(OOT) Reportase Singkat Pengajian ISNET/RantauNet

26 views
Skip to first unread message

Akmal Nasery Basral

unread,
Feb 25, 2013, 1:09:34 AM2/25/13
to rant...@googlegroups.com
Sabtu, 23 Februari 2013

    
      Cuaca mendung usai hujan yang sempat menyiram Cibubur dan sekitarnya pada pagi hari, menemani perjalanan saya dan Ajo Duta dari Tamini Square, meeting point kami, menuju Jl. Banyumas 2, Menteng, Jakarta Pusat, tempat akan diadakannya Silaturahim &  Pengajian ISNET. Kebetulan kami berdua menjadi narasumber untuk acara hari itu.
      Kami tiba di rumah sahibul bait, Faisal Motik, yang terletak di seberang Masjid Agung Sunda Kelapa itu menjelang masuk waktu Zuhur, bersamaan dengan Rang Dapua, Katua Miko Mikardo. Di dalam rumah, selain beberapa anggota ISNET yang sudah hadir, tampak pula beberapa warga RantauNet seperti Buya Zubir Amin dan nyonya, Mas Asmardi Arbi, Mak Muchlis Hamid, dan Qashiratu Taqarrabie (Bie), anggota penulis "Ranah", anak kanda Aslim Sutan Sati yang berhalangan hadir (dari Bie saya dapat kabar bahwa kanda Aslim sedang sibuk FGD petisi anti-miras bersama kelompok Gerakan Indonesia Damai yang dimotori Fahira Idris). Mak Asmun Sju'eib datang tak lama kemudian. 
        Satu persatu anggota ISNET terus berdatangan. Silaturahim belum dibuka resmi karena penjab pertemuan Laurel Heydir Ph.D belum terlihat batang hidungnya sehingga sebagian hadirin mengerumuni pesawat TV di ruang tengah untuk menunggu perkembangan berita tentang Anas Urbaningrum. Zuhur masuk, dan hadirin memutuskan untuk shalat berjamaah di Masjid Sunda Kelapa lebih dulu.
         Usai Zuhur, acara dimulai dengan saya sebagai pembicara pertama membahas sejarah Buya Hamka masa kanak-kanak, remaja dan dewasa muda sampai berusia 30 tahun (1938) yang merupakan isi novel "Tadarus Cinta Buya Pujangga". Masa-masa "pembangkangan" seorang Malik muda yang menurut saya sebaiknya dipahami oleh para orang tua saat ini -- dan terutama oleh para motivator dalam seminar-seminar parenting -- agar lebih bersabar dalam mendidik anak, bukan hanya mengharapkan agar sang anak "saleh, taat ibadah, tak suka mendebat, dll" berdasarkan standar sang orang tua sekarang. 
         Usai paparan pertama yang dilanjutkan diskusi kritis dari beberapa hadirin (termasuk Mak Asmun dan bang Laurel), acara dilanjutkan dengan paparan Ajo Duta tentang Masyarakat Diaspora Indonesia. Ajo Duta membuka sesinya dengan pengantar yang menautkan kedua tema dengan sangat baik. "Jika sebelum ini kita melihat masa silam lewat kisah Buya Hamka dan relevansinya bagi kita sekarang, saya akan melanjutkan dengan antisipasi kita melihat ke masa depan."
         Ajo Duta memaparkan estimasi jumlah diaspora Indonesia ("Orang Kawanua merupakan etnis yang paling aktif dalam menggalang pertemuan di AS," ungkap Ajo Duta), program-program yang sudah dan sedang digodok (termasuk peluang diberlakukannya Dapil LN bagi masyarakat diaspora). Usai paparan, diskusi pun kian menghangat dengan "curcol" (curhat colongan) antara lain dari Jaha Nababan (Nababan muslim yang langka, induaknyo dari Maninjau), pakar media dan teknologi pendidikan dari Boston Uni. Bekas tangan kanan Prof. Yohannes Surya dari Surya Institute ini  menjelaskan bagaimana perjuangannya kembali ke Indonesia yang tidak mulus, karena bahkan situasi akademik di sebuah kampus negeri terkenal pun tidak kondusif baginya. Sinyalemen Jaha mendapat banyak komentar peserta lain yang rata-rata mengalami hal serupa sepulang dari LN. Mereka berharap agar hal seperti itu juga bisa dipikirkan oleh Ajo Duta dkk pengurus Masyarakat Diaspora.
        Jelang silaturahim ditutup, Buya Zubir Amin memberikan "closing statement" yang sangat menarik dan menyentuh. Dibuka dengan ucapan terima kasih karena RantauNet sudah diundang dalam acara ISNET, Buya Zubir lalu mengungkap kenangannya dengan rumah Banyumas No. 2 yang dulu kediaman ayah Faisal, yakni Basyaruddin Rahman (B.R.) Motik, sebagai tempat "nongkrong" pada masa-masa usai G30S dan maraknya aksi kesatuan mahasiswa. Sebagai penutup, Buya Zubir menyatakan seandainya dalam silaturahim dan pengajian ISNET selanjutnya RantauNet diundang lagi, tentu warga RN akan dengan senang hati menghadirinya.
       Ajo Duta lalu menambahkan bahwa secara tidak langsung RN dan ISNET punya titik temu karena server awal RantauNet di awal 90-an pada awalnya (diizinkan) menumpang di server milik ISNET yang, saat itu, dikelola mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di AS.
      Alhamdulillah acara berlangsung lancar (meski moderator ISNET, Arief M. Utama, awalnya sempat khawatir tentang kedatangan peserta karena biasanya pengajian ISNET berlangsung Jumat malam, yang memudahkan peserta langsung datang usai kerja, dibandingkan pada weekend di mana anggota sudah punya beragam agenda lain. Untungnya, kekhawatiran Arief tak terbukti. Peserta terus berdatangan, sampai sekitar 50-an orang).
      Usai silaturahim, Mak Asmun yang tinggal di Depok menyatakan ingin bergabung pulang dengan saya dan Ajo Duta.
    Nah! Ini dia "korban empuk" untuk dibelokkan ke Bika Si Mariana di dekat exit toll Cibubur! :)
    Jelang magrib itu akhirnya saya dan Ajo Duta menyantap gulai kambing yang menurut Ajo Duta, "rasa karinya mantap, seperti di Malaysia". Semantap apa? Membuat Ajo Duta tambuah ciek, seporsi lagi gulkam! (Di luar icip-icip Bika si Mariana).
    Sementara Mak Asmun terpaksa harus mengikhlaskan tak menyicip gulkam karena tekanan darah sedang tinggi, sehingga memesan soto Padang dan membawa pulang bika yang "Indak Dibali Takana-kana" itu.
    Kami berpisah di Bika Si Mariana dengan Mak Asmun, yang harus balik arah sedikit lagi ke Depok, sementara saya dan Ajo Duta melanjutkan perjalanan ke Vila Nusa Indah rumah anak Ajo Duta, yang lokasinya ternyata "di belakang" rumah saya. 
    Sebuah hari yang berkesan.


Wassalam,

ANB
Cibubur




 










hyv...@yahoo.com

unread,
Feb 25, 2013, 3:58:27 AM2/25/13
to milis rang minang
Salam dinda Akmal,

Sungguh silaturahim yang sangat menarik dan menyenangkan.

1. Dari sisi tuan rumah, keluarga ini memang banyak berjasa dalam menampung silaturahim para aktivis kampus, yg rupanya sudah berlangsung lama sejak zaman Buya Zubir jadi mahasiswa hingga masa Uni sekampus dengan bp. Faisal Motik.
Kebetulan kami satu organisasi ektra dan intra.

2. Uni menyesal banget ndak bisa datang, karena anak yg mau antar uni harus kerja lembur. Sedangkan papanya juga harus ngajar.

Btw...kapan nih buku Tadarusnya bisa kita dapatkan ?

Kita tunggu ya..

Wassalam,

Uni evy

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

From: Akmal Nasery Basral <ak...@rantaunet.org>
Date: Mon, 25 Feb 2013 13:09:34 +0700
Subject: [R@ntau-Net] (OOT) Reportase Singkat Pengajian ISNET/RantauNet
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti berlan...@googlegroups.com .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
 
 

Akmal Nasery Basral

unread,
Feb 25, 2013, 4:28:56 AM2/25/13
to rant...@googlegroups.com
Wa'alaikumsalam Wr. Wb. Uni Evy,

Betul Uni, acara yang sangat menarik dan hangat. Sayang ya uni batal hadir karena transportasi, padahal Pak Syafedi Syafei yang tinggal satu komplek dengan Uni Evy di Serpong datang lho. Kebetulan beliau juga anggota senior di ISNET selain, kalau nggak salah menurut informasi Ajo Duta, beliau juga anggota awal RantauNet. (Nggak tahu apakah sekarang masih ada di Palanta RN ini atau tidak).

Untuk novel "Tadarus Cinta Buya Pujangga" saya baru terima dummynya (harga sampul Rp. 64.000). Saya sedang hitung harga promosi untuk anggota RN (termasuk ongkos kirim) dengan harga bulat (mungkin sekitar Rp. 60.000 atau bahkan kurang) agar memudahkan dalam transfer biaya. Insya Allah akan saya kabari secepatnya ya Uni.

Wassalam,

ANB

Afda Rizki

unread,
Feb 25, 2013, 4:48:42 AM2/25/13
to rant...@googlegroups.com
Untuk novel "Tadarus Cinta Buya Pujangga" saya baru terima dummynya (harga sampul Rp. 64.000). Saya sedang hitung harga promosi untuk anggota RN (termasuk ongkos kirim) dengan harga bulat (mungkin sekitar Rp. 60.000 atau bahkan kurang) agar memudahkan dalam transfer biaya. Insya Allah akan saya kabari secepatnya ya Uni.
---
 
Untuak harago ambo raso not big deal lah Da, dilabiahan bagai untuak kacio rantaunet indak ka masalah gadang bagai dek warga palanta ko do. Dibuek sen harago sampul jadi IDR 65,000.- potong ateh sen langsuang untuak kacio rantaunet. Ba'a gak ati?
 
Salam hangat
 
Afda Rizki
 
*****

Akmal Nasery Basral

unread,
Feb 25, 2013, 5:14:10 AM2/25/13
to rant...@googlegroups.com

Sanak Afda Rizki nan budiman,
soal penetapan harga bagi dunsanak RN mungkin nanti akan dibicarakan oleh Renny dan Rang Dapua (apalagi kalau ada niat manyumbang kacio untuk RN).

Yang masih saya pikirkan adalah alur distribusinya karena:

1. Penerbit Salamadani Grafindo, penerbit novel ini, adanya di Bandung. Kalau para pemesan pre-order, termasuk dari palanta RN ini, mau dengan otograf saya, maka penerbit harus mengirimkan lebih dulu ke rumah saya.

2. Setelah saya tanda tangani, baru novel saya kirim ke Renny (karena Renny bilang bisa delivery gratis dari kantornya).

Jadi untuk kelancaran teknis ini, mohon sedikit lagi kesabaran ya, karena harus ambo diskusikan dengan Renny (soal teknis) dan Rang Dapua (Miko, Nofend, dll) untuk harga yang pas. 

(Masak kalau dari harga sampul Rp. 64.000, sanak Afda hanya menyumbang seribu rupiah ke kacio RN kalau harga hanya Rp. 65.000, hehehe.... garah saketek yo Afda). 

Wassalam,

ANB
Cibubur



--

Afda Rizki

unread,
Feb 25, 2013, 5:44:25 AM2/25/13
to rant...@googlegroups.com
Sip Da, kami tunggu malah. Sangajo batulis saroman tu, memang ditunggu bana komen Da Akmal nan saroman ditulis tu mah :P SOL
 
Afda Rizki
 
Pada 25 Februari 2013 17.14, Akmal Nasery Basral <ak...@rantaunet.org> menulis:

Sanak Afda Rizki nan budiman,
soal penetapan harga bagi dunsanak RN mungkin nanti akan dibicarakan oleh Renny dan Rang Dapua (apalagi kalau ada niat manyumbang kacio untuk RN).

Yang masih saya pikirkan adalah alur distribusinya karena:

1. Penerbit Salamadani Grafindo, penerbit novel ini, adanya di Bandung. Kalau para pemesan pre-order, termasuk dari palanta RN ini, mau dengan otograf saya, maka penerbit harus mengirimkan lebih dulu ke rumah saya.

2. Setelah saya tanda tangani, baru novel saya kirim ke Renny (karena Renny bilang bisa delivery gratis dari kantornya).

Jadi untuk kelancaran teknis ini, mohon sedikit lagi kesabaran ya, karena harus ambo diskusikan dengan Renny (soal teknis) dan Rang Dapua (Miko, Nofend, dll) untuk harga yang pas. 

(Masak kalau dari harga sampul Rp. 64.000, sanak Afda hanya menyumbang seribu rupiah ke kacio RN kalau harga hanya Rp. 65.000, hehehe.... garah saketek yo Afda). 

Wassalam,

ANB
Cibubur


 
 



--
Afda Rizki

Elthaf Hidjaz

unread,
Feb 25, 2013, 9:18:00 AM2/25/13
to rant...@googlegroups.com
Wass.wrwb,

Sanak ANB, mokasih bana lpm, laporan pancaliakan mato dari menteng tu,
raso hadir ambo di situ mambaco lpm sanak, siapa dulu dong yang
nulis?, kecek rang batawi.

Kalau lai buliah, mhn sms kan ciek nomor hp sanak ANB jo mak Duta ka
0816373321 ambo nio manelpon sanak, oh yo patang ko ambo basuo mak
duta di djakarta theater ndak sempat maota lamak.

Nmr hp ambo 0816373321.

Mokasih sanak akmal,

Salam,

Elthaf
--
Sent from my mobile device

Akmal Nasery Basral

unread,
Feb 25, 2013, 11:25:09 AM2/25/13
to rant...@googlegroups.com
 Nomor ambo alah di SMS ka Pak Elthaf. Silakan kalau mau menelpon.

Wassalam,

ANB
Cibubur

Elthaf Hidjaz

unread,
Feb 25, 2013, 5:33:43 PM2/25/13
to rant...@googlegroups.com
Mokasih sanak ANB, insya Allah beko ambo sms dulu sabalun nelp.

Salam

Akmal Nasery Basral

unread,
Feb 26, 2013, 7:01:49 AM2/26/13
to rant...@googlegroups.com
Pak Elthaf n.a.h.
informasi dari bapak tadi apokah bisa berlaku untuk umum, misalnya dipublikasikan di palanta ini?
Atau hanya bersifat eksklusif?

Maaf tadi ambo lupo tanyo.

Terima kasih.

Wass,

ANB
Cibubur

Elthaf Hidjaz

unread,
Feb 26, 2013, 7:48:36 AM2/26/13
to rant...@googlegroups.com
Sanak Akmal, nampaknyo tampaik terbatas, karano dalam ruang.

Nan datangpun harus mmandaftar dulu , itui nan bisa ambo tangkok dari
undangannyo.

Salam

Elthaf

Akmal Nasery Basral

unread,
Feb 27, 2013, 8:17:48 AM2/27/13
to rant...@googlegroups.com
Iyo Pak Elthaf. Ambo alah diundang pulo oleh salah surang pengurus inti.
Tapi waktu acaranyo yang "tabrakan" dengan kegiatan lain.

Cubo dicalieklah bisuak. Kok lai bisa, ambo usahakan ka Kempinsky.

Wassalam,

ANB

Elthaf Hidjaz

unread,
Feb 27, 2013, 9:01:04 AM2/27/13
to rant...@googlegroups.com
Mantaap sanak Akmal.

Ambo bisuak siangnyo juo ado acara baliau, paluncuran buku di Kemhan,
kalau nan di kemhan ko harus bawo undangan untuak masuak kawasan
kemhan.

Mudah2an basuo awak bisuak malam.

Salam

Elthaf
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages