Pak Saaf dan sanak dipalanta n.a.h
Bukan balum ado pak Saaf, tapi mungkin sadang bibapikia, sabalah.
Kalau menengok dari jejaknya, masuknya kristenisasi ke Sumbar/Minangkabau ialah pada saat Minangkabau lemah, lemah sebelum kemerdekaan oleh penjajahan, lemah selama mengalami peristiwa politik ditanah air seperti PRRI dan orde baru dan karena kelengahan.
Sebelum keluar UUD 45 yang diamandemenn memang pagar Minangkabau utuk dimasuki apa saja sangat lemah, setelah amandemen, keluar Pasal 28 I maka UU sudah memagar Minangkabau untuk hidup sesuai dengan identitas dan budayanya.
Pemeliaharaan dan penggunaan pagar ini tentu terserah ke masyarakat minangkabau sendiri baik yang di ranah atau dirantau.
Kusus untuk masyarakat Minangkabau baik yang tinggal diranah maupun dirantau , meskipun secara fisik kedua golongan terpisah namun emosional dan silaturahmi matrilineal tidak dapat memisahkan mereka, kedua golongan ini erat-terikat merasa memiliki minangkabau.
Karena hubungan matrilineal yang kuat - mengikat masyarakat minangkabau maka tak ada garis pemisah antara mereka yang diranah dan dirantau keduanya akan tetap bahu membahu memelihara dan menggunakan pagar yang telah diberikan UU diatas.
Pada saat rantau karena kesibukan mungkin belum sempat konsentrasi kemasalah pagar ini maka ranah akan manggua canang agar rantau ikut bergerak terhadap apa yang telah diprakarsai ranah, begitupun sebaliknya.
Interaksi inilah yang terjadi sekarang antara ranah dan rantau. Adanya deklarasi ABS SBK dan ide mendorong berdirinya FTTS yang mungkin bisa sebagai wadah untuk menampung berbagai masalah demi kemajuan minangkabau termasuk sebagai jembatan antara ranah dan rantau.
Berdirinya forum ini apapun bentuk dan namanya adalah suatu keniscayaan.
Mudah-mudahan forum ini bisa menjadi thiks- tank-nya masyarakat minang sehingga ABS SBK mudah dan lancar disosialisasikan.
Dengan mudah dan lacarnya ABS SBK tersosialisasi kemasyarakati mudah-mudahan pagar yang telah diberikan UU untuk memagar dan memelihara identitas serta budaya Minangkabau dapat diperkuat dan dapat digunakan secara efektif, termasuk membendung kritenisasi dan budaya-budaya lain yang sekarang ini secara gencar mengedor-gedor pintu masuk ke ranah minang.
Hutang para cendekiawan baik yang ada diranah maupun di rantau adalah merealisasikan thiks- tank ini segera agar ada wadah resmi untuk menampung pemikiran ranah dan rantau untuk memperkuat pagar dan kemajuan minang kedepan.
Wass,
Maturidi (L-75)
Asal Talang Solok Kutianyia
Duri Riau.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti berlan...@googlegroups.com .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
Bapak2 Senior yang budiman,
Begitu mencemaskankah keberadaan RS Siloam ini nanti? Seolah - olah keberadaan RS Siloam akan bisa mengkristenkan 1000 orang setiap tahun. Kalau dulu dikasih contoh keberadaan RS Baptis mengkristenkan 25 orang. RS Siloam bisa lbh hebat lagi (khayal sang pujangga). RS Yos Sudarso yg ditopang dana Vatikan sdh memurtadkan berapa orang??? Nggak ada yg tahu, krn memang tdk ada yg dimurtadkan oleh RS ini, walaupun di setiap ruangan rawat inap ada tergantung patung salib. Jadi ada phobia yg berlebihan dari para penolak LG.
Saya lebih mencemaskan Al Qaedah, karena ribuan anak muda bisa menjadi martir bunuh diri dgn ajaran terorisme-nya, seperti bom2 di Irak yg membunuh kaum Sunni dan Syiah. Saya lebih mencemaskan lagi ribuan anak muda Minang tertular HIV Aids dan penggemar2 narkoba. Karena kalau sdh terjangkit atau terperosok, apapun agama yg mereka anut sdh tidak ada artinya. Dan orang2 tua cuma bisa memberi nasehat tobat... tobat nasuha. Jadi biarkan Pemda yang mengurus pemberian izin atau tidak. Konskuensi masa depan masyarakat yg beragama lebih ditentukan oleh masing2 individu menyangkut aqidah iman yg ingin mereka anut. Kita bukan tinggal di Afganistan. Tapi ini negara multi etnis dan segala multi. Sampai sekarang pun ABS-SBK yg kita banggakan tidak punya panduan kitab pedoman. Hanya mouth to mouth. Sedang agama punya panduan kitab2. Saya tidak tahu sampai sekarang DO and DON'T ABS-SBK. Buku mana yg harus saya baca utk tahu itu. Terlalu banyak kerancuan justufikasi terhadap pro dan kontra LG ini. Salam.
Sanak Palanta yg budiman,
Ada perbedaan utama antara ummat Islam dan ummat agama lain dalam menyembah Tuhan mereka masing2, yaitu penggunaan simbol. Ummat agama lain sangat memerlukan simbol2 dalam memuja Tuhan mereka, seperti patung, salib dsb. Sedangkan ummat Islam tidak memerlukan simbol sama sekali. Simbol itu adalah idola. Anak2 muda sangat tergila gila dgn idola mereka, seperti penyanyi, artis, tokoh dsb. Jadi mengubah keyakinan dari agama yg memiliki simbol dgn agama yg tidak punya simbol sangatlah sulit, kecuali dgn hidayah Allah. Tapi mengajak orang dari keyakinan yg tidak punya simbol kepada keyakinan yg punya simbol tidaklah lebih sulit. Artinya, benteng pertahanan kita yg harus diperkokoh.
Saya sangat menikmati ketika setiap Minggu pagi2 setelah subuh mendengar dari pengeras suara mesjid anak2 belajar agama, adzan dan sholat, seperti halnya di perkampungan betawi. Itulah cara menanamkan ilmu aqidah dan keimanan yg baik terhadap PAUD. Dan akan selalu tertanam di sanubari mereka ttg aqidah keesaan Tuhan. Jadi kristenisasi bisa dilawan dgn pendidikan aqidah dan iman dari usia dini. Salam. ZA 58 Padang.
PROGRAM JANGKA PANJANG KRISTENISASI DI INDONESIA
*Majalah Crescent International terbitan Toronto - Canada edisi 16-30 November 1988, hal. 5, (disusun dan disiarkan oleh mereka sendiri).
KEPUTUSAN DEWAN GEREJA INDONESIA DI JAKARTA 31 SEPTEMBER 1979
Program Kristenisasi diatur hampir diseluruh dunia terutama di negara-negara Muslim. Dunia ini hanya akan damai apabila seluruh dunia berhasil dikristenkan. Inilah yg menjadi tujuan dari kita kaum Kristen. Untuk tujuan tersebut kita kaum Kristen Indonesia harus bersatu. Usaha utk mengkristenkan orang muslim di Indonesia didukung oleh negaranegara yg kuat seperti Amerika, Inggris, dan lain-lain. Kita kaum Kristen akan dg amat mudah mendapatkan dana, setiap saat dari Amerika. Program Kristenisasi ini adalah tugas kita yg suci dan kita harus berhasil dlm melaksanakannya. Dan lagi, penting utk diketahui dan disadari bahwa agar mencapai sukses dlm usaha kristenisasi, yg terpenting bagi kaum Kristen adalah bersatu dahulu. Kita kaum Kristen di Indonesia selalu dicintai, diberkati, dan dilindungi oleh Yesus.
KONSEP-KONSEP, TUJUAN, DAN KEGIATAN KRISTENISASI DI INDONESIA
Mengurangi Jumlah Umat Islam di Indonesia.
Sesuai dg data statistik kaum Kristen di Indonesia berjumlah 7 juta. Rencana kita populasi kaum Kristen harus sama dg jumlah umat Islam dlm waktu 50 tahun. Untuk mencapai tujuan tsb gereja-gereja Indonesia harus memberikan instruksi kepada semua kaum Kristen sbb:
1. Keluarga berencana, pembatasan kelahiran atau pengurangan terencana bagi kelahiran anak harus secara ketat dilarang utk kaum Kristen dan harus dipropagandakan bahwa tiap orang Kristen yg mempraktekkan keluarga berenacana akan menanggung dosa dan melawan doktrin gereja. Oleh karena itu tidak akan dicintai oleh Tuhan. Barang siapa yg melakukan pembatasan kelahiran akan dianggap sbg pembunuh orang Kristen dan telah hilang kemuliaannya.
Pembatasan kelahiran hanya dapat dilakukan apabila mendapat persetujuan gereja dg pertimbangan kesehatan bagi orang Kristen tsb yg dlm bahaya kematian.
2. Propaganda pembatasan kelahiran dan keluarga berencana bagi orang muslim harus sangat intensif dilakukan dan didorong dg berbagai cara. Di wilayah muslim, plakat berisi slogan dan nasehat utk KB dan pembatasan kelahiran harus ditempel dimana-mana utk mengingatkan orang muslim dan mempraktekkan hal tsb. Tapi di wilayah Kristen propaganda ini harus harus secara ketat dilarang. Oleh karena itu, utk mencapai tujuan ini 75% dari seluruh dokter dan perawat diseluruh rumah sakit harus orang Kristen dan mereka harus diberi kuasa mutlak utk mengelola alat kontrasepsi bagi orang muslim.
3. Keinginan orang Kristen utk mempunyai anak banyak harus dibantu dan bagi mereka yg miskin harus diberi fasilitas baik secara materiil ataupun moril. Kita harus memberi kesempatan kerja diseluruh Indonesia bagi orang-orang Kristen dan menolak atau membatasi secara ketat kesempatan bagi orang Islam.
4. Perintahkan kepada dokter dan perawat utk merawat secara cepat dan khusus pasien Kristen. Orang Kristen yg miskin harus ditolong pertama kali. Perlakuan ini jangan dilakukan terhadap pasien muslim dan bagi orang Islam harus dikenakan biaya yg mahal.
5. Masyarakat Kristen harus menyediakan rumah sakit sebanyak mungkin utk mencapai tujuan diatas.
6. Gereja secara ketat melarang penguasa tanah Kristen utk menyewakan atau menjual bangunan-bangunan, rumahrumah, toko-toko, kepada orang Islam. Mereka yg tidak mentaati ini tidak akan mendapat berkat dari Tuhan dan diboikot oleh Gereja sampai mati. Itu semua adalah tujuan kaum Kristen baik penguasa tanah atau bukan, utk mengusir keluar semua orang Islam dari tempat tinggal yg dimiliki orang Kristen. Dg penerapan pada poin-poin ini rasio orang Kristen umat Islam pada populasi di Indonesia akan berubah. Dengan demikian jumlah orang Islam di Indonesia akan berkurang sedang jumlah orang Kristen akan bertambah.
Rencana Kristenisasi di Bidang Ekonomi.
Kita kaum Kristen harus saling membantu satu sama lain dan bersikap cukup dermawan. Kita harus memberikan lahan atau sewa bagi pengusaha Kristen yg ingin membuat bangunan. Dan orang-orang Kristen yg kaya harus membantu misimisi Kristenisasi yg dilakukan oleh Dewan Gereja Indonesia di Jakarta. Dana ini dibutuhkan utk memperbaiki kondisi sosial dari orang Kristen di Indonesia dan utk meyakinkan bahwa kristenisasi telah berjalan begitu jauh. Menurut statistik, lebih dari 60% keseimbangan kekuatan intern telah berada pd kaum Kristen utk menyangga dan melindungi keseimbangan kekuatan yg menguntungkan di masa yang akan datang. Dalam persoalan memperkuat pertahanan, masyarakat etnis Cina adalah sasaran kita, karena relatif lebih mudah utk mengubah orang-orang Cina. Orang-orang Cina harus dilindungi sebaik mungkin karena pengaruhnya di Indonesia menguntungkan orang-orang Kristen. Oleh
karena itu kita mengingatkan orang-orang Kristen yg menjabat di kantor-kantor pemerintah utk berhubungan baik dg orang Cina dan memberikan fasilitas bagi orang Cina. Tapi orang-orang Kristen secara ketat dilarang mempunyai hubungan dg orang Islam kecuali menguntungkan orang Kristen.
Rencana Kristenisasi di Bidang Pendidikan.
Standar pendidikan gereja harus lebih diperbaiki daripada sebelumnya, karena orang Islam telah memperbaiki system dan standar pendidikan di masjid-masjid dan sekolah-sekolah agama dg meniru gereja-gereja Kristen kita. Kita harus melihat bahwa para guru dan para instruktur di bidang akademi militer, sekolah kedokteran, dan sekolah keteknikan seperti juga fungsionaris pemerintahan, dikontrol 75% oleh orang Kristen. Sistem yg diterapkan dari taman kanak-kanak
sampai universitas harus dibuat mudah bagi orang Kristen. Ujian masuk harus dibuat mudah bagi orang Kristen dan dipersulit bagi orang Islam. Jumlah bangunan sekolah harus dibatasi sehingga tidak banyak orang-orang Islam yg mendapatkannya. Semua tempat-tempat pendidikan harus diisi oleh orang Kristen sehingga murid-muridnya mayoritas Kristen. Pendaftaran harus terus dilakukan sampai perbandingan Kristen:Islam adalah 5:1. Orang-orang Kristen harus membatasi pengadaan akademi-akademi Islam dan universitas-universitas Isam utk mengurangi dihasilkannya intelektual muslim di Indonesia.
Rencana Kristenisasi di Bidang Politik
Kita orang Kristen harus bisa menjamin bahwa kebijaksanaan pemerintah selalu berorientasi ke barat terutama orientasi ke Amerika. Anda semua harus tahu bahwa partai GOLKAR dan pemerintahan GOLKAR berorientasi ke Amerika. Karena itulah kita memberikan instruksi kepada orang-orang Kristen utk masuk GOLKAR dan membuatnya berjaya dlm pemilihan umum. Semua orang Kristen dan partai inilah yg membuat kita kaum Kristen berjaya di Indonesia.
Rencana Kristenisasi di Bidang Informasi.
Lapangan informasi harus dikontrol paling tidak 75% oleh orang Kristen, karena informasi merupakan persenjataan yg paling tajam utk mengontrol umat Islam. Dengan propaganda/informasi, kita dapat meremehkan atau menganggap kecil umat Islam dan menggiringnya agar menjadi tak berarti dalam kancah nasional. Kita harus tahu bahwa suratkabar, radio, dan TVRI selalu menulis, dan menyiarkan kejadian-kejadian sedemikian rupa utk memberi kesan buruk tentang Islam dan umatnya serta utk menciptakan pertikaian diantara mereka. Slogan kita adalah "Bikin orang Islam berkelahi satu sama lain dan pecah satu sama lain, kontrol dan kendalikan kehidupan mereka". Semua koran dan media cetak di Indonesia ada di pihak kita dan harus digantikan sebaik-baiknya utk menyebarkan propaganda agar persatuan umat Islam terpecah belah.
Rencana Kristenisasi di Bidang Pembangunan, Perbaikan dan Pengembangan.
Pastikan bahwa pembangunan dan pengembangan ditempatkan di daerah-daerah yg dihuni oleh orang-orang Kristen seperti Indonesia bagian Timur. Kita telah melihat bahwa pemerintah pusat di Jakarta mempunyai kebiasaan member kesempatan bagi pegawai/perwira ABRI yg Kristen utk menduduki jabatan dan posisi penting di daerah-daerah sbg gubernur, bupati, dll, dan nama mereka berobah menjadi nama Islam dan kadang-kadang bertitel "haji" utk mengelabui
umat Islam setempat agar kehadirannya bisa diterima.
Rencana Kristenisasi di Bidang Hukum dan Undang-undang.
Orang Kristen tentu saja diperkenankan utk bertingkah melawan hukum dg dalih mendukung kepentingan negara. Semua orang Kristen sekarang mengisi/meduduki mayoritas hakim, jaksa, dan sidang perseorangan di Indonesia. Dg ini dianjurkan agar memutuskan orang Kristen benar dan orang Islam harus selalu dipersalahkan, kalau perlu dihukum yg lebih berat, walaupun orang Kristen sbg tertuduh.
Keputusan Masalah Internal dalam Pemerintahan.
Permintaan-permintaan kita harus dibuat sebaik mungkin di dalam pemerintahan itu sendiri:
1. Pemerintah harus bersedia mengakui status Bishop sebagai petugas protokol negara dan bishop harus mempunyai hak utk didengar oleh penguasa.
2.Semua menteri yg penting harus diangkat berdasarkan mandat dari orang-orang Kristen.
3. ABRI harus selalu dimanuver utk selalu bermusuhan dg Islam dan kita mendapat keuntungan dari keadaan yg demikian.
4. Pemuda Kristen sebanyak mungkin harus masuk ke profesi militer.
5. Usahakan terus 75% kepala dari departemen-departemen yg ada di pemerintahan harus disusun oleh pejabat ex militer yg beragama Kristen.
6. Usahakan terus 75% kepala seluruh agen-agen sipil dan pemerintahan propinsi harus orang Kristen.
7. Sebagai orang yg menentukan prinsip tertinggi, semua orang Kristen di pemerintahan baik mentri, gubernur atau yg umum atau prajurit rendahan, harus menurut perintah bishop.
8. Orang Kristen harus punya radio transmitter nasional sbg miliknya utk senjata propaganda yg ampuh.
9. Di daerah-daerah dimana muslim merupakan mayoritas, harus ada orang Kristen yg diangkat secara konstan utk mengevaluasi kelemahan-kelemahan orang Islam. [ ]
----------------------------------------------------------------------------
Catatan penyunting (Lukman Hakiem, pen.):
Sesudah Dokumen Rahasia ini dipublikasikan dalam Media Dakwah No.192, Zulqa'idah 1410/Juni 1990, Sekretaris Umum Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja Indonesia, Pdt.Dr.J.M. Pattiasina, mengirimkan surat bantahan. Dalam surat bantahan yg dimuat dalam Media Dakwah No.193, Zulhijjah 1410/Juli 1990 itu, Pattiasina antara lain menyatakan bahwa, "tulisan tersebut baik secara tersurat maupun tersirat sama sekali tidak mengandung kebenaran."
Menjawab bantahan Pattiasina, Media Dakwah menulis sbb :
"Naskah yg anda maksudkan, memang kami sadur sepenuhnya dari majalah Crescent International, Toronto, Canada, edisi 16-30 November 1988, halaman 8, tanpa dikurangi apalagi dilebih-lebihkan. Bahwa kami tidak mengecek kepada anda, karena tulisan ini sudah lama sekali beredar di luar negeri, dalam bahasa Inggris dicetak di Canada, disebarluaskan dari London, dan beredar secara internasional termasuk di Asia, Malaysia, sampai Indonesia, tanpa bantahan dari PGI.
Adapun tentang kebenaran isi informasi tersebut, tentu kami serahkan sepenuhnya kepada para pembaca utk membandingkannya dg kenyataan yg ada dalam masyarakat. Bagaimana juga, kami berterimakasih atas tanggapan anda."
Sumber : http://kristology.tripod.com/indonesia.html (27 Juni 2006)
Sampai hari kesebelas "perang antara Sekutu denganIrak", belum ada tanda-tanda agresi Amerika Serikat (AS) dan sekutunya terhadap Irak akan berakhir. Sementara pertempuran sengit antara rakyat Irak melawan "sekutu" terus berlangsung di beberapa wilayah Negeri 1001 malam itu. Pertanyaan kita, sampai kapan perang itu berakhir, dan setelah itu siapa yang akan menjadi target penyerangan "sekutu" selanjutnya?
Beberapa pengamat, dan mereka yang pernah tinggal di Bagdad, mengaku ragu bahwa perang itu akan dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Mengingat karakter wilayah dan masyarakat Irak berbeda dengan masyarakat negara lain. Simak saja, mereka nyaris tak acuh, ketika rudal-rudal AS dan Inggris, serta pesawat terbang musuh meraung-raung di angkasa. Bom meledak di sana-sini, bagi masyarakat Irak bukan hal baru yang perlu ditakutkan.
Sehingga, asumsi AS dan sekutunya, bahwa cara tersebut dapat menciutkan nyali masyarakat Irak, meleset jauh. Justeru yang muncul adalah semangat jihad, perlawanan yang sangat gigih, yang tidak hanya dilakukan militer Irak, namun juga dilakukan rakyat sipil, anak-anak dan kaum perempuan. Berdasarkan kenyataan ini, maka sulit bagi kita meramalkan kapan sesungguhnya perang itu dapat berakhir. Sebab meskipun AS dan Inggris mampu memasuki Irak, belum tentu mereka dapat mengakhiri perang secara cepat.
Tidak hanya mengakhiri perang, kita pun ragu, bahwa sesumbar AS dan sekutunya akan mampu menggulingkan Presiden Saddam Hussein dapat tercapai. Mengingat, sampai saat ini, Saddam Hussein tidak hanya dicintai rakyatnya. Ia pun dianggap sebagai pemimpin yang berani menentang "kekejaman" dan "kekejian" AS. Yang perlu kita sadari, sekarang ini telah muncul ketakutan di rakyat Irak, bahwa setelah Saddam digulingkan, negaranya akan dijajah. Itu sebabnya rakyat Irak pasti akan membela pemimpinnya sampai titik darah penghabisan.
Berdasarkan alasan-alasan itulah, pertanyaan kapan perang itu berakhir, makin sulit terjawab. Sebab, selagi Saddam hidup, hampir pasti perlawanan itu akan terus berkorban. Bahkan, andaikan pun pemimpin kharismatik Irak itu terbunuh atau pun tewas oleh serangan "sekutu", belum tentu perang juga akan berakhir. Karena kita sangat yakin, Saddam pasti sudah memperhitungkan kemungkinan semua itu. Ia pasti telah mengkader orang-orangnya untuk menjaga segala kemungkinan. Termasuk kemungkinan penggantian dirinya, jika keadaan ternyata memburuk.
Dari alasan-alasan itu, nampaknya hanya satu kemungkinan saja yang dapat mengakhiri perang. Yakni segera tarik pasukan AS dan Inggris dari Irak, atau dengan kekalahan pasukan sekutu. Tanpa hal itu, rasanya sulit, karena perang yang sekarang terjadi, bukan hanya perang rakyat Irak untuk mempertahankan Kepala Negaranya saja. Namun sudah mengarah kepada perang melawan penjajah, dan juga agama, sebagaimana dikemukakan oleh Pimpinan Tertinggi Ulama Irak, Abdul Karim.
Target selanjutnya
Mengenai target AS selanjutnya--setelah invasi ke Irak--beberapa pengamat mengatakan, kemungkinan Suriah, Iran, atau Korea Utara. Kalau saya beranggapan lain, bisa jadi target selanjutnya dari invasi AS itu adalah Indonesia. Ada beberapa alasan mengapa kita katakan Indonesia akan menjadi target serangan AS, antara lain, Pertama, Indonesia bersama Irak dan Afghanistan dianggap sebagai sarang teroris. Dengan alasan itu--kedua negara--Irak dan Afghanistan, sebagaimana kita ketahui telah diserang dan diduduki AS dan sekutunya.
Kedua, seperti Irak dan Afghanistan, Indonesia memiliki posisi strategis. Jika Afghan memiliki posisi strategis di kawasan Asia Tengah (Asteng), dan Irak memiliki pengaruh cukup besar di Timur Tengah (Timteng). Demikian pula Indonesia, memiliki posisi strategis di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Ketiga, karena masyarakat Indonesia, mayoritas beragama Islam. Kendati perang tersebut dikemukakan AS bukan perang agama, namun kita tidak dapat memungkiri bahwa yang menjadi korban penyerangan itu kebanyakan orang Islam, dan lain sebagainya.
Dengan adanya beberapa persamaan alasan, mungkin saja bahwa target serangan selanjutnya AS dan sekutunya adalah Indonesia. Pertanyaannya adalah apakah serangan ke Indonesia itu dapat dibatalkan? Jawabnya, bisa saja, asalkan Pertama, pemerintah Indonesia tidak "mematikan" sel-sel AS dan sekutunya yang ada di Indonesia. Yang kita maksudkan sel-sel AS itu adalah para politisi, pakar, praktisi dan LSM yang selama ini menyuarakan kepentingan AS.
Kedua, Indonesia mampu menjaga dan mengamankan bisnis AS dan sekutunya di Indonesia, seperti Freeport di Papua (Irian Jaya), Exxon Mobile, di NAD, serta perusahaan-perusahaan lainnya. Ketiga, pemerintah Indonesia tetap tidak berubah, seperti kondisi sekarang. Artinya, secera ideologi Indonesia mampu mempertahankan seperti yang dikehendaki AS dan sekutunya. Keempat, Indonesia mampu menjaga hubungan baiknya dengan negara satelit AS yang kebetulan menjadi tetangga kita. Dan masih ada beberapa alasan lainnya.
Afghanistan dan Irak diserang AS dan sekutunya, disamping karena ketiga alasan di atas. Kedua negera tersebut dianggap bukan mitra bisnis AS, karena untuk minyak Irak lebih suka berbisnis dengan Rusia, Perancis atau pun Jerman. Hal lain yang tidak disukai AS adalah karena keberadaan Irak maupun Afghan dapat mengancam dominasi AS di kawasan itu. Paling tidak, kedua negara itu akan dapat mempengaruhi negara-negara satelit yang selama ini dibina negara adidaya tersebut. Dan kalau ini terjadi, berarti kerugian besar bagi AS.
Ideologi, bisnis dan isu
Pertanyaan terakhir, benarkah setelah persyaratan tersebut kita penuhui, AS tidak akan menyerang Indonesia? Menyerang secara fisik, barangkali tidak akan dilakukan. Namun menyerang secara ideologi, bisnis dan isu pasti ia lakukan. Serangan yang kerap AS lakukan adalah dengan menyebar isu Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN), diktator, otoriter, anti demokrasi, pelanggaran HAM, atheis dan komunis melalui agen-agennya. Korban serangan ini antara lain, Presiden RI "pertama", Ir Soekarno, Presiden HM Soeharto, Presiden KH Abdurahman Wahid (Gus Dur), dan mungkin pemimpin kita lainnya. Mengapa mereka menjadi target serangan isu AS?
Bung Karno dinilai kurang bersahabat dengan AS dan sekutunya. Beliau antara lain pernah mengatakan kepada AS, "Pergilah ke Neraka" (Go to Hell ) AS. Presiden HM Soeharto, pada detik-detik akhir kekuasaannya, tidak lagi mau dibawah pengaruh AS. Beliau lebih cenderung dekat dengan ulama atau umat Islam. Inilah yang tidak disukai AS atau pun sekutunya. Hal yang sama AS lakukan kepada Gus Dur, karena ia pun susah dikendalikan, dan dianggap lebih banyak menyusahkan.
Hal yang sama dilakukan AS di beberapa negara, seperti untuk menjatuhkan pemimpin Uganda yang "muslim" dan dikenal musuh besar Paman Sam, Idi Amin, ia sebut sebagai seorang diktator. Untuk menyingkirkan pemimpin-pemimpin Iran yang tidak disukai, isu yang dihembuskan selain diktator dan otoriter, melanggar HAM, AS mengatakan mereka para fundamentalis. Sedang untuk memojokkan pemimpin dan bangsa Korea Utara, atau pun Rusia, AS menyerangnya dengan isu pelanggaran demokrasi dan komunis.
Hal yang sama ia lakukan--melalui agen-agennya di Indonesia--untuk menjatuhkan para pemimpin kita. AS takut, kalau Bung Karno dibiarkan lama memimpin Indonesia, kekuasaan mereka atas kawasan Nusantara bisa runtuh. Hal yang sama, ketika Pak Harto dan Golkar mendapatkan suara mayoritas. Ini bahaya buat kepentingan AS, karenanya Pak Harto pun harus dilengserkan. Demikian pula Gus Dur, karena dianggap susah diatur, ia pun mengalami hal serupa. Ketiganya sama, dengan isu diktator, KKN, otoriter dan sebagainya.
Oleh karena itu, kita berharap munculnya kesadaran bersama. Sebab untuk melawan AS dan sekutunya, tidak cukup dilawan secara perorangan. Namun harus dilawan secara kelompok, selain perlunya kita memobilisasi rakyat secara terpadu, dan mendekatkan militer dengan masyarakat. Kita pun perlu terus meningkatkan pentingnya pemahaman berbangsa dan bernegara. Untuk ini, kita perlu mewaspadai munculnya berbagai macam peraturan maupun perundangan yang bertolak belakang dengan harapan kita. Sebab selain isu yang dilontarkan secara vulgar, sering pengaruh mereka menyusup melalui kebijakan.
Ada beberapa hal yang perlu kita kaji ulang dan renungkan, antara lain mengapa amandemen UUD'45 itu ada? Mengapa UU No 22/1999 tentang Pemerintahan Daerah atau yang lebih dikenal sebagai UU tentang Otonomi Daerah (Otda) itu diciptakan, berikut UU No 25/1999 tentang Perimbangan Keuangan Pemerintah Pusat-Daerah? Padahal kita tahu, amandemen UUD '45 itu sepertinya telah mengoyak jati diri bangsa. Juga keberadaan UU No 22/1999 dan UU No 25/1999, sejatinya cenderung memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Masalah-masalah inilah ke depan yang perlu kita waspadai. (Drs Tubagus Januar Soemawinata MM, pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta, dan tokoh masyarakat Banten).





<35D.gif><360.gif><338.gif><B56.gif><B09.gif>