Duka di Kubang Putiah

80 views
Skip to first unread message

taufiq...@rantaunet.org

unread,
May 8, 2011, 11:21:43 PM5/8/11
to rant...@googlegroups.com

Dari Singgalang hari ini :

MERPATI JATUH


Hingga Minggu malam
(8/5) telah dinyatakan 20 penumpang pesawat Merpati jenis MA 60 yang jatuh di Teluk Kaimena, Papua Barat ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Minggu sore korban yang telah ditemukan tersebut dipulangkan ke rumah duka masing masing. Begitu juga tiga urang awak yang menjadi korbannya, yakni warga Kubang Putiah, Banuhampu Agam.
Keluarga menunggu dengan hati lara, karena 3 anak dan cucu mereka merupakan korban jatuhnya pesawat Merpati yang jatuh pada Sabtu (7/5) tepatnya pukul 14.04 WIT. Pesawat jenis MA-60 milik Merpati Nusantara Airlines hancur setelah terjatuh ke laut dangkal di Kaimana, Papua Barat. Pesawat membawa 25 orang termasuk awak pesawat di dalamnya. Otoritas penerbangan nasional menduga cuaca buruk menjadi penyebab jatuhnya pesawat buatan PT Xian, Cina itu.
“Jenazah Irma beserta anaknya tiba sekitar pukul 12 malam tadi, sementara untuk jenazah Tedy menantu kami, pihak keluarganya meminta untuk dimakamkan di Bandung tempat keluarga besar mereka” terang Efirizan.
Tiga urang awak tersebut seorang polisi, Tedi Efendi yang baru saja diangkat menjadi Kabag Ops di Kaimena Papua setelah sebelumnya bertugas di Sorong selama 2 tahun. Kemudian istrinya, Irma Efendi,31, serta satu putra mereka Rafil Abiyu Efendi, 5, baru duduk di TK.
Tak satupun dari pihak keluarga yang menyangka jika salah satu penumpang pesawat yang ditemukan pada Selasa (4/8), pesawat itu ditemukan di wilayah Amisibil, sekitar 3 Mile arah Oksibil, ibukota Kabupaten Pegunungan Bintang pada pukul 06.35 WIT tersebut anak, cucu beserta menantu dari keluarga pasangan Irwan Koto, 57, dan Efirizan,55, yang berasal dari Kubang Putiah tersebut.
Menurut keterangan ibunda Irma, Efirizan, pertemuan mereka terakhir yakni pada saat acara baralek adiknya pekan lalu. Kemudian Irma yang merupakan anak pertama dari 4 bersaudara ini meminta agar Efirizan turut mengantarkan dirinya sekeluarga ke Jakarta, karena mereka akan kembali ke Sorong para Rabu pagi (4/5). Tanpa ada perasaan curiga, sang bunda pun mengantar hingga Jakarta.
“Memang sebelum berpisah dengan Irma, pesannya banyak sekali, seperti ia meminta agar kamarnya di kampung dibersihkan. Kemudian ganti gordennya. Walaupun begitu saja masih menganggap biasa biasa saja. Seminggu yang lalu, dia masih sempat pergi ke Aur untuk membeli peralatan seragam suaminya untuk dibawa ke Sorong. Semua berjalan biasa biasa saja,” terang Efi sambil berlinang air mata.
Dikatakan Efi, pihak keluarganya mengetahui anaknya merupakan korban jatuhnya pesawat tersebut ketika ada beberapa orang jajaran Polres Bukittinggi datang ke rumahnya.
Air mata tak lepas membasahi pipi Efi, setiap kali membicarakan kecelakaan tersebut, air matanya langsung berurai. Dengan menggunakan kerudung warna ungu, Efi hanya duduk terdiam dengan mata sembab. Sesekali dia meraung karena sedih mengingat Irma ditemukan dalam kondisi mukanya rusak sebelah. Sementara itu sebelah tangan cucunya pun belum ditemukan.
“Bagaimana ini bisa terjadi ya Allah, sakali batigo mereka pai. Ambo tak kuat” kata Efi sambil berurai air mata tak kuat menahan cobaan tersebut.
Melihat Ibunda Efi seperti itu, saudara yang lain pun turut menyabarkan. Efi tak kuat menahan duka, manakala melihat jenazah korban pesawat Merpati ditayangkan di salah satu televisi swasta. Dirinya pun menjerit tak tahu mau kemana lara hati dilepaskan. Disebutkan juga, anaknya tersebut setelah menikah pada 2002 memang ikut suaminya. Mulai tugas di Bukittinggi, Solok, Padang, Oksibil, hingga Sorong. Kemudian yang di Kaimena sebagai Kabag Ops juga baru dilantik. Karena itu, pada waktu acara baralek adik Irma pekan lalu, Tedi tak bisa pulang. Namun sebulan lalu mereka sempat bertemu. Itulah pertemuan terakhirnya dengan menantunya. Semua anak pasangan Efirizan dan Irwan Koto memang merantau.
“Kepulangan kami ke kampung dalam rangka baralek tersebut, saya dan suami pun biasanya di Ambon berdagang. Anak anak kami pun semua lahir di Ambon, termasuk Irma” sebut Efi mengenang masa lalunya.
Jenazah tiba tadi malam
Jenazah AKP Tedy Efendy dan istrinya Irmawati, penumpang pesawat Merpati jenis MA 60 bernomor penerbangan MZ-8968 tujuan Sorong-Kaimana-Biak, tiba di Bandara Soekarno-Hatta tadi malam.
Kemudian jenazah Irmawati diberangkatkan lagi ke Padang menjelang pukul 00.00 WIB tiba di rumah duka. Keluarga korban ramai menunggu, termasuk Kapolsek Banuhampu, kedatangannya lebih cepat dari jadual semula. Menurut keluarga akan dikebumikan hari ini (Senin, 9/5, red).(*)
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

andiko

unread,
May 9, 2011, 12:19:24 AM5/9/11
to rant...@googlegroups.com
Mak TR

Agak mamilin paruik ambo, duo hari ko berita itu sajo. Barisuak malam ambo harus kasinan tapi lai Via Ambon, lalok sahari di Ambon baru masuak Kaimana dari Ambon. Kok ado dunsanak RN nan di Ambon nio berkenalan, ambo lai ka di Ambon sahari sabalun barangkek, jo duo hari sapulang dari Kaimana.

Kok didanga lagu Senja Di Kaimana Alfian ko, yo basonsong juo angok badampuang iko.

http://www.youtube.com/watch?v=OY3cMTTXmGc

Salam

andiko

Dr Saafroedin Bahar

unread,
May 9, 2011, 12:20:31 AM5/9/11
to rantaunet, rantaunet
Ambokan selamat pulang baliak bung Andiko. Ambo th 2003- 2004 dinas pulang baliak ka Papua tu. Sabana latiah dibueknyo.
Wassalam,
Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/

Reni Sisri Yanti

unread,
May 9, 2011, 12:22:18 AM5/9/11
to rant...@googlegroups.com
da Andiko
kawan Reni yg sadang di Fakfak yg mano sadang manunggu pesawat tu yg kapai ka ambon jo kajakarta sahari tu yo mamilin paruinyo....
sampai kini paro2 hatinyo pulang ka Jakarta...


Renny
Accounting & Finance
APX WORLDWIDE EXPRESS
re...@airparcel-express.com
021 88863360 ext. 214
081806966391  (gsm)
021 95578396 (cdma)




From: andiko <andi....@gmail.com>
To: rant...@googlegroups.com
Sent: Mon, May 9, 2011 11:19:24 AM
Subject: Re: [R@ntau-Net] Duka di Kubang Putiah


sjamsir_sjarif

unread,
May 9, 2011, 12:27:39 AM5/9/11
to rant...@googlegroups.com
Tahun 1964-65 waktu angek-angeknyo Pembebasan Irian Barat, MakNgah manonton pertunjukan sandiwara nan dihidangkan anak-anak sikola Zuster di Gedung Nasional Bukittinggi. Salah satu nan manjadi kenangan dan masih terbayang-bayang sampai kini anak-anak gadih rancak-rancak ko dengan sorotan lighting wqarna-warni nan impressif manyanyikan lagu "Senja di Kaimana".

Sebagian Lyriknyo masih takana, kadang-kadang dirungun-rungunkan surang kalau tampak sanjo nan rancak.

"Kan ku-iingat slalu, kan ku-keenang slalu,
Senja indah senja dii Kaimanaaa ..."

Kok Angku Andiko sampai di sinan nanti, tolong verifikasi bagaimana indahnyo Senja di Kamimana tu. Kok ado adidunsanak nan punyo lyrik dan irama lagu tu, tolong katangahkan di Lapau untuk kenangan. Kok ado anak-anak zuster di Lapau ko nan bapartisipasi dalam sandiwara tu tolong ka tangah.

Salam,
--MakNgah
Sjamsir Sjarif
Senja di Tapi Riak nan Badabua, May 8, 2011

andiko

unread,
May 9, 2011, 12:38:48 AM5/9/11
to rant...@googlegroups.com
Alhamdulillah Pak Syaf alah sehat baliak, maaf indak tacaliak ka rumah Pak Syaf doh, lagian ambo indak tahu rumah apak. Kalau mental apak ko, indak ambo ragukanlah, urang tigo zaman. Tapi ambo yo agak gaca stek pak, dari ujuang-ka ujung jo rumah dan anak. Rumah jo anak diujuang barat, markas di tangah, pai mamangkua ka ujuang timur Indonesia. Yo lain pangana deknyo, apo lai berita TV tu memang agak mandoktrin ambo. Ukatu bujangan, ba sonsong se apo nan mahadang, tabujua lalu, tabulintang patah, tapi kok kini agak panggaca naik kapa tabang lamo2.

Salam

andiko

rinapermadi

unread,
May 9, 2011, 12:35:28 AM5/9/11
to rant...@googlegroups.com

Kami do’akan perjalanan aman dan lancar dimudahkan Allah SWT Da

Tapi untuk antisipasi, mulailah untuk minta maaf  J

 

Bagarah.com

 

Wassalam

Rina

andiko

unread,
May 9, 2011, 12:47:31 AM5/9/11
to rant...@googlegroups.com
Mak Ngah, kandak buliah pintak balaku ko

Kan kuingat slalu
Kan kukenang slalu
Senja indah
Senja di Kaimana

Seiring surya
Meredupkan sinar
Dikau datang
Ke hati berdebar

Kau usapkan tangan halus mulus
Dilukanan para penuh debu

Senja di Kaimana
Dan kasihmu dara
Dalam jiwa
Hingga akhir masa

Ukatu ambo ketek di batusangka, ado sorang perantau dari papua nan bakarajo jo toko besar di Batusangka. Ukatu adio band-band di pasa, misalnyo tanggal 17 agus, inyo selalu manyanyi, lagunyo senja di Kaimana itu. Manitiak ayia matonyo manyanyi itu. Mungkin dek sarik bana jalan pulang dari ujuang ka ujuang Indonesia maso itu. Ambo mancaliak itu, batanyo-tanyo, dima Kaimana iko ?.

sjamsir_sjarif

unread,
May 9, 2011, 1:13:40 AM5/9/11
to rant...@googlegroups.com
Tarimo kasih angku Andiko, iramanyo nan takana cuma nan dari REfnyo tu,labihanyo indak.

Tiok MakNgah mancaliak peta Irian, MakNgah salalu mancaliak Kaimana. Sajak MakNgah pernah menterjemahkan paengoperasian Tambang Freeport, perhatiana tatumbaoah dengan seluk beluk daerah sekitarnya. Tembagapura seharusnya Swarnapura, karano banyaknyo emas nan manjadikan Freeport terkaya dengan sumbernyo nan terbanyak dari sinan melbihi kerugian-kerugiannyo di tampek lain di dunia. Tembagapura ruponyo sacaro licik dinamokan baitu, supayo nana tabayabng cuma timbagonyo sakadar pambaia upeti ka pamarentah awak. Amehnyo dibawo tabang.

Sedih lai, jalan Timnika - Tembagapura menjadi daerah jalan sejarah berdarah. Mungkin seabagai law Student, Angku Andiko lai mangikuti seluk beluk Kasus Timika Km 67(?).

MakNgah doakan Selamat dalam perjalanan.Kok dapek singgah ka Timika dan Tembagapura rancak diengong-engong suwok kida.

Salam,
--MakNgah
Sjamsir Sjarif
May 8, 2011

--- In Rant...@yahoogroups.com, andiko <andi.ko.ko@...> wrote:
>

taufiq...@rantaunet.org

unread,
May 9, 2011, 1:07:52 AM5/9/11
to rant...@googlegroups.com

Andiko, biasonyo kalau pasaran sadang angek iko. Lai agak nan sabananyo pareso kapatabang sabalun barangkek

Beko lah lupo urang baru baliak pulo bak nan taralah

Jadi indak usah ragu bana, sarahkan sajo pado nan Satu

Kalau ambo maso duo kali sabulan ba belok ka Balikpapan, jet-turbolance di ateh Kalteng nan sabana mamilin paruik tu
Bantuak pasawat itu indak batanago lagi, raso ka malapoh tibo dibumi

Baliak ka pasawat nan jatuah. Marilah kito tunggu hasia penyelidikan yang berwajib. Memang pesawatnyo nan indak layak, masalah cuaca atau cargo

Maklum lah Papua, nan naiak indak urang nan hodeng ba minyak stakom sajo. Babi jo simin sato pulo naik

Dek masalah cargo alun juo clear, mano tau pesawat kosong dek urang, tapi barek dek simin

Samo jo Mandala nan jatuah di Medan dulu. Ruponyo mambao durian 7 ton ka Jkt. Sahinggo indak talok dek inyo naiak

---TR

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: andiko <andi....@gmail.com>
Sender: rant...@googlegroups.com
Date: Mon, 9 May 2011 11:19:24
To: <rant...@googlegroups.com>
Reply-To: rant...@googlegroups.com

Dasriel Noeha

unread,
May 9, 2011, 1:47:58 AM5/9/11
to rant...@googlegroups.com
Ha ha tagalak sengeng ambo mambaco, milis sanak Taufik, ado istilah keren "hodeng jo minyak sitakom", ai yayai io lah lamo lo awak ndak mandanga istilah ko kalua...

Babaliak curito ka kapatabang nan malayang di udaro, tibo-tibo tahampeh kabumi...

Ambo ingek ka tiko ambo mamacik Logistics di Total salamo 5 tahun ambo batanggung jawab maurus tamasuak angkutan pegawai jo pesawat charteran Pelita, mulai dari Foker 27, samapi pesawat jet F 100.

(kini indak ado charteran lai, kabanyo dek ndak lulus di audit oleh orsang aviation Total Pusat Paris, urusan safety nyo manuruik standar ICAO).

Kini Total crewnyo naiak pesawat GA se lai.

nah, dulu acok Pelita kanai sewai, dek banyak check list nan indak comply dan sparepart nan cannibal...

Kalo MNA 60 nan dari Chino tuh, awak io alaun mandangan Air Worthiness (laik terbang nyo) lai, anatah lai LULUS atau BALULUSKAN sen...

Apolai sinyalir sanak taufik, nan paruiknyo panuah muatan sandang pangan, sarato babi bagai..memang panumpang saketek, tapi kok paruikny hampie malatuih, dima lho latak safety atau uji laik terbangnyo....

Io kito tunggu komentar KNKT, (itu kalau komentarnyo indak di sunaik pulo) demi pesanan tertentu....

Pesawat ko oleng 500 meter sabalun pendaratan,...berarti kelainan instrument???lalu balambin kalauik...baa lho curitonyo, kalau teori barang tabang nan ba baliang-baliang tantu ndak mungkin balambin, jarak 500 meter itu kan dakek bana jo landasan daratnyo, baa pulo curito nan awak danga dari MetroTV tuh????

Jan peswat ko mati masin jauah jaraknyo, sahinggo turun dengan sisa putaran baling2 dan kecepatan tarikan grafitasi hanya mencapai 500 meter dari landasan, lalu pesawat terpuntir dan jatuh bebas.....

kalo kelebihan muatan kemungkinan nyo kecil lah, karena kelebihan muatan (istilah ICAO Over exceeding maximum take off weight), pasti pesawat gagal take-off (kasus mandala Medan), sedangkan Merpati 60, jatuh saat mau mendarat??? atau kito salah informasi???Jatuh saat take off baru 500 meter dari landasan pacu???

Weleh...io bencana pesawat di negeri kito ko...meninggalkan tanda tanya besar...

wassalam,

--- Pada Sen, 9/5/11, taufiq...@rantaunet.org <taufiq...@rantaunet.org> menulis:

sjamsir_sjarif

unread,
May 9, 2011, 2:36:09 AM5/9/11
to rant...@googlegroups.com
Iko ado rentetan gambar Senja di Kaimana di Google Earth:
http://www.panoramio.com/photo/8652662
--MakNgah
Sjamsir Sjarif

--- In Rant...@yahoogroups.com, "sjamsir_sjarif" <hambociek@...> wrote:
>
> Tarimo kasih angku Andiko, iramanyo nan takana cuma nan dari REfnyo tu,labihanyo indak.
>
> Tiok MakNgah mancaliak peta Irian, MakNgah salalu mancaliak Kaimana. Sajak MakNgah pernah menterjemahkan paengoperasian Tambang Freeport, perhatiana tatumbaoah dengan seluk beluk daerah sekitarnya. Tembagapura seharusnya Swarnapura, karano banyaknyo emas nan manjadikan Freeport terkaya dengan sumbernyo nan terbanyak dari sinan melbihi kerugian-kerugiannyo di tampek lain di dunia. Tembagapura ruponyo sacaro licik dinamokan baitu, supayo nana tabayabng cuma timbagonyo sakadar pambaia upeti ka pamarentah awak. Amehnyo dibawo tabang.
>
> Sedih lai, jalan Timnika - Tembagapura menjadi daerah jalan sejarah berdarah. Mungkin seabagai law Student, Angku Andiko lai mangikuti seluk beluk Kasus Timika Km 67(?).
>
> MakNgah doakan Selamat dalam perjalanan.Kok dapek singgah ka Timika dan Tembagapura rancak diengong-engong suwok kida.
>
> Salam,
> --MakNgah
> Sjamsir Sjarif
> May 8, 2011
>

andiko

unread,
May 9, 2011, 3:06:16 AM5/9/11
to rant...@googlegroups.com
Mak Ngah jo Sanak palanta

Iko menyangkut judul "Kubang Putiah". Ukatu maminteh di Ternate beberapa tahun lalu, kutiko propinsi iko masih baru, ambo sempat pai makan siang ka tangah pasa di Ternate. Ternyata ambo masuak kadai nasi urang Minang disinan dan kadai nasi iko tampek bakumpua urang awak. Curito ka curito, tabacolah mengenai keberadaan urang Kubang Putiah di Ternate. Ternyata urang Kubang Putiah iko salah satu perantau Minang nan alah lamo sangaik disinan. Sorang nan batamu jo ambo, mungkin alah 40 tahun umuanyo, baliau mangecekkan kalau inyo lahia di Ternate dan baru 2 kali sampai ka Kubang Putiah saumua iduiknyo. Ambo geleng-geleng kapalo mamikiakan, baa caronyo dulu urang gaeknyo sampai marantau ka Ternate ko, mungkin awal-awal tahun 50an urang gaeknyo alah sampai di Ternate. Ambo pikia masih pakai kapa kayu dari Makasar. Yo sabana salud ambo jo palangkahan urang Minang beserta sumangaik avonturirnyo. Ciek lai nan membuat ambo salut, antaro pelabuhan Tobelo ka Galela, ado rumah makan Padang gadang punyo urang Solok, alah lamo juo baliau disinan.

Nan lain nan mentakjupkan ambo, ado seorang anak mudo urang Pariaman, alah abih galehnyo di Bajawa Flores, baliau masuak ka Sumba (Waingapu) mamulai iduik baru. Partamo datang ka nagari nan alun pernah inyo tampuah itu, berkenalan inyo diateh kapa jo urang Sumba asli. Jo urang itulah inyo bajalan mancaliak-caliak kota kecil Waingapu. Sebulan kemudian alah tagak lapau nasinyo disinan dan pindah seluruh keluarganyo. Ambo sempat singgah kasinan, dilapau nasi itu. Dilapau nasi itu, sangajo nyo sadiokan sebuah kamar untuak manginap dagang lalu, terutamo urang Minang nan ka ma adu paruntungan. Disinan pulo ambo batamu seorang anak nagari "Magek" nan kawin jo anak mantan Bupati Sumba Timur. Awalnyo ambo indak manyangko baliau iko urang awak, tapi setelah bacurito lamak, barulah ketahuan inyo urang Magek nan alah 25 tahun di pulau itu. Kutiko ambo sabuikkan urang Magek "Panjua Anak", tabasuik galaknyo, takana kampuang halaman.

Kalaulah kisah-kisah perjuangan anak Minang dalam mengarungi kehidupannyo jauah dari kaki Singgalang jo Marapi dan baa daya adaptasinyo di tanah rantau dituliskan dalam buku,tantulah akan dahsyad. Banyak kisah-kisah humanis mereka, perjuangan dan keberhasilan mereka di tanah rantau, bahkan didaerah gersang sakalipun. Sayang yang selalu ditulih itu hanyolah nan gadang-gadang se.

sjamsir_sjarif

unread,
May 9, 2011, 4:17:20 PM5/9/11
to rant...@googlegroups.com
Memang judulnyo "Kubang Putiah" namun seiring jo pengmebaraan Angku Andiko, isinyo lah malimpah dari Kubang Putiah, nan buliah kito rosok-rosok manujadi komplikasi sejarah perantauan dan bergulir dari nasib masyarakat di Kampuang Halaman. Kalau di Ternate ditemukan Urang Awak nan "mengejutkan", MakNgah picayo mungkin hal ko akan kito jumopai nanti di berbagai point geografi; kito akan basobo9k jo Urang Awak nan tadinyo indak kito kasanoi. Sabagai field student, Anbgku Andiko lah manyariangkan talingo, manyalangkan mato dan mangikuti mainterpretasikan intuisi. Taruihlah malangkah denganteknik field study nan alamiah ko. Hal itu akan berkembang dengan penemuan-penemuan yang mungkin tambah mencengangkan.

Diambiak satu titiak tumpu, saurang nan baumua 40 tahun kini di Ternate tu, diambiak paralel jo horizoneal dengan angkatan di Kampuang Halaman. Baliau adolah seangkatan dengan angkatan baru paska pergolakan. Baby boom paska pergolakan nan memuncak sekitar 1967-68an kini adolah angkatan baru, baiak di Kampuang Halaman maupun Di Rantau. Kalau mereka tu kelahiran Rantau, kamungkinan urang tuonyo adolah sebagian emigran besar-besaran paska pergolakan nan bersebar mengipas dari Kampuang Halaman manuruikkan nasib, Tinggalah Kampuang Tinggalah Halaman, Tingga Tapian Tampek Mandi ...

Kalau pandai mancukia oral history, mungkin akan banyak sangkuik pauiknyo jo latar belakang sejarah dan penderitaan di Kampuang Halaman.

Tahun 2003 MakNgah pun batamu jo Rang Kampuang nan indak di sangko-sangko. Wakatu tu dalam pajalanan pulang dari Birma, MakNgah bajalan-jalan di Tanjuang Pinang. Sorenyo mancari tampek makan dan penginapan nan agak jauah dari pusek karamian palabuhan. Lah rancak hari agak sore, sampai di suatu Restoran banamo kalau indak salah "Restoran Mak Datuak". Sabagai biaso MakNgah indak bukak muluik cuma makan sambia manyariangkan talingo. Tanyato urang nan duduak di bulakang mangecek caro kampuang awak bana. Akhirnyo MakNgah berkenalan dan maota panjang. Kironyo baliau Urang Baso. Basobok kalorok carito kami maso dahulu. Inyo tuo saketek dasri MakAngah. Diparagoannyo paonyo nan basarawa punco, bekas luko kanai tembak wakatu bagolak. Tanyato inyo memang salah satu emigran nan puluhan ribu maninggakan Kampuang halaman sasudah bagolak. Kamungkinan anak-anaknyo pun saanngkatan jo pemilik resotoran di Ternate tu. Jan takajuik nanti jiko mangalami hal nan hamoia samo di Kaimana, Timika, bahkan Jaayapaur anta dima-dima sampai ka Australia. Rancak dinyariang-nyariangkan talingo :)

Salam,
--MakNgah
Sjamsir Sjarif
May 9, 2011

ajo duta

unread,
May 9, 2011, 4:48:01 PM5/9/11
to rant...@googlegroups.com
Kalau Samudra Sjarief atau Mutiara Sjarief beko jadi urang gadang
di Amrik, sia pulo sangko ayahnyo dari 4Angkek Canduang (CMIIW).

Sia pulo sangko kalau Alexander Nguyen, anggota kongres dari Virginia,
ungkunyo urang Gasan Gadang, Piaman.

Minangkabau itu kini alah jadi Minangglobal..................

2011/5/9 sjamsir_sjarif <hamb...@yahoo.com>:

> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>  1. E-mail besar dari 200KB;
>  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>  3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
>

--
Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
gelar Bagindo, suku Mandahiliang,
lahir 17 Agustus 1947.
di Nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman.
rantau: Deli dan Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA
------------------------------------------------------------
"Kepedulian sanak terhadap anak-anak nagari ditunggu. Mari sisihkan
rejeki kita Rp.250.000 untuk satu paket baju seragam bagi anak-anak
yang tak bersekolah, hanya karena tak sanggup beli baju seragam"

Datuk Endang

unread,
May 9, 2011, 9:27:23 PM5/9/11
to rant...@googlegroups.com
Dek karono 10 tahun ko ocok bajalan ka Indonesia Timur, ambo ocok basuo jo 'rumah makan Padang'. Di NTT di Kefamananu dakek perbatasan ado basuo, juo di Maumere saroto di tiok kota di Flores, baitu juo di Baa pulau Rote malah ado duo urang manggaleh nasi. Kalau nan di Tobelo, kami pernah kanai, ambo raso itu RM nan paliang maha nan pernah dicubo; kami batujuah kanai Rp 1,7 juta, tapi dulu memang sero, namun seharusnya indak samaha itu. Jadi memang alah banyak nan sampai ka kota-kota kabupaten.
Di Bima Sumbawa pernah maliek anak-anak latihan tari Minang.
Di Fakfak ado urang kampuang kami nan mambukak hotel, hotel Asia. Di Sorong ado hotel dan resto nan dibuek jo arsitektur Minang, foto terlampir.
 
Wassalam,
-datuk endang
sorong.jpg

andi ko

unread,
May 9, 2011, 10:43:57 PM5/9/11
to rant...@googlegroups.com
Mak Ngah, Mak Duta, Mak Datuak Endang, Jo Pak Syaf jo Sanak Palanta

Nah iko nan menarik, pertanyaan pentingnyo, apokah memang peristiwa PRRI menjadi satu latar belakang penting perantauan besar-besaran Minangkabau. Mak Ngah alah mancontohkan ciek pada kasus di bawah iko. Dalam curito kaset "Ratok Mak Enggi" balerong group dibaco-baco juo latar belakang kenapa urang Minang merantau, baik karena peristiwa politik maupun karena peristiwa sosial. Pengalaman Mak Ngah di tanjuang Pinang akan menjadi kisah yang sangaik menarik kutiko ditelusuri labih jauah, sabananyo kama mantan-manta PRRI itu melanjutkan hidupnyo. Ambo mandanga zaman itu daerah Riau jo Kepulauan Riau adolah daerah Dolar zaman itu. Pasca bergolak, banyak katonyo urang Minang pai kasinan. Bahkan nan labiah menarik, Caltex-perusahaan minyak Amerika nan di Pakanbaru, banyak manampuang duo suku yang terlibat aktif dalam pergolakan yaitu Minangkabau dan Tapanuli. Ambo mandanga dan mencatat dengan takzim kisah-kisah humanis perjuangan iko, termasuk dari tokoh-tokoh rantaunet. Baitu juo Mak Ngah, suratan takdir alah melemparkan mak ngah pada ribuan kilometer dari tanah kelahiran. Sepotong kisah mak ngah nan ditulih di Koran Mimbar Minang bertahun-tahun lalu sedikit membuka tabir perjuangan seorang laki-laki Minang nan alah digariskan untuak berjalan menemui takdirnyo. Baitu juo Mamak Ajo Duta, mambayang ka ambo mandi-mandi pagi di batang Gasan yang penuh ikan larangan, salo manyalo jo rumpun talang, dimano ambo alah taminum juo ayia Batang Gasan ko. Siapo sangko akan menemui takdirnyo di jantung modernitas. Tapi indak salah pituah marapi jo singgalang, indak ka kuniang dek kunik, indak ka merah dek sago, disinan jati diri Minangkabau indak tergerus jo budaya lua, ibaraik ikan dilauik, indak ka asin dagiangnyo dek lauitan. Baitu juo Pak Syaf, baa bana bekerja dalam sistem nan tantunyo saketek banyak sangat curiga jo Minangkabau pasca pergolakan, tentu membutuhkan seninyo sendiri. Tambah ciek lai mamak Zulkarnain Kahar, Anwar jambak, Ryan Firdaus, Jepe, TR dan banyak aktivis RN lainnyo. Baitu juo sorang mamak ambo, seorang keluaran sikola agamo gurun batu sangka, sia manyangko baliau malala di asia Tenggara dan ditahun 70-an alah di deportasi dari Amerika....he..he..

Nah kalau kisah-kisah pergulatan hiduik iko digabuangkan, kito akan batamu jo inti ilimu di universitas kehidupan nan akan manjadi warih nan di jawek, pusako nan ditolong. Ambo batanyo-tanyo, sialah si-Minangkabau bangsa pengembara iko, apokah inyo bagian dari kabilah nan hilang ?

Salam

Andiko

2011/5/10 sjamsir_sjarif <hamb...@yahoo.com>

taufiq...@rantaunet.org

unread,
May 10, 2011, 3:35:02 AM5/10/11
to rant...@googlegroups.com

Batua Andiko, sejumlah besar ex PRRI ini terutama nan pernah sikola ditarimo di Caltex, Pan Am dan Stanvac. Tigo perusahaan Minyak nan beroperasi di Riau
Selain itu banyak pulo nan karajo di perusahaan Contractor Asing seperti Dowel Schlemberger, Rio Tinto dll perusahaan construksi asing maso itu

Kemudian Pan Am indak dapek minyak dan barangkek dari Pakan Baru. Tingga kini Simpang Panam dibateh kota Pekan Baru sajo lai sebagai kenang2an

Stanvac masih beroperasi di Lirik-Air Molek, Pendopo dll di Sumsel sampai tahun 80an
Kini ditaruihkan operasinyo dek Pertamina jo Medco

Sejumlah perwira ex PRRI juga diberi kesempatan menjadi supplier barang/bahan utk Caltex. Diantaranya CV Ramah Tamah and Co. Yang diberi berbagai fasilitas untuk beroperasi

Salah satu perwira menengah yang lumayan terkenal pernah curito jo ambo, sesudah PRRI mereka secara berkala dapat jatah minyak gratis yang dibawa dengan oto-tanki dari Rumbai ka Padang

Untuk ex PRRI nan ingin bebas banyak nan karajo informal selain manggaleh, banyak juo nan jadi smokel/penyelundup berkucing-kucingan dengan aparat memasukkan berbagai barang dari Luar Negeri tanpa cukai

Seperti pernah ambo sampaikan sabalunnyo
Ambo mancubo mambuek trilogi curito dengan back-ground PRRI iko

Bagian partamo tentang si Mansun nan tapaso pai marantau karano pomlenyo lah dikawini Tian nan OPR. Dek karano Tian masih cemburu, Mansun takuik tingga dikampuang
(Iko lah ambo kirim utk RN)

Buku kedua , setelah beberapa waktu jatuh bangun dalam berusaha, Mansun mulai sukses di Rantau.

Sedangkan nyawa Tian berakhir di Gunung Singgalang. Sewaktu para OPR/Pemuda Rakyat diburu massa pasca G3OS-PKI

Lisma istrinyo tapaso manggaleh sayua di Jalan Agus Salim yang sumpek di Pasa Pusat Pku

Mansun baru salasai mamasan pupuak untuak kabun sawitnyo, sewaktu SatPol PP mamburu PKL di Jalan itu

Lisma nan lari menyelamatkan dagangannyo talando dek oto Mansun

Itu karangko curito ambo itu


---TR

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: andi ko <andi....@gmail.com>
Date: Tue, 10 May 2011 09:43:57 +0700
Subject: Re: [R@ntau-Net] Kubang Putiah

Darwin Chalidi

unread,
May 10, 2011, 4:57:05 AM5/10/11
to rant...@googlegroups.com
Sanak TR sarato Palanta RN nan ambo hormati.
Carito Caltex, Pasa Pusek, Jl Agus Salim, Piaman, & PRRI marupokan
lingkaran kehidupan ambo 50 thn labiah.
Dek TR mangeceakan pasa sayua nan sumpek dan dikaja Satpol, adolah
irama kami sambia abak ambo badagang bareh ka sungai rangau untuak
PRRI.
Memang Pekanbaru indak bisa dilapehkan dari history PRRI
Salam darwin chalidi Tangsel

taufiq...@rantaunet.org

unread,
May 10, 2011, 5:21:12 AM5/10/11
to rant...@googlegroups.com

Batua pak Darwin, ambo mancubo menggambarkan kondisi Pakan Baru pasca PRRI. Baa urang naiak bus semalaman dari Kiktenggi ka Pakanbaru dengan Terminal sangkak buruang di areal BRI jln Sudirman kini. Los Pasa Pusat masih ba atok rumbio

Pakanbaru maso itu cuma Jalan Bangkinang (kini A.Yani) jo Jalan Asia(kini Sudirman) nan ba aspal


Salam
TR

andi ko

unread,
May 10, 2011, 6:03:39 AM5/10/11
to rant...@googlegroups.com
Ondehhh mamak, sungguah curito nan barago. Tulih taruih mak

Salam

Andiko

--
Sent from my mobile device

sjamsir_sjarif

unread,
May 10, 2011, 7:35:16 AM5/10/11
to rant...@googlegroups.com
Yah, Pekanbaru. Itulah point Rantau terdekat ke arah Timur paska pergolakan. MakNgsh pun mengarah ke sana tahun 1962 dalam suasana penuh duka. Panjang cerita belum terkata.

Titik cerita "Kubang Putih" dengan Peristiwa Kaimana dan ketercengangan Angku Andiko di Ternate. MakNgah mengeluarkan istilah perantauan yang "mengipas" untuk pertama kali. Perhatikanlah peta Indonesia, para perantau berserakan, mengipas dari Sumatera Barat sebagai titik tolak ke semua arah seperti kipas; Pekanbaru, Medan, Tembilahan, Palembang, Bengkulu, menyeberang Selat ke Timur dan Selatan, Jakarta and beyond ...

Pekanbaru adalah destinasi pertama terbetik dan terkembang dalam posting ini. Pasti banyak cerita-cerita "tidak besar" yang humanis yang belum pernah terbetik. MakNgah pernah memberitakan agar adidunsanak yang ingin melihat efek pergolakan agar meneliti dengan seksama Novel Carl Chairul, Ketika Merah Putih Terkoyak. Ceritanya mikorkosmos bersentral di "Sarasah" merupakan cerita banyak siratan, mangandung arti dalam dan luas; manuruik tafsiran MakNgah, kok dikumpa sabalun kuku, kok dikambang saleba alam. Sehubungan dengan arah pengipasan perantauan akibat pergoolakan ini, kenang bayangkanlah rombongan keluarga dari "Sarasah" dengan sedih dukanya dalam suasana mencengkam meninggalkan Kampung Halaman ke Utara, menuju Medan ...

Salam,
--MakNgah
Sjamsir Sjarif
Di Tapi Riak nan Badabua, May 10, 2011


--- In Rant...@yahoogroups.com, andi ko <andi.ko.ko@...> wrote:
>
> Ondehhh mamak, sungguah curito nan barago. Tulih taruih mak
>
> Salam
>
> Andiko
>

> >> 2011/5/10 sjamsir_sjarif <hambociek@...>

Darwin Chalidi

unread,
May 10, 2011, 7:35:55 AM5/10/11
to rant...@googlegroups.com
Sanak TR, lai takana dek ambo ukatu sikolah dulu. Terminal sangkak buruang itu dulu ditahun 1953an tampek cakak babunuhan ughang Piaman jo Ughang Batak. Disitulah dimulainyo tabantuak PKDP tahun 1953, dek karano abak ambo nan jadi didulukan salangkah. Jadi pondok kami dibalakang terminal itu jadi posko ughang Piaman dalam pertempuran memperebutkan lahan kuli angkut.

Los pasa nan baatok rumbio itu adolah tampek amak awak manggaleh sayua mayua nan hampia sado alahe diimpor dari ranah.

Kiniko Antaro Panger jo Agus Salim itu buliah dikatokan daerah ughang Piaman Laweh di Pekanbaru. Bulan April 2011 lalu ado pulo dibuek ughang tu Hoyak2 Osen Tabuik sarupo di Piaman.

Salam, Darwin Chalidi, Tangsel

andi ko

unread,
May 10, 2011, 8:37:38 AM5/10/11
to rant...@googlegroups.com
Mak Ngah

Sungguah mandalam makan kato basayok jo perumpamaan makngah, syukurlah
ambo dapek photo copy novel itu dari Noven melalui tangan Rina, tapi
alun tasigi lai, baru 3 hari ditangan. Ambo yakin tantulah banyak
kisah2 nan tercecer dipajalanan seorang lelaki Minang pasca
pergolakan. Ibaraik detonator, peritiwa pergolakan alah memantik api
dan ledakan pada jiwa avonturir para lelaki Minang. Disinan pasan
niniak balaku, karatau madang di ulu, ba buah ba bungo balun. Tapi nan
ibo ati, yo nan barangkek karena indak tahan baputiah mato, mako
balakulah pantun; tinggi malanjuanglah kau batuang, indak ka den
tabang-tabangi, tinggalah kau kampuang, indak ka den jalang-jalangi.

Medan nan tabaco dek mak ngah, sajak tabaun harum timbakau Deli
barubah sakali koto ketek manjadi Paris Van Sumatera. Kasinan dagang
maadu untuang, disinan rantau tradisional sanak rang Piaman jo
Pasaman, manjadi tukang jaik primadonanyo.

Ondeh mak ngah, sakitu dulu tanggapan, ambo piliah ciek2 curito
senior2 di RN, elok dikumpua naknyo kameh.

Salam

Andiko sutan mancayo

--

Nismah Rumzy

unread,
May 10, 2011, 10:07:02 AM5/10/11
to rant...@googlegroups.com


Assalamu Alaikum W. W.
Anggota RN nan bundo hormati,
Bundo mancubo manulih dibuku "Kompak Didunia Minyak"  yang berisikan pengalaman 49 orang Pensiunan Caltex.
 
Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah kondisi suatu kaum sampai mereka mengubahnya sendiri (dengan jiwa-jiwa mereka sendiri). ... ...

Al Qur’anul Karim Surah 13 Verse 11 Surah 13 Ayat 11

 

Apabila kamu bersyukur, maka pasti akan Kutambah nikmat-Ku untukmu dan bila kamu kufur maka siksa-Ku amatlah pedih (QS 14:7)

Ditahun 1958 – 1962 negeriku dilanda perang saudara. Kampungku berantakan. Banyak korban yang mati dan hilang tak tahu rimbanya. Aku membayangkan keadaan Sumatra Barat seperti dalam film “Gone With The Wind” yang menggambarkan daerah selatan Amerika Serikat yang hancur sesudah perang saudara. Mungkin aku tidak setangguh dan sehebat Scarlet O’Hara dalam film tersebut. Dalam keadaan keputus-asaan tersebut tampak secercah harapan di propinsi tetangga yaitu Riau yang terkenal dengan minyak mentahnya. Berbekal dengan kemampuan yang ada dan kemauan yang besar berangkatlah aku ke Pekanbaru. Jalan ke Pekanbaru dilalui 3 hari 3 malam dengan menyeberangi dua sungai besar yang memakai pelayangan (rakit penyeberangan) Rantau Berangin dan Danau Bingkuang. Berkat pertolongan beberapa sahabat aku ditest untuk ditempatkan sebagai guru di sekolah yang bernama Sekolah Dasar Caltex (SDC). Di perusahaan ini orang tidak mempersoalkan apakah aku bukan putra daerah, perempuan atau terlibat pemberontakan. Kufokuskan perhatianku pada waktu test tersebut dan luar biasa hasilnya (diketahui belakangan). Dalam keadaan terdesak kadang-kadang kita bisa membuat prestasi yang luar biasa.

 
Hayatun Nismah Rumzy
 

andi ko

unread,
May 10, 2011, 10:21:40 AM5/10/11
to rant...@googlegroups.com
Alhamdulillah ambo alah dapek buku iko lansuang dari penulisnyo, langkok jo tanda-tangan. Cara bertutur yang menyentuh dengan pembukaan yang indah. Pakanbaru dan Caltex menjalin banyak pertemuan nasip anak-anak nagari Minangkabau. Sungai Siak banyak menyimpan cerita tentang itu.

Salam

andiko

2011/5/10 Nismah Rumzy <hayatu...@yahoo.com>


Assalamu Alaikum W. W.
Anggota RN nan bundo hormati,
Bundo mancubo manulih dibuku "Kompak Didunia Minyak"  yang berisikan pengalaman 49 orang Pensiunan Caltex.
 
Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah kondisi suatu kaum sampai mereka mengubahnya sendiri (dengan jiwa-jiwa mereka sendiri). ... ...

Al Qur’anul Karim Surah 13 Verse 11 Surah 13 Ayat 11

 

Apabila kamu bersyukur, maka pasti akan Kuta, lansuang darimbah nikmat-Ku untukmu dan bila kamu kufur maka siksa-Ku amatlah pedih (QS 14:7)

Ditahun 1958 – 1962 negeriku dilanda perang saudara. Kampungku berantakan. Banyak korban yang mati dan hilang tak tahu rimbanya. Aku membayangkan keadaan Sumatra Barat seperti dalam film “Gone With The Wind” yang menggambarkan daerah selatan Amerika Serikat yang hancur sesudah perang saudara. Mungkin aku tidak setangguh dan sehebat Scarlet O’Hara dalam film tersebut. Dalam keadaan keputus-asaan tersebut tampak secercah harapan di propinsi tetangga yaitu Riau yang terkenal dengan minyak mentahnya. Berbekal dengan kemampuan yang ada dan kemauan yang besar berangkatlah aku ke Pekanbaru. Jalan ke Pekanbaru dilalui 3 hari 3 malam dengan menyeberangi dua sungai besar yang memakai pelayangan (rakit penyeberangan) Rantau Berangin dan Danau Bingkuang. Berkat pertolongan beberapa sahabat aku ditest untuk ditempatkan sebagai guru di sekolah yang bernama Sekolah Dasar Caltex (SDC). Di perusahaan ini orang tidak mempersoalkan apakah aku bukan putra daerah, perempuan atau terlibat pemberontakan. Kufokuskan perhatianku pada waktu test tersebut dan luar biasa hasilnya (diketahui belakangan). Dalam keadaan terdesak kadang-kadang kita bisa membuat prestasi yang luar biasa.

 
Hayatun Nismah Rumzy
 

--
.

Nismah Rumzy

unread,
May 10, 2011, 10:31:23 AM5/10/11
to rant...@googlegroups.com


Assalamu Alaikum W. W.

 

USAH DIRATOK I 

Gubahan: Jusaf Rahman (alm.)

Anak urang si kubang putiah

Pai kabalai hari sanjo

Mamakai baju guntiang cino…guntiang cino

Ulah rayu sidaun siriah

Bacarai pinang jo tampuaknyo

Apo katenggang si carano….sicarano

 

Rff : L         Urang kapau pai kaladang

Sarupoko dek jo bajunyo

Iyo Buruak lakunyo alang

Ayam tapauik disembanyo

 

Urang sariak babaju janiah

Pai manggaleh kapadang lua

Iyo sarik ba ayam putiah

Kok indok sikok alang manyemba

 

Jiko Mandi denai di hulu

Aia nan usah uda sauak

Dusauak usah dikaruhi….dikaruhi

Jiko mati denai dahulu

Mati nan usah uda janguak

Dijanguak usah diratoki….diratoki

 

Nyanyian yang digubah Jusaf Rahman ini adalah salah satu nyanyi yang populer dimasa Pergolakan Daerah tersebut. Perhatikan kata2nya yang mendalam yang menggambarkan dengan sindiran seperti daun sirih, pinang, carano, ayam putiah, alang, sikok dll.nya. Semuanya menggambarkan perasaan dan perasaian kesedihan dan kepiluan ditinggal kekasih.  Coba perhatikan: Kalau mati denai daulu usah dijanguak dan diratoki.

Disamping itu ada juga nyanyi Ayam Den Lapeh (Nurseha) - Indak Kabarulang (Jusaf Rahman).

Banyak juo carito2 nan malapeh ka Taluak Bayua jadi ado istilah waktu tu Ganja Batu dan Ganja Kayu.

Sekianlah Wassalam Hayatun Nismah Rumzy
10 May 2010 (sedang berada ditempat cucu di Grapevine Texas)

andi ko

unread,
May 10, 2011, 10:31:33 AM5/10/11
to rant...@googlegroups.com
Mamak-mamak jo bundo, ado tanyo ciek nan tasalek. Ambo yakin ending dari peristiwa PRRI juga mempengaruhi dunia seni, misalnyo lahirnyo lagu-lagu minang legendaris pasca pergolakan itu yang banyak memakai kata bersayap untuk manyuarokan suaro hati. Mungkin ado orkes nan populer zaman itu. Misalnyo, apokah lagu " Sinar Riau" nan legendaris ado latar belakang demikian :

Sinar Riau

Oto banamo lah Sinar Riau
Baliak manambang (cu deyen) nan dari Pakan
Oi baranti tantang (cu deyen) Danau Bingkuang
Taragak mandeh jo urang rantau
Oi ka pintu tangih (cu deyen) bakaluakan
Sabalah mandeh badan denai lai ka pulang

Ondeh dangalah Sinar Riau di pandakian
Rabab tolong sampaikan

Pakanbaru Taratak Buluah
Labuhan kapa (yo tuan) nan dari Siak
Oi mamuek gombia (cu deyen) dari Bangkinang
Jawek pakirim oi dagang jauah
Sayang bacampua (oi mandeh) nan jo taragak
Denai kok lareh (cu deyen) dirantau urang

Ondeh dangalah Sinar Riau di pandakian
Rabab tolong sampaikan

(Ciptaan Ajis Sutan Sati, Dipopulerkan oleh Elly Kasim dan Tiar Ramon)



Mungkin ado sedikit curito nan bisa kami baco

taufiq...@rantaunet.org

unread,
May 10, 2011, 11:00:05 AM5/10/11
to rant...@googlegroups.com

Andiko,
Lagu2 era dan pasca PRRI mungkin Asbon-Nuskan Syarief dan Nurseha jo Gumarang- Kumbang cari

Lagu 2 Elly Kasim jo Lily Syarief umumnyo meledak sesudah peristiwa G30S-PKI.
Maso itu kondisi urang nan tapaso marantau lai indak tasapik bana lai

Tamasuak lagu Sinar Riau dibawah, mungkin tahun populernyo 67-71.

Ukatu itu bus Kiktenggi- Pku banyak kalasonnyo nan mirip acordion/orgen.

Sahinggo ado pulo khusus surang tukang kalason duduak disampiang sopir, nan manguasai lagu Minang Populer atau tradisional macam saluang jo rabab


---TR

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: andi ko <andi....@gmail.com>
Date: Tue, 10 May 2011 21:31:33 +0700

andi ko

unread,
May 10, 2011, 9:02:08 PM5/10/11
to rant...@googlegroups.com
Mak TR

Ukatu ketek ambo pernah naik bus nan kalasonnyo berirama itu. Yo sero
rasonyo. Kami pai dari kampuang berkunjung ka mamak di dumai. Waktu
itu curitonyo roda oto barantai karena licinnyo jalan minyak. Takana
dek ambo ukatu baranti di Lubuak Bangku, yo sabana kenangan manis maso
ketek ambo.

Salam

Andiko

Sadang makan coto di tapi teluk Ambon

> Andiko,
> Lagu2 era dan pasca PRRI mungkin Asbon-Nuskan Syarief dan Nurseha jo
> Gumarang- Kumbang cari
>
> Lagu 2 Elly Kasim jo Lily Syarief umumnyo meledak sesudah peristiwa
> G30S-PKI.
> Maso itu kondisi urang nan tapaso marantau lai indak tasapik bana lai
>
> Tamasuak lagu Sinar Riau dibawah, mungkin tahun populernyo 67-71.
>
> Ukatu itu bus Kiktenggi- Pku banyak kalasonnyo nan mirip acordion/orgen.
>
> Sahinggo ado pulo khusus surang tukang kalason duduak disampiang sopir, nan
> manguasai lagu Minang Populer atau tradisional macam saluang jo rabab
>
> ---TR
>
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>

> *(Ciptaan Ajis Sutan Sati, Dipopulerkan oleh Elly Kasim dan Tiar Ramon)*

>> ------------------------------
>> *From: * andi ko <andi....@gmail.com>
>> *Sender: * rant...@googlegroups.com
>> *Date: *Tue, 10 May 2011 09:43:57 +0700
>> *To: *<rant...@googlegroups.com>
>> *ReplyTo: * rant...@googlegroups.com
>> *Subject: *Re: [R@ntau-Net] Kubang Putiah

--

rinapermadi

unread,
May 10, 2011, 9:50:58 PM5/10/11
to rant...@googlegroups.com

Waalaikumsalam Warahmatullahi Wb,

Bundo,

 

Sedari tadi Rina nak nio koment jo lagu dahsyat favorite Rina sedari ketek

Tanpa sadar sering disenandungkan di sela hari

Susah mengoment karya dahsyat sastra sebegini ini

Dari tadi sibuk hapus tulis hapus tulis se Rina

 

Wassalam

Rina

 

 

 

 

From: rant...@googlegroups.com [mailto:rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Nismah Rumzy
Sent: Tuesday, May 10, 2011 9:31 PM
To: rant...@googlegroups.com
Subject: Re: [R@ntau-Net] Kubang Putiah

 



Assalamu Alaikum W. W.


 

USAH DIRATOK I

Gubahan: Jusaf Rahman (alm.)

Anak urang si kubang putiah

Pai kabalai hari sanjo

Mamakai baju guntiang cino…guntiang cino

Ulah rayu sidaun siriah

Bacarai pinang jo tampuaknyo

Apo katenggang si carano….sicarano

 

Rff : L         Urang kapau pai kaladang

Sarupoko dek jo bajunyo

Iyo Buruak lakunyo alang

Ayam tapauik disembanyo

 

Urang sariak babaju janiah

Pai manggaleh kapadang lua

Iyo sarik ba ayam putiah

Kok indok sikok alang manyemba

 

Jiko Mandi denai di hulu

Aia nan usah uda sauak

Dusauak usah dikaruhi….dikaruhi

Jiko mati denai dahulu

Mati nan usah uda janguak

Dijanguak usah diratoki….diratoki

 

Nyanyian yang digubah Jusaf Rahman ini adalah salah satu nyanyi yang populer dimasa Pergolakan Daerah tersebut. Perhatikan kata2nya yang mendalam yang menggambarkan dengan sindiran seperti daun sirih, pinang, carano, ayam putiah, alang, sikok dll.nya. Semuanya menggambarkan perasaan dan perasaian kesedihan dan kepiluan ditinggal kekasih. Coba perhatikan: Kalau mati denai daulu usah dijanguak dan diratoki.

Disamping ituada juga nyanyi Ayam Den Lapeh (Nurseha) - Indak Kabarulang (Jusaf Rahman).

Banyak juo carito2 nanmalapeh ka Taluak Bayua jadi ado istilah waktu tu Ganja Batu dan Ganja Kayu.

Sekianlah Wassalam

Hayatun Nismah Rumzy
10 May 2010 (sedang berada ditempat cucu di Grapevine Texas)

--

sjamsir_sjarif

unread,
May 11, 2011, 12:15:25 AM5/11/11
to rant...@googlegroups.com
> Urang sariak babaju janiah
>
> Pai manggaleh ka padang lua

>
> Iyo sarik ba ayam putiah
>
> Kok indok sikok alang manyemba

Mungkin ejaanyo dan mukasuiknyo:

Urang Sariak babaju ganiah
Pai manggaleh ka Padang Lua

Iyo sarik ba ayam putiah
 Kok indak sikok alang manyemba

ganiah ko kain putiah kan?

Yah, Ayam Putiah tiada berdosa
tasapik antaro duo macam paburu bagak dan buas,
Alang dan Sikok

-- MakNgah


--- In Rant...@yahoogroups.com, "rinapermadi" <rinapermadi@...> wrote:
>
> Waalaikumsalam Warahmatullahi Wb,
>
> Bundo,
>
>
>
> Sedari tadi Rina nak nio koment jo lagu dahsyat favorite Rina sedari ketek
>
> Tanpa sadar sering disenandungkan di sela hari
>
> Susah mengoment karya dahsyat sastra sebegini ini
>
> Dari tadi sibuk hapus tulis hapus tulis se Rina
>
> Wassalam
>
> Rina
>
>
> From: rant...@googlegroups.com [mailto:rant...@googlegroups.com] On
> Behalf Of Nismah Rumzy
> Sent: Tuesday, May 10, 2011 9:31 PM
> To: rant...@googlegroups.com
> Subject: Re: [R@ntau-Net] Kubang Putiah
>
> Assalamu Alaikum W. W.
>
>
> USAH DIRATOK I
>
> Gubahan: Jusaf Rahman (alm.)
>
> Anak urang si kubang putiah
>
> Pai kabalai hari sanjo
>
> Mamakai baju guntiang cino.guntiang cino

>
> Ulah rayu sidaun siriah
>
> Bacarai pinang jo tampuaknyo
>
> Apo katenggang si carano..sicarano

>
>
>
> Rff : L Urang kapau pai kaladang
>
> Sarupoko dek jo bajunyo
>
> Iyo Buruak lakunyo alang
>
> Ayam tapauik disembanyo
>
>
>
> Urang sariak babaju janiah
>
> Pai manggaleh kapadang lua
>
> Iyo sarik ba ayam putiah
>
> Kok indok sikok alang manyemba
>
>
>
> Jiko Mandi denai di hulu
>
> Aia nan usah uda sauak
>
> Dusauak usah dikaruhi..dikaruhi

>
> Jiko mati denai dahulu
>
> Mati nan usah uda janguak
>
> Dijanguak usah diratoki..diratoki

Sjamsir Alam

unread,
May 11, 2011, 9:00:46 AM5/11/11
to rant...@googlegroups.com
Bu Nismah,
 
Ambo koreksi snek:
 

Sarupoko dek jo bajunyo

 

mestinyo

 

Sarupo kodek jo bajunyo

 

kodek artinyo kain panjang nan dipakai padusi di bahagian bawah.

 

Kapau, Sariak, Padanglua adolah namo nagari nan mustinyo diawali jo huruf kapital.

 jadi kapadang lua harusnyo ditulih ka Padanglua

 

mak Sati (L. 74+2+9)

asa Galuang, Sungai Pua, Agam

Jl. Sitawa 25, Tabiang

0812 6600 639 Halo

0821 70 223 253 Simpati

0852 63000 868 As

0857 6652 6776, IM3

0819 4757 6979, XL

----- Original Message -----
Sent: Tuesday, May 10, 2011 9:31 PM
Subject: Re: [R@ntau-Net] Kubang Putiah

 


Assalamu Alaikum W. W.

--
.
===========================================================
===========================================================
clip_image002.jpg

elth...@gmail.com

unread,
May 11, 2011, 9:42:07 AM5/11/11
to rant...@googlegroups.com
Sanak andiko ko kuliliang taruih yoo, he he
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages