Astaghfirullah, Dukun Ikut Kawal SBY di Kelok Sembilan!

74 views
Skip to first unread message

Darwin Chalidi

unread,
Oct 31, 2013, 11:00:21 PM10/31/13
to Rantau Net

Astaghfirullah, Dukun Ikut Kawal SBY di Kelok Sembilan!

Oleh: Efki | 01 November 2013 | 07:14 WIB

Bila berita ini benar, kita harus segera istighfar untuk minta ampun pada Allah Swt atas terjadinya suatu kesyirikan pada kunjungan Presiden SBY ke Kelok Sembilan, Sumatera Barat.

Entah inisiatif siapa yang telah mengajak dua orang pintar sekali gus untuk mengawal SBY dalam acara peresmian jembatan di tengah itu (baca disini).

Kita tidak perlu pula mereka-reka bagaimana dua orang yang dianggap pintar itu telah hadir di sana, di luar tim paspampres dan aparat keamanan yang pasti sudah terlatih dan professional.

 Yang jelas dari pandangan akidah, kehadiran mereka itu merupakan sebuah kesyirikan yang nyata karena kita telah berusaha meminta pertolongan kepada selain Allah Swt.

Mereka itu sebenarnya bukan orang pintar tapi sebut saja dukun atau pawang yang ingkar karena menggunakan pertolongan makhluk jenis jin atau syetan untuk mendapatkan apa yang diinginkannya seperti menghalau hujan atau kononnya mencegah gangguan makhluk jenis lain atas manusia.

Sekilas kedengarannya oke karena dukun itu mengatakan bahwa berhasil tidaknya pertolongan itu tergantung Allah Swt.

  Semua hal memanglah demikian, bahkan selembar daun yang gugur pun atas sepengetahuan dan izin Allah Swt karena tanpa pawangpun, bisa hujan bisa tidak dan yang bisa terganggu oleh jin atau syetan hanyalah manusia yang lemah imannya.

Usaha manusia mengatasi kendala adalah dengan akal dan tenaga manusia, dengan teknik dan peralatan, mempelajari perkiraan jadual hujan, dan sebagainya.

Masalahnya disini adalah keinginan yang sebenarnya bisa dimohonkan langsung kepada Allah Swt itu oleh siapa saja, telah dimintakan melalui perantara dukun atau pawang yang meminta pula bantuan pula pada sesuatu selain Allah Swt.

Para dukun itu di depan atau di belakang kita sudah pasti punya prosedur dan syarat-syarat tertentu sesuai yang dikehendaki syetan atau jin pembantunya itu.

Sudah pasti pula segala yang berkaitan dengan persyaratan itu tidak dapat diterima syariat karena para pembantu dukun itu bukan makhluk yang beriman pada Allah Swt.

 Perbuatan ini disebut syirik yang sangat dimurkai dan tidak akan diampuni bila tidak segera taubat. Banyak sekali ayat Al-Quran yang melarang kesyirikan; demikian pula hadits Rasulullah SAW yang melarang orang berdukun.  Dapat kita kutip dua hadits diantaranya (ahmadsudardi.blogspot.com):

Dari ‘Imran bin Hushain RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda :”Tidak termasuk golongan kami orang yang percaya tanda-tanda kesialan atau datang bertanya kepada orang yang mempercayai tanda-tanda kesialan, atau orang yang melakukan pedukunan atau orang yang datang berdukun, atau orang yang melakukan sihir atau orang yang datang meminta tolong kepada tukang sihir. Barangsiapa yang datang kepada dukun dan membenarkan apa yang dikatakan dukun itu, maka sungguh ia telah kufur pada apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW”.[HR. Al-Bazzar dengan sanad Jayyid].

Dari Wailah bin Asqa’ RA, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa datang kepada dukun menanyakan sesuatu kepadanya, maka tertutup taubat darinya selama empat puluh malam, dan jika ia mempercayai perkataan dukun itu, ia kafir”. [HR. Thabrani]

Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi kejadian yang demikian, apalagi melibatkan kepala Negara, pejabat tinggi, atau siapapun, kecuali ia tidak komit dengan ketentuan Allah Swt dan Rasulullah SAW yang sudah sangat jelas dan tegas.

Mereka yang berwenang tahu pula bahwa praktek seorang pintar, perdukunan, peramal nasib, atau paranormal yang meminta bantuan makhluk golongan jin dan syetan adalah kesyirikan yang sangan dimurkai Alllah Swt.

  Semoga Allah Swt mengampuni kita kita dan senantiasa terhindar dari kesyirikan.

Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Kompasianer (anggota Kompasiana) yang menayangkannya.Kompasiana tidak bertanggung jawab atas validitas dan akurasi informasi yang ditulis masing-masing kompasianer.S

Darwin Chalidi

fashrid...@gmail.com

unread,
Oct 31, 2013, 11:11:59 PM10/31/13
to Rantaunet
Menurut berita, dikutip sedikit:

"Mereka itu sebenarnya bukan orang pintar tapi sebut saja dukun atau pawang yang ingkar karena menggunakan pertolongan makhluk jenis jin atau syetan untuk mendapatkan apa yang diinginkannya seperti menghalau hujan atau kononnya mencegah gangguan makhluk jenis lain atas manusia."

Padahal jembatan2 layang itu karya engineering dg teknologi modern. Pembangunannya sukses krn kepintaran manusia, bukan krn bantuan dukun2. Kalau hanya hujan....ya pakai payung, jas hujan, atau berteduh saja....gitu aja 'kok repot.
Kalau mau berlindung dari jin dan manusia jahat lain, baca surat Al-Falaq dan An-Nas.
Salam
Fashridjal M. Noor Sidin
L65bdg
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

From: Darwin Chalidi <dcha...@gmail.com>
Date: Fri, 1 Nov 2013 10:00:21 +0700
To: Rantau Net<rant...@googlegroups.com>
Subject: [R@ntau-Net] Astaghfirullah, Dukun Ikut Kawal SBY di Kelok Sembilan!
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti berlan...@googlegroups.com .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

elth...@gmail.com

unread,
Oct 31, 2013, 11:12:23 PM10/31/13
to rant...@googlegroups.com
Astagfirullah, syirik syiriak, jaan lah mandakek dakek,
Ambo setuju bana peringatan dan sliang maingekkan dari pak Darwin.

Kalau lah syiriak, lah sansai hiduik dunia jo akhiraik.

Jaan lah sampai mancapai hiduik makmur, cari kayo, cari pangkai dg manyaratoan nan babaun syiriak.

Smg kito terhindar dari perbuatan yg mensekutukan Allah swt, aamiin

Salam,

Elthaf
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

From: Darwin Chalidi <dcha...@gmail.com>
Date: Fri, 1 Nov 2013 10:00:21 +0700
To: Rantau Net<rant...@googlegroups.com>
Subject: [R@ntau-Net] Astaghfirullah, Dukun Ikut Kawal SBY di Kelok Sembilan!
--

Ephi Lintau

unread,
Nov 1, 2013, 3:49:45 AM11/1/13
to rant...@googlegroups.com
ini link berita : http://padangtoday.com/today/detail/50036

Tak banyak yang tahu tentang suksesnya kunjungan Presiden SBY dan Rombongan ke Kelok Sembilan Rabu (30/10) juga berkat kerja dua orang pria paruh baya asal Kota Payakumbuh yang lebih akrab ditengah masyarakat dengan sebutan " orang pintar ". Keduanya disebut-sebut ikut membantu menyukseskan kunjungan Presiden SBY ke Kelok Sembilan di Jorong Aia Putiah Kabupaten Lima Puluh Kota untuk melakukan peninjauan jalan layang yang menghabiskan dana hingga 600 Milyar tersebut.

Kedua pria tersebut, masing-masing Winda Kurnia panggilan Pak Cewek (54) warga Kelurahan Tanjuang Gadang Kecamatan Payakumbuh Barat yang juga seorang PNS di Pemko Payakumbuh dan Dayuni (67) warga Kelurahan Tanjuang Anau Kecamatan Payakumbuh Utara. Keduanya mengaku, diminta bantuan untuk melindungi acara dari gangguan gaib, serta hujan yang bakal datang saat acara peninjauan Kelok Sembilan oleh Presiden SBY berlangsung.

"Memang kami berdua diminta untuk menjaga secara gaib, agar acara peninjauan kelok sembilan ini berjalan lancar. Selain itu juga kami diminta agar cuaca dilokasi cerah dan tidak turun hujan. Kami telah tiga hari sebelum kunjungan Presiden ini berada dan memantau situasi di lokasi acara. Alhamdullillah berkat Allah acara berjalan lancar tanpa gangguan". Sebut Winda dan Dayuni, Rabu (30/10) kepada sejumlah wartawan selepas kunjungan Presiden SBY ke Kelok Sembilan.

Winda juga mengatakan bahwa beberapa hari jelang kunjungan SBY ke Lima Puluh Kota, memang ada datang gangguan, begitu juga saat Presiden dan rombongan sudah berada di Kelok Sembilan. Namun, gangguan tersebut tidak berhasil mengagalkan acara. Pak Winda juga mengatakan, secara kasat mata gangguan tersebut memang tidak nampak. Ia juga mengatakan sudah sering dimintai bantuan untuk menjaga acara-acara besar, termasuk sidang teroris, sidang tersangka bandar Narkoba di Jakarta.

Ia sudah melanglang ke sejumlah Provinsi di Indonesia untuk membantu orang yang membutuhkan bantuannya. Namun semua kerjanya terkadang pernah juga tidak berhasil. " Semua tergantung Allah SWT, kita hanya memohon, kadang kala Allah tidak mengizinkan kerja saya lancar, ya gagal". Ucapnya diamini Dayuni.

Kini, ia dan Dayuni merasa sangat lega, selain karena acara Presiden SBY ke Lima Puluh Kota lancar tanpa gangguan, ia juga merasa bangga karena daerahnya dikunjungi Presiden.(*)

Muchwardi Muchtar

unread,
Nov 1, 2013, 4:27:59 AM11/1/13
to rant...@googlegroups.com
Meski agak balain topik, tapi subjek DUKUN RANG PIKUMBUAH di ateh samo dan sabaun jo topik 'Gasiang Tangkurak' nan agak eboh via FB, nan ambo FW-kan di bawah ko.

Maju taruih Kanda Darwin Chalidi...!!
Mantang-2 sadang "indak taambiak-ambiakan" urang mambali galeh Kanda DC, nampaknya alah banyak maleh Kakanda DC manciguak palanta balakangan ko, yo? Lamo-lamo ambo ---kalau indak mampatimbangkan nasihaik Mak JB jo Tan Sinaro--- namuah pulo bakarek arang jo palanta ko. He he hehe...

Salam......................,
mm***



---------- Pesan terusan ----------
Dari: Darwin Chalidi <dcha...@gmail.com>
Tanggal: 1 November 2013 10.00
Subjek: [R@ntau-Net] Astaghfirullah, Dukun Ikut Kawal SBY di Kelok Sembilan!
Kepada: Rantau Net <rant...@googlegroups.com>
--

Gasiang Tangkurak

October 30, 2013 at 4:27pm

Cerita Mistis dan Mitos dari Sumatera Barat

 

Gasiang tangkurak. Jenis gasiang yang biasa difungsikan sebagai media untuk menyakiti dan menganiaya orang lain secara magis. Gasiang tangkurak bentuknya mirip dengan gasiang seng yang pipih, tetapi bahannya dari tengkorak manusia. Gasiang seperti ini hanya bisa dimainkan oleh dukun, orang yang memiliki kemampuan magis. Sambil memutar gasiang, dukun membacakan mantra-mantra. Pada saat yang sama, orang yang menjadi sasaran akan merasakan sakit, gelisah dan melakukan tindakan layaknya orang sakit jiwa.

 

Misalnya, berteriak-teriak, menarik-narik rambut, dan yang paling popular- memanjat dinding. Pekerjaan ini biasanya dilakukan pada malam hari. Bila dukun bisa mempengaruhi korbannya, maka korban akan berjalan menemui dukun atau orang lain yang meminta dukun melakukan hal demikan. Di antara isi mantra dukun itu berbunyi, jika korban sedang tidur suruh ia bangun, kalau sudah bangun suruh duduk, jika duduk suruh berjalan, berjalan untuk menemui si anu.... Penyakit magis yang disebabkan oleh gasing tangkurak ini lazim disebut Sijundai.

 

Ilmu magis yang memanfaatkan gasiang tingkurak untuk menimbulkan penyakit sijundai merupakan ilmu jahat yang dijalankan melalui persekutuan dengan syetan. Ilmu ini beredar luas dan dikenal oleh masyarakat di pedesaan Sumatera Barat pada umumnya. Hal ini misalnya terlihat pada popularitas lagu Gasiang Tangkurak ciptaan Syahrul Tarun Yusuf dinyanyikan oleh Elly Kasim, seorang penyanyi Minang legendaris.

 

Gasiang tangkurak biasanya digunakan membalas dendam. Seseorang datang kepada sang dukun untuk menyakiti seseorang dengan sejumlah bayaran. Ukuran harga yang lazim digunakan adalah emas. Sebagai syarat pengobatan, biasanya dukun meminta emas dalam jumlah tertentu sebagai tanda, bukan upah. Tanda ini akan dikembalikan jika sang dukun gagal dalam menjalankan tugasnya. Tetapi kalau ia berhasil, maka uang tanda ini diambil, dan pemesan harus menambahnya dengan uang jasa.

 

Selain untuk menyakiti, ada dukun tertentu yang menggunakan gasiang tangkurak untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh hal-hal magis. Yang lainnya, gasiang sering juga dipakai sebagai media untuk mensugesti orang lain menjadi tertarik pada diri kita. Ilmu terakhir ini biasa disebut Pitunang.

 

Sesuai dengan namanya, bahan utama gasiang tangkurak adalah tengkorak manusia yang sudah meninggal. Gasiang ini hanya bisa dibuat oleh orang yang memiliki ilmu batin tertentu. Pada berbagai daerah terdapat beberapa perbedaan menyangkut bahan tengkorak yang lazim dan paling baik digunakan sebagai bahan pembuat gasing tangkurak. Pada beberapa daerah, tengkorak yang biasa digunakan adalah tengkorak dari seseorang yang mati berdarah.

 

Daerah yang lain lebih menyukai tengkorak dari orang yang memiliki ilmu batin yang tinggi khususnya untuk pengobatan, sedangkan daerah yang lain lagi percaya bahwa tengkorak dari wanita yang meninggal pada saat melahirkan merupakan bahan paling baik. Bahkan pada daerah tertentu, seorang informan menyebutkan bahwa tengkorak yang paling baik adalah tengkorak anak-anak yang telah disiapkan sejak kecil. Anak itu dibawa ke tempat yang sunyi, kemudian dipancung. Tengkorak yang masih berdarah itulah yang dijadikan bahan untuk gasiang tengkorak.

 

Bagian tengkorak yang digunakan adalah pada bagian jidat. Pada hari mayat dikuburkan, dukun pembuat mendatangi kuburan, menggali kubur dan mayatnya dilarikan. Tengkorak yang diambil adalah pada bagian jidat, karena dipercaya pada bagian inilah terletak kekuatan magis manusia yang meninggal. Ukuran tengkorak yang diambil tidak terlalu besar, kira-kira 2 X 4 cm. Saat mengambil tengkorak mayat, dukun membaca mantra khusus sambil menyebut nama si mayat.

 

Setelah diambil, jidat itu dilubangi dua buah di bagian tengahnya. Saat terbaik untuk membuat lobang adalah pada saat ada orang yang meninggal di kampung tempat pembuat gasiang berdomisili. Saat demikian dipercaya akan memperkuat daya magis gasiang. Kemudian pada kedua lubang itu dimasukkan benang pincono, atau benang tujuh ragam. Gasiang dan benang itu kemudian diperlakukan secara khusus sambil memantra-mantrainya. Gasiang itulah kemudian yang digunakan untuk menyakiti orang.

 

Ada lagi jenis gasiang lain, yang fungsinya hampir sama dengan gasiang tangkurak. Gasiang ini terbuat dari limau puruik (Citrus hystrix) dari jenis yang jantan dan agak besar. Pada limau itu dibacai mantra-mantra. Limau purut ditaruh di atas batu besar, kemudian dihimpit dengan batu besar yang lain. Batu itu sebaiknya berada di tempat terbuka yang disinari cahaya matahari sejak pagi hingga petang. Sebelum dihimpit dengan batu, dibacakan mantra. Limau dibiarkan hingga kering benar, setelah itu baru dibuat lobang ditengahnya. Ke dalam lobang itu digunakan banang pincono, atau benang tujuh warna.

 

Gasiang jenis ini biasanya dipakai untuk masalah muda-muda dan pengobatan. Pemakaian gasiang ini menggunakan perhitungan waktu tertentu yang didasarkan pada pembagian waktu takwim. Untuk kepentingan muda-mudi, waktu yang lazim dipakai adalah waktu Zahrah, sedangkan untuk pengobatan dilakukan pada waktu Syamsu. Untuk tujuan baik, tidak ada pantangan saat menggunakan gasiang. Tetapi untuk hal yang jahat, maka pengguna harus menghindari seluruh hal yang berkaitan dengan jalan Tuhan harus dihindari.

 

Urang Solok mamakan siriah

Duduak bajuntai di pamatang

Kok indak talok dek pakasiah

Iko sijundai nan kadatang

 

lah lapuak lapiak nan diateh lantai

dibawah lapiak banyak kapindiang

kok dicaliak urang kanai sijundai

karajonyo mamanjek dindiang

 

karupuak sanjai dibao dalam katidiang

dijujuang urang sampai ka sungai tanang

kanai sijundai dapek mamanjek dindiang

tantu labiah santiang mamajek batang pinang

 

uok jariang jo uok patai

nan katigo pucuak japan

jikok takuik kanai sijundai

jan baranti mambaco alquran.

 

Dizaman modern seperti sekarang ini, masih patutkah Gasiang Tangkurak dipercayai keberadaannya ?

 

Sumber: www.urangminang.com

  • Mona Wahyuni and 6 others like this.
  • Eli Gadih Minang biasonyo carito rakyatko sangat dekat dgn kisah percitaan mah pak Asrul.....ado istilahnyo yaitu cinto ditulak dukun batindak...hehehe
  • Zul Hasmi Keberadaanya tetap ada dijaman modern ini, meski tak sama bentuknya. Namanya sihir,nujum,ilmu hitam atau apapun akan tetap dipelajari bahkan dipakai orang. entah itu sifatnya kebutuhan pribadi atau juga kebutuhan kajian akademik. percaya tidak percaya ...See More
  • Defrizal Sikumbang Apapun namanya hitam atau putih, agamo awak sangat mengharamkan hal2 tersebut. Dan sanksi hukumnya juga sangat jelas...
  • Zul Hasmi Orang beragama Islam yg totalitas (kaffah) tak akan memerlukan itu lagi semua sudah dirangkum dalam Alqur'an sebagai pedoman hidup. Jangan salah, Barat yg katanya negara Modern dg penduduknya yg tinggi prosentase Intelektualitasnya malah pencinta Ilmu2...See More
  • Jasmi Jainan kanda...kini lah batuka jo yoyo....
  • Ermy Azwar lanjut kan dg cerita rakyat yg lain nya
  • Muchwardi Muchtar Gasiang Tangkurak salah satu perjalanan sejarah ilmu "black magic" di ranah Minangkabau yang dibawa pendatang dari Benggali melaui pantai Pariaman dan Tiku. Semenjak tahun 1970-an ilmu Gasiang Tangkurak sudah mulai punah dari bumi Sumatra Barat.

    Bahka
    n, hari ini Oktober 2013, berani saya katakan tidak ada lagi turunan dukun Gasiang Tangkurak yang masih hidup di Minangkabau. Di samping ilmu "black magic" ini punah bersamaan dengan matinya (dan langsung ke naraka jahannam…!!!==mm) para Inyiak Dukun tersebut (karena anak cucunya tidak ada yang mau dan berani meneruskan ilmunya), pun ajaran dakwah Islam (dapat dikatakan) berhasil menyadarkan urang awak, bahwa menjadi abdi iblis itu KEKAL DI NERAKA.

    Terakhir saya beretmu muka dengan Inyiak-inyiak yang jago ilmu Gasiang Tangkurak tersebut adalah dengan Inyiak Tambi Lunak (di Kampuang Kaliang Pariaman, 1968); dengan Mak Tamban (di Manggopoh, 1978), dan Nyiak Guru XXX (di Gantuang Ciri, Solok, Mei 1982).

    Astaghfirullah al azim. Allahu Albar.

    Saalam & maaf………………….(mm)***

    NB :
    Terlampir ada foto kamar Nyi Rorokidul di “Inna Samudra Beach” Sukabumi, yang saya shoot beberapa waktu yang lalu. Kata orang-2 yang datang ke kamar 308 ini ada suasana magisnya. Koq saya nggak rasain apa-apa, ya? (atau Nenek Jin kita ini sudah mati kale?)
    He he he…..
  • Ida Natalia serem banget ya mas
  • Asrul Agin Sanak Muchwardi Muchtar, sayapun waktu kecil di kampung dulu (tahun 60-an) juga hanya mendengar dongengnya saja. Malah kami kira itu sama dengan cerita Malin Kudang ataupun cerita si Kancil. Ternyata memang ilmu itu ada dahuluya di nagari awak. Alhamdulillah... sekarang sudah tidak ada lagi.
  • Muchwardi Muchtar
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages