KAMI TUNGGU DI SULIT AIR
GULAI HITAM
Oleh : Jepe
Sekitar pukul 8 kami telah sampai di rumah kediaman Da Rainal dan Uni Yul, kami disambut hangat penuh keramahan dan senyum diberanda rumah kediamannya di Sulit Air, nampak sekali tuan rumah sudah dari tadi menunggu kami, itu ditandai di meja makan telah tertata rapi hidangan santap malam. Ni Yul istri tercinta Da Rainal membuka pembicaraan penuh senyum dan canda dengan logat Sulit Air yang kental, kosa kata “berlogat kampung” ini meluncur deras dari mulut Ni Yul, sebut saja torang, joleh, olah, jonjang, joriang, dogiang, lotiah, ponek dan lain sebagainya, Begitu juga dengan Da Rainal yang tak kalah fasihnya berbicara dengan logat kampung Sulit Air.
Bahasa kampung Sulit Air tidak ada bedanya jika saya simak dengan bahasa kampung saya kenagarian Tanjung Barulak-Tanah datar begitu juga dengan logat bicara orang kampung istri sayaLubuak Jantan- Lintau Buo, tapi ada satu kosa kata yang dilemparkan oleh Ni Yul dan itu baru saya dengar dan jika tidak dijelaskan Ni Yul maka saya tidak paham akan maksud kata tersebut. kosa kata bahasa kampung Sulit Air tersebut adalah Gonyek.
Anda tahu Gonyek, saya sudah tahu artinya terlalu panjang saya ceritakan, sementara lirikan mata saya “begitu nakal” melihat gulai hitam yang terhidang dimeja makan jadi sebaiknya tidak usah dibahas arti kata Gonyek ini, jika anda penasaran silahkan tanya pada Ni Yul atau Da Rainal apa arti Gonyek ini. Setelah kami melepas lelah sejenak duduk dikursi tamu beranda rumah Da Rainal yang berarsitektur “Rumah Bagonjong” penuh dengan ukiran khas rumah gadang Minangkabau dari kayu-kayu berkualitas, Uni Yul mulai “memecah kebuntuan” pertanyaan yang selalu hadir di hati saya yaitu “Kapan makan nih, nggak sabaran pengen nyicipi gulai hitam” dan itu terjawab sudah ketika tuan rumah mempersilahkan kami makan.
Opss..tunggu dulu ibarat “check in” dihotel, di ruang lobi atau resepsionis biasanya disambut dengan “welcome drink”, sebelum makan Ni Yul telah menyediakan “Welcome drink” yang special buat kami yaitu sate Sulit Air, (walah tertunda deh nyicipi Gulai Hitamnya)
“Nah silahkan cobain “welcome drink” dari kami, sate Sulit Air, jangan banyak-banyak cukup tiga tusuk daging saja ya, ntar kita mau makan malam” Ni Yul menyodorkan kepada kami sepiring kecil sate yang telah dikuahi.
Mmm..rasanya kuahnya begitu lembut dengan sedikit pedas menggigit ditingkahi gurihnya taburan bawang goreng, daging satenya empuk dan renyah, sate Sulit Air ini saya pikir tidak ada bedanya baik dari segi penampilan, rasa serta warna kuahnya dengan sate yang cukup terkenal dari nagari di Kapupaten 50 Kota yaitu Sate Danguang-Danguang.Dari ruang tamu selesai menyicipi sate kami bergerak ke meja makan diruang tengah. Sambil berdiri kami menyapu pandangan kesetiap inchi meja makan dimana hidangan dalam piring, tadah dan cambung tertata. Waw…semua hidangan begitu menggoda apalagi perut kami telah memberontak lapar.
Dimeja makan menu yang dihadirkan buat kami oleh tuan rumah tentunya yang paling special adalah sebuah pusaka kuliner Nagari Sulit Air dan itu adalah Gulai Hitam, sambil menyendok nasi Uni Yul menjelaskan pada kami apa dan bagaimana gulai hitam ini.Saya tidak sabaran, sedikit diujung sendok saya mencicipi kuah/dedak gulai hitam ini, rasanya sangat unik dan khas dengan sentuhan pedas yang pas. Uni Yul menjelaskan sejatinya gulai hitam ini pedas menggigit yang didapat dari rasa pedas cabe rawit (lado kutu) dan merica, tapi malam itu gulai hitam yang dibuat Ni Yul pedasnya normal saja. Gulai hitam ini sangat kaya bumbu, sedang warna hitam tersebut dan sekaligus sebagai bumbu kunci adalah sejenis tumbuhan perdu yang terdapat disemak-semak sekitar sawah atau ladang dikenal dengan nama Buah Galundi, ukurannya sebesar butiran ketumbar.
Butiran buah galundi inilah yang membuat gulai tersebut hitam pekat setelah butiran buah galundi ini digiling sehalus mungkin berbentuk tepung (powder) lalu diaduk dengan bumbu-bumbu yang lainnya. Ni Yul biasanya jika memasak gulai hitam khusus untuk buah galundi, dia menggunakan tepung galundi yang siap dimasak dan banyak dijual setiap hari pekan di pasar nagari Sulik Air, jadi tidak perlu repot lagi mencari buah tersebut kesawah-sawah lalu menggilingnya sehalus mungkin.Malam itu tersedia gulai hitam dua versi yang pertama Gulai Hitam Ayam, sedang yang satu lagi karena Da Rainal tidak memakan daging ayam maka Ni Yul memasak Gulai Hitam dengan campuran ikan teri (bada) dirancah dengan joriang.
Gulai Hitam yang selama ini saya hanya bisa membayangkan apa dan bagaimananya, akhirnya di rumah Da Rainal saya (kami) bisa menikmatinya., nasi kami ketika disendok berwarna putih berubah menjadi warna hitam akibat bumbu/dedak Gulai Hitam Ayam, nah ini dia rasanya kurang afdol jika tidak dibarengi dengan goreng joriang balado yang pipih dan empuk memakan nasi dengan gulai hitam.
“Ayo jepe jangan malu-malu…cobain tuh goreang joriang baladonyo, nah ini ada anyang bungo kaliki sulik aia, didalam cambung sebelah nasi ini Gulai Lombuik” Da Rainal menyapa saya ketika akan mengambil menu yang terhidang dimeja.
Gulai Lombuik ? dalam sebuah cambung berukuran besar dengan kuah santan encer terdapat potongan daging sapi, setelah saya coba begitu lembutnya daging sapi yang sedikit berlemak bening ini, Da Rainal menjelaskan mungkin hampir sama dengan Gulai Gajebo tapi Gulai Lombuik Sulik Air kuah santannya encer saja dengan warna kuning keruh, berbeda sedikit dengan gulai gajebo dengan kuah agak kemerahan, sementara dipojok meja tersedia juga kerupuk irisan ubi yang digoreng dengan sentuhan tipis cabe giling. Kami sangat menikmati hidangan santap malam yang disediakan oleh tuan rumah Gulai Hitam, Gulai Lombuik, Rendang, Keripik Ubi Balado, Anyang bungo kaliki, Timun yang dipotong melingkar dengan taburan bawang mentah (acar)
Paripurna sudah makan malam kami yang penuh sensasi ini dengan hadirnya Gulai Hitam sebuah pusaka kuliner Nagari Sulit Air dengan rasa yang khas, unik dan eksotis terlalu susah saya menceritakan bagaimana rasanya cukup “complicated” dan kaya bumbu, jika anda berminat untuk mencoba memasaknya silahkan tanya pada Ni Yul via Da Rainal. Kami hanya bisa tersandar dikursi tamu larut dengan pikiran masing-masing karena begitu nikmatnya makan malam sambil menikmati sentuhan pisang raja yang lembut hasil kebun Ni Yul (Pisang rajo hasil taranak surang ko jepe. Sapa Ni Yul), sayup-sayup dibalik beranda ruang tamu Da Rainal terdengar..Hep..tah..hep..tah..hep tah..bersahut-sahutan
“Randai telah dimulai Jepe, siap-siap kita kebawah untuk menyaksikannya” Da Rainal menyapa saya yang lagi terdiam dibangku tamu
PS : Da Rainal lewakanlah resep, bumbu dan caro mamasak Gulai Hitam buatan Uni Yul tu ka Palanta RN, banyak nan Batanyo ka ambo baa caro mambueknyo, ibu-ibu di RN sarupo si Rina di Batam lah gata-gata tangannyo ingin mancubo mambueknyo..

Gulai Hitam sebuah pusaka kuliner Nagari Sulik Air, sebelah kanan Gulai Hitam Ayam, sebelah kiri Gulai Hitam bada jo joriang, iyo sabana pakek hitamnya dek buah galundi

Pak Emi serius mendengarkan penjelasan Da Rainal dan Ni Yul apa dan bagaimana Gulai Hitam

Laper masih aja ya..berpoto ria…ahaaa., .senyum berfoto ketika
Perut laperrrr..teteeppppp..didalam piring ada tuh Anyang bungo Kaliki,
Dalam cambuang Gulai Dagiang Lombuik, sampingnya goreng jariang balado
lembut, tipis dan renyah..mantabbb..behhh..

Ini dia bumbu kunci Gulai Hitam dan yang membuat gulai ini berwarna
Hitam pekat yaitu Galundi dalam bentuk serbuk/tepung, banyak dijual
Dipekan-pekan kanagarian Sulit Air.

Da Rainal, Uni Yul Rainal, Bu Emi dan Pak Emi berfoto didepan rumah
Kediaman Da Rainal dikampung halaman Sulit Air, Rumah berasitektur
Rumah Gadang/bagonjong penuh dengan ukiran khas dengan kayu berkualitas
Seperti Banio dan Surian, dipesan khusus oleh Da Rainal pada pengrajin ukir Pandai Sikek

Ha iko ambo bana…”Buah cubadak tumbuah diladang, dijuluak jo ampu kaki
Oiii Jepe jaan tagak dijanjang, bukak sipatu,,naiklah ka ateh rumah gadang..he..he..he
MENYAKSIKAN RANDAI
Bersambung……..
Mantap Uda Jepe carito plus Photo iyo taraso langkok jadinyo., Kalu Carito Uda ko dikumpuakan alah jadi bajilid Buku ko mah
Taruih manulih Uda, manjadi Sumangaik kito nan mudo
DYEK
Kunjungi Grup di FB “RAMPAK PENULIS MINANGKABAU”
-----Original Message-----
From: Rant...@googlegroups.com
[mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf
Of Jupardi
Sent: Wednesday, March 25, 2009
4:07 PM
To: Rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] GULAI
HITAM......... by : Jepe
KAMI TUNGGU DI SULIT AIR
GULAI HITAM
Oleh : Jepe
Sekitar pukul 8 kami telah sampai di rumah kediaman Da Rainal dan Uni Yul, kami disambut hangat penuh keramahan dan senyum diberanda rumah kediamannya di Sulit Air, nampak sekali tuan rumah sudah dari tadi menunggu kami, itu ditandai di meja makan telah tertata rapi hidangan santap malam. Ni Yul istri tercinta Da Rainal membuka pembicaraan penuh senyum dan canda dengan logat Sulit Air yang kental, kosa kata “berlogat kampung” ini meluncur deras dari mulut Ni Yul, sebut saja torang, joleh, olah, jonjang, joriang, dogiang, lotiah, ponek dan lain sebagainya, Begitu juga dengan Da Rainal yang tak kalah fasihnya berbicara dengan logat kampung Sulit Air.
Bahasa kampung Sulit Air tidak ada bedanya jika saya simak dengan bahasa kampung saya kenagarian Tanjung Barulak-Tanah datar begitu juga dengan logat bicara orang kampung istri sayaLubuak Jantan- Lintau Buo, tapi ada satu kosa kata yang dilemparkan oleh Ni Yul dan itu baru saya dengar dan jika tidak dijelaskan Ni Yul maka saya tidak paham akan maksud kata tersebut. kosa kata bahasa kampung Sulit Air tersebut adalah Gonyek.
--------------dikudung
Hehehehe..
Tau bana Uda Jepe ko… yo dari tulisan partamo tadi pagi.. yoo lah ndak tatahan ambo nio mancaliak baa lo kolah resep gulai hitam ko??
Eeee kironyo potonyo se nyoh..jo ota sindaoo Uda ko…hehehe…..
Lah ambo cari2 di mak google tanaman galundi ko, ndak basobok do.. antah kok lai adolo di parak dibatamko cek awak..rencana ka awak kisai parak2 nan ado disiko ko.. kironyo ndak lo ado doh.
Btw, Pak Rainal.. tolonglah bisiak an ka Ibuk wak tu du.. ado nan harok bana dibagi resep liau plus tips2 nyo..ambo yakin pasti ado tips2 rahasianyo..
Wassalam
Rina, 32, batam
Mokasih infonyo di FB satantang nan dibawah ko
ambopun suko jo episode Buyuang Koboi nan DYEK tulis/cilotehkan
dengan setingan masalah2 yang aktual nan tajadi tapi disampaikan jo
suasana nan lain
bahaso ibu ala Bukik Tingginyo manyalinok bana...khas
Kok lai buliah bakandak caritokanlah...Caleg nan ka stress lapeh pamilu di BK 14
pai...ka Surau...indak ka RSJ lai..iko batua2 realita iduik mah kini
sarupo nan dicaritokan Pak Emi ka ambo
pokoknyo dek ambo..apo nan taraso tulih sajo, bekolah ambo
pikiakan...tulisan tu sacaro teknis kalua pakem baa manulis jo kaidah
tata bahasa yang benar
agak aneh bagi ambo dalam manulih..samakin kalua dari "pakem" mnulih
sacaro teknis samakin suko ambo..he..he..he..padia sajolah nan
pantiang manulih ko samacam terapi juo mah bagi kito2 nan sibuk maasoi
dapua jo profesi masiang2
Salam Erat
Jepe
Pada tanggal 25/03/09, Dedy Yusmen <de...@pertamina.com> menulis:
Alhamdulillah lai alun "bulek" ambo lai doh.. masih ramping juo baruh..kato Mas ambo...
Wassalam'
Rina, 32, batam
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Maaf lho Bu Rina Permadi, atas mungkin kesalahan ketik saya.
Adapun maksud saya dengan BuLek/Buk Lek itu adalah Ibu Cilik, yg biasa dipanggil kan kepada saudara dari Ibu, yg Tante atau Etek dlm bahasa Minangnya.
Saya pernah mendengar, beberapa ibu2 orang minang yag bersuamikan non Minang, beliau2 yang sama dipanggil simpang siur Mak Tuo, BuDe (Ibu Gede), BuLek (Ibu Cilik, bukan bulat bhs Minang, atau bahasa Batak Uda itu paman, bahasa Minang itu Abang.
Mana lah mungkin saya bermaksud menyindir kearah berat badan seorang wanita, apalagi wanita yg masih muda seperti Bu Rina Permadi.
Lagian Ibu Rina Permadi sangat saya respekti sekali, malahan Ibu Permadi telah pernah mengizinkankan saya singgah ke rumah Ibu Permadi, seandainya saya berada di Batam. Itupun saya yang mengundang diri sendiri, analog gaya Pak JePe yang mengundangkan diri dengan dalih GULAI HITAM dari permaisurinya Pak Rainal Rais.
Dengan senda gurau, ber-Minang2 antara saya dan Pak JePe via Rantau Net. Akhirnya pak Jepe telah terutang kepada saya 2 Gelas Kopi (Kirk Douglas).
Artinya secara tak langsung saya mengundangkan diri saya, dengan cara yang mungkin sedikit progresiv supaya bertemu muka bersilaturrahim sekiranya saya sempat kerumah beliau.
Confusius berkata, sejuta teman itu sedikit sekali, tetapi satu lawan/musuh itu sudah banyak sekali.
Saya sebagai anak orang minang lahir dirantau dan lebih jauh lagi merantau, sudah tentunya mempunyai........ setidaknya ethika standard Islam dan Eropa yang minimal, walaupun mungkin TARATIK Minang-Kabau mungkin2 saja kurang standarisasinya.
Biasanya perantau itu, mempunyai sifat2 integritas/assimilasi yang mendarah daging, kononpula orang Minang.
Selain itu, salah satu etika Eropa barat yang paling saya senangin adalah memberi kompliment, khususnya kpd kaum wanita. Seperti kata2 orang pandai German, Paracelsus dosis itu lah yang menentukan apa saja racun atau tidaknya.
Sudah dengan tentunya tidaklah elok memberi kompliment sehingga over-dosis, selain itu daya tahan sipenerima kompliment juga harus diperhatikan.
Memberi kompliment janganlah diartikan dengan GENIT.
Di Eropa barat ini, paling pantang menanyakan umur/berat badan seorang wanita, biasanya malah sekiranya kaum adam yg ditanyakan, malahan beliau wajib menjawab dengan meminimalkan/mereduksi dari kenyataan yang ada.
Saya sendiri senang membaca tulisan Bu Rina Permadi, terutama tentang Resep Kuliner, karena saya juga bisa masak sedikit2, ibunya anak2 saya satu dari hobbiesnya adalah masak. Tambahan lagi beliau tahu bahwa alm. ibu saya orang Minang-Kabau yang tamatan sekolah kepandaian putri waktu jaman Belanda dulu, serta bagaimana masak memasak kaum ibu orang Minang segenerasinya.
Terkadang istri saya minta saya menerjemahkan sepatah dua kata yang kurang dimengerti olehnya, baik dari resep kuliner Bu Rina/Pak JePe/RN, ataupun buku2 kuliner yg berbahasa Indonesia lainnya.
Kami disini, makan se-hari2 seperti orang indonesia, nasi terus dengan lauk pauk ala Asia/Indonesia/Minang yang dimodifikasi/adaptasi dengan bumbu yang ada sedemikian rupa, sehingga mendekati orisinilnya. Kami semua fan Petai/Pete
Anak2 kami biarpun keduanya lelaki, meraka bisa/belajar memasak, disini anak2 dididik sepagi mungkin mandiri, tentu saja kami kombinasikan kultur Eastern dan Western yang terbaik menurut pandangan kami berdua.
Malahan yang tertua bisa memasak sate padang, terbaik diantara kami berempat.
Tentu saja dibanding dengan yang aslinya diIndonesia beda jauh, kononpula pembandingnya RASAN TANGAN Bu Permadi atau Pak JePe tentu kontrast sekali rasanya.
Sekianlah dulu, sedikit obrolan disamping mohon maaf atas kesalah pahaman/ketik serta kechilafan dari pihak saya ke Ibu Rina Permadi yth.
Wassalam,
Muljadi,
BTW, suami Ibu Rina kalau saya tak lupa, beliau suku Jawa kan? Tolong ditanyakan apa arti BuLek (Ibu Cilek), mungkin2 saja beliau masih ingat apa artinya.
-------- Original-Nachricht --------
> Datum: Thu, 26 Mar 2009 06:01:34 +0700
> Von: "rinapermadi" <rinap...@gmail.com>
> An: Rant...@googlegroups.com
> Betreff: [R@ntau-Net] Re: GULAI HITAM......... by : Jepe
>
--
MIKO
Sent from MIXBerryR powered by XL
> -----Original Message-----
> From: Rant...@googlegroups.com
> [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of raina...@yahoo.com
> Sent: 26 Maret 2009 10:52
> To: Rant...@googlegroups.com
> Subject: [R@ntau-Net] Re: GULAI HITAM......... by : Jepe
>
> Nina...domisili lai di jakarta..?nanti diundang dusanak2 RN
> utk makan gulai hitam dirumah kami..dicari waktu yg
> tepat...wass Rainal Rais jkt
>
> Powered by Telkomsel BlackBerryR
Bersyukurlah dunsanak nan tingga jakek Pejaten .... bisa langsuang balari
kasinan....
Wassalam,
HM Dt.MB
> Miko..kebetulan lai ado gulai hitam..datanglah ditunggu kiniko..dicubo
> pulo keterampilan Miko...wass..Rainal Rais ..
> Powered by Telkomsel BlackBerryŽ
____________ _________ _________ _________ _________ _________ _________
Confidentiality Notice: The information in this document and attachments
is confidential and may also be legally privileged. It is intended only
for the use of the named recipient.
Internet communications are not secure and therefore PT. Pupuk
Sriwidjaja does not accept legal responsibility for the contents of this
message.
If you are not the intended recipient, please notify us immediately and
then delete this document. Do not disclose the contents of this document
to any other person, nor take any copies.
Violation of this notice may be unlawful.
____________ _________ _________ _________ _________ _________ _________
--- On Thu, 3/26/09, mul...@pusri.co.id <mul...@pusri.co.id> wrote: |
From: mul...@pusri.co.id <mul...@pusri.co.id> |
Kandak buliah ...pintak balaku nampak nyo ko Miko.... aa juo lai .... |
--------------------- |
Wassalam,
HM Dt.MB (hampia 52 tahun)
Rang Sulik Aie di tapian sungai Musi
http://mulyadisulita.wordpress.com
> Ambo ikuik Da Rainal. Tulisan si Jepe mambuek kami bingik, ingin diundang
> pulo
> ka Sulik Aie.
>
> ajoduta/62/usa
>
> 2009/3/25 <raina...@yahoo.com>
>
>> Nina...domisili lai di jakarta..?nanti diundang dusanak2 RN utk makan
>> gulai
>> hitam dirumah kami..dicari waktu yg tepat...wass Rainal Rais jkt
>>
>> Powered by Telkomsel BlackBerryŽ
>>
>> ------------------------------
>> *From*: nina karmilawati
>> *Date*: Wed, 25 Mar 2009 20:48:03 -0700 (PDT)
>> *To*: <Rant...@googlegroups.com>
>> *Subject*: [R@ntau-Net] Re: GULAI HITAM......... by : Jepe
>>
>> Tarimo kasih Pak Rainal atas resep GULAI HITAMNYO, cuma galundi ko yoo
>> indak tantu doh, kalo baitu ditunggu Pak Gulai Hitamnyo di Jakarta. he
>> he
>> he.
>>
>> Kapado uda Jepe tarimo kasih atas foto gulai hitam nyo jo goreng
>> jariang,
>> onde saban titiak salero mancaliaknyoo, nyam-nyam tambuah ciek!
>>
>> wassalam
>> Nina, 30 Jkt
>>
>> --------------------------------
> Wassalaamu'alaikum
> ajoduta/61/usa
Pak Rainal,
Satuju ambo jo postiangan Ajo Duta. Baa kok Sanak Jepe sajo nan baundang ka Suliak Aieh? Baanak kanduang baanak tirih mah...
.Wassalam,
Suryadi --- Pada Jum, 27/3/09, ajo duta <ajoduta@gmail..com> menulis: |
|
Pak Rainal,
Satuju ambo jo postiangan Ajo Duta. Baa kok Sanak Jepe sajo nan baundang ka Suliak Aieh? Baanak kanduang baanak tirih mah...
.Wassalam,
Suryadi
--- Pada Jum, 27/3/09, ajo duta <ajoduta@gmail..com> menulis: |
|
|
|
Alhamdulillah.. dapek juo…
Uni Yul yang rina hormati…(ahaa.. bauni?? Hehe)
Rina lah cubo kisai pasa di siko kapatang, tapi ndak ado nan banamo bumbu sulik aia do.. jadi rina cari alternative ka inang2 panjua bumbu jo sayua jo bungo dari medan..
Malah rina diagiah mode galundi ko tapi ndak amonyo lain..Mandalima namonyo..masih segar..agak ijau2 kahitam2an..
Tapi rina disuruahnyo mambuek sambalado jo mandalima ko..
Saganggam lado kutu, 5 buah bawang merah jo mandalima ko sajumpuik digiliang haluih trus diparehan asam Sunday 2 buah
Wuiii..badacak Uni…batambuah2 mas makan..nan rina kapadehan..sabana padeh
Kawan makannyo, bisa jo goring ayam, ikan baka ataupun tempe tahu goring.. masuak se.. asalkan n
Nan mandalima ko baunnyo mode kulik asam kapeh, bulek ketek2.. samo naa jo yang dipoto Da Riri tu..
Apoko samo mandalima ko jo galundi? Antahlah.. mungkin BUya HMA bisa maagiah pancerahan..cando daulu liau maagiah tau tentang sambal tuk tuk..
Salam Hangat,
Wassalam
Adinda Rina, 32 , batam
Saya tujukan tulisan ini ke Pak Mulyadi sekeluarga di Jerman yang saya
hormati...
Saya juga suka menyimak tulisan2 Pak Mul, yang kadang menggelitik dan
menyiratkan tanya..
Jadi dengan tidak adanya maksud2 tertentu.. saya mencoba ber eksperimen
Saya coba untuk tidak nyambung hehe
Sekali lagi TIDAK MEnayambung dari topic...
Nah, ternyata ketidak nyambuangan saya ini menghasilkan tulisan dari Pak Mul
yang lumayan panjang lebar dan sedikit banyak keingin tahuan saya ttg pak
Mul jadi sedikit2 terkuak..
Aha.. ini dia? Karena kito samo2 rang kiktenggi nan marantau...jadi banyak
nan mampatauik tauik an.
Kalo buliah ambo tau? Mamanyo Pak Mul apoko dulu sekolah di kursus Srikandi?
Trus th bara?
Sakitu sen dulu Pak Mul
Salam hangat untuak keluarga besar di Juruman
Banyak maaf....
Wassalam
Rina, 32, batam
Btw, Pak Mul..sense of humornya kok anjlok?? Padahal saya menanggapi dulu tu
sambia senyum2 hehehe sabalun marencanakan untuak mamapeh di lauik patang
harinyo..