Nenek Hanifah (70) saat berada di rumahnya
usai dinyatakan hilang selama 12 jam diduga dilarikan orang bunian atau
makhluk haluas di Bukit Keramat Kenagarian Batu Manjulur Kecamatan
Kupitan, Rabu (8.2). OGI
SIJUNJUNG,HALUAN—Seorang nenek bernama Hanifah (70) warga Kenagarian Batu Manjulur Kecamatan Kupitan, Kabupaten Sijunjung sempat hilang selama dua belas jam lebih, diduga dibawa orang bunian atau makhluk halus, Selasa (7/2).
Korban berhasil ditemukan warga, BPBD dan polisi setelah melakukan penyisiran di areal Bukit Keramat Nagari Batu Manjulur, kirang lebih 2,5 kilometer dari perkampungan warga, Rabu (8/2) sekitar pukul 09.00 WIB.
Dari informasi yang diperoleh, peristiwa diluar nalar itu terjadi ketika sang nenek terlihat warga sekitar berjalan meninggalkan rumahnya. Nenek tersebut berjalan menuju Sungai Batang Laweh sendirian menuju ke arah Bukit Keramat Kenagarian Batu Manjulur pada Selasa (7/2) sekira pukul 16.30 WIB.
Namun, sampai waktu maghrib, sang nenek tak kunjung pulang. Keluarga busaha mencari karena pihak keluarga dibantu pihak nagari untuk melakukan pencarian di area Bukit Keramat yang dikenal warga memang angker.
Sampai pukul 24.00 WIB, pencarian dihentikan, dan dilanjutkan pada keesokan paginya. Wali Nagari Batu manjulur pun sempat berinisiatif untuk melaporkan hal tersebut ke Pihak BPBD Sijunjung untuk pencarian lebih lanjut.
Rabu pagi, warga pun kembali melakukan pencarian terhadap keberadaan sang nenek di areal Bukit Keramat tersebut, tak lama berselang dalam hitungan jam warga berhasil menemukan sang nenek dalam posisi duduk dibawah semak belukar dengan kondisi lemas di pinggang Bukit keramat tersebut.
Dari penuturan nenek Hanifah, saat menuju Sungai Batang Laweh dirinya mengaku melihat sosok Ayahnya dan suaminya yang sudah meninggal. Lalu ia diajak masuk ke dalam kawasan Bukit Keramat.
Ia menuturkan bahwa selama dinyatakan hilang oleh warga, sang nenek mengaku dibawa berjalan-jalan mengelilingi areal bukit keramat tersebut. Bahkan dirinya sempat makan dan tidur diatas sebuah kasur lengkap dengan bantal dan guling seperti layaknya dirumah. Nenek Hanifah baru sadar saat dirinya telah tiba dirumah dan dikerumuni banyak warga.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+unsubscribe@googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
Uda Prof Perry….
Klu co iko …. yo kodok kodok pulang ka Limo Koto nampak e …. untuak mamastikan curito ughang tuo tuo isuak……
Klu bona bisa juo di Sinetron an ko Da.
Wassalam
Nov
Dari tongah hutan riau
From: rant...@googlegroups.com [mailto:rant...@googlegroups.com]
On Behalf Of R. Y. Perry Burhan
Sent: Thursday, February 09, 2017 8:56 AM
Mak Ngah,
Di Kubang, di jorong Kapoon, ado pulo Bukik Nian, manuruik tutur urang dulu, awak bisa mandanga talempong mereka, tapi ambo alun mangalami lai doh, Cuma dulu, kalau kito lewat lah malam bajalan kaki dari Kubang arah ka Limo Koto, di Bukik Nian tu, awak bisa mancaliek sarupo ado lampu.
salam
imam sati/58/rantau boyo
2017-02-09 3:03 GMT+07:00 Sjamsir Sjarif <sjamsi...@gmail.com>:
Dari Haluan terbaca ada Orang Bunian atau Makhluk Halus di Bukit Keramat, Sijunjung...
Rabu,08 Februari 2017 - 18:59:57 WIB
Nenek Hanifah (70) saat berada di rumahnya usai dinyatakan hilang selama 12 jam diduga dilarikan orang bunian atau makhluk haluas di Bukit Keramat Kenagarian Batu Manjulur Kecamatan Kupitan, Rabu (8.2). OGI
SIJUNJUNG,HALUAN—Seorang nenek bernama Hanifah (70) warga Kenagarian Batu Manjulur Kecamatan Kupitan, Kabupaten Sijunjung sempat hilang selama dua belas jam lebih, diduga dibawa orang bunian atau makhluk halus, Selasa (7/2).
Korban berhasil ditemukan warga, BPBD dan polisi setelah melakukan penyisiran di areal Bukit Keramat Nagari Batu Manjulur, kirang lebih 2,5 kilometer dari perkampungan warga, Rabu (8/2) sekitar pukul 09.00 WIB.
Dari informasi yang diperoleh, peristiwa diluar nalar itu terjadi ketika sang nenek terlihat warga sekitar berjalan meninggalkan rumahnya. Nenek tersebut berjalan menuju Sungai Batang Laweh sendirian menuju ke arah Bukit Keramat Kenagarian Batu Manjulur pada Selasa (7/2) sekira pukul 16.30 WIB.
Namun, sampai waktu maghrib, sang nenek tak kunjung pulang. Keluarga busaha mencari karena pihak keluarga dibantu pihak nagari untuk melakukan pencarian di area Bukit Keramat yang dikenal warga memang angker.
Sampai pukul 24.00 WIB, pencarian dihentikan, dan dilanjutkan pada keesokan paginya. Wali Nagari Batu manjulur pun sempat berinisiatif untuk melaporkan hal tersebut ke Pihak BPBD Sijunjung untuk pencarian lebih lanjut.
Rabu pagi, warga pun kembali melakukan pencarian terhadap keberadaan sang nenek di areal Bukit Keramat tersebut, tak lama berselang dalam hitungan jam warga berhasil menemukan sang nenek dalam posisi duduk dibawah semak belukar dengan kondisi lemas di pinggang Bukit keramat tersebut.
Dari penuturan nenek Hanifah, saat menuju Sungai Batang Laweh dirinya mengaku melihat sosok Ayahnya dan suaminya yang sudah meninggal. Lalu ia diajak masuk ke dalam kawasan Bukit Keramat.
Ia menuturkan bahwa selama dinyatakan hilang oleh warga, sang nenek mengaku dibawa berjalan-jalan mengelilingi areal bukit keramat tersebut. Bahkan dirinya sempat makan dan tidur diatas sebuah kasur lengkap dengan bantal dan guling seperti layaknya dirumah. Nenek Hanifah baru sadar saat dirinya telah tiba dirumah dan dikerumuni banyak warga.
--
R. Y. Perry Burhan, Prof., Dr., M.Sc.
Ketua Sekolah Tinggi Energi dan Mineral (STEM) "Akamigas"
Jl. Gajah Mada no. 38, Cepu 58315
Tel. +62 296 421 897 Faks. +62 296 425 939
Laboratorium Geokimia Molekuler
FMIPA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Kampus ITS Keputih
Surabaya 60111
Tel. +62 31 594 33 53 Faks. + 62 31 592 83 14
Tel. portatif +62 811 313 1810; +62 811 30 15 2 59
--
https://muslim.or.id/12221-surat-al-jin-7-10-jin-tidak-tahu-perkara-gaib.html
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+unsubscribe@googlegroups.com.
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
Pencarian--Petugas dari Basarnas, BPBD dan
masyarakat saat melakukan koordinasi untuk pencarian nenek Rakiah warga
Kubangan Jorong Biteh Nagari Kacang kec. X koto Singkarak, Sabtu
(11/2). YUTISWANDI
SOLOK, HALUAN--Seorang nenek bernama Rakiah (70) warga Kubangang Jorong
Biteh Nagari Kacang, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok,
dilaporkan hilang dari rumahnya. Hilangnya nenek yang dikabarkan
penderita kanker payudara ini diketahui sejak pukul 16.00 WIB, Jum'at
(10/2).
Informasi yang dihimpun Harianhaluan.com menyebutkan, sebelum
dilaporkan hilang, nenek Rakiah terlihat bermenung sendiri oleh adiknya
Zul Dores (58) di belakang rumahnya yang berada di lereng bukit
tersebut. Namun setelah satu jam kemudian, Zul tak lagi melihat
keberadaan kakaknya tersebut di belakang rumah teraebut. "Kami telah
memcarinya hingga malam, namun tidak ketemu juga. Makanya kami laporkan
kepada pemerintah nagari untuk membantu pencarian," kata Andrian Dt.
Rajo Batuah tokoh masyarakat setempat.
Menurutnya, sejauh ini nenek yang tinggal bersama adiknya itu tidak menderita kelainan jiwa atau pun pikun.
" Cuma memang secara fisik, sudah menurun disamping faktor usia juga
karena penyakit kanker payudara yang sudah dideritanya sejak lama,"
terangnya.
Kejadian itu, praktis membuat buncah warga yang berada di daerah itu
untuk membantu pencarian nenek itu. Warga dibantu oleh camat, polsek
Singkarak, BPBD Kab. Solok dan Basarnas Padang langsung melakukan
pencarian dengan menyisir seluruh lokasi yang berada di belakang rumah
yang merupakan kebun dan semak tersebut. Bahkan, masyarakat setempat
juga meminta jasa orang pintar untuk membantu pencarian.
"Hingga kini (Sabtu) kami masih melakukan pencarian. Namun belum ada
titik terang keberadaan nenek Rakiah," kata Camat Singkarak Syahrial.
(h/ndi)
Editor : Rivo Septi Andries
Fotokopi KTP Nenek Rakiah
SOLOK, HALUAN—Setelah menghilang secara misterius dari rumahnya sejak Jumat (10/2) lalu, pencarian warga terhadap nenek Rakiah (70) akhirnya membahkan hasil.
Janda beranak satu itu ditemukan warga sudah menjadi mayat di dalam semak belukar sekira 500 meter di lereng bukit belakang rumahnya di kawasan Kubangan Jorong Biteh Nagari Kacang. Kecamatan X Koto Singkarak, Minggu (12/2).
Dari data yang dihimpun Harianhaluan.com menyebutkan, puluhan personil dari Tim Gabungan dari Basarnas Sumbar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polisi, TNI, dan warga masyarakat setempat sebelumnya telah menyisir beberapa kawasan di sekitar rumah Rakiah. Namun, tidak terlihat adanya titik terang keberadaan perempuan yang diketahui menderita kanker payudara itu.
Warga yang penasaran dengan hilangnya nenek Rakiah itu, setelah berembuk dengan para tokoh masyarakat setempat kemudian mencoba meminta bantuan jasa “orang pintar” untuk membantu pencarian.
“Dari orang pintar tersebut, kami ditunjukkan lokasi keberadaan nenek Rakiah. Dan ternyata benar, korban kami temukan di dekat sumur kecil (mata air), padahal kami sudah bolak-balik ke lokasi itu,” terang Andrian Dt. Rajo Batuah tokoh masyarakat setempat kepada Harianhaluan.com via ponselnya.
Menurut pria yang biasa disapa datuk ini, hilangnya Rakiah terkesan penuh dengan misteri. Di lokasi tempat ditemukannya Rakiah terdapat sebuah sumur kecil yang menjadi sumber mata air di lereng bukit itu.
Masyarakat bersama tim gabungan bahkan telah berkali-kali menyisir lokasi itu namun tetap saja tidak ditemukan. “Korban ditemukan sekitar jam 17.00 WIB tadi dalam kondisi sudah meninggal. Kemungkinan dari identifikasi jasadnya sudah meninggal sejak semalam,” kata Andrian Datuak.