Kepada Yth
Bapak Dr Saafoedin Bahar
Dengan hormat,
Bericara tentang Blue Print Pariwisata Sumbar Mungkin selama ini sudah
ada juga dibicarakan oleh teman-teman praktisi yang berada
disumbar(ASITA-PHRI) ada banyak ide , banyak angan tapi sayang
semuanya masih menjadi wacana-wacana dan belum bentuk konkrit seperti
Gentelman Agreement antara pelaku dan dinas pariwsata yang tertuang
dalam MOU Sehingga Apa yang belum terlaksana dan apa yang sudah
terlaksana masih belum bisa dijadikan penilaian
Mungkin selama ini ASITA belum banyak berbuat atau memberikan masukan
di milinglist tapi Alhamdulilah dengan adanya W-S.com dan MAPPAS ,
kini ASITA juga sedang menyelesaikan www.asitasumbar.com semoga ini
dapat menambah link yang semakin kuat dan kami mohon semua informasi
yang berhubungan dengan kepariwisataan dapat diteruskan ke
in...@asitasumbar.com sehingga dapat diteruskan kepada anggota asita,
phri yang belum bergabung di miling list
Mudah-mudahan dengan duduk bersama antara mappas, tigo tungku
sajarangan dan semua yang care dengan pariwisata sumbar dapat
melahirkan suatu Blue Print yang merupakan landasan Dinas pariwisata
untuk mengambil kebijakan, keputusan atau program-program yang saling
mendukung
Semoga pariwisata sumbar kedepan makin lebih baik
Best Regards
Febby Salam
www.salamwisata.co.id
email : fe...@salamwisata.co.id
YM : salamleisure
Telp +62 752 628800 Fax +62 752 626089
Mobile : +62 8197 55 99 22
Bapak, Ibuk, Kakanda, Adinda sapalanta.
Beberapa hal yang saya sampaikan berikut merupakan akumulasi dari ketidaksabaran saya terhadap banyaknya hal-hal yang tidak perlu (baca kesalahan) terjadi. Hal ini sering berulang dan menimbulkan masalah didalam komunitas kita.
Tadi malam saya, pak Saaf dan Bobby Lukman baru saja berbincang-bincang dan akhirnya sanggup lolos dari “rintangan” besar yang mampu menghilangkan identitas MAPPAS sebagaimana yang dicita-citakan saat pembentukannya dulu.
Baru saja berlalu beberapa jam, kesalahan ini terulang kembali dan akhirnya memaksa saya untuk menulis email, sesuatu yang sudah saya tahan satu tahun belakangan ini.
Baiklah, kita bahas satu demi satu, dimulai dari email pak Saaf pagi ini.
“Sebagai langkah pertama tentu adanya suatu MoU antara berbagai komponen pariwisata akan sangat menolong. Namun kalau sekiranya belum ada, saya yakin bahwa rencana pembentukan "West Sumatra Tourism Promotion Board" atau WSTPB dalam waktu dekat akan sangat membantu.”
Sesuai perbincangan kita semalam, saya pikir Bapak sudah mahfum bahwa pembentukan West Sumatra Tourism Promotion Board tidaklah dapat dilakukan dalam waktu semalam.
“Saya senang mengetahui bahwa
Nanda Nofrins tak sendiri. Masih banyak tenaga muda dinamis demikian di
kalangan urang awak di Jakarta, sehingga yang perlu dilakukan adalah
menyalurkan dan memberinya wadah serta sarana komunikasi saja. Insya Allah,
wadah serta sarana tersebut sudah akan kita bentuk dalam jangka waktu dekat
ini.”
Saya tidak sependapat. TIDAK PERLU ADA WADAH WADAH BARU lagi.
“Dalam kesempatan lain saya telah menyampaikan bahwa di Sumatera Barat sendiri kita perlu tokoh masyarakat yang selain berewibawa juga mau dan mampu melakukan terobosan.”
Saya sangat setuju hal ini, dan saya dukung 1000%
“Menurut pandangan saya dan pandangan teman-teman di Jakarta, tokoh tersebut adalah Bp Basril Djabbar,
Teman-teman siapa yang Bapak maksud? Kenapa harus urang gaek juo? Kenapa pak Saaf yang memilih?
“dan syukur Alhamdulillah beliau sudah bersedia untuk memimpin gebrakan ini.”
Atas nama siapa Bapak meminta beliau mempimpin gebrakan (?) ini. Gebrakan ‘seperti apakah’ yang Bapak maksud?
MAPPAS bukan lagi merupakan ide pribadi dan juga bukan tanggungjawab pribadi. Sejak saat MAPPAS diproklamirkan, seluruh tanggungjawab merupakan beban kolektif seluruh stakeholder yang ada didalamnya.
Saya beri satu contoh: Bukan kewajiban pak Saaf pribadi untuk bertahan dari gempuran “uni Djan” dan juga sebenarnya bukan tanggungjawab pak Saaf pribadi untuk ‘terpaksa’ memberikan SK pengangkatan pengurus MAPPAS Persiapan Sumbar. Tanggungjawab RAPAT anggota lah yang bisa memutuskan keputusan se penting ini. Dan sejauh ini BELUM ADA satupun keputusan rapat MAPPAS mengenai pengangkatan pengurus MAPPAS Persiapan Sumbar. Bagaimana nanti Bapak mempertanggungjawabkan hal ini kepada anggota dan pada Yang di Atas?
Saya setuju dengan pendapat pak Saaf mengenai “pengambilan keputusan” dalam satu organisasi. ”Anggota yang tidak dapat hadir dalam suatu rapat pengambilan keputusan harus mematuhi hasil keputusan rapat dimaksud.” Tapi ada dua syarat: 1. Anggota dimaksud sudah diundang secara pantas, 2. Rapat dilaksanakan secara patut dan dan Hasil keputusan rapat pun di sosialisaikan sesuai kepatutan.
Kalau ada anggota yang diundang tapi kemudian tidak datang, merupakan cerminan bahwa yang bersangkutan tidak memiliki rasa tanggungjawab. Anggota yang seperti ini kita perlakukan secara patut sebagai ‘mentimun bungkuak”
Sementara ini dulu, nanti saya sambung lagi.
Mohon maaf atas ketidak taratik-an Ambo nan mudo.
Wassalam
ET Hadi Saputra Katrik Sati
Di komplek KOMPAS Ciputat
From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Dr.Saafroedin BAHAR
Sent: 08 Oktober 2007 12:13
To: salamleisure
Cc: MAPPAS MAPPAS; Rantau Net
Subject: [R@ntau-Net] Re: ASITA
SUMBAR
From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Dr.Saafroedin BAHAR
Sent: 08 Oktober 2007 12:13
To: salamleisure
Cc: MAPPAS MAPPAS; Rantau Net
Subject: [R@ntau-Net] Re: ASITA
SUMBAR
Assalamualaikum w.w. Sanak Febby Salam,
Check out the hottest 2008 models today at Yahoo! Autos.
Herman Jambak
Corp.Affairs & Services Koperasi KOKARGA
Garuda Indonesia Building 7th Fl.
Jl. Gunung Sahari Raya 52, Jakarta 10610 Indonesia
Ph. (62-21) 4262058-4262060 Fax. (62-21) 4262061
E-mail: in...@kokarga.com http://www.kokarga.com
+62811961908Resmikan aja dengan launching dan legal aspect dengan dinotariatkan trus ke depkeh minta tolong ma notaris, selesai. Sesudah itu What?
Boardwalk for $500? In 2007? Ha!
Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at Yahoo! Games.
Resmikan aja dengan launching dan legal aspect dengan dinotariatkan trus ke depkeh minta tolong ma notaris, selesai. Sesudah itu What?
Wass.& Bgds.,
Herman JambakCorp.Affairs & Services Koperasi KOKARGAGaruda Indonesia Building 7th Fl.Jl. Gunung Sahari Raya 52, Jakarta 10610 IndonesiaPh. (62-21) 4262058-4262060 Fax. (62-21) 4262061+62811961908Joint Us at Silaturahmi Saudagar Minang 2007 (SSM2007), Padang Oct. 19th-21st 2007
http://www.saudagarminang.com http://www.indo-beatlemaniaclub.co.nr
Sebaiknya sahamnya dipecah dalam nominal Rp. 1 juta per saham. Jadi kalau ada 100 orang yang ikut sudah terkumpul modal 100 juta, kalau 1000 orang 1 milyar.
Yth : Adidunsanak di Palanta Rantaunet
Perkenankanlah Kami Mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri
1 Syawal 1428 H.
Minal Aidin Walfaidzin, Mohon Maaf Lahir Bathin.
Semoga segala amal ibadah kita di bulan suci Ramadhan
ini dapat menjadikan kita sebagai umat dengan pribadi
yang fitri....... Amin
Wassalamu'alikum Wr. Wb.
Drs. H. Yurnadi V. Martin MSc.
Department of Medical Biology
Faculty of Medicine University of Indonesia
Salemba Street 6 Jakarta 10430
Office : 021-31930379
____________________________________________________________________________________
Building a website is a piece of cake. Yahoo! Small Business gives you all the tools to get online.
Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.
hadi nan biaso "malosoh" bak kato kami sajak 2006 di tsm dulu.....
kini tasama bana nampaknyo.....
ambo agak binguang....
karano mungkin indak tau duduak persoalan awal atau pangalaman nan sudah
apo sabanyo inti masalah
tasama di bulan syaum ko sabanyo pasti bisa pulo bapahalo....
asal................?
Bapak, Ibuk, Kakanda, Adinda sapalanta.
Beberapa hal yang saya sampaikan berikut merupakan akumulasi dari ketidaksabaran saya terhadap banyaknya hal-hal yang tidak perlu (baca kesalahan) terjadi. Hal ini sering berulang dan menimbulkan masalah didalam komunitas kita.
Tadi malam saya, pak Saaf dan Bobby Lukman baru saja berbincang-bincang dan akhirnya sanggup lolos dari “rintangan” besar yang mampu menghilangkan identitas MAPPAS sebagaimana yang dicita-citakan saat pembentukannya dulu.
Baru saja berlalu beberapa jam, kesalahan ini terulang kembali dan akhirnya memaksa saya untuk menulis email, sesuatu yang sudah saya tahan satu tahun belakangan ini.
Baiklah, kita bahas satu demi satu, dimulai dari email pak Saaf pagi ini.
“Sebagai langkah pertama tentu adanya suatu MoU antara berbagai komponen pariwisata akan sangat menolong. Namun kalau sekiranya belum ada, saya yakin bahwa rencana pembentukan " West Sumatra Tourism Promotion Board" atau WSTPB dalam waktu dekat akan sangat membantu.”
Sesuai perbincangan kita semalam, saya pikir Bapak sudah mahfum bahwa pembentukan West Sumatra Tourism Promotion Board tidaklah dapat dilakukan dalam waktu semalam.
“Saya senang mengetahui bahwa Nanda Nofrins tak sendiri. Masih banyak tenaga muda dinamis demikian di kalangan urang awak di Jakarta, sehingga yang perlu dilakukan adalah menyalurkan dan memberinya wadah serta sarana komunikasi saja. Insya Allah, wadah serta sarana tersebut sudah akan kita bentuk dalam jangka waktu dekat ini.”
Saya tidak sependapat. TIDAK PERLU ADA WADAH WADAH BARU lagi.
“Dalam kesempatan lain saya telah menyampaikan bahwa di Sumatera Barat sendiri kita perlu tokoh masyarakat yang selain berewibawa juga mau dan mampu melakukan terobosan.”
Saya sangat setuju hal ini, dan saya dukung 1000%
“Menurut pandangan saya dan pandangan teman-teman di Jakarta , tokoh tersebut adalah Bp Basril Djabbar,
Teman-teman siapa yang Bapak maksud? Kenapa harus urang gaek juo? Kenapa pak Saaf yang memilih?
“dan syukur Alhamdulillah beliau sudah bersedia untuk memimpin gebrakan ini.”
Atas nama siapa Bapak meminta beliau mempimpin gebrakan (?) ini. Gebrakan ‘seperti apakah’ yang Bapak maksud?
MAPPAS bukan lagi merupakan ide pribadi dan juga bukan tanggungjawab pribadi. Sejak saat MAPPAS diproklamirkan, seluruh tanggungjawab merupakan beban kolektif seluruh stakeholder yang ada didalamnya.
Saya beri satu contoh: Bukan kewajiban pak Saaf pribadi untuk bertahan dari gempuran “uni Djan” dan juga sebenarnya bukan tanggungjawab pak Saaf pribadi untuk ‘terpaksa’ memberikan SK pengangkatan pengurus MAPPAS Persiapan Sumbar. Tanggungjawab RAPAT anggota lah yang bisa memutuskan keputusan se penting ini. Dan sejauh ini BELUM ADA satupun keputusan rapat MAPPAS mengenai pengangkatan pengurus MAPPAS Persiapan Sumbar. Bagaimana nanti Bapak mempertanggungjawabkan hal ini kepada anggota dan pada Yang di Atas?
Saya setuju dengan pendapat pak Saaf mengenai “pengambilan keputusan” dalam satu organisasi. ”Anggota yang tidak dapat hadir dalam suatu rapat pengambilan keputusan harus mematuhi hasil keputusan rapat dimaksud.” Tapi ada dua syarat: 1. Anggota dimaksud sudah diundang secara pantas, 2. Rapat dilaksanakan secara patut dan dan Hasil keputusan rapat pun di sosialisaikan sesuai kepatutan.
Kalau ada anggota yang diundang tapi kemudian tidak datang, merupakan cerminan bahwa yang bersangkutan tidak memiliki rasa tanggungjawab. Anggota yang seperti ini kita perlakukan secara patut sebagai ‘mentimun bungkuak”
Sementara ini dulu, nanti saya sambung lagi.
Mohon maaf atas ketidak taratik-an Ambo nan mudo.
Wassalam
ET Hadi Saputra Katrik Sati
Di komplek KOMPAS Ciputat
From: Rant...@googlegroups.com [mailto: Rant...@googlegroups.com ] On Behalf Of Dr.Saafroedin BAHAR
Sent: 08 Oktober 2007 12:13
To: salamleisure
Cc: MAPPAS MAPPAS; Rantau Net
Subject: [R@ntau-Net] Re: ASITA SUMBAR
Assalamualaikum w.w. Sanak Febby Salam,
Terima kasih yang sebesar-besarnya saya ucapkan atas informasi yang Sanak sampaikan ini. Bagi saya, komunikasi antara kita yang di Ranah dengan kami-kami nan di Rantau amat sangatlah penting, karena hanya melalui komunikasi yang lancar dan berlanjut itu kita bukan saja saling mengetahui perkembangan keadaan, tetapi juga bisa saling dukung mendukung melalui pola kerjasama masa kini, 'networking'.
Saya bergembira mengetahui bahwa gagasan tentang suatu Blue Print Pariwisata Sumatera Barat sudah pernah berkembang di kalangan ASITA-PHRI Sumatera Barat, sehingga apa yang harus kita lakukan adalah duduk bersama dan menyempurnakannya dengan masukan dari Pemerintah Daerah sebagai regulator dan dari MAPPAS sebagai unsur konsumen pariwisata.
Sebagai langkah pertama tentu adanya suatu MoU antara berbagai komponen
pariwisata akan sangat menolong. Namun kalau sekiranya belum ada, saya yakin bahwa rencana pembentukan "West Sumatra Tourism Promotion Board" atau WSTPB dalam waktu dekat akan sangat membantu.
Penghargaan khusus tentu perlu kita berikan kepada Nanda Nofrons, yang tanpa pamrih dan dengan tak kenal lelah trelah berbuat banyak -- dengan biaya sendiri -- untuk memajukan pariwisata Sumatera Barat. Kita semua bersyukur dengan tenaga-tenaga muda seperti itu. Saya senang mengetahui bahwa Nanda Nofrins tak sendiri. Masih banyak tenaga muda dinamis demikian di kalangan urang awak di Jakarta , sehingga yang perlu dilakukan adalah menyalurkan dan memberinya wadah serta sarana komunikasi saja. Insya Allah, wadah serta sarana tersebut sudah akan kita bentuk dalam jangka waktu dekat ini.
Dalam kesempatan lain saya telah menyampaikan bahwa di Sumatera Barat sendiri kita perlu tokoh masyarakat yang selain berewibawa juga mau dan mampu melakukan
terobosan. Menurut pandangan saya dan pandangan teman-teman di Jakarta , tokoh tersebut adalah Bp Basril Djabbar, dan syukur Alhamdulillah beliau sudah bersedia untuk memimpin gebrakan ini.
Saya doakan agar situs ASITA Sumbar segera selesai dan bisa beroperasi, sehingga peminat pariwisata Sumatera Barat bisa memperoleh akses langsung.
Tertompang salam saya untuk seluruh pengurus ASITA, dan juga pengurus PHRI Sumbar.
Wassalam,
Saafroedin Bahar
Herman Jambak
Corp.Affairs & Services Koperasi KOKARGA
Garuda Indonesia Building 7th Fl.
Jl. Gunung Sahari Raya 52, Jakarta 10610 Indonesia
Ph. (62-21) 4262058-4262060 Fax. (62-21) 4262061
E-mail: in...@kokarga.com http://www.kokarga.com
+62811961908Resmikan aja dengan launching dan legal aspect dengan dinotariatkan trus ke depkeh minta tolong ma notaris, selesai. Sesudah itu What?
Assalamualaikum wr wb.
Waduh. Gimana mau ngomongin duit, kalau pertanyaan sederhana saya yang kemaren aja ngga ditanggapi…
Katanya yang penting TRUST? Trust baru ada kalau semua berlapang dada mau memposisikan diri di tempat yang inginkan. Kalau ingin ‘;dipercaya’ ya buktikan dong kalau anda layak dipercaya. Kalau mau jadi ketua, ya buktikan dong kalau anda pantas jadi ketua.
So… kalau kita mau ngumpulkan duit masing2 1 juta. Ya tunjukkan dong kalau kita mampu ‘dipercaya’ pegang duit segitu.
Masalah tata tertib dan etika berorganisasi aja pada belum pada paham (baca: mau mengerjakan). Gimana mau mengerjakan kerjaan BESAR.
Wassalam dan Maaf.
ET Hadi Saputra Katik Sati
Di Kompleks KOMPAS Ciputat.
From:
Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Anzori
Sent: 09 Oktober 2007 13:45
To: Rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] Re:
Kesalahan berulang. Was: Re: ASITA SUMBAR
Sebaiknya sahamnya dipecah dalam nominal Rp. 1 juta per saham. Jadi
kalau ada 100 orang yang ikut sudah terkumpul modal 100 juta, kalau 1000
orang 1 milyar.
Herman Jambak
<hrm_ja...@yahoo.com> wrote:
Assalaamualikum wr wb.
Kakanda Eltaf dan Om Aslim yang ambo hormati.
Da Thaf, mohon ampun ambo ka Kakanda. Tapi milist MAPPAS dibuek bukan untuak UBEK JARIAH PALARAI DAMAM, bukan untuk menghibur hati. Milist ini untuak kito badiskusi, bacakak, bacarito secara EGALITER dalam menghadapi masalah yang harus diselesaikan. MAPPAS dibikin karena kita merasa ada yang SALAH dengan pariwisata Sumbar. Milist ini bukan untuk mengibarkan berita berita bagus, propaganda atau promosi yang baik-baik saja. Tapi milist ini adalah kawah candradimuka bagi kemajuan pariwisata Sumbar.
Sebenarnya email ini dikirim ke RantauNet juga sudah salah. Email ini sebenarnya harus dikirim ke milist MAPPAS. Tapi okelah, kita bicara masalah MAPPAS. Begini;
Ketidaksamaan titik pandang adalah hal yang wajar. Jangankan awak nan hanya sekedar kenal. Urang nan badunsanak sajo alun tantu samo pikirannyo lai doh. Ado babarapo hal yang mungkin indak bisa samo samo awak pahami karena jauhnya jarak. Selain itu (bukannya menuduh, tapi kenyataan) ada sementara pihak yang tidak mau terbuka dan memaparkan seluruh informasi ke publik, Dalam hal MAPPAS misalnya. Saya saja sebagai salahsatu pendiri, seringkali tidak diundang rapat apabila yang mau diperbincangkan itu adalah hal-hal yang mungkin bakal dapat tentangan keras dari saya sebagai individu. Ini sebenarnya juga bisa diterima; karena kegiatan ini adalah kegiatan sosial. Ado se nan namuah mangarokan alah basyukur awak (menurut da Elthaf). Tetapi manuruik ambo, da Thaf. KALAU INDAK dikarajokan jo TULUS hati, lebih baik TIDAK USAH dikerjakan.
Kakanda Aslim, mungkin bana istilah ‘malosoh’ ko, mungkin pulo indak. Mungkin karena alah beberapa tahun pulo kito bagaua, istilah ko mengalami perubahan arti. Bagi saya sekarang, justru semua orang alah malosoh. Alah panek ambo bakuliliang bacarito di biliak-biliak ketek. Tapi hasilnya: SEMUA orang tetap hanya ingin MALAKU-AN GALEH nyo surang-surang. Mangaritih ambo, Urang urang Minang yang sangat kompeten secara individu selalu gagal di tingkat komunitas.
Kakanda Elthaf, ambo tidak berniat membuat polemik. Dari sekian banyak warga di palanta Minang iko, ambo adalah salah seorang yang paling acceptable di kumpulan orang Minang manapun. Ambo pengurus Gebu Minang, Panitia awal TSM/SSM, ambo bagian dari kawan2 kito yg bagaua di Matraman, ambo bagian dari Task Force orang-orang Minang yang berjuang di tingkat pengambilan keputusan Internasional, Ambo juga (sebagaimana da Elthaf ketahui) masih sangat erat berhubungan dengan kawan-kawan SMA1, ambo pun masih ditarimo dan diundang babuko basamo di Istana Presiden, Istana Wapres, Pasar Inpres Senen, Tanah Abang sampai ka rumah da Rainal Rais di Pejaten Barat!.
Bagi Kawan-kawan sadonyo, saat ini saya sudah GERAH dengan kawan kawan nan suko manembak di ateh kudo. Ambo indak ka mancari musuah, tapi ambo raso alah mulai nampak keinginan untuak MANEMBAK DI ATEH KUDO, KUDOnyo punyo URANG, sudah tu KUDOnyo DIBUNUAH.
Antah lah antah…….kalau lai nan manembak diateh kudo, pabilo kudo panek diagiah makan, urangnyo diagiah pitih, alah mungkin sarupo sarugo dunia Minang ko.
Ambo hanya ingin sampaikan: kembalilah kepada NIAT TULUS membangun kampung halaman. Kalau diantara kita ada yang hanya sanggup berdoa, berdoa saja juga cukup. Kalau ada yang sanggup berbuat, berbuatlah sesuai kemampuan. Jangan yang hanya sanggup berdoa, IKUT IKUT an pula mancikarau-i kawan-kawan nan sadang panek. Bagi nan maraso gaek, alah tu. Ijan di paso an bana. Bagi nan maraso mudo, alah tu, ijan cimeeh sajo… kok di ago, lai ta karajo kan?????
Mohon maaf, ambo indakbiaso lempar batu sembunyi tangan. Lempar isu habis itu diam-diam. Mari lah kita selesaikan secara terbuka. Jangan hanya dipendam dan dibawa bergunjing berduaan
Wassalam Bil Maaf.
ET Hadi Saputra Katik Sati
Di komplek KOMPAS Ciputat.
From:
Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Elthaf (elthaf)
Sent: 09 Oktober 2007 15:13
To: Rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] Re:
Kesalahan berulang. Was: Re: ASITA SUMBAR
Assalaamualaikum wr.wb.,
Ambo macaliak baliau ka Padang , ka Pakanbaru dengan biaya pribadi, itu sadonyo demi kampuang awak nan awak cintoi.
Kalau KA Padang-Pariaman harus baranti, lah wajarnyoh, karano sampai sagitu maksimal usaho baliau, ndak mungkin lo da Nofrin tiok hari tagak disampiang masinih mangawal KA, kito bukannyo mancemeh, tapi malah kito harus tajun untuak mambantu, nan jaleh sejarah mencatat Kereta api pernah hiduik baliak Padang-Piaman dalam wakatu babarapo bulan. kudian baliau mambawo radio FM ka Padang panjang, satu usaho yang luar biaso, tanpa maminta pitih kito, barang tu lah ado di Padang panjang. bayngakan untuak caro manurunkan barang itu sajo di padangpanjang baliau harus manellpon ka sinan kamari, kaambo sajo baliau manelpon badiskusi baa caro manurunkan barang nan bareknyo 1 ton tu, Kudian baliau buek website Sumatera Barat jo biaya surang, baliau promosikan dnegan caro baliau sendiri lewat foto-foto mamajukan parawisata Sumatera barat, Apo para pedagang makanan, para supir travel, para tukang parkir di bawah jam gadang, dan para pelaku ekonomi di kampuang maagiah fee ka da Nofrins, tidak sanak, tidak pernah terpikirkan dek uda Nofrin untuak maminta baliak dari usahonyo ko doh, baliau ikhlas, baliau murni ingin mambantu kanpuang awak.
Untuak pak Saaf, di usia baliau nan tuo, baliau mancurahkan segala kekuatan baliau, networking baliau untuak mamajukan kampuang awak, bara kali kantua HAM baliau dipakai, lunak gigi pado lidah tu mah maminta izinnyo, semua untuak kito juo.
Ibu Nur, pai ka pakanbaru jo biaya sendiri, maninggakan anak-anak baliau nan masih ketek-ketek di jakarta , untuak sia, untuak kampuang awak uo.
Pak Chaidir, baliau di usia 68 tahuan mancurahkan pikiran baliau untuak awak juo.
Jadi kalau ado nan kurang atau mungkin alun maksimal dari hasil baliau-baliau, mari kito bantu, bantu jo waktu, jo tanago, jo moril, jo doa, paliang indak ANIANG sajo duduak manis se di suduik. jaan lasak pulo.
Kalau raso punyo peduli jo usaho baliau, kito bantu basamo-samo, janagankan KA Padang-Piaman, Padang Payokumbuah bisa tu mah.
Jujur sajo, ambo ndak mampu babuek sarupo nan lah disumbangkan dan nan lah dibuek dek Pak Saaf, pak Chaidir, Uda Nofrins, Bu Nur, Add. Hadi, Add. Ronald, Add. Miko, Add. Firdaus, Kanda Darul, Add. Reza, sanak Herman Jambak, Pak Aslim dan banyak lai bapak, ibu jo dunsanak nan lah berbuat yang terbaik untuak kampuang awak, untuak kemajuan Sumatera Barat.
Cieklai, HENTIKAN mail nan mamecah balah, ndak surang juo nan berhak menyatakan dan mengclaim dan mambuek kubu-kubuan, ndak ado kubu rantau-ranah doh, ndak ado kubu swasta -PNS doh, ndak ado kubu mudo-gaek doh. kalau kamangirtiak jaan disapuratoan dirambah habih sajo urang ko, jaan maateh namokan urang pulo.
Mari kito buek mailing list awak ko sajuak,
Terakhir, ambo mohon maaf lahir dan batin ateh mail ambo ko, semoga di bulan baiak ko, ambo bisa introspeksi dan bisa menjalin ukhuwah islamiyah dan ukhuwah imaniyah sacaro labiah elok.
Padiah sanak, padiah tu mah dihantam di muko urang rami, malu tu mah sanak...
Terimakasih,
wassalam,
Elthaf
Sidang Palanta yth..
Assalamualaikum wr wb
Tanpa bermaksud meniadakan perdebatan yang luar biasa beberapa hari ini yang memang pasnya di Mailist MAPPAS seperti kata Uda Hadi..
Marilah kita persiapkan diri dengan senang hati menyambut Hari Kemenangan Idul Fitri..Mohon Maaf atas segala kata yang tak tepat, laku yang tak sesuai.
Dengan Sedih kita meninggalkan Bulan Ramadhan yang penuh berkah dan bulan pengampunan ini...Walau Bulan suci ini seharusnya kita isi dengan hati yang tenang…saling memberikan dan memperingatkan akan kebaikan…Namun kadang Nafsu kemanusiaan ini tak bisa dikekang walau Nabi telah menyatakan setan di ikat selama bulan Ramadhan.
Ya Allah terimalah Puasa kami...
Wassalam
Dedi Yusmen Endah Kayo (DYEK)
Terkadang timbul, terkadang tenggelam (T4)
-----Original Message-----
From: Rant...@googlegroups.com
[mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf
Of ASLIM NURHASAN
Sent: Tuesday, October 09, 2007 5:45 PM
To: Rant...@googlegroups.com;
MAPPAS MAPPAS
Subject: [R@ntau-Net] Re:
Kesalahan berulang. Was: Re: ASITA SUMBAR
ambo sapakaik jo hadi.....
kato kuncinyo ambo raso adolah IKHLAS.
KUTIKO ado nan diandokkan dalam sebuah komunitas sosial sarupo MAPPAS,
tantu keIKHLASan alah lenyap
dan sarancaknyo urang nan bantuaktu diLENYAPkan,labiah rancak kalau maLENYAPkan diri
----- Original Message ----
From: ET Hadi Saputra <eth_s...@serba-adia.com>
To: Rant...@googlegroups.com; MAPPAS MAPPAS <map...@yahoogroups.com>
Sent: Tuesday, October 9, 2007 5:03:34 PM
Subject: [R@ntau-Net] Re: Kesalahan berulang. Was: Re: ASITA SUMBAR
Assalaamualikum wr wb.
Kakanda Eltaf dan Om Aslim yang ambo hormati.
Da Thaf, mohon ampun ambo ka Kakanda. Tapi milist MAPPAS dibuek bukan untuak UBEK JARIAH PALARAI DAMAM, bukan untuk menghibur hati. Milist ini untuak kito badiskusi, bacakak, bacarito secara EGALITER dalam menghadapi masalah yang harus diselesaikan. MAPPAS dibikin karena kita merasa ada yang SALAH dengan pariwisata Sumbar. Milist ini bukan untuk mengibarkan berita berita bagus, propaganda atau promosi yang baik-baik saja. Tapi milist ini adalah kawah candradimuka bagi kemajuan pariwisata Sumbar.
Sebenarnya email ini dikirim ke RantauNet juga sudah salah. Email ini sebenarnya harus dikirim ke milist MAPPAS. Tapi okelah, kita bicara masalah MAPPAS. Begini;
Ketidaksamaan titik pandang adalah hal yang wajar. Jangankan awak nan hanya sekedar kenal. Urang nan badunsanak sajo alun tantu samo pikirannyo lai doh. Ado babarapo hal yang mungkin indak bisa samo samo awak pahami karena jauhnya jarak. Selain itu (bukannya menuduh, tapi kenyataan) ada sementara pihak yang tidak mau terbuka dan memaparkan seluruh informasi ke publik, Dalam hal MAPPAS misalnya. Saya saja sebagai salahsatu pendiri, seringkali tidak diundang rapat apabila yang mau diperbincangkan itu adalah hal-hal yang mungkin bakal dapat tentangan keras dari saya sebagai individu. Ini sebenarnya juga bisa diterima; karena kegiatan ini adalah kegiatan sosial. Ado se nan namuah mangarokan alah basyukur awak (menurut da Elthaf). Tetapi manuruik ambo, da Thaf. KALAU INDAK dikarajokan jo TULUS hati, lebih baik TIDAK USAH dikerjakan.
Kakanda Aslim, mungkin bana istilah ‘malosoh’ ko, mungkin pulo indak. Mungkin karena alah beberapa tahun pulo kito bagaua, istilah ko mengalami perubahan arti. Bagi saya sekarang, justru semua orang alah malosoh. Alah panek ambo bakuliliang bacarito di biliak-biliak ketek. Tapi hasilnya: SEMUA orang tetap hanya ingin MALAKU-AN GALEH nyo surang-surang. Mangaritih ambo, Urang urang Minang yang sangat kompeten secara individu selalu gagal di tingkat komunitas.
Kakanda Elthaf, ambo tidak berniat membuat polemik. Dari sekian banyak warga di palanta Minang iko, ambo adalah salah seorang yang paling acceptable di kumpulan orang Minang manapun. Ambo pengurus Gebu Minang, Panitia awal TSM/SSM, ambo bagian dari kawan2 kito yg bagaua di Matraman, ambo bagian dari Task Force orang-orang Minang yang berjuang di tingkat pengambilan keputusan Internasional, Ambo juga (sebagaimana da Elthaf ketahui) masih sangat erat berhubungan dengan kawan-kawan SMA1, ambo pun masih ditarimo dan diundang babuko basamo di Istana Presiden, Istana Wapres, Pasar Inpres Senen, Tanah Abang sampai ka rumah da Rainal Rais di Pejaten Barat!.
Bagi Kawan-kawan sadonyo, saat ini saya sudah GERAH dengan kawan kawan nan suko manembak di ateh kudo. Ambo indak ka mancari musuah, tapi ambo raso alah mulai nampak keinginan untuak MANEMBAK DI ATEH KUDO, KUDOnyo punyo URANG, sudah tu KUDOnyo DIBUNUAH.
Antah lah antah…….kalau lai nan manembak diateh kudo, pabilo kudo panek diagiah makan, urangnyo diagiah pitih, alah mungkin sarupo sarugo dunia Minang ko.
Ambo hanya ingin sampaikan: kembalilah kepada NIAT TULUS membangun kampung halaman. Kalau diantara kita ada yang hanya sanggup berdoa, berdoa saja juga cukup. Kalau ada yang sanggup berbuat, berbuatlah sesuai kemampuan. Jangan yang hanya sanggup berdoa, IKUT IKUT an pula mancikarau-i kawan-kawan nan sadang panek. Bagi nan maraso gaek, alah tu. Ijan di paso an bana. Bagi nan maraso mudo, alah tu, ijan cimeeh sajo… kok di ago, lai ta karajo kan ?????
Mohon maaf, ambo indakbiaso lempar batu sembunyi tangan. Lempar isu habis itu diam-diam. Mari lah kita selesaikan secara terbuka. Jangan hanya dipendam dan dibawa bergunjing berduaan
Wassalam Bil Maaf.
ET Hadi Saputra Katik Sati
Di komplek KOMPAS Ciputat.
From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Elthaf (elthaf)
Sent: 09 Oktober 2007 15:13
To: Rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] Re:
Kesalahan berulang. Was: Re: ASITA SUMBAR
Assalaamualaikum wr.wb.,
Sesama muslim adalah bersaudara, sasamo rang Rantau Net adolah badunsanak, sampaikanlah dengan caro rancak,
Ambo mancaliak baliau-baliau, bapak Saaf, Pak Chaidir, Uda Nofrins, Add. Firdaus, Add. Ronald, Kkd. Darul, Add. Miko, Add. Reza, Add. Herman, Add. Wis, Mak Ban, Mak Ban, buk Nur, dan masih banyak bapak, Ibu nan lainnyo lah bakuhampeh ingin mambangun kampuang awak untuak maju sasuai jo kemampuan dan daya upaya nan baliau miliki.
Lah banyak pengorbanan baliau, Pitih, waktu, perasaan, waktu jo keluarga, moril, materil, memang itulah maksimal usaho baliau, dan itulah nan lah dihasilkan dek baliau,
Ambo macaliak baliau ka Padang , ka Pakanbaru dengan biaya pribadi, itu sadonyo demi kampuang awak nan awak cintoi.
Kalau KA Padang-Pariaman harus baranti, lah wajarnyoh, karano sampai sagitu maksimal usaho baliau, ndak mungkin lo da Nofrin tiok hari tagak disampiang masinih mangawal KA, kito bukannyo mancemeh, tapi malah kito harus tajun untuak mambantu, nan jaleh sejarah mencatat Kereta api pernah hiduik baliak Padang-Piaman dalam wakatu babarapo bulan. kudian baliau mambawo radio FM ka Padang panjang, satu usaho yang luar biaso, tanpa maminta pitih kito, barang tu lah ado di Padang panjang. bayngakan untuak caro manurunkan barang itu sajo di padangpanjang baliau harus manellpon ka sinan kamari, kaambo sajo baliau manelpon badiskusi baa caro manurunkan barang nan bareknyo 1 ton tu, Kudian baliau buek website Sumatera Barat jo biaya surang, baliau promosikan dnegan caro baliau sendiri lewat foto-foto mamajukan parawisata Sumatera barat, Apo para pedagang makanan, para supir travel, para tukang parkir di bawah jam gadang, dan para pelaku ekonomi di kampuang maagiah fee ka da Nofrins, tidak sanak, tidak pernah terpikirkan dek uda Nofrin untuak maminta baliak dari usahonyo ko doh, baliau ikhlas, baliau murni ingin mambantu kanpuang awak.
Untuak pak Saaf, di usia baliau nan tuo, baliau mancurahkan segala kekuatan baliau, networking baliau untuak mamajukan kampuang awak, bara kali kantua HAM baliau dipakai, lunak gigi pado lidah tu mah maminta izinnyo, semua untuak kito juo.
Ibu Nur, pai ka pakanbaru jo biaya sendiri, maninggakan anak-anak baliau nan masih ketek-ketek di jakarta , untuak sia, untuak kampuang awak uo.
Pak Chaidir, baliau di usia 68 tahuan mancurahkan pikiran baliau untuak awak juo.
Jadi kalau ado nan kurang atau mungkin alun maksimal dari hasil baliau-baliau, mari kito bantu, bantu jo waktu, jo tanago, jo moril, jo doa, paliang indak ANIANG sajo duduak manis se di suduik. jaan lasak pulo.
Kalau raso punyo peduli jo usaho baliau, kito bantu basamo-samo, janagankan KA Padang-Piaman, Padang Payokumbuah bisa tu mah.
Jujur sajo, ambo ndak mampu babuek sarupo nan lah disumbangkan dan nan lah dibuek dek Pak Saaf, pak Chaidir, Uda Nofrins, Bu Nur, Add. Hadi, Add. Ronald, Add. Miko, Add. Firdaus, Kanda Darul, Add. Reza, sanak Herman Jambak, Pak Aslim dan banyak lai bapak, ibu jo dunsanak nan lah berbuat yang terbaik untuak kampuang awak, untuak kemajuan Sumatera Barat.
Cieklai, HENTIKAN mail nan mamecah balah, ndak surang juo nan berhak menyatakan dan mengclaim dan mambuek kubu-kubuan, ndak ado kubu rantau-ranah doh, ndak ado kubu swasta -PNS doh, ndak ado kubu mudo-gaek doh. kalau kamangirtiak jaan disapuratoan dirambah habih sajo urang ko, jaan maateh namokan urang pulo.
Mari kito buek mailing list awak ko sajuak,
Terakhir, ambo mohon maaf lahir dan batin ateh mail ambo ko, semoga di bulan baiak ko, ambo bisa introspeksi dan bisa menjalin ukhuwah islamiyah dan ukhuwah imaniyah sacaro labiah elok.
Padiah sanak, padiah tu mah dihantam di muko urang rami, malu tu mah sanak...
Terimakasih,
wassalam,
Elthaf
Assalaamualaikum wr wb
Akhirnya da Nofrins mengeluarkan catatan catatan hariannya. Dan ambo berani jamin, ngga ada yang akan mengomentari. Soalnya rata-rata yang berada dimilist ini hanyalah tukang cimeeh. Kerjanya baca sekilas trus langsung memutuskan;
Ciri-cirinya;
- Struktur email biasanya tidak ada pembuka dan penutup, apalagi mengucap salam.
- Didahului dengan kata-kata… kalau baitu…,
- Lebih didominasi ungkapan pesimis.
- Di sempurnakan dengan pernyataan bahwa hal tersebut gampang dan tidak susah dilakukan. “ Aden bisa lo, tuuuuuuuu”
Wassalam bil Maaf,
ET Hadi Saputra Katik Sati34 tahun
Di komplek KOMPAS Ciputat.
From: Rant...@googlegroups.com
[mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf
Of Yulnofrins Napilus
Sent: 10 Oktober 2007 12:35
To: Rant...@googlegroups.com
Cc: Asita Sumbar
Subject: [R@ntau-Net] Info Status
ttg KA Wisata Sumbar
Elthaf dan para dunsanak di melisAdo nan barangkali bermanfaat bagi adiak adiak atau anak anak ambo di melis ko ( ambo lah 79 lewat ) Adalah nasehat alm pak Hugeng Kok nio umua panjang indak pikun pikiakan baa membunuh waktu ( to kill the time ) masaro diri masih bermanfaat Kalau pisau diasah taruih indak akan bakarek Bermanfaat bagi diri sendiri dan bermanfaat bagi urang banyak ( memenuhi ajaran agamo )
Chaidir N Latief
Assalaamualaikum wr wb.
Siap Pak. InsyaAllah ambo akan hadir di Padang
Wassalam
ET Hadi Saputra Katik Sati 34 tahun
Dikomplek KOMPAS Ciputat
From:
Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of chaidir latief
Sent: 10 Oktober 2007 21:56
To: Rant...@googlegroups.com
Cc: Asita Sumbar
Subject: [R@ntau-Net] Re: Info
Status ttg KA Wisata Sumbar
Walaikumussalam WW
Nan sabanano amboko alah diet untuak bakomentar mah, tapi iyo ingin juo sato disiko. Dek ito iyo ambo minta maaf. Dek ambo iyo masih basumangaik untuak sato manggalindiangkan MPKAS jo MAPPAS ko, walau alah jaleh iyo banyak pengorbanan moril dan materil untuak itu.
Ambo iyo kamaucapakantarimo kasih ka sanak Nofrins, atas penjelasan nan sajaleh-jalehno. Mudahan kawan nan mambaco bisa tacerahkan, dan maambiak sikap dan bafikiran positif sasudah iko.
Kadang urang nan maraso bapisau tajam, indak tabateh diumua bagai, raso manyemba-menyembakan sajo piasauno tu kida suok, tanpa namuah batanyo dan manyalidik. Tanpa tahu dima ado pimatang, dima ado biliak dan bateh antaro tugeh jo kemampuan urang.
Nan jaleh, walau banyak batu sanduangan dan karikil tajam, nan niat ka mambangun kampouang iyo masih manggelora diwakko, walau kemampuan awak iyo sangaik tabateh. Apo lai awak harus mangakeh pulo pagi patang untuak mancarikan pungguang nan indak basaok.
Ambo iyo satolo nan dilenia terakhir si Nof tu. Mohon maaf jikok ado talantak kanaiak, tasingguang katurun, dalam baintergrasi dalam milistko.
Wassalam WW
Darul Makmur
PT Tatabisnis Usaha Globalisia
Ph/Fax. +6221-8714975. Mbl: +62-8159673333, -2199979477
email: da...@dr-net.biz website: http://parapatiah.blogspot.com/
From: Yulnofrins Napilus
Sent: Wednesday, October 10, 2007
12:35 PM
Assalamualaikum ww
Dunsanak kasadonyo,
Sekedar menginformasikan kembali agar tidak misperception ttg KA di Sumbar. Terutama yang "kemungkinan" tidak mengikuti perkembangannya di milis ini dan bbrp milis lain ttg isu KA ini. Setidaknya utk me-refresh kembali perhatian kita thd Mak Itam ini. Apalagi sekarang ada "dorongan" dari ASITA Sumbar yang sangat berharap thd hidupnya kembali KA kita ini. Maaf agak sedikit panjang. Kalau anda peduli dg Sumbar silahkan dibaca. Kalau tidak ya skip aja.
====================kuduang=========================
InsyaAllah da Elthaf.
Wassalam,
ET Hadi Saputra Katik Sati
From:
Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Elthaf (elthaf)
Sent: 10 Oktober 2007 11:27
To: Rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] Re:
Kesalahan berulang. Was: Re: ASITA SUMBAR
Add Hadi,
Pak Chaidir, Pak Saaf,Da Nof,Mak Darul,Sanak Miko,Rekan
Hadi,Adinda Ronal,Sanak Ephi Lintau,Ni Sri,sarato dunsanak2
kasadonyo,
Dalam kesempatan yang baik ko, ambo pun ingin mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H, minal aidin wal faizin,
mohon ma’af lahir dan bathin.Semoga pada hari raya ini kita
semua kembali dalam keadaan fitrah,amin yarrabal’alamin.
----------------------------------------------------------------
----------------------------------------
Info Status tentang KA Wisata Sumbar sebagaimana ditulis oleh
Da Nofrin dibawah, ambo raso sudah sangat komprehensif sekali.
Tetapi walaupun demikian,dalam kesempatan ini izinkanlah ambo
ingin memberikan sedikit tambahan catatan mengenai status KA
wisata Sumbar yang ambo koleksi sendiri sebagai bahan pemahaman
kita bersama sbb:
1. KA Wisata Padang- Pariaman Pp dan KA pembawa semen dari
Indarung ke Teluk Bayur,merupakan dua jalur yang masih aktif di
Sumbar sampai saat ini. Dengan 2 jalur aktif ini, PT.KAI Pusat
masih mempunyai kewajiban untuk menghidupi PT.KAI Divre II
Sumbar dengan lebih kurang 1000 karyawan dengan biaya anggaran
sekitar Rp.2-3 Milyar/bulan,untuk biaya operational dan gaji
karyawannya.
2. Asset yang dimiliki PT.KAI Divre II Sumbar,berikut
lokomotif,gerbong,perumahan karyawan,Stasiun,Rel,jembatan,
tanah dsb,lebih kurang Rp.5 Triliun
3. Dari pandangan secara ekonomi PT.KAI Pusat, Divre II
Sumbar merupakan salah satu Divre yang tidak sehat dan dianggap
menjadi beban berat perusahaan, karena biaya operasionalnya
harus selalu disubsidi dari Divre2 yang sehat2 lainnya.
Sehingga muncullah ide di awal tahun 2006 lalu, untuk menutup
total operasional Divre II Sumbar ini.
4. Kemunculan MPKAS dengan ide mengaktifkan KA wisata dari
Padang ke Padang Panjang dan terus ke Sawahlunto,telah membuka
mata PT.KAI Divre II Sumbar,PT.KAI Pusat,Pemprov
Sumbar,Pemkab,Pemko Sumabar, bahwa Divre II Sumbar sangat
potensial sekali dan masih layak untuk dipertahankan bahkan
boleh jadi akan dapat menjadi salah satu produk unggulan wisata
Sumbar,yang merupakan satu2nya Provinsi tujuan Wisata utama
Indonesia yang terletak di Barat Indonesia. Sementara 4
Provinsi kunjungan wisata utama Indonesia lainnya,terletak di
bahagian timur Indonesia.
5. Approach dan loby2 tingkat tinggi serta pencerahan yang
telah dilakukan MPKAS sebagai penggagas KA wisata Sumbar selama
ini, Alhamdulilah mendapat sambutan hangat. Hal ini terbukti
dengan keluarnya Task Force Gubernur, dan Penandatanganan MOU
pembiayaan revitalisasi Kereta Api Wisata Sumbar antara PT.KAI
Pusat,Dirjen Kereta Api, Pemprov Sumbar,Pemkab,Pemko,yang siap
mengeluarkan dana APBD daerah untuk pembiayaan revitalisasi
Kereta Wisata Sumbar itu,yang besarnya +/- Rp.12.5 Milyar
6. Kebulatan tekad dan keseriusan dari Pak Gubernur,
Kadivre II,Sumbar, MPKAS,Pemkab,Pemko, sangat jelas terlihat
dengan ditetapkannya Tanggal 8 April 2007 yang baru lalu
sebagai hari peresmian KA wisata Sumbar dari Padang ke Padang
Panjang dan terus ke Sawahlunto.
7. Tetapi Allah berkehendak lain, malang tidak dapat
ditolak, mujur tak dapat diraih, tepat sebulan sebelum KA
Wisata diresmikan, Sumbar dilanda gempa hebat pada tanggal 7
Maret 2007. Gempa hebat Sumatera Barat ini membuat perhatian
semua pihak menjadi terpecah. Apalagi ditambah lagi dengan
terjadinya gempa susulan hebat 12 September 2007 baru2 ini,
yang pada kemudian hari membuat perhatian terhadap isu Gempa
menjadi isu yang jauh lebih mendapat perhatian ketimbang Kereta
Api wisata.
Kesimpulan
1. Manusia hanya bisa berencana, tetapi Allah lah yang
memutuskan.
2. Mungkin Allah belum mengizinkan KA Wisata di launching
secepat ini, karena mungkin perlu waktu untuk pengecekan teknik
secara seksama,semua sarana dan prasarana yang telah berumur
uzur (+/-115 tahun ini),demi keselamatan kita semua juga,
mengingat banyaknya sarana dan prasarana KA yang telah uzur
yang menyebabkan seringkalinya terjadi KA Api yang anjlok yang
menyebabkan korban jiwa. Karena minimnya perawatan dan
kurangnya tenaga SDM yang handal dari jajaran PT.KAI kita saat
ini.
3. InsyaAllah ketulusan niat dan keikhlasan rekan2 MPKAS
semua, akan mendapatkan nilai ibadah dan pahala yang berlipat
ganda dari Allah.
4. Kata Allah “ Boleh jadi,sesuatu itu baik dalam
pandanganmu,tetapi sesungguhnya buruk dalam pandangan Allah,dan
boleh jadi sesuatu buruk dalam pandangan mu,padahal
sesungguhnya itulah yang terbaik dalam pandangan Allah, karena
sesungguhnya Allah lah yang Maha tahu dan engkau tidak tahu.
5. Sebetulnya banyak pihak yang akan diuntungkan apabila
KA wisata Sumbar ini sukses, dan akan terangkat namanya ke
permukaan secara politik, tetapi yang jelas bukan MPKAS. Hal
itu jelas sekali terlihat pada acara peresmian KA Si Binuang
dan penandatangan MOU pun, Pak Chaidir orang tua kita yang
telah jauh2 dari Jakarta dengan biaya sendiri pun tidak
diberikan kesempatan untuk tampil dalam acara tsb.
6. Tetapi coba dibayangkan sebaliknya, jika terjadi
ma’af “kecelakaan KA wisata” nantinya karena memang sarana dan
prasarananya yang telah uzur, maka MPKASlah yang paling
bertanggung jawab secara moril dan yang pertama dicari Polisi.
7. Nasib MPKAS tak obahnya dengan nasib seorang
guru,bilamana anak muridnya sukses dalam UMPTN,maka murid
itulah yang disebut2 orang sebagai murid yang hebat dan
pintar,tetapi bila si murid itu gagal, makanya gurunyalah yang
disalahkan orang karena tidak pandai mengajar.
8. Mungkin inilah salah satu ujian KEIHKLASAN DAN
KETULUSAN kita terhadap Allah yang ingin berbuat sosial atas
nama perantau minang tanpa mengharapkan pamrih apa-apa untuk
kemajuan kampuang Ranah Minang yang tercinta.Jadikanlah ini
pelajaran beharga dari Allah dalam hidup kita ini,karena begitu
banyak sekali sebetulnya pelajaran yang dapat kita petik dalam
kegiatan MPKAS selama ini.
9. Dan manusia yang IKHLAS inilah sebetulnya yang sangat
langka sekarang ini di Indonesia. Dan ambo sangat yakin,hanya
orang2 yang IHKLAS inilah yang akan bisa memperbaiki Negara
Indonesia ini nantinya, dan yakinlah bukan hanya kereta Api
saja yang bisa kita Revitalisasi, bahkan akan banyak hal yang
dapat diperbuat oleh orang2 Ihklas ini nantinya, seperti
pemasangan Pemancar Radio Netherland oleh Pak Saaf & Da Nofrin
di Padang Panjang, Pariwisata oleh MAPPAS, Saudagar dan
Perdagangan oleh SSM2007,sektor
kesehatan ,pendidikan,telekomunikasi,dsb. Karena hanya orang2
yang Ihklas (Muklis) itulah satu2nya manusia yang dijamin oleh
Allah yang tidak akan bisa digoda syetan.
10. Mungkin strategy ke depan MPKAS tidak cukup hanya
sebagai penggagas dan konseptor saja, tetapi harus menjadi
semacam “Quality control” yang akan terjun langsung ke
lapangan mengawasi proses revitalisasi itu sendiri, mengawasi
secara langsung proses perbaikan dan kelayakan sarana dan
prasaran teknis penunjang KA wisata Sumbar ini nantinya.
Sekian saja dulu,mohon ma’af baribu ma’af karena tulisan ini
juga ternyata cukup panjang.
Sekali lagi selamat Hari Raya Idul fitri 1428 H buat semua
saudara2 ku yang telah Ihklas berbuat selama ini,mohon ma’af
lahir dan bathin semoga kita semua keluar pada hari raya ini
menjadi manusia yang fitrah dan bertaqwa, Amin yarraba’alamin.
Wassalam,
Kurnia Chalik
Date: 10-Oct-2007 14:35:53 +0900
From: "Yulnofrins Napilus" <ynap...@yahoo.com>
Reply-To: <Rant...@googlegroups.com>
To: <Rant...@googlegroups.com>
Cc: "Asita Sumbar" <in...@asitasumbar.com>
Subject: [R@ntau-Net] Info Status ttg KA Wisata Sumbar
Wassalam,
Zainul Akhir Tanjung
-----Original Message-----
From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On
Behalf Of kur...@inpex.co.jp
Sent: Wednesday, October 10, 2007 11:20 PM
To: Rant...@googlegroups.com
Assalamulaikum wr, wb,
Sidang Palanta nan ambo hormati ,
Mohon maaf ambo susun jari nan sapuluh , sabaleh jo kapalo ….ambo haturkan sembah kabakek sidang palanta nan ambo hormati , ijinkan ambo membahas MAPPAS di rantau net ini walapun sudah punya bilik sendiri MAPPAS, dengan sangat terpaksa pakai kapling rantau net yang berperan besar dalam pendirian MAPPAS, demi meluruskan apa yang disampaikan dalam beberapa hari terakhir, tidak bermaksud menyampaikan Pledoi atau pembelaan dan pembenaran, ambo terbiaso berbicara berdasarkan Fakta dan Data serta bukti Otentik secara tertulis aspek legal , kecek rang gaek Jan berbicaro bagai surek indak babarih , ( maksudnya surat tidak ada barisnya itu khan suka ngawur dan ngaco ) atau istilah keren nya bagindo Hasnul “ Asbun dan Sotoy “.
Terima kasih atas dukungan dan perhatian selama ini yang diberikan untuk MAPPAS sebagai organisasi sosial kita tidak dapat melaksanakan kehendak , sudah ada yang mau mengurusi saja sudah syukur alhamdullillah, atas dasar itulah MAPPAS selama ini berjalan, diundang rapat yang datang 3-4 orang ya tetap saja jalan, seperti yang ketum sampaikan dengan teori “Ikan panjangnya “ seberapapun dikarek inyo tetap banamo ikan panjang, MAPPAS bukan PT yang anggotanya bila tidak hadir rapat mendapat teguran atau sangsi, karena ini merupakan organisasi social tentunya kontribusi yang dapat diberikan adalah sisa – sisa waktu setelah mencari sesuap nasi dan semangkok berlian, asap dapur yang utama , baru organisasi….. walau terkadang tuntutan situasi dan kondisi yang membuatnya menjadi terbalik , organisasi menjadi yang utama diurus karena menyangkut kepentingan orang banyak, tapi itulah konsekwensi pengurus, belum lagi untuk berjalannya suatu kegiatanpun disamping kontribusi pemikiran , waktu , kocek di rogoh pulo,walaupun sudah diminta kepada anggota dan pengurus lainnya tetap saja tidak mencukupi , karena yang memberikan kontribusi lagi – lagi Cuma 3-4 orang , dan orangnya itu – itu juga , kalau urusan merogoh kocek ternyata banyak yang “ saku bajaik”, hal ini dapek dimaklumi mungkin mereka tidak bisa memberikan kontribusi karena memang tidak punya dan tidak ada yang akan diberikan dan merekapun banyak kebutuhan , hal ini tidak harus dikeluhkan kalau bisa jalan ya jalan sesuai dengan anggaran yg terkumpul dan kalaupun pada akhirnya itu harus ditanggulangi dan tidak menjadi beban,ya ditutup saja tanpa harus teriak – teriak whoooiiii ini kurang nih…. tapi khan katanya harus dilakukan dengan ikhlas dan itu tak perlu disebut - sebut , iya toh …selama ini tidak pernah diungkap dan dengan sangat terpaksa hal ini harus dibeberkan biar jelas untuk dunsanak kasadonyo, itu khan salah satu bentuk konsekwensi dan pengorbanan pengurus…belum lagi harus mohon pengertian suami dan anak – anak karena harus ditinggal dan transport wara – wiri dan bolak – balik itu harus dengan pesawat, nginap di hotel, dll tapi semua dilakukan atas dasar suka dan senang sehingga tidak ada beban….enjoy aja….
Usia MAPPAS baru memasuki 9 bulan , sejak terbentuk nya MAPPAS tanggal 9 February dan Rakernas di bulan MEI 2007, belum ada yang di lakukan MAPPAS mungkin karena tidak capablenya yang duduk dikepengurusan , lain kali mungkin perlu dilakukan fit and proper test dulu untuk yang akan duduk dikepengurusan jadi tidak mengecewakan para pendiri di kemudian hari, dan kesalahan tidak berulang…
Sanak Hadi ,
Sebagai salah seorang pendiri ( maaf tolong di ralat kalau salah teman – teman karena dalam notulen Rakernas MAPPAS tidak ada tercantum Nama Anda sebagai Pendiri , berhubung karena anda sendiri yang menyebutkan kalau anda pendiri, ya ambo hanya mengikuti saja menyebutnya demikian apa susah nya sih , gitu aja kok repot ) tentunya anda tahu filosofi dan the way of life of MAPPAS, kalau memang sudah tidak sesuai dengan anggaran dasar dan rumah tangga MAPPAS , ya di bubarkan saja khan selesai….bentuk lagi baru, mumpung belum dibuat akte notaris dan penjualan saham ??? yang diusulkan sanak Reza.
Tanyo ambo ciek sebagai seorang Pendiri ? kemana saja anda selama ini ? Rakernas anda tidak nongol , begitupun dalam rapat – rapat pengurus yang lain , saya punya absensi lengkap setiap kali pertemuan, dan rupanya sebagai pendiri anda juga tidak tahu kalau sudah merupakan komitment bahwa segala sesuatu disampaikan di milist baik itu undangan atau pengumuman laiinya ,semua serba transparat, serba terbuka ,dan indak ado nan diandokkan, mulai dari yang penting sampai nggak penting semua ada di milist , jadi buanglah segala prasangka buruk itu jauh- jauh....... anda mengatakan sering kali tidak diundang adalah tidak benar , sebagai contoh acara Rakernas MAPPAS Palembang , Padang , saja bisa ikutan partisipasi dan Pakanbaru pun nyaris demikian , adalah Aneh bila dikatakan anda tidak diundang dan semua undangan disampaikan secara terbuka dimilist, silahkansiapa yang ingin partisipasi ayo bergabung baik pengurus maupun bukan bahkan simpatisan, anggota dari rantau net kek , cimbuak net kek pada hadir....ops! maaf ambo lupo sebagai pendiri mungkin harus dengan treatment khusus diberikan undangan langkok sirih jo carano, mohon maaf sanak kalau itu nan diminta iyo indak talakik doh... ngga ada waktu untuk itu...jadi kalau awak nan indak bisa hadir jan kecek’an ambo ndak di undang , basalahan pulo urang nan maundang....aya...aya ....wae
Mengutip yang disampakain Presiden Amerika JohnF Kenedy “ Jangan tanyakan apa yang dapat Negari ini berikan untukmu , tapi tanyakan apa yang dapat kau berikan untuk Negara“, Ambo raso bilo berpikia jernih apo nan dapek disumbangkan dan kontribusikan itulah hendaknya nan harus ditanyokan kabakek diri sendiri, dari sekian banyak organisasi yang diikuti , apa hasil nyata yang telah dilakukan , maaf ya mungkin sudah merupakan trend di masyarakat ada orang yang suka namanya ada tercantum di berbagai organisasi dimana – mana aja ada namanya tatonggok, ini untuk menunjukkan prestise bahwa dia capable dan disemua tempat dia diakui, padahal kontribusi yang diberikan Nol besar, tidak jarang susunan kepengurusan diberbagai organisasi yang katanya gemuk ternyata di penuhi oleh nama orang – orang yang model beginian, ini yang harus dilenyapkan atau melenyapkan diri,ibarat buah busuk masuk dalam hitungan jumlah , tapi tidak diperhitungkan..nauzubillah min zalik.
Baiklah dunsanak, mencari seorang saudara yang mengerti dalam suka dan duka sangat sulit, mencari musuh seribu dalam hitungan detik dapat dengan mudah dilakukan, ibarek tangan nan ado kadanyo bilo di tetesi perasan air jeruk nipis , tentu pedihnya nggak ketulungan , co baitu pun seandainya hati awak indak bakada tentulah apo nan dikecekkan indak khan menyakikkan hati.
Ambo tidak bisa berpantun atau basajak , langsuang sajo kalau ado nan salah mohon dimaafkan menyambut hari rayo mohon maaf lahir dan bathin , sembah sujud ambo kabakek niniak mamak, cadiak pandai , bundo kanduang dan dunsanak kasadonyo.
Wassalamualaikum wr,wb
Salam,
Nuraini
-----Original Message-----
From: "Dedy Yusmen" <de...@pertamina.com>
To: <Rant...@googlegroups.com>, "MAPPAS MAPPAS" <map...@yahoogroups.com>
Date: Wed, 10 Oct 2007 08:13:57 +0700
Subject: [R@ntau-Net] Re: Kesalahan berulang. Was: Re: ASITA SUMBAR
Sidang Palanta yth..
Assalamualaikum wr wb
Tanpa bermaksud meniadakan perdebatan yang luar biasa beberapa hari ini yang memang pasnya di Mailist MAPPAS seperti kata Uda Hadi..
Marilah kita persiapkan diri dengan senang hati menyambut Hari Kemenangan Idul Fitri ..Mohon Maaf atas segala kata yang tak tepat, laku yang tak sesuai.
Taqobbalallahu Minna Waminkum,
Shiyaamana Washiyaamakum
Selamat Idulfitri 1 Syawal 1428 H, maaf lahir bathin
Wassalam WW
Zoer'aini Djamal Irwan dan keluarga
Jakarta. HP no. 0811964964
021 7378842
Mantap....
Luar Biasa......
Wassalam
Dedi Yusmen
-----Original Message-----
From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On
Behalf Of kur...@inpex.co.jp
Sent: Wednesday, October 10, 2007 11:20 PM
Assalamulaikum wr, wb,
Sidang Palanta nan ambo hormati ,
Atas penjelasan dan keluhan pembelaan panjang lebar Termasuk menjawab MAPPAS organisasi ap dll.
Wassalamualaikum wr,wb
Salam,
Nuraini
-----Original Message-----
From: ASLIM NURHASAN <aslimn...@yahoo.com>
To: Rant...@googlegroups.com, MAPPAS MAPPAS <map...@yahoogroups.com>
Date: Tue, 9 Oct 2007 03:45:10 -0700 (PDT)
Wassalam Bil Maaf.
Di komplek KOMPAS Ciputat.
From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Elthaf (elthaf)
Sent: 09 Oktober 2007 15:13
Asalamulaikum wr, wb,
Be a better Globetrotter. Get better travel answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.
Pinpoint customers who are looking for what you sell.
Kakanda Aslim, mungkin bana istilah ‘malosoh’ ko, mungkin pulo indak. Mungkin karena alah beberapa tahun pulo kito bagaua, istilah ko mengalami perubahan arti. Bagi saya sekarang, justru semua orang alah malosoh. Alah panek ambo bakuliliang bacarito di biliak-biliak ketek. Tapi hasilnya: SEMUA orang tetap hanya ingin MALAKU-AN GALEH nyo surang-surang. Mangaritih ambo, Urang urang Minang yang sangat kompeten secara individu selalu gagal di tingkat komunitas.
Kakanda Elthaf, ambo tidak berniat membuat polemik. Dari sekian banyak warga di palanta Minang iko, ambo adalah salah seorang yang paling acceptable di kumpulan orang Minang manapun. Ambo pengurus Gebu Minang, Panitia awal TSM/SSM, ambo bagian dari kawan2 kito yg bagaua di Matraman, ambo bagian dari Task Force orang-orang Minang yang berjuang di tingkat pengambilan keputusan Internasional, Ambo juga (sebagaimana da Elthaf ketahui) masih sangat erat berhubungan dengan kawan-kawan SMA1, ambo pun masih ditarimo dan diundang babuko basamo di Istana Presiden, Istana Wapres, Pasar Inpres Senen, Tanah Abang sampai ka rumah da Rainal Rais di Pejaten Barat!.Bagi Kawan-kawan sadonyo, saat ini saya sudah GERAH dengan kawan kawan nan suko manembak di ateh kudo. Ambo indak ka mancari musuah, tapi ambo raso alah mulai nampak keinginan untuak MANEMBAK DI ATEH KUDO, KUDOnyo punyo URANG, sudah tu KUDOnyo DIBUNUAH.
Antah lah antah…….kalau lai nan manembak diateh kudo, pabilo kudo panek diagiah makan, urangnyo diagiah pitih, alah mungkin sarupo sarugo dunia Minang ko.Ambo hanya ingin sampaikan: kembalilah kepada NIAT TULUS membangun kampung halaman. Kalau diantara kita ada yang hanya sanggup berdoa, berdoa saja juga cukup. Kalau ada yang sanggup berbuat, berbuatlah sesuai kemampuan. Jangan yang hanya sanggup berdoa, IKUT IKUT an pula mancikarau-i kawan-kawan nan sadang panek. Bagi nan maraso gaek, alah tu. Ijan di paso an bana. Bagi nan maraso mudo, alah tu, ijan cimeeh sajo… kok di ago, lai ta karajo kan ?????
Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo! FareChase.
Assalamualaikum w.w. pak Chaidir jo para sanak sa palanta,
Sabananyo ambo alah mamutuihkan untuak indak ka manjawab babarapo postings kudian-kudian ko, nan nampaknyo ditujukan ka ambo sacaro pribadi. Ambo mancubo untuak tetap basifat sabar, apolagi karano hujatan nan sabana kasa itu tu diluncuakan dalam bulan puaso dimano iman kito dicubo. Iyo agak susah juo ambo manahan diri, karano nan kanai iyo tulang kariang ambo bana.
Namun, sasudah Nanda Nofrins dan Nanda Nuraini turun ka galanggang, ditambah dek pak Chaidir kini, ambo raso ambo indak patuik lai kalau ambo indak turun pulo. Kato haruih dijawab, gayuang haruih disambuik.
Ambo memang sabana heran taradok apo motif pribadi duo urang sanak nan maluncuakan hujatan pribadi tu, HS dan AN, apolagi baliau-baliau tu raso-rasonyo ado bapandidikan tinggi. Sabagai urang Minang mestinyo tahu juo jo budi jo taratik. Surang terpelajar lazimnyo, satahu ambo, mangenal etika dalam mangecek, manulih, jo baperilaku. Ambo indak kabaratan dihujat sarupo tu --misalnyo -- kalau nan mambae ambo sarupo tu, maaf, adolah pareman balai.
Saketek penjelasan. Ambo manyadiokan diri sato bagalimang dalam MPKAS dan MAPPAS ko karano mancaliak dedikasi nan bukan main dari senior ambo sajak di UGM sampai di LKAAM Sumbar, pak Chaidir Nien Latief SH MSI Datuk Bandaro, 79 tahun. Ambo ikuik maraso batangguang jawab sacaro moril mandukuang mimpi baliau untuak maiduikkan kereta api di Sumbar, karano baa juo ambo ko kan keluarga kereta api. Ayah jo anduang ambo kondektur, tukang rem dan kapalo dipo kereta api. Ambo sato mambantuak MAPPAS karano ambo dapek manarimo alasan Nanda Ajoduta dan Nanda Nofrions tantang pentingnyo pariwisata untuak mamajukan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat.
Dalam bateh-bateh kewenangan ambo dahulu sabagai komisioner Komnas HAM, ambo fasilitasilah rangkaian pertemuan di ruang sidang pleno Komnas HAM tu. Rasonyo banyak saketeknyo ado juo manfaatnyo sumbangan ketek ambo tu, kalau ambo indak salah.
Hanyo memang, salamo ambo 40 tahun ambo 'baminang-minang' bak kato pak Fasli Jalal, cukuik banyak ambo basuo jo sanak kito nan labiah banyak otanyo dari karajonyo. Labiah-labiah lai indak kurang banyaknyo nan labiah banyak kritiknyo daripado sumbangannyo, sahinggo dima inyo ado gata-gata urang sakaliliang dibueknyo. Kadipangaan lai.
Sapanjang pak Chaidir masih amuah batahan di MPKAS dan MAPPAS, ambo usahokan batahan mambantu baliau nan ambo hormati ko. Saparati juo nan dibisiakkan pak Chaidir ka Nanda Nofrions, saluruah anak-anak ambo sabananyoj uo alah lamo maminta ambo labiah banyak baistirahat karano umua ambo kan alah kapalo tujuah. Hanyo kadipangaan juo hati ko nan indak 'mentolo' kato urang Jawa mampabiakan kaadaan kampuang kito saroman tu, pado hal ambo ado saketek pangatahuan, saketek pengalaman, jo saketek koneksi, nan bisa ambo abdikan untuak kamaslahatan urang awak di Ranah.
Achirul kalam, tarimo kasih Nanda Nofrins, Nanda Nuraini, dan pak Chaidir. Taradok hujatan kasa dari sanak nan baduo tu ambo sarahkan sajo ka palanta RN jo kapado Allah swt untuak manilainyo. Taradok sagalo kakurangan diri ambo di MPKAS dan MAPPAS, ambo mintak dipabanyak maaf. Hanyo sampai disinan kamampuan ambo.
Sakali lai, Selamat Hari Rayo Idul Fitrie. Mohon Maaf Lahir dan Bathin.
Wassalam,
Saafroedin Bahar (70+2+1).
chaidir latief <chaidir...@yahoo.com> wrote:Bu Nuraini dan para dunsanakAmbo kan lebih tuo dari ibu dalam arti baa ba organisasi menghadapi urang Minang. Ambo pun sering dipertanyakan istri ambo Ka Padang ongkos surang Manga juo lai.Ado nasehat alm pak Hugeng nan barangkali baik bagi para dunsanak Kok lah pensiun urang biaso kebingungan. Banyak nan tibo tibo takalapuak tibo tibo karano " post power syndrome " atau " indak tau a nan kadipabuek " Sebagai seniman beliau melihat masa tua lebih kepada " how to kill the time " dan " merasa hidup masih bermanfaat". Kalau how to kill the time dikaitkan dengan sesuatu yang bermanfaat, kita menjadi asyik Apo lagi dikaitkan pulo "ptitih atau harato indak akan dibao mati" Kan lebih baik digunokan untuk yang mengasyikkan dan bermanfaat. Iko nan paralu direnungkan nan mudo mudo dan membuat pandangan ini as a habitSewaktu mendirikan MAPPAS kita semua YAKIN ( ambo kan pendiri juo bu ) memajukan pariwisata suatu yang SANGAT BERMANFAAT Untuak apolah kito persoalkan pangkat jabatan dll kalau prinsip kito lillahi ta'alaAlah ka sipaik di urang awak bu. Sadonya DIPERTANYAKAN dan DIPERMASALAHKAN Tapi tibo dikarajo dan turun DANA " mbek cah " Tapi kalau lah lancar lain pulo caritonyoSudahlah bu Ambo yakin bana adiak adiak kito tu indak bermakasui buruak Kito kan alah membangun rumah ditepi laut Indak usah takuik jo ombak dan gelombang Indak usah dipapanjang Anggap sajo riak kecil palamak hidangan dimeja Masih banyak yang harus kito karajokanChaidir N Latief
Pak Saaf, Pak Chaidir jo pecinta MAPPAS MPKAS sadonyo,Sadiah hati ambo mambaco apo nan ditulis Pak Saaf. Tapi ambo yakin, Pak Saaf jo Pencinta, Pendiri, penggagas MPKAS MAPPAS lainnyo ndak akan mundur dari milist ko demi pariwisata Minang jo kesejahteraan rakyat badarai nan kito harok an bisa mencicipi hasil pariwasata tu. tantunyo nan positif. Kehadiran Pak Saaf jo Pak Chaidir jo sanak, mamak lainnyo di milist ko di sampiang nan mudo mudo lainnyo, walaupun dapek hujatan gratis, ambo raso masih sangaik sangaik diparalukan.Walaupun masih ado nan bapandapek bahwa pariwisata = penghasil maksiat, kito bausaho maminimalisir sisi negatif ko jo sosialisasi ka tungku tigo sajarangan, ka anak mudo dll. Indak ado kegiatan apopun nan indak mempunyai resiko. Zero risk itu indak pernah ado, tapi minimisable.Sakitu se dulu dari ambo, tataplah pak Saaf jo Pak Chaidir di siko, jaan lah sampai suruik pulo.Salamik hari rayo, minal aidin wal faidzin, maaf lahir bathin ka sanak, apak apak, mamak ka sadonyo di palanta ko.SalamHeri,44, Paris
"Dr.Saafroedin BAHAR" <saaf...@yahoo.com> a écrit :
Assalamualaikum w.w. pak Chaidir jo para sanak sa palanta,
Sabananyo ambo alah mamutuihkan untuak indak ka manjawab babarapo postings kudian-kudian ko, nan nampaknyo ditujukan ka ambo sacaro pribadi. Ambo mancubo untuak tetap basifat sabar, apolagi karano hujatan nan sabana kasa itu tu diluncuakan dalam bulan puaso dimano iman kito dicubo. Iyo agak susah juo ambo manahan diri, karano nan kanai iyo tulang kariang ambo bana.
Namun, sasudah Nanda Nofrins dan Nanda Nuraini turun ka galanggang, ditambah dek pak Chaidir kini, ambo raso ambo indak patuik lai kalau ambo indak turun pulo. Kato haruih dijawab, gayuang haruih disambuik.
Ambo memang sabana heran taradok apo motif pribadi duo urang sanak nan maluncuakan hujatan pribadi tu, HS dan AN, apolagi baliau-baliau tu raso-rasonyo ado bapandidikan tinggi. Sabagai urang Minang mestinyo tahu juo jo budi jo taratik. Surang terpelajar lazimnyo, satahu ambo, mangenal etika dalam mangecek, manulih, jo baperilaku. Ambo indak kabaratan dihujat sarupo tu --misalnyo -- kalau nan mambae ambo sarupo tu, maaf, adolah pareman balai.
Saketek penjelasan. Ambo manyadiokan diri sato bagalimang dalam MPKAS dan MAPPAS ko karano mancaliak dedikasi nan bukan main dari senior ambo sajak di UGM sampai di LKAAM Sumbar, pak Chaidir Nien Latief SH MSI Datuk Bandaro, 79 tahun. Ambo ikuik maraso batangguang jawab sacaro moril mandukuang mimpi baliau untuak maiduikkan kereta api di Sumbar, karano baa juo ambo ko kan keluarga kereta api. Ayah jo anduang ambo kondektur, tukang rem dan kapalo dipo kereta api. Ambo sato mambantuak MAPPAS karano ambo dapek manarimo alasan Dinda Ajoduta dan Nanda Nofrions tantang pentingnyo pariwisata untuak mamajukan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat.
Dalam bateh-bateh kewenangan ambo dahulu sabagai komisioner Komnas HAM, ambo fasilitasilah rangkaian pertemuan di ruang sidang pleno Komnas HAM tu. Rasonyo banyak saketeknyo ado juo manfaatnyo sumbangan ketek ambo tu, kalau ambo indak salah.
Hanyo memang, salamo ambo 40 tahun ambo 'baminang-minang' bak kato pak Fasli Jalal, cukuik banyak ambo basuo jo sanak kito nan labiah banyak otanyo dari karajonyo. Labiah-labiah lai indak kurang banyaknyo nan labiah banyak kritiknyo daripado sumbangannyo, sahinggo dima inyo ado gata-gata urang sakaliliang dibueknyo. Kadipangaan lai.
Sapanjang pak Chaidir masih amuah batahan di MPKAS dan MAPPAS, ambo usahokan batahan mambantu baliau nan ambo hormati ko. Saparati juo nan dibisiakkan pak Chaidir ka Nanda Nofrions, saluruah anak-anak ambo sabananyoj uo alah lamo maminta ambo labiah banyak baistirahat karano umua ambo kan alah kapalo tujuah. Hanyo kadipangaan juo hati ko nan indak 'mentolo' kato urang Jawa mampabiakan kaadaan kampuang kito saroman tu, pado hal ambo ado saketek pangatahuan, saketek pengalaman, jo saketek koneksi, nan bisa ambo abdikan untuak kamaslahatan urang awak di Ranah.
Achirul kalam, tarimo kasih Nanda Nofrins, Nanda Nuraini, dan pak Chaidir. Taradok hujatan kasa dari sanak nan baduo tu ambo sarahkan sajo ka palanta RN jo kapado Allah swt untuak manilainyo. Taradok sagalo kakurangan diri ambo di MPKAS dan MAPPAS, ambo mintak dipabanyak maaf. Hanyo sampai disinan kamampuan ambo.
Sakali lai, Selamat Hari Rayo Idul Fitrie. Mohon Maaf Lahir dan Bathin.
Wassalam,
Saafroedin Bahar (70+2+1).
chaidir latief <chaidir...@yahoo.com> wrote:Bu Nuraini dan para dunsanakAmbo kan lebih tuo dari ibu dalam arti baa ba organisasi menghadapi urang Minang. Ambo pun sering dipertanyakan istri ambo Ka Padang ongkos surang Manga juo lai.Ado nasehat alm pak Hugeng nan barangkali baik bagi para dunsanak Kok lah pensiun urang biaso kebingungan. Banyak nan tibo tibo takalapuak tibo tibo karano " post power syndrome " atau " indak tau a nan kadipabuek " Sebagai seniman beliau melihat masa tua lebih kepada " how to kill the time " dan " merasa hidup masih bermanfaat". Kalau how to kill the time dikaitkan dengan sesuatu yang bermanfaat, kita menjadi asyik Apo lagi dikaitkan pulo "ptitih atau harato indak akan dibao mati" Kan lebih baik digunokan untuk yang mengasyikkan dan bermanfaat. Iko nan paralu direnungkan nan mudo mudo dan membuat pandangan ini as a habitSewaktu mendirikan MAPPAS kita semua YAKIN ( ambo kan pendiri juo bu ) memajukan pariwisata suatu yang SANGAT BERMANFAAT Untuak apolah kito persoalkan pangkat jabatan dll kalau prinsip kito lillahi ta'alaAlah ka sipaik di urang awak bu. Sadonya DIPERTANYAKAN dan DIPERMASALAHKAN Tapi tibo dikarajo dan turun DANA " mbek cah " Tapi kalau lah lancar lain pulo caritonyoSudahlah bu Ambo yakin bana adiak adiak kito tu indak bermakasui buruak Kito kan alah membangun rumah ditepi laut Indak usah takuik jo ombak dan gelombang Indak usah dipapanjang Anggap sajo riak kecil palamak hidangan dimeja Masih banyak yang harus kito karajokanChaidir N Latief
Heri Tanjuang(44)
Rang Tabiang
Paris, Perancis
HP : +33627532880
Fax :+33140598958
HP Indo : 0811885627 (hanyo utk SMS)
Ne gardez plus qu'une seule adresse mail ! Copiez vos mails vers Yahoo! Mail
Sebenarnya email ini dikirim ke RantauNet juga sudah salah. Email ini sebenarnya harus dikirim ke milist MAPPAS.
Sebaiknya begitu karena dari dulu kita mempertahankan RantauNet ini bebas dari hujat menghujat. Mungkin barangkali karena generation gap agak susah ambo untuak manarimo urang tuo2 diperlakukan sarupo urang samo gadang. Itulah ambo mausul kok indak bisa manahan hati adokan biliak rang muo kan bisa disinan bakuhampeh. Pakai japri yo rancak pulo indak sarupo jo Mailing List lain yang hujat menghujat.
Ambo juga (sebagaimana da Elthaf ketahui) masih sangat erat berhubungan dengan kawan-kawan SMA1, ambo pun masih ditarimo dan diundang babuko basamo di Istana Presiden, Istana Wapres, Pasar Inpres Senen, Tanah Abang sampai ka rumah da Rainal Rais di Pejaten Barat!.
Laoi moh nanda kalua masuak istana bagai tapi mambaco email ananda ambo sabano takajuik nampaknyo persoalan ko persoalan pribadi nan tak usah diketahui oleh 1000 urang member RN.
Bagi Kawan-kawan sadonyo, saat ini saya sudah GERAH dengan kawan kawan nan suko manembak di ateh kudo. Ambo indak ka mancari musuah, tapi ambo raso alah mulai nampak keinginan untuak MANEMBAK DI ATEH KUDO, KUDOnyo punyo URANG, sudah tu KUDOnyo DIBUNUAH.
Antah lah antah…….kalau lai nan manembak diateh kudo, pabilo kudo panek diagiah makan, urangnyo diagiah pitih, alah mungkin sarupo sarugo dunia Minang ko.Ambo hanya ingin sampaikan: kembalilah kepada NIAT TULUS membangun kampung halaman. Kalau diantara kita ada yang hanya sanggup berdoa, berdoa saja juga cukup. Kalau ada yang sanggup berbuat, berbuatlah sesuai kemampuan. Jangan yang hanya sanggup berdoa, IKUT IKUT an pula mancikarau-i kawan-kawan nan sadang panek. Bagi nan maraso gaek, alah tu. Ijan di paso an bana. Bagi nan maraso mudo, alah tu, ijan cimeeh sajo… kok di ago, lai ta karajo kan ?????Iko iyo bana tasingguang urang gaek sarupo bundo nan masih ingin berkiprah untuk mamajukan nagarinyo.Dimano ado hak manyuruah urang baranti? Sejarah RN ini makanya sampai berumur 14 tahun lebih ini karena saling menjaga dan menghormati
Mohon maaf, ambo indakbiaso lempar batu sembunyi tangan. Lempar isu habis itu diam-diam. Mari lah kita selesaikan secara terbuka. Jangan hanya dipendam dan dibawa bergunjing berduaan
Nanda indak lempar batu saembunyi tangan do ananda tembak lansuang walaupun nan ditembak indak bundo dek karano masuak rang tuo yo kanai lansuang pulo.Dipepatah Inggris ada:Treat me like a father I will be a father, treat me like a king I will be a king, treat me like a lady I will be a lady but If you treat me like a dog I WILL BITE YOUSekianlah WassalamHayatun Nismah Rumzy (nearly 69)
AWW Ayah Saaf dan Sanak Sapalanta.....
Niaik pribadi ambo indak lain indak bukan adolah untuak ikuik pulo mamajukan kePARIWISATAan MIANGKABAU (Sumatera Barat) sebagai salah satu upaya untuk Meningkatkan Kesejahteraan Anak Nagari memalalui aset yang dikaruniakan ALLAH SWT.
Untuak itulah ambo "BATANYO" dalam topik nanko dan menginginkan "keIKHLASan", sarupo duo postingan ambo tantang topikko:
[OCT 9,2007; 2:12PM]
hadi nan biaso "malosoh" bak kato kami sajak 2006 di tsm dulu.....
kini tasama bana nampaknyo.....
ambo agak binguang....
karano mungkin indak tau duduak persoalan awal atau pangalaman nan sudah
apo sabanyo inti masalah
tasama di bulan syaum ko sabanyo pasti bisa pulo bapahalo....
asal................?
[0CT 9,2007; 5:45PM]
Aslim Nurhasan /0811103234
para dunsanak sapalantaKok bulieh ambo mausul topik ko kito sudahi sajo sampai disiko Ada karajo atau tantangan nan gadang sedang kito hadapiLai akan ado hasilnyo atau manfaatnyo SSM07 koBerikut manyusul PB 2008Lai indak do OTA jo RUOK sajo Iko malibatkan pembesar pembesar kito. Urang maju juo kita sibuk badebat dan mangomel juoAkan lebih bemanfaat ado SARAN dan PIKIRAN dihari saketek nan tingga menjelang SSM 07 dan PB 2008Chaidir N Latief
__._,_.___Kita membangun MAPPAS untuk ikut menangani masalah-masalah wisata di ranah, dengan cara meminta perhatian fihak yang berwenang mengenai masalah-masalah tersebut di Sumatera Barat.
Menimba teknik DPR RI dalam membahas rancangan undang-undang, saya merasa ada baiknya kita himpun sebuah daftar yang memuat secara rinci masalah-masalah kepariwisataan ini, yang untuk sementara kita sebut
sebagai Daftar Inventarisasi Masalah Pariwisata Sumatera Barat, atau DIM-PSB. Terhadap setiap masalah yang ditemui pada setiap obyek wisata kita sampaikan saran konkrit, dan kita catat respons manajer obyek wisata tersebut.
![]()
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | UnsubscribeSPONSORED LINKS.![]()
__,_._,___
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story.
Play Sims Stories at Yahoo! Games.
Be a better Globetrotter. Get better travel answers from someone who knows.
Bagi saya perbuatan cuci tangan jauh lebih mulia dari perbuatan anda yang saya sebut ASBUN.
Seakan akan anda sangat kenal dengan Saafroedin Bahar. Padahal menulis nama beliau saja belum becus.
Saya ragukan sangat keterpanaan anda. Cobalah belajar mendengar, sebelum berbicara.
Ini salah satu contoh urang yang malosoh. Ambo ndak tau di Piaman malosoh tu apo namonyo. Tapi kalau tidak mengerti, jangan asal email. Anda bisa tanya saya.
Anda bisa cari tau nomer mana yang bisa dihubungi. Kalau tidak punya pulsa, silahkan sms atau miss call saja. Nanti saya yang hubungi anda kembali.
Maaf pak Chaidir. Nan ciek ko tapaso ambo jawab. InsyaAllah kito basuo di Padang hari Kamih.
Wasaalam,
ET Hadi Saputra Katik Sati
Di kompleks KOMPAS Ciputat.
From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of cinto ranah
Sent: 14 Oktober 2007 22:24
To: Rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] Re: [Wisata Minang] Kesalahan berulang. Was: Re: ASITA SUMBAR
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
Merujuk info di bawah ada yang agak ganjil, mudah-mudahan keganjilan saya ini hanya ada pada diri saya sendiri.
Kalau tidak salah MAPPAS didirikan bukan sebagai organisasisi pada bidang usaha/bisnis kepariwisataan tetapi sebagai partner pemda agar terciptanya pengembangan kepariwisataan di Sumbar. MAPPAS dibentuk bukan untuk menjadi Event Organizer ataupun semacam Tourism Board.
Disebutkan bahwa pd tgl. 18 Okt. lalu ketua dan sekjend. MAPPAS Sumbar diundang .........., dan mereka dilantik pada tgl. 21 Okt. => Kok belum dilantik sudah menyodor-nyodorkan diri sebagai ketua dan sekjend; dan kapan terjadinya pemilihannya serta bagaimana mekanismenya?
Kalau gak salah hasil di Sukabumi beberapa bulan lalu belum menyepakati AD/ART MAPPAS, dan terus sudah ada pengurus wilayah sumbar, piye iki lho jeng?
Sekali lagi kita bersepakat untuk kepentingan Ranah Minang, Sumbar.
Herman Jambak
Corp.Affairs & Services Koperasi KOKARGA
Garuda Indonesia Building 7th Fl.
Jl. Gunung Sahari Raya 52, Jakarta 10610 Indonesia
Ph. (62-21) 4262058-4262060 Fax. (62-21) 4262061
E-mail: in...@kokarga.com http://www.kokarga.com
+62811961908__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
Assalaamualaikum Wr Wb.
Sebenarnya tidak hanya itu keganjilannya. Saya sudah terlanjur janji dengan pak Chaidir Nien Latief untuk tidak memperkeruh suasana, namun kebenaran ini harus disampaikan walaupun sangat pahit rasanya. Saya bukan pengurus MAPPAS, dan sebagai wakil Sekjen MPKAS juga tidak di-izinkan memegang jabatan apapun di MAPPAS. Perlu dicatat bahwa saya sudah BERUSAHA sepenuhnya melaksanakan jalan diplomasi ke semua pihak, sebelum akhirnya menyambung email pak Herman Djambak ini. Mungkin karena sudah dijadikan kambing hitam dan dianggap sebagai pengacau, saya berusaha juga menyampaikan uneg-uneg ini. Hal-hal penting lainnya yang tidak dapat disampaikan kepada publik akan saya usahakan menyimpannya sendiri.
Adalah sangat salah apabila pengurus MAPPAS berusaha menghindari pertanyaan-pertanyaan para anggota MAPPAS. Apalagi hanya karena keinginan politik dan kepentingan untuk memihak pribadi dan golongan tertentu.
Saya sangat mengharapkan tanggapan dari yang bersangkutan di forum ini. Pertanyaan saya dan pertanyaan Herman Djambak merupakan kepedulian kami sebagai bagian dari MPKAS dan RantauNet. Kami adalah pihak pihak yang berhak mendapatkan jawaban yang pantas sebagai katalisator pembentukan MAPPAS.
Wassalam,
ET Hadi Saputra Katik Sati ’34 tahun
Sadang di nagari Singo sampai bisuak pagi.
Assalaamualaikum Wr Wb.
Walaikum salam wr, wb.
Sebenarnya tidak hanya itu keganjilannya. ??????? Saya sudah terlanjur janji dengan pak Chaidir Nien Latief untuk tidak memperkeruh suasana, namun kebenaran ini harus disampaikan walaupun sangat pahit rasanya. ?????? Saya bukan pengurus MAPPAS ( INI BETUL SEKALI ) , dan sebagai wakil Sekjen MPKAS juga tidak di-izinkan memegang jabatan apapun di MAPPAS. ( ini khan kesepakatan pada saat pembentukan MAPPAS , Da Nof tolong diperjelas ....! ) Perlu dicatat bahwa saya sudah BERUSAHA sepenuhnya melaksanakan jalan diplomasi ke semua pihak ( diplomasi dan provokasi beda lho ) , sebelum akhirnya menyambung email pak Herman Djambak ini. Mungkin karena sudah dijadikan kambing hitam ???? ( sebentar lagi idul adha pasti laku keras ) dan dianggap sebagai pengacau ????? , saya berusaha juga menyampaikan uneg-uneg ini. Hal-hal penting lainnya yang tidak dapat disampaikan kepada publik akan saya usahakan menyimpannya sendiri. ??????
Adalah sangat salah apabila pengurus MAPPAS berusaha menghindari pertanyaan-pertanyaan para anggota MAPPAS. ( kami sebagai pengurus tidak pernah menghindari pertanyaan , semua dijawab dengan jelas dan kalau ada yang kurang jelas silahkan dipertanyakan kembali ) Apalagi hanya karena keinginan politik dan kepentingan untuk memihak pribadi dan golongan tertentu. ( ini tolong dipertanggung jawabkan statemanet anda)
Assalamualaikum wr wb
Apa yang telah di lewakan oleh Sanak Hadi sepertinya sudah menerobos batas-batas manajemen organisasi yang baik dan benar.
Setahu Ambo nan mantahko, Bilo ado masalah didalam organisasi tantu labiah mantap di bicarakan dilingkungan Organisasi tsb. Bahkan MAPPAS juo punyo Mailist sendiri, dan tentu tidak semua permasalahan internal organisasi harus didebat-debat dihalaman urang, walaupun kito tahu yang membidani MAPPAS ini banyak Sanak dari Rantaunet juo, yang Ambo tahu Sanak Hadi termasuk pula sebagai salah satu perintisnyo. Ado Permasalahan organisasi yang diputuskan di Kepengurusan, kalau Pengurus ndak tahu ya mungkin karena nggak datang waktu rapat-rapat diadakan karena memang ada kesibukan lain. Sebagai konsekuensi kito yang ndak tibo harus terima setiap keputusan yang dibuat rapat. Dan tantu ndak sadonyo pulo nan harus diberi tahu kaanggota, jangankan itu ada keputusan-keputusan yang hanya diputuskan oleh Pimpinan Puncak Organisasi saja, hal itu adalah biasa.
Bila tak setuju boleh pula di debat, bila tidak adakan voting, bila sudah diputuskan walau tidak sesuai dengan pemikiran kito ya terima, kalau tak suka ya bisa ‘di tolak’ saja, tapi tentu pula kita tidak berkoar koar pula kemana-mana kecuali Pegurus telah melakukan tindakan yang melanggar Aturan Organisasi yang telah dibuat. Banyak urang yang talendo di Postingan Sanak seperti Pegiat Wisata (Pengurus MAPPAS di Sumbar), Pemerintahan Kota Sawahlunto dan tentu pegiat Utama MAPPAS Ketua Umum dan Sekjen yang sudah sah diangkat dan tentu pulo Kepengurusan MAPPAS yang lain ado nan talendo pulo tekait dengan struktur dalam organisasi
Jadi heran kito, patang2 di mailist dipedebatkan, urang rantau men nan sumangaik, urang di ranah cak-cak ndak tahu menno untuak acara SSM07, kini di Acara MAPPAS ko urang di ranah sumangaik, dipedebatkan juo. Kalu ado masalah intrik, interest tertentu dari sebagaian urang yang ikuik organisasi, hal itu adalah biasa dan wajar, asal jangan menghancurkan organisasi dan melanggar hal-hal yang disepakati bersama, dan tentu untuak memutuskan hal seperti itu perlu pengkajian yang lebih dalam dan jernih pada forum rapat pengurus dan anggota tentunya. Tidak namuah ‘baubyah-ubyah’ mendoh kicatnya kawan dari Cilacap.
Mantun men Sanak..
Jangan menjadi tersesat pulo kito di jalan yang benar jadinya
Maaf talabiah takurang
Tabik
De Yusmen Ekay (DYEK)
-----Original Message-----
From: Rant...@googlegroups.com
[mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf
Of Nuraini B Prapdanu
Sent: Thursday, October 25, 2007 1:33 PM
To: Rant...@googlegroups.com;
'MAPPAS MAPPAS'
Cc: uni_...@yahoo.co.id;
rie...@yahoo.com; riy...@yahoo.co.id; derizo...@plasa.com;
atiek_lu...@yahoo.com; 'Johan Backir'; dakr...@panpacific.com
Subject: [R@ntau-Net] Re: MAPPAS
di Padang...
Dunsanak kasodonyo ,
mohon maaf numpang lewat ....untuk melewakan ini , ambo sangat prihatin dengan issue yang beredar selama ini , mudah - mudah menjadi jelas , kalau memang punya niatan yang sama untuk ranah tacinto , ayo sama- sama kita benahi , dan kalau tidak berkenan sampaikan dalam forum resmi adakan pertemuan , minta pertanggung jawaban , kalau perlu ganti dan bubarkan kenapa tidak ? ! tidak ada istilah melenyapkan dan dilenyapkan , saya siap MUNDUR kok, silahkan kalau ada yang mau gantikan , sebelum jadi pengurus dan setelah jadi pengurus MAPPAS , saya adalah saya tetap NURAINI .
Insyaallah dalam waktu dekat akan kami agendakan pertemuan pengurus MAPPAS seperti biasa terbuka untuk umum , silahkan yang punya kepentingan untuk hadir , undangan seperti biasa disampaikan di milist.
Salam ,
SEKJEND MAPPAS
Nuraini
From:
Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of ET Hadi Saputra
Sent: Wednesday, October 24, 2007
11:00 PM
To: Rant...@googlegroups.com;
'MAPPAS MAPPAS'
Subject: [R@ntau-Net] Re: MAPPAS
di Padang...
Assalaamualaikum Wr Wb.
Walaikum salam wr, wb.
Sebenarnya tidak hanya itu keganjilannya. ??????? Saya sudah terlanjur janji dengan pak Chaidir Nien Latief untuk tidak memperkeruh suasana, namun kebenaran ini harus disampaikan walaupun sangat pahit rasanya. ?????? Saya bukan pengurus MAPPAS ( INI BETUL SEKALI ) , dan sebagai wakil Sekjen MPKAS juga tidak di-izinkan memegang jabatan apapun di MAPPAS. ( ini khan kesepakatan pada saat pembentukan MAPPAS , Da Nof tolong diperjelas ....! ) Perlu dicatat bahwa saya sudah BERUSAHA sepenuhnya melaksanakan jalan diplomasi ke semua pihak ( diplomasi dan provokasi beda lho ) , sebelum akhirnya menyambung email pak Herman Djambak ini. Mungkin karena sudah dijadikan kambing hitam ???? ( sebentar lagi idul adha pasti laku keras ) dan dianggap sebagai pengacau ????? , saya berusaha juga menyampaikan uneg-uneg ini. Hal-hal penting lainnya yang tidak dapat disampaikan kepada publik akan saya usahakan menyimpannya sendiri. ??????
1. Tugas MAPPAS adalah menyelenggarakan MUNAS MAPPAS ditahun 2008. Ini merupakan kesepakatan ketua pada saat saya dan Bobby Lukman pada saat berdiskusi di rumah beliau. Namun ini tidak pernah disebutkan dalam acara MAPPAS. ini belum pernah dibicarakan dalam rapat pengurus dan belum masuk dalam agenda kerja MAPPAS , untuk itu tidak PERLU untuk disebutkan. hanya sebatas diskusi Pak syaaf dengan simpatisan MAPPAS dalam forum informal bertamu kermuah beliau , jadi bukan suatu kesepakatan dan keputusan yang harus dilaksanakan.
2. SK Pengangkatan MAPPAS perwakilan SUMBAR yang saat itu hanya ditandatangani oleh Ketua dan Sekjen, tanpa rapat anggota sebenarnya adalah tidak sah. Namun Ketua beralasan itu merupakan keputusan rapat. Rapat yang dimaksud dilakukan diPadang tanpa kehadiran anggota MAPPAS yang lain. Padahal saat itu apabila dibutuhkan, ada 5 orang PENDIRI MAPPAS yang sedang berada di Padang. Kalaupun beralasan rapat itu dilaksanakan di Padang, tidak melepaskan kewajiban pengurus MAPPAS untuk mengundang para anggota dan pendiri MAPPAS. Hadir atau tidak, yang jelas seharusnya pengurus telah melaksanakan kewajibannya. SK pengangkatan MAPPAS Perwakilan Sumbar berdasarkan Rapat anggota dilaksanakan di Jakarta tanggal 8 Juni 2007 ( notulen terlampir ) dan Surat Mandat Pembentukan Perwakilan Mappas Sumbar tertanggal 12 Juni 2007, serta pertemuan formatur yang ditunjuk di padang tanggal 18 Juni 2007, semua pertemuan selalu dengan menyebarkan undangan terbuka secara resmi baik di milist atau via sms, memang undangan tidak diedarkan ke pintu rumah - rumah dengan mambao siriah jo carano.
3. Ketua menyatakan terpaksa mengeluarkan SK karena beliau tidak sanggup menahan desakan Uni Djan untuk menunjuk dia sebagai ketua MAPPAS perwakilan SUMBAR. ini tidak benar !!! , sebagai insan dewasa tentunya dapat berpikir secara jernih mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak , maaf desakan seperti apa yang dia lakukan ! , sebegitu hebatnyakah seorang Uni DJan dapat mendesak Seorang Bapak yang juga mantan Mliliter , Anda jangan mendiskreditkan Ketua.
4. Ketua tidak melaksanakan kesepakatan yang beliau buat sendiri tentang kepengurusan MAPPAS PERSIAPAN. saya baru denger ada istilah kepengurusan MAPPAS PERSIAPAN ?????????
5. Acara pelantikan Pengurus MAPPAS persiapan di SSM2007 di danai oleh walikota Sawahlunto. Ini merusak independensi MAPPAS Sawahlunto adalah Sponsor untuk acara Seminar dan Dialog ,dimana mereka punya kepentingan Promosi untuk memaparkan keungulan dan potensi yang dimiliki Sawah lunto acara dibagi dalam dua sessi,dimana satu dan lainnya tidak ada keterkaitan sessi pertama Jam 08.00 - 10.00 adalah Seminar dan Dialog yang dibiayai oleh Sawah lunto untuk Coffe Break nya setelah itu acara Selesai , bubar dan dilanjutkan dengan acara Pelantikan Pengurus Perwakilan Mappas Sumbar yang tanpa biaya karena tidak perlu sewa tempat lagi memanfaatkan ruangan bekas acara Seminar atas izin pihak Hotel jam 10.30 - 12.00, karena untuk menyewa ruangan dan menyediakan snack atau makan siang MAPPAS belum memiliki dana untuk menanggulanginya ! tolong dimengerti ini adalah bagaimana usaha MAPPAS bisa memafaatkan fasilitas yang tersedia tanpa mengeluarkan biaya dan ketergantungan dengan pihak manapun dan tetap memposisikan MAPPAS pada Independensinya.
6. Ketua penyelenggara acara pelantikan MAPPAS di Sumbar adalah pengurus partai politik tolong pisahkan antara pribadi dan organisasi , terus kalau dia pengurus partai politik apakah tidak boleh untuk ikut partisipasi aktif dalam organisasi yang lain , maaf saya tidak tahu aturan main dalam partai politik , apakah pengurus partai politik tidak boleh jadi pengurus di organisasi lain ? , berdasarkan Anggaran dasar MAPPAS yang sudah disyahkan dalam rakernas Cimelati MAPPAS tidak ada pasal yang menyebutkan bahwa pengurus MAPPAS tidak boleh dari Pengurus Partai Politik, setahu saya cukup banyak orang pengurus partai yang juga pengurus diberbagai organisasi lain sebagai contoh Organisasi Minang yang cukup besar seperti Gebu Minang ada beberapa ketua bidangnya adalah aktivis partai politik sebagai contoh Irwan Prayitno , Patrialis Akbar dan masih banyak lagi lainnya .
7. Ketua MAPPAS perwakilan Sumbar yang ditunjuk oleh Ketua dan Sekjen adalah PENGURUS PARTAI POLITIK jawabnya sama dengan point no 6
8. Kandidat MAPPAS perwakilan Sumbar sudah seringkali melakukan hal hal yang diluar kepatutan sebagai seorang kandidat ketua MAPPAS Sumbar. Salah satunya dilakukan didepan umum di cafe hotel Pangeran pada pukul 11 malam, sehari sebelum pelantikan. Kejadian disaksikan oleh para elit politik, pejabat pemda, panitia SSM, pengurus pusat Gebu Minang, dan saudagar-saudagar yang saat itu masih berada dilobby hotel Pangeran. Ketika hal ini dan beberapa hal lainnya disampaikan kepada pengurus MAPPAS pusat (jauh sebelum pelantikan MAPPAS Sumbar), mereka beranggapan bahwa saya dan beberapa teman yang lain hanyalah ingin memperkeruh suasana karena tidak setuju dengan pengangkatan oknum tersebut sebagai ketua MAPPAS Sumbar sekali lagi tolong pisahkan antara pribadi dan berorganisasi , apakah dengan menjadi pengurus MAPPAS orang jadi tidak boleh bernyanyi , berpoco - poco , bergembira ? apakah tercela hal yang dilkukan tersebut , menurut saya menyanyi dan menari malam itu , semua yang dilakukan dalam batas kewajaran dan hal yang pantas dilakukan dimuka umum , malah menghibur orang lain, belum tentu orang lain bisa menyanyi dan menari, toh dalam suasana informal dan tidak ada keterkaitan sama sekali dengan MAPPAS.
9. Setidaknya 4 orang Pengurus Mappas Sumbar yang dilantik menyatakan tidak mengetahui apa itu MAPPAS. Apalagi visi dan misinya. ini tidak benar...!!!!!! mereka semua dalam rapat pengurus dan rapat pembentukan , masing - masing sudah mendapatkan fotocopy anggaran dasar Mappas yang memuat lengkap Deskripsi , Visi ,Misi Mappas.
10. Calon pengurus MAPPAS Sumbar Persiapan, diharuskan membeli jaket seharga 165000 rupiah untuk menghadiri acara pelantikan. Salah seorang yang sudah dibuatkan jaket dengan sulaman nama tersebut tidak dipanggil kepanggung pelantikan, denger2 karena beliau ternyata tidak sanggup membayar jaket yang sudah dibuatkan. ini juga tidak benar !!!!......coba tolong dibiasakan kalau segala sesuatu berdasarkan fakta dan data jangan cuma denger - denger, kalau tidak benar akan menjadi fitnah ...mengenai seragam Jacket adalah kesepakatan dari rapat panitia yang memutuskan bahwa perlu dibuatkan seragam, untuk itu MAPPAS sudah pasti tidak ada dana dan disepakati merogoh kocek dari Saku masing - masing ,mereka ingin tampil mempesona dengan niat ba'a kok rancakno dicaliek urang , ini lah gaya orang rantau . ketika orang ranah menyambut dengan antusias dan ketika ada orang ranah yang berbuat , bukannya diapresiasi malah dipolitisir , dan tidak semua yang dilantik maju kemuka semua pakai seragam karena bukan keharusan dan ada juga yang maju tidak pakai seragam ( lihat foto dokumentasi pelantikan ) dan tidak ada yang tidak dipanggil kepanggung pelantikan karena tidak sanggup bayar jaket ini tidak benar !!!!, karena saya sebagai Sekjend dan Ketum yang melantik mereka dan memastikan tidak ada satupun pengurus yang terdaftar terlewat untuk dipanggil.
11. Pada salah satu rapat yang dilaksanakan, calon ketua MAPPAS Sumbar (waktu itu) mengharuskan calon pengurus dan anggota mengumpulkan KTP dan Pasphoto. Kenapa? ini untuk pendataan dan kartu anggota MAPPAS
12. Pada saat itu juga, setidaknya ada 5 hadirin yang bersaksi bahwa beliau mendiskreditkan salah seorang pengurus MAPPAS Pusat dan saya pada saat acara berlangsung. Saya tanyakan langsung melalui telepon pada Sekjen, dan belaiu menjawab “tidak tahu”. Suatu jawaban yang sangat tidak bisa dimengerti. Sekjen adalah penyelenggara acara tersebut. Satu-satunya paparan pada acara terbut juga disampaikan oleh sekjen sekali lagi anda tidak detail , tolong lah berdasarkan fakta dan data ,jangan hanya dengar - dengar , pada saat itu kapan ? tolong yang jelas ! kapan ? dimana ? dan apa yang dibicarakan ? , saya mengerti yang anda maksud tapi khan orang lain yang membaca tidak jelas maksudnya , gini ya biar jelas .....Dalam pertemuan Mappas Pusat dan Perwakilan Mappas Sumbar bertempat di Hotel Pangeran Tanggal 18 Agustus 2007 , saya diundang sebagai pembicara bukan sebagai penyelenggara , lagi - lagi anda salah....saya diundang untuk mempresentasikan makalah dengan topik MAPPAS sebagai Mitra Pengembangan Kepariwisataan Sumbar, siapa yang mendeskreditkan pengurus MAPPAS PUSAT? siapa yang di deskreditkan ? lihat postingan saya tertanggal 21 agustus 2007 yang memuat lengkap notulen Rapat pertemuan acara tersebut, saya memang menerima telpon dari anda saat itu yang menanyakan " Bu , ada apa katanya nama saya disebut - sebut " , saya jawab " tidak tahu " karena memang tidak tahu dan saya juga tidak dengar ada yang nyebut - nyebut nama Anda dalam forum tersebut, saya malah bertanya lho apa kaitannya nyebut - nyebut nama anda , anda pengurus Mappas bukan ! ? so nggak nyambung banget !
13. Setidaknya ada 7 orang tokoh masyarakat dan budayawan Sumbar yang menjadi pendukung utama pendirikan MAPPAS, menyatakan menolak hadir pada ada pelantikan. “Ada yang tau kenapa?” sekali lagi kalau kita bicara berdasarkan data dan fakta , apakah anda yang bertugas sebagai Panitia penyelenggara yang melakukan reservasi kehadiran undangan ? sehingga Anda bisa menyebutkan ada 7 orang yang menyatakan menolak hadir , kalau cuma dengar dan katanya , tidak dapt dipertanggung jawabkan dan maaf untuk diabaikan saja , dan jumlah 7 orang terlalu sedikit , bisa saja anda sebutkan sekian orang karena anda khan tidak ada datanya ! kalau ada mari sama - sama kita usut dan duduk bareng , cari tahu kenapa , kalau memang punya itikad baik membenahi lho .....
14. Acara dihotel pangeran seharusnya merupakan seminar dan diskusi tentang pariwisata. Yang saya saksikan hanyalah paparan investasi bidang pariwisata dari walikota Sawahlunto, Amran Nur (sponsor acara). coba lihat point 5
15. Beberapa diantara kita sudah mengingatkan Sekjen dan Ketua tentang beberapa hal penting yang harus dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan. ( kapan , dimana, apa yang diingatkan , semua diputuskan diambil setelah melalui rapat pengurus ) Namun ketua menyatakan bahwa semua akan beliau pertanggungjawabkan secara organisasi (yang BELUM memiliki aturan tentang sanksi yang bisa diberikan pada pengurus dalam anggaran dasar sudah jelas ). Saya pikir biarlah ini menjadi tanggungjawab ketua pada dirinya sendiri dan pada Yang di atas.
16. Dalam melaksanakan kegiatan, sekjen tidak pernah berdiskusi dengan anggota-anggota yang lain INI TIDAK BENAR , semua disampaikan melalui email dan di milist terbuka untuk umum dan memang saya hanya berkoordinasi pengurus saja , maaf saya tidak berkoordinasi dengan bukan pengurus , setidaknya menurut asumsi saya: beliau tidak pernah membicarakan dengan Saya ( memang betul karena anda bukan pengurus Mappas) , Herman Djambak ( tim 7 ) , Irwansyah, ( sekretaris 1 mappas pasti baca email dong ) Johan Bachir ( ketua II baca email ) , Chairul Alfi ( ketua 1 baca email ) , Maelani Mairisa ???? , Sulfah AE Jamin ??? , Warni Darwis ???? , yang kalau ditotal merupakn ½ jumlah hadirin pendiri MAPPAS ( ide pembentukan dan pendiri MAPPAS seperti yang tercantum dalam notulen rakernas MAPPAS cimelati . adalah Rinaldo J. Azis, Yulnofrins Napilus, Dutamardin Umar, Chaidir Latief .dalam milist rantaunet untuk menyukseskan wisata pulang basamo .
<BR
Alhamdulillah akhirnya yang berkepentingan menjawab juga.
Mappas di bentuk di Gedung KOMNAS HAM, bukan Cimelati.
Harap dicatat bahwa yang saya sampaikan semuanya memiliki bukti-bukti yang otentik. Baik berupa tertulis ataupun rekaman pembicaraan.
Pembicaraan dengan pak Saaf malam itu juga saya punya rekamannya. Mohon maaf, tapi saya tidak pernah mau mendiskreditkan diri saya sendiri hanya dengan menyebar berita bohong.
Silahkan buat rapat, saya akan hadir. Siapapun yang merasa berkepentingan, silahkan menghubungi saya.
Bu Nuarini, tolongjuga ditanggapi pertanyaan Herman Djambak. Saya bukan satu-satunya yang bertanya di forum ini.
Terimakasih dan Wassalam
ET Hadi Saputra Katik Sati
di tapi lauik Padang.
From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Dedy Yusmen
Sent: 25 Oktober 2007 15:13
To: Rant...@googlegroups.com;
MAPPAS MAPPAS
Cc: uni_...@yahoo.co.id;
rie...@yahoo.com; riy...@yahoo.co.id; derizo...@plasa.com;
atiek_lu...@yahoo.com; Johan Backir; dakr...@panpacific.com
Subject: [R@ntau-Net] Re: MAPPAS
di Padang...
Assalamualaikum wr wb
Assalaamualaikum Wr Wb
Baik mak Duta, Tentu saya masih ingat komitmen awal pembentukan MAPPAS (sampai-sampai saya harus berbeda pendapat dengan kawan salapiak sakatiduran, Kurnia Chalik).
Saya akan berusaha keras melakukan inkubasi permasalahan yang ada. Mudah-mudahan mengarah ke perbaikan dan legitimasi organisasi MAPPAS.
Yang jelas saya masih akan berada di ranah beberapa bulan kedepan, sehingga saya secara ketat akan mengawasi jalannya kepengurusan MAPPAS Perwakilan Sumbar.
InsyaAllah tidak akan ada yang lolos dari pengamatan saya. Sudah terlalu banyak yang dikorbankan demi independensi MAPPAS.
Wassalam Bil Maaf
ET Hadi Saputra Katik Sati
di tapi lauik Padang
From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of dutamardin umar
Sent: 25 Oktober 2007 18:36
To: Rant...@googlegroups.com;
'MAPPAS MAPPAS'
Cc: uni_...@yahoo.co.id;
rie...@yahoo.com; riy...@yahoo.co.id; derizo...@plasa.com;
atiek_lu...@yahoo.com; 'Johan Backir'; dakr...@panpacific.com
Subject: [R@ntau-Net] Re: MAPPAS di Padang...
Alaikumsalam sanak ambo.,
Dunsanak kasodonyo ,mohon maaf numpang lewat ....untuk melewakan ini , ambo sangat prihatin dengan issue yang beredar selama ini , mudah - mudah menjadi jelas , kalau memang punya niatan yang sama untuk ranah tacinto , ayo sama- sama kita benahi , dan kalau tidak berkenan sampaikan dalam forum resmi adakan pertemuan , minta pertanggung jawaban , kalau perlu ganti dan bubarkan kenapa tidak ? ! tidak ada istilah melenyapkan dan dilenyapkan , saya siap MUNDUR kok, silahkan kalau ada yang mau gantikan , sebelum jadi pengurus dan setelah jadi pengurus MAPPAS , saya adalah saya tetap NURAINI .Insyaallah dalam waktu dekat akan kami agendakan pertemuan pengurus MAPPAS seperti biasa terbuka untuk umum , silahkan yang punya kepentingan untuk hadir , undangan seperti biasa disampaikan di milist.Salam ,SEKJEND MAPPASNuraini
From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of ET Hadi Saputra
Sent: Wednesday, October 24, 2007 11:00 PM
To: Rant...@googlegroups.com; 'MAPPAS MAPPAS'
Subject: [R@ntau-Net] Re: MAPPAS di Padang...
Assalaamualaikum Wr Wb.Walaikum salam wr, wb.
Sebenarnya tidak hanya itu keganjilannya. ??????? Saya sudah terlanjur janji dengan pak Chaidir Nien Latief untuk tidak memperkeruh suasana, namun kebenaran ini harus disampaikan walaupun sangat pahit rasanya. ?????? Saya bukan pengurus MAPPAS ( INI BETUL SEKALI ) , dan sebagai wakil Sekjen MPKAS juga tidak di-izinkan memegang jabatan apapun di MAPPAS. ( ini khan kesepakatan pada saat pembentukan MAPPAS , Da Nof tolong diperjelas .....! ) Perlu dicatat bahwa saya sudah BERUSAHA sepenuhnya melaksanakan jalan diplomasi ke semua pihak ( diplomasi dan provokasi beda lho ) , sebelum akhirnya menyambung email pak Herman Djambak ini. Mungkin karena sudah dijadikan kambing hitam ???? ( sebentar lagi idul adha pasti laku keras ) dan dianggap sebagai pengacau ????? , saya berusaha juga menyampaikan uneg-uneg ini. Hal-hal penting lainnya yang tidak dapat disampaikan kepada publik akan saya usahakan menyimpannya sendiri. ??????
- Tugas MAPPAS adalah menyelenggarakan MUNAS MAPPAS ditahun 2008. Ini merupakan kesepakatan ketua pada saat saya dan Bobby Lukman pada saat berdiskusi di rumah beliau. Namun ini tidak pernah disebutkan dalam acara MAPPAS. ini belum pernah dibicarakan dalam rapat pengurus dan belum masuk dalam agenda kerja MAPPAS , untuk itu tidak PERLU untuk disebutkan. hanya sebatas diskusi Pak syaaf dengan simpatisan MAPPAS dalam forum informal bertamu kermuah beliau , jadi bukan suatu kesepakatan dan keputusan yang harus dilaksanakan.
- SK Pengangkatan MAPPAS perwakilan SUMBAR yang saat itu hanya ditandatangani oleh Ketua dan Sekjen, tanpa rapat anggota sebenarnya adalah tidak sah. Namun Ketua beralasan itu merupakan keputusan rapat. Rapat yang dimaksud dilakukan diPadang tanpa kehadiran anggota MAPPAS yang lain. Padahal saat itu apabila dibutuhkan, ada 5 orang PENDIRI MAPPAS yang sedang berada di Padang . Kalaupun beralasan rapat itu dilaksanakan di Padang , tidak melepaskan kewajiban pengurus MAPPAS untuk mengundang para anggota dan pendiri MAPPAS. Hadir atau tidak, yang jelas seharusnya pengurus telah melaksanakan kewajibannya. SK pengangkatan MAPPAS Perwakilan Sumbar berdasarkan Rapat anggota dilaksanakan di Jakarta tanggal 8 Juni 2007 ( notulen terlampir ) dan Surat Mandat Pembentukan Perwakilan Mappas Sumbar tertanggal 12 Juni 2007, serta pertemuan formatur yang ditunjuk di padang tanggal 18 Juni 2007, semua pertemuan selalu dengan menyebarkan undangan terbuka secara resmi baik di milist atau via sms, memang undangan tidak diedarkan ke pintu rumah - rumah dengan mambao siriah jo carano.
- Ketua menyatakan terpaksa mengeluarkan SK karena beliau tidak sanggup menahan desakan Uni Djan untuk menunjuk dia sebagai ketua MAPPAS perwakilan SUMBAR. ini tidak benar !!! , sebagai insan dewasa tentunya dapat berpikir secara jernih mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak , maaf desakan seperti apa yang dia lakukan ! , sebegitu hebatnyakah seorang Uni DJan dapat mendesak Seorang Bapak yang juga mantan Mliliter , Anda jangan mendiskreditkan Ketua.
- Ketua tidak melaksanakan kesepakatan yang beliau buat sendiri tentang kepengurusan MAPPAS PERSIAPAN. saya baru denger ada istilah kepengurusan MAPPAS PERSIAPAN ?????????
- Acara pelantikan Pengurus MAPPAS persiapan di SSM2007 di danai oleh walikota Sawahlunto. Ini merusak independensi MAPPAS Sawahlunto adalah Sponsor untuk acara Seminar dan Dialog ,dimana mereka punya kepentingan Promosi untuk memaparkan keungulan dan potensi yang dimiliki Sawah lunto acara dibagi dalam dua sessi,dimana satu dan lainnya tidak ada keterkaitan sessi pertama Jam 08.00 - 10.00 adalah Seminar dan Dialog yang dibiayai oleh Sawah lunto untuk Coffe Break nya setelah itu acara Selesai , bubar dan dilanjutkan dengan acara Pelantikan Pengurus Perwakilan Mappas Sumbar yang tanpa biaya karena tidak perlu sewa tempat lagi memanfaatkan ruangan bekas acara Seminar atas izin pihak Hotel jam 10.30 - 12.00, karena untuk menyewa ruangan dan menyediakan snack atau makan siang MAPPAS belum memiliki dana untuk menanggulanginya ! tolong dimengerti ini adalah bagaimana usaha MAPPAS bisa memafaatkan fasilitas yang tersedia tanpa mengeluarkan biaya dan ketergantungan dengan pihak manapun dan tetap memposisikan MAPPAS pada Independensinya.
- Ketua penyelenggara acara pelantikan MAPPAS di Sumbar adalah pengurus partai politik tolong pisahkan antara pribadi dan organisasi , terus kalau dia pengurus partai politik apakah tidak boleh untuk ikut partisipasi aktif dalam organisasi yang lain , maaf saya tidak tahu aturan main dalam partai politik , apakah pengurus partai politik tidak boleh jadi pengurus di organisasi lain ? , berdasarkan Anggaran dasar MAPPAS yang sudah disyahkan dalam rakernas Cimelati MAPPAS tidak ada pasal yang menyebutkan bahwa pengurus MAPPAS tidak boleh dari Pengurus Partai Politik, setahu saya cukup banyak orang pengurus partai yang juga pengurus diberbagai organisasi lain sebagai contoh Organisasi Minang yang cukup besar seperti Gebu Minang ada beberapa ketua bidangnya adalah aktivis partai politik sebagai contoh Irwan Prayitno , Patrialis Akbar dan masih banyak lagi lainnya .
- Ketua MAPPAS perwakilan Sumbar yang ditunjuk oleh Ketua dan Sekjen adalah PENGURUS PARTAI POLITIK jawabnya sama dengan point no 6
- Kandidat MAPPAS perwakilan Sumbar sudah seringkali melakukan hal hal yang diluar kepatutan sebagai seorang kandidat ketua MAPPAS Sumbar. Salah satunya dilakukan didepan umum di cafe hotel Pangeran pada pukul 11 malam, sehari sebelum pelantikan. Kejadian disaksikan oleh para elit politik, pejabat pemda, panitia SSM, pengurus pusat Gebu Minang, dan saudagar-saudagar yang saat itu masih berada dilobby hotel Pangeran. Ketika hal ini dan beberapa hal lainnya disampaikan kepada pengurus MAPPAS pusat (jauh sebelum pelantikan MAPPAS Sumbar), mereka beranggapan bahwa saya dan beberapa teman yang lain hanyalah ingin memperkeruh suasana karena tidak setuju dengan pengangkatan oknum tersebut sebagai ketua MAPPAS Sumbar sekali lagi tolong pisahkan antara pribadi dan berorganisasi , apakah dengan menjadi pengurus MAPPAS orang jadi tidak boleh bernyanyi , berpoco - poco , bergembira ? apakah tercela hal yang dilkukan tersebut , menurut saya menyanyi dan menari malam itu , semua yang dilakukan dalam batas kewajaran dan hal yang pantas dilakukan dimuka umum , malah menghibur orang lain, belum tentu orang lain bisa menyanyi dan menari, toh dalam suasana informal dan tidak ada keterkaitan sama sekali dengan MAPPAS.
- Setidaknya 4 orang Pengurus Mappas Sumbar yang dilantik menyatakan tidak mengetahui apa itu MAPPAS. Apalagi visi dan misinya. ini tidak benar...!!!!!! mereka semua dalam rapat pengurus dan rapat pembentukan , masing - masing sudah mendapatkan fotocopy anggaran dasar Mappas yang memuat lengkap Deskripsi , Visi ,Misi Mappas.
- Calon pengurus MAPPAS Sumbar Persiapan, diharuskan membeli jaket seharga 165000 rupiah untuk menghadiri acara pelantikan. Salah seorang yang sudah dibuatkan jaket dengan sulaman nama tersebut tidak dipanggil kepanggung pelantikan, denger2 karena beliau ternyata tidak sanggup membayar jaket yang sudah dibuatkan. ini juga tidak benar !!!!......coba tolong dibiasakan kalau segala sesuatu berdasarkan fakta dan data jangan cuma denger - denger, kalau tidak benar akan menjadi fitnah ...mengenai seragam Jacket adalah kesepakatan dari rapat panitia yang memutuskan bahwa perlu dibuatkan seragam, untuk itu MAPPAS sudah pasti tidak ada dana dan disepakati merogoh kocek dari Saku masing - masing ,mereka ingin tampil mempesona dengan niat ba'a kok rancakno dicaliek urang , ini lah gaya orang rantau . ketika orang ranah menyambut dengan antusias dan ketika ada orang ranah yang berbuat , bukannya diapresiasi malah dipolitisir , dan tidak semua yang dilantik maju kemuka semua pakai seragam karena bukan keharusan dan ada juga yang maju tidak pakai seragam ( lihat foto dokumentasi pelantikan ) dan tidak ada yang tidak dipanggil kepanggung pelantikan karena tidak sanggup bayar jaket ini tidak benar !!!!, karena saya sebagai Sekjend dan Ketum yang melantik mereka dan memastikan tidak ada satupun pengurus yang terdaftar terlewat untuk dipanggil.
- Pada salah satu rapat yang dilaksanakan, calon ketua MAPPAS Sumbar (waktu itu) mengharuskan calon pengurus dan anggota mengumpulkan KTP dan Pasphoto. Kenapa? ini untuk pendataan dan kartu anggota MAPPAS
- Pada saat itu juga, setidaknya ada 5 hadirin yang bersaksi bahwa beliau mendiskreditkan salah seorang pengurus MAPPAS Pusat dan saya pada saat acara berlangsung. Saya tanyakan langsung melalui telepon pada Sekjen, dan belaiu menjawab “tidak tahu”. Suatu jawaban yang sangat tidak bisa dimengerti. Sekjen adalah penyelenggara acara tersebut. Satu-satunya paparan pada acara terbut juga disampaikan oleh sekjen sekali lagi anda tidak detail , tolong lah berdasarkan fakta dan data ,jangan hanya dengar - dengar , pada saat itu kapan ? tolong yang jelas ! kapan ? dimana ? dan apa yang dibicarakan ? , saya mengerti yang anda maksud tapi khan orang lain yang membaca tidak jelas maksudnya , gini ya biar jelas .....Dalam pertemuan Mappas Pusat dan Perwakilan Mappas Sumbar bertempat di Hotel Pangeran Tanggal 18 Agustus 2007 , saya diundang sebagai pembicara bukan sebagai penyelenggara , lagi - lagi anda salah....saya diundang untuk mempresentasikan makalah dengan topik MAPPAS sebagai Mitra Pengembangan Kepariwisataan Sumbar, siapa yang mendeskreditkan pengurus MAPPAS PUSAT? siapa yang di deskreditkan ? lihat postingan saya tertanggal 21 agustus 2007 yang memuat lengkap notulen Rapat pertemuan acara tersebut, saya memang menerima telpon dari anda saat itu yang menanyakan " Bu , ada apa katanya nama saya disebut - sebut " , saya jawab " tidak tahu " karena memang tidak tahu dan saya juga tidak dengar ada yang nyebut - nyebut nama Anda dalam forum tersebut, saya malah bertanya lho apa kaitannya nyebut - nyebut nama anda , anda pengurus Mappas bukan ! ? so nggak nyambung banget !
- Setidaknya ada 7 orang tokoh masyarakat dan budayawan Sumbar yang menjadi pendukung utama pendirikan MAPPAS, menyatakan menolak hadir pada ada pelantikan. “ Ada yang tau kenapa?” sekali lagi kalau kita bicara berdasarkan data dan fakta , apakah anda yang bertugas sebagai Panitia penyelenggara yang melakukan reservasi kehadiran undangan ? sehingga Anda bisa menyebutkan ada 7 orang yang menyatakan menolak hadir , kalau cuma dengar dan katanya , tidak dapt dipertanggung jawabkan dan maaf untuk diabaikan saja , dan jumlah 7 orang terlalu sedikit , bisa saja anda sebutkan sekian orang karena anda khan tidak ada datanya ! kalau ada mari sama - sama kita usut dan duduk bareng , cari tahu kenapa , kalau memang punya itikad baik membenahi lho .....
- Acara dihotel pangeran seharusnya merupakan seminar dan diskusi tentang pariwisata. Yang saya saksikan hanyalah paparan investasi bidang pariwisata dari walikota Sawahlunto, Amran Nur (sponsor acara). coba lihat point 5
- Beberapa diantara kita sudah mengingatkan Sekjen dan Ketua tentang beberapa hal penting yang harus dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan. ( kapan , dimana, apa yang diingatkan , semua diputuskan diambil setelah melalui rapat pengurus ) Namun ketua menyatakan bahwa semua akan beliau pertanggungjawabkan secara organisasi (yang BELUM memiliki aturan tentang sanksi yang bisa diberikan pada pengurus dalam anggaran dasar sudah jelas ). Saya pikir biarlah ini menjadi tanggungjawab ketua pada dirinya sendiri dan pada Yang di atas.
- Dalam melaksanakan kegiatan, sekjen tidak pernah berdiskusi dengan anggota-anggota yang lain INI TIDAK BENAR , semua disampaikan melalui email dan di milist terbuka untuk umum dan memang saya hanya berkoordinasi pengurus saja , maaf saya tidak berkoordinasi dengan bukan pengurus , setidaknya menurut asumsi saya: beliau tidak pernah membicarakan dengan Saya ( memang betul karena anda bukan pengurus Mappas) , Herman Djambak ( tim 7 ) , Irwansyah, ( sekretaris 1 mappas pasti baca email dong ) Johan Bachir ( ketua II baca email ) , Chairul Alfi ( ketua 1 baca email ) , Maelani Mairisa ???? , Sulfah AE Jamin ??? , Warni Darwis ???? , yang kalau ditotal merupakn ½ jumlah hadirin pendiri MAPPAS ( ide pembentukan dan pendiri MAPPAS seperti yang tercantum dalam notulen rakernas MAPPAS cimelati . adalah Rinaldo J. Azis, Yulnofrins Napilus, Dutamardin Umar, Chaidir Latief .dalam milist rantaunet untuk menyukseskan wisata pulang basamo .
Adalah sangat salah apabila pengurus MAPPAS berusaha menghindari pertanyaan-pertanyaan para anggota MAPPAS. ( kami sebagai pengurus tidak pernah menghindari pertanyaan , semua dijawab dengan jelas dan kalau ada yang kurang jelas silahkan dipertanyakan kembali ) Apalagi hanya karena keinginan politik dan kepentingan untuk memihak pribadi dan golongan tertentu. ( ini tolong dipertanggung jawabkan statemanet anda)Saya sangat mengharapkan tanggapan dari yang bersangkutan di forum ini. Pertanyaan saya dan pertanyaan Herman Djambak merupakan kepedulian kami sebagai bagian dari MPKAS dan RantauNet. Kami adalah pihak pihak yang berhak mendapatkan jawaban yang pantas sebagai katalisator pembentukan MAPPAS.Wassalam,ET Hadi Saputra Katik Sati ’34 tahunSadang di nagari Singo sampai bisuak pagi.
From: Rant...@googlegroups.com [mailto: Rant...@googlegroups.com ] On Behalf Of Herman Jambak
Sent: 24 Oktober 2007 15:24
To: Rant...@googlegroups.com
Cc: Milis Gebu Minang; Milis Saudagar Minang
Subject: [R@ntau-Net] Re: MAPPAS di Padang...
Merujuk info di bawah ada yang agak ganjil, mudah-mudahan keganjilan saya ini hanya ada pada diri saya sendiri.
Kalau tidak salah MAPPAS didirikan bukan sebagai organisasisi pada bidang usaha/bisnis kepariwisataan tetapi sebagai partner pemda agar terciptanya pengembangan kepariwisataan di Sumbar.. MAPPAS dibentuk bukan untuk menjadi Event Organizer ataupun semacam Tourism Board.
Sebenarnya tidak hanya itu keganjilannya. ??????? Saya sudah terlanjur janji dengan pak Chaidir Nien Latief untuk tidak memperkeruh suasana, namun kebenaran ini harus disampaikan walaupun sangat pahit rasanya. ?????? Saya bukan pengurus MAPPAS ( INI BETUL SEKALI ) , dan sebagai wakil Sekjen MPKAS juga tidak di-izinkan memegang jabatan apapun di MAPPAS. ( ini khan kesepakatan pada saat pembentukan MAPPAS , Da Nof tolong diperjelas ......! ) Perlu dicatat bahwa saya sudah BERUSAHA sepenuhnya melaksanakan jalan diplomasi ke semua pihak ( diplomasi dan provokasi beda lho ) , sebelum akhirnya menyambung email pak Herman Djambak ini. Mungkin karena sudah dijadikan kambing hitam ???? ( sebentar lagi idul adha pasti laku keras ) dan dianggap sebagai pengacau ????? , saya berusaha juga menyampaikan uneg-uneg ini. Hal-hal penting lainnya yang tidak dapat disampaikan kepada publik akan saya usahakan menyimpannya sendiri. ??????
Akhirnya saya berkomentar juga dalam topik panas ini.
Walaupun organisasi MAPPAS ini belum ada badan hukumnya secara jelas,
apa yang telah Pengurus (baca Pak Saaf dan Bu Nur) lakukan sudah
mengikuti kaidah organisai. Justru ketua dan sekjen lah yang paling
representatif menghadiri pembentukan MAPPAS daerah. Mereka juga
paling sah mewakili organisasi ke luar.
Pengangkatan Uni Djan cs sebagai pengurus MAPPAS Sumbar juga bukan
masalah besar. Kalau soal Uni Djan, yang konon tak disukai banyak
orang di ranah, itu juga soal lain. Namanya juga masyarakat pencinta
pariwisata, memang sebuah organisasi bottom up. Kumpulan orang-orang
yang cinta pariwisata. Tak ada salahnya juga si Uni ini memulai
mengumpulkan orang terlebih dahulu di Padang. Kalau memang ada orang
ranah lain yang cinta pariwisata, dan tak cinta Ui Djan, harusnya
mereka bergerak juga. Disitu mungkin Pak Saaf dan jajarannya perlu
bermusyawarah dengan para pendiri dan orang penting lain. Carikan
jalan keluar yang pas. Kalau pun nanti memang harus memilih satu
kelompok sebagai representasi resmi MAPPAS, ya harus dijalani juga.
Eniwei, kalau boleh bersaran tak perlu lah terlalu meributkan person
kepengurusan seperti banyaknya organisasi berbau minang yang lain.
Yang semangat timbul, hanya ketika menyusun kepengurusan. Berangkat
lah ke kerja nyata. Tak perlu kerja besar. Yang penting berhasil.
Tau sama tau lah, karakter orang minang, pasti nanti akan banyak yang
membonceng. Dan tak perlu dirisaukan (apalgi sampai manggok) juga
aksi para pembonceng itu kelak.
Kata mamak saya, orang minang kalau berkumpul thinknya local, "MAUNYA"
action global. Cuma tak pernah dengan tereksekusi dengan benar.
"MAUNYA" seperti hendak membalikkan dunia. Makanya gagal terus.
Mungkin MAPPAS bisa menjadi contoh, mulai berthinking global dan
beraction local.
Salam,
Mantari
--- In Rant...@yahoogroups.com, "Dr.Saafroedin BAHAR"
Pak Saaf yang ambo harmati,
kalau buliah ambo sedikit manyarankan, mungkin untuk toilet nan jo kamar mandi mungkin bisa maajak kawan-kawan arsitek di Ikatan arsitek Indonesia Sumatera Barat untuk berdiskusi, atau kawan-kawan jurusan arsitektur pada universitas yang ada dikota Padang. Sebab pada prinsipnya Kamarmandi/toilet itu tidak perlu mahal, tetapi bila ditata dengan baik akan menghasilkan sesuatu yang baik (bagus itu belum tentu identik dengan mahal begitu juga sebaliknya, murah itu belum tentu identik dengan jelek). Ini sekedar masukan dari ambo yang alaun mangarati apo-apo pak..
Ambo berharap, seandainya dapat pinjaman lunak,
Jangan sampai terjadi kasus betonisasi (kalau lah barumah beton berarti awak...lah sukses) dikampuang-kampuang awak pak, rumah kayu yang fleksibel terhadap goyangngu an yang diakibatkan gempa diganti jo rumah beton (bukan semua daerah di Sumatera Barat), apo nan tajadi?
Baliak untuk lomba toilet pak,
Mungkin akan lebih rancak dalam panjurian ddiadokan secara mendadak (jan dibiarkan mereka mandandani sebelum jurinya datang, itu akan buang2 uang, setelah acara selesai wcnya kembali seperti asal)
Untuk homestay itu ambo satuju bana, pak.
Usia rumah akan semakin panjang.. Ambo mulai risau pak. Rumah adaik awak kalau ndak pernah dibuka (rumah kosong) lamo2 ambruk dengan sendirinya. Sedangkan kalau yang sudah memiliki rezeki yang lumayan, rumah tuanya digusur oleh bangunan beton, ampun.......
Maaf malenceng kamano-mano, pak. Alah rindu ambo badiskusi jo bapak.
Salam,
Nanang
----- Original Message ----
From: Dr.Saafroedin BAHAR <saaf...@yahoo.com>
To: Rant...@googlegroups.com saran
Sent: Thursday, October 25, 2007 10:06:52 PM
Subject: [R@ntau-Net] Re: MAPPAS di Padang...
Waalaikumsalam w.w. Dinda Ajoduta,
Tarimo kasih banyak taradok respons Dinda. Jajaran pengurus MAPPAS di Jakarta dan di Padang sadang maambiak langkah-langkah konkrit -- walaupun ketek-ketek -- untuak manciptakan kondisi nan labiah baiak bagi perkembangan pariwisata Sumatera Barat. Fokusnyo pado duo program: 1) lomba toilet umum barasiah dan 2) inventarisasi rumah-rumah untuak 'homestay', kalau paralu disadiokan kredit lunak sekitar Rp 10-20 juta untuak mameloki toilet jo kamar mandi tu, rencananyo bakarajosamo jo PT Semen Padang.
Studio Radio FM dari Radio Nederland nan alah datang di Padang Panjang, salain untuk mitigasi bencana alam, juo bisa digunokan untuak kepentingan sosialisasi masalah kepariwisataan, tantunyo bakarajosamo jo MAPPAS. Akhir bulan ko akan datang teknisi dari Aceh untuk mendidik teknisi kito, dan alah dipersiapkan dek Sanak Chairul Alfi, salah satu Ketua MAPPAS Pusat, basamo jo pak Ridwan Direktur SMA Unggulan di Padang Panjang.
Sampai disiko dulu Dinda.
Wassalam,
Saafroedin Bahar
- Ketua menyatakan terpaksa mengeluarkan SK karena beliau tidak sanggup menahan desakan Uni Djan untuk menunjuk dia sebagai ketua MAPPAS perwakilan SUMBAR. ini tidak benar !!! , sebagai insan dewasa tentunya dapat berpikir secara jernih mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak , maaf desakan seperti apa yang dia lakukan ! , sebegitu hebatnyakah seorang Uni DJan dapat mendesak Seorang Bapak yang juga mantan Mliliter , Anda jangan mendiskreditkan Ketua..
- Ketua tidak melaksanakan kesepakatan yang beliau buat sendiri tentang kepengurusan MAPPAS PERSIAPAN. saya baru denger ada istilah kepengurusan MAPPAS PERSIAPAN ?????????
- Acara pelantikan Pengurus MAPPAS persiapan di SSM2007 di danai oleh walikota Sawahlunto. Ini merusak independensi MAPPAS Sawahlunto adalah Sponsor untuk acara Seminar dan Dialog ,dimana mereka punya kepentingan Promosi untuk memaparkan keungulan dan potensi yang dimiliki Sawah lunto acara dibagi dalam dua sessi,dimana satu dan lainnya tidak ada keterkaitan sessi pertama Jam 08.00 - 10.00 adalah Seminar dan Dialog yang dibiayai oleh Sawah lunto untuk Coffe Break nya setelah itu acara Selesai , bubar dan dilanjutkan dengan acara Pelantikan Pengurus Perwakilan Mappas Sumbar yang tanpa biaya karena tidak perlu sewa tempat lagi memanfaatkan ruangan bekas acara Seminar atas izin pihak Hotel jam 10.30 - 12.00, karena untuk menyewa ruangan dan menyediakan snack atau makan siang MAPPAS belum memiliki dana untuk menanggulanginya ! tolong dimengerti ini adalah bagaimana usaha MAPPAS bisa memafaatkan fasilitas yang tersedia tanpa mengeluarkan biaya dan ketergantungan dengan pihak manapun dan tetap memposisikan MAPPAS pada Independensinya.
- Ketua penyelenggara acara pelantikan MAPPAS di Sumbar adalah pengurus partai politik tolong pisahkan antara pribadi dan organisasi , terus kalau dia pengurus partai politik apakah tidak boleh untuk ikut partisipasi aktif dalam organisasi yang lain , maaf saya tidak tahu aturan main dalam partai politik , apakah pengurus partai politik tidak boleh jadi pengurus di organisasi lain ? , berdasarkan Anggaran dasar MAPPAS yang sudah disyahkan dalam rakernas Cimelati MAPPAS tidak ada pasal yang menyebutkan bahwa pengurus MAPPAS tidak boleh dari Pengurus Partai Politik, setahu saya cukup banyak orang pengurus partai yang juga pengurus diberbagai organisasi lain sebagai contoh Organisasi Minang yang cukup besar seperti Gebu Minang ada beberapa ketua bidangnya adalah aktivis partai politik sebagai contoh Irwan Prayitno , Patrialis Akbar dan masih banyak lagi lainnya .
- Ketua MAPPAS perwakilan Sumbar yang ditunjuk oleh Ketua dan Sekjen adalah PENGURUS PARTAI POLITIK jawabnya sama dengan point no 6
- Kandidat MAPPAS perwakilan Sumbar sudah seringkali melakukan hal hal yang diluar kepatutan sebagai seorang kandidat ketua MAPPAS Sumbar. Salah satunya dilakukan didepan umum di cafe hotel Pangeran pada pukul 11 malam, sehari sebelum pelantikan. Kejadian disaksikan oleh para elit politik, pejabat pemda, panitia SSM, pengurus pusat Gebu Minang, dan saudagar-saudagar yang saat itu masih berada dilobby hotel Pangeran. Ketika hal ini dan beberapa hal lainnya disampaikan kepada pengurus MAPPAS pusat (jauh sebelum pelantikan MAPPAS Sumbar), mereka beranggapan bahwa saya dan beberapa teman yang lain hanyalah ingin memperkeruh suasana karena tidak setuju dengan pengangkatan oknum tersebut sebagai ketua MAPPAS Sumbar sekali lagi tolong pisahkan antara pribadi dan berorganisasi , apakah dengan menjadi pengurus MAPPAS orang jadi tidak boleh bernyanyi , berpoco - poco , bergembira ? apakah tercela hal yang dilkukan tersebut , menurut saya menyanyi dan menari malam itu , semua yang dilakukan dalam batas kewajaran dan hal yang pantas dilakukan dimuka umum , malah menghibur orang lain, belum tentu orang lain bisa menyanyi dan menari, toh dalam suasana informal dan tidak ada keterkaitan sama sekali dengan MAPPAS.
- Setidaknya 4 orang Pengurus Mappas Sumbar yang dilantik menyatakan tidak mengetahui apa itu MAPPAS. Apalagi visi dan misinya. ini tidak benar....!!!!!! mereka semua dalam rapat pengurus dan rapat pembentukan , masing - masing sudah mendapatkan fotocopy anggaran dasar Mappas yang memuat lengkap Deskripsi , Visi ,Misi Mappas.
- Calon pengurus MAPPAS Sumbar Persiapan, diharuskan membeli jaket seharga 165000 rupiah untuk menghadiri acara pelantikan. Salah seorang yang sudah dibuatkan jaket dengan sulaman nama tersebut tidak dipanggil kepanggung pelantikan, denger2 karena beliau ternyata tidak sanggup membayar jaket yang sudah dibuatkan. ini juga tidak benar !!!!......coba tolong dibiasakan kalau segala sesuatu berdasarkan fakta dan data jangan cuma denger - denger, kalau tidak benar akan menjadi fitnah ...mengenai seragam Jacket adalah kesepakatan dari rapat panitia yang memutuskan bahwa perlu dibuatkan seragam, untuk itu MAPPAS sudah pasti tidak ada dana dan disepakati merogoh kocek dari Saku masing - masing ,mereka ingin tampil mempesona dengan niat ba'a kok rancakno dicaliek urang , ini lah gaya orang rantau . ketika orang ranah menyambut dengan antusias dan ketika ada orang ranah yang berbuat , bukannya diapresiasi malah dipolitisir , dan tidak semua yang dilantik maju kemuka semua pakai seragam karena bukan keharusan dan ada juga yang maju tidak pakai seragam ( lihat foto dokumentasi pelantikan ) dan tidak ada yang tidak dipanggil kepanggung pelantikan karena tidak sanggup bayar jaket ini tidak benar !!!!, karena saya sebagai Sekjend dan Ketum yang melantik mereka dan memastikan tidak ada satupun pengurus yang terdaftar terlewat untuk dipanggil.
- Pada salah satu rapat yang dilaksanakan, calon ketua MAPPAS Sumbar (waktu itu) mengharuskan calon pengurus dan anggota mengumpulkan KTP dan Pasphoto. Kenapa? ini untuk pendataan dan kartu anggota MAPPAS
- Pada saat itu juga, setidaknya ada 5 hadirin yang bersaksi bahwa beliau mendiskreditkan salah seorang pengurus MAPPAS Pusat dan saya pada saat acara berlangsung. Saya tanyakan langsung melalui telepon pada Sekjen, dan belaiu menjawab “tidak tahu”. Suatu jawaban yang sangat tidak bisa dimengerti. Sekjen adalah penyelenggara acara tersebut. Satu-satunya paparan pada acara terbut juga disampaikan oleh sekjen sekali lagi anda tidak detail , tolong lah berdasarkan fakta dan data ,jangan hanya dengar - dengar , pada saat itu kapan ? tolong yang jelas ! kapan ? dimana ? dan apa yang dibicarakan ? , saya mengerti yang anda maksud tapi khan orang lain yang membaca tidak jelas maksudnya , gini ya biar jelas .....Dalam pertemuan Mappas Pusat dan Perwakilan Mappas Sumbar bertempat di Hotel Pangeran Tanggal 18 Agustus 2007 , saya diundang sebagai pembicara bukan sebagai penyelenggara , lagi - lagi anda salah.....saya diundang untuk mempresentasikan makalah dengan topik MAPPAS sebagai Mitra Pengembangan Kepariwisataan Sumbar, siapa yang mendeskreditkan pengurus MAPPAS PUSAT? siapa yang di deskreditkan ? lihat postingan saya tertanggal 21 agustus 2007 yang memuat lengkap notulen Rapat pertemuan acara tersebut, saya memang menerima telpon dari anda saat itu yang menanyakan " Bu , ada apa katanya nama saya disebut - sebut " , saya jawab " tidak tahu " karena memang tidak tahu dan saya juga tidak dengar ada yang nyebut - nyebut nama Anda dalam forum tersebut, saya malah bertanya lho apa kaitannya nyebut - nyebut nama anda , anda pengurus Mappas bukan ! ? so nggak nyambung banget !
- Setidaknya ada 7 orang tokoh masyarakat dan budayawan Sumbar yang menjadi pendukung utama pendirikan MAPPAS, menyatakan menolak hadir pada ada pelantikan. “ Ada yang tau kenapa?” sekali lagi kalau kita bicara berdasarkan data dan fakta , apakah anda yang bertugas sebagai Panitia penyelenggara yang melakukan reservasi kehadiran undangan ? sehingga Anda bisa menyebutkan ada 7 orang yang menyatakan menolak hadir , kalau cuma dengar dan katanya , tidak dapt dipertanggung jawabkan dan maaf untuk diabaikan saja , dan jumlah 7 orang terlalu sedikit , bisa saja anda sebutkan sekian orang karena anda khan tidak ada datanya ! kalau ada mari sama - sama kita usut dan duduk bareng , cari tahu kenapa , kalau memang punya itikad baik membenahi lho .....
- Acara dihotel pangeran seharusnya merupakan seminar dan diskusi tentang pariwisata. Yang saya saksikan hanyalah paparan investasi bidang pariwisata dari walikota Sawahlunto, Amran Nur (sponsor acara). coba lihat point 5
- Beberapa diantara kita sudah mengingatkan Sekjen dan Ketua tentang beberapa hal penting yang harus dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan. ( kapan , dimana, apa yang diingatkan , semua diputuskan diambil setelah melalui rapat pengurus ) Namun ketua menyatakan bahwa semua akan beliau pertanggungjawabkan secara organisasi (yang BELUM memiliki aturan tentang sanksi yang bisa diberikan pada pengurus dalam anggaran dasar sudah jelas ). Saya pikir biarlah ini menjadi tanggungjawab ketua pada dirinya sendiri dan pada Yang di atas.
- Dalam melaksanakan kegiatan, sekjen tidak pernah berdiskusi dengan anggota-anggota yang lain INI TIDAK BENAR , semua disampaikan melalui email dan di milist terbuka untuk umum dan memang saya hanya berkoordinasi pengurus saja , maaf saya tidak berkoordinasi dengan bukan pengurus , setidaknya menurut asumsi saya: beliau tidak pernah membicarakan dengan Saya ( memang betul karena anda bukan pengurus Mappas) , Herman Djambak ( tim 7 ) , Irwansyah, ( sekretaris 1 mappas pasti baca email dong ) Johan Bachir ( ketua II baca email ) , Chairul Alfi ( ketua 1 baca email ) , Maelani Mairisa ???? , Sulfah AE Jamin ??? , Warni Darwis ???? , yang kalau ditotal merupakn ½ jumlah hadirin pendiri MAPPAS ( ide pembentukan dan pendiri MAPPAS seperti yang tercantum dalam notulen rakernas MAPPAS cimelati . adalah Rinaldo J. Azis, Yulnofrins Napilus, Dutamardin Umar, Chaidir Latief .dalam milist rantaunet untuk menyukseskan wisata pulang basamo .
Adalah sangat salah apabila pengurus MAPPAS berusaha menghindari pertanyaan-pertanyaan para anggota MAPPAS. ( kami sebagai pengurus tidak pernah menghindari pertanyaan , semua dijawab dengan jelas dan kalau ada yang kurang jelas silahkan dipertanyakan kembali ) Apalagi hanya karena keinginan politik dan kepentingan untuk memihak pribadi dan golongan tertentu. ( ini tolong dipertanggung jawabkan statemanet anda)Saya sangat mengharapkan tanggapan dari yang bersangkutan di forum ini. Pertanyaan saya dan pertanyaan Herman Djambak merupakan kepedulian kami sebagai bagian dari MPKAS dan RantauNet. Kami adalah pihak pihak yang berhak mendapatkan jawaban yang pantas sebagai katalisator pembentukan MAPPAS.Wassalam,ET Hadi Saputra Katik Sati ’34 tahunSadang di nagari Singo sampai bisuak pagi.
From: Rant...@googlegroups.com [mailto: Rant...@googlegroups.com ] On Behalf Of Herman Jambak
Sent: 24 Oktober 2007 15:24
To: Rant...@googlegroups.com
Cc: Milis Gebu Minang; Milis Saudagar Minang
Subject: [R@ntau-Net] Re: MAPPAS di Padang...
Merujuk info di bawah ada yang agak ganjil, mudah-mudahan keganjilan saya ini hanya ada pada diri saya sendiri.Kalau tidak salah MAPPAS didirikan bukan sebagai organisasisi pada bidang usaha/bisnis kepariwisataan tetapi sebagai partner pemda agar terciptanya pengembangan kepariwisataan di Sumbar.. MAPPAS dibentuk bukan untuk menjadi Event Organizer ataupun semacam Tourism Board.
Disebutkan bahwa pd tgl. 18 Okt. lalu ketua dan sekjend. MAPPAS Sumbar diundang ..........., dan mereka dilantik pada tgl. 21 Okt. => Kok belum dilantik sudah menyodor-nyodorkan diri sebagai ketua dan sekjend; dan kapan terjadinya pemilihannya serta bagaimana mekanismenya?
Kalau gak salah hasil di Sukabumi beberapa bulan lalu belum menyepakati AD/ART MAPPAS, dan terus sudah ada pengurus wilayah sumbar, piye iki lho jeng?Sekali lagi kita bersepakat untuk kepentingan Ranah Minang, Sumbar.
Wass.& Bgds.,Herman JambakCorp.Affairs & Services Koperasi KOKARGAGaruda Indonesia Building 7th Fl.Jl. Gunung Sahari Raya 52, Jakarta 10610 IndonesiaPh. (62-21) 4262058-4262060 Fax. (62-21) 4262061Joint Us at Silaturahmi Saudagar Minang 2007 (SSM2007), Padang Oct. 19th-21st 2007
http://www.saudagarminang.com http://www.indo-beatlemaniaclub.co.nr
----- Original Message ----
From: Boby Lukman <belal...@yahoo.com>
To: Rant...@googlegroups.com
Sent: Friday, October 19, 2007 4:06:23 AM
Subject: [R@ntau-Net] MAPPAS di Padang...
MAPPAS DI PADANG (RADIO ARBES DAN RRI PADANG )Jadi juga Seminar dan dialog serrta deklarasi MAPPAS di Padang. Buktinya, pada Kamistanggal 18 Oktober 2007, MAPPAS Sumbar yang diwakili oleh Ketua MAPPAS Perwakilan Sumbar Hj.Zarnifa Asmara dan Sekum Drs.Dahnil Aswad, M.Si dan saya sendiri diundang oleh RRI Padang untuk acara talk show tentang kegiatan dan program MAPPAS Perwakilan Sumbar setelah pelantikan pada 21 Oktober nanti.Semua ini tentu tidak lepas dari kerja keras semua pihak, meski ditengah badai sekalipun.Namun ya sudahlah, yang namanya bersama sama pasti ada yang talantuang dan sebagainya.Dalam dialog di RRI tersebut saya juga sempat menyampaikan pesan Ketua Umum MAPPAS bahwa kehadiran MAPPAS adalah karena kepedulian pada kampung halaman khususya pariwisata. dan saya serta kakanda Dahnil Aswad juga sempat mengutarakan program MAPPAS dalam waktu dekat yaitu lomba kebersihan toilet se Sumbar yang digagas oleh Ketum, Sekjend MAPPAS dan Kakanda Nofrin. Acara ini didukung oleh DEPBUDPAR melalui Dirjen Thamrin AB. Hal ini juga didengar langsung oleh Ibu Titin Soekarya yang tak lain adalah direktur promosi dalam negeri BUDPARPusat.Esok harinya (hari ini) Pak Syaf, Sekjend Mappas dan ketua MAPPAS perwakilan Sumbar juga kembali diundang oleh Radio Arbes untuk melakukan talk show tentang MAPPAS dan rencana deklarasi MAPPAS SUmbar serta pelantikannya pada Minggu yang akan datang.Kita berharap agar seminar yang akan kita lakukan nanti akan dihadiri oleh peserta SSM.Karena dalam pandangan saya, Pariwasata juga sebuah potensi yang dapat dijadikan sebagai lahan bisnis. Akan rugi rasanya jika potensi bisnis ini tidak dihadiri oleh para pebisnisSekian dari saya...laporan pandangan mata namanya
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
Ne gardez plus qu'une seule adresse mail ! Copiez vos mails vers Yahoo! Mail
Tuan Saaf ( kami di agam ba "tuan" = uda) parnyataan tuan ko sabana
tapek dan padek.
Iko bana misi Rantaunet.
Pandapek kito dikatangahgan, indak dipasokan, disampaikan jo tutur kato
nan baradaik, indak mamasokan, indak manyingguang pribadi diadok'an rang
rami.
Jikok ado nan tagisia, dijalehkan, dipatanyokan apo mukasuk sabanano.
Kok jaleh ado nan salah, lansuang bama'afan.
"Kusuik-kusuik bulu ayam"
Indak capek baganyi, apolagi baranti dari RN.
Mari kito jadikan Rantaunet "rumah gadang" rang Minang di alam maya.
'mak Ban ( A Bandaro, 57thn)
bogor
~~~~~~~~~~
----- Original Message -----
From: Dr.Saafroedin BAHAR
Waalaikumsalam w.w. Bundo,
Tarimo kasih ateh komentar Bundo, nan marupokan sitawa jo sidingin tu. Agak
taubek juo hati ambo saketek.
Ambo sangat maharagoi peran RN ko, sabagai forum basamo dima kito-kito nan
di Rantau ko, baiak tuo maupun mudo, bisa babagi info, karisauan, jo
gagasan. Manuruik panglihatan ambo kalau dipakai sacaro elok, banyak
manfaatnyo dalam manyalasaikan masalah-masalah kito basamo. Takana juo dek
ambo, sabagai misal, baa kito pelan-pelan sapakaik untuk manggunokan
software 'Family Tree Maker' untuak mambantu mambuek ranji untuak mancatat
garih katurunan matrilineal adat Minangkabau sakaligus untuak mandukuang
panyusunan sisilah manuruik nasab patrilineal Islami. Ambo raso iko
tarobosan historis nan kito bangun basamo-samo, sacaro santun. Bukan main
indahnyo.
Kalaupun kito alun bisa sapakaik tantang suatu hal, sarupo masalah 'ABS
SBK', paliang indak wawasan kito dipakayo dek pamahaman kito taradok
pandangan para dunsanak kiti nan lain. Dima kito indak atau alun basapakai,
kito pakai sajo ajaran 'fastabiqul khairaat', balomba-lomba kito mancari
kabaikan, sarupo nan diajakan dek agami kito, Islam.
Insya Allah ambo indak kabaganyi doh. Ambo akan tatap satia mengikuti wacana
di RN, dan sasakali akmbo akan turun juo ka 'galanggang' untuak kamajuan
Ranah nan kito cintoi. Kini ko ambo sadang sumangaik-sumangaiknyo mandorong
program 'homestay atau 'pondok wisata', nan ambo 'posting' sabalun iko.
Silakan Bundo caliak.
Taradok apo nan tajadi alah lalu, alah ambo maafkan. Ambo bukan tipe urang
pandandam, bukan sajo karano mandandam tu dilarang dek agamo kito, tapi juo
dek karano mamandan dandam itu marusak diri kito surang. Sasudah ko kito
bukak halaman baru, sasuai jo inti hakikat Idul Fitrie.
Salamaik Hari Rayo untuak Bundo jo pak Rumzi. Maaf Lahia jo Batin.
Wassalam,
Saafroedin Bahar (70+2+4)
Hayatun Nismah Rumzy <hni...@yahoo.com> wrote:
mak Sati (70+8+2)
Tabiang| "Sjamsir Alam"
<es...@telkom.net>
Sent by: Rant...@googlegroups.com 05/11/2007 06:10
|
|
|
Tabiang
----- Original Message -----
From: Dr.Saafroedin
BAHAR
To: Rant...@googlegroups.com
Sent: Sunday, November 04, 2007 9:05 AM
Subject: [R@ntau-Net] Re: Alhamdulillah (was Re:
[R@ntau-Net] Re: Kesalahan berulang.)
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
mak Sati (70+8+2)
Tabiang----- Original Message -----From: Dr.Saafroedin BAHARSent: Sunday, November 04, 2007 9:05 AMSubject: [R@ntau-Net] Re: Alhamdulillah (was Re: [R@ntau-Net] Re: Kesalahan berulang.)
Assalamualaikum ww Dinda,
Selingan dulu saketek. Takana dek ambo wakatu ketek, etek ambo Naimah maimbau 'tuan' ko ka Ayah ambo, H. Baharoedin Thaib Soetan Saidi. Wakatu tu tantu sajo ambo heran, karano di Padang Panjang 'kakak' biasonyo diimbau jo 'uwan', Ambo kiro wakatu tu 'tuan' mungkin asa dari 'uwan' atau 'uwan' singkatan dari 'tuan'. Tapi nagari asa inyiak ambo Saora memang dari Galuang., Agam. Ambo indak panah ka Galuang tu doh, ambo labiah banyak ka Kajai, Kampuang Dalam, Pariaman.
mak Sati (70+8+4)
Tabiang
----- Original Message -----From: Dewis...@prima.co.id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.15.21/1109 - Release Date: 11/4/2007 11:05 AM
mak Sati (70+8+5)
Tabiang
----- Original Message -----From: Dr.Saafroedin BAHARSent: Monday, November 05, 2007 9:04 AMSubject: [R@ntau-Net] Re: Alhamdulillah (was Re: [R@ntau-Net] Re: Kesalahan berulang.)
mak Sati (70+8+5)
Tabiang
----- Original Message -----From: Dr.Saafroedin BAHARSent: Monday, November 05, 2007 9:04 AMSubject: [R@ntau-Net] Re: Alhamdulillah (was Re: [R@ntau-Net] Re: Kesalahan berulang.)Alhamdulilah dan tarimo kasih, Mak Sati. Kok ado wakatu, tolong Mak Sati carikan informasi tantang kaum keluarga tipak bako ambo, Inyiak Saora, untuak suatu saat ambo hubungi dan ambo masukkan ka data base 'Family Tree Maker'.
Wassalam,
Saafroedin Bahar (70+2+25)
mak Sati (70+8+7)
Tabiang
----- Original Message -----From: Dr.Saafroedin BAHARSent: Tuesday, November 06, 2007 5:42 PMSubject: [R@ntau-Net] Re: Alhamdulillah (was Re: [R@ntau-Net] Re: Kesalahan berulang.)