Tanda Tangan dan Nama Jelas

978 views
Skip to first unread message

reflus...@yahoo.com

unread,
Mar 6, 2011, 5:43:46 PM3/6/11
to Rantau Net
Assalamualaikum ww. Tulisan ini Ambu buek bulan July 2010 dan dimuat di Kompasiana. Dari pengamatan Ambo, setiap hari ado saja nan mambaco. Mudah2an ado manfaatnyo. TANDATANGAN DAN NAMA JELAS. Oleh : Reflusmen. Tanda tangan kok nggak ada hubungan dengan nama ? Kalau nama dihapus, orang lain tak tahu pemilik tanda tangan itu.

Beberapa tahun yang lalu (lupa pastinya) aku membaca satu artikel tentang judul diatas. Kesimpulan dari artikel itu menyatakan bahwa di Negara maju orang tidak punya tanda tangan, melainkan menulis namanya sendiri sebagai pengganti tandat angan. Alasannya karena mereka percaya kepada orang lain (pada dasarnya manusia adalah baik).

DI Negara kita, dari hasil penerawanganku selama ini, sulit menemukan tanda tangan yang berhubungan dengan nama si pemilik tanda tangan, dengan kata lain kita tidak bisa mengenal sipemilik tanda tangan bila dia tidak menuliskan namanya di bawah tanda tangan itu.

Dari obrolan tentang tanda tangan ini, beberapa teman menyatakan bahwa dia sendiri tidak tahu arti, asal usul dan makna tanda tangannya. Ada yang menyatakan bahwa tanda tangannya mencontoh tanda tangan orang tuanya yang juga tidak ada hubungan dengan namanya (ikut-ikutan).

Sebagian lainnya menyatakan bahwa sengaja membuat tanda tangan seperti grafik yang turun naik tak beraturan dengan alasan agar tidak mudah ditiru dan sulit dikenal oleh orang lain, sesuai dengan yang diajarkan oleh orang tuanya. Nak !. Hati-hati ya.. ntar tanda tanganmu dicontoh oleh orang lain (pemalsuan tanda tangan)

Takut ditiru ?. Kok curigation kepada orang lain sich ! Manusia itu pada dasarnya baik lho !

Emang jabatanmu apa ? Coba perhatikan tanda tangan mantan Presiden Soekarno dan Soeharto. Tanda tangannya sama dengan namanya khan ! Begitulah kira-kira obrolan sambil merokok dan ketawa ketiwi he he he

Dulu aku pernah dapat pelajaran tentang tanda tangan ini dari Bapak Polisi yang bekerja di Laboratorium dan Kriminal Polri. Mereka menyatakan bisa mendeteksi tanda tangan asli dan palsu dari tekanannya, baik tanda tangan yang melingkar-lingkar maupun turun naik seperti grafik nggak beraturan. Tidak ada yang sama, tekanan orang menulis atau menandatangani itu unik. Walau hanya garis lurus bisa dibedakan pemilik garis tersebut. Begitu kesimpulannya.

Ada cerita lucu temanku yang pernah kuliah di Luar Negeri. Di LN tanda tangannya berubah menjadi sama dengan namanya karena ditegur oleh pegawai Bank tempat dia membuka rekening. Ini bukan tanda tangan, tapi urek-urekan kata pegawai Bank melihat tanda tangan asli madein Indonesia.

Terpaksa dirubah dech.

Sekembali ke Indonesia tanda tangan lama dipakai lagi. Mengapa dirubah? Kalau memang baik kok nggak dipertahankan  ha ha ha.

Setelah membaca artikel tadi dan merenung-renung baik buruknya, aku memutuskan mengganti tanda tanganku dengan hanya menulis nama, dengan tujuan

1. Hemat, setelah tandatangan tidak perlu menulis nama jelas.

2. Waskat (Pengawasan melekat ). Maksudnya, lebih berhati-hati untuk setiap yang ditandatangani.

3. Sebagai pertanda bertanggung jawab atas setiap yang diperbuat.

Nggak takut ditiru ? Masak sich ! Wassalam : Reflus. Jatiwaringin, 07 Maret 2011
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Hanifah Damanhuri

unread,
Mar 6, 2011, 8:35:50 PM3/6/11
to rant...@googlegroups.com
Waalaikum salam Wre Wb bapak Reflus Yth

Lain padang lain belalang
Kan kepercayaan itu yang susah di Indonesia
Sementara kegunaan tanda tangan banyak
Jadi harus aneh-aneh ..


KISAH TANDA TANGANKU

Kulihat tanda tangan orang tua indah-indah
Ada juga yang pakai jempol
Tanda tangan mamaku terdiri dari 3 huruf DJA
Tiga huruf pertama namanya
Jelek kataku dalam hati
Sehingga aku tak mau
Raporku di tanda tangani mama

Tanda tangan papaku juga terdiri dari tiga huruf DAM awal nama papa
Tetapi huruf D dibuat lebih indah
Cara menulisnya bagus
Aku suka
Papalah yang selalu menanda tangani raporku

Ketika belajar menulis tanda tangan
Entah mengapa
Setiap mengoret-oret
Pilihanku jatuh pada kata HANIF
Huruf H aku tumpuk dengan huruf F
Diikuti kata ANIF dalam tulisan bersambung
Kalau yang diminta paraf aku tinggal menulis HF yang di tumpuk

Dari perjalanan panjang karirku
Selalu saja bertemu
Orang yang ahli meniru tanda tangan
Minimal untuk kepentingan absensi
Terlalu berta resiko kalau lebih dari itu


Wass


Hanifah

 


--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
 1. E-mail besar dari 200KB;
 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
 3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/

sjamsir_sjarif

unread,
Mar 6, 2011, 9:03:19 PM3/6/11
to rant...@googlegroups.com
Kalau di Rantau MakNgah,kok awqak baurusan administasi atau dimintak urang manandatangani suatu surek, mako ado bedanya:

1. Sign your name here, biasonyo dibulakang tando x __________
Mangko awak tulih namo langkok awak jo tulisan tangan asli milik awak, nan biassonyo indak dapek ditiru urang saroman tulisan awak bana.

2. Print your name here. biasonyo dakek atau dibawah tandotangan awak cako, mangko awak print/tulisancetak namo awak jo huruf cetak nan jaleh dibaco urang, indak paralu huruf gadang atau ketek, asa dapek dibaco urang.

3. Put you initials here, aratinyo paraf di siko. Biasonyo, tulisan tangan awak jo kapendekan huruf namo awak, nan juo indak dapek ditiru urang.

Wakatu ketek-ketek baraja mambuek tandotangan di kampuang iyo sarik bana, banyak kode-kode basalekan, titiak-titiak, tando kurang, hamzah arab, kurisi tabalik, lingkaran-lingkaran ketek, dsb. Kini sajak hari cinta atau valentine day lah ditiru-tiru pulo, malah tampak gambar hati bagai. Di Rantau MakNgah urang tacangak sajo mancaliak tandoangan bantuak itu.

Salam,
--MakNgah
Sjamsir Sjarif

reflus...@yahoo.com

unread,
Mar 6, 2011, 9:37:45 PM3/6/11
to Hanifah Damanhuri, Rantau Net

Bu Hanifah
Pertama-tama Ambo ucapkan tarimo kasih atas tanggapan Ibu. Yang cukup menarik adalah : Kan kepercayaan itu yang susah di Indonesia
Kalau kita tidak percaya dengan orang lain, membuat diri kita susah sendiri. Kita harus mengawasi terus-menerus orang itu, padahal belum tentu orang itu akan berbuat jahat. Doeloe, saya takut kasih kartu nama kepada orang lain (pilih-pilih), takut disalah gunakan. Setelah saya pikir-pikir, jika disalahgunakan berarti dia yang salah, bukan saya. Sekarang disetiap kesempatan, saya tidak ragu-ragu bertukar kartu nama
Begitu juga dengan di rumah, saya percaya dengan pembantu dan orang dalam rumah (anak-istri,adik dll) Barang yang cukup berharga seperti jam, dompet dll sudah terbiasa terletak di atas meja. Kalau pergi dalam jangka waktu lama (pulang kampuang) atau keperluan lainnya, kunci rumah titip pembantu. Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada barang yang hilang dirumah. Saya juga belum menemukan orang mencoba mencelakai atau berbuat jahat kepada saya. Jangan sampai!. Saya yakin Allah melindungi saya. Aminnn. Alasan-alasan di atas yang mendorong saya mengganti tanda tangan dengan cara hanya menulis nama. Wassalam. Reflus.


Powered by Telkomsel BlackBerry®

reflus...@yahoo.com

unread,
Mar 6, 2011, 9:50:35 PM3/6/11
to sjamsir_sjarif, Rantau Net
MakNgah Yth. Tarimo kasih untuk tanggapan MakNgah. Semoga MakNgah selalu sukses di rantau. Aminnn. Kirim salam Ambo ka Obama ha ha ha

Wassalam : Reflus.
From :mailto:hamb...@yahoo.com
Date :Mon Mar 07 09:03:19 Asia/Bangkok 2011


Kalau di Rantau MakNgah,kok awqak baurusan administasi atau dimintak urang manandatangani suatu surek, mako ado bedanya:

1. Sign your name here, biasonyo dibulakang tando x__________
Mangko awak tulih namo langkok awak jo tulisan tangan asli milik awak, nan biassonyo indak dapek ditiru urang saroman tulisan awak bana.

2. Print your name here. biasonyo dakek atau dibawah tandotangan awak cako, mangko awak print/tulisancetak namo awak jo huruf cetak nan jaleh dibaco urang, indak paralu huruf gadang atau ketek, asa dapek dibaco urang.

3. Put you initials here, aratinyo paraf di siko. Biasonyo, tulisan tangan awak jo kapendekan huruf namo awak, nan juo indak dapek ditiru urang.

Wakatu ketek-ketek baraja mambuek tandotangan di kampuang iyo sarik bana, banyak kode-kode basalekan, titiak-titiak, tando kurang, hamzah arab, kurisi tabalik, lingkaran-lingkaran ketek, dsb. Kini sajak hari cinta atau valentine day lah ditiru-tiru pulo, malah tampak gambar hati bagai. Di Rantau MakNgah urang tacangak sajo mancaliak tandoangan bantuak itu.

Salam,
--MakNgah
Sjamsir Sjarif

Powered by Telkomsel BlackBerry®

sjamsir_sjarif

unread,
Mar 6, 2011, 11:16:13 PM3/6/11
to rant...@googlegroups.com

Ooh mantun, jadih. Ambo talipon sabanta lai. Sayang beda waktu kami ado tigo jam. Mungkin baliau lah lalok bakaruah manggaroho kini tu ... :)
Salam,
--MakNgah,
Sjamsir Sjarif

--- In Rant...@yahoogroups.com, reflus.ramli@... wrote:
>
> MakNgah Yth. Tarimo kasih untuk tanggapan MakNgah. Semoga MakNgah selalu sukses di rantau. Aminnn. Kirim salam Ambo ka Obama ha ha ha
>
> Wassalam : Reflus.
> From :mailto:hambociek@...

Jupardi

unread,
Mar 7, 2011, 12:44:59 AM3/7/11
to Rant...@googlegroups.com

 

 

Waalaikumsallam Wr Wb

 

Kanda Reflus dan Dunsanak Palanta yang berbahagia

 

Terima kasih tulisan ringan Kanda seputar tanda tangan bagi saya sebuah bacaan yang menarik dan mungkin agak setipikal dengan beberapa tulisan saya yang tertarik masalah-masalah "remeh temeh" seperti ini tapi bisa kita jadikan sumber inspirasi untuk menulis. Tentang tanda tangan ini saya orang yang termasuk suka "usil" juga memperhatikan lagak, gaya dan ragam tanda tangan seseorang sungguh menarik dan terkadang saya "geleng-geleng kepala juga" melihat sebuah tanda tangan yang begitu ribet dan peliknya seperti yang pernah saya temui sama kolega (teman kantor saya) dulunya seorang warga keturunan (Cina)

 

Wahhh edun ini tanda tangan kawan saya ini seperti benang kusut yang tak jelas ujung pangkalnya, begitu ribet coretan tanda tangannya dan memang tidak mencirikan namanya, menarik juga saya perhatikan rata-rata mereka warga keturunan ini mempunyai tanda tangan yang ribet, benang kusut intinya tidak mencirikan namanya dan sudah pasti sangat sulit ditiru.

 

Baru baru ini saya bercanda dengan salah seorang Kepala Desa di Pulau Rangsang sebut saja namanya Jamin (nama samaran) tanda tangannya sangat unik diawalnya ada sebuah bulatan besar seperti layar terkembang (perahu berlayar) lalu iseng saya candaiin Pak Jamin ini

 

"Pak..pak tanda tangannya seperti perahu ndak berlayar ini"

 

Lalu Pak Jamin ini secara bercanda menjawab seperti ini pada saya

 

"he he he ..tanda tangan saye ini..Lancang Kuning berlayar malam Pak Jepe"

 

Ahaaa sayapun tak kalah juga bercanda dengan Pak Penghulu ini (sebutan kepala Desa di suku Melayu)

 

"Pantesan Pak Penghulu susah banget saya temui siang hari, habis berlayar malam begadang, siangnya tidur'

 

 

Pak Penghulu Jamin ini hanya tersenyum kecut sambil berkata  "nyindir Pak Jepe ya"

 

Lalu barusan saya menemui juga tanda tangan orang kita yang sekira cukup ribet dan antik seperti ini mendaki ketas dan dari tanda tangan ini kita tidak bisa mengetahui namanya

 

 

 

 

 

Contoh tanda tangan mendaki

 

Dari pengamatan saya selama ini memang rata-rata orang kita (Indonesia) kebanyakan tanda tangannya tidak mencirikan namanya atau susah kita melihat nama seseorang dari tanda tangan dan memang rata-rata orang barat (Eropa dan Amerika) yang saya lihat tanda tangannya sederhana, tidak ribet dan kita bisa tahu namanya dari tanda tangannya. Saya pernah bekerja dengan sebuah NGO Asing  rata-rata tanda tangan bule tersebut memang mencirikan namanya yang ditulis lansung,  sebut saja Project Manager saya orang Belanda yang bernama Antoon Vergoesen tanda tangannya persis namanya (dalam bentuk tulis tangan tentunya) begitu juga salah satu bule partner kerja saya dulunya seorang Kanada yang bernama Jock Paul tanda tangannya ya Jock Paul (dalam bentuk tulisan tangannya sendiri) lalu sebut saja bule Jerman yang bernama Achim Apliwier ? juga begitu lansung terciri namanya di tanda tangannya.

 

 

Lalu saya yang “asal-usil” memperhatikan lagak ragam dan gaya tanda tangan seseorang,bagaimana dengan tanda tangan saya ?

 

Paling tidak selepas SMA saya sudah mempunyai tanda tangan permanen (atau tidak berubah-ubah) sampai sekarang. Tanda tangan saya jujur saya sampaikan sebagaimana tulisan Kanda Reflus ini terinspirasi dua orang nama besar yang pernah memimpin Republik ini yaitu Bung Karno dan Pak Harto. Seperti yang kita ketahui dan sudah tidak asing lagi dengan tanda tangan kedua orang besar ini baik yang kita lihat di dokumen-dokumen lama (repro) maupun di batu-batu prasasti sebuah bangunan apakah itu gedung atau jembatan yang diresmikan oleh kedua Presiden kita ini

 

Bung Karno tanda tangannya bagi saya sangat menarik, sederhana, tidak ribet, enak dipandang dan mencirikan namanya yaitu tertulis Soekarno dengan tulisan tangan begitu juga denga Pah Harto dengan tanda tangan tertulis S Harto (yang setipikal dengan Bung Karno  model tulisan kebayakan orang tua jaman dulu)

 

Disamping tanda tangan saya terinspirasi oleh kedua Presiden kita tersebut juga terinspirasi dari tanda tangan Ibu saya yang juga bergaya sama dengan Bung karno dan Pak Harto. Ibu saya bernama Rosna Mustafa tanda tangannya sederhana saja seperti di bawah ini ketika dia menulis surat kepada saya.

 

 

 

Tanda Tangan Ibu Saya tertulis Rosna M

 

Tanda tangan saya juga seperti itu hanya nama saya saja yaitu Jupardi seperti dibawah ini, mudahkan ditiru seseorang jika melihat tanda tangan saya ini kelihatannya sangat mudah ditiru tapi tetap ada perbedaan bagi yang menirunya terutama di tarikan huruf J pada tanda tangan saya, ini telah dibuktikan juga ketika di kantor kawan-kawan saya disaat istirahat kami saling meniru tanda tangan kelihatannya mudah tapi tetap ada bedanya dengan yang asli (punya tanda tangan)

 

Tanda Tangan Saya : Jupardi

 

Ketika anak saya yang tertua tamat SMP bernama Raisa Putri Nabila ingin menandatangani ijazah SMP nya bertanya pada saya

 

“Pa..bagaimana tanda tangan Isa (Raisa) Pa” sambil melihatkan beberapa model

 

Saya hanya meyarankan sederhana saja tidak ribet dan mencirikan nama kita coba tiru saja model tanda tangan Oma (Ibu Saya  yang namanya juga berawalan R)

 

Anak saya setuju akhirnya dia punya tanda tangan dengan menulis namanya bergaya miring Raisa dengan diujungnya dikode PN (Putri Nabila) serta dikasihnya garis dibawah.

 

Itulah sedikit ulasan saya seputar tanda tangan ini

 

Wass-Jepe

46 Thn, L, Pekanbaru

 

***

 

 

 

 

Assalamualaikum ww. Tulisan ini Ambu buek bulan July 2010 dan dimuat di Kompasiana. Dari pengamatan Ambo, setiap hari ado saja nan mambaco. Mudah2an ado manfaatnyo. TANDATANGAN DAN NAMA JELAS.                           Oleh : Reflusmen.            Tanda tangan kok nggak ada hubungan dengan nama ? Kalau nama dihapus, orang lain tak tahu pemilik tanda tangan itu.

 

Beberapa tahun yang lalu (lupa pastinya) aku membaca satu artikel tentang judul diatas. Kesimpulan dari artikel itu menyatakan bahwa di Negara maju orang tidak punya tanda tangan, melainkan menulis namanya sendiri sebagai pengganti tandat angan. Alasannya karena mereka percaya kepada orang lain (pada dasarnya manusia adalah baik).

 

DI Negara kita, dari hasil penerawanganku selama ini, sulit menemukan tanda tangan yang berhubungan dengan nama si pemilik tanda tangan, dengan kata lain kita tidak bisa mengenal sipemilik tanda tangan bila dia tidak menuliskan namanya di bawah tanda tangan itu.

 

Dari obrolan tentang tanda tangan ini, beberapa teman menyatakan bahwa dia sendiri tidak tahu arti, asal usul dan makna tanda tangannya. Ada yang menyatakan bahwa tanda tangannya mencontoh tanda tangan orang tuanya yang juga tidak ada hubungan dengan namanya (ikut-ikutan).

 

Sebagian lainnya menyatakan bahwa sengaja membuat tanda tangan seperti grafik yang turun naik tak beraturan dengan alasan agar tidak mudah ditiru dan sulit dikenal oleh orang lain, sesuai dengan yang diajarkan oleh orang tuanya. Nak !. Hati-hati ya.. ntar tanda tanganmu dicontoh oleh orang lain (pemalsuan tanda tangan)

 

Takut ditiru ?. Kok curigation kepada orang lain sich ! Manusia itu pada dasarnya baik lho !

 

Emang jabatanmu apa ? Coba perhatikan tanda tangan mantan Presiden Soekarno dan Soeharto. Tanda tangannya sama dengan namanya khan ! Begitulah kira-kira obrolan sambil merokok dan ketawa ketiwi he he he

 

Dulu aku pernah dapat pelajaran tentang tanda tangan ini dari Bapak Polisi yang bekerja di Laboratorium dan Kriminal Polri. Mereka menyatakan bisa mendeteksi tanda tangan asli dan palsu dari tekanannya, baik tanda tangan yang melingkar-lingkar maupun turun naik seperti grafik nggak beraturan. Tidak ada yang sama, tekanan orang menulis atau menandatangani itu unik. Walau hanya garis lurus bisa dibedakan pemilik garis tersebut. Begitu kesimpulannya.

 

Ada cerita lucu temanku yang pernah kuliah di Luar Negeri. Di LN tanda tangannya berubah menjadi sama dengan namanya karena ditegur oleh pegawai Bank tempat dia membuka rekening. Ini bukan tanda tangan, tapi urek-urekan kata pegawai Bank melihat tanda tangan asli madein Indonesia.

 

Terpaksa dirubah dech.

 

Sekembali ke Indonesia tanda tangan lama dipakai lagi. Mengapa dirubah? Kalau memang baik kok nggak dipertahankan  ha ha ha.

 

Setelah membaca artikel tadi dan merenung-renung baik buruknya, aku memutuskan mengganti tanda tanganku dengan hanya menulis nama, dengan tujuan

 

1. Hemat, setelah tandatangan tidak perlu menulis nama jelas.

 

2. Waskat (Pengawasan melekat ). Maksudnya, lebih berhati-hati untuk setiap yang ditandatangani.

 

3. Sebagai pertanda bertanggung jawab atas setiap yang diperbuat.

 

Nggak takut ditiru ? Masak sich !                       Wassalam : Reflus.         Jatiwaringin, 07 Maret 2011

Powered by Telkomsel BlackBerry®

 

--

.

* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~

* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. E-mail besar dari 200KB;

  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet

- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/


The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you.   ­­  
image002.jpg
image001.jpg
image004.jpg

Reni Sisri Yanti

unread,
Mar 7, 2011, 12:59:04 AM3/7/11
to rant...@googlegroups.com
saroman belalang foto tanda tangan tu mah da Jepe....
Belalang sadang nangring hehhehehe
Belalang tempur hauahuaa


Renny.Bintara

From: Jupardi <jup...@ANUGRAH-MGT.BIZ>
To: Rant...@googlegroups.com
Sent: Mon, March 7, 2011 12:44:59 PM
Subject: RE: [R@ntau-Net] Tanda Tangan dan Nama Jelas
image001.jpg

jupar...@yahoo.com

unread,
Mar 7, 2011, 1:05:26 AM3/7/11
to rant...@googlegroups.com
Yang mana Ren

Tanda tangan yang mendaki itu

Kalau tanda tangan da jepe sepertinya jauh dari bentuk belalang..sederhana saja..nggak ribet..coba deh tiru..da Jepe pengen lihat, mudah kelihatannya tapi sulitnya di tarikan huruf J :-)

Wass-Jepe

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone


From: Reni Sisri Yanti <resy...@yahoo.com>
Date: Sun, 6 Mar 2011 21:59:04 -0800 (PST)
Subject: Re: [R@ntau-Net] Tanda Tangan dan Nama Jelas
image001.jpg

rinapermadi

unread,
Mar 7, 2011, 1:30:09 AM3/7/11
to rant...@googlegroups.com

Mamac and Renren,

 

Atau kayak layar perahu Kapten Hook di film Peterpan pas ditabeh badik Peter sahinggo agak condong siap tajun ka lauik hehehe..

 

Rina, batam

--

image001.jpg

reflus...@yahoo.com

unread,
Mar 7, 2011, 6:33:51 AM3/7/11
to Jupardi, Rantau Net
Adinda "Jupardi". Terima kasih atas tanggapan adinda. Sukses untuk adinda dan keluarga. Salam buat Raisa. Wassalam : Reflus.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Hanifah Damanhuri

unread,
Mar 7, 2011, 8:45:43 AM3/7/11
to reflus...@yahoo.com, rantaunet
Bapak Reflus

Sebaiknya artikel in i di sosialisasikan ke anak-anak SD dan SMP..
Supaya sejak pertama memilikmi tanda tangan mereka sudah punya gambaran dari bentuk tanda tangan yang bagus itu

Kalau sudah tua-tua kayak kami ini... susah untuk mengganti baru
Bukan tidak mau tetapi karena emua kartu identitas bertanda tangan, dan itu jadi pengenal.Tanda tanganh hanifah lai indak aneh-aneh bana lo doh.

Tantang kepercayaan .. orang JUJUR cendrung menganggap semua orang juga jujur dan Tuhanpun sering mengirim orang jujur untuk bekerja di rumahnya.
Tapi pernah juo kanai sakali .. mancilok bareh pambantu kami nan datang tiok hari.

Makasih nasehatnya ya pak

Wass


Hanifah

reflus...@yahoo.com

unread,
Mar 7, 2011, 11:11:40 AM3/7/11
to Hanifah Damanhuri, Rantau Net

Bu Hanifah yang saya hormati. Saran Ibu, artikel tentang tandatangan di sosialisasikan ke anak-anak SD dan SMP adalah ide yang sangat baik. Saya setuju 100%. Mudah2an ada pak Guru atau Bu Guru di Millis ini. Sekalian diomongin tentang Budaya Antri yang pernah saya tulis. Omong-omong. Saya ada cerita Oleh2 dari kampung beberapa minggu yg lalu waktu maota-ota dengan dunsanak guru SMA. Inyo bacarito bahwa masuk sekolah dimajukan 15 menit. Dampaknya, sebagian besar anak sekolah dari klas 1 sd 3 naik sepeda motor ke sekolah. Takut terlambat, kalau naik Angkot/kendaraan umum. Berarti, anak2 itu nggak punya SIM ya!. Kan belum cukup umur, kataku. Sudah, mereka curi umur, bisa lolos dikantor polisi. Kata Pak Guru. Mengapa Pak Guru membiarkan !. Dari kecil anak2 sudah diajari berbohong. Mengapa Polisi meloloskan ?. Jawab Pak Guru. Saya pikir ini juga peranan dari orangtuanya. Itu adalah kesalahan yang ada di depan mata kita. Kalau saya jadi guru, saya larang anak murid yang belum cukup umur mengendarai sepeda motor ke sekolah. Kita sudah terbiasa berpikir/bertindak pragmatis. Pengalaman seperti ini akan terbawa sampai tua, biasa melanggar peraturan. Begitu kira-kira aku nyerocos. Pembicaraan malam itu tidak ada kesimpulannya. Pak Guru hanya diam. Pengalaman lainnya. Suatu ketika saya isi bensin di SPBU. Petugasnya anak sekolah yang sedang praktek lapangan. Saya minta Bon. Anak kecil itu menawarkan kepada saya. Pak, Bapak saya kasih Bon kosong, Bapak isi sendiri ya !. Tidak, kamu yang isi sesuai yang saya beli. Astagfirullah, anak se kecil itu mengajak saya untuk kong ko likong korupsi. Mulai dari hal yang kecil-kecil tidak salah Deddy Mizwar membuat Film. Alangkah Lucunya Negeri ini. Wassalam : Reflus.

Powered by Telkomsel BlackBerry®
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages