
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti berlan...@googlegroups.com .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
Sato sneak Sanak Palanta RN.
Kami penggiat musajik di Tangsel io galinggaman bana ka Kelompok "Lagi2 Indonesia Punya Oee" dek karano ka manjadikan Tangsel pusek Murtadin.
Apo indak dipindahkannyo pulo beko pusek Murtadin tu karanah. Paralu karajo kareh Ulama ranah liak.
Darwin Chalidi
Io salah ambo sangenek
Darwin Chalidi
--
Alhamdulillah..Sbg urang rantau, tantu kito maraso sanang dgn berita mode ko...Ado bantuan percepatan pembangunan di kampuang kito...Namun waspada tetap harus ado, kalau ndak ingin disabuik baburuak sangko...Mudah-an iko murni sosial dan indak diikuti dek tujuan terselubung dibidang agamo...Bukankah minang adolah salah satu target kristenisasi utamo...?Jangan sampai akidah tagadai dek karano hadiah...Bapak-bapak di Pemko/pemprov, mudah-mudahan tetap jeli untuak hal iko......jangan sampai sarupo mode bantuan gampo nan lalu, nan manuruik bbrp berita, disusupi penyebaran injil dan pembaptisan rang kampuang...Salam dan Terima Kasih,Dedi Suryadi
Hari-hari ini, ummat Kristiani sedang melaksanakan hajatan besar. Tepatnya tanggal 27 Juli hingga 16 Agustus 2004 lalu. Nama acaranya adalah Summer Mission 2004 (Misi Musim Panas 2004).
Seperti tertulis di situs World Harvest Global (www.worldharvest.cc), hajatan ini sesungguhnya adalah misi kristenisasi yang dikemas dalam konser musik, pesta pantai, dan berbagai program pelatihan misi. Di Indonesia, “para gembala” akan menyerbu sejumlah kota besar di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Papua.
Rencananya, rombongan misionaris akan berangkat dari Los Angeles (Amerika Serikat), tanggal 25 Juli 2004. Mereka mula-mula singgah di Pekanbaru (Riau) dan beberapa daerah sekitarnya, selama tiga hari. Kemudian menuju Mentawai (Sumatera Barat) selama dua hari, lalu kembali Pekanbaru.
Selanjutnya rombongan bertolak ke Kupang (Nusa Tenggara Timur). Acara di sini direncanakan berlangsung tiga hari. Kota tujuan lainnya adalah Soe, sekitar 11 km arah timur kota Kupang. Setelah itu, balik ke arah barat, tepatnya ke Sumba (Nusa Tenggara Barat). Acaranya cuma 2 hari.
Giliran berikutnya adalah ‘serangan’ ke Jakarta. Salah satu acara yang akan digelar adalah Harvest Festival, yang digelar 10-13 Agustus 2004.
Tanggal 11-13 Agustus 2004 digelar seminar kepemimpinan. Beberapa pembicaranya adalah publik figur, salah satunya Theo F Toemion (tokoh PDI Perjuangan yang kini menjabat Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM).
Pada tanggal 10 Agustus 2004 diselenggarakan Extravagant Worship. Sebuah acara hiburan yang menampilkan 40-an artis top dan grup musik ternama, seperti Harvey Malaiholo, Ria Warna, Joseph S Djafar, Christopher Abimanyu, Viona Paays, Bobby One Way, Lea Simandjuntak, dan Trinity Singer.
Tak kalah hebohnya adalah pesta Youth Explosion pada 12 Agustus 2004 pukul 19.00. Acara ini melibatkan 1.200 anak muda, bertempat di Lippo Karawaci. Juga menampilkan artis-artis top beragama Nasrani yang biasa tampil di MTV. “Itu semua dipersembahkan kepada Yesus! Berpakaianlah dengan keren dan gaul! Ajak temanmu, datang lebih awal, dan jangan lewatkan Party at the Dome 2: Youth Explosion!!!”
Usai menggarap Jakarta, rombongan bertolak ke Semarang dan Surabaya (13-14 Agustus 2004). Nama acara di dua kota ini cukup menyeramkan: Crusade (Perang Salib).
Terakhir, mereka kembali mengguncang Jakarta dengan konser untuk menggaet kalangan muda. Esoknya, tanggal 16 Agustus, misi mereka berakhir dengan penutupan. Tidak dijelaskan kapan mereka kembali ke AS.
Dalam seruan kepada komunitasnya, mereka mengumbar target akan menawarkan kesegaran baru pada dunia: “Kita ingin mentransformasikan paradigma baru bagaimana kita melihat manusia, dan cara manusia melihat Tuhan!” Di setiap tempat, mereka akan mengguncang warga sekitar dengan doa bersama 100-130 ribu jemaat.
Namanya saja proyek besar, tentu harus di-back up oleh dana dan orang besar pula. Orang besar itu adalah James T Riady, konglomerat yang kini jadi komandan Lippo Group . Apa saja yang dilakukannya? Simak saja tulisan ini sampai tuntas.
Tidak banyak orang yang tahu tentang rencana-rencana besar itu. Ustadz Mansyur Sahid, seorang aktivis dakwah di Kupang (NTT) misalnya, mengaku tak tahu ada rencana itu.
Buya Mas’oed Abidin, Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Sumatera Barat, juga mengatakan hal senada. “Oleh karena itu, mari kita bersama-sama menghadapi kristenisasi, secara cerdas. Kita juga memerlukan semacam pusat informasi kristenisasi, agar kegiatan-kegiatan semacam itu bisa kita monitor,“ kata penulis buku Islam dalam Pelukan Muhtadin Mentawai ini.* (Ahmad Damanik, Dedi Junaedi/Hidayatullah)
Berkoalisi dengan Pat Robertson, pimpinan Koalisi Kristen dan jaringan televisi misionaris terbesar di dunia proyek besar James T Riady akan membuat TV misionaris yang segera mengudara di Indonesia
Proyek Mega-Kristenisasi James T Riady tentu bukan sebuah pekerjaan main-main. Perlu didukung dana dan jaringan yang luar biasa. Urusan dana, tak jadi kendala. Keluarga Riady adalah pengendali bisnis raksasa yang bergerak di bidang perbankan, TV kabel, telepon selular, online shopping, jasa teknologi informasi, perkantoran, dan sederetan bidang lainnya. Konon total asetnya mencapai USD 12 milyar.
CahayaTV —atau apapun namanya— bakal tampil menjadi andalan proyek misionaris dengan target ratusan juta warga berbahasa Indonesia dan Melayu. Ini akan bersinergi dengan proyek-proyek James T Riady sebelumnya, seperti pembangunan sekolah-sekolah Kristen di daerah miskin dan terpencil. Melalui Harvest International Curriculum (HIC), mereka sedang menyiapkan 200 ribu pastor dan pekerja misionaris yang siap bergerilya memurtadkan jutaan Muslim Indonesia.
Namun dana besar saja tidak cukup. Perlu digerakkan oleh ‘mesin’ yang taktis dan berjaringan luas. Karena itulah James T Riady menggandeng World Harvest Global (WHG) dan American Institute for Maghrib Studies (AIMS) untuk menyukseskan proyeknya.
WHG adalah pusat misionaris dunia yang bermarkas di California, AS. Berdiri tahun 1989 sebagai bagian dari program Koalisi Kristen yang dirintis evangelis terkenal, Pat Robertson. Cabangnya sudah bertebaran di banyak negara antara lain Jepang, Malaysia, Indonesia Jerman, dan Belanda.
Di Indonesia, markas WHG ada di Lippo Karawaci. Motor penggeraknya adalah sang boss Lippo Group, James T Riady. Tetapi namanya agak berbeda, yaitu World Harvest Center (WHC). Aktivitas sehari-harinya dikomandani oleh pendeta Dr Jimmy Oentoro.
Sedangkan AIMS adalah lembaga studi pemikiran dan kebudayaan Yahudi di AS. Institusi ini merupakan mitra utama Christian Coalition (Koalisi Kristen).
Hadirnya WHC di Indonesia tak lepas dari eratnya persahabatan spiritual antara James T Riady dan pendeta Pat Robertson. Konon mereka mulai saling kenal tatkala keduanya terlibat dalam “misi khusus” tim sukses Presiden AS. Mula-mula era George Bush Sr, kemudian Bill Clinton, dan akhirnya George W Bush. Selain aktif sebagai tele-evangelis di Christian Broadcasting Network (CBN) dan Christian Coalition, Pat Robertson memang menjadi tim inti kampanye kepresidenan keluarga George Bush.
Keluarga Riady pernah bikin heboh karena terlibat skandal keuangan dalam kampanye presiden Bill Clinton (1992). Saat itu, Pat Robertson tampil sebagai saksi meringankan keluarga Riady. Pada program “The 700 Club” di CBN, dia berkata, “James Riady dan ayahnya (Mokhtar Riady, red) adalah teman karib saya. Keduanya telah lahir kembali dalam Kristen. James telah menyatakan keinginannya menjadi pastor dan misionaris. Orang Asia perlu diberi kesempatan berpartisipasi sebagai pegawai Tuhan.”
Keterlibatan James dalam misi Kristen diakui sebagai bagian dari pertaubatannya. James juga menyebut Pat Robertson sebagai orang yang telah menyadarkannya kembali ke ‘jalan terang’. “Dialah guru spiritual saya,” ucap putra mahkota raja bisnis Lippo Group, Mochtar Riady ini.
Tampaknya hubungan Pat Robertson dengan keluarga Riady memang sangat dekat. Tahun 2002, dalam menyukseskan Proyek Misi 2002, Pat Robertson datang ke WHC di Lippo Karawaci Tangerang.
Persahabatan kedua ‘gembala’ itu juga merambah dunia bisnis serta berbagai proyek dan agenda misi Kristen global. Keduanya melihat Indonesia bisa menjadi salah satu pusat misi Kristen yang prospektif. Maka, berdirilah WHC di kawasan bisnis Lippo beserta sejumlah sarana penunjangnya. Ada lembaga pendidikan, seminari, rumah sakit, rumah produksi (production house), dan lembaga misi berkedok sosial lainnya.
Sejak tahun 1998, James dan Pat secara khusus berkongsi mengembangkan International Family Entertainment (IFE) dengan investasi USD 10 juta. IFE bersama Lippo Group dan Malayan United Industries Bhd kemudian membeli 80% saham Chinese Entertainment Broadcast Ltd yang mengelola jasa layanan TV satelit 24 jam. Stasiun TV misionaris itu punya target menyergap 1,25 milyar audiens berbahasa Mandarin dan Melayu di kawasan Asia Pasifik.
Saat ini, keduanya sedang merancang sebuah televisi misionaris di Indonesia. Namanya belum pasti. Kabarnya, CahayaTV, Gospel Overseas TV, atau HarvestTV. Kru televisi itu kini tengah belajar dan magang di CBN, jaringan televisi misonaris terbesar di AS (mungkin juga dunia) yang didirikan oleh Pat Robertson.
CahayaTV —atau apapun namanya— bakal tampil menjadi andalan proyek misionaris dengan target ratusan juta warga berbahasa Indonesia dan Melayu. Ini akan bersinergi dengan proyek-proyek James T Riady sebelumnya, seperti pembangunan sekolah-sekolah Kristen di daerah miskin dan terpencil. Melalui Harvest International Curriculum (HIC), mereka sedang menyiapkan 200 ribu pastor dan pekerja misionaris yang siap bergerilya memurtadkan jutaan Muslim Indonesia.
Tentang tekad James Riady untuk tampil all-out dalam gerakan kristenisasi, pernah dipaparkannya dalam wawancara dengan majalah Fortune pada 23 Juli 2001. James akan berkonsentrasi mengembangkan sekolahnya yang mewah di kawasan bisnis Lippo, serta proyek besar industri media. Dia juga akan membuka 1.000 sekolah Kristen di desa-desa miskin di seluruh Indonesia. James juga memaparkan bagaimana dia bersama Pat Robertson terobsesi untuk membuka jaringan Kristen di Indonesia dengan WHC sebagai markas utamanya.* (Hidayatullah, edisi bulan Agustus 2004)
Kristenisasi makin gencar. Komentar Anda?
Negeri Barat memiliki misi yang disebut neo-imperialisme secara sembunyi-sembunyi. Mereka punya misi triple G, yaitu gold, gospel, dan glory. Tetapi sekarang hanya melakukan gospel (agama) saja. Seperti pernah diberitakan Majalah Time dan dikutip Harian Republika, Barat telah mengirim 27 ribu Evangelis ke Indonesia. Mereka menyebarkan agama dengan kedok bisnis, lembaga donor, dan konsultasi. Di Indonesia, kelompok yang masuk dalam kategori ini adalah Lippo Group pimpinan James T Riady, dan jaringan bisnis Ciputra.
Apa saja bentuk gerakan mereka?
Berupa bantuan kemanusiaan, pendidikan, dan dana amal. Juga membuat proyek media seperti Radio Pelita Kasih dan Televisi CBN (Cahaya Bagi Negeri) yang membangun kerjasama dengan stasiun televisi yang sudah ada. Program atau proyek ini berpusat di Lippo Cikarang di bawah naungan Gospel Overseas (GO). Bidang kesehatan juga digarap, salah satunya mendirikan RS Siloam Gleneagles di kawasan Lippo yang sering menyediakan pelayanan doa bagi pasien, termasuk pasien yang beragama Islam.
Kenapa markas mereka di kawasan pinggiran, bukan di ibukota Jakarta misalnya?
Menurut pengakuan aktivis mereka yang sudah masuk Islam, mereka menggunakan metode rinyuh atau rayap. Maksudnya, menyerupai gerakan rayap yang selalu melahap kayu dari pinggirnya, baru ke tengah. Seperti pepatah makan bubur panas, mulai dari pinggir lalu ke tengah, lama-lama ‘kan habis juga.
Apa yang harus dilakukan kaum Muslimin?
Ini adalah warning (peringatan) bagi ummat Islam. Kristenisasi bukanlah sebuah isu melainkan realitas yang harus dihadapi. Ummat Islam harus waspada dan hati-hati. Yang lebih penting, umat Islam harus siap berkompetisi dengan kaum Kristiani. Jangan malah bersikap reaksioner.
Berkompetisi bagaimana?
Kalau kita ingin menghadang musuh, maka kita harus tahu strategi musuh. Mereka menguasai media massa, baik cetak atau elektronik, maka ummat Islam harus bisa menguasai jalur yang sama. Tentunya ini butuh dukungan semua pihak. Marilah semua elemen ummat ini berkerjasama, bukan cuma sama-sama kerja.
Kita berharap para aghniya (orang kaya) mau bersama-sama membetengi ummat dari pemurtadan. Bila secara formal mereka tak bisa menjadi da’i, cukuplah bila mereka membantu dana. Kita juga harus menggiatkan pembinaan untuk memperkuat aqidah ummat. Dalam waktu yang sama, kita juga harus melakukan perlawanan. Jika selama ini para penginjil sudah berani mendatangi rumah-rumah orang Muslim, maka sekarang kitalah yang mendatangi mereka.* (Ahmad Dani, Ahmad Damanik/Hidayatullah)
Beberapa lokasi di kawasan bisnis Lippo ditengarai jadi markas kristenisasi. Apa indikasinya?
Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, citra Kota Tangerang (Banten) sebagai kota pinggiran berubah drastis. Bukan lagi sekadar kota tempat menampung limbah pabrik atau masyarakat yang mencari nafkah di Jakarta, Tangerang kini layak mendapat sebutan sentra bisnis baru.
Tangerang berubah terutama sejak tahun 1992, saat Lippo Karawaci membangun kawasan bisnis di sekitar pintu masuk kota, tepatnya berada di pinggir jalan tol Jakarta-Merak, atau di pintu keluar tol Tangerang.
Siapapun yang melewati jalan tol, pasti bisa melihat kawasan ini dengan jelas, gedung-gedung menjulang tinggi, megah, dan mewah. Di kawasan Tangerang, tak ada gedung-gedung bertingkat tinggi kecuali di kawasan ini. Tak heran, masyarakat Tangerang cukup bangga dengan keberadaan Lippo Karawaci.
Kawasan bisnis Lippo bagaikan magnet. Orang-orang dari luar Tangerang, seperti Serang, bahkan Jakarta, berbondong-bondong ke sini. Promosi Lippo Karawaci memang sangat gencar, baik di media cetak maupun elektronik, sehingga mempesona banyak pihak.
Wajar saja, sebab semua fasilitas kesenangan dunia ada di sini. Mulai dari perumahan, hotel, pasar swalayan, tempat hiburan, sekolah, sampai rumah sakit. Juga terdapat gedung-gedung perkantoran, salah satunya menara menjulang bertuliskan Lippo Bank. Semua fasilitas bertaraf internasional.
Ada rumah sakit yang sangat mewah di sini, namanya International Siloam Gleneagles. Juga sekolah prestisius mulai dari tingkat kelompok bermain sampai perguruan tinggi. Sekolah-sekolah itu bernama Sekolah Dian Harapan (SDH), Sekolah Pelita Harapan (SPH), dan Universitas Pelita Harapan (UPH).
Kalau mau belanja, tersedia Mall Lippo Karawaci. Luasnya dua kali lapangan sepak bola. Semua kebutuhan rumah tangga, sandang, dan pangan, tersedia di pertokoan ini.
Pada bulan Mei 1998, ketika kerusuhan melanda Jakarta dan beberapa kota besar di Indonesia, Lippo Karawaci tak luput dari serangan massa. Beberapa lokasi terbakar. Hebat, beberapa saat kemudian, langsung berdiri Markas Komando Resort Militer (Koramil) di dekatnya. Aman.
Tepat di samping markas, ada landasan helikopter. Menurut keterangan salah seorang anggota satuan pengaman (satpam) penjaga landasan, hampir setiap hari James terbang dengan helinya. “Tujuan bos, kalau tidak pulang ke rumah, biasanya ke Cikarang,” kata satpam yang tak bersedia disebut identitasnya itu.
Cikarang yang dimaksud adalah kawasan yang serupa dengan sentra bisnis Lippo Karawaci. Letaknya di kawasan Bekasi (Jawa Barat). Namanya Lippo Cikarang.
Ternyata ada misi lain yang tak disadari banyak orang, di balik megahnya imperium bisnis Lippo di Tangerang dan Bekasi. Hal itu dikatakan Abu Deedat Syihab, kristolog dari Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan (Fakta). Abu Deedat menyebutnya sebagai misi neo-imperialisme (lihat wawancara dengan Abu Deedat). Lebih spesifiknya, ada misi besar agama Kristen yang diusung di baliknya. Komandannya siapa lagi kalau bukan James T Riady.
Sinyalemen Abu Deedat tampaknya bukan isapan jempol. Kota yang namanya dikenal dimana-mana itu memang menyimpan sejuta rahasia.
Lembaga ini didirikan tahun 1993 melalui Yayasan Universitas Pelita Harapan. Mulai beroperasi pada bulan Mei 1994. Jumlah mahasiswa awalnya 250 orang.
Kampus ini mengalami perkembangan pesat. Menurut penjelasan dalam brosurnya, saat ini jumlah mahasiswa UPH ada 5.000-an orang. Fasilitas kuliahnya juga terus meningkat. Universitas yang menyatakan diri sebagai Digital Campus ini dipimpin seorang rektor bernama Johannes Oentoro, PhD.
Situasi perkuliahan tak banyak berbeda dengan kampus lainnya. Hanya saja, bila diperhatikan secara seksama, jumlah mahasiswa keturunan Tionghoa jauh lebih banyak dibanding pribumi.
Mahasiswa yang beragama Islam ada juga di kampus ini. Beberapa di antaranya lulusan dari SMU Taruna Nusantara Magelang, sebuah sekolah unggulan yang pendidikannya ala militer. Mereka sempat membentuk Kerohanian Islam (Rohis) sendiri. Tetapi kegiatannya tak berjalan dengan baik.
Sebuah harakah pernah mencoba masuk ke UPH. Sayang, sekarang tak menggeliat lagi. Penyebabnya, aktivis yang menggerakkannya sudah banyak yang lulus, atau drop out tak kuat membayar biaya kuliah yang setinggi langit.
Menurut Abdul Ghoni, seorang aktivis harakah yang pernah berjuang mensyiarkan Islam di Lippo Karawaci, saat ini masih banyak mahasiswa Muslim di UPH. Mereka bisa tetap kuliah karena mendapat fasilitas beasiswa. “Bila beasiswa diputus, kuliah pun berhenti,” kata Ghoni.
Kesan bahwa kampus ini membawa misi Kristen langsung terasa di pintu masuk. Ada sebuah tulisan mencolok berbunyi, “If You Told To My Teaching, You Are Really My Diciplines, Then You Will Know The Truth And The Truth Will Set You Free. (Johannes 8: 31-32).”
Di lantai tiga gedung UPH, terdapat Harvest International Theological Seminary (HITS) atau Sekolah Tinggi Teologi Internasional Harvest. Ini adalah sebuah lembaga yang berada di bawah naungan World Harvest Center (WHC).
Seperti tertulis dalam brosurnya, HITS mempunyai misi: Preparing a skillful, Godly character and have high dedication for impacting community and churches in 21st century. Artinya: mempersiapkan sumber daya manusia siap guna, berkarakter ketuhanan, dan punya dedikasi tinggi untuk mempengaruhi masyarakat dan gereja di abad ke-21.
Lokasinya di ujung perumahan Lippo Karawaci, berbatasan dengan kampung Binong, Legok Tangerang. Gedung berlantai 5 ini sangat mudah dikenali sebagai tempat para ‘gembala’. Ada lonceng besar yang terletak di atas menara, yang arsitekturnya menyerupai gereja. Aktivitas di gedung ini dikomandani oleh seorang pendeta bernama DR Jimmy Oentoro.
WHC memiliki beberapa sub-organisasi, yakni HITS, Harvest Community Development (HCD), Fokus Pada Keluarga (FPK), Harvest Media Center (HCM), dan Harvest Praise Ministry (HPM). Semua berkantor di kompleks gedung ini. Sementara kantor WHC sendiri berada di sebelah kanan bangunan, persis bersebelahan dengan Toko Buku Harvest. Di sini pula HCD bermarkas.
HCD adalah lembaga sosial kemasyarakatan yang mengemban misi meningkatkan taraf hidup masyarakat. Salah satu programnya bernama Education Program (Program Pendidikan), yang bercita-cita mengadopsi satu milyar anak Indonesia untuk menyelamatkan bangsa. Bentuknya bisa berupa pemberian bantuan biaya pendidikan kepada anak-anak kurang mampu, pengajaran nilai-nilai positif, moral, dan meningkatkan kualitas diri melalui program kesehatan yang bernutrisi.
Salah satu program yang telah digulirkan adalah Prosip (Program Siswa Peduli). Pada tahun ajaran 1997/1998 program ini memberikan bantuan beasiswa kepada 33 murid dan 16 guru dari Sekolah Yayasan Sri Urni yang berdiri sejak 1975. Sekolah ini berada di Muara Baru, Cilincing (Jakarta Utara).
Saat itu, sekolah Sri Urni nyaris gulung tikar. Pemiliknya bernama Bawan, berasal dari Tana Toraja (Sulawesi Selatan). Pada saat mendapat guyuran beasiswa dari Prosip, sekolah ini memiliki murid 453 orang. Anehnya, 50 persen muridnya bukanlah anak-anak Kristen, melainkan beragama Islam.
Sebagaimana lembaga pendidikan Kristen pada umumnya, sekolah Sri Urni banyak menyelenggarakan acara ritual keagamaan. Namanya Kelompok Tumbuh Bersama (KTB), yaitu persekutuan khusus murid-murid tiap hari Jumat, dan kebaktian umum setiap hari Minggu.
Program lainnya adalah Health Program (Program Kesehatan). Kegiatannya berupa penyediaan obat-obatan, tenaga medis, air bersih, dan lain-lain, untuk masyarakat di pedesaan.
Ada lagi program penyediaan makanan bergizi kepada rakyat miskin dan masyarakat daerah konflik. Yang ini diberi nama Feeding Program (Program Pemberian Makanan).
Keempat, Job Creation Program (Program Penciptaan Lapangan Kerja), yaitu mengembangkan jiwa kewirausahaan melalui penumbuhan semangat entrepreneurship dan penyelenggaraan pelatihan tenaga kerja.
WHC beralamat di Jl Gunung Rinjani No 6 Taman Himalaya, Lippo Karawaci, 15811. Satu kompleks dengan Sekolah Dian Harapan. Sekolah ini diperuntukkan bagi masyarakat kelas menengah. Sasaran utamanya adalah kampung atau komunitas yang berada di sekitar Lippo Karawaci.
Sekolah Dian Harapan terdiri atas SD hingga SMU. Fasilitas belajarnya lengkap, berstandar internasional. Tak jauh berbeda dengan Sekolah Pelita Harapan, dalam tingkatan yang sama, namun khusus bagi masyarakat kelas atas alias kaya raya.
Menurut penyelidikan tim dari Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan (Fakta), Institute Haga Indonesia (IHI) merupakan tempat pengkaderan para pemimpin gereja tingkat Asia Pasifik. Institusi ini mendapat dukungan dari Group Lippo dan berada di kawasan Lippo Cikarang.
Tidak mudah memastikan keberadaan IHI. Satpam atau pegawai di Lippo Cikarang kalau ditanya tentang lembaga itu, jawabannya hampir senada, “Pernah mendengarnya, hanya saja lupa di mana tempatnya.”
Seorang satpam di Gedung Menara Pasifik, sempat berpikir sejenak ketika ditanya perihal IHI. Dia lantas menunjuk sebuah lokasi di Lippo atas, dekat Perumahan Beverly. Begitu Hidayatullah mendatangi tempat yang dimaksud, satpam yang lain menunjuk sebuah gedung bernama Cahaya Bagi Negeri (CBN). Satpam itu memberi nasihat, “Di sana itu tempat kristenisasi. Kalau Anda nggak mau dibaptis, mendingan jangan ke sana.”
Gedung CBN itu, letaknya agak tersembunyi. Tidak ada angkutan umum yang masuk ke lokasi itu. Bangunan itu terlindung oleh pagar menjulang tinggi. Lokasi pun terletak jauh dari keramaian. Terkesan penuh rahasia.
Lagi-lagi, kalau orang itu ditanya, benarkah itu IHI? Jawabannya sama, “Kayaknya saya pernah mendengar (nama gedung) itu. Tapi lupa lokasinya di mana ya?” Apakah mereka jujur dengan jawabannya, atau menyembunyikan sesuatu? Wallahu a’lam.* (Ahmad Dani, Ramdhan, Ichsan Kamil, Ahmad Damanik/Hidayatullah)
“Putri saya sudah lulus kuliah,” seorang ibu warga Cibatu, Cikarang, dekat kawasan Lippo, berkisah.
Untuk kuliah putrinya, ibu tersebut ternyata tak perlu repot-repot mengeluarkan banyak biaya. Seorang pemuda keturunan Cina bersedia menanggung semuanya. Hanya saja, ibu itu terpaksa ‘menjual’ aqidah sang putri. Tadinya ia seorang Muslimah, sekarang menjadi penganut Katolik karena mengikuti suaminya.
Ketika si ibu ditanya tentang agamanya, dengan tanpa ragu menjawab, “Saya seorang Muslimah.”
Kasus di atas hanyalah salah satu cara kristenisasi. Dan tampaknya proyek itu cukup berhasil. Buktinya, begitu susah mencari masjid di kawasan Lippo Cikarang.
Ada satu buah, namanya Masjid At-Taqwa. Itupun tak begitu tampak karena terhalangi kompleks kantor Badan Pertanahan Negara (BPN).
Menurut seorang takmir Masjid At-Taqwa, masjid ini satu-satunya yang terdapat di Lippo Cikarang. Bahkan kabarnya status masjid itu dipermasalahkan oleh pihak Lippo. “Di sini sulit sekali mendapat izin mendirikan masjid,” katanya.
Para takmir pernah menanyakan kepada pihak Lippo, kenapa selalu mempermasalahkan urusan pembangunan masjid. Pihak Lippo mengatakan, tanah yang dipakai untuk masjid itu adalah hibah yang diperuntukkan bagi perkantoran, bukan untuk masjid.* (Ahmad Dani, Ramdhan Muhaimin, Ahmad Damanik/Hidayatullah)

--




RANAH BERITA--Ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hilmi Aminuddin menghadiri acara pemancangan pertama proyek Lippo Group di Padang, Sumatra Barat, Jumat (10/5/2013).
Padahal, berdasar pemberitaan sejumlah media, ia dijadwalkan KPK untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus korupsi yang menjadikan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka.
Hilmi yang mengenakan baju batik ungu bermotif orange dan kuning, serta mengenakan peci hitam dan dibalut sal merah hati, duduk di barisan terdepan di samping kanan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Di samping kiri Irwan Prayitno duduk Menkokesra Agung Laksono.
Dalam acara tersebut, Hilmi diberi kesempatan memberi sambutan sebagai tokoh masyarakat. Ia juga ikut memencet tombol tanda diresmikannya pembangunan proyek tersebut bersama-sama dengan Ketua DPD Irman Gusman, Agung, Irwan, Wali Kota Padang Fauzi Bahar dan Presiden Direktur Lippo Group Theo L Sambuaga.
Menjawab pertanyaan sejumlah wartawan, Hilmi mengakui bahwa telah menerima surat panggilan KPK untuk diperiksa sebagai saksi.
"Ya, saya sudah menerima panggilan itu. Tapi, undangan menghadiri acara ini lebih dahulu. Lagi pula saya dipanggil bukan dalam kapasitas sebagai tersangka, tapi sebagai saksi," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Hilmi juga terlihat berfoto bersama dengan para pejabat yang hadir. Kehadiran Hilmi dalam acara tersebut, sejak awal sudah jadi perhatian, terutama para wartawan. (Joni Aswira Putra/Ed1)
Alhamdulillah.. Sbg urang rantau, tantu kito maraso sanang dgn berita mode ko... Ado bantuan percepatan pembangunan di kampuang kito... Namun waspada tetap harus ado, kalau ndak ingin disabuik baburuak sangko... Mudah-an iko murni sosial dan indak diikuti dek tujuan terselubung dibidang agamo... Bukankah minang adolah salah satu target kristenisasi utamo...? Jangan sampai akidah tagadai dek karano hadiah... Bapak-bapak di Pemko/pemprov, mudah-mudahan tetap jeli untuak hal iko...... jangan sampai sarupo mode bantuan gampo nan lalu, nan manuruik bbrp berita, disusupi penyebaran injil dan pembaptisan rang kampuang... Salam dan Terima Kasih, Dedi Suryadi _____________________________________________________________________________ ***** Sukses Seringkali Datang Pada Mereka Yang Berani Bertindak Dan ***** *****Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil Konsekuensi (Jawaharlal Nehru) ***** ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ "The Best Human Being Among of You is The Most Beneficial for The Others" (Hadith by Bukhari) --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- ****...."Kasihilah Yang Di Bumi, Maka Yang Di Langit Akan Mengasihimu...".....***** "Love What On Earth, Then What On Sky Will Love You ..." Pada 10 Mei 2013 06.52, Nofend St. Mudo <nof...@rantaunet.org> menulis: PADANG, HALUAN — Pemerintah Kota Padang bekerja sama dengan Lippo Group melalui Lippo Karawaci Tbk (LPKR), akan membangun rumah sakit, mall, hotel, dan sekolah bertaraf internasional di Kota Padang. Rencananya hari ini Jumat (10/5), dilakukan peletakan batu pertama pembangunannya oleh Ketua DPD RI Irman Gurman. Demikian dikatakan Walikota Padang, Fauzi Bahar didampingi Ketua DPD RI Irman Gusman, Owner Lippo Group James T Riady, Presiden Lippo Group T
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
Seperti tertulis di situs World Harvest Global (http://www.worldharvest.cc/), hajatan ini sesungguhnya adalah misi kristenisasi yang dikemas dalam konser musik, pesta pantai, dan berbagai program pelatihan misi. Di Indonesia, “para gembala” akan menyerbu sejumlah kota besar di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Papua.
Seperti tertulis di situs World Harvest Global (http://www.worldharvest.cc/), hajatan ini sesungguhnya adalah misi kristenisasi yang dikemas dalam konser musik, pesta pantai, dan berbagai program pelatihan misi. Di Indonesia, “para gembala” akan menyerbu sejumlah kota besar di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Papua.
REDAKSI YTH
Sabtu, 26 Maret 2011 | 04:42 WIB
Surat untuk Redaksi YTH hendaknya dilengkapi fotokopi KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku. Kompas tidak mengembalikan surat-surat yang diterima.
……………………………………………………………….
