Kami mengharapkan kehadiran bpk/ibu/sdr pada acara Rangkaian Pernikahan Lettu Irdhan SE dg dr Satria Prihandini 1. Akad Nikah Kamis tgl 11 Desember jam 8.00 tempat : Komp Batu Nunggal Indah Jl Molek Raya 11 Bandung 2. Resepsi Pernikahan ; Jum'at 12 Desember 2008 jam 18 30 Tempat : Birawa assembly Hall Hotel Bumikars Bidakara Jl Gatot Subroto Kav 73 Jakarta 3 Resepsi Pernikahan : Minggu 4 januari jam 19.00 Tempat : Ball Romm Hotel Pangeran Jalan Sudirman Pekan Baru Besar harapan kami kiranya bpk/ibu/sdr dapat hadir dalam acara tersebut salam teriring do'a Kel. Prof K Suheimi Kel Letjen Endang Suwarya |
Dalam setiap perjalanan menjelang resepsi dan berkeluarga selalu ada perasaan bahagia dan haru yang dalam, di satu sisi orang tua bahagia anak sudah dapat melaksanakan salah satu sunah RASUL SAW dan sang anak bahagia telah berjodoh. Disisi yang lain, kedua mempelai akan memasuki kehidupan dan saling berinteraksi "mungkin" agak berbeda ketika selama bergaul dengan orang tua yang sudah saling memahami. Perasaan haru ini muncul sebagai ungkapan melepas masa-masa indah dg keluarga dan memasuki sebuah interaksi dengan orang baru kenal dengan berbagai sikap dan perilakunya yang terkadang belum tentu "matching"seperti yang diidealkan. Maka, disinilah peran keyakinan terhadap agama ALLAH SWT, ISLAM sebagai perekat di atas perasaan cinta kepada makhluk yang diciptakanNYA, dan inilah yang memelihara pernikahan kita sampai akhir hayat dibanding
gemerlap pesta pernikahan...
Selamat Menempuh Hidup Baru dan Berbahagia selalu serta mendapat barokah dari
ALLAH SWT. Amin ya rabbilálamin!
Salam
|
|
|
|
|
|
| Walaikum Salam Wr Wb bapak Suheimi yth Bapak Suheimi Kalau saja Jakarta atau Bandung atau Pekanbaru dekat dari Bengkulu, akan hanifah hadiri pesta anak bapak Suheimi tsb. Entah kapan dan entah pesta gadang siapa lagi yang akan mengundang hanifah ? Karena jauh dan tak mungkin terkunjungi, lewat email ini hanifah dan keluarga menghucapkan selamat menempuih hidup baru kepada kedua calon pengantin. Semoga menjadi KELUARGA YANG SAKINAH MA WAHDAH WA RAHMAH. Amin YRA. Wass Hanifah Damanhuri |
--- On Wed, 12/3/08, suheimi ksuheimi <ksuh...@yahoo.com> wrote: |
Sayang kami alun ado langkah utk sato hadir hanyo doa
salamaik menampuah hiduik baru nan kami kirimkan untuak kaduo mempelai
sarato keluarga besar Prof. Suheimi dan LetJen Endang Suwarya
wassalam
boes sarato keluarga
Pak Asmardi, Hanifah dan Fisruzal, serta pak boes
Terima kasih atas do'anya
Tentu kami beserta keluarga mengharapkan sekali kehadirannya,
Kita bisa berkumpul menjalin tali silaturahim ygh lebih erat
salam teriring do'a
|
wassalam
boes
| DESEMBER CERIA Desember kelabu Tak berlaku untuk Beberapa pasangan Yang akan menggelar Pesta pernikahan mereka Di bulan Desember Desember jadi ceria Rintik-rintik hujan Dinginnya udara Libur bersama Menjadikan Desember Bertambah ceria Beberapa orang yang kukenal Rektorku Akan menggelar pesta istimewa di kampus Bapak Suheimi Akan menggelar pesta istimewa di tiga kota Bapak Rasyid Akan menggelar pesta istimewa di hotel PKU Semoga perhelatan mereka berjalan sukses Amin. Aku jadi teringat Pertama kali Hadir dipesta teman Di Manggala Bakti Jakarta Aku, Heri dan Larso Sama-sama memakai baju batik Kami berangkat naik bis kota Sampai disana Aku yang anak kos Terkagum-kagum pada megahnya gedung Rasanya seperti orang penting Ketika meliwati karpet merah Yang dijaga para pagar ayu Kusaksikan tarian Jawa Yang bercerita tentang sepasang kekasih Yang sedang memadu kasih Ketika tiba giliran makan Temanku berkata " Kita tak usah makan nasi Kita coba masakan selain nasi " Berpindahlah kami dari suatu meja ke meja yang lain Makan sambil jalan-jalan Perbaikan gizi Kata teman-temanku Hingga akhirnya kekenyangan Bengkulu, 6 Desember 2008 Hanifah Damanhuri |
Assalamu Alaikum W. W.
Dengan ini ayah dan bunda mengucapkan Selamat atas pernikahan Lettu Irdhan dan Dr. Satria. Kami mendo'akan Allah SWT memberi Rahmat dan Hidayahnya kedua pengantin ini mengharungi kehidupan rumah tangga yang sakinah. Semoga juga dikaruniai keturunan yang memberi kebahagian untuk kedua orang tua dan kakek neneknya.
Sdr Jafri Jama adalah teman yang telah berbagi suka dan duka selama hampir 50 tahun. Dari dulu kami sama2 selalu bertetangga tapi setelah pensiun kami ingin hidup berdekatan dengan anak/cucu.
Bundo membaca majallah Couple bulan October 2008 rubrik ask your doctor : dr Irham Suheimi, Sp. Og. dengan nama belakang yang sama apakah ini putra dari Dokter?
Sekian salam dari kami sekeluarga
Hayatun Nismah Rumzy |
Assalamu Alaikum W. W.
Dengan ini ayah dan bunda mengucapkan Selamat atas pernikahan Lettu Irdhan dan Dr. Satria. Kami mendo'akan Allah SWT memberi Rahmat dan Hidayahnya kedua pengantin ini mengharungi kehidupan rumah tangga yang sakinah. Semoga juga dikaruniai keturunan yang memberi kebahagian untuk kedua orang tua dan kakek neneknya.
Sdr Jafri Jama adalah teman yang telah berbagi suka dan duka selama hampir 50 tahun. Dari dulu kami sama2 selalu bertetangga tapi setelah pensiun kami ingin hidup berdekatan dengan anak/cucu.
Bundo membaca majallah Couple bulan October 2008 rubrik ask your doctor : dr Irham Suheimi, Sp. Og. dengan nama belakang yang sama apakah ini putra dari Dokter?
Sekian salam dari kami sekeluarga
|
From: suheimi ksuheimi <ksuh...@yahoo.com> |
Wa’alaikum salam ww,
Mak Uwo (Bundo), kini pak Jafri Jama tingga di Rumbai di Jln Balai Pernikahan, indak di rumah nan lamo di tapi jalan ka Minas tu lai do. Alhamdulillah kami lai acok basuo dan akhir Nopember kami samo-samo jadi panitia Pernikahan anak pak Sjaiful Rasjid di Hotel Pangeran Pekanbaru.
Kapado pak Dotor, insya Allah kalo ndak ado aral malintang kami kan datang mamanuahi undangan iko, kalo pakan lalu kami manjadi palayan di Pangeran Hotel mako untuak nan katibo tantu kami pulo lai nan manjadi tamu. Insya Allah……
Wassalamu’alaikum ww,
Buyuang Batuduang Ameh (40)
“4 Rancak 5 Lamak Bana”
From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Hayatun Nismah Rumzy
Sent: Saturday, December 06, 2008 10:01 PM
To: Rant...@googlegroups.com
Betul Bundo Nismah ; Irham itu anak kami yg tertua sekarang dia di RS Bunda Jakarta. Disamping jadi Mantu Dr Rizal Sini. dia sekarang mengembangkan diri dalam Bayi tabung
Pengalamannya selama 3 tahun di Adelaide Australia, mudah2an membantu dia dalam pelaksanaan bayi tabung di Indonesia
Jadi Irham itu cucu pak Karimuddin kawannyo pak Jafril Jamal dan tantu cucu Bundo juo tu.
Kepingin kami ketemu dg Bundo. mudaha=mudahan pada acara pernikahan ananda Irdhan kita basuo
salam beriring do'a
K Suheimi
|
Propinsi | Sabtu, 20/12/2008 21:22 WIB
Lagu

Artis legendaris Minang, Elly
Kasim (nasron.wordpress.com)
Padang, (ANTARA) - Lagu Minang "Ayam den lapeh" (ayam
ku lepas) yang dipopulerkan artis legendaris Minang, Elly Kasim (64) bisa
dicuri bangsa lain, jika pemerintah Indonesia tidak membentenginya
sebagai hasil karya cipta anak negeri ini.
"Saya sudah manggung di hampir seluruh daerah di Indonesia dan lagu 'Ayam
den lapeh' begitu populer, termasuk di luar negeri. Saat saya ke Vietnam
ternyata lagu itu sudah diterjemahkan ke bahasa setempat," kata Elly Kasim
di Padang, Sabtu.
Saya bangga lagu itu menembus antarnegara, tapi jika sudah diterjemahkan dalam
bahasa asing dikhawatirkan bisa diklaim sebagai karya mereka nantinya,
tambahnya.
Sudah banyak seni karya cipta anak negeri dan seniman Indonesia
dicaplok dan diakui pula orang bangsa lain. Saya sebagai penyanyi yang
mempopulerkan lagu itu, sangat berharap pemerintah dan pihak terkait Indonesia
melindungi hak cipta lagu-lagu anak bangsa ini dari pengakuan negara lain, kata
Elly.
Elly Kasim berada di Padang
untuk menerima penghargaan, "A Lifetime Achiefment Award" sebagai
tokoh kebudayaan dan pariwisata Sumatra Barat 2008, dalam ajang "West Sumatera
Tourism Award" 2008.
Putri Minang kelahiran, Tiku, Kabupaten Agam, Sumbar, 27 September 1944 ini
terpilih atas pengabdiannya dalam dunia seni, terutama lagu Minang dan telah
meluncurkan lebih dari 100 album sejak 1961 dan sejumlah lagu hits-nya tidak
saja populer di Sumbar, tapi juga nasional dan internasional seperti "Ayam
den Lapeh".
Selain itu, Elly dengan sanggar keseniannya juga mempromosikan aneka kesenian
Minang khususnya lagu dan tari tradisional dengan mengelar pertunjukan baik di
dalam maupun dihampir 20 negara.
Sejumlah lagu Minang yang dibawakan Elly Kasim menjadi legenda dan masih
dikenal hingga saat ini seperti "Ayam Den Lapeh, Bareh Solok, Kaparinyo,
Si Nona, Lamang Tapai, Dayung Palinggam, Kelok Sembilan, Roda Padati, dan
Mudiak Arau.
Lagu-lagu Elly Kasim beredar di tengah masyarakat melalui album puluhan
piringan hitam, kaset dan VCD selama 45 tahun. Elly menjadi legenda seniman
Minangkabau yang mampu berkiprah baik nasional mapun internasional. (*/wij)
Bukittinggi | Sabtu, 20/12/2008 09:20 WIB
Wartawan Bukittinggi dan Pemerintah Napak Tilas PDRI
Bukittinggi,
(ANTARA) - Pemko Bukittinggi, Sumbar, bersama dengan wartawan di daerah itu, menjadwalkan
kunjungi daerah Bidar, Solok Selatan, 30 Desember nanti, bagian upaya untuk
mengenang perjuangan para pejuang PDRI.
Hal itu terumus dari hasil jumpa pers Walikota Bukittinggi, Drs. H. Djufri
dengan wartawan di Bukittinggi, di ruang TUP Balai Kota, Jumat (19/12).
Di kesempatan itu, walikota menyatakan, perjuangan para pejuang PDRI, para kaum
ibu dan pendirian Kota Bukittinggi perlu dipahami, direnungi dan dimaknai
sebaik-baiknya.
Agenda Napak Tilas ke daerah Bidar, Solok Selatan nantinya itu, selain
mengenang perjuangan para pejuang PDRI juga diharapkan dapat membangkitkan
semangat dalam Bela Negara.
Pemko Bukittinggi merencanakan, bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kota
(HJK) Bukittinggi ke 224, Hari Bela Negara dan Hari Ibu ke 80 tahun 2008, untuk
memeriahkan ketiga hari bersejarah tersebut akan dilaksanakan beberapa
rangkaian kegiatan.
Salah satunya Sidang Paripurna DPRD Kota Bukittinggi, Upacara Bendera di
Lapangan Wirabraja, Launching Museum Bawah Tanah (Mussabata), Peletakan Batu
Pertama Gedung Arsip dan Mussabata, Lomba Dasa Wisma, Pemberian Penghargaan
terhadap Perempuan Lanjut Usia yang Masih Tetap Berkarya, Lomba Asmaul Husna,
Relly sejarah PDRI, ziarah ke Taman Makam Pahlawan.
Di samping itu juga berziarah ke makam mantan Walikota Bukittinggi, Pemberian
penghargaan kepada empat tokoh yang telah membangun empat sektor unggulan di
Bukittinggi, kegiatan Jantung Sehat melibatkan remaja dan pelajar dan Lomba
Cipta Menu makanan Beragam, Bergizi dan Berimbang (3B). (ham/wij)
|
HEADLINE NEWS |
|
|
Senin, 22 Desember 2008 |
|
|
MPKAS Dorong Pengecatan Gerbong |
|
|
|
|
Padang, Padek--Masyarakat Pecinta Kereta Api Sumbar (MPKAS) sebagai pencetus ide kereta api wisata (KA Wisata), terus menunjukkan komitmennya untuk memajukan industri pariwisata Sumbar. Kali ini, MPKAS telah menjajaki sponsor yang akan mengecat gerbong KA Wisata yang mendampingi ”Mak Itam” melayani wisatawan menikmati keindahan alam Sumbar.
Sekjen MPKAS Yulnofrins Napilus kepada Padang Ekspres mengatakan, setelah melihat sejarah panjang, orientasi dan sepak terjang MPKAS selama ini, salah satu operator seluler sudah menyatakan kesediaannya untuk membantu mengecat KA Wisata tersebut.
“GM Sales dan Promotionnya langsung mutusin setuju dan mendukung langkah MPKAS,” tegas Yulnofrins Napilus yang selama ini bersama rekannya dan pemerintah daerah turut melobi pihak Departemen Perhubungan (Dephub) dan PT KAI untuk membantu perkeretaapian di Sumbar. Yulnofrins menyebutkan, operator seluler itu juga menyadarai dukungan mereka merupakan suatu sensasi yang langka dan punya kelas sehingga menguntungkan juga bagi promosi produk mereka.
“Jadi, win win lah...Malahan mereka juga akan mencoba memasang Pico Cell GSM di dalam kereta-kereta tersebut agar sinyal telepon tidak tiba-tiba hilang begitu saja. Ditambah fasilitas akses internet,” jelasnya. Apabila rencana tersebut berhasil, Yulnofrins yakin ini akan menjadi sejarah baru bagi perkeretaapian di Indonesia. “Ini yang pertama di Indonesia. Semua deal dan agreement, kita sudah minta langsung dengan PT KAI Sumbar,” tambahnya.
Agar industri pariwisata bisa bergerak optimal di Sumbar, Yulnofrins mengharapkan adanya kerja sama pihak ASITA sebagai operator di lini depan untuk mendatangkan wisatawan dari luar Sumbar dan mancanegara. Selain kerja sama dengan operator seluler, saat ini kata Yulnofrins, MPKAS tengah menjajaki kerja sama dengan pihak ketiga untuk pengadaan 50 seragam ala Belanda bagi petugas PT KAI. (esg)
Perpanjangan Runway BIM Sudah Mendesak
Sabtu, 20/12/2008 22:32 WIB
padangmedia.com
- PADANG
– Alasan untuk memperpanjang landasan atau runway Bandara International
Minangkabau, bukan sekedar menagih janji Presiden SBY beberapa waktu lalu. Tetapi
lebih dari karena kondisi riil BIM yang kurang memadai sebagai bandara
internasional.
”Yang lebih mendesak adalah karena BIM sudah menjadi salah satu embarkasi
haji yang setiap tahunnya dimanfaatkan oleh pesawat haji untuk ke Jeddah. Ada isu terbaru yang perlu segera disikapi oleh pemerintah
provinsi Sumbar,” ucap Darul Siska kepada wartwan saat berdialog di Padang, Sabtu ( 20/12).
Isu terbaru yang dikatakan Darul adalah menyangkut sikap dari pemerintahan Arab
yang mengumumkan bakal tidak mengizinkan pesawat kecil mendarat di bandara
mereka seperti Airbus dengan kapasitas 300 penumpang. Pemerintah Arab dalam hal
ini hanya akan memperbolehkan dan memprioritaskan pesawat jenis Boeing 747
dengan kapasitas 500 seat.
”Kalau kebijakan itu diberlakukan tahun depan oleh pemerintah Arab, kita
akan kesulitan karena pesawat yang membawa jemaah haji dari BIM kapasitasnya
masih 300. Dengan runway ukuran 2750 seperti sekarang, 747 bisa take off dan
landing di Bandara tapi tidak dalam full capacity. Artinya 100 tempat udduk
akan kosong,” jelas Darul.
Dalam kondisi demikian, sudah tentu, imbuh Darul, pesawat tidak mau karena akan
merugikan perusahaan. Kalau kita tidak memperpanjang runway, alternatif lain
bisa saja dengan menambah penumpang di tempat lain, seperti medan, kemudian
baru terbang ke Jeddah. Namun hal inipun akan memberatkan penerbangan.
”Jadi perpanjangan runway sudah merupakan kebutuhan untuk saat ini agar
jemaah haji dapat terbang langsung ke Jeddah,” katanya.
Rencananya, runway yang semula 2750 meter itu akan dijadikan 3000 meter itu
juga akan diikuti dengan penambahan fasilitas lainnya seperti ruang tunggu.
Menurut Darul, kapasitas Dephub hanya sebatas runway, sementara kebutuhan untuk
ruang tunggu dan fasiliats lainnya adalah tanggung jawab pihak Angkasa Pura.
”Dalam pertemuan terakhir dengan pihak Angkasa Pura, mereka sudah setuju
mensejalankan program pengembangan mereka disesuaikan dengan program
Dephub,” tukasnya. (nit)
Saya sudah melihat layout plan pengembangan bandara BIM yang dikeluarkan AP II , pekerjaan tahap pertama yang utama adalah perpanjangan runway (landasan pacu ) dari 2750 meter menjadi 3000 meter dan pembangunan parallel taxiway serta perluasan appron serta terminal penumpang .
Dengan selesainya pembangunan tahap II nanti , BIM akan bisa didarati pesawat berbadan lebar mulai dari Boeing 747 dan Boeing 767 dan bisa menampung penumpang lebih dari dua juta orang pertahun .
Wassalam : zul amry piliang ( 61 th ) pensiunan AP I Ngurah Rai .
Perpanjangan Runway BIM Sudah Mendesak
Sabtu, 20/12/2008 22:32 WIB
padangmedia.com - PADANG – Alasan untuk memperpanjang landasan atau runway Bandara International Minangkabau, bukan sekedar menagih janji Presiden SBY beberapa waktu lalu. Tetapi lebih dari karena kondisi riil BIM yang kurang memadai sebagai bandara internasional.
”Yang lebih mendesak adalah karena BIM sudah menjadi salah satu embarkasi haji yang setiap tahunnya dimanfaatkan oleh pesawat haji untuk ke Jeddah. Ada isu terbaru yang perlu segera disikapi oleh pemerintah provinsi Sumbar,” ucap Darul Siska kepada wartwan saat berdialog di Padang, Sabtu ( 20/12).
Isu terbaru yang dikatakan Darul adalah menyangkut sikap dari pemerintahan Arab yang mengumumkan bakal tidak
mengizinkan pesawat kecil mendarat di bandara mereka seperti Airbus dengan kapasitas 300 penumpang. Pemerintah Arab dalam hal ini hanya akan memperbolehkan dan memprioritaskan pesawat jenis Boeing 747 dengan kapasitas 500 seat.
”Kalau kebijakan itu diberlakukan tahun depan oleh pemerintah Arab, kita akan kesulitan karena pesawat yang membawa jemaah haji dari BIM kapasitasnya masih 300. Dengan runway ukuran 2750 seperti sekarang, 747 bisa take off dan landing di Bandara tapi tidak dalam full capacity. Artinya 100 tempat udduk akan kosong,” jelas Darul.
Dalam kondisi demikian, sudah tentu, imbuh Darul, pesawat tidak mau karena akan merugikan perusahaan. Kalau kita tidak memperpanjang runway, alternatif lain bisa saja dengan menambah penumpang di tempat lain, seperti medan, kemudian baru terbang ke Jeddah. Namun hal inipun akan memberatkan penerbangan.
”Jadi perpanjangan runway sudah merupakan kebutuhan untuk saat ini agar
jemaah haji dapat terbang langsung ke Jeddah,” katanya.
Rencananya, runway yang semula 2750 meter itu akan dijadikan 3000 meter itu juga akan diikuti dengan penambahan fasilitas lainnya seperti ruang tunggu. Menurut Darul, kapasitas Dephub hanya sebatas runway, sementara kebutuhan untuk ruang tunggu dan fasiliats lainnya adalah tanggung jawab pihak Angkasa Pura. ”Dalam pertemuan terakhir dengan pihak Angkasa Pura, mereka sudah setuju mensejalankan program pengembangan mereka disesuaikan dengan program Dephub,” tukasnya. (nit)