Jago Kekayaan Budayo Kito

8 views
Skip to first unread message

Khairul Amri

unread,
Sep 11, 2008, 2:27:23 AM9/11/08
to Rant...@googlegroups.com
Teman-teman Ini saya kutip dari milis tetangga yang bercerita tentang seorang seniman di Bali. Akan lebih baik jika anda sendiri yang langsung membacanya.. Kisah sedih dialami Desak Suarti, seorang pengerajin perak dari Gianyar, Bali. Pada mulanya, Desak menjual karyanya kepada seorang konsumen di luar negeri. Orang ini kemudian mematenkan desain tersebut. Beberapa waktu kemudian, Desak hendak mengekspor kembali karyanya. Tiba-tiba, ia dituduh melanggar Trade Related Intellectual Property Rights (TRIPs). Wanita inipun harus berurusan dengan WTO. "Susah sekarang, kami semuanya khawatir, jangan-jangan nanti beberapa motif asli Bali seperti `patra punggal', `batun poh', dan beberapa motif lainnya juga dipatenkan" kata Desak Suarti dalam sebuah
wawancara. Kisah sedih Desak Suarti ternyata tidak berhenti sampai di sana. Ratusan pengrajin, seniman, serta desainer di Bali kini resah menyusul dipatenkannya beberapa motif desain asli Bali oleh warga negara asing. Tindakan warga asing yang mempatenkan desain warisan leluhur orang Bali ini membuat seniman, pengrajin, serta desainer takut untuk berkarya. Salah satu desainer yang ikut merasa resah adalah Anak Agung Anom Pujastawa. Semenjak dipatenkannya beberapa motif desain asli Bali oleh warga asing, Agung kini merasa tak bebas berkarya. "Sebelumnya, dalam satu bulan saya bisa menghasilkan 30 karya desain perhiasan perak. Karena dihinggapi rasa cemas, sekarang saya tidak bisa menghasilkan satu desain pun," ujarnya hari ini. Potret di atas adalah salah satu gambaran permasalahan perlindungan budaya di tanah air. Cerita ini menambah daftar budaya indonesia yang dicuri, diklaim atau dipatenkan oleh
negara lain, seperti Batik Adidas, Sambal Balido, Tempe, Lakon Ilagaligo, Ukiran Jepara, Kopi Toraja, Kopi Aceh, Reog Ponorogo, Lagu Rasa Sayang Sayange, dan lain sebagainya. LANGKAH KE DEPAN Indonesia harus bangkit dan melakukan sesuatu. Hal inilah yang melatarbelakangi berdirinya Indonesian Archipelago Culture Initiatives (IACI), informasi lebih jauh dapat dilihat di http://budaya- indonesia. org/ . Untuk dapat mencegah agar kejadian di atas tidak terus berlanjut, kita harus melakukan sesuatu. Setidaknya ada 2 hal perlu kita secara sinergis, yaitu: 1. Mendukung upaya perlindungan budaya Indonesia secara hukum. Kepada rekan-rekan sebangsa dan setanah air yang memiliki kepedulian (baik bantuian ide, tenaga maupun donasi) di bagian ini, harap menghubungi IACI di email: office@budaya- indonesia. org 2. Mendukung proses pendataan kekayaan budaya Indonesia. Perlindungan hukum tanpa data yang
baik tidak akan bekerja secara optimal. Jadi, jika temen-temen memiliki koleksi gambar, lagu atau video tentang budaya Indonesia, mohon upload ke situs PERPUSTAKAAN DIGITAL BUDAYA INDONESIA, dengan alamat http://budaya- indonesia. org/ Jika Anda memiliki kesulitan untuk mengupload data, silahkan menggubungi IACI di email: office@budaya- indonesia. org - Lucky Setiawan nb: Mohon bantuannya untuk menyebarkan pesan ini ke email ke teman, mailing-list, situs, atau blog, yang Anda miliki. Mari kita dukung upaya pelestarian budaya Indonesia secara online. --- End forwarded message ---
Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga.

Datuak Arifz

unread,
Sep 11, 2008, 3:39:58 AM9/11/08
to RantauNet
Assallamualaikum sanak Khairul Amri jo mamak di palanta,

ambo turuik mandukuang usaho perlindungan cagar budaya Minangkabau
sasuai jo posting sanak ko
"Mendukung upaya perlindungan budaya Indonesia secara hukum"
tantunyo kito harus bausaho pulo mam-paten-an nyo.

salah satunyo : "motif ukiran minang"
panah lo kawan ambo bacarito..baso ado rumah gadang nan baru tagak di
ranah, ukiran nyo maniru ukiran jepara
tapi karano ado data dan motif nan special di ukiran minang, tantunyo
carito tiru maniru ko jadi anok sajo jadinyo :)

satau ambo, katiko dulu panah lo baraja maukia di simpang lundang
panampuang,
ado bamacam motif ukiran nan ado, dan tampat nyo pun harus sasuai jo
pasa nan biaso, indak buliak salah latak,
'sasuai alua jo patuik' manuruik struktur bangunan rumah gadang:
anjuang, pintu, kusen
misanyo motif ukiran kudo manyipak di pasang di kusen jendela
motif saluak laka -> camin camin jendela
motif labah mangirok ->papan guluang
motif saik galamai ->papan les plang
motif siku kalalawa ->lambai lambai
motif itiak pulang patang ->tapi ukiran gadang
motif tupai managun ->dindiang hari

dan motif singo mandongkak jo takua kacang goreng, carano kanso,
siriah kanso dan lainyo untuak panambah pangatauan kito, tantang
kakayaan kito :motif ukiran minang
silakan cigok di palanta sanak Is Sikumbang
http://palantaminang.wordpress.com/motif-ukiran-minangkabau/

salamat babuko puaso
mohon maaf n wassallam
Arif Zulkifli Sikumbang Dt Rajo Alam (37+)
dibaliakpapan
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages