Bls: [R@ntau-Net] Re: Innalillahi, bapak H. Napilus

36 views
Skip to first unread message

Andi Rasad

unread,
Sep 20, 2008, 10:03:09 AM9/20/08
to Rant...@googlegroups.com
selain pada milis ini, dibuka thread untuk mengucapkan belasungkawa atas berpulangnya bapanda kita bapak H. Napilus bin Udin.
Silahkan sampaikan rasa duka dan belasungkawa dunsanak sapalanta di

http://www.west-sumatra.com/index.php?option=com_fireboard&Itemid=78&func=view&catid=49&id=1375#1375

terimakasih dan salam
andirasad



> Inna lillahi, wa inna ilaihi rojiuun. 
>
> Ikut berdukacita yg sedalam2nya atas berpulangnya bpk H.
> Napilus, pkl 02:20 Sabtu 20 Sep di RS Persahabatan,
>
> Ayahanda dari Yulnofrins Napilus (Founder West-Sumatra.com,
> Sekjen MPKAS dan Alumni SMA 1 Bukittinggi '79/80).
>
> Jenazah disemayamkan di Bona Indah Blok A5 No.13 Lebak Bulus
> sebelum dimakamkan di Tanah Kusir siang ini.
>
> Wass
>
> ET Hadi Saputra,
>
> a.n.
> West-Sumatra.com,
> Pengurus IASMA 1 Bkt,
> dan Wakil sekjen MPKAS, Masyarakat Peduli Kereta Api Sumatra
Barat.




Nama baru untuk Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!

Nofiardi

unread,
Sep 20, 2008, 11:09:51 PM9/20/08
to Rant...@googlegroups.com

Menelusuri Jejak Ulama Inyiak Parabek, Kitab Bermazhab Syafi’i Tapi Bukan NU

 

Minggu, 21 September 2008

 

Nama besar Sumatera Thawalib Parabek sudah dikenal sejak lama. Bukan saja di Indonesia, tetapi sampai ke luar negeri. Sekolah ini telah melahirkan tokoh-tokoh ternama, sebut saja Adam Malik (Wakil Presiden RI), Buya HAMKA (Ketua MUI), Buya Dt. Palimo Kayo (Ketua MUI Sumbar), Buya Yunan Nasution (DDI), 

KH. Ghafar Ismail (Ulama Pekalongan), A. Kamal SH (mantan Walikota Bukittinggi), Misbah Malim, LC M.A. (DDI Pusat) dan banyak lagi yang lainnya. Pelajar Sumatera Thawalib berasal dari berbagai daerah di Sumatera (Riau, Jambi, Palembang, Medan, Aceh). Mereka datang untuk mendalami kitab kuning yang menjadi spesialisi dari Inyiak Parabek.

Khususnya tata cara penetapan hukum berdasarkan Al quran dan hadist Rasulllah SAW atau yang dikenal dengan istinbat. Dulunya, para ulama punya spesialisasi ilmu tersendiri. Inyiak Canduang fasih dalam masalah fiqih, ushul fikih di Parabek, spesialis bahasa di Padangpanjang. Antara Inyiak Parabek dengan Inyiak Padangpanjang merupakan kawan seperguruan di Mekah, bersama Syech Ahmad Khatib, urang awak asal Batutaba yang menjadi Imam besar di Masjidil Haram.

Ketika kembali ke Minangkabau, Inyiak Parabek mendirikan Sumatera Thawalib di Parabek, Inyiak Karim Amarullah (orangtua Buya Hamka) mendirikan Thawalib di Padangpanjang. Berdirinya Madrasah tahun 1910 dimulai dengan halaqah di Parabek.  Lama pendidikannya variatif bahkan ada yang mencapai 11 tahun. Namun sejak tahun 1980 sampai sekarang menjadi 6 tahun. Bedanya, sekarang ada pendidikan Takhashus. Jadi murid Parabek yang telah tamat tapi merasa belum puas dengan ilmunya bisa menambah pendidikan non formal.

Ada yang menarik dari Madrasah Thawalib Parabek. Menurut Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek, Buya Deswandi, sekalipun Thawalib lebih banyak menggunakan kitab bermazhab Syafei tetapi posisinya netral (tidak Muhammadiyah, bukan pula NU). Syekh Ibrahim Musa selalu menekankan prinsip “pelajari semua, amalkan satu”. Ciri khas lainnya lebih menitikberatkan pada ilmu alat (Nahu, Sharaf, ushul fiqh, balaghah). Jadi mengkaji agama dengan memakai alat.

“Orang sekarang terlalu berani menafsirkan Alquran. Seringkali hanya berbekal sedikit bahasa Arab lantas menafsirkan Alquran. Padahal, untuk menterjemahkan Alquran harus menguasai bahasa, sastra dan ilmu balaghah. Kalau tidak demikian, bisa sesat. Dulunya sangat ditekankan, selesai dulu ilmu alat, baru bisa berfatwa,” jelas Deswandi. Untuk menjaga kelanjutan perguruan, Sumatera Thawalib menerapkan disiplin ketat. Semua guru Parabek adalah guru tetap dan dilarang melamar menjadi PNS. Pokoknya tidak boleh ada guru sambilan. Ini sangat prinsipil karena orang memasukkan anaknya ke Parabek untuk sebuah pencapaian masa depan yang lebih baik.

Sample Image Kampus Perguruan Thawalib Parabek yang didirikan Inyiak Parabek tahun 1910 tampak megah.

Agar guru bertahan, pihak perguruan memberikan fasilitas dan sarana yang memadai.  Kini perguruan yang sudah berumur ratusan tahun itu memiliki 570 murid yang berasal dari Malaysia dan seluruh Sumatera.

Sekolah ini memiliki 29 orang guru tetap, 3 orang Syekh Madrasah, dan 12 orang karyawan. Bahkan saat ini, Sumatera Thawalib Parabek juga mempunyai tenaga pengajar dari Mesir, yakni DR. Hamdi Sulaiman, yang dikirim langsung dari Mesir oleh Al Azhar University.

Dirikimnya tenaga Mesir itu,  menurut Buya Deswandi, karena mahasiswa dari Sumatera Thawalib Parabek yang kuliah di Al Azhar University memiliki prestasi sangat bagus. Mereka mampu mengalahkan mahasiswa lainnya yang berasal beberapa negara termasuk dari Arab dan Yaman. Padahal dari segi penguasaan bahasa, jelas Arab dan Yaman lebih menonjol. Namun mahasiswa dari Parabek itu mampu menjadi yang terbaik.

Sebagai pendiri Sumatera Thawalib Parabek dan sekalipun pernah menegaskan tanpa aliran politik Syekh Ibrahim Musa pernah berkarir anggota Dewan Konstituante RI tahun 1956. Di luar itu sebagai Ketua Majelis Fatwa dan Syura Sumatera Tengah,, anggota Dewan Kurator Universitas Andalas, Anggota Majelis Islam Tinggi di Bukittinggi 1947, Pengurus Persatuan Guru Agama Islam (PGAI) Sumatera Barat, Dosen Perguruan Tinggi Darul Hikmah dan lainnya.

Inyiak Parabek boleh saja meninggalkan Thawalib, namun Sumatera Thawalib Parabek tetap menjadi pusat pendidikan unggulan. Konsen untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan integratif antara ilmu agama dan umum, berkualitas dan mampu bersaing. Tak kalah penting lulusan yang memiliki jiwa kepemimpinan yang agamis. (*)

http://www.padangekspres.co.id/content/view/18935/1/

 


image001.jpg

Nofiardi

unread,
Sep 20, 2008, 11:16:13 PM9/20/08
to Rant...@googlegroups.com

Bubur Kampiun yang Memanjakan Lidah

 

PadangKini.com | Kamis, 18/9/2008, 15:50 WIB

 


Uni Ovel sedang mengambil bubur kampiun di Aur Kuning, Bukittinggi.

KALAU ditanya bubur apa yang khas dari Ranah Minang, itu adalah bubur kampiun atau bubua kampiun kata orang Padang. Hampir setiap tempat di Sumatera Barat bisa dijumpai bubur kampiun, dengan campuran bahan yang terkadang beda. Biasanya bubur kampiun untuk sarapan, tetapi pada bulan Ramadan dijadikan santapan berbuka yang manis dan legit. 

Entah siapa yang menemukannya, bubur kampiun ini terdiri dari aneka bubur yang dicampur menjadi satu. Barangkali yang menemukan dulunya adalah orang iseng yang mencampur beberapa jenis bubur ke dalam piringnya, dan ternyata hasilnya bubur yang enak. 

Di Padang, di beberapa pasa pabukoan tempat membeli makanan berbuka, bubur kampiun mudah dijumpai, walaupun yang menjual hanya satu atau dua orang.

Bubur kampiun Padang ini biasanya campuran dari bubur sum-sum, bubur kacang  hijau, bubur ketan hitam, bubur candil, kolak ubi, kolak pisang, ketan putih yang dikukus, ada kolak labu,  dan bubur delima (bubur merah putih dari tepung kanji). Anehnya, ‘persatuan' bubur ini hasilnya enak dan memanjakan lidah. 

Bila Anda ke Padangpanjang, beberapa campurannya beda lagi. Bubur kampiun di sana terdiri dari bubur ketan hitam, candil, bubur sum-sum, agar-agar merah, cendol sagu dengan sentuhan akhir diberi cairan kental gula merah di atasnya. Disajikan dalam piring kaleng bermotif bunga yang jadul banget. 

Lain lagi bubur kampiun di Bukittinggi. Campurannya terdiri dari ketan putih, bubur ketan hitam, candil, bubur sum-sum, kolak ubi, kolak pisang dan bubur delima. Warnanya lebih cerah karena bubur delima yang berwarna pink dicampurkan paling akhir.

Uni Ovel, penjual bubur kampiun di ‘pasa pabukoan' Aur Kuning di Bukittinggi mengatakan, sehabis sahur ia mulai menyiapkan satu persatu bubur dan kolak untuk campuran bubur kampiun. Seporsi bubur kampiun ia jual Rp3.000.

"Dalam sehari masing-masing bubur dan kolak itu saya buat satu periuk besar, selama ramadan ini biasanya habis sebelum berbuka," kata Uni Ovel.

Tapi yang paling nikmat, tentu saja bubur kampiun Padang, karena campurannya lebih lengkap. (yanti)

Copyright © 2008 www.padangkini.com All Rights Reserved.

 http://padangkini.com/headline.php?sub=berita&id=1970


image001.jpg

Nofiardi

unread,
Sep 20, 2008, 11:25:09 PM9/20/08
to Rant...@googlegroups.com

Orang Kubu Malangun ke Pd.Panjang

 

Sabtu, 20 September 2008

PADANG PANJANG - Kota Padang Panjang kedatangan tamu tak diundang, Kamis (18/9) sore 25 orang dari suku anak (kubu-red) asal Provinsi Jambi. Hingga Jumat (19/9) sore, untuk sementara mereka diinapkan oleh Pol PP setempat di gedung lama RSUD Padang Panjang di Kelurahan Guguk Malintang. “Untuk sementara mereka kita inapkan di sini dulu. Rencananya, mereka segera akan kita pulangkan ke kampung halaman mereka di Bukit Dua Belas, Kabupaten Bangko, Jambi, “ kata Kasat Pol PP, Sukma, S.Sos yang dikonfirmasi Singgalang kemarin. Meski berasal dari suku anak dalam, sebagian mereka sudah bisa berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia berlogat Jambi. Lantaran itu pula, Singgalang bisa mengorek banyak keterangan dari mereka.

Mat Saleh dan Mustofa yang disebut sebagai pimpinan rombongan menyebutkan, kedatangan mereka ke Padang Panjang merupakan bagian dari tradisi melangun, yaitu menghilangkan rasa sedih akibat meninggalnya pimpinan adat mereka. Mereka mulai meninggalkan kampung halaman sekitar 12 hari lalu.

Menurut tradisi, melangun sebenarnya pergi ke tempat yang jauh bukan hanya karena kepala suku mereka meninggal. Meninggalnya anggota keluarga yang mereka sayangi juga dikuti dengan melangun.

Alasan meninggal tempat pemukiman, karena dengan meninggalnya keluarga mereka dianggap sial. Mereka melangun dan bermukim di tempat yang baru dan mereka akan kembali melangun jika kemudian ada diantara keluarga mereka yang meninggal dan begitulah seterusnya.

Data Singgalang di Taman Nasional Bukit Duabelas terdapat sekitar 1.500 jiwa suku anak dalam.

Rombongan melangun yang ‘nyasar’ ke Padang Panjang ini, sebelumnya dengan berjalan kaki, rombongan yang juga terdiri dari sejumlah anak-anak dan balita itu menuju arah Sumbar. Sebelum ke Padang Panjang, mereka sempat singgah di Pagaruyung, Batusangkar. “Kami sengaja malangun ke sini, karena nenek moyang kami berasal dari Pagaruyung,” jelas Mat Saleh.

Menurut Mustofa, di kalangan suku anak dalam malangun dilakukan selama tiga tahun. Selama itu pula, sesuai tradisi suku anak dalam, mereka akan meninggalkan kampung halamannya untuk kemudian berkelana ke berbagai daerah lain. “Namun kini tradisi itu hanya kami jalankan selama tiga bulan saja. Kalau Pemda Padang Panjang berniat memulangkan kami, kami akan ikuti dan berterima kasih telah membantu kami,” jelas Mustofa.

Pantauan Singgalang warga suku anak dalam yang ‘nyasar’ ke Padang membawa perbekalan sedanya. Anak-anak mereka dibiarkan bermain tanpa pakaian, tetapi orang dewasa berpakaian lengkap.

Menurut pengakuan sejumlah suku anak dalam kepada Singgalang di tempat terpisah beberapa tahun silam, mereka sesungguhnya anak kemanakan orang Minangkabau juga. Mereka pergi ke pedalaman di zaman Belanda. Kalangan Pagaruyung juga mengakui hal itu. oJasriman

http://www.hariansinggalang.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=3382&Itemid=287

 


ardian hamdani

unread,
Sep 21, 2008, 10:28:47 PM9/21/08
to Rant...@googlegroups.com
ARDIAN HAMDANI
turut mengucapkan duka yang sedalam-dalamnya..
atas berpulangnya ke Rahmatullah Bpk. H. Napilus (ayahanda Uda Yulnofrins Napilus)
semoga almarhum diterima segala kebaikannya oleh Allah SWT.
dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran


----- Pesan Asli ----
Dari: Dedy Yusmen <de...@pertamina.com>
Kepada: Rant...@googlegroups.com
Terkirim: Senin, 22 September, 2008 07:11:41
Topik: [R@ntau-Net] Re: Innalillahi, bapak H. Napilus


Kami turut berduka cita atas wafatnya Bpk H. Napilus (ayahanda Uda
Yulnofrins Napilus).

Semoga Beliau mendapat ampunan dan limpahan rahmat dari ALLAH SWT. Serta
Menjadi pertunjuk bagi keluarga dan semua kita yang ditinggalkan
sementara ini.

Karena kematian lah teman yang paling dekat dan paling setia menunggu
kita


Wassalam
Dedi Yusmen Endah Kayo (DYEK)


Coba emoticon dan skin keren baru, dan area teman yang luas. Coba Y! Messenger 9 Indonesia sekarang.
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages