Seruling waktu telah ditiup.
Malaekat sejarah bangun.
Tan Malaka tidak lagi berteriak di dalam kuburnya.
Massa actie! Massa actie! Massa actie!
Kamu kemanakan Rendra?
Masihkah kamu simpan rambut gimbal mbak Surip?
"Kebyar! Kebyar!" Gombloh apakah sudah kau petik pada dawai gitar?
Ada kelewang patah di sana, Karawang-Bekasi. Asap rokok Chairil Anwar mengepul melindapkannya.
Buku-buku Ahmad Wahib yg dimakan rayap.
Abu jenazah Soe Hok Gie di puncak Mandala Wangi.
Kemana, kemana, kemana kamu simpan sajak2 perjuangan itu?
Kemana, kemana, kemana kau tumpuk ikat2 kepala itu?
Bongkar gudangmu!
Keluarkan spanduk2 dan poster2 itu!
Hiasi kota ini dengan grafiti!
Kepalkan tangan kirimu, serentak menghentak zaman!
Bersatulah kalian para demonstran!
Bersatulah!
Hadang panser2 manipulasi itu yang bergerak melindas masa depanmu!
Hentikan upacara kebohongan yang dibiayai oleh pajak2mu yg dikorup!
Berpestalah, dengan daun-daun teh dari Boston.
Linting lagi sebatang lisong dari daun2 jagung.
Prapatan 10, Menteng 31, bawa ia dalam darah mudamu.
Rengas Denglok, culik Ia bersama nyalimu!
Nyalakan lampu teplok di Pulau Buru.
Bangunkan buaya2 di sungai2 Tanah Merah Boven Digul!
Buat jeruji baja di Nusa Kambangan!
Perkuat barisanmu!
Perkuat ideologimu!
Cari pemimpinmu!
Bersatulah, kaum demonstran.
Gelandang Persatuan Koruptor Negara itu ke penjara2!
Bersatulah, kaum demonstran.
Hidupkan operasi pagar betis!
Hidupkan serangan fajar dengan simbol janur kuning!
Jangan lupakan merah-putih.
Terbangkan garuda2 itu di dalam dadamu!
Kita atau mereka yg masuk pintu besi itu.
Kita atau mereka yg menulis sejarah negeri ini.
Mereka berhasil memiuh mimpi kita menjadi kusta2 yg diludahi bangsa2 lain.
Mereka semai benih2 kematian dengan menjadi benalu2 di dlm ruang2 kekuasaan.
Kalau bukan kalian yg adalah kita, siapa lagi?
Negara ini telah dipertukarkan mereka dengan uang segobang.
40 Juta anak bangsa hanya punya 2 dollar utk menu harian.
Jerangkong2 hidup ada di ufuk fajar! Anak2mu, cucu2mu, dan masa depanmu!
Bersatulah, kaum demonstran!
Siapapun kamu, berapapun umurmu, apapun keyakinanmu!
Mereka, di sana, telah lama bersatu! Mereka, disana, telah lama bersarang. Predator2 kemanusiaan yg berwajah senyum, bertopeng santun!
Bersatulah! Bergeraklah! Dan yakinilah, nasi2 bungkus kaum ibu dengan menu ikan2 asin akan berderet2 masuk ke tenda2 yg kalian bikin!
Jakarta, 21 November 2009
"Tiada Kata Jera dalam Perjuangan..."
"Tiada Kata Jera dalam Perjuangan..."
"Tiada Kata Jera dalam Perjuangan..."
Saya tak pernah berdemo. karena menurut saya demo adalah milik orang orang pintar yang kehabisan akal; titik
Kayaknya lebih baik jadi orang bodoh yang tak pernah kehilangan akal
Setelah membaca puisi indah anda saya ingin bertanya...karena ini millis dan anda menulis puisi indah anda disini apa boleh terpaksa saya mencoret coret (bukan puisi) sambil bertanya
Kalaulah anda bukan orang partai politik tak perlu saya bertanya. Saya akan mengangguk saja sambil minum kopi serta menikmati sebatang rokok Perlu anda sadari pada saat kaki anda menginjak karpet merah partai politik anda bukan lagi millik semua orang seperti waktu anda masih peneliti. suara anda adalah suara partai atau suara golongan anda. Orang yang tak suka pada partai anda akan sulit untuk beriya iya dengan anda.
Saya tidak berbalas puisi.. dengan anda saya tak punya ilmu puisi.. Saya hanya menghimbau bawalah partai anda turun kejalan serta para simpatisan partai anda. dan silahkan bersatu ....
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
"Tiada Kata Jera dalam Perjuangan..."
"Tiada Kata Jera dalam Perjuangan..."
"Tiada Kata Jera dalam Perjuangan..."
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
"Tiada Kata Jera dalam Perjuangan..."
"Tiada Kata Jera dalam Perjuangan..."
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Sanak Saudara di rantau-net:
Banyak cara dalam proses perubahan menuju keadaan negara menjadi lebih baik.
1. Cara demonstrasi, mengexpressikan pendapat, kemudian mengajak orang yg
lewat untuk berdialog.
2. Mengadakan diskusi, dialog, proses pendidikan, menyadarkan masyarakat
kepada kehidupan yg lebih baik.
3. Mempengaruhi pemerintah dan legislator melalui lobby politik.
4. Bertarung memperebutkan kekuasaan demi cita2 yg luhur.
Cara manapun yg kita tempuh, asal mengikuti kaedah2 yg benar dan aturan2 yg
jelas, tentunya akan memberi sumbangan yg besar untuk kehidupan yg lebih
baik. Masing2 orang dengan cara2nya sendiri dalam mengusung perubahan.
Masalahnya timbul, kalau setiap orang merasa caranya lebih superior dari
cara orang lain yg menempuh jalan yg berbeda.Bagi yg meyakini demonstrasi
cara yg terbalik, silahkan, asal jangan menganggu ketentraman orang lain,
memacetkan lalu lintas, apalagi memaksa-maksa orang lain ikut. Kalau tidak
ikut dianggap pengecut, tidak berjiwa pejuang. Sebaliknya yg meyakini, bahwa
perbaikan bisa dilakukan melalui proses dialog, proses pendidikan, jangan
memandang rendah demonstran se-olah2 berjuang tidak memakai kecerdasan
berpikir.
Yang ingin melakukan proses lobby dengan yg sedang berkuasa, dan lobby ke
legislator, asal punya tujuan mulia tentu akan didengarkan dan
dipertimbangkan usul2annya.
Mereka yg ingin bertarung memperebutkan kekuasaan demi cita2 yg luhur, perlu
kita hormati, dan amati, apa betul kata dan perbuatan sama, sehingga perlu
kita dukung.
Kalau kita tujuan ikhlas, mencari keredhoan Illahi, Insha Allah Yang Maha
Kuasa akan mengabulkan usaha kita.
Marilah kita coba dengan cara kita masing2 untuk membangun Ranah Minang
untuk kehidupan yg lebih baik dan lebih adil, kesejahteraan bagi kita semua.
Semoga bermanfaat,
Wass.wr.wb.
Bakhtiar Muin
Nikmat menikmati suasana " Demonstran" di milis awakko.
Berakhir jo suasana elok dan teduh...
Y.Fidel Amir.
(Pernah demo th 79 dan 80 ukatu kuliah S.1, di Banduang)
--- Pada Ming, 22/11/09, Zulkarnain Kahar <kahar_zu...@yahoo.com> menulis:
> Dari: Zulkarnain Kahar <kahar_zu...@yahoo.com>
> Judul: [R@ntau-Net] Mohon maaf
> Kepada: rant...@googlegroups.com
> Tanggal: Minggu, 22 November, 2009, 10:08 PM
>
> Assalamulaikum,
> Setelah bangun dari tidur, dengan fikiran yang
> jernih, saya mohon maaf atas ketidaknyamanan yang
> terjadi dilapau.. Mungkin karena emosi yang tak
> stabill karena keletihan .. Sekali lagi tanpa megurangi rasa
> hormat saya pada adi dunsanak lapau.. Pak Eri, IJP dan
> semuanya .. saya mohn maaf...
>
> Hari ini saya belajar lagi ... terima kasih
> besar sebelumnya
> Wassalam
> Zulkarnain Kahar
> for good and grazy
> guy sky is the limit
>
>
>
>
>
>
> From: Indra J
> Piliang <pi_l...@yahoo.com>
> To: Eri
> Bagindo Rajo <sian...@yahoo.com>; RantauNet
> <Rant...@googlegroups.com>
> Sent: Sun,
> November 22, 2009 6:09:41 AM
> Subject: Re:
> Bls: Bls: [R@ntau-Net] Re: Bersatulah Kaum Demonstran!
>
> Kalimat ini jelas, kog, terang sekali bahasanya:
> "Sabana Mantap, pertanyaan dan tantangan dari pelaku
> kehidupan ekonomi pada sanak IJP politikus mudo nan mantan
> peneliti CSIS, lulusan S2 dari FISIP UI.Ka baa lah jawab
> dari IJP ambo tunggu pulo."
>
> Sy yakin, uda Kahar ketika menulis puisinya, sambil senyum
> atau menyeduh kopi. Sy sejak awal keberatan dgn seabrek
> sebutan CSIS, UI, politikus mudo, dllnya itu. Tdk ada
> kaitannya dgn puisi yg sy tulis. SBY saja menulis puisi dan
> lagu, beberapa
> ditampilkan dlm acara2 kenegaraan dgn dana negara. Sy
> nggak pakai dana negara utk nulis ini.
>
> IJP
> "Tiada Kata Jera dalam Perjuangan..."
>
Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini!
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/
Alhamdulillaaaah...
Sanak IJP, Pak Zul, pak Eri, pak Fir.
Nikmat menikmati suasana " Demonstran" di milis awakko.
Berakhir jo suasana elok dan teduh...
Y.Fidel Amir.
(Pernah demo th 79 dan 80 ukatu kuliah S.1, di Banduang)
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
| Waalaikum Salam WR WB pak Eri Mungkin karena hanifah menyaksikan langsung Para mahasiswa Jakarta berdemo di Salemba dan tempat lain... Terngiang ngiang kembali nyanyian mahasiswa " Aku punya adik kecil Ku beri nama ABRI Dia senang bermain-main Sambil berlari lari ABRI dor dor dor Kemari dor dor dor Jangan tembak kami ... " Trus kata-kata yang ditulis besar-nesar Maupun yang diteriakan di jalanan diantaranya GANTUNG SUHARTO ADILI Suharto ... Sangat menakutkan bagi kami perempuan Lalu kemudioan Jakarta jadi membara Massa sangat bringas Menjarah apa saja ditoko siapa saja IHanifah melihat kantong-kantong assoii Yang jumlahnya cukup banyak Yang berisi serpihan tubuh manusia yg terbakar Di kamar mayat RSCM Sementara ketegangan juga terjadi diIstana Gulungan kawat sudah dibentang Muncullah Amin Rais yang menenangkan massa Sehingga tak jadi perang saudara Suharto pun akhirnya lengser Ya sih demonstran berthasil menurunkan rezim Suharto Tapi apa kita sudah menjadi lebih baik ??? Haruskan dengan demo lagi diselesaikan ? Solusi pak Zul rasanya jitu Lebih baik rakyat dibuat cerdas ... Dari pada bringas-bringas Rezim SBY jilid dua langsung di uji sejak dilantik Berilah dulu kesempatan Bukankah sebagian dari mentri SBY Adalah mamak-mamak kita ??? SBY pun sedang berusaha mencarai solusi terbaik Lebih baik kita bersabar dulu Mohon maaf kalau ada yang tidak sependapat Wass Hanifah |
"Tiada Kata Jera dalam Perjuangan..."
"Tiada Kata Jera dalam Perjuangan..."
Ass.wr.wb.
Muzirman Tanjung
Waalikum salam, pak Bactiar,.. sdh lama pula ambo mancaliak, bgmn cara2 perobahan tsb yg efektiv, yg Bp kemukakan adalah benar, tp bgmn dgn
keefektifan (cost effectiveneness) cara2 tsb,..cara2/teory tsb telah di uji, dan hanya saluang sajo nan mayampaikan nyo.
Krn pihak yg akan di robah itu juga mengadakan perobahan dgn memperkuat diri nya dgn rambu2 yg di bikinnya sendiri. Apalagi lawannya;
ada pepatah " crush your enemy totally" (dalam buku "Rule of Power").Apa wakil rakyat akan memikirkan rakyat nya, sebagian memang ada,
tp kecendrungan banyak yg diam /cuek saja atau cendrung utk memikirkan dirinya dan kelompok nya saja.Pepatah awak "Iyo lai, yo bana indak", angguak anggak geleng maU'.. Ya silahkan sampaikan petisi, nanti akan
kami bicarakan di dewan," ya sabar saja menunggu.
Nah untung muncul istilah "kriminalisasai" para demontrans harus hati2 utk di kriminalisasi kan.
BakhtiarM:
Sesungguh nya Allah tidak merubah Nasib suatu kaum, sebelum mereka merubah sendiri.
Empat methode, menuju perubahan dalam tulisan sebelumnya, harus disinergykan, bukan dipilih salah satu mana yg lebih efektif, karena pelakunya berbeda, caranya tentu berbeda.
Pertama, demonstasi sangat efektif dilakukan mahasiswa, kaum buruh, kelompok2 yg militan, yg ingin perubahan segera terujud.
Kedua, diskusi, dialog, tentunya efektif, kalau di cover oleh media dan dikemukakan oleh orang2 yg berbobot. Dengan analisa yg tepat dan tajam.Misalnya saja Jeffery Winters, pengamat Indonesia mengatakan dalam suatu duskusi: Kalau PD terlibat dalam kasus Century, maka pemerintahan yg sekarang illegal, perlu pemilu ulang. Nasib SBY ditentukan dalam tujuh bulan ini, kalau SBY bisa bertahan sampai Juni, SBY bisa bertahan seterusnya. Saya tidak mengikuti benar diskusi tsb, hanya membaca di media. Tapi pernyataan JW ini, cukup mengejutkan dan pengaruhnya cukup besar.
Perubahan ketiga melalui lobby: Ini yg kurang dimengerti oleh kebanyakan kita yg berdemokrasi di Indonesia. Jawaban anggota dewan, petisi akan kami bicarakan, sabar menunggu”, kemudian yg membuat petisi menunggu dengan sabar, apakah diterima atau tidak, bukan begitu, proses demokrasi.
Misalnya, kita memajukan petisi ke DPRD, mengenai peraturan tata kota mengenai zoning misalnya. Kalau petisi kita tidak diterima, dan yakin benar, tindakan selanjutnya adalah mengadakan ballot, atau kalau masalah UU dalam skala negara, diadakan referendum. Ballot dan referendum, karena merupakan pendapat rakyat, mempunyai ligitimasi yg tinggi dari keputusan wakil rakyat.
Perubahan ke empat adalah bertarung merebut kekuasaan, dengan program yg jelas, visi kedepan yg jelas, dan yg bisa diujudkan.
Kalau keempat methode itu dikerjakan dan disinergykan, karena masing2 cara mempunyai pelaku yg berbeda, maka perubahan menuju kebaikan akan segera terujud.
Reformasi 1998, tidak mempunyai konsep yg jelas, lebih banyak faktor melengserkan Soeharto. Bak pepatah minang :” Batuka baruak jo jigak” Baruak ado ikuanya panjang, cigak ndak ba ikua, tapi kaduo2nya samo2: Kera. Bedanya mungkin Cigak lebih ganas dan lebih besar dari baruak.
Kalau baruak batuka jo Cigak, terjadi di tanah Minang, sadiahlah kito sado nyo.
Wass.wr.wb.
BakhtiarM:
>
> Sesungguh nya Allah tidak merubah Nasib suatu kaum, sebelum mereka merubah
> sendiri.
>
Alah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
إِنَّ اللَّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنفُسِهِمْ
"Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga
mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS.
ar-Ra'd 13:11)
Ayat itu secara eksplisit menyatakan bahwa yang harus diubah adalah
"maa bianfusihim" (apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri). Suatu
kaum yang bertaqwa akan diberkahi kebaikan, tetapi ketika ketaqwaan
itu berubah menjadi kemaksiatan maka kebaikan itu pun akan diangkat
dari mereka. Jika mereka ingin keadaan menjadi baik, maka mereka harus
mengubah keadaan diri mereka menjadi bertaqwa.
Allahu Ta'ala a'lam.
--
Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
(l. 1400 H/1980 M)