M A N U S I A M A L A M

28 views
Skip to first unread message

suheimi ksuheimi

unread,
May 7, 2007, 2:27:07 AM5/7/07
to SMA...@yahoogroups.com, Rant...@googlegroups.com
M A N U S I A   M A L A M
 
Dalam dunia hewan,  ada banyak kita kenal hewan-hewan nocturnal (hewanmalam).  Ciri mereka adalah,  "takut" kepada cahaya,  tidak suka  pada tempat  benderang.  Bila dibawa ke tempat terang,  atau kepada suasana yang di dalamnya begelimang cahaya,  seolah-olah mereka tengah  dibawa ke  arah  kematian.  Nafasnya  sesak,  matanya melotot,  meronta ingin segera kembali ke tempat kesukaan mereka: kegelapan.
 
   Ternyata, dari ayat di atas,  yang seperti hewan nocturnal itu juga ada  pada golongan manusia,  yaitu para kafirin.  Mereka ini takut dan tidak senang kepada kebenaran.  Tidak suka kepada cahaya yang  terang. Mereka  mengambil thaghut sebagai pelindung-pelindung (auliya) mereka, karena mereka yakin bahwa thoghut-lah satu-satunya yang dapat membawa-nya dari cahaya benderang kepada Kegelapan.
 
   Karakter yang ada pada "manusia malam" ini  tidaklah  sesuatu  yang dibawa semenjak lahir, berbeda dengan hewan malam yang memang semenjak lahir  sudah  tidak  suka dengan cahaya terang.  Mereka,  para manusia pencinta kegelapan ini,  dilahirkan  seperti  manusia  biasa,  fitrah, suci.  Namun  karena  Pendidikannya,  dan juga karena dia sendiri yang suka mengelompokkan dirinya dalam "kafiriin group",  maka  jadilah  ia "manusia kegelapan".
 
   Bertebaran ayat-ayat Al-Quraan yang menjelaskan karakteristik manusia  jenis ini.  Dua di antaranya,  insyaAllah kita akan tela'ah dalam artikel ini.  Pertama,  mereka selalu menutup dirinya ketika dibacakan ayat-ayat  Allah  yang  berupa  penerang (al-bayan) dan petunjuk hidup (al-huda).  Tidak puas hanya dengan menutup  diri  saja,  mereka  juga berani mengolok-olokkan ayat-ayat itu. "Dan sekali-sekali tidak datang kepada mereka suatu peringatan baru dari Tuhan Yang Maha Pemurah,  me-lainkan mereka selalu  berpaling.  Sungguh  mereka  telah  mendustakan (Al-Quraan),  maka  kelak  akan datang kepada mereka kebenaran berita-berita yang selalu mereka olok-olokkan." (26:5-6)
   Kedua,  mereka berupaya supaya orang lain juga berkarakter sama de-ngan mereka.  Mungkin orang-orang ini dulunya juga seperti mereka, tetapi  kemudian  berubah  mencintai kebenaran,  atau juga mereka adalah orang-orang yang masih ada dalam pengaruh kekuasan si "manusia  malam"ini.  Segala  upaya  dia  lakukan  supaya orang-orang menjauh dari Al-Quraan.  "Dan mereka melarang (orang lain) mendengarkan Al-Quraan yang mereka  sendiri  menjauhkan diri daripadanya,  dan tidak mereka sadari mereka hanyalah membinasakan diri sendiri." (6:26)
 
   Demikianlah sifat si "manusia malam", yang menyeru kepada kegelapan bila diajak kepada jalan yang terang,  yang menyerukan peperangan bila dibisikkan  perdamaian,  yang  mengajak pada perpecahan bila diserukan persatuan.  Maka jelas, yang seperti ini tidak akan dapat seia-sejalan dengan mu'min, kecuali kalau ada maksud-maksud tertentu, seperti rubah berbulu domba.  Namun,  mu'min yang waspada akan segera mencium  "bau-nya",  seraya  menyelamatkan  diri,  karena  telah jelaslah bahwa yang bathil tidak akan dapat bersama-sama dengan al-haq.
   Allah telah menurunkan petunjuknya kepada orang-orang yang  beriman kepadaNya,  agar  terhindar dari tipu daya para kafiriin.  Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari padanya.  "Maha suci Allah  yang  telah menurunkan  Al-Furqon  (Al-Quraan) kepada hambaNya,  agar menjadi peringatan kepada seluruh alam." (25:1)
 
 
Padang akhir desember 2004


Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check out new cars at Yahoo! Autos.

hanifah daman

unread,
May 7, 2007, 11:00:57 PM5/7/07
to Rant...@googlegroups.com
Assalammualaikum Wr Wb bapak Suheimi yth
 
Mumpung masih dalam suasana Hardiknas, hanifah nio batanyo tantang caro bapak mandidik anak.
 
Umumno laki-laki nan mapan mamiliah istri yang bekerja hanya sebagai ibu RT, sehingga anak-anak bisa diawas / dididik langsung oleh ibunya.
Tak semua pasangan bisa hidup ideal begitu.
Adakalanya sang istripun ikut pontang panting di luar rumah dan meninggalkan anak-anak ke orang lain. Beruntung kalau ada neneknya atau saudara yang mau membantu mengasuh / mendidik anak. Kalau tidak ada ???
 
Bapak dan ibu keduanya berprofesi dokter. Wah kebayang betapa sibuknya bapak dan ibu.
Eh ternyata anak-anak bapakpun termasuk anak-anak yang berhasil. Alangkah besarnya Rahmat Allah ke keluarga bapak.
Baa caro bapak dan ibu mandidik anak-anak sahinggo mampu menghantarkan anak menjadi anak yang berhasil.
 
Itu sen dulu yo pak
 
Wassalam
 
Hanifah Damanhuri

suheimi ksuheimi

unread,
May 7, 2007, 11:25:20 PM5/7/07
to Rant...@googlegroups.com
Hanifah yg baik
 
Dasarnya tentu kasih sayang yg tulus
toleransi terhadap kesalahan yg dibuatnya, kalau perlu pura2 tidak tahu
Kalau kesalahan itu bisa ditegur dg lirikan mata,  tak perlu di gunakan kata yg menyakitkan hati,  kalau kesalahan bisa diperbaiki dg kata tak perlu menggunakan tangan.  Berhematlah memuntahkan kata-kata yg tak perlu dan  biasanya kesabaran  merghantarkan anak pada jalannya yg benar
 
Kebanyakan kita tak sabar ingin anak cepat berubah jadi baik, padahal dia butuh waktu utk menjadi dirinya sendiri. bukankah bhw
 
Anakmu bukanlah milikmu
mereka adalah putra kerinduan sang hidup pada diri Nya sendiri
Lewat engkau mereka lahir, tapi bukan berasal dari dirimu
 
Engkau boleh tumpahkan segenap kasihmu, tapi jangan bentuk dan alam fikiranmu
Karena dia punya fikiran dan alamnya sendiri
 
Kau boleh meniriunya, tapi jangan paksa dia mencontohmu, karena kehidupan itu tak pernah mengalir mundur dan kehidupan itu bukanlah terpancang pada hari kemarin
 
Engkau boleh buatkan rumah untuk raganya, tapi jangan utk jiwanya.
Sebab jiwanya adalah penghuni rumah di masa depan yg tak mungkin kau kunjungi sekalipun dalam mimpi2 mu
 
Engkau adalah busur dan anakmu adalah anak panah yg sedang menluncur  melampau garis batas yg tak terbatas
Mangga itu jatuhnya tak jauh dari pohonnya. berusahalah menjadi pohon yg terbaik, maka anakmupun akan ikuti jejak langkahmu tanpa perlu  dipaksakan
 
Dia tumbuh sendiri, menyelesaikan persoalannya sendri,  bergelut dg kesulitan dan kerikil tajam serta jalan berbatu.
 
lepaskan segera genggaman jemarimu sewaktu anak itu bisa berdiri sendiri
biarkan dia menyelesaikan persoalannya
 
salam teriring do'a
 
 
K Suheimi
hanifah daman <iff...@yahoo.com> wrote:

We won't tell. Get more on shows you hate to love
(and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures list.

hanifah daman

unread,
May 8, 2007, 3:39:53 AM5/8/07
to Rant...@googlegroups.com
Ass Wr Wb bapak Suheimi yth
 
Terimakasih atas jawaban bapak.
 
Hanifah jadi teringat papa
Papa juga begitu mendidik anak-anaknya
Uni Fatma, anak yang tidak pernah dimarahi papa selama hidupnya
Karena uni buaik banget
Uni juga tidak bisa memarahi anaknya
 
Kalau hanifah ???
Hanifah anak papa yang paling badung
Sekarang bingung
Terlanjur di cap PEMARAH sama anak-anak
Kalau sudah terlanjur di cap pemarah begitu lalu bagaimana merobahnya pak?
Apa tidak terlambat karena mereka sudah besar ? (kul semester 4 dan kelas satu SMA)
 
Tentang pendidikan anak-anak, termasuk pendidikan agamanya
Bagaimana pula cara bapak memilihkan sekolah formal dan informal untuk mereka?
 
Makasih pak
 
Wass
 
Hanifah Damanhuri
 
suheimi ksuheimi <ksuh...@yahoo.com> wrote:

Hayatun Nismah Rumzy

unread,
May 8, 2007, 1:24:56 PM5/8/07
to Rant...@googlegroups.com
Assalamu Alaikum W. W.
Nanda Hanifah beserta seluruh RN dimanopun barado.
Alhamdulillah kami telah melepas anak-anak kami kejenjang pernikahan mereka. Kita bersyukur kepada Allah SWT sebab dengan bersyukur kita itu akan memperoleh yang lebih besar yang diberikanNya.
Dizaman dulu mungkin membesarkan anak tidaklah semusykil sekarang ini. Lebih-lebih dalam mencari jodoh.  Kami selalu nyinyir mengatakan bahwa carilah yang seiman dan kalau bisa yang sama-sama backgroundnya dengan kita.  Jadi waktu anak-anak kami berjodoh dengan orang seberang kami hanya menerima dengan ikhlas bahwa itulah yang dicarikan Allah SWT. 
Satu lagi mereka belajar menyesuaikan diri dengan kawan-kawan sekampus.  Mereka tidak punya kenderaan karena teman-teman sekost juga tak punya walaupun mereka pandai membawa mobil.  Masih ingat kami seorang teman mengatakan bahwa dulu dia susah maka dia tidak mau anaknya susah. Memang sulit kita menimbang antara kebutuhan dan kemewahan. Kemewahan itu adalah racun untuk menyelesaikan kuliah bahkan membuat anak itu DO tapi kebutuhan akan membantu mereka mnyelesaikan kuliah on time. Alhamdulillah juga waktu masa dahulu kuliah dinegeri tidak mahal dan mereka dapat menyelesaikannya dan melanjutkan kependidikan yang lebih tinggi (graduate study). Hanya sebegitu yang bundo ingat sekarang nanti akan ditambah.
Hayatun Nismah Rumzy (

hanifah daman <iff...@yahoo.com> wrote:


Get your own web address.
Have a HUGE year through Yahoo! Small Business.

Hayatun Nismah Rumzy

unread,
May 8, 2007, 2:58:30 PM5/8/07
to Rant...@googlegroups.com

Assalamu Alaikum W. W.

Saya menceritakan kejadian yang terjadi dikampung saya. Sebuah desa yang jaraknya dari Payakumbuh kira-kira 18 km.  Waktu menumpas PRRI tahun 1961/1962 desa kami ini dijadikan basis oleh tentara pusat dengan membuat box (benteng) dan lengkap dengan Tugu Pembebasannya. Maka berkeliaranlah tentara-tentara Pusat tersebut dikampung dan banyak yang mengawini gadis-gadis desa kami.  Ada yang menikah dengan orang Batak ada dengan orang Indonesia bagian Timur dan ada pula yang  menukar agamanya menjadi Kristen.  Waktu itu orang-orang desa takut karena mereka berkuasa. Sebab waktu itu tak ada hukum tentara tsb. main pukul saja dan mereka tidak bisa dijangkau hukum sampai terus ke zaman orde baru. Waktu tentara Batak tersebut pensiun perempuan itu  memutuskan pulang kekampung dengan memboyong anak-anaknya. Jadilah ada sebuah keluarga Yang merayakan Natal dan bertanda salib dikampung kami tsb.  Sebelumnya selama dunia terkembang belum ada didesa kami yang beragama selain Islam.  Baru-baru ini perempuan tsb. meninggal dan dia minta dimakamkan didepan rumahnya (maaf dikampung kami belum ada pandam pekuburan). Jadilah sekarang kalau anda datang berkunjung kedesa saya anda akan menemukan sebuah kuburan yang bertanda salib (+) dipinggir jalan desa.

 

Yang ingin saya tanyakan kepada pemangku adat, pemangku agama, dan perangkat desa mungkin kepada bapak Azmi Kasim atau siapa saja yang dapat memberikan jalan keluarnya persoalan yang terjadi dikampung kami yaitu sbb:

  1. Karena selalu didengung-dengungkan ABBSK apakah orang yang memeluk agama selain Islam dapat menggunakan pusako tinggi?
  2. Karena selalu dikatakan kita tak boleh SARA, dan harus menghormati agama lain maka jadinya orang-orang membiarkan keluarga tsb. beribadat menurut agamanya.
  3. Apakah kalau seandainya KAN (Kerapatan Adat Nagari) yang terdiri dari tungku 3 sajorangan dapat bertindak supaya jangan dimakamkan didesa itu orang yang beragama selain Islam? Apakah akan dikatakan melanggar HAM?
  4. Keadaan mengkhawatirkan saya karena lama-lama secara berangsur akan ada tambahan untuk yang bersalib tsb. karena anak-anaknya akan menikah dan ada 2 kemungkinan terbawa ke Kristen atau kembali ke Islam.
  5. Kami sudah terbiasa dengan hidup disekitar multi ras dan multi religi tapi untuk didesa kecil di Sumbar (nagari) rasanya kok belum diterima. 

 

Wassalam dan maaf saya menunggu jawabannya,

Hayatun Nismah Rumzy (68+)

Syafrinal Syarien

unread,
May 8, 2007, 3:12:37 PM5/8/07
to Rant...@googlegroups.com
Wah...saya jadi khawatir nih kalau-kalau ABS-SBK akan
menjadikan minangkabau seperti Saudi Arabia, negara
yang teokrasi yang menjadikan Al-Quran sebagai UUD.

Menjadikan AlQuran sebagai UUD secara tidak langsung
merendahkan kitab suci ke tingkatan yang tak jauh
berbeda dengan UUD'45 atau KUHP.

Lagipula Kitabullah bukan dirancang untuk jadi kitab
hukum dan perundangan.

> 1. Karena selalu didengung-dengungkan ABBSK apakah


> orang yang memeluk
> agama selain Islam dapat menggunakan pusako tinggi?

> 2. Karena selalu dikatakan kita tak boleh SARA, dan


> harus menghormati
> agama lain maka jadinya orang-orang membiarkan
> keluarga tsb. beribadat
> menurut agamanya.

> 3. Apakah kalau seandainya KAN (Kerapatan Adat


> Nagari) yang terdiri
> dari tungku 3 sajorangan dapat bertindak supaya
> jangan dimakamkan didesa itu
> orang yang beragama selain Islam? Apakah akan
> dikatakan melanggar HAM?

> 4. Keadaan mengkhawatirkan saya karena lama-lama


> secara berangsur akan
> ada tambahan untuk yang bersalib tsb. karena
> anak-anaknya akan menikah dan
> ada 2 kemungkinan terbawa ke Kristen atau kembali ke
> Islam.

> 5. Kami sudah terbiasa dengan hidup disekitar multi


> ras dan multi
> religi tapi untuk didesa kecil di Sumbar (nagari)
> rasanya kok belum
> diterima.
>
>
>
> Wassalam dan maaf saya menunggu jawabannya,
>
> Hayatun Nismah Rumzy (68+)
>
>
>

<http://us.rd.yahoo.com/evt=49678/*http://smallbusiness.yahoo.com/domains/?p
> =BESTDEAL>
>
>
>
>


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

Ahmad Ridha

unread,
May 8, 2007, 3:31:25 PM5/8/07
to Rant...@googlegroups.com
On 5/8/07, Syafrinal Syarien <ssya...@yahoo.com> wrote:

> Menjadikan AlQuran sebagai UUD secara tidak langsung
> merendahkan kitab suci ke tingkatan yang tak jauh
> berbeda dengan UUD'45 atau KUHP.
>

Jadi maunya bagaimana nih? Diabaikan saja hukum-hukum dalam Al-Qur'an
tanpa implementasi?

Jadi Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa Sallam yang berhukum sesuai
dengan wahyu Allah baik yang merupakan bagian Al-Qur'an atau selainnya
merendahkan Al-Qur'an? Begitu juga khulafaur rasyidin?

Justru dengan menjadikan hukum manusia sebagai aturan dasar berarti
mengangkat hukum manusia ke derajat yang lebih tinggi dari hukum
Allah.

> Lagipula Kitabullah bukan dirancang untuk jadi kitab hukum dan perundangan.
>

"Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi
mereka yang bertakwa," (QS. Al-Baqarah 2:1)

"Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah
yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?"
(QS. Al-Maa-idah 5:50)

--
Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
(l. 1400 H/1980 M)

Saafroedin BAHAR

unread,
May 8, 2007, 4:24:18 PM5/8/07
to Rant...@googlegroups.com
Waalaikumsalam w.w. Bundo,

Walaupun indak ditujukan ka ambo, tagalitik juo ambo
nak sato. Masalah ko acok bana dibahas
salincam-salincam dalam tiok wacana tantang kampuang
awak. Namun jaleh, alun paranah masalah ko dikaji
sacaro mandalam, baiak apo sababnyo, baa dudukannyo
kini, dan baa manyalasaikannyo.

Sarapati paranah ambo jalehkan di milis ko, duo urang
adiak ayak ambo sabapak masukan kristen karano dek
pargaulan, surang di Amerika [alah maninggal] surang
lai di Jakarta ko. Ambo baco bahaso adiak Buya Hamka
juo masuak Kristen.

Baa kok kito kaji bana masalah ko sacaro komrehensif,
karajo samo antaro LKAAM, MUI, Unand, UIN, UNP, dan
[kalau bisa] Gebu Minang? Sakadar catatan, masalah ko
ambo masuakkan sabagai salah satu masalah nan ka
dibahas dalam lokakarya tanggal 19 Juni di FH Unand di
Padang.

Wassalam,
Saafroedin Bahar

--- Hayatun Nismah Rumzy <hay...@indo.net.id> wrote:

> 1. Karena selalu didengung-dengungkan ABBSK apakah


> orang yang memeluk
> agama selain Islam dapat menggunakan pusako tinggi?

> 2. Karena selalu dikatakan kita tak boleh SARA, dan


> harus menghormati
> agama lain maka jadinya orang-orang membiarkan
> keluarga tsb. beribadat
> menurut agamanya.

> 3. Apakah kalau seandainya KAN (Kerapatan Adat


> Nagari) yang terdiri
> dari tungku 3 sajorangan dapat bertindak supaya
> jangan dimakamkan didesa itu
> orang yang beragama selain Islam? Apakah akan
> dikatakan melanggar HAM?

> 4. Keadaan mengkhawatirkan saya karena lama-lama


> secara berangsur akan
> ada tambahan untuk yang bersalib tsb. karena
> anak-anaknya akan menikah dan
> ada 2 kemungkinan terbawa ke Kristen atau kembali ke
> Islam.

> 5. Kami sudah terbiasa dengan hidup disekitar multi


> ras dan multi
> religi tapi untuk didesa kecil di Sumbar (nagari)
> rasanya kok belum
> diterima.
>
>
>
> Wassalam dan maaf saya menunggu jawabannya,
>
> Hayatun Nismah Rumzy (68+)
>
>
>

<http://us.rd.yahoo.com/evt=49678/*http://smallbusiness.yahoo.com/domains/?p
> =BESTDEAL>
>
>
>
>


____________________________________________________________________________________
It's here! Your new message!
Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.
http://tools.search.yahoo.com/toolbar/features/mail/

Hayatun Nismah Rumzy

unread,
May 8, 2007, 3:19:34 PM5/8/07
to Rant...@googlegroups.com
Coba baca baik-baik dulu cerita saya baru dijawab. Saya bukan mengusulkan
kitab Al Qur'an sebagai perudnang-undangan tapi minta saran bagaimana supaya
jumlah yang memeluk agama Kristen yang telah melanda kedesa-desa itu tidak
bertambah? Dizaman pemerintahan Soekarno orang Cina tidak boleh tinggal
diibukota kecamatan tapi setelah Suharto berkuasa malah Cina itu yang
menguasai ekonomi kita.
Wassalam
HNR

ZUL FIKRI

unread,
May 8, 2007, 8:07:07 PM5/8/07
to Rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum...

sato pulo ambo ciek bapak jo ibuk sakalian.
sadiah mandanga iko mah, ambo mandukuang jo pambahasan ko sarius pak safrudin bahar. 
tapi apo batua kasado alahannyo yang disampaian dek bapak tadi soal adiak buya hamka masuk kristen pulo??

maaf yo pak, soalnyo satahu ambo handia bana kalau tajadi adoh urang alah paham jo islam lalu masuak ka kristen (walaupun itu terjadi karano Allah jo nan mambolak baliak an hati). 

cubo kito bayangkan jo logika sehat, ajarannyo tu adoh nyo sakitar 300 tahun - an satalah nabi isa diangkek ka ateh langik (walaupun kecek mereka nabi isa disalib), dan abis itu pulo, jadi diri sia pa yesus tu sen indak jaleh duduak tagaknyo doh?  mereka bersilang pendapat sampai hari ini. 

alun lai ajaran ajaran lainnyo kok ditumbuak nan kanan, disuruahnyo agiah nan kiri. indak masuak di aka doh, makonyo di barat gereja tu kosong, "HANDIA KECEK URANG" kalau ka gereja juo lai karano "Ajaran indak masuak di aka alias KETINGGALAN JAMAN".

kok islam dari dulu sampai kini tetap samo jo abadi sampai hari kiamat.  jangankan bicara akidah, akhlak jo mu'amalah.  dari pemerintahan sampai masuak ka wc diajaan di dalam islam.  tapi masalahnyo kito-kito banyak nan lupo jo mangkaji nyo.  mudah-mudahan kito-kito dan keluarga kito dilindungi dari fitnah kristenisai ko . aminnn....

Fikri

ZUL FIKRI

unread,
May 8, 2007, 8:11:16 PM5/8/07
to Rant...@googlegroups.com
Saya juga setuju dengan ibu HNR,

Pak Safrinal Sarien hati hati berkomentar. maksud ibu HNR adalah meminta saran.

Fikri

Hayatun Nismah Rumzy

unread,
May 8, 2007, 8:20:34 PM5/8/07
to Rant...@googlegroups.com
Assalamu Alaikum W. W.
Tarimo kasih banyak pak Saaf namuah managgapi email ambo. Kalau seandainya
terjadi dikota indak persoalan doh pak Saaf. Kampuang kami tu kampuang ketek
nan penduduaknyo kenal satu samo lain dan manjadi hiburan dek urang kampuang
inyo mambuek rumah-rumahan barisikan Yesus (anak ketek) didalam pondok
diwaktu Natal. Sudah tu wakatu maningga kapatang ko banyak pulo urang
manengok inyo bakubuakan pakai sipatu dan pangurus Gereja dari Pikumbuah
datang mambuek acara.
Pak Saaf tolong bana ciek diundang kawan ambo Bundo Kanduang Sumatra Barat
Ibu Nura'inas Abizar rasonyo inyo banyak bisa manyumbangkan pikiran dalam
segi adat.
Ambo biaso di Pekanbaru ditangah-tangah non Islam dan di Jakarta ko mungkin
dijalan ambo ko sebagian besar non Muslim tapi ambo mandoa'kan awak
sekeluarga supayo seiman.
Wassalam bil Maaf,
Hayatun Nismah Rumzy (68+)

-----Original Message-----
From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On
Behalf Of Saafroedin BAHAR
Sent: Wednesday, May 09, 2007 3:24 AM
To: Rant...@googlegroups.com

Saafroedin BAHAR

unread,
May 8, 2007, 8:36:35 PM5/8/07
to Rant...@googlegroups.com
Waalaikumsalam w.w. Bundo,

Ambo iyo agak takajuik mambaco posting Bundo tu,
bahaso di dalam nagari tu bana alah ado urang awak nan
Kristen, nampaknya bukan sajo jo kayakinan, tapi juo
alah baranak pinak.

Ado nan risau ambo dalam mambahas masalah nagari kito
tu, yaitu data dan faktanyo hanyo salincam-salincam
sajo. Hampia indak ado usaho maadokan panalitian nan
langkok, sahinggo susah bana kito mandapek gambaran
sacaro umum. Itu nan ambo usulkan untuak kito lakukan.


Lagi pulo ado patanyoan ambo ciek, lai koh ado usaho
dari para niniak mamak untuak maelo baliak anak
kamanakan baliau-baliau tu ka dalam Islam sasuai jo
ABS ~SBK ?

Ambo kenal jo Ibu Nura'inas Abizar. Ambo picayo baliau
akan diundang dek FH Unand untuak ikuik dalam
lokakarya tantang masyarakat hukum adat Minangkabau
tanggal 19-21 Juni mandatang. Untuak mamastikan,
tolong Bundo agiah tahu sajo baliau.

Perwakilan Komnas HAM Sumbar akan maadokan
Pra-Lokakarya tanggal 19 Juni tu. Sabagai 'partner'
LKAAM Sumbar ambo yakin baliau akan ikuik aktif.

Wassalam,
Saafroedin Bahar

Saafroedin BAHAR

unread,
May 8, 2007, 9:15:16 PM5/8/07
to Rant...@googlegroups.com
Waalaikumsalam w.w. Dunsanak Zul Fikri,

Ambo mandapek kaba bahaso adiak bungsu Buya Hamka dulu
masuak kristen tu di Rantau Netko. Malah manjadi
pendata dan tingga di Amerika Serikat. Kok Dunsanak
nak tahu, ambo pasilahkan mambuka-buka postings nan
sabalun iko.

Mungkin Adinda Ajoduta bisa maagiah penjelasan ka
Dunsanak kito ko ?

Wassalam,
Saafroedin Bahar

=== message truncated ===

Rasyid, Taufiq (taufiqr)

unread,
May 8, 2007, 9:32:44 PM5/8/07
to Rant...@googlegroups.com

Manunggu mamak kito penghulu -andiko memberikan pandangannyo nan labiah
mantap dari sisi hukum adat-istiadat kito.


Ambo cubo manyampaiakan nan lah ambo tau salamo ko. Ambo indak tau bana
baa kondisi atau kekuatan hukum/ fatwa dari Kerapatan Adat Nagari
dimasiang-masing nagari di Minangkabau.

Tapi nan jaleh nan namonyo urang Minang iyo identik jo Muslim. Ado
babarapo conto bahaso urang nan murtad itu : "Indak di bao ba-iyo ba
tido" di kampuang.

Kok kayo kayo selah surang, kami indak ka mamintak. Kok pandai, pandai
selah surang kami indak ka batanyo.

Misalnyo ado pendeta dari Lintau nan Pulang Kampuang, indak dipedulikan
masyarakat dikampuangnyo. Bahkan kabanyo untuak mambali/ singgah dikadai
kopi jo manumpang angkot untuak kembali ka Batusangka indak dapek.
Baitu juo kondisi nan samo kapatangko di Sungai Landia

Jadi urang nan murtad lah divonis : "Dibuang sapanjang adat"

Jangankan yang murtad, kalau dikampuang ambo : mereka yang kawin sa-
suku. Bisa kanai dando ( mambayia ka Nagari) dek KAN itu. Tapi
kenyataannya mereka juga merasa malu sendiri dan tidak berani untuk
pulang kampung.

Tapi kalau KAN itu bana nan indak bereaksi dan urang kampuang indak
risih pulo. Mungkin ateh namo HAM katonyo ka baa lai pulo, berarti adat
lah kurang tapakai dek kito.

Dikampuang kami nan berbatasan langsuang jo Kodya Bukittinggi. KAN nyo
lah maraso kecolongan dek ado Perumnas di IV.Angkek dibali dek beberapa
keluarga urang Non- Muslim. Sahinggo dalam Mubes Adat diputuskan ado
berbagai pembatasan bagi yang sudah terlanjur berdomisili, sarato supayo
urang non- muslim indak batambah tingga disitu.

Conto lain ado juo urang kampuang uni yang menikah dengan non-muslim,
kemudian ikut kepercayaan suami ( kabatulan tetangga ambo). Agak ibo juo
awak malieknyo katiko maningga, betul-betul tidak dipedulikan oleh
koleganyo baik dari agama asalnya maupun agama suaminya.
Sehingga untuk dikuburpun terpaksa diantar jauh ke Minas sana, antah apo
sababnyo indak bisa di kuburan Kristen -Rumbai.

Sakitu dulu dari ambo
Salam
TR

-----Original Message-----


benni inayatullah

unread,
May 8, 2007, 9:59:00 PM5/8/07
to Rant...@googlegroups.com
 
Assalamualaikum
Bagi saya Kristenisasi harus dilihat dari dua belah pihak. Kristiani di indonesia adalah minoritas dan karena itu jugalah mereka melakukan dakwah secara berlebih lebihan. Barangkali sama dengan umat Islam di amerika dan eropa sana. Kita seringkali mengecam tindakan mereka di barat sana terhadap dakwah umat Islam yang seringkali diperlakukan tidak adil namun kadangkala kita juga seringkali melakukan hal yang sama terhadap umat mereka disini.

Kita umat mayoritas di negara ini seringkali kurang percaya diri (PD) seolah olah dengan membagi bagi sembako, perkawinan bahkan kuburan bersalib keyakinan agama bisa dikalahkan. Kurang pede inilah yang sering membuat kita bertindak macam macam seperti membakar gereja hingga pertikaian agama (SARA). Lalu bagaimana melihat realita seperti yang Bundo sampaikan ? saya pikir harus dimulai dari pertanyaan mengapa iman mereka sebegitu lemahnya sehingga mau berpaling ke agama lain ? apakah karena kita terlalu lengah sehingga lupa memperkuat pondasi keimanan ? kalau memang begitu apa saja yang telah dilakukan oleh ahli agama yang kita punya ?

Artinya ahli ahli agama harus terus memperdalam keyakinan dan pengetahuan agama  umatnya bukannya berlaku seperti hakim yang menjadikan ayat ayat dan hadist sebagai alat untuk memvonis umatnya melakukan kesalahan bahkan pengkafiran. Saya perhatikan dakwah sekarang cenderung tidak persuasif, seringkali  orang yang merasa ahli agama memberikan penghakiman yang jauh dari kesan rendah hati, lemah lembut seperti yang di tunjukkan oleh Rasulullah. Alih alih merasa tertolong dan diberi petunjuk malah menimbulkan antipati terhadap dakwah yang disampaikan sekelompok ahli agama tersebut. Jadi kritikan pertama saya ditujukan kepada pemimpin dan ahli2 agama, terutama yang sering berkhotbah di mesjid2. Barangkali memang diperlukan sertifikasi kelayakan seseorang itu disebut ulama, buya bahkan syekh.

Mengenai pertanyaan Bundo apakah melanggar HAM ketika mereka tidak dibiarkan dimakamkan di tanah mereka sendiri jawaban saya IYA ! landasan hukumnya mungkin Pak Saaf lebih berkompeten untuk menjawab. Jangan kan masalah pemakaman, beragama saja adalah Hak azazi manusia. Apakah agama yang mereka pilih atau malah tidak beragama itu adalah hak mereka pribadi. Dan negara sesungguhnya tidak berhak untuk mengatur hal itu karena agama ada jauh sebelum negara ini lahir. Bahkan Tuhan pun memberikan kebebasan yang sama. Bayangkan Tuhan yang menciptakan manusia sendiri memberikan kebebasan kepada manusia untuk mempercayaiNya atau tidak. Apatah kita yang sama sama makhluk Alloh.
.
Terakhir saya percaya bahwa Alloh SWT memberikan petunjuk kepada orang yang di kehendakiNya. Dan mudah mudahan kita disini adalah umat yang diberi petunjuk..Amien..
 
Salam
 
Ben

hoesin hanif

unread,
May 8, 2007, 10:57:13 PM5/8/07
to Rant...@googlegroups.com
eh.eh.eh........
Ado nan takajuik rang Minang murtad. Tapi saat diajak mamurnikan Islam, mamaguik Islam sacaro "kaffay", kalua kato-kato "picik", "nan ketek-ketek indak usadi patangka kan". Ha......... ha.......

----- Original Message ----
From: Saafroedin BAHAR <sbaha...@yahoo.com>
To: Rant...@googlegroups.com
Sent: Tuesday, May 8, 2007 5:36:35 PM
Subject: [R@ntau-Net] Re: Keristenisasi, baa kok kito kaji bana sacaro mandalam ?


Waalaikumsalam w.w. Bundo,

Ambo iyo agak takajuik mambaco posting Bundo tu,


bahaso di dalam nagari tu bana alah ado urang awak nan
Kristen, nampaknya bukan sajo jo kayakinan, tapi juo
alah baranak pinak.

Ado nan risau ambo dalam mambahas masalah nagari kito
tu, yaitu data dan faktanyo hanyo salincam-salincam
sajo. Hampia indak ado usaho maadokan panalitian nan
langkok, sahinggo susah bana kito mandapek gambaran
sacaro umum. Itu nan ambo usulkan untuak kito lakukan.


Lagi pulo ado patanyoan ambo ciek, lai koh ado usaho
dari para niniak mamak untuak maelo baliak anak
kamanakan baliau-baliau tu ka dalam Islam sasuai jo
ABS ~SBK ?

Ambo kenal jo Ibu Nura'inas Abizar. Ambo picayo baliau
akan diundang dek FH Unand untuak ikuik dalam
lokakarya tantang masyarakat hukum adat Minangkabau
tanggal 19-21 Juni mandatang. Untuak mamastikan,
tolong Bundo agiah tahu sajo baliau.

Perwakilan Komnas HAM Sumbar akan maadokan
Pra-Lokakarya tanggal 19 Juni tu. Sabagai 'partner'
LKAAM Sumbar ambo yakin baliau akan ikuik aktif.

Wassalam,
Saafroedin Bahar

--- Hayatun Nismah Rumzy <hay...@indo.net.id> wrote:

>
> Assalamu Alaikum W. W.

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com


____________________________________________________________________________________
Don't pick lemons.
See all the new 2007 cars at Yahoo! Autos.
http://autos.yahoo.com/new_cars.html

Arnoldison

unread,
May 9, 2007, 1:15:41 PM5/9/07
to benni inayatullah

Wassalamu'alaykum wr.wb

Dalam agama Islam sudah sangat jelas tentang tidak bolehnya
seseorang memaksakan kehendaknya untuk menjadi penganut agamanya.
Namun tidak berarti pula bagi seorang muslim untuk membiarkan
saudara-saudaranya dipalingkan aqidahnya ke ajaran lain.
Oleh karena itu kalau kita membicarakan kristenisasi maka
semangat yang ada adalah bagaimana upaya melindungi
saudara-saudara kita dari upaya tersebut, jauh sekali dari
pengertian melakukan pelarangan ibadah terhadap agama lain.

Demi menjaga konflik antar agama sebetulnya pemerintah melalui SK
telah mengatur agar penyebaran agama tidak ditujukan kepada orang
yang telah memeluk agama.
Tentu saja larangan ini tidak berlaku apabila seseorang dengan
melakukan kesadaran sendiri berpindah dari satu agama keagama
lain.

Yang menjadi problem adalah cara penyebaran agama , kadangkala
kita bertanya apakah sedemikian mudah seseorang bertukar agama
karena sekedar menerima bantuan sembako, atau sekedar bantuan
kesehatan.? Ada baiknya juga bertanya apakah mereka mau bersedia
memberi bantuan secara cuma-cuma tanpa memiliki keyakinan bahwa orang yang
dibantu tersebut akan mengikuti agama mereka ?
Karean dengan cara yang sistematis maka lambat laun usaha ini akam
membuhakan hasil

Kalau mengukur dengan orang-orang yang ekonominya mapan,
dengan intelektualnya memadai maka cara-cara seperti itu
(membagi-babikan sembako, kesehatan gratis) tentu saja tidak
akan berhasil, untuk kelompok yang seperti ini sudah sda cara lain
dengan menyisipi fikrah-fikrih yang akan menjauhi agamanya.


Kasus-kasus yang memperlihatkan seolah-olah ummat Islam melakukan
intimidasi terhadap penganut agama lain misalkan pengrusakan
tempat ibadah, pengusiran disuatu kampung, maka kasus-kasus ini
haruslah dilihat dalam kronologis awalnya, jangan sekedar menilai
dengan sebagian fragmennya saja (peristiwa perusakan).
Karena awal dari kejadian-kejadian tersebut telah didahului dengan
pemberitahuan dan peringatan dari masyarakat setempat yang
keberatan namun tidak dipedulikan, ijin pendirian yang tidak
sesuai, cara-cara penyebaran yang provokatif (mengajak
anak-anak) dan penduduk sekitar yang miskin.

Kadangkala ada unsur kesengajaaan dengan tidak menggubris
peringatan-peringatan masyarakat dengan satu skenario bahwa bila
ummat Islam terpancing melakukan tindakan anarkis maka mereka
akan memblowupnya dan menjadikan sebagai bentuk menarik simpati
dunia luar dan mengumumkan bahwa mereka telah teraniaya, sehingga
menimbulkan kesan ketidak toleranan ummat Islam terhadap pemeluk
agama lain.



Saya yakin bahwa ummat Islam paling siap untuk hidup berdampingan
dengan pemeluk agama lain.

Arnoldison

Tuesday, May 8, 2007, 6:59:00 PM, you wrote:


bi> Assalamualaikum
bi> Bagi saya Kristenisasi harus dilihat dari dua belah pihak. Kristiani di indonesia adalah minoritas dan karena itu jugalah mereka melakukan dakwah secara berlebih lebihan. Barangkali sama dengan
bi> umat Islam di amerika dan eropa sana. Kita seringkali mengecam tindakan mereka di barat sana terhadap dakwah umat Islam yang seringkali diperlakukan tidak adil namun kadangkala kita juga
bi> seringkali melakukan hal yang sama terhadap umat mereka disini.

-delete
bi> Salam

bi> Ben

Bandaro Labiah

unread,
May 8, 2007, 11:38:01 PM5/8/07
to Rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaykum w.w.
 
sabalun kato ka dijawek
rila jo maaf nan bamintak
tolong dibilai nama nan singkek
supayo nan digamak manjadi rancak
 
calak-calak ka ganti asah
pananti tukang malakik tibo
ambo ansuo cubo manarah
tibo di tukang tingga mampaaluh sajo
 
ambo salekkan yo bundo ! tapi singkek sajo, karano sadang basitungkin, ka ujian pulo tgl 12 ko
 
Wasssalamu'alaykum w.w.
 
Bandaro Labiah

Hayatun Nismah Rumzy <hay...@indo.net.id> wrote:
Assalamu Alaikum W. W.
>> Bundo : Saya menceritakan kejadian yang terjadi dikampung saya. Sebuah desa yang jaraknya dari Payakumbuh kira-kira 18 km.  Waktu menumpas PRRI tahun 1961/1962 desa kami ini dijadikan basis oleh tentara pusat dengan membuat box (benteng) dan lengkap dengan Tugu Pembebasannya. Maka berkeliaranlah tentara-tentara Pusat tersebut dikampung dan banyak yang mengawini gadis-gadis desa kami.  Ada yang menikah dengan orang Batak ada dengan orang Indonesia bagian Timur dan ada pula yang  menukar agamanya menjadi Kristen.  Waktu itu orang-orang desa takut karena mereka berkuasa. Sebab waktu itu tak ada hukum tentara tsb. main pukul saja dan mereka tidak bisa dijangkau hukum sampai terus ke zaman orde baru.
 
>> Bandaro : takana diambo ciek bundo, ado ciek lagu, nan bajudul risaulai, nan mancaritokan atau maambiak latar belakang tindak tanduk nan sarupo Bundo sampaikan tu
 
aia bangih kapa balayia
balayia taruih ka tiagan
sarek muatan buah palo
adiaak nan manih cubo lah pikia
sudah baiyo baindakkaannn  ooooiiii..
tangguanglah doso salamonyo hoo gajaiii ooiiii
 dst .......
 
carito surang padusi nan "diambiak" dek tantara dari jawa
dan memang banyak kajadian nan sarupo itu, nan hukum  iyo talatak di gadang pangka langan, babadia nan diateh bahu, taruih ka zaman orde baru, baru salasai di jaman reformasi,  asa lai badunsanak dari "anggota". iyo bapanggakkan bana dan jarang kanai gutia, kini lah tingga curito sajo, indak bisa basilateh angan lai doh
 
 
>> bundo : Waktu tentara Batak tersebut pensiun perempuan itu  memutuskan pulang kekampung dengan memboyong anak-anaknya. Jadilah ada sebuah keluarga Yang merayakan Natal dan bertanda salib dikampung kami tsb.  Sebelumnya selama dunia terkembang belum ada didesa kami yang beragama selain Islam.  Baru-baru ini perempuan tsb. meninggal dan dia minta dimakamkan didepan rumahnya (maaf dikampung kami belum ada pandam pekuburan). Jadilah sekarang kalau anda datang berkunjung kedesa saya anda akan menemukan sebuah kuburan yang bertanda salib (+) dipinggir jalan desa.
 
Yang ingin saya tanyakan kepada pemangku adat, pemangku agama, dan perangkat desa mungkin kepada bapak Azmi Kasim atau siapa saja yang dapat memberikan jalan keluarnya persoalan yang terjadi dikampung kami yaitu sbb:
 
1. Karena selalu didengung-dengungkan ABBSK apakah orang yang memeluk agama selain Islam dapat menggunakan pusako tinggi?
 
>> Bandaro : duo unsur penting harus dipanuahi untuak bisa dan ditarimo sebagai urang minang, partamo ba Suku, kaduo baugamo Islam, kalau salah satuno indak ado apo lai ka duono lah ilang (indak punyo lai), mako laph sagalo hak no ateh sagalo hak dan kwajiban nan ditantukan adat
mako indak ado lai hak no untuak mampaguokan harato pusako tinggi tu lai doh
kalau syara' lah banamo putuh warih tu, indak badunsanak bagai lai doh
 
2. Karena selalu dikatakan kita tak boleh SARA, dan harus menghormati agama lain maka jadinya orang-orang membiarkan keluarga tsb. beribadat menurut agamanya.
 
>> Bandaro : nan dimukasuk manghormati tantu adolah indak mangisia-gisia agamo urang lain tu, tapi nan katantuan nan ado diawak tantu itu nan paralu kito tagakkan, jadi indak tamasuak SARA bagai tu doh Bundo
 
3.Apakah kalau seandainya KAN (Kerapatan Adat Nagari) yang terdiri dari tungku 3 sajorangan dapat bertindak supaya jangan dimakamkan didesa itu orang yang beragama selain Islam? Apakah akan dikatakan melanggar HAM?
 
>> Bandaro : kalau di tanah pusako Tingg, bisa dilakukan tu Buno, bialah ambo sato jo pamikiran bahkan jo tanago sakalian jo harato kalau ado nan mangadukan hal iko sebagai pelanggaran HAM ka pihak berwajib, tapi kalau arato pusako randah, iyo indak dapek malarang doh.
 
4 Keadaan mengkhawatirkan saya karena lama-lama secara berangsur akan ada tambahan untuk yang bersalib tsb. karena anak-anaknya akan menikah dan ada 2 kemungkinan terbawa ke Kristen atau kembali ke Islam.
5. Kami sudah terbiasa dengan hidup disekitar multi ras dan multi religi tapi untuk didesa kecil di Sumbar (nagari) rasanya kok belum diterima. 
 
>> Bandaro : no 4 jo 5,  iyo ndak bajawek doh bundo
 
 
Wassalam dan maaf saya menunggu jawabannya,
Hayatun Nismah Rumzy (68+)




Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

benni inayatullah

unread,
May 9, 2007, 12:36:30 AM5/9/07
to Rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum Mak Ban..

ndeh sumangaik bana mah mak..indak tanago sajo pikiran amuah juo..jan lai kapikiran harato sajo lah amuah..

jadi baa nan sabana kaji takaik harato pusako tinggi ko mak..surahkan bana lah bakeh kito basamo..tantu takaik jo kasus di Talang Maua kampuang Bundo ko..

tarimo kasih

Ben



Bandaro Labiah <zhen...@yahoo.com> wrote:

>> Bandaro : kalau di tanah pusako Tingg, bisa dilakukan tu Buno, bialah ambo sato jo pamikiran bahkan jo tanago sakalian jo harato kalau ado nan mangadukan hal iko sebagai pelanggaran HAM ka pihak berwajib, tapi kalau arato pusako randah, iyo indak dapek malarang doh.
 

Saafroedin BAHAR

unread,
May 9, 2007, 2:25:17 AM5/9/07
to Rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum w.w. Angku Hoesin Hanif,
 
Sia nan Angku mukasuik jo posting Angku itu ? Apo memang saroman tu caro batuka pikiran nan santun antaro sasamo kito ?
 
Wassalam,
Saafroedin Bahar.

hoesin hanif <great...@yahoo.com> wrote:

No need to miss a message. Get email on-the-go
with Yahoo! Mail for Mobile. Get started.

suheimi ksuheimi

unread,
May 9, 2007, 3:19:27 AM5/9/07
to Rant...@googlegroups.com
Memang utk apa marah, kenapa harus marah dan  apa untungnya marah
Kalaulah anak itu adalah cerminan ibu bapaknya, maka disaat orang tua memarahi anaknya sesungguhnya dia sedang memarahi dirinya sendiri, maka bercerminlah  he  ,, he  :)
 
Agaknya yg diperlukan adalah peran contoh  identifikasi figur, seseorang yg akan di jadikannya  teladan. Diharapkan orang tua mampu menjadi suri teladan yg baik.
 
Sebagai orang tua yg sibuk keduanya,  yg perlu adalah menjadi orang tua yg efektif. Kebersamaan yg sedikit itu di manfaatkan  dg senda gurau, dan cerita2 kisah teladan, tanpa menggurui. 
 
Pelajaran agama yg di petik anak2 bukan disekolah formal tapi adalah dalam rumahnya sendiri, bukankah baiti jannati?. Kebetulan dilihatnya  di rumah itu yg yg jadi imam dan ada yg jadi makmun.   Tidak jarang sang anak yg jadi imam. 
sampai saat ini  kalau mereka pulang dr Irham dan Dr Ihsan yg mau jadi spesialis kandungan, serta Irdhan yg sekarang di Libanon,  mereka semua ingin tidur bersama dekat ibu bapaknya, bersenda gurau  dan kalau makan minta disuapin oleh mamanya. Sehingga cucu2pun perangainya tak jauh beda  he 9 X
Sampai saat ini tak ada sekolah khusus utk mereka  cuma  Otodidak,  kebetulan saya banyak membeli buku agama dan mereka suka baca. Sebagaimana  bapaknya juga tak mengalami pendidikan di sekolah agama.
Lettu Irdhan  pemahaman agamanya lebih bagus  , sehingga Agus anaknya SBY  tak jarang minta  Irdhan menjelaskan sesuatu tentang ke beragamaan dan pemahaman Al Quran.
Irdhan juga suka membaca  buku2 agama .
 
Mungkin kita minta pengalaman Bunda Nismah dan pak Chaidir serta Pak Saaf atau uni Upi
Pengalaman mereka atau rekan lain jauh lebih sukses

hanifah daman

unread,
May 9, 2007, 4:19:50 AM5/9/07
to Rant...@googlegroups.com
Waalaikum Salam Wr Wb bundo yth
 
Tarimo kasi ateh jawaban bundo.
Mudah-mudahan hanifah di beri kemudahan pulo oleh Allah SWT, kayak keluarga bundo. Amin. Ado juo jawek no nan hanifah salekkan bundo.
 

Hayatun Nismah Rumzy <hni...@yahoo.com> wrote:
Assalamu Alaikum W. W.
Nanda Hanifah beserta seluruh RN dimanopun barado.
Alhamdulillah kami telah melepas anak-anak kami kejenjang pernikahan mereka. Kita bersyukur kepada Allah SWT sebab dengan bersyukur kita itu akan memperoleh yang lebih besar yang diberikanNya.
 
Makasih bundo nan alah maingekkan untuak basyukur, doakan pulolah hanifah agar bisa manjadi urang nan bisa basyukur. Amin
 
Dizaman dulu mungkin membesarkan anak tidaklah semusykil sekarang ini.
 
He he he kalau dikampuang dulu, alah pandai anak anak bamain, alah tantu pulang karumah, umumno induak-induak indak sato amek jo pangasuahan anak li. Tibo di usia mangaji / sikola, suruah mangaji / sikola,  Sabana pueh anak-anak bamain jo kawan kawan. Ampia indak ado kajahatan tahadok anak-anak. Kini dipabiakan mantun ? Wah gawat. Hanifah juo manggadangkan anak dilingkungan yang multi etnis, jo agamo nan baragam. Katiko anak samapi usia ABG tetangga kami, kristen, dan hindu. Tambah lagi alam Bengkulu yang ganas. Kejahatan terhadap anak-anak sangat tinggi.
Mulo-mulo di Bengkulu ado raso gamang .. baalah nanti pandidikan agamo anak-anak go?  Waktu itu katiko bulan puaso, indak bara bedo suasana puaso jo indak puaso doh. Alhamdulillah katiko nan tuo di usia TK ... di Bengkulu sadang digalakkan TPA. Sungguah sangaik gadang pangaruahno ka anak-anak sampai mereka jelang dewasa kini. Pangatahuan agamono labiah bagus dari mamano he he he.
Katiko anak-anak di ajak pulkam di bulan puaso, nan tuo (laki-laki) katiko itu masih di SMA ndak namuah no main kalua rumah. Batanyoi baa kok indak bamain jo rang kampuang, jawekno " tidak ada anak sebesar aku yang puasa disini, kecuali si Arif yang siswa MAN itu ".
 
Lebih-lebih dalam mencari jodoh.  Kami selalu nyinyir mengatakan bahwa carilah yang seiman dan kalau bisa yang sama-sama backgroundnya dengan kita.  Jadi waktu anak-anak kami berjodoh dengan orang seberang kami hanya menerima dengan ikhlas bahwa itulah yang dicarikan Allah SWT. 
 
Mudah-mudahan hanifah nanti diagiah pulo  kamudahan dalam soal jodoh anak anak, dan Ikhlas atas ketentuan Allah. Amin 
 
Satu lagi mereka belajar menyesuaikan diri dengan kawan-kawan sekampus.  Mereka tidak punya kenderaan karena teman-teman sekost juga tak punya walaupun mereka pandai membawa mobil. 
 
He he he kalau anak anak hanifah ya harus bisa hidup sederhana bundo, kalau tidak .... bisa tekor mamanya. Alhamdulillah mereka cukup mengerti.
 
Masih ingat kami seorang teman mengatakan bahwa dulu dia susah maka dia tidak mau anaknya susah.
 
Teman bundo benar juga.
 
Memang sulit kita menimbang antara kebutuhan dan kemewahan. Kemewahan itu adalah racun untuk menyelesaikan kuliah bahkan membuat anak itu DO tapi kebutuhan akan membantu mereka mnyelesaikan kuliah on time.
 
Tentu terpulang keorangnya bundo. Kalau kekayaan dipakai untuk pamer dan disalah gunakan untuk bersenang-senang ... ya kemewahan adalah racun.
Tapi kalau dipakai sesuai fungsinya yang standar, kapan perlu bisa pula untuk menolong teman-teman ... kan bisa jadi ibadah bundo. He he he soalno waktu kuliah,  hanifah dan teman-teman yang tidak punya kendaraan suka nebeng ama teman-teman yang berkendaraan. Asyik pulang kuliah rame-rame.
Ada teman hanifah yang sangat suka mengumpulkan teman-teman untuk belajar bersama di rumahnya. Tinggalnya di Alam Asri Indah Pondok Pinang. Bagi kami anak kost, berkunjung kerumah teman tersebut merupakan suatu BERKAH karena bisa perbaikan gizi, merasakan rumah mewah yang nyaman di Jakarta, dilayani pembantunya yang buaik banget, sesekali naik mobil mewah he he he. 
 
Alhamdulillah juga waktu masa dahulu kuliah dinegeri tidak mahal dan mereka dapat menyelesaikannya dan melanjutkan kependidikan yang lebih tinggi (graduate study). Hanya sebegitu yang bundo ingat sekarang nanti akan ditambah.
Hayatun Nismah Rumzy .
 
Hanifah juga selalu berdoa ... Semoga Allah menyampaikan cita cita anak-anak, dan ilmunya membawa berkah bagi dirinya dan orang banyak. Amin.
Iko sen dulu, talabiah takurang mohon maaf
 
 
Wassalam
 
Hanifah Damanhuri

hanifah daman

unread,
May 9, 2007, 4:36:23 AM5/9/07
to Rant...@googlegroups.com
Assalammualaikum Wr Wm bapak Suheimi yth
 
Bapak benar...
Kalau hari ini kita ngomel
Lain kali omelan kita dipakai untuk mgomelin kita lagi he he he.
 
Tulisan dan cara bapak banyak sekali mengingatkan hanifah ke papa.
 
Kan hanifah yang paliang badung.
 
Waktu SMP hanifah sekali seminggu main basket dengan teman SMP di lapangan basket atas ngarai. Di SMP hanifah belum ada lapangan basket. Sesekali hanifah pulangnya kemalaman. Kalau sudah magrib hanifah belum pulang juga papa akan tunggu di Durian simpang Sungai Tanang. Begitu kami sampai di Durian, kami tidak berani ngomong-ngomong, kami diam aja. Samapai di rumah papa suruh kami sholat (teman hanifah diajak aja kerumah, hanifah takut di marah). Selesai sholat di suruh papa makan. Papa tanya kok kami kemalaman ... kami bilang kami nonton di Bioskop Sofia ... masuknya gratis karena yang jaga babako ka kawan. Papa diam aja ... eh rupanya papa memang hobbi menonton he he he
 
Makasih banyak ilmunya untuk yang ini ya pak. nanti malam hanifah pikirin lagi, apa yang akan hanifah tanyakan ke bapak. Ngomong-ngomong kampuang bapak dan kampuang ibu dimana? Siapa tau kampung kita balancik lancik an he he he.
 
Wassalam
 
Hanifah Damanhuri

suheimi ksuheimi <ksuh...@yahoo.com> wrote:
Date: Wed, 9 May 2007 00:19:27 -0700 (PDT)
From: suheimi ksuheimi <ksuh...@yahoo.com>
Subject: [R@ntau-Net] Re: Mendidik Anak
To: Rant...@googlegroups.com


Memang utk apa marah, kenapa harus marah dan  apa untungnya marah
Kalaulah anak itu adalah cerminan ibu bapaknya, maka disaat orang tua memarahi anaknya sesungguhnya dia sedang memarahi dirinya sendiri, maka bercerminlah  he  ,, he  :)
 
Agaknya yg diperlukan adalah peran contoh  identifikasi figur, seseorang yg akan di jadikannya  teladan. Diharapkan orang tua mampu menjadi suri teladan yg baik.
 
Sebagai orang tua yg sibuk keduanya,  yg perlu adalah menjadi orang tua yg efektif. Kebersamaan yg sedikit itu di manfaatkan  dg senda gurau, dan cerita2 kisah teladan, tanpa menggurui. 
 
Pelajaran agama yg di petik anak2 bukan disekolah formal tapi adalah dalam rumahnya sendiri, bukankah baiti jannati?. Kebetulan dilihatnya  di rumah itu yg yg jadi imam dan ada yg jadi makmun.   Tidak jarang sang anak yg jadi imam. 
sampai saat ini  kalau mereka pulang dr Irham dan Dr Ihsan yg mau jadi spesialis kandungan, serta Irdhan yg sekarang di Libanon,  mereka semua ingin tidur bersama dekat ibu bapaknya, bersenda gurau  dan kalau makan minta disuapin oleh mamanya. Sehingga cucu2pun perangainya tak jauh beda  he 9 X
Sampai saat ini tak ada sekolah khusus utk mereka  cuma  Otodidak,  kebetulan saya banyak membeli buku agama dan mereka suka baca. Sebagaimana  bapaknya juga tak mengalami pendidikan di sekolah agama.
Lettu Irdhan  pemahaman agamanya lebih bagus  , sehingga Agus anaknya SBY  tak jarang minta  Irdhan menjelaskan sesuatu tentang ke beragamaan dan pemahaman Al Quran.
Irdhan juga suka membaca  buku2 agama .
 
Mungkin kita minta pengalaman Bunda Nismah dan pak Chaidir serta Pak Saaf atau uni Upi
Pengalaman mereka atau rekan lain jauh lebih sukses
 

Rasyid, Taufiq (taufiqr)

unread,
May 9, 2007, 5:03:22 AM5/9/07
to Rant...@googlegroups.com
Ado pulo yang menerapkan disiplin yang terukur sarato lengkap jo semacam reward & punishment.  Baik dalam kehidupan anak /pergaulan sehari-hari dan maupun dalam belajar. Apakah itu boleh atau menyebabkan anak-anak akan tegang/stress selalu untuk mencapai goal yang telah ditetapkan ??
 
Adakalanya berbagai usaha untuk menarik anak supaya berbuat positif gagal. Apalagi pengaruh lingkungan akan sangat merasuk pada anak. Bahkan ada yang sampai berbuat kriminal atau membuat malu keluarga. 
Jadi adakah marah yang diperbolehkan , yang mana itu.... ??
 
Salam


From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of suheimi ksuheimi
Sent: Wednesday, May 09, 2007 2:19 PM
To: Rant...@googlegroups.com

Subject: [R@ntau-Net] Re: Mendidik Anak

YPC - 19 Azizar Aras

unread,
May 8, 2007, 5:07:27 PM5/8/07
to Rant...@googlegroups.com
Apapun metoda terbaik yang disampaikan dan teori hebat manapun yang kita
baca, tolong hati2 menerapkannya ke anak kita, kita yang tau anak
kita..................., berikan yang terbaik buat mereka sesuai dengan
kadarnya

Salam

AAR

_____

From: Taufiq Rasyid
Sent: Wednesday, May 09, 2007 2:03 AM
To: Rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] Re: Mendidik Anak

Ado pulo yang menerapkan disiplin yang terukur sarato lengkap jo semacam
reward & punishment. Baik dalam kehidupan anak /pergaulan sehari-hari
dan maupun dalam belajar. Apakah itu boleh atau menyebabkan anak-anak
akan tegang/stress selalu untuk mencapai goal yang telah ditetapkan ??

Adakalanya berbagai usaha untuk menarik anak supaya berbuat positif
gagal. Apalagi pengaruh lingkungan akan sangat merasuk pada anak. Bahkan
ada yang sampai berbuat kriminal atau membuat malu keluarga.

Jadi adakah marah yang diperbolehkan , yang mana itu.... ??

Salam

_____

From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On

Nuraini B Prapdanu

unread,
May 9, 2007, 6:10:27 AM5/9/07
to Rant...@googlegroups.com
Kutipan dari Milist sebelah semoga bermanfaat .....

Oleh-oleh dari:
Seminar Interaktif, Parenting Skill

"Kiat Jitu Berkomunikasi dengan anak"

Akumulasi dari ketidaksengajaan yang para orang tua lakukan terhadap
anak-anak ternyata melahirkan suatu kondisi dimana terjadi kekerasan kata
dan kekerasan mental di dalam rumah kita sendiri

yang pada akhirnya melahirkan anak-anak yang tidak percaya diri, stress,
kemampuan berfikir menjadi rendah, tidak terbiasa mengambil keputusan
sendiri dan terus menerus merasa iri.

Sebenarnya apa sih KETIDAKSENGAJAAN yang dilakukan para orang tua secara
terus menerus itu? Ada 10 hal TIDAK SENGAJA yang menjadikan kekeliruan dalam
berkomunikasi yaitu :

TIDAK SENGAJA bicara Tergesa gesa,
Kesalahan yang seringkali tidak kita sadari bahwa kita para orang tua -
khususnya ibu bekerja- mempunyai keterbatasan waktu dan selalu merasa 'rush'
di pagi hari sehingga berbicara dengan anak maupun anggota keluarga yang
lain dengan cepat dan tergesa-gesa sehingga pesan ataupun perintah yang kita
ucapkan menjadi mudah dilupakan, tidak nyambung atau bahkan mereka tidak
menangkap apa yang kita bicarakan.

Tidak kenal dengan diri kita sendiri sehingga TIDAK SENGAJA kita juga tidak
mengenal diri anak kita,
Kalau kita mau merenungkan sejenak dan bertanya kepada diri sendiri apa sih
kelebihan dan kekurangan kita? Besar kemungkinan kita tidak dapat menjawab
secara otomatis dan cepat karena kita bingung sebenarnya siapa sih diri
kita?. Hal inilah yang sebenarnya menjadi landasan pernyataan berikutnya,
"bagaimana kita mengenal anak kita jika kita pun tidak mengenal diri
sendiri". Akan tetapi kita seringkali merasa seolah paling mengenal anak
kita padahal kita masih tergagap dengan pertanyaan "Who am I ?"

Sebuah penelitan mengatakan bahwa anak-anak dengan orang tua bekerja full
time hanya mendapatkan waktu efektif 19 menit setiap hari dan 2 hari di
akhir pekannya ("Weekend parent"). Sedangkan anak-anak membutuhkan jauh
lebih banyak daripada itu untuk berbagi, bercerita, berkeluh kesah atau
sekedar bertatap muka dan belaian. Jadi jika kita tidak mengenal diri kita
sendiri maka kemungkinan besar kita juga tidak mengenal Allah Swt, karena
anak adalah ciptaan Allah Swt.

TIDAK SENGAJA membanding-bandingkan anak yang satu dengan yang lainnya,
padahal setiap individu itu adalah UNIK,
Kita paling tidak suka jika dibandingkan dengan orang lain, demikian juga
anak kita. Kadangkala kita mampu mengingat dengan cepat kelemahan dan
kesalahan yang seringkali dilakukan oleh seorang anak, tetapi agak sukar
untuk menemukan kelebihan dia,padahal anak adalah titipan dari Allah SWT
yang otomatis hadir dengan segala kesempurnaan dan kebaikanNya. (Q.S. Al-
Imran :6 ).

Keadaan anak adalah akibat dari seluruh asuhan dan didikan kita orangtuanya,
karena ucapan dan tindakan kitalah yang akan dia lakukan dan katakan kelak.
Oleh karena itu janganlah sekali-kali kita berkata-kata yang buruk.

Para orang tua tidak memahami perbedaan antara Kebutuhan dan Kemauan
sehingga TIDAK SENGAJA mencampuradukkan keduanya,
Kebutuhan (Need) anak dengan Kemauan (Want) anak merupakan dua hal yang
berbeda, bagi seorang anak yang dilengkapi kebutuhannya oleh orang tua
sering kali tidak sejalan dengan kemauannya, orang tua dalam memenuhi
kebutuhan anak baik yang primer maupun yang sekunder sering tidak
menanyakan apa kemauan si anak. Sampai dengan umur 7 tahun kemauan anak
adalah main, main dan main. Ketidakpahaman ini melahirkan kesalahpahaman
antara orang tua dan anak sehingga kemauan anak sering terabaikan.

Pada saat kita berbicara dengan anak sering TIDAK SENGAJA kita tidak
memperhatikan bahasa Tubuh anak,
Sehingga yang terjadi adalah orang tua tidak tanggap terhadap keinginan dan
respon yang anak berikan terhadap kita, apakah dia senang atau malah
tertekan dengan ucapan,perintah atau bahkan perhatian yang kita berikan.
Hal ini jika dilakukan terus menerus akan menjadikan jiwa anak tertekan dan
tidak nyaman dengan orang tuanya sendiri.

Perhatian yang diberikan orang tua juga sering TIDAK SENGAJA tidak
mendengarkan perasaan anak,
Hal ini terjadi disebabkan kita para orang tua sering sibuk memikirkan
apakah perhatian (atau untuk menutupi rasa bersalah karena sering keluar
rumah, kita memberikan perhatian lewat hadiah-hadiah atau barang-barang yang
sama sekali tidak mereka inginkan) yang kita berikan sudah cukup menurut
perasaan kita atau menurut perasaan si anak. Sehingga si anak merasa kita
tidak pernah mengerti apa yang dia inginkan dan bisa melahirkan sifat
frustasi.

TIDAK SENGAJA kita sering menggunakan 12 Gaya Komunikasi Populer & MKM :
Memerintah
Menyalahkan
Meremehkan
Membandingkan
Mencap/Label
Mengancam
Menasehati
Membohongi
Menghibur
Mengeritik
Menyindir
Menganalisa.

Semoga bermanfaat buat kita semua para orang tua.

Wassalam

Nuraini

Ludy K

unread,
May 7, 2007, 11:46:12 PM5/7/07
to Rant...@googlegroups.com
Indah sekali, Pak
 
Saya yang biasanya cuma mojok di Rantaunet, jadi tergerak untuk keluar.
 
Salam kenal sekalian untuk Bapak, Uni hanifah dan sanak saudara Rantaunet laiinya.
 
Salam,
 
Ludy
----- Original Message -----
Sent: Tuesday, May 08, 2007 10:25 AM
Subject: [R@ntau-Net] Re: Mendidik Anak

broad ced

unread,
May 9, 2007, 7:42:48 AM5/9/07
to Rant...@googlegroups.com
assalamualaikum wwb.....
sebagai umat Islam yg beriman pada ALQURAN dan SUNNAH RASUL,kita perlu merberikan support untuk orang islam untuk memperkuat ke imanan mereka ,sehingga apapun godaan yg datang akan bisa di atasi dengan selalu dekat dengan ALLAH SWT.
 
wassalam (hendra boele 84)

Arnoldison <arn...@spij.co.id> wrote:

The fish are biting.
Get more visitors on your site using Yahoo! Search Marketing.

daim rahim

unread,
May 9, 2007, 7:59:00 AM5/9/07
to Rant...@googlegroups.com
sato ciek mensikapi keinginan dunsanak, angku, jo uni, tentang kajian tentang kristenisasi.

pado intinyo kami mewakili mahasiswa minangkabau Jakart raya mendukuang sekali keinginan tersebut.

menuruik kami nan paralu di lakukan kini bukan sekedar kajian-kajian sajo, dari dulu kami raso untuk mengkaji kristenisasi di minangkabau alah berjalan sekalipun indak terlalu booming ka talingo awak dek karano, dikalahkan jo isu-isu nan aktual dan juo sebagian awak sibuk jo mancari pancarian masiang-masiang.

usulan kami disiko mahasiswa minangkabau jakarta raya, adalah merangkul kembali lembaga-lembaga yang sifatnyo bisa di ajak kerja sama tentang iko, contohnyo PPIM )pusat pengkajian islam Minangkabau) yang diketuai oleh ketua MUI sumbar Masoed abidin, kadua MUI sendiri selaku lembaga resmi negara.

langkah iko sebagai terapi kejut kepado masyarakat agar mawas diri dengan usaha kristenisasi di minangkabau.

ndak perlu diadokan kajian lai doh sebab lembaga yang awak ajak kerjasama tu pasti lah punyo data dan maping (pemetaan) penyebaran kristinisasi. tingga awak nan tau maingekkan masyarakat agar jan terjerumus.

sebab ba a, kalau awak mengadakan kajian taruih samo juo maulang dari nol dan agknyo jalan ditampek. lagian awak juo jan terlalu menggadangkan isu kristenisasi ditengah masyarakat yang saat ini sudah mulai majemuk.

terakhir, kalau rasonyo awak lah melakukan tindakan preventif tersebut. masih ado juo yang kanai atau gebrakan dari mereka baru awak urang minang melakukan langkah lain. musuah pantang dicari, batamu pantang di dilakkan.

pak SAAFROEDDIN BAHAR NAN KAMI HORMATI, KAMI DUKUANG USAHO BAPAK KAMI MEMBAHAS HAL IKO DALAM PERTEMUAN DI PADANG BULAN JUNI NANTI. SEMOGA APAK AMBO SELALU SEHAT.AMIIN. ANANDA RAHIM

Mardia Nasir

unread,
May 9, 2007, 8:36:33 AM5/9/07
to Rant...@googlegroups.com
Assalaamu 'alaikum.

Dunsanak sadonyo,

Informasi yang kebetulan saya jumpai di Internet
tentang Bethany Project yang menyenaraikan info
bangsa-bangsa di dunia yg mereka boleh gunakan dalam
kristenisasi. Berikut saya petik info tentang orang
Melayu (mungkin termasuk orang Minang).

Agak menarik bilamana ketika kita umat islam nyenyak
tidur, ada orang yg bekerja keras membuat kajian
tentang bangsa kita. berikut saya petik info mengenai
bangsa Minang dan Melayu.

Wassalaam,
mardia (44) Malaysia

http://www.global12project.com/2004/profiles/p_code/1541.html
Prayer Profile
The Minangkabau of Indonesia

[IMAGE] The Minangkabau are the fourth largest ethnic
group in Indonesia. They live primarily in the
tropical mountain regions of Sumatra, Indonesia's
westernmost island. Sumatra, the sixth largest island
in the world, is populated by people of fifteen
different language groups.

Minangkabau origins were heavily influenced by
Hinduism and date back to around 200 AD. The name
"Minangkabau" represents a high degree of wit and
resourcefulness, since it literally means "winning"
(minang) "water buffalo" (kabau). They are well known
throughout Southeast Asia and Indonesia for their
spicy foods, cultural pride, and successful
businesses.

Perhaps the most unique aspect of the Minangkabau
culture is that their societies are matrilineal. This
means that they recognize descent and inheritances
through the female line. The Minangkabau are the
largest people group in the world to continue this
practice. The strength of their culture is that they
have remained matrilineal while embracing Islam.

What are their lives like?
The majority of the Minangkabau live in Western
Sumatra. They are renowned among scholars and
throughout Indonesia for their prominence in business.
In fact, they are one of the few ethnic groups that
can compete successfully with the Chinese.

The Minangkabau who live in villages have become
highly skilled in several home industries. Their
businesses include weaving, blacksmithing, and
carving. Those who live scattered throughout the
rugged, fertile countryside work primarily as wet rice
farmers.

Known as the world's largest matrilineal people,
Minangkabau properties and family names are passed
down through the women. Marriages are usually arranged
by a representative of the family. Young married
couples usually live with the wife's mother or another
of the wife's relatives. The woman is expected to
manage both a career and the home. Land is owned
collectively and centers around the great-grandmother.
Decisions regarding land usage are made by consensus
with an elected male elder presiding. Many Minangkabau
men leave home seeking wealth and respect. Perhaps
this explains why divorce is a very common occurrence.

The Minangkabau possess a wide variety of cultural
abilities. Worldwide attention has been given to their
distinct styles of art, music, architecture, poetry,
and literature. They also enjoy times of celebration,
such as holidays, Islamic pilgrimages, weddings,
circumcisions, and house dedications.

Their native language, Minangkabau, is distinct, yet
related to the language of the Malay and similar to
Indonesian.

What are their beliefs?
The Minangkabau are 99% Shafiite Muslims. They are
among Indonesia's most devoted Muslims, with many
holding important positions in leadership. Religious
services are well attended. The five pillars of Islam
are diligently practiced, and pigs and pork are
detested. Although some folk religions are in
existence, they are generally looked down upon.

It is very interesting that the mythology concerning
their origin includes the story of a worldwide flood
and three brothers who survived on a boat!

The Minangkabau take great pride in their ancestry,
claiming to have descended from Alexander the Great.
They have had an impact on nearly every aspect of
Indonesian life, including the government, the arts,
and various professional ventures. Unfortunately,
these things have given them a false sense of
security, and they appear to have no need for the
Gospel. However, loss of old traditions and increased
migration into the cities may provide inroads for the
Gospel into this tightly knit group.

What are their needs?
There are currently eight missions agencies targeting
the Minangkabau; however, little progress has been
made among them. The New Testament, the Jesus film,
and Christian radio and television broadcasts are
available in their language. Yet, there are only about
1,000 known believers. The Islamic religion is very
difficult to penetrate. Christian laborers who are
sensitive to the Muslim culture are needed to live and
work among these living in spiritual darkness.

Prayer Points

* Ask the Lord to call people who are willing to
go to Indonesia and share Christ with the Minangkabau.
* Ask God to strengthen, encourage, and protect
the small number of Minangkabau Christians.
* Pray that the Minangkabau believers will be
credible witnesses among their own people.
* Pray for the completion of Bible translation,
publication, and distribution among the Minangkabau.
* Ask the Holy Spirit to soften their hearts
toward Christians so that they will be receptive to
the Gospel.
* Pray for God to stir up a desire within the
native Indonesian church to reach their Muslim
neighbors with the Gospel.
* Ask the Lord to raise up a strong local church
among the Minangkabau by the year 2000.

[MAP]
See also the following related group:
the Minangkabau of Malaysia
Statistics
Latest estimates from the World Evangelization
Research Center.

THE PEOPLE

* People name: Minangkabau
* Country: Indonesia
* Their language: Minangkabau
* Population:
(1990) 4,608,300
(1995) 4,980,800
(2000) 5,362,500
* Largest religion:
Muslims (Shafiites) 99.9%
* Christians: <1%
* Church members: 996
* Scriptures in their own language: New Testament
* Jesus Film in their own language: Available
* Christian broadcasts in their own language:
Available
* Mission agencies working among this people: 8
* Persons who have heard the Gospel: 1,843,900
(37%)
Those evangelized by local Christians: 150,400
(3%)
Those evangelized from the outside: 1,693,500
(34%)
* Persons who have never heard the Gospel:
3,136,900 (63%)

THEIR COUNTRY

* Country: Indonesia
* Population:
(1990) 182,811,600
(1995) 197,587,700
(2000) 212,730,600
* Major peoples in size order:
Javanese 26.2%
Javanese Indonesian 10.7%
Sudanese 10.6%
Madurese 10.7%
Sudanese Indonesian 3.1%
Han Chinese 2.6%
* Major religions:
Muslims 43.7%
New-Religionists 35%
Christians 13%
Ethnic religionists 2.6%
Hindus 1.9%
Nonreligious 1.9%
Buddists 1.0%
* Number of denominations: 113

http://www.global12project.com/2004/profiles/clusters/8101.html
Prayer Profile
The Diaspora Malay
A cluster of 8 Maly groups in 8 different countries.

[IMAGE] While the Malay are spread throughout
southeastern Asia, the majority are centered in the
country of Malaysia. There, they make up about half of
the population, sharing the country with Chinese and
Indian minorities. The dispersal of the Malay was in
progress by the fifth century A.D., when the Malay
began to dominate local trade in southeastern Asia and
long distance trade between northwestern India and
southern China. Their domination of sea trade
continued until the 1500's and even into the European
colonial period.

In addition to sea trade, some Malay may have been
transported as slaves in the 1700's; others were
political exiles. The most important Malay minorities
live in Indonesia, Brunei, Singapore, and Thailand.
Almost 400,000 live in Singapore, where Malay is one
of the national languages. In Thailand, they are the
majority population of the four southernmost
provinces. There are smaller communities in
Madagascar, Taiwan, Myanmar, Yemen, the United
Kingdom, and the southern Philippines. In these
countries they are referred to as "Coastal Malay."

What are their lives like?
Generally, the Malay tend to be a rural people. Even
in countries such as Singapore, they are found living
together in villages, or kampungs. Most of the Malay
are wet rice farmers. They may also work on small
rubber tree plantations. Others work as laborers on
large agricultural estates. Many urban Malay have
found employment as government clerks, technicians,
factory workers, sales persons, or small businessmen;
very few have professional occupations. Certain
traditional Malay arts and crafts still flourish, such
as the making of batik cloth and the production of
metals.

In general, courtesy is a very important aspect of
Malay society. Most of their groups are loosely
structured, their commitments are not strong, and
loyalty to a group is not as important as being
courteous. The "pure Malay" is considered to be kind
towards women, children and animals; introspective;
polite; slow to speak; passive; and indolent. Yet,
when angered, a Malay may lose all self-control and
get into a frenzy. Of course, there are many
variations of what a "true Malay" is, depending on the
countries in which they now live. Cleanliness is
typically a feature of most Malay homes. As Muslims,
they generally do not eat pork or drink alcohol.

Most Malay families consist of a husband, his wife,
and their children. In Malay society, marriage is
expected of every person. According to Islamic law, a
man may have as many as four wives. However, most
marriages are monogamous (having only one wife).
Although many marriages are arranged, the consent of
both parties is required. There are no descent or
kinship groups among the Malay.

The strongest characteristic of Malay identity that
remains consistent regardless of their location is
their adherence to the Islamic faith. Malays worldwide
recognize a Malaysian law that defines a Malay as "a
person belonging to any Malayan race who habitually
speaks Malay (or any Malayan language) and professes
the Muslim religion."

What are their beliefs?
Even though the Malay identify strongly with Islam,
they continue to practice many aspects of their
pre-Islamic religions of Buddhism, Hinduism, and
ethnic religions. For example, they commemorate many
important events in life such as birth, marriage, and
death with non-Islamic rituals. It is common for Malay
who live in rural areas to believe in ghosts, goblins,
and spirits. Also, if medicine is unavailable, a
shaman (priest or priestess who communicates with the
spirits) will often be brought in to treat an illness.
For these reasons, other Muslims see the Malay as poor
Muslims who have distorted the doctrines of Islam.

The Malay observe the traditional Islamic holidays.
Muslim rites are also performed at the beginning and
ending of every ceremony&#65533;even those that are
Hindu-Buddhist in content&#65533;especially weddings.

What are their needs?
Although tools such as the Bible, evangelistic
literature, the Jesus film, and Christian broadcasts
are available to the Malay, less than 1% of their
population has accepted Jesus as Savior. In the
countries of Malaysia and Brunei, it is illegal to
evangelize Muslims. However, the Malay living in other
countries have freedom of religion. Christians in
these countries must seize the opportunity to share
Christ with the Malay.

Increased intercession and missionary efforts are
needed to see the Malay reached with the Gospel.
Perhaps Christian teachers and businessmen will have
the most opportunities to share the love of Jesus with
them.

Prayer Points

* Ask the Lord of the harvest to send forth
laborers to work among each of the Malay groups.
* Ask the Holy Spirit to grant wisdom and favor to
the missions agencies that are targeting the Malay.
* Pray for effectiveness of the Jesus film and
Gospel broadcasts among the Malay.
* Ask the Lord to send Christian businessmen to
minister life to the Malay in various countries.
* Pray that God will reveal Himself to the Malay
through dreams and visions.
* Pray that God will give the small number of
Malay believers boldness to share Christ with their
own people.
* Take authority over the spiritual principalities
and powers that are keeping the Malay bound.
* Ask the Lord to bring forth many triumphant
Malay churches for the glory of His name!

=== message truncated ===


Mardia and Mustaffa Artisan Bakery
Keeping Traditions Alive
www.bakerette-cafe.com Our Bakery Website
==== HEALTH SECRETS (what your doctor isn't telling you)
English Website http://www.doc-schnitzer.com
Did you already inform somebody today?



____________________________________________________________________________________
TV dinner still cooling?
Check out "Tonight's Picks" on Yahoo! TV.
http://tv.yahoo.com/

Hayatun Nismah Rumzy

unread,
May 9, 2007, 10:33:41 AM5/9/07
to Rant...@googlegroups.com
Assalamu Alaikum W. W.
Sidang RN nan ambo hormati,
Ambo nan mamulai mungkin sabaiaknyo ambo mambari tanggapan baliak.  Sabatuanyo ambo nio batanyo kaurang nan tahu adaik dan nan tahu agamo. Kalau ka batanyo kaurang nan tahu agamo banyak tampek batanyo di Jsakarta ko dan banyak buku nan bisa dibaco. Ambo indak ingin urang nan tahu adaik dan tak tahu agamo manimpali. Banyak tanggapan nan ambo tarimo ragam pandapek urang banyak ragam pulo latar balakang urang nan mambarikan tanggapan. Maklumlah kan kapalo nan samo babulu pandapek ciek surang. Banyak nan positif tapi indak tangguang pulo banyaknyo nan negatif.  Ado nan manjawab tanyo tapi ado pulo lain ditanyo lain dijawab. 
Sangajo ambo mambao topik iko nio manengok bagaimana dengan generasi muda mendatang berdiskusi secara sopan dan beradat tidak menambah dosa dan ini ada hubungan dengan Minang.  Kita selama ini selalu diguide oleh Bandaro untuak selalu membicarakan Minang dengan kespesifikannya di mailing list ini. Mungkin agaknyo hal iko paralu diseminarkan.
Ananda yang muda-muda pemuda harapan bangsa generasi penerus bangsa ini cobalah berdiskusi dengan mendengar kalian semua akan banyak ketemu diarena pekerjaan bagaimana tata cara berdiskusi itu. Keberhasilan kita ditempat pekerjaan tergantung dari tata cara kita berdiskusi.  Mari berdiskusi secara fair.
Kapado pak Saafroedin Bahar tarimo kasih lah ka mambao masaalah ko ka seminar adaik di Sumbar.
Ananda Bandaro Labiah manyiram aie sajuak dengan jawabannyo. Ananda Mardiah thanks untuk articlenya menarik juga pembahasannya. Ananda Benni dllnya coba kita stick to the rule yaitu jangan mengubah subjek jawab saja yang bundo tanyakan. Ambo indak nio mabicarokan Islam Liberal dan ambo bukan Islam Liberal. Ambo memang bakarajo jo urang Amerika tapi pakaro keyakinan kita masing2 hanya Allah SWT yang maha mengetahui. Jangan berburuk sangka Astagfirullah.
Ambo masih manunggu jawaban dari pak Azmi Kasim dan kalau bisa kapado buya Masoed Abidin.
Tarimo kasih
Wassalam bil maaf
 
-----Original Message-----
From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Hayatun Nismah Rumzy
Sent: Wednesday, May 09, 2007 1:59 AM
To: Rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] Keristenisasi

Assalamu Alaikum W. W.

Saya menceritakan kejadian yang terjadi dikampung saya. Sebuah desa yang jaraknya dari Payakumbuh kira-kira 18 km.  Waktu menumpas PRRI tahun 1961/1962 desa kami ini dijadikan basis oleh tentara pusat dengan membuat box (benteng) dan lengkap dengan Tugu Pembebasannya. Maka berkeliaranlah tentara-tentara Pusat tersebut dikampung dan banyak yang mengawini gadis-gadis desa kami.  Ada yang menikah dengan orang Batak ada dengan orang Indonesia bagian Timur dan ada pula yang  menukar agamanya menjadi Kristen.  Waktu itu orang-orang desa takut karena mereka berkuasa. Sebab waktu itu tak ada hukum tentara tsb. main pukul saja dan mereka tidak bisa dijangkau hukum sampai terus ke zaman orde baru. Waktu tentara Batak tersebut pensiun perempuan itu  memutuskan pulang kekampung dengan memboyong anak-anaknya. Jadilah ada sebuah keluarga Yang merayakan Natal dan bertanda salib dikampung kami tsb.  Sebelumnya selama dunia terkembang belum ada didesa kami yang beragama selain Islam.  Baru-baru ini perempuan tsb. meninggal dan dia minta dimakamkan didepan rumahnya (maaf dikampung kami belum ada pandam pekuburan). Jadilah sekarang kalau anda datang berkunjung kedesa saya anda akan menemukan sebuah kuburan yang bertanda salib (+) dipinggir jalan desa.

 

Yang ingin saya tanyakan kepada pemangku adat, pemangku agama, dan perangkat desa mungkin kepada bapak Azmi Kasim atau siapa saja yang dapat memberikan jalan keluarnya persoalan yang terjadi dikampung kami yaitu sbb:

  1. Karena selalu didengung-dengungkan ABBSK apakah orang yang memeluk agama selain Islam dapat menggunakan pusako tinggi?
  1. Karena selalu dikatakan kita tak boleh SARA, dan harus menghormati agama lain maka jadinya orang-orang membiarkan keluarga tsb. beribadat menurut agamanya.
  1. Apakah kalau seandainya KAN (Kerapatan Adat Nagari) yang terdiri dari tungku 3 sajorangan dapat bertindak supaya jangan dimakamkan didesa itu orang yang beragama selain Islam? Apakah akan dikatakan melanggar HAM?
  1. Keadaan mengkhawatirkan saya karena lama-lama secara berangsur akan ada tambahan untuk yang bersalib tsb. karena anak-anaknya akan menikah dan ada 2 kemungkinan terbawa ke Kristen atau kembali ke Islam.
  1. Kami sudah terbiasa dengan hidup disekitar multi ras dan multi religi tapi untuk didesa kecil di Sumbar (nagari) rasanya kok belum diterima. 

 

Wassalam dan maaf saya menunggu jawabannya,

Hayatun Nismah Rumzy (68+)

   

Saafroedin BAHAR

unread,
May 9, 2007, 11:09:14 AM5/9/07
to Rant...@googlegroups.com
Assalamualaik w.w. Ananda Rahim, tarimo kasih ateh
dukungan Ananda.

Memang masalah nan akan samakin banyak kito hadoki di
maso datang adolah kemajemukan, artinyo akan hadir
urang nan bukan orang Minang dan bukan pulo urang
Muslim di tangah urang awak. Kini kito alah tahu
bahaso upayo marayu urang awak masuak kristen tu
bajalan taruih. Samakin lamo samakin tabuka, bahaso
ado di antaro dunsanak kito, atau urang kampuang kito
nan alah masuak kristen. Taradok dunsanak-dunsanak nan
saroman ko alun ado tadanga usaho nan sistematis
untuak mambao mereka baliak masuak ka Islam. Umumnyo
kito sakadar manjauahi sajo.

Data nan langkok, sarato pamantauan nan balanjuik
manganai kristenisasi di Sumbar, dan baa strategi nan
mangkuih untuk menghadokinyo, rasonyo iyo alun ado
lai. Kito kan tahu baa kondisi organisasi-organisasi
urang awak salamo ko. Sagalo amatiran. Pado hal nan
dihadoki adolah organisasi profesional dan baskala
dunia. Kalau indak dipeloki barisan urang awak, ambo
khawatir kito akan 'dimakannyo sasaik sasaik'.

Baa caronyo mampasatukan urang awak yang jumlahnyo
indak banyak bana doh [kl 4.5 - 9 juta dari 220 juta
orang Indonesia, antaro 2 sd 4 % sajo], itu nan jadi
pikiran ambo salamo ko. Susah bana malakukannyo,
karano kito bapikia paliang tinggi sanagari-sanagari.
Lagi pulo kito labiah banyak sibuk dek soal sako jo
pusako sajo, sahinggo indak nampak lai masalah nan
labiah gadang.

Ado ciek lai, sia nan ka bana-bana amuah manghadoki
masalah kristenisasi ko sacaro basungguah-sungguah,
dan indak salincam-salincam sajo ?

Wassalam,
Saafroedin Bahar

--- daim rahim <daim_...@yahoo.com> wrote:

=== message truncated ===

azmi abu kasim azmi abu kasim

unread,
May 9, 2007, 12:30:11 PM5/9/07
to Rant...@googlegroups.com

Kelapa Gading  9  Mei  2007
 
Assalamuálaikukm w.w.
Ibu Hayatun Nisma Rumzy sarato dunsanak
sapalanta nan ambo hormati
 
Ambo ucapkan terimo kasih kepado Ibu ateh perhatian ibu,  ambo akan mancubo mangamukokan pandapek diliek dari aturan adat sesuai nan ambo ketahui.
 
Kito sungguh  sangat prihatin dan sedih membaca  cerita ibu tentang hal yang terjadi di kampung ibu, memang agak sulit mencari solusinya karena hal ini telah terjadi sudah sangat lama yaitu berawal sejak  pergolakan PRRI.
Menurut aturan Adat Minangkabau, sesuai dengan pilosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) sebenarnya sudah jelas, bahwa setiap orang Minang itu pasti Islam Agamanya. Apabila orang Minang tidak Islam lai agamonyo,… maka dia indaklah orang Minang lai, tetapi dia adalah orang Sumatera Barat. Oleh karena itu setiap orang Minang yang  berpindah agama, maka dia berarti juga telah melepaskan hak-hak menurut adat seperti sako jo pusako. Tegasnya orang tersebut tidak berhak lagi tinggal di Rumah Gadang dan mengambil hasil harta pusako, karena rumah gadang dan harta pusako tinggi adolah milik adat sebagai warih nan di jawek pusako nan ditarimo. Dan masyarakat Minang sesuai dengan aturan adat telah sepakat beragama tunggal yaitu agama Islam, sesuai dengan baiah Bukik Marapalam.
Maka untuk hal tersebut peranan serta ketegasan mamak-mamak dalam kaum atau suku yang bersangkutan serta para pemangku adat dan Kerapatan Adat Nagari pada nagari yang bersangkutan sangatlah penting dalam melaksanakan aturan-aturan adat tersebut.
 
Ambo takalo ambo mulai diangkek manjadi panghulu dalam suku ambo epat tahun nan lalu, salah satu aturan nan termasuak ambo sosialisasikan kapado dunsanak kamanakan ambo adolah tentang hal tersebut, yaitu bahwa apabila ado nan dunsanak kemanakan nan kawin dangan nan balain agamo atau pindah agamo, mako sangsinyo adolah dibuang manuruik adat, indak dibao duduak samo randah tagak samo tinggi dan hak-hak manuruik adat seperti sako jo pusako harus di lepas. Di Jakarta sudah beberapa kali ambo mamanggia kamakan ambo nan kabatulan bapacaran dengan orang nan balain agamo, namun alhamdulillah setelah di nasehati dan di jelaskan lai sadar dan kemudian mamutuihkan hubungannyo.   
Selanjutnyo tentang persoalan nan ibu kamukokan, saran ambo kironyo sabalun awak malaksanakan aturan-aturan seperti tersebut diatas, sebaiknyo dilakukan terlebih dahulu pendekan dengan memberikan pandangan-pandangan, atau nasehat-nasehat, mudah-mudahan lalok sakalok barasian timbua kabanaran dalam mimpi, kok untung lai saseknyo suruik, salahnyo  kembali, tutua tobat salah mamparbaiki, salah ka Tuhannyo Tobat, salah kamanusianyo mintak maaf. Sakian sajo mohon maaf jikok ado nan kurang berkenan.
 
Wassalam,
 
Azmi Dt.Bagindo.
 
Assalamu Alaikum W. W.
Saya menceritakan kejadian yang terjadi dikampung saya. Sebuah desa yang jaraknya dari Payakumbuh kira-kira 18 km.  Waktu menumpas PRRI tahun 1961/1962 desa kami ini dijadikan basis oleh tentara pusat dengan membuat box (benteng) dan lengkap dengan Tugu Pembebasannya. Maka berkeliaranlah tentara-tentara Pusat tersebut dikampung dan banyak yang mengawini gadis-gadis desa kami.  Ada yang menikah dengan orang Batak ada dengan orang Indonesia bagian Timur dan ada pula yang  menukar agamanya menjadi Kristen.  Waktu itu orang-orang desa takut karena mereka berkuasa. Sebab waktu itu tak ada hukum tentara tsb. main pukul saja dan mereka tidak bisa dijangkau hukum sampai terus ke zaman orde baru. Waktu tentara Batak tersebut pensiun perempuan itu  memutuskan pulang kekampung dengan memboyong anak-anaknya. Jadilah ada sebuah keluarga Yang merayakan Natal dan bertanda salib dikampung kami tsb.  Sebelumnya selama dunia terkembang belum ada didesa kami yang beragama selain Islam.  Baru-baru ini perempuan tsb. meninggal dan dia minta dimakamkan didepan rumahnya (maaf dikampung kami belum ada pandam pekuburan). Jadilah sekarang kalau anda datang berkunjung kedesa saya anda akan menemukan sebuah kuburan yang bertanda salib (+) dipinggir jalan desa.
 
Yang ingin saya tanyakan kepada pemangku adat, pemangku agama, dan perangkat desa mungkin kepada bapak Azmi Kasim atau siapa saja yang dapat memberikan jalan keluarnya persoalan yang terjadi dikampung kami yaitu sbb:
  1. Karena selalu didengung-dengungkan ABBSK apakah orang yang memeluk agama selain Islam dapat menggunakan pusako tinggi?
  2. Karena selalu dikatakan kita tak boleh SARA, dan harus menghormati agama lain maka jadinya orang-orang membiarkan keluarga tsb. beribadat menurut agamanya.
  3. Apakah kalau seandainya KAN (Kerapatan Adat Nagari) yang terdiri dari tungku 3 sajorangan dapat bertindak supaya jangan dimakamkan didesa itu orang yang beragama selain Islam? Apakah akan dikatakan melanggar HAM?
  4. Keadaan mengkhawatirkan saya karena lama-lama secara berangsur akan ada tambahan untuk yang bersalib tsb. karena anak-anaknya akan menikah dan ada 2 kemungkinan terbawa ke Kristen atau kembali ke Islam.
  5. Kami sudah terbiasa dengan hidup disekitar multi ras dan multi religi tapi untuk didesa kecil di Sumbar (nagari) rasanya kok belum diterima. 
 
Wassalam dan maaf saya menunggu jawabannya,
Hayatun Nismah Rumzy (68+)


Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

ZUL FIKRI

unread,
May 9, 2007, 10:22:02 PM5/9/07
to Rant...@googlegroups.com
Wa'alaikumsalam pak safroedin bahar

Kalau buliah ananda ikuik pulo mangomentari berkenan dg kristenisasi ko.  kalaulah buliah tahu apo konsep nan apak adoh untuak menghadapi kristenisasi ko.  Barangkali kalau buliah jo bisa sato pulo ambo ikuik ciek.  apo nan ambo bisa itu nan ka disumbangkan.  indak adoh pitih, tantu tanago. atau pamikiran pak, ciek lai tantu jo do'a.

Fikri

On 5/9/07, Saafroedin BAHAR <sbaha...@yahoo.com> wrote:

Bandaro Labiah

unread,
May 9, 2007, 10:23:23 PM5/9/07
to Rant...@googlegroups.com
Asssalamu'alaykum w.w.
 
Benny !!!
 
iyo basumangaik kalau masalah iko ko
 
kok dialiah lantak pasupadan
basuangkan dado ang yuang
indak cadiak bagak dipakai
jan takuk ka basimbah darah
nyampang basilang karih nan tibo
basiru tombak nan datang
kok malatuh badia tigo dantun
ditangkih jo tangan kida
bakilah badan ka suok
lunakkan basi jo maripaik
bapantang mati sabalun aja
nan hiduik iyo sakali
kuaik-2 lah ang mancari yuang
rajin-2 molah baraja
ang ka diarok maso katibo
ka palawan dunia urang
ka pambangkik tareh nan tabanam
tibo diwarih ka manjawek,
jiko dipusako ka manolong
 
wasssalamu'alaykum w.w.
 
Bandaro Labiah
*masalah nan lain, sasudah tgl 12 lah yo

suheimi ksuheimi

unread,
May 9, 2007, 11:47:48 PM5/9/07
to Rant...@googlegroups.com
Yang disajikan Oleh Nuraini B  sangat berkesan dan menyentuh
Saya usulkan tulisan seperti ini  agar di muat dalam buku saku utk jadi  bahan renungan dan jadi pegangan dalam mendidik anak
Mudahan2an  Hanifah  dan kita2  dapat memahaminya
 
salam teriring do'a
 
K Suheimi

suheimi ksuheimi

unread,
May 10, 2007, 12:02:49 AM5/10/07
to Rant...@googlegroups.com
Hanifah
Banyak kisah-kisah selama jadi anak dan selama  mendidik anak
Tapi kini mereka jauh dimata. Kadang-kadang tanpa terasa dan tanpa disadari satu-satu air itu menetes dan terasa asin,  jika ingat mereka, sambil membayangkan wajah dan perangainya
disaat tua ini ingin sekali bersama anak dan cucu
insyaallah berikut ini akan saya lantunkan kisah2 tersebut
salam dan do'a

hanifah daman

unread,
May 10, 2007, 4:11:34 AM5/10/07
to Rant...@googlegroups.com
Assalammualaikum Wr Wb bapak Suheimi yth
 
Bapak jangan marah ya karena hanifah bilang, tulisan bapak mengingatkan hanifah ke papa. Papa hanifah pekerjaan terakhirnya petani, sementara bapak Prof.
Status sosial dan penghasilan yang beda banget. .
Walau berbeda status dan penghasilan, tapi ada jugalah yang sama, sama-sama suka membaca dan penyayang he he he.
 
Bapak benar, banyak kisah selama jadi anak maupun selama mendidik anak.
Bapak bayangkan ...ketika jadi anak, hanifah adalah anak yang badung. Ketika jadi ibu... hanifah ibu yang suka ninggalin anak-anak. Berkat Rahmat Allah SWT jualah sehingga hanifah bisa menjadi dosen dan memiliki anak-anak yang agamanya lebih baik dari hanifah.
Semoga Allah tak henti memberi Berkah dan Rahmatnya kepada kita semua. Amin
 
Bagaimana menurut bapak yang harus dilakukan oleh keluarga di Minangkabau untuk menagkal upaya kristenisasi ?
Menurut hanifah salah satu cara adalah mendidik anak-anak mulai dari  usia TK agar belajar Agama, bukan hanya belajar baca Alquran saja seperti yang selama ini ada di RANAH.
Kalau yang sudah ABG tapi tidak tau agama, malah ikutan terlibat Narkoba ... hanifah tidak tau solusinya. ABG yang seperti ini beberapa waktu yll sempat melanda Sungai Tanang. Mudah-mudahan musibah gempa yang baru saja berlalu dapat menyadarkan warga Ranah agar tobat dan kembali kejalan yang benar. Amin
 
Wassalam
 
Hanifah Damanhuri
 
 
suheimi ksuheimi <ksuh...@yahoo.com> wrote:
Hanifah
Banyak kisah-kisah selama jadi anak dan selama  mendidik anak
Tapi kini mereka jauh dimata. Kadang-kadang tanpa terasa dan tanpa disadari satu-satu air itu menetes dan terasa asin,  jika ingat mereka, sambil membayangkan wajah dan perangainya
disaat tua ini ingin sekali bersama anak dan cucu
insyaallah berikut ini akan saya lantunkan kisah2 tersebut
salam dan do'a
 
K Suheimi


Get your own web address.
Have a HUGE year through Yahoo! Small Business.

Saafroedin BAHAR

unread,
May 11, 2007, 7:16:11 PM5/11/07
to Rant...@googlegroups.com
Waalaikumsalam w.w. Dunsanak Zul Fikri,

Inti konsep ambo dalam manghadoki kristenisasi adolah
konsolidasikan Minangkabau tu badasar doktrin ABS SBK,
atau labiah tapek lai, doktrin 'Syarak Mangato, Adat
Mamakai', baik dalam soal iman maupun dalam soal
amalnyo.

Kito alah banyak batuka pikiran manganai masalah nan
takaik jo konsolidasi ABS-SBK ko dalam RantauNet.
Nampaknyo konsolidasi ko masih sulik bana, karano ado
duo aliran gadang dalam mamahami apo nan dikanduang
dalam ABS SBK, tautamo kalau alah manyangkuik sistem
kekerabatan dan sistem pewarisan. Sagalo wacana
baranti kalau alah masuak ka duo materi iko.

Salamo alun ado kajaniahan dalam ABS SBK, salamo itu
pulo ado kalamahan, nan bisa dimasuki dek kampanye
kristenisasi.

Faham ambo sederhana sajo, yaitu kok iyo identitas
kito urang Minang adolah ABS SBK, yo rumuskanlah
sacaro janiah, dan laksanakan sacaro 'istiqomah'.

Wassalam,
Saafroedin Bahar

=== message truncated ===


____________________________________________________________________________________Need a vacation? Get great deals
to amazing places on Yahoo! Travel.
http://travel.yahoo.com/

daim rahim

unread,
May 12, 2007, 7:57:13 AM5/12/07
to Rant...@googlegroups.com
Asssalamualaikum Wr,Wb.
 
apak ambo nan kami hormati, ananda sangaik sanang bana mangikuti diskusi rantau net kali ko. bagi ananda iko hal nan langka diperbincangkan di muko publik.
 
salanjuiknyo mansikapi pandapek pak ambo (pak saf) tentang  konsep mahadoki keristenisasi ananda satuju, nampak di ananda usulan agak manyintuah perbaikan normatif urang minang pada dasarnya yaitu ABS SBK paralu dirumuskan.
 
itu batua juo pak, tapi untuk dalam waktu singkek ko manuruik ananda ndak mungkin kasalasai capek tudoh, tapi lah samo-samo tau awak urang awak ko. nah samintaro itu masih lamo nan kristenisasi tetap juo manusuk manyalinap ka minangkabau nan kito cintoi.
 
oleh karena itu, menuruik ananda nan masih umua sataun jaguang ko pak. ado dua catatan sabalum awak bertindak. partamo apakah yang ka awak lakukan adalah Tindakan Preventif (mencegah/pertahanan diri) atau tindakan menyelesaikan kasus kristenisasi nan alah manjala salamo ko.
 
kalau tindakan preventiv barangkali kito bisa lakukan dengan sosialisasi (mungkin lebih tepatnyo :dakwah) terhadap bahaya serta kriustenisasi di sekitar kita kepada anak kemenakan kito. caronyo adalah kiti-kito ko yang mensosialisasikan dengan cara bisa secara langsung dengan face to face arau disetiap pertemuan urang awak selalu di ingatkan kepado dunsanak wak. atau sosialisasi dengan melakukan kerja sama dengan lembaga pemerhati masalah iko. seperti MUI SUMBAR, atau PPIM melalui buya masoed. nah agar lebih berkesinambungan mako ananda usul sebaiknyo ado tim yang mengelola iko (apo namonyo terserah). dan anak mudo KMM JAYA ananda raso siap untuak itu kalau apak bimbiang.
 
kemudian kalau tindakannya adalah menyelesaikan nan alah terjadi iko menuruik ananda yo baabih-abih hari awak ndak kasalasai salasai do pak. contohnyo adiak buya hamka nan sadang diperbincangkan kini. kiro apa nan bisa wak harapkan darinyo. apakah supayo inyo baliak ka islam baliak (bisa sajo, tapi kecil kemyngkinan) atau menghukumnyo sebagai urang minang (apo dampak baiknyo kamasyarakat apalagi inyo sendiri). barangkali menuruik ananda nan alah sudah terjadi kito jadikan sajo data kelam urang minang nan alah murtad dan wak jadikan inyo sebagai contoh kelam urang minang
 
karano percuma kalau wak masih basiarak masalah normatif juo taruih karano dalam waktu dakek ko ndak kasalasai-salasai. artinyo dalam manghadapi kristenisasi bukan itu yang menjadi fokus awak.
 
pemahaman ABS SBK bagaimanapun tetap harus di kaji ulang, tapi bukan dalam rangka mengahadoi kristenisasi yang semakin berkembang kini ko.
 
rillnyo adalah dari kaduo point di ateh, bisa di follow up dengan cara bentuk tim pengakaji yang akan melakukan counter attack (serangan balik) dari para pelaku kristenisasi dari para kader-kader muda yang paham akan hal itu. mungkin bisa dilakuakan pertemuan untuak hal iko.
 
kaduo adalah tangguang jawab kito basamo untuak selalu maingekkan samoaing kanan kiri muko bilakang ,ateh bawah saudara kito kawan dan dunsanak sadonyo akan bahaya kritenisasi di sekeliling awak.
 
ikonyo pak yang dapek ananda sumbangkan. baragkali indak sistematis deka jawabannyo spontan sajo. o iyo pak alhamdulillah dek doa apak ananda alah lulus jadi Calon hakim di Mahkamah Agung kini ananda karajo di Rakyat Merdeka jadi wartawan sembari menunggu masuk PNS.
 
wassalam (ananda Abdurrahman Rahim)


 

Boardwalk for $500? In 2007? Ha!
Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at Yahoo! Games.

Saafroedin BAHAR

unread,
May 12, 2007, 8:29:01 AM5/12/07
to Rant...@googlegroups.com
Waalaikumsalam w.w. Ananda Rahim,

Paratamo ambo ucapkan selamat ateh ditarimonyo Ananda
sabagai calon hakim, dan samantaro tu alah bakajo di
bidang pers.

Pado umumnyo pandapek Ananda tu batua. Tingga mancari
baa caronyo mangkonsolidasikan potensi urang Minang
nan baserak-serak ko. Limbago-limbago nan Ananda
sabuik tu saparati PDIM dan MUI Sumbar juo mahadoki
masalah nan samo, yaitu salain kekurangan dana, juo
karano paling susah manyatukan dan maaajak urang awak
ko bakarajo samo.

Kok pemgurus KMM Jaya ado wakatu, ambo undang Ananda
basamo duo tigo urang pangurus lain, sabagai paninjau
dalam rapek Dewan Penasehat Gebu Minang tanggal 19 Mei
2007 jam 10.00 di Komnas HAM.Rapek tu marupokan
parsiapan untuak lokakarya masyarakat hukum adat di
Padang tanggal 19 Juni nan akan datang.

Atau dalam pertemuan pendahuluan jo Prof Dr Asmaniar
Idris MA hari Senin tanggal 14 Mei 2007 jam 10.00 di
Komnas HAM.

Wassalam,
Saafroedin Bahar

=== message truncated ===


____________________________________________________________________________________Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows. Yahoo! Answers - Check it out.
http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396545433

daim rahim

unread,
May 12, 2007, 9:03:00 AM5/12/07
to Rant...@googlegroups.com
pak saf nan ananda hormati
 
terimo kasih ateh tanggapan apak.
insya allah undangan apak akan ananda musyawarahkan jo ka kawan-kawan KMM JAYA,
apolagi kini kepengurusan baru.
 
Wassalamualaikum Wr.Wb.
 


 

Be a better Globetrotter. Get better travel answers from someone who knows.

Saafroedin BAHAR

unread,
May 12, 2007, 4:10:38 PM5/12/07
to Rant...@googlegroups.com
Alhamdulillah Ananda Rahim,

Ambo tunggu kabanya.

Wassalam,
Saafroedin Bahar

=== message truncated ===


____________________________________________________________________________________
Looking for earth-friendly autos?
Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos' Green Center.
http://autos.yahoo.com/green_center/

daim rahim

unread,
May 18, 2007, 7:56:07 AM5/18/07
to Rant...@googlegroups.com
assalamualikum wa.wa.

beberapa waktu lalu di Koran Rakyat Merdeka Tempat Ambo Jadi Wartawan di Hal 2 Politik Lokal ado berita Bahwa Asril Menyalip Djasri MArin untuak menjadi CAWAGUB yang akan digandengkan jo Fauzi Bowo.

Kubu tim Sukses Asril T. yang Dikomandsani OYONG KRISTiAN mengaku bahwa Forum Komunikasi Perantau Minang telah dibisiki oleh Fauzi Bowo yang intinya Asril Siap-siap menjadi CAWAGUB nya Fauzi.

Pemberitaan iko mambuek Kubu tim sukses Djari Marin (yang manamokan diri Koalisi Organisasi Perantau Miang DKI yang ditandatangani H. Rainal Rais) angek dingin dan mengkonfirmasi lewat Fax ka Kantor Ambo bahwa selama Iko Forum Komukasi Perantau Minang yang di pimpin oleh Oyong (tim Sukses Asrl) dari awal memang pendukung asril (kato Rainal Rais)

samantarao dari Fax yang ambo tarimo Koalisi Organisasi Perantau Minang DKI (tim sukses Djasri) mangaku pulo bahwa kelompoknyolah yang salamoko mandukuang Djasri mArin dengan fakta bahwa Puluhan Organisasi Minang DKI alah bargabuang disitu, bahkan menurut Rainal Rais dalam Peryataannyo Organisasi Non Minang Pun tergabung dalm Koalisi Organisasi Perantau Minang yang diketuai beliau.

ambo maliek secaro pribadi ado nilai-nilai yang kurang bagus yang akan dicapkan kepada orang minang di Jakarta ko, sebab ambo caliak duo Kubu iko masing-masing mencap dirinyo didukung oleh perantau Minang di DKI (walau melalui tim Suksesnyo).

dari Kacomato politik sah-sah sajo hal iko terjadi, namun ambo berpendapat bahwa masyarakat Minang seakan-akanj ikut terseret dalam kepentingan mereka masing-masing demi mendapatkan simpati dan dukunga.

pertamo akan timbul pertanyaan bagi ambo, orang minankg yang ma yang mandukuang masing-masing Kubu iko? kaduo Organisasi yang ma yang terlibat dalam Koalisi atau Organisasi yang mereka bawa.

sehingga bagi kebanyakan urang awak nan dirantau nan ndak tau manau atau merasa ndak ikut serta dalam perebutan kepentingan politik tabao rendo.

salanjuiknyo ambo mengusulkan kapado Kubu nan sadang mancari dukungan ko. agar bermain secara Cantik dan Fair lah. jan saling bunuh karakter masing masing.

dalam politik bias-bisao sajo dan wajar malah, cuma kalangan Non Minang menilai bahwa urang Minang ternyato ndak Barsatu dengan adonyo suaro nan pacah dilua.

salanjuiknyo kapado tim sukses, manahan diri agar jan capek-capek mambiak langkah politik dengan memberikan release ka media dal;am rangka konfirmasi, sebab media sangat sensitif sekali apaolagi "Rakayat Merdeka" iko koran Politrik.

Ambo berpendapek adaonyo saling kalirifikasi dan saling dukung-dukungan dari duo calon nan dari minang Kini ko, Kalau kelihatan bana Pergesekannyo mako Bukannyo malah dilirik salah satuyo oleh Fauzi Bowo MALAH DUO-DUONYO NDAK DILIRIK SAMO SEKALI.

makonyo kito urang minang upayokan bermain cantik. Kapdo pak RAINAL RAIS MAUPUN OYONG KRISTIAN AGAR MANAHAN DIRI,semoga diantara ckedua Calon dari minang Ko Lolos ndaknyo.

ABDURRAHMAN RAHIM
(WARTAWAN RAKYAT MERDEKA DAN MANTAN SEKJEN KMM JAYA 2005-2007)


Park yourself in front of a world of choices in alternative vehicles.
Visit the Yahoo! Auto Green Center.

Riri - Mairizal Chaidir

unread,
May 18, 2007, 9:15:20 AM5/18/07
to Rant...@googlegroups.com


daim rahim <daim_...@yahoo.com> wrote:
pertamo akan timbul pertanyaan bagi ambo, orang minankg yang ma yang mandukuang masing-masing Kubu iko? kaduo Organisasi yang ma yang terlibat dalam Koalisi atau Organisasi yang mereka bawa.
 
Sanak Daim, ambo raso kaduo pertanyaanko alah sekaligus berupa jawaban.
 
Kalaupun ado jawaban nan labiah rinci (si A, si B, organisasi X, dst), kalau dalam konteks Pilkada DKI ndak ado jaminan pasti bahwa si C dan si D - apokah inyo anggota organisasi X atau indak - ka mamiliah samo jo si A dan si B
Itu pandapek ambo
 
Riri


 


Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, photos & more.

mul...@pusri.co.id

unread,
May 18, 2007, 9:13:27 PM5/18/07
to Rant...@googlegroups.com, rgm...@yahoogroups.com, suli...@yahoogroups.com
Waalaikum salam,wr,wb.

Ambo pribadi sangaik menyayangkan kalau memang iko nan tajadi. Pak Jendral
bintang duo nan manjadi nakhodo Gebu Minang, Asril Hamzah Tanjung
dulu-dulu lagi beberapo bulan setelah beliau menjabat Ketum GM alah di
angin2 kan oleh beliau akan manjadi urang kaduo di DKI. Ambo hadir pado
acara kongkow2 di lantai 8 Kantua TSM sasudah rapek pleno GM di lantai 10
Is Flaza jalan Pramuka Jakarta. Cuma sayang setelah itu indak ado
gauangnyo. Terkesan pak Ketum kito ragu2 dan indak siap. Kini ambo danga
Pak Jendral (bintang duo atau tigo kolah ?) Djasri Marin akan mencalonkan
diri pulo. Dan kaduo-duonyo samo2 mengusung warga Minang nan ado di
belakang mereka.

Apokah iko indak suatu perpecahan???

Kalaulah hanyo ciek sajo nan maju, apo Pak Asril atau Pak Djasri Marin
calon dari kito, alangkah manih nyo. Mungkin mato pilih nan sakian juta
urang awak di DKI bisa full ka ciek pasangan calon.

Untuak kaduo tim sukses, Kkd Rainal Rais dan OYONG KRISTiAN, apokah hal
iko indak dapek di kompromikan ???????

Bersatu kito taguah, bacarai kito runtuah.

Wassalam,
HM Dt.MB (50+)
Pengamat dari Bumi Sriwijaya

Hilman Mahyuddin

unread,
May 19, 2007, 1:29:53 AM5/19/07
to Rant...@googlegroups.com
Assalamu'laikum wr wb;

maaf numpang pandapek saketek.Kalau manuruik amao biarlah maju kaduonyo undaknyo jaan ado urang lain. Yang penting nan diwak nantapiliah.Yang sangat penting saling mengikhlaskan siapun nan tapilieh.Sarupo partandingan final,kaduonyo finalis nan diawak,kan rancak tuh.Jadi indak usah diparumik.Pokoknyo siaa nan manang dibantu karajonyo.



Wassalam;


H M

Darul M

unread,
May 19, 2007, 10:05:25 AM5/19/07
to RGM...@yahoogroups.com

From: mul...@pusri.co.id
Sent: Saturday, May 19, 2007 8:13 AM

Waalaikum salam,wr,wb.

=====================kuduang=========

Kalaulah hanyo ciek sajo nan maju, apo Pak Asril atau Pak Djasri Marin
calon dari kito, alangkah manih nyo. Mungkin mato pilih nan sakian juta
urang awak di DKI bisa full ka ciek pasangan calon.

Untuak kaduo tim sukses, Kkd Rainal Rais dan OYONG KRISTiAN, apokah hal
iko indak dapek di kompromikan ???????

Bersatu kito taguah, bacarai kito runtuah.

Wassalam,
HM Dt.MB (50+)
Pengamat dari Bumi Sriwijaya

DMè Angku Dt Marah Bangso.

Kalau ka mausuang ciek urang Minang nan Maju jadi calon B 2 ko, mako kaduo diateh harus minggir dong. Babarapo hari lalu PKB dan PAN alah mancalonkan Jeffrey Geovani sebagai calon B2 mendampingi Sarwono Kusumaatmaja.

Baa ko Datuak?

Salam

St. Parapatiah.

 

mul...@pusri.co.id

unread,
May 20, 2007, 8:31:10 PM5/20/07
to Rant...@googlegroups.com, rgm...@yahoogroups.com
Waalaikum salam,wr,wb.

Mak Sutan Parapatiah, bagi ambo nan dari daerah ko indak ado masalah sia
nan akan kito usuang sebagai "vote getter" bagi perantau Minang nan ado di
DKI Jakarta ko sahinggo pasangan nan basamo jo Urang Minang tu manjadi
pasangan nan batua2 manjadi B1 dan B2 nantiknyo, bukan hanyo sebagai
parami-rami sajo atau hanyo manunjuakkan ka dunia Nasional bahaso urang
Minang banyak calon pemimpinnyo. Bukan itu kan tujuan kito Mak .....

Rasonyo RANO KARNO juo ado darah Minang nyo, jadi, bisa2 suaro kito urang
Minang DKI pacah manjadi ampek.

Silahkan urang awak nan ado di DKI menggodok sia dari tigo atau ampek ko
nan manjadi wakia dari kito, nan natiknyo dapek memperjuangan nasib urang
awak nan mangakeh di Betawi tu.

Bersatu kito taguah, bacarai kito runtuah.

Wassalam,
HM Dt.MB (50+)

> _____
>
> From: mul...@pusri.co.id
> Sent: Saturday, May 19, 2007 8:13 AM
>
> Waalaikum salam,wr,wb.
>
> =====================kuduang=========
>
> Kalaulah hanyo ciek sajo nan maju, apo Pak Asril atau Pak Djasri Marin
> calon dari kito, alangkah manih nyo. Mungkin mato pilih nan sakian juta
> urang awak di DKI bisa full ka ciek pasangan calon.
>
> Untuak kaduo tim sukses, Kkd Rainal Rais dan OYONG KRISTiAN, apokah hal
> iko indak dapek di kompromikan ???????
>
> Bersatu kito taguah, bacarai kito runtuah.
>
> Wassalam,
> HM Dt.MB (50+)
> Pengamat dari Bumi Sriwijaya
>

> DM==> Angku Dt Marah Bangso.

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages