Kaedah Fiqh "Al Islam Ya'lu walaa Yu'laa 'alaihi"

6,988 views
Skip to first unread message

Rahima

unread,
Mar 10, 2008, 2:06:29 PM3/10/08
to rant...@googlegroups.com

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Assalamu’alaikum. Warahmatullahi Wabarakaatuh

Dik Ahmad Ridha dan dunsanak RN sekalian. Saya mencoba
menterjemahkan artikel bahasa Arab yang dikirimkan
oleh sanak Ridha.

Saya tidak menterjemahkan awalnya, karena hanya
berisikan metode, atau manhaj pengarangnya dalam
penulisan tersebut, sebagaimana biasa kita menulis
thesis, dijelaskan didalam pendahuluan kenapa beliau
menulis kaedah fiqh yang sering dilupakan oleh umat
ISLAM ini, yaitu kaedah “Islam itu tinggi dan tidak
ada yang lebih tinggi dari Islam”.

Sengaja saya menterjemahkannya perparagraf, agar bisa
sekalian belajar, atau juga mengoreksi kalau ada
kesalahan disana. Dan terjemahan ini secara
fauri(langsung, belum diedit sama sekali, jadi masih
asli).

Saya copykan perparagraf artikel bahasa Arabnya, sebab
saya belum memprintnya, dan daripada bulak balik
lembaran, saya copykan saja perparagraf, jadi bisa
lebih efisien.

Secara umum, dari awal pembahasan ini menekankan
pentingnya kaedah ini dalam penetapan hukum-hukum
dalam syari’at Islam. Ada beberapa hukum disana,
misalkan hukum perkawinan, penemuan, hukum antara
buatan manusia dan syari’at, bagaimana mengutamakan
agama, nash, ketimbang akal dllnya. InsyaAllah pada
terjemahan selanjutnya akan ada.

Kaedah :”Al Islam Ya’lu, wala Yu’laa ‘alaihi” (Islam
itu tinggi, tidak ada yang lebih tinggi dari Islam)

Penjelasan makna kalimat diatas :

1. Al islam(Al Istislam) Al Inqiyad, dan Islam adalah
Menampakkan ketundukan, dan memperlihatkan Syari’ah,
juga iltijam(selalu berpegang teguh), pada syaria’t
yang datangnya dari Nabi Shallallalhu’alaihi wasallam.

Apabila dikatakan:”Si Fulan Muslim”, maksudnya adalah
Muslim yang menyerahkan segala urusannya hanya pada
Allah semata.dan Ikhlas lillah ta’ala semata.
Contoh kata :”sallama Assyaia lifulaanin”, maksudnya
“Ia menyerahkan perihal itu kepada seseorang”,
maksudnya adalah ia telah mengikhlaskan apa yang
diberikannya itu pada si Fulan tadi.

Allah Ta’ala berfirman :”Masuklah kamu sekalian dalam
Islam secara keseluruhan (sempurna, jangan
sepotong-sepotong).”(Al Baqarah 208) yaitu masuklah
secara Islam dengan segala syari’atnya, dan ridha
dengan segala hukum-hukumNya.

Syari’at menurut bahasanya orang Arab adalah :”Tempat
timbulnya air”, dimana disana tempat manusia minum dan
menimba air darinya.

Syari’at itu mencakup :

1). ÃæáÇð : ÇáÊæÍíÏ ¡ æåæ ÅÝÑÇÏ Çááå ÈÇáÚÈÇÏÉ . ÞÇá
ÊÚÇáì : { ÔóÑóÚó áóßõãú ãöäó ÇáÏøöíäö ãóÇ æóÕøóì Èöåö
äõæÍÇð æóÇáøóÐöí ÃóæúÍóíúäóÇ Åöáóíúßó æóãóÇ æóÕøóíúäóÇ
Èöåö ÅöÈúÑóÇåöíãó æóãõæÓóì æóÚöíÓóì Ãóäú ÃóÞöíãõæÇ
ÇáÏøöíäó æóáÇó ÊóÊóÝóÑøóÞõæÇ Ýöíåö ßóÈõÑó Úóáóì
ÇáÜãõÔúÑößöíäó ãóÇ ÊóÏúÚõæåõãú ÅöáóÜíúåö Çááåõ
íóÌúÜÊóÈöí ÅöáóíúÜåö ãóäú íóÔóÇÁõ æóíóåúÏöí Åöáóíúåö
ãóäú íõäöíÈ } [ÇáÔæÑì 13] .
Pertama : tauhid, yaitu men Esakan Allah semata. Allah
ta’ala berfirman :”Allah telah mensyari’atkan kamu
akan agama ini, apa-apa yang telah disyari’atkan
kepada nabi Nuh, juga kepada apa yang kami wahyukan
kepada kamu, juga kepada Ibrahim, Musa, Isa, agar kamu
menegakkan agama ini, dan janganlah kamu sampai
berpecah belah tentangnya.Amat berat bagi orang-orang
musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah
menarik kepada agama itu, orang-orang yang di
kehendaki Nya, dan memberi petunjuk kepada agama Nya,
orang yang kembali kepadaNya(AsSyura 13)

Kedua :

ËÇäíÇð : ÇáÃÍßÇã ÇáÔÑÚíÉ ¡ æãäå Þæáå ÊÚÇáì : { áößõáøò
ÌóÚóáúÜäóÇ ãöäúßõãú ÔöÑúÚóÉð æóãöäúåóÇÌÇð } [ÇáãÇÆÏÉ
48]

Hukum-hukum syari’ah. Firman allah Ta’ala
;”Masing-masing diantara kamu, kami berikan syari’at
dan manhaj”(Al Maidah 48)

Ketiga :

ËÇáËÇð : æíõØáÞ áÝÙ ÇáÔÑíÚÉ Úáì ÇáÊæÍíÏ æÇáÃÍßÇã ¡
æãäå Þæáå ÊÚÇáì : { Ëõãøó ÌóÚóáúÜäóÇßó Úóáóì ÔóÑöíÚóÉò
ãöäó ÇáÃóãúÑö ÝóÇÊøóÈöÚúåóÇ æóáÇó ÊóÊøóÈöÚú ÃóåúæóÇÁó
ÇáøóÐöíäó áÇó íóÚúáóãõæä } [ÇáÌÇËíÉ 18]
Disebut juga lafaz Syar’at itu dengan Tauhid dan
Hukum-hukum. Firman Allah Ta’ala : “kemudian kami
jadikan kamu(wahai Muhammad), berada diatas suatu
syari’at(peraturan) dari urusan(agama) itu, maka
ikutilah syari’at itu, jangan kamu ikuti hawa nafsu
orang-orang yang tidak mengetahui.(al jaatsiyah 18).

æÇáÅÓáÇãõ ÔÇãá áÐáß ßáå ¡ ÝíÏÎá Ýíå ÞÈæá ÇáÏíä ßáå .
æãäå : ÇáÇÓÊÓáÇã ááå ÈÇáÊæÍíÏ ¡ æÇáÇäÞíÇÏ ááå ÈÇáØÇÚÉ
¡ æÇáÎáæÕ ãä ÇáÔÑß .
æåÐå ÇáãÚÇäí ÇáÔÑÚíÉ ÊÊäÇÓÈ ÊäÇÓÈÇð ÙÇåÑÇð ãÚ ÇáãÚÇäí
ÇááÛæíÉ ¡ ÝÞÏ æÑÏó Ýí ÇáäÕæÕ ÇáÓÇÈÞÉ Ýí áÛÉ ÇáÚÑÈ :
Ãäø ãÚäì (ÝáÇäñ ãÓáã) : Ãí : ãÎáÕ ¡ æÇáÇÓÊÓáÇã:
ÇáÇäÞíÇÏ ¡ æÇáÊÓáíã : ÇáÑøÖÇ ÈÇáÍßã ¡ æÇáÅÓáÇã : ÅÙåÇÑ
ÇáÎÖæÚ æÇáÇáÊÒÇã ÈÇáÔÑíÚÉ ¡ æÇáÔÑíÚÉ ÊÔãá ÇáÊæÍíÏ
æÓÇÆÑ ÇáÃÍßÇã

Islam mencakup segala yang diatas itu, maka ia
haruslah menerima agama secara
keseluruhan.Diantaranya. Berserah diri kepada Allah
semata, dengan tauhid, dan tunduk patuh dengan
keta’atan hanya kepada allah semata, dan memurnikan
diri dari syirik.

Jadi, pengertian syari’ah ini sangat sesuai dengan
bahasa, karena sudah kita lihat dalam nash-nash bangsa
arab, bahwasanya apabila si Fulan MUSLIM, berarti ia
Ikhlas, dan tunduk, ridha dengan hukum Allah, dan
iltijam(kuat kemauannya) untuk menegakkan syari’at,
sementara syari’at itu mencakup ketauhidan dan segala
hukum-hukum(Allah)

2) Ya’lu wala Yu’laa

2- (íÚáæ æáÇ íõÚáóì) : ÇáÚáæø ÖÏø ÇáÓÝá ¡ æÇáÚõÜáæø :
ÇáÇÑÊÝÇÚ ¡ æÇáÜãóÚúáÇÉõ : ßÓÈ ÇáÔÑÝ ¡ æÇáÌãÚ :
(ÇáãÚÇáí) ¡ æÇáÚóÜáúíÇÁõ : ßáø ãßÇä ãõÔúÑöÝò ¡ æíÞÇá :
ÚóÜáöíó Ýí ÇáãßÇÑã íóÚúÜáóì ÚóáÇÁð ¡ æÚáÇ Ýí ÇáãßÇä
íóÚáæ ÚõáæøÇð(5).
æÚáÇ ÇáÔíÁ ÚõáæøÇð Ýåæ Úóáíø ¡ æÊóÚáøóì .
“Ia (ISLAM) itu tinggi, dan tak ada yang lebih tinggi
darinya.”

Tinggi adalah lawan dari dibawah, dan ‘al ‘Uluw’
adalah ketinggian yang mulia, JAMAKNYA Ma’ali. Segala
tempat kemuliaan.

æÇáÃÚáì : åæ Çááå ÓÈÍÇäå ¡ æåí ÕÝÊå ¡ æÇáÚóáíÇÁ :
(ÇáÓãÇÁ) ÇÓã áåÇ . æÇáÚáæ: ÇÑÊÝÇÚ ÃÕá ÇáÈäÇÁ . æ {
Åöäøó ÇáÃóÈúÑóÇÑó áóÝöí ÚöáøíøÜöíä } Ãí: Ýí ÃÚáì
ÇáÃãßäÉ.
æÚáíø : ÇÓã ¡ ÝÅãÇ Ãä íßæä ãöä ÇáÞæÉ ¡ æÅãÇ Ãä íßæä
ãöä ÚáÇ íóÚáæ(6).
æãäå Þæáå ÊÚÇáì:{ æóáÇó ÊóåöäõæÇ æóáÇó ÊóÍúÒóäõæÇ
æóÃóäúÊÜõãõ ÇáÃóÚúÜáóæúäó Åöäú ßõäúÜÊõãú ãõÄúãöäöíä
}[Âá ÚãÑÇä 139] ÞÜÇá ÇáÞÑØÈí Ýí åÐå ÇáÂíÉ : ÈíÇä áÝÖá
åÐå ÇáÃãøÉ º áÃäøå ÎÇØÈåã ÈãÇ ÎÇØÈ Èå ÃäÈíÇÁóå º áÃäøå
ÞÇá áöãæÓÜÜì : { Åöäøóßó ÃóäúÊó ÇáÃóÚúÜáóì } ¡ æÞÇá
áåÐå ÇáÃãÉ : { æóÃóäúÊÜõãõ ÇáÃóÚúÜáóæúä }(7).
ÝÇáãÄãä åæ (ÇáÃÚáì) ¡ æÏíäå ÇáÅÓáÇã íÚáæ æáÇ íõÚáì

“Dan Al ‘alaa”, dialah hanya allah semata (sifatnya),
dan “Ulyaa” (Langit), isim baginya. “Sesungguhnya
orang-orang yan baik-baik berada ditempat yang
tinggi”, maksudnya ditempat yang tertinggi.

Firman Allah Ta’ala : “Dan janganlah kamu gundah
gulana dan bersedih hati, ketahuilah kamulah yang
tinggi, jika kamu benar-benar orang yang beriman”(Al
Imran 139). ImamAl qurthubi menafsirkan ayat ini sbb:
Ayat ini menjelaskan akan keutamaan umat yang beragama
Islam ini, karena Allah berbicara pada mereka
sebagaimana IA berbicara pada para nabiNya, dan Allah
berfirman pada nabi MUSA “Sesungguhnya engkau ditempat
yang tinggi” Dan firmanNya terhadap umat ini. “Kamulah
yang tinggi”.

æÇáãÚÇäí ÇááÛæíÉ ÊÊäÇÓÈ ãÚ ÇáãÚäì ÇáÔÑÚí áåÐå ÇáÞÇÚÏÉ
º áÃäø ÇáãÄãä Þæíøñ ÈÅíãÇäå ¡ ÝáÇ íåä æáÇ íÍÒä º áÃäøå
åæ ÇáÃÚáì ¡ ÝÏíäå ÇáÅÓáÇã ¡ æåæ ááäÇÓö ßÇÝÉ ¡ ÎÊã Çááå
Èå ÇáÑÓÇáÇÊ ¡ æáÇ íÞÈá ÏíäÇð ÓæÇå ¡ æÞÏ ÔÑøÝ Çááå Èå
ÇáãÓáã ¡ ÅÐú ÃæÌÈó Úáíå ÇáÊÍÇßã Åáíå º áÔÑÝ åÐÇ ÇáãäåÌ
¡ æáÃäå Ïíä ÇáÝØÑÉ . æãöä ÔÑÝ ÇáãÓáã Ãäø Çááåó ÌÚá
ÇáÚÒÉ áå æáÑÓæáå æááãÄãäíä¡ æáßä ÇáãäÇÝÞíä æÇáßÇÝÑíä
æÇáãÔÑßíä áÇ íÚáãæä ¡ æßá åÐå ÇáãÚÇäí ÇáãÊÖãäÉ Ýí åÐå
ÇáÞÇÚÏÉ ÊäÈäí ÚáíåÇ ÝÑæÚ ÊØÈíÞíÉ ßãÇ ÓíÃÊí ãÚäÇ Ýí
ÇáãÈÇÍË ÇáÊÇáíÉ ÈÅÐä Çááå

Bagi Kaedah ini, makna secara bahasa sesuai dengan
makna secara syari’at. Mukmin yang kuat Imannya, tidak
akan pernah gundah gulana dan bersedih hati, karena ia
sadar, ia berada ditempat yang tinggi, karena agamanya
Islam, dan agama Islam itu untuk keseluruhan manusia,
dan menutup segala kerisalahan, dan tidak diterima
agama selain islam itu.

Allah memuliakan umat muslim dengan agama itu, oleh
sebab itu, wajib berhukum pada apa yang diberikan
agama tersebut, sebagai pemuliaan terhadap manhaj ini,
karena Islam itu adalah agama yang fitrah, dan dari
sebab kemuliaan sebagai seorang muslim Allah
menjadikan mereka para rasul dan mukmin lainnya
menjadi mulia karena agama islam itu, namun sayangnya
kaum munafik dan musyrikin, tidak mengetahuinya sama
sekali.

ÇáãÈÍË ÇáËÇäí : ÚÒæ ÇáÞÇÚÏÉ æÊæËíÞåÇ
äÕøó Úáì åÐå ÇáÞÇÚÏÉ ÌãÇá ÇáÏíä Èä ÚÈÏ ÇáåÇÏí(8)¡ ÝÞÇá
:
( ÇáÞÇÚÏÉ ÇáËáÇËæä : ÇáÅÓáÇã íÚáæ æáÇ íõÚáì Úáíå )(

Pembahasan yang Kedua adalah :Orang yang menuliskan
kaedah ini, dan mendokumentasikannya adalah jamaluddin
Abd. Hadi, beliau mengatakan, :”Ini adalah kaedah ke
30” .

Lanjutannya InsyaAllah diwaktu yad..

Wassalamu’alaikum. Rahima. (Cairo 10 maret 2008)

____________________________________________________________________________________
Never miss a thing. Make Yahoo your home page.
http://www.yahoo.com/r/hs

Rahima

unread,
Mar 11, 2008, 1:43:42 PM3/11/08
to Rant...@googlegroups.com, su...@yahoogroups.com

Bismillahirrahmaanirrahiim.


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Lanjutan terjemahan…

( القاعدة الثلاثون : الإسلام يعلو ولا يُعلى عليه )(9).
وذكرها من المعاصرين الشيخ محمد صدقي البورنو فقال :
( القاعدة الثالثة والثلاثون بعد المائتين : الإسلام
يعلو ولا يُعلَى )(10).
وهذه القاعدة علّل بها بعض فقهاء الصحابة والتابعين ؛
فقد روى ابن حزمٍ بسنده عن ابن عباسٍ رضي الله عنهما في
اليهودية أو النصرانية تُسلم تحت اليهودي أو النصراني
قال : ( يُفرَّق بينهما ؛ الإسلام يعلو ولا يُعلى عليه
)(11).

Kaedah ke 30 :"Islam itu tinggi, dan tidak ada yang
lebih tinggi daripada Islam".


Kaedah inilah oleh sebahagian Fuqaha dan Sahabat,
tabi'in dijadikan landasan. Diriwayatkan oleh Ibnu
Hazm dengan sanadnya dari Ibnu Abbas
Radhiallahu'anhuma akan perkara seorang perempuan
yahudi, atau perempuan Nasrani, yang masuk Islam,
dibawah seorang suami yang Yahudi atau Nasrani. Maka
Ibnu Abbas mengatakan :"Dipisahkan antara keduanya".
Karena apa? Karena kaedah Islam itu tinggi dan tidak
ada yang lebih tinggi dari Islam.

قال ابن حزم : ( وبه يفتي حـمّاد بن زيد(12))(13).
فظاهر ما رواه ابن حزم عن ابن عباس رضي الله عنهما أنه
علل بالمعنى الذي تضمنته هذه القاعدة ، وكذا ما نقله ابن
حزم عن حماد بن زيد ظاهره أنه كذلك .
وقد اعتبر أصحاب المذاهب الفقهية هذه القاعدة في علل
الأحكام الشرعية

Ibnu Hazm berkata. Hamad bin Zaid pun menfatwakan hal
ini.

Keempat madzhab fiqihpun mengambil kaedah ini sebagai
sebab untuk hukum-hukum syari'at.


Selanjutnya dalam kitab tersebut disebutkan beberapa
hal, yang pada intinya, bila seseorang berada dalam
tanggungan seorang kafir, baik istri atau anak, atau
anak yang didapat tidak diketahui keberadaan orang
tuanya, kalau tidak dipisahkan keduanya(antara muslim
dan non muslim), maka hendaklah si kafir mengikuti
muslim. Karena kaedah tadi.
Saya sengaja ringkaskan, karena isi atau intinya
hampir sama saja.

[البقرة 221] .
فالأَمـَة المؤمنة خير من المشركة ، والذي جعلها أفضل
وأعلى هو الإسلام . وكذلك قوله تعالى : { وَلاَ
تُنْكِحُوا الـمُشْرِكِين } أي : لا تزوّجوهم بالمؤمنات
حتى يؤمنوا .
قال القرطبي : ( وأجمعت الأمة على أنّ المشرك لا يطأ
المؤمنة بوجهٍ ؛ لِما في ذلك من الغضاضة على الإسلام
)(48). أي : لأنّ الإسلام يعلو ولا يُعلى ، وهي مُسلِمة
، فإذا نكحها المشرك كان عليها غضاضة وعلى دينها

Surah Al Baqarah 221, Seorang Muslimah dilarang
menikah dengan musyrik, begitupun sebaliknya, lebih
baik memilih hamba sahaya yang mukmin/mukminah karena
hamba sahaya jauh lebih baik dari musyrik. Dan yang
menjadikan hamba sahaya mukminah itu mulia adalah
Islam.


({ وَلَنْ يَجْعَلَ اللهُ لِلكَافِرِينَ عَلَى
الـمُؤْمِنِينَ سَبِيلاً } ولو كان للكافر أن يقتصّ من
المسلم لَكان في ذلك أعظم سبيل . وقد نفى اللهُ تعالى أن
يكونَ له عليه السبيل نفياً مؤكّداً ... ومن ذلك حديث :
(( الإسلام يعلو ولا يُعـلَى عليه )) )(49).
قال الشوكــاني مرجّحاً مذهب الجمهور في أنه لا يُقتل
مســـلمٌ بكافر ، وأنه لا مساواة في القصاص ؛ لحديث : ((
لا يُقتل مسلمٌ بكافر .. ))(50)، ولحديث :
(( الإسلام يعلو ولا يُعـلَى عليه )) ، ويجب على المسلم
الدية(51).

Firman Allah ta'ala "Dan Allah sekali-kali tidak akan
memberikan jalan bagi orang-orang kafir itu untuk
mengalahkan orang-orang mukmin".


Lafaz yang diberikan Allah diatas adalah penafian yang
sangat kuat, dengan pemakaian "LAN"(sekali-kali
tidak).


Imam As Syaukani ikut menegaskan akan pendapat Jumhur
ulama mengatakan :Seorang Muslim tidak ada berlaku
baginya hukum qisas, apabila berada dalam
undang-undang kafir. Dengar arti kata, tidak ada
hukuman qisas terhadap muslim dalam undang-undang yang
dibuat oleh orang kafir.Tetapi wajib atas muslim itu
membayar denda saja.


المطلب الثاني : في البيع والإجارة والاسترقاق :
ومن المسائل في هذا المطلب :
- أن لا يسترقّ كافرٌ مُسْـلِماً(56).

Jual beli, pemberian, dan perbudakan.

- Seorang kafir, tidak boleh memperbudak(mengambil
budak) seorang muslim.


قال الشوكاني : ( والأحاديث .. تدلّ على أنّ عبد الحربي
إذا أسلم صارَ حرّاً بإسـلامه )(59).
ومن مسائل هذا الباب : أنه يكره للمسلم أن يقبل العمل
الذي فيه إهانة عند الكافر . ومِن الفقهاء مَن منعه .
وكذا لا يجوز أن يؤجر المسلم نفسه عند كافر لخدمته ؛
لأنّ فيه إذلالاً للمسلم وعزّاً للكافر ، والمسلمُ
أعلى(60).


Imam As Syaukani mengatakan, seorang budak kafir yang
didapat dari peperangan apabila ia masuk islam, secara
otomatis ia menjadi merdeka.


Didalam bab ini juga disebutkan akan kebencian Islam
menerima pekerjaan dari orang kafir yang mana kafir
tersebut memberikan penghinaan terhadap kaum muslimin,
ini dikarenakan merendahkan derajat muslim dan
menaikkan pangkat orang kafir itu sendiri, karena
muslim itu jauh lebih tinggi.

Berlanjut, InsyaAllah.

Lanjutannya sebenarnya lumayan banyak, tetapi saya
akan ringkas, karena permasalahannya hampir mirip.
Mungkin sekali kirim atau dua kali kirim lagi. Kalau
dari pagi saya ngak kepengajian, mungkin bisa
diselesaikan, namun dari tadi pagi sampai sore, saya
dipengajian ibu-ibu, dan saya bertugas disana.


Pulang dari sana, istirahat sebentar, setrika pakaian,
kemudian buka kom, baca emails, edit tulisan-tulisan
yang dikirimkan ibu2 ke emails saya untuk lay out
bulletin "Muttaqin"bulan Maret ini, karena tugas saya
disana. Baru mulai terjemahkan lagi. Buku ini bagus
sekali. Makasih dik Ridha yang telah mengirimkannya.
Namun ada diantara milits lain, yang ingin mendapatkan
bahasa Arabnya langsung, mereka ingin belajar
sekaligus, sayangnya bhs Arab yang Uni kirimkan tidak
terbaca.

Wassalamu'alaikum. Rahima (Cairo, 11 Maret 2008)

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages