Re: ASITA SUMBAR

41 views
Skip to first unread message

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Oct 8, 2007, 1:12:31 AM10/8/07
to salamleisure, MAPPAS MAPPAS, Rantau Net
Assalamualaikum w.w. Sanak Febby Salam,

Terima kasih yang sebesar-besarnya saya ucapkan atas informasi yang Sanak sampaikan ini. Bagi saya, komunikasi antara kita yang di Ranah dengan kami-kami nan di Rantau amat sangatlah penting, karena hanya melalui komunikasi yang lancar dan berlanjut itu kita bukan saja saling mengetahui perkembangan keadaan, tetapi juga bisa saling dukung mendukung melalui pola kerjasama masa kini, 'networking'.

Saya bergembira mengetahui bahwa gagasan tentang suatu Blue Print Pariwisata Sumatera Barat sudah pernah berkembang di kalangan ASITA-PHRI Sumatera Barat, sehingga apa yang harus kita lakukan adalah duduk bersama dan menyempurnakannya dengan masukan dari Pemerintah Daerah sebagai regulator dan dari MAPPAS sebagai unsur konsumen pariwisata.

Sebagai langkah pertama tentu adanya suatu MoU antara berbagai komponen pariwisata akan sangat menolong. Namun kalau sekiranya belum ada, saya yakin bahwa rencana pembentukan "West Sumatra Tourism Promotion Board" atau WSTPB  dalam waktu dekat akan sangat membantu.

Penghargaan khusus tentu perlu kita berikan kepada Nanda Nofrons, yang tanpa pamrih dan dengan tak kenal lelah trelah berbuat banyak -- dengan biaya sendiri -- untuk memajukan pariwisata Sumatera Barat. Kita semua bersyukur dengan tenaga-tenaga muda seperti itu. Saya senang mengetahui bahwa Nanda Nofrins tak sendiri. Masih banyak tenaga muda dinamis demikian di kalangan urang awak di Jakarta, sehingga yang perlu dilakukan adalah menyalurkan dan memberinya wadah serta sarana komunikasi saja. Insya Allah, wadah serta sarana tersebut sudah akan kita bentuk dalam jangka waktu dekat ini.

Dalam kesempatan lain saya telah menyampaikan bahwa di Sumatera Barat sendiri kita perlu tokoh masyarakat yang selain berewibawa juga mau dan mampu melakukan terobosan. Menurut pandangan saya dan pandangan teman-teman di Jakarta, tokoh tersebut adalah Bp Basril Djabbar, dan syukur Alhamdulillah beliau sudah bersedia untuk memimpin gebrakan ini.

Saya doakan agar situs ASITA Sumbar segera selesai dan bisa beroperasi, sehingga peminat pariwisata Sumatera Barat bisa memperoleh akses langsung.

Tertompang salam saya untuk seluruh pengurus ASITA, dan juga pengurus PHRI Sumbar.

Wassalam,
Saafroedin Bahar


salamleisure <salaml...@yahoo.com> wrote:
Kepada Yth
Bapak Dr Saafoedin Bahar


Dengan hormat,


Bericara tentang Blue Print Pariwisata Sumbar Mungkin selama ini sudah
ada juga dibicarakan oleh teman-teman praktisi yang berada
disumbar(ASITA-PHRI) ada banyak ide , banyak angan tapi sayang
semuanya masih menjadi wacana-wacana dan belum bentuk konkrit seperti
Gentelman Agreement antara pelaku dan dinas pariwsata yang tertuang
dalam MOU Sehingga Apa yang belum terlaksana dan apa yang sudah
terlaksana masih belum bisa dijadikan penilaian

Mungkin selama ini ASITA belum banyak berbuat atau memberikan masukan
di milinglist tapi Alhamdulilah dengan adanya W-S.com dan MAPPAS ,
kini ASITA juga sedang menyelesaikan www.asitasumbar.com semoga ini
dapat menambah link yang semakin kuat dan kami mohon semua informasi
yang berhubungan dengan kepariwisataan dapat diteruskan ke
in...@asitasumbar.com sehingga dapat diteruskan kepada anggota asita,
phri yang belum bergabung di miling list

Mudah-mudahan dengan duduk bersama antara mappas, tigo tungku
sajarangan dan semua yang care dengan pariwisata sumbar dapat
melahirkan suatu Blue Print yang merupakan landasan Dinas pariwisata
untuk mengambil kebijakan, keputusan atau program-program yang saling
mendukung

Semoga pariwisata sumbar kedepan makin lebih baik


Best Regards
Febby Salam
www.salamwisata.co.id
email : fe...@salamwisata.co.id
YM : salamleisure
Telp +62 752 628800 Fax +62 752 626089
Mobile : +62 8197 55 99 22



Pinpoint customers who are looking for what you sell.

muhammad syahreza

unread,
Oct 8, 2007, 2:15:13 AM10/8/07
to Rant...@googlegroups.com, salaml...@yahoo.com
Assalamu'alaikum wr.wb.
 
Segala yang terjadi, dimulai dengan khayalan. Segala yang kita capai dimulai dengan angan-angan di pikiran.
Apa yang kita sekarang angankan, bila kita bicara setahun dua tahun ke depan??
Apakah kita melihat masalah, dan segala sesuatu yang berantakan?? Ataukah kita melihat peluang dan keberhasilan??
Tidak ada batas bagi imajinasi. Kita boleh mengkhayalkan apa saja. Khayalan tidak bisa dibatasi realitas fisik, kesulitan keuangan, rasa takut, penolakan, dan apa saja yang mengurung kita di "dunia nyata"
Bayangkan masa depan, dan biarkan diri kita melaju dengannya. Tinggalkan kendala di belakang, dan tampilkan hidup yang ingin kita jalankan. Hidup yang kita ciptakan akan dimulai dari angan kita. Ciptakan angan-angan terbaik, dan mulai bertindak untuk mewujudkannya.
 
wassalam
Reza
31 tahun
Bekasi
 

ET Hadi Saputra

unread,
Apr 14, 2007, 2:25:53 AM4/14/07
to Rant...@googlegroups.com, MAPPAS MAPPAS

Bapak, Ibuk, Kakanda, Adinda sapalanta.

 

Beberapa hal yang saya sampaikan berikut merupakan akumulasi dari ketidaksabaran saya terhadap banyaknya hal-hal yang tidak perlu (baca kesalahan) terjadi. Hal ini sering berulang dan menimbulkan masalah didalam komunitas kita.

Tadi malam saya, pak Saaf dan Bobby Lukman baru saja berbincang-bincang dan akhirnya sanggup lolos dari “rintangan” besar yang mampu menghilangkan identitas MAPPAS sebagaimana yang dicita-citakan saat pembentukannya dulu.

Baru saja berlalu beberapa jam, kesalahan ini terulang kembali dan akhirnya memaksa saya untuk menulis email, sesuatu yang sudah saya tahan satu tahun belakangan ini.

Baiklah, kita bahas satu demi satu, dimulai dari email pak Saaf pagi ini.

 

“Sebagai langkah pertama tentu adanya suatu MoU antara berbagai komponen pariwisata akan sangat menolong. Namun kalau sekiranya belum ada, saya yakin bahwa rencana pembentukan "West Sumatra Tourism Promotion Board" atau WSTPB  dalam waktu dekat akan sangat membantu.”

Sesuai perbincangan kita semalam, saya pikir Bapak sudah mahfum bahwa pembentukan West Sumatra Tourism Promotion Board tidaklah dapat dilakukan dalam waktu semalam.

 

“Saya senang mengetahui bahwa Nanda Nofrins tak sendiri. Masih banyak tenaga muda dinamis demikian di kalangan urang awak di Jakarta, sehingga yang perlu dilakukan adalah menyalurkan dan memberinya wadah serta sarana komunikasi saja. Insya Allah, wadah serta sarana tersebut sudah akan kita bentuk dalam jangka waktu dekat ini.”
Saya tidak sependapat. TIDAK PERLU ADA WADAH WADAH BARU lagi.

 

“Dalam kesempatan lain saya telah menyampaikan bahwa di Sumatera Barat sendiri kita perlu tokoh masyarakat yang selain berewibawa juga mau dan mampu melakukan terobosan.”

Saya sangat setuju hal ini, dan saya dukung 1000%

 

“Menurut pandangan saya dan pandangan teman-teman di Jakarta, tokoh tersebut adalah Bp Basril Djabbar,

Teman-teman siapa yang Bapak maksud? Kenapa harus urang gaek juo? Kenapa pak Saaf yang memilih?

 

“dan syukur Alhamdulillah beliau sudah bersedia untuk memimpin gebrakan ini.”

Atas nama siapa Bapak meminta beliau mempimpin gebrakan (?) ini. Gebrakan ‘seperti apakah’ yang Bapak maksud?

 

MAPPAS bukan lagi merupakan ide pribadi dan juga bukan tanggungjawab pribadi. Sejak saat MAPPAS diproklamirkan, seluruh tanggungjawab merupakan beban kolektif seluruh stakeholder yang ada didalamnya.

Saya beri satu contoh: Bukan kewajiban pak Saaf pribadi untuk bertahan dari gempuran “uni Djan” dan juga sebenarnya bukan tanggungjawab pak Saaf pribadi untuk ‘terpaksa’ memberikan SK pengangkatan pengurus MAPPAS Persiapan Sumbar. Tanggungjawab RAPAT anggota lah yang bisa memutuskan keputusan se penting ini. Dan sejauh ini BELUM ADA satupun keputusan rapat MAPPAS mengenai pengangkatan pengurus MAPPAS Persiapan Sumbar. Bagaimana nanti Bapak mempertanggungjawabkan hal ini kepada anggota dan pada Yang di Atas?

 

Saya setuju dengan pendapat pak Saaf mengenai “pengambilan keputusan” dalam satu organisasi. ”Anggota yang tidak dapat hadir dalam suatu rapat pengambilan keputusan harus mematuhi hasil keputusan rapat dimaksud.”  Tapi ada dua syarat: 1. Anggota dimaksud sudah diundang secara pantas, 2. Rapat dilaksanakan secara patut dan dan Hasil keputusan rapat pun di sosialisaikan sesuai kepatutan.

Kalau ada anggota yang diundang tapi kemudian tidak datang, merupakan cerminan bahwa yang bersangkutan tidak memiliki rasa tanggungjawab. Anggota yang seperti ini kita perlakukan secara patut sebagai ‘mentimun bungkuak”

 

Sementara ini dulu, nanti saya sambung lagi.

Mohon maaf atas ketidak taratik-an Ambo nan mudo.

Wassalam

ET Hadi Saputra Katrik Sati

Di komplek KOMPAS Ciputat

 

 


From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Dr.Saafroedin BAHAR
Sent: 08 Oktober 2007 12:13
To: salamleisure
Cc: MAPPAS MAPPAS; Rantau Net
Subject: [R@ntau-Net] Re: ASITA SUMBAR

ET Hadi Saputra

unread,
Apr 14, 2007, 2:28:00 AM4/14/07
to Rant...@googlegroups.com, MAPPAS MAPPAS

 

 


From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Dr.Saafroedin BAHAR
Sent: 08 Oktober 2007 12:13
To: salamleisure
Cc: MAPPAS MAPPAS; Rantau Net
Subject: [R@ntau-Net] Re: ASITA SUMBAR

 

Assalamualaikum w.w. Sanak Febby Salam,

muhammad syahreza

unread,
Oct 8, 2007, 2:36:51 AM10/8/07
to Rant...@googlegroups.com
Kapan ya MAPPAS dilegalisasi menurut Undang-Undang yang berlaku...toh sampai saat ini MAPPAS masih berbentuk organisasi "belum" resmi yang belum jelas wujudnya.
 
wassalam
Reza

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Oct 8, 2007, 5:20:42 PM10/8/07
to Rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum w.w. Nanda Syahreza,

Terima kasih atas pertanyaan dan peringatan Nanda. Banyak pilihan yang terbuka sebagai dasar hukum MAPPAS, tergantung pada intersitas dan ekstensitas kegiatan yang ingin kita garap. Dasar-dasarnya sudah ada dalam Anggaran Dasar MAPPAS.

Wassalam,
Saafroedin Bahar

muhammad syahreza <muhammad...@gmail.com> wrote:

Check out the hottest 2008 models today at Yahoo! Autos.

Herman Jambak

unread,
Oct 8, 2007, 11:33:10 PM10/8/07
to Rant...@googlegroups.com
Resmikan aja dengan launching dan legal aspect dengan dinotariatkan trus ke depkeh minta tolong ma notaris, selesai. Sesudah itu What?

 
Wass.& Bgds.,

Herman Jambak

Corp.Affairs & Services Koperasi KOKARGA

Garuda Indonesia Building 7th Fl.

Jl. Gunung Sahari Raya 52, Jakarta 10610 Indonesia

Ph. (62-21) 4262058-4262060 Fax. (62-21) 4262061

E-mail: in...@kokarga.com http://www.kokarga.com

+62811961908
Joint Us at Silaturahmi Saudagar Minang 2007 (SSM2007), Padang Oct. 19th-21st 2007
http://www.saudagarminang.com http://www.indo-beatlemaniaclub.co.nr


----- Original Message ----
From: muhammad syahreza <muhammad...@gmail.com>
To: Rant...@googlegroups.com
Sent: Monday, October 8, 2007 1:36:51 PM
Subject: [R@ntau-Net] Re: Kesalahan berulang. Was: Re: ASITA SUMBAR

Kapan ya MAPPAS dilegalisasi menurut Undang-Undang yang berlaku...toh sampai saat ini MAPPAS masih berbentuk organisasi "belum" resmi yang belum jelas wujudnya.
 
wassalam
Reza


Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect. Join Yahoo!'s user panel and lay it on us.

muhammad syahreza

unread,
Oct 9, 2007, 12:45:50 AM10/9/07
to Rant...@googlegroups.com


Resmikan aja dengan launching dan legal aspect dengan dinotariatkan trus ke depkeh minta tolong ma notaris, selesai. Sesudah itu What?
 
 
Kito buek meeting untuak "what" nyo tu baliak...
Kalau paralu kito ka Cimelati baliak...
(Tapi mamak jo kamanakan jan saliang emosi yo)
Bukan baitu bu Sekjen...
Info dari Bu Sekjen...MAPPAS alun bisa ka Notaris karano alun ado dana..
Yuk kito urunan iuran basamo-samo supayo MAPPAS ko jadi legal....
Kalau ka Notaris tingga kito sinergikan se anggota team yang maedit AD/ART MAPPAS di Cimelati dulu yang sempat debat samo Ronal
 
salam
Reza
 

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Oct 9, 2007, 1:06:40 AM10/9/07
to Rant...@googlegroups.com
Setuju, Nanda. Belum ke notaris bukan berarti suatu kesalahan yang berulang.

Sementara itu kita harus jalan terus. Banyak yang masih perlu kita kerjakan dengan tenaga dan sumber daya yang ada sekarang ini, antara lain: ikut membuat draft 'grand design' pariwisata, mendorong terbentuknya WSTPB, mendorong dan melanjutkan pembentukan perwakilan MAPPAS di daerah dan di luar negeri,   mendorong tumbuh dan berkembangnya 'homestay', serta mempersiapkan kader kepengurusan yang akan datang demi kesinambungan kegiatan perintis ini.

Wassalam,
Saafroedin Bahar.

Wassalam,
Saafroedin Bahar.

muhammad syahreza <muhammad...@gmail.com> wrote:

Boardwalk for $500? In 2007? Ha!
Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at Yahoo! Games.

Anzori

unread,
Oct 9, 2007, 2:45:12 AM10/9/07
to Rant...@googlegroups.com
Sebaiknya sahamnya dipecah dalam nominal Rp. 1 juta per saham. Jadi kalau ada 100 orang yang ikut sudah terkumpul modal 100 juta, kalau 1000 orang  1 milyar.

Herman Jambak <hrm_ja...@yahoo.com> wrote:

Building a website is a piece of cake.
Yahoo! Small Business gives you all the tools to get online.

lex alimin

unread,
Oct 9, 2007, 2:57:07 AM10/9/07
to Rant...@googlegroups.com
Sato lo gaek ko sakaki kok lai buliah...aspek legal memang penting tapi nan labiah penting dari pado itu konsistensi taradok tujuan limbago nan kito buek iko..jan hanyo angek2 cirik ayam..sakali lai maafkan gaek ko..ambo caliak limbago nan baru lahia ko iyo takah itu..caliak MPKAS kini ketuanyo sibuk untuak mambuek pamenan lain pulo rotary apolah namonyo takah merk gamuak nan di bengke-bengke tu, sekjennyo lah sibuk pulo jo radio mitigasi bencana..nan kureta ko lah taseok taseok..kabanyo kadiantian (atau alah baranti ) si binuang nan padang - piaman PP tu...ntu baa MPKAs ko lai ?
 
Mappas satali tigo uang..alun jalan lai programnyo..jan lai program bantuak organisasi alun jaleh juo...tibo pulo ketua ka mambuek organisasi lain pulo..indak ciek tapi duo...jadi alun sampai katujuan lai..lah baturuik lo jalan nan lain....antah lah yuang...kadang kami nan bodoh2 di ranah ko yo taheran heran jo sanak nan di rantau..antah iyo lai paduli kabakeh nasib kami antah kamiko kajadi batu tumpuan untuak ambisi pribadi urang cadiak rantau..mudah2an indak..hanyo prasangko jaek sajo imbas indak makan parak siang tadi...
 
maafkan gaek ko...
 
Alimin
57 +3+21


Herman Jambak <hrm_ja...@yahoo.com> wrote:
Resmikan aja dengan launching dan legal aspect dengan dinotariatkan trus ke depkeh minta tolong ma notaris, selesai. Sesudah itu What?

 
Wass.& Bgds.,
Herman Jambak
Corp.Affairs & Services Koperasi KOKARGA
Garuda Indonesia Building 7th Fl.
Jl. Gunung Sahari Raya 52, Jakarta 10610 Indonesia
Ph. (62-21) 4262058-4262060 Fax. (62-21) 4262061
+62811961908
Joint Us at Silaturahmi Saudagar Minang 2007 (SSM2007), Padang Oct. 19th-21st 2007
http://www.saudagarminang.com http://www.indo-beatlemaniaclub.co.nr


 


Don't let your dream ride pass you by. Make it a reality with Yahoo! Autos.

muhammad syahreza

unread,
Oct 9, 2007, 3:00:46 AM10/9/07
to Rant...@googlegroups.com
On 10/9/07, Anzori <anz...@yahoo.com> wrote:
Sebaiknya sahamnya dipecah dalam nominal Rp. 1 juta per saham. Jadi kalau ada 100 orang yang ikut sudah terkumpul modal 100 juta, kalau 1000 orang  1 milyar.
 
Setuju dan ambo tambahkan dana untuak saham tadi indak buliah diambil kembali oleh investor dalam kurun waktu 10 tahun, kalau ado yang maminta silahkan sahamnya di jual ke orang lain (sebaiknya pada group investor juga). Untuk pembagian deviden ada 2 jenis :
1. Berdasarakan saham terbanyak
2. berdasarkan peran/kiprah terbanyak
Kalau setuju ambo daftar ciek..
 
wassalam
Reza
 

 

Yurnadi Van Martin

unread,
Oct 9, 2007, 3:05:07 AM10/9/07
to Rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Yth : Adidunsanak di Palanta Rantaunet

Perkenankanlah Kami Mengucapkan

Selamat Hari Raya Idul Fitri
1 Syawal 1428 H.

Minal Aidin Walfaidzin, Mohon Maaf Lahir Bathin.

Semoga segala amal ibadah kita di bulan suci Ramadhan
ini dapat menjadikan kita sebagai umat dengan pribadi
yang fitri....... Amin


Wassalamu'alikum Wr. Wb.

Drs. H. Yurnadi V. Martin MSc.
Department of Medical Biology
Faculty of Medicine University of Indonesia
Salemba Street 6 Jakarta 10430
Office : 021-31930379


____________________________________________________________________________________


Building a website is a piece of cake. Yahoo! Small Business gives you all the tools to get online.

http://smallbusiness.yahoo.com/webhosting

lex alimin

unread,
Oct 9, 2007, 3:09:30 AM10/9/07
to Rant...@googlegroups.com
iyo Buto ambo jo bantuak organisasi MAPPAS ko..apo limbago ko profit oriented ? dek kabasaham bagai..sampai ka mambagi dividen bagai ? baa sabananyo ko nakan ? jalehkan lah nak sanang di ati sajuak di kiro kiro..
 
maafkan gaek nan ndak tau apo apo ko
 
 

muhammad syahreza <muhammad...@gmail.com> wrote:

Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.

ASLIM NURHASAN

unread,
Oct 9, 2007, 3:12:30 AM10/9/07
to Rant...@googlegroups.com, MAPPAS MAPPAS
Sukseskan Silaturahmi Saudagar Minang 2007

 

hadi nan biaso "malosoh" bak kato kami sajak 2006 di tsm dulu.....

kini tasama bana nampaknyo.....

ambo agak binguang....

karano mungkin indak tau duduak persoalan awal atau pangalaman nan sudah

apo sabanyo inti masalah

 

tasama di bulan syaum ko sabanyo pasti bisa pulo bapahalo....

asal................? 

Aslim Nurhasan /0811103234 /Sekretariat SSM2007
Jl Kebon Kacang XXIX No.2A, Jakarta Pusat 10240, Indonesia


----- Original Message ----
From: ET Hadi Saputra <eth_s...@serba-adia.com>
To: Rant...@googlegroups.com; MAPPAS MAPPAS <map...@yahoogroups.com>
Sent: Saturday, April 14, 2007 1:25:53 PM
Subject: [R@ntau-Net] Kesalahan berulang. Was: Re: ASITA SUMBAR

Bapak, Ibuk, Kakanda, Adinda sapalanta.

 

Beberapa hal yang saya sampaikan berikut merupakan akumulasi dari ketidaksabaran saya terhadap banyaknya hal-hal yang tidak perlu (baca kesalahan) terjadi. Hal ini sering berulang dan menimbulkan masalah didalam komunitas kita.

Tadi malam saya, pak Saaf dan Bobby Lukman baru saja berbincang-bincang dan akhirnya sanggup lolos dari “rintangan” besar yang mampu menghilangkan identitas MAPPAS sebagaimana yang dicita-citakan saat pembentukannya dulu.

Baru saja berlalu beberapa jam, kesalahan ini terulang kembali dan akhirnya memaksa saya untuk menulis email, sesuatu yang sudah saya tahan satu tahun belakangan ini.

Baiklah, kita bahas satu demi satu, dimulai dari email pak Saaf pagi ini.

 

“Sebagai langkah pertama tentu adanya suatu MoU antara berbagai komponen pariwisata akan sangat menolong. Namun kalau sekiranya belum ada, saya yakin bahwa rencana pembentukan " West Sumatra Tourism Promotion Board" atau WSTPB  dalam waktu dekat akan sangat membantu.”

Sesuai perbincangan kita semalam, saya pikir Bapak sudah mahfum bahwa pembentukan West Sumatra Tourism Promotion Board tidaklah dapat dilakukan dalam waktu semalam.

 

“Saya senang mengetahui bahwa Nanda Nofrins tak sendiri. Masih banyak tenaga muda dinamis demikian di kalangan urang awak di Jakarta, sehingga yang perlu dilakukan adalah menyalurkan dan memberinya wadah serta sarana komunikasi saja. Insya Allah, wadah serta sarana tersebut sudah akan kita bentuk dalam jangka waktu dekat ini.”
Saya tidak sependapat. TIDAK PERLU ADA WADAH WADAH BARU lagi.

 

“Dalam kesempatan lain saya telah menyampaikan bahwa di Sumatera Barat sendiri kita perlu tokoh masyarakat yang selain berewibawa juga mau dan mampu melakukan terobosan.”

Saya sangat setuju hal ini, dan saya dukung 1000%

 

“Menurut pandangan saya dan pandangan teman-teman di Jakarta , tokoh tersebut adalah Bp Basril Djabbar,

Teman-teman siapa yang Bapak maksud? Kenapa harus urang gaek juo? Kenapa pak Saaf yang memilih?

 

“dan syukur Alhamdulillah beliau sudah bersedia untuk memimpin gebrakan ini.”

Atas nama siapa Bapak meminta beliau mempimpin gebrakan (?) ini. Gebrakan ‘seperti apakah’ yang Bapak maksud?

 

MAPPAS bukan lagi merupakan ide pribadi dan juga bukan tanggungjawab pribadi. Sejak saat MAPPAS diproklamirkan, seluruh tanggungjawab merupakan beban kolektif seluruh stakeholder yang ada didalamnya.

Saya beri satu contoh: Bukan kewajiban pak Saaf pribadi untuk bertahan dari gempuran “uni Djan” dan juga sebenarnya bukan tanggungjawab pak Saaf pribadi untuk ‘terpaksa’ memberikan SK pengangkatan pengurus MAPPAS Persiapan Sumbar. Tanggungjawab RAPAT anggota lah yang bisa memutuskan keputusan se penting ini. Dan sejauh ini BELUM ADA satupun keputusan rapat MAPPAS mengenai pengangkatan pengurus MAPPAS Persiapan Sumbar. Bagaimana nanti Bapak mempertanggungjawabkan hal ini kepada anggota dan pada Yang di Atas?

 

Saya setuju dengan pendapat pak Saaf mengenai “pengambilan keputusan” dalam satu organisasi. ”Anggota yang tidak dapat hadir dalam suatu rapat pengambilan keputusan harus mematuhi hasil keputusan rapat dimaksud.”  Tapi ada dua syarat: 1. Anggota dimaksud sudah diundang secara pantas, 2. Rapat dilaksanakan secara patut dan dan Hasil keputusan rapat pun di sosialisaikan sesuai kepatutan.

Kalau ada anggota yang diundang tapi kemudian tidak datang, merupakan cerminan bahwa yang bersangkutan tidak memiliki rasa tanggungjawab. Anggota yang seperti ini kita perlakukan secara patut sebagai ‘mentimun bungkuak”

 

Sementara ini dulu, nanti saya sambung lagi.

Mohon maaf atas ketidak taratik-an Ambo nan mudo.

Wassalam

ET Hadi Saputra Katrik Sati

Di komplek KOMPAS Ciputat

 

 

From: Rant...@googlegroups.com [mailto: Rant...@googlegroups.com ] On Behalf Of Dr.Saafroedin BAHAR
Sent: 08 Oktober 2007 12:13
To: salamleisure
Cc: MAPPAS MAPPAS; Rantau Net
Subject: [R@ntau-Net] Re: ASITA SUMBAR

Assalamualaikum w.w. Sanak Febby Salam,

Terima kasih yang sebesar-besarnya saya ucapkan atas informasi yang Sanak sampaikan ini. Bagi saya, komunikasi antara kita yang di Ranah dengan kami-kami nan di Rantau amat sangatlah penting, karena hanya melalui komunikasi yang lancar dan berlanjut itu kita bukan saja saling mengetahui perkembangan keadaan, tetapi juga bisa saling dukung mendukung melalui pola kerjasama masa kini, 'networking'.

Saya bergembira mengetahui bahwa gagasan tentang suatu Blue Print Pariwisata Sumatera Barat sudah pernah berkembang di kalangan ASITA-PHRI Sumatera Barat, sehingga apa yang harus kita lakukan adalah duduk bersama dan menyempurnakannya dengan masukan dari Pemerintah Daerah sebagai regulator dan dari MAPPAS sebagai unsur konsumen pariwisata.

Sebagai langkah pertama tentu adanya suatu MoU antara berbagai komponen pariwisata akan sangat menolong. Namun kalau sekiranya belum ada, saya yakin bahwa rencana pembentukan "West Sumatra Tourism Promotion Board" atau WSTPB  dalam waktu dekat akan sangat membantu.

Penghargaan khusus tentu perlu kita berikan kepada Nanda Nofrons, yang tanpa pamrih dan dengan tak kenal lelah trelah berbuat banyak -- dengan biaya sendiri -- untuk memajukan pariwisata Sumatera Barat. Kita semua bersyukur dengan tenaga-tenaga muda seperti itu. Saya senang mengetahui bahwa Nanda Nofrins tak sendiri. Masih banyak tenaga muda dinamis demikian di kalangan urang awak di Jakarta , sehingga yang perlu dilakukan adalah menyalurkan dan memberinya wadah serta sarana komunikasi saja. Insya Allah, wadah serta sarana tersebut sudah akan kita bentuk dalam jangka waktu dekat ini.

Dalam kesempatan lain saya telah menyampaikan bahwa di Sumatera Barat sendiri kita perlu tokoh masyarakat yang selain berewibawa juga mau dan mampu melakukan terobosan. Menurut pandangan saya dan pandangan teman-teman di Jakarta , tokoh tersebut adalah Bp Basril Djabbar, dan syukur Alhamdulillah beliau sudah bersedia untuk memimpin gebrakan ini.



Saya doakan agar situs ASITA Sumbar segera selesai dan bisa beroperasi, sehingga peminat pariwisata Sumatera Barat bisa memperoleh akses langsung.

Tertompang salam saya untuk seluruh pengurus ASITA, dan juga pengurus PHRI Sumbar.

Wassalam,
Saafroedin Bahar

Herman Jambak

unread,
Oct 9, 2007, 1:01:20 AM10/9/07
to Rant...@googlegroups.com
dak banyak pitih tuak bayie notaris paliang maha sejuta

 
Wass.& Bgds.,

Herman Jambak

Corp.Affairs & Services Koperasi KOKARGA

Garuda Indonesia Building 7th Fl.

Jl. Gunung Sahari Raya 52, Jakarta 10610 Indonesia

Ph. (62-21) 4262058-4262060 Fax. (62-21) 4262061

E-mail: in...@kokarga.com http://www.kokarga.com

+62811961908
Joint Us at Silaturahmi Saudagar Minang 2007 (SSM2007), Padang Oct. 19th-21st 2007
http://www.saudagarminang.com http://www.indo-beatlemaniaclub.co.nr
----- Original Message ----
From: muhammad syahreza <muhammad...@gmail.com>
To: Rant...@googlegroups.com
Sent: Tuesday, October 9, 2007 11:45:50 AM
Subject: [R@ntau-Net] Re: Kesalahan berulang. Was: Re: ASITA SUMBAR



Resmikan aja dengan launching dan legal aspect dengan dinotariatkan trus ke depkeh minta tolong ma notaris, selesai. Sesudah itu What?
 
 
Kito buek meeting untuak "what" nyo tu baliak...
Kalau paralu kito ka Cimelati baliak...
(Tapi mamak jo kamanakan jan saliang emosi yo)
Bukan baitu bu Sekjen...
Info dari Bu Sekjen...MAPPAS alun bisa ka Notaris karano alun ado dana..
Yuk kito urunan iuran basamo-samo supayo MAPPAS ko jadi legal....
Kalau ka Notaris tingga kito sinergikan se anggota team yang maedit AD/ART MAPPAS di Cimelati dulu yang sempat debat samo Ronal
 
salam

ET Hadi Saputra

unread,
Oct 9, 2007, 3:14:53 AM10/9/07
to Rant...@googlegroups.com

Assalamualaikum wr wb.

Waduh. Gimana mau ngomongin duit, kalau pertanyaan sederhana saya yang kemaren aja ngga ditanggapi…

Katanya yang penting TRUST? Trust baru ada kalau semua berlapang dada mau memposisikan diri di tempat yang inginkan. Kalau ingin ‘;dipercaya’ ya buktikan dong kalau anda layak dipercaya. Kalau mau jadi ketua, ya buktikan dong kalau anda pantas jadi ketua.

So… kalau kita mau ngumpulkan duit masing2 1 juta. Ya tunjukkan dong kalau kita mampu ‘dipercaya’ pegang duit segitu.

Masalah tata tertib dan etika berorganisasi aja pada belum pada paham (baca: mau mengerjakan). Gimana mau mengerjakan kerjaan BESAR.

Wassalam dan Maaf.

ET Hadi Saputra Katik Sati

Di Kompleks KOMPAS Ciputat.

 


From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Anzori
Sent: 09 Oktober 2007 13:45
To: Rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] Re: Kesalahan berulang. Was: Re: ASITA SUMBAR

 

Sebaiknya sahamnya dipecah dalam nominal Rp. 1 juta per saham. Jadi kalau ada 100 orang yang ikut sudah terkumpul modal 100 juta, kalau 1000 orang  1 milyar.

Herman Jambak <hrm_ja...@yahoo.com> wrote:

Elthaf (elthaf)

unread,
Oct 9, 2007, 4:13:05 AM10/9/07
to Rant...@googlegroups.com
Assalaamualaikum wr.wb.,
Sesama muslim adalah bersaudara, sasamo rang Rantau Net adolah badunsanak, sampaikanlah dengan caro rancak,
Ambo mancaliak baliau-baliau, bapak Saaf, Pak Chaidir, Uda Nofrins, Add. Firdaus, Add. Ronald, Kkd.  Darul, Add. Miko, Add. Reza, Add. Herman, Add. Wis, Mak Ban, Mak Ban, buk Nur, dan masih banyak bapak, Ibu nan lainnyo lah bakuhampeh ingin mambangun kampuang awak untuak maju sasuai jo kemampuan dan daya upaya nan baliau miliki.
Lah banyak pengorbanan baliau, Pitih, waktu, perasaan, waktu jo keluarga, moril, materil, memang itulah maksimal usaho baliau, dan itulah nan lah dihasilkan dek baliau,
Ambo macaliak baliau ka Padang, ka Pakanbaru dengan biaya pribadi, itu sadonyo demi kampuang awak nan awak cintoi.
Kalau KA Padang-Pariaman harus baranti, lah wajarnyoh, karano sampai sagitu maksimal usaho baliau, ndak mungkin lo da Nofrin tiok hari tagak disampiang masinih mangawal KA, kito bukannyo mancemeh, tapi malah kito harus tajun untuak mambantu, nan jaleh sejarah mencatat Kereta api pernah hiduik baliak Padang-Piaman dalam wakatu babarapo bulan. kudian baliau mambawo radio FM ka Padang panjang, satu usaho yang luar biaso, tanpa maminta pitih kito, barang tu lah ado di Padang panjang. bayngakan untuak caro manurunkan barang itu sajo di padangpanjang baliau harus manellpon ka sinan kamari, kaambo sajo baliau manelpon badiskusi baa caro manurunkan barang nan bareknyo 1 ton tu, Kudian baliau buek website Sumatera Barat jo biaya surang, baliau promosikan dnegan caro baliau sendiri lewat foto-foto mamajukan parawisata Sumatera barat, Apo para pedagang makanan, para supir travel, para tukang parkir di bawah jam gadang, dan para pelaku ekonomi di kampuang maagiah fee ka da Nofrins, tidak sanak, tidak pernah terpikirkan dek uda Nofrin untuak maminta baliak dari usahonyo ko doh, baliau ikhlas, baliau murni ingin mambantu kanpuang awak.
Untuak pak Saaf, di usia baliau nan tuo, baliau mancurahkan segala kekuatan baliau, networking baliau untuak mamajukan kampuang awak, bara kali kantua HAM baliau dipakai, lunak gigi pado lidah tu mah maminta izinnyo, semua untuak kito juo.
Ibu Nur, pai ka pakanbaru jo biaya sendiri, maninggakan anak-anak baliau nan masih ketek-ketek di jakarta, untuak sia, untuak kampuang awak uo.
Pak Chaidir, baliau di usia 68 tahuan mancurahkan pikiran baliau untuak awak juo.
Jadi kalau ado nan kurang atau mungkin alun maksimal dari hasil baliau-baliau, mari kito bantu, bantu jo waktu, jo tanago, jo moril, jo doa, paliang indak ANIANG sajo duduak manis se di suduik. jaan lasak pulo.
Kalau raso punyo peduli jo usaho baliau, kito bantu basamo-samo, janagankan KA Padang-Piaman, Padang Payokumbuah bisa tu mah.
Jujur sajo, ambo ndak mampu babuek sarupo nan lah disumbangkan dan nan lah dibuek dek Pak Saaf, pak Chaidir, Uda Nofrins, Bu Nur, Add. Hadi, Add. Ronald, Add. Miko, Add. Firdaus, Kanda Darul, Add. Reza, sanak Herman Jambak, Pak Aslim dan banyak lai bapak, ibu jo dunsanak nan lah berbuat yang terbaik untuak kampuang awak, untuak kemajuan Sumatera Barat.
Cieklai, HENTIKAN mail nan mamecah balah, ndak surang juo nan berhak menyatakan dan mengclaim dan mambuek kubu-kubuan, ndak ado kubu rantau-ranah doh, ndak ado kubu swasta -PNS doh, ndak ado kubu mudo-gaek doh. kalau kamangirtiak jaan disapuratoan dirambah habih sajo urang ko, jaan maateh namokan urang pulo.
Mari kito buek mailing list awak ko sajuak,  
Terakhir, ambo mohon maaf lahir dan batin ateh mail ambo ko, semoga di bulan baiak ko, ambo bisa introspeksi dan bisa menjalin ukhuwah islamiyah dan ukhuwah imaniyah sacaro labiah elok.
Padiah sanak, padiah tu mah dihantam di muko urang rami, malu tu mah sanak...
Terimakasih,
wassalam,
Elthaf
 
 


From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of .....
Sent: Tuesday, October 09, 2007 1:57 PM
To: Rant...@googlegroups.com

Subject: [R@ntau-Net] Re: Kesalahan berulang. Was: Re: ASITA SUMBAR

muhammad syahreza

unread,
Oct 9, 2007, 4:43:22 AM10/9/07
to Rant...@googlegroups.com

Assalamu'alaikum wr.wb.
 
iyo Buto ambo jo bantuak organisasi MAPPAS ko..apo limbago ko profit oriented ? dek kabasaham bagai..sampai ka mambagi dividen bagai ? baa sabananyo ko nakan ? jalehkan lah nak sanang di ati sajuak di kiro kiro..
 
 
Apo pun organisasinyo untuak operasional tantu paralu pendanaan mandiri, indak mungkin dana ko dari urunan/iuran simpatisan atau pengurus se taruih do. Dan labiah indak mungkin lai, kalau untuak biaya operasional organisasi tu dari "mamalak" sponsor itu ka itu se. Apolagi yang namonyo LSM atau organisasi sosial....Bisa kito caliak di Sumbar dari sakian banyak LSM paliang hanyo 10% yang bisa jalan taruih operasionalnyo tiok tahun. Yang 90% lai (estimasi ambo se) alah bantuak karakok hinggok di batu..hiduik sagan mati pun ndak namuah..maharokan dana sponsor dari NGO asiang? Kalau NGO asiang ko ado visi jo misi di Sumbar atau Indonesia, mungkin inyo namuah mansponsori, tapi kalau kalau visi jo misi inyo alah tasampaian..say good bye
Sarupo jo LSM-LSM Indonesia yang didanai NGO yang berpusat di Eropa dan USA katiko malengserkan "babe Cendana".
Kito baliak ka MAPPAS...salamo ko kegiatan MAPPAS pendanaannyo masih dari sumbangan anggota dan pengurus. Wajar lah kalau MAPPAS ko ado pendanaan mandiri, yang namonyo organisasi kalau ndak ado dana yo indak jalan operasionalnyo mancapai visi dan misi organisasi tu....kecuali ado dana rutin dari pemerintah....
Etong-etong urang awam se...urang di rantau ingin pariwisata Sumbar maju, tapi untuak kailia ka mudiak kan paralu dana untuak ongkos jo makan, indak ka mungkin pitih di saku anggota atau pengurus atau sponsor se nan di karuak...beko indak barasok pulo dapua anggota jo pengurus.
Nan penting pendanaan mandiri tadi indak ado manzalimi orang lain (di ranah dan di rantau) ...karano yang dimaksud pendanaan mandiri ko adolah ado unit usaho yang dari untuang nyo bisa mendanai minimal biaya operasional organisasi. Untuak tahap awal ok lah anggota jo pengurus mangumpuakan dana dalam bantuak saham....kalau pun ado siso dari hasil usaha setelah sekian periode, kan buliah pulo dibagi ka anggota jo pengurus organisasi ko. Toh walau organisasi ko tujuannyo sosial..tapi kalau ado siso keuntungan yang buliah dibagi kan indak salah manuruik Undang-undang dan indak manzalimi urang dilua organisasi do.
 
wassalam
Reza
 
 

ET Hadi Saputra

unread,
Oct 9, 2007, 6:03:34 AM10/9/07
to Rant...@googlegroups.com, MAPPAS MAPPAS

Assalaamualikum wr wb.

Kakanda Eltaf dan Om Aslim yang ambo hormati.

Da Thaf, mohon ampun ambo ka Kakanda. Tapi milist MAPPAS dibuek bukan untuak UBEK JARIAH PALARAI DAMAM, bukan untuk menghibur hati. Milist ini untuak kito badiskusi, bacakak, bacarito secara EGALITER dalam menghadapi masalah yang harus diselesaikan. MAPPAS dibikin karena kita merasa ada yang SALAH dengan pariwisata Sumbar. Milist ini bukan untuk mengibarkan berita berita bagus, propaganda atau promosi yang baik-baik saja. Tapi milist ini adalah kawah candradimuka bagi kemajuan pariwisata Sumbar.

Sebenarnya email ini dikirim ke RantauNet juga sudah salah. Email ini sebenarnya harus dikirim ke milist MAPPAS. Tapi okelah, kita bicara masalah MAPPAS. Begini;

Ketidaksamaan titik pandang adalah hal yang wajar. Jangankan awak nan hanya sekedar kenal. Urang nan badunsanak sajo alun tantu samo pikirannyo lai doh. Ado babarapo hal yang mungkin indak bisa samo samo awak pahami karena jauhnya jarak. Selain itu (bukannya menuduh, tapi kenyataan) ada sementara pihak yang tidak mau terbuka dan memaparkan seluruh informasi ke publik, Dalam hal MAPPAS misalnya. Saya saja sebagai salahsatu pendiri, seringkali tidak diundang rapat apabila yang mau diperbincangkan itu adalah hal-hal yang mungkin bakal dapat tentangan keras dari saya sebagai individu. Ini sebenarnya juga bisa diterima; karena kegiatan ini adalah kegiatan sosial. Ado se nan namuah mangarokan alah basyukur awak (menurut da Elthaf). Tetapi manuruik ambo, da Thaf. KALAU INDAK dikarajokan jo TULUS hati, lebih baik TIDAK USAH dikerjakan.  

Kakanda Aslim, mungkin bana istilah ‘malosoh’ ko, mungkin pulo indak. Mungkin karena alah beberapa tahun pulo kito bagaua, istilah ko mengalami perubahan arti. Bagi saya sekarang, justru semua orang alah malosoh. Alah panek ambo bakuliliang bacarito di biliak-biliak ketek. Tapi hasilnya: SEMUA orang tetap hanya ingin MALAKU-AN GALEH nyo surang-surang. Mangaritih ambo, Urang urang Minang yang sangat kompeten secara individu selalu gagal di tingkat komunitas.

Kakanda Elthaf, ambo tidak berniat membuat polemik. Dari sekian banyak warga di palanta Minang iko, ambo adalah salah seorang yang paling acceptable di kumpulan orang Minang manapun. Ambo pengurus Gebu Minang, Panitia awal TSM/SSM, ambo bagian dari kawan2 kito yg bagaua di Matraman, ambo bagian dari Task Force orang-orang Minang yang berjuang di tingkat pengambilan keputusan Internasional, Ambo juga (sebagaimana da Elthaf ketahui) masih sangat erat berhubungan dengan kawan-kawan SMA1, ambo pun masih ditarimo dan diundang babuko basamo di Istana Presiden, Istana Wapres, Pasar Inpres Senen, Tanah Abang sampai ka rumah da Rainal Rais di Pejaten Barat!.

Bagi Kawan-kawan sadonyo, saat ini saya sudah GERAH dengan kawan kawan nan suko manembak di ateh kudo. Ambo indak ka mancari musuah, tapi ambo raso alah mulai nampak keinginan untuak MANEMBAK DI ATEH KUDO, KUDOnyo punyo URANG, sudah tu KUDOnyo DIBUNUAH.

Antah lah antah…….kalau lai nan manembak diateh kudo, pabilo kudo panek diagiah makan, urangnyo diagiah pitih, alah mungkin sarupo sarugo dunia Minang ko.

Ambo hanya ingin sampaikan: kembalilah kepada NIAT TULUS membangun kampung halaman. Kalau diantara kita ada yang hanya sanggup berdoa, berdoa saja juga cukup. Kalau ada yang sanggup berbuat, berbuatlah sesuai kemampuan. Jangan yang hanya sanggup berdoa, IKUT IKUT an pula mancikarau-i kawan-kawan nan sadang panek. Bagi nan maraso gaek, alah tu. Ijan di paso an bana. Bagi nan maraso mudo, alah tu, ijan cimeeh sajo… kok di ago, lai ta karajo kan?????

Mohon maaf, ambo indakbiaso lempar batu sembunyi tangan. Lempar isu habis itu diam-diam. Mari lah kita selesaikan secara terbuka. Jangan hanya dipendam dan dibawa bergunjing berduaan

Wassalam Bil Maaf.

ET Hadi Saputra Katik Sati

Di komplek KOMPAS Ciputat.

 


From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Elthaf (elthaf)
Sent: 09 Oktober 2007 15:13
To: Rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] Re: Kesalahan berulang. Was: Re: ASITA SUMBAR

 

Assalaamualaikum wr.wb.,

ASLIM NURHASAN

unread,
Oct 9, 2007, 6:45:10 AM10/9/07
to Rant...@googlegroups.com, MAPPAS MAPPAS
ambo sapakaik jo hadi.....
kato kuncinyo ambo raso adolah IKHLAS.
KUTIKO ado nan diandokkan dalam sebuah komunitas sosial sarupo MAPPAS,
tantu keIKHLASan alah lenyap
dan sarancaknyo urang nan bantuaktu diLENYAPkan,labiah rancak kalau maLENYAPkan diri

----- Original Message ----
From: ET Hadi Saputra <eth_s...@serba-adia.com>
To: Rant...@googlegroups.com; MAPPAS MAPPAS <map...@yahoogroups.com>

Ambo macaliak baliau ka Padang , ka Pakanbaru dengan biaya pribadi, itu sadonyo demi kampuang awak nan awak cintoi.

Kalau KA Padang-Pariaman harus baranti, lah wajarnyoh, karano sampai sagitu maksimal usaho baliau, ndak mungkin lo da Nofrin tiok hari tagak disampiang masinih mangawal KA, kito bukannyo mancemeh, tapi malah kito harus tajun untuak mambantu, nan jaleh sejarah mencatat Kereta api pernah hiduik baliak Padang-Piaman dalam wakatu babarapo bulan. kudian baliau mambawo radio FM ka Padang panjang, satu usaho yang luar biaso, tanpa maminta pitih kito, barang tu lah ado di Padang panjang. bayngakan untuak caro manurunkan barang itu sajo di padangpanjang baliau harus manellpon ka sinan kamari, kaambo sajo baliau manelpon badiskusi baa caro manurunkan barang nan bareknyo 1 ton tu, Kudian baliau buek website Sumatera Barat jo biaya surang, baliau promosikan dnegan caro baliau sendiri lewat foto-foto mamajukan parawisata Sumatera barat, Apo para pedagang makanan, para supir travel, para tukang parkir di bawah jam gadang, dan para pelaku ekonomi di kampuang maagiah fee ka da Nofrins, tidak sanak, tidak pernah terpikirkan dek uda Nofrin untuak maminta baliak dari usahonyo ko doh, baliau ikhlas, baliau murni ingin mambantu kanpuang awak.

Untuak pak Saaf, di usia baliau nan tuo, baliau mancurahkan segala kekuatan baliau, networking baliau untuak mamajukan kampuang awak, bara kali kantua HAM baliau dipakai, lunak gigi pado lidah tu mah maminta izinnyo, semua untuak kito juo.

Ibu Nur, pai ka pakanbaru jo biaya sendiri, maninggakan anak-anak baliau nan masih ketek-ketek di jakarta , untuak sia, untuak kampuang awak uo.

Pak Chaidir, baliau di usia 68 tahuan mancurahkan pikiran baliau untuak awak juo.

Jadi kalau ado nan kurang atau mungkin alun maksimal dari hasil baliau-baliau, mari kito bantu, bantu jo waktu, jo tanago, jo moril, jo doa, paliang indak ANIANG sajo duduak manis se di suduik. jaan lasak pulo.

Kalau raso punyo peduli jo usaho baliau, kito bantu basamo-samo, janagankan KA Padang-Piaman, Padang Payokumbuah bisa tu mah.

Jujur sajo, ambo ndak mampu babuek sarupo nan lah disumbangkan dan nan lah dibuek dek Pak Saaf, pak Chaidir, Uda Nofrins, Bu Nur, Add. Hadi, Add. Ronald, Add. Miko, Add. Firdaus, Kanda Darul, Add. Reza, sanak Herman Jambak, Pak Aslim dan banyak lai bapak, ibu jo dunsanak nan lah berbuat yang terbaik untuak kampuang awak, untuak kemajuan Sumatera Barat.

Cieklai, HENTIKAN mail nan mamecah balah, ndak surang juo nan berhak menyatakan dan mengclaim dan mambuek kubu-kubuan, ndak ado kubu rantau-ranah doh, ndak ado kubu swasta -PNS doh, ndak ado kubu mudo-gaek doh. kalau kamangirtiak jaan disapuratoan dirambah habih sajo urang ko, jaan maateh namokan urang pulo.

Mari kito buek mailing list awak ko sajuak,  

Terakhir, ambo mohon maaf lahir dan batin ateh mail ambo ko, semoga di bulan baiak ko, ambo bisa introspeksi dan bisa menjalin ukhuwah islamiyah dan ukhuwah imaniyah sacaro labiah elok.

Padiah sanak, padiah tu mah dihantam di muko urang rami, malu tu mah sanak...

Terimakasih,

wassalam,

Elthaf

 

 

 



Catch up on fall's hot new shows on Yahoo! TV. Watch previews, get listings, and more!

chaidir latief

unread,
Oct 9, 2007, 3:07:15 PM10/9/07
to Rant...@googlegroups.com
Elthaf dan para dunsanak di melis
 
Ado nan barangkali bermanfaat bagi adiak adiak atau anak anak ambo di melis ko ( ambo lah 79 lewat ) Adalah nasehat alm pak Hugeng Kok nio umua panjang indak pikun pikiakan baa membunuh waktu ( to kill the time ) masaro diri masih bermanfaat Kalau pisau diasah taruih indak akan bakarek Bermanfaat bagi diri sendiri dan bermanfaat bagi urang banyak ( memenuhi ajaran agamo )
 
Chaidir N Latief

----- Original Message ----
From: Elthaf (elthaf) <elt...@chevron.com>
To: Rant...@googlegroups.com
Sent: Tuesday, October 9, 2007 3:13:05 PM
Subject: [R@ntau-Net] Re: Kesalahan berulang. Was: Re: ASITA SUMBAR

Assalaamualaikum wr.wb.,
Sesama muslim adalah bersaudara, sasamo rang Rantau Net adolah badunsanak, sampaikanlah dengan caro rancak,
Ambo mancaliak baliau-baliau, bapak Saaf, Pak Chaidir, Uda Nofrins, Add. Firdaus, Add. Ronald, Kkd.  Darul, Add. Miko, Add. Reza, Add. Herman, Add. Wis, Mak Ban, Mak Ban, buk Nur, dan masih banyak bapak, Ibu nan lainnyo lah bakuhampeh ingin mambangun kampuang awak untuak maju sasuai jo kemampuan dan daya upaya nan baliau miliki.
Lah banyak pengorbanan baliau, Pitih, waktu, perasaan, waktu jo keluarga, moril, materil, memang itulah maksimal usaho baliau, dan itulah nan lah dihasilkan dek baliau,
Ambo macaliak baliau ka Padang, ka Pakanbaru dengan biaya pribadi, itu sadonyo demi kampuang awak nan awak cintoi.
Kalau KA Padang-Pariaman harus baranti, lah wajarnyoh, karano sampai sagitu maksimal usaho baliau, ndak mungkin lo da Nofrin tiok hari tagak disampiang masinih mangawal KA, kito bukannyo mancemeh, tapi malah kito harus tajun untuak mambantu, nan jaleh sejarah mencatat Kereta api pernah hiduik baliak Padang-Piaman dalam wakatu babarapo bulan. kudian baliau mambawo radio FM ka Padang panjang, satu usaho yang luar biaso, tanpa maminta pitih kito, barang tu lah ado di Padang panjang. bayngakan untuak caro manurunkan barang itu sajo di padangpanjang baliau harus manellpon ka sinan kamari, kaambo sajo baliau manelpon badiskusi baa caro manurunkan barang nan bareknyo 1 ton tu, Kudian baliau buek website Sumatera Barat jo biaya surang, baliau promosikan dnegan caro baliau sendiri lewat foto-foto mamajukan parawisata Sumatera barat, Apo para pedagang makanan, para supir travel, para tukang parkir di bawah jam gadang, dan para pelaku ekonomi di kampuang maagiah fee ka da Nofrins, tidak sanak, tidak pernah terpikirkan dek uda Nofrin untuak maminta baliak dari usahonyo ko doh, baliau ikhlas, baliau murni ingin mambantu kanpuang awak.
Untuak pak Saaf, di usia baliau nan tuo, baliau mancurahkan segala kekuatan baliau, networking baliau untuak mamajukan kampuang awak, bara kali kantua HAM baliau dipakai, lunak gigi pado lidah tu mah maminta izinnyo, semua untuak kito juo.
Ibu Nur, pai ka pakanbaru jo biaya sendiri, maninggakan anak-anak baliau nan masih ketek-ketek di jakarta, untuak sia, untuak kampuang awak uo.
Pak Chaidir, baliau di usia 68 tahuan mancurahkan pikiran baliau untuak awak juo.
Jadi kalau ado nan kurang atau mungkin alun maksimal dari hasil baliau-baliau, mari kito bantu, bantu jo waktu, jo tanago, jo moril, jo doa, paliang indak ANIANG sajo duduak manis se di suduik. jaan lasak pulo.
Kalau raso punyo peduli jo usaho baliau, kito bantu basamo-samo, janagankan KA Padang-Piaman, Padang Payokumbuah bisa tu mah.
Jujur sajo, ambo ndak mampu babuek sarupo nan lah disumbangkan dan nan lah dibuek dek Pak Saaf, pak Chaidir, Uda Nofrins, Bu Nur, Add. Hadi, Add. Ronald, Add. Miko, Add. Firdaus, Kanda Darul, Add. Reza, sanak Herman Jambak, Pak Aslim dan banyak lai bapak, ibu jo dunsanak nan lah berbuat yang terbaik untuak kampuang awak, untuak kemajuan Sumatera Barat.
Cieklai, HENTIKAN mail nan mamecah balah, ndak surang juo nan berhak menyatakan dan mengclaim dan mambuek kubu-kubuan, ndak ado kubu rantau-ranah doh, ndak ado kubu swasta -PNS doh, ndak ado kubu mudo-gaek doh. kalau kamangirtiak jaan disapuratoan dirambah habih sajo urang ko, jaan maateh namokan urang pulo.
Mari kito buek mailing list awak ko sajuak,  
Terakhir, ambo mohon maaf lahir dan batin ateh mail ambo ko, semoga di bulan baiak ko, ambo bisa introspeksi dan bisa menjalin ukhuwah islamiyah dan ukhuwah imaniyah sacaro labiah elok.
Padiah sanak, padiah tu mah dihantam di muko urang rami, malu tu mah sanak...
Terimakasih,
wassalam,
Elthaf
 
From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of .....
Sent: Tuesday, October 09, 2007 1:57 PM
To: Rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] Re: Kesalahan berulang. Was: Re: ASITA SUMBAR
Sato lo gaek ko sakaki kok lai buliah...

Anzori

unread,
Oct 9, 2007, 8:40:37 PM10/9/07
to Rant...@googlegroups.com
Organisasi yang BENEFIT ORIENTED harus berbentuk badan usaha seperti PT atau KOPERASI. Karano yang perlu dituju adolah SUSTAINABLE GROWTH. Mana mungkin pertumbuhan terjadi tanpa profitablilitas. Kalau tujuannyo sosial sajo, jadikan sajo menjadi organisasi AMIL ZAKAT. Tapi kalau jadi badan amil zakat, apo pahalonyo bisa diparetongkan YME.
Nampaknyo caro bapikie kito disiko, "kalau bisa dipasuliek manga harus dipamudah." Nauzubillah .

muhammad syahreza <muhammad...@gmail.com> wrote:

Anzori

unread,
Oct 9, 2007, 8:59:23 PM10/9/07
to Rant...@googlegroups.com
Satuju bana jo pandapek Pak Datuak ko. Asah pikiran menghasilkan asih tindakan, jadi urang nan bijak bestari tidak bacamin jo diri sendiri, tapi bacamin ka urang banyak.Jadi positive thinking paru dipabanyak.

chaidir latief <chaidir...@yahoo.com> wrote:

Dedy Yusmen

unread,
Oct 9, 2007, 9:13:57 PM10/9/07
to Rant...@googlegroups.com, MAPPAS MAPPAS

Sidang Palanta yth..

Assalamualaikum wr wb

 

Tanpa bermaksud meniadakan perdebatan yang luar biasa beberapa hari ini yang memang pasnya di Mailist MAPPAS seperti kata Uda Hadi..

 

Marilah kita persiapkan diri dengan senang hati menyambut Hari Kemenangan Idul Fitri..Mohon Maaf atas segala kata yang tak tepat, laku yang tak sesuai.

 

Dengan Sedih kita meninggalkan Bulan Ramadhan  yang penuh berkah dan bulan pengampunan ini...Walau Bulan suci ini seharusnya kita isi dengan  hati yang tenangsaling memberikan dan memperingatkan akan kebaikanNamun kadang Nafsu kemanusiaan ini tak bisa dikekang walau Nabi telah menyatakan setan di ikat selama bulan Ramadhan.

 

Ya Allah terimalah Puasa kami...

  

 

Wassalam

 

Dedi Yusmen Endah Kayo (DYEK)

Terkadang timbul, terkadang tenggelam (T4)

 

 

-----Original Message-----
From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of ASLIM NURHASAN
Sent:
Tuesday, October 09, 2007 5:45 PM
To: Rant...@googlegroups.com; MAPPAS MAPPAS
Subject: [R@ntau-Net] Re: Kesalahan berulang. Was: Re: ASITA SUMBAR

 

ambo sapakaik jo hadi.....

kato kuncinyo ambo raso adolah IKHLAS.

KUTIKO ado nan diandokkan dalam sebuah komunitas sosial sarupo MAPPAS,

tantu keIKHLASan alah lenyap

dan sarancaknyo urang nan bantuaktu diLENYAPkan,labiah rancak kalau maLENYAPkan diri

----- Original Message ----
From: ET Hadi Saputra <eth_s...@serba-adia.com>
To: Rant...@googlegroups.com; MAPPAS MAPPAS <map...@yahoogroups.com>

Sent: Tuesday, October 9, 2007 5:03:34 PM
Subject: [R@ntau-Net] Re: Kesalahan berulang. Was: Re: ASITA SUMBAR

Assalaamualikum wr wb.

Kakanda Eltaf dan Om Aslim yang ambo hormati.

Da Thaf, mohon ampun ambo ka Kakanda. Tapi milist MAPPAS dibuek bukan untuak UBEK JARIAH PALARAI DAMAM, bukan untuk menghibur hati. Milist ini untuak kito badiskusi, bacakak, bacarito secara EGALITER dalam menghadapi masalah yang harus diselesaikan. MAPPAS dibikin karena kita merasa ada yang SALAH dengan pariwisata Sumbar. Milist ini bukan untuk mengibarkan berita berita bagus, propaganda atau promosi yang baik-baik saja. Tapi milist ini adalah kawah candradimuka bagi kemajuan pariwisata Sumbar.

Sebenarnya email ini dikirim ke RantauNet juga sudah salah. Email ini sebenarnya harus dikirim ke milist MAPPAS. Tapi okelah, kita bicara masalah MAPPAS. Begini;

Ketidaksamaan titik pandang adalah hal yang wajar. Jangankan awak nan hanya sekedar kenal. Urang nan badunsanak sajo alun tantu samo pikirannyo lai doh. Ado babarapo hal yang mungkin indak bisa samo samo awak pahami karena jauhnya jarak. Selain itu (bukannya menuduh, tapi kenyataan) ada sementara pihak yang tidak mau terbuka dan memaparkan seluruh informasi ke publik, Dalam hal MAPPAS misalnya. Saya saja sebagai salahsatu pendiri, seringkali tidak diundang rapat apabila yang mau diperbincangkan itu adalah hal-hal yang mungkin bakal dapat tentangan keras dari saya sebagai individu. Ini sebenarnya juga bisa diterima; karena kegiatan ini adalah kegiatan sosial. Ado se nan namuah mangarokan alah basyukur awak (menurut da Elthaf). Tetapi manuruik ambo, da Thaf. KALAU INDAK dikarajokan jo TULUS hati, lebih baik TIDAK USAH dikerjakan.  

Kakanda Aslim, mungkin bana istilah ‘malosoh’ ko, mungkin pulo indak. Mungkin karena alah beberapa tahun pulo kito bagaua, istilah ko mengalami perubahan arti. Bagi saya sekarang, justru semua orang alah malosoh. Alah panek ambo bakuliliang bacarito di biliak-biliak ketek. Tapi hasilnya: SEMUA orang tetap hanya ingin MALAKU-AN GALEH nyo surang-surang. Mangaritih ambo, Urang urang Minang yang sangat kompeten secara individu selalu gagal di tingkat komunitas.

Kakanda Elthaf, ambo tidak berniat membuat polemik. Dari sekian banyak warga di palanta Minang iko, ambo adalah salah seorang yang paling acceptable di kumpulan orang Minang manapun. Ambo pengurus Gebu Minang, Panitia awal TSM/SSM, ambo bagian dari kawan2 kito yg bagaua di Matraman, ambo bagian dari Task Force orang-orang Minang yang berjuang di tingkat pengambilan keputusan Internasional, Ambo juga (sebagaimana da Elthaf ketahui) masih sangat erat berhubungan dengan kawan-kawan SMA1, ambo pun masih ditarimo dan diundang babuko basamo di Istana Presiden, Istana Wapres, Pasar Inpres Senen, Tanah Abang sampai ka rumah da Rainal Rais di Pejaten Barat!.

Bagi Kawan-kawan sadonyo, saat ini saya sudah GERAH dengan kawan kawan nan suko manembak di ateh kudo. Ambo indak ka mancari musuah, tapi ambo raso alah mulai nampak keinginan untuak MANEMBAK DI ATEH KUDO, KUDOnyo punyo URANG, sudah tu KUDOnyo DIBUNUAH.

Antah lah antah…….kalau lai nan manembak diateh kudo, pabilo kudo panek diagiah makan, urangnyo diagiah pitih, alah mungkin sarupo sarugo dunia Minang ko.

Ambo hanya ingin sampaikan: kembalilah kepada NIAT TULUS membangun kampung halaman. Kalau diantara kita ada yang hanya sanggup berdoa, berdoa saja juga cukup. Kalau ada yang sanggup berbuat, berbuatlah sesuai kemampuan. Jangan yang hanya sanggup berdoa, IKUT IKUT an pula mancikarau-i kawan-kawan nan sadang panek. Bagi nan maraso gaek, alah tu. Ijan di paso an bana. Bagi nan maraso mudo, alah tu, ijan cimeeh sajo… kok di ago, lai ta karajo kan ?????

Mohon maaf, ambo indakbiaso lempar batu sembunyi tangan. Lempar isu habis itu diam-diam. Mari lah kita selesaikan secara terbuka. Jangan hanya dipendam dan dibawa bergunjing berduaan

Wassalam Bil Maaf.

ET Hadi Saputra Katik Sati

Di komplek KOMPAS Ciputat.

 


From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Elthaf (elthaf)


Sent: 09 Oktober 2007 15:13

To: Rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] Re: Kesalahan berulang. Was: Re: ASITA SUMBAR

 

Assalaamualaikum wr.wb.,

Sesama muslim adalah bersaudara, sasamo rang Rantau Net adolah badunsanak, sampaikanlah dengan caro rancak,

Ambo mancaliak baliau-baliau, bapak Saaf, Pak Chaidir, Uda Nofrins, Add. Firdaus, Add. Ronald, Kkd.  Darul, Add. Miko, Add. Reza, Add. Herman, Add. Wis, Mak Ban, Mak Ban, buk Nur, dan masih banyak bapak, Ibu nan lainnyo lah bakuhampeh ingin mambangun kampuang awak untuak maju sasuai jo kemampuan dan daya upaya nan baliau miliki.

Lah banyak pengorbanan baliau, Pitih, waktu, perasaan, waktu jo keluarga, moril, materil, memang itulah maksimal usaho baliau, dan itulah nan lah dihasilkan dek baliau,

Ambo macaliak baliau ka Padang , ka Pakanbaru dengan biaya pribadi, itu sadonyo demi kampuang awak nan awak cintoi.

Kalau KA Padang-Pariaman harus baranti, lah wajarnyoh, karano sampai sagitu maksimal usaho baliau, ndak mungkin lo da Nofrin tiok hari tagak disampiang masinih mangawal KA, kito bukannyo mancemeh, tapi malah kito harus tajun untuak mambantu, nan jaleh sejarah mencatat Kereta api pernah hiduik baliak Padang-Piaman dalam wakatu babarapo bulan. kudian baliau mambawo radio FM ka Padang panjang, satu usaho yang luar biaso, tanpa maminta pitih kito, barang tu lah ado di Padang panjang. bayngakan untuak caro manurunkan barang itu sajo di padangpanjang baliau harus manellpon ka sinan kamari, kaambo sajo baliau manelpon badiskusi baa caro manurunkan barang nan bareknyo 1 ton tu, Kudian baliau buek website Sumatera Barat jo biaya surang, baliau promosikan dnegan caro baliau sendiri lewat foto-foto mamajukan parawisata Sumatera barat, Apo para pedagang makanan, para supir travel, para tukang parkir di bawah jam gadang, dan para pelaku ekonomi di kampuang maagiah fee ka da Nofrins, tidak sanak, tidak pernah terpikirkan dek uda Nofrin untuak maminta baliak dari usahonyo ko doh, baliau ikhlas, baliau murni ingin mambantu kanpuang awak.

Untuak pak Saaf, di usia baliau nan tuo, baliau mancurahkan segala kekuatan baliau, networking baliau untuak mamajukan kampuang awak, bara kali kantua HAM baliau dipakai, lunak gigi pado lidah tu mah maminta izinnyo, semua untuak kito juo.

Ibu Nur, pai ka pakanbaru jo biaya sendiri, maninggakan anak-anak baliau nan masih ketek-ketek di jakarta , untuak sia, untuak kampuang awak uo.

Pak Chaidir, baliau di usia 68 tahuan mancurahkan pikiran baliau untuak awak juo.

Jadi kalau ado nan kurang atau mungkin alun maksimal dari hasil baliau-baliau, mari kito bantu, bantu jo waktu, jo tanago, jo moril, jo doa, paliang indak ANIANG sajo duduak manis se di suduik. jaan lasak pulo.

Kalau raso punyo peduli jo usaho baliau, kito bantu basamo-samo, janagankan KA Padang-Piaman, Padang Payokumbuah bisa tu mah.

Jujur sajo, ambo ndak mampu babuek sarupo nan lah disumbangkan dan nan lah dibuek dek Pak Saaf, pak Chaidir, Uda Nofrins, Bu Nur, Add. Hadi, Add. Ronald, Add. Miko, Add. Firdaus, Kanda Darul, Add. Reza, sanak Herman Jambak, Pak Aslim dan banyak lai bapak, ibu jo dunsanak nan lah berbuat yang terbaik untuak kampuang awak, untuak kemajuan Sumatera Barat.

Cieklai, HENTIKAN mail nan mamecah balah, ndak surang juo nan berhak menyatakan dan mengclaim dan mambuek kubu-kubuan, ndak ado kubu rantau-ranah doh, ndak ado kubu swasta -PNS doh, ndak ado kubu mudo-gaek doh. kalau kamangirtiak jaan disapuratoan dirambah habih sajo urang ko, jaan maateh namokan urang pulo.

Mari kito buek mailing list awak ko sajuak,  

Terakhir, ambo mohon maaf lahir dan batin ateh mail ambo ko, semoga di bulan baiak ko, ambo bisa introspeksi dan bisa menjalin ukhuwah islamiyah dan ukhuwah imaniyah sacaro labiah elok.

Padiah sanak, padiah tu mah dihantam di muko urang rami, malu tu mah sanak...

Terimakasih,

wassalam,

Elthaf

 

 

 

 


Catch up on fall's hot new shows on Yahoo! TV. Watch previews, get listings, and more!


Elthaf (elthaf)

unread,
Oct 10, 2007, 12:26:57 AM10/10/07
to Rant...@googlegroups.com
Add Hadi,
Wassalamaualaikum wr.wb.,
Ambo maklum, semoga makin mantap.
Salamaik rayo yo, ambo dan keluarga mohon maaf lahia jo batin, semoga amal ibadah awak ditarimo Allah SWT, amiin.
Kok lai sempat pulkam, jalan-jalanlah ka Pakanbaru, maota lamak awak nanti, ambo rayo di Pakanbaru.
Insya Allah, mudah-mudahan basuo awak nanti di Padang wakatu acara SSM 2007.
Wassalam,
Elthaf


From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of ET Hadi Saputra
Sent: Tuesday, October 09, 2007 5:04 PM
To: Rant...@googlegroups.com; 'MAPPAS MAPPAS'

Yulnofrins Napilus

unread,
Oct 10, 2007, 1:35:21 AM10/10/07
to Rant...@googlegroups.com, Asita Sumbar
Assalamualaikum ww
 
Dunsanak kasadonyo,
 
Sekedar menginformasikan kembali agar tidak misperception ttg KA di Sumbar. Terutama yang "kemungkinan" tidak mengikuti perkembangannya di milis ini dan bbrp milis lain ttg isu KA ini. Setidaknya utk me-refresh kembali perhatian kita thd Mak Itam ini. Apalagi sekarang ada "dorongan" dari ASITA Sumbar yang sangat berharap thd hidupnya kembali KA kita ini. Maaf agak sedikit panjang. Kalau anda peduli dg Sumbar silahkan dibaca. Kalau tidak ya skip aja.
 
Sejak MPKAS terbentuk 6 Sep. 2007 lalu, misi utama organisasi sosial dan non-profit bagi pemeduli KA & Pariwisata yg gak punya AD/ART ini, tahap awalnya adalah untuk mencoba membantu membangkitkan perhatian semua pihak ke KA. Sayang sekali aset triliunan tsb "tidur" begitu saja. Apapun lah alasan sebelumnya...
 
Agar tidak membutuhkan investasi yang sangat besar, saran dan kesepakatan kita waktu itu adalah untuk menjalankan KA Wisata dulu dg rute Padang - Padang Panjang. Dan... mulai dulu dg SEKALI SEMINGGU...! Bertahaplah sembari baca pasar... Selanjutnya hingga Singkarak, Solok dan akhirnya sampai Sawahlunto. KA Wisata yang sudah jalan sekali seminggu Padang - Pariaman, tetap diteruskan. Marketnya sudah bagus untuk yg ini.
 
Dalam waktu 3 bulan ternyata kita bisa merubah kebijakan Pemda Sumbar dan isunya sampai ke SBY sehingga KA Wisata dijadikan salah satu unggulan pariwisata Sumbar. Awal Januari dg koordinasi oleh Gubernur Sumbar, terjadi kesepakatan dari semua Pemda/Pemko yang dilalui KA utk mendukung niat baik ini. Sekaligus utk mendukung Sumbar sebagai salah satu propinsi unggulan dari 5 propinsi unggulan pariwisata nasional di Indonesia (tahun 2008 jadi 10 propinsi). Januari 2007 tsb dikebut agar budget tsb bisa masuk ke APBD Sumbar. Dana ini diperlukan untuk mengurangi resiko thd bbrp bantalan rel yang sudah dianggap kurang layak lagi dan sudah waktunya diganti. Apalagi sempat kena gempa bbrp kali.
 
Pemda Sumbar untuk menunjukkan keseriusan mereka sampai merasa perlu mengeluarkan semacam SK Task Force yang sempat juga jadi perdebatan di milis ini. Walaupun buat saya secara pribadi, ada SK tsb atau tidak, tidak lah penting. Krn walaupun pernah dijemput mobil plat merah ke BIM krn diminta hadir rapat KA ke Padang, tetap saja uang tiket, uang Hotel, uang Sewa mobil setiap ke Sumbar tidak diganti juga oleh Pemda kok... Setelah itu, tidak diundang pun, masih tetap aja bolak balik ke Sumbar dg uang pribadi. Begitu juga bbrp anggota MPKAS lainnya, termasuk Ketumnya yang sudah berumur hampir 80 tahun masih aja memaksakan diri bolak balik ke ranah... 
 
Ternyata dalam proses tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kita sebagai pemeduli, memang tidak bertindak sebagai operator atau pun regulator tentunya. Eksekusi bukan ditangan kita. Dan memang bukan utk itu. Sehingga tidak semua hal bisa kita kontrol begitu saja. Namun begitu, 8 April 2007 sudah diagendakan peresmian KA Wisata ini oleh Pak JK. Tapi malang tak dapek ditulak, untuang tak dapek diraiah, Sumbar tertimpa bencana gempa besar Maret 2007. Rel KA pun juga mengalami dampak di bbrp tempat. Sehingga peresmian tsb tentunya harus kita batalkan.
 
Pada awal Februari 2007 terjadi pergantian Kepala Divisi Regional II KAI Sumbar. Kadiv yang baru ini, dengan "kaca mata kuda"nya, main hajar bleh aja... Beliau langsung koordinasi dg Pemda Sumbar TANPA melibatkan MPKAS yang sebelumnya TELAH MEMBANGUNKAN KEMBALI" KA di Sumbar. Hasilnya ya Si Binuang yang skrg lagi "kebinuangan" eeh kebinguangan... Di kota-kota besar umumnya, mass transportation kalau pagi selalu menuju masuk ke pusat kota, tetapi Si Binuang justru dari dalam kota menuju keluar kota. Entah apa dasar pertimbangannya. Belum ada proses Awareness dan publikasi thd masyarakat, sudah langsung di launching begitu saja. Promosinya pun baru dilakukan setelah launching. Itu pun hanya bbrp hari saja. Yang kita khawatirkan, image thd KA bisa "hancur" lagi thd KA. Membangun image kembali akan jauh lebih susah dibanding menjaganya... Oleh sebab itu, kita dari MPKAS pernah menyampaikan agar KA Sibinuang tsb dipertimbangkan lagi operasionalnya...! Mulai dululah sekali seminggu ke Padang Panjang, melewati the Amazing View di Lembah Anai...
 
Kenapa MPKAS membiarkan seperti itu...? Mestinya harus memainkan peran sbg kontroler? Sebetulnya tidak kita biarkan. Bahan-bahan presentasi dinda Kurnia yang sangat impresif tsb juga sudah sampai ke Kadiv. Tetapi dalam hidup dan kehidupan ini, selalu saja ada orang yang mencoba memberi kejutan-kejutan... Apapun lah alasannya... Sayangnya kejutan yang ini tampaknya kurang berhasil.
 
MPKAS masih selalu melakukan lobby kiri kanan. Tetapi tentunya tidak setiap saat bisa kita lakukan. Krn "asap dapur" kita bukan datang dari aktifitas MPKAS. Apalagi kita semua juga manusia biasa yang juga punya berbagai keterbatasan dan kemampuan, baik waktu maupun materi. Sampai-sampai Bendahara MPKAS ngomel-ngomel: "Lah, trus apo karajo ambo...? Indak ado pitih masuak dan indak ado pulo pitih kalua nan ambo catat...? Tapi kegiatan MPKAS jalan taruih...? Baa lo ko...?". Secara berorganisasi, memang agak kurang sehat cara-cara seperti ini. Tetapi sejauh ini, memang baru sampai disitu kemampuan dan keterbatasan waktu kita yg ada di organisasi MPKAS, trus mau apa..? Kalau tidak di short cut dari niat dan dana pribadi-pribadi, akan lebih lama lagi prosesnya...!
 
Bulan Juli lalu juga hampir KA Wisata diresmikan lagi dg rencana kunjungan Pak JK ke Sumbar ketika meresmikan peletakan batu pertama pembangunan kembali Istana Pagaruyung. Saya dan Ketum MPKAS sudah sampai hadir rapat koordinasi dg protokoler di Setwapres Jl. Kebon Sirih. Juga Direktur KAI dan Kadiv KAI Sumbar lengkap. Tetapi dg bbrp alasan tertentu, akhirnya batal lagi diresmikan. Selalu saya katakan ke bbrp rekan-rekan bahwa niat baik belum tentu cukup dan pas dg dunia politik yang melibatkan berbagai kepentingan dan aspek serta dampak-dampak tertentu ke masyarakat. Jika kita dalam posisi tsb, belum tentu juga bisa "bermain" dg mudah... Maklumlah, kita penonton biasanya selalu merasa lebih pintar dari pemain...:)
 
Seperti yang terjadi bbrp minggu lalu. Kadishub Sumbar telpon saya setelah membaca Harian Singgalang dan nada seperti orang hampir menangis. Sudah berusaha berniat baik membantu KA Sumbar yang notabene bukan tanggungjawab langsung Dishub, ternyata malah dihujat melalui media massa. Beliau habis presentasi di DPRD Sumbar memperjuangkan dana perbaikan bantalan KA agar KA Wisata bisa segera terwujud. Dana yang diminta agar segera disetujui dan bisa dicairkan itupun masih 10% dari yang telah disepakati sebelumnya. Itupun dananya diserahkan ke KAI Sumbar. Bukan jadi proyek Dishub. Mungkin si wartawan JUGA tidak mengikuti sejarah perkembangan "hidup lagi" nya KA di Sumbar ini, sehingga main hajar bleh saja... Main sikat aja...
 
Disisi lain, mengembangkan organisasi yg berbau KA ini dan membuat orang tertarik bergabung, ternyata tidak mudah juga. Umumnya sudah agak keder duluan dg alasan gak ngerti ttg KA. Walaupun di MPKAS yg tahu KA itu hanya 2 orang, Ketum dan salah satu koordinator wanita. Tapi ya sudahlah... Jalan sebisanya aja dulu...
 
Lobby terakhir yang kita lakukan dengan Direksi KAI yaitu terjadinya pergantian Kadiv KAI Sumbar. Bagaimana hasilnya nanti kedepan? Waktulah nanti yang bisa menentukan...
 
Skl lagi mohon maaf agak panjang. Ini bukan pledoi atau pembelaan diri. Tetapi terpaksa ini saya lakukan melihat perkembangan di milis ini yang agak kurang kondusif akhir-akhir ini. Perdebatan apapun di palanta ini, namanya aja palanta, tidak berpengaruh besar buat saya. Saya tetap akan jalan dengan niat dan sebatas kemampuan yang saya miliki.
 
Ambo tahu persis, masih banyak nan sangat potensil di palanta ini dari kita-kita. Tapi mungkin "alun satageh" kito mentalnyo. Sehingga akhirnya mereka lebih mengambil posisi pasif saja...! bak kecek urang Medan: "Untung kagak, kena hujat pula' awak nanti...!".
 
Secara pribadi, saya sangat mendukung munculnya wajah-wajah dan potensi-potensi baru untuk peduli dan melibatkan diri lebih jauh. Makanya saya ORANG PERTAMA yang mendukung inisiatif terbentuknya MAPPAS yg dilemparkan oleh Ajo Duta pertama kali di palanta ini. Saya pun sampai terpaksa berbenturan di internal MPKAS agar MAPPAS walaupun dilahirkan dari MPKAS, dan saya yang ketok palu nya utk itu, tetapi tidak dibawah MPKAS. Tetapi harus menjadi DUO...! Kito bakarajo samo ajo udah susah, apalagi kalau harus diminta menjadi bawahan yang satu dari yang lain...? Apalagi ini karajo sosial...
 
Jadi mari kita kasih kesempatan seluas-luasnya dan kita bantu mendorong mereka untuk bisa muncul dan berkiprah juga sebatas yang bisa mereka lakukan. Bahwa mereka juga punya "interest" masing-masing, as long as dalam batas-batas kewajaran, kenapa tidak? Kita tidak menggaji mereka untuk bisa MURNI hanya berbuat sosial itu saja... Para Saudagar Minang pulang ke Ranah untuk membangun kampung, tetap harus kita apresiasi dengan positif. Tidak berbisnis ke Ranah pun, mereka juga sudah hidup nyaman dg keluarganya kok di Rantau... Tetapi bahwa mereka perlu ambil untung sedikit untuk membiayai gaji para karyawannya, jelas dong... Mana bisa mereka kerja sendiri...! Walaupun, mungkin.., ado juo nan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya untuk keuntungan pribadi... kabaa juo lai...
 
Jadi, saya menghimbau, mari kita sama-sama menjaga silaturrahmi kita di palanta ini. Jangan langsung main hakim sendiri tanpa "praduga tak bersalah"...:) Walaupun kita juga tidak punya hak untuk itu...! Pertanyaan saya, kenapa kita tidak selalu memulai sesuatu dengan BERTANYA sebelum menyimpulkan...!
 
Kalau tidak ada atau kurang potensi-potensi baru yang muncul, siapa yang rugi...? Secara pribadi, kita-kita yang mungkin sudah merasa "lebih settle" hidupnya di rantau, mungkin tidak rugi. Tapi kampuang awak, anak ponakan, dunsanak, dll... lambek bana mereka bisa maju, lambek peningkatan ekonomi di ranah... Apakah kita sanggup kirim wesel terus menerus? Atau apakah kita minta mereka keluar dari Sumbar semua agar bisa hidup dan mendapatkan kesempatan spt kita? Bahwa sudah banyak juga yang hidup enak di Sumbar, iya. Tapi baru berapa persen dibanding propinsi lain...? Tapi mudah-mudahan pandapek ambo iko salah atau kurang tapek. Mohon maaf skl lagi...
 
Apapun persepsi yang muncul akhirnya dari tulisan saya diatas, itu adalah hak dunsanak kasadonyo yang tidak bisa diganggu gugat...! Tapi sekali persepsi tsb kita lempar ke public area, itu akan berdampak ke banyak pihak. Apakah dunsanak mau merespon atau tidak, itupun juga hak dunsanak semua...:) Dan hak saya juga utk tidak merespon akibat tulisan saya yang ini jika ada perdebatan stlh ini, kecuali di forum rapat MPKAS...:) Kalau memang peduli, mari kita duduk sama-sama face to face. Tidak berdebat dan menilai-nilai orang lain secara terbuka di palanta ini...
 
Mari kito renungkan dan pahami basamo kato-kato pak Chaidir N. Latief bbrp minggu lalu di rumah Bang Fahmi Idris: "Nof, ambo stlh ini mungkin tidak bisa bergerak sebebas sebelumnya lagi... Ambo baru jatuah dirumah kapatangko... Agak taganggu jalan ambo saketek. Anak-anak jo minantu indak mengizinkan ambo untuk pai bajalan acok-acok dan sorang-sorang lai do. Sudah harus ado nan mangawal taruih...". Raso katitiak aie mato ambo ditangah urang banyak mandanga penuturan Ayah ambo iko...
 
Talabiah takurang, kok ado nan talantuang kanaiak, tasingguang katurun, maaf baribu maaf, mohon ampun kajunjuangan Allah swt. Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir batin. Terima kasih.
 
Wassalam,
Nofrins/47


Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel.

ET Hadi Saputra

unread,
Oct 10, 2007, 9:11:45 AM10/10/07
to Rant...@googlegroups.com, MAPPAS MAPPAS

Assalaamualaikum wr wb

Akhirnya da Nofrins mengeluarkan catatan catatan hariannya. Dan ambo berani jamin, ngga ada yang akan mengomentari. Soalnya rata-rata yang berada dimilist ini hanyalah tukang cimeeh. Kerjanya baca sekilas trus langsung memutuskan;

  1. Kalau tidak sulit-sulit amat memahaminya, maka berilah balasan selintas. Sipak suok snek, kida snek. Lanjutkan ke email berikut.
  2. Kalau susah memahaminya entah karena bodoh atau memang tidak mengerti, lanjutkan saja ke email berikut.
  3. kalau lagi ada waktu, bersikap sok tau. Tulis email panjang panjang Lebih suka berkata daripada bertanya.

Ciri-cirinya;

-          Struktur email biasanya tidak ada pembuka dan penutup, apalagi mengucap salam.

-          Didahului dengan kata-kata… kalau baitu…,

-          Lebih didominasi ungkapan pesimis.

-          Di sempurnakan dengan pernyataan bahwa hal tersebut gampang dan tidak susah dilakukan. “ Aden bisa lo, tuuuuuuuu”

Wassalam bil Maaf,

ET Hadi Saputra Katik Sati34 tahun

Di komplek KOMPAS Ciputat.

 


From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Yulnofrins Napilus
Sent: 10 Oktober 2007 12:35
To: Rant...@googlegroups.com
Cc: Asita Sumbar
Subject: [R@ntau-Net] Info Status ttg KA Wisata Sumbar

 

chaidir latief

unread,
Oct 10, 2007, 10:47:52 AM10/10/07
to Rant...@googlegroups.com, MAPPAS MAPPAS
Hadi yang baik
Kok masih ada generasi muda kita yang seperti ini ya Ambo mengalami sendiri Sedang asyiknya membicarakan PERTUKARAN PELAJAR Bagaimana mencari MODUS TERBAIK meniru pengalaman orang lain Eeeee ado anak mudo muncul menyelonong SATO SAKAKI mangecekkan beliau sarjana kuar negri lah itu lah Bicaro KELUAR REL keluar dari SUBSTANSI
Chaidir N Latief 

chaidir latief

unread,
Oct 10, 2007, 10:55:56 AM10/10/07
to Rant...@googlegroups.com, Asita Sumbar
Hadi Nof dan Kurnia
 
Strategi berikutnya apa yang telah kita putuskan adalah kita terutama untuk,kita di Pusat
Memperkuat barisan dengan Organisasi Pencinya KA lainnya
Segera bertemu Menhub dan Komisi V
Di Padang telah ada kesepakatan dengan Rektor UNAND tabngga 18 kita diskusi dengan para mahasiswa antara lain kusus masa depan KA Sumbar Tolong agar MPKAS Padang bisa hadir
Chaidir N Latief

----- Original Message ----
From: Yulnofrins Napilus <ynap...@yahoo.com>
To: Rant...@googlegroups.com
Cc: Asita Sumbar <in...@asitasumbar.com>
Sent: Wednesday, October 10, 2007 12:35:21 PM
Subject: [R@ntau-Net] Info Status ttg KA Wisata Sumbar

Assalamualaikum ww
 
Dunsanak kasadonyo,
 
Sekedar menginformasikan kembali agar tidak misperception ttg KA di Sumbar. Terutama yang "kemungkinan" tidak mengikuti perkembangannya di milis ini dan bbrp milis lain ttg isu KA ini. Setidaknya utk me-refresh kembali perhatian kita thd Mak Itam ini. Apalagi sekarang ada "dorongan" dari ASITA Sumbar yang sangat berharap thd hidupnya kembali KA kita ini. Maaf agak sedikit panjang. Kalau anda peduli dg Sumbar silahkan dibaca. Kalau tidak ya skip aja.
 
Sejak MPKAS terbentuk 6 Sep. 2007 lalu, misi utama organisasi sosial dan non-profit bagi pemeduli KA & Pariwisata yg gak punya AD/ART ini, tahap awalnya adalah untuk mencoba membantu membangkitkan perhatian semua pihak ke KA. Sayang sekali aset triliunan tsb "tidur" begitu saja. Apapun lah alasan sebelumnya...
 
Agar tidak membutuhkan investasi yang sangat besar, saran dan kesepakatan kita waktu itu adalah untuk menjalankan KA Wisata dulu dg rute Padang - Padang Panjang. Dan... mulai dulu dg SEKALI SEMINGGU...! Bertahaplah sembari baca pasar... Selanjutnya hingga Singkarak, Solok dan akhirnya sampai Sawahlunto. KA Wisata yang sudah jalan sekali seminggu Padang - Pariaman, tetap diteruskan. Marketnya sudah bagus untuk yg ini.
 
Dalam waktu 3 bulan ternyata kita bisa merubah kebijakan Pemda Sumbar dan isunya sampai ke SBY sehingga KA Wisata dijadikan salah satu unggulan pariwisata Sumbar. Awal Januari dg koordinasi oleh Gubernur Sumbar, terjadi kesepakatan dari semua Pemda/Pemko yang dilalui KA utk mendukung niat baik ini. Sekaligus utk mendukung Sumbar sebagai salah satu propinsi unggulan dari 5 propinsi unggulan pariwisata nasional di Indonesia (tahun 2008 jadi 10 propinsi). Januari 2007 tsb dikebut agar budget tsb bisa masuk ke APBD Sumbar. Dana ini diperlukan untuk mengurangi resiko thd bbrp bantalan rel yang sudah dianggap kurang layak lagi dan sudah waktunya diganti. Apalagi sempat kena gempa bbrp kali.
 
Pemda Sumbar untuk menunjukkan keseriusan mereka sampai merasa perlu mengeluarkan semacam SK Task Force yang sempat juga jadi perdebatan di milis ini. Walaupun buat saya secara pribadi, ada SK tsb atau tidak, tidak lah penting. Krn walaupun pernah dijemput mobil plat merah ke BIM krn diminta hadir rapat KA ke Padang, tetap saja uang tiket, uang Hotel, uang Sewa mobil setiap ke Sumbar tidak diganti juga oleh Pemda kok... Setelah itu, tidak diundang pun, masih tetap aja bolak balik ke Sumbar dg uang pribadi. Begitu juga bbrp anggota MPKAS lainnya, termasuk Ketumnya yang sudah berumur hampir 80 tahun masih aja memaksakan diri bolak balik ke ranah... 
 
Ternyata dalam proses tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kita sebagai pemeduli, memang tidak bertindak sebagai operator atau pun regulator tentunya. Eksekusi bukan ditangan kita. Dan memang bukan utk itu. Sehingga tidak semua hal bisa kita kontrol begitu saja. Namun begitu, 8 April 2007 sudah diagendakan peresmian KA Wisata ini oleh Pak JK. Tapi malang tak dapek ditulak, untuang tak dapek diraiah, Sumbar tertimpa bencana gempa besar Maret 2007. Rel KA pun juga mengalami dampak di bbrp tempat. Sehingga peresmian tsb tentunya harus kita batalkan.
 
Pada awal Februari 2007 terjadi pergantian Kepala Divisi Regional II KAI Sumbar. Kadiv yang baru ini, dengan "kaca mata kuda"nya, main hajar bleh aja... Beliau langsung koordinasi dg Pemda Sumbar TANPA melibatkan MPKAS yang sebelumnya TELAH MEMBANGUNKAN KEMBALI" KA di Sumbar. Hasilnya ya Si Binuang yang skrg lagi "kebinuangan" eeh kebinguangan... Di kota-kota besar umumnya, mass transportation kalau pagi selalu menuju masuk ke pusat kota, tetapi Si Binuang justru dari dalam kota menuju keluar kota. Entah apa dasar pertimbangannya. Belum ada proses Awareness dan publikasi thd masyarakat, sudah langsung di launching begitu saja. Promosinya pun baru dilakukan setelah launching. Itu pun hanya bbrp hari saja. Yang kita khawatirkan, image thd KA bisa "hancur" lagi thd KA. Membangun image kembali akan jauh lebih susah dibanding menjaganya... Oleh sebab itu, kita dari MPKAS pernah menyampaikan agar KA Sibinuang tsb dipertimbangkan lagi operasionalnya...! Mulai dululah sekali seminggu ke Padang Panjang, melewati the Amazing View di Lembah Anai...
 
Kenapa MPKAS membiarkan seperti itu...? Mestinya harus memainkan peran sbg kontroler? Sebetulnya tidak kita biarkan. Bahan-bahan presentasi dinda Kurnia yang sangat impresif tsb juga sudah sampai ke Kadiv. Tetapi dalam hidup dan kehidupan ini, selalu saja ada orang yang mencoba memberi kejutan-kejutan... Apapun lah alasannya... Sayangnya kejutan yang ini tampaknya kurang berhasil.
 
MPKAS masih selalu melakukan lobby kiri kanan. Tetapi tentunya tidak setiap saat bisa kita lakukan. Krn "asap dapur" kita bukan datang dari aktifitas MPKAS. Apalagi kita semua juga manusia biasa yang juga punya berbagai keterbatasan dan kemampuan, baik waktu maupun materi. Sampai-sampai Bendahara MPKAS ngomel-ngomel: "Lah, trus apo karajo ambo...? Indak ado pitih masuak dan indak ado pulo pitih kalua nan ambo catat...? Tapi kegiatan MPKAS jalan taruih...? Baa lo ko....?". Secara berorganisasi, memang agak kurang sehat cara-cara seperti ini. Tetapi sejauh ini, memang baru sampai disitu kemampuan dan keterbatasan waktu kita yg ada di organisasi MPKAS, trus mau apa..? Kalau tidak di short cut dari niat dan dana pribadi-pribadi, akan lebih lama lagi prosesnya...!
 
Bulan Juli lalu juga hampir KA Wisata diresmikan lagi dg rencana kunjungan Pak JK ke Sumbar ketika meresmikan peletakan batu pertama pembangunan kembali Istana Pagaruyung. Saya dan Ketum MPKAS sudah sampai hadir rapat koordinasi dg protokoler di Setwapres Jl. Kebon Sirih. Juga Direktur KAI dan Kadiv KAI Sumbar lengkap. Tetapi dg bbrp alasan tertentu, akhirnya batal lagi diresmikan. Selalu saya katakan ke bbrp rekan-rekan bahwa niat baik belum tentu cukup dan pas dg dunia politik yang melibatkan berbagai kepentingan dan aspek serta dampak-dampak tertentu ke masyarakat. Jika kita dalam posisi tsb, belum tentu juga bisa "bermain" dg mudah... Maklumlah, kita penonton biasanya selalu merasa lebih pintar dari pemain...:)
 
Seperti yang terjadi bbrp minggu lalu. Kadishub Sumbar telpon saya setelah membaca Harian Singgalang dan nada seperti orang hampir menangis. Sudah berusaha berniat baik membantu KA Sumbar yang notabene bukan tanggungjawab langsung Dishub, ternyata malah dihujat melalui media massa. Beliau habis presentasi di DPRD Sumbar memperjuangkan dana perbaikan bantalan KA agar KA Wisata bisa segera terwujud. Dana yang diminta agar segera disetujui dan bisa dicairkan itupun masih 10% dari yang telah disepakati sebelumnya. Itupun dananya diserahkan ke KAI Sumbar. Bukan jadi proyek Dishub. Mungkin si wartawan JUGA tidak mengikuti sejarah perkembangan "hidup lagi" nya KA di Sumbar ini, sehingga main hajar bleh saja... Main sikat aja...
 
Disisi lain, mengembangkan organisasi yg berbau KA ini dan membuat orang tertarik bergabung, ternyata tidak mudah juga. Umumnya sudah agak keder duluan dg alasan gak ngerti ttg KA. Walaupun di MPKAS yg tahu KA itu hanya 2 orang, Ketum dan salah satu koordinator wanita. Tapi ya sudahlah... Jalan sebisanya aja dulu...
 
Lobby terakhir yang kita lakukan dengan Direksi KAI yaitu terjadinya pergantian Kadiv KAI Sumbar. Bagaimana hasilnya nanti kedepan? Waktulah nanti yang bisa menentukan....
 
Skl lagi mohon maaf agak panjang. Ini bukan pledoi atau pembelaan diri. Tetapi terpaksa ini saya lakukan melihat perkembangan di milis ini yang agak kurang kondusif akhir-akhir ini. Perdebatan apapun di palanta ini, namanya aja palanta, tidak berpengaruh besar buat saya. Saya tetap akan jalan dengan niat dan sebatas kemampuan yang saya miliki.
 
Ambo tahu persis, masih banyak nan sangat potensil di palanta ini dari kita-kita. Tapi mungkin "alun satageh" kito mentalnyo. Sehingga akhirnya mereka lebih mengambil posisi pasif saja...! bak kecek urang Medan: "Untung kagak, kena hujat pula' awak nanti...!".
 
Secara pribadi, saya sangat mendukung munculnya wajah-wajah dan potensi-potensi baru untuk peduli dan melibatkan diri lebih jauh. Makanya saya ORANG PERTAMA yang mendukung inisiatif terbentuknya MAPPAS yg dilemparkan oleh Ajo Duta pertama kali di palanta ini. Saya pun sampai terpaksa berbenturan di internal MPKAS agar MAPPAS walaupun dilahirkan dari MPKAS, dan saya yang ketok palu nya utk itu, tetapi tidak dibawah MPKAS. Tetapi harus menjadi DUO...! Kito bakarajo samo ajo udah susah, apalagi kalau harus diminta menjadi bawahan yang satu dari yang lain...? Apalagi ini karajo sosial...
 
Jadi mari kita kasih kesempatan seluas-luasnya dan kita bantu mendorong mereka untuk bisa muncul dan berkiprah juga sebatas yang bisa mereka lakukan. Bahwa mereka juga punya "interest" masing-masing, as long as dalam batas-batas kewajaran, kenapa tidak? Kita tidak menggaji mereka untuk bisa MURNI hanya berbuat sosial itu saja... Para Saudagar Minang pulang ke Ranah untuk membangun kampung, tetap harus kita apresiasi dengan positif. Tidak berbisnis ke Ranah pun, mereka juga sudah hidup nyaman dg keluarganya kok di Rantau... Tetapi bahwa mereka perlu ambil untung sedikit untuk membiayai gaji para karyawannya, jelas dong... Mana bisa mereka kerja sendiri...! Walaupun, mungkin.., ado juo nan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya untuk keuntungan pribadi... kabaa juo lai...
 
Jadi, saya menghimbau, mari kita sama-sama menjaga silaturrahmi kita di palanta ini. Jangan langsung main hakim sendiri tanpa "praduga tak bersalah"...:) Walaupun kita juga tidak punya hak untuk itu...! Pertanyaan saya, kenapa kita tidak selalu memulai sesuatu dengan BERTANYA sebelum menyimpulkan...!
 
Kalau tidak ada atau kurang potensi-potensi baru yang muncul, siapa yang rugi...? Secara pribadi, kita-kita yang mungkin sudah merasa "lebih settle" hidupnya di rantau, mungkin tidak rugi. Tapi kampuang awak, anak ponakan, dunsanak, dll... lambek bana mereka bisa maju, lambek peningkatan ekonomi di ranah... Apakah kita sanggup kirim wesel terus menerus? Atau apakah kita minta mereka keluar dari Sumbar semua agar bisa hidup dan mendapatkan kesempatan spt kita? Bahwa sudah banyak juga yang hidup enak di Sumbar, iya. Tapi baru berapa persen dibanding propinsi lain...? Tapi mudah-mudahan pandapek ambo iko salah atau kurang tapek. Mohon maaf skl lagi...
 
Apapun persepsi yang muncul akhirnya dari tulisan saya diatas, itu adalah hak dunsanak kasadonyo yang tidak bisa diganggu gugat...! Tapi sekali persepsi tsb kita lempar ke public area, itu akan berdampak ke banyak pihak. Apakah dunsanak mau merespon atau tidak, itupun juga hak dunsanak semua...:) Dan hak saya juga utk tidak merespon akibat tulisan saya yang ini jika ada perdebatan stlh ini, kecuali di forum rapat MPKAS...:) Kalau memang peduli, mari kita duduk sama-sama face to face. Tidak berdebat dan menilai-nilai orang lain secara terbuka di palanta ini...
 
Mari kito renungkan dan pahami basamo kato-kato pak Chaidir N. Latief bbrp minggu lalu di rumah Bang Fahmi Idris: "Nof, ambo stlh ini mungkin tidak bisa bergerak sebebas sebelumnya lagi... Ambo baru jatuah dirumah kapatangko... Agak taganggu jalan ambo saketek. Anak-anak jo minantu indak mengizinkan ambo untuk pai bajalan acok-acok dan sorang-sorang lai do. Sudah harus ado nan mangawal taruih...". Raso katitiak aie mato ambo ditangah urang banyak mandanga penuturan Ayah ambo iko...
 
Talabiah takurang, kok ado nan talantuang kanaiak, tasingguang katurun, maaf baribu maaf, mohon ampun kajunjuangan Allah swt. Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir batin. Terima kasih.
 
Wassalam,
Nofrins/47

haidir latief <chaidir...@yahoo.com> wrote:
Elthaf dan para dunsanak di melis
 
Ado nan barangkali bermanfaat bagi adiak adiak atau anak anak ambo di melis ko ( ambo lah 79 lewat ) Adalah nasehat alm pak Hugeng Kok nio umua panjang indak pikun pikiakan baa membunuh waktu ( to kill the time ) masaro diri masih bermanfaat Kalau pisau diasah taruih indak akan bakarek Bermanfaat bagi diri sendiri dan bermanfaat bagi urang banyak ( memenuhi ajaran agamo )
 
Chaidir N Latief

ET Hadi Saputra

unread,
Oct 10, 2007, 11:25:10 AM10/10/07
to Rant...@googlegroups.com, MAPPAS MAPPAS

Assalaamualaikum wr wb.

Siap Pak. InsyaAllah ambo akan hadir di Padang

Wassalam

ET Hadi Saputra Katik Sati 34 tahun

Dikomplek KOMPAS Ciputat

 

From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of chaidir latief
Sent: 10 Oktober 2007 21:56
To: Rant...@googlegroups.com
Cc: Asita Sumbar
Subject: [R@ntau-Net] Re: Info Status ttg KA Wisata Sumbar

Darul M

unread,
Oct 10, 2007, 11:29:26 AM10/10/07
to Rant...@googlegroups.com, Asita Sumbar

Walaikumussalam WW

 

Nan sabanano amboko alah diet untuak bakomentar mah, tapi iyo ingin juo sato disiko. Dek ito iyo ambo minta maaf. Dek ambo iyo masih basumangaik untuak sato manggalindiangkan MPKAS jo MAPPAS ko, walau alah jaleh iyo banyak pengorbanan moril dan materil untuak itu.

 

Ambo iyo kamaucapakantarimo kasih ka sanak Nofrins, atas penjelasan nan sajaleh-jalehno. Mudahan kawan nan mambaco bisa tacerahkan, dan maambiak sikap dan bafikiran positif sasudah iko.

 

Kadang urang nan maraso bapisau tajam, indak tabateh diumua bagai, raso manyemba-menyembakan sajo piasauno tu kida suok, tanpa namuah batanyo dan manyalidik. Tanpa tahu dima ado pimatang, dima ado biliak dan bateh antaro tugeh jo kemampuan urang.

 

Nan jaleh, walau banyak batu sanduangan dan karikil tajam, nan niat ka mambangun kampouang iyo masih manggelora diwakko, walau kemampuan awak iyo sangaik tabateh. Apo lai awak harus mangakeh pulo pagi patang untuak mancarikan pungguang nan indak basaok.

 

Ambo iyo satolo nan dilenia terakhir si Nof tu. Mohon maaf jikok ado talantak kanaiak, tasingguang katurun, dalam baintergrasi dalam milistko.

 

Wassalam WW

Darul Makmur

PT Tatabisnis Usaha Globalisia

Ph/Fax. +6221-8714975. Mbl: +62-8159673333, -2199979477

email: da...@dr-net.biz website: http://parapatiah.blogspot.com/

 


From: Yulnofrins Napilus
Sent: Wednesday, October 10, 2007 12:35 PM

Assalamualaikum ww

 

Dunsanak kasadonyo,

 

Sekedar menginformasikan kembali agar tidak misperception ttg KA di Sumbar. Terutama yang "kemungkinan" tidak mengikuti perkembangannya di milis ini dan bbrp milis lain ttg isu KA ini. Setidaknya utk me-refresh kembali perhatian kita thd Mak Itam ini. Apalagi sekarang ada "dorongan" dari ASITA Sumbar yang sangat berharap thd hidupnya kembali KA kita ini. Maaf agak sedikit panjang. Kalau anda peduli dg Sumbar silahkan dibaca. Kalau tidak ya skip aja.

 

====================kuduang=========================

ET Hadi Saputra

unread,
Oct 10, 2007, 12:10:33 PM10/10/07
to Rant...@googlegroups.com

InsyaAllah da Elthaf.

Wassalam,

ET Hadi Saputra Katik Sati

 

From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Elthaf (elthaf)
Sent: 10 Oktober 2007 11:27
To: Rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] Re: Kesalahan berulang. Was: Re: ASITA SUMBAR

 

Add Hadi,

kur...@inpex.co.jp

unread,
Oct 10, 2007, 12:19:56 PM10/10/07
to Rant...@googlegroups.com
Assalammualaikum Wr Wb

Pak Chaidir, Pak Saaf,Da Nof,Mak Darul,Sanak Miko,Rekan
Hadi,Adinda Ronal,Sanak Ephi Lintau,Ni Sri,sarato dunsanak2
kasadonyo,

Dalam kesempatan yang baik ko, ambo pun ingin mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H, minal aidin wal faizin,
mohon ma’af lahir dan bathin.Semoga pada hari raya ini kita
semua kembali dalam keadaan fitrah,amin yarrabal’alamin.
----------------------------------------------------------------
----------------------------------------
Info Status tentang KA Wisata Sumbar sebagaimana ditulis oleh
Da Nofrin dibawah, ambo raso sudah sangat komprehensif sekali.
Tetapi walaupun demikian,dalam kesempatan ini izinkanlah ambo
ingin memberikan sedikit tambahan catatan mengenai status KA
wisata Sumbar yang ambo koleksi sendiri sebagai bahan pemahaman
kita bersama sbb:

1. KA Wisata Padang- Pariaman Pp dan KA pembawa semen dari
Indarung ke Teluk Bayur,merupakan dua jalur yang masih aktif di
Sumbar sampai saat ini. Dengan 2 jalur aktif ini, PT.KAI Pusat
masih mempunyai kewajiban untuk menghidupi PT.KAI Divre II
Sumbar dengan lebih kurang 1000 karyawan dengan biaya anggaran
sekitar Rp.2-3 Milyar/bulan,untuk biaya operational dan gaji
karyawannya.

2. Asset yang dimiliki PT.KAI Divre II Sumbar,berikut
lokomotif,gerbong,perumahan karyawan,Stasiun,Rel,jembatan,
tanah dsb,lebih kurang Rp.5 Triliun

3. Dari pandangan secara ekonomi PT.KAI Pusat, Divre II
Sumbar merupakan salah satu Divre yang tidak sehat dan dianggap
menjadi beban berat perusahaan, karena biaya operasionalnya
harus selalu disubsidi dari Divre2 yang sehat2 lainnya.
Sehingga muncullah ide di awal tahun 2006 lalu, untuk menutup
total operasional Divre II Sumbar ini.

4. Kemunculan MPKAS dengan ide mengaktifkan KA wisata dari
Padang ke Padang Panjang dan terus ke Sawahlunto,telah membuka
mata PT.KAI Divre II Sumbar,PT.KAI Pusat,Pemprov
Sumbar,Pemkab,Pemko Sumabar, bahwa Divre II Sumbar sangat
potensial sekali dan masih layak untuk dipertahankan bahkan
boleh jadi akan dapat menjadi salah satu produk unggulan wisata
Sumbar,yang merupakan satu2nya Provinsi tujuan Wisata utama
Indonesia yang terletak di Barat Indonesia. Sementara 4
Provinsi kunjungan wisata utama Indonesia lainnya,terletak di
bahagian timur Indonesia.

5. Approach dan loby2 tingkat tinggi serta pencerahan yang
telah dilakukan MPKAS sebagai penggagas KA wisata Sumbar selama
ini, Alhamdulilah mendapat sambutan hangat. Hal ini terbukti
dengan keluarnya Task Force Gubernur, dan Penandatanganan MOU
pembiayaan revitalisasi Kereta Api Wisata Sumbar antara PT.KAI
Pusat,Dirjen Kereta Api, Pemprov Sumbar,Pemkab,Pemko,yang siap
mengeluarkan dana APBD daerah untuk pembiayaan revitalisasi
Kereta Wisata Sumbar itu,yang besarnya +/- Rp.12.5 Milyar

6. Kebulatan tekad dan keseriusan dari Pak Gubernur,
Kadivre II,Sumbar, MPKAS,Pemkab,Pemko, sangat jelas terlihat
dengan ditetapkannya Tanggal 8 April 2007 yang baru lalu
sebagai hari peresmian KA wisata Sumbar dari Padang ke Padang
Panjang dan terus ke Sawahlunto.

7. Tetapi Allah berkehendak lain, malang tidak dapat
ditolak, mujur tak dapat diraih, tepat sebulan sebelum KA
Wisata diresmikan, Sumbar dilanda gempa hebat pada tanggal 7
Maret 2007. Gempa hebat Sumatera Barat ini membuat perhatian
semua pihak menjadi terpecah. Apalagi ditambah lagi dengan
terjadinya gempa susulan hebat 12 September 2007 baru2 ini,
yang pada kemudian hari membuat perhatian terhadap isu Gempa
menjadi isu yang jauh lebih mendapat perhatian ketimbang Kereta
Api wisata.

Kesimpulan

1. Manusia hanya bisa berencana, tetapi Allah lah yang
memutuskan.

2. Mungkin Allah belum mengizinkan KA Wisata di launching
secepat ini, karena mungkin perlu waktu untuk pengecekan teknik
secara seksama,semua sarana dan prasarana yang telah berumur
uzur (+/-115 tahun ini),demi keselamatan kita semua juga,
mengingat banyaknya sarana dan prasarana KA yang telah uzur
yang menyebabkan seringkalinya terjadi KA Api yang anjlok yang
menyebabkan korban jiwa. Karena minimnya perawatan dan
kurangnya tenaga SDM yang handal dari jajaran PT.KAI kita saat
ini.

3. InsyaAllah ketulusan niat dan keikhlasan rekan2 MPKAS
semua, akan mendapatkan nilai ibadah dan pahala yang berlipat
ganda dari Allah.

4. Kata Allah “ Boleh jadi,sesuatu itu baik dalam
pandanganmu,tetapi sesungguhnya buruk dalam pandangan Allah,dan
boleh jadi sesuatu buruk dalam pandangan mu,padahal
sesungguhnya itulah yang terbaik dalam pandangan Allah, karena
sesungguhnya Allah lah yang Maha tahu dan engkau tidak tahu.

5. Sebetulnya banyak pihak yang akan diuntungkan apabila
KA wisata Sumbar ini sukses, dan akan terangkat namanya ke
permukaan secara politik, tetapi yang jelas bukan MPKAS. Hal
itu jelas sekali terlihat pada acara peresmian KA Si Binuang
dan penandatangan MOU pun, Pak Chaidir orang tua kita yang
telah jauh2 dari Jakarta dengan biaya sendiri pun tidak
diberikan kesempatan untuk tampil dalam acara tsb.

6. Tetapi coba dibayangkan sebaliknya, jika terjadi
ma’af “kecelakaan KA wisata” nantinya karena memang sarana dan
prasarananya yang telah uzur, maka MPKASlah yang paling
bertanggung jawab secara moril dan yang pertama dicari Polisi.

7. Nasib MPKAS tak obahnya dengan nasib seorang
guru,bilamana anak muridnya sukses dalam UMPTN,maka murid
itulah yang disebut2 orang sebagai murid yang hebat dan
pintar,tetapi bila si murid itu gagal, makanya gurunyalah yang
disalahkan orang karena tidak pandai mengajar.

8. Mungkin inilah salah satu ujian KEIHKLASAN DAN
KETULUSAN kita terhadap Allah yang ingin berbuat sosial atas
nama perantau minang tanpa mengharapkan pamrih apa-apa untuk
kemajuan kampuang Ranah Minang yang tercinta.Jadikanlah ini
pelajaran beharga dari Allah dalam hidup kita ini,karena begitu
banyak sekali sebetulnya pelajaran yang dapat kita petik dalam
kegiatan MPKAS selama ini.

9. Dan manusia yang IKHLAS inilah sebetulnya yang sangat
langka sekarang ini di Indonesia. Dan ambo sangat yakin,hanya
orang2 yang IHKLAS inilah yang akan bisa memperbaiki Negara
Indonesia ini nantinya, dan yakinlah bukan hanya kereta Api
saja yang bisa kita Revitalisasi, bahkan akan banyak hal yang
dapat diperbuat oleh orang2 Ihklas ini nantinya, seperti
pemasangan Pemancar Radio Netherland oleh Pak Saaf & Da Nofrin
di Padang Panjang, Pariwisata oleh MAPPAS, Saudagar dan
Perdagangan oleh SSM2007,sektor
kesehatan ,pendidikan,telekomunikasi,dsb. Karena hanya orang2
yang Ihklas (Muklis) itulah satu2nya manusia yang dijamin oleh
Allah yang tidak akan bisa digoda syetan.

10. Mungkin strategy ke depan MPKAS tidak cukup hanya
sebagai penggagas dan konseptor saja, tetapi harus menjadi
semacam “Quality control” yang akan terjun langsung ke
lapangan mengawasi proses revitalisasi itu sendiri, mengawasi
secara langsung proses perbaikan dan kelayakan sarana dan
prasaran teknis penunjang KA wisata Sumbar ini nantinya.


Sekian saja dulu,mohon ma’af baribu ma’af karena tulisan ini
juga ternyata cukup panjang.


Sekali lagi selamat Hari Raya Idul fitri 1428 H buat semua
saudara2 ku yang telah Ihklas berbuat selama ini,mohon ma’af
lahir dan bathin semoga kita semua keluar pada hari raya ini
menjadi manusia yang fitrah dan bertaqwa, Amin yarraba’alamin.

Wassalam,
Kurnia Chalik


Date: 10-Oct-2007 14:35:53 +0900
From: "Yulnofrins Napilus" <ynap...@yahoo.com>
Reply-To: <Rant...@googlegroups.com>
To: <Rant...@googlegroups.com>
Cc: "Asita Sumbar" <in...@asitasumbar.com>
Subject: [R@ntau-Net] Info Status ttg KA Wisata Sumbar

Akhir, Zainul (zainula)

unread,
Oct 10, 2007, 11:06:41 PM10/10/07
to Rant...@googlegroups.com
Waalaikumusalam wr wb Sanak Kurnia,
Tarimo kasih buanyak atas penjelasannyo yang sangat detail, semoga kita
semua bisa mengerti perkembangan MPKAS dari sumber yang layak dipercaya.
Mari kita jalin kebersamaan dan kepercayaan kapado dunsanak kito yang
dengan sukarela membantu PEMDA SUMBAR untuk membangun ranah yang kito
cintaiko.
Semoga jerih payah beliauko akan mendapat balasan dari Allah SWT
hendaknya, amiiiin.

Wassalam,
Zainul Akhir Tanjung

-----Original Message-----
From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On
Behalf Of kur...@inpex.co.jp
Sent: Wednesday, October 10, 2007 11:20 PM
To: Rant...@googlegroups.com

Nuraini Z Noor

unread,
Oct 10, 2007, 11:58:13 PM10/10/07
to Rant...@googlegroups.com, ASLIM NURHASAN, MAPPAS MAPPAS

Assalamulaikum wr, wb,

 

Sidang Palanta nan ambo hormati ,

 

Mohon maaf ambo susun jari nan sapuluh , sabaleh jo kapalo ….ambo haturkan sembah kabakek sidang palanta nan ambo hormati , ijinkan ambo membahas MAPPAS di rantau net ini walapun sudah punya bilik sendiri MAPPAS, dengan sangat terpaksa pakai kapling rantau net yang berperan besar dalam pendirian MAPPAS, demi meluruskan apa yang disampaikan dalam beberapa hari terakhir, tidak bermaksud menyampaikan Pledoi atau pembelaan dan pembenaran, ambo terbiaso berbicara berdasarkan Fakta dan Data serta bukti Otentik secara tertulis aspek legal , kecek rang gaek Jan berbicaro bagai surek indak babarih , ( maksudnya surat tidak ada barisnya itu khan suka ngawur dan ngaco ) atau istilah keren nya bagindo Hasnul “ Asbun dan Sotoy  “.

 

Terima kasih atas dukungan dan perhatian selama ini yang diberikan untuk MAPPAS sebagai organisasi sosial kita tidak dapat melaksanakan kehendak , sudah ada yang mau mengurusi saja sudah syukur alhamdullillah, atas dasar itulah MAPPAS selama ini berjalan, diundang rapat yang datang 3-4 orang ya tetap saja jalan, seperti yang ketum sampaikan dengan teori “Ikan panjangnya “ seberapapun dikarek inyo tetap banamo ikan panjang, MAPPAS bukan PT yang anggotanya bila tidak hadir rapat mendapat teguran atau sangsi, karena ini merupakan organisasi social tentunya kontribusi yang dapat diberikan adalah sisa – sisa waktu setelah mencari sesuap nasi dan semangkok berlian, asap dapur yang utama , baru  organisasi….. walau terkadang tuntutan situasi dan kondisi yang membuatnya menjadi terbalik , organisasi menjadi yang utama diurus karena menyangkut kepentingan orang banyak, tapi itulah konsekwensi pengurus, belum lagi untuk berjalannya suatu kegiatanpun disamping kontribusi pemikiran , waktu , kocek di rogoh pulo,walaupun sudah diminta kepada anggota dan pengurus lainnya tetap saja tidak mencukupi , karena yang memberikan kontribusi lagi – lagi Cuma  3-4  orang , dan orangnya itu – itu juga , kalau urusan merogoh kocek ternyata banyak yang “ saku bajaik”, hal ini dapek dimaklumi mungkin mereka tidak bisa memberikan kontribusi karena memang tidak punya dan tidak ada yang akan diberikan dan merekapun banyak kebutuhan , hal ini tidak harus dikeluhkan kalau bisa jalan ya jalan sesuai dengan anggaran yg terkumpul dan kalaupun pada akhirnya  itu harus ditanggulangi dan tidak menjadi beban,ya ditutup saja tanpa harus teriak – teriak whoooiiii ini kurang nih…. tapi khan katanya harus dilakukan dengan ikhlas dan itu tak perlu disebut  - sebut , iya toh …selama ini tidak pernah diungkap dan dengan sangat terpaksa hal ini harus dibeberkan biar jelas untuk dunsanak kasadonyo, itu khan salah satu bentuk konsekwensi dan pengorbanan pengurus…belum lagi harus mohon pengertian suami dan anak – anak karena harus ditinggal dan transport wara – wiri dan bolak – balik itu harus dengan pesawat, nginap di hotel, dll tapi semua dilakukan atas dasar suka dan senang sehingga tidak ada beban….enjoy aja….

 

Usia MAPPAS baru memasuki 9 bulan , sejak terbentuk nya MAPPAS tanggal 9 February dan  Rakernas di bulan MEI 2007, belum ada yang di lakukan MAPPAS mungkin karena tidak capablenya yang duduk dikepengurusan , lain kali mungkin perlu dilakukan fit and proper test dulu untuk yang akan duduk dikepengurusan jadi tidak mengecewakan para pendiri  di kemudian hari, dan kesalahan tidak berulang…

 

Sanak Hadi ,

 

Sebagai salah seorang pendiri ( maaf tolong di ralat kalau salah teman – teman karena dalam notulen Rakernas MAPPAS tidak ada tercantum Nama Anda sebagai Pendiri  , berhubung karena anda sendiri yang menyebutkan kalau anda pendiri,   ya ambo hanya  mengikuti saja menyebutnya demikian apa susah nya sih , gitu aja kok repot ) tentunya anda tahu filosofi dan the way of life  of MAPPAS, kalau memang sudah tidak sesuai dengan anggaran dasar dan rumah tangga MAPPAS , ya di bubarkan saja khan selesai….bentuk lagi baru, mumpung belum dibuat akte notaris dan penjualan saham ??? yang diusulkan sanak Reza.

 

Tanyo ambo ciek  sebagai seorang Pendiri ? kemana saja anda selama ini ? Rakernas anda tidak nongol , begitupun dalam rapat – rapat pengurus yang lain , saya punya absensi lengkap setiap kali pertemuan, dan rupanya sebagai pendiri anda juga tidak tahu kalau sudah merupakan komitment bahwa segala sesuatu disampaikan di milist baik itu undangan atau pengumuman laiinya ,semua serba transparat, serba terbuka ,dan indak ado nan diandokkan, mulai dari yang penting sampai nggak penting semua ada di milist , jadi buanglah segala prasangka buruk itu jauh- jauh....... anda mengatakan sering kali tidak diundang adalah tidak benar , sebagai contoh acara Rakernas MAPPAS Palembang , Padang , saja  bisa ikutan partisipasi dan Pakanbaru pun nyaris demikian , adalah Aneh bila dikatakan anda tidak diundang dan semua undangan disampaikan secara terbuka dimilist, silahkansiapa yang ingin partisipasi ayo bergabung baik pengurus maupun bukan bahkan simpatisan, anggota dari rantau net kek , cimbuak net kek pada hadir....ops! maaf ambo lupo sebagai pendiri mungkin harus dengan treatment khusus diberikan undangan langkok sirih jo carano, mohon maaf sanak kalau itu nan diminta iyo indak talakik doh... ngga ada waktu untuk itu...jadi kalau awak nan indak bisa hadir jan kecek’an ambo ndak di undang , basalahan pulo urang nan maundang....aya...aya ....wae

 

Mengutip yang disampakain Presiden Amerika JohnF Kenedy “ Jangan tanyakan apa yang  dapat Negari ini berikan untukmu , tapi tanyakan apa yang dapat kau berikan untuk Negara“, Ambo raso bilo berpikia jernih apo nan dapek disumbangkan dan kontribusikan itulah hendaknya nan harus ditanyokan kabakek diri sendiri, dari sekian banyak organisasi yang diikuti , apa hasil nyata yang telah dilakukan , maaf ya mungkin sudah merupakan trend di masyarakat ada orang yang suka namanya ada tercantum di berbagai organisasi dimana – mana aja ada namanya tatonggok, ini untuk menunjukkan prestise bahwa dia capable dan disemua tempat dia diakui, padahal kontribusi yang diberikan Nol besar, tidak jarang susunan kepengurusan diberbagai organisasi yang katanya gemuk ternyata di penuhi oleh nama orang – orang yang model beginian, ini yang harus dilenyapkan atau melenyapkan diri,ibarat buah busuk  masuk dalam hitungan jumlah , tapi tidak diperhitungkan..nauzubillah min zalik. 

 

Baiklah dunsanak, mencari seorang saudara yang mengerti dalam suka dan duka sangat sulit, mencari musuh seribu dalam hitungan detik dapat dengan mudah dilakukan, ibarek tangan nan ado kadanyo bilo di tetesi perasan air jeruk nipis , tentu pedihnya nggak ketulungan , co baitu pun seandainya hati awak indak bakada tentulah apo nan dikecekkan indak khan menyakikkan hati.

 

Ambo tidak bisa berpantun atau basajak , langsuang sajo  kalau ado nan salah mohon dimaafkan  menyambut hari rayo mohon maaf lahir dan bathin , sembah sujud ambo kabakek niniak mamak, cadiak pandai , bundo kanduang dan dunsanak kasadonyo.

 

Wassalamualaikum wr,wb

 

Salam,

Nuraini  

Nuraini Z Noor

unread,
Oct 11, 2007, 12:19:40 AM10/11/07
to Rant...@googlegroups.com, Dedy Yusmen, MAPPAS MAPPAS, nur...@yahoo.com
assalamulaikum wr, wb,
 
Dunsanak kasadonyo ,
 
Sebelum Hidup Berakhir,
Sebelum Cahaya Hidayah Ramadhan Padam,
Sebelum Pintu Tobat Tertutup, dan
Sebelum Ajal Datang Menjemput,
Kami sekeluarga mengucapkan:

Taqobbalallahu Minna Waminkum,
Shiyaamana Washiyaamakum

Di bawah ini, kami sampaikan Anjuran Rasulullah SAW dalam menyongsong Awal 'Idul Fitri.

SEBELUM BERANGKAT SHOLAT 'IDUL FITRI:
•    Disunnahkan untuk mandi dan memakai wangi-wangian.
•    Memakai pakaian yang bersih dan rapi (tidak harus baru).
•    Disunnahkan untuk makan terlebih dulu.
Diriwayatkan dari Buraidah r.a. ia berkata: "Adalah Nabi SAW keluar untuk shalat 'iedul fitri sehingga makan terlebih dulu, dan tidak makan pada shalat 'idul adhha sehingga beliau kembali dari shalat 'ied". (H.R: Ibnu Majah, At-Tirmidzi, dan Ahmad).
•    Meminta maaf dan ampunan kepada orang tua, suami/istri, dan anak-anak.
•    Sempurnakan pembayaran zakat fitrah.
•    Diperintahkan kepada semua muslimin dan muslimah untuk pergi ke tempat pelaksanaan shalat 'ied, walaupun sedang haid
Diriwayatkan dari Ummu 'Atiyah r.a. ia berkata: "Rasulullah SAW memerintahkan kami keluar pada 'iedul fitri dan 'iedul adhha, semua gadis-gadis, wanita-wanita yang haid, wanita-wanita yang tinggal dalam kamarnya. Adapun wanita yang sedang haid, mengasingkan diri dari mushalla tempat shalat 'ied, mereka menyaksikan kebaikan dan mendengarkan da'wah kaum muslimin (mendengarkan khutbah). Saya berkata: Yaa Rasulullah bagaimana dengan kami yang tidak mempunyai jilbab? Beliau bersabda: Supaya saudaranya meminjamkan kepadanya jilbabnya". (H.R: Jama'ah).
 
SAAT BERANGKAT SHALAT 'IDUL FITRI:
•    Ketika menuju ke tempat shalat 'iedul fitri, disunnahkan untuk mengambil jalan yang berbeda, antara pergi dan pulang.
Diriwayatkan dari Jaabir r.a. ia berkata: "Adalah Nabi SAW apabila keluar untuk shalat 'ied ke mushalla, beliau menyelisihkan jalan, yakni waktu berangkat melalui satu jalan, dan waktu kembali melaluli jalan yang lain". (H.R: Al-Bukhari)
•    Disunnahkan membaca kalimat dzikir dan takbir, selama berjalan dari rumah ke masjid atau lapangan, hingga waktu shalat 'ied.
Diriwayatkan dari Azzuhri r.a. ia berkata: "Adalah manusia bertakbir pada hari raya, ketika mereka keluar dari rumah-rumah mereka menuju ke tempat shalat 'ied sampai mereka tiba di mushalla (tempat shalat 'ied), dan terus bertakbir sampai imam datang. Apabila imam telah datang, mereka diam, dan apabila imam bertakbir, maka mereka pun ikut bertakbir". (H.R: Ibnu Abi Syaibah)
 
SAAT DI TEMPAT SHALAT 'IDUL FITRI:
•    Membaca tahmid dan tahlil, hingga imam berdiri untuk shalat.
•    Mendengarkan khutbah dengan khusyu' dan tenang. Hindari berbicara saat khatib sedang berkhutbah.
Diriwayatkan dari Abu Said, r.a. ia berkata: "Adalah Nabi SAW pada hari raya 'iedul fitri dan 'iedul adhha keluar ke mushalla (padang untuk shalat), maka pertama yang beliau kerjakan adalah shalat, kemudian setelah selesai beliau berdiri menghadap kepada manusia masih duduk tertob pada shaf mereka. Lalu beliau memberi nasihat dan wasiat (khutbah), apabila beliau hendak mengutus tentara atau ingin memerintahkan sesuatu yang telah beliau putuskan, maka beliau perintahkan setelah selesai (beliau pergi)". (H.R: Al-Bukhari dan Muslim).
 



USAI SHALAT 'IDUL FITRI:
•    Segeralah meminta maaf kepada paar tetangga dan kerabat lainnya.
•    Perbanyaklah bershadaqoh.
Semoga Anjuran Rasulullah SAW di atas, bisa semakin meningkatkan kadar iman kita semua kepada Allah SWT. Amien.
-----Original Message-----
From: "Dedy Yusmen" <de...@pertamina.com>
To: <Rant...@googlegroups.com>, "MAPPAS MAPPAS" <map...@yahoogroups.com>
Date: Wed, 10 Oct 2007 08:13:57 +0700
Subject: [R@ntau-Net] Re: Kesalahan berulang. Was: Re: ASITA SUMBAR

Sidang Palanta yth..

Assalamualaikum wr wb

Tanpa bermaksud meniadakan perdebatan yang luar biasa beberapa hari ini yang memang pasnya di Mailist MAPPAS seperti kata Uda Hadi..

 

Marilah kita persiapkan diri dengan senang hati menyambut Hari Kemenangan Idul Fitri ..Mohon Maaf atas segala kata yang tak tepat, laku yang tak sesuai.

Ade Zur

unread,
Oct 11, 2007, 12:50:16 AM10/11/07
to Rant...@googlegroups.com, bio...@yahoogroups.com

Taqobbalallahu Minna Waminkum,
Shiyaamana Washiyaamakum

Selamat Idulfitri 1 Syawal 1428 H, maaf lahir bathin

 

Wassalam WW

 

Zoer'aini Djamal Irwan dan keluarga

Jakarta. HP no. 0811964964

021 7378842

http://www.biofir.com/zurade



Call friends with PC-to-PC calling – FREE

Dedy Yusmen

unread,
Oct 10, 2007, 11:22:13 PM10/10/07
to Rant...@googlegroups.com
Jalan Terus Udo...

Mantap....

Luar Biasa......


Wassalam
Dedi Yusmen


-----Original Message-----
From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On

Behalf Of kur...@inpex.co.jp
Sent: Wednesday, October 10, 2007 11:20 PM

Elthaf (elthaf)

unread,
Oct 11, 2007, 12:58:02 AM10/11/07
to Rant...@googlegroups.com
Assalaamaulaikum wr.wb.,
Alhamdulillah, setelah berbagai pertimbangan yang mendalam akhirnya Da Nof mancogok juga di milis RN untuk menyampaikan tentang MPKAS secara konstruktif dan edukatif, malah beliau dengan berat hati mengharuskan melawan pantangan beliau yaitu untuk mengumbar amal dan jasa beliau, tapi karena karena sudah begitu hebatnya hempasan terhadap beliau, da Nof dengan sangat terpaksa harus menulis seperti di bawah.
Tatkala beliau di Pekanbaru, dengan berbagai pancingan dan sedikit memaksa saya menanyakan tentang pengorbanan beliau untuk MPKAS ini khususnya tentang semua biaya untuk ini dan apakah ada pengertian (baca: dukungan)  dari pemda Sumbar, beliau menjawab diplomatis, Ya Thaf, ini yang baru bisa kita kerjakan buat kampuang awak, mudah-mudahan ada manfaatnya bagi kampuang awak.
Berulang kali saya membaca curahan (bukan pledoi) hati da Nof di mail ini, saya print dan saya baca lagi di atas bus waktu dalam perjalanan 1/2 jam di atas bus. seperti menetes air mata ini tatkala Da Nof dengan bapak Chaidir (80 tahun) harus berdiri meminggir tatkala urang lain malendo, kita bisa bayangkan Pak Chaidir  memperjuangkan KA, beliau harus tertatih-tatih ke Padang dari Banduang, beliau malah seperti dicuekin, tapi beliau tidak patah arang dan tidak ngamuk.
Dengan adanya "sekedar menginformasikan", (pinjam istilah da Nof) da Nof ini, PERDEBATAN SUDAH USAI, SILEK LAH SALASAI, seiring dengan idul fitri, kita kembali ke fitrah, mari kita dukung usaha beliau, kalau nggak berkenan atau beda pendapat sampaiakan secara baik-baik kepada beliau atau di milis ini, kalau kurang paham, kurang mengerti atau tahunya sepotong-sepotong sebaiknya bertanya.
Rancak duduak malepok se lah di suduik, aman dunia....
Dari lubuak hati nan paliang dalam, saya sekeluarga mohon maaf lahir dan batin, semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT.
Insya Allah, ke depan kita berbimbingan tangan dan saliang mengikat ikhuwah islamiyah, ukhuwah imaniyah dan makin menjalin silaturrahim yang kuat.
Terimakasih,
Wassalam,
Elthaf, 47 Th. Pekanbaru


From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Yulnofrins Napilus
Sent: Wednesday, October 10, 2007 12:35 PM

To: Rant...@googlegroups.com
Cc: Asita Sumbar
Subject: [R@ntau-Net] Info Status ttg KA Wisata Sumbar

chaidir latief

unread,
Oct 11, 2007, 3:42:52 AM10/11/07
to Rant...@googlegroups.com, ASLIM NURHASAN, MAPPAS MAPPAS
Bu Nuraini dan para dunsanak
 
Ambo kan lebih tuo dari ibu dalam arti baa ba organisasi menghadapi urang Minang. Ambo pun sering dipertanyakan istri ambo Ka Padang ongkos surang Manga juo lai.
Ado nasehat alm pak Hugeng nan barangkali baik bagi para dunsanak Kok lah pensiun urang biaso kebingungan. Banyak nan tibo tibo takalapuak tibo tibo karano " post power syndrome " atau " indak tau a nan kadipabuek " Sebagai seniman beliau melihat masa tua lebih kepada " how to kill the time "  dan " merasa hidup masih bermanfaat". Kalau how to kill the time dikaitkan dengan sesuatu yang bermanfaat, kita menjadi asyik  Apo lagi dikaitkan pulo "ptitih atau harato indak akan dibao mati"  Kan lebih baik digunokan untuk yang mengasyikkan dan bermanfaat. Iko nan paralu direnungkan nan mudo mudo dan membuat pandangan ini as a habit  
Sewaktu mendirikan MAPPAS kita semua YAKIN ( ambo kan pendiri juo bu )  memajukan pariwisata suatu yang SANGAT BERMANFAAT Untuak apolah kito persoalkan pangkat jabatan dll kalau prinsip kito lillahi ta'ala
Alah ka sipaik di urang awak bu. Sadonya DIPERTANYAKAN dan DIPERMASALAHKAN Tapi tibo dikarajo dan turun DANA " mbek cah " Tapi kalau lah lancar lain pulo caritonyo
Sudahlah bu Ambo yakin bana adiak adiak kito tu indak bermakasui buruak Kito kan alah membangun rumah ditepi laut Indak usah takuik jo ombak dan gelombang Indak usah dipapanjang Anggap sajo riak kecil palamak hidangan dimeja Masih banyak yang harus kito karajokan
 
Chaidir N Latief    
 


 
----- Original Message ----
From: Nuraini Z Noor <p...@mercureconvention.com>
To: Rant...@googlegroups.com; ASLIM NURHASAN <aslimn...@yahoo.com>; MAPPAS MAPPAS <map...@yahoogroups.com>
Sent: Thursday, October 11, 2007 10:58:13 AM
Subject: [R@ntau-Net] Re: Kesalahan berulang. Was: Re: ASITA SUMBAR

Assalamulaikum wr, wb,

 

Sidang Palanta nan ambo hormati ,

 

Atas penjelasan dan keluhan pembelaan panjang lebar Termasuk menjawab MAPPAS organisasi ap dll.

 

Wassalamualaikum wr,wb

 

Salam,

Nuraini  

 

 

 

 

 

 

-----Original Message-----
From: ASLIM NURHASAN <aslimn...@yahoo.com>
To: Rant...@googlegroups.com, MAPPAS MAPPAS <map...@yahoogroups.com>
Date: Tue, 9 Oct 2007 03:45:10 -0700 (PDT)

Wassalam Bil Maaf.

Di komplek KOMPAS Ciputat.

 


From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Elthaf (elthaf)


Sent: 09 Oktober 2007 15:13





Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today!

Nuraini Z Noor

unread,
Oct 11, 2007, 4:35:34 AM10/11/07
to Rant...@googlegroups.com

Asalamulaikum wr, wb,

Reni Sisri Yanti

unread,
Oct 11, 2007, 4:50:24 AM10/11/07
to Rant...@googlegroups.com
:)
sabar uni...
tanangkan diri...
wak ka barayo...
rusak lo beko raso rayo wak dek bapaneh2 :)
 
masalah ringan di pagadang2...yg sekedar baro manjadi api....disiram se lah pakai aie es yo nie.....abis rayo baru di pajadi....eh salah disalasaian....
 
kami yg mudo2 yo mandangaan se kini ko ma
 
renny

Be a better Globetrotter. Get better travel answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.

Reni Sisri Yanti

unread,
Oct 11, 2007, 4:53:50 AM10/11/07
to Rant...@googlegroups.com
:)
sabar uni...
tanangkan diri...
wak ka barayo...
rusak lo beko raso rayo wak dek bapaneh2 :)
 
masalah ringan di pagadang2...yg sekedar baro manjadi api....disiram se lah pakai aie es yo nie.....abis rayo baru di pajadi....eh salah disalasaian....
 
kami yg mudo2 yo mandangaan se kini ko ma
 
renny

Nuraini Z Noor <p...@mercureconvention.com> wrote:

Pinpoint customers who are looking for what you sell.

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Oct 11, 2007, 5:03:42 AM10/11/07
to Rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum w.w. pak Chaidir jo para sanak sa palanta,

Sabananyo ambo alah mamutuihkan untuak indak ka manjawab babarapo postings kudian-kudian  ko, nan nampaknyo ditujukan ka ambo sacaro pribadi. Ambo mancubo untuak tetap basifat sabar, apolagi karano hujatan nan sabana kasa itu tu diluncuakan dalam bulan puaso dimano iman kito dicubo. Iyo agak susah juo ambo manahan diri, karano nan kanai iyo tulang kariang ambo bana.

Namun, sasudah Nanda Nofrins dan Nanda Nuraini turun ka galanggang, ditambah dek pak Chaidir kini, ambo raso ambo indak patuik lai kalau ambo indak turun pulo. Kato haruih dijawab, gayuang haruih disambuik.

Ambo memang sabana heran taradok apo motif pribadi duo urang sanak nan maluncuakan hujatan pribadi tu, HS dan AN, apolagi baliau-baliau tu raso-rasonyo ado bapandidikan tinggi. Sabagai urang Minang mestinyo tahu juo jo budi jo taratik. Surang terpelajar lazimnyo, satahu ambo, mangenal etika dalam mangecek, manulih, jo baperilaku. Ambo indak kabaratan dihujat sarupo tu --misalnyo -- kalau nan mambae ambo sarupo tu, maaf,  adolah pareman balai.

Saketek penjelasan. Ambo manyadiokan diri sato bagalimang dalam MPKAS dan MAPPAS ko karano mancaliak dedikasi nan bukan main dari senior ambo sajak di UGM sampai di LKAAM Sumbar, pak Chaidir Nien Latief SH MSI Datuk Bandaro, 79 tahun. Ambo ikuik  maraso batangguang jawab sacaro moril mandukuang mimpi baliau untuak maiduikkan kereta api di Sumbar, karano baa juo ambo ko kan keluarga kereta api. Ayah jo anduang ambo kondektur, tukang rem dan kapalo dipo kereta api. Ambo sato mambantuak MAPPAS karano ambo dapek manarimo alasan Nanda Ajoduta dan Nanda Nofrions tantang pentingnyo pariwisata untuak mamajukan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat.

Dalam bateh-bateh kewenangan ambo dahulu sabagai komisioner Komnas HAM, ambo fasilitasilah rangkaian pertemuan di ruang sidang pleno Komnas HAM tu. Rasonyo banyak saketeknyo ado juo manfaatnyo sumbangan ketek ambo tu, kalau ambo indak salah.

Hanyo memang, salamo ambo 40 tahun ambo 'baminang-minang' bak kato pak Fasli Jalal, cukuik banyak ambo basuo jo sanak kito nan labiah banyak otanyo dari karajonyo. Labiah-labiah lai indak kurang banyaknyo nan labiah banyak kritiknyo daripado sumbangannyo, sahinggo dima inyo ado gata-gata urang sakaliliang dibueknyo. Kadipangaan lai.

Sapanjang pak Chaidir masih amuah batahan di MPKAS dan MAPPAS, ambo usahokan batahan mambantu baliau nan ambo hormati ko. Saparati juo nan dibisiakkan pak Chaidir ka Nanda Nofrions, saluruah anak-anak ambo sabananyoj uo alah lamo  maminta ambo labiah banyak baistirahat karano umua ambo kan  alah kapalo tujuah. Hanyo kadipangaan juo hati ko nan indak 'mentolo' kato urang Jawa mampabiakan kaadaan kampuang kito saroman tu, pado hal ambo ado saketek pangatahuan, saketek pengalaman, jo saketek koneksi, nan bisa ambo abdikan untuak kamaslahatan urang awak di Ranah.

Achirul kalam, tarimo kasih Nanda Nofrins, Nanda Nuraini, dan pak Chaidir. Taradok hujatan kasa dari sanak nan baduo tu ambo sarahkan sajo ka palanta RN jo kapado Allah swt untuak manilainyo. Taradok sagalo kakurangan diri ambo di MPKAS dan MAPPAS, ambo mintak dipabanyak maaf. Hanyo sampai disinan kamampuan ambo.

Sakali lai, Selamat Hari Rayo Idul Fitrie. Mohon Maaf Lahir dan Bathin.

Wassalam,
Saafroedin Bahar (70+2+1).


chaidir latief <chaidir...@yahoo.com> wrote:
Kakanda Aslim, mungkin bana istilah ‘malosoh’ ko, mungkin pulo indak. Mungkin karena alah beberapa tahun pulo kito bagaua, istilah ko mengalami perubahan arti. Bagi saya sekarang, justru semua orang alah malosoh. Alah panek ambo bakuliliang bacarito di biliak-biliak ketek. Tapi hasilnya: SEMUA orang tetap hanya ingin MALAKU-AN GALEH nyo surang-surang. Mangaritih ambo, Urang urang Minang yang sangat kompeten secara individu selalu gagal di tingkat komunitas.
Kakanda Elthaf, ambo tidak berniat membuat polemik. Dari sekian banyak warga di palanta Minang iko, ambo adalah salah seorang yang paling acceptable di kumpulan orang Minang manapun. Ambo pengurus Gebu Minang, Panitia awal TSM/SSM, ambo bagian dari kawan2 kito yg bagaua di Matraman, ambo bagian dari Task Force orang-orang Minang yang berjuang di tingkat pengambilan keputusan Internasional, Ambo juga (sebagaimana da Elthaf ketahui) masih sangat erat berhubungan dengan kawan-kawan SMA1, ambo pun masih ditarimo dan diundang babuko basamo di Istana Presiden, Istana Wapres, Pasar Inpres Senen, Tanah Abang sampai ka rumah da Rainal Rais di Pejaten Barat!.
Bagi Kawan-kawan sadonyo, saat ini saya sudah GERAH dengan kawan kawan nan suko manembak di ateh kudo. Ambo indak ka mancari musuah, tapi ambo raso alah mulai nampak keinginan untuak MANEMBAK DI ATEH KUDO, KUDOnyo punyo URANG, sudah tu KUDOnyo DIBUNUAH.
Antah lah antah…….kalau lai nan manembak diateh kudo, pabilo kudo panek diagiah makan, urangnyo diagiah pitih, alah mungkin sarupo sarugo dunia Minang ko.
Ambo hanya ingin sampaikan: kembalilah kepada NIAT TULUS membangun kampung halaman. Kalau diantara kita ada yang hanya sanggup berdoa, berdoa saja juga cukup. Kalau ada yang sanggup berbuat, berbuatlah sesuai kemampuan. Jangan yang hanya sanggup berdoa, IKUT IKUT an pula mancikarau-i kawan-kawan nan sadang panek. Bagi nan maraso gaek, alah tu. Ijan di paso an bana. Bagi nan maraso mudo, alah tu, ijan cimeeh sajo… kok di ago, lai ta karajo kan ?????

Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo! FareChase.

Tanjuang Heri

unread,
Oct 11, 2007, 7:18:06 AM10/11/07
to Rant...@googlegroups.com
Pak Saaf, Pak Chaidir jo pecinta MAPPAS  MPKAS sadonyo,
 
Sadiah hati ambo mambaco apo nan ditulis Pak Saaf. Tapi ambo yakin, Pak Saaf jo Pencinta, Pendiri, penggagas MPKAS MAPPAS lainnyo ndak akan mundur dari milist ko demi pariwisata Minang jo kesejahteraan rakyat badarai nan kito harok an bisa mencicipi hasil pariwasata tu. tantunyo nan positif. Kehadiran Pak Saaf jo Pak Chaidir jo sanak, mamak lainnyo di milist ko di sampiang nan mudo mudo lainnyo, walaupun dapek hujatan gratis, ambo raso masih sangaik sangaik diparalukan.
 
Walaupun masih ado nan bapandapek bahwa pariwisata = penghasil maksiat, kito bausaho maminimalisir sisi negatif ko jo sosialisasi ka tungku tigo sajarangan, ka anak mudo dll. Indak ado kegiatan apopun nan indak mempunyai resiko. Zero risk itu indak pernah ado, tapi minimisable.
 
Sakitu se dulu dari ambo, tataplah pak Saaf jo Pak Chaidir di siko, jaan lah sampai suruik pulo.
Salamik hari rayo, minal aidin wal faidzin, maaf lahir bathin ka sanak, apak apak, mamak ka sadonyo di palanta ko.
 
Salam
Heri,44, Paris
"Dr.Saafroedin BAHAR" <saaf...@yahoo.com> a écrit :
Assalamualaikum w.w. pak Chaidir jo para sanak sa palanta,

Sabananyo ambo alah mamutuihkan untuak indak ka manjawab babarapo postings kudian-kudian  ko, nan nampaknyo ditujukan ka ambo sacaro pribadi. Ambo mancubo untuak tetap basifat sabar, apolagi karano hujatan nan sabana kasa itu tu diluncuakan dalam bulan puaso dimano iman kito dicubo. Iyo agak susah juo ambo manahan diri, karano nan kanai iyo tulang kariang ambo bana.

Namun, sasudah Nanda Nofrins dan Nanda Nuraini turun ka galanggang, ditambah dek pak Chaidir kini, ambo raso ambo indak patuik lai kalau ambo indak turun pulo. Kato haruih dijawab, gayuang haruih disambuik.

Ambo memang sabana heran taradok apo motif pribadi duo urang sanak nan maluncuakan hujatan pribadi tu, HS dan AN, apolagi baliau-baliau tu raso-rasonyo ado bapandidikan tinggi. Sabagai urang Minang mestinyo tahu juo jo budi jo taratik. Surang terpelajar lazimnyo, satahu ambo, mangenal etika dalam mangecek, manulih, jo baperilaku. Ambo indak kabaratan dihujat sarupo tu --misalnyo -- kalau nan mambae ambo sarupo tu, maaf,  adolah pareman balai.

Saketek penjelasan. Ambo manyadiokan diri sato bagalimang dalam MPKAS dan MAPPAS ko karano mancaliak dedikasi nan bukan main dari senior ambo sajak di UGM sampai di LKAAM Sumbar, pak Chaidir Nien Latief SH MSI Datuk Bandaro, 79 tahun. Ambo ikuik  maraso batangguang jawab sacaro moril mandukuang mimpi baliau untuak maiduikkan kereta api di Sumbar, karano baa juo ambo ko kan keluarga kereta api. Ayah jo anduang ambo kondektur, tukang rem dan kapalo dipo kereta api. Ambo sato mambantuak MAPPAS karano ambo dapek manarimo alasan Nanda Ajoduta dan Nanda Nofrions tantang pentingnyo pariwisata untuak mamajukan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat.

Dalam bateh-bateh kewenangan ambo dahulu sabagai komisioner Komnas HAM, ambo fasilitasilah rangkaian pertemuan di ruang sidang pleno Komnas HAM tu. Rasonyo banyak saketeknyo ado juo manfaatnyo sumbangan ketek ambo tu, kalau ambo indak salah.

Hanyo memang, salamo ambo 40 tahun ambo 'baminang-minang' bak kato pak Fasli Jalal, cukuik banyak ambo basuo jo sanak kito nan labiah banyak otanyo dari karajonyo. Labiah-labiah lai indak kurang banyaknyo nan labiah banyak kritiknyo daripado sumbangannyo, sahinggo dima inyo ado gata-gata urang sakaliliang dibueknyo. Kadipangaan lai.

Sapanjang pak Chaidir masih amuah batahan di MPKAS dan MAPPAS, ambo usahokan batahan mambantu baliau nan ambo hormati ko. Saparati juo nan dibisiakkan pak Chaidir ka Nanda Nofrions, saluruah anak-anak ambo sabananyoj uo alah lamo  maminta ambo labiah banyak baistirahat karano umua ambo kan  alah kapalo tujuah. Hanyo kadipangaan juo hati ko nan indak 'mentolo' kato urang Jawa mampabiakan kaadaan kampuang kito saroman tu, pado hal ambo ado saketek pangatahuan, saketek pengalaman, jo saketek koneksi, nan bisa ambo abdikan untuak kamaslahatan urang awak di Ranah.

Achirul kalam, tarimo kasih Nanda Nofrins, Nanda Nuraini, dan pak Chaidir. Taradok hujatan kasa dari sanak nan baduo tu ambo sarahkan sajo ka palanta RN jo kapado Allah swt untuak manilainyo. Taradok sagalo kakurangan diri ambo di MPKAS dan MAPPAS, ambo mintak dipabanyak maaf. Hanyo sampai disinan kamampuan ambo.

Sakali lai, Selamat Hari Rayo Idul Fitrie. Mohon Maaf Lahir dan Bathin.

Wassalam,
Saafroedin Bahar (70+2+1).


chaidir latief <chaidir...@yahoo.com> wrote:
Bu Nuraini dan para dunsanak
 
Ambo kan lebih tuo dari ibu dalam arti baa ba organisasi menghadapi urang Minang. Ambo pun sering dipertanyakan istri ambo Ka Padang ongkos surang Manga juo lai.
Ado nasehat alm pak Hugeng nan barangkali baik bagi para dunsanak Kok lah pensiun urang biaso kebingungan. Banyak nan tibo tibo takalapuak tibo tibo karano " post power syndrome " atau " indak tau a nan kadipabuek " Sebagai seniman beliau melihat masa tua lebih kepada " how to kill the time "  dan " merasa hidup masih bermanfaat". Kalau how to kill the time dikaitkan dengan sesuatu yang bermanfaat, kita menjadi asyik  Apo lagi dikaitkan pulo "ptitih atau harato indak akan dibao mati"  Kan lebih baik digunokan untuk yang mengasyikkan dan bermanfaat. Iko nan paralu direnungkan nan mudo mudo dan membuat pandangan ini as a habit  
Sewaktu mendirikan MAPPAS kita semua YAKIN ( ambo kan pendiri juo bu )  memajukan pariwisata suatu yang SANGAT BERMANFAAT Untuak apolah kito persoalkan pangkat jabatan dll kalau prinsip kito lillahi ta'ala
Alah ka sipaik di urang awak bu. Sadonya DIPERTANYAKAN dan DIPERMASALAHKAN Tapi tibo dikarajo dan turun DANA " mbek cah " Tapi kalau lah lancar lain pulo caritonyo
Sudahlah bu Ambo yakin bana adiak adiak kito tu indak bermakasui buruak Kito kan alah membangun rumah ditepi laut Indak usah takuik jo ombak dan gelombang Indak usah dipapanjang Anggap sajo riak kecil palamak hidangan dimeja Masih banyak yang harus kito karajokan
 
Chaidir N Latief    
 


 


Heri Tanjuang(44)
Rang Tabiang
Paris, Perancis
HP : +33627532880
Fax :+33140598958
HP Indo : 0811885627 (hanyo utk SMS)


Ne gardez plus qu'une seule adresse mail ! Copiez vos mails vers Yahoo! Mail

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Oct 11, 2007, 7:48:38 AM10/11/07
to Rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum w.w. Nanda Heri,

Tarimo kasih ateh response Nanda. Insya Allah pak Chaidir jo ambo akan taruih mamikiakan dan mambantu kampuang halaman kito nan tacinto tu, sapanjang masih ado kamampuan kami baduo.

Kami tantu maarokkan sacapek mungkin muncullah nan mudo-mudo manggantikan kami nan alah tuo ko.

Salamaik Hari Rayo Idul Fitrie. Sumago Allah swt manarimo amal ibadat kito sadonyo. Mohon maaf lahir jo bathin.

Wassalam,
Saafroedin Bahar (70+2+1)


Tanjuang Heri <rangta...@yahoo.fr> wrote:
Pak Saaf, Pak Chaidir jo pecinta MAPPAS  MPKAS sadonyo,
 
Sadiah hati ambo mambaco apo nan ditulis Pak Saaf. Tapi ambo yakin, Pak Saaf jo Pencinta, Pendiri, penggagas MPKAS MAPPAS lainnyo ndak akan mundur dari milist ko demi pariwisata Minang jo kesejahteraan rakyat badarai nan kito harok an bisa mencicipi hasil pariwasata tu. tantunyo nan positif. Kehadiran Pak Saaf jo Pak Chaidir jo sanak, mamak lainnyo di milist ko di sampiang nan mudo mudo lainnyo, walaupun dapek hujatan gratis, ambo raso masih sangaik sangaik diparalukan.
 
Walaupun masih ado nan bapandapek bahwa pariwisata = penghasil maksiat, kito bausaho maminimalisir sisi negatif ko jo sosialisasi ka tungku tigo sajarangan, ka anak mudo dll. Indak ado kegiatan apopun nan indak mempunyai resiko. Zero risk itu indak pernah ado, tapi minimisable.
 
Sakitu se dulu dari ambo, tataplah pak Saaf jo Pak Chaidir di siko, jaan lah sampai suruik pulo.
Salamik hari rayo, minal aidin wal faidzin, maaf lahir bathin ka sanak, apak apak, mamak ka sadonyo di palanta ko.
 
Salam
Heri,44, Paris
"Dr.Saafroedin BAHAR" <saaf...@yahoo.com> a écrit :
Assalamualaikum w.w. pak Chaidir jo para sanak sa palanta,

Sabananyo ambo alah mamutuihkan untuak indak ka manjawab babarapo postings kudian-kudian  ko, nan nampaknyo ditujukan ka ambo sacaro pribadi. Ambo mancubo untuak tetap basifat sabar, apolagi karano hujatan nan sabana kasa itu tu diluncuakan dalam bulan puaso dimano iman kito dicubo. Iyo agak susah juo ambo manahan diri, karano nan kanai iyo tulang kariang ambo bana.

Namun, sasudah Nanda Nofrins dan Nanda Nuraini turun ka galanggang, ditambah dek pak Chaidir kini, ambo raso ambo indak patuik lai kalau ambo indak turun pulo. Kato haruih dijawab, gayuang haruih disambuik.

Ambo memang sabana heran taradok apo motif pribadi duo urang sanak nan maluncuakan hujatan pribadi tu, HS dan AN, apolagi baliau-baliau tu raso-rasonyo ado bapandidikan tinggi. Sabagai urang Minang mestinyo tahu juo jo budi jo taratik. Surang terpelajar lazimnyo, satahu ambo, mangenal etika dalam mangecek, manulih, jo baperilaku. Ambo indak kabaratan dihujat sarupo tu --misalnyo -- kalau nan mambae ambo sarupo tu, maaf,  adolah pareman balai.

Saketek penjelasan. Ambo manyadiokan diri sato bagalimang dalam MPKAS dan MAPPAS ko karano mancaliak dedikasi nan bukan main dari senior ambo sajak di UGM sampai di LKAAM Sumbar, pak Chaidir Nien Latief SH MSI Datuk Bandaro, 79 tahun. Ambo ikuik  maraso batangguang jawab sacaro moril mandukuang mimpi baliau untuak maiduikkan kereta api di Sumbar, karano baa juo ambo ko kan keluarga kereta api. Ayah jo anduang ambo kondektur, tukang rem dan kapalo dipo kereta api. Ambo sato mambantuak MAPPAS karano ambo dapek manarimo alasan Dinda Ajoduta dan Nanda Nofrions tantang pentingnyo pariwisata untuak mamajukan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat.


Dalam bateh-bateh kewenangan ambo dahulu sabagai komisioner Komnas HAM, ambo fasilitasilah rangkaian pertemuan di ruang sidang pleno Komnas HAM tu. Rasonyo banyak saketeknyo ado juo manfaatnyo sumbangan ketek ambo tu, kalau ambo indak salah.

Hanyo memang, salamo ambo 40 tahun ambo 'baminang-minang' bak kato pak Fasli Jalal, cukuik banyak ambo basuo jo sanak kito nan labiah banyak otanyo dari karajonyo. Labiah-labiah lai indak kurang banyaknyo nan labiah banyak kritiknyo daripado sumbangannyo, sahinggo dima inyo ado gata-gata urang sakaliliang dibueknyo. Kadipangaan lai.

Sapanjang pak Chaidir masih amuah batahan di MPKAS dan MAPPAS, ambo usahokan batahan mambantu baliau nan ambo hormati ko. Saparati juo nan dibisiakkan pak Chaidir ka Nanda Nofrions, saluruah anak-anak ambo sabananyoj uo alah lamo  maminta ambo labiah banyak baistirahat karano umua ambo kan  alah kapalo tujuah. Hanyo kadipangaan juo hati ko nan indak 'mentolo' kato urang Jawa mampabiakan kaadaan kampuang kito saroman tu, pado hal ambo ado saketek pangatahuan, saketek pengalaman, jo saketek koneksi, nan bisa ambo abdikan untuak kamaslahatan urang awak di Ranah.

Achirul kalam, tarimo kasih Nanda Nofrins, Nanda Nuraini, dan pak Chaidir. Taradok hujatan kasa dari sanak nan baduo tu ambo sarahkan sajo ka palanta RN jo kapado Allah swt untuak manilainyo. Taradok sagalo kakurangan diri ambo di MPKAS dan MAPPAS, ambo mintak dipabanyak maaf. Hanyo sampai disinan kamampuan ambo.

Sakali lai, Selamat Hari Rayo Idul Fitrie. Mohon Maaf Lahir dan Bathin.

Wassalam,
Saafroedin Bahar (70+2+1).


chaidir latief <chaidir...@yahoo.com> wrote:
Bu Nuraini dan para dunsanak
 
Ambo kan lebih tuo dari ibu dalam arti baa ba organisasi menghadapi urang Minang. Ambo pun sering dipertanyakan istri ambo Ka Padang ongkos surang Manga juo lai.
Ado nasehat alm pak Hugeng nan barangkali baik bagi para dunsanak Kok lah pensiun urang biaso kebingungan. Banyak nan tibo tibo takalapuak tibo tibo karano " post power syndrome " atau " indak tau a nan kadipabuek " Sebagai seniman beliau melihat masa tua lebih kepada " how to kill the time "  dan " merasa hidup masih bermanfaat". Kalau how to kill the time dikaitkan dengan sesuatu yang bermanfaat, kita menjadi asyik  Apo lagi dikaitkan pulo "ptitih atau harato indak akan dibao mati"  Kan lebih baik digunokan untuk yang mengasyikkan dan bermanfaat. Iko nan paralu direnungkan nan mudo mudo dan membuat pandangan ini as a habit  
Sewaktu mendirikan MAPPAS kita semua YAKIN ( ambo kan pendiri juo bu )  memajukan pariwisata suatu yang SANGAT BERMANFAAT Untuak apolah kito persoalkan pangkat jabatan dll kalau prinsip kito lillahi ta'ala
Alah ka sipaik di urang awak bu. Sadonya DIPERTANYAKAN dan DIPERMASALAHKAN Tapi tibo dikarajo dan turun DANA " mbek cah " Tapi kalau lah lancar lain pulo caritonyo
Sudahlah bu Ambo yakin bana adiak adiak kito tu indak bermakasui buruak Kito kan alah membangun rumah ditepi laut Indak usah takuik jo ombak dan gelombang Indak usah dipapanjang Anggap sajo riak kecil palamak hidangan dimeja Masih banyak yang harus kito karajokan
 
Chaidir N Latief    
 


 


Heri Tanjuang(44)
Rang Tabiang
Paris, Perancis
HP : +33627532880
Fax :+33140598958
HP Indo : 0811885627 (hanyo utk SMS)

Ne gardez plus qu'une seule adresse mail ! Copiez vos mails vers Yahoo! Mail

chaidir latief

unread,
Oct 11, 2007, 7:47:48 PM10/11/07
to Rant...@googlegroups.com
Elthaf yang baik
Ambo sungguh iri dengan Riau Basumangai bana membangun jaringan KA di Riau Kebetulan kami dilibatkan Beberapa studi kami yang mangajajokan dengan Perusahaan asing Mereka  indak lagi hanya dalam kaitan Riau Tapi jaringan Riau ke Trans Asia . Sabanta lai hunungan Kuala Lumpur - Singapura akan dapat ditempuh dalam 90 menit saja Bagaimana Gubernurnya gigih banget mengajukan ke Pem Pusat segera dibangunya jaringan KA di Riau Kini kalau indak gigiah, manunggu sajo Samolah manampuang air dari langik, bara nan tatampuang November nanti ada summit di Pakanbaru
Chaidir N Larief

----- Original Message ----
From: Elthaf (elthaf) <elt...@chevron.com>
To: Rant...@googlegroups.com
Sent: Thursday, October 11, 2007 11:58:02 AM
Subject: [R@ntau-Net] Re: Info Status ttg KA Wisata Sumbar

Assalaamaulaikum wr.wb.,
Alhamdulillah, setelah berbagai pertimbangan yang mendalam akhirnya Da Nof mancogok juga di milis RN untuk menyampaikan tentang MPKAS secara konstruktif dan edukatif, malah beliau dengan berat hati mengharuskan melawan pantangan beliau yaitu untuk mengumbar amal dan jasa beliau, tapi karena karena sudah begitu hebatnya hempasan terhadap beliau, da Nof dengan sangat terpaksa harus menulis seperti di bawah.
Tatkala beliau di Pekanbaru, dengan berbagai pancingan dan sedikit memaksa saya menanyakan tentang pengorbanan beliau untuk MPKAS ini khususnya tentang semua biaya untuk ini dan apakah ada pengertian (baca: dukungan)  dari pemda Sumbar, beliau menjawab diplomatis, Ya Thaf, ini yang baru bisa kita kerjakan buat kampuang awak, mudah-mudahan ada manfaatnya bagi kampuang awak.
Berulang kali saya membaca curahan (bukan pledoi) hati da Nof di mail ini, saya print dan saya baca lagi di atas bus waktu dalam perjalanan 1/2 jam di atas bus. seperti menetes air mata ini tatkala Da Nof dengan bapak Chaidir (80 tahun) harus berdiri meminggir tatkala urang lain malendo, kita bisa bayangkan Pak Chaidir  memperjuangkan KA, beliau harus tertatih-tatih ke Padang dari Banduang, beliau malah seperti dicuekin, tapi beliau tidak patah arang dan tidak ngamuk.
Dengan adanya "sekedar menginformasikan", (pinjam istilah da Nof) da Nof ini, PERDEBATAN SUDAH USAI, SILEK LAH SALASAI, seiring dengan idul fitri, kita kembali ke fitrah, mari kita dukung usaha beliau, kalau nggak berkenan atau beda pendapat sampaiakan secara baik-baik kepada beliau atau di milis ini, kalau kurang paham, kurang mengerti atau tahunya sepotong-sepotong sebaiknya bertanya.
Rancak duduak malepok se lah di suduik, aman dunia....
Dari lubuak hati nan paliang dalam, saya sekeluarga mohon maaf lahir dan batin, semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT.
Insya Allah, ke depan kita berbimbingan tangan dan saliang mengikat ikhuwah islamiyah, ukhuwah imaniyah dan makin menjalin silaturrahim yang kuat.
Terimakasih,
Wassalam,
Elthaf, 47 Th. Pekanbaru

From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Yulnofrins Napilus
Sent: Wednesday, October 10, 2007 12:35 PM
To: Rant...@googlegroups.com
Cc: Asita Sumbar
Subject: [R@ntau-Net] Info Status ttg KA Wisata Sumbar

Assalamualaikum ww
 
Dunsanak kasadonyo,
 
Sekedar menginformasikan kembali agar tidak misperception ttg KA di Sumbar. Terutama yang "kemungkinan" tidak mengikuti perkembangannya di milis ini dan bbrp milis lain ttg isu KA ini. Setidaknya utk me-refresh kembali perhatian kita thd Mak Itam ini. Apalagi sekarang ada "dorongan" dari ASITA Sumbar yang sangat berharap thd hidupnya kembali KA kita ini. Maaf agak sedikit panjang. Kalau anda peduli dg Sumbar silahkan dibaca. Kalau tidak ya skip aja.
 
Sejak MPKAS terbentuk 6 Sep. 2007 lalu, misi utama organisasi sosial dan non-profit bagi pemeduli KA & Pariwisata yg gak punya AD/ART ini, tahap awalnya adalah untuk mencoba membantu membangkitkan perhatian semua pihak ke KA. Sayang sekali aset triliunan tsb "tidur" begitu saja. Apapun lah alasan sebelumnya...
 
Agar tidak membutuhkan investasi yang sangat besar, saran dan kesepakatan kita waktu itu adalah untuk menjalankan KA Wisata dulu dg rute Padang - Padang Panjang. Dan... mulai dulu dg SEKALI SEMINGGU...! Bertahaplah sembari baca pasar... Selanjutnya hingga Singkarak, Solok dan akhirnya sampai Sawahlunto. KA Wisata yang sudah jalan sekali seminggu Padang - Pariaman, tetap diteruskan. Marketnya sudah bagus untuk yg ini.
 
Dalam waktu 3 bulan ternyata kita bisa merubah kebijakan Pemda Sumbar dan isunya sampai ke SBY sehingga KA Wisata dijadikan salah satu unggulan pariwisata Sumbar. Awal Januari dg koordinasi oleh Gubernur Sumbar, terjadi kesepakatan dari semua Pemda/Pemko yang dilalui KA utk mendukung niat baik ini. Sekaligus utk mendukung Sumbar sebagai salah satu propinsi unggulan dari 5 propinsi unggulan pariwisata nasional di Indonesia (tahun 2008 jadi 10 propinsi). Januari 2007 tsb dikebut agar budget tsb bisa masuk ke APBD Sumbar. Dana ini diperlukan untuk mengurangi resiko thd bbrp bantalan rel yang sudah dianggap kurang layak lagi dan sudah waktunya diganti. Apalagi sempat kena gempa bbrp kali.
 
Pemda Sumbar untuk menunjukkan keseriusan mereka sampai merasa perlu mengeluarkan semacam SK Task Force yang sempat juga jadi perdebatan di milis ini. Walaupun buat saya secara pribadi, ada SK tsb atau tidak, tidak lah penting. Krn walaupun pernah dijemput mobil plat merah ke BIM krn diminta hadir rapat KA ke Padang, tetap saja uang tiket, uang Hotel, uang Sewa mobil setiap ke Sumbar tidak diganti juga oleh Pemda kok... Setelah itu, tidak diundang pun, masih tetap aja bolak balik ke Sumbar dg uang pribadi. Begitu juga bbrp anggota MPKAS lainnya, termasuk Ketumnya yang sudah berumur hampir 80 tahun masih aja memaksakan diri bolak balik ke ranah.... 
 
Ternyata dalam proses tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kita sebagai pemeduli, memang tidak bertindak sebagai operator atau pun regulator tentunya. Eksekusi bukan ditangan kita. Dan memang bukan utk itu. Sehingga tidak semua hal bisa kita kontrol begitu saja. Namun begitu, 8 April 2007 sudah diagendakan peresmian KA Wisata ini oleh Pak JK. Tapi malang tak dapek ditulak, untuang tak dapek diraiah, Sumbar tertimpa bencana gempa besar Maret 2007. Rel KA pun juga mengalami dampak di bbrp tempat. Sehingga peresmian tsb tentunya harus kita batalkan.
 
Pada awal Februari 2007 terjadi pergantian Kepala Divisi Regional II KAI Sumbar. Kadiv yang baru ini, dengan "kaca mata kuda"nya, main hajar bleh aja... Beliau langsung koordinasi dg Pemda Sumbar TANPA melibatkan MPKAS yang sebelumnya TELAH MEMBANGUNKAN KEMBALI" KA di Sumbar. Hasilnya ya Si Binuang yang skrg lagi "kebinuangan" eeh kebinguangan... Di kota-kota besar umumnya, mass transportation kalau pagi selalu menuju masuk ke pusat kota, tetapi Si Binuang justru dari dalam kota menuju keluar kota. Entah apa dasar pertimbangannya. Belum ada proses Awareness dan publikasi thd masyarakat, sudah langsung di launching begitu saja. Promosinya pun baru dilakukan setelah launching. Itu pun hanya bbrp hari saja. Yang kita khawatirkan, image thd KA bisa "hancur" lagi thd KA. Membangun image kembali akan jauh lebih susah dibanding menjaganya... Oleh sebab itu, kita dari MPKAS pernah menyampaikan agar KA Sibinuang tsb dipertimbangkan lagi operasionalnya...! Mulai dululah sekali seminggu ke Padang Panjang, melewati the Amazing View di Lembah Anai...
 
Kenapa MPKAS membiarkan seperti itu...? Mestinya harus memainkan peran sbg kontroler? Sebetulnya tidak kita biarkan. Bahan-bahan presentasi dinda Kurnia yang sangat impresif tsb juga sudah sampai ke Kadiv. Tetapi dalam hidup dan kehidupan ini, selalu saja ada orang yang mencoba memberi kejutan-kejutan... Apapun lah alasannya... Sayangnya kejutan yang ini tampaknya kurang berhasil.
 
MPKAS masih selalu melakukan lobby kiri kanan. Tetapi tentunya tidak setiap saat bisa kita lakukan. Krn "asap dapur" kita bukan datang dari aktifitas MPKAS. Apalagi kita semua juga manusia biasa yang juga punya berbagai keterbatasan dan kemampuan, baik waktu maupun materi. Sampai-sampai Bendahara MPKAS ngomel-ngomel: "Lah, trus apo karajo ambo...? Indak ado pitih masuak dan indak ado pulo pitih kalua nan ambo catat...? Tapi kegiatan MPKAS jalan taruih...? Baa lo ko....?". Secara berorganisasi, memang agak kurang sehat cara-cara seperti ini. Tetapi sejauh ini, memang baru sampai disitu kemampuan dan keterbatasan waktu kita yg ada di organisasi MPKAS, trus mau apa..? Kalau tidak di short cut dari niat dan dana pribadi-pribadi, akan lebih lama lagi prosesnya...!
 
Bulan Juli lalu juga hampir KA Wisata diresmikan lagi dg rencana kunjungan Pak JK ke Sumbar ketika meresmikan peletakan batu pertama pembangunan kembali Istana Pagaruyung. Saya dan Ketum MPKAS sudah sampai hadir rapat koordinasi dg protokoler di Setwapres Jl. Kebon Sirih. Juga Direktur KAI dan Kadiv KAI Sumbar lengkap. Tetapi dg bbrp alasan tertentu, akhirnya batal lagi diresmikan. Selalu saya katakan ke bbrp rekan-rekan bahwa niat baik belum tentu cukup dan pas dg dunia politik yang melibatkan berbagai kepentingan dan aspek serta dampak-dampak tertentu ke masyarakat. Jika kita dalam posisi tsb, belum tentu juga bisa "bermain" dg mudah... Maklumlah, kita penonton biasanya selalu merasa lebih pintar dari pemain...:)
 
Seperti yang terjadi bbrp minggu lalu. Kadishub Sumbar telpon saya setelah membaca Harian Singgalang dan nada seperti orang hampir menangis. Sudah berusaha berniat baik membantu KA Sumbar yang notabene bukan tanggungjawab langsung Dishub, ternyata malah dihujat melalui media massa. Beliau habis presentasi di DPRD Sumbar memperjuangkan dana perbaikan bantalan KA agar KA Wisata bisa segera terwujud. Dana yang diminta agar segera disetujui dan bisa dicairkan itupun masih 10% dari yang telah disepakati sebelumnya. Itupun dananya diserahkan ke KAI Sumbar. Bukan jadi proyek Dishub. Mungkin si wartawan JUGA tidak mengikuti sejarah perkembangan "hidup lagi" nya KA di Sumbar ini, sehingga main hajar bleh saja... Main sikat aja...
 
Disisi lain, mengembangkan organisasi yg berbau KA ini dan membuat orang tertarik bergabung, ternyata tidak mudah juga. Umumnya sudah agak keder duluan dg alasan gak ngerti ttg KA. Walaupun di MPKAS yg tahu KA itu hanya 2 orang, Ketum dan salah satu koordinator wanita. Tapi ya sudahlah... Jalan sebisanya aja dulu...
 
Lobby terakhir yang kita lakukan dengan Direksi KAI yaitu terjadinya pergantian Kadiv KAI Sumbar. Bagaimana hasilnya nanti kedepan? Waktulah nanti yang bisa menentukan....
 
Skl lagi mohon maaf agak panjang. Ini bukan pledoi atau pembelaan diri. Tetapi terpaksa ini saya lakukan melihat perkembangan di milis ini yang agak kurang kondusif akhir-akhir ini. Perdebatan apapun di palanta ini, namanya aja palanta, tidak berpengaruh besar buat saya. Saya tetap akan jalan dengan niat dan sebatas kemampuan yang saya miliki.
 
Ambo tahu persis, masih banyak nan sangat potensil di palanta ini dari kita-kita. Tapi mungkin "alun satageh" kito mentalnyo. Sehingga akhirnya mereka lebih mengambil posisi pasif saja...! bak kecek urang Medan: "Untung kagak, kena hujat pula' awak nanti...!".
 
Secara pribadi, saya sangat mendukung munculnya wajah-wajah dan potensi-potensi baru untuk peduli dan melibatkan diri lebih jauh. Makanya saya ORANG PERTAMA yang mendukung inisiatif terbentuknya MAPPAS yg dilemparkan oleh Ajo Duta pertama kali di palanta ini. Saya pun sampai terpaksa berbenturan di internal MPKAS agar MAPPAS walaupun dilahirkan dari MPKAS, dan saya yang ketok palu nya utk itu, tetapi tidak dibawah MPKAS. Tetapi harus menjadi DUO...! Kito bakarajo samo ajo udah susah, apalagi kalau harus diminta menjadi bawahan yang satu dari yang lain...? Apalagi ini karajo sosial...
 
Jadi mari kita kasih kesempatan seluas-luasnya dan kita bantu mendorong mereka untuk bisa muncul dan berkiprah juga sebatas yang bisa mereka lakukan. Bahwa mereka juga punya "interest" masing-masing, as long as dalam batas-batas kewajaran, kenapa tidak? Kita tidak menggaji mereka untuk bisa MURNI hanya berbuat sosial itu saja... Para Saudagar Minang pulang ke Ranah untuk membangun kampung, tetap harus kita apresiasi dengan positif. Tidak berbisnis ke Ranah pun, mereka juga sudah hidup nyaman dg keluarganya kok di Rantau... Tetapi bahwa mereka perlu ambil untung sedikit untuk membiayai gaji para karyawannya, jelas dong... Mana bisa mereka kerja sendiri...! Walaupun, mungkin.., ado juo nan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya untuk keuntungan pribadi... kabaa juo lai...
 
Jadi, saya menghimbau, mari kita sama-sama menjaga silaturrahmi kita di palanta ini. Jangan langsung main hakim sendiri tanpa "praduga tak bersalah"...:) Walaupun kita juga tidak punya hak untuk itu...! Pertanyaan saya, kenapa kita tidak selalu memulai sesuatu dengan BERTANYA sebelum menyimpulkan...!
 
Kalau tidak ada atau kurang potensi-potensi baru yang muncul, siapa yang rugi...? Secara pribadi, kita-kita yang mungkin sudah merasa "lebih settle" hidupnya di rantau, mungkin tidak rugi. Tapi kampuang awak, anak ponakan, dunsanak, dll... lambek bana mereka bisa maju, lambek peningkatan ekonomi di ranah... Apakah kita sanggup kirim wesel terus menerus? Atau apakah kita minta mereka keluar dari Sumbar semua agar bisa hidup dan mendapatkan kesempatan spt kita? Bahwa sudah banyak juga yang hidup enak di Sumbar, iya. Tapi baru berapa persen dibanding propinsi lain...? Tapi mudah-mudahan pandapek ambo iko salah atau kurang tapek. Mohon maaf skl lagi...
 
Apapun persepsi yang muncul akhirnya dari tulisan saya diatas, itu adalah hak dunsanak kasadonyo yang tidak bisa diganggu gugat...! Tapi sekali persepsi tsb kita lempar ke public area, itu akan berdampak ke banyak pihak. Apakah dunsanak mau merespon atau tidak, itupun juga hak dunsanak semua...:) Dan hak saya juga utk tidak merespon akibat tulisan saya yang ini jika ada perdebatan stlh ini, kecuali di forum rapat MPKAS...:) Kalau memang peduli, mari kita duduk sama-sama face to face. Tidak berdebat dan menilai-nilai orang lain secara terbuka di palanta ini...
 
Mari kito renungkan dan pahami basamo kato-kato pak Chaidir N. Latief bbrp minggu lalu di rumah Bang Fahmi Idris: "Nof, ambo stlh ini mungkin tidak bisa bergerak sebebas sebelumnya lagi... Ambo baru jatuah dirumah kapatangko... Agak taganggu jalan ambo saketek. Anak-anak jo minantu indak mengizinkan ambo untuk pai bajalan acok-acok dan sorang-sorang lai do. Sudah harus ado nan mangawal taruih...". Raso katitiak aie mato ambo ditangah urang banyak mandanga penuturan Ayah ambo iko...
 
Talabiah takurang, kok ado nan talantuang kanaiak, tasingguang katurun, maaf baribu maaf, mohon ampun kajunjuangan Allah swt. Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir batin. Terima kasih.
 
Wassalam,
Nofrins/47

 




Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search that gives answers, not web links.

Elthaf (elthaf)

unread,
Oct 11, 2007, 8:01:54 PM10/11/07
to Rant...@googlegroups.com
Pak Chaidir, sairiang jo APBD nyo Riau sarato Kabupaten/ kota di Riau nan begitu besar, nampaknyo pemerintah Prov, Kabupaten kota di Riau manggesa adonyo KA di Riau, ambo tahunyo juo baco di koran sajo nyo pak.
Wassalam,
Elthaf


From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of chaidir latief
Sent: Friday, October 12, 2007 6:48 AM
To: Rant...@googlegroups.com

Subject: [R@ntau-Net] Re: Info Status ttg KA Wisata Sumbar

Hayatun Nismah Rumzy

unread,
Oct 13, 2007, 3:56:40 PM10/13/07
to Rant...@googlegroups.com
Assalamu Alaikum W. W.
Lamo ambo tamanuang iyo sabana ibo ati mambaco email nan di RN nan manuruik ambo iyo agak kurang pantas sasuai dengan tata krama awak urang Minang.  Ambo baco sakali lai email tu yo makin yakin ambo bahaso didalam bulan puaso ko iyo banyak iblis nan berkeliaran yang menggoda kita untuk marah. Bundo juo manahan hati untuak indak manulih dibulan puaso mako kini lah salasai puaso ambo ingin sato sakaki.
Ambo baco Adaik Minang di Cimbuak :
Adat Minang mengatur dengan jelas tata kesopanan dalam pergaulan. Kita tinggal mengamalkannya. Pepatah menyebutkan sebagai berikut:
Nan tuo dihormati  (Yang tua dihormati)
Nan ketek disayangi  (Yang kecil disayangi)
Samo gadang bawo bakawan  (Sama besar bawa berkawan)
Ibu jo bapak diutamakan  (Ibu dan ayah diutamakan)
 
Perasaan manusia halus dan sangat peka. Tersinggung sedikit dia akan terluka, perih dan pedih. Pergaulan yang baik, adalah pergaulan yang dapat menjaga perasaan orang lain. Kalau sampai perasaan terluka, bisa membawa bencana. Karena itu adat mengajarkan supaya kita selalu berhati-hati dalam pergaulan, baik dalam ucapan, tingkah laku maupun perbuatan jangan sampai menyinggung perasaan orang lain. Tenggang rasa salah satu sifat yang dianjurkan adat.
 
Pepatah memperingatkan sebagai berikut :
Bajalan paliharo kaki  (Berjalan pelihara kaki)
Bakato paliharo lidah  (Berkata pelihara lidah)
Kaki tataruang inai padahannyo (Kaki tertarung inai imbuhannya)
Lidah tataruang ameh padahannyo  (Lidah tertarung emas imbuhannya)
Bajalan salngkah madok suruik  (Berjalan selangkah, lihat kebelakang)
Kato sapatah dipikia an ( Kata sepatah dipikirkan)
Nan elok dek awak katuju dek urang
Lamak dek awak lamak dek urang
Sakik dek awak sakik dek urang
artinya :
Yang baik menurut kita, harus juga disukai orang lain
Yang enak menurut kita, harus juga enak menurut orang
Kalau sakit bagi kita, sakit pula bagi orang


 
 
Sebenarnya email ini dikirim ke RantauNet juga sudah salah. Email ini sebenarnya harus dikirim ke milist MAPPAS.
Sebaiknya begitu karena dari dulu kita mempertahankan RantauNet ini bebas dari hujat menghujat. Mungkin barangkali karena generation gap agak susah ambo untuak manarimo urang tuo2 diperlakukan sarupo urang samo gadang. Itulah ambo mausul kok indak bisa manahan hati adokan biliak rang muo kan bisa disinan bakuhampeh. Pakai japri yo rancak pulo indak sarupo jo Mailing List lain yang hujat menghujat.
Ambo juga (sebagaimana da Elthaf ketahui) masih sangat erat berhubungan dengan kawan-kawan SMA1, ambo pun masih ditarimo dan diundang babuko basamo di Istana Presiden, Istana Wapres, Pasar Inpres Senen, Tanah Abang sampai ka rumah da Rainal Rais di Pejaten Barat!.
Laoi moh nanda kalua masuak istana bagai tapi mambaco email ananda ambo sabano takajuik nampaknyo persoalan ko persoalan pribadi nan tak usah diketahui oleh 1000 urang member RN.
Bagi Kawan-kawan sadonyo, saat ini saya sudah GERAH dengan kawan kawan nan suko manembak di ateh kudo. Ambo indak ka mancari musuah, tapi ambo raso alah mulai nampak keinginan untuak MANEMBAK DI ATEH KUDO, KUDOnyo punyo URANG, sudah tu KUDOnyo DIBUNUAH.
Antah lah antah…….kalau lai nan manembak diateh kudo, pabilo kudo panek diagiah makan, urangnyo diagiah pitih, alah mungkin sarupo sarugo dunia Minang ko.
Ambo hanya ingin sampaikan: kembalilah kepada NIAT TULUS membangun kampung halaman. Kalau diantara kita ada yang hanya sanggup berdoa, berdoa saja juga cukup. Kalau ada yang sanggup berbuat, berbuatlah sesuai kemampuan. Jangan yang hanya sanggup berdoa, IKUT IKUT an pula mancikarau-i kawan-kawan nan sadang panek. Bagi nan maraso gaek, alah tu. Ijan di paso an bana. Bagi nan maraso mudo, alah tu, ijan cimeeh sajo… kok di ago, lai ta karajo kan ?????
Iko iyo bana tasingguang urang gaek sarupo bundo nan masih ingin berkiprah untuk mamajukan nagarinyo.Dimano ado hak manyuruah urang baranti?  Sejarah RN ini makanya sampai berumur 14 tahun lebih ini karena saling menjaga dan menghormati
Mohon maaf, ambo indakbiaso lempar batu sembunyi tangan. Lempar isu habis itu diam-diam. Mari lah kita selesaikan secara terbuka. Jangan hanya dipendam dan dibawa bergunjing berduaan
Nanda indak lempar batu saembunyi tangan do ananda tembak lansuang walaupun nan ditembak indak bundo dek karano masuak rang tuo yo kanai lansuang pulo.
Dipepatah Inggris ada:
Treat me like a father I will be a father, treat me like a king I will be a king, treat me like a lady I will be a lady but If you treat me like a dog I WILL BITE YOU
Sekianlah Wassalam
Hayatun Nismah Rumzy (nearly 69)
 


Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows.

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Oct 13, 2007, 4:38:17 PM10/13/07
to Rant...@googlegroups.com
Waalaikumsalam w.w. Bundo,

Tarimo kasih ateh komentar Bundo, nan marupokan sitawa jo sidingin tu. Agak taubek juo hati ambo saketek.

Ambo sangat maharagoi peran RN ko, sabagai forum basamo dima kito-kito nan di Rantau ko, baiak tuo maupun mudo,  bisa babagi info, karisauan, jo gagasan. Manuruik panglihatan ambo kalau dipakai sacaro elok, banyak manfaatnyo dalam manyalasaikan masalah-masalah kito basamo. Takana juo dek ambo, sabagai misal, baa kito pelan-pelan sapakaik untuk manggunokan software 'Family Tree Maker' untuak mambantu mambuek ranji untuak mancatat garih katurunan matrilineal adat Minangkabau sakaligus untuak mandukuang panyusunan sisilah manuruik nasab patrilineal Islami. Ambo raso iko tarobosan historis nan kito bangun basamo-samo, sacaro santun. Bukan main indahnyo.

Kalaupun kito alun bisa sapakaik tantang suatu hal, sarupo masalah 'ABS SBK', paliang indak wawasan kito dipakayo dek pamahaman kito taradok pandangan para dunsanak kiti nan lain. Dima kito indak atau alun basapakai, kito pakai sajo ajaran 'fastabiqul khairaat', balomba-lomba kito mancari kabaikan, sarupo nan diajakan dek agami kito, Islam.

Insya Allah ambo indak kabaganyi doh. Ambo akan tatap satia mengikuti wacana di RN, dan sasakali akmbo akan turun juo ka 'galanggang' untuak kamajuan Ranah nan kito cintoi. Kini ko ambo sadang sumangaik-sumangaiknyo mandorong program 'homestay atau 'pondok wisata', nan ambo 'posting' sabalun iko. Silakan Bundo caliak.

Taradok apo nan tajadi alah lalu, alah ambo maafkan. Ambo bukan tipe urang pandandam, bukan sajo karano mandandam tu dilarang dek agamo kito, tapi juo dek karano mamandan dandam itu marusak diri kito surang. Sasudah ko kito bukak halaman baru, sasuai jo inti hakikat Idul Fitrie.

Salamaik Hari Rayo untuak Bundo jo pak Rumzi. Maaf Lahia jo Batin.

Wassalam,
Saafroedin Bahar (70+2+4)

chaidir latief

unread,
Oct 13, 2007, 10:24:27 PM10/13/07
to Rant...@googlegroups.com
para dunsanak sapalanta
Kok bulieh ambo mausul topik ko kito sudahi sajo sampai disiko Ada karajo atau tantangan  nan gadang sedang kito hadapi
Lai akan ado hasilnyo atau manfaatnyo SSM07 ko
Berikut manyusul PB 2008
Lai indak do OTA jo RUOK sajo Iko malibatkan pembesar pembesar kito. Urang maju juo kita sibuk badebat dan mangomel juo
Akan lebih bemanfaat ado SARAN dan PIKIRAN dihari saketek nan tingga menjelang SSM 07 dan PB 2008
Chaidir N Latief  

----- Original Message ----
From: Hayatun Nismah Rumzy <hni...@yahoo.com>
To: Rant...@googlegroups.com
Sent: Sunday, October 14, 2007 2:56:40 AM
Subject: [R@ntau-Net] Re: Kesalahan berulang. Was: Re: ASITA SUMBAR

ASLIM NURHASAN

unread,
Oct 13, 2007, 11:37:40 PM10/13/07
to map...@yahoogroups.com, Rant...@googlegroups.com

AWW Ayah Saaf dan Sanak Sapalanta.....


Niaik pribadi ambo indak lain indak bukan adolah untuak ikuik pulo mamajukan kePARIWISATAan MIANGKABAU (Sumatera Barat) sebagai salah satu upaya untuk Meningkatkan Kesejahteraan Anak Nagari memalalui aset yang dikaruniakan ALLAH SWT.


Untuak itulah ambo "BATANYO" dalam topik nanko dan menginginkan "keIKHLASan", sarupo duo postingan ambo tantang topikko:


[OCT 9,2007; 2:12PM]

hadi nan biaso "malosoh" bak kato kami sajak 2006 di tsm dulu.....

kini tasama bana nampaknyo.....

ambo agak binguang....

karano mungkin indak tau duduak persoalan awal atau pangalaman nan sudah

apo sabanyo inti masalah

tasama di bulan syaum ko sabanyo pasti bisa pulo bapahalo....

asal................?



[0CT 9,2007; 5:45PM]

ambo sapakaik jo hadi.....
kato kuncinyo ambo raso adolah IKHLAS.
KUTIKO ado nan diandokkan dalam sebuah komunitas sosial sarupo MAPPAS,
tantu keIKHLASan alah lenyap
dan sarancaknyo urang nan bantuaktu diLENYAPkan,labiah rancak kalau maLENYAPkan diri


Aslim Nurhasan /0811103234

Hayatun Nismah Rumzy

unread,
Oct 14, 2007, 3:07:00 AM10/14/07
to Rant...@googlegroups.com
Assalamu Alaikum W. W.
Ambo baru mambukak suaro dek karano salamoko ambo puaso. Tibo2 ado sajo  manyuruah ambo diam tutuik muluik. Ba mako sarupo itu disiko kini suko marandahkan urang manganggap urang OTA jo RUOK sajo. Apo indak buliah bukak suaro? Ambo indak nio bukak suaro di MAPPAS doh karano ambo tahu diri tapi salamoko di RN awak tu hormat menghormati tidak seolah0olah berkata: DIAM JANGAN BICARA.
Mohon maaf urang tuo iyo paibo ati.  Kok nak nio mamajukan kampuang awak surang2 bakiprah dibidang masing2 dan saling menghargai. Ambo iyo indak aktif di MAPPAS dan MPKAS doh tapi ambo salamoko mangikuti dan mengsupport dengan apo nan ado dek ambo. Ambo tahu para saudagar2 iyo karapek kabakumpua tapi jan sado urang mahampia ka RN ditagahkan,
Salam ambo
Hayatun Nismah Rumzy

chaidir latief <chaidir...@yahoo.com> wrote:
para dunsanak sapalanta
Kok bulieh ambo mausul topik ko kito sudahi sajo sampai disiko Ada karajo atau tantangan  nan gadang sedang kito hadapi
Lai akan ado hasilnyo atau manfaatnyo SSM07 ko
Berikut manyusul PB 2008
Lai indak do OTA jo RUOK sajo Iko malibatkan pembesar pembesar kito. Urang maju juo kita sibuk badebat dan mangomel juo
Akan lebih bemanfaat ado SARAN dan PIKIRAN dihari saketek nan tingga menjelang SSM 07 dan PB 2008
Chaidir N Latief  
 

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Oct 14, 2007, 6:37:08 AM10/14/07
to map...@yahoogroups.com, Rant...@googlegroups.com
Waalaikumsalam w.w. Nanda Aslim Nurhasan,

Sabananyo ambo maanggap masalah ko alah salasai, karano dalam 'posting' ambo sabalun iko ambo nan anjadi sasaran hujatan alah manyatokan mamaafkan. Namun karano Nanda kini maajukan partanyaan ka ambo, rasonyo wajib ambo jawab.

Saparati ambo jawab sabalun iko, ambo juo heran aponyo nan ditasamakan, dan aponyo nan ndak ikhlas.. MAPPAS ko kan kumpulan kito-kito nan sacaro sukarela -- dan tantunyo sacaro khlas karano indak ado urang nan manyuruah atau mamaso kito -- ingin manyumbang tanago, fikiran sarato wakatu untuak kamajuan nagari kito. Indak ado tampek untuak hujat mahujat dalam MAPPAS ko doh.

Jadi tantang apo inti masalahnyo nan Nanda tanyokan tantu labiah baiak Nanda tanyokan langsuang sajo ka nan tasama tu.

Wassalam,
Saafroedin Bahar



ASLIM NURHASAN <aslimn...@yahoo.com> wrote:
__._,_.___
Kita membangun MAPPAS untuk ikut menangani masalah-masalah wisata di ranah, dengan cara meminta perhatian fihak yang berwenang mengenai masalah-masalah tersebut di Sumatera Barat.

Menimba teknik DPR RI dalam membahas rancangan undang-undang, saya merasa ada baiknya kita himpun sebuah daftar yang memuat secara rinci masalah-masalah kepariwisataan ini, yang untuk sementara kita sebut
sebagai Daftar Inventarisasi Masalah Pariwisata Sumatera Barat, atau DIM-PSB. Terhadap setiap masalah yang ditemui pada setiap obyek wisata kita sampaikan saran konkrit, dan kita catat respons manajer obyek wisata tersebut.
Recent Activity
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Moderator Central
your questions about
running Y! Groups.
Yoga Groups
with members of
the yoga community.
Food Lovers
on Yahoo! Groups
find out more.
.

__,_._,___


Boardwalk for $500? In 2007? Ha!
Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at Yahoo! Games.

chaidir latief

unread,
Oct 14, 2007, 6:47:01 AM10/14/07
to Rant...@googlegroups.com
Ibu Hayatun yang baik
Terserah Ibulah mau bapanjang panjang juo Indak akan ado habis nyo Mengutip ucapan bung Karno Sagudang dipihak siko duo gudang dipihak sinan  Dan itu memang kalabihan urang  MInang Indak puas kalau indak bicaro Yang ambo katokan Kito menghadapi karajo gadang. Apo indak lebih bermanfaat saran dan pemikiran diarahkan kan yang sedang dihadapi ini . Ambo alah sms kedua adik adik nan diarah didiskusiko untuk puaso menjawab
Chaidir N Latief  


 
----- Original Message ----
From: Hayatun Nismah Rumzy <hni...@yahoo.com>
To: Rant...@googlegroups.com
Sent: Sunday, October 14, 2007 2:07:00 PM
Subject: [R@ntau-Net] Re: Kesalahan berulang. Was: Re: ASITA SUMBAR



Tonight's top picks. What will you watch tonight? Preview the hottest shows on Yahoo! TV.

cinto ranah

unread,
Oct 14, 2007, 11:24:15 AM10/14/07
to Rant...@googlegroups.com
Ass W W

Ikut terpana juga saya membaca postingan yang berseliweran beberapa hari ini.
Awalnya saya berpikir ini adalah candaan model para senior saya di rantau net, ternyata yang terjadi adalah model hujat menghujat, tuding menuding dan kemudian cuci tangan.

Mohon maaf Pak Safrudin Bahar. Saya bukan bermaksud memperpanjang masalah. Hanya rasanya sebagai orang Minang yang katanya menjunjung adat dan martabat. Rasa saling menghormati sangat perlu. Tidak hanya antara yang muda dan yang tua. Tapi semua kita harus saling menghormati. Sementara disini rasa saling hormat itu sudah tak ada lagi.


Topik kesalahan berulang ini sampai lebih dari 30 an posting saling balas membalas.
Pak Saf sampai harus menuliskan inisial nama "HS" dan "AN" (kaya penjahat di koran POS KOTA aja)
Sebagai orang yang baru saja mengikuti celoteh ala minang, saya coba telusuri dua inisial nama tersebut

Ternyata dua orang tersebut lumayan senior dan termasuk orang berpendidikan.
Bahkan satu di antaranya "katanya" adalah keturunan ningrat.

Ketika saya baca postingan ke dua orang tersebut, rasanya tidak menampakkan bahwa dia adalah orang berpendidikan. Tak lebih dari sekadar tukang obat di pasar BLOK M yang bisanya cuma main gertak. Bicara nya berbusa dan berbuih, tapi isinya tak lebih dari sekadar tong kosong. Seperti kata saya dulu....
Asbun dan sotoy.

Malah kemudian ketika dibalas oleh Pak Saf, ada yang seperti sembunyi-sembunyi seperti orang tak bersalah. Maksud nya sih ingin cuci tangan, tapi malah tak lebih seperti anak kecil yang di gertak oleh pentungan hansip.

Orang yang menulis email ini
 
"kato kuncinyo ambo raso adolah IKHLAS.
KUTIKO ado nan diandokkan dalam sebuah komunitas sosial sarupo MAPPAS,
tantu keIKHLASan alah lenyap
dan sarancaknyo urang nan bantuaktu diLENYAPkan,labiah rancak kalau maLENYAPkan diri"

Kemudian ingin membersihkan diri dengan mengatakan bahwa
"Niaik pribadi ambo indak lain indak bukan adolah untuak ikuik pulo mamajukan kePARIWISATAan MIANGKABAU (Sumatera Barat) sebagai salah satu upaya untuk Meningkatkan Kesejahteraan Anak Nagari memalalui aset yang dikaruniakan ALLAH SWT."

Ini dia orang yang suka melempar tapi lebih suka sembunyi-sembunyi.

Dan si penyulut masalah kemudian dengan beraninya mengirim posting

Katanya yang penting TRUST? Trust baru ada kalau semua berlapang dada mau memposisikan diri di tempat yang inginkan. Kalau ingin ‘;dipercaya’ ya buktikan dong kalau anda layak dipercaya. Kalau mau jadi ketua, ya buktikan dong kalau anda pantas jadi ketua.
Posting seperti ini tak lebih dari rasa tak percaya diri saja.
Merasa jadi deklarator, tapi kemudian tak mau tahu, dan tak tahu harus berbuat apa. Namun kemudian ketika orang sudah ingin berlari dia merasa di tinggalkan.

Bahkan ada indikasi ingin mendongkel kursi ketua atau pengurus lain dan mengganti dengan orang yang sedang diincarnya. Entah dapat order dari mana dan berapa nilai order tersebut. Tak tahu lah kita. Biasa lah, mungkin dia termasuk golongan saudagar tembak di atas kuda.

Yang pasti, kalau melihat orang berdua ini yang katanya rasa keminangan nya sangat tinggi. Bagi saya orang ini tak lebih adalah orang minang yang tak tau diri.

Tak mengerti bagaimana menghormati dan menghargai orang
Bahkan kemudian tak punya rasa tanggungjawab terhadap apa yang sudah di katakan.

Mungkin orang ini yang sebenarnya harus melenyapkan diri dari peredaran.
(saya tak mengatakan "harus dilenyapkan")

Entah lah....
Semakin banyak saja orang Minang yang tak punya nurani dan tak punya rasa dan periksa.

Mungkin tak perlu minta maaf secara terbuka.
Setidaknya sadar lah bahwa tingkat pendidikan dan tingkat intelektual mencerminkan peradaban. Kalau pendidikan nya tinggi tapi dia tak punya adab.
Artinya apa yaaa??

Sudah lah.............

Wass

Bagindo Hasnul
(masih mencintai ranah)
27+ tahun




"Dr.Saafroedin BAHAR" <saaf...@yahoo.com> wrote:

Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story.
Play Sims Stories at Yahoo! Games.

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Oct 14, 2007, 11:54:24 PM10/14/07
to Rant...@googlegroups.com
 Waalaikumsalam w.w. Nanda Bagindo Hasnul,

Seperti saya sampaikan sebelum ini, memang sebaiknya wacana ini kita hentikan, sesuai dengan ajakan sesepuh kita pak Chaidir Nien Latief. Baik momen, materi, maupun nada yang ditampilkan dalam postings sebelum ini rasanya benar-benar kurang pas, dan kurang membantu terwujudnya niat kita semua untuk membangun kampung halaman.  Padahal jalan masih panjang. Apa yang sudah diupayakan baru kelihatan putiknya saja, belum ada buahnya.

Terhadap yang sudah lalu, ya sudahlah, kita akhiri dengan suasana maaf memaafkan sesuai dengan suasana Idul Fitrie. Seperti kata pepatah, walau harimau dalam hati, kambing juga yang kita keluarkan.

Semoga Allah swt selalu menunjuki kita semua jalan yang benar, jalan yang lurus, jalan yang di-ridhai-Nya. Amin.

Wassalam,
Saafroedin Bahar (70+2+5).


cinto ranah <cinto...@yahoo.com> wrote:

Be a better Globetrotter. Get better travel answers from someone who knows.

ET Hadi Saputra

unread,
Oct 16, 2007, 12:37:47 PM10/16/07
to Rant...@googlegroups.com, MAPPAS MAPPAS

Bagi saya perbuatan cuci tangan jauh lebih mulia dari perbuatan anda yang saya sebut ASBUN.

Seakan akan anda sangat kenal dengan Saafroedin Bahar. Padahal menulis nama beliau saja belum becus.

Saya ragukan sangat keterpanaan anda. Cobalah belajar mendengar, sebelum berbicara.

Ini salah satu contoh urang yang malosoh. Ambo ndak tau di Piaman malosoh tu apo namonyo. Tapi kalau tidak mengerti, jangan asal email. Anda bisa tanya saya.

Anda bisa cari tau nomer mana yang bisa dihubungi. Kalau tidak punya pulsa, silahkan sms atau miss call saja. Nanti saya yang hubungi anda kembali.

 

Maaf pak Chaidir. Nan ciek ko tapaso ambo jawab. InsyaAllah kito basuo di Padang hari Kamih.

Wasaalam,

ET Hadi Saputra Katik Sati

Di kompleks KOMPAS Ciputat.

 


From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of cinto ranah


Sent: 14 Oktober 2007 22:24
To: Rant...@googlegroups.com

Subject: [R@ntau-Net] Re: [Wisata Minang] Kesalahan berulang. Was: Re: ASITA SUMBAR

 

 

Boby Lukman

unread,
Oct 19, 2007, 7:06:23 AM10/19/07
to Rant...@googlegroups.com
MAPPAS DI PADANG (RADIO ARBES DAN RRI PADANG)
Jadi juga Seminar dan dialog serrta deklarasi MAPPAS di Padang. Buktinya, pada Kamis
tanggal 18 Oktober 2007, MAPPAS Sumbar yang diwakili oleh Ketua MAPPAS Perwakilan Sumbar Hj.Zarnifa Asmara dan Sekum Drs.Dahnil Aswad, M.Si dan saya sendiri diundang oleh RRI Padang untuk acara talk show tentang kegiatan dan program MAPPAS Perwakilan Sumbar setelah pelantikan pada 21 Oktober nanti.
Semua ini tentu tidak lepas dari kerja keras semua pihak, meski ditengah badai sekalipun.
Namun ya sudahlah, yang namanya bersama sama pasti ada yang talantuang dan sebagainya.
 
Dalam dialog di RRI tersebut saya juga sempat menyampaikan pesan Ketua Umum MAPPAS bahwa  kehadiran MAPPAS adalah karena kepedulian pada kampung halaman khususya pariwisata. dan saya serta kakanda Dahnil Aswad juga sempat mengutarakan program MAPPAS dalam waktu dekat yaitu lomba kebersihan toilet se Sumbar yang digagas oleh Ketum, Sekjend MAPPAS dan Kakanda Nofrin. Acara ini didukung oleh DEPBUDPAR melalui Dirjen Thamrin AB. Hal ini juga didengar langsung oleh Ibu Titin Soekarya yang tak lain adalah direktur promosi dalam negeri BUDPAR
Pusat.
Esok harinya (hari ini) Pak Syaf, Sekjend Mappas dan ketua MAPPAS perwakilan Sumbar juga kembali diundang oleh Radio Arbes untuk melakukan talk show tentang MAPPAS dan rencana deklarasi MAPPAS SUmbar serta pelantikannya pada Minggu yang akan datang.
Kita berharap agar seminar yang akan kita lakukan nanti akan dihadiri oleh peserta SSM.
Karena dalam pandangan saya, Pariwasata juga sebuah potensi yang dapat dijadikan sebagai lahan bisnis. Akan rugi rasanya jika potensi bisnis ini tidak dihadiri oleh para pebisnis 
 
Sekian dari saya...laporan pandangan mata namanya

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

Madahar (madahar)

unread,
Oct 19, 2007, 7:13:18 AM10/19/07
to Rant...@googlegroups.com
alhamdulillah, semoga rencana dan niat baik berjalan lancar. amiiiiiiin.
mantap juo tu sanak Sidi "Lomba WC Terbersih". mudah-mudahan nan dimuloi jo hadiah iko manjadi pamicu untuak pelaksanaan kagiatan di maso nan kadatang.
tantu nan biaso kalo lah diadoan sakali biasonyo masyarakaik akan baarok baliak diadoan nan kadatang, jadi dengan sandirinyo sakali lai walau ado iming-iming (baso kerennyo) dibalakang tantu sangaik gadang dampak positifnyo du yo.
 
 
wassalam
Batuduang Ameh (40) nan cuma bakirin do'a dari jauah.


From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Boby Lukman
Sent: Friday, October 19, 2007 6:06 PM
To: Rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] MAPPAS di Padang...

Z Chaniago

unread,
Oct 22, 2007, 12:36:11 AM10/22/07
to Rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum Ww
 
Saminggu samo si kecil di rumah..... lah sato pulo ambo manonton film kartun " Thomas and friends " tentang seluk beluk kereta api di Pulao Sodor....., sedikit banyak mambuek ambo maraso miniatur sistem kereta api itu ado di film tsb....
 
BTW....ini memang film kartun...... tetapi falsafah kereta api lebih terlihat di sini dibandingkan KRL DX jam 17.50 yang selalu telat.....itupun masih dipuji...
 
yook masyarakat KA nonton film kartun yook..... kalau sistem KA di sumatera barat bisa seperti di Pulau Sodor......hhhmmmmm

--
Z Chaniago - Palai Rinuak

Ka ganti sawah jo ladang :

Herman Jambak

unread,
Oct 24, 2007, 4:23:36 AM10/24/07
to Rant...@googlegroups.com, Milis Gebu Minang, Milis Saudagar Minang

Merujuk info di bawah ada yang agak ganjil, mudah-mudahan keganjilan saya ini hanya ada pada diri saya sendiri.

Kalau tidak salah MAPPAS didirikan bukan sebagai organisasisi pada bidang usaha/bisnis kepariwisataan tetapi sebagai partner pemda agar terciptanya pengembangan kepariwisataan di Sumbar. MAPPAS dibentuk bukan untuk menjadi Event Organizer ataupun semacam Tourism Board.

Disebutkan bahwa pd tgl. 18 Okt. lalu ketua dan sekjend. MAPPAS Sumbar diundang .........., dan mereka dilantik pada tgl. 21 Okt. => Kok belum dilantik sudah menyodor-nyodorkan diri sebagai ketua dan sekjend; dan kapan terjadinya pemilihannya serta bagaimana mekanismenya?

Kalau gak salah hasil di Sukabumi beberapa bulan lalu belum menyepakati AD/ART MAPPAS, dan terus sudah ada pengurus wilayah sumbar, piye iki lho jeng?

Sekali lagi kita bersepakat untuk kepentingan Ranah Minang, Sumbar.


 
Wass.& Bgds.,

Herman Jambak

Corp.Affairs & Services Koperasi KOKARGA

Garuda Indonesia Building 7th Fl.

Jl. Gunung Sahari Raya 52, Jakarta 10610 Indonesia

Ph. (62-21) 4262058-4262060 Fax. (62-21) 4262061

E-mail: in...@kokarga.com http://www.kokarga.com

+62811961908
Joint Us at Silaturahmi Saudagar Minang 2007 (SSM2007), Padang Oct. 19th-21st 2007
http://www.saudagarminang.com http://www.indo-beatlemaniaclub.co.nr


----- Original Message ----
From: Boby Lukman <belal...@yahoo.com>
To: Rant...@googlegroups.com
Sent: Friday, October 19, 2007 4:06:23 AM
Subject: [R@ntau-Net] MAPPAS di Padang...

MAPPAS DI PADANG (RADIO ARBES DAN RRI PADANG)
Jadi juga Seminar dan dialog serrta deklarasi MAPPAS di Padang. Buktinya, pada Kamis
tanggal 18 Oktober 2007, MAPPAS Sumbar yang diwakili oleh Ketua MAPPAS Perwakilan Sumbar Hj.Zarnifa Asmara dan Sekum Drs.Dahnil Aswad, M.Si dan saya sendiri diundang oleh RRI Padang untuk acara talk show tentang kegiatan dan program MAPPAS Perwakilan Sumbar setelah pelantikan pada 21 Oktober nanti.
Semua ini tentu tidak lepas dari kerja keras semua pihak, meski ditengah badai sekalipun.
Namun ya sudahlah, yang namanya bersama sama pasti ada yang talantuang dan sebagainya.
 
Dalam dialog di RRI tersebut saya juga sempat menyampaikan pesan Ketua Umum MAPPAS bahwa  kehadiran MAPPAS adalah karena kepedulian pada kampung halaman khususya pariwisata. dan saya serta kakanda Dahnil Aswad juga sempat mengutarakan program MAPPAS dalam waktu dekat yaitu lomba kebersihan toilet se Sumbar yang digagas oleh Ketum, Sekjend MAPPAS dan Kakanda Nofrin. Acara ini didukung oleh DEPBUDPAR melalui Dirjen Thamrin AB. Hal ini juga didengar langsung oleh Ibu Titin Soekarya yang tak lain adalah direktur promosi dalam negeri BUDPAR
Pusat.
Esok harinya (hari ini) Pak Syaf, Sekjend Mappas dan ketua MAPPAS perwakilan Sumbar juga kembali diundang oleh Radio Arbes untuk melakukan talk show tentang MAPPAS dan rencana deklarasi MAPPAS SUmbar serta pelantikannya pada Minggu yang akan datang.
Kita berharap agar seminar yang akan kita lakukan nanti akan dihadiri oleh peserta SSM.
Karena dalam pandangan saya, Pariwasata juga sebuah potensi yang dapat dijadikan sebagai lahan bisnis. Akan rugi rasanya jika potensi bisnis ini tidak dihadiri oleh para pebisnis 
 
Sekian dari saya...laporan pandangan mata namanya

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com



ET Hadi Saputra

unread,
Oct 24, 2007, 12:00:07 PM10/24/07
to Rant...@googlegroups.com, MAPPAS MAPPAS

Assalaamualaikum Wr Wb.

Sebenarnya tidak hanya itu keganjilannya. Saya sudah terlanjur janji dengan pak Chaidir Nien Latief untuk tidak memperkeruh suasana, namun kebenaran ini harus disampaikan walaupun sangat pahit rasanya. Saya bukan pengurus MAPPAS, dan sebagai wakil Sekjen MPKAS juga tidak di-izinkan memegang jabatan apapun di MAPPAS. Perlu dicatat bahwa saya sudah BERUSAHA sepenuhnya melaksanakan jalan diplomasi ke semua pihak, sebelum akhirnya menyambung email pak Herman Djambak ini. Mungkin karena sudah dijadikan kambing hitam dan dianggap sebagai pengacau, saya berusaha juga menyampaikan uneg-uneg ini. Hal-hal penting lainnya yang tidak dapat disampaikan kepada publik akan saya usahakan menyimpannya sendiri.

 

  1. Tugas MAPPAS adalah menyelenggarakan MUNAS MAPPAS ditahun 2008. Ini merupakan kesepakatan ketua pada saat saya dan Bobby Lukman pada saat berdiskusi di rumah beliau. Namun ini tidak pernah disebutkan dalam acara MAPPAS.  
  2. SK Pengangkatan MAPPAS perwakilan SUMBAR yang saat itu hanya ditandatangani oleh Ketua dan Sekjen, tanpa rapat anggota sebenarnya adalah tidak sah. Namun Ketua beralasan itu merupakan keputusan rapat. Rapat yang dimaksud dilakukan diPadang tanpa kehadiran anggota MAPPAS yang lain. Padahal saat itu apabila dibutuhkan, ada 5 orang PENDIRI MAPPAS yang sedang berada di Padang. Kalaupun beralasan rapat itu dilaksanakan di Padang, tidak melepaskan kewajiban pengurus MAPPAS untuk mengundang para anggota dan pendiri MAPPAS. Hadir atau tidak, yang jelas seharusnya pengurus telah melaksanakan kewajibannya.
  3. Ketua menyatakan terpaksa mengeluarkan SK karena beliau tidak sanggup menahan desakan Uni Djan untuk menunjuk dia sebagai ketua MAPPAS perwakilan SUMBAR.
  4. Ketua tidak melaksanakan kesepakatan yang beliau buat sendiri tentang kepengurusan MAPPAS PERSIAPAN.
  5. Acara pelantikan Pengurus MAPPAS persiapan di SSM2007 di danai oleh walikota Sawahlunto. Ini merusak independensi MAPPAS.
  6. Ketua penyelenggara acara pelantikan MAPPAS di Sumbar adalah pengurus partai politik
  7. Ketua MAPPAS perwakilan Sumbar yang ditunjuk oleh Ketua dan Sekjen adalah PENGURUS PARTAI POLITIK
  8. Kandidat MAPPAS perwakilan Sumbar sudah seringkali melakukan hal hal yang diluar kepatutan sebagai seorang kandidat ketua MAPPAS Sumbar. Salah satunya dilakukan didepan umum di cafe hotel Pangeran pada pukul 11 malam, sehari sebelum pelantikan. Kejadian disaksikan oleh para elit politik, pejabat pemda, panitia SSM, pengurus pusat Gebu Minang, dan saudagar-saudagar yang saat itu masih berada dilobby hotel Pangeran. Ketika hal ini dan beberapa hal lainnya disampaikan kepada pengurus MAPPAS pusat (jauh sebelum pelantikan MAPPAS Sumbar), mereka beranggapan bahwa saya dan beberapa teman yang lain hanyalah ingin memperkeruh suasana karena tidak setuju dengan pengangkatan oknum tersebut sebagai ketua MAPPAS Sumbar
  9. Setidaknya 4 orang Pengurus Mappas Sumbar yang dilantik menyatakan tidak mengetahui apa itu MAPPAS.  Apalagi visi dan misinya.
  10. Calon pengurus MAPPAS Sumbar Persiapan, diharuskan membeli jaket seharga 165000 rupiah untuk menghadiri acara pelantikan. Salah seorang yang sudah dibuatkan jaket dengan sulaman nama tersebut tidak dipanggil kepanggung pelantikan, denger2 karena beliau ternyata tidak sanggup membayar jaket yang sudah dibuatkan.
  11. Pada salah satu rapat yang dilaksanakan, calon ketua MAPPAS Sumbar (waktu itu) mengharuskan calon pengurus dan anggota mengumpulkan KTP dan Pasphoto. Kenapa?
  12. Pada saat itu juga, setidaknya ada 5 hadirin yang bersaksi bahwa beliau mendiskreditkan salah seorang pengurus MAPPAS Pusat dan saya pada saat acara berlangsung. Saya tanyakan langsung melalui telepon pada Sekjen, dan belaiu menjawab “tidak tahu”. Suatu jawaban yang sangat tidak bisa dimengerti. Sekjen adalah penyelenggara acara tersebut. Satu-satunya paparan pada acara terbut juga disampaikan oleh sekjen
  13. Setidaknya ada 7 orang tokoh masyarakat dan budayawan Sumbar yang menjadi pendukung utama pendirikan MAPPAS, menyatakan menolak hadir pada ada pelantikan. “Ada yang tau kenapa?”
  14. Acara dihotel pangeran seharusnya merupakan seminar dan diskusi tentang pariwisata. Yang saya saksikan hanyalah paparan investasi bidang pariwisata dari walikota Sawahlunto, Amran Nur (sponsor acara).
  15. Beberapa diantara kita sudah mengingatkan Sekjen dan Ketua tentang beberapa hal penting yang harus dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan. Namun ketua menyatakan bahwa semua akan beliau pertanggungjawabkan secara organisasi (yang BELUM memiliki aturan tentang sanksi yang bisa diberikan pada pengurus). Saya pikir biarlah ini menjadi tanggungjawab ketua pada dirinya sendiri dan pada Yang di atas.
  16. Dalam melaksanakan kegiatan, sekjen tidak pernah berdiskusi dengan anggota-anggota yang lain, setidaknya menurut asumsi saya: beliau tidak pernah membicarakan dengan Saya, Herman Djambak, Irwansyah, Johan Bachir, Chairul Alfi, Maelani Mairisa, Sulfah AE Jamin, Warni Darwis, yang kalau ditotal merupakn ½ jumlah hadirin pendiri MAPPAS.

Adalah sangat salah apabila pengurus MAPPAS berusaha menghindari pertanyaan-pertanyaan para anggota MAPPAS. Apalagi hanya karena keinginan politik dan kepentingan untuk memihak pribadi dan golongan tertentu.

Saya sangat mengharapkan tanggapan dari yang bersangkutan di forum ini. Pertanyaan saya dan pertanyaan Herman Djambak merupakan kepedulian kami sebagai bagian dari MPKAS dan RantauNet. Kami adalah pihak pihak yang berhak mendapatkan jawaban yang pantas sebagai  katalisator pembentukan MAPPAS.

Wassalam,

ET Hadi Saputra Katik Sati ’34 tahun

Sadang di nagari Singo sampai bisuak pagi.

 

 

 


Nuraini B Prapdanu

unread,
Oct 25, 2007, 2:33:06 AM10/25/07
to Rant...@googlegroups.com, MAPPAS MAPPAS, uni_...@yahoo.co.id, rie...@yahoo.com, riy...@yahoo.co.id, derizo...@plasa.com, atiek_lu...@yahoo.com, Johan Backir, dakr...@panpacific.com
 
Dunsanak kasodonyo ,
 
mohon maaf numpang lewat ....untuk melewakan ini , ambo sangat prihatin dengan issue yang beredar selama ini , mudah - mudah menjadi jelas , kalau memang punya niatan yang sama untuk ranah tacinto , ayo sama- sama kita benahi , dan kalau tidak berkenan sampaikan dalam forum resmi adakan pertemuan , minta pertanggung jawaban , kalau perlu ganti dan bubarkan kenapa tidak ? ! tidak ada istilah melenyapkan dan dilenyapkan , saya siap MUNDUR kok, silahkan kalau ada yang mau gantikan , sebelum jadi pengurus dan setelah jadi pengurus MAPPAS , saya adalah saya tetap NURAINI .
 
Insyaallah dalam waktu dekat akan kami agendakan pertemuan pengurus MAPPAS seperti biasa terbuka untuk umum , silahkan yang punya kepentingan untuk hadir , undangan seperti biasa disampaikan di milist.
 
Salam ,
SEKJEND MAPPAS
Nuraini

From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of ET Hadi Saputra
Sent: Wednesday, October 24, 2007 11:00 PM
To: Rant...@googlegroups.com; 'MAPPAS MAPPAS'

Subject: [R@ntau-Net] Re: MAPPAS di Padang...

Assalaamualaikum Wr Wb.  

Walaikum salam wr, wb.

Sebenarnya tidak hanya itu keganjilannya. ???????  Saya sudah terlanjur janji dengan pak Chaidir Nien Latief untuk tidak memperkeruh suasana, namun kebenaran ini harus disampaikan walaupun sangat pahit rasanya.  ??????  Saya bukan pengurus MAPPAS  ( INI BETUL SEKALI ) , dan sebagai wakil Sekjen MPKAS juga tidak di-izinkan memegang jabatan apapun di MAPPAS.  ( ini khan kesepakatan pada saat pembentukan MAPPAS , Da Nof tolong diperjelas ....! )   Perlu dicatat bahwa saya sudah BERUSAHA sepenuhnya melaksanakan jalan diplomasi ke semua pihak  ( diplomasi dan provokasi beda lho )  , sebelum akhirnya menyambung email pak Herman Djambak ini. Mungkin karena sudah dijadikan kambing hitam  ???? ( sebentar lagi idul adha pasti laku keras )  dan dianggap sebagai pengacau ????? , saya berusaha juga menyampaikan uneg-uneg ini. Hal-hal penting lainnya yang tidak dapat disampaikan kepada publik akan saya usahakan menyimpannya sendiri.  ?????? 

 

  1. Tugas MAPPAS adalah menyelenggarakan MUNAS MAPPAS ditahun 2008. Ini merupakan kesepakatan ketua pada saat saya dan Bobby Lukman pada saat berdiskusi di rumah beliau. Namun ini tidak pernah disebutkan dalam acara MAPPAS.    ini belum pernah dibicarakan dalam rapat pengurus dan belum masuk dalam agenda kerja MAPPAS , untuk itu tidak PERLU untuk disebutkan. hanya sebatas diskusi Pak syaaf dengan simpatisan MAPPAS dalam forum informal bertamu kermuah beliau , jadi bukan suatu kesepakatan dan keputusan yang harus dilaksanakan.
  2. SK Pengangkatan MAPPAS perwakilan SUMBAR yang saat itu hanya ditandatangani oleh Ketua dan Sekjen, tanpa rapat anggota sebenarnya adalah tidak sah. Namun Ketua beralasan itu merupakan keputusan rapat. Rapat yang dimaksud dilakukan diPadang tanpa kehadiran anggota MAPPAS yang lain. Padahal saat itu apabila dibutuhkan, ada 5 orang PENDIRI MAPPAS yang sedang berada di Padang. Kalaupun beralasan rapat itu dilaksanakan di Padang, tidak melepaskan kewajiban pengurus MAPPAS untuk mengundang para anggota dan pendiri MAPPAS. Hadir atau tidak, yang jelas seharusnya pengurus telah melaksanakan kewajibannya.  SK pengangkatan MAPPAS Perwakilan Sumbar berdasarkan Rapat anggota dilaksanakan di Jakarta tanggal 8 Juni 2007 ( notulen terlampir ) dan Surat Mandat Pembentukan Perwakilan Mappas Sumbar tertanggal 12 Juni 2007, serta pertemuan formatur yang ditunjuk di padang tanggal 18 Juni 2007, semua pertemuan selalu dengan menyebarkan undangan terbuka secara resmi baik di milist atau via sms, memang undangan tidak diedarkan ke pintu rumah - rumah dengan mambao siriah jo carano.  
  3. Ketua menyatakan terpaksa mengeluarkan SK karena beliau tidak sanggup menahan desakan Uni Djan untuk menunjuk dia sebagai ketua MAPPAS perwakilan SUMBAR.  ini tidak benar !!! , sebagai insan dewasa tentunya dapat berpikir secara jernih mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak , maaf desakan seperti apa yang dia lakukan ! , sebegitu hebatnyakah seorang Uni DJan dapat mendesak Seorang Bapak yang juga mantan Mliliter , Anda jangan mendiskreditkan Ketua.
  4. Ketua tidak melaksanakan kesepakatan yang beliau buat sendiri tentang kepengurusan MAPPAS PERSIAPAN.  saya baru denger ada istilah kepengurusan MAPPAS PERSIAPAN ????????? 
  5. Acara pelantikan Pengurus MAPPAS persiapan di SSM2007 di danai oleh walikota Sawahlunto. Ini merusak independensi MAPPAS  Sawahlunto adalah Sponsor untuk acara Seminar dan Dialog ,dimana mereka punya kepentingan Promosi untuk memaparkan keungulan dan potensi yang dimiliki Sawah lunto acara dibagi dalam dua sessi,dimana satu dan lainnya tidak ada keterkaitan sessi pertama Jam 08.00 - 10.00 adalah Seminar dan Dialog yang dibiayai oleh Sawah lunto untuk Coffe Break nya setelah itu acara Selesai , bubar dan dilanjutkan dengan acara  Pelantikan Pengurus Perwakilan Mappas Sumbar yang tanpa biaya karena tidak perlu sewa tempat lagi memanfaatkan ruangan bekas acara Seminar atas izin pihak Hotel jam 10.30 - 12.00, karena untuk menyewa ruangan dan menyediakan snack atau makan siang MAPPAS belum memiliki dana untuk menanggulanginya ! tolong dimengerti ini adalah bagaimana usaha MAPPAS bisa memafaatkan fasilitas yang tersedia tanpa mengeluarkan biaya dan ketergantungan dengan pihak manapun dan tetap memposisikan MAPPAS pada Independensinya.
  6. Ketua penyelenggara acara pelantikan MAPPAS di Sumbar adalah pengurus partai politik  tolong pisahkan antara pribadi dan organisasi  , terus kalau dia pengurus partai politik apakah tidak boleh untuk ikut partisipasi aktif dalam organisasi yang lain , maaf saya tidak tahu aturan main dalam partai politik , apakah pengurus partai politik tidak boleh jadi pengurus di organisasi lain ? , berdasarkan Anggaran dasar MAPPAS yang sudah disyahkan dalam rakernas Cimelati MAPPAS tidak ada pasal yang menyebutkan bahwa pengurus MAPPAS tidak boleh dari Pengurus Partai Politik, setahu saya cukup banyak orang pengurus partai yang juga pengurus diberbagai organisasi lain sebagai contoh Organisasi Minang yang cukup besar seperti Gebu Minang ada beberapa ketua bidangnya adalah aktivis partai politik sebagai contoh Irwan Prayitno , Patrialis Akbar dan masih banyak lagi lainnya . 
  7. Ketua MAPPAS perwakilan Sumbar yang ditunjuk oleh Ketua dan Sekjen adalah PENGURUS PARTAI POLITIK  jawabnya sama dengan point no 6  
  8. Kandidat MAPPAS perwakilan Sumbar sudah seringkali melakukan hal hal yang diluar kepatutan sebagai seorang kandidat ketua MAPPAS Sumbar. Salah satunya dilakukan didepan umum di cafe hotel Pangeran pada pukul 11 malam, sehari sebelum pelantikan. Kejadian disaksikan oleh para elit politik, pejabat pemda, panitia SSM, pengurus pusat Gebu Minang, dan saudagar-saudagar yang saat itu masih berada dilobby hotel Pangeran. Ketika hal ini dan beberapa hal lainnya disampaikan kepada pengurus MAPPAS pusat (jauh sebelum pelantikan MAPPAS Sumbar), mereka beranggapan bahwa saya dan beberapa teman yang lain hanyalah ingin memperkeruh suasana karena tidak setuju dengan pengangkatan oknum tersebut sebagai ketua MAPPAS Sumbar  sekali lagi tolong pisahkan antara pribadi dan berorganisasi  , apakah dengan menjadi pengurus MAPPAS orang jadi tidak boleh bernyanyi , berpoco - poco , bergembira ? apakah tercela hal yang dilkukan tersebut , menurut saya menyanyi dan menari malam itu , semua yang dilakukan dalam batas kewajaran dan hal yang pantas dilakukan dimuka umum , malah menghibur orang lain,  belum tentu orang lain bisa menyanyi dan menari, toh dalam suasana informal dan tidak ada keterkaitan sama sekali dengan MAPPAS.
  9. Setidaknya 4 orang Pengurus Mappas Sumbar yang dilantik menyatakan tidak mengetahui apa itu MAPPAS.  Apalagi visi dan misinya.  ini tidak benar...!!!!!!  mereka semua dalam rapat pengurus dan rapat pembentukan , masing - masing sudah mendapatkan fotocopy anggaran dasar Mappas yang memuat lengkap Deskripsi , Visi ,Misi Mappas.  
  10. Calon pengurus MAPPAS Sumbar Persiapan, diharuskan membeli jaket seharga 165000 rupiah untuk menghadiri acara pelantikan. Salah seorang yang sudah dibuatkan jaket dengan sulaman nama tersebut tidak dipanggil kepanggung pelantikan, denger2 karena beliau ternyata tidak sanggup membayar jaket yang sudah dibuatkan.  ini juga tidak benar !!!!......coba tolong dibiasakan kalau segala sesuatu berdasarkan fakta dan data jangan cuma denger - denger, kalau tidak benar akan menjadi fitnah ...mengenai seragam Jacket adalah kesepakatan dari rapat panitia yang memutuskan bahwa perlu dibuatkan seragam, untuk itu MAPPAS sudah pasti tidak ada dana dan disepakati merogoh kocek dari Saku masing - masing ,mereka ingin tampil mempesona dengan niat ba'a kok rancakno dicaliek urang ,  ini lah gaya orang rantau . ketika orang ranah menyambut dengan antusias dan ketika ada orang ranah yang berbuat , bukannya diapresiasi malah dipolitisir , dan tidak semua yang dilantik maju kemuka semua pakai seragam karena bukan keharusan dan ada juga yang maju tidak pakai seragam ( lihat foto dokumentasi pelantikan ) dan tidak ada yang tidak dipanggil kepanggung pelantikan karena tidak sanggup bayar jaket ini tidak benar !!!!, karena saya sebagai Sekjend dan Ketum yang melantik mereka dan memastikan tidak ada satupun pengurus yang terdaftar terlewat untuk dipanggil.   
  11. Pada salah satu rapat yang dilaksanakan, calon ketua MAPPAS Sumbar (waktu itu) mengharuskan calon pengurus dan anggota mengumpulkan KTP dan Pasphoto. Kenapa?  ini untuk pendataan dan kartu anggota MAPPAS  
  12. Pada saat itu juga, setidaknya ada 5 hadirin yang bersaksi bahwa beliau mendiskreditkan salah seorang pengurus MAPPAS Pusat dan saya pada saat acara berlangsung. Saya tanyakan langsung melalui telepon pada Sekjen, dan belaiu menjawab “tidak tahu”. Suatu jawaban yang sangat tidak bisa dimengerti. Sekjen adalah penyelenggara acara tersebut. Satu-satunya paparan pada acara terbut juga disampaikan oleh sekjen  sekali lagi anda tidak detail , tolong lah berdasarkan fakta dan data ,jangan hanya dengar - dengar , pada saat itu kapan ? tolong yang jelas ! kapan ? dimana ? dan apa yang dibicarakan ? , saya mengerti yang anda maksud tapi khan orang lain yang membaca tidak jelas maksudnya , gini ya biar jelas .....Dalam pertemuan Mappas Pusat dan Perwakilan Mappas Sumbar bertempat di Hotel Pangeran Tanggal 18 Agustus 2007 , saya diundang sebagai pembicara bukan sebagai penyelenggara , lagi - lagi anda salah....saya diundang untuk mempresentasikan makalah dengan topik MAPPAS sebagai Mitra Pengembangan Kepariwisataan Sumbar, siapa yang mendeskreditkan pengurus MAPPAS PUSAT? siapa yang di deskreditkan ?  lihat postingan saya tertanggal 21 agustus 2007 yang memuat lengkap notulen Rapat pertemuan acara tersebut, saya memang menerima telpon dari anda saat itu yang menanyakan " Bu , ada apa katanya nama saya disebut - sebut " ,  saya jawab " tidak tahu " karena memang tidak tahu dan saya juga tidak dengar ada yang nyebut - nyebut nama Anda dalam forum tersebut, saya malah bertanya lho apa kaitannya nyebut - nyebut nama anda , anda pengurus Mappas bukan ! ? so nggak nyambung banget !  
  13. Setidaknya ada 7 orang tokoh masyarakat dan budayawan Sumbar yang menjadi pendukung utama pendirikan MAPPAS, menyatakan menolak hadir pada ada pelantikan. “Ada yang tau kenapa?”  sekali lagi kalau kita bicara berdasarkan data dan fakta  , apakah anda yang bertugas sebagai Panitia penyelenggara yang melakukan reservasi kehadiran undangan ? sehingga Anda bisa menyebutkan ada 7 orang yang menyatakan menolak hadir , kalau cuma dengar dan katanya , tidak dapt dipertanggung jawabkan dan maaf untuk diabaikan saja  , dan jumlah 7 orang terlalu sedikit , bisa saja anda sebutkan sekian orang karena anda khan tidak ada datanya ! kalau ada mari sama - sama kita usut dan duduk bareng , cari tahu kenapa , kalau memang punya itikad baik membenahi lho .....
  14. Acara dihotel pangeran seharusnya merupakan seminar dan diskusi tentang pariwisata. Yang saya saksikan hanyalah paparan investasi bidang pariwisata dari walikota Sawahlunto, Amran Nur (sponsor acara).  coba lihat point 5  
  15. Beberapa diantara kita sudah mengingatkan Sekjen dan Ketua tentang beberapa hal penting yang harus dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan.  ( kapan , dimana, apa yang diingatkan , semua diputuskan diambil setelah melalui rapat pengurus )  Namun ketua menyatakan bahwa semua akan beliau pertanggungjawabkan secara organisasi (yang BELUM memiliki aturan tentang sanksi yang bisa diberikan pada pengurus  dalam anggaran dasar sudah jelas ). Saya pikir biarlah ini menjadi tanggungjawab ketua pada dirinya sendiri dan pada Yang di atas.
  16. Dalam melaksanakan kegiatan, sekjen tidak pernah berdiskusi dengan anggota-anggota yang lain  INI TIDAK BENAR , semua disampaikan melalui email dan di milist terbuka untuk umum dan memang saya hanya berkoordinasi pengurus saja , maaf saya tidak berkoordinasi dengan bukan pengurus , setidaknya menurut asumsi saya: beliau tidak pernah membicarakan dengan Saya  ( memang betul karena anda bukan pengurus Mappas)  , Herman Djambak  ( tim 7 )  , Irwansyah,  ( sekretaris 1 mappas pasti baca email dong )   Johan Bachir  ( ketua II baca email )  , Chairul Alfi  ( ketua 1 baca email )  , Maelani Mairisa  ???? , Sulfah AE Jamin  ??? , Warni Darwis ???? , yang kalau ditotal merupakn ½ jumlah hadirin pendiri MAPPAS  ( ide pembentukan dan pendiri MAPPAS seperti yang tercantum dalam notulen rakernas MAPPAS cimelati . adalah Rinaldo J. Azis, Yulnofrins Napilus, Dutamardin Umar, Chaidir Latief  .dalam milist rantaunet untuk menyukseskan wisata pulang basamo  . 

Adalah sangat salah apabila pengurus MAPPAS berusaha menghindari pertanyaan-pertanyaan para anggota MAPPAS.  ( kami sebagai pengurus tidak pernah menghindari pertanyaan , semua dijawab dengan jelas dan kalau ada yang kurang jelas silahkan dipertanyakan kembali ) Apalagi hanya karena keinginan politik dan kepentingan untuk memihak pribadi dan golongan tertentu. ( ini tolong dipertanggung jawabkan statemanet anda)

Dedy Yusmen

unread,
Oct 25, 2007, 4:13:26 AM10/25/07
to Rant...@googlegroups.com, MAPPAS MAPPAS, uni_...@yahoo.co.id, rie...@yahoo.com, riy...@yahoo.co.id, derizo...@plasa.com, atiek_lu...@yahoo.com, Johan Backir, dakr...@panpacific.com

Assalamualaikum wr wb

 

Apa yang telah di lewakan oleh Sanak Hadi sepertinya  sudah menerobos batas-batas manajemen organisasi yang baik dan benar.

 

Setahu Ambo nan mantahko,  Bilo ado masalah didalam organisasi tantu labiah mantap di bicarakan dilingkungan Organisasi tsb. Bahkan MAPPAS juo punyo Mailist sendiri,  dan tentu tidak semua permasalahan internal organisasi harus didebat-debat dihalaman urang, walaupun kito tahu  yang membidani MAPPAS ini banyak Sanak dari Rantaunet juo, yang Ambo tahu Sanak Hadi termasuk pula sebagai salah satu perintisnyo.  Ado Permasalahan organisasi yang diputuskan di Kepengurusan, kalau Pengurus ndak tahu ya mungkin karena nggak datang waktu rapat-rapat diadakan karena memang ada kesibukan lain. Sebagai konsekuensi kito yang ndak tibo harus terima setiap keputusan yang dibuat rapat. Dan tantu ndak sadonyo pulo nan harus diberi tahu kaanggota, jangankan itu ada keputusan-keputusan yang hanya diputuskan oleh Pimpinan Puncak Organisasi saja, hal itu adalah biasa.

 

Bila tak setuju boleh pula di debat, bila tidak adakan voting, bila sudah diputuskan walau tidak sesuai dengan pemikiran kito ya terima, kalau tak suka ya bisa ‘di tolak’ saja, tapi tentu pula kita tidak berkoar koar pula kemana-mana kecuali Pegurus telah melakukan tindakan yang melanggar Aturan Organisasi yang telah dibuat. Banyak urang yang talendo di Postingan Sanak seperti Pegiat Wisata (Pengurus MAPPAS di Sumbar), Pemerintahan Kota Sawahlunto dan tentu pegiat Utama MAPPAS Ketua Umum dan Sekjen yang sudah sah diangkat dan tentu pulo Kepengurusan MAPPAS yang lain ado nan talendo pulo tekait dengan struktur dalam organisasi

 

Jadi heran kito, patang2 di mailist dipedebatkan, urang rantau men nan sumangaik, urang di ranah cak-cak ndak tahu menno untuak acara SSM07, kini di Acara MAPPAS ko urang di ranah sumangaik, dipedebatkan juo. Kalu ado masalah intrik, interest tertentu dari sebagaian urang yang ikuik organisasi,  hal itu adalah  biasa dan wajar, asal jangan menghancurkan organisasi dan melanggar hal-hal yang disepakati bersama, dan tentu untuak memutuskan hal seperti itu perlu pengkajian yang lebih dalam dan jernih pada forum rapat pengurus dan anggota tentunya. Tidak namuah ‘baubyah-ubyah’ mendoh kicatnya kawan dari Cilacap.

 

Mantun men Sanak..

Jangan menjadi tersesat pulo kito di jalan yang benar jadinya

 

Maaf talabiah takurang

 

Tabik

De Yusmen Ekay (DYEK)

 

-----Original Message-----
From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Nuraini B Prapdanu
Sent:
Thursday, October 25, 2007 1:33 PM
To: Rant...@googlegroups.com; 'MAPPAS MAPPAS'
Cc: uni_...@yahoo.co.id; rie...@yahoo.com; riy...@yahoo.co.id; derizo...@plasa.com; atiek_lu...@yahoo.com; 'Johan Backir'; dakr...@panpacific.com
Subject: [R@ntau-Net] Re: MAPPAS di Padang...

 

 

Dunsanak kasodonyo ,

 

mohon maaf numpang lewat ....untuk melewakan ini , ambo sangat prihatin dengan issue yang beredar selama ini , mudah - mudah menjadi jelas , kalau memang punya niatan yang sama untuk ranah tacinto , ayo sama- sama kita benahi , dan kalau tidak berkenan sampaikan dalam forum resmi adakan pertemuan , minta pertanggung jawaban , kalau perlu ganti dan bubarkan kenapa tidak ? ! tidak ada istilah melenyapkan dan dilenyapkan , saya siap MUNDUR kok, silahkan kalau ada yang mau gantikan , sebelum jadi pengurus dan setelah jadi pengurus MAPPAS , saya adalah saya tetap NURAINI .

 

Insyaallah dalam waktu dekat akan kami agendakan pertemuan pengurus MAPPAS seperti biasa terbuka untuk umum , silahkan yang punya kepentingan untuk hadir , undangan seperti biasa disampaikan di milist.

 

Salam ,

SEKJEND MAPPAS

Nuraini


From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of ET Hadi Saputra
Sent: Wednesday, October 24, 2007 11:00 PM
To: Rant...@googlegroups.com; 'MAPPAS MAPPAS'
Subject: [R@ntau-Net] Re: MAPPAS di Padang...

Assalaamualaikum Wr Wb.  

Walaikum salam wr, wb.

Sebenarnya tidak hanya itu keganjilannya. ???????  Saya sudah terlanjur janji dengan pak Chaidir Nien Latief untuk tidak memperkeruh suasana, namun kebenaran ini harus disampaikan walaupun sangat pahit rasanya.  ??????  Saya bukan pengurus MAPPAS  ( INI BETUL SEKALI ) , dan sebagai wakil Sekjen MPKAS juga tidak di-izinkan memegang jabatan apapun di MAPPAS.  ( ini khan kesepakatan pada saat pembentukan MAPPAS , Da Nof tolong diperjelas ....! )   Perlu dicatat bahwa saya sudah BERUSAHA sepenuhnya melaksanakan jalan diplomasi ke semua pihak  ( diplomasi dan provokasi beda lho )  , sebelum akhirnya menyambung email pak Herman Djambak ini. Mungkin karena sudah dijadikan kambing hitam  ???? ( sebentar lagi idul adha pasti laku keras )  dan dianggap sebagai pengacau ????? , saya berusaha juga menyampaikan uneg-uneg ini. Hal-hal penting lainnya yang tidak dapat disampaikan kepada publik akan saya usahakan menyimpannya sendiri.  ?????? 

 

1.      Tugas MAPPAS adalah menyelenggarakan MUNAS MAPPAS ditahun 2008. Ini merupakan kesepakatan ketua pada saat saya dan Bobby Lukman pada saat berdiskusi di rumah beliau. Namun ini tidak pernah disebutkan dalam acara MAPPAS.    ini belum pernah dibicarakan dalam rapat pengurus dan belum masuk dalam agenda kerja MAPPAS , untuk itu tidak PERLU untuk disebutkan. hanya sebatas diskusi Pak syaaf dengan simpatisan MAPPAS dalam forum informal bertamu kermuah beliau , jadi bukan suatu kesepakatan dan keputusan yang harus dilaksanakan.

2.      SK Pengangkatan MAPPAS perwakilan SUMBAR yang saat itu hanya ditandatangani oleh Ketua dan Sekjen, tanpa rapat anggota sebenarnya adalah tidak sah. Namun Ketua beralasan itu merupakan keputusan rapat. Rapat yang dimaksud dilakukan diPadang tanpa kehadiran anggota MAPPAS yang lain. Padahal saat itu apabila dibutuhkan, ada 5 orang PENDIRI MAPPAS yang sedang berada di Padang. Kalaupun beralasan rapat itu dilaksanakan di Padang, tidak melepaskan kewajiban pengurus MAPPAS untuk mengundang para anggota dan pendiri MAPPAS. Hadir atau tidak, yang jelas seharusnya pengurus telah melaksanakan kewajibannya.  SK pengangkatan MAPPAS Perwakilan Sumbar berdasarkan Rapat anggota dilaksanakan di Jakarta tanggal 8 Juni 2007 ( notulen terlampir ) dan Surat Mandat Pembentukan Perwakilan Mappas Sumbar tertanggal 12 Juni 2007, serta pertemuan formatur yang ditunjuk di padang tanggal 18 Juni 2007, semua pertemuan selalu dengan menyebarkan undangan terbuka secara resmi baik di milist atau via sms, memang undangan tidak diedarkan ke pintu rumah - rumah dengan mambao siriah jo carano.  

3.      Ketua menyatakan terpaksa mengeluarkan SK karena beliau tidak sanggup menahan desakan Uni Djan untuk menunjuk dia sebagai ketua MAPPAS perwakilan SUMBAR.  ini tidak benar !!! , sebagai insan dewasa tentunya dapat berpikir secara jernih mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak , maaf desakan seperti apa yang dia lakukan ! , sebegitu hebatnyakah seorang Uni DJan dapat mendesak Seorang Bapak yang juga mantan Mliliter , Anda jangan mendiskreditkan Ketua.

4.      Ketua tidak melaksanakan kesepakatan yang beliau buat sendiri tentang kepengurusan MAPPAS PERSIAPAN.  saya baru denger ada istilah kepengurusan MAPPAS PERSIAPAN ????????? 

5.      Acara pelantikan Pengurus MAPPAS persiapan di SSM2007 di danai oleh walikota Sawahlunto. Ini merusak independensi MAPPAS  Sawahlunto adalah Sponsor untuk acara Seminar dan Dialog ,dimana mereka punya kepentingan Promosi untuk memaparkan keungulan dan potensi yang dimiliki Sawah lunto acara dibagi dalam dua sessi,dimana satu dan lainnya tidak ada keterkaitan sessi pertama Jam 08.00 - 10.00 adalah Seminar dan Dialog yang dibiayai oleh Sawah lunto untuk Coffe Break nya setelah itu acara Selesai , bubar dan dilanjutkan dengan acara  Pelantikan Pengurus Perwakilan Mappas Sumbar yang tanpa biaya karena tidak perlu sewa tempat lagi memanfaatkan ruangan bekas acara Seminar atas izin pihak Hotel jam 10.30 - 12.00, karena untuk menyewa ruangan dan menyediakan snack atau makan siang MAPPAS belum memiliki dana untuk menanggulanginya ! tolong dimengerti ini adalah bagaimana usaha MAPPAS bisa memafaatkan fasilitas yang tersedia tanpa mengeluarkan biaya dan ketergantungan dengan pihak manapun dan tetap memposisikan MAPPAS pada Independensinya.

6.      Ketua penyelenggara acara pelantikan MAPPAS di Sumbar adalah pengurus partai politik  tolong pisahkan antara pribadi dan organisasi  , terus kalau dia pengurus partai politik apakah tidak boleh untuk ikut partisipasi aktif dalam organisasi yang lain , maaf saya tidak tahu aturan main dalam partai politik , apakah pengurus partai politik tidak boleh jadi pengurus di organisasi lain ? , berdasarkan Anggaran dasar MAPPAS yang sudah disyahkan dalam rakernas Cimelati MAPPAS tidak ada pasal yang menyebutkan bahwa pengurus MAPPAS tidak boleh dari Pengurus Partai Politik, setahu saya cukup banyak orang pengurus partai yang juga pengurus diberbagai organisasi lain sebagai contoh Organisasi Minang yang cukup besar seperti Gebu Minang ada beberapa ketua bidangnya adalah aktivis partai politik sebagai contoh Irwan Prayitno , Patrialis Akbar dan masih banyak lagi lainnya . 

7.      Ketua MAPPAS perwakilan Sumbar yang ditunjuk oleh Ketua dan Sekjen adalah PENGURUS PARTAI POLITIK  jawabnya sama dengan point no 6  

8.      Kandidat MAPPAS perwakilan Sumbar sudah seringkali melakukan hal hal yang diluar kepatutan sebagai seorang kandidat ketua MAPPAS Sumbar. Salah satunya dilakukan didepan umum di cafe hotel Pangeran pada pukul 11 malam, sehari sebelum pelantikan. Kejadian disaksikan oleh para elit politik, pejabat pemda, panitia SSM, pengurus pusat Gebu Minang, dan saudagar-saudagar yang saat itu masih berada dilobby hotel Pangeran. Ketika hal ini dan beberapa hal lainnya disampaikan kepada pengurus MAPPAS pusat (jauh sebelum pelantikan MAPPAS Sumbar), mereka beranggapan bahwa saya dan beberapa teman yang lain hanyalah ingin memperkeruh suasana karena tidak setuju dengan pengangkatan oknum tersebut sebagai ketua MAPPAS Sumbar  sekali lagi tolong pisahkan antara pribadi dan berorganisasi  , apakah dengan menjadi pengurus MAPPAS orang jadi tidak boleh bernyanyi , berpoco - poco , bergembira ? apakah tercela hal yang dilkukan tersebut , menurut saya menyanyi dan menari malam itu , semua yang dilakukan dalam batas kewajaran dan hal yang pantas dilakukan dimuka umum , malah menghibur orang lain,  belum tentu orang lain bisa menyanyi dan menari, toh dalam suasana informal dan tidak ada keterkaitan sama sekali dengan MAPPAS.

9.      Setidaknya 4 orang Pengurus Mappas Sumbar yang dilantik menyatakan tidak mengetahui apa itu MAPPAS.  Apalagi visi dan misinya.  ini tidak benar...!!!!!!  mereka semua dalam rapat pengurus dan rapat pembentukan , masing - masing sudah mendapatkan fotocopy anggaran dasar Mappas yang memuat lengkap Deskripsi , Visi ,Misi Mappas.  

10.                        Calon pengurus MAPPAS Sumbar Persiapan, diharuskan membeli jaket seharga 165000 rupiah untuk menghadiri acara pelantikan. Salah seorang yang sudah dibuatkan jaket dengan sulaman nama tersebut tidak dipanggil kepanggung pelantikan, denger2 karena beliau ternyata tidak sanggup membayar jaket yang sudah dibuatkan.  ini juga tidak benar !!!!......coba tolong dibiasakan kalau segala sesuatu berdasarkan fakta dan data jangan cuma denger - denger, kalau tidak benar akan menjadi fitnah ...mengenai seragam Jacket adalah kesepakatan dari rapat panitia yang memutuskan bahwa perlu dibuatkan seragam, untuk itu MAPPAS sudah pasti tidak ada dana dan disepakati merogoh kocek dari Saku masing - masing ,mereka ingin tampil mempesona dengan niat ba'a kok rancakno dicaliek urang ,  ini lah gaya orang rantau . ketika orang ranah menyambut dengan antusias dan ketika ada orang ranah yang berbuat , bukannya diapresiasi malah dipolitisir , dan tidak semua yang dilantik maju kemuka semua pakai seragam karena bukan keharusan dan ada juga yang maju tidak pakai seragam ( lihat foto dokumentasi pelantikan ) dan tidak ada yang tidak dipanggil kepanggung pelantikan karena tidak sanggup bayar jaket ini tidak benar !!!!, karena saya sebagai Sekjend dan Ketum yang melantik mereka dan memastikan tidak ada satupun pengurus yang terdaftar terlewat untuk dipanggil.   

11.  Pada salah satu rapat yang dilaksanakan, calon ketua MAPPAS Sumbar (waktu itu) mengharuskan calon pengurus dan anggota mengumpulkan KTP dan Pasphoto. Kenapa?  ini untuk pendataan dan kartu anggota MAPPAS  

12.  Pada saat itu juga, setidaknya ada 5 hadirin yang bersaksi bahwa beliau mendiskreditkan salah seorang pengurus MAPPAS Pusat dan saya pada saat acara berlangsung. Saya tanyakan langsung melalui telepon pada Sekjen, dan belaiu menjawab “tidak tahu”. Suatu jawaban yang sangat tidak bisa dimengerti. Sekjen adalah penyelenggara acara tersebut. Satu-satunya paparan pada acara terbut juga disampaikan oleh sekjen  sekali lagi anda tidak detail , tolong lah berdasarkan fakta dan data ,jangan hanya dengar - dengar , pada saat itu kapan ? tolong yang jelas ! kapan ? dimana ? dan apa yang dibicarakan ? , saya mengerti yang anda maksud tapi khan orang lain yang membaca tidak jelas maksudnya , gini ya biar jelas .....Dalam pertemuan Mappas Pusat dan Perwakilan Mappas Sumbar bertempat di Hotel Pangeran Tanggal 18 Agustus 2007 , saya diundang sebagai pembicara bukan sebagai penyelenggara , lagi - lagi anda salah....saya diundang untuk mempresentasikan makalah dengan topik MAPPAS sebagai Mitra Pengembangan Kepariwisataan Sumbar, siapa yang mendeskreditkan pengurus MAPPAS PUSAT? siapa yang di deskreditkan ?  lihat postingan saya tertanggal 21 agustus 2007 yang memuat lengkap notulen Rapat pertemuan acara tersebut, saya memang menerima telpon dari anda saat itu yang menanyakan " Bu , ada apa katanya nama saya disebut - sebut " ,  saya jawab " tidak tahu " karena memang tidak tahu dan saya juga tidak dengar ada yang nyebut - nyebut nama Anda dalam forum tersebut, saya malah bertanya lho apa kaitannya nyebut - nyebut nama anda , anda pengurus Mappas bukan ! ? so nggak nyambung banget !  

13.  Setidaknya ada 7 orang tokoh masyarakat dan budayawan Sumbar yang menjadi pendukung utama pendirikan MAPPAS, menyatakan menolak hadir pada ada pelantikan. “Ada yang tau kenapa?”  sekali lagi kalau kita bicara berdasarkan data dan fakta  , apakah anda yang bertugas sebagai Panitia penyelenggara yang melakukan reservasi kehadiran undangan ? sehingga Anda bisa menyebutkan ada 7 orang yang menyatakan menolak hadir , kalau cuma dengar dan katanya , tidak dapt dipertanggung jawabkan dan maaf untuk diabaikan saja  , dan jumlah 7 orang terlalu sedikit , bisa saja anda sebutkan sekian orang karena anda khan tidak ada datanya ! kalau ada mari sama - sama kita usut dan duduk bareng , cari tahu kenapa , kalau memang punya itikad baik membenahi lho .....

14.                        Acara dihotel pangeran seharusnya merupakan seminar dan diskusi tentang pariwisata. Yang saya saksikan hanyalah paparan investasi bidang pariwisata dari walikota Sawahlunto, Amran Nur (sponsor acara).  coba lihat point 5  

15.  Beberapa diantara kita sudah mengingatkan Sekjen dan Ketua tentang beberapa hal penting yang harus dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan.  ( kapan , dimana, apa yang diingatkan , semua diputuskan diambil setelah melalui rapat pengurus )  Namun ketua menyatakan bahwa semua akan beliau pertanggungjawabkan secara organisasi (yang BELUM memiliki aturan tentang sanksi yang bisa diberikan pada pengurus  dalam anggaran dasar sudah jelas ). Saya pikir biarlah ini menjadi tanggungjawab ketua pada dirinya sendiri dan pada Yang di atas.

16.  Dalam melaksanakan kegiatan, sekjen tidak pernah berdiskusi dengan anggota-anggota yang lain  INI TIDAK BENAR , semua disampaikan melalui email dan di milist terbuka untuk umum dan memang saya hanya berkoordinasi pengurus saja , maaf saya tidak berkoordinasi dengan bukan pengurus , setidaknya menurut asumsi saya: beliau tidak pernah membicarakan dengan Saya  ( memang betul karena anda bukan pengurus Mappas)  , Herman Djambak  ( tim 7 )  , Irwansyah,  ( sekretaris 1 mappas pasti baca email dong )   Johan Bachir  ( ketua II baca email )  , Chairul Alfi  ( ketua 1 baca email )  , Maelani Mairisa  ???? , Sulfah AE Jamin  ??? , Warni Darwis ???? , yang kalau ditotal merupakn ½ jumlah hadirin pendiri MAPPAS  ( ide pembentukan dan pendiri MAPPAS seperti yang tercantum dalam notulen rakernas MAPPAS cimelati . adalah Rinaldo J. Azis, Yulnofrins Napilus, Dutamardin Umar, Chaidir Latief  .dalam milist rantaunet untuk menyukseskan wisata pulang basamo  . 

<BR

Tanjuang Heri

unread,
Oct 25, 2007, 4:18:37 AM10/25/07
to Rant...@googlegroups.com
Ibu Nuraini nan ambo hormati, jo sanak sidang palanta
 
Marilah kito samo samo bahu mambahu dalam mengembangkan niat elok ka Ranah Minang. Indak usahlah lai cemeeh, hujat, iri, dengki dan apolah namonyo lai nan basifat negatif dilewakan disiko.
 
Ambo yakin, tujuan kito ka kampuang iyo mancaliak kampuang awak makmur. Urang di kampuang sanang, awak di rantau bahagia. Kok kito kito di milist ko saliang patah mamatahan, apo nan dapek dek kito di siko? paliang sakik ati, yo ndak?
 
Kok ado bagi sebagaian sanak nan alun jaleh, kurang paham atau alun mangarati lai apo nan tajadi, labiah elok ditanyo elok elok. Ambo raso di siko, tarutamo nan mamaciek organisasi MAPPAS, MPKAS indak ado niaik dan kepentingan pribadi tapi adolah untuk Minang.
 
Pintak ambo ciek dari jauh, ka apak², Uni², Ibu², sanak² nan di organisasi Minang, jaan sampai patah arang pulo. Pikiran janiah untuk Minang , paluah nan alah dikaluaan untuk Minang, hanyo dapek diukua jo kepuasan batin, bukan digembar gemborkan.
 
Sakitu se dulu pagi ko.
 
Heri,44,Paris

Nuraini B Prapdanu <p...@mercureconvention.com> a écrit :

ET Hadi Saputra

unread,
Oct 25, 2007, 5:00:01 AM10/25/07
to Rant...@googlegroups.com, MAPPAS MAPPAS, uni_...@yahoo.co.id, rie...@yahoo.com, riy...@yahoo.co.id, derizo...@plasa.com, atiek_lu...@yahoo.com, Johan Backir, dakr...@panpacific.com

Alhamdulillah akhirnya yang berkepentingan menjawab juga.

Mappas di bentuk di Gedung KOMNAS HAM, bukan Cimelati.

Harap dicatat bahwa yang saya sampaikan semuanya memiliki bukti-bukti yang otentik. Baik berupa tertulis ataupun rekaman pembicaraan.

Pembicaraan dengan pak Saaf malam itu juga saya punya rekamannya. Mohon maaf, tapi saya tidak pernah mau mendiskreditkan diri saya sendiri hanya dengan menyebar berita bohong.

Silahkan buat rapat, saya akan hadir. Siapapun yang merasa berkepentingan, silahkan menghubungi saya.

Bu Nuarini, tolongjuga ditanggapi pertanyaan Herman Djambak. Saya bukan satu-satunya yang bertanya di forum ini.

Terimakasih dan Wassalam

ET Hadi Saputra Katik Sati

di tapi lauik Padang.  

 


From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Dedy Yusmen
Sent: 25 Oktober 2007 15:13
To: Rant...@googlegroups.com; MAPPAS MAPPAS
Cc: uni_...@yahoo.co.id; rie...@yahoo.com; riy...@yahoo.co.id; derizo...@plasa.com; atiek_lu...@yahoo.com; Johan Backir; dakr...@panpacific.com
Subject: [R@ntau-Net] Re: MAPPAS di Padang...

 

Assalamualaikum wr wb

dutamardin umar

unread,
Oct 25, 2007, 7:35:38 AM10/25/07
to Rant...@googlegroups.com, MAPPAS MAPPAS, uni_...@yahoo.co.id, rie...@yahoo.com, riy...@yahoo.co.id, derizo...@plasa.com, atiek_lu...@yahoo.com, Johan Backir, dakr...@panpacific.com
Alaikumsalam sanak ambo.,
 
Ambo mengikuti dari jauah kinerja MAPPAS dan kepengurusannya.
Saya berpendapat semua kebijakan yang telah diambil sudah baik
dan sesuai kaidah berorganisasi.
 
Untuk itu kalau ada beberapa komentar yang miring, hendaknya
jangan terlalu difikirkan. Tetaplah pada komitmen kita semula.
 
Wassalam
ajoduta

ET Hadi Saputra

unread,
Oct 25, 2007, 10:31:46 AM10/25/07
to Rant...@googlegroups.com, MAPPAS MAPPAS, uni_...@yahoo.co.id, rie...@yahoo.com, riy...@yahoo.co.id, derizo...@plasa.com, atiek_lu...@yahoo.com, Johan Backir, dakr...@panpacific.com

Assalaamualaikum Wr Wb

Baik mak Duta, Tentu saya masih ingat komitmen awal pembentukan MAPPAS (sampai-sampai saya harus berbeda pendapat dengan kawan salapiak sakatiduran, Kurnia Chalik).

Saya akan berusaha keras melakukan inkubasi permasalahan yang ada. Mudah-mudahan mengarah ke perbaikan dan legitimasi organisasi MAPPAS.

Yang jelas saya masih akan berada di ranah beberapa bulan kedepan, sehingga saya secara ketat akan mengawasi jalannya kepengurusan MAPPAS Perwakilan Sumbar.

InsyaAllah tidak akan ada yang lolos dari pengamatan saya. Sudah terlalu banyak yang dikorbankan demi independensi MAPPAS.

Wassalam Bil Maaf

ET Hadi Saputra Katik Sati

di tapi lauik Padang


From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of dutamardin umar

Subject: [R@ntau-Net] Re: MAPPAS di Padang...

 

Alaikumsalam sanak ambo.,

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Oct 25, 2007, 11:06:52 AM10/25/07
to Rant...@googlegroups.com
Waalaikumsalam w.w. Dinda Ajoduta,

Tarimo kasih banyak taradok respons Dinda. Jajaran pengurus MAPPAS di Jakarta dan di Padang sadang maambiak langkah-langkah konkrit -- walaupun ketek-ketek -- untuak manciptakan kondisi nan labiah baiak bagi perkembangan pariwisata Sumatera Barat. Fokusnyo pado duo program: 1)  lomba toilet umum barasiah dan 2)  inventarisasi rumah-rumah untuak 'homestay', kalau paralu disadiokan kredit lunak sekitar Rp 10-20 juta untuak mameloki toilet jo kamar mandi tu, rencananyo bakarajosamo jo PT Semen Padang.

Studio Radio FM dari Radio Nederland nan alah datang di Padang Panjang, salain untuk mitigasi bencana alam, juo bisa digunokan untuak kepentingan sosialisasi masalah kepariwisataan, tantunyo bakarajosamo jo MAPPAS. Akhir bulan ko akan datang teknisi dari Aceh untuk mendidik teknisi kito, dan alah dipersiapkan dek Sanak Chairul Alfi, salah satu Ketua MAPPAS Pusat, basamo jo pak Ridwan Direktur SMA Unggulan di Padang Panjang.

Sampai disiko dulu Dinda.

Wassalam,
Saafroedin Bahar

----- Original Message ----
From: dutamardin umar <doe...@yahoo.com>
To: Rant...@googlegroups.com; MAPPAS MAPPAS <map...@yahoogroups.com>
Cc: uni_...@yahoo.co.id; rie...@yahoo.com; riy...@yahoo.co.id; derizo...@plasa.com; atiek_lu...@yahoo.com; Johan Backir <johanna...@rcti.tv>; dakr...@panpacific.com
Sent: Thursday, October 25, 2007 6:35:38 PM
Subject: [R@ntau-Net] Re: MAPPAS di Padang...

Alaikumsalam sanak ambo.,
 
Ambo mengikuti dari jauah kinerja MAPPAS dan kepengurusannya.
Saya berpendapat semua kebijakan yang telah diambil sudah baik
dan sesuai kaidah berorganisasi.
 
Untuk itu kalau ada beberapa komentar yang miring, hendaknya
jangan terlalu difikirkan. Tetaplah pada komitmen kita semula.
 
Wassalam
ajoduta

Nuraini B Prapdanu <p...@mercureconvention.com> wrote:
 
Dunsanak kasodonyo ,
 
mohon maaf numpang lewat ....untuk melewakan ini , ambo sangat prihatin dengan issue yang beredar selama ini , mudah - mudah menjadi jelas , kalau memang punya niatan yang sama untuk ranah tacinto , ayo sama- sama kita benahi , dan kalau tidak berkenan sampaikan dalam forum resmi adakan pertemuan , minta pertanggung jawaban , kalau perlu ganti dan bubarkan kenapa tidak ? ! tidak ada istilah melenyapkan dan dilenyapkan , saya siap MUNDUR kok, silahkan kalau ada yang mau gantikan , sebelum jadi pengurus dan setelah jadi pengurus MAPPAS , saya adalah saya tetap NURAINI .
 
Insyaallah dalam waktu dekat akan kami agendakan pertemuan pengurus MAPPAS seperti biasa terbuka untuk umum , silahkan yang punya kepentingan untuk hadir , undangan seperti biasa disampaikan di milist.
 
Salam ,
SEKJEND MAPPAS
Nuraini
From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of ET Hadi Saputra
Sent: Wednesday, October 24, 2007 11:00 PM
To: Rant...@googlegroups.com; 'MAPPAS MAPPAS'
Subject: [R@ntau-Net] Re: MAPPAS di Padang...
Assalaamualaikum Wr Wb.  
Walaikum salam wr, wb.
Sebenarnya tidak hanya itu keganjilannya. ???????  Saya sudah terlanjur janji dengan pak Chaidir Nien Latief untuk tidak memperkeruh suasana, namun kebenaran ini harus disampaikan walaupun sangat pahit rasanya.  ??????  Saya bukan pengurus MAPPAS  ( INI BETUL SEKALI ) , dan sebagai wakil Sekjen MPKAS juga tidak di-izinkan memegang jabatan apapun di MAPPAS.  ( ini khan kesepakatan pada saat pembentukan MAPPAS , Da Nof tolong diperjelas .....! )   Perlu dicatat bahwa saya sudah BERUSAHA sepenuhnya melaksanakan jalan diplomasi ke semua pihak  ( diplomasi dan provokasi beda lho )  , sebelum akhirnya menyambung email pak Herman Djambak ini. Mungkin karena sudah dijadikan kambing hitam  ???? ( sebentar lagi idul adha pasti laku keras )  dan dianggap sebagai pengacau ????? , saya berusaha juga menyampaikan uneg-uneg ini. Hal-hal penting lainnya yang tidak dapat disampaikan kepada publik akan saya usahakan menyimpannya sendiri.  ?????? 
 
    1. Tugas MAPPAS adalah menyelenggarakan MUNAS MAPPAS ditahun 2008. Ini merupakan kesepakatan ketua pada saat saya dan Bobby Lukman pada saat berdiskusi di rumah beliau. Namun ini tidak pernah disebutkan dalam acara MAPPAS.     ini belum pernah dibicarakan dalam rapat pengurus dan belum masuk dalam agenda kerja MAPPAS , untuk itu tidak PERLU untuk disebutkan. hanya sebatas diskusi Pak syaaf dengan simpatisan MAPPAS dalam forum informal bertamu kermuah beliau , jadi bukan suatu kesepakatan dan keputusan yang harus dilaksanakan.
    1. SK Pengangkatan MAPPAS perwakilan SUMBAR yang saat itu hanya ditandatangani oleh Ketua dan Sekjen, tanpa rapat anggota sebenarnya adalah tidak sah. Namun Ketua beralasan itu merupakan keputusan rapat. Rapat yang dimaksud dilakukan diPadang tanpa kehadiran anggota MAPPAS yang lain. Padahal saat itu apabila dibutuhkan, ada 5 orang PENDIRI MAPPAS yang sedang berada di Padang . Kalaupun beralasan rapat itu dilaksanakan di Padang , tidak melepaskan kewajiban pengurus MAPPAS untuk mengundang para anggota dan pendiri MAPPAS. Hadir atau tidak, yang jelas seharusnya pengurus telah melaksanakan kewajibannya.   SK pengangkatan MAPPAS Perwakilan Sumbar berdasarkan Rapat anggota dilaksanakan di Jakarta tanggal 8 Juni 2007 ( notulen terlampir ) dan Surat Mandat Pembentukan Perwakilan Mappas Sumbar tertanggal 12 Juni 2007, serta pertemuan formatur yang ditunjuk di padang tanggal 18 Juni 2007, semua pertemuan selalu dengan menyebarkan undangan terbuka secara resmi baik di milist atau via sms, memang undangan tidak diedarkan ke pintu rumah - rumah dengan mambao siriah jo carano.  
    1. Ketua menyatakan terpaksa mengeluarkan SK karena beliau tidak sanggup menahan desakan Uni Djan untuk menunjuk dia sebagai ketua MAPPAS perwakilan SUMBAR.   ini tidak benar !!! , sebagai insan dewasa tentunya dapat berpikir secara jernih mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak , maaf desakan seperti apa yang dia lakukan ! , sebegitu hebatnyakah seorang Uni DJan dapat mendesak Seorang Bapak yang juga mantan Mliliter , Anda jangan mendiskreditkan Ketua.
    2. Ketua tidak melaksanakan kesepakatan yang beliau buat sendiri tentang kepengurusan MAPPAS PERSIAPAN.   saya baru denger ada istilah kepengurusan MAPPAS PERSIAPAN ????????? 
    3. Acara pelantikan Pengurus MAPPAS persiapan di SSM2007 di danai oleh walikota Sawahlunto. Ini merusak independensi MAPPAS  Sawahlunto adalah Sponsor untuk acara Seminar dan Dialog ,dimana mereka punya kepentingan Promosi untuk memaparkan keungulan dan potensi yang dimiliki Sawah lunto acara dibagi dalam dua sessi,dimana satu dan lainnya tidak ada keterkaitan sessi pertama Jam 08.00 - 10.00 adalah Seminar dan Dialog yang dibiayai oleh Sawah lunto untuk Coffe Break nya setelah itu acara Selesai , bubar dan dilanjutkan dengan acara  Pelantikan Pengurus Perwakilan Mappas Sumbar yang tanpa biaya karena tidak perlu sewa tempat lagi memanfaatkan ruangan bekas acara Seminar atas izin pihak Hotel jam 10.30 - 12.00, karena untuk menyewa ruangan dan menyediakan snack atau makan siang MAPPAS belum memiliki dana untuk menanggulanginya ! tolong dimengerti ini adalah bagaimana usaha MAPPAS bisa memafaatkan fasilitas yang tersedia tanpa mengeluarkan biaya dan ketergantungan dengan pihak manapun dan tetap memposisikan MAPPAS pada Independensinya.
    4. Ketua penyelenggara acara pelantikan MAPPAS di Sumbar adalah pengurus partai politik   tolong pisahkan antara pribadi dan organisasi  , terus kalau dia pengurus partai politik apakah tidak boleh untuk ikut partisipasi aktif dalam organisasi yang lain , maaf saya tidak tahu aturan main dalam partai politik , apakah pengurus partai politik tidak boleh jadi pengurus di organisasi lain ? , berdasarkan Anggaran dasar MAPPAS yang sudah disyahkan dalam rakernas Cimelati MAPPAS tidak ada pasal yang menyebutkan bahwa pengurus MAPPAS tidak boleh dari Pengurus Partai Politik, setahu saya cukup banyak orang pengurus partai yang juga pengurus diberbagai organisasi lain sebagai contoh Organisasi Minang yang cukup besar seperti Gebu Minang ada beberapa ketua bidangnya adalah aktivis partai politik sebagai contoh Irwan Prayitno , Patrialis Akbar dan masih banyak lagi lainnya . 
    5. Ketua MAPPAS perwakilan Sumbar yang ditunjuk oleh Ketua dan Sekjen adalah PENGURUS PARTAI POLITIK   jawabnya sama dengan point no 6  
    6. Kandidat MAPPAS perwakilan Sumbar sudah seringkali melakukan hal hal yang diluar kepatutan sebagai seorang kandidat ketua MAPPAS Sumbar. Salah satunya dilakukan didepan umum di cafe hotel Pangeran pada pukul 11 malam, sehari sebelum pelantikan. Kejadian disaksikan oleh para elit politik, pejabat pemda, panitia SSM, pengurus pusat Gebu Minang, dan saudagar-saudagar yang saat itu masih berada dilobby hotel Pangeran. Ketika hal ini dan beberapa hal lainnya disampaikan kepada pengurus MAPPAS pusat (jauh sebelum pelantikan MAPPAS Sumbar), mereka beranggapan bahwa saya dan beberapa teman yang lain hanyalah ingin memperkeruh suasana karena tidak setuju dengan pengangkatan oknum tersebut sebagai ketua MAPPAS Sumbar   sekali lagi tolong pisahkan antara pribadi dan berorganisasi  , apakah dengan menjadi pengurus MAPPAS orang jadi tidak boleh bernyanyi , berpoco - poco , bergembira ? apakah tercela hal yang dilkukan tersebut , menurut saya menyanyi dan menari malam itu , semua yang dilakukan dalam batas kewajaran dan hal yang pantas dilakukan dimuka umum , malah menghibur orang lain,  belum tentu orang lain bisa menyanyi dan menari, toh dalam suasana informal dan tidak ada keterkaitan sama sekali dengan MAPPAS.
    7. Setidaknya 4 orang Pengurus Mappas Sumbar yang dilantik menyatakan tidak mengetahui apa itu MAPPAS.  Apalagi visi dan misinya.   ini tidak benar...!!!!!!  mereka semua dalam rapat pengurus dan rapat pembentukan , masing - masing sudah mendapatkan fotocopy anggaran dasar Mappas yang memuat lengkap Deskripsi , Visi ,Misi Mappas.  
    8. Calon pengurus MAPPAS Sumbar Persiapan, diharuskan membeli jaket seharga 165000 rupiah untuk menghadiri acara pelantikan. Salah seorang yang sudah dibuatkan jaket dengan sulaman nama tersebut tidak dipanggil kepanggung pelantikan, denger2 karena beliau ternyata tidak sanggup membayar jaket yang sudah dibuatkan.  ini juga tidak benar !!!!......coba tolong dibiasakan kalau segala sesuatu berdasarkan fakta dan data jangan cuma denger - denger, kalau tidak benar akan menjadi fitnah ...mengenai seragam Jacket adalah kesepakatan dari rapat panitia yang memutuskan bahwa perlu dibuatkan seragam, untuk itu MAPPAS sudah pasti tidak ada dana dan disepakati merogoh kocek dari Saku masing - masing ,mereka ingin tampil mempesona dengan niat ba'a kok rancakno dicaliek urang ,  ini lah gaya orang rantau . ketika orang ranah menyambut dengan antusias dan ketika ada orang ranah yang berbuat , bukannya diapresiasi malah dipolitisir , dan tidak semua yang dilantik maju kemuka semua pakai seragam karena bukan keharusan dan ada juga yang maju tidak pakai seragam ( lihat foto dokumentasi pelantikan ) dan tidak ada yang tidak dipanggil kepanggung pelantikan karena tidak sanggup bayar jaket ini tidak benar !!!!, karena saya sebagai Sekjend dan Ketum yang melantik mereka dan memastikan tidak ada satupun pengurus yang terdaftar terlewat untuk dipanggil.   
    9. Pada salah satu rapat yang dilaksanakan, calon ketua MAPPAS Sumbar (waktu itu) mengharuskan calon pengurus dan anggota mengumpulkan KTP dan Pasphoto. Kenapa?   ini untuk pendataan dan kartu anggota MAPPAS  
    10. Pada saat itu juga, setidaknya ada 5 hadirin yang bersaksi bahwa beliau mendiskreditkan salah seorang pengurus MAPPAS Pusat dan saya pada saat acara berlangsung. Saya tanyakan langsung melalui telepon pada Sekjen, dan belaiu menjawab “tidak tahu”. Suatu jawaban yang sangat tidak bisa dimengerti. Sekjen adalah penyelenggara acara tersebut. Satu-satunya paparan pada acara terbut juga disampaikan oleh sekjen   sekali lagi anda tidak detail , tolong lah berdasarkan fakta dan data ,jangan hanya dengar - dengar , pada saat itu kapan ? tolong yang jelas ! kapan ? dimana ? dan apa yang dibicarakan ? , saya mengerti yang anda maksud tapi khan orang lain yang membaca tidak jelas maksudnya , gini ya biar jelas .....Dalam pertemuan Mappas Pusat dan Perwakilan Mappas Sumbar bertempat di Hotel Pangeran Tanggal 18 Agustus 2007 , saya diundang sebagai pembicara bukan sebagai penyelenggara , lagi - lagi anda salah....saya diundang untuk mempresentasikan makalah dengan topik MAPPAS sebagai Mitra Pengembangan Kepariwisataan Sumbar, siapa yang mendeskreditkan pengurus MAPPAS PUSAT? siapa yang di deskreditkan ?  lihat postingan saya tertanggal 21 agustus 2007 yang memuat lengkap notulen Rapat pertemuan acara tersebut, saya memang menerima telpon dari anda saat itu yang menanyakan " Bu , ada apa katanya nama saya disebut - sebut " ,  saya jawab " tidak tahu " karena memang tidak tahu dan saya juga tidak dengar ada yang nyebut - nyebut nama Anda dalam forum tersebut, saya malah bertanya lho apa kaitannya nyebut - nyebut nama anda , anda pengurus Mappas bukan ! ? so nggak nyambung banget !  
    11. Setidaknya ada 7 orang tokoh masyarakat dan budayawan Sumbar yang menjadi pendukung utama pendirikan MAPPAS, menyatakan menolak hadir pada ada pelantikan. “ Ada yang tau kenapa?”   sekali lagi kalau kita bicara berdasarkan data dan fakta  , apakah anda yang bertugas sebagai Panitia penyelenggara yang melakukan reservasi kehadiran undangan ? sehingga Anda bisa menyebutkan ada 7 orang yang menyatakan menolak hadir , kalau cuma dengar dan katanya , tidak dapt dipertanggung jawabkan dan maaf untuk diabaikan saja  , dan jumlah 7 orang terlalu sedikit , bisa saja anda sebutkan sekian orang karena anda khan tidak ada datanya ! kalau ada mari sama - sama kita usut dan duduk bareng , cari tahu kenapa , kalau memang punya itikad baik membenahi lho .....
    12. Acara dihotel pangeran seharusnya merupakan seminar dan diskusi tentang pariwisata. Yang saya saksikan hanyalah paparan investasi bidang pariwisata dari walikota Sawahlunto, Amran Nur (sponsor acara).  coba lihat point 5  
    13. Beberapa diantara kita sudah mengingatkan Sekjen dan Ketua tentang beberapa hal penting yang harus dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan.  ( kapan , dimana, apa yang diingatkan , semua diputuskan diambil setelah melalui rapat pengurus )  Namun ketua menyatakan bahwa semua akan beliau pertanggungjawabkan secara organisasi (yang BELUM memiliki aturan tentang sanksi yang bisa diberikan pada pengurus  dalam anggaran dasar sudah jelas ). Saya pikir biarlah ini menjadi tanggungjawab ketua pada dirinya sendiri dan pada Yang di atas.
    14. Dalam melaksanakan kegiatan, sekjen tidak pernah berdiskusi dengan anggota-anggota yang lain  INI TIDAK BENAR , semua disampaikan melalui email dan di milist terbuka untuk umum dan memang saya hanya berkoordinasi pengurus saja , maaf saya tidak berkoordinasi dengan bukan pengurus , setidaknya menurut asumsi saya: beliau tidak pernah membicarakan dengan Saya  ( memang betul karena anda bukan pengurus Mappas)  , Herman Djambak  ( tim 7 )  , Irwansyah,  ( sekretaris 1 mappas pasti baca email dong )   Johan Bachir  ( ketua II baca email )  , Chairul Alfi  ( ketua 1 baca email )  , Maelani Mairisa  ???? , Sulfah AE Jamin  ??? , Warni Darwis ???? , yang kalau ditotal merupakn ½ jumlah hadirin pendiri MAPPAS  ( ide pembentukan dan pendiri MAPPAS seperti yang tercantum dalam notulen rakernas MAPPAS cimelati . adalah Rinaldo J. Azis, Yulnofrins Napilus, Dutamardin Umar, Chaidir Latief  .dalam milist rantaunet untuk menyukseskan wisata pulang basamo  . 
    Adalah sangat salah apabila pengurus MAPPAS berusaha menghindari pertanyaan-pertanyaan para anggota MAPPAS.  ( kami sebagai pengurus tidak pernah menghindari pertanyaan , semua dijawab dengan jelas dan kalau ada yang kurang jelas silahkan dipertanyakan kembali ) Apalagi hanya karena keinginan politik dan kepentingan untuk memihak pribadi dan golongan tertentu. ( ini tolong dipertanggung jawabkan statemanet anda)
    Saya sangat mengharapkan tanggapan dari yang bersangkutan di forum ini. Pertanyaan saya dan pertanyaan Herman Djambak merupakan kepedulian kami sebagai bagian dari MPKAS dan RantauNet. Kami adalah pihak pihak yang berhak mendapatkan jawaban yang pantas sebagai  katalisator pembentukan MAPPAS.   
    Wassalam,
    ET Hadi Saputra Katik Sati ’34 tahun
    Sadang di nagari Singo sampai bisuak pagi.
     
     
     

    From: Rant...@googlegroups.com [mailto: Rant...@googlegroups.com ] On Behalf Of Herman Jambak

    Sent: 24 Oktober 2007 15:24
    To: Rant...@googlegroups.com
    Cc: Milis Gebu Minang; Milis Saudagar Minang
    Subject: [R@ntau-Net] Re: MAPPAS di Padang...
    Merujuk info di bawah ada yang agak ganjil, mudah-mudahan keganjilan saya ini hanya ada pada diri saya sendiri.
    Kalau tidak salah MAPPAS didirikan bukan sebagai organisasisi pada bidang usaha/bisnis kepariwisataan tetapi sebagai partner pemda agar terciptanya pengembangan kepariwisataan di Sumbar.. MAPPAS dibentuk bukan untuk menjadi Event Organizer ataupun semacam Tourism Board.

    asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang

    unread,
    Oct 25, 2007, 11:57:14 AM10/25/07
    to Rant...@googlegroups.com
    Pak Saaf  yang ambo harmati,
    kalau buliah ambo sedikit manyarankan, mungkin untuk toilet nan jo kamar mandi mungkin bisa maajak kawan-kawan arsitek di Ikatan arsitek Indonesia Sumatera Barat untuk berdiskusi, atau kawan-kawan jurusan arsitektur pada universitas yang ada dikota Padang. Sebab pada prinsipnya Kamarmandi/toilet itu tidak perlu mahal, tetapi bila ditata dengan baik akan menghasilkan sesuatu yang baik (bagus itu belum tentu identik dengan mahal begitu juga sebaliknya, murah itu belum tentu identik dengan jelek). Ini sekedar masukan dari ambo yang alaun mangarati apo-apo pak.

    Ambo berharap, seandainya dapat pinjaman lunak,
              Jangan sampai terjadi kasus betonisasi (kalau lah barumah beton berarti awak...lah sukses) dikampuang-kampuang awak pak, rumah kayu yang fleksibel terhadap goyangngu an yang diakibatkan gempa diganti jo rumah beton (bukan semua daerah di Sumatera Barat), apo nan tajadi?

    Baliak untuk lomba toilet pak,
    Mungkin akan lebih rancak dalam panjurian ddiadokan secara mendadak (jan dibiarkan mereka mandandani sebelum jurinya datang, itu akan buang2 uang, setelah acara selesai wcnya kembali seperti asal)

       Untuk homestay itu ambo satuju bana, pak.
    Usia rumah akan semakin panjang.. Ambo mulai risau pak. Rumah adaik awak kalau ndak pernah dibuka (rumah kosong) lamo2 ambruk dengan sendirinya. Sedangkan kalau yang sudah memiliki rezeki yang lumayan, rumah tuanya digusur oleh bangunan beton, ampun.......

    Maaf malenceng kamano-mano, pak. Alah rindu ambo badiskusi jo bapak.


    Salam,

    Nanang

    Sebenarnya tidak hanya itu keganjilannya. ???????  Saya sudah terlanjur janji dengan pak Chaidir Nien Latief untuk tidak memperkeruh suasana, namun kebenaran ini harus disampaikan walaupun sangat pahit rasanya.  ??????  Saya bukan pengurus MAPPAS  ( INI BETUL SEKALI ) , dan sebagai wakil Sekjen MPKAS juga tidak di-izinkan memegang jabatan apapun di MAPPAS.  ( ini khan kesepakatan pada saat pembentukan MAPPAS , Da Nof tolong diperjelas ......! )   Perlu dicatat bahwa saya sudah BERUSAHA sepenuhnya melaksanakan jalan diplomasi ke semua pihak  ( diplomasi dan provokasi beda lho )  , sebelum akhirnya menyambung email pak Herman Djambak ini. Mungkin karena sudah dijadikan kambing hitam  ???? ( sebentar lagi idul adha pasti laku keras )  dan dianggap sebagai pengacau ????? , saya berusaha juga menyampaikan uneg-uneg ini. Hal-hal penting lainnya yang tidak dapat disampaikan kepada publik akan saya usahakan menyimpannya sendiri.  ?????? 

    Dr.Saafroedin BAHAR

    unread,
    Oct 25, 2007, 4:26:15 PM10/25/07
    to Rant...@googlegroups.com, map...@yahoogroups.com
    Nanda Nanang nan juo ambo hormati,

    Tarimo kasih ateh paratian dan saran Nanda. Karano program lomba toilet barasiah dan homestay ko baru pado taraf nan paliang awal, dan paralu ado nan manangani, ambo maharokkan Nanda jo kawan-kawan arsitek di Ranah sato turun tangan, tamasuak dalam mambuek disain nan cocok untuak jenis dan bantuak rumah-rumah di nagari kito.

    Ambo satuju untuak maadokan partamuan do Nanda dan kawan-kawan arsitek. Tolong  agiah tahu dulu baliau-baliau, kalau bisa siapkan macam-macam model, baiak panyamparonoan nan alah ado maupun nan dibuek baru, disaratoi jo pakiraan biayanyo sakalian.

    hanifah daman

    unread,
    Oct 25, 2007, 8:52:30 PM10/25/07
    to Rant...@googlegroups.com
    UNTUNG RUGI
     
     
    Dulu guru Biologiku mengajari
    Konsep Mutualisme, Komensalisme, dan Parasitisme
    Mutualisme, saling menguntungkan
    Komensalisme, yang satu untung yang lain tidak dirugikan
    Parasitisme, yang satu untung yang lain dirugikan
     
    Terpulang kepada kita
    Memanfaatkan situasi
    Salahkah kalau saling menguntungkan?
    Salahkah kalau orang lain tidak dirugikan?
    Kenapa marah ketika tidak dirugikan?
     
    Semakin banyak berburuk sangka
    Semakin terbuka mata dunia
    Kalau kita tak bisa dipercaya
    Se akan orang seperti kita
    Membuat proyek di atas derita
    Untuk kebanggaan sementara
     
     
    Bengkulu, 26 Oktober 2007
     
     
    Hanifah Damnhuri

    salam wisata indonesia

    unread,
    Oct 25, 2007, 10:00:52 PM10/25/07
    to Rant...@googlegroups.com
    Sanak di miling list baiak di rantau atuapun diranah

    Topik yang menghangat belakangan ini sehubungan dengan dibentuknya di Mappas di padang ada yang setuju ada yang tidak , tapi mungkin sedikit kalaulah boleh saya berpandangan

    1. Kembali ke niat kita untuk mewujudkan pariwisata sumbar yang lebih baik sehingga memberikan dorongan pertumbuhan ekonomi kepariwsataan yang berguna untuk sumatra barat terutama masyarakat nan berada di ranah

    2. Silang sangketo, kato bajawek merupakan hal-hal yang lumrah dalam demokrasi asal bertujuan untuk kebaikan bersama dan kalau ada yang ingin mengundurkan diri bukanlah langkah yang tepat bagi yang tidak merasa terundang-terpanggil dalam pengambilan keputusan marilah bakarilahan karena izin Allah juga ini terjadi semoga ada manfaatnya dan ada hikmahnya

    3. Mengenai kepengurusan Mappas Sumatra Barat ada baiknya juga kalau ada teman-teman praktisi pariwisata yang duduk sebagai panitia, tapi saya lebih setuju Jika teman-teman di ASITA atau PHRI tidak duduk sebagai panitia karena akan mengurangi kekuatan Mappas menyampaiakan pokok peramasalahan sehingga Apa yang ingin disuarakan atau ide untuk pengembangan pariwisata atau masukan terhadap praktisi Pariwisata kurang optimal sebenarnya kami berharap kegiatan yang belum maksimal antara dinas pariwisata dan pelaku pariwisata atau ide yang tidak mendapat tanggapan,  MAPPAS lah yang bergerak membuka pandangan  Dinas Pariwisata sehingga tujuan kita bersama untuk membuat pariwisata sumbar dapat terbaik

    4. Mungkin Issue Lomba Cipta tagline Pariwisata Sumbar yang dibuat ASITA untuk dapat dibantu Blow-up dan Ide Coret-coret Master Plan Pariwisata Sumbar sehingga pandangan-pandangan siapa saja dapat di kumpulkan sehingga menjadi refrensi oleh Pemda dalam rangka acuan membuat master plan pariwisata sumbar

    Pandapek mungkin samo. tapi caro manyampaian balain-lain , kok salah jo janggal mohon maaf indak addo niaik untuak mampakaruah tapi mancubo mancari banang sirah , semoga next-topic di forum bisa membuat adrinalin membangun pariwisata sumbar kembali menggelora di diri kita nan barado di palanta miling list ko


    Dari Ambo di Ranah
    FEBBY SALAM'
    SALAM LEISURE (PT SALAM WISATA INDONESIA)
    Jalan Sutan Syahrir 65 A Bukittinggi 26100
    www.salamwisata.co.id
    www.asitasumbar.com

    Tanjuang Heri

    unread,
    Oct 26, 2007, 3:43:10 AM10/26/07
    to Rant...@googlegroups.com
    Uda Nanang jo Pak Saaf,
     
    Ambo satuju bana jo duo langkah ko. Toilet umum barasiah jo Homestay. Ambo pernah bagalimang dalam maurus homestay salam 6 tahun dengan kapasitas tidur 26 orang + insidentil sampai 50 orang. Di rumah tuo nan dipelok i dan dana yg dapek dari homestay tu untuk mamelok i rumah tu supayo ndak hancua. Iko di kampuang ambo kaduo di Parancih. Di siko ambo sempat mengenalkan makanan Indonesia jo Minang. Fun sajo wakatu itu. Tapi memang ado dasar hukumnyo dalam pengelolaan Homestay ko. Tapi klo di awak alun ado, ndak apo, bisa sambia jalan sambia mancaliak hasil positif nan dapek dek penyelenggara homesaty.
     
    Untuak Uda Nanang, ide nan brilian dan atas kesadarannya dari sesama arsitek , marilha kito jago keasrian rumah gadang kito. Murah alun tantu jelek, dan beton alun tantu mewah. Batua sakali uda Nanang. Mudah²an arsitek kito tagarik untuk itu.
     
    Salam dari jauh.
    Heri,44, Paris 

    "asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang" <asfari...@yahoo.com> a écrit :

    mantari_sutan

    unread,
    Oct 26, 2007, 8:57:18 AM10/26/07
    to rant...@googlegroups.com
    Assalamualaikum Wr Wb,

    Akhirnya saya berkomentar juga dalam topik panas ini.

    Walaupun organisasi MAPPAS ini belum ada badan hukumnya secara jelas,
    apa yang telah Pengurus (baca Pak Saaf dan Bu Nur) lakukan sudah
    mengikuti kaidah organisai. Justru ketua dan sekjen lah yang paling
    representatif menghadiri pembentukan MAPPAS daerah. Mereka juga
    paling sah mewakili organisasi ke luar.

    Pengangkatan Uni Djan cs sebagai pengurus MAPPAS Sumbar juga bukan
    masalah besar. Kalau soal Uni Djan, yang konon tak disukai banyak
    orang di ranah, itu juga soal lain. Namanya juga masyarakat pencinta
    pariwisata, memang sebuah organisasi bottom up. Kumpulan orang-orang
    yang cinta pariwisata. Tak ada salahnya juga si Uni ini memulai
    mengumpulkan orang terlebih dahulu di Padang. Kalau memang ada orang
    ranah lain yang cinta pariwisata, dan tak cinta Ui Djan, harusnya
    mereka bergerak juga. Disitu mungkin Pak Saaf dan jajarannya perlu
    bermusyawarah dengan para pendiri dan orang penting lain. Carikan
    jalan keluar yang pas. Kalau pun nanti memang harus memilih satu
    kelompok sebagai representasi resmi MAPPAS, ya harus dijalani juga.

    Eniwei, kalau boleh bersaran tak perlu lah terlalu meributkan person
    kepengurusan seperti banyaknya organisasi berbau minang yang lain.
    Yang semangat timbul, hanya ketika menyusun kepengurusan. Berangkat
    lah ke kerja nyata. Tak perlu kerja besar. Yang penting berhasil.
    Tau sama tau lah, karakter orang minang, pasti nanti akan banyak yang
    membonceng. Dan tak perlu dirisaukan (apalgi sampai manggok) juga
    aksi para pembonceng itu kelak.

    Kata mamak saya, orang minang kalau berkumpul thinknya local, "MAUNYA"
    action global. Cuma tak pernah dengan tereksekusi dengan benar.
    "MAUNYA" seperti hendak membalikkan dunia. Makanya gagