Dari swaramuslim.com.
Apo paralu dihadang dan baa caronyo?
Wassalam
fitr tanjuang
lk/34/albany NY
----------
Memfitnah Imam Bonjol Melalui Petisi Internet
http://swaramuslim.net/posting/more.php?id=6152_0_19_0_M
Katagori : Prokontra
Oleh : tim editor 08 Aug 2009 - 3:00 pm
Kepahlawanan Imam Bonjol digugat oleh sekelompok orang di dunia maya.
Melalui sebuah seruan petisi di internet sang pembuat membuat
tuduhan-tuduhan kepada sang pahlawan sekaligus Mujahid Asy Syahid
(insya Allah) Imam Bonjol allahuyarham. Surat petisi yang ditujukan
kepada pemerintah Republik Indonesia ini mendesak agar Pemerintah
Republik Indonesia segera membatalkan pengangkatan Tuanku Imam Bonjol
sebagai Pahlawan Perjuangan Kemerdekaan, dan meluruskan sejarah
Kerajaan Islam Minangkabau Pagarruyung, sejarah tanah Sumatra, dan
sejarah Republik Indonesia.
Tuanku Imam Bonjol, yang diangkat sebagai Pahlawan Perjuangan
Kemerdekaan dengan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No.
087/TK/Tahun 1973, tanggal 6 Nopember 1973, difitnah telah berkhianat
pada Kerajaan Islam Minangkabau Pagarruyung, membantai keluarga
kerajaan, memimpin invasi ke Tanah Batak yang menewaskan lebih satu
juta jiwa, menyerang Kerajaan Batak Bakkara dan menewaskan
Sisingamangaraja X, bertanggung-jawab atas masuknya Kerajaan Belanda
di tanah Sumatera Utara dan Minangkabau.
Di dalam petisi itu juga dihubung-hubungkan latar belakang Tuanku Imam
Bonjol yang dianggap memiliki kaitan dengan gerakan Wahabi di Arab
Saudi dan Taliban di Pakistan.
Menurut laporan, petisi ini dibuat dan ditulis oleh seorang bernama
Mudy Situmorang yang menuliskan alamat email mud...@yahoo.com
Selengkapnya, petisi ini berlamat di link site berikut
http://www.petitiononline.com/bonjol/petition.html
Hingga berita ini diturunkan, petisi ini telah ditandatangani 100
netter. Penandatangan petisi ini bisa dilihat di link site berikut ini
http://www.petitiononline.com/mod_perl/signed.cgi?bonjol&51 dan
http://www.petitiononline.com/mod_perl/signed.cgi?bonjol&1
Konon, jika sudah sampai 500, petisi itu akan diserahkan kepada pemerintah RI.
Sebetulnya, petisi ini sudah lama di-launching. Hasil penelusuran
Muslimdaily, tercatat rekam jejak upaya penggalangan dukungan petisi
yang diajukan oleh Mudy Situmorang sejak tahun 2007. Namun, hingga
saat ini pemerintah RI terlihat belum mengupayakan langkah-langkah
strategis untuk menangkap sang provokator. Sebagaimana diketahui,
berdasarkan pelacakan tim Muslimdaily, Mudy Situmorang, pemuda asal
Samosir, pernah tercatat beralamat di PT Abdi Sabda Nusantara, Jl
Cikini Raya 58 HH- Jakarta.
Berikut kutipan fitnah-fitnah yang dikemukakan di dalam petisi itu:
1. Tuanku Imam Bonjol adalah salah satu panglima utama Gerakan Wahabbi
Paderi (1801 - 1838) dibawah Tuanku Nan Renceh, dan kemudian menjadi
pimpinan Gerakan Wahabbi Paderi. Gerakan ini memiliki aliran yang sama
dengan Taliban dan Al-Qaeda, yaitu Wahabbi ekstrim.
2. Gerakan Wahabbi Paderi melakukan pemberontakan bersenjata (1803 -
1838) pada Kerajaan Islam Minangkabau Pagarruyung, dan melakukan
pembantaian kejam atas Sultan Arifin Muning Alam Syah beserta keluarga
dan pembesar Kerajaan dalam perundingan damai pada 1908 di Tanah
Datar.
3. Gerakan Wahabbi Paderi memaksa Pemerintah Kerajaan Minangkabau di
pembuangan, dibawah Sultan Alam Bagagarsyah (lolos dari pembantaian
Paderi 1908) untuk melibatkan Kerajaan Belanda, yang berujung pada
aneksasi Minangkabau kedalam Hindia Belanda (10 Februari 1821).
4. Tuanku Imam Bonjol memperoleh kewenangan dari Tuanku Nan Renceh
untuk memimpin Benteng Bonjol (1808) atas jasanya dalam serangan ke
pusat Kerajaan Islam Minangkabau Pagarruyung di Tanah Datar. Tuanku
Imam Bonjol mendapat mandat untuk menyerang dan menguasai wilayah
Utara Minangkabau.
5. Tuanku Imam Bonjol adalah pimpinan Gerakan Wahabbi Paderi yang
melakukan invasi ke Tanah Batak (1815 - 1820).
6. Invasi ke Tanah Batak menewaskan jutaan orang akibat perang,
penjarahan, kelaparan, dan wabah kolera yang timbul sebagai dampak
invasi. Invasi diwarnai penjarahan, penculikan, pemerkosaan,
perbudakan, dan pembantaian. Invasi menewaskan Sisingamangaraja X,
Raja Bakkara (1819), melemahkan kerajaan tersebut dalam perang di
kemudian hari melawan invasi Kerajaan Belanda.
FITNAH LAMA
Pernah tercatat, Majalah Tempo edisi 34/XXXVI/15-21 Oktober 2007,
misalnya, menurunkan laporan khusus mengenai kontroversi kebrutalan
Kaum Paderi yang terjadi dalam perang di dataran tinggi Minangkabau
(1803-1837). Laporan itu dipicu oleh dipublikasikannya kembali buku
Mangaraja Onggang Parlindungan, Pongkinangolngolan Sinamabela gelar
Tuanku Rao: Teror Agama Islam Mazhab Hambali di Tanah Batak, 1816-1833
(Yogyakarta: LKiS, 2006) (pertama kali diterbitkan oleh Penerbit
Tandjung Pengharapan, Djakarta, [1964]) dan satu buku lain karangan
Basyral Hamidy Harahap, Greget Tuanku Rao (: Komunitas Bambu, 2007).
Ketiganya terkenal sebagai penerbit kaum pengusung liberalisme agama.
Dalam buku itu, dan merujuk laporan Tempo di atas, diceritakan kembali
kekejaman dan kebrutalan yang telah dilakukan Kaum Paderi waktu mereka
melakukan invasi ke Tanah Batak. Kedua penulis, yang kebetulan berasal
dari Tanah Batak, menceritakan penderitaan nenek moyang mereka selama
serangan pasukan Paderi antara 1816-1833 di Tanah Batak yang dipimpin
oleh komandan-komandan Paderi seperti Tuanku Rao, Tuanku Lelo, Tuanku
Asahan, dll.
Dalam kedua buku itu dikatakan pula bahwa Kaum Paderi mengembangkan
gerakan Wahabi di Sumatera setelah tiga pendirinya, Haji Miskin, Haji
Sumaniak, dan Haji Piobang terpengaruh oleh gerakan itu sewaktu mereka
berada di Tanah Arab dan kembali ke Minangkabau tahun 1803.
Menanggap kedua buku “sesat” itu, pengurus Lembaga Adat Melayu Riau,
Prof. Dr. Suwardi. MS, pernah berujar dalam makalahnya yang
disampaikan pada Seminar yang bertajuk Sejarah Perang Paderi 1803-1838
di kantor Arsip Nasional Republik Indonesia, Jakarta, Selasa
(22/1/08), merekomendasikan masyarakat Melayu Riau untuk menentang
peredaran kedua buku tersebut.
Selain itu, pihaknya juga meminta “kepada aparat penegak hukum untuk
mengusut dan menindak para pihak yang terlibat sesuai dengan ketentuan
yang berlaku.
Dalam seminar yang terselenggara antara Arsip Nasional Republik
Indonesia dengan Gebu Minang dan Sekretariat Nasional Masyarakat Hukum
Adat itu, hadir sebagai pembicara antara lain Prof. Dr. Taufik
Abdullah, Prof. Dr. Amir Syarifuddin, Prof. Dr. Franz Magnis Suseno,
Prof. Dr. Asmaniar Idris, M.Pd, Ilhamdi Taufik, SH, MA, H. Bisma
Siregar, SH, Batara Hutagalung, dan Dr Syafnir Aboe Naim.
[muslimdaily]
Walau masalah iko alah menghiasi palanta RN baminggu2 sekitar sataun yang
lalu, tetapi mancaliak postingan nan relatif baru (dijagoan baliak) dari
swara muslim ko, mungkin dek baru2 ko terjadi kekerasan/bom nan pasti akan
selalu berkaitan dan dikaitkan dengan islam radikal dan garis keras, dan
samo kito tau dari 2 buku yang menyebabkan adonyo petisi dibawah ko sekitar
2 taun yang lalu, sudah banyak tanngapan dan jawaban yang disampaikan,
bahkan buya hamka sekalipun.
Sebagai tambahan panjawek disampiang sangai banyak tentang subjek ko di
arsip RN, mako silakan juo caliak beberapa pada link dibawah ko nan juo
pernah di sampaikan ajo Suryadi menanggapi buku kaduo tentang masalah ko di
media dan palanta RN.
- Buku 'Greget Tuanku Rao' dan Kontroversi Kepahlawanan Tuanku Tambusai,
http://niadilova.blogdetik.com/2008/10/19/halo-dunia/#more-1
- 'Terperosok' di 'Lubang' yang Sama,
http://niadilova.blogdetik.com/2008/12/07/%E2%80%98terperosok%E2%80%99-di-%E
2%80%98lubang%E2%80%99-yang-sama/#more-59
- Tuanku Imam Bonjol: Dikenang Sekaligus Digugat,
http://niadilova.blogdetik.com/2008/02/29/tuanku-imam-bonjol-dikenang-sekali
gus-digugat/#more-24
- Giliran Sejarah Perang Paderi yang Hendak Direvisi?,
http://niadilova.blogdetik.com/2007/10/25/giliran-sejarah-perang-paderi-yang
-hendak-direvisi/#more-32
- Pemimpin Utama Perang Paderi,
http://niadilova.blogdetik.com/2007/11/10/pemimpin-utama-perang-paderi/#more
-35
- Kontroversi Kaum Paderi: Jika Bukan Karena Tuanku Nan Renceh,
http://niadilova.blogdetik.com/2007/02/15/kontroversi-kaum-paderi-jika-bukan
-karena-tuanku-nan-renceh/#more-34
- dan lain-lain..
http://niadilova.blogdetik.com
Salam.
-----Original Message-----
From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On
Behalf Of Fitr Tanjuang
Sent: Sunday, August 16, 2009 8:51 AM
To: Rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] Memfitnah Imam Bonjol Melalui Petisi Internet
AslmWrWb
Dari swaramuslim.com.
Apo paralu dihadang dan baa caronyo?
Wassalam
fitr tanjuang
lk/34/albany NY
----------
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
--
Allahumma inna nas-aluka ridhaa-ka wa al-jannah, wa na'uudzu bika min sakhati-ka wa an-naar
Allahumma ghfir-lana dzunubana, wa li ikhwanina, wa sabaquuna bil-imaan,wa laa taj'al fii qulubinaa ghillan lil-ladzina aamanuu Rabbana innaka ghafuurun rahiim.
Yah, fitnahan terhadap Islam jauh lebih kuno lagi, jauh sebelum lahirnya Tuanku Imam Bonjol itu sendiri. Isunya berdasar pada sikap bahwa Agama Islam itu disebarkan dengan pedang. Para fanatik anti Islam, secara global, terorganisasi atau terpencar-pencar, terus menerus berusaha menghangatkan isu ini sepanjang masa, baik di atas maupun di bawah tanah. Seketika-seketika gejalanya muncul kepermukaan jika ada sebaran berita hangat mentriggernya. Namun, Islam tetap berkembang; InsyaAllah akan terus berkembang ke masa depan tak terhingga.
Bagi kita pemeluknya, kuatkan Iman dan Taqwa dengan pegangan Tawhid kukuh dari goncangan. Selamat menunaikan Ibadah Ramadhan, masa suci yang ssdang kita tunggu-tunggu kedatangannya.
Salam,
Sjamsir Sjarif
http://www.mercurynews.com/centralcoast/ci_12030675?nclick_check=1
--- In Rant...@yahoogroups.com, "Dr.Saafroedin BAHAR" <saaf10leo@...> wrote:
>
> Assalamuaalaikum w.w. Buya dan Sanak Fitr,
>
> 'Petisi' bung Mudy Situmorang ini sudah kuno dan tak relevan untuk ditanggapi lagi.
... dst
Terima kasih atas respons Anda yang cepat, sebagai bahan kajian untuk kita semua. Saya kurang tahu apakah studi mengenai Perang Paderi, incl tentang Tuanku Imam Bonjol, ada diteruskan oleh perguruan tinggi di Medan atau di Padang, atau tidak.
Menjelang adanya studi tersebut, bersama beberapa teman, saya telah mendorong terbentuknya Lembaga Kajian Gerakan Paderi, sekarang diketuai oleh Bp Drs Sjafnir Aboe Nain Dt Kando Maradjo. Dari Prof Gusti Asnan saya mendapat informasi bahwa buku Christine Dobbin -- yang ulasannya dipandang paling lengkap tentang hubungan antara aspek ekonomi, Islam, dan gerakan Paderi -- merupakan buku wajib di Fakultas Sastra Universitas Andalas.
Mengingat tampilnya kembali wacana yang saya kira telah dapat diselesaikan dengan baik dalam sarasehan yang mengikutsertakan wakil dari tiga komunitas terkait di gedung Arsip Nasional tersebut, saya telah mendorong Gebu Minang untuk menerbitkan seluruh makalah serta kesimpulan sarasehan Perang Paderi tersebut.
Saya setuju dengan saran Anda agar masalah ini kita 'istirahatkan' dulu selama bulan Ramadhan ini.
Wassalam,
Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta)
--- On Wed, 8/19/09, Mudy Situmorang <mud...@yahoo.com> wrote:
> From: Mudy Situmorang <mud...@yahoo.com>
> Subject: Re: [R@ntau-Net] Re: Memfitnah Imam Bonjol Melalui Petisi Internet
> To: "Dr.Saafroedin BAHAR" <saaf...@yahoo.com>, Rant...@googlegroups.com
> Cc: "Warni DARWIS" <warni...@yahoo.com>, "Ir. Raja Ermansyah YAMIN" <hanni...@gmail.com>, "Batara HUTAGALUNG" <batar...@yahoo.com>, "Lies Suryadi" <niad...@yahoo.co.id>
> Date: Wednesday, August 19, 2009, 3:49 AM
> Sebenarnya Pak Saaf ini
> paling saya hormati. Sekalipun ambo sadar betul Pak Saaf
> benar-benar kesal pada ambo. Kata Pak Saaf:
> "'Petisi' bung Mudy Situmorang ini sudah kuno
> dan tak relevan untuk ditanggapi lagi." Tapi koq
> terus saja ditanggapi....?
>
> Baru kemarin rasanya Pak Saaf dengan bijak berkata
> kepada saya:
> Sent: Monday, October 1,
> 2007 11:32:31
> "Akhirulkalam, saya juga berterima kasih
> atas`persetujuan Sdr terhadap saran saya agar masalah
> sejarah ini dikaji di perguruan tinggi, di Padang dan
> Medan."
>
> Ternyata yang keluar adalah Seminar Paderi di Gedung
> Arsip Nasional Januari 2008. Dengan salah satu tulisah
> "ilmiah" dari Prof. Drs. Suwardi, M.S.
> Mengutip rekomendasi "ilmiah" beliau (http://basyral-hamidy-harahap.com/blog/index.php?itemid=36):
> "V. REKOMENDASI
> 1. Masyarakat Melayu Riau menentang peredaran Buku
> Tuanku Rao dan Greget Tuanku Rao karena tidak
> sesuai dengan fakta sejarah.
> • Mendesak Pemerintah RI (Kejaksaan Agung) supaya kedua
> buku tersebut dilarang terbit dan buku yang masih beredar
> ditarik kembali.
> • Karena dinilai adanya unsur pembohongan publik, maka
> kepada aparat penegak hukum untuk mengusut dan menindak yang
> terlibat sesuai dengan ketentuan yang berlaku."
>
> Syukur pada Tuhan Yang Maha Esa, Indonesia telah
> memasuki era reformasi. Jika tidak, niscaya Bang Basyiral
> mendahului saya masuk penjara....
> ps: saya sama sekali tidak mengenal beliau selain dari
> buku-bukunya.
>
> Seingat saya sudah lama benar tidak ada berita tentang
> masalah ini. Saya pun sudah hampir lupa. Sampai beberapa
> hari silam, 6 Agustus 2009 jam 16:59 muncul tulisan dari
> muslimdaily.net berjudul:
> "Fitnah Atas Imam Bonjol Masih Beredar,
> Kepahlawanannya Digugat Pemuda Samosir" http://www.muslimdaily.net/berita/lokal/3829/fitnah-atas-imam-bonjol-masih-beredarkepahlawanannya-digugat-pemuda-samosir. Tulisan
> ini disebar luaskan ke berbagai blog, antara lain dikutip
> oleh swaramuslim.net seperti dibawah. Yang isinya tentu saja
> mengacu pada tulisan "ilmiah" dari Seminar yang
> sekarang menjadi "Sarasehan" yang menjadi
> permusyawaratan/perwakilan. Bedanya, tak kuat menghadapi
> argumentasi Bang Basyral yang arif bijaksana, kali ini yang
> jadi sasaran tembak si "Pemuda Samosir", yang
> tentunya diharapkan lebih kampungan. Mungkin inilah disebut
> Pak Saaf "Mengingat masih dihidup-hidupkannya
> 'petisi' bung Situmorang ini ".
>
> Lalu masa Pak Saaf rela saya dibilang memfitnah....
> Saya tidak merasa memfitnah. Saya punya kewajiban untuk
> menjelaskan kepada publik bahwa saya TIDAK MEM-FITNAH, yaitu
> menjelaskan kajian saya, yang ternyata belum terkaji dalam
> kajian-kajian Sarasehan Arsip Nasional Pak Saaf. Sebelumnya
> harapan saya sesuai kesepakatan dengan Pak Saaf, para
> akademisilah yang berwenang mengkaji secara bebas-nilai atas
> semua tulisan-tulisan sejarah yang diperdebatkan. Namun
> ternyata kajian yang demikian itu tidak pernah ada. Yang ada
> hanyalah upaya pembungkaman sejarah, dengan cara-cara orde
> baru, dan mungkin sebentar lagi ada cara-cara pembungkaman
> orde reformasi.
>
> Dengan segala hormat, kalau berkenan Pak Saaf
> menjelaskan bagian mana yang non-sense, dan bagian mana dari
> "Sarasehan 2008" yang harus saya hormati. Karena
> yang "meng-hidup-hidupkan" bukan saya, dan
> kesimpulan kajian saya masih belum berubah: Tuanku Imam
> Bonjol tidak memenuhi persyaratan menjadi Pahlawan Nasional
> Republik Indonesia. Kalau memang buku-buku dan tulisan dari
> M. Radjab, Rusli Amran, Abdul Qadir Djailani, Basyral
> Harahap, Suryadi, termasuk posting-posting di RantauNet,
> juga di http://groups.yahoo.com/group/sejarahkita
> harus dilarang beredar (atau setidaknya tidak boleh dibaca),
> dan saya harus menjelaskan sendiri kajian saya dari
> sumber-sumber tersebut, tentu saya bersedia, demi
> menjelaskan bahwa saya tidak memfitnah (walaupun jauh lebih
> mudah kalau masing-masing membaca sendiri dan para ahli
> sejarah -tentu juga Gebu Minang-membuat
> kesimpulannya).
>
> Hanya saja, kalau diperkenankan, biarlah saya menunda
> sejenak kajian saya, agar jangan kita masuk bulan puasa
> dengan panas hati dan suasana tak nyaman.
>
> Walau berbeda janji, namun sama dirasa. Walau jauh
> dihati, namun dekat di jiwa.
>
> Walau beda pikiran dan hati, Pak Saaf selalu saya
> hormati.
>
>
> Kalau Pak Saaf marah pada ananda, mohon dimaafkan.
> Selamat menunaikan ibadah puasa.
>
> Regards,
> Mudy
> Nasionalis Demokrat
>
>
>
>
>
>
>
>
> From:
> Dr.Saafroedin BAHAR <saaf...@yahoo.com>
> To:
> Rant...@googlegroups.com
> Cc: Warni
> DARWIS <warni...@yahoo.com>; Ir. Raja Ermansyah
> YAMIN <hanni...@gmail.com>; Sdr Mudy Situmorang
> <mud...@yahoo.com>; Batara HUTAGALUNG
> <batar...@yahoo.com>
> Sent: Sunday,
> August 16, 2009 15:43:34
> Subject: Re:
> [R@ntau-Net] Re: Memfitnah Imam Bonjol Melalui Petisi
> Internet
>
> Assalamuaalaikum w.w. Buya dan Sanak Fitr,
>
> 'Petisi' bung Mudy Situmorang ini sudah kuno dan
> Wassalam,
> Saafroedin Bahar(Laki-laki, masuk 73 th, Jakarta)
>
> --- On Sun, 8/16/09, buyamasoedabidin <buyamaso...@gmail.com>
> wrote:
>
> > From: buyamasoedabidin <buyamaso...@gmail.com>
> > Subject: [R@ntau-Net] Re: Memfitnah Imam Bonjol
> Melalui Petisi Internet
> > To: Rant...@googlegroups.com
> > Date: Sunday, August 16, 2009, 12:34 PM
> > Ananda Fitr Tanjuang
> ...
> > Alah dibaco wae tu tulisan si Jeffry Hadler
> > atau si Christine Dobine tu ...
> > Bia se lah tu karajo urang engak tu mah ...
> > ananda Fitr Tanjung ...
> > elok tanyoan ka Pak Saaf ..
> > jo Pak Taufik Abdullah ...
> >
> > Wassalam
> > BuyaHMA
> >
> > Pada 16 Agustus 2009 08:51, Fitr
> > Tanjuang <fitr.t...@gmail.com>
> > menulis:
> >
> >
> > AslmWrWb
> >
> > Dari swaramuslim.com.
> > Apo paralu dihadang dan baa caronyo?
> >
> >
> > Wassalam
> > fitr tanjuang
> > lk/34/albany NY
> >
> > ----------
> >
> > Memfitnah Imam Bonjol Melalui Petisi Internet
> >
> New Email names for you!
>
> Get the Email name you've always wanted on the new
> @ymail and @rocketmail.
>
> Hurry before someone else does!