Pemberian (by Kahlil Gibran)

286 views
Skip to first unread message

Syafroni (Engineering)

unread,
Apr 5, 2010, 10:20:31 PM4/5/10
to rant...@googlegroups.com

Bila kau memberi dari hartamu, tiada banyaklah pemberian itu.
Bila kau memberi dari dirimu, itulah pemberian yang penuh arti.

Sebab, apalah hata milik itu, apabila bukan simpanan yang kau jaga,
Buat persediaan hari kemudian ?

Dan hari kemudian, mengandung janji apakah bagi dia si anjing kikir,
Yang menimbun tulang-tulang dibawah pasir,
Dalam perjalanan ke kota suci, mengikuti musafir ?

Dan bukanlah ketakutan akan kemiskinan,
Merupakan kemiskinan tersendiri ?
Ketakutan akan dahaga, sedangkan sumur masih penuh,
Bukankah dahaga yang tak mungkin terpuaskan ?

Ada orang yang memberi sedikit dari miliknya yang banyak
Dan pemberian itu dilakukan demi ketenaran,
Hasrat tersembunyi membuat tak murni pemberiannya.

Ada pula yang memiliki sedikit dan memberikan segalanya.
Merekalah yang percaya akan kehidupan dan anugerah kehidupan,
Dan peti mereka tiada pernah mengalami kekosongan.

Ada yang memberi dengan kegirangan di hati.
Kegiranganlah yang menjadi anugerah pengganti.

Ada yang memberi dengan kepedihan di hati.
Maka kepedihan menjadi air pensucian diri.

Dan ada yang memberi tanpa merasa sakit di dalamnya,
Tanpa mencari kegirangan dari pemberiannya,
Tanpa mengingat-ingat kebaikannya ;

Mereka memberi sebagaimana di lembah sana,
Bunga-bunga menyebarkan wewangiannya ke udara.

Melalui mereka inilah Tuhan berbicara,
Dan dari sinar lembut tatapan mereka
Dia tersenyum kepada dunia.

Sungguh utama untuk memberi bila diminta,
Namun lebih utama lagi adalah memberi tanpa diminta,
Karena dorongan pengertian.

Dan bagi si pemurah, mencari siapa yang akan menerima,
Adalah bahagia, melebihi tindakan pemberiannya.
Adakah sesuatu yang masih kau sembunyikan ?

Sekali waktu segala yang kau punya akan terbagi jua,
Karena itu berikanlah sekarang, selagi musim memberi belum lewat bagimu,
Belum beralih tangan kepada pewarismu.

Seringkali engkau berkata, " Aku mau memberi, tetapi hanya pada mereka
Yang patut menerimanya "

Pohon-pohon di kebunmu tiada berkata demikian.
Begitupun ternak di padang rerumputan.
Mereka memberi demi kelanjutan hidup sendiri,
Sebab menahan pemberian berarti mati.

Pastilah siapa yang patut menerima hari siang dan hari malam,
Patut pula menerima apapun darimu.

Dan siiapa yang patut minum air dari samudera kehidupan,
Sepantasnya pula mengisi pialanya dari sungai kecilmu.

Dan adakah gurun pasir yang melebihi luas keberanian dan harkat ;
Ya, bahkan kedermawanan,
Pun menerimanya ?

Dan siapakah engkau, sehingga orang harus mengoyak dadanya,
Membuka selubung harga dirinya, supaya kau mengukur nilai
dan martabatnya yang telanjang tanpa terhalang ?

Berusahalah dahulu hingga kau pantas jadi pemberi,
Dan sebuah alat untuk membagi.

Sebab sesungguhnya, kehidupanlah yang memberi pada kehidupan----
Sedangkan kau, yang mengira dirimu seorang pemberi,
Sebetulnya hanyalah seorang saksi.

Dan kau kaum penerima---ya, engkau semuanya tergolong penerima !
Jangan memberati diri dengan rasa hutang budi,
Sebab kau akan membebani dirimu dan dia yang memberi.

Seyogyanya kau bangkit bersama pemberi,
Naik sayap pemberiannya,
Membubung ke taraf yang lebih tinggi.

Terlampau menyadari hutangmu,
adalah meragukan kedermawanan dia,
Sang Putra Bumi yang murah hati,
Dan Tuhan sebagai sumber segala hartanya.


(khalil gibran)

 

rinapermadi

unread,
Apr 5, 2010, 11:09:34 PM4/5/10
to rant...@googlegroups.com

Roni di Batu AJi jo nan rami di Lapau,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

 

Sepertinyo ado nan Roni ingin sampaikan jo Puisi indah dari Khalil Ghibran ko

Sanang hati Uni mambaco tulisan KG ko dek inyo manyampaikan tentang keikhlasan

Baitu handaknyo bagi Roni, manyampaikan iko hanyo dengan keikhlasan sajo

Lain dari itu lakeh dihapuih, indak ado gunonyo awak mambarek i hati awak jo sesuatu nan indak paralu

Bak kecek Pak Saaf, duduak surang basampik-sampik, duduak basamo balapang-lapang

 

Cubolah setop  oto CB Pak Toke kok iyo lai kalalu di jalan Batu Aji nantik

Cubolah baralah geroh sampik jo bakareknyo Oto antikko

Tapi dek basamo-samo jadi balapang-lapang (tantunyo hati yo)

Bisa bagurau basanang hati bahkan

Sampai bisa jadi tampaik malayian bagai

Tampek manyuruak di bawah kurisi bagai sambia manonong kuah sup dek jo slang infuse

 

Mari balapang-lapang kito barami-rami……..

Banyak maaf kok ado kecek Uni nan indak ditampeknyo

Baitulah kok kito di nan rami

Tapi Rasulullah kito tantu sanang jo raminyo umatnyo

Mari kito tunjuakkan…

 

Wassalam

Uni

 

 

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages