Lai takana-kana Lagu Sala LaLIRIK LAGU MINANG PADANG SUMBAR
Silahkan copy lirik lagunya dengan gratis. Belilah kaset asli atau cd original dari album nya atau gunakan nada sambung pribadi agar meraka tetap bisa berkarya. Ayo dukung dan majukan terus industri Musik MINANG... Lirik lagu adalah hak milik atau hak cipta dari artis, pengarang, band, dan label musik yang bersangkutan.
Sala
http://anakkasai.blogspot.com/2013/09/profil-kecamatan-ulakan-tapakis.html?m=1
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+...@googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
Andri Satria Masri, S.E., M.E.
Kasubag Hubungan Masyarakat dan Media
Bagian Hubungan Masyarakat Setdakab Padang Pariaman
L/43/Koto/Nagari Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto/Kab. Padang Pariaman
Handphone: 081374001167, Pin BB: 288E864B
Hidup Adalah Pengabdian Seumur Hidup Kepada Sang Maha Pemberi Kehidupan.
Jalan Akses Pariaman-Bandara BIM, Tiram, Tapakis, Kec. Ulakan Tapakis
Kab. Padang Pariaman - Provinsi Sumatera Barat
Merupakan Unit Pelaksana Teknis di Bawah Koordinasi Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut, Badan Pengembangan Sumber Daya Perhubungan, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
Saya kira dari sekarang Pemda harus mempopulerkan Balai Pendidikan Ilmu Kelautan, menyiapkan Angkatan Muda untuk menggesitkan dan berpartisipasi aktif di Bidang Kelautan untuk memegang Peran Utama dalam Masa Bahari di Masa Depan. Ini adalah Project Nasional; Pemda harus menggalakkan para pemuda Minang menyiapkan diri dalam Ilmu Kelautan untuk Masa Bahari yang Gemilang di Masa Depan.
Pelabuhan Tiram dan Sepanjang Pantai Sumatera Barat harus punya peranan kuat untuk menghadapi strategi geopolitik Indian Ocean Rim di Hari Nanti ...
Salam,
-- MakNgah
Di Tapi Riak nan Badabua
Pacific Rim
MULYADI DAN SEKOLAH PELAYARAN TIRAM
Membangun Masa Depan Kelautan Sumbar
in Headline, Padang, Sumbar 9 Juli 2015
Inilah sejumlah gedung Balai Pelatihan Pendidikan Ilmu Pelayaran (BP2IP) di Tiram, Padang Pariaman yang diperjuangkan Mulyadi di Senayan demi pengembangan sumber daya manusia di bidang kelautan. (*)
Inilah sejumlah gedung Balai Pelatihan Pendidikan Ilmu Pelayaran (BP2IP) di Tiram, Padang Pariaman yang diperjuangkan Mulyadi di Senayan demi pengembangan sumber daya manusia di bidang kelautan. (*)
PADANG – Padang Pariaman boleh dikatakan daerah yang beruntung. Soalnya di kabupaten ini, tepatnya di Tiram, Kecamatan Ulakan Tapakis, telah berdiri gedung megah yang dimanfaatkan sebagai Balai Pelatihan Pendidikan Ilmu Pelayaran (BP2IP).
Hadirnya balai pendidikan ini sekaligus juga menjawab kebutuhan masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) dan provinsi tentangga dalam mengembangkan sumberdaya manusia di bidang ilmu pelayaran. Apalagi Sumbar bersentuhan dengan pantai barat Sumatera dan prospek ke depan, dipastikan dapat mendongkrak kesejahteraan rakyat sekitar.
“Sekarang saja, belum difungsikan gedung itu, harga tanah sudah dihargai tinggi. Daerah kami yang tadinya sepi bahkan jauh sebelumnya menjadi lokasi pembuangan akhir (TPA) sampah, sekarang tidak lagi. Hadirnya gedung ini membawa berkah bagi kami. Tanda-tandanya sudah tampak,” ujar Nal, warga Tiram kepada Singgalang, belum lama ini.
Tak hanya itu yang membuat Nal senang. Sebagai orang pasie (tinggal di tepi pantai), dia punya harapan anaknya kelak, bisa menuntut ilmu di sana dan menjadi orang hebat di sektor kelautan. Tidak seperti dirinya, yang hanya melaut secara tradisional, dengan pendapatan pas-pasan.
Ujang, warga Tiram lainnya juga mengatakan hal senada. Jika sudah difungsikan gedung megah tersebut, dia haukul yakin, kawasan Tiram terdongkrak naik. Perekonomian masyarakat meningkat, daerah Tiram yang tadinya tidak ada apa-apanya, akan menjadi daerah yang luar biasa.
BP2IP itu sendiri mulai diresmikan pengeboran pembangunannya, Sabtu (19/10/2013) oleh Gubernur Sumbar bersama Wakil Ketua Komisi V DPR, H. Mulyadi serta Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni. Hebatnya, momentum berharga tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh seperti Wagub Muslim Kasim, Wakil Ketua DPRD Sumbar Leonardy Harmainy dan Kepala BPSDM Kementerian Perhubungan.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+...@googlegroups.com.
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+...@googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
NELAYAN pulang melaut. PADANG, HALUAN — Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Padang Zalbandri mengatakan di tahun 2016 ini, tak ada anggaran APBD untuk nelayan.
“Bantuan untuk nelayan di tahun ini masih diusakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan melalui APBN. Proposal sudah kita ajukan untuk itu.
Ada gambaran bahwa kita akan dapat bantuan sekitar 15 unit kapal nelayan. Sebab, di pusat itu ada program seribu kapal ikan di kementerian,” jelasnya lagi.
Dikatakannya, di APBD memang tidak ada bantuan untuk nelayan yang jumlahnya di Padang mencapai 7 ribu orang, sedangkan bagi persatuan nelayan atau disebut KUB sebanyak 94 kelompok.
Sedangkan bantuan lapak untuk pedagang ikan Purus yang dijanjikan saat pembongkaran, kini masih dalam proses dengan anggaran Kota Padang Rp350 juta dengan jumlah pedagang 30 orang.
“Anggaran kita masih kurang sebenarnya, sebab kita menjadikan kawasan Purus itu wisata pukek. Dengan nuansa wisata inilah kita butuh anggaran yang cukup besar,”tutup Zalbadri.
Hidup nelayan masih jauh dari kata sejahtera. Mereka sangat berharap bantuan dari pemerintah untuk modal melaut yang biayanya tidak sedikit.
Seperti disampaikan oleh anggota nelayan Benteng Purus (Bempur) Gatot. Dikatakannya sudah beberapa tahun terakhir ini nelayan tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah.
“Kapal ini saja dibantu oleh perkumpulan cina. Kami berjumlah lebih kurang 30 orang. Ada anggota kami yang kapalnya tidak layak lagi melaut, karena tidak ada lagi pilihan terpaksa berlayar juga,” urainya.
Ia menambahkan, jika cuaca buruk dia bersama teman-temannya terpaksa meminjam uang untuk belanja karena tidak bisa melaut. “Makanya dari dahulu nelayan tak ada yang kaya,”ucapnya.
Nelayan Bungus Teluk Kabung Sopi mengaku juga tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Dengan dibentuknya persatuan antar nelayan itulah nasib bisa dibagi.
“Kami ini kuat karena bersatu saja. Kalau tidak susah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,”jelasnya. (h/ows)
Apo ado Penginapan di Sekitar Ulakan Tapakis Pantai Tiram?
Maingek Ulakan selalu rami dikunjungi urang labiah waktu basapa, tantu misti ado Panginapan kan? Kalau indak dimaa urang manginap?
Tolong cari info, apakah Home Stay, kos, seminggu duo dll. Mokasih.
-- MakNgah
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+...@googlegroups.com.
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
--
Pak Fitrianto,
Kalau soal Tabuik, mungkin Ajo Fe atau ajo ajo ambo yg ado di Kota Pariaman yg labiah berkompeten manjaweknyo.
Sajauh pandangaran ambo, alun ado rencana, wacana atau pembicaraan soal tsb. Barangkali agak susah malarangnyo pak. Soalnyo, salamo ko pelaksanaan Tabuik indak pernah dikait kaitkan dg aliran Syiah. Bahkan sejauh yg ambo tau, aliran Syiah indak ado berkembang di Pariaman. Tabuik labiah kental menjadi tradisi budaya masyarakat dan kini alah jadi ikon pariwisata. Kesan religiusnyo malah hilang taraso dek ambo.
Namun, awak cubolah danga info dari ajo ajo awak nan tingga dan beraktivitas di Kota Pariaman.
Sagitu dari ambo.
-- MakNgah
Sjamsir Sjarif
https://pariamannews.wordpress.com/2013/05/04/mengenang-sejarah-syeikh-burhanuddin-ulakan-1808-m/
Salam,
-- MakNgah
Sjamsir Sjarif
Editor : Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 201
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo
yang didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gator Nurmantyo disambut
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Bandara Internasional Minangkabau
(BIM, Senin (11/4) malam. Presiden dijadwalkan akan membuka ajang MNEK
2016 di Mako Lantamal II Bukit Peti-Peti, Padang, Selasa (12/4). (HUMAS)
Pemerintah serius mengeksploitasi potensi kemaritiman di Indonesia, termasuk Sumbar. Melalui ajang MNEK (Multilateral Naval Exercise Komodo 2016, potensi tersebut terus digali
PADANG, HALUAN — Presiden Joko Widodo dipastikan akan membuka rangkaian gelaran akbar Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2016, Selasa (12/4). Pembukaan ini akan dilangsung di Mako Lantamal XI, Bukit Peti-peti, Padang oleh Presiden Joko Widodo.
Kegiatan International Fleet Review (IFR) di KRI Frans Kaisiepo (FKO)-368 jadi ajang pembuka MNEK dan dilanjutkan dengan inspeksi ke kapal-kapal peserta IFR 2016 pada acara parade kapal perang oleh presiden. MNEK sendiri merupakan kegiatan Kemaritiman, yang jadi prioritas pembangunan nasional dan merupakan suatu terobosan konseptual.
Potensi kemaritiman di Sumbar sendiri yang punya panjang garis pantai 1.973.246 cukup besar namun belum tergali optimal. Di Agam, Tiku menjadi andalan terkait dengan potensi perikanan. Di kawasna itu, ada 7.467 tenaga kerja yang terserap di sektor ini. Mereka berprofesi sebagai nelayan, pembudidaya dan pemasaran. Salah satunya upaya serta program yang menjadi agenda cukup besar pada sektor kelautan di Kabupaten Agam adalah pembangunan pelabuhan di Tiku.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikakan Kabupaten Agam Ermanto, Senin (11/4) mengatakan, peluang sektor perikakan di Kabupaten Agam sangat strategis dari sisi ekonomi maupun serapan tenaga kerja. Oleh sebab itu pemerintah juga melakukan perencanaan dalam mendorong sektor tersebut dengan membangun pelabuhan.
Walaupun menelan dana yang cukup besar pemerintah komitmen dengan progress tersebut meski dengan cara bertahap. Masterplen pembangunan tersebut sudah ada, sementara pada tahun 2016 pemerintah akan membangun jetty atau kolam labuh untuk kapal penangkap ikan dengan dana Rp20 miliar. Dana ini berasal dari Dana Alokasi Khusus Infrastruktur Publik Daerah (DAK IPD) dari pemerintah pusat pada 2016.
Pengamat Perikanan Universitas Bung Hatta (UBH), Indrawadi Mantari kepada Haluan mengatakan bahwa saat ini perkembangan potensi kelautan di Sumbar tidak lepas dari keberadaan nelayan. Saat ini menurutnya, ada tiga kategori nelayan di Sumatera Barat.
“Potensi kelautan di Sumbar sendiri tidak lepas dari peran seorang nelayan. Saat ini nelayan terbagi ke dalam tiga kelompok, diantaranya nelayan besar, nelayan kecil, dan nelayan musiman,” kata Indrawadi.
Sementara itu, pembangunan kemaritiman di Kabupaten Pesisir Selatan dimulai dari peningkatan kapasitas warga pesisir pantai, penguatan kelembagaan serta rehabilitasi kawasan pesisir dengan vegetasi pantai. Sementara untuk infrastruktur, empat kawasan wisata dijadikan sebagai Rencana Induk Pengembangan Pariwisata (RIPP).
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pesisir Selatan Yoski Wandri menyebutkan, daerah itu berkomitmen penuh terhadap program poros maritim yang dirancang pemerintah pusat. ”Ada dua sasaran untuk melaksanakan program dimaksud, pertama pembangunan manusianya yakni meningkatkan kapasitas nelayan dan warga di pesisir pantai. Kemudian yang ke dua pembangunan infrastruktur terutama di kawasan yang sudah ditentukan,” katanya.
Disebutkan, untuk peningkatan kapasitas masyarakat sejumlah pelatihan telah diberikan terhadap kelompok nelayan dan hal itu akan terus berlanjut. Misalnya warga yang ada di KWBT Mandeh dan sekitarnya, termasuk kelompok masyarakat yang peduli pada lingkungan pantai dan laut.
“Lalu untuk pulau - pulau yang ada di sekitar Mandeh juga dibangun dermaga mini. Sebelumnya pada 45 pulau yang ada didaerah ini juga dibuatkan pondok dan penerangan untuk nelayan dan siapa saja yang perlu merapat ke pulau akibat cuaca buruk,” katanya.
Sementara di Padang Pariaman sejak beberapa tahun belakangan telah memulai mengembangkan dan membangun kemaritiman ini dengan tujuan untuk kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Padang Pariaman, H. Ali Mukhni, saat dihubungi Haluan, Senin (11/4) sehubungan perencanaan pembangunan nasional, dengan mengusung visi Indonesia sebagai poros maritim dunia.
Ujud dari pembangunan tersebut, aku Ali Mukhni, terlihat dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah ( RPJM ) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang ( RPJP ) Padang Pariaman untuk daerah pesisir.
Sementara Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Pasbar, Abdi Surya mengatakan, setiap tahun Pemda Pasbar selalu fokus membangun destinasi wisata bahari.
“Seperti pantai Sasak, Air Bangis, Pulau Panjang dan yang lainnya. Ini menjadi aset terbesar bagi Pasbar dalam bidang pariwisata,”ungkap Abdi Surya.
Hanya saja kata Kadis, untuk upaya pembangunan yang sempurna sulit tercapai. Sebab dana pembangunan masih murni dari APBD. Belum ada pihak -pihak investor yang mau menanamkan modal.
“Kesulitan kita memang pada dana. Kita belum ada investor yang mau menanmkan modal,”ujarnya.
Bermalam di Padang
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Senin, (11/4) malam tepatnya pukul 20.10 WIB.
Didampingi dua orang menteri kabinet Indonesia Bersatu yaitu, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Panjaitan, Menteri Pariwisata Arief Yahaya dan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo pesawat kepresidenan mendarat dengan mulus meski di tengah rintik hujan.
Dari BIM Presiden akan langsung beristirahat di Hotel Mercure, Padang. “Tadi Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen TNI Paulus Lodewyk Pusung dan Forkopimda Sumbar ikut menyambut kedatangan Presiden di BIM,” ujarnya Kepala Sub Bagian (Kasubag) Pemberitaan Pemprov Sumbar, Fadhli Junaidi
Dari susunan acara yang diterima Pemprov Sumbar besok (Selasa, red) presiden akan menjalankan serangkaian acara di Sumbar. Paginya Presiden akan bertolak ke Markas Komando Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut II (Mako Lantamal II) di Jalan Bukit Peti-Peti, Kelurahan Teluk Bayur, Kecamatan Padang Selatan
Setelah itu, dari Teluk Bayur Presiden Joko Widodo beserta rombongan akan bertolak ke Muaro Lasak untuk menandatangani Monumen Perdamaian. “Selesai acara pada pukul 15.00 WIB Presiden bersama Gubernur Irwan Prayitno bertolak ke Jakarta dari BIM,” paparnya. (h/isr/mg-adl/har/ded/yat/o)
PELABUHAN Penasahan dipersiapkan jadi
pelabuhan bongkar muat CPO. Namun tahun ini pembangunannya belum menjadi
prioritas. Sesudut pembangunan dermaga Panasahan memanfaatkan APBN
Rp22,9 miliar. (M JONI) Pelabuhan laut memiliki arti penting bagi sector kemaritiman. Sejarah masa lalu telah diukir melalui keberadaan Pelabuhan Teluk Bayur. Namun seiring waktu, jarak tempuh ke Teluk Bayur terasa jauh dari daerah paling ujung Sumbar, seperti Pasaman Barat dan Pesisir Selatan.
Di kedua daerah itu pun akhirnya dibangun sebuah pelabuhan. Hanya saja, Dinas Perhubungan dan Kominfo Sumbar lebih fokus untuk percepatan penyelesaian pelabuhan Teluk Tapang di Pasaman Barat.
Sedangkan pelabuhan lainnya, seperti Pelabuhan Panasahan (Pessel), Tiram (Padang Pariaman) dan pelabuhan di Mentawi, memang belum jadi prioritas tahun ini. Saat ini Dishubkominfo Sumbar tengah melengkapi persyaratan dan juga izin lainnya.
“Kita fokus menuntaskan pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang. Bila pengerjaan semua faslitas pendukung rampung, maka Pelabuhan Teluk Tapang akan difungsikan optimal pada 2018,” kata Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Sumbar, Amran.
Pelabuhan Teluk Tapang berada di Nagari Air Bangis, Kecamatan Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat. Mulai dikerjakan tahun 2008. Namun pekerjaannya terhenti sejak 3 tahun belakangan karena akses jalan sepanjang 42 kilometer menuju pelabuhan tersebut belum tuntas.
Menurut Kepala Dinas Perhubungan dan Informatika Pasaman Barat, Bobby P Riza, pelabuhan tersebut luasnya 155 hektar, meliputi lahan CPO, lahan curah kering, areal perkantoran, sarana telekomunikasi, instalasi air bersih, gardu listrik, fasilitas PKM dan rambu pelayaran,ruang terbuka hijau, gudang tertutup, lapangan penumpukan, terminal cargo, serta peralatan bongkar muat.
“Saat ini, pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang terhenti. Kementerian Perhubungan tidak mau mengucurkan dana sebelum akses jalan sepanjang 42 kilometer menuju pelabuhan selesai,” terang Bobby Riza.
Pembangunan pelabuhan itu, lanjut Bobby, hanya tinggal penyelesaian saja dengan dana sekitar Rp30 miliar lagi. Namun untuk pembangunan jalan menuju pelabuhan dibutuhkan dana hingga Rp400 miliar lagi.
Rencananya, komoditas utama yang akan diangkut melalui pelabuhan ini adalah sawit. Namun tidak tertutup kemungkinan mengangkut hasil perikanan dan barang lainnya.
Ditambahkan Amran, untuk jalan itu, pihaknya menargetkan rampung tahun ini. Karena kabarnya, Pemkab Pasbar sudah menyiapkan anggaran Rp50 miliar dari DAK. Tapi dana ini masih kurang. Setidaknya butuh hingga Rp100 miliar lebih. Pihaknya juga sudah koordinasi dengan Disprasjaltarkim Sumbar.
Pelabuhan Panasahan
Sementara pembangunan Pelabuhan Panasahan di Pesisir Selatan, belum bisa difungsikan secara optimal. Pelabuhan ini dipersiapkan untuk melayani aktivitas bongkar muat komoditas Crude Palm Oil (CPO) yang berasal dari Pessel, sehingga tak perlu jauh-jauh ke Pelabuhan Teluk Bayur. Apalagi secara teknis, Pelabuhan Panasahan lebih bagus dari beberapa pelabuhan lainnya di Sumbar, termasuk Teluk Bayur.
Namun untuk menjadikannya pelabuhan yang representatif dan melayani lalu lintas kapal berskala internasional, jelas membutuhkan dukungan pihak swasta. Terutama untuk melengkapi sarana dan prasarana yang dipastilan membutuh biaya besar.
“Panasahan belum bisa difungsikan secara optimal. Hal ini terkait fasilitas pelabuhan yang belum memadai dan mesti dilengkapi lagi agar dapat berfungsi sebagai pelabuhan bongkar muat barang,” kata Pj Bupati Pessel, Alwis melalui Kepala Dinas Perhubungan dan Inforkom Pessel, Iqbal Rama Dipayana.
Pelabuhan Panasahan pun statusnya masih pelabuhan pengumpan, dan perlu ditingkatkan menjadi pelabuhan pengumpul. Pemkab Pessel telah mengusulkan peningkatan status Pelabuhan Panasahan ini ke Menteri Pehubungan cq.Direktorat Jendral Perhubungan Laut melalui Gubernur Sumbar, dan menjadikannya sebagai pelabuhan regional pengangkut barang dan penumpang.
Untuk menjadikannya sebagai pelabuhan transit bagi kapal yang datang dari berbagai daerah, dibutuhkan berbagai perbaikan, terutama lokasi kapal besar bersandar sehingga tidak menganggu kapal lain yang keluar masuk pelabuhan tersebut.
“Saat ini, Pelabuhan Panasahan dimanfaatlkan oleh sebagian pengusaha untuk lokasi bongkar pupuk bersubsidi, tempat memuat bahan galian C (bahan bangunan), batu bara, melayani jadwal kapal perintis (penumpang) dan lainnya,” katanya.
Dikatakan, Pemkab Pessel telah merancang pembangunan dermaga Pelabuhan Panasahan untuk dapat menampung kapal berbobot besar bersandar. Pada bagian hanggar dermaga akan dilakukan pelebaran sekitar 130 meter ke arah bagian luar dermaga.
Untuk hal ini, lanjut Iqbal, Pessel membuka peluang bagi investor untuk menanamkan investasinya guna mengembangkan dan mengelola pelabuhan ini sebagai pelabuhan ekspor. Diharapkan nanti dapat memberikan dampak positif terhadap Pendapatan Asli Daerah(PAD) Pesisir Selatan dan juga pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Perkembangan terakhir, saat ini sedang dilaksanakan pengembangan dermaga kapal di Panasahan, dikerjakan oleh PT Tursen Krida Utama. Pekerjaannya berupa pemancanagan tiang baja yang dilapis pelindung anti karat dengan nilai pekerjaan Rp22,9 miliar lebih memanfaatkan dana APBN.
Sementara di lapangan, aktivitas lalu lintas laut di Panasahan terkesan sepi. Hanya terlihat pengusaha kapal memuat bahan bangunan galian C berupa batu, krikil dan pasir (sirtukil) untuk diangkut ke Mentawai.
Di Padang, pengembangan pelabuhan dengan membangun dermaga di Pelabuham Bungus juga terkendala. Dinas Perhubungan dan Komunikasi Kota Padang tahun ini gagal membangun dermaga di Pelabuhan Bungus.
Kepala Dishubkominfo Rudy Rinaldy, mengakui jika pengusulan pembangunan dermaga di Bungus tersebut gagal dan tidak direspon dalam anggaran. Selain itu, terkendala masalah Petunjuk Pelaksaan (Juklak) Petunjuk Teknis (Juknis) serta regulasi lainnya. “Sehingga tidak bisa kita realisasikan rencana tersebut,” pungkas Rudy Rinaldy. (h/fad/isr/mjn/ows)
Laporan: TIM HALUAN
Dari Haluan kita baca:Potensi Maritim Sumbar Belum Tergali
Dibaca: 168 kaliSelasa,12 April 2016 - 03:39:53 WIBPresiden Republik Indonesia Joko Widodo yang didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gator Nurmantyo disambut Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Bandara Internasional Minangkabau (BIM, Senin (11/4) malam. Presiden dijadwalkan akan membuka ajang MNEK 2016 di Mako Lantamal II Bukit Peti-Peti, Padang, Selasa (12/4). (HUMAS)
Pemerintah serius mengeksploitasi potensi kemaritiman di Indonesia, termasuk Sumbar. Melalui ajang MNEK (Multilateral Naval Exercise Komodo 2016, potensi tersebut terus digali
PADANG, HALUAN — Presiden Joko Widodo dipastikan akan membuka rangkaian gelaran akbar Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2016, Selasa (12/4). ... dst
Presiden RI Joko Widodo foto bersama dengan
sejumlah pejabat tinggi RI dan Kepala Staf Angkatan Laut mancanegara di
depan Monumen Merpati Perdamaian, Muaro Lasak Padang, Selasa (12/4).
(RIVO SEPTI ANDRIES) Kedatangan Presiden Jokowi ke Padang membawa angin segar. Presiden setuju penambahan anggaran untuk pembangunan infrastruktur di Sumbar.
PADANG, HALUAN —Presiden Joko Widodo menyetujui penambahan alokasi anggaran yang diajukan Gubernur Irwan Prayitno untuk pembangunan di Sumatera Barat, terutama infrastruktur jalan. Pambahan anggaran tersebut akan dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016, dan APBN 2017.
Rencana penambahan dana untuk Sumbar tersebut disampaikan Presiden Jokowi kepada Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di sela-sela acara Sail Komodo 2016, di Padang, Selasa (13/4) kemarin.
..................................................Kerja Keras untuk Poros Maritim
Presiden Joko Widodo mengajak semua elemen untuk bekerja keras membangun poros maritim di Indonesia. Presiden menilai di laut tersimpan harapan, di laut tersimpan kejayaan yang selama ini terpunggungi.
“Ayo ke laut, karena di laut tersimpan harapan, karena di laut tersimpan kejayaan. Banyak ombak banyak kehidupan,” kata Presiden saat membuka Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) atau Sail Komodo 2016 di Mako Lantamal II, Teluk Bayur, Padang Selasa, (12/4) pagi.
Sail Komodo 2016 yang merupakan latihan gabungan Angkatan Laut dari 36 negara itu akan berlangsung 12-16 April 2016.
Dikatakan Jokowi, sudah terlalu lama bangsa Indonesia memunggungi laut. “Padahal di laut tersimpan masa depan dan di laut merupakan pusat mairitim dunia,” ungkapnya di depan para Duta Besar (Dubes) dari 36 negara, menteri kabinet kerja, Panglima TNI, KSAL, Gubernur Sumbar dan Forkopimda Sumbar.
Untuk itu ujarnya, semua harus bekerja keras untuk membangkitkan kembali budaya maritim Nusantara, menjaga sumber daya laut. “Membangun infrastruktur, konektifitas maritim, membangun pertahanan maritim, diplomasi, dan pertahanan maritim,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu Presiden juga melakukan penekanan bel tanda dibukanya MNEK 2016. Negara-negara yang hadir antara lain Australia, Bangladesh, Brunei Darussalam, Kamboja, kanada, Chile, Kolumbia, China, Inggris, Perancis, India, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Kuwait, Laos, Malaysia, Mexico, Myanmar, Netherland, Selandia Baru, Pakistan, Peru, Filipina, Papua Nugini, Qatar, Rusia, Singapura, Saudi Arabia, Srilangka, Thailand, USA, Timor Leste, dan Vietnam.
...........
PARIAMAN, HALUAN — Ratusan layang-layang dengan berbagai kreasi akan tampil pada festival layang-layang kreasi internasional di Pantai Gandoriah Pariaman, tanggal 28 Mai sampai 1 Juni 2016.”Sampai sekarang sudah 5 negara dari luar negeri yang memastikan diri turut ambil bagian dalam festival tersebut. Ke lima negara selain Indonesia itu adalah, Swedia, Amerika (USA), Thailand, Singapura dan Malaysia,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota pariaman, Efendi Jamal menjawab Haluan, Kamis (21/4).
Kegiatan ini baru pertama kali dilaksanakan di Pariaman ini, dan festival layang-layang itu berlangsung siang sampai malam. Kalau malam hari layang-layang yang mengangkasa pakai cahaya penerang yang di pasang pada bahagian layangan. Sehingga terlihat bercahaya dan warna warni.
Selain festival, juga dilaksanakan work shop layang-layang kreasi termasuk untuk para pelajar Sekolah Dasar dengan instruktur yang berpengalaman. Kegiatan ini dimaksudkan agar mereka nanti bisa membuat layang-layang kreasi pada alhirnya menjadi suatu produksi yang dapat membawa penghasilan bagi mereka.
Festival layang-layang kreasi internasional tersebut, kata Efendi Jamal yang didampingi Kasi Pemasaran Nesa Primadona, adalah bagian dari 10 kegiatan Festval Pesona Gandoriah yang digelar pemerintah Kota Pariaman tahun ini.
Dalamn festival tersebut juga ada lomba selaju sampan lomba beruk memanjat kelapa, lomba memasak bermacam jenis sala piaman, lomba kuliner gulai kapalo ikan, Surving, lomba lagu minang, lomba video “Pesona Wisata Pariaman 2016” dan Gandoriah music Fiesta.
Persiapan untuk kegiatan sudah dimatangkan, dengan instansi pendukung lainya, agar kegiatan berjalan lancar dan dinikmati oleh wisatawan yang berkunjung ke Pariaman.
Sejalan dengan pelaksanaan festival, dilaksanakan bazar dalam bentuk pasar tradisional masyarakat dengan lapak-lapak kuliner, kegiatan ini berlangsung selama festival berlangsung. (h/tri)
Pariaman, Haluan — Masih banyak warga di Kota Pariaman yang belum kebagian layanan air bersih, terutama penduduk yang tinggal di daerah ketinggian dan sulit mendapatkan mata air secara dangkal.
Kepala UPTD Air Bersih Kota Pariaman, Hendri, Jumat (22/4)membenarkan hal demikian, dan penduduk yang telah terlayani air bersih sampai sekarang totalnya sudah mencapai 63%.
Dijelaskan, kebutuhan air bersih yang sudah terlayani oleh UPTD Air Bersih kalau di hitung berdasarkan sambungan rumah, baru 110 Sambungan Rumah, PDAM Kabupaten Padang Pariaman Unit Kota Pariaman, mencapai lebih kurang 3.000 unit sambungan dan Pamsimas dengan 1.000 SR.
Untuk melayani kebutuhan air bersih warga yang belum terpenuhi, pemerintah kota terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan melalui penambahan jaringan-jaringan pipa induk dan memanfaatkan dana DAK.
Tahun 2016 melalui DAK warga di dua desa, masing-masing Toboh Palabah dan Kampuang Gadang masing-masing bakal mendapat sambungan rumah sebanyak 50 SR atau dengan anggaran sebesar Rp350 Juta. Sementara di Kampuang Gadang, sambungan SR untuk 30 rumah atau dengan anggaran Rp199 Juta. “Kita dapatkan DAK untuk sambungan rumah gratis air bersih tersebut sebesar Rp 500 juta lebih. Dengan cara demikian secara bertahap air bersih warga kota bakal terlayani secara optimal.
Warga yang dapat pelayanan sambungan gratis rumah untuk air bersih tersebut adalah rumah masyarakat berpenghasilan rendah atau memiliki rumah subsidi. Kegiatan tersebut masih dalam proses lelang di ULP dan paling lama Mai berjalan kegiatan sudah mulai.
Menurut Hendri, program serupa sudah ada sejak tiga tahun belakangan, namun kini dikelola oleh UPTD, tahun lalu diserahkan pengelolaanya ke desa melalui BPSPAM di desa.”Dalam pemasangan sambungan gratis tersebut, bila air bersihnya sudah mengalir ke rumah warga, bulananya tetap bayar retribusinya. Yang gratis itu hanya pemasangan jaringannya saja,” jelas Hendri. (h/tri)
-- MakNgah
Sjamsir Sjarif