| Sumbar Dinilai Masih Tertinggal |
| Senin, 05 Mei 2008 | |
Padang, Padek-- Apakah faktor yang
menyebabkan suatu negara atau wilayah bisa maju? Apakah kekayaan alam,
kebijakan pemerintah, faktor tenaga kerja atau hanya karena takdir?
Persoalan ini akan dikupas sejumlah pakar dan praktisi, termasuk Menteri
Perindustrian Fahmi Idris, dalam seminar ”Membangun Daya Saing Sumatera
Barat yang Berkelanjutan”. Ketua Panitia Seminar, Mulyadi Afmar yang juga
Direktur PT Benefita kepada Padang Ekspres menjelaskan, sebagai putra
Minang, ia bersama perantau lainnya di Jakarta merasa terpanggil untuk
memberikan sesuatu bagi Sumatera Barat. Berawal dari ide saat pertemuan pengajian mingguan di kantornya, PT Benefita, Jakarta, berkembang rencana untuk mengumpulkan potensi-potensi perantau Minang yang ada, khususnya yang bergerak di sektor swasta. ”Seperti yang saya rasakan bersama teman lainnya, setiap pulang ke Sumatera Barat, tak ada perkembangan pembangunan berarti. Kita malu kalau dibandingkan dengan provinsi lainnya, apalagi dibandingkan dengan perkembangan yang terjadi di luar negeri. Apakah akan kita biarkan daerah kita terus seperti ini?,” ujarnya. Seminar ini, lanjut Mulyadi, akan ditindaklanjuti training berkelanjutan. Sejumlah daerah akan dijadikan pilot project bagaimana membangun dengan daya saing. Sebelum seminar diselenggarakan, Kamis, 22 Mei 2008 di auditorium Perpustakaan Bung Hatta Bukittinggi, sejumlah kota sudah menyatakan kesediaan untuk jadi pilot project, salah satunya Kota Bukittinggi. Pendekatan dan pola membangun daya saing berkelanjutan, katanya, tidak lepas dari konsep Michael E Porter, Profesor dari Harvard University yang mengembangkan sebuah model yang dikenal dengan Porter’s Diamond dalam menganalisis kenapa sebuah negara atau wilayah lebih berdaya saing dibandingkan negara atau wilayah lain. Porter mengemukakan 4 faktor penentu daya saing yaitu, conditions, demand conditions, related and supporting industries, dan firm strategy, structure and rivalry. Model Porter itu akan membawa pada pembangunan daya saing negara atau wilayah dengan pendekatan kluster. Model ini telah diterapkan di berbagai negara dan wilayah. Baik di negara maju maupun di negara berkembang dan terbukti berhasil. Alumnus ITB ini menambahkan, seminar direncanakan diikuti 400 peserta, meliputi walikota dan bupati di Sumatera Barat bersama jajarannya, utusan DPRD Sumatera Barat dan DPRD Kabupaten/Kota serta partai politik dan ormas. Selain itu, peserta juga berasal dari kalangan pengusaha dan pelaku industri, perguruan tinggi dan lembaga penelitian, para niniak mamak, cadiak pandai, alim ulama dan pemuda. Kemudian, wali nagari, lembaga swadaya masyarakat, para perantau asal Sumatera Barat, dan unsur lainnya. Selain Fahmi Idris dengan materi ”Membangun Daya Saing Sumatera Barat yang Berkesinambungan”, pembicara lainnya adalah Mulyadi Afmar (pengantar seminar), Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi dengan judul ”Menjadikan Rencana Jangka Panjang Sumatera Barat sebagai Kerangka untuk Membangun Daya Saing Sumatera Barat yang Berkesinambungan”, dengan pembahas Wali Kota Bukittinggi, H Djufri dan Moderator Arman Siswandi dari PT Pertamina (Persero). Sesi berikutnya, Pembicara Handry Satriago, Direktur PT General Electric Energy dengan judul ”Membangun Daya Saing yang Berkelanjutan Berbasiskan Kluster”, dengan Pembahas Rektor Universitas Andalas, Prof Dr Ir Musliar Kasim dan Moderator Hurizal Jamhur dari PT Pelangi Canindo, Tbk. Direktur Utama PT Semen Padang Endang Irzal akan membawakan tema ”Membangun Perusahaan-perusahaan Berbasiskan Kluster yang Efisien dan Berorientasi Ekspor”, dengan pembahas Ketua KADIN Sumatera Barat Asnawi Bahar dan Moderator Wilman Sinkuan, Ketua KADIN Payakumbuh. “Kita berharap seminar yang menjadi tahap awal untuk mendorong terciptanya membangun daya saing Sumatera Barat yang berkelanjutan dapat berjalan dengan baik. Kami dari Benefita dan Sabila Center for Competitiveness, sebagai pelaksana kegiatan masih membuka kesempatan untuk mengikuti seminar ini. Kontak person bisa dilakukan dengan menghubungi Israr (08158006416), Can (08128123004), Roy (08151646935), Iswandi (0816830856), Rifki (081117151), Eni (081310138048),” terangnya. PT Benefita adalah perusahaan yang fokus pada pengelolaan keberlanjutan sumber daya alam melalui pembangunan kompetensi sumber daya manusia. Pendekatan dilakukan dengan paradigma menang-menang antara bisnis dan lingkungan, mengintegrasikan aspek lingkungan ke dalam operasi bisnis sehingga tercipta sinergi antara kedua faktor tersebut. Hasilnya adalah peningkatan efisiensi bisnis, peningkatan daya saing, dan memperbaiki kualitas lingkungan (sumber daya alam). PT Benefita didirikan pada tahun 1998 dan dijalankan oleh para ahli dari berbagai bidang yang qualified. Sejak didirikan, kami telah memberikan jasa ke lebih dari 600 perusahaan, pemerintah daerah dan institusi. Dari hasil survey kepuasan pelanggan yang dilakukan, lebih dari 90 persen pelanggan puas atau sangat puas terhadap jasa yang telah diberikan. Sementara itu Sabila Center for Competitiveness (SCC)
adalah lembaga pendidikan yang didirikan oleh sejumlah praktisi yang
peduli pada tingkat daya saing Indonesia dan para pelaku bisnis di tingkat
global. Tujuan SCC adalah memberikan kontribusi terhadap upaya-upaya
pengembangan tingkat daya saing pelaku bisnis di Indonesia. Salah satunya
dengan menyediakan forum diskusi yang menghadirkan para praktisi dan ahli
di bidangnya untuk perusahaan kecil dan menengah yang ingin meningkatkan
kompetensi dan daya saingnya. Aktivitas utama SCC adalah
menyelenggarakan pelatihan, kuliah umum, seminar, penelitian, dan
pemberdayaan komunitas dalam konteks meningkatkan daya saing (individu,
perusahaan, lokasi). Aktivitas SCC untuk perusahaan kecil dan menengah
didukung oleh individu/institusi/perusahaan besar dengan memberikan
bantuan dalam bentuk pengetahuan, sumber daya, dan dana. Dukungan ini
membuat aktivitas yang diselenggarakan SCC menjadi sangat terjangkau bagi
perusahaan kecil dan menengah. (suk) |
The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you.
Uda Nofiardi nan ambo hormati...saketek sajo dari
ambo...
Sumbar memang habis dan indak dapek manga manga
lai...berbagai potensi sumber daya alam sudah
terkuras..begitu juo dengan potensi lain.
Pariwisata nan salamoko awak bangga banggakan indak
manunjuakkan hasil yang mambuek cerah wajah awak...jan
k aberhasil dikelola se indak..di tengah krisis
nasional yang tajadi kini...Sumbar memang membutuhkan
sebuah langkah pasti untuk menyelamatkan kampung
halaman dari keruntuhan.
Kalau sanak IJP manyabuik Sumbar alah habis, itu
sebenarnya sudah kaji lama dan sudah sangat lelah kita
berteriak tentang itu..
Namun itulah urang awak ko...Indak namuah
mangaku..bialah bangsaik asa urang lain ndak
tahu...itu lah Minang...
Soal usulan Uda tentang program "Nagari - Rantau
Networking" itu kalau menurut ambo hanya buang buang
energy saja...
Bukankah sudah banyak pengalaman kita soal kerjasama
rantau dengan kampung halaman. Ada namanya Gebu
Minang, ada namanya SSM, ada namanya FSSM danb
baratuih namo organisasi lainnya...namun APA...???
Apa hasilnya...tidak lain dari sekedar ajang pamer dan
kongkow kongkow...
Selama ini mana kerjasama Sumbar dengan daerah
tetangga dalam hal memajukan perekonomian, nyaris
tidak ada...kalaupun ada itu sifatnya hanya kecil
kecilan dan tidak membawa pengaruh besar.
Saya ingat ketika masih di Padang pada pertengahan
tahun 2005 lalu, Gamawan terpilih jadi Gubernur dan
dia segera melakukan sebuah seminar dan lokakarya
dengan melibatkan perantau, pasca Mubes Gebu
Minang...apa hasil dari seminar itu..koneksi seperti
apa yang sudah dijalankan dan bagaimana hasilnya...
Sumbar memang butuh orang baru untuk itu...
Pada pertengahan bulan lalu saya juga pernah membuat
postingan tentang ajakan saya untuk melakukan sebuah
pemetaan potensi real minang...mana yang bisa dipakai,
mana yang bisa dioptimalkan dan mana yang tidak bisa
sama sekali. termasuk sumber daya manusianya.
"Konvensi Pemimpin Daerah dengan Skala Milis" itu yang
saya sebut dulu...ada sih beberapa nama yang muncul,
namun masih malu malu..kecuali IJP yang terang
terangan maju dan membeberkan program
programnnya...saya dan kita juga lainnya (tentu)
berharap ada nama lain selain IJP...
mana Da Firdaus HB, mana yang lain...kok cuma
IJP...apa Sumbar itu hanya punya satu IJP yang berani
mengungkapkan jadwalnya dan rencananya jika jadi
Gubernur.
ah Minang sudah habis...
Ndak dapek aka wak lai...
BLP
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
Firdaus H.B. e-mailnyo bouncing.
Masalah FSSM rancak Bobby datang ka sekretariatnyo di Kebun Kacang
XXIX no 2A. Indak usah dicap dulu hasilnyo apo, karano target yang
akan dicapainyo alun bisa dicaliak dalam waktu 1 tahun jo 2 tahun,
tapi 5 ~ 10 tahun lai. Nan urang FSSM lakukan kini adolah marubah
mindset mahasiswa jo pemuda di ranah jo rantau untuak maaliahkan
pikirannyo dari ingin jadi pegawai baraliah ka wirusaha. Jadi manuruik
ambo, urang FSSM tu ndak paralu malapor ka Bobby apo kegiatan jo
transaksi nan alah dilakukannyo di ranah doh. Jadi jan maraso labiah
tahu kalau hanyo jadi pengamat se. Maaf Bob...ambo maluruihkan image
Bobby ka FSSM, karano ambo salah satu yang marasokan manfaat FSSM. Di
FSSM indak ado namonyo kongkow-kongkow jo ajang pamer do.
Dialog Aktual Senin 5 Mei 2008
Tema : "Menguak Penggeledahan KPK di DPR"
Rekaman, pukul 17.30 wib di Studio 6 TVRI
Ditayangkan Pukul 23.10 WIB.
Narsum :
Chandra M. Hamzah, Wakil ketua KPK Bidang Penindakan
Harry Azhar Azis, Wakil ketua Panitia Anggaran DPR
Indra J Piliang, The Indonesian institute
Host : Valerina Daniel
Term of Reference:< /div>
Sepekan yang lalu, para penyidik KPK melakukan pengg eledahan di gedung DPR. Sepak terjang KPK ini mengejutkan banyak pihak, terutama para anggota DPR yang mestinya saat itu bisa santai ditengah masa reses.
Beberapa ruangan yang diperiksa
antara lain, ruang
Ketua Komisi IV DPR Ishartanto, ruangan milik Azwar Ches Putra/FPG,
ruangan milik M Syarfi Hutauruk/FPG, Ruangan milik Ishartanto/FKB, ruangan
milik Sujud Siradjudin/F-PAN, ruang Sekretariat Komisi IV, dan ruangan Al Amin
Nasution dari PPP. Sebelumnya Amin Nasution ditangkap KPK dengan tuduhan
terlibat politik uang dalam kasus alih fungsi hutan lindung di pulau Bintan. Amin
akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan dititipkan di tahanan Polda Metro
Jaya.
Sebagian anggota DPR memberikan sikap terbuka atas penggeledahan itu. Namun ada pula yang tidak suka atas aksi KPK ini. Sempat pula muncul suara dari kalangan DPR yang mengusulkan agar Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) dibubarkan.
< FONT size=3>Ketua DPR Agung Laksono sempat menghalangi pemeriksaan tersebut, dengan cara mempersulit KPK saat hendak menggeledah ruang kerja anggota dewan. Agung Laksono keberatan dengan c ara KPK yang di nilainya grasak grusuk, sehingga terkesan DPR itu seperti penjahat saja. Mestinya KPK berkoordinasi terlebih dahulu dengan DPR, sebelum mereka melakukan pemeriksaan. Menurut Agung, tidak menerima penggeledahan, adalah langkah yang benar karena ini untuk menjaga harmonisasi antar lembaga,"
Namun Lembaga DPR kini
bukan lagi lembaga superbody, karena akhirnya KPK berhasil 'menggeruduk' ke
setiap ruang yang di anggap perlu untuk di periksa. Inilah kali pertama Lembaga
Wakil rakyat yang selama ini memiliki kekebalan, akhirnya berhasil 'dikuliti'.
Hal ini tentu menjadi catatan emas dalam sejarah pemberantasan korupsi di Indonesia.
Sebelumnya, para wakil rakyat ini bagai tak tersentuh. Kalau pun ada yang
tersenggol satu kasus, paling-paling hanya diberitakan di medi a massa. Tak
lama kemudian, kasusnya menguap seiring hembusan angin.
Akhirnya kita boleh berharap, Wakil rakyat akan semakin merakyat, dan tidak lagi tidur waktu sidang soal rakyat, dan tidak ada lagi RUU yang ujung ujungnya duit. Penggeledah ruang kerja anggota dewan bukan akhir dari kisah KPK di DPR, melainkan justru awal peperangan hebat melawan korupsi. Harapan tertumpu pada KPK, untuk terus menggerus KKN yang diduga menyelubungi Senayan.
Lalu, bagaimana Hasil pemeriksaan KPK sepekan yang lalu itu?
Bagaimana isi berita acara pemeriksaan?
Dokumen apa saja yang berhasil di temukan dan mengindikasikan adanya KKN di DPR?
Terkait adanya penolakan pemeriksaan, bagaimana mestinya procedural pemeriksaan ?
Apakah perlu pengajuan ijin terlebih dahulu?
Adakah undang-undang yang men gatur soal pemeriksaan semacam ini?
Benarkah selama ini DPR merupakan Lembaga superbody?
Apa yang memicu KPK sehingga melakukan pemeriksaan mendadak ke gedung Parlemen?
Adakah kasus-kasus khusus yg mendorong inisiatif KPK untuk "menggeruduk" DPR?
Mohon maaf pendapat saya kalau kurang tepat, kasihan pada
beliau-beliau yang telah begitu bertungkus lumus berbuat dan berkhidmat,
banyak sudah pengorbanan beliau dan beliau juga membuka diri untuk
menerima masukan kok, tapi jangan dihantam.
Setuju dengan pendapat sanak Reza, salah satu hasil FSSM yang
mungkin belum dilaporkan atau mungkin enggan untuk melaporkan karena
beliau-beliau di FSSM masih menganggap belum begitu banyak berbuat,
yaitu telah selesainya acara pelatihan oleh FSSM yang baru-baru ini
ditutup, saya melihat di Koran Riau Mandiri, ada liputannya dan hadir
al: Pak Azwar Anas, pak Basrizal Koto, Pak Rainal Rais, Pak Firdaus dan
para peserta pelatihan menjadi kewirausahawan.
Siapa bilang Minang sudah habis....biarkanlah beliau-beliau
berbuat dan berkarya, apakah itu FSSM, Gebu Minang, HASS, dll, nan
jaleh-jaleh DIA TELAH BERBUAT DIKALA KITA MASIH MENGAMAT
Terimakasih
Wassalam,
Elthaf, 47 Th, Pku
-----Original Message-----
From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On
Behalf Of muhammad syahreza
Sent: Monday, May 05, 2008 12:40 PM
To: Rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] Re: Minang sudah habis...(masih ada harapan)
Uda Eltaf, Reza dan sanak Anggun...
Perdebatan soal Minang memang tidak akan ada
habisnya...namun kenapa kita hanya selalu
berdebat...sperti yang dikatakan Reza, memang tidaklah
kewajiban pula dari FSSM atau Reza untuak memberikan
laporan ka ambo soal FSSM dan SSM itu...
Cuma ambo khan mangkritik soal mau dibawa kemana
Minang ini...sumber daya kita sudah minim, sementara
kita sibuk berwacana saja...
Syukurlah kalau FSSM sudah berbuat seperti yang
dilakukan dek Ajo Basko dengan membangun hotel
berbintang di Padang...namun dari sudut pandang ambo
khan masih ada harapan dibalik ketidak berdayaan itu.
Masih ada pengusaha lain.
Ambo khan tadi menuliskan soal mari petakan potensi
kita...
1. Mana yang bisa digarap dan dioptimalkan lagi
2. Mana yang bisa kita jadikan sebagai sumber baru
3. Dan mana yang tidak bisa lagi dijadikan sebagai
sumber pemasukan daerah.
Soal FSSM tantu kita salut dengan kerja keras semua
pihak, Uda Aslim, Pak Syaf, Reza, Da Firdaus dan
banyak elit kita lainnya..hasilnya tentu kita
tunggu...namun keadaan sudah sedemikian mendesak untuk
kita perbaiki.
Kita tentu butuh orang orang yang berani untuk
melakukan perubahan dan membangkikkan kembali
kebesaran kita.
Bernostalgia dengan nama nama besar masa lalu tentu
bukan saatnya lai tuk kita lakukan...pandangan hrs ke
depan sambil (tentu) sesekali) kita melirik ke
belakang tuk mengambil contoh nan baik.
Pak Harun, Pak Azwar, dan nama nama lainnya yang telah
membangun Sumbar tentu tidak kita lupakan..namun
dimasa datang tentu kita ingin punya Harun Harun yang
lain, Azwar Azwar yang lain..bahkan Gamawan Gamawan
yang lain...
Perantau Minang tentu bukan hanya Da Firdaus saja yang
sukses, bukan hanya Ajo Basko saja yang
sukses..banyak..namun mungkin mereka belom mau tampil,
maka oleh sebab itu mari kita ajak untuk berangkulan
tangan membangun Sumbar (minang) itu.
Kalau hari ini ada Ajo Basko nan mambangun Hotel,
bulan depan kita harap ada nama lain yang membuat
program di Padang...kembali ke kampung membangun
kampung halamannya. Membawa keuntungan di rantau untuk
dijadikan lapangan pekerjaan bagi sanak saudara di
kampuang.
Maaf ka Reza...tulisan ambo khan dalam sudut pandang
ambo..beda dengan reza yang terlibar didalam FSSM dan
SSM dulunya..
Maaf...saya kira kita semua sangat mencintai
minangkabau dan ingin melihat sanak saudara kita
sukses dalam kehidupannya..
Demikian jawaban saya...sekali lagi harapan itu masih
ada untuk melihat orang besar baru lahir dari ranah
Minangkabau.
Salam dan banyak maaf.
Bob FSSM tu bukan Firdaus jo basko se, banyak disitu tokoh-tokoh
profesional dan pengusaha dalamnyo. Contohnyo Jhony Suandi Syam..tahun
2007 dana CSR Indosat digulirkan ke Sumbar untuak meningkatkan
kualitas dosen/guru matematika dan fisika tingkat SMU dan PT. Irwan
Sjarkawi..disela kesibukannyo kalau inyo lagi di Indonesia, tiok bulan
inyo ka Padang, cuma maaja mahasiswa dan pemuda (yang namuah baraja)
untuak bawirausaha, yang jadi muridnyo tidak hanyo di Sumbar..tapi
dibeberapa Provinsi di Indonesia, gratis disediakan lagi makan malam.
Yang diaja nyo ribuan banyaknyo. Da Basko kuliliang Indonesia
mendatangi komunitas Minang dan Perguruan Tinggi yang ada mahasiswa
etnis Minang, cuma untuak maagiah kuliah umum dan membangkitkan
semangat mahasiswa untuak indak taobsesi jadi karyawan setelah tamat
kuliah, malah ada puluhan mahasiswa yang mambuek kontrak jo inyo
untuak indak maminta pitih ka orang tuonyo di kampuang untuak biaya
kuliah jo biaya hiduiknyo. Firdaus H.B pun baitu juo..keluarga nyo
dalam sabulan mungkin hanyo 5 ~ 10 hari se basuo jo inyo untuak
manjalankan program FSSM ko. Banyak yang lain Bob...
Intinyo jan jadi manusia cengeng dan manyarah ka nasib atau istilah
kasanyo Putuih Aso.
Tuhan indak ka marubah nasib suatu kaum, kalau bukan kaum itu sendir
yang marubahnyo..dan Tuhan pun indak ka marubah nasib seseorang kalau
bukan orang itu sendiri nan ka marubahnyo.
Basko hanyo saklo sampai kelas 4 SD..tapi bisa sukses...artinyo kito
yang sakola labiah tinggi dari basko harus labiah sukses dari inyo.
Cuma prosesnyo iyo ndak bisa instan..ado tahapan yang harus
dilalui..mungkin mandaki atau manurun, mungkin juo pahik atau manih.
Intinyo jan budayakan sifat ingin sesuatu secara instan. Ado proses
yang paralu waktu disitu.
Basko mambangun hotel di Padang senilai Rp 135 M karano, sajak isu
gampo jo sunami indak banyak investor yang namuah investasikan pitih
nyo di Sumbar. Basko bangun hotel karano permintaan Gubernur. Da An
Bobby tu.
Ambo punyo senior alumni Poltek urang Sawahlunto, setelah SSM inyo
buka pabrik di Padang. Pernah ndak hal ketek diateh dipublikasikan
media massa daerah??
Kalau hanyo jadi pengamat indak usah mengomentari urusan urang. Kito
nyalokan sajo lilin kito masiang-masiang. Babuek sasuai kamampuan kito
jo versi kito sorang-sorang.
Assalamulaikum Wr, Wb
Sanak Reza..ambo sengaja mengutip quote diatas untuk
memberikan sedikt penegasan kepada sanak reza tentang
posisi ambo dalam hal iko..
Ambo minta awak indak emosional dalam hal hal nan
bantuak iko..iko perdebatan sesama orang muda minang
dan ambo yakin sangat Reza adalah orang yang sangat
sangat peduli akan kampuang...dan baitu juoa dengan
banyak awak lain tantunya.
Sanak Reza...kenapa ambo mempertanyakan soal SSM dan
FSM...dalam prinsip organisasi apalagi organisasi ini
(SSM dan FSM) memakai nama etnis maka wajarnlah
anggota etnis itu mempertanyakan...
Mungkin pertanyaan ini banyak berada di benak ornag
lain, namun ambo nan mangkamukokan...
Syukurlah kalau nama nama seperti yang reza sebutkan
itu banyak berbuat tuk Sumbar..apakah di blow up di
media sebagai salah satu bentuk pemberitahuan kepada
masyarakat tentang aktifitas dan keberadaan organisasi
tersebut.
Disikolah peran Humas Reza..dia mampu
mengkomunikasikan semua aktifitas dan kegiatan kepada
publik yang menunggu bentuk nyata dan manfaat dari
keberadaan organisasi itu.
Seperti yang ambo katakan, memang tidak ada satupun
kewajiban FSM dan SSM untuak memberitahukan kepada
ambo soal aktifitas SSM, dan FSM. namun tantu ambo
perlu tahu apa yang telah dikerjakan..sebagai bagian
dari etnis minang dan ikut peduli atas organisasi
minang serta suatu saat nanti ingin ikut membangun
kampung halaman (Insya Allah) dengan kemampuan yang
ambo miliki maka ambo tentu ingin tahu dan bertanya.
Humas bukan hanya ikut ketua berkeliling, namun
bagaima dia berperan besar memberikan Announcement
kepada publik.
Dalam prinsip dunia kehumasan yang pernah ambo
geluti...berlaku kalimat Public Rigth To
Know...Publik/masyaraat berhak untuk tahu apa yang
telah terjadi dan manfaat bagi mereka...
Ambo berharap reza yang aktif di FSM dapat memberikan
informasi dan mengupdate kepada kami yang orang awam
ini tentang aktifitas FSM..
Bukankah ada Website SSM itu ada dan begitu pula
milisnya...lagian media lokal di Padang sudah
menunjukkan keseriusannya seperti Singgalang dan
Padang Ekspres. tinggalah kini tugas reza untuk
mampublish kegiatan FSM itu..khan bangga awak tu ha
kalau seorang CEO seperti Irwan Syarkawi, Hasnul
Suhaimi, Jhony Swandi Syam dan banyak lainnya ternyata
sering pulang dan memberikan kuliah gratis kepada
sanak sanak kita di kampung...kalau itu kita publish
sebelumnya mungkin akan banyak juga yang datang
seperti kalangan usahawan nan mudo mudo..
Sekian dan salam..
Maksud dan Tujuan
Ado suatu kegiatan paralu HUMAS ado pulo kegiatan indak paralu HUMAS.
Dalam pemikiran ambo, apo pun yang alah dilakukan pengusaha-pengusaha
Sumbar tu di ranah yang baiak-baiak tantunyo, indak lo paralu
dipublikasikan. Karano itu bisa jadi untuak amal, cara bersosialisasi
dan hiburan untuak dirinyo.
Untuak laporan ambo yakin ado, tapi ka donatur-donatur kegiatan yang
inyo laksanakan.
Reza...
baliak ka curito tadi liak..Soal publish dan
announcment FSM terhadap masyarakat. Iko bukan soal
laporan ka donor sajo...
Mari awak bedakan antaro karajo amal dengan karajo
mambangun nagari..karajo FSM adalah karajo mambangun
nagari yang dilakukan oleh sebuah organisasi Minang
yang didirikan oleh orang Minang dengan maksud
memajukan Minang. From Minang to Minang...
Kalau karajo manyumbang tantu iyo lain carito kalau
awak publish...riya jatuahnyo...oke lah ado laporan,
namun kembali ke soal tadi reza..Publik berhak
tahu...itu mukasuik ambo...
Beda pemikiran awak mah...kalau dek ambo justru karajo
nan baiak baiak itu nan paralu bana awak
publikasikan...
Ambo khawatir beko organiasi yang lahir dari sebuah
pemikiran cerdas perantau minang itu kegiatannya tidak
dikeetahui ornag lain. Mungkin ada yang tahu namun
hanya yang terlibat saja, namun seperti kato ambo
tadi...bagaimana dengan publik.. apalagi ini memakai
nama etnis.
kalau publikasi dilakukan dengan serius, teratur,
bukan tidak mungkin banyak perantau lain yang tergerak
hatinya untuk ikut membangun kampung bersama sama
dengan FSM..
kita tentu akan lihat nanti akan banyak datang ke
kampung Basko Basko nan lain...untuk membangun nagari
yang dicintainya.
Sekian.
Kalau ambo buliah mangomentari, budaya instan untuak maukua
performance kerja suatu organisasi sosial tu indak tapek. Untuak
mancaliak tren tu paralu pambandiang. Pambandiang tu indak buliah 1
tahun se. Ambo agiah asumsi se ka Mantari, kalau lai pernah mancubo
maurus pendirian badan usahao. Bara lamo Mantari mahabihkan waktu
untuak dapek izin sampai bendera badan usaho Mantari bisa baoperasi??
Setelah badan usaho buliah baoperasi, dek kato salah satu mentor ambo
(urang Cino) usaho tu bisa dikatokan layak ditaruihkan atau dihantikan
setelah mancubo salamo 10 ~ 15 tahun. Dengan berbagai kegagalan dana
keberhasilan yang dialami. Gagal cubo baliak, gagal cubo baliak jo
caro lain, fokus sajo dulu dalam 10 ~ 15 tahun. Baru dinilai KPI nyo.
Supayo penyebaran angket riset KMW untuak Indikator kesuksesan FSSM
labiah bamanfaat, sakalian disebarkan selembaran nan barisi caro
mancari pitih dan wawasan tentang kecerdasan finansial. Supayo
masyarakat yang dapek kuisioner Mantari tu tambah kreatif.
FSSM tu tagak baru hituang bulan, kalau masalah laporan biasonyo
setelah 1 tahun jalan. Biasonyo ado disitu konferensi pers dengan
mengundang wartawan dari berbagai media massa. Tapi kalau media massa
tu indak mampublikasikan apo itu salah pulo??
Jadi kalau lai namuah manunggu kinerja FSSM yang kini dikomandoi
Basko, tunggu lah akhir periode penggantian pengurusnyo. Beko Basko
pasti malaporkan tu ma.
Atau media massa ranah kalah capek dari Riau Mandiri??
----- Original Message -----From: anggun gunawan
| Boleh nimburung, Nanda Anggun ? Tak usah tunggu Pemda yang bebannya sudah berat. Bagaimana kalau diadakan saja inventarisasi langsung. Susunlah databasenya, menurut cabang ilmu, prestasi akademik/IPK, kinerja/kreativitas yang bermanfaat bagi orang banyak, universitas/ perguruan tinggi,kota kediaman, rencana masa depan, lk/pr, dan lain-lain. Tayangkan hasilnya di RN ini. Dilihat Pemda alhamdulillah, tidak dilihat juga oke-oke saja. Wassalam, Saafroedin Bahar (L, 71 th, Jakarta) --- On Mon, 5/5/08, anggun gunawan <gre_...@yahoo.co.id> wrote: |
Jadi, Tanjabok, banyak lo mah sikola Soematera Thawalib ko yo? Ambo sangko iko namo sikola nan di Padangpanjang sajo.
Kok buliah ambo batanyo, dima-dima sajo ado (tampeknyo) sikola Soematera Thawalib tu salain Padangpanjang? Bara banyak kampuihyo? Apokoh Soematera Thawalib tu kasadoalahe di bawah satu naungan administrasi perguruan dengan berbagai kampuihno, ataukah satiok Soematera Tawalib nan banyak tu marupokan sikolah badiri surang-surang (badikari kecek Rang Kini)? Tambah ciek lai, apokoh masih ado sikola-sikola Soematera Tawalib tu nan taruih bakambang sampai kini? Dima-dima? Sia alumni atau pengemukanyo nan kini alah jadi "Urang" saroman "Kak Una" jo "Kak Amah" maso daoeloe?
Kalau ambo indak salah, Kak Una (Rangkayo Rasoena Said (alm). adolah panguruih(perintis/guru?) Soematera Tawalib nan di Padangpanjang tampek lahianyo Perti, batua? Nan ambo lah basuo di Rimbo cuma baduo, Kak Amah (Rangkayo Rahmah El Yunusiyah, alm.) jo Buya Uki (Buya Doeski Samad, alm.).
Salam,
--MakNgah
--- In Rant...@yahoogroups.com, sutan jabok <eaton_gai@...> wrote:
>...
> ... tentang sumatera thawalib tu, rancak dibaco baliak buku nan sumatera thawalib, penerbitnya di jogja.
> ... nan ayahku hamka banyak tentang sumatera thawalib padang panjang, masih banyak sumatera thawalib lainnya...
| "Dr.Saafroedin BAHAR"
<saaf...@yahoo.com>
Sent by: Rant...@googlegroups.com 05/05/2008 22:49
|
|
| Boleh nimburung, Nanda Anggun ? Tak usah tunggu
Pemda yang bebannya sudah berat. Bagaimana kalau diadakan saja inventarisasi
langsung. Susunlah databasenya, menurut cabang ilmu, prestasi akademik/IPK,
kinerja/kreativitas yang bermanfaat bagi orang banyak, universitas/ perguruan
tinggi,kota kediaman, rencana masa depan, lk/pr, dan lain-lain. Tayangkan
hasilnya di RN ini. Dilihat Pemda alhamdulillah, tidak dilihat juga oke-oke
saja. Wassalam, Saafroedin Bahar (L, 71 th, Jakarta) --- On Mon, 5/5/08, anggun gunawan <gre_...@yahoo.co.id> wrote: From: anggun gunawan <gre_...@yahoo.co.id> Subject: [R@ntau-Net] Mahasiswa Rantau yang tak termanfaatkan To: Rant...@googlegroups.com Date: Monday, May 5, 2008, 7:41 PM |
|
sebenarnya tidak ada yang salah dengan pilihan mereka. namun, yg amat disayangkan adalah minimnya kepedulian pemda terhadap mereka2 ini. hingga tiada perasaan bersalah ketika membiarkan mahasiswa2 rantau ber solo run di negeri orang... entahlah... tapi hal ini, membuat mahasiswa sumbar di rantau lebih kreatif dan mandiri. dari pengamatan saya di jogja, ketika fasilitas dari pemda minim, anak2 sumbar menunjukan eksistensi nya di berbagai bidang. berbeda misalnya dengan mahasiswa riau, yang terlena dengan fasilitas mewah dari pemda riau... hidup mahasiswa minang.... |
|
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers |
bahkan kami tidak serta merta langsung meminta,
melainkan berbuat dahulu (dengan mengadakan temu
cendekiawan minang indonesia atas inisiatif sendiri di
jogja dan membuat buku get ur dream untuk disebar di
seluruh SMU di Sumbar, yang pendanaannya dilakukan
secara bergerilya, termasuk di RN ini), namun tetap
saja...
mungkin saran ambo, jangan terlalu banyak berharap
selagi muda, karena akan menimbulkan kekecewaan yang
berujung frustasi.
jangan menunggu, tapi berinisiatif. berusahalah,
berkeringatlah.
insyaAllah, kok nasib elok, samo-samo wak pelokkan
kampuang halaman tu nanti. Amin.
sukses untuak anggun di jogja dan salam untuk
kawan-kawan.
salam
-postiera-
--- andre suchitra <89.a...@gmail.com> wrote:
> Kita sangat mengerti keadaan pemda Sumbar. Bagaimana
> volume APBD nya
> dibandingkan dengan APBD Riau sehingga hampir sulit
> untuk mengharapkan
> bantuan PEMDA
> untuk biaya beasiswa dll,( walaupun ada , tapi tidak
> terlalu besar )
> Oleh karena itu, sebagai mahasiswa yang cinta
> kampung halaman, seyogyanya
> kita mungkin memakai jalan2 lain seperti membuka
> usaha di kampung halaman
> jika telah sukses di rantau.
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
secara teori....
di dunia pemasaran/bisnis...
terkenal yang namanya product life cycle (daur hidup produk). produk dalam
perjalanannya mengalami tahapan-tahapan, mulai dari kelahiran/new,
pertumbuhan, matang, dan tenggelam.
di saat produk mengalami fase kematangan, ahli pemasaran biasanya melakukan
pembaharuan produk dengan berbagai cara, ada yang mengubah kandungan,
sasaran, kemasan, kegunaan dan lain-lain. maksudnya tidak lain agar produk
tersebut tidak terjun ke fase tenggelam, tetapi ia memasuki fase baru lagi,
dengan merek yang sama. dengan perubahan itu diharapkan produk dapat
memperpanjang usianya.
saat ini daur hidup produk itu berjalan semakin singkat, sehingga kita melihat
perubahan yang sangat cepat terhadap merek-merek yang ada. bisa kita lihat
misalnya merek kijang, yang dahulu sasarannya kelas middle down sekarang
menjadi middle up.
di dunia peradaban...
seorang ilmuwan islam yang terkenal, ibnu khaldun, terkenal dengan bukunya
Mukaddimah, menjelaskan proses yang serupa tentang lahir dan tenggelamnya
sebuah peradaban. beliau sangat rinci menjelaskan tahapan-tahapannya hingga
jangka waktu sebuah peradaban. oleh karena itulah buku beliau menjadi
pegangan wajib orang barat dan dikaji benar.
saya tidak tahu bagaimana kaitannya, namun mungkin saja dari pemahaman
terhadap buku mukaddimah itu, barat melakukan berbagai terobosan bagaimana
agar mereka tidak memasuki fase tenggelam. salah satunya dengan
mengkompetisikan calon-calon pemimpin mereka dalam suatu kompetisi yang
dibuat sebaik mungkin, bahkan mungkin sesakral mungkin, yaitu dalam pemilihan
umum. dengan demikian nampaknya barat selalu mendapatkan darah-darah baru
yang segar dan sangat kompetitif untuk melanjutkan peradaban mereka.
di dunia islam...
nampaknya ketinggalan memahami buah karya anaknya sendiri. era diktator dan
penguasa yang berkuasa bertahun-tahun, bahkan hingga mati, menyebabkan dunia
islam stagnan.
untung saja, Allah SWT menjanjikan akan memunculkan seorang pembaharu islam
setiap seratus tahun (maaf saya gak tahu kedudukan hadits ini). bagaimanapun
islam masih mencari cara bagaimana agar tokoh-tokoh terbaik mereka yang
memimpin umat, meskipun saat ini dinilai meniru cara barat.
di ranah...
kita sudah tahu apa yang terjadi. sementara di antara dua bapak kita di sini,
yaitu Pak Chaidir (almarhum) dan Pak Saaf pun ada perbedaan melihat masa
depan minang, yang satu pesimis dan yang satu masih ada harapan.
hanya Allah yang tahu bagaimana episode selanjutnya, dan waktu yang akan
menjawabnya.
wassalam
erwin z
Jadi mahasiswa jan biasokan cengeng. Dan jan biasokan bagantuang ka
donatur. Tuhan maagiah kito kapalo yang ado utaknyo untuak bapikia,
Tuhan maagiah kito 2 tangan jo 2 kaki untuak malakukan aktivitas,
Tuhan maagiah kito 2 mato untuak mancaliak dan 2 talingo untuak
mandanga. Cubo perhatikan, apo pun benda hasil produk manusia nan
nampak dek kito kini, pasti alah menghasilkan ratusan juta rupiah bagi
produsennyo. Jadi pikia kan dari kini baa supayo setelah tamat bisa
jadi produsen yang produknyo bisa sejajar jo merek-merek asing yang
maisi hampia 70% rumah-rumah di Indonesia. Alam takambang jadikan
guru, kama juo kito malangkah, cubo amati dalam-dalam baa roda bisnis
baputa, baa caro urang maagiah nilai tambah pado suatu benda, baa caro
urang bertransaksi, baa aliran pitih, baa caro urang bisa mamproduksi
dan mandistribusikan produknyo, baa caro urang mangontrol sistem
untuak manghasilkan pitih tu, dan baa caro nyo kito bisa manduplikasi
sistem tu hinggo bisa manghasilkan pitih untuak kito.
Ambo dulu marantau, kuliah dengan biaya sendiri..baa caronyo...cari
kuliah malam atau Sabtu dan Minggu....dilua hari tu karajo dulu untuak
dapek pitih pambayia biaya sakola jo biaya hiduik. Kuliah di PT
favorit indak manjamin kito bisa jadi urang yang bisa manggaji urang
lain. Yang banyak nan tajadi urang yang kuliah di PT favorit hanyo
manjadi karyawan yang loyal dan jadi penghasil pitih bagi nan punyo
usaho.
| "muhammad syahreza"
<muhammad...@gmail.com>
Sent by: Rant...@googlegroups.com 06/05/2008 10:21 |
|
|
roman">3vy niz
http://hyvny.blogspot.com
http://bundokanduang.wordpress.com
Tarimo kasih banyak angku Tan Ameh, lah badala juo agak-agak mandapek barito ko. Samantaro kito tunggu pulo barito angku Tanjabok, ambo tambah tanyo saketek, mungkin baliau dapek malangkoi.
1. Tanjabok manyabuikan "buku nan sumatera thawalib, penerbitnya di jogja", apokoh ado pulo Soematera Tawalib di Jogya atau bukunyo sajo nan tabik sinan.
2. Jadi memang ado babarapo Soematera Thawalib di Sumatera Barat tapi tampaknyo tidak kampuih puno purogaram surang-surang walaupun ide umunyo samo.
3. Apokoh nan Batusangka ko samo jo kampuih nan di Sungayang atau duo beda.
4. Dima posisi Surau Inyiak Djambek di Tangah Sawah, apokoh itu indak sanaungan jo ST nan lain?
5. Baitu juo baa hubungan kakarabatan ST kasadonyo tu jo Surau Inyiak Canduang?
Sakitulah dulu, sabalun padek amek tanyo MakNgah.
Salam,
--MakNgah
Menjawab MakNgah...
yup, sekolah sumatera thawalib ko ado banyak, lebih lengkap di buku "Gerakan Pembaharuan Pemikiran Islam: Kasus Sumatera Thawalib" oleh pak Burhanuddin Daya. Dikarenakan agitasi jepang karena merasa terancam, banyak dokumentasi diambil dan dihanguskan, sehingga pedoman kesejarahan kita cukup minim, umumnya tentang sumatera thawalib ini dari buku Ayahku oleh HAMKA, dan kemudian buku yang saya sebut diatas, Disertasi pak Taufik Abdullah "The Kaum Muda Movement" saya kira juga kurang begitu lengkap jika ingin mengetahui tentang pergerakan Sumatera Thawalib ini, dikarenakan sumber utama yang sangat minim. Mungkin di perpustakaan Leiden, Aussie ada lebih banyak dokumentasi yang tersimpan.
Sumatera Thawalib memang terdengar besar di Minangkabau atau Sumatera Tengah dahulunya, akan tetapi pengaruhnya berada di penghujung wilayah yang menamakan diri ranah melayu, ranah dan rantau, muslim mindanau, pattani, brunai, serawak, bugis, dan msia secara umum.
Apakah Sumatera Thawalib berdikari?
ya, Sumatera Thawalib berdikari dengan sebuah media konsolidasi pimpinan terasnya yang dinamakan MTI (Majlis Tinggi Islam), yang kemudian bisa jadi, menjadi inspirasi bagi HAMKA mendirikan MUI. Sedangkan operasional pada umumnya dilakukan secara mandiri.
Apa yang ditinggalkan Sumatera Thawalib?
Pengembangan Konsep Pendidikan. bagaimana dari Sumatera Thawalib lahir beberapa (banyak) konsep pendidikan yang tetap menekankan pendidikan syariah, yang kemudian dikembangkan oleh generasi-generasi kedua (murid2) Sumatera Thawalib yang beberapa diantaranya: Diniyah School, Nahdatun Nisaiyah, Learning College, dan bahkan pada saat kemunduran Sumatera Thawalib (dikarenakan pelarang sekolah lir, agitasi, dsb.) murid-murid Sumatera Thawalib bangkit mengusung semangat yang sama dengan bungkus yang berbeda, Muhammadiyah (silakan dikoreksi jika salah).
klo ka dicari lumayan banyak, dikarenakan saat itu terjadi Zaman Gelap di Minangkabau, saat Ki Hajar Dewantara berhasil melakukan longmarch pelarangan sekolah liar, ternyata hal itu tidak berdampak di Minangkabau, penggerebekan, Perampasan, semua isi perpustakaan dan buku-buku Islam, Buku pergerakan, dokumentasi habis... setelah itu seolah2 Minangkabau tidak pernah dingin, PDRI yang banyak mengambil sokongan dari murid-murid Sumatera Thawalib. PRRI menyisakan luka berdarah. dan sebagainya, Sumatera Tengah dibelah. Utara diberi ke Sumut, Timur ke Riau, Tenggara ke Jambi. dan setelah itu semangat2 itu muncul kembali dalam bungkus Muhammadiyah.
Sia alumni atau pengemukanyo nan kini alah jadi "Urang" saroman "Kak Una" jo "Kak Amah" maso daoeloe?
Baa manyabuik-an nyo pak? Di masing-masing Sumatera Thawalib pastinya ada cerita kesuksesan, seperti Zainuddin Labai generasi kedua yang mengusung sekolah diniyah di padang, nashiruddin thaha yang mengusung learning college di payakumbuh, diniyah putra oleh bu Rahmah El Yunusiyah, dsb...
Penjelasan dibuku pak Burhanuddin Daya lebih dapat memuaskan dibandingkan keterangan dari saya rasanya, akan tetapi tetap saja saya menilai masih banyak dokumentasi yang tercecer dalam penulisan sejarah Sumatera Thawalib ini, ntah bisa dimulai dari mana dan sampai mana. Belum lagi penokohan2 elite "Kaum Muda" pejabat teras MTI yang kalau ditanyakan kepada urang-urang tuo, banyak nan bacampua mistis, dan sebagainya...
Jadi, Tanjabok, banyak lo mah sikola Soematera Thawalib ko yo? Ambo sangko iko namo sikola nan di Padangpanjang sajo.
Kok buliah ambo batanyo, dima-dima sajo ado (tampeknyo) sikola Soematera Thawalib tu salain Padangpanjang? Bara banyak kampuihyo? Apokoh Soematera Thawalib tu kasadoalahe di bawah satu naungan administrasi perguruan dengan berbagai kampuihno, ataukah satiok Soematera Tawalib nan banyak tu marupokan sikolah badiri surang-surang (badikari kecek Rang Kini)? Tambah ciek lai, apokoh masih ado sikola-sikola Soematera Tawalib tu nan taruih bakambang sampai kini? Dima-dima? Sia alumni atau pengemukanyo nan kini alah jadi "Urang" saroman "Kak Una" jo "Kak Amah" maso daoeloe?
Kalau ambo indak salah, Kak Una (Rangkayo Rasoena Said (alm). adolah panguruih(perintis/guru?) Soematera Tawalib nan di Padangpanjang tampek lahianyo Perti, batua? Nan ambo lah basuo di Rimbo cuma baduo, Kak Amah (Rangkayo Rahmah El Yunusiyah, alm.) jo Buya Uki (Buya Doeski Samad, alm.).
Salam,
--MakNgah
--- In Rant...@yahoogroups.com, sutan jabok <eaton_gai@...> wrote:
>...
> ... tentang sumatera thawalib tu, rancak dibaco baliak buku nan sumatera thawalib, penerbitnya di jogja.
> ... nan ayahku hamka banyak tentang sumatera thawalib padang panjang, masih banyak sumatera thawalib lainnya...
> ciek sumatera thawalib ajo ado muridnyo 1000 urang, trus basabuik duo urang, ntah lah sanak...
> tanjabok
| PONDOK MODERN DARUSSALAM GONTOR BERDIRI Gontor terinspirasi dari Sumatera Tawalib... 3. Pembukaan Kulliyatul Mu'allimin al-Islamiyyah (KMI), 1936. Pondok Gontor yang telah dibuka kembali terus berkembang. Kehadiran TA telah membawa angin segar yang menggugah minat belajar masyarakat. Program pendidikan di TA pun berkembang. Jika pada awalnya TA hanya bermula dengan mengumpulkan anak-anak desa dan mengajari mereka mandi dan membersihkan diri serta cara berpakaian untuk menutupi aurat mereka, maka dalam satu dasawarsa kemudian lembaga ini telah berhasil mencetak para kader Islam dan muballigh di tingkat desa yang tersebar di sekitar Gontor. Melalui mereka nama Gontor menjadi lebih dikenal masyarakat. Perkembangan tersebut cukup menggembirakan hati pengasuh pesantren yang baru dibuka kembali ini. Banyak sekali yang perlu disyukuri. Terlebih lagi setelah K.H. Imam Zarkasyi kembali dari belajarnya di berbagai pesantren dan lembaga pendidikan di Jawa dan Sumatra pada tahun 1935. Beliau mulai ikut membenahi pendidikan di Pondok Gontor Baru ini. Kesyukuran tersebut ditandai dengan Peringatan atau "Kesyukuran 10 Tahun Pondok Gontor". Acara kesyukuran dan peringatan menjadi semakin sempurna dengan diikrarkannya pembukaan program pendidikan baru tingkat menengah pertama dan menengah atas yang dinamakan Kulliyatul Mu'allimin al-Islamiyyah (KMI) atau Sekolah Guru Islam pada tanggal 19 Desember 1936. Program pendidikan baru ini ditangani oleh K.H. Imam Zarkasyi, yang sebelumnya pernah memimpin sekolah serupa tetapi untuk perempuan, yaitu Mu'allimat Muhammadiyah di Padang Sidempuan, Sumatra Utara. Dalam peringatan 10 tahun ini pula tercetus nama baru untuk Pondok Gontor yang dihidupkan kembali ini, yaitu Pondok Modern Darussalam Gontor. Nama ini merupakan sebutan masyarakat yang kemudian melekat pada Pondok Gontor yang nama aslinya Darussalam, artinya Kampung Damai. Kulliyatul Mu'allimin al-Islamiyyah (KMI) adalah Sekolah Pendidikan Guru Islam yang modelnya hampir sama dengan Sekolah Noormal Islam di Padang Panjang; di mana Pak Zar menempuh jenjang pendidikan menengahnya. Model ini kemudian dipadukan dengan model pendidikan pondok pesantren. Pelajaran agama, seperti yang diajarkan di beberapa pesantren pada umumnya, diajarkan di kelas-kelas. Namun pada saat yang sama para santri tinggal di dalam asrama dengan mempertahankan suasana dan jiwa kehidupan pesantren. Proses pendidikan berlangsung selama 24 jam. Pelajaran agama dan umum diberikan secara seimbang dalam jangka 6 tahun. Pendidikan ketrampilan, kesenian, olahraga, organisasi, dan lain-lain merupakan bagian dari kegiatan kehidupan santri di Pondok. Pada tahun pertama pembukaan program ini, sambutan masyarakat belum memuaskan. Bahkan tidak sedikit kritik dan ejekan yang dialamatkan kepada program baru yang diterapkan oleh Gontor. Sistem pendidikan semacam yang diterapkan oleh Gontor tersebut memang masih sangat asing. Sistem belajar secara klasikal, penggunaan kitab-kitab tertentu yang tidak umum dipakai di pesantren, pemberian pelajaran umum, guru dan santri memakai celana panjang dan dasi. Demikian juga pemakaian Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan bahkan juga Bahasa Belanda, ketika itu masih dianggap tabu. Sebab Bahasa Arab adalah bahasa Islam sedangkan Bahasa Inggris dan Bahasa Belanda adalah bahasa orang kafir. Masih asingnya sistem pendidikan baru ini menyebabkan merosotnya jumlah santri Gontor saat itu. Santri Gontor yang sebelumnya berjumlah ratusan kini hanya tinggal 16 orang. Keadaan ini tidak mematahkan semangat Pak Sahal dan Pak Zar. Dalam keadaan demikian Pak Zar bertekad dan berucap: "Biarpun tinggal satu saja dari yang 16 orang ini, program akan tetap akan kami jalankan sampai selesai, namun yang satu itulah nantinya yang akan mewujudkan 10...100 hingga 1000 orang." Bahkan suatu saat Pak Zar pernah berujar: "Seandainya saya tidak berhasil mengajar dengan cara ini, saya akan mengajar dengan pena." Pak Sahal juga tanpa ragu-ragu berdoa: "Ya Allah, kalau sekiranya saya akan melihat bangkai Pondok saya ini, panggillah saya lebih dahulu kehadirat-Mu untuk mempertanggung jawabkan urusan ini." Allah rupanya mendengar doa dan tekad kakak-beradik itu. Pada tahun kedua, mulai datang para santri dari Kalimantan, Sumatra, dan dari berbagai pelosok tanah Jawa. Gontor mulai ramai oleh kehadiran para santri yang semakin banyak. Akhirnya, setelah tiga tahun berjalan, Pondok Gontor dibanjiri oleh para santri dari berbagai kota dan pulau dengan tingkat pengetahuan yang berbeda-beda. Ada yang sudah baik pengetahuan agamanya tetapi lemah dalam pengetahuan umum dan ada pula yang sebaliknya. Untuk mengatasi persoalan ini dibukalah kelas khusus untuk menampung mereka, yaitu Voorklas atau Kelas Pendahuluan. --- On Mon, 5/5/08, sutan jabok <eato...@yahoo.com> wrote: |
From: sutan jabok <eato...@yahoo.com> |
Tarimo kasih banyak angku Tan Ameh, lah badala juo agak-agak mandapek barito ko. Samantaro kito tunggu pulo barito angku Tanjabok, ambo tambah tanyo saketek, mungkin baliau dapek malangkoi.
1. Tanjabok manyabuikan "buku nan sumatera thawalib, penerbitnya di jogja", apokoh ado pulo Soematera Tawalib di Jogya atau bukunyo sajo nan tabik sinan.
2. Jadi memang ado babarapo Soematera Thawalib di Sumatera Barat tapi tampaknyo tidak kampuih puno purogaram surang-surang walaupun ide umunyo samo.
3. Apokoh nan Batusangka ko samo jo kampuih nan di Sungayang atau duo beda.
4. Dima posisi Surau Inyiak Djambek di Tangah Sawah, apokoh itu indak sanaungan jo ST nan lain?
5. Baitu juo baa hubungan kakarabatan ST kasadonyo tu jo Surau Inyiak Canduang?
Sakitulah dulu, sabalun padek amek tanyo MakNgah.
Salam,
--MakNgah
--- In Rant...@yahoogroups.com, "Tasril Moeis" <tasril_moeis@...> wrote:
>
> Manunggu jawaban St. Jabok ambo cubo manjawek tanyo Mak Ngah ko.
> Sumatera Thawalib ko bamulo taun 1910 an dari pangajian surau2, kemudian surau Jambatan Basi Padang Panjang jo Syekh H. Abdullah Ahmad & Syekh Abdul Karim Amarullah atu H. Rasul, Surau Parabek jo Syekh Ibrahim Musa, Surau Padang Japang Payakumbuah jo Syekh Abbas, Maninjau & Batusangka manjadikan sistem surau (halaqah) jadi sistem sekolah jo namo Sumatera Thawalib. Perguruan ko melaksanakan program nan samo tapi tagak surang2. Nan ado tadanga sampai kini Sumatera Thawalib Parabek jo Sumatera Thawalib Jambatan Basi Padang Panjang,
mudah2 an Thawalib2 lain bisa pulo bangkik baliak, dan Padang Japang ado st. Jabok cucu inyiak Abbas.
> Alhamdulillah Thawalib Parabek setelah mangalami pasang surut di tahun 1990 an kini mulai bangkik dengan memperbaiki kurikulum, mutu guru, kesejahteraan guru, fasilitas pendidikan dan asrama, jumlah murid alah mancapai 650 ado pulo nan dari Aceh, Riau Jambi dll., ampia mandakek i kondisi tahun 60 & 70 an. Gampo kapatang ko runtuah pulo 9 lokal dan kini ba ansua2 pulo di bangun baliak jo bangunan batingkek tigo.
>
> Ado ciek nan mabuek prihatin wakatu mancari guru bahaso Arab, dibukak iklan di koran Sumbar pelamar nan masuak indak ado nan mamanuahi standar, akhir no badatangkan guru bahaso Arab ko dari Jawa.
>
> Wassalam
> Tan Ameh (49+)
> ----- Original Message -----
> From: hambociek
Dialog Aktual Senin 5 Mei 2008
Tema : "Menguak Penggeledahan KPK di DPR"
Rekaman, pukul 17.30 wib di Studio 6 TVRI
Ditayangkan Pukul 23.10 WIB.
Narsum :
Chandra M. Hamzah, Wakil ketua KPK Bidang Penindakan
Harry Azhar Azis, Wakil ketua Panitia Anggaran DPR
Indra J Piliang, The Indonesian institute
Host : Valerina Daniel
Term of Reference:< /div>
Sepekan yang lalu, para penyidik KPK melakukan pengg eledahan di gedung DPR. Sepak terjang KPK ini mengejutkan banyak pihak, terutama para anggota DPR yang mestinya saat itu bisa santai ditengah masa reses.
Beberapa ruangan yang diperiksa
antara lain, ruang Ketua Komisi IV DPR Ishartanto, ruangan
milik Azwar Ches Putra/FPG, ruangan milik M Syarfi Hutauruk/FPG, Ruangan milik
Ishartanto/FKB, ruangan milik Sujud Siradjudin/F-PAN, ruang Sekretariat
Komisi IV, dan ruangan Al Amin Nasution dari PPP. Sebelumnya Amin Nasution
ditangkap KPK dengan tuduhan terlibat politik uang dalam kasus alih fungsi hutan
lindung di pulau Bintan. Amin akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan
dititipkan di tahanan Polda Metro Jaya.
Sebagian anggota DPR memberikan sikap terbuka atas penggeledahan itu. Namun ada pula yang tidak suka atas aksi KPK ini. Sempat pula muncul suara dari kalangan DPR yang mengusulkan agar Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) dibubarkan.
< FONT size=3>Ketua DPR Agung Laksono sempat menghalangi pemeriksaan tersebut, dengan cara mempersulit KPK saat hendak menggeledah ruang kerja anggota dewan. Agung Laksono keberatan dengan c ara KPK yang di nilainya grasak grusuk, sehingga terkesan DPR itu seperti penjahat saja. Mestinya KPK berkoordinasi terlebih dahulu dengan DPR, sebelum mereka melakukan pemeriksaan. Menurut Agung, tidak menerima penggeledahan, adalah langkah yang benar karena ini untuk menjaga harmonisasi antar lembaga,"
Namun Lembaga DPR kini
bukan lagi lembaga superbody, karena akhirnya KPK berhasil 'menggeruduk' ke
setiap ruang yang di anggap perlu untuk di periksa. Inilah kali pertama Lembaga
Wakil rakyat yang selama ini memiliki kekebalan, akhirnya berhasil 'dikuliti'.
Hal ini tentu menjadi catatan emas dalam sejarah pemberantasan korupsi di
Indonesia. Sebelumnya, para wakil rakyat ini bagai tak tersentuh. Kalau pun ada
yang tersenggol satu kasus, paling-paling hanya diberitakan di medi a massa. Tak
lama kemudian, kasusnya menguap seiring hembusan angin.
Akhirnya kita boleh berharap, Wakil rakyat akan semakin merakyat, dan tidak lagi tidur waktu sidang soal rakyat, dan tidak ada lagi RUU yang ujung ujungnya duit. Penggeledah ruang kerja anggota dewan bukan akhir dari kisah KPK di DPR, melainkan justru awal peperangan hebat melawan korupsi. Harapan tertumpu pada KPK, untuk terus menggerus KKN yang diduga menyelubungi Senayan.
Lalu, bagaimana Hasil pemeriksaan KPK sepekan yang lalu itu?
Bagaimana isi berita acara pemeriksaan?
Dokumen apa saja yang berhasil di temukan dan mengindikasikan adanya KKN di DPR?
Terkait adanya penolakan pemeriksaan, bagaimana mestinya procedural pemeriksaan ?
Apakah perlu pengajuan ijin terlebih dahulu?
Adakah undang-undang yang men gatur soal pemeriksaan semacam ini?
Benarkah selama ini DPR merupakan Lembaga superbody?
Apa yang memicu KPK sehingga melakukan pemeriksaan mendadak ke gedung Parlemen?
Adakah kasus-kasus khusus yg mendorong inisiatif KPK untuk "menggeruduk" DPR?
Wassalam
ajoduta/61/usa
2008/5/5 Indra Jaya Piliang <indrap...@csis.or.id>:
Wah..wah.pujian mamak ko babayo mah mak, barek baban singguluang
mandanga doa mamak ko. Tapi kok soal kepedulian jo adat MInang ko yo
hak dan kewajiban kito basamo mak. Kok ndak kito nan peduli sia lai ?
Dialog AKtual malam cako temanyo "Menyorot KOnflik Internal PKB"
Narasumbernyo Lily Wahid nan adiak gusdur, beliau ko di kubu
Muhaimin, surang lai M. Chudori pengamat politik dari Indo Barometer
dan Ambo dari The Indonesian Institute. seharusnyo ado narasumber
surang lai dari PKB kubu Gusdur namun di detik terakhirnyo
mambatalkan. kemungkinan takuik jo adiak GUsdur ko mak, jadi bukan
dek Ambo. Nan ambo ko a bana lah, masih ijau bana alun punyo jam
tabang lai, baru sajo baraja ba tatatah. Kok dibandiangkan jo Ajo IJP
ko..cando anjiang jo gonjong Mak..sakik lihia manangadah hahaha..
salam
Ben/27
--- In Rant...@yahoogroups.com, "Bandaro Labiah"
> Pada tanggal 06/05/08, Elthaf (elthaf) <elthaf@...> menulis:
> >
> > Sanak Indra, mohon maaf, tadi malam ambo ndak sempat manonton
doh,
> > mudah-mudahan lai rancak yooo
> > Salam,
> > Elthaf
> >
> > ------------------------------
> > *From:* Rant...@googlegroups.com
[mailto:Rant...@googlegroups.com] *On
> > Behalf Of *Elthaf (elthaf)
> > *Sent:* Monday, May 05, 2008 1:17 PM
> > *To:* Rant...@googlegroups.com
> > *Subject:* [R@ntau-Net] Re: Dialog Aktual: "Menguak Penggeledahan
KPK di
> > DPR"
> >
>
> >
jika kita coba untuk menelusuri jejak anak-anak terbaik yang melanjutkan kuliah di perguruan tinggi terbaik di negeri ini (UGM, ITB, UI) mungkin kisaran kuantitasnya melebihi 1000 ribu orang.
namun amat disayangkan perhatian pemda terhadap aset berharga ini masih amat minim. dalam artian kemampuan pemda untuk mendata, mengayomi, mengikat sangat minim. saya tidak tahu, apakah pemda sumatera barat memiliki data tentang mahasiswa2 minang yang kuliah di PT terbaik di Indonesia dan mahasiswa minang yang kuliah di LN...itu baru masalah pendataan, belum lagi kepedulian terhadap perkembangan studi dan financial mahasiswa tersebut. biasanya mahasiswa2 tersebut mengandalkan kiriman dari orangtua atau dri hasil kerja sambil kuliah, sedangkan beasiswa dri pemda, tiada terdengar. maka yang terjadi selanjutnya atas kondisi ini adalah ketika mahasiswa jenius ini lulus, mereka malas untuk pulang kampung. karena mereka tidak diikat secara halus oleh pemda. akhirnya pemuda2 brilian ini berkiprah di luar sumbar, memajukan perusahaan atau tempat dia mengabdi.
sebenarnya tidak ada yang salah dengan pilihan mereka. namun, yg amat disayangkan adalah minimnya kepedulian pemda terhadap mereka2 ini. hingga tiada perasaan bersalah ketika membiarkan mahasiswa2 rantau ber solo run di negeri orang...
entahlah...
tapi hal ini, membuat mahasiswa sumbar di rantau lebih kreatif dan mandiri. dari pengamatan saya di jogja, ketika fasilitas dari pemda minim, anak2 sumbar menunjukan eksistensi nya di berbagai bidang. berbeda misalnya dengan mahasiswa riau, yang terlena dengan fasilitas mewah dari pemda riau...
hidup mahasiswa minang....
--~----~------~--~---
-----Original Message-----
From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On
tarimo kasih banyak alah mandoakan dan maingekkan ambo. Mudah-mudahan
dek doa kito basamo, ambo jo Uda-uda dan adiak2 lainnyo bisa maju
taruih sarupo panyumangaik nan ditunjuakkan Da Nof jo kawan-kawan
lainnyo...maju taruih anak MInangkabau..Insya Alloh kito Bisa !
salam
Ben/27
--- In Rant...@yahoogroups.com, Yulnofrins Napilus <ynapilus@...>
wrote:
____________________________________________________________________________________
> Be a better friend, newshound, and
> know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://
mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
> >
Wassalam
Tan Ameh (49+)
----- Original Message -----
"Kalau hanyo jadi pengamat indak usah mengomentari
urusan urang. Kito nyalokan sajo lilin kito
masiang-masiang. Babuek sasuai kamampuan kito jo versi
kito sorang-sorang".
Assalamulaikum Wr, Wb
Sanak Reza..ambo sengaja mengutip quote diatas untuk
memberikan sedikt penegasan kepada sanak reza tentang
posisi ambo dalam hal iko..
Ambo minta awak indak emosional dalam hal hal nan
bantuak iko..iko perdebatan sesama orang muda minang
dan ambo yakin sangat Reza adalah orang yang sangat
sangat peduli akan kampuang...dan baitu juoa dengan
banyak awak lain tantunya.
Sanak Reza...kenapa ambo mempertanyakan soal SSM dan
FSM...dalam prinsip organisasi apalagi organisasi ini
(SSM dan FSM) memakai nama etnis maka wajarnlah
anggota etnis itu mempertanyakan...
Mungkin pertanyaan ini banyak berada di benak ornag
lain, namun ambo nan mangkamukokan...
Syukurlah kalau nama nama seperti yang reza sebutkan
itu banyak berbuat tuk Sumbar..apakah di blow up di
media sebagai salah satu bentuk pemberitahuan kepada
masyarakat tentang aktifitas dan keberadaan organisasi
tersebut.
Disikolah peran Humas Reza..dia mampu
mengkomunikasikan semua aktifitas dan kegiatan kepada
publik yang menunggu bentuk nyata dan manfaat dari
keberadaan organisasi itu.
Seperti yang ambo katakan, memang tidak ada satupun
kewajiban FSM dan SSM untuak memberitahukan kepada
ambo soal aktifitas SSM, dan FSM. namun tantu ambo
perlu tahu apa yang telah dikerjakan..sebagai bagian
dari etnis minang dan ikut peduli atas organisasi
minang serta suatu saat nanti ingin ikut membangun
kampung halaman (Insya Allah) dengan kemampuan yang
ambo miliki maka ambo tentu ingin tahu dan bertanya.
Humas bukan hanya ikut ketua berkeliling, namun
bagaima dia berperan besar memberikan Announcement
kepada publik.
Dalam prinsip dunia kehumasan yang pernah ambo
geluti...berlaku kalimat Public Rigth To
Know...Publik/masyaraat berhak untuk tahu apa yang
telah terjadi dan manfaat bagi mereka...
Ambo berharap reza yang aktif di FSM dapat memberikan
informasi dan mengupdate kepada kami yang orang awam
ini tentang aktifitas FSM..
Bukankah ada Website SSM itu ada dan begitu pula
milisnya...lagian media lokal di Padang sudah
menunjukkan keseriusannya seperti Singgalang dan
Padang Ekspres. tinggalah kini tugas reza untuk
mampublish kegiatan FSM itu..khan bangga awak tu ha
kalau seorang CEO seperti Irwan Syarkawi, Hasnul
Suhaimi, Jhony Swandi Syam dan banyak lainnya ternyata
sering pulang dan memberikan kuliah gratis kepada
sanak sanak kita di kampung...kalau itu kita publish
sebelumnya mungkin akan banyak juga yang datang
seperti kalangan usahawan nan mudo mudo..
Sekian dan salam..
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
indra
-----Original Message-----
From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On
Behalf Of ajo duta
Sent: 07 Mei 2008 9:54
To: Rant...@googlegroups.com
Mengapa apo yang dilakukan beliau-beliau yang sukses jadi pengusaha
dan profesional tu, tantu yang berhak menjawab adolah beliau-beliau
itu sendiri. Karena Bobby berasal dari kalangan pers, cubolah tanyo
langsuang ka yang bersangkutan, kanapo kiprah yang telah beliau-beliau
tu lakukan kurang dipublikasikan. Apo karano kurang komersil sifat
beritanyo atau ado hal lain yang sangajo beredar di kalangan tertentu
sajo. Kalau Bobby masih penasaran juo, bisa ditanyo ka Bang Rainal
Rais dan Uda Firdaus H.B. Silahkan japri se ka beliau baduo ko. Sudah
hal umum, kadang ada yang tidak suka profilenya dipublikasikan, tapi
mereka punya kiprah yang besar. Dan sudah hal umum, kalau ada yang
berkaitan dengan dana masuk ke Sumbar, akan direntetin dengan berbagai
proposal permintaan sumbangan. Seperti yang dialami senior ambo waktu
ka mambangun pabriknyo di Padang, tiok sabanta datang proposal minta
sumbangan dari iko dan dari itu, kalau indak diagiah proyeknyo
digaduah. Samantaro usahonyo alun jalan. Nyamankah urang dengan hal
iko?? Mungkin Bobby paralu mandoktrin ka anggota DPRD yang Bobby
asistensi, supayo bisa manjago etika jo budaya malu
pendukung/konsituennyo.
Ondeh Mak, alun tapikia dek ambo sampai kasinan lai, masih talalu
pagi bana. Ambo ko sia banalah baru..paja patang nan baru baraja
batatah. masih banyak uda-uda jo uni-uni nan lain nan labiah pas
untuak posisi itu. Ambo kini masih baraja dalam banyak hal. mambaco
nan tasurek ataupun nan indak tasurek. Kalau talalu di ambuang cando
iko, beko gadang lo lubang iduang ambo, bisa-bisa ambo takaliciak
manjadi ongeh, lupo diri sahinggo indka paguno nan ambo pelajari.
Untuak manjadi pemimpin itu ambo masih berprinsip mandahulukan uda-
uda jo uni-uni nan paliang punyo potensi dalam artian mamanuhi
indikator kompetensi, integritas, kejujuran dan lain-lainnyo. Kalau
masih ado nan labiah mamanuhi dari ambo, mako ambo akan mandukuang
panuah dan indak baniat jadi kompetitor. tapi kok nyampang suatu maso
nan urang2 itu ndak amuah maju sahinggo nan akan maju adolah calon2
nan indak punyo indikator tasabuik sahinggo akan merugikan ranah
dalam periode 5 tahun kamuko, kalau memungkinkan ambo akan maju....
paliang indak proses iko bajalan mak..kok nyampang nantik ambo
tanyato punyo potensi gadang...ambo tantu akan bayia utang ka ranah
BUndo, tampek jasad almarhumah Ibu ambo kini tabariang....
kiniko ambo baraja selah dulu mak, masih banyak nan alun ambo
ketahui..
salam
Ben
--- In Rant...@yahoogroups.com, "Bandaro Labiah"
<bandaro.labiah@...> wrote:
>
> Assalamu'alaykum w.w.
>
> Batua tu Mantari Sutan
> awak muloi dari kini, ambo manunjuak diri ambo surang sabagai tim
sukses
> Benny . indak pulo paralu ambo di bayia do Benny, ongkoih ambo
bialah ambo
> tangguang surang
>
> tapi , ibarat naiak janjang, langkah partamo untuak Kotamadya
Pikumbuah /
> Kabupaten 50 Koto dulu yo
> baa kiro-kiro ??
> jalan nan tampak diambo iyo malalui jalur seni budaya, itu nan bisa
ambo
> garap. banyak tu penggemar dendang saluang, randai, musik. .
insyaallah
> untuang niaik ko kasampaian handaknyo
>
> wasssalamu'alaykum w.w.
>
> Bandaro Labiah
>
> 2008/5/7, Mantari Sutan <mantari_sutan@...>:
Hendra Makmur (wartawan/perantau minang)
--------------
"Kalau hanyo jadi pengamat indak usah mengomentari
urusan urang. Kito nyalokan sajo lilin kito
masiang-masiang. Babuek sasuai kamampuan kito jo versi
kito sorang-sorang".
Muhammad Syahreza (perantau minang)
-------------
Hendra dan Reza..serta keluarga besar yang saya
hormati..
Begini reza..kembali saya ingatkan reza untuk
membatasi pembahasan pada soal organisasi...bukanlah
Reza sendiri yang menyebutkan bahwa FSM bukan hanya Da
Firdaus, bukan hanya Pak Rainal Rais dan bukan juga
hanya seorang Ajo Basrizal Koto.
Kembali ambo mengutip apa yang dikatakan dek sanak
kito Hendra Makmur..dan kembali juga ambo mengingatkan
Reza bahwa FSM atau SSM adalah organisasi yang sudah
di publish kepada umum dan lagi pula huruf "M" pada
FSM dan SSM adalah huruf yang mewakili Etnis Minang.
Ketika sebuah organisasi sudah memakai nama etnis dan
didirikan untuk kepentingan etnis itu, maka selayaknya
lah jika transparansi dilakukan. Arti kata hrs ada
annount kepada masyarakat tentang aktifitas.
Ambo tidak anti dengan FSM, SSM atau apapun organisasi
namanya. Cuma ketika organisasi itu sudah dibawa ke
ranah publik, maka publik hrs tahu.
Faham reza sampai disitu..?
Soal Da Firdaus, Pak Rainal Rais dan ribuan perantau
lain membangun nagari dengan menjalin network di
kampung semua orang sudah tahu. Tapi disini yang kita
bahas adalah organisasinya.
Bedakan itu Reza..Reza membawa persoalan itu ke
masalah pribadi, kalau bagi Reza ado manfaat SSM,
kenapa Reza tidak menceritakan kepada wartawan tentang
manfaat dari SSM itu, manfaat dari FSM dan lain
sebagainya itu.
Seperti yang dikatakan Hendra, wartawan di Padang ambo
raso cukup idealis dan bukan seperti yang ado dalam
kepala reza, kalau maundang wartawan hrs pakai amplop.
(Randah bana kami dek reza mah)
Mulai kini cobalah Reza mempublish manfaat FSM itu
kepada wartawan agar masyarakat tahu. Di tanah Abang
saja misalnya berapa banyak pengusaha yang berasal
dari etnis minang. cariotan distu manfaat FSM
ko...bangun network yang bagus dengan mereka, dan di
kalangan awak awak disiko ado wartawan, ambo pernah
jadi editor di SInggalang, Padang Ekspres, begitu juo
dengan Hendra, ado Da Yurnaldi, Irsad di Bisnis
Indonesia, ado da Erwin di Tempo, ado da Syaf Al dan
banyak lainnya..apalogai ado Da Sawir Pribadi.. yang
kini jadi Senior Editor di HU Singgalang.
Soal berita yang kurang komersil, ambo rasi naif bana
Reza menuduh wartawan pragmatis seperti itu..
Lalu soal Tingkah polah DPRD..Kini adalah era dimana
semua orang boleh dan beroleh kesempatan luas untuk
mengadukan apa saja yang tidak disukainya kepada
aparat hukum. Soal adanay sikap anggota DPRD yang
seperti itu, kenapa tidak dilaporkan kepada kejaksaan,
polisi atau KPK sekalipun. Soal Proposal, yang namanya
proposal bisa dilayani dan bisa setujui namun juga
bisa didiamkan. Tergantung kita mau melayani atau
tidak.
Sekian.
Setuju dengan Sanak Boby. Bukan masalah ria atau ndak
ria. Zaman kini, zaman transparansi. Apo-apo se
tabuka. Contoh elok akan jadi teladan untuak yang
lain. Siapo tahu bisa jadi inspirasi untuak yang lain
Pak Reza..
Hendra Makmur (wartawan/perantau minang)
--------------
"Kalau hanyo jadi pengamat indak usah mengomentari
urusan urang. Kito nyalokan sajo lilin kito
masiang-masiang. Babuek sasuai kamampuan kito jo versi
kito sorang-sorang".
Muhammad Syahreza (perantau minang)
-------------
Bobby, ambo insya Allah barusaho sakuaik-kuaiknyo indak akan pernah
merendahkan seseorang, apo pun perlakuan urang tu ka ambo.
Bobby, coba cek dulu deh...ado ndak e-mail ambo mangatokan amplop
untuak wartawan?? Walau pun ambo pernah mambagi-bagikan amplop ka 25
jurnalis dari Media Massa pada suatu acara seseorang. Kayaknyo itu
e-mail dari Hendra deh..kalau masalah komersil yang ambo katokan itu
dari sisi isi berita. Karano kito tahu berita gosip labiah
meningkatkan nilai jual suatu tabloid daripada berita yang bukan
gosip.
Masalah nilai positif bukan ambo sajo yang marasokan, di pelatihan
kewirausahaan angkatan I FSSM ado 30 peserta, beberapa peserta
diantaranya dari latar belakang jurnalistik, pengacara, dan lainnyo.
Mereka semua merasakan manfaat dari FSSM. Setiap sesi pelatihan Da
Syaf Al selalu hadir mengikuti dari awal sampai akhir. Dan berita tu
langsuang kalua bisuak harinyo di Singgalang dan Riau Mandiri.
Bantuaknyo Bobby talalu dangka mancerna e-mail ambo. Ambo raso indak
usah lah kito berdebat hal bantuak iko.
Tapi jujur ambo katokan ka Bobby, waktu acara SSM di Padang lalu, ado
seseorang oknum rekan pers, memaksa minta uang pada Firdaus H.B.
alasannya biaya liputan. Sampai dia mengajak teman-temannya untuk
melakukan tindak premanisme ke Panitia. Saksi untuak case ko ado,
karano ambo tamasuak yang sempat ikuik konflik jo inyo. Tapi
Alhamdulillah ambo indak marubah pandangan ambo ka Pers. Ambo yakin
banyak juo rekan Pers yang pro aktif dan baik.
Masalah humas, ambo raso Basko jo team nyo pasti alah maadokan hal
itu, hanyo sajo berita tu mungkin alun tabaco samo Bobby. Mangkonyo
ambo manyuruah Bobby dkk main ka Sekre FSSM tu. Masalah mambao namo
Minang kalau tujuannyo elok siapo pun bisa mamakai. Tapi lai tahu kan
Bobby? salah satu team perampok penumpang Taksi di Jakarta juga etnis
Minang, Polisi menyebut mereka kelompok Padang, tapi kenapa tidak ada
orang Padang yang protes??
Rahyussalim (37 th)
-----Original Message-----
From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On
Behalf Of muhammad syahreza
Sent: Thursday, May 08, 2008 10:40 AM
To: Rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] Re: Masih ada harapan...(Jawaban tuk Reza)
Tarimo kasi ateh ajakan da Nanang, mohon maaf ambo alun bisa ikuik
datang ka Kubang Saharjo tu karano :
Beko malam ambo alah ado janji samo kawan ka pai ka Depok.
Kok hari Senen malam ambo mungkin alun bisa juo datang, karano ambo
harus maanta pasanan urang pulo. Dek bisa maanta hanyo malam hari
pulang karajo.
Nan kaduo ka Saharjo dari tampek karajo ambo di Cikarang - Bekasi
lumayan mamakan waktu kini ko, dek macetnyo tol dalam kota sajak ado
jalur busway tu.
Insya Allah lain kali. Masalah wartawan ambo tutuik se topik ko.
Karano tiok urang adolah makhluk sosial yang saling punyo
ketergantungan. Hanyo sajo jenis simbiosis pado waktu jo tampek yang
mambuek perbedaannyo.
wrote:
>
> Assalamu'alaykum w.w.
>
> Batua tu Mantari Sutan
> awak muloi dari kini, ambo manunjuak diri ambo surang sabagai tim
sukses
> Benny . indak pulo paralu ambo di bayia do Benny, ongkoih ambo
bialah ambo
> tangguang surang
>
> tapi , ibarat naiak janjang, langkah partamo untuak Kotamadya
Pikumbuah /
> Kabupaten 50 Koto dulu yo
> baa kiro-kiro ??
> jalan nan tampak diambo iyo malalui jalur seni budaya, itu nan bisa
ambo
> garap. banyak tu penggemar dendang saluang, randai, musik. .
insyaallah
> untuang niaik ko kasampaian handaknyo
>
> wasssalamu'alaykum w.w.
>
> Bandaro Labiah
>
> 2008/5/7, Mantari Sutan :
> >
> > Mantap Ben, itu iyo tu mah.
> >
> > Jaan marandah taruih juo lai. Capeklah masuak ka wilayah publik
lai,
> > kalahan Syahrir nan sabalum umua 40 bisa jadi perdana menteri.
> >
> > Wassalam
> > Mantari Sutan/29
> >
> >
>
> >
Almarhum Datuak Syamsuridjal tu guru wak bona tih Bundo, Beliau
bakawan bona jo Datuak awak H. Jarnis Saiddin an di Jogja. Kok tibo
rayo oji atau wakatu tatontu kami kodok main korumahnyo. Kok kiun
konai bongih sa non kodok hahaha...Awak lai pernah pulo main korumah
godang Tuak Syamsu tu..dek awak bokawan pulo jo nakannyo Titik
Nizami. nan kini tingga di Jogja pulo.
Jan lupo toruh mondoakan kami nan mudo matah ko Bundo, dan banyak
banyak mooh dek kadang-kadang banyak kato-kato nan ndak bakatontuan...
salam
Ben/27
--- In Rant...@yahoogroups.com, Hayatun Nismah Rumzy <hnismah@...>
wrote:
>
> Assalamu Alaikum W. W.
> Ben iyo bona dapek dek ananda pituah rang tuo2 tu yo? Mandi
diilia2 mangecek dibawah2, aia nan taonang manghanyutkan, sarupo ilmu
padi makin barisi makin tunduak. Saba sajolah Ben kan datang
wakatunyo bundo tahu sado urang punyo ambisi dan obsessi tapi
tunggulah dulu nantikan masak karambia tu dulu supayo baminyak baru
diambiak dan dapek dipakai mambuek rondang.
> Jan pulo sarupo Anwar Ibrahim talalu copek nyo nio manggantikan M
tu jadinyo nyo kahilangan wakatu kan?
> Ben pandai2salah bapolitik sobab kiniko nan kanaiak nampaknyo
urang nan pandai bapolitik.
> Selamat untuak anandabundo yo lupo apokoh Benny nan Pitopang atau
Benny nan babako ka Pitopang. Sobabnyo bundo kan Pitopang sakampuang
jo alm. Sjamsuridjal SH nan di Jogya.
> Sakian dulu mohon maaf ka rang palanta karano mangecek dalam
bahaso Pikumbuah.
> Wassalam
> Hayatun Nismah Rumzy (69+++++)
>
satantang kreativitas itu alah supakaik kito da...itu bana nan kito
paralukan.
salam
Ben/27
NB: malam beko ambo ndak bisa ikuik do Da, dek karano sore ko ambo ka
lampuang, mungkin lain kali..ambo pun nio bana basobok ma ota-ota
--- In Rant...@yahoogroups.com, "asfarinal, asfarinal, asfarinal,
asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang" <asfarinal2000@...> wrote:
>
> Ben Sumatera Barat ko buktuh pemimpin yang punyo karisma dan
harusdisandiangkan jo urang kreatif.
> Beni kan alumni Jogja, di ISI tu terutama kriya patung jo lukis
atau seni rupa murni ampia 60% tu urang minang. Iko harus digarap
karena Sumatra Barat kalau nio maju parawisata harus dipadukan dengan
kriya nan disabuikan diateh tadi.
> nanang
>
>
>
> > >
>
>
>
>
>
>
____________________________________________________________________________________
> Be a better friend, newshound, and
> know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://
mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
> >
Jadi menah...Dek karano banyak dalam minggu ko
dunsanak awak nan mudo mudo banyak kesibukan, manco
Reza nan maurus karajo nan indak bisa di wakiakan,
Benny nan pulang ka Lampuang, Mantari Sutan nan sadang
sibuk presentasi sarato Hendra makmur nan juo sadang
sibuk liputan di DPR RI...ba'a kalau acara ma ota dan
mambahas persoalan urang mudo minang di rantau ko awan
tantuan dalam minggu bisuak hari Jumaik di Rumah Makan
Surya (langganan ambo jo mantari sutan) di
Mampang...dalam hal iko ambo undang sakali Uda
Nofrins, sanak IJP, sanak Mifthah N Sabri, Tuan
Rangkayo Mulie, Edri Sumitra (ES Ito) kanda Yurnaldi
(Kompas), Da Miko dan Sutan Marola (Nofend)...
Disinan beko awak "bakuhampeh" mangkaji persoalan
Minang dlam versi awak nan mudo mudo....kok ado urang
tuo awak nio sato dan ikuik basamo jo awak duduak
basamo..ancak bana...Mungkin Pak Tasril Mooeis bisa
datang...kami tunggu...Pak Syaf..
wakatu e Jam 7 di rumah makan Surya mampang
(tentaif)...Ambo agiah tugas sakali ka Mantari Sutan
untuak mangkondisian rumah makan tu...
Ciek lai kaba buruak ambo sampaian ka Niniak jo mamak,
apak jo mande, dunsanak samo gadang...kalau Sutan
Marola kini ko dirawat di RS Siloam CIkarang..sajak
Selasa..dan baitu juo jo Uda Miko Mikardo nan takanai
musibah komputer e kanai patuih...untuak samantaro
lalu lintas email di RN ditangani dek Da Miko secara
darurat dulu sambia mamelok i komputer e nan di hantam
dek patuih malam hari Rabu kapatang.
Sakian info dari ambo dan kalau ado nan mangkonfirmasi
silahkan balas email ini...
Tarimo kasi banyak...
BLP
----- Original Message -----From: Bandaro Labiah
Sent: Wednesday, May 07, 2008 9:39 AMSubject: [R@ntau-Net] Re: Dialog Aktual: "Menguak Penggeledahan KPK di DPR"
Asslamu'alaykum w.w.acara nan dilewakan dunsanak IJP jo Tuan E Sri Bagindo iyo ndak sato manonton doh, dek karano sadang ado pulo kakok.Namun nan ka mabo lewakan adolah, tadi malam ambo manonton nan labiah mudo, iyo di TVRI pulo, gagah pulo, kok alun babini liau ko, ambo ambiak ka sumando, tagahno ciek lai, nan adiak padusi lah barumah tanggo pulo hahahahahahaahsiapo kok garan urang mudo ko ??indak lain indak bukan adolah urang mudo nan piduli bana jo adat Minangkabau, nan ka mambangkik tareh nan tabanam, nan ka palawan dunia urang, nan ka apuih malu dikaniang, nan capek kaki ringan tangan, capek kakino lai indak panaruang, capek tanganno lai indak pamcah, nan ka pandindiang dunia, liau banamo Bennny Inayatullah =D>mungkin dek liau datang ko pulo mako pihak nan dari inyiak Aguih (gus dur) indak datang hahahahaha, lah takilek di urang tu mungkin kalau nan ka dihadok-i pandeka dari Ranah Minangkabau
sakitu kaba dari ambo, nan acok duduak di suduk-suduk kini
wasssalamu'alaykum w.w.Bandaro Labiah
* bagi nan badomisili dikampuang atau nan ka kapulang kampuang, Jan lupo, tanggal 9 acara randai di Ladang Laweh, Banuhampu, dimuloi jo Organ sasudah sumbayang ashaPada tanggal 06/05/08, Elthaf (elthaf) <elt...@chevron.com> menulis:Sanak Indra, mohon maaf, tadi malam ambo ndak sempat manonton doh, mudah-mudahan lai rancak yoooSalam,Elthaf
From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Elthaf (elthaf)
Sent: Monday, May 05, 2008 1:17 PM
To: Rant...@googlegroups.com
Sakadar informasi, mak sati sadang di Melaka baliau
datang kamari untuak mambuang thyroit nan diderita
anak suluang beliau.
Alhamdulillah operasi alah salasai kiro2 jam 5 sore
tadi.
Samo2 lah kito mandoakan kesembuhan bagi anak baliau.
Sakian dan terima kasih.
Yosza-Melaka
Assalamu'alaikum wr. wb.
Sakadar informasi, mak sati sadang di Melaka baliau
datang kamari untuak mambuang thyroit nan diderita
anak suluang beliau.
Alhamdulillah operasi alah salasai kiro2 jam 5 sore
tadi.
Samo2 lah kito mandoakan kesembuhan bagi anak baliau.
Sakian dan terima kasih.
Yosza-Melaka
Tarimo kasih.
Yosza
--- Hayatun Nismah Rumzy <hni...@yahoo.com> wrote:
> Assalamu Alaikum W. W.
> Nanda Yosza, tolong sampaikan ka Mak Sati dari
> kami, ayah dan bundo ikuik mandoakan agar anak Mak
> Sati capek sehat. Juo tolong sampaikan salam kami ka
> baliau. Juga salam kami ka ananda sekeluarga.
> Wassalam
> Ayah Rumzy dan Bundo Nismah
>
> Yosza Dasril <yo...@yahoo.com> wrote:
>
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
Insya Allah baisuak ambo sampaikan.
Yosza
--- Darul M <dar...@gmail.com> wrote:
> Nanda Yosza
>
> Terima kasih ateh malewakan informasiko.
>
> Tolong sampaikan salam dari ambo ka mak Sati
> sekeluarga.
> Semoga sakit anak baliau capek cegak.
>
> Salam
> Darul
>
Alhamdulillah,
Mugo2 capek maso pemulihannyo. Baliak samulo ka rutinitas jo aktifitas
Baliau.
Ambo turuik mandu'akan
Warga RantauNet - Dubai
Subject: [R@ntau-Net] Mak Sati di MMC Melaka
Assalamu'alaikum wr. wb.
Sakadar informasi, mak sati sadang di Melaka baliau
datang kamari untuak mambuang thyroit nan diderita
anak suluang beliau.
Alhamdulillah operasi alah salasai kiro2 jam 5 sore
tadi.
Samo2 lah kito mandoakan kesembuhan bagi anak baliau.
Sakian dan terima kasih.
Yosza-Melaka
____________________________________________________________________________
________
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.23.10/1421 - Release Date: 07/05/2008
17:23
Assalamu'alaikum wr. wb.
Sakadar informasi, mak sati sadang di Melaka baliau
datang kamari untuak mambuang thyroit nan diderita
anak suluang beliau.
-------------------------
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: rantaunet-...@googlegroups.com
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
-----Original Message-----
From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On
Behalf Of Yosza Dasril
Sent: Thursday, May 08, 2008 7:44 PM
To: Rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] Mak Sati di MMC Melaka
-----Original Message-----
From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On
Behalf Of Boby Lukman
Sent: Thursday, May 08, 2008 4:08 PM
To: Rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] Pertemuan urang mudo minang dan musibah yang
dialami da Miko...
ajoduta/61/usa
Duo malam nan lalu lai sempat ambo bakuliliang Melaka
jo Mak Sjamsir Alam basamo Isteri dan Anak suluang
beliau.
Sabananyo, Isteri beliau operasi bulan Maret dan kini
ko anak suluang baliau nan di operasi. Samantaro
isterinyo menaruikan rawatan pasca operasi. Kini ko
anak baliau Iin masih dalam ward. Kalau tuan/puan
ingin mandanga kabar jo Mak sati bisa sms nomor baliau
ko: +60176566722.
Dalam email Mak Darul jo Boby, macam indak picayo jo
email nan ambo baritokan. Jadi silakan kontk Mak Sati
untuk mandanga barito nan sasungguahnyo. Ambo malam ko
ado basamo baliau di Mahkota Medical Centre (MMC),
insya Allah.
Tq
Yosza-Melaka.
--- Idris Talu <idris...@yahoo.com> wrote:
> Waalaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh,
>
> Sanak Yosza di Melaka, doa ambo semoga cepat
> sembuhnya anak sulung Mak Sati. Salam ambo untuak
> Mak Sati sekeluarga di Melaka. Melaka - Ipoh agak
> jauh, kalau dakek boleh kita bertemu. Ambo, insya
> Allah hujung May nanti akan ke Jelebu, Nagari
> Sembilan - adik ambo memang tinggal di situ. Lapeh
> itu ke Rembau (kampung kelahiran isteri ambo).
>
> MMC kaba nyo JV dengan Singaporean company (HMI)?
> Di Ipoh dua buah hospital swasta JV dengan KPJ
> (Johor) sadangkan tigo lai independent.
>
> Wassalam,
>
> Idris Talu (57)
> Ipoh.
>
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
| Sanak saudaro nan ambo hormati, Memang nan batu`e apo nan disampai an dek sanak Yosza Dasril tu, bahaso nan di operasi [masuak Wad MMC Melaka tu adolah anak suluangnyo [padusi] nan manjadi Pensyarah di Unuversitas Pertanian Jambi, bukan urang rumahnyo. Beritako ambo dapek dari Mak Sati sandiri satalah ambo manelpon jo namor nan dilewakan dek sanak Yosza tu sabanta cako, dan maso ambo manelpon tu [Mak Sati sadang manunggu Bill rawatan untuak anaknyo kalua dari wad hariko, Dan InsyaAllah subuah pagi Ghabaa Mak Sati, ughang ghumah sarato anaknyo tu, baliak ka Padang, samo² badoalah kito mudah²an capek cegaklah andak`e.dan salamaik pai salamaik pulang..... Amien. salam, [sd arshad 51th] KL --- On Fri, 5/9/08, Yosza Dasril <yo...@yahoo.com> wrote: |
From: Yosza Dasril <yo...@yahoo.com> |
Insya Allah malam ko ambo sampaikan. Ipoh-Melaka indak |
--------~----~----~----~------~----~------~--~--- |
--- On Sat, 5/10/08, Boby Lukman <belal...@yahoo.com> wrote: |
From: Boby Lukman <belal...@yahoo.com> |
Date: Saturday, May 10, 2008, 9:37 AM |
|
--
Z Chaniago - Palai Rinuak
Sukseskan Peringatan Enam Dasawarsa SMPN 1 Maninjau Ikut Membangun Pendidikan di Indonesia (1948 - 2008), 3- 5 Oktober 2008
" Pertama SMPN di Kecamatan di Indonesia "
Assalamu'alaikum wr. wb.
Sabanta ko ambo lah tibo baliak di dangau, Sitawa 25, Tabiang.
Alhamdulillah, nan dimukasuik lah sampai nan diama alah pacah. Tadi malam
ambo posting dari rumah kamanakan ambo Yosza di Malaka, mudah-mudahan lai
sampai ka lapau. Dek lah overquota, posting lapau nan masuak ka mailbox ambo
cuma sampai tgl. 8 Mei.
Tarimo kasih banyak ka sagalo adidunsanak jo anak kamanakan, indak basabuik
namo indak babilang gala, nan lah sato mandoakan induak bareh jo anak ambo.
Alhamdulillah lai dikabulkan Allah swt.
Tarimo kasih banyak ka kamanakan ambo Yozsa Dasril nan lah indak baranti
manantui kami salamo di MMC, mulai dari jolong tibo mambao kami saparinduan
makan malam ka restoran Thailand, mancaliak nan baoperasi ka MMC dan tadi
malam baliau japuik pulo kami ka MMC dan di baonyo pulo makan malam ka
rumahnyo. Tarimo kasi banyak ka rang rumah baliau nan lah susah payah pulo
malayani kami. Mudah2an sagalonyo tu dijadikan Allah swt sebagai amal baiak
dan dilimpahkan rahmatNyo ka baliau sakaluarga sampai ka anak cucu. Dari
situasi nan ambo alami di Malaka ko, taraso bana bahwa sagalo awak di
palanta ko sabana bakarik.
Salam,
mak Sati (L. 71+2+2)
Tabiang
> --
> No virus found in this incoming message.
> Checked by AVG.
> Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.23.16/1431 - Release Date:
> 5/13/2008 7:55 PM
>
>