Mantaps GOLKAR kembali memimpin di Geding DPRD Sumbar semoga Amanah
Terima kasih sanak Nofend infonya
Wass
Zainul Akhir Tanjung, 51 th , Pku--Riau
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke
rantaunet+...@googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
--
|
Parpol Islam Indak Adoh Nan Baminaik? Kabaa Nyano Awak?! |
Partai politik berbasis massa Islam masih terjebak pada ideologi
internal yang simbolik.
"Islam diterjemahkan masih secara simbolik bukan mencoba menyelesaaikan
permasalahan yang ada dengan keputusan radikal. Misalnya di Jakarta, apakah
berani penguasa melawan lobi dari perusahaan mobil," kata Ahmad Norma di Jakarta,
dek sari. “Parpol berbasis massa Islam seharusnya mengambil alih isu-isu
fundamental dalam masalah bangsa sehingga tidak hanya membahas masalah
pluralisme dan persatuan saja”.
Dia mencontohkan parpol Islam itu harus berani merancang industrialisasi dan
mengelola Sumber Daya Alam bagi kemakmuran masyarakat Indonesia. "Kalau
ada parpol Islam yang punya konsep pengelolaan migas yang bagus dan berani,
saya kira kelas menengah, kaum terpelajar, serta media massa akan
mendukung," katanya.
Menurut dia, selama ini parpol Islam sering salah dalam mengimplementasikan
penegakan hukum. Misalnya, masalah maksiat diatasi dengan menerbitkan Peraturan
Daerah syariah.
Ia mengemukakan titik mula persoalan bangsa adalah tidak adanya peningkatan
kualitas ekonomi dalam kehidupan. "Apabila pendidikan dan ekonomi bagus,
maka masyarakat dapat bekerja dan sekolah sehingga kehidupan stabil. Hal itu
yang menjadi perbedaan antara negara maju dengan yang masih terbelakang,"
katanya.
Benarkah Partai Islam semakin tidak diminati masyarakat dalam pemilu 2014?
Jawabannya belum pasti, namun kecenderungan mengindikasikan ke arah sana, suatu
kondisi yang muram.
Setidaknya, sejauh ini hasil Survei Saiful Mujani Research and Consulting
(SMRC) pada Februari silam menyingkapkan perolehan suara pemilu PKB 5,6%, PPP
4,1%, PKS 2,7% dan PAN 1,9%. Survei itu dilakukan untuk 1.220 responden yang
tersebar Indonesia dengan pertanyaan ‘bila pemilu nasional diadakan l 3
Februari 2013’.
Berbeda dengan survei SMRC itu, Lembaga Klimatologi Politik (LKP) juga
mengadakan survei April ini dengan hasil: PKS 5,1%, PAN 4,6%, PKB 4,4%, PPP
3,9% dan PBB 0,9%.
Memang hasil-hasil survei tersebut belum bisa mewakili kondisi sebenarnya
karena hanya 2 lembaga survei dan responden yang terbatas. Tetapi minimal dari
survei itu bisa menggambarkan kondisi Partai Islam yang cenderung mengalami
penurunan suara.
Merosotnya minat rakyat terhadap Partai Islam, menurut mantan Ketua Mahkamah
Konstitusi Mahfud MD, untuk sebagian disebabkan bahwa Partai Islam tidak punya isu dan agenda yang strategis
dan memihak kepentingan ummat (rakyat). Parpol Islam dan bukan Islam juga
ternyata sama saja aspirasi dan jenis kelamin politiknya, tanpa diferensiasi
visi-misi dan program yang pasti.
Partai Islam juga tidak
bersih dan tidak peduli terlihat dari temuan bahwa di dalam Partai Islam juga
terjadi kejahatan korupsi. Tidak ada jaminan bahwa Partai Islam lebih bersih
dari Partai non Islam sehingga orang Islam di luar partai akan berpikir tidak
harus memilih partai Islam.
“Partai politik Islam yang hakiki itu sebenarnya tidak ada. Partai yang
benar-benar Islam pun tidak ada. Karena parpol yang tidak Islam pun sebenarnya
memperjuangkan Islam,” kata Mahfud, Ketua Presidium KAHMI.
Sejak wafatnya Gus Dur, umat Islam dari kalangan Nahdliyin tidak lagi punya tokoh besar yang berani
memperjuangkan ideologi pribumisasi Islam dan juga tidak berani berseberangan
pendapat dengan pemerintah. Begitu juga dari kalangan Muhammadiyah dimana dulu
ada Amien Rais yang sangat kritis pada penguasa.
Kedua-duanya menjadi icon dan tanpa mengeluarkan dana besar untuk kampanye pun,
baik PKB dan PAN di masa lalu, sudah memperoleh suara dari umat Islam yang
kagum dengan tokoh-tokohnya masing-masing.
Hampir semua partai berbasis Islam yang ada menyatakan bahwa mereka terbuka,
mereka dapat menerima perbedaan dan lain sebagainya. Tapi kenyataan yang ada
dan sudah umum diketahui bahwa mereka eksklusif, terfragmentasi dan
terkotak-kotak bahkan terpecah belah. Dalam internal partai ada elite NU yang
menguasai/mengendalikan PKB. Dari PAN tentu saja Muhammadiyah dan dari PKS
dikuasai Tarbiyah yang meniru Ikhwanul Muslimin.
Eksklusifisme parpol Islam itu justru mengerdilkan partai Islam sendiri dan
akhirnya dukungan rakyat cenderung merosot tajam. Seakan sudah takdir bahwa
Parpol Islam bernasib kelam? (WASPADA ONLINE)
| From: Muchwardi Muchtar Sent: Thursday, 8 May 2014 08:14 Reply To: rant...@googlegroups.com Subject: Fwd: [R@ntau-Net] Anggota DPRD Provinsi Sumbar Periode 2014-2019 |
| From: ajo duta Sent: Thursday, 8 May 2014 12:02 AM |
Reply To: rant...@googlegroups.com |
Subject: Re: [R@ntau-Net] Anggota DPRD Provinsi Sumbar Periode 2014-2019 |
Dd Ajo Duta dan dd Asmardi Arbi dan sanak dipalanta n.a.h
Kalau pooling sapu rantau, mungkin io banyak nan indak suko ka ABS SBK
Kalau ka diadokan pooling syaratnyao:
1. Yang ikut hanya pribumi Sumbar.
2. Peserta
a). umuru 30 tahun keatas
b). umur 19 – 30 tahun (19 umur boleh menikah, ada tanggung jawab –UU Perkawinan pasal7).
Pernilaian poolingnya akan beda.
Yang 19 – 30, kemungkinan banya, tidak semua, baru dalam taraf ikut-ikutan.
Prisip yang ditanyakan:
1. Sampai dimana pengertian dan pengamalannya mengenai agama islam.
2. Sampai dimana pengertiannya mengenai batasan adat Minang kabau
Dengan dua batasan umur diatas , pandangan orang minang terhadap ABS SBK, bisa positif dinilai.
Wass,
Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau
Sabananyo bukan indak laku, tapi indaak pandai manjua. Samo jo alasan pariwisata indak bisa dikembangkan dek karano banyak premanisme, padohal memang indak bisa manjua. Persoalan selling skill ideologi politik caleg berbasis partai Islam memang rendah.
" Persoalan selling skill ideologi politik caleg berbasis partai Islam memang rendah."
Maaf pernyataan Pak Zorion ini bias dan subyektif sekali, apa maksudnya ? Saya minta datanya ...
Wassalam
Ronald - Depok
Pak Zorion, tidak semudah itu menilai dan menjatuhkan statement. Banyak faktor lain yg mungkin lebih dominan, simak link berikut dan berbagai informasi lainnya...
http://m.aktual.co/politik/182850hasyim-muzadi-pimilihan-umum-berubah-menjadi-pembelian-umum
Wassalam
Ronald - Depok
Pak Zorion, kebetulan ambo lai turun ka lapangan dan lai ado data cukuik lengkap mengenai bara pitih yg beredar, termasuk pola sistematis penggelembungan suara dll, tapi bukan utk dibuka disiko.
Intinyo, dengan sarana yg minim (tanpa media koran dan televisi) para politisi muslim mencoba utk langsung berinteraksi dgn masyarakat utk mendapatkan dukungan, cuma sayang, sodoran uang warna merah, biru dan hijau faktanya banyak merobah arah pilihan masyarakat.
Jadi jangan hanya bisa menyalahakan para politisi muslim. Banyak faktor lain.
Wassalam
Ronald - Depok
Pak Syafruddin...
Saribu persen ambo satuju...
Wassalam
Ronald - Depok
Bung Syafrudin jo Ronald nan samo2 cinto NKRI jo Islam,
Sabananyo nan tajadi di NKRI nan mayoritas Islam ko adolah keberhasilan Konspirasi Global dalam manjalankan skenario2 nan alah dirumuskan mereka dalam Protokol Yahudi jo Paham ILUMINATI tentang bagaimana menguasai dunia. Keberhasilan mereka di INDONESIA dimulai dengan menguasai Ekonomi melalui kekuatan Ekonomi Asing dan Aseng. Para elit politik tidak mau peduli dengan skenario ini.
Pada masa pemilu 2014 ini mereka mulai mencoba menguasai puncak kekuasaan Politik yang sudah mereka rintis sejak berlakunya amandemen UUD 1945 menjadi UUD 2002 yang dikendalikan oleh Konsultan Asing ( NDI ) yang bercokol di MPR/DPR RI dan didukung oleh LSM DN yang didanai Asing, sehingga kehidupan NKRI berbau Liberalisme.. Kalau mereka berhasil pada PILPRES bulan Juli 2014 nanti mendudukan presiden Bonekanya maka sempurnalah mereka menguasai seluruh aspek kehidupan bangsa dan rakyat Indonesia IPOLEKSOSBUDHANKAM ( HUKUM, ADAT dan AGAMA termasuk didalamnya ).
Agama Islam yang paling potensial menentang mereka sudah berhasil dilemahkan justeru melalui para Elit Islam sendiri yang haus dengan Harta dan Kekuasaan. Umat Islam sendiri mereka lemahkan melalui kehidupan SOSBUD HUKUM dan AGAMA dengan KKN, Pornografi, Narkoba ,Hedonisme,Miras ,Perjudian dst..
Masih ada waktu untuk mencegah ini terjadi. Pahami Skenario2 dalam referensi tsb diatas , dan peringatkan para elit yang masih merasa masih cinta NKRI dan Islam serta penerangan intensif keseluruh rakyat Indonesia.. Sekedar pandapek Maminteh sabalun Hanyuik.
Wassalam,
Asmardi Arbi-Tangsel.
On 12/05/2014 22:25, Ronald P Putra wrote:
Mamak Asmardi nah
Indak bisa disanggah apo yg mamak uraikan, memang itu yg nampak dan taraso dipermukaan kini.
Ambo ingin pulo manyampaikan dari angle yg agak berbeda ...
Duo tahun lalu ambo bakuliliang Jawa Barat utk mancari pesantren atau boarding school utk si sulung. Dari sekian sekolah Islam yg dikunjungi dan tukar pikiran jo pihak sekolah, ternyata yg mendaftar salalu melebihi kuota sampai indak tatampuang, dari SD sampai SMA. Ambo perhatikan para urang tuo yg bagitu sumangaik mantaan anak mereka masuak sakolah2 Islam dan berharap menjadi penghafal2 Qur'an nantinyo, iko tajadi tiok tahun dan merata hampir di seluruh pesantren/sekolah Islam di tanah air, ado ghirah utk menciptakan generasi Rabbani - istilah mereka....ambo bergidik, Islam punyo masa depan di negara ini.
Di sisi lain, semaraknya kajian keIslaman, semangatnya para orang tua mengikuti kajian Islamic Parenting, bertumbuhnya kesadaran utk menbangun keluarga Islami, Kajian produk makanan halal, membludaknya buku-buku Islam, tumbuh suburnya rumah-rumah tahfidz...ambo bergidik baliak, apakah benar ramalan dari beberapa pihak bahwa dari negara ini nanti akan bermunculan generasi Islam yg mampu menjawab semua tantangan ? bukan hanya lokal tapi merambah ke berbagai belahan bumi ? Bisakah ? Ambo optimis dan selalu berdo'a utk itu.
Batua sakali baso ado upaya besar utk menghantam Islam, alah banyak hasilnyo dan akan terus berusaha sampai akhir zaman. Itu sunatullah. Tapi di sisi lain, Allah juga siapkan generasi Islam yg yang akan head-to-head dengan mereka-mereka yang mamak sebutkan itu dimasa yang akan datang, baik secara pemikiran, atau bahkan mungkin dalam peperangan physik.
“Akan selalu ada sekelompok orang dari umatku yang berperang diatas kebenaran dan akan menang hingga datang urusan Alloh”. (HR. Ahmad IV/248).
Bukannyo kini perang pemikiran itu indak ado, akan selalu ado. Tapi dimasa depan, ambo pribadi maliek dikotominyo akan samakin jaleh, antaro sekularis dgn segala turunan ismenya, berhadapan dengan kaum Islamis. Kini sajo alah taraso arahnyo ka situ, dan prediksi ambo, dimaso nanti akan semakin mengerucut dan terang-terangan pertentangannyo. Bukankah dibeberapa negara iko alah tajadi ?
Saketek dari ambo yoh mak,
Wassalam
Ronald - Depok
Uda Akmal nah
Batua apo yg dipaparkan, dan itu adolah "hasil" dari upaya pihak-pihak yang disebutkan oleh mamak Asmardi. Itu taliek jaleh di permukaan karena memang mereka menguasai media dan lainnya.
Kemudian saya tambahkan dengan fakta lain bahwa Islam (yg bener-bener Islam tentunya :-) ) tak akan hilang dan malah akan terus bertumbuh, insya Allah akan muncul ke permukaan dan menang, begitu kata Hadist Nabi yang mulia.
Wassalam
Ronald - Depok
Dan cieklai Uda Akmal, fenomena ODOJ (one day one juz) ! Yg pesertanya telah mencapai puluhan ribu dan terus bertambah.
Bahkan telah merambah ke beberapa SDIT dengan istilah baru : ODOL (one day one "lembar" :-) )
Tidakkah semua ini merupakan suatu fenomena bangkitnya kembali ghirah keIslaman ? Saya melihatnya demikian.
Wassalam
Ronald - Depok
Dd Asmardi Arbi (AA) dan sanak dipalanta
Mengenai pooling, cocok kito sarahkan ka ahlinyo, tapi mungkin batua juo pandapek Gebu Minang tak paralu di pooling, mungkin terbentur sia nan kadi pooling, apo model poolingnyo, kalau model LSI dll lembaga survey tu mungkin tak cocok.
Tapi untuak palapeh uweh-uweh agak sakali elok dicubo jo.
Asal dilaksanakan ke seluruh peribumi minang baik dirantau maupun diranah, karena rantau dan ranah mayoritas boleh dikatakan belum terpisah, mungkin ada satu dua yang sudah terputus hak materilinealnya dengan sukunya karena sudah ratusan tahun terpisah dan tak pernah disambungkan kembali.
Mengenai kospirasi yang melemahkan umat islam, memang seperti yang disuarakan alm pak Rasyidi di era orde baru,bahwa sekarang ini sedang berlangsung Orkes Simponi /opera besar untuk melemahkan UMAT ISLAM.
Saya kuatir, mudah-mudahan kekuatiran saya ini salah.
Anak bangsa yang belajar/memperdalam agama islam di Paman Sam, diera operasi besar berjalan itu, dipermudah dengan macam-macam Beasisiwa pulangnya banyak yang berubah warna.
Tidak semua, kalau dari sini penganut Muhammadiyah, pulangnya jadi NU, kalau dari sini NU, pulangnya jadi JIL. Disuruhlah bikin ini itu berupa LSM dengan diikuti kucuran dana sebagian atau seluruhny.
Makanya timbul macam-macam ada yang mau menafsir ulang alquran, ada yang tak mau lagi menerima Syariat islam, ada yang menolak orang islam berkeumpul tapi menganjurkan tetap sajalah berkeliaran seperti anak ayam kehilangan induk, biar ditampung induk lain.
Nampaknya opera besar ini temporer berhasil.
Opera besar ini mendapat tumpangan pula di tanah air dengan adanya kelompok yang merasa umat islam adalah ganjalan terbesar bagi mereka.
Hal ini sesuai dengan analisa AA, oleh sebagian besar elit Islam tidak diambil peduli mungkin karena rakus harta. Atau jangan-jangan oknum elit islam yang tampil sekarang ini secara tak sadar sudah merupakan bagian kaki tangan yang mengadakan opera besar ini.
Bagi mereka yang sudah terimbas opera ini, mungkin islam bagi mereka hanya di rumah, surau dan dimesjid.
Bagi kita yang masih meyakini islam pegangan hidup dunia akhirat, tetap sajalah berpegang teguh kepada islam, yakin selamat dunia akhirat.
Kita jangan jadi pengemis seperti mereka.
Mudahan berkat ke teguhan kita yang masih tersisa, pertolongan Allah datang seperti yang di paparkan Ronald.
Kedepan yang perlu dipikirkan umat islam ialah menghadapi PIL PRES 9 Juli nanti.
Karena kita terpaksa memilih yang terbaik dari persediaan kurang baik yangh ada, sedapat mungkin mulai dari sekarang harus dijelaskan kepada setiap anak remaja kita masing-masing agar memilih presiden yang diusung oleh banyak partai yang berbau islam.
Surat KH Maimun Zubair itu hendaknya sampai kepada anak remaja kita ini.
Remaja ini perlu diberirtahu agar mereka dalam memilih tak terpengaruh TV, karena semua TV mulai sekarang sampai 9 Juli akan bersuara sama, kalau sebelumnya masih beda.
Kalau ini tidak kita sampaikan, kita biarkan bebas, mungkin seperti Pileg 9 April lalu, kita akan kecolongan lagi.
Yang terlebih penting memang kepada saudara-sudara kita di propinsi nan 3 di subarang tu, mari, kalau masing-masing kito ado akses, kita ketuk juga hati mereka agar memperhatikan Surat KH Maimun Zubair itu menghadapi pilpres nanti, karena selagi kita masih di NKRI, propinsi yang 3 itu penentu dinegeri ini.