Terima kasih Pak Rahyussalim,
Diantara cerita yang ambo postingkan dalam artikel Trauma dengan Dokter, ini adalah diagnosa yang tidak tuntas ketika saya mengalami OSTEO ARTRITIS. Hal ini bisa saja terjadi bahwa di RSCM kala itu ( 19 tahun yang lalu - sejak saya mengalami penyakit), pasien dilayani oleh dokter Residen sementara ketika dokter residen ingin bertanya pada dokter konsulen - tentu dokter konsulen meminta agar dokter residen menelaah sendiri inidkasi penyakit yang saya alami... Ketika saya membawa ke RS Setia Mitra - dimana saya ingin ditangani oleh PROFF X ( Kabag. Bedah RS CM) dialog yang tidak komunikatif itulah yang terjadi.
Ketika saya direkomendasi oleh Proff Remi Siregar - dari sub bag Remathology - berbekal secarik kertas beliau - akhirnya saya mendapat pelayanan yang sangat baik dari Dr. Bambang dan kemudian saya
dioperasi oleh Dokter Irfan di RSCM. Biaya murah....Walau saya mengalami cacat seumur hidup...
Memang benar sekali bahwa pelayanan di RSCM sangat baik sekali. Kita selalu disarankan menggunakan ASKES, Apalagi dengan adanya pelayanan swasta RSCM.
Malahan saya menganjurkan agar pada peyakit tertentu berobat ke RSCM yang jelas dokter - dokter ahli.
artikel Trauma dengan dokter adalah kisah seumumnya yang tidak semata RSCM sebagai rumah sakit pendidikan.
Wassalam,
3vy Nizhamul
--- On Mon, 3/23/09, rahyussalim <rahyuss...@yahoo.co.id> wrote:
From: rahyussalim <rahyuss...@yahoo.co.id> Subject: [R@ntau-Net] FW: [RumahSakit] Pengalaman pribadi di RSCM To: Rant...@googlegroups.com Date: Monday, March 23, 2009, 3:46 AM
Sangajo ambo forward carito dari milist subalah untuk membuka
wawasan RSCM jo paradigma barunyo…
Mohon maaf kalau indak berkenan.
rahyussalim
Dari
cerita yang di sampaikan Dr Rahayu Salim, cuman sbagian kecil cerita baiknya
layan
kesehatan di RSCM. Masih banyak lagi kok cerita-cerita baik lainnya....................
RSCM juga bisa melayanin dengan baik........Coba mungkin teman-teman yang lain
ada cerita-cerita baik akan layanan kesehatan di RSCM.....mari bersharing
ria......
Jangan yang jelek2nya aja yg disampaikan..........
Mari kita beri educasi masyarakat Umum bahwa RSCM tidak seruit, sesusah, dan
seseram apa yg diisukan.........
RSCM merupakan pusat rujukan nasional......jadi memang jadi pusat perhatian
full masyarakat
indonesia bahkan dunia.......RSCM sekarang akan melangkah lebih baik.....itu
yang saya liat.
Baik dari segi layana, operationalnya, SDMnya, bahkan sekarang bangunan
fisiknya selalu dibenahi.
Masuk RSCM tidak seseram dulu..........Gedung-gedungnya sekarang mulai di
perbaiki dan sudah terlihat
indah menawan serta rapih.........dari sini aja kita bisa lihat betapa RSCM mau
menjadi yang lebih baik....
Mari kita dukung kemajuan itu..................untuk Indonesia sehat....
...................
Sekolah bahasa Jepang http://PandanCollege.com/ 0255-225/
...................
2009/3/21 rahyussalim <rahyuss...@yahoo.co.id>
Pagi di Senin hari itu suhu udara memang agak
panas. Suasana membuatku gerah. Tapi pagi ini pula debaran jantung ku sedikit
tidak teratur, lebih cepat dari biasanya dan kadang terasa seperti mau copot.
"Dokter... aku tidak mau lumpuh....!!!" teriakan itu masih saja
terdengar jelas di kuping ku. Teriakan yang keluar dari seorang ibu muda yang
terkapar diatas meja periksa di IGD RSCM 3 hari lalu. Ibu muda itu terjatuh
dari ketinggian 5 meter di rumahnya hanya karena mengusir seekor tikus yang
membuat onar. Dia terjatuh dalam posisi pantat duluan kemudian terguling kearah
depan, untungnya kepalanya terbentur dilantai yang beralaskan kasur. Kejadian
ini mengakibatkan kedua tungkainya sulit digerakkan.
"Aku tidak bisa menggerakkan kedua kakiku. Pinggangku terasa sangat sakit
seperti ada yang lepas" demikian ibu muda itu menggambarkan apa yang dia
rasakan begitu dia sampai 6 jam setelah kejadian di ruang gawat darurat RSCM.
Berdasarkan plain xray dan CT scan yang ada ditambah dengan keterangan
mekanisme cedera yang menimpa Ibu muda ini saya dan tim jaga orthopaedi malam
itu sepakata bahwa ibu muda ini mengalami suatu cedera Unstable Burst Fracture
dengan deficit neurolgis (Frankel C). Kami memutuskan untuk dalam tempo yang
sesingkat-singkatnya melakukan dekompressi dan stabilisasi tulang belakang yang
patah.
"Begini Pak, Bu dan Saudara sekalian.... Juju mengalami patah tulang
belakang yang mengakibatkan tulang belakang nya menjadi tidak stabil dan
penjepitan saraf yang mengakibatkan kelumpuhan..." Demikian saya
menjelaskan pada sekelompok keluarga besar Juju yang kebetulan hadir pada saat
itu. "Dan apabila penderita dan keluarga setuju maka operasi stabilisasi
dan membebaskan saraf yang terjepit akan saya lakukan malam ini juga....
Silakan Anda putuskan secepatnya karena periode emas menyelamatkan kakinya dari
kelumpuhan hanya sekitar 8 jam..."
Barangkali Anda sudah dapat menebak apa yang menjadi keputusan keluarganya. Ya
seperti biasa pemikiran ke tukang urut atau pengobatan alternatif selalu saja
menjadi topik hangat dan mencuat pada diskusi keluarga Juju. Selama kurang
lebih satu jam menunggu keputusan, akhirnya Juju diputuskan untuk dilakukan
operasi malam itu juga.
Buat saya keputusan keluarga Juju bersedia dilakukan operasi adalah suatu
tantangan sekaligus adalah "kemenangan akal sehat" setelah sekian
lama akal sehat selalu kalah dengan kemenangan dukun urut menjerumuskan
penderita patah tulang ke lembah kecacatan dan kematian.
Kini saatnya saya ingin mengatakan dan membuktikan bahwa kemenangan akal sehat
adalah menghindarkan seseorangan dari kecacatan dan kematian.
Debaran jantungku semakin cepat... begitu aku semakin dekat mengevaluasi hasil
operasi 72 jam sebelumnya.
"Alhamdulillah dok... sakit dipinggangku sudah jauh berkurang. Rasa lemah
di kedua tungkai ku sudah pula pulih." Juju sambil tersenyum menjawab
semua pertanyaan ku. Jawaban ini menormalkan seluruh detak jantungku dan melegakan
seluruh rongga dadaku.
"Syukur deh.... Allah yang maha Kuasa masih memberimu kekuatan lewat
operasi tim orthopaedi malam itu" balasku sambil menarik nafas panjang
yang melegakan seluruh rongga dadaku.
Satu tahap harapan sudah kami berikan kepada Juju sebagai langkah awal
memperbaiki citra pelayanan kedokteran yang dinilai banyak masyarakat
"acakkadul". Saya masih berharap ada tahapan berikutnya yang lebih
baik yang memporak porandaka acakkadulnya persepsi masyarakat akan pelanyanan
kesehatan di Indonesia khususnya di Rumah Sakit Pemerintah seperti RSCM.
Berubahlah ke yang lebih baikkkk.......kawan......
Disalin dari: http://rahyussalim.multiply.com/journal/item/68/Dokter........_aku_tidak_mau_lumpuh.....
--
Farrah Azis
PT Pacific Biotekindo Intralab
Jl Raya Bekasi Km 24 Ruko Perkantoran
Taman Pulo Gebang Blk A3 No 17 - 20
Cakung Jakarta Timur
08197876254 / 02191748087
Messages
in this topic (2) Reply (via web post) | Start
a new topic

|