Rukun di Sumbar
Kompas (17/2/11) halaman 5 menurunkan berita ”Kehidupan Beragama di NTT: Kerukunan Terpelihara Baik”. Saat aksi anarki marak, berita ini menenangkan yang gundah. Akan lebih lengkap bila Kompas juga menyiapkan tulisan sejenis mengenai Padang.
Toleransi beragama telah dibuktikan urang awak dalam menyikapi kemajemukan masyarakat di Sumatera Barat (Sumbar). Dengan semboyan ”tuah sakato”, 4.549.359 penduduk (Islam 98 persen, Kristen 1,6 persen, lain-lain 0,4 persen) menjalankan agama masing-masing dengan tenang.
Sayang, sesuatu yang baik itu kadang terganggu bila paham politik yang membutakan mata hati dan rasio merasuk beberapa tokoh masyarakat di wilayah itu. Semoga
Kompas sering memberitakan kerukunan umat beragama yang beragam di wilayah NKRI untuk membasuh berita yang belakangan ini marak, seakan tren untuk disebarkan.
Muchwardi Muchtar Jalan Dili Raya A-8 Nomor 1, Bekasi 17112
============
Mall Simpang Haru Segera Terwujud
PADANG — Perpaduan pasar tradisional dan modern segera terwujud di Simpang Haru, Padang Timur. Walikota Fauzi Bahar melakukan penandatanganan prasasti sekaligus membuka selubung pembangunan Mall Domestic Commercial Centre (DCC) Simpang Haru, menandai dimulainya pembangunan pusat perbelanjaan tersebut. Sementara, puluhan pedagang melakukan aksi demo.
“Kita harap pembangunan pusat perbelanjaan ini akan menggerakkan perekonomian Kota Padang, khususnya Simpang Haru di masa yang akan datang,” kata Fauzi Bahar saat penandatanganan prasasti, Kamis (31/1).
Pembangunan DCC Simpang Haru oleh PT Adiwira Ikaputra ini menelan dana Rp150 miliar. DCC Simpang Haru akan dibangun lima tingkat. Pusat perbelanjaan itu akan dilengkapi game centre, pusat oleh-oleh Minang, elektronik solution, fashion dan bioskop.
Selain itu, mall ini juga akan dilengkapi dengan taman dan perparkiran. Kawasan DCC ini mencakup area eks pabrik karet. Lantai bawah dipersiapkan untuk menampung pedagang Pasar Simpang Haru, sementara lantai selanjutnya untuk pedagang lainnya.
Fauzi Bahar menyebutkan, mall ini cukup potensial akan berkembang pesat. Sebab lokasinya berdekatan dengan stasiun Simpang Haru. “Artinya orang dari luar kota khususnya Pariaman bisa langsung ke pusat perbelanjaan ini, apakah hanya sekadar mendinginkan badan atau berbelanja,” katanya.
Dikatakan, dengan adanya pembangunan ini, artinya akan menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Pa dang yang memang sangat membutuhkan lapangan kerja.
“Usai gempa 2009 lalu, banyak muncul pengangguran karena banyak pengusaha yang eksodus keluar Sumbar. Namun dengan pembangunan mall ini, akan bisa ditampung ratusan mungkin ribuan tenaga kerja,” katanya.
Sementara Direktur PT Adhiwira Ikaputra H. Dasrul Lamsuddin menyatakan, mall ini akan menjadi tujuan dan solusi belanja keluarga di masa yang akan datang. “Kita berharap mall ini akan menjadi one stop shoping centre, artinya apa saja kebutuhan masyarakat ada di sana,” katanya.
Ia berharap pembangunan mall akan mendapat dukungan dari masyarakat sekitar, karena jelas akan membawa dampak yang cukup baik bagi pergerakan perekonomian masyarakat.
Diwarnai Demo
Sementara itu, menjelang penandatanganan prasasti itu, puluhan pedagang Simpang Haru melakukan aksi demo. Mereka takut akan ter gusur dari pasar itu, saat pem bangunan itu telah selesai.
“Kita khawatir pedagang kecil di Pasar Simpang Haru akan tergusur karena mahalnya harga kios yang ditetapkan investor. Makanya kita minta kebijakan walikota memberi kemudahan bagi kami,” kata Ketua Persatuan Pedagang Pasar Simpang Haru, Alinur.
Aksi demo itu berlangsung tertib. Bahkan saat Walikota Fauzi Bahar sampai di lokasi itu, para pedagang berebut menyalami wako.
Menanggapi kekhawatiran pedagang itu, Fauzi berjanji akan membantu memfasilitasi pedagang dengan investor dalam mendudukkan harga kios. Nantinya ketika mall itu selesai, pedagang Simpang Haru akan diberi kemudahan.
“Kios-kios mereka yang ada sekarang akan kita nilai, dan kita jadikan aset mereka untuk masuk ke pusat perbelanjaan ini. Selain itu juga akan ada diskon khusus,” katanya. (105/103)
Sumber : hariansinggalang.co.id
Dicaliak pemberitaanyo di Kompas hari ko, akan dibangun lo pusat perdagangan, beko muncul pulo mini market2 yg akan melibas toko PND traditional, tapi mungkin akan lebih baik barangkali yg diundang group Chairul Tanjung
Powered by Telkomsel BlackBerry®
--
PADANG, HALUAN — Salah satu perusahaan properti terbesar di Indonesia, Lippo Group menyatakan ketertarikannya untuk menggarap proyek Bandar Minangkabau. Masyarakat biasa menyebutnya Revitalisasi Pantai Padang. Proyek ini mulai dari sepanjang Pantai Murao Padang hingga ke Pantai Purus. Tak tanggung-tanggung, Lippo Group akan menggelontorkan dana sebesar Rp10 triliun untuk pembiayaan Proyek Bandar Minangkabau tersebut. Hal itu langsung disampaikan CEO Lippo Group James T Riady, bersama Presiden Lippo Group Theo Sambuaga, Presiden Direktur Lippo Karawaci Tbk Ketut Budi Wijaya, kepada Walikota Padang Fauzi Bahar, saat melakukan peninjauan ke Pantai Padang, Jumat (10/5). Rombongan ini didampingi Ketua DPD RI Irman Gusman, dan Menko Kesra Agung Laksano, Menteri Perumahan Rakyat RI Djan Farizh, pengusaha asal Minagkabau Ny Ratna Hasyim Ning, Ismail Ning, Fasli Djalal, mantan Gubernur Sumbar Azwar Anas, Kepala BNPB Pusat Samsul Maarif, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. “Proyek Bandar Minangkabau ini adalaah aset yang sangat petensial untuk dijadikan sebagai destinasi pariwisata Sumbar, Kota Padang khususnya. Jadi, kami dari Lippo Group, akan menggandeng pengusaha muda asal Minagkabau, yaitu keluarga besar Ismail Ning untuk sama-sama menginvestasikan dana untuk pembangunan Proyek Bandar Minangkabau ini, dengan menggelontorkan dana sekitar Rp5 sampai Rp10 triliun, dengan jangka waktu 5-sampai 10 tahun ke depan,” ujar Presiden Lippo Group Theo Sambuaga. Menanggapi hal tersebut, Walikota Padang Fauzi Bahar langsung memberikan respon positif atas ketertarikan Lippo Group tersebut. Dia berjanji, bila Lippo Group benar-benar serius untuk menggarap proyek maka pihaknya akan memberikan nilai plus, seperti memberikan izin bangunan dan izin lainnya secara gratis kepada Lippo Group. “Apabila Lippo Group memang serius untuk menggarap Proyek Bandar Minangkabau yang telah sering saya presentasikan ke berbagai investor ini, maka kami akan menggertiskan semua urusan yang bersifat pemerintahan,” ungkap Fuazi Bahar. Menurut Fauzi, apabila Proyek Bandar Minangkabau nantinya sudah digarap oleh Lippo Group, maka akan memberikan dampak positif yang sangat besar kepada masyarakat Kota Padang dan Sumbar umumnya. (h/cw-wis)
|
Bawa Misi Pemurtadan, Masyarakat Sumsel Tolak Pembangunan RS Siloam
Palembang (SI ONLINE) – Upaya pemurtadan terhadap umat Islam terus dilakukan. Kali ini program Kristenisasi itu dikomandani James T Riyadi melalui grup usahanya, Grup Lippo. Berdalih Corporate Social Responsibility (CSR), mereka menggaet Pemerintah Provinsi Sumetara Selatan kerjasama mendirikan Rumah Sakit Internasional Siloam di Palembang, Sumatera Selatan.
Rumah Sakit Siloam rencananya akan dibangun di atas Lapangan Parkir Bumi Sriwijaya yang diapit Jalan POM IX Palembang dan Jalan Angkatan 45. Tepatnya di pojok kanan depan lapangan parkir undermall di kawasan Kampus POM IX Palembang.
Rumah sakit berstandar internasional ini akan selesai dibangun sebelum pelaksanaan SEA Games XXVI November 2011 mendatang. Rencananya, Rumah Sakit Siloam ini akan digunakan sebagai salah satu rujukan RSMH Palembang untuk peserta SEA Games.
Umat Islam Menolak
Menanggapi rencana pendirian RS ini, umat Islam Sumatera Selatan tegas menolak rencana pembangunan RS oleh Grup Lippo karena tanah tempat RS dibangun itu adalah aset Pemprov Sumsel. Penolakan masyarakat ditunjukkan dalam unjuk rasa menolak pembangunan RS Siloam pada Rabu, 25/5/2011 lalu di depan Kantor DPRD Sumsel. Sejumlah elemen ormas dan umat Islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) Sumatera Selatan tegas menyatakan sikapnya.
Ketua FUI Sumsel Umar Said mengatakan, rumah sakit tersebut tidak pantas berdiri di Sumsel yang berpenduduk mayoritas Muslim. Pihaknya juga menyesalkan pernyataan yang menyebut RS Siloam hanya sebuah merek dagang, bukan misionaris.
Ibarat memakan bubur panas, kata Umar, gerakan misionaris di Palembang bergerak dari daerah pinggiran. Mereka berhasil mengubah akidah umat. “Kini, mereka mulai masuk ke tengah bubur panas itu dengan membangun RS Siloam di tengah jantung Kota Palembang.”
Koordinator aksi umat Islam, Habib Mahdi Shahab, mengatakan pembangunan tersebut mengandung misi pemurtadan umat Islam karena pemerintahan daerah bekerja sama dengan lembaga Misionaris Kristen terbesar di Indonesia.
”Memang mereka tidak menampakkan gelagat pemurtadan, tapi kami telah mengetahuinya ini merupakan kerja Zionis yang akan merusak akidah umat Islam karena nantinya penghasilan dari kerjasama tersebut akan digunakan memurtadkan umat Islam di Indonesia. Kerjasama tersebut kami tolak karena mengandung unsur memurtadkan umat Islam. Bagaimana kelak umat kita kalau pembangunan tersebut sudah berjalan, apalagi kerja sama tersebut selama tiga puluh tahun!” terang Habib saat orasi.
DPRD Ikut Menolak
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel turut menolak pembangunan RS Siloam di Jalan POM IX, Palembang. Penolakan itu disampaikan oleh anggota DPRD Sumsel melalui fraksi-fraksinya dalam dialog dengan Forum Umat Islam Sumsel, ormas, dan mahasiswa di Gedung DPRD Sumsel, saat berlangsung aksi.
Menurut Wakil Ketua DPRD Sumsel Ahmad Jauhari, penolakan pembangunan itu akan disampaikan langsung oleh fraksi-fraksi dalam rapat paripurna DPRD Sumsel yang akan digelar Kamis (26/5/2011).
Dikatakan Ahmad Jauhari yang juga anggota Fraksi Partai Demokrat, dalam dialog dengan FUI, ormas, dan mahasiswa disimpulkan DPRD Sumsel akan mengirimkan surat kepada Ketua DPR RI dan Presiden, Susilo Bambang Yudhoyono.
“Atas usulan FUI, ormas, dan mahasiswa akan meneruskan kepada pemerintah pusat agar pembangunan RS Siloam ini ditolak,” tuturnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Darmadi Djufri, anggota Komisi IV DPRD Sumsel dari Fraksi PDIP, bahwa PDIP menolak pembangunan RS Siloam serta usut penjualan aset-aset pemerintah provinsi yang dijual kepada pihak swasta.
“Kita tetap menolak pembangunan RS Siloam dan minta diseret pihak yang menjual aset pemerintah provinsi Sumsel,” ujar Darmadi.
Pernyataan senada disampaikan Ketua Fraksi Partai Golkar, Nasrun Madang. “Fraksi Partai Golkar mendengar aspirasi dari umat Islam. Apabila di belakang hari pembangunan RS Siloam menimbulkan mudharat, Fraksi Partai Golkar akan meminta pembangunannya dihentikan,” ujarnya.
Sementara di tempat terpisah, Wakil Wali Kota Palembang Romi Herton menegaskan, tidak akan memberikan izin pembangunan rumah sakit swasta di areal parkir Stadion Bumi Sriwijaya menyusul keberatan warga atas penggunaan nama “Siloam”.
“Pemerintah kota tidak akan menerbitkan izin operasional rumah sakit tersebut kalau tetap menggunakan nama Siloam,” tandas Romi.
Misi Kristenisasi
Menurut Ketua Forum Anti Gerakan Pemurtadan (FAKTA) Bekasi, Abu Deedat Syihab, pembangunan RS Siloam merupakan salah satu program Kristenisasi di Indonesia yang dijalankan Grup Lippo. Kelompok pimpinan James T Riady ini memang disebut-sebut sebagai pembawa misi pemurtadan umat Islam. “Mereka menyebarkan agama dengan kedok bisnis, lembaga donor, dan konsultasi.”, kata Abu Deedat sebelum marak kasus RS Siloam ini kepada Hidayatullah.
Kegiatan mereka bermacam-macam. Diantaranya berupa bantuan kemanusiaan, pendidikan, dan dana amal. Juga membuat proyek media seperti Radio Pelita Kasih dan Televisi CBN (Cahaya Bagi Negeri) yang membangun kerjasama dengan stasiun televisi yang sudah ada.
“Program atau proyek ini berpusat di Lippo Cikarang di bawah naungan Gospel Overseas (GO). Bidang kesehatan juga digarap, salah satunya mendirikan RS Siloam Gleneagles di kawasan Lippo yang sering menyediakan pelayanan doa bagi pasien, termasuk pasien yang beragama Islam.”, ungkapnya.
Pembangunan RS Siloam Palembang juga menjadi bagian dari misi pemurtadan Grup Lippo.

|
|
||
| http://www.dudung.net/artikel-bebas/muhammadiyah-galang-ormaspemuda-islam-hadapi-james-riady.html |
||
| Artikel Bebas | ||
| 11 September 2001 - 14:51 |
||
| Muhammadiyah Galang Ormas/Pemuda Islam Hadapi James Riady |
||
| sumber : EraMuslim | ||
| Baca nih berita seputar Rencana Kristenisasi Indonesia oleh kolongmerat James T Riady, jadi buat rekan2 yang bekerja di bawah naungan bisnis nya sama saja dengan ngebantu dia ngewujudin niat kafirnya, Masya Allah...Astagfirullah.... eramuslim, Jakarta - Pernyataan bos Lippo Group, James T. Riady, di situs Fortune bakal berbuntut panjang. Pasalnya, Majlis Tabligh dan Dakwah Khusus (MTDK) PP Muhammadiyah akan menggalang ormas, orsospol, serta organisasi kepemudaan Islam untuk menggugat pernyataan blak-blakan bos Lippo itu akan mengkristenkan desa-desa miskin di Indonesia. Pada 23 Juli lalu Fortune.com, sebuah situs terkemuka di dunia, memuat hasil wawancara ekslusif reporternya dengan James T Riady. Wawancara berlangsung saat kunjungan wartawan Fortune ke kediamannya yang mewah, berkamar 16, di tengah danau, serta dilengkapi lapangan golf dan heliped, di kompleks perumahan mewah Lippo Karawaci, Tangerang, Banten. Dalam artikel itu diceritakan, sebelum memulai wawancaranya, James mengajak wartawan itu melakukan kebaktian bersamanya. Si penulis artikel juga menggambarkan "kesalehan" seorang James Riady sebagai seorang Kristiani fanatik. Hal itu tergambar misalnya, pada saat si wartawan diajak bersama mencicipi hidangan, James mengajak berdoa bersama. "Bless this meal. Bless the people who prepared it. Thank you for this life, Jesus!" (Tuhan berkati hidangan ini. Berkati juga orang-orang yang telah menyiapkan hidangan ini. Terima kasih Jesus, atas pemberian hidup ini). Demikian doa James mengawali wawancaranya dengan wartawan Fortune. Artikel itu selanjutnya memaparkan James sebagai anak milyader Mochtar Riady yang menguasai imperium bisnis, khususnya di bidang jaringan telekomunikasi. Ia, tulis artikel itu, menguasai lebih dari 50 kompani bisnis raksasa (pribadi maupun publik) khususnya dalam bidang TV kabel, telepon selular, online shopping, dan jasa internet. Total aset yang dimiliki keluarga James tak kurang dari 12 milyar US$ (lebih dari Rp 100 triliun). Pada bagian akhir tulisan itu, Fortune mengutip pernyataan James yang menyatakan bahwa dirinya saat ini tidak begitu peduli lagi dengan bisnisnya yang melimpah. Karena saat ini dia (James), katanya, tidak suka lagi dengan urusan tetek-bengek bisnis. "I don't like the details of running a business," ujar James. Artikel itu juga menggambarkan, belakangan ini James tengah berkonsentrasi untuk mengembangkan sistem sekolah pribadinya yang mewah di Lippo Village. Di mana para guru-guru Kristennya dilarang merokok di kelas maupun saat-saat jam istirahat. Ia berharap bisa membuka 1000 sekolah Kristen di desa-desa miskin di seluruh Indonesia. Ia mengatakan bahwa upayanya itu dalam rangka untuk mengangkat standar moral dan spiritual rakyat Indonesia. James juga mengaku pernah bertemu rekan aktivis gerejanya Pat Robertson, lalu berdikusi tentang rencananya untuk membuka jaringan Kristen di Indonesia.. Berkaitan tulisan di Fortune itulah, MTDK PP Muhammadiyah akan mengajak seluruh komponen ormas dan kepemudaan Islam, bertemu di Aula PP Muhammadiyah Jl Menteng Raya No 62 Jakarta, Senin (03/09/2001) pukul 09.00 WIB. Agenda pertemuan adalah untuk merumuskan langkah strategi bersama menghadapi gerakan kristenisasi yang dilakukan kalangan Kristen, khususnya yang telah dinyatakan secara demonstratif oleh James T. Riady. Yerikho 2000 dan Doa 2002 Misi Kristen di Indonesia didukung oleh kekuatan dana yang sangat besar, di antaranya melibatkan konglomerat keturunan Cina, James T Riady (bos Grup Lippo). Seperti terungkap di majalah Fortune (16 Juli 2001), James berencana membangun seribu sekolah di desa-desa miskin di Indonesia. James bekerjasama dengan Pat Robinson (misionaris dunia) juga akan mendirikan organisasi jaringan umat Kristiani. Hebatnya, ummat Islam secara tidak sadar turut mendukung cita-cita besar James T Riady. Antara lain dengan menjadi nasabah Bank Lippo, belanja di Mal Lippo, membeli rumah di Lippo Karawaci dan Cikarang, berobat ke RS Siloam, pelanggan Lippo Shop, Link Net, Lippo Star, Kabel Vision, dan Asuransi Lippo. Indonesia memang akan dijadikan pusat perkembangan Kristen di Asia Pasifik. Demikian kata Pdt George Anatorae dari The Lord Familly Church Singapore dalam seminar kerjasama Global Mission Singapore dan Galilea Ministry Indonesia, di Hotel Shangrila Jakarta (9-12 Juni 1998). Sejauh mana keberhasilan program itu, perlu diteliti lebih lanjut. Yang pasti, data tahun 1999 menunjukkan jumlah umat Islam di Indonesia anjlok dari 90% menjadi 75% (Siar No 43, 18-24 November 1999). Keberhasilan itu berkat kerja keras 38 agen kristenisasi, 1573 misionaris pribumi, 62 misionaris asing, dan 421 misionaris lintas kultural (data dari Operation World 2001 yang dihimpun India Missions Association, Japan Evangelical Assocation, dan Korea Research Institute for Missions). Salah satu lembaga yang gencar melaksanakan kristenisasi adalah Doulos World Mission (DWM). Saat ini DWM sedang melaksanakan Proyek Yerikho 2000, yaitu program pengkristenan wilayah Jawa Barat, dengan sentra kegiatan digerakkan di kawasan pinggiran Jakarta. Proyek ini bertujuan “mewujudkan Kerajaan Allah di bumi Parahyangan menyongsong abad XXI”. Menurut Hendrik Kraemer, peneliti dan penginjil dari Belanda, Jawa Barat adalah wilayah “paling gelap” di Indonesia dan sangat tertutup bagi Injil. Karena itu aktivis DWM bertekad, “Kita harus merebut tanah Pasundan bagi Kristus.” Yerikho 2000 juga digerakkan di Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Pusat kegiatan DWM berada di kawasan Rawamangun (Jakarta Timur) dan Tangerang (Banten). Program lainnya adalah Doa 2002, yang dilaksanakan sejak tanggal 19 Oktober 2001 sampai 6 Desember 2002. Secara khusus program ini menyebut beberapa komunitas Muslim sebagai objek kristenisasi. Di antaranya adalah suku Kaili Ledo (Sulawesi Tengah), Melayu Riau, Betawi, Aceh, Melayu Kalimantan, Tenggarong Kutai, Bima, Maluku, Banda, dan Papua. Rencana program Doa 2002 tertuang dalam buku 40 Hari Doa Bangsa-Bangsa yang telah diterjemahkan ke dalam 35 bahasa di dunia.
| ||

As for the Riadys, Indonesians wouldn't be surprised if it was a quest for world domination that they were really undertaking. The Lippo logo is everywhere in the troubled Asian powerhouse, with its interests in banks, factories and shops, hospitals and housing developments.
"In Jakarta," wrote the Washington Post, "locals joke that Lippo stands for Lama-Lama Indonesia Pun Punya Oe, meaning: In the long run, even Indonesia will be mine."
-- Nyit Sungut--
CONFIDENTIALITY This e-mail message and any attachments thereto, is intended only for use by the addressee(s) named herein and may contain legally privileged and/or confidential information. If you are not the intended recipient of this e-mail message, you are hereby notified that any dissemination, distribution or copying of this e-mail message, and any attachments thereto, is strictly prohibited. If you have received this e-mail message in error, please immediately notify the sender and permanently delete the original and any copies of this email and any prints thereof. ABSENT AN EXPRESS STATEMENT TO THE CONTRARY HEREINABOVE, THIS E-MAIL IS NOT INTENDED AS A SUBSTITUTE FOR A WRITING. Notwithstanding the Uniform Electronic Transactions Act or the applicability of any other law of similar substance and effect, absent an express statement to the contrary hereinabove, this e-mail message its contents, and any attachments hereto are not intended to represent an offer or acceptance to enter into a contract and are not otherwise intended to bind the sender, Sanmina Corporation (or any of its subsidiaries), or any other person or entity.
PADANG, HALUAN — Salah satu perusahaan properti terbesar di Indonesia, Lippo Group menyatakan ketertarikannya untuk menggarap proyek Bandar Minangkabau. Masyarakat biasa menyebutnya Revitalisasi Pantai Padang. Proyek ini mulai dari sepanjang Pantai Murao Padang hingga ke Pantai Purus. Tak tanggung-tanggung, Lippo Group akan menggelontorkan dana sebesar Rp10 triliun untuk pembiayaan Proyek Bandar Minangkabau tersebut. Hal itu langsung disampaikan CEO Lippo Group James T Riady, bersama Presiden Lippo Group Theo Sambuaga, Presiden Direktur Lippo Karawaci Tbk Ketut Budi Wijaya, kepada Walikota Padang Fauzi Bahar, saat melakukan peninjauan ke Pantai Padang, Jumat (10/5). Rombongan ini didampingi Ketua DPD RI Irman Gusman, dan Menko Kesra Agung Laksano, Menteri Perumahan Rakyat RI Djan Farizh, pengusaha asal Minagkabau Ny Ratna Hasyim Ning, Ismail Ning, Fasli Djalal, mantan Gubernur Sumbar Azwar Anas, Kepala BNPB Pusat Samsul Maarif, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. “Proyek Bandar Minangkabau ini adalaah aset yang sangat petensial untuk dijadikan sebagai destinasi pariwisata Sumbar, Kota Padang khususnya. Jadi, kami dari Lippo Group, akan menggandeng pengusaha muda asal Minagkabau, yaitu keluarga besar Ismail Ning untuk sama-sama menginvestasikan dana untuk pembangunan Proyek Bandar Minangkabau ini, dengan menggelontorkan dana sekitar Rp5 sampai Rp10 triliun, dengan jangka waktu 5-sampai 10 tahun ke depan,” ujar Presiden Lippo Group Theo Sambuaga. Menanggapi hal tersebut, Walikota Padang Fauzi Bahar langsung memberikan respon positif atas ketertarikan Lippo Group tersebut. Dia berjanji, bila Lippo Group benar-benar serius untuk menggarap proyek maka pihaknya akan memberikan nilai plus, seperti memberikan izin bangunan dan izin lainnya secara gratis kepada Lippo Group. “Apabila Lippo Group memang serius untuk menggarap Proyek Bandar Minangkabau yang telah sering saya presentasikan ke berbagai investor ini, maka kami akan menggertiskan semua urusan yang bersifat pemerintahan,” ungkap Fuazi Bahar. Menurut Fauzi, apabila Proyek Bandar Minangkabau nantinya sudah digarap oleh Lippo Group, maka akan memberikan dampak positif yang sangat besar kepada masyarakat Kota Padang dan Sumbar umumnya. (h/cw-wis)
|
To: "saaf...@yahoo.com" <saaf...@yahoo.com>; "mocht...@yahoo.com" <mocht...@yahoo.com>
Cc: ambiar lani <rang...@yahoo.com>
Sent: Monday, May 13, 2013 4:55 PM
Subject: Fw: Bls: [R@ntau-Net] HARI INI, PELETAKAN BATU PERTAMA: Lippo Group Bangun Rumah Sakit Internasional di Padang
Assalamualaikum wr wb,Berhubung surat saya yang ini indak tamasuak nan dilewakan dek R@ntau Net, maka sekedar utk berbagi ambo teruskan ka apak baduo. Terima kasih.Wassalam,Ambiar Lani.----- Forwarded Message -----Sent: Monday, May 13, 2013 2:55 PM
Subject: Re: Bls: [R@ntau-Net] HARI INI, PELETAKAN BATU PERTAMA: Lippo Group Bangun Rumah Sakit Internasional di Padang
Assalamualaikum wr wb.
Kami mengikuti perkembangan dan perjalanan thread ini -"[R@ntau-Net] HARI INI, PELETAKAN BATU PERTAMA: Lippo Group Bangun Rumah Sakit Internasional di Padang"- walaupun belum keseluruhan postingan kami baca tapi pandangan yang menyatakan keberatan/menolak baik yang dinyatakan secara terbuka ataupun dengan tersirat nampaknya lebih dominan.
Tanpa mengurangi rasa hormat kepada semua Bapak/Ibu dan para dunsanak yang mengambil sikap "wait and see", maka menurut hemat kami dalam rangka menghindari ekses negatif yang tidak diharapkan yang mudharatnya lebih tinggi dari pada manfaatnya maka menurut hemat kami sikap MENOLAK lebih baik untuk dikedepankan.
Kalau misalnya akan dibuat "Surat Penolakan" secara bersama dari forum Ra@ntau Net ini, maka kami akan ikut serta untuk menandatanganinya. Terima Kasih.
Wassalam:
Ambiar Lani
61/L/Jakarta-Bekasi
--
.
Assalamualaikum wr.wb
Persoalan pembangunan Rumah Sakit SIloam di padang iko tentu tidak terlepas dari peran WAKO padang juo FAUZI BAHAR. kalau salamoko Fauzi memperlihatkan baraso inyo religus itu hanyo sekedar pencitraan sajo untuak mencapai tujuan yang lebih besar. kalau urusan pitih, agamo dtinggakan sajo dirumah. mengenai baa sabananyo FAUZI iko, ambo cukuik tau bana jo inyoko. samo kuliah FPOK IKIP padang, samo2 pendiri ILUNI FPOK di JKt, samo aktif di DAYUANG DKI wukatu FAUZI dinas di KOPASKA jakarta. FAUZI kalau soal pitih iyo bak cando "Incek cubadak bagomok". bagi ambo dengan kehadiran LIPPO di padang iko paralu diduga ado permain kotor, kenapa tibo2 sajo ado. ambo pikie KPK dapek menyelidiki.
Wassalam
Afdal (48th)
Arliongton VA
PADANG, HALUAN — Pemerintah Kota Padang bekerja sama dengan Lippo Group melalui Lippo Karawaci Tbk (LPKR), akan membangun rumah sakit, mall, hotel, dan sekolah bertaraf internasional di Kota Padang. Rencananya hari ini Jumat (10/5), dilakukan peletakan batu pertama pembangunannya oleh Ketua DPD RI Irman Gurman.Demikian dikatakan Walikota Padang, Fauzi Bahar didampingi Ketua DPD RI Irman Gusman, Owner Lippo Group James T Riady, Presiden Lippo Group Theo Sambuaga, Mantan Gubernur Sumbar Azwar Anas dan Kepala BNPB Pusat Samsul Maarif, saat konferensi pers di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kamis (9/5). Lokasi proyek lahan eks Bank Andrico, Simpang Empat Jl. Khatib Sulaiman Padang, tepatnya di depan RM Lamun Ombak, Padang.“Pembangunan rumah sakit, hotel, sekolah dan mall ini adalah bagian dari percepatan pembangunan Kota Padang sebagai kota terbesar di pesisir pantai Sumatera,” katanya.Selain itu, pembangunannya bakal memacu peningkatan ekonomi Kota Padang dan menyerap tenaga kerja yang lumayan banyak. Bangunan ini nantinya juga akan digunakan untuk selter demi menjawab ketakutan masyarakat akan gempa dan tsunami.Sedangkan Presiden Lippo Group Theo Sambuaga mengatakan, pembangunan mall, hotel, rumah sakit dan sekolah bertaraf internasional itu, adalah proyek PT Lippo Group yang terbesar di pulau Sumatera. Gedung ini nantinya akan menyerap tenaga kerja sekitar 3.000 orang.“Proyek ini adalah komitmen kami sebagai perusahaan swasta untuk pembangunan nasioanal. Kami memilih Padang karena Padang adalah kota yang strategis. Kami menekankan investasi pada bidang kesehatan dan pendidikan untuk peningkatan kualitas SDM karena elemen ini penting untuk kemajuan bangsa,” ungkap Theo Sambuaga.Soal rumah sakit bertaraf internasional, Theo menjelaskan, walaupun di rumah sakit tersebut tersedia peralatan berteknologi canggih, namun pelayanannya tetap diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sedangkan pembangunan hotel, bertujuan untuk menunjang pariwisata Kota Padang sebagai tujuan wisata turis internasional dan lokal.Sementara Irman Gusman menjelaskan, pembangunan tersebut adalah momen sejarah bagi Sumbar, Kota Padang khususnya, untuk meraih kepercayaan diri setelah gempa 2009. Irman Gusman juga mengatakan, rumah sakit bertaraf internasional yang akan dibangun tersebut, bisa menjadi rujukan bagi daerah-daerah di sekitar Sumbar, seperti Kerinci, Tapanuli Selatan, Jambi dan lain-lain.“Saya mendukung penuh pembangunan ini untuk meningkatkan devisa Kota Padang, juga untuk persiapan menghadapi Zona Ekonomi Asia 2 tahun mendatang. Target kita, Padang bisa meraih 10 besar kota terpenting di Indonesia dari nomor 33 menurut majalah SWA,” kata Irman Gusman.Informasi yang dihimpun Haluan pembangunan rumah sakit bertaraf internasional ini juga untuk meminimalisir masyarakat Sumatera Barat kelas menengah ke atas yang selama ini cendrung berobat ke luar negeri seperti ke Malaysia dan Singapura. Karena fasilitas rumah sakit group Lippo ini terbilang lengkap. Pengerjaan proyek ini direncanakan selesai dalam satu tahun. (h/cw-wis/cw-dib)JUMAT, 10 MEI 2013 M--
Wassalam
Nofend St. Mudo
36Th/Cikarang | Asa Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
Tweet: @nofend | YM: rankmarola
--