Bagaimana cara menghadapi kegiatan kristenisasi di Sumatera Barat ?

174 views
Skip to first unread message

Dr. Saafroedin Bahar

unread,
Dec 12, 2013, 3:23:55 PM12/12/13
to rantaunet rantaunet rantaunet, AMRI AZIZ, Dr. Mochtar Naim, jurnalis uddin, Farhan Muin DATUK BAGINDO, gebumin...@gmail.com
Para sanak sekalian, secara pribadi saya bersimpati kepada aksi demo utk menolak proyek Lippo Group di Padang, yang diduga merupakan bagian dari program kristenisasi di Sumatera Barat. Walau baru dugaan, namun kasus serupa sudah pernah terjadi sekitar tahun 1968, sewaktu Dr Owen dari RS Baptis di Bukittinggi membaptis 25 urang awak di Danau Singkarak, yang menyebabkan diusirnya RS Baptis itu ke luar Sumatera Barat.
Saya memahami penolakan tsb sebagai perwujudan hak suatu sukubangsa utk memelihara identitas kulturalnya , yang dijamin oleh Ps 18 B ayat (2) dan Pasal 28 I ayat (3) UUD 1945 serta Pasal 6 UU nomor 39 tahun 1999 ttg HAM. Kedua dasar hukum ini telah dirujuk oleh Pedoman Penghayatan dan Pengamalan ABS SBK yang dihasilkan oleh KKM/SKM GM 2010 dan Deklarasi Identitas Kultural Sukubangsa Minangkabau ABS SBK yg diprakarsai BK3AM tanggal 19 Mei 2013 di Jakarta. Deklarasi ini sudah diaktanotariskan di Jakarta tg 1 Juni 2013.
Namun penolakan saja tentu belum cukup, oleh karena jelas sekali bahwa belum banyak urang awak yg benar-benar memahami, mendalami, dan mengamalkan ABS SBK tersebut, oleh karena memang belum diajarkan secara teratur dan sistematis kepada seluruh urang awak. Mungkin itu sebabnya mengapa dalam kenyataannya ABS SBK itu belum terwujud sesuai dengan harapan kita semua. Bacalah berita di media massa Sumatera Barat, dan lihatlah dalam kenyataannya. Merinding bulu tengkuk kita.
Oleh karena itulah mengapa Pedoman tersebut di atas memberi petunjuk agar kandungan ABS SBK tersebut diterangkan - atau disampaikan sebagai pembekalan - kepada seluruh orang awak. Untuk ini perlu dibentuk Forum Tungku Tigo Sajarangan ( FTTS) sebagai forum kepemimpinan sosial kita orang Minang. FTTS ini sedang dipersiapkan di Jakarta sebagai program uji coba.
Sehubungan dengan itu, secara pribadi saya telah menyampaikan saran kepada beberapa orang tokoh pimpinan demo di Padang agar meningkatkan Sekber menjadi FTTS, sehingga bisa ditindaklanjuti secara terencana dan berkelanjutan.
Secara pribadi saya yakin terhadap keunggulan agama Islam terhadap agama Kristen. Lagi pula perlu kita perhatikan bahwa di kalangan umat Kristen sendiri juga terdapat kegelisahan thd ajaran Kristen, yang bisa kita ikuti dalam demikian banyak video di YouTube, yang menyebabkan lumayan banyaknya orang Kristen berpindah agama ke Islam. Saya sangat tertarik terhadap cara Syekh Ahmad Deedat - seorang ahli perbandingan agama - dalam menghadapi penganut agama Kristen, dan keterangan Syekh Yusuf Estes yang pindah dari agama Kristen Protestan ke Islam. Dengan kata lain, bersamaan dengan menolak kristenisasi, juga terbuka kemungkinan utk mengadakan islamisasi. Rasanya itu yang terkandung dalam ajaran Islam utk ber-' fastabiqul khairaat'. Sudah barang tentu, persiapannya harus baik.
Wallahualam bissawab.

Wassalam ,
SB, 77, Jkt.

Sent from my iPad

Dr. Saafroedin Bahar

unread,
Dec 13, 2013, 1:01:32 AM12/13/13
to rantaunet rantaunet rantaunet, AMRI AZIZ, Dr. Mochtar Naim, jurnalis uddin, Farhan Muin DATUK BAGINDO, gebumin...@gmail.com
Ha ha ha. Alun ado nan mancatuih thread ambo lai. Indak baa doh. Anggap sekedar info sajo, he he.

SB,77, Jkt.

Sent from my iPad

Maturidi Donsan

unread,
Dec 13, 2013, 2:21:43 AM12/13/13
to rant...@googlegroups.com

Pak Saaf dan sanak dipalanta n.a.h

 

Bukan balum ado pak Saaf, tapi mungkin sadang bibapikia, sabalah.


Kalau menengok dari jejaknya, masuknya kristenisasi ke Sumbar/Minangkabau ialah pada saat Minangkabau lemah, lemah sebelum kemerdekaan oleh penjajahan, lemah selama mengalami peristiwa politik ditanah air seperti PRRI dan orde baru dan karena kelengahan.

 

Sebelum keluar UUD 45 yang diamandemenn memang pagar Minangkabau utuk dimasuki apa saja sangat lemah, setelah amandemen,  keluar Pasal 28 I  maka UU sudah memagar Minangkabau untuk hidup sesuai dengan identitas dan  budayanya.

Pemeliaharaan dan penggunaan  pagar ini tentu terserah ke masyarakat minangkabau sendiri baik  yang di ranah atau dirantau.

 

Kusus untuk masyarakat Minangkabau baik yang tinggal diranah maupun dirantau , meskipun secara fisik kedua golongan terpisah namun emosional dan  silaturahmi matrilineal tidak dapat memisahkan mereka, kedua golongan ini erat-terikat  merasa memiliki minangkabau.

 

Karena hubungan matrilineal yang kuat - mengikat masyarakat minangkabau maka tak ada garis pemisah antara mereka yang diranah dan dirantau keduanya akan tetap bahu membahu memelihara dan menggunakan pagar yang telah diberikan UU diatas.

 

Pada saat rantau karena kesibukan mungkin belum sempat konsentrasi kemasalah pagar ini maka ranah akan manggua canang agar rantau ikut bergerak terhadap apa yang telah diprakarsai ranah, begitupun sebaliknya.

 

Interaksi inilah yang terjadi sekarang antara ranah dan rantau. Adanya  deklarasi ABS SBK dan ide mendorong berdirinya FTTS  yang mungkin bisa sebagai wadah   untuk menampung berbagai masalah demi kemajuan minangkabau  termasuk sebagai jembatan antara ranah dan rantau.

 

Berdirinya forum ini apapun bentuk dan namanya adalah suatu keniscayaan.

Mudah-mudahan forum ini bisa menjadi thiks- tank-nya masyarakat minang sehingga ABS SBK  mudah dan lancar disosialisasikan.

 

Dengan mudah dan lacarnya ABS SBK  tersosialisasi kemasyarakati mudah-mudahan pagar yang telah diberikan UU untuk memagar dan memelihara identitas serta budaya Minangkabau dapat diperkuat dan dapat digunakan secara efektif, termasuk membendung kritenisasi dan budaya-budaya lain yang sekarang ini secara gencar mengedor-gedor pintu masuk ke ranah minang.

 

Hutang para cendekiawan baik yang ada diranah maupun di rantau adalah merealisasikan thiks- tank ini segera agar ada wadah resmi untuk menampung pemikiran ranah dan rantau untuk memperkuat pagar dan kemajuan minang kedepan.    

  

Wass,

Maturidi (L-75)

Asal Talang Solok Kutianyia

Duri Riau.



--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti berlan...@googlegroups.com .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Zorion Anas

unread,
Dec 13, 2013, 3:01:41 AM12/13/13
to rant...@googlegroups.com

Bapak2 Senior yang budiman,
Begitu mencemaskankah keberadaan RS Siloam ini nanti? Seolah - olah keberadaan RS Siloam akan bisa mengkristenkan 1000 orang setiap tahun. Kalau dulu dikasih contoh keberadaan RS Baptis mengkristenkan 25 orang. RS Siloam bisa lbh hebat lagi (khayal sang pujangga). RS Yos Sudarso yg ditopang dana Vatikan sdh memurtadkan berapa orang??? Nggak ada yg tahu, krn memang tdk ada yg dimurtadkan oleh RS ini, walaupun di setiap ruangan rawat inap ada tergantung patung salib. Jadi ada phobia yg berlebihan dari para penolak LG.
Saya lebih mencemaskan Al Qaedah, karena ribuan anak muda bisa menjadi martir bunuh diri dgn ajaran terorisme-nya, seperti bom2 di Irak yg membunuh kaum Sunni dan Syiah. Saya lebih mencemaskan lagi ribuan anak muda Minang tertular HIV Aids dan penggemar2 narkoba. Karena kalau sdh terjangkit atau terperosok, apapun agama yg mereka anut sdh tidak ada artinya. Dan orang2 tua cuma bisa memberi nasehat tobat... tobat nasuha. Jadi biarkan Pemda yang mengurus pemberian izin atau tidak. Konskuensi masa depan masyarakat yg beragama lebih ditentukan oleh masing2 individu menyangkut aqidah iman yg ingin mereka anut. Kita bukan tinggal di Afganistan. Tapi ini negara multi etnis dan segala multi. Sampai sekarang pun ABS-SBK yg kita banggakan tidak punya panduan kitab pedoman. Hanya mouth to mouth. Sedang agama punya panduan kitab2. Saya tidak tahu sampai sekarang DO and DON'T ABS-SBK. Buku mana yg harus saya baca utk tahu itu. Terlalu banyak kerancuan justufikasi terhadap pro dan kontra LG ini. Salam.

fashrid...@gmail.com

unread,
Dec 13, 2013, 4:33:14 AM12/13/13
to Rantaunet, Zorion Anas, Maturidi Donsan, Saafroedin BAHAR
Sanak Zorion, pak Maturidi, pak Saaf dan para sanak sa palanta yth

Terlihat sangat cerdik strategi JTR/LG dengan membangun RS Siloam dulu, karena akan sulit ditolak. Banyak orang Minang selama ini yg berobat ke Singapura, Malaka, Penang, dll. Dengan akan berdirinya RS yg berkelas biaya berobat akan sangat dihemat. Juga akan tersedia lapangan kerja bagi banyak orang, ini sangat dibutuhkan oleh kota Padang/Sumbar dg tingkat pengangguran yg tinggi. Isu kristenisasi sudah dibantah oleh JTR sendiri, walau nama Siloam itu berasal dari Injil, tapi teman2 di Palembang menyampaikan bhw fasilitas LG yg sudah dibangun telah digunakan utk perayaan natal besar2an. Beberapa teman telah mencek RS Siloam di Jakarta dan menyatakan kekaguman mereka. Walikota/pemda dan DPRD kota Padang menyetujuinya, walau ada yg menduga mereka dapat gratifikasi.

Jadi pembangunan RS Siloam, walau banyak yg menentang, karena sudah disetujui yg berkuasa dan juga banyak pendukung/calon penggunanya kelihatannya akan berjalan lancar.

Yang selama ini agak terabaikan adalah sebetulnya yg akan dibangun adalah sebuah superblok berisi mall, rumah sakit Siloam, sekolah Pelita Harapan, dan hotel di kawasan pusat kota Khatib Sulaiman (peruntukan lahan sebelumnya sbg pusat pemerintahan/perkantoran).

Perlu dikaji/dianalisa dampak lingkungannya, baik fisik, ekonomi, maupun sosial dan budaya. Secara keseluruhan superblok sebesar itu berpotensi menjadi pusat kota baru di Padang. Pusat2 lama di Pasar Raya/Pasar Jawa dan Kampung Cino bisa jadi akan sepi pengunjung seperti Pasar Batipuh yg dulunya pusat komersial kota Padang.

Dr Eko Alvarez, dari UBH menyatakan bhw superblok itu dengan 4 lantai basemen utk parkir berpotensi menimbulkan kemacetan di jalan Khatib Sulaiman dan jalan2 sekitarnya.

Mall yg full AC dengan banyak toko retail, restoran, cafe, bioskop dll akan menjadi tempat berkumpul warga kota mulai dari anak2 sampai lansia karena nyaman dan serba ada. Dengan demikian superblok itu berpotensi mengubah gaya hidup (lifestyle) masyarakat kota Padang, terutama anak2 muda dan keluarga muda, menjadi konsumtif, mejeng2 dll.

Jadi, jangan hanya fokus ke RS Siloam.....tapi fokus ke superblok itu yg berskala raksasa utk kota Padang yg penduduknya hanya lk 800 ribu jiwa. Paradigma perencanaan kota yg berkelanjutan (sustainable) adalah sebuah kota sebaiknya terdiri atas beberapa bagian dengan pusat2nya sendiri, sehingga pembangunan lingkungan merata. Jadi yg dibutuhkan kota Padang bukan sebuah superblok, tapi beberapa blok yg tersebar di beberapa bagian kota sbg sub-pusat kota, sementara pusat perdagangan tetap di Pasar Raya dan sekitarnya.

Superblok itu dibangun berdasarkan sebuah visi, bayangan masa depan yg akan diwujudkan. Kita mencoba membaca visi Lippo Group yg bagi mereka sangat bagus, tapi bagi kita berpotensi negatif thd budaya masyarakat kota Padang. Yang dapat terjadi adalah sekularisasi generasi muda kota Padang, meninggalkan masjid, lebih suka berkumpul/bersosialisasi di mall superblok itu.

Keberadaan superblok itu juga dapat berpotensi negatif, kehilangan pembeli/pelanggan bagi toko2 dan restoran2 di pusat2 perbelanjaan yg sudah ada dan sekarang ramai dikunjungi banyak orang.

Ada kekuatiran bhw LG memberi jatah kepada orang2 di eksekutif&legislatif utk memiliki atau menyewa retail2 di mall itu dg harga diskon. Lalu dia bisa menyewakan kembali atau menjualnya kepada pedagang dg harga yg sama dg harga LG. Ini semacam gratifikasi terselubung. Kalau betul, ini mungkin alasan kenapa pemda dan dprd kota Padang sangat bersikukuh mendukung investasi superblok ini, bahkan mau mengubah peruntukan lahan.
Tapi kemungkinan ini kalaupun terjadi akan susah diperiksa dan dibuktikan.
LG juga bisa memberi harga diskon kpd pedagang2 Cina dan yg kristen. Tapi itu 'kan hak mereka

Setelah Siloam berhasil dibangun diperkirakan akan lapang jalan bagi LG utk membangun sekolah2, mall, dan hotel.

Begitulah kira2 bayangan yg mungkin akan terjadi dalam jangka waktu yg tidak terlalu dekat di kota Padang.

Silahkan bapak2, ibu2, dan sanak2 merenungkannya, dan memikirkan bagaimana menyikapinya secara bersama.

Wallahu'alam

Salam
Fashridjal M.Noor Sidin
L65bdg



Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

From: Zorion Anas <zor...@gmail.com>
Date: Fri, 13 Dec 2013 15:01:41 +0700
Subject: Re: [R@ntau-Net] Re: Bagaimana cara menghadapi kegiatan kristenisasi di Sumatera Barat ?

yusrinal bayma

unread,
Dec 14, 2013, 12:24:08 AM12/14/13
to rant...@googlegroups.com, Rantaunet, Zorion Anas, Maturidi Donsan, Saafroedin BAHAR
Sangat setuju dgn paparan/uraian dari P.Fashridjal.
Terlihat sekali bahwa si Fauzhi ini tdk mempunyai tenaga ahli Tata kota/Planonologi yang Capable.
Hanya pemikiran sesaat,jangan ada Super blok,sekarang saja Sdh macet


Dikirim dari iPhone saya

Muchwardi Muchtar

unread,
Dec 14, 2013, 10:20:33 AM12/14/13
to rant...@googlegroups.com

Tips menghadapi penginjil - Kristenisasi - Blogger

kristenisasis.blogspot.com/2013/02/tips-menghadapi-penginjil.html
Tips menghadapi penginjil. Kristenisasi akan terus di lancarkan dengan gencar oleh penginjil atau evangelis atau missionaris, bahkan setiap kristen juga harus ...


---------- Pesan terusan ----------
Dari: Dr. Saafroedin Bahar <saafroed...@rantaunet.org>
Tanggal: 13 Desember 2013 03.23
Subjek: [R@ntau-Net] Bagaimana cara menghadapi kegiatan kristenisasi di Sumatera Barat ?
Kepada: rantaunet rantaunet rantaunet <rant...@googlegroups.com>
Cc: AMRI AZIZ <amri...@yahoo.com>, "Dr. Mochtar Naim" <mocht...@yahoo.com>, jurnalis uddin <jurnali...@yarsi.ac.id>, Farhan Muin DATUK BAGINDO <farha...@ymail.com>, gebumin...@gmail.com

Muchwardi Muchtar

unread,
Dec 14, 2013, 10:22:33 AM12/14/13
to rant...@googlegroups.com

Menangkal Pemurtadan Kristenisasi - Al Islam

Kedua, kristenisasi dengan kekerasan jika tidak dapat dicapai dengan cara halus, (lihat al-Isti'mar wat Tabsyiir, Dr. Umar .... Solusi Menghadapi Kristenisasi.


---------- Pesan terusan ----------
Dari: Dr. Saafroedin Bahar <saafroed...@rantaunet.org>
Tanggal: 13 Desember 2013 03.23
Subjek: [R@ntau-Net] Bagaimana cara menghadapi kegiatan kristenisasi di Sumatera Barat ?
Kepada: rantaunet rantaunet rantaunet <rant...@googlegroups.com>
Cc: AMRI AZIZ <amri...@yahoo.com>, "Dr. Mochtar Naim" <mocht...@yahoo.com>, jurnalis uddin <jurnali...@yarsi.ac.id>, Farhan Muin DATUK BAGINDO <farha...@ymail.com>, gebumin...@gmail.com


ajo duta

unread,
Dec 14, 2013, 12:03:04 PM12/14/13
to rant...@googlegroups.com
Uda Saaf dan sanaks,

Ambo ulang baliak. Kristen tu agamo misi. Artinyo ajarannya adolah "menggiring gembala yang sesat". Kristen yang taat harus mengamalkan itu. JR adolah pemeluk Kristen yang taat. Kalau inyo maamalkan ajaran agamonyo, baa dek awak?" Kalau inyo mambuek gereja di mall nan inyo punyo baa kecek awak. Samo jo pengusaha Muslim A. Latif mambuek musajik diagiah pulo namo "Al-Latif" di Pasaraya miliknyo. Sia pulo nan bisa managah? Jamaahnyo bukan hanyo karyawan, tapi banyak dari lua. 

Manjwek tanyo judul. Islam maajakan "ku anfusakum wahlikum nara". Kito nan manyalamekan awak dan keluarga dari api narako. Bukan urang lain. Itu fardhu'ain.

Kalau awak gagal menyalamaikkan, awak nan badoso. Bukan urang lain.

Adik sapupu bini ambo alah tingga turun tamurun di Pulau Samosir, ditangah Danau Toba. Jadi tukang jahik ditangah masyarakat Batak-Kristen. Tapi adiak ambo tu tetap inyo dan keluarganyo Muslim nan taat. Itu tadi dek ayah induaknyo mambuek inyo taat.

Ambo pernah 2 bulan dirawat di RS St. Carolus di Jakarta. Ambo tetap mengembangkan sajadah disinan. Memang ado pastor nan datang manyapo untuak mandoakan. Ambo sapo elok2, ambo kecekkan, terima-kasih, bialah ambo badoa surang ka Tuhan ambo.

Pandapek ambo bukan berarti ambo mendukung Siloam. tapi cuma manjwek tanyo judul dari Pak Saaf.

Soal investasi, ambo tidak mendukung investor luar, apolai nan nan akan mencabut akar budaya dan tradisi lokal. Ambo pro-perkuat ekonomi lokal. Kalau ado pilihan lain, ambo indak ka MD, KFC, Sitarbak nan lain milik kapitalis. Di kulkas dirumah, indak ado minuman balasuih. Cuma ado susu, jus dan air putiah. Ambo berusaha menghindari mi instan. Ambo labiah mamiliah tailor pribumi, walau acok indak tapek janji.

Jadi babuek sajolah. Jan tabao endong jo agitasi dan provokasi. Kadang memang agak susah membendung budaya luar. Tapi bausaholah. Anak cucu ambo labiah mamiliah karate daripado silek. Ka baa lain dek ambo sendiri indak bisa basilek. (kecuali silek lidah...hehe...).

Ah, ko indak senek jadinyo. 

Salam mesra dari baliak bumi.

-----------------------------------------------------------------------------------------------
"Komunitas RN Harus Hidup Terus Melebihi Usia Kami Yang Tua-tua Ini" (Bunda Nizmah pada acara HUT RN 20 Tahun)

Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
17/8/1947, suku Mandahiliang, gala Bagindo
Gasan Gadang Pariaman - Tebingtinggi Deli -
Jakarta - Sterling, Virginia USA
------------------------------------------------------------


2013/12/14 Muchwardi Muchtar <much...@rantaunet.org>

Dr. Saafroedin Bahar

unread,
Dec 14, 2013, 3:36:47 PM12/14/13
to rant...@googlegroups.com, rant...@googlegroups.com
Dinda Ajoduta, pandangan Dinda bana. Agamo Kristen adalah agamo missi. Panganuiknyo indak kabaranti doh. Sudah barang tantu, dalam mahadoki kagiatan missi itu, kadar iman kito surang-surang akan sangaik menantukan. Salain itu, jan lupo jo kenyataan bhw sebagian urang awak tu pindah agamo dek kurang memahami Islam dan dek kemiskinan, nan marupokan salah satu jalan masuak utk diajak masuak Kristen. 
Dari tipak ambo, ado duo saran sajo untuak mampakuiaik iman sacaro kolektif,  yaitu 1). Memanfaatkan duo pasal UUD 1945 sarato satu pasal UU HAM untuak jati diri dan identitas kultural Minangkabau; nan iko alah ditindaklanjuti dek Gebu Minang th 2010 jo BK3AM tahun 2013 ko; 2). Kalau mereka indak bisa dilarang malakukan kristenisasi , kito juo indak bisa dilarang melancarkan islamisasi, saroman nan dilakukan Buya Masoed di Mentawai. Apalagi ado kewajiban tiok muslim/ muslimah untuk manyampaikan paliang indak satu ayat.
Hanyo tantu ado syarat, yaitu kito pakuaik persatuan kito, kito padalam iman, kito amalkan ajaran Islam itu dalam hiduik sahari-hari, kito paratikan sanak kito nan bakakurangan, kito buek limbago nan memungkinkan kito bisa merencanakan kegiatan sacaro kolektif disampiang sacaro nafsi-nafsi, dan bilo kito alah mulai badagok, kito lancarkan Islamisasi. Dalam istilah tampek karajo ambo nan lamo, iko bisa disabuik: adokan konsolidasi, susun barisan, lanjuikkan pertahanan, dan bilo alah kuaik, serang. Yo baitu, Dinda ? 

Wassalam,
SB, 77, Jkt. 

Sent from my iPad

Bunda Nismah

unread,
Dec 14, 2013, 4:17:14 PM12/14/13
to rant...@googlegroups.com
Assalamu Alaikum W. W.
Mungkin karano bundo lamo bacampua jo urang2 multi ras, multi agamo, ambo sasuai bana jo pandapek add. Dutamardin, dan pak Saaf. Salamo 32 tahun Alhamdulillah kami dapek bausaho mandidik keluarga kami semampu kami dan kami selalu berdo'a kepada Allah SWT supayo melindungi mereka dari kekafiran dan kekufuran.
@Hayatun Nismah Rumzy#

>

Zubir Amin

unread,
Dec 14, 2013, 9:16:23 PM12/14/13
to RantauNet Group
Uda Sjaaf n dd Dut nn baik, sarato sanak palanta nn dihormati.
Agama Nasrani(Kristen) penyebarannya dilakukan oleh pribadi2 nn terlatih n organisasi2 keagamaan Nasrani nn mumpuni baik bid pendanaan maupun pengurus n anggota nn berdisilin tinggi untuk mendatangi 'kumpulan2 domba nn tasesat'.Sasarannya adalah umat Islam icl. di Sumbar.
Selama ini kita umat Islam cq dipalanta ini selalu bersemboyan menghadapi kristenisasi 'mari perkuat keluarga n anak2 kita,masing2,kok takuik dilamun ombak mari perkuat tanggul pantai,jan salahkan missi kristen itu,perkuat iman kita' dari missi kristen itu.
Padahal kita melupakan visi n missi agama Islam adalah agama Dakwah.Agama nn hrs didakwahkan 'keluar' dari lingkungan agama Islam.Tegasnya kpd penganut agama selain islam.
Apa aartinya itu,setiap pribadi Muslim/at hrs melakukan dakwahnya or melawan missi agama lain nn secara brutal tanpa malu masuk kerumah-rumah tangga muslim menyampaikjan missi agama mereka.
Pd umumnya kita hadapi dgn: 'ada nn menerima 'tamu' tdk diundang ini utk menyuruh mereka balik arah TANPA merasa dihinakan oleh pihak salibi itu bhw kita sdh beragama n ada mereka nn manarima utk berdiskusi,missi dilawan dgn dakwah nn elegant.Biasanya mereka tdk mau menghadapi tantangan ini
Missi dakwah(kalua) inilah nn selama ini nn dilupokan oleh penganut Islam di Minangkbau cq dipalanta ini.Kito mengungkung diri dgn dalih 'tipo seliro,jago perasaan pihak lain,jaan lakukan dakwah itu 'kalua', beko menimbulkan sara,marusak 'kerukunan baagamo',padohal 'muncuang umat Islam cuma diagiah pisang or kue tapi pangguanyo dihantak jo balok baduri.
Akibatnyo umat Islam di Sumbar mengambil sikap melupokan keharusan berdakwah n bersikap menjadi 'anak manis' ditengah-tengah penganut minoritas nn sangat buas n mengerikan utk menghancurkan Islam dgn segalo caro.
Jadi menghadapi agama missi Salibi ini di Sumbar wajib dilawan pula dgn missi2 dakwah oleh pribadi2 nn tangguh n kumpulan2 or lembaga2 Islam nn terplanning.
Semoga kita kaum muslimin warga Minang mau kembali kpd khittoh dakwah ini nn telah berhasil dgn gemilang menjadikan agama Islam menyebar ke saantero dunia ini n sampai berkembang pula di Minangkabau nn kito cintoi ini.
JB,DtRJ,74thn,sk Mandahili ang,IV Angkek Padusunan,Pari aman Timur,kini di Bonjer,Jak bar.
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

From: "Dr. Saafroedin Bahar" <saafroed...@rantaunet.org>
Date: Sun, 15 Dec 2013 03:36:47 +0700
Subject: Re: [R@ntau-Net] Bagaimana cara menghadapi kegiatan kristenisasi di Sumatera Barat ?

Dr. Saafroedin Bahar

unread,
Dec 14, 2013, 9:45:21 PM12/14/13
to rant...@googlegroups.com, RantauNet Group
Suai bana ambo tumah, Dinda JB. Jan batahan sajo, serang baliak, bil hikmah. 

Wassalam ,
SB, 77, Jkt. 

Sent from my iPad

Zorion Anas

unread,
Dec 14, 2013, 10:18:48 PM12/14/13
to rant...@googlegroups.com

Sanak Palanta yg budiman,
Ada perbedaan utama antara ummat Islam dan ummat agama lain dalam menyembah Tuhan mereka masing2, yaitu penggunaan simbol. Ummat agama lain sangat memerlukan simbol2 dalam memuja Tuhan mereka, seperti patung, salib dsb. Sedangkan ummat Islam tidak memerlukan  simbol sama sekali. Simbol itu adalah idola. Anak2 muda sangat tergila gila dgn idola mereka, seperti penyanyi, artis, tokoh dsb. Jadi mengubah keyakinan dari agama yg memiliki simbol dgn agama yg tidak punya simbol sangatlah sulit, kecuali dgn hidayah Allah. Tapi mengajak orang dari keyakinan yg tidak punya simbol kepada keyakinan yg punya simbol tidaklah lebih sulit. Artinya, benteng pertahanan kita yg harus diperkokoh.
Saya sangat menikmati ketika setiap Minggu pagi2 setelah subuh mendengar dari pengeras suara mesjid anak2 belajar agama, adzan dan sholat, seperti halnya di perkampungan betawi. Itulah cara menanamkan ilmu aqidah dan keimanan yg baik terhadap PAUD. Dan akan selalu tertanam di sanubari mereka ttg aqidah keesaan Tuhan. Jadi kristenisasi  bisa dilawan dgn pendidikan aqidah dan iman dari usia dini. Salam. ZA 58 Padang.

ajo duta

unread,
Dec 15, 2013, 8:16:27 AM12/15/13
to rant...@googlegroups.com
Kakak ambo JB,

Awak memang acok "rumah tampak jalan tak tantu". Awak tahu melawan urang berilmu harus jo ilmu. Melawan urang nan terorganisir disiplin harus dgn caro nan samo. Di masalahko lah umat Islam nan kurang. Awak susah bana mengorganisir diri, susah bana badisiplin. Mungkin contoh ketek awak dipalantako. Alah baXX dicubo, pasti ado sajo kurenah nan tampil. Sampai kini nampak-e awak iyo cando urang duduak dilapau. Datang, maota, kopi satangah, bautang pulo, kemudian bubar. Bisuak macam tu pulo diulang baliak. Alah 20 tahun, a nan awak buek?.

Jadi kalau awak indak menyadari kekurangan awak, siaplah dilulua urang. Nan pasti utak indak bisa dilawan jo otot. Minangkabau banamo Minang dek memakai utak. Kabau gadang nan baotot kalah dek anak kabau. Minangkabau terkenal dek pabrik urang ba-ilmu. Masih adokah itu? Jaweknyo tapulang kaawak.


-----------------------------------------------------------------------------------------------
"Komunitas RN Harus Hidup Terus Melebihi Usia Kami Yang Tua-tua Ini" (Bunda Nizmah pada acara HUT RN 20 Tahun)

Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
17/8/1947, suku Mandahiliang, gala Bagindo
Gasan Gadang Pariaman - Tebingtinggi Deli -
Jakarta - Sterling, Virginia USA
------------------------------------------------------------


2013/12/15 Zubir Amin <zubir...@rantaunet.org>

Dr. Saafroedin Bahar

unread,
Dec 15, 2013, 9:09:48 AM12/15/13
to rant...@googlegroups.com, rant...@googlegroups.com
Dinda Ajoduta dan para sanak sapalanta, persis apo nan Dinda katokan tu nan nampak dek ambo salamo iko, dan ambo cubo mangarati apo sababnyo dan baa caro mengatasiny. 
Nan nampak dek ambo, seababnyo adolah karano sistem nilai kito indak jaleh dan tantu sajo indak tegas, sahinggo kito salalu batangka, nan alah jadi hobby. 
Sairiang jo itu, juo indak ado struktur sosial di ateh Nagari. Duo struktur di ateh Nagari nan ado kini, LKAAM dan MUI, diprakarsai dek Orde Baru dek sari.
Keadaan saroman tu tantu ado konsekuensinyo, antaro lain tiok urang tapaso mancari pegangan surang-surang, ado nan dapek pegangan nan tapek, dan juo ado nan alah sasek, sampai murtad dan jadi atheis bagai.
Berdasar pengamatan itu, jo sagalo keterbatasan nan ado, Gebu Minang bausaho mangisi kekurangan tu, jo caro mamprakarsai KKM/SKM GM 2010 utk membahas dan menyepakati ABS SBK, dan ditindaklanjuti dek BK3AM tahun 2013 iko jo Deklarasi Identitas Kultural Sukubangsa Minangkabau ABS SBK nan akan ditindaklanjuti jo mambantuak Forum Tungku Tigo Sajarangan ( FTTS ) di tiok daerah, nan akan diikuti jo maadokan Training for Trainers ( ToT). 
Jadi panjang kaji lai sampai urang awak iko mampu berorganisasi sacaro mantap. Pak Darul Makmur manyabuik urang awak iko bisa samo- samo bakarajo, tapi indak bisa bakarajo samo. 
Herannyo, kito bisa bakarajo samo jo urang lain sacaro profesional dalam bidang kito masing-masing, baik dalam bisnis, instansi sipil, dan instansi militer.
Jadi akar masalah nampaknyo bersifat kultural, karano itu usaho mamelokinyo indak bisa sabanta. Labiah rancak dimulai dari anak-anak kito. Bagi nan alah baumua, agak susah. Rabuang alah jadi batuang.

Wassalam,
SB, 77, Jkt.


Sent from my iPad

Muchwardi Muchtar

unread,
Dec 15, 2013, 9:14:29 AM12/15/13
to rant...@googlegroups.com

PROGRAM JANGKA PANJANG KRISTENISASI DI INDONESIA

*Majalah Crescent International terbitan Toronto - Canada edisi 16-30 November 1988, hal. 5, (disusun dan disiarkan oleh mereka sendiri).

 

KEPUTUSAN DEWAN GEREJA INDONESIA DI JAKARTA 31 SEPTEMBER 1979

 

Program Kristenisasi diatur hampir diseluruh dunia terutama di negara-negara Muslim. Dunia ini hanya akan damai apabila seluruh dunia berhasil dikristenkan. Inilah yg menjadi tujuan dari kita kaum Kristen. Untuk tujuan tersebut kita kaum Kristen Indonesia harus bersatu. Usaha utk mengkristenkan orang muslim di Indonesia didukung oleh negaranegara yg kuat seperti Amerika, Inggris, dan lain-lain. Kita kaum Kristen akan dg amat mudah mendapatkan dana, setiap saat dari Amerika. Program Kristenisasi ini adalah tugas kita yg suci dan kita harus berhasil dlm melaksanakannya. Dan lagi, penting utk diketahui dan disadari bahwa agar mencapai sukses dlm usaha kristenisasi, yg terpenting bagi kaum Kristen adalah bersatu dahulu. Kita kaum Kristen di Indonesia selalu dicintai, diberkati, dan dilindungi oleh Yesus.

 

KONSEP-KONSEP, TUJUAN, DAN KEGIATAN KRISTENISASI DI INDONESIA

 

Mengurangi Jumlah Umat Islam di Indonesia.

 

Sesuai dg data statistik kaum Kristen di Indonesia berjumlah 7 juta. Rencana kita populasi kaum Kristen harus sama dg jumlah umat Islam dlm waktu 50 tahun. Untuk mencapai tujuan tsb gereja-gereja Indonesia harus memberikan instruksi kepada semua kaum Kristen sbb:

 

1. Keluarga berencana, pembatasan kelahiran atau pengurangan terencana bagi kelahiran anak harus secara ketat dilarang utk kaum Kristen dan harus dipropagandakan bahwa tiap orang Kristen yg mempraktekkan keluarga berenacana akan menanggung dosa dan melawan doktrin gereja. Oleh karena itu tidak akan dicintai oleh Tuhan. Barang siapa yg melakukan pembatasan kelahiran akan dianggap sbg pembunuh orang Kristen dan telah hilang kemuliaannya.

Pembatasan kelahiran hanya dapat dilakukan apabila mendapat persetujuan gereja dg pertimbangan kesehatan bagi orang Kristen tsb yg dlm bahaya kematian.

 

2. Propaganda pembatasan kelahiran dan keluarga berencana bagi orang muslim harus sangat intensif dilakukan dan didorong dg berbagai cara. Di wilayah muslim, plakat berisi slogan dan nasehat utk KB dan pembatasan kelahiran harus ditempel dimana-mana utk mengingatkan orang muslim dan mempraktekkan hal tsb. Tapi di wilayah Kristen propaganda ini harus harus secara ketat dilarang. Oleh karena itu, utk mencapai tujuan ini 75% dari seluruh dokter dan perawat diseluruh rumah sakit harus orang Kristen dan mereka harus diberi kuasa mutlak utk mengelola alat kontrasepsi bagi orang muslim.

 

3. Keinginan orang Kristen utk mempunyai anak banyak harus dibantu dan bagi mereka yg miskin harus diberi fasilitas baik secara materiil ataupun moril. Kita harus memberi kesempatan kerja diseluruh Indonesia bagi orang-orang Kristen dan menolak atau membatasi secara ketat kesempatan bagi orang Islam.

 

4. Perintahkan kepada dokter dan perawat utk merawat secara cepat dan khusus pasien Kristen. Orang Kristen yg miskin harus ditolong pertama kali. Perlakuan ini jangan dilakukan terhadap pasien muslim dan bagi orang Islam harus dikenakan biaya yg mahal.

 

5. Masyarakat Kristen harus menyediakan rumah sakit sebanyak mungkin utk mencapai tujuan diatas.

 

6. Gereja secara ketat melarang penguasa tanah Kristen utk menyewakan atau menjual bangunan-bangunan, rumahrumah, toko-toko, kepada orang Islam. Mereka yg tidak mentaati ini tidak akan mendapat berkat dari Tuhan dan diboikot oleh Gereja sampai mati. Itu semua adalah tujuan kaum Kristen baik penguasa tanah atau bukan, utk mengusir keluar semua orang Islam dari tempat tinggal yg dimiliki orang Kristen. Dg penerapan pada poin-poin ini rasio orang Kristen umat Islam pada populasi di Indonesia akan berubah. Dengan demikian jumlah orang Islam di Indonesia akan berkurang sedang jumlah orang Kristen akan bertambah.

 

Rencana Kristenisasi di Bidang Ekonomi.

 

Kita kaum Kristen harus saling membantu satu sama lain dan bersikap cukup dermawan. Kita harus memberikan lahan atau sewa bagi pengusaha Kristen yg ingin membuat bangunan. Dan orang-orang Kristen yg kaya harus membantu misimisi Kristenisasi yg dilakukan oleh Dewan Gereja Indonesia di Jakarta. Dana ini dibutuhkan utk memperbaiki kondisi sosial dari orang Kristen di Indonesia dan utk meyakinkan bahwa kristenisasi telah berjalan begitu jauh. Menurut statistik, lebih dari 60% keseimbangan kekuatan intern telah berada pd kaum Kristen utk menyangga dan melindungi keseimbangan kekuatan yg menguntungkan di masa yang akan datang. Dalam persoalan memperkuat pertahanan, masyarakat etnis Cina adalah sasaran kita, karena relatif lebih mudah utk mengubah orang-orang Cina. Orang-orang Cina harus dilindungi sebaik mungkin karena pengaruhnya di Indonesia menguntungkan orang-orang Kristen. Oleh

karena itu kita mengingatkan orang-orang Kristen yg menjabat di kantor-kantor pemerintah utk berhubungan baik dg orang Cina dan memberikan fasilitas bagi orang Cina. Tapi orang-orang Kristen secara ketat dilarang mempunyai hubungan dg orang Islam kecuali menguntungkan orang Kristen.

 

Rencana Kristenisasi di Bidang Pendidikan.

 

Standar pendidikan gereja harus lebih diperbaiki daripada sebelumnya, karena orang Islam telah memperbaiki system dan standar pendidikan di masjid-masjid dan sekolah-sekolah agama dg meniru gereja-gereja Kristen kita. Kita harus  melihat bahwa para guru dan para instruktur di bidang akademi militer, sekolah kedokteran, dan sekolah keteknikan seperti juga fungsionaris pemerintahan, dikontrol 75% oleh orang Kristen. Sistem yg diterapkan dari taman kanak-kanak

sampai universitas harus dibuat mudah bagi orang Kristen. Ujian masuk harus dibuat mudah bagi orang Kristen dan dipersulit bagi orang Islam. Jumlah bangunan sekolah harus dibatasi sehingga tidak banyak orang-orang Islam yg mendapatkannya. Semua tempat-tempat pendidikan harus diisi oleh orang Kristen sehingga murid-muridnya mayoritas Kristen. Pendaftaran harus terus dilakukan sampai perbandingan Kristen:Islam adalah 5:1. Orang-orang Kristen harus membatasi pengadaan akademi-akademi Islam dan universitas-universitas Isam utk mengurangi dihasilkannya intelektual muslim di Indonesia.

 

Rencana Kristenisasi di Bidang Politik

 

Kita orang Kristen harus bisa menjamin bahwa kebijaksanaan pemerintah selalu berorientasi ke barat terutama orientasi ke Amerika. Anda semua harus tahu bahwa partai GOLKAR dan pemerintahan GOLKAR berorientasi ke Amerika. Karena itulah kita memberikan instruksi kepada orang-orang Kristen utk masuk GOLKAR dan membuatnya berjaya dlm pemilihan umum. Semua orang Kristen dan partai inilah yg membuat kita kaum Kristen berjaya di Indonesia.

 

Rencana Kristenisasi di Bidang Informasi.

 

Lapangan informasi harus dikontrol paling tidak 75% oleh orang Kristen, karena informasi merupakan persenjataan yg paling tajam utk mengontrol umat Islam. Dengan propaganda/informasi, kita dapat meremehkan atau menganggap kecil umat Islam dan menggiringnya agar menjadi tak berarti dalam kancah nasional. Kita harus tahu bahwa suratkabar, radio, dan TVRI selalu menulis, dan menyiarkan kejadian-kejadian sedemikian rupa utk memberi kesan buruk tentang Islam dan umatnya serta utk menciptakan pertikaian diantara mereka. Slogan kita adalah "Bikin orang Islam berkelahi satu sama lain dan pecah satu sama lain, kontrol dan kendalikan kehidupan mereka". Semua koran dan media cetak di Indonesia ada di pihak kita dan harus digantikan sebaik-baiknya utk menyebarkan propaganda agar persatuan umat Islam terpecah belah.

 

Rencana Kristenisasi di Bidang Pembangunan, Perbaikan dan Pengembangan.

 

Pastikan bahwa pembangunan dan pengembangan ditempatkan di daerah-daerah yg dihuni oleh orang-orang Kristen seperti Indonesia bagian Timur. Kita telah melihat bahwa pemerintah pusat di Jakarta mempunyai kebiasaan member kesempatan bagi pegawai/perwira ABRI yg Kristen utk menduduki jabatan dan posisi penting di daerah-daerah sbg gubernur, bupati, dll, dan nama mereka berobah menjadi nama Islam dan kadang-kadang bertitel "haji" utk mengelabui

umat Islam setempat agar kehadirannya bisa diterima.

 

Rencana Kristenisasi di Bidang Hukum dan Undang-undang.

 

Orang Kristen tentu saja diperkenankan utk bertingkah melawan hukum dg dalih mendukung kepentingan negara. Semua orang Kristen sekarang mengisi/meduduki mayoritas hakim, jaksa, dan sidang perseorangan di Indonesia. Dg ini dianjurkan agar memutuskan orang Kristen benar dan orang Islam harus selalu dipersalahkan, kalau perlu dihukum yg lebih berat, walaupun orang Kristen sbg tertuduh.

 

Keputusan Masalah Internal dalam Pemerintahan.

 

Permintaan-permintaan kita harus dibuat sebaik mungkin di dalam pemerintahan itu sendiri:

 

1. Pemerintah harus bersedia mengakui status Bishop sebagai petugas protokol negara dan bishop harus mempunyai hak utk didengar oleh penguasa.

 

2.Semua menteri yg penting harus diangkat berdasarkan mandat dari orang-orang Kristen.

 

3. ABRI harus selalu dimanuver utk selalu bermusuhan dg Islam dan kita mendapat keuntungan dari keadaan yg demikian.

 

4. Pemuda Kristen sebanyak mungkin harus masuk ke profesi militer.

 

5. Usahakan terus 75% kepala dari departemen-departemen yg ada di pemerintahan harus disusun oleh pejabat ex militer yg beragama Kristen.

 

6. Usahakan terus 75% kepala seluruh agen-agen sipil dan pemerintahan propinsi harus orang Kristen.

 

7. Sebagai orang yg menentukan prinsip tertinggi, semua orang Kristen di pemerintahan baik mentri, gubernur atau yg umum atau prajurit rendahan, harus menurut perintah bishop.

 

8. Orang Kristen harus punya radio transmitter nasional sbg miliknya utk senjata propaganda yg ampuh.

 

9. Di daerah-daerah dimana muslim merupakan mayoritas, harus ada orang Kristen yg diangkat secara konstan utk mengevaluasi kelemahan-kelemahan orang Islam. [ ]

 

----------------------------------------------------------------------------

Catatan penyunting (Lukman Hakiem, pen.):

 

Sesudah Dokumen Rahasia ini dipublikasikan dalam Media Dakwah No.192, Zulqa'idah 1410/Juni 1990, Sekretaris Umum Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja Indonesia, Pdt.Dr.J.M. Pattiasina, mengirimkan surat bantahan. Dalam surat bantahan yg dimuat dalam Media Dakwah No.193, Zulhijjah 1410/Juli 1990 itu, Pattiasina antara lain menyatakan bahwa, "tulisan tersebut baik secara tersurat maupun tersirat sama sekali tidak mengandung kebenaran."

Menjawab bantahan Pattiasina, Media Dakwah menulis sbb :

 

"Naskah yg anda maksudkan, memang kami sadur sepenuhnya dari majalah Crescent International, Toronto, Canada, edisi 16-30 November 1988, halaman 8, tanpa dikurangi apalagi dilebih-lebihkan. Bahwa kami tidak mengecek kepada anda, karena tulisan ini sudah lama sekali beredar di luar negeri, dalam bahasa Inggris dicetak di Canada, disebarluaskan dari London, dan beredar secara internasional termasuk di Asia, Malaysia, sampai Indonesia, tanpa bantahan dari PGI.

 

Adapun tentang kebenaran isi informasi tersebut, tentu kami serahkan sepenuhnya kepada para pembaca utk membandingkannya dg kenyataan yg ada dalam masyarakat. Bagaimana juga, kami berterimakasih atas tanggapan anda."

 

Sumber : http://kristology.tripod.com/indonesia.html (27 Juni 2006)



---------- Pesan terusan ----------
Dari: ajo duta <ajo...@gmail.com>
Tanggal: 15 Desember 2013 20.16
Subjek: Re: [R@ntau-Net] Bagaimana cara menghadapi kegiatan kristenisasi di Sumatera Barat ?-'agama missi (nasrani) hrs dilawan dgn agama dakwah'(Islam)'.
Kepada: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>

fashrid...@gmail.com

unread,
Dec 15, 2013, 9:59:03 AM12/15/13
to Rantaunet, Muchwardi Muchtar
Pak Letjen Muchwardi jo para sanak sa palanta yth:

Dikutip:

"Dunia ini hanya akan damai apabila seluruh dunia berhasil dikristenkan. Inilah yg menjadi tujuan dari kita kaum Kristen."

Sejarah dunia telah membuktikan bhw pada abad ke 20 yll saja terjadi 2 perang dunia: di Eropa antara sesama kristen.

Di Inggeris masih terjadi pertumpahan darah antara kristen anglican (inggeris) dengan kristen katolik (irlandia utara)

Bagaimana?

Padahal skt 2,6 milyar atau hampir 40% penduduk dunia tinggal di Cina dan India. Lalu kenapa Indonesia yg kurang dari 4% penduduk dunia yg jadi target utama?

Terlihat yg menyusun program itu tidak becus

Salam
Fashridjal M. Noor Sidin

L65bdg
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

From: Muchwardi Muchtar <much...@rantaunet.org>
Date: Sun, 15 Dec 2013 21:14:29 +0700
Subject: Fwd: [R@ntau-Net] Bagaimana cara menghadapi kegiatan kristenisasi di Sumatera Barat ?-'agama missi (nasrani) hrs dilawan dgn agama dakwah'(Islam)'.

Muchwardi Muchtar

unread,
Dec 15, 2013, 10:24:35 AM12/15/13
to rant...@googlegroups.com

Ha ha..... Karano awak alah (talongsoang) maota soal agamo, mako kalau alah manyangkuik agamo (akidah), mako wanyo indak ka bisa awak lapehkan dari suduik politik. Di bawah ko, ambo fotokopikan tulisan Dunsanak awak Tubagus Januar Soemawinata dari Banten nan dimuek dalam harian Pelita babarapo ukatu nan lalu. Paliang tidak untuak manjawaok. gili-gili Pak Fashridjal M. Noor Sidin, baa mangko basalero bana Amrik tu manggaduah dan manyeso urang Indonesia samanjak zaman Sukarno sampai hari ko zaman Esbeye? Padohal panduduak nagari zamrud di khatulistiwa ko hanyo < 4% dari panduduak nan manumpang hiduik di ateh bumi nan fana ko?
Biaitu kan, Kanda Fashridjal M. Noor Sidin di Paris Van Java?
He he he......
Salam.....................,
mm***


Setelah Irak, Indonesia Target AS?


Sampai hari kesebelas "perang antara Sekutu denganIrak", belum ada tanda-tanda agresi Amerika Serikat (AS) dan sekutunya terhadap Irak akan berakhir. Sementara pertempuran sengit antara rakyat Irak melawan "sekutu" terus berlangsung di beberapa wilayah Negeri 1001 malam itu. Pertanyaan kita, sampai kapan perang itu berakhir, dan setelah itu siapa yang akan menjadi target penyerangan "sekutu" selanjutnya?


Beberapa pengamat, dan mereka yang pernah tinggal di Bagdad, mengaku ragu bahwa perang itu akan dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Mengingat karakter wilayah dan masyarakat Irak berbeda dengan masyarakat negara lain. Simak saja, mereka nyaris tak acuh, ketika rudal-rudal AS dan Inggris, serta pesawat terbang musuh meraung-raung di angkasa. Bom meledak di sana-sini, bagi masyarakat Irak bukan hal baru yang perlu ditakutkan.


Sehingga, asumsi AS dan sekutunya, bahwa cara tersebut dapat menciutkan nyali masyarakat Irak, meleset jauh. Justeru yang muncul adalah semangat jihad, perlawanan yang sangat gigih, yang tidak hanya dilakukan militer Irak, namun juga dilakukan rakyat sipil, anak-anak dan kaum perempuan. Berdasarkan kenyataan ini, maka sulit bagi kita meramalkan kapan sesungguhnya perang itu dapat berakhir. Sebab meskipun AS dan Inggris mampu memasuki Irak, belum tentu mereka dapat mengakhiri perang secara cepat.


Tidak hanya mengakhiri perang, kita pun ragu, bahwa sesumbar AS dan sekutunya akan mampu menggulingkan Presiden Saddam Hussein dapat tercapai. Mengingat, sampai saat ini, Saddam Hussein tidak hanya dicintai rakyatnya. Ia pun dianggap sebagai pemimpin yang berani menentang "kekejaman" dan "kekejian" AS. Yang perlu kita sadari, sekarang ini telah muncul ketakutan di rakyat Irak, bahwa setelah Saddam digulingkan, negaranya akan dijajah. Itu sebabnya rakyat Irak pasti akan membela pemimpinnya sampai titik darah penghabisan.


Berdasarkan alasan-alasan itulah, pertanyaan kapan perang itu berakhir, makin sulit terjawab. Sebab, selagi Saddam hidup, hampir pasti perlawanan itu akan terus berkorban. Bahkan, andaikan pun pemimpin kharismatik Irak itu terbunuh atau pun tewas oleh serangan "sekutu", belum tentu perang juga akan berakhir. Karena kita sangat yakin, Saddam pasti sudah memperhitungkan kemungkinan semua itu. Ia pasti telah mengkader orang-orangnya untuk menjaga segala kemungkinan. Termasuk kemungkinan penggantian dirinya, jika keadaan ternyata memburuk.


Dari alasan-alasan itu, nampaknya hanya satu kemungkinan saja yang dapat mengakhiri perang. Yakni segera tarik pasukan AS dan Inggris dari Irak, atau dengan kekalahan pasukan sekutu. Tanpa hal itu, rasanya sulit, karena perang yang sekarang terjadi, bukan hanya perang rakyat Irak untuk mempertahankan Kepala Negaranya saja. Namun sudah mengarah kepada perang melawan penjajah, dan juga agama, sebagaimana dikemukakan oleh Pimpinan Tertinggi Ulama Irak, Abdul Karim.


Target selanjutnya


Mengenai target AS selanjutnya--setelah invasi ke Irak--beberapa pengamat mengatakan, kemungkinan Suriah, Iran, atau Korea Utara. Kalau saya beranggapan lain, bisa jadi target selanjutnya dari invasi AS itu adalah Indonesia. Ada beberapa alasan mengapa kita katakan Indonesia akan menjadi target serangan AS, antara lain, Pertama, Indonesia bersama Irak dan Afghanistan dianggap sebagai sarang teroris. Dengan alasan itu--kedua negara--Irak dan Afghanistan, sebagaimana kita ketahui telah diserang dan diduduki AS dan sekutunya.


Kedua, seperti Irak dan Afghanistan, Indonesia memiliki posisi strategis. Jika Afghan memiliki posisi strategis di kawasan Asia Tengah (Asteng), dan Irak memiliki pengaruh cukup besar di Timur Tengah (Timteng). Demikian pula Indonesia, memiliki posisi strategis di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Ketiga, karena masyarakat Indonesia, mayoritas beragama Islam. Kendati perang tersebut dikemukakan AS bukan perang agama, namun kita tidak dapat memungkiri bahwa yang menjadi korban penyerangan itu kebanyakan orang Islam, dan lain sebagainya.


Dengan adanya beberapa persamaan alasan, mungkin saja bahwa target serangan selanjutnya AS dan sekutunya adalah Indonesia. Pertanyaannya adalah apakah serangan ke Indonesia itu dapat dibatalkan? Jawabnya, bisa saja, asalkan Pertama, pemerintah Indonesia tidak "mematikan" sel-sel AS dan sekutunya yang ada di Indonesia. Yang kita maksudkan sel-sel AS itu adalah para politisi, pakar, praktisi dan LSM yang selama ini menyuarakan kepentingan AS.


Kedua, Indonesia mampu menjaga dan mengamankan bisnis AS dan sekutunya di Indonesia, seperti Freeport di Papua (Irian Jaya), Exxon Mobile, di NAD, serta perusahaan-perusahaan lainnya. Ketiga, pemerintah Indonesia tetap tidak berubah, seperti kondisi sekarang. Artinya, secera ideologi Indonesia mampu mempertahankan seperti yang dikehendaki AS dan sekutunya. Keempat, Indonesia mampu menjaga hubungan baiknya dengan negara satelit AS yang kebetulan menjadi tetangga kita. Dan masih ada beberapa alasan lainnya.


Afghanistan dan Irak diserang AS dan sekutunya, disamping karena ketiga alasan di atas. Kedua negera tersebut dianggap bukan mitra bisnis AS, karena untuk minyak Irak lebih suka berbisnis dengan Rusia, Perancis atau pun Jerman. Hal lain yang tidak disukai AS adalah karena keberadaan Irak maupun Afghan dapat mengancam dominasi AS di kawasan itu. Paling tidak, kedua negara itu akan dapat mempengaruhi negara-negara satelit yang selama ini dibina negara adidaya tersebut. Dan kalau ini terjadi, berarti kerugian besar bagi AS.


Ideologi, bisnis dan isu


Pertanyaan terakhir, benarkah setelah persyaratan tersebut kita penuhui, AS tidak akan menyerang Indonesia? Menyerang secara fisik, barangkali tidak akan dilakukan. Namun menyerang secara ideologi, bisnis dan isu pasti ia lakukan. Serangan yang kerap AS lakukan adalah dengan menyebar isu Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN), diktator, otoriter, anti demokrasi, pelanggaran HAM, atheis dan komunis melalui agen-agennya. Korban serangan ini antara lain, Presiden RI "pertama", Ir Soekarno, Presiden HM Soeharto, Presiden KH Abdurahman Wahid (Gus Dur), dan mungkin pemimpin kita lainnya. Mengapa mereka menjadi target serangan isu AS?


Bung Karno dinilai kurang bersahabat dengan AS dan sekutunya. Beliau antara lain pernah mengatakan kepada AS, "Pergilah ke Neraka" (Go to Hell ) AS. Presiden HM Soeharto, pada detik-detik akhir kekuasaannya, tidak lagi mau dibawah pengaruh AS. Beliau lebih cenderung dekat dengan ulama atau umat Islam. Inilah yang tidak disukai AS atau pun sekutunya. Hal yang sama AS lakukan kepada Gus Dur, karena ia pun susah dikendalikan, dan dianggap lebih banyak menyusahkan.


Hal yang sama dilakukan AS di beberapa negara, seperti untuk menjatuhkan pemimpin Uganda yang "muslim" dan dikenal musuh besar Paman Sam, Idi Amin, ia sebut sebagai seorang diktator. Untuk menyingkirkan pemimpin-pemimpin Iran yang tidak disukai, isu yang dihembuskan selain diktator dan otoriter, melanggar HAM, AS mengatakan mereka para fundamentalis. Sedang untuk memojokkan pemimpin dan bangsa Korea Utara, atau pun Rusia, AS menyerangnya dengan isu pelanggaran demokrasi dan komunis.


Hal yang sama ia lakukan--melalui agen-agennya di Indonesia--untuk menjatuhkan para pemimpin kita. AS takut, kalau Bung Karno dibiarkan lama memimpin Indonesia, kekuasaan mereka atas kawasan Nusantara bisa runtuh. Hal yang sama, ketika Pak Harto dan Golkar mendapatkan suara mayoritas. Ini bahaya buat kepentingan AS, karenanya Pak Harto pun harus dilengserkan. Demikian pula Gus Dur, karena dianggap susah diatur, ia pun mengalami hal serupa. Ketiganya sama, dengan isu diktator, KKN, otoriter dan sebagainya.


Oleh karena itu, kita berharap munculnya kesadaran bersama. Sebab untuk melawan AS dan sekutunya, tidak cukup dilawan secara perorangan. Namun harus dilawan secara kelompok, selain perlunya kita memobilisasi rakyat secara terpadu, dan mendekatkan militer dengan masyarakat. Kita pun perlu terus meningkatkan pentingnya pemahaman berbangsa dan bernegara. Untuk ini, kita perlu mewaspadai munculnya berbagai macam peraturan maupun perundangan yang bertolak belakang dengan harapan kita. Sebab selain isu yang dilontarkan secara vulgar, sering pengaruh mereka menyusup melalui kebijakan.


Ada beberapa hal yang perlu kita kaji ulang dan renungkan, antara lain mengapa amandemen UUD'45 itu ada? Mengapa UU No 22/1999 tentang Pemerintahan Daerah atau yang lebih dikenal sebagai UU tentang Otonomi Daerah (Otda) itu diciptakan, berikut UU No 25/1999 tentang Perimbangan Keuangan Pemerintah Pusat-Daerah? Padahal kita tahu, amandemen UUD '45 itu sepertinya telah mengoyak jati diri bangsa. Juga keberadaan UU No 22/1999 dan UU No 25/1999, sejatinya cenderung memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Masalah-masalah inilah ke depan yang perlu kita waspadai. (Drs Tubagus Januar Soemawinata MM, pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta, dan tokoh masyarakat Banten).


---------- Pesan terusan ----------
Dari: <fashrid...@gmail.com>
Tanggal: 15 Desember 2013 21.59
Subjek: Re: Fwd: [R@ntau-Net] Bagaimana cara menghadapi kegiatan kristenisasi di Sumatera Barat ?-'agama missi (nasrani) hrs dilawan dgn agama dakwah'(Islam)'.
Kepada: Rantaunet <rant...@googlegroups.com>
Cc: Muchwardi Muchtar <much...@rantaunet.org>

ajoduta

unread,
Dec 15, 2013, 10:57:01 AM12/15/13
to rant...@googlegroups.com

Dinda mm, ibaraik main catur, lawan awak alah siap jo langkah mengepung pertahanan awak. Lantas apo langkah antisipasi awak? Kalau awak mambabi buto sajo, alamat skak-maat awak. Hiduik adolah permainan catur. Langkah harus terukur. Kalau indak lanyau awak.

Baa tu dinda mm, bacatua awak?

Sent from my T-Mobile 4G LTE Device

Muchwardi Muchtar

unread,
Dec 15, 2013, 4:19:46 PM12/15/13
to rant...@googlegroups.com
Main catua?
Salah satu "pangisi ukatu" manjalang "masuaknyo ukatu sumbayang limo ukatu", ambo Oke  oke sajo JoDut.

Tapi......., baa nyano awak. Kutiko awak ka mamulai malangkah, ambo liek dari salapan bidak (pion)  nan ---tadinyo tasadio--- alah duo nan alah hilang. Taruih, ambo pareso pulo 'benteang' (nan hanyo buliah mandudu atu mundur ka muko ka balakang atau ka suok kida basarato 'loper' nan buliah main di lini diagonal taruih, alah sompeang-sompeang dek acok dipakai main (indak panah diganti atau didempul dek nan punyo catua.

Tingga rajo jo perdana mantari nan ambo punyo, hanyo tapalongok taakuak-akuak manunggu musuah ambo di muko mangecekan "skak mat".

Antahlah.................., antahlah.......JoDut.
Salamo ko awak hanyo bisa main domino, nan pandai maetong karatu lawan di suok kida, tapi  (awak banyak) indak panah mangarati (dan indak sadar) untuak bamain catua nan sabananyo sasuai jo strategi nan bisa manang.....?

Yeakh......................................

Salam"walashri" (QS 103 : 1-4) dari Bekasi.............................,
mm***

---------- Pesan terusan ----------
Dari: ajoduta <ajo...@gmail.com>
Tanggal: 15 Desember 2013 22.57
Subjek: RE: Fwd: [R@ntau-Net] Bagaimana cara menghadapi kegiatan kristenisasi di Sumatera Barat ?-'agama missi (nasrani) hrs dilawan dgn agama dakwah'(Islam)'.
Kepada: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>

Dr. Saafroedin Bahar

unread,
Dec 15, 2013, 4:45:35 PM12/15/13
to rant...@googlegroups.com, rant...@googlegroups.com
Para sanak sapalanta, rasonyo bahan ttg kristenisasi ko alah cukuik, baiak tantang rencana mereka maupun tantang kegiatan nan alah mereka lakukan. Baa kok kito mulai baiyo bana mahadokinyo, jo menyusun kebijakan , strategi , sistem, dan program, baiak utk jangka pendek, jangka manangah, dan jangka panjang? Aratinyo, kito pindah dari pengamat jadi pegiat. Rasonyo indak cukuik lagi kito maagiah komentar-komentar sajo.

Wassalam ,
SB, 77, Jkt.

Sent from my iPad

Zubir Amin

unread,
Dec 15, 2013, 6:19:06 PM12/15/13
to RantauNet Group
Satuju Da.Mari kita mulai mi nimal dari kita masing2 dulu dgn menggiatkan kembali cara berdakwah kpd pihak luar khususnya kpd penginjil nn menggranyangi rumah tangga kita pd saat kita(kaum pria) sdh meninggalkan rmh.
Secara terorganisir(bersama) minimal di Palanta ini,JB akan ikut planning nn Uda Sjaaf sampaikan!Semoga menjadi kenyataan!
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: "Dr. Saafroedin Bahar" <saafroed...@rantaunet.org>
Sender: rant...@googlegroups.com
Date: Mon, 16 Dec 2013 04:45:35
To: rant...@googlegroups.com<rant...@googlegroups.com>
Reply-To: rant...@googlegroups.com
Cc: rant...@googlegroups.com<rant...@googlegroups.com>
Subject: Re: [R@ntau-Net] Bagaimana cara menghadapi kegiatan kristenisasi di
Sumatera Barat ?

Hanifah Damanhuri

unread,
Dec 15, 2013, 9:36:12 PM12/15/13
to rantaunet
Main catua
Pamaianan urang nan suko bapikia
Tujuan samo
Mambunuah rajo lawan

Bagitu langkah partamo dibukak
Mulailah diparetongkan
Kama arah nan dituju lawan
Ado duo pilihan
Manyarang atau batahan
Dalam batahan mungkin ado korban jatuah
Dalam manyarang mungkin ado nan dikorbankan
Bilo paralu mantari nan bisa kama pai diumpan
Bunuah lawan jo kudo hitam
Nah kok dapek lawan tangguah
Amtah kapabilo main salasai
Habihlah wakatu
Mako lupolah paringatan Allah
Demi masa....

Para ahli strategi
Tantu santiang pulo bamain catua
Tapi sabana di dunia nyata
Nan baambisi maubah dunia
Kadang saolah sapamikiran
Tau-tau barado dipihak lawan
Kadang mulono beda pamikiran
Kudian icak-icak sapamikiran
Bilo talengah lawan
Bilo ado kasempatan
Skak mat katono
antahlah antah  iyo antah indak

Salam



Hanifah


Muchwardi Muchtar

unread,
Dec 17, 2013, 3:00:16 PM12/17/13
to rant...@googlegroups.com


---------- Pesan terusan ----------
Dari: Hanifah Damanhuri <ifa...@gmail.com>
Tanggal: 16 Desember 2013 09.36
Subjek: Re: Fwd: [R@ntau-Net] Bagaimana cara menghadapi kegiatan kristenisasi di Sumatera Barat ?-'agama missi (nasrani) hrs dilawan dgn agama dakwah'(Islam)'.
Kepada: rantaunet <rant...@googlegroups.com>
35D.gif
338.gif
B09.gif
B56.gif
360.gif

Dr. Saafroedin Bahar

unread,
Dec 17, 2013, 5:51:12 PM12/17/13
to rant...@googlegroups.com, rant...@googlegroups.com
Bung mm***, apa artinya tanda-tanda yang Bung posting ini ?

Wassalam ,
SB, 77, Sby. 

Sent from my iPad

On 18 Des 2013, at 03.00, Muchwardi Muchtar <much...@rantaunet.org> wrote:

<35D.gif><360.gif><338.gif><B56.gif><B09.gif>

Muchwardi Muchtar

unread,
Dec 17, 2013, 9:40:56 PM12/17/13
to rant...@googlegroups.com
Bakonco (palangkin), gangguan Si Langkaneh suok kida, kamudian dapek inspirasi, dan tindak lanjutnyo APO?????????????????????????????????????????
(apokoh baliak ka lagu urang awak salamo ko? Kalau kaindak NATO (No Actions Talk Only), atau biasonyo OMDO (OMong DOang)

Salam dan maaf...................,
mm***


---------- Pesan terusan ----------

Dari: Dr. Saafroedin Bahar <saafroed...@rantaunet.org>
Tanggal: 18 Desember 2013 05.51

Subjek: Re: [R@ntau-Net] Bagaimana cara menghadapi kegiatan kristenisasi di Sumatera Barat ?-'agama missi (nasrani) hrs dilawan dgn agama dakwah'(Islam)'.
Kepada: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>

Dr. Saafroedin Bahar

unread,
Dec 18, 2013, 5:29:49 AM12/18/13
to rant...@googlegroups.com, rant...@googlegroups.com
Mancameeh tantu gampang, Bung mm***.

Sent from my iPad

Asmardi Arbi

unread,
Dec 31, 2013, 7:52:07 PM12/31/13
to rant...@googlegroups.com
Kanda Saaf benar sekali apa yang disampaikan dan setuju sekali dengan ide Islamisasi disamping upaya menolak kristenisasi.  Tetapi tentu didahului dengan Islamisasi orang Islam yang belum kaffah. Untuk Sumbar khususnya upaya implementasi ABS-SBK perlu segera dimulai karena  itu Identitas Suku Bangsa Minangkabau dan punya dasar hukum yang kuat serta bernilai strategis..

Mengimplementasikan ABS-SBK dalam kehidupan masyarakat Minangkabau mengandung makna meng Islamkan orang Minang yang sudah jauh dari nilai agama Islam sehingga menegakkan bulu kuduk kita melihat kenyataan sehari2.. Semua pihak yang sudah memahami harus ikut berperan aktif sesuai kemampuannya. Sebagai contoh ,saya sudah banyak mengirimkan Buku Pedoman Pengamalan ABS-SBK  termasuk soft copy yang dikirim oleh RantauNet kepada sanak2 yang belum pernah baca karena belum tahu keberadaannya dan sangat berminat untuk membacanya.  

Wassalam,
AA/010114



On 14/12/2013 22:22, Muchwardi Muchtar wrote:
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages