Anggota DPRD Provinsi Sumbar Periode 2014-2019

1,169 views
Skip to first unread message

Nofend St. Mudo

unread,
May 6, 2014, 1:33:28 AM5/6/14
to RN - Palanta RantauNet
Pasca Pleno KPU Sumbar, terpilih 65 orang Anggota DPRD Sumbar. Inilah nama-nama para wakil rakyat Provinsi Sumatera Barat periode 2014-2019:

Dapil Sumbar 1
1. Trinda Farhan S (PKS)
2. Rahmat Saleh (PKS)
3. Afrizal (Golkar)
4. Suwirpen Suib (Demokrat)
5. Indra Dt Rajo Lelo (PAN)
6. Hidayat (Gerindra)
7. Yuliarman (PPP)
8. Taufik Hidayat (Hanura)
9. Apris (Nasdem)
10.Albert Indra Lukman (PDI-P)

Dapil Sumbar 2
1. Siti Izzati (Golkar)
2. Endarmy (Nasdem)
3. Eri Zulfian (Demokrat)
4. Jasma Juni Dt Gadang (Gerindra)
5. Komi Chaniago (PBB)
6. Zalman Zaunit (PPP)
7. Darmon (PAN)

Dapil Sumbar 3  
1. Aristo Munandar (Golkar)
2. Nofrizon (Demokrat)
3. Martias Tanjung (PPP)
4. Asmiati (Hanura)
5. Rafdinal (PKS)
6. Ismunandi (Gerindra)
7. Murdani (Nasdem)
8. Guspardi Gaus (PAN)

Dapil Sumbar 4
1. Zulkenedi Said (Golkar)
2. Muzli M Nur (PAN)
3. Syahiran (Gerindra)
4. Riva Mela (PDI-P)
5. Sabar (Demokrat)
6. Zusmawati (Hanura)
7. Suharto (PKB)  
8. Muslim M Yatim (PKS)
9. Amora Lubis (PPP)

Dapil Sumbar 5
1. Darman Syahladi (Demokrat)
2. Supardi (Gerindra)
3. Yulfitni Djasiran (Golkar)
4. Irsyad Safar (PKS)
5. Novi Yuliasni (PPP)
6. Herman Mawardi (PAN)

Dapil Sumbar 6
1. Hendra Irwan Rahim (Golkar)
2. Marlina Suswanti (Golkar)
3. Arkadius (Demokrat)
4. Liswandi (Demokrat)
5. Rizanto Algamar (PDI-P)
6. Irradatillah (PPP)
7. Sultani (PKS)
8. Darmawi (Gerindra)
9. Bukhari Dt Rajo Tuo (PAN)
10.Evel Murfi Saifoel (Nasdem)
11.Marlis (Hanura)

Dapil Sumbar 7
1. Zigo Rolanda (Golkar)
2. Sabrana (Gerindra)
3. Asrul (Demokrat)
4. Zulfadri Nurdin (PPP)
5. Irwan Afriadi (Nasdem)
6. Nazar Bakri (PKS)
7. Ahmad Rius (PAN)

Dapil Sumbar 8
1. Sudarmi Saogo (Gerindra)
2. Syaiful Ardi (Hanura)
3. Saidal Masfiyuddin (Golkar)
4. Iswandi Latief (PAN)
5. Risnaldi (Nasdem)
6. Syafril Ilyas (PPP)
7. Achiar (PDI-P)  


--

Wassalam

Nofend St. Mudo
37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
Tweet: @nofend | YM: rankmarola 

Akhir, Zainul (zainula)

unread,
May 6, 2014, 2:40:11 AM5/6/14
to rant...@googlegroups.com

Mantaps GOLKAR kembali memimpin di Geding DPRD Sumbar semoga Amanah

 

Terima kasih sanak Nofend infonya

Wass

Zainul Akhir Tanjung, 51 th , Pku--Riau

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+...@googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

ajo duta

unread,
May 6, 2014, 4:18:40 PM5/6/14
to rant...@googlegroups.com
Ambo cubo marekap sbb: (urut kursi terbanyak)

Golkar   ---- 9
PPP -------- 8
PAN -------- 8
PD ---------- 8
Gerindra--- 8
PKS -------- 7
Nasdem --- 6
Hanura ---- 5
PDIP  ------ 4
PBB -------- 1
PKB -------- 1

Total  ------ 65

Kesimpulan :
1. Partai basis Islam 25 berbanding bukan basis Islam 40. Terlihat isu agamo indak laku dijua di kampuang awak. Apokah iko artinyo ABSSBK juo indak laku lai?
2. Marhaen 4 lumayan sementaro Nahdayin 1 indak laku.

Baa gak ati?





Wassalaamu'alaikum WW

Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
17/8/1947, suku Mandahiliang, gala Bagindo
Gasan Gadang Pariaman - Tebingtinggi Deli -
Jakarta - Sterling, Virginia USA
------------------------------------------------------------


--

Asmardi Arbi

unread,
May 7, 2014, 9:53:40 PM5/7/14
to rant...@googlegroups.com

Untuak labiah mayakinkan, baa kalau diadokan jajak pendapat /pooling disaluruah Sumbar, apoko rakyat lai setuju atau indak  ABS-SBK dibalakukan disaluruah Sumbar?  Baru kito bisa tau ABS-SBK masih laku atau indak. Baa pulo gak ati?

Asmardi Arbi , 72+, Kampai asa Pessel ,tingga di Tangsel.

ajo duta

unread,
May 7, 2014, 1:02:04 PM5/7/14
to rant...@googlegroups.com
Uda Asmardi nan ambo hormati,

Bukankah pemilu itu alah merupakan pooling? Nan membuktikan rakyat SB labiah mamiliah partai nan indak berbasis Islam.

Baa gak ati....uda?



Wassalaamu'alaikum WW

Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
17/8/1947, suku Mandahiliang, gala Bagindo
Gasan Gadang Pariaman - Tebingtinggi Deli -
Jakarta - Sterling, Virginia USA
------------------------------------------------------------


Muchwardi Muchtar

unread,
May 7, 2014, 9:10:27 PM5/7/14
to rant...@googlegroups.com

Parpol Islam Indak Adoh Nan Baminaik? Kabaa Nyano Awak?!

 

Partai politik berbasis massa Islam masih terjebak pada ideologi internal yang simbolik.
"Islam diterjemahkan masih secara simbolik bukan mencoba menyelesaaikan permasalahan yang ada dengan keputusan radikal. Misalnya di Jakarta, apakah berani penguasa melawan lobi dari perusahaan mobil," kata Ahmad Norma di Jakarta, dek sari. “Parpol berbasis massa Islam seharusnya mengambil alih isu-isu fundamental dalam masalah bangsa sehingga tidak hanya membahas masalah pluralisme dan persatuan saja”.

Dia mencontohkan parpol Islam itu harus berani merancang industrialisasi dan mengelola Sumber Daya Alam bagi kemakmuran masyarakat Indonesia. "Kalau ada parpol Islam yang punya konsep pengelolaan migas yang bagus dan berani, saya kira kelas menengah, kaum terpelajar, serta media massa akan mendukung," katanya.

Menurut dia, selama ini parpol Islam sering salah dalam mengimplementasikan penegakan hukum. Misalnya, masalah maksiat diatasi dengan menerbitkan Peraturan Daerah syariah.

Ia mengemukakan titik mula persoalan bangsa adalah tidak adanya peningkatan kualitas ekonomi dalam kehidupan. "Apabila pendidikan dan ekonomi bagus, maka masyarakat dapat bekerja dan sekolah sehingga kehidupan stabil. Hal itu yang menjadi perbedaan antara negara maju dengan yang masih terbelakang," katanya.

Benarkah Partai Islam semakin tidak diminati masyarakat dalam pemilu 2014? Jawabannya belum pasti, namun kecenderungan mengindikasikan ke arah sana, suatu kondisi yang muram.

Setidaknya, sejauh ini hasil Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada Februari silam menyingkapkan perolehan suara pemilu PKB 5,6%, PPP 4,1%, PKS 2,7% dan PAN 1,9%. Survei itu dilakukan untuk 1.220 responden yang tersebar Indonesia dengan pertanyaan ‘bila pemilu nasional diadakan l 3 Februari 2013’.

Berbeda dengan survei SMRC itu, Lembaga Klimatologi Politik (LKP) juga mengadakan survei April ini dengan hasil: PKS 5,1%, PAN 4,6%, PKB 4,4%, PPP 3,9% dan PBB 0,9%.

Memang hasil-hasil survei tersebut belum bisa mewakili kondisi sebenarnya karena hanya 2 lembaga survei dan responden yang terbatas. Tetapi minimal dari survei itu bisa menggambarkan kondisi Partai Islam yang cenderung mengalami penurunan suara.

Merosotnya minat rakyat terhadap Partai Islam, menurut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, untuk sebagian disebabkan bahwa Partai Islam tidak punya isu dan agenda yang strategis dan memihak kepentingan ummat (rakyat). Parpol Islam dan bukan Islam juga ternyata sama saja aspirasi dan jenis kelamin politiknya, tanpa diferensiasi visi-misi dan program yang pasti.

Partai Islam juga tidak bersih dan tidak peduli terlihat dari temuan bahwa di dalam Partai Islam juga terjadi kejahatan korupsi. Tidak ada jaminan bahwa Partai Islam lebih bersih dari Partai non Islam sehingga orang Islam di luar partai akan berpikir tidak harus memilih partai Islam.

“Partai politik Islam yang hakiki itu sebenarnya tidak ada. Partai yang benar-benar Islam pun tidak ada. Karena parpol yang tidak Islam pun sebenarnya memperjuangkan Islam,” kata Mahfud, Ketua Presidium KAHMI.

Sejak wafatnya Gus Dur, umat Islam dari kalangan Nahdliyin tidak lagi punya tokoh besar yang berani memperjuangkan ideologi pribumisasi Islam dan juga tidak berani berseberangan pendapat dengan pemerintah. Begitu juga dari kalangan Muhammadiyah dimana dulu ada Amien Rais yang sangat kritis pada penguasa.

Kedua-duanya menjadi icon dan tanpa mengeluarkan dana besar untuk kampanye pun, baik PKB dan PAN di masa lalu, sudah memperoleh suara dari umat Islam yang kagum dengan tokoh-tokohnya masing-masing.

Hampir semua partai berbasis Islam yang ada menyatakan bahwa mereka terbuka, mereka dapat menerima perbedaan dan lain sebagainya. Tapi kenyataan yang ada dan sudah umum diketahui bahwa mereka eksklusif, terfragmentasi dan terkotak-kotak bahkan terpecah belah. Dalam internal partai ada elite NU yang menguasai/mengendalikan PKB. Dari PAN tentu saja Muhammadiyah dan dari PKS dikuasai Tarbiyah yang meniru Ikhwanul Muslimin.

Eksklusifisme parpol Islam itu justru mengerdilkan partai Islam sendiri dan akhirnya dukungan rakyat cenderung merosot tajam. Seakan sudah takdir bahwa Parpol Islam bernasib kelam? (WASPADA ONLINE)



---------- Pesan terusan ----------
Dari: ajo duta <ajo...@gmail.com>
Tanggal: 8 Mei 2014 00.02
Subjek: Re: [R@ntau-Net] Anggota DPRD Provinsi Sumbar Periode 2014-2019
Kepada: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>

asfari...@yahoo.com

unread,
May 7, 2014, 10:22:33 PM5/7/14
to rant...@googlegroups.com
lah tatangkok tangan lo pejabat partai balambang Kabah tadi malam dek KPK. berarti ado nan salah dalam pparyai2 ba basis Islam nan ada ditanah aia ko, walaupun oknum yg malakukan tetapi sarancaknyo bakaco ka diri dan lakukan gerakan bersih2. sahinggo umaik ndak dipaso2 dengan kesadaran akan mamiliah.

nanang sedang di suduik veteran jakarta nan baumua kapalo 4

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Indosat network.
From: Muchwardi Muchtar
Sent: Thursday, 8 May 2014 08:14
Subject: Fwd: [R@ntau-Net] Anggota DPRD Provinsi Sumbar Periode 2014-2019

hamid_...@yahoo.com

unread,
May 8, 2014, 7:52:32 AM5/8/14
to rant...@googlegroups.com
Menurut kawan caleg nan taduduek, kampanye dlm pemilu kemarin itu senyap‎. Serangan-serangan fajar juga tak punya letusan. Barangkali pakai alat peredam suara. Mungkin itu basis pilihan pemilih.
Tentang ABS SBK sanak kito di kampuang setuju bana. Kan sering dipidatokan oleh para pejabat. Sering dipepatahpetitihkan oleh tukang pidato dan diiyakan oleh Ninik Mamak.
Maju terus Pak Asmardi. Tuhan tidak tanya hasilnya. Yang penting berjuang terus.
Salam,
Muchlis Hamid

Sent from my BlackBerry 10 smartphone.
From: ajo duta
Sent: Thursday, 8 May 2014 12:02 AM
Subject: Re: [R@ntau-Net] Anggota DPRD Provinsi Sumbar Periode 2014-2019

Asmardi Arbi

unread,
May 10, 2014, 4:26:13 PM5/10/14
to rant...@googlegroups.com
Dinda Ajo Duta nan budiman,
 Sacaro umum iyo alah nampak gambarannyo rakyat indak tertarik jo ABS-SBK tautamo jo urusan Basandi Kitabullah.  Tapi dalam pemilu rakyat kan mamiliah urang dan kadang2 mamiliah piti bagai. Kalau pooling ABS-SBK kan mamiliah filosofi ndak ado piti nan kaditarimo. Malah kalau dibalakukan ABS-SBK bisa ma ambek peluang untuak dapek piti, indak paduli haram atau indak, baitu pulo jo panyakik masyarakat lainnyo ndak bisa bebas lai. Jadi jo Pooling dapek jawaban nan sabananyo dari masyarakat Minangkabau.  Baa kiro2 dinda?

Wassalam,
Asmardi Arbi 72+,Kampai, Asa Pasisia, Tingga di Tangsel...


On 08/05/2014 00:02, ajo duta wrote:

Maturidi Donsan

unread,
May 11, 2014, 11:21:38 AM5/11/14
to rant...@googlegroups.com

 

Dd Ajo Duta dan dd Asmardi Arbi dan sanak dipalanta n.a.h


Kalau pooling sapu rantau, mungkin io banyak nan indak suko ka ABS SBK

Kalau ka diadokan pooling syaratnyao:

1.    Yang ikut hanya pribumi Sumbar.

2.    Peserta

a). umuru 30 tahun keatas

b). umur 19 – 30 tahun  (19 umur boleh menikah, ada tanggung jawab –UU Perkawinan pasal7).

Pernilaian poolingnya  akan beda.

 Yang 19 – 30, kemungkinan banya,  tidak semua,   baru dalam taraf ikut-ikutan.

 Prisip yang ditanyakan:

1.    Sampai dimana pengertian dan pengamalannya mengenai agama islam.

2.    Sampai dimana pengertiannya mengenai batasan adat Minang kabau

 

Dengan dua batasan umur diatas , pandangan orang minang terhadap ABS SBK, bisa positif dinilai.

 

Wass,

 

Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau

 

 

 



Zorion Anas

unread,
May 11, 2014, 2:59:13 PM5/11/14
to rant...@googlegroups.com

Sabananyo bukan indak laku, tapi indaak pandai manjua. Samo jo alasan pariwisata indak bisa dikembangkan dek karano banyak premanisme, padohal memang indak bisa manjua. Persoalan selling skill ideologi politik caleg berbasis partai Islam memang rendah.

Ronald P Putra

unread,
May 11, 2014, 7:05:22 PM5/11/14
to rant...@googlegroups.com

" Persoalan selling skill ideologi politik caleg berbasis partai Islam memang rendah."

Maaf pernyataan Pak Zorion ini bias dan subyektif sekali, apa maksudnya ? Saya minta datanya ...

Wassalam
Ronald - Depok

Zorion Anas

unread,
May 11, 2014, 8:30:49 PM5/11/14
to rant...@googlegroups.com
Sanak Ronald, datanya liek sajo hasil perolehan suara masing2 caleg, yang laku tentu yang banyak dipilih

Ronald P Putra

unread,
May 11, 2014, 10:42:02 PM5/11/14
to rant...@googlegroups.com

Pak Zorion, tidak semudah itu menilai dan menjatuhkan statement. Banyak faktor lain yg mungkin lebih dominan, simak link berikut dan berbagai informasi lainnya...

http://m.aktual.co/politik/182850hasyim-muzadi-pimilihan-umum-berubah-menjadi-pembelian-umum

Wassalam
Ronald - Depok

Zorion Anas

unread,
May 11, 2014, 11:03:52 PM5/11/14
to rant...@googlegroups.com
Sanak Ronald, itu baru retorika seorang pemikir dan pengamat, yang data2 konkritnyo, bara pitih dipakai untuk mambali suaro dsb.Nan ambo caliak caleg2 di Sumbar indak banyak bana mangaluakan pitih mambali suaro. Kebanyakan mereka datang ke kumpulan2 arisan, kolega2, dsb. Tapi karena jumlah yang didatangi saketek, suaro nan dapek saketek pulo. Jadi upayonyo sekadarnyo sajo dan pasti kalah. Nan punyo pergaulan luas nan manang. Antalah kok indak

Ronald P Putra

unread,
May 11, 2014, 11:14:56 PM5/11/14
to rant...@googlegroups.com

Pak Zorion, kebetulan ambo lai turun ka lapangan dan lai ado data cukuik lengkap mengenai bara pitih yg beredar, termasuk pola sistematis penggelembungan suara dll, tapi bukan utk dibuka disiko.

Intinyo, dengan sarana yg minim (tanpa media koran dan televisi) para politisi muslim mencoba utk langsung berinteraksi dgn masyarakat utk mendapatkan dukungan, cuma sayang, sodoran uang warna merah, biru dan hijau faktanya banyak merobah arah pilihan masyarakat.

Jadi jangan hanya bisa menyalahakan para politisi muslim. Banyak faktor lain.

Wassalam
Ronald - Depok

Syafruddin Syaiyar

unread,
May 12, 2014, 8:17:41 AM5/12/14
to rant...@googlegroups.com
Pak Ronald,

Kalo buliah manyolo, factor utamanyo adolah islamphobia yang sadar ataupun indak sadar alah tamakan di urang Islam itu sandiri.. Yang berkaitan dengan islam alun  apo apo lai lah dikatokan indak bamutu... kuno..indak toleran..Dan yang paliang manyadiahkan urang islam sandiri alah banyak yang elergi jo kato kato islam.. Islam nyo kerdilkan sekedar sumbayang jo mangaji.. yang lain lain, apolai urusan duniawi tamasuak politik nyo balakangkan. Urang islam banyak yang malu dan gengsi jo apo apo yang takaik jo yang namonya islam.. kalo dapek sumbayangpun jo baeee mandok mandok.. takuik dicameehkan kawan kawannyo.. Itulah kondisi real/nyato yang ado di dunia kini..

Iko indak hanyo balaku jo urang awam.. para kiai.. syeikh.. dan intelektual islampun alah  banyak nan  indak picayo lai ,,islam sebagai solusi... contoh nyato sajo sheikh tertinggi  Al Azhar  di Mesir, bersekongkol jo kaum kapia, secular dan miter menghancurkan Presiden Morsi dan MB yang berslogan Islam Sebagai Solusi...Kabaa juo lai alah baitu juo jamannnyo..fenomena akhir jaman...

Dunia alah dikuasoi oleh media yang dikuasai kaum kapai dan anti islam... apo apo yang takaik dan mamburuakkan citra  Islam nyo blow up sagadang gadangnyoo.. apo yang ado kabaikan dan prestasi  urang islam beritanyo kalo ado minim sajooo.. Baitu juo jo urang urang yang takaik jo islam dan mambao bandera islam.. indak ado prestasinyo yang Nampak, walaupun dari segi intelektual, pencapaian, karajo dan visi misssinyo indak kalah jo urang lain.. Contoh nyato sajo alah ado dimuko kito.. salah satu calon presiden kito, yang indak takaik jo yang namonyo islam, jadi media darling.. .. melonggo pun inyo alah dianggap sebagai prestasi dan sagalo kekurangannyo. dimaafkan dan dapek dipahami....
Talabiah takurang mohon maaf.. sakadar manyolo stek sajo..

Wass,
Sfd, Paramaribo, Suriname.


Ronald P Putra

unread,
May 12, 2014, 11:25:07 AM5/12/14
to rant...@googlegroups.com

Pak Syafruddin...

Saribu persen ambo satuju...

Wassalam
Ronald - Depok

Asmardi Arbi

unread,
Dec 4, 2014, 8:18:05 PM12/4/14
to rant...@googlegroups.com
On 05/12/2014 09:10, Asmardi Arbi wrote:

Bung Syafrudin jo Ronald nan samo2 cinto NKRI jo Islam,
Sabananyo nan tajadi di NKRI nan mayoritas Islam ko adolah keberhasilan Konspirasi Global dalam manjalankan skenario2 nan alah dirumuskan mereka dalam Protokol Yahudi jo Paham ILUMINATI tentang bagaimana menguasai dunia. Keberhasilan mereka di INDONESIA  dimulai dengan menguasai Ekonomi melalui kekuatan Ekonomi Asing dan Aseng.  Para elit politik  tidak mau peduli dengan skenario ini.

Pada masa pemilu 2014 ini mereka mulai mencoba menguasai puncak kekuasaan Politik yang sudah mereka rintis sejak berlakunya  amandemen UUD 1945 menjadi UUD 2002 yang dikendalikan oleh Konsultan Asing ( NDI ) yang bercokol di MPR/DPR RI dan didukung oleh LSM DN yang didanai Asing, sehingga kehidupan NKRI berbau Liberalisme.. Kalau mereka berhasil pada PILPRES bulan Juli 2014 nanti mendudukan presiden Bonekanya maka sempurnalah mereka menguasai seluruh aspek kehidupan bangsa dan rakyat Indonesia IPOLEKSOSBUDHANKAM ( HUKUM, ADAT dan AGAMA termasuk didalamnya ).

Agama Islam yang paling potensial menentang mereka sudah berhasil dilemahkan justeru melalui para Elit Islam sendiri yang haus dengan Harta dan Kekuasaan. Umat Islam sendiri mereka lemahkan melalui kehidupan SOSBUD HUKUM dan AGAMA dengan KKN, Pornografi, Narkoba ,Hedonisme,Miras ,Perjudian dst..

Masih ada waktu untuk mencegah ini terjadi. Pahami Skenario2 dalam referensi tsb diatas , dan peringatkan para elit yang masih merasa masih cinta NKRI dan Islam  serta  penerangan intensif keseluruh rakyat Indonesia.. Sekedar pandapek Maminteh sabalun Hanyuik.

Wassalam,
Asmardi Arbi-Tangsel.


On 12/05/2014 22:25, Ronald P Putra wrote:

Asmardi Arbi

unread,
Dec 4, 2014, 8:49:29 PM12/4/14
to rant...@googlegroups.com
Kanda Maturidi n.a.h,

Soal teknis Pooling kito sarahkan ka nan ahli jo kompeten.
Ambo pernah mangusulkan ka Ketua Gebu Minang nan berhasil mancetak Buku Pedoman Pengamalan ABS-SBK, tapi dijawek baliau indak paralu pooling di Sumbar. Tapi alasannyo indak jaleh.

Wassalam,
AA Tangsel.

Ronald P Putra

unread,
May 13, 2014, 10:14:06 AM5/13/14
to rant...@googlegroups.com

Mamak Asmardi nah

Indak bisa disanggah apo yg mamak uraikan, memang itu yg nampak dan taraso dipermukaan kini.

Ambo ingin pulo manyampaikan dari angle yg agak berbeda ...

Duo tahun lalu ambo bakuliliang Jawa Barat utk mancari pesantren atau boarding school utk si sulung. Dari sekian sekolah Islam yg dikunjungi dan tukar pikiran jo pihak sekolah, ternyata yg mendaftar salalu melebihi kuota sampai indak tatampuang, dari SD sampai SMA. Ambo perhatikan para urang tuo yg bagitu sumangaik mantaan anak mereka masuak sakolah2 Islam dan berharap menjadi penghafal2 Qur'an nantinyo, iko tajadi tiok tahun dan merata hampir di seluruh pesantren/sekolah Islam di tanah air, ado ghirah utk menciptakan generasi Rabbani -  istilah mereka....ambo bergidik, Islam punyo masa depan di negara ini.

Di sisi lain, semaraknya kajian keIslaman, semangatnya para orang tua mengikuti kajian Islamic Parenting, bertumbuhnya kesadaran utk menbangun keluarga Islami, Kajian produk makanan halal, membludaknya buku-buku Islam, tumbuh suburnya rumah-rumah tahfidz...ambo bergidik baliak, apakah benar ramalan dari beberapa pihak bahwa dari negara ini nanti akan bermunculan generasi Islam yg mampu menjawab semua tantangan ? bukan hanya lokal tapi merambah ke berbagai  belahan bumi ? Bisakah ? Ambo optimis dan selalu berdo'a utk itu.

Batua sakali baso ado upaya besar utk menghantam Islam, alah banyak hasilnyo dan akan terus berusaha sampai akhir zaman. Itu sunatullah. Tapi di sisi lain, Allah juga siapkan generasi Islam yg  yang akan head-to-head dengan mereka-mereka yang mamak sebutkan itu dimasa yang akan datang, baik secara pemikiran, atau bahkan mungkin dalam peperangan physik.

“Akan selalu ada sekelompok orang dari umatku yang berperang diatas kebenaran dan akan menang hingga datang urusan Alloh”. (HR. Ahmad IV/248).

Bukannyo kini perang pemikiran itu indak ado, akan selalu ado. Tapi dimasa depan, ambo pribadi maliek dikotominyo akan samakin jaleh, antaro sekularis dgn segala turunan ismenya, berhadapan dengan kaum Islamis. Kini sajo alah taraso arahnyo ka situ, dan prediksi ambo, dimaso nanti akan semakin mengerucut dan terang-terangan pertentangannyo. Bukankah dibeberapa negara iko alah tajadi ?

Saketek dari ambo yoh mak,

Wassalam
Ronald - Depok

Asmardi Arbi

unread,
May 12, 2014, 10:42:25 PM5/12/14
to rant...@googlegroups.com

Bung Syafrudin jo Ronald nan samo2 cinto NKRI jo Islam,
Sabananyo nan tajadi di NKRI nan mayoritas Islam ko adolah keberhasilan Konspirasi Global dalam manjalankan skenario2 nan alah dirumuskan mereka dalam Protokol Yahudi jo Paham ILUMINATI tentang bagaimana menguasai dunia. Keberhasilan mereka di INDONESIA  dimulai dengan menguasai Ekonomi melalui kekuatan Ekonomi Asing dan Aseng.  Para elit politik  tidak mau peduli dengan skenario ini.

Pada masa pemilu 2014 ini mereka mulai mencoba menguasai puncak kekuasaan Politik yang sudah mereka rintis sejak berlakunya  amandemen UUD 1945 menjadi UUD 2002 yang dikendalikan oleh Konsultan Asing ( NDI ) yang bercokol di MPR/DPR RI dan didukung oleh LSM DN yang didanai Asing, sehingga kehidupan NKRI berbau Liberalisme.. Kalau mereka berhasil pada PILPRES bulan Juli 2014 nanti mendudukan presiden Bonekanya maka sempurnalah mereka menguasai seluruh aspek kehidupan bangsa dan rakyat Indonesia IPOLEKSOSBUDHANKAM ( HUKUM, ADAT dan AGAMA termasuk didalamnya ).

Agama Islam yang paling potensial menentang mereka sudah berhasil dilemahkan justeru melalui para Elit Islam sendiri yang haus dengan Harta dan Kekuasaan. Sedangkan Umat Islam sendiri mereka lemahkan melalui kehidupan SOSBUD HUKUM dan AGAMA dengan KKN, Pornografi, Narkoba ,Hedonisme,Miras ,Perjudian dst..

Masih ada waktu untuk mencegah ini terjadi. Pahami Skenario2 dalam referensi tsb diatas , dan peringatkan para elit yang masih merasa masih cinta NKRI dan Islam  serta  penerangan intensif keseluruh rakyat Indonesia.. Sekedar pandapek.  Maminteh sabalun Hanyuik.


Wassalam,
Asmardi Arbi-Tangsel.

On 12/05/2014 22:25, Ronald P Putra wrote:

Akmal Nasery Basral

unread,
May 13, 2014, 11:40:31 PM5/13/14
to rant...@googlegroups.com
Sanak Ronald, mas Asmun, n.a.h.
izin manyalo saketek soal "semaraknya kajian keislaman vs menurunnya praktik keislaman" ko.


Tahun 2005 saat ambo masih jadi wartawan sebuah majalah berita, ambo pernah dijadikan narasumber (wartawan diwawancarai, hehehe...) oleh seorang jurnalis TV5 Monde Asia (TV Prancis), yang sedang membuat seri tayangan (1 jam) negara-negara Asia dengan angle dari tayangan TV di negara masing-masing, khususnya acara favorit. Jadi si jurnalis nan juo produser acara ko (padusi, ambo lupo namonyo, urang Prancis), mangecek bahwa tagline acara adalah "Tunjukkan acara TV anda, maka kami tunjukkan seperti apa masyarakat anda."

Untuk narasumber Indonesia waktu itu kalau indak salah ado 8-10 urang, dari ulama, pakar komunikasi, seniman, wartawan, dll.  Ambo satu-satunyo mewakili wartawan, yang menurut si jurnalis Prancis tu, namo ambo direkomendasikan oleh sutradara Garin Nugroho (yang juo salah surang narasumber). Poin-poin pertanyaan membuat ambo terhenyak (untuk tidak wawancara live, tapi taping sehingga daftar pertanyaan diberikan lebih dulu sehingga bisa dipelajari sebelum direkam):

1. Mengapa di masyarat dengan penduduk muslim terbanyak di dunia, acara TV terpopuler justru talk show yang dipandu seorang transgender (maksudnya Dorce Gamalama, karena waktu itu acara "Dorce Show" memang sedang punya rating tertinggi di semua stasiun TV). Apakah muslim Indonesia orang-orang yang "bisa menerima" - permisif - soal transgender yang merupakan isu sensitif dalam agama? Juga banyak acara hiburan yang menampilkan sosok banci?

2. Mengapa di masyarakat dengan penduduk muslim terbanyak di dunia, acara hantu seperti "Dunia Lain" dll juga masuk dalam tayangan dengan rating tinggi dan selalu ditunggu penonton?  (Waktu itu si jurnalis Prancis menyertakan Nielsen Rating dari tayangan-tayangan pada periode wawancara dilakukan). Dalam logika si jurnalis, bukankah seharusnya di sebuah negara dengan populasi muslim terbanyak, acara "hantu belau" seharusnya hanya ditonton sedikit orang?

Ada sejumlah pertanyaan lain yang menyangkut tayangan sinetron, tayangan religius (ceramah agama), tayangan anak-anak, segmentasi acara berita, dsb. Tapi yang paling menohok adalah dua pertanyaan di atas.  Ringkasnya, ada semacam ketidaksinkronan yang fatal antara fakta Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak dengan tayangan favorit (rating tertinggi) yang muncul di saluran TV negeri ini.

Beberapa tahun lalu, Ustad Gene Netto (mualaf asal Australia/Selandia Baru) yang kini aktif di Indonesia, pernah membuat tulisan menohok tentang tayangan Ramadhan di Indonesia (terutama tayangan jelang sahur) yang ditulisnya dengan gaya berkelakar, namun sungguh pahit: "ganti channel, banci, banci, banci lagi, ada tausiyah, banci juga, masih banci ..."   

Betapa tidak imbangnya, bahkan sudah di bulan suci Ramadhan, tentang proporsi tayangan. (Bisa kita cek Ramadhan depan, yang rasanya belum akan beda seperti komentar GN). Dan kini baru meledak kasus pedofilia di berbagai daerah yang dilihat banyak kalangan sebagai akibat langsung dari masifnya tayangan yang menampilkan banci/gay dari tayangan TV kita sejak pagi, siang, malam, sampai pagi lagi. 

Memang ada pesan sederhana untuk menangkal ini: matikan TV. Tapi jangan lupa, mayoritas masyarakat kita sangat tergantung pada TV dan mereka tidak punya pilihan selain menonton apa yang ditayangkan TV nasional (yang berlangganan cable TV hanya sedikit, sehingga bisa mencari alternatif tayangan yang lebih bermanfaat). Selera publik diatur oleh TV, lalu menjadi habit. 

Seorang kawan ambo pernah berkelakar juga dengan cerdas,  "Yang paling lucu dengan fenomena banci ini adalah mereka tidak beranak, tapi berkembang biak sangat cepat."

Ini satu sisi lain dari wajah Indonesia, di saluran televisi, yang menunjukkan betapa tidak sinkronnya dengan fakta sebagai negara berpenduduk muslim terbanyak di dunia.

Memang banyak sekali PR umat Islam di Indonesia. Belum hilang satu, sudah tumbuh seribu.

Wass,

ANB















asmun sjueib

unread,
May 14, 2014, 12:52:12 AM5/14/14
to rant...@googlegroups.com, M.C. Baridjambek, darwin...@yahoo.com, ibarsja...@gmail.com

Aww.Ddn. ANB jo Palanta n.a.h.
aaa) Sungguh enak adonyo  analisis padek oleh seorang mudo nan lamo bakacimpuang dibidang jurnalis demikian satantangan dunia Islam Indonesia dulu dan masa kini. Kalaulah kito mancubo membahas dalam konteks nan mayoritas penduduk Indonesia  terdaftar (Populasi BPS-maaf ambo indak paralu detil quantity) ngaku barugamo Islam bahwa secaro kasat mato iyo panueh, tapi sacaro kualitas ke-Islam-an nampaknyo iyolah indak baitu doh. 
bbb) Contoh nan jaleih dalam PILEG yl. secaro keseluruhan dapeik diliek bahwasanyo rakyat pemilih Islam terpecah kedalam kantong-kantong partai Islam dan non Islam, karano "Islam" dan lambang-lambang Islam indak mampu manyatukan kekuatan "ideologi" Islam yang pada arataihakekatnyo adolah Sosialis. Lihat saja sistem ZIS, pabilo dapeik di organisir oleh Ummat Islam Indonesia akan menjadikan kekuatan "ekonomi" yang dahsyat bagi pembangunan ummat Islam Indonesia. Artinyo pabilo ado kepemimpinan Partai Islam dengan program ZIS misalnyo back to Munsajik atau back to Surau di SB, seyogyanya  "hantu" kemiskinan ummat Islam dapeik diatasi atau sakurang-kurangnyo dipaketeikkan.
ccc) Ambo babarapo wakatu lalu sempat diskusi kecil basamo Angku MCB dan DC (YPRN) satantangan baa caronyo supayo dalam konteks SB/Nagori misalnyo penanganan ZIS dapeik dilakukan dengan bentuk atau unit usaha ekonomi kerakyatan di satiok Kenagarian SB, artinyo pemberdayaan ummat Islam (misalnya di Nagori-Nagori Prov. SB) melalui penangan pengumpulan ZIS seyogyanya bisa dilakukan. Nach disiko nampak jaleih bahwasanyo "kotak-kotak" ke-Islam-an rahayat Islam Indonesia dengan berbagai paratai baik berlandaskan Islam maupun tidaknyo lambang-lambang ugamo Islam nan manjadikan ummat Islam Indonesia terpecah belah dan dipecah belah untuk kepentingan-kepentingan pribadi/pimpinan/kaoem Ulama/dan para Uztad / atau pihak-pihak lainnya semata.
ddd) Elaborasi singkeik dan dangkal diateih ambo raso seyogyanya Ddn ANB dapeik maluruihkan dan atau setidak-tidaknyo mempunyai pemikiran yang cerdas dan cemerlang walaupun malatakkan dasar-dasar ekonomi kerakyatan / syariah semaso kehidupan Nabi Muhammad s.a.w. Amin Ya Rabbal Alamin.
Wassalam,
Haasma Depok

Ronald P Putra

unread,
May 14, 2014, 1:31:15 AM5/14/14
to rant...@googlegroups.com

Uda Akmal nah

Batua apo yg dipaparkan, dan itu adolah "hasil" dari upaya pihak-pihak yang disebutkan oleh mamak Asmardi. Itu taliek jaleh di permukaan karena memang mereka menguasai media dan lainnya.

Kemudian saya tambahkan dengan fakta lain bahwa Islam (yg bener-bener Islam tentunya :-) ) tak akan hilang dan malah akan terus bertumbuh, insya Allah akan muncul ke permukaan dan menang, begitu kata Hadist Nabi yang mulia.

Wassalam
Ronald - Depok

Ronald P Putra

unread,
May 14, 2014, 1:32:27 AM5/14/14
to rant...@googlegroups.com

Dan cieklai Uda Akmal, fenomena ODOJ (one day one juz) ! Yg pesertanya telah mencapai puluhan ribu dan terus bertambah.

Bahkan telah merambah ke beberapa SDIT dengan istilah baru : ODOL (one day one "lembar" :-) )

Tidakkah semua ini merupakan suatu fenomena bangkitnya kembali ghirah keIslaman ? Saya melihatnya demikian.

Wassalam
Ronald - Depok

Maturidi Donsan

unread,
May 14, 2014, 5:01:54 AM5/14/14
to rant...@googlegroups.com

Dd Asmardi Arbi (AA) dan sanak dipalanta

 

Mengenai pooling, cocok kito sarahkan ka ahlinyo, tapi mungkin batua juo pandapek Gebu Minang tak paralu di pooling, mungkin terbentur sia nan kadi pooling, apo model poolingnyo, kalau model LSI dll lembaga survey tu mungkin tak cocok.

 

Tapi untuak palapeh uweh-uweh agak sakali elok dicubo jo.

Asal dilaksanakan ke seluruh peribumi minang baik dirantau maupun diranah,  karena rantau dan ranah mayoritas boleh dikatakan belum terpisah, mungkin ada satu dua yang sudah  terputus hak materilinealnya dengan sukunya karena sudah ratusan tahun terpisah dan tak pernah disambungkan kembali.

 

Mengenai kospirasi yang melemahkan umat islam, memang seperti yang disuarakan alm pak Rasyidi di era orde baru,bahwa sekarang ini sedang berlangsung Orkes Simponi /opera besar untuk melemahkan  UMAT ISLAM.

 

Saya kuatir, mudah-mudahan kekuatiran saya ini salah.

Anak bangsa yang belajar/memperdalam agama islam di Paman Sam, diera operasi besar berjalan itu,  dipermudah dengan macam-macam  Beasisiwa pulangnya banyak yang berubah warna.

 

Tidak semua, kalau dari sini  penganut Muhammadiyah, pulangnya jadi NU, kalau dari sini NU, pulangnya jadi JIL. Disuruhlah bikin ini itu berupa LSM dengan diikuti  kucuran dana sebagian atau seluruhny.

 

Makanya timbul macam-macam ada yang mau menafsir ulang alquran, ada yang tak mau lagi menerima Syariat islam, ada yang menolak orang islam berkeumpul tapi menganjurkan tetap sajalah berkeliaran seperti anak ayam kehilangan induk, biar ditampung induk lain.

 

Nampaknya opera besar ini temporer berhasil.

 

Opera besar ini mendapat tumpangan pula di tanah air dengan adanya kelompok yang merasa umat islam adalah ganjalan terbesar  bagi mereka.

 

Hal ini  sesuai dengan analisa AA, oleh sebagian besar elit Islam tidak diambil peduli mungkin  karena rakus harta. Atau jangan-jangan  oknum elit islam yang tampil  sekarang ini secara tak sadar sudah merupakan bagian kaki tangan yang mengadakan opera besar ini.

 

Bagi mereka yang sudah terimbas opera ini, mungkin islam bagi mereka hanya di rumah, surau dan dimesjid.

 

Bagi kita yang masih meyakini islam  pegangan hidup  dunia akhirat, tetap sajalah berpegang teguh kepada islam, yakin selamat dunia akhirat.

 

Kita jangan  jadi pengemis seperti mereka.

 

Mudahan berkat ke teguhan kita yang masih tersisa, pertolongan Allah datang seperti yang di paparkan Ronald.

 

Kedepan yang perlu dipikirkan umat islam ialah menghadapi PIL PRES 9 Juli  nanti.

Karena kita terpaksa memilih yang terbaik dari persediaan kurang baik yangh ada, sedapat mungkin mulai dari sekarang harus dijelaskan kepada setiap anak  remaja kita masing-masing agar memilih presiden yang diusung oleh banyak partai yang berbau islam.

Surat KH Maimun Zubair itu hendaknya sampai kepada anak remaja kita  ini.

 

Remaja ini perlu diberirtahu agar mereka dalam memilih tak terpengaruh TV, karena semua TV mulai sekarang sampai 9 Juli akan bersuara sama, kalau sebelumnya masih beda.  

 

Kalau ini tidak kita sampaikan, kita biarkan bebas, mungkin seperti Pileg  9 April lalu, kita akan kecolongan lagi.

 

Yang terlebih penting memang kepada saudara-sudara kita di propinsi nan 3 di subarang tu, mari,  kalau masing-masing kito ado akses, kita ketuk juga hati mereka agar memperhatikan Surat KH Maimun Zubair itu menghadapi pilpres nanti, karena  selagi kita masih di NKRI, propinsi yang 3 itu penentu dinegeri ini.

KH MAIMUN ZUBAIR.docx

Maturidi Donsan

unread,
May 14, 2014, 5:14:16 AM5/14/14
to rant...@googlegroups.com
Ralat: Tatingga panutupnyo

Penutup: Wass,  Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau

Rantau

unread,
May 14, 2014, 5:52:14 AM5/14/14
to Rant...@googlegroups.com


Alhamdulillah!

Lai indak sio2 nampaknyo coblosan tiko pileg kapatang.

Iko ciek contoh konspirasi asing nan ka manjatuahkan umaik Islam di dunia ko:


Dari subalah,


____________________________________


" Facebook news feed post by: Amyu Marzel Amin
Amyu Marzel Amin wrote:

Ingat kasus Flu Burung 2005-2009 lalu ? Menteri Kesehatan kita Siti Fadilah Supari (59) membuat WHO dan Pemerintah Amerika Serikat meradang. Beliau berhasil membongkar konspirasi jahat AS dan badan kesehatan dunia (WHO) karena mengembangkan senjata biologi virus flu burung, Avian influenza (H5N1). Fadilah menelanjanginya dalam buku berjudul "Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung". Pemerintah AS bahkan membujuk pemerintah RI dengan imbalan peralatan militer (senjata berat atau tank) jika pemerintah RI bersedia menarik buku setebal 182 halaman itu. Bayangkan, pesawat asing lewat di teritori negara kita sambil mengeluarkan asap “tak alamiah” berupa awan memanjang (chemical trails/chemtrails). Subhanallah....., ternyata awan itu adalah aerosol bermuatan virus maut yang sengaja disemprotkan. Chemtrails ini sering disemprotkan AS di atas langit Jakarta untuk “meracuni” warga dengan virus flu burung (H5N1) yang telah dimodifikasi. [IndoCropCircles]. Setelah virus itu menyebari warga, publikasipun direkayasa sedemikian rupa sehingga menghantui dunia. Kemudian perusahaan-perusahaan AS berebutan memproduksi vaksin. Mereka untung luar biasa karena menjual vaksinnya dengan harga mahal ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

Sekarang muncul lagi “isu” virus Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-Corv) di Arab Saudi yang “konon” sangat ganas dan mematikan. Bahkan “konon” pula telah merenggut lebih dari 100 nyawa. Dan isu ini begitu intens dihembuskan di seluruh media (lokal dan dunia) dengan dan di ulas oleh “pakar-pakar” kesehatan yang “konon” ahli dibidangnya. Isu ini menerjang disaat momentum pelaksanaan ibadah Haji. Akibat isu ini, “kabarnya” sudah banyak umat Muslim yang membatalkan hajinya. Mungkinkah kasus virus MERS-Corv ini sama dengan kasus flu burung (H5N1) yang tidak lain adalah konspirasi jahat negara “setan” (AS) dan WHO ? Apakah ini kebetulan saja ???................."

____________________________________







_
Wassalam,

alhaqirwalfaqir,
anwardjambak L45+,
mudiak Pyk-Pku,
Kualalumpur,
kanakan Dt Rajo Malano(Maulana),

"Maminteh Sabalun Hanyuik.!"

Sent from my BlackBerry® smartphone powered by U Mobile

From: Maturidi Donsan <matur...@gmail.com>
Date: Wed, 14 May 2014 16:14:16 +0700
Subject: Re: [R@ntau-Net] Anggota DPRD Provinsi Sumbar Periode 2014-2019

Ralat: Tatingga panutupnyo

Penutup: Wass,  Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau

Syafruddin Syaiyar

unread,
May 14, 2014, 10:11:14 AM5/14/14
to rant...@googlegroups.com
Batua bana Pak Asmardi,.. diakui atau indak diakaui ...sejak rontoknya pengaruh sosialis-kominis di dunia..., Kuasa besar dunia yang jadi pemenang "block barat" yang beridiologi liberalis-kapitalis seakan akan kehilangan sparing partner. Dan karena umat islam yang mempunyai ideology, ajaran dan pandangan hidup yang agak  berbeda dan kadang bertolak belakang dengan  dunia barat by default di jadikan sparring partner baru... Kan ngak seru kalo dunia hanya monopolar ????

Dunia barat menjadikan umat islam yang terpecah pecah sebagai sparring partner untuk menunjukkan bahwa ideology atau pandangan hidup mereka yang individualis, liberalis, materialis, kapitalis yang dibungkus kata sakti demokrasi, hak azazi manusia dan modernitas merupakan ideology yang lebih dominan dan lebih bisa diterima... Mereka "dunia barat" disengaja ataupun ngak disengaja akan menggambarkan dan memastikan  umat islam sebagai  intoleran, conservative, sampai yang paling ekstrim sebagai ekstrimis dan teroris..

Dan  menurut pandangan saya yang awam, dengan background eksplorationis yang hari hari karajonyo  mancari sesuatu yang indak jaleh..Rencana dan design kuasa barat ko sangat jaleh bana tabaco... Indak ka mungkin mereka akan menyokong tokoh islam yang berpotensi untuak mangangkek dan memajukan umat islam, walaupun itu bertentangan dengan prinsip mereka..

Mereka mendewakan demokrasi.. tapi bilo ado pemimpin potensial dunia islam yang muncul dengan jalur demokrasi.. mereka akan melupakan dulu prinsipnya dan berusaha keras untuk memastikan pemimpin ini gagal dengan bebagai cara.. Demokrasi bagi mereka hanya berlaku kalau anteknya yang menang.. dan kalau sebaliknya.. demokrasi akan dibuang ke tong sampah..

Rasanya umat islam hanya akan bisa bangkit kalau mereka mau menggali potensi dan kekuatannya sendiri yang didasarkan dengan ajaran agama yang berakhlak tinggi...Sebagai umat islam kita yakin dan percaya agama kita mempunyai ajaran dan guide line yang jelas dan komplit secara vertical dan horizontal, tinggal kita bisa mengamalkannya atau tidak ..

Menurut saya adalah keliru besar kalau umat islam meninggalkan politik.. karena menganggap politik itu kotor..Itu adalah salah satu senjata yang dipakai pihak lain untuk tetap membuat umat islam berada dipinggiran "marjinal"dan mereka tetap kekal dipusat kekuasaan politik... Politik itu tidak akan kotor kalau umat islam berpolitik secara islammi..

Besar harapan kita pada tokoh dan aktivis politikal Islam untuk back to basic.. berpolitik secara islami.. jujur dan amanah..
Dulu PKS diawal kelahirannya  memperlihat kan ciri ciri politik yang lebih islam (background sebagai partai dakwah).. dan hasilnya di DKI mereka menang besar..karena banyak masyarakat yang meng-apresiasi pendekatan mereka yang islami dalam berpolitik.. Tapi entah karena elitnya tergoda jalan pintas pada kekuasaan atau memang di-design oleh lawannya yang menggambarkan PKS tidak berbeda dengan yang lain atau kombinasi keduanya.. akhir akhir ini PKS ditinggalkan simpatisannya yang diluar kader inti PKS....

Ini hanya sebagai contoh bahwa partai islam dapat berkompetisi dan pasti menang terhadap partai lain kalau mereka berpolitik secara islami.... Hanya imbauan saja dari seortang awam yang lagi iseng, bagi aktivis partaii islam .. back lah to basic.. PKS back to partai Dakwah.. PAN tinggalkan lah cap sebagai partai Artis.. PPP tinggalkan lah sikap opportunis.. mudah mudahan next 5 year's tiga besar partai di Sumbar adalah partai Islam.. Dan kita umat islam ngak bingung lagi memilih presiden dari stock yang ada karena tidak ada yang mewakili dan merepresentasikan calon pemimpin/imam yang lebih islami..........

Wass,
Sfd, Paramaribo, Suriname
 


Arman Bahar

unread,
May 14, 2014, 10:44:45 PM5/14/14
to rant...@googlegroups.com
Assalamulaikum ww

Jadih lah dari ka sado paparan ntun, mari kito bicarakan jalan kalua-nyo lai, plz

wasalam
abp
Pada Rabu, 14 Mei 2014 22:14, Syafruddin Syaiyar <syaf...@gmail.com> menulis:
----- Pesan yang Diteruskan -----

Boxbe This message is eligible for Automatic Cleanup! (syaf...@gmail.com) Add cleanup rule | More info

Zuhrizul

unread,
May 15, 2014, 10:25:29 AM5/15/14
to rant...@googlegroups.com, rant...@googlegroups.com
Pak arman Bahar, Kalau di ambo jalan kaluanyo baliak Ka Pemimpin nan batua2 marasokan padiahnyo masyarakat mangumpuakan pitih untuak baia listrik, PAM, Pajak Honda, PBB nan harus dibaia jikok baurusan yo lurah dll, nan muaro pitih tu untuak APBD, Hal iko lah nan Harus di sampaikan satiok rapek yo SKPD dan dengar pendapat yo Dewan... Di arok individu2 yo Agak barek

Sangenek di ambo
Wassalam
Zuhrizul/42

Sent from my iPhone
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages