”…lagi-lagi rasa anda yang bermain..kita pasti berpikir halus yang bagaimana yang diinginkan..ya itu tadi tentu anda harus menggiling dengan batu lado secara manual memainkan gerakan fisik tangan dan rasa anda.

8.       Marica 20 incek dihaluih juo (iko normal padehnyo, kalo nak padeh subana padeh dikali 2 kan se)

9.       Buah palo satangah senti kali satangah senti giliang aluih

Lagi-lagi di haluskan…rasakanlah..dengan sentuhan hati sehingga didapat halus yang pas

10.   Katumba sasendok makan eloknya digongseng/sangria/dirandang sabanta sbln di giliang aluih lo

 

Ini sekedar Tips dari saya, tapi apakah akan lebih enak Pangek Itiak ini jadinya, saya hanya berbekal pengalaman panjang mak Tuo saya dalam memasak pusaka kuliner ranah minang yang berbahan dasar ketumbar, Mak Tuo saya selalu memakai ketumbar segar yang tua, biasa dijual dipekan-pekan di ranah dalam bentuk bersurai (ketumbar belum dipisahkan dari batangnya) biasanya ketumbar kita dapatkan dalam bentuk butiran yang didalam dan dikemas dalam plastic kecil. Enaknya Rendang Belut Mak Tuo saya ini salah satu kuncinya juga memakai ketumbar segar

11.   Asam kandih 2 kuduang nan ketek sae

Ahaa..yang ini carilah aja lah sanak asam kandih nan ketek, saya pikir “ketek: nya seberapa mudah2an bisa dibayangin.

12.   Cubadak mudo nan bijonyo alun gadang  dipotong mamanjang atau kantang secukuik kuali/wajan manampuang hehe sarancak no ½ kg max

Menurut saya sebaiknya Nangka (cubadak) ini lebih pas, ari pada kentang, tanya kenapa ?, Pangek Itiak ini prosesnya sangat ama memasaknya bahkan jika telah selesai masih dipanas-panaskan hari berikutnya, kentang jika dimsak terus menerus (diangek-angekan jo  api ketek) mungkin akan hancur, lain dengan cubadak, samakin diangekan samakin lamak, marsep bumbunya ke nagkang tersebut,,,ahaa..saya ingat makan jo samba cubadak baangekan walau dagingnya telah kandas tetap nasi duo piriang abih…tenbtunya ketika lapar tak tertahankan

 Caro mangarajoannnyo ;

 

-          Itiak atau ayam dilumangi jo saparo langkok nan lah aluih diaman ½ jam, jadi iko karajo partamo

“Atau ayam” sebaiknya dibuang saja, pusaka kuliner kita judulnya “PANGEK ITIAK KOTO GADANG”…ayam diharap menyingkir, boleh lah berlega hati ayam wira wiri dipekarangan karena jauh dari pisau keleher, itik di sawah siap-siap lehernya diadu dengan piasu

-          Tumih bawang merah sampai layua jo minyak manih (bimoli ) sacukuiknyo

Kok harus Bimoli..jangan-jangan pesan sponsor, minyak goreng merek lain bisa kan Rin

-          Masuak an daun2 + bawang putiah iciah, langkok giliang paroan nan td jo saluruah bumbu nan aluih nan lainnyo

-          aduak jan sampai aguih iku e, jadi api ketek2 sae.

Ini memang “lakek tangan” yang berbicara “jangan sampai hangus, api yang kecil” dan itu rasa yang bermain ketika anda mulai memasaknya (dalam proses)

 

-          Jikok baunnyo lah maundang salero manitiak, masuak an lado giliang aduak sabanta tun lansuang masuak an ayam/ itiak aduak sabanta trus ditutuik, nan iko yo subana hati2 jikok anguih ikue mako ilang baun lamaknyo. Jadi api super ketek se. Hati2 bagi nan mamakai gas.

Lagi-lagi kan “Lakek Tangan” yang berbicara, kuncinya “aduak sabanta-sabanta, kapan menutupnya, sabana hati-hati,,,terlalu banyak peringatan disini yaitu HATI-HATI dan tentunya kembali ke Hati, Jiwa dan sentuhan seni anda dalam memasak

-          Kiro2 7 minik aduak baliak trus tambahan aia angek manggalagak agak satangah galeh tu masuak an kinconyo Cubadak or kantang hehe jadi takana Band Uda Jepe J

“Or Kentang” dibuang saja…enakan Cubadak lage

-          Masuak an asam kandih tu tutuik baliak

Yo lah masuakan lah asam kandih tu

-          Nah iko presesi nan mamakan wakatu, cando istilah jadul “ co manantian pangek ka tuua” istilah untuak urang nan basilambek kalo karajo J

-          Kok lah kampuah sadoe.. nah tingga di ambiak nasi angek laih..

-          Bakatintamlah laih hehe

Bakatintamlah ..oke de tam..tam..tam bakatintam..istilah baru bagi saya, padanannya gaya kita ketika makan pangek Itiak dengan nasi panas adalah cepak cepong, cantuang cantang sipak sintuang..ahhh..ajib tenan baibehhhh

 

Tips : Manggiliang lado harus diterakhiran sabalun acara manumih , trus manggiliangnyo langsuang bacampuan jo sado siso langkok jo bawang2 td dan paliang penting harus dicampua jo kemiri bia ndak mauang jo fresh rononyo.

Terbukti harus ada tips special jika menghadirkan Pangek Itiak Kota Gadang dengan rasa khas dan unik berselera penuh sentuhan manual dan tradisional yang dalam. NDAK MAUNG..ini sangat berbahaya mencemari semua proses kerja yang cukup rumit dan lama, tapi ketika hasil yang didapat MAUANG…yang didapat hanya capek kerja tanpa hasil, jikapun kita memaksa diri memakannya agar terhindar dari perbuatan mubazir, tapi cita rasanya telah MELESET, yah sudah coba dan coba terus sehingga dengan pengalaman yang panjang anda akan mendapatkan “slah” yang tepat menghadirkan Pusaka Kuliner Ranah Minang yang khas dan unik ini, sehingga bagi anda  kaum perempuan yang juga berperan sebagai Ibu Rumah Tangga semoga suami anda semakin cinta dan sayang. Jika anda pintar memasak suami anda masih saja berselingkuh, sungguh suami anda seorang laki-laki yang kurang ajar dan terkutuk ha,,ha,,ha. Jika anda Laki-laki  seorang Bapak Rumah tangga jago memasak pusaka kuliner ini…ahhh..memang anda seorang LELAKI YANG SANGAT ISTIMEWA…salut.

 

Salamaik manciboan

Tapi pasan ambo ka Uni Hanifah ciek, kok ka manciboan uni, sehat an banalah badan dulu..atau minta bantuan Yayangnyo hehe..

Cieklaih pasan ambo untuak nan bakolesterol tinggi, hipertensi sarancaknyo mandaguik sen dulu..kok nak mancubo kicoklah setek kinconyo sae..hehe dan semoga lakeh siaik baliak..

 

Wassalam

Rina, 32, batam

 

Dari uraian diatas apaboleh buat Ranah kita yang kaya dengan Pusaka Kuliner yang khas dan Unik salah satunya “PABGEK ITIAK KOTO GADANG” jika ingin mendapatkan rasa yang bercita rasa yang khas dan unik memang harus dibuat dengan serba sentuhan manual dan cara-cara yang tradisional, sejarahnya memang begitu ketika Tetuo, ninik-ninik kita jaman dulu kala dimana kehidupan  jauh dari perilaku serba instant dan peralatan memasak serba modern seperti jaman sekarang. Nah jika  SEJARAH ITU BERULANG,,,sebaiknya ulanglah cara membuat Pangek Itiak ini sebagaimana orang tua kita membuatnya.

 

Tapi jika anda tidak bisa melakukan serba manual dijaman sekarang yang bergerak cepat, instant dan segala peralatan memasak yang modern serta serba praktis, tidak masalah intinya memang diperlukan “lakek tangan”. Ini bukan membuat Mie Gelas, buka bungkusnya, masukan dalam elas, seduh dengan air panas, taburkan bumbu instant ..selesai dan siap disantap.

 

Selamat mencoba memasak pusaka kuliner ranah minang yang unik dan khas ini.

***

Saya memang menyenangi dan mengamati pusaka kuliner ranah kita yang kelezatan, cita rasanya yang tinggi serta kepopulerannya di Nusantara tidak perlu diragukan lagi. Menurut saya dijaman yang serba bergerak cepat,  dalam tatanan social kehidupan selalu menginginkan serba praktis dan instant (jadi pemimpin dan politikus saja banyakan yang serba instant  sekarang kan ?), tapi lain dengan selera kecendurungan sekarang terutama kaum menengah keatas ingin merasakan cita rasa masakan  dengan sentuhan tradisional yang dalam, ini ditandai dengan maraknya usaha.bisnis kuliner dengan cita rasa atau pusaka kuliner yang khas dan unik  contohnya RM Bumbu Desa dan lain sebagainya dengan “trade mark” istilahnya “selera Ndeso”

Ini mungkin sebuah peluang bagi orang minang yang bernaluri bisnis (dagang) untuk membuka usaha rumah makan seperti “Bumbu Desa” tersebut, nilai tambahnya sambil berbinis (cari untung) tentunya ikut melestarikan pusaka kuliner ranang minang. Saya mungkin pernah bercerita di palanta ini, pingin rasanya saya mendata semua pusaka kuliner unik dan khas ranah Minang dengan berpetualangan kekampung-kampung atau kantong-kantong desa-desa di ranah yang mempunyai masakan dan minuman yang khas dan unik.

Tapi paling tidak saya sudah memulai dikampung saya salah satunya  masakan Mak Tuo saya yang jago memasak diantaranya RANDANG BALUIK dan aneka samba lado yang boleh dikatakan sangat TOTOK tapi mmm..membangkitkan selera makan. Rendang belut ini saya catat bumbu, bahan dan cara membuatnya  dan tips-tips khusus jika ada, lalu diuraikan dalam bentuk tulisan setiap proses membuatnya, juga diceritakan sejarahnya, tradisinya jika ada, lalu tentang bumbu kunci misalnya daun surian..tanaman apa itu, dimana tumbuh, jenis atau spesies apa, apa nama botanicalnya.

Tentunya tidak lupa difoto, baik setiap bumbu-bumbu dan bahan rendang belut ini, proses mengolah dan memasaknya maupun setelah jadi, ini sangat penting jika merujuk sebuah ungkapan dalam seni pothography “sebuah foto akan berbicara ribuan kata, bahkan jutaan kata”. Intinya ide saya akan membuat buku resep makanan pusaka kuliner ranah minang sedikit tampil beda dari kebanyakan buku-buku resep yang beredar. Berat memang melakukan jika mengingat kaki, tangan dan fikiran saya masih terikat dan bekerja disebuah perusahaan dan apa lagi butuh biaya untuk melakukan riset yang cukup memakan waktu pergi dari suatu desa ke desa di ranah minang. Mulai sepanjang pesisir pantai ranah minang sampai kedaerah pegunungan serta kantong-kantong adat, budaya Minang yang berakar berurat dalam seni kulinernya, apalagi jika masakan tersebut khas, unik dan hanya terdapat di daerah tersebut (orisinil)

Salam-Jepe

Pku/ 8-3-09

 

 

 

 

 

 



Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain!

jupardi andi

unread,
Mar 8, 2009, 5:21:27 AM3/8/09
to rantaunet rantaunet

Ulang kirim liak sanak tadi  rapek bana susah mambedakan maa postingan rina jo ambo, nah nan iko baru agak ado perbedaan nan ambo bold dan huruf miriang postingan atau komentar ambo

--------wass Jepe


APRESSIASI "PANGEK ITIAK KOTO GADANG" SEBUAH PUSAKA KULINER RANAH MINANG

“Atau ayam” sebaiknya dibuang saja, pusaka kuliner kita judulnya “PANGEK ITIAK KOTO GADANG”…ayam diharap menyingkir, boleh lah berlega hati ayam wira wiri dipekarangan karena jauh dari pisau keleher, itik di sawah siap-siap lehernya diadu dengan pisau



Pamer gaya dengan skin baru yang keren.
Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru sekarang!

rinapermadi

unread,
Mar 8, 2009, 9:27:22 AM3/8/09
to Rant...@googlegroups.com

Alhamdulillahirrabbil’alamin..

 

Tarimo kasih banyak Da dek lah kanai lakek tangan Uda, resep biaso nan Rinapun kurang pede nak ka mambagian jadi tulisan yang lamak bana kalo dibaco .. batua2 kalo nan namonyo seni ko mambuek dunia wak ko ado bapelangi..indah..

 

Tulisan resep sen bisa jadi tulisan nan lamak untuak dinikmati..

 

Salut deh pokoke.

 

Batua baa kecek Uda Jepe tu, jikok mama ambo nan mambuek pangek ko, yo bana bakaringek.. tambuah2 i…

Nan ambo pun salamo diajai dulu tun, yo latiah lo mandangakan tips2 nan panjang lebaaaa koha..

Baa dek indak du ha, manggiliang lado sen tuha, antah bara kalimat nan kalua dari muluik Mama ambo..  giliang jan tagasa bana caruahan dulu.. samo2 caruah..jan acok naa manokok2 lado tun mauang no, paik sen kuduh.. jan mode ko jan mode tu, bikoan nah, mode ko mode tu..antahlah..nan awak diaja mah tun patuah sen dulu.. kondak bakalan tambah topic wejangan mah….hehe

 

Btw, mudah2an ado gunonyo untuak manolah dunsanak kito dimapun rantaunyo..

 

 

Wassalam

Rina, 32, batam

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages