Pelihara Sapi

40 views
Skip to first unread message

reflus...@yahoo.com

unread,
Mar 9, 2011, 1:04:39 AM3/9/11
to Rantau Net
Assalamu'alaikum Ww
Dunsanak Rantaunet nan Ambo hormati. Pertama-tama Ambo doakan semoga seluruh dunsanak Rantaunet dalam keadaan sehat walafiat. Aminnn. Dari beberapa sumber nan Ambo ketahui, Indonesia masih kekurangan daging, sehingga untuk menutupinya banyak di Import daging atau Sapi dari Luar Negeri. Peternakan sapi dengan cara penggemukan merupakan usaha yang cukup menguntungkan, pertumbuhan seekor sapi berkisar antara 1-1,3 Kg perhari. Kalau Ambo keliru, mohon koreksi oleh dunsanak yang mengerti hal ini. Terlepas betul atau salah asumsi pertumbuhan sapi tadi, Ambo tertarik untuk membantu dunsanak awak nan bersedia memelihara sapi. Soal bagi hasilnya bisa dibicarakan. Melalui millis ini, Ambo mohon bantuan dunsanak awak yang bersedia memelihara sapi. Ambo bersedia membelikan seekor sapi. Kalau memang ado nan bersedia memelihara. Untuk itu dapat menghubungi Ambo : Nama : Reflusmen, panggilan Reflus. Asal : Nagari Tanjuang Barulak. Kec. Tanjung Emas. Kab. Tanah Datar. Alamat rumah : Komp. Pertamina Jatiwaringin Asri. Jalan Bontang III No. 77 Pondok Gde. Bekasi. HP : No. 08128337577. Wassalam : Reflus LK 53 tahun.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Armen Zulkarnain

unread,
Mar 10, 2011, 6:26:09 PM3/10/11
to rant...@googlegroups.com, Reflus Ramli Tanjuang Barulak, Dutamardin Umar, Dr.Saafroedin BAHAR, Z Chaniago, asmun sjueib, Zoeraini Djamal
Assallamualikum wr wb

pak Reflusmen sarato angku mamak, bundo jo adi dunsanak sapalanta RN nan ambo hormati,

Taruih tarang ambo terpana-pana mambaco email apak ko, sabab alah beberapa bulan nan lampau postingan mampaduokan jawi ko alah ambo cubo jojokan ka milis RN ko, namun alun ado tanggapan nan basadio sebagai investor jawi [bontiang kalau bahaso kampuang ambo :)].

Sabalunnyo ambo ucapkan terima kasih ateh kiriman dari pak Relusmen, mungkin iko alah ambo tulih pado thread terdahulu, namun rancak pulo kalau diulang baliak.

  1. Apo nan apak tulihkan memang batua, sabab Indonesia masih kakurangan dagiang, saroman jo kakurangan kedelai, gulo, bareh sipuluik, dan lain sebagainyo.
  2. Di beberapa daerah Sumbar memang sangat baik untuk penggemukan sapi, terutama sapi simmental, limousin sebab Sumbar memiliki daerah dataran tinggi yang sangat cocok untuk budidaya ini. 
  3. Dari sekian banyak daerah dataran tinggi yang ada, sebaiknya dipilih nagari-nagari yang masih memiliki lahan yang cukup luas, dengan kepadatan penduduk yang masih rendah. Olh sebab itu untuk wilayah sekitar kaki gunung Singgalang, Marapi & Solok agak sulit dilakukan, sebab wilayah ini terkenal dengan kepadatan penduduknya. 
  4. Mengapa kepadatan penduduk mempengaruhi budidaya penggemukan sapi? Sebab apabila kita ingin membudidayakan penggemukan sapi, harus memiliki lahan khusus untuk menanam rumput gajah yang digunakan sebagai pakan ternak.
  5. Apabila kita memberikan 1-2 ekor sapi untuk dibudidayakan oleh petani, ini sama artinya mencari kerugian. Mengapa? Sebab waktu sehari-hari petani ini akan tersita penuh untuk mengurus sapi, muali dari membersihkan kandang, mencari rumput, memandikan ternak yang dilakukan setiap hari (sapi simental karakteristiknya selalu memamahbiak, hampir setiap saat membutuhkan pakan), berbeda dengan sapi bali yang konsumsi pakannya yang jauh lebih rendah. Usaha penggemukan Sapi simental akan menguntungkan apabila 1 orang petani mengelola 5-10 ekor sapi, sebab waktu yang dihabiskan sebanding dengan keuntungan yang diperoleh. 
  6. Akan lebih baik lagi apabila dilakukan penyantuan kandang (kandang bersama). Sebab selain lebih mudah dalam mengelola ternak, waktu petani akan lebih efesien sebab bisa dibagi jadwal per kelompok dalam mengurus kandang, pakan ternak, budidaya rumput gajah & pengumpulan kotoran sapi serta air seni sapi.
  7. Perlu diketahui, 1 ekor sapi simental umumnya menghasilkan kotoran (tinja) dalam 1 bulan paling tidak antara 500 kg - 1 ton. Belum termasuk air seni yang juga sangat baik untuk diolah menjadi pupuk organik bersama-sama kotoran sapi. Jadi, usaha penggemukan sapi selain menghasilkan sapi pedaging & anakan sapi (pedet) juga memberikan hasil sampingan setiap hari yaitu kotoran & air seni yang memiliki nilai ekonomis tinggi disektor pertanian.             

Saya menyarankan, hal ini bisa bekerjasama dengan pemerintahan nagari. Mengapa harus dengan pemerintahan nagari? Sebab sebagai investor (pemilik sapi) tentunya memerlukan tenaga kerja, lahan untuk kandang bersama & lahan untuk penanaman budidaya rumput gajah sebagai pakan reguler ternak sapi. Nagari memiliki ulayat nagari yang bisa digunakan untuk lokasi pembuatan kandang bersama & lahan penanaman rumput gajah. Dengan kerjasama antara investor (urang rantau) & pemerintahan nagari akan diperoleh tenaga-tenaga petani yang benar-benar serius & bertanggungjawab untuk mengelola usaha penggemukan sapi simental.

Karena topik ini saya paparkan di Rantau Net [Mailing List Komunitas Minangkabau (Urang Awak) yang pertama dan terbesar di Internet (sejak 1993)], tentunya saya tawarkan kepada seluruh angku, mamak, bundo sarato adi dunsanak sapalanta RN apabila ingin bersama-sama bekerjasama dengan pemerintahan nagari untuk memulai usaha penggemukan sapi. Keuntuangan yang diperoleh antara lain adalah :
  1. Sebagai investor (pemilik kandang & pemilik sapi), tentunya angku, mamak, bundo sarato adi dunsanak akan mendapat keuntungan dari selisih harga beli & harga jual sapi simental. Sebagai tambahan informasi, untuk anakan sapi simental betina umur 6 bulan saat ini harganya berkisar 6-7 juta, untuk anakan sapi simental jantan umur 10 bulan saat ini harganya berkisar 9-10 juta. Setelah dilakukan pengemukan selama 3.5 tahun, untuk sapi betina akan diperoleh anakan sapi baru & induknya bisa dijual dengam harga kisaran 13-16 juta. Sedangkan untuk sapi jantan bisa dijual dengan kisaran harga 16-20 jt.         
  2. Pemerintahan nagari yang memiliki lahan kandang bersama & lahan pembudidayaan rumput gajah juga akan mendapat keuntungan yang nantinya bisa dimasukan pada kas nagari sebagai salah satu usaha milik nagari. 
  3. Masyarakat nagari yang terlibat dalam pengelolaan penggemukan sapi akan mendapat pekerjaan dengan hasil bagi yang pantas sesuai syariah.
  4. Masyarakat nagari yang bersandar disektor pertanian, akan mendapatkan stok pupuk organik yang cukup & harga yang pantas. Perlu diketahui, saat ini harga pupuk an organik cukup tinggi & ketersediaan barang sangat terbatas (subsidi) & permainan agen-agen pupuk.       
Yang perlu dirumuskan adalah berapa bagi hasil antara petani, pemerintahan nagari & investor. Kalau kalkulasi saya secara sederhana adalah :
  1. Investor sebagai pemilik sapi & pemilik kandang mendapatkan 60%.
  2. Pemerintahan nagari sebagai otoritas nagari yang menentukan lokasi kandang & lahan budidaya rumput mendapatkan 15 %  
  3. Masyarakat nagari yang terlibat dalam pengelolaan penggemukan sapi mendapatkan 25 %
  4. Pendapatan dari kotoran & air seni sapi digunakan untuk biaya perawatan budidaya rumput gajah, sisanya dibagi bersama antara pemerintahan nagari & petani pengelola.   
Selain itu saya coba memberi gambaran biaya-biaya yang diperlukan untuk membuat usaha penggemukan sapi ini, yaitu :
  1. Biaya pembelian anakan sapi.
  2. Biaya transportasi pemindahan sapi dari tempat pembelian menuju kandang bersama
  3. Biaya pembuatan kandang bersama (apabila dalam 1 periode - sekitar 3.5 - 4 tahun seorang investor tidak ingin melanjutkan usahanya & ada yang ingin menggantikan, biaya pembuatan kandang harus diganti oleh pihak investor yang menggantikan/meneruskan). Biaya perawatan kandang, apabila ada yang perlu tukar seperti atap, lantai, pagar ditanggung bersama oleh seluruh pemilik kandang. Sedangkan pekerja perbaikan kandang adalah petani yang mengelola sapi-sapi tersebut & tidak dikenakan upah kerja (hanya pembelian bahan saja).    
  4. Biaya awal penanaman rumput gajah. 
  5. dll (bisa ditambahkan apabila dirasakan perlu). 
Saya kira, karena saat ini sudah adalah legalitas dari YPRN, sehingga kegiatan ini bisa dimasukan dalam salah satu rencana kegiatan YPRN. Dengan begitu seluruh kegiatan bisa dilakukan secara resmi termasuk surat menyurat perjanjian kerjasama antara investor dengan pemerintahan nagari.

Untuk lokasi saya sarankan :
  1. nagari-nagari disekitar Alahan Panjang (kab. Solok), 
  2. nagari-nagari di sekitar Talu Sinuruik (kab. Pasaman Barat), 
  3. nagari-nagari di sekitar Matur (kab. Agam), 
  4. nagari-nagari di sekitar Alam Pauah Duo (kab. Solok Selatan). 
Hal ini disebabkan nagari-nagari disekitar wilayah ini memiliki lahan tidur yang cukup luas yang merupakan ulayat nagari, terletak didataran tinggi & merupakan sentra pertanian yang sangat memerlukan pupuk organik. Demikian yang bisa saya sampaikan, semoga berkenan & ditindaklanjuti. Apabila diperlukan saya bersedia membantu menghubungi pemerintahan nagari, termasuk mengkoordinasikan pembuatan kandang, pembelian anakan sapi (pedet) sampai mengantarkan ke kandang bersama. Ada baiknya, setiap pemilik sapi memiliki kontak rutin dengan pemerintahan nagari & petani pengelola sapi sehingga terjalin hubungan kekerabatan yang lebih baik antar rantau & ranah minang. Apabila ada tulisan yang kurang berkenan, mohon dimaafkan.

Alahan Panjang (kab. Solok)

Talu Sinuruik (kab. Pasaman Barat)

Matur (kab. Agam)

Alam Pauah Duo (kab. Solok Selatan)


wasalam

AZ / lk / 32th
Padang
asa nagari Kubang, 50 Koto
babako ka Canduang Koto Laweh, Agam




Dari: "reflus...@yahoo.com" <reflus...@yahoo.com>
Kepada: Rantau Net <rant...@googlegroups.com>
Terkirim: Rab, 9 Maret, 2011 13:04:39
Judul: [R@ntau-Net] Pelihara Sapi
--
.

ajo duta

unread,
Mar 10, 2011, 7:45:30 PM3/10/11
to rant...@googlegroups.com, Armen Zulkarnain, Reflus Ramli Tanjuang Barulak, Dutamardin Umar, Dr.Saafroedin BAHAR, Z Chaniago, asmun sjueib, Zoeraini Djamal
Nakan Armen dan sanak sapalanta.
 
Ambo berminat untuk sato di usaho penggemukan sapi ko.
Niek utama ingin mambangun ekonomi nagari. Sementara kito kumpuakan
peminat lain, tolong nakan Armen mempersiapkan secaro lebih kongkrit
dilapangan. Artinyo nagari ma nan alah siap dengan sagalo nan diperlukan,
mulai dari lahan sampai SDMnyo.
 
Tantu usahako bisa dijadikan sumber dana (kalau berhasil) untuk awak bisa
beramal jariah lain, seperti bea siswa anak tak mampu dll. Tantu YPRN siap
sebagai mediator formal.
 
Pokok-e sagalo ideuntuk mambangun ranah, mari kito sato dan dulkung.
 


 
2011/3/10 Armen Zulkarnain <emenes...@yahoo.co.id>

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/



--
Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
gelar Bagindo, suku Mandahiliang,
lahir 17 Agustus 1947.
di Nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman.
rantau: Deli dan Jakarta,
kini Sterling, Virginia-USA
------------------------------------------------------------
"menjadi bagian dari sapu lidi, akan lebih bermanfaat dari pada menjadi sebatang lidi"


reflus...@yahoo.com

unread,
Mar 10, 2011, 7:57:21 PM3/10/11
to Armen Zulkarnain, Rantau Net, Dutamardin Umar, Dr.Saafroedin BAHAR, Z Chaniago, asmun sjueib, Zoeraini Djamal
Adinda : Armen. Ambo la mambaco tulisan adinda. Mohon sms no HP adinda ke HP ambo No. 08128337577. Ambo pingin ngobrol masalah Pelihara Sapi ko. Wassalam : Reflus.


Powered by Telkomsel BlackBerry®

asmun sjueib

unread,
Mar 10, 2011, 7:59:27 PM3/10/11
to rant...@googlegroups.com, Reflus Ramli Tanjuang Barulak, Dutamardin Umar, Dr.Saafroedin BAHAR, Z Chaniago, Zoeraini Djamal

Aww. Dunsanak di Palanta.
aaa) Mohon dapeik semuanya ditampuang dan di"listing" dalam "Pilot Project" pembangunan regional economic development dengan sektor Peternakan "Sapi" nan manuruik kami semakin nampak jaleih "program2 nan seyogyanya kito karajokan basamo.
bbb) Kontak person terlampir kironya dapeik pulo disinergikan sedemikian rupo dan dimana perlu dikoordinasikan dalam "Action Plan" mendatang tamasuak mekanisme karajo, sistem karajo, pengumpulan dana untuk pembiayaannya, danlain sebagaianya..
Wass.,
Asmun (Lk/66/Depok)

Bls: [R@ntau-Net] Kito tampuang usulan untuak Program YPRN

Kamis, 10 Maret, 2011 06:38
Cc:
"M.C. Baridjambek" <bes...@rad.net.id>, "zulhasril nasir" <zule...@yahoo.com>
Aww. AZ yang kami banggakan.
aaa) Sakironyo memang ado komitmen untuk mensukseskan program2 YPRN kamuko, kami dengan senanghati untuk memberikan masukan dan catatan kecil tentang Proposal Pelaksanaan Peternakan Nagari (Kemda. Adi ASlan/Kab.Agam-0813-6343-2902 ), Pertanian Rakyat Organik - Kelompok Tani (Kemda.Rafaie/Salimpaung-Tanah Datar-0813-6303-5073 atau 0813-7492-4422);
bbb) Karajo gadang YPRN tasabuik harus dimulai dari sekarang dan marilah kito mempersatukan lidi-lidi Bung Hatta dalam Koperasi Anak Nagari sasuai jo bunyi UUD RI 1945 khususnyo pasal 33 dan manyusun program2 "Nagari" nan kato urang kini "mambumi" dan harapan kami "stake holder"  Minangkabau dimanopun barado kiniko "turun gunuang"
ccc) Harap dimangarati pulo bahwasanyo "Action Plan" tasabuik indak manggantuangkan jo pitieh Pemda/Pemkot tapi mari kito usaokan mandiri, karano nampak jaleih dan satarang-tarangnyo baliau sibuk jo urusan masing2 nan tiok sabanta kito danga basitangka BUKAN untuk RAHAYAT NAGARI.
Wassalam,
Asmun (LK/66/Depok)
 

--- Pada Kam, 10/3/11, asmun sjueib <kinn...@yahoo.co.id> menulis:

Dari: asmun sjueib <kinn...@yahoo.co.id>
Judul: Bls: [R@ntau-Net] Kito tampuang usulan untuak Program YPRN
Kepada: emenes...@yahoo.co.id, rant...@googlegroups.com
Cc: "M.C. Baridjambek" <bes...@rad.net.id>, "zulhasril nasir" <zule...@yahoo.com>
Tanggal: Kamis, 10 Maret, 2011, 6:03 AM

Aww. AZ jo Pengurus YPRN yang kami banggakan.
aaa) Alhamdulillah step by step masukan jo perkembangan dinamis YPRN tarutamo Program Karajo dan Kegiatan yad. bagi kepentingan Anak Nagari.
bbb) Alhamdulillah kesanggupan AZ sarato "pengabdian" nan kami telusuri tamasuak kunjungan keseantero Nagari tarutamo Nagari "Tertinggal" , kironyo a.s.a.p. YPRN dapeik menerbitkan SKEP pengangkatan AZ sebagai "Liason Officer" nan mengkoordinasikan karajo gadang YPRN nan manuruik kami dilengkapi dengan "SOHO = Small Office Home Office) basarato kelengkapan Hardware seperti Almari, Computer set, Mejatulis/kursi, dlsbnya. dengan tambahan biaya2 nyata seperti ATK, perangko, materai, transportasi lokal dan hal2 lainnyo nan manuruik pendapat pribadi ambo indak akan susah bana sakironyo kito pasamokan manjadi bareik samo dipikue, ringan samo dijinjiang, baa tu.
ccc) Appresiasi untuk anak Nagari mudo seperti AZ segera paralu ditindaklanjuti dan kami sangaeik mengharapkan supayo Dunsanak nan laie "badaging" dapeik turun gunuang.Sebagai pensiunan PNS kami akan manyisihkan "pensiun limopuluh ribu rupiah satiok bulan sebagai komitmen kami untuk itu dan mudah2an ado Dunsanak Anak Nagari lainnyo turungunuang pulo andaknyo.Tantunyo iko salah satu tugas Sekretariat YPRN mengkoordinasikannyo
ddd) Untuk bidang2 nan alah ado kironyo dapeik ditukuakkan BIdang-bidang Seni Budaya, Politik, Hubungan Kerjasama Internasional, Perpustakaan Anak Nagari, IPTEKOM (Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Komunikasi/IT), Pertanian Rakyat ORGANIK dan Peternakan, Kelautan dan Perikanan. Last but not least : Moral Budaya Islam dan Al Quran. Mungkin lainnyo dapeik dipikiekan sasuai jo Dinamika kehidupan dilapangan.
Wass., Asmun (LK/66/Depok)
Catatan : Matriks bidang-bidang dengan program aksi nan AZ alah karajokan dapeik kironyo disempurnakan.


--- Pada Rab, 9/3/11, Armen Zulkarnain <emenes...@yahoo.co.id> menulis:

Dari: Armen Zulkarnain <emenes...@yahoo.co.id>
Judul: Bls: [R@ntau-Net] Kito tampuang usulan untuak Program YPRN
Kepada: rant...@googlegroups.com
Tanggal: Rabu, 9 Maret, 2011, 6:47 PM

Assalamualaikum wr wb

Angku, mamak, bundo, sarato adi dunsanak sapalanta RN nan ambo muliakan,

ambo suprise bana mambaco thread nan ko :

Beberapa usulan global yang telah masuk antara lain :
1. Bidang Pendidikan - Program Beasiswa  dan anak asuh
2. Bidang Ekonomi - Program inkubator bisnis berbasis nagari
3. Bidang Pariwisata - Ekonomi : Pengelenggaraan Minangkabau Camp.

pabilo tanago ambo diparalukan, silahkan hubungi kapan sajo, insya Allah ambo akan bantu sakuek tanago. 

wasalam

AZ / lk / 32th
Padang




--- Pada Jum, 11/3/11, Armen Zulkarnain <emenes...@yahoo.co.id> menulis:

Muchlis Hamid

unread,
Mar 10, 2011, 10:41:39 PM3/10/11
to rant...@googlegroups.com, Yevni Fitri
Ajo Duta dan dunsanak di palanta:

Waktu ambo pulang kampuang (Muaro Paneh) minggu yang lalu, ambo mendapati unit usaha mikro yang disebut Gapoktan Muaro Sepakat yang sangat aktif. Gapoktan adalah singkatan dari Gabungan Kelompok Tani. Pada 18 Januari 2010 Gapoktan Muaro Sepakat  ini mendapat dana dari pemerintah sebesar Rp 100 juta. Terakhir dana tersebut telah berkembang menjadi  Rp 235 juta yang dimanfaatkan oleh anggota-anggotanya. Dari 600 anggota baru 300 anggota yang telah terfasilitasi.

Baru-baru ini Gapoktan Muaro Sepakat mendapat dana Rp 15 juta dari Pemerintah yang harus digunakan untuk pelatihan penggemukan sapi dan tidak boleh dibelikan sapi. Pelatihan mencakup teknik penggemukan dengan target naik 1 kg sehari, pakan sapi dan sebagainya.
Ketua Gapoktan MS adalah Firman Chaniago, Manager Imelda Kemalis dan Sekretaris Syafruddin, SH. Pekerjaan Imelda sehari-hari adalah perawat di RSUD Solok, masih mudo dan rancak pulo. Kelompok ini siap menerima jawih paduo dari dunsanak perantau.

Kredit yang sedang disalurkan kepada anggota dipakai oleh anggota untuk beternak itik (beternak itik ternyata sangat menguntungkan), ayam, menggarap sawah  dan produksi kerupuk ubi (samba daruak-daruak). Berdaruk-daruk ketika dimakan, indak kareh, bahkan lembut. Samba daruak-daruak  Muaro Paneh sangat khas, lamak bana, enak sebagai pendamping makan nasi. Biasanya disuguhkan pada waktu baralek.

Pada pelantikan Wali Nagari Muaro Paneh (5/3) samba daruak-daruak ditatiang di Balai Adat. Bupati Solok menikmatinya dengan duduk baselo didampingi Pak Wali dan Ninik Mamak.

Kontak: Imelda Kemalis 0812-66990376.

Salam,

Muchlis Hamid, 65, Jkt.

  


From: asmun sjueib <kinn...@yahoo.co.id>
To: rant...@googlegroups.com
Cc: Reflus Ramli Tanjuang Barulak <reflus...@yahoo.com>; Dutamardin Umar <dutam...@gmail.com>; Dr.Saafroedin BAHAR <saafroed...@yahoo.com>; Z Chaniago <z.cha...@gmail.com>; Zoeraini Djamal <zur...@hotmail.com>
Sent: Fri, March 11, 2011 7:59:27 AM
Subject: Bls: [R@ntau-Net] Pelihara Sapi

ajo duta

unread,
Mar 11, 2011, 2:39:32 AM3/11/11
to rant...@googlegroups.com
Kanda Muchlis, insya Allah bulan muko ambo ka pulkam. Ambo cari beko
nakan Imelda nan rancak tu.

Baa nakan Armen, siap jadi guide?

>> 1. Apo nan apak tulihkan memang batua, sabab Indonesia masih kakurangan


>>dagiang, saroman jo kakurangan kedelai, gulo, bareh sipuluik, dan lain
>>sebagainyo.

>> 2. Di beberapa daerah Sumbar memang sangat baik untuk penggemukan sapi,


>>terutama sapi simmental, limousin sebab Sumbar memiliki daerah dataran
>> tinggi
>>yang sangat cocok untuk budidaya ini.

>> 3. Dari sekian banyak daerah dataran tinggi yang ada, sebaiknya dipilih


>>nagari-nagari yang masih memiliki lahan yang cukup luas, dengan kepadatan
>>penduduk yang masih rendah. Olh sebab itu untuk wilayah sekitar kaki gunung
>>
>>Singgalang, Marapi & Solok agak sulit dilakukan, sebab wilayah ini terkenal
>>
>>dengan kepadatan penduduknya.

>> 4. Mengapa kepadatan penduduk mempengaruhi budidaya penggemukan sapi?


>> Sebab
>>apabila kita ingin membudidayakan penggemukan sapi, harus memiliki lahan
>> khusus
>>untuk menanam rumput gajah yang digunakan sebagai pakan ternak.

>> 5. Apabila kita memberikan 1-2 ekor sapi untuk dibudidayakan oleh petani,


>> ini
>>sama artinya mencari kerugian. Mengapa? Sebab waktu sehari-hari petani ini
>> akan
>>tersita penuh untuk mengurus sapi, muali dari membersihkan kandang, mencari
>>
>>rumput, memandikan ternak yang dilakukan setiap hari (sapi simental
>>karakteristiknya selalu memamahbiak, hampir setiap saat membutuhkan pakan),
>>
>>berbeda dengan sapi bali yang konsumsi pakannya yang jauh lebih rendah.
>> Usaha
>>penggemukan Sapi simental akan menguntungkan apabila 1 orang petani
>> mengelola
>>5-10 ekor sapi, sebab waktu yang dihabiskan sebanding dengan keuntungan
>> yang
>>diperoleh.

>> 6. Akan lebih baik lagi apabila dilakukan penyantuan kandang (kandang


>> bersama).
>>Sebab selain lebih mudah dalam mengelola ternak, waktu petani akan lebih
>> efesien
>>sebab bisa dibagi jadwal per kelompok dalam mengurus kandang, pakan ternak,
>>
>>budidaya rumput gajah & pengumpulan kotoran sapi serta air seni sapi.

>> 7. Perlu diketahui, 1 ekor sapi simental umumnya menghasilkan kotoran

>> 1. Sebagai investor (pemilik kandang & pemilik sapi), tentunya angku,


>> mamak,
>>bundo sarato adi dunsanak akan mendapat keuntungan dari selisih harga beli
>> &
>>harga jual sapi simental. Sebagai tambahan informasi, untuk anakan sapi
>> simental
>>betina umur 6 bulan saat ini harganya berkisar 6-7 juta, untuk anakan sapi
>>simental jantan umur 10 bulan saat ini harganya berkisar 9-10 juta. Setelah
>>
>>dilakukan pengemukan selama 3.5 tahun, untuk sapi betina akan diperoleh
>> anakan
>>sapi baru & induknya bisa dijual dengam harga kisaran 13-16 juta. Sedangkan
>>
>>untuk sapi jantan bisa dijual dengan kisaran harga 16-20 jt.

>> 2. Pemerintahan nagari yang memiliki lahan kandang bersama & lahan


>>pembudidayaan rumput gajah juga akan mendapat keuntungan yang nantinya bisa
>>
>>dimasukan pada kas nagari sebagai salah satu usaha milik nagari.

>> 3. Masyarakat nagari yang terlibat dalam pengelolaan penggemukan sapi akan


>>
>>mendapat pekerjaan dengan hasil bagi yang pantas sesuai syariah.

>> 4. Masyarakat nagari yang bersandar disektor pertanian, akan mendapatkan


>> stok
>>pupuk organik yang cukup & harga yang pantas. Perlu diketahui, saat ini
>> harga
>>pupuk an organik cukup tinggi & ketersediaan barang sangat terbatas
>> (subsidi) &
>>permainan agen-agen pupuk.
>>Yang perlu dirumuskan adalah berapa bagi hasil antara petani, pemerintahan
>>nagari & investor. Kalau kalkulasi saya secara sederhana adalah :

>> 1. Investor sebagai pemilik sapi & pemilik kandang mendapatkan 60%.
>> 2. Pemerintahan nagari sebagai otoritas nagari yang menentukan lokasi


>> kandang &
>>lahan budidaya rumput mendapatkan 15 %

>> 3. Masyarakat nagari yang terlibat dalam pengelolaan penggemukan sapi
>>mendapatkan 25 %
>> 4. Pendapatan dari kotoran & air seni sapi digunakan untuk biaya


>> perawatan
>>budidaya rumput gajah, sisanya dibagi bersama antara pemerintahan nagari &
>>
>>petani pengelola.
>>Selain itu saya coba memberi gambaran biaya-biaya yang diperlukan untuk
>> membuat
>>usaha penggemukan sapi ini, yaitu :

>> 1. Biaya pembelian anakan sapi.
>> 2. Biaya transportasi pemindahan sapi dari tempat pembelian menuju kandang
>>
>>bersama
>> 3. Biaya pembuatan kandang bersama (apabila dalam 1 periode - sekitar 3.5


>> - 4
>>tahun seorang investor tidak ingin melanjutkan usahanya & ada yang ingin
>>menggantikan, biaya pembuatan kandang harus diganti oleh pihak investor
>> yang
>>menggantikan/meneruskan). Biaya perawatan kandang, apabila ada yang perlu
>> tukar
>>seperti atap, lantai, pagar ditanggung bersama oleh seluruh pemilik
>> kandang.
>>Sedangkan pekerja perbaikan kandang adalah petani yang mengelola sapi-sapi
>>tersebut & tidak dikenakan upah kerja (hanya pembelian bahan saja).

>> 4. Biaya awal penanaman rumput gajah.
>> 5. dll (bisa ditambahkan apabila dirasakan perlu).


>>Saya kira, karena saat ini sudah adalah legalitas dari YPRN, sehingga
>> kegiatan
>>ini bisa dimasukan dalam salah satu rencana kegiatan YPRN. Dengan begitu
>> seluruh
>>kegiatan bisa dilakukan secara resmi termasuk surat menyurat perjanjian
>>kerjasama antara investor dengan pemerintahan nagari.
>>
>>
>>Untuk lokasi saya sarankan :

>> 1. nagari-nagari disekitar Alahan Panjang (kab. Solok),
>> 2. nagari-nagari di sekitar Talu Sinuruik (kab. Pasaman Barat),
>> 3. nagari-nagari di sekitar Matur (kab. Agam),
>> 4. nagari-nagari di sekitar Alam Pauah Duo (kab. Solok Selatan). Hal ini


>>disebabkan nagari-nagari disekitar wilayah ini memiliki lahan tidur yang
>> cukup
>>luas yang merupakan ulayat nagari, terletak didataran tinggi & merupakan
>> sentra
>>pertanian yang sangat memerlukan pupuk organik. Demikian yang bisa saya
>>sampaikan, semoga berkenan & ditindaklanjuti. Apabila diperlukan saya
>> bersedia
>>membantu menghubungi pemerintahan nagari, termasuk mengkoordinasikan
>> pembuatan
>>kandang, pembelian anakan sapi (pedet) sampai mengantarkan ke kandang
>> bersama.
>>Ada baiknya, setiap pemilik sapi memiliki kontak rutin dengan pemerintahan
>>nagari & petani pengelola sapi sehingga terjalin hubungan kekerabatan yang
>> lebih
>>baik antar rantau & ranah minang. Apabila ada tulisan yang kurang berkenan,
>>
>>mohon dimaafkan.
>>
>>

>>Alahan Panjang (kab. Solok)


>>
>>
>>Talu Sinuruik (kab. Pasaman Barat)
>>
>>

>>Matur (kab. Agam)

--
Sent from my mobile device

Muchlis Hamid

unread,
Mar 11, 2011, 9:39:59 AM3/11/11
to rant...@googlegroups.com
Jo Duta,
Siip. Nanti kita komunikasikan dengan Imelda cs.
Salam,


From: ajo duta <ajo...@gmail.com>
To: rant...@googlegroups.com
Sent: Fri, March 11, 2011 2:39:32 PM
Subject: Re: [R@ntau-Net] Pelihara Sapi

Armen Zulkarnain

unread,
Mar 11, 2011, 12:28:46 PM3/11/11
to rant...@googlegroups.com, Muchlis Hamid, Dutamardin Umar, Reflus Ramli Tanjuang Barulak, Abraham Ilyas, Mestika Zed, Firdaus HB, Masni Rani Sungai Limau, Anthony Hilman, Saafroedin Bahar, Armen Zulkarnain
Assalammualaikum wr wb 

Mak Duta, pak Reflus, pak Muchlis sarato angku, mamak bundo jo adi dunsanak sapalanta RN nan ambo muliakan,

Insya Allah pabilo diparalukan tanago ambo untuk ka nagari-nagari silahkan hubungi ambo bilo sajo. Sebagai tambahan informasi, saat iko ambo sadang mansua-ansua renovasi kadai dirumah, sabab ditampek nan lamo kontraknyo memang alah habis masonyo. Hal iko memang ambo cubo usahokan agar urang rummah masih bisa bakarajo sebagai penerjemah buku sambia maurus anak-anak. Sasuai rencana 3 tahun ka muko ambo memang akan labiah banyak barado di nagari-nagari membantu pendampingan website nagari untuk melatih pemuda-pemuda di kampuang supayo bisa mengelola website nagari masing-masing. 

Tantunyo, untuak kemajuan nagari-nagari di ranah minang ambo akan siap selalu kapan saja. Jadi angku, mamak, bundo sarato adi dunsanak indak usah sagan jo ragu mengontak ambo pabilo ado nan bisa ambo bantu untuk hal-hal koordinasi ka pemarintahan nagari, niniak mamak, Bamus/BPRN & pemuda nagari.  

Sesuai rencana, dalam wakatu seminggu ka muko kira-kira antara tanggal 20-23 Maret 20011 ambo akan pai babelok ka nagari-nagari untu keperluan sbb :

  • Penjajakan lokasi Minangkabau Youth Camp =  Nagari Talang Babungo kab. Solok
  • Konsolidasi Website Nagari = Nagari Minangkabau, Nagari Sungayang, Nagari Tanjuang (cluster Tanjuang Sugayang), Nagari Panyalaian (cluster X koto), Nagari Lubuak Jantan (Cluster Lintau Buo) kab. Tanah Datar, Nagari Kamang, Nagari Magek, Nagari Kapau (cluster Tilatang Kamang) , Nagari Sianok VI Suku, Nagari Sungai Landia (cluster IV koto),  nagari Sitalang, Nagari Sitanang, nagari Batu Kambiang (cluster IV Nagari) kab. Agam, nagari Batu Ampa, Nagari Sarik Lawek, nagari Koto Tangah Batu Ampa (cluster Batu Ampa) kab 50 Koto, Nagari Gasan Gadang, Nagari Sungai Limau (cluster Sungai Limau Batang Gasan)   
  • penjajakan lokasi kerjasama usaha Penggemukan Sapi = Nagari Alahan Panjang 
Rencananya perjalanan kali ini memakan waktu 3 hari dimana saya akan usahakan mengumpulkan informasi yang diperlukan langsung bersama-sama antara pemerintahan nagari, KAN, Bamus/BPRN & Pemuda Nagari. Selain itu, memang diperlukan kejelasan yang menyeluruh agar nantinya tidak menjadi kendala untuk seluruh kegiatan yang akan dilaksanakan. Sebab saya sadar sepenuhnya ini menyangkut kepercayaan & keinginan membangun nagari yang tidak boleh disia-siakan. 

Berharap hal ini bisa menjadi rintisan awal yang bisa diteruskan pada masa-masa mendatang diberbagai nagari yang berbeda lokasi.

wasalam

AZ / lk / 32th
Padang

asa nagari Kubang, 50 Koto
babako ka Canduang koto Laweh, Agam
home : 0751 447191
mobile : 08126640902


Dari: Muchlis Hamid <hamid_...@yahoo.com>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Terkirim: Jum, 11 Maret, 2011 21:39:59
Judul: Re: [R@ntau-Net] Pelihara Sapi

Jo Duta,
Siip. Nanti kita komunikasikan dengan Imelda cs.
Salam,


From: ajo duta <ajo...@gmail.com>
To: rant...@googlegroups.com
Sent: Fri, March 11, 2011 2:39:32 PM
Subject: Re: [R@ntau-Net] Pelihara Sapi

Kanda Muchlis, insya Allah bulan muko ambo ka pulkam. Ambo cari beko
nakan Imelda nan rancak tu.

Baa nakan Armen, siap jadi guide?




Dari: Muchlis Hamid <hamid_...@yahoo.com>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Cc: Yevni Fitri <yevni...@yahoo.com>
Terkirim: Jum, 11 Maret, 2011 10:41:39
Judul: Re: Bls: [R@ntau-Net] Pelihara Sapi

Ajo Duta dan dunsanak di palanta:

Waktu ambo pulang kampuang (Muaro Paneh) minggu yang lalu, ambo mendapati unit usaha mikro yang disebut Gapoktan Muaro Sepakat yang sangat aktif. Gapoktan adalah singkatan dari Gabungan Kelompok Tani. Pada 18 Januari 2010 Gapoktan Muaro Sepakat  ini mendapat dana dari pemerintah sebesar Rp 100 juta. Terakhir dana tersebut telah berkembang menjadi  Rp 235 juta yang dimanfaatkan oleh anggota-anggotanya. Dari 600 anggota baru 300 anggota yang telah terfasilitasi.

Baru-baru ini Gapoktan Muaro Sepakat mendapat dana Rp 15 juta dari Pemerintah yang harus digunakan untuk pelatihan penggemukan sapi dan tidak boleh dibelikan sapi. Pelatihan mencakup teknik penggemukan dengan target naik 1 kg sehari, pakan sapi dan sebagainya.
Ketua Gapoktan MS adalah Firman Chaniago, Manager Imelda Kemalis dan Sekretaris Syafruddin, SH. Pekerjaan Imelda sehari-hari adalah perawat di RSUD Solok, masih mudo dan rancak pulo. Kelompok ini siap menerima jawih paduo dari dunsanak perantau.

Kredit yang sedang disalurkan kepada anggota dipakai oleh anggota untuk beternak itik (beternak itik ternyata sangat menguntungkan), ayam, menggarap sawah  dan produksi kerupuk ubi (samba daruak-daruak). Berdaruk-daruk ketika dimakan, indak kareh, bahkan lembut. Samba daruak-daruak  Muaro Paneh sangat khas, lamak bana, enak sebagai pendamping makan nasi. Biasanya disuguhkan pada waktu baralek.

Pada pelantikan Wali Nagari Muaro Paneh (5/3) samba daruak-daruak ditatiang di Balai Adat. Bupati Solok menikmatinya dengan duduk baselo didampingi Pak Wali dan Ninik Mamak.

Kontak: Imelda Kemalis 0812-66990376.

Salam,

Muchlis Hamid, 65, Jkt.



Dari: "reflus...@yahoo.com" <reflus...@yahoo.com>
Kepada: Armen Zulkarnain <emenes...@yahoo.co.id>; Rantau Net <rant...@googlegroups.com>
Cc: Dutamardin Umar <dutam...@gmail.com>; Dr.Saafroedin BAHAR <saafroed...@yahoo.com>; Z Chaniago <z.cha...@gmail.com>; asmun sjueib <kinn...@yahoo.co.id>; Zoeraini Djamal <zur...@hotmail.com>
Terkirim: Jum, 11 Maret, 2011 07:57:21
Judul: RE: Bls: [R@ntau-Net] Pelihara Sapi

Adinda : Armen. Ambo la mambaco tulisan adinda. Mohon sms no HP adinda ke HP ambo No. 08128337577. Ambo pingin ngobrol masalah Pelihara Sapi ko. Wassalam : Reflus.


Powered by Telkomsel BlackBerry®
  


Dari: ajo duta <ajo...@gmail.com>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Cc: Armen Zulkarnain <emenes...@yahoo.co.id>; Reflus Ramli Tanjuang Barulak <reflus...@yahoo.com>; Dutamardin Umar <dutam...@gmail.com>; Dr.Saafroedin BAHAR <saafroed...@yahoo.com>; Z Chaniago <z.cha...@gmail.com>; asmun sjueib <kinn...@yahoo.co.id>; Zoeraini Djamal <zur...@hotmail.com>
Terkirim: Jum, 11 Maret, 2011 07:45:30
Judul: Re: [R@ntau-Net] Pelihara Sapi
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages