Beberapa tahun yang lalu (lupa pastinya) aku membaca satu artikel tentang judul diatas. Kesimpulan dari artikel itu menyatakan bahwa di Negara maju orang tidak punya tanda tangan, melainkan menulis namanya sendiri sebagai pengganti tandat angan. Alasannya karena mereka percaya kepada orang lain (pada dasarnya manusia adalah baik).
DI Negara kita, dari hasil penerawanganku selama ini, sulit menemukan tanda tangan yang berhubungan dengan nama si pemilik tanda tangan, dengan kata lain kita tidak bisa mengenal sipemilik tanda tangan bila dia tidak menuliskan namanya di bawah tanda tangan itu.
Dari obrolan tentang tanda tangan ini, beberapa teman menyatakan bahwa dia sendiri tidak tahu arti, asal usul dan makna tanda tangannya. Ada yang menyatakan bahwa tanda tangannya mencontoh tanda tangan orang tuanya yang juga tidak ada hubungan dengan namanya (ikut-ikutan).
Sebagian lainnya menyatakan bahwa sengaja membuat tanda tangan seperti grafik yang turun naik tak beraturan dengan alasan agar tidak mudah ditiru dan sulit dikenal oleh orang lain, sesuai dengan yang diajarkan oleh orang tuanya. Nak !. Hati-hati ya.. ntar tanda tanganmu dicontoh oleh orang lain (pemalsuan tanda tangan)
Takut ditiru ?. Kok curigation kepada orang lain sich ! Manusia itu pada dasarnya baik lho !
Emang jabatanmu apa ? Coba perhatikan tanda tangan mantan Presiden Soekarno dan Soeharto. Tanda tangannya sama dengan namanya khan ! Begitulah kira-kira obrolan sambil merokok dan ketawa ketiwi he he he
Dulu aku pernah dapat pelajaran tentang tanda tangan ini dari Bapak Polisi yang bekerja di Laboratorium dan Kriminal Polri. Mereka menyatakan bisa mendeteksi tanda tangan asli dan palsu dari tekanannya, baik tanda tangan yang melingkar-lingkar maupun turun naik seperti grafik nggak beraturan. Tidak ada yang sama, tekanan orang menulis atau menandatangani itu unik. Walau hanya garis lurus bisa dibedakan pemilik garis tersebut. Begitu kesimpulannya.
Ada cerita lucu temanku yang pernah kuliah di Luar Negeri. Di LN tanda tangannya berubah menjadi sama dengan namanya karena ditegur oleh pegawai Bank tempat dia membuka rekening. Ini bukan tanda tangan, tapi urek-urekan kata pegawai Bank melihat tanda tangan asli madein Indonesia.
Terpaksa dirubah dech.
Sekembali ke Indonesia tanda tangan lama dipakai lagi. Mengapa dirubah? Kalau memang baik kok nggak dipertahankan ha ha ha.
Setelah membaca artikel tadi dan merenung-renung baik buruknya, aku memutuskan mengganti tanda tanganku dengan hanya menulis nama, dengan tujuan
1. Hemat, setelah tandatangan tidak perlu menulis nama jelas.
2. Waskat (Pengawasan melekat ). Maksudnya, lebih berhati-hati untuk setiap yang ditandatangani.
3. Sebagai pertanda bertanggung jawab atas setiap yang diperbuat.
Nggak takut ditiru ? Masak sich ! Wassalam : Reflus. Jatiwaringin, 07 Maret 2011
Powered by Telkomsel BlackBerry®
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
1. Sign your name here, biasonyo dibulakang tando x __________
Mangko awak tulih namo langkok awak jo tulisan tangan asli milik awak, nan biassonyo indak dapek ditiru urang saroman tulisan awak bana.
2. Print your name here. biasonyo dakek atau dibawah tandotangan awak cako, mangko awak print/tulisancetak namo awak jo huruf cetak nan jaleh dibaco urang, indak paralu huruf gadang atau ketek, asa dapek dibaco urang.
3. Put you initials here, aratinyo paraf di siko. Biasonyo, tulisan tangan awak jo kapendekan huruf namo awak, nan juo indak dapek ditiru urang.
Wakatu ketek-ketek baraja mambuek tandotangan di kampuang iyo sarik bana, banyak kode-kode basalekan, titiak-titiak, tando kurang, hamzah arab, kurisi tabalik, lingkaran-lingkaran ketek, dsb. Kini sajak hari cinta atau valentine day lah ditiru-tiru pulo, malah tampak gambar hati bagai. Di Rantau MakNgah urang tacangak sajo mancaliak tandoangan bantuak itu.
Salam,
--MakNgah
Sjamsir Sjarif
Waalaikumsallam Wr Wb
Kanda Reflus dan Dunsanak Palanta yang berbahagia
Terima kasih tulisan ringan Kanda seputar tanda tangan bagi saya sebuah bacaan yang menarik dan mungkin agak setipikal dengan beberapa tulisan saya yang tertarik masalah-masalah "remeh temeh" seperti ini tapi bisa kita jadikan sumber inspirasi untuk menulis. Tentang tanda tangan ini saya orang yang termasuk suka "usil" juga memperhatikan lagak, gaya dan ragam tanda tangan seseorang sungguh menarik dan terkadang saya "geleng-geleng kepala juga" melihat sebuah tanda tangan yang begitu ribet dan peliknya seperti yang pernah saya temui sama kolega (teman kantor saya) dulunya seorang warga keturunan (Cina)
Wahhh edun ini tanda tangan kawan saya ini seperti benang kusut yang tak jelas ujung pangkalnya, begitu ribet coretan tanda tangannya dan memang tidak mencirikan namanya, menarik juga saya perhatikan rata-rata mereka warga keturunan ini mempunyai tanda tangan yang ribet, benang kusut intinya tidak mencirikan namanya dan sudah pasti sangat sulit ditiru.
Baru baru ini saya bercanda dengan salah seorang Kepala Desa di Pulau Rangsang sebut saja namanya Jamin (nama samaran) tanda tangannya sangat unik diawalnya ada sebuah bulatan besar seperti layar terkembang (perahu berlayar) lalu iseng saya candaiin Pak Jamin ini
"Pak..pak tanda tangannya seperti perahu ndak berlayar ini"
Lalu Pak Jamin ini secara bercanda menjawab seperti ini pada saya
"he he he ..tanda tangan saye ini..Lancang Kuning berlayar malam Pak Jepe"
Ahaaa sayapun tak kalah juga bercanda dengan Pak Penghulu ini (sebutan kepala Desa di suku Melayu)
"Pantesan Pak Penghulu susah banget saya temui siang hari, habis berlayar malam begadang, siangnya tidur'
Pak Penghulu Jamin ini hanya tersenyum kecut sambil berkata "nyindir Pak Jepe ya"
Lalu barusan saya menemui juga tanda tangan orang kita yang sekira cukup ribet dan antik seperti ini mendaki ketas dan dari tanda tangan ini kita tidak bisa mengetahui namanya

Contoh tanda tangan mendaki
Dari pengamatan saya selama ini memang rata-rata orang kita (Indonesia) kebanyakan tanda tangannya tidak mencirikan namanya atau susah kita melihat nama seseorang dari tanda tangan dan memang rata-rata orang barat (Eropa dan Amerika) yang saya lihat tanda tangannya sederhana, tidak ribet dan kita bisa tahu namanya dari tanda tangannya. Saya pernah bekerja dengan sebuah NGO Asing rata-rata tanda tangan bule tersebut memang mencirikan namanya yang ditulis lansung, sebut saja Project Manager saya orang Belanda yang bernama Antoon Vergoesen tanda tangannya persis namanya (dalam bentuk tulis tangan tentunya) begitu juga salah satu bule partner kerja saya dulunya seorang Kanada yang bernama Jock Paul tanda tangannya ya Jock Paul (dalam bentuk tulisan tangannya sendiri) lalu sebut saja bule Jerman yang bernama Achim Apliwier ? juga begitu lansung terciri namanya di tanda tangannya.
Lalu saya yang “asal-usil” memperhatikan lagak ragam dan gaya tanda tangan seseorang,bagaimana dengan tanda tangan saya ?
Paling tidak selepas SMA saya sudah mempunyai tanda tangan permanen (atau tidak berubah-ubah) sampai sekarang. Tanda tangan saya jujur saya sampaikan sebagaimana tulisan Kanda Reflus ini terinspirasi dua orang nama besar yang pernah memimpin Republik ini yaitu Bung Karno dan Pak Harto. Seperti yang kita ketahui dan sudah tidak asing lagi dengan tanda tangan kedua orang besar ini baik yang kita lihat di dokumen-dokumen lama (repro) maupun di batu-batu prasasti sebuah bangunan apakah itu gedung atau jembatan yang diresmikan oleh kedua Presiden kita ini
Bung Karno tanda tangannya bagi saya sangat menarik, sederhana, tidak ribet, enak dipandang dan mencirikan namanya yaitu tertulis Soekarno dengan tulisan tangan begitu juga denga Pah Harto dengan tanda tangan tertulis S Harto (yang setipikal dengan Bung Karno model tulisan kebayakan orang tua jaman dulu)
Disamping tanda tangan saya terinspirasi oleh kedua Presiden kita tersebut juga terinspirasi dari tanda tangan Ibu saya yang juga bergaya sama dengan Bung karno dan Pak Harto. Ibu saya bernama Rosna Mustafa tanda tangannya sederhana saja seperti di bawah ini ketika dia menulis surat kepada saya.

Tanda Tangan Ibu Saya tertulis Rosna M
Tanda tangan saya juga seperti itu hanya nama saya saja yaitu Jupardi seperti dibawah ini, mudahkan ditiru seseorang jika melihat tanda tangan saya ini kelihatannya sangat mudah ditiru tapi tetap ada perbedaan bagi yang menirunya terutama di tarikan huruf J pada tanda tangan saya, ini telah dibuktikan juga ketika di kantor kawan-kawan saya disaat istirahat kami saling meniru tanda tangan kelihatannya mudah tapi tetap ada bedanya dengan yang asli (punya tanda tangan)

Tanda Tangan Saya : Jupardi
Ketika anak saya yang tertua tamat SMP bernama Raisa Putri Nabila ingin menandatangani ijazah SMP nya bertanya pada saya
“Pa..bagaimana tanda tangan Isa (Raisa) Pa” sambil melihatkan beberapa model
Saya hanya meyarankan sederhana saja tidak ribet dan mencirikan nama kita coba tiru saja model tanda tangan Oma (Ibu Saya yang namanya juga berawalan R)
Anak saya setuju akhirnya dia punya tanda tangan dengan menulis namanya bergaya miring Raisa dengan diujungnya dikode PN (Putri Nabila) serta dikasihnya garis dibawah.
Itulah sedikit ulasan saya seputar tanda tangan ini
Wass-Jepe
46 Thn, L, Pekanbaru
***
Assalamualaikum ww. Tulisan ini Ambu buek bulan July 2010 dan dimuat di Kompasiana. Dari pengamatan Ambo, setiap hari ado saja nan mambaco. Mudah2an ado manfaatnyo. TANDATANGAN DAN NAMA JELAS. Oleh : Reflusmen. Tanda tangan kok nggak ada hubungan dengan nama ? Kalau nama dihapus, orang lain tak tahu pemilik tanda tangan itu.
Beberapa tahun yang lalu (lupa pastinya) aku membaca satu artikel tentang judul diatas. Kesimpulan dari artikel itu menyatakan bahwa di Negara maju orang tidak punya tanda tangan, melainkan menulis namanya sendiri sebagai pengganti tandat angan. Alasannya karena mereka percaya kepada orang lain (pada dasarnya manusia adalah baik).
DI Negara kita, dari hasil penerawanganku selama ini, sulit menemukan tanda tangan yang berhubungan dengan nama si pemilik tanda tangan, dengan kata lain kita tidak bisa mengenal sipemilik tanda tangan bila dia tidak menuliskan namanya di bawah tanda tangan itu.
Dari obrolan tentang tanda tangan ini, beberapa teman menyatakan bahwa dia sendiri tidak tahu arti, asal usul dan makna tanda tangannya. Ada yang menyatakan bahwa tanda tangannya mencontoh tanda tangan orang tuanya yang juga tidak ada hubungan dengan namanya (ikut-ikutan).
Sebagian lainnya menyatakan bahwa sengaja membuat tanda tangan seperti grafik yang turun naik tak beraturan dengan alasan agar tidak mudah ditiru dan sulit dikenal oleh orang lain, sesuai dengan yang diajarkan oleh orang tuanya. Nak !. Hati-hati ya.. ntar tanda tanganmu dicontoh oleh orang lain (pemalsuan tanda tangan)
Takut ditiru ?. Kok curigation kepada orang lain sich ! Manusia itu pada dasarnya baik lho !
Emang jabatanmu apa ? Coba perhatikan tanda tangan mantan Presiden Soekarno dan Soeharto. Tanda tangannya sama dengan namanya khan ! Begitulah kira-kira obrolan sambil merokok dan ketawa ketiwi he he he
Dulu aku pernah dapat pelajaran tentang tanda tangan ini dari Bapak Polisi yang bekerja di Laboratorium dan Kriminal Polri. Mereka menyatakan bisa mendeteksi tanda tangan asli dan palsu dari tekanannya, baik tanda tangan yang melingkar-lingkar maupun turun naik seperti grafik nggak beraturan. Tidak ada yang sama, tekanan orang menulis atau menandatangani itu unik. Walau hanya garis lurus bisa dibedakan pemilik garis tersebut. Begitu kesimpulannya.
Ada cerita lucu temanku yang pernah kuliah di Luar Negeri. Di LN tanda tangannya berubah menjadi sama dengan namanya karena ditegur oleh pegawai Bank tempat dia membuka rekening. Ini bukan tanda tangan, tapi urek-urekan kata pegawai Bank melihat tanda tangan asli madein Indonesia.
Terpaksa dirubah dech.
Sekembali ke Indonesia tanda tangan lama dipakai lagi. Mengapa dirubah? Kalau memang baik kok nggak dipertahankan ha ha ha.
Setelah membaca artikel tadi dan merenung-renung baik buruknya, aku memutuskan mengganti tanda tanganku dengan hanya menulis nama, dengan tujuan
1. Hemat, setelah tandatangan tidak perlu menulis nama jelas.
2. Waskat (Pengawasan melekat ). Maksudnya, lebih berhati-hati untuk setiap yang ditandatangani.
3. Sebagai pertanda bertanggung jawab atas setiap yang diperbuat.
Nggak takut ditiru ? Masak sich ! Wassalam : Reflus. Jatiwaringin, 07 Maret 2011
Powered by Telkomsel BlackBerry®
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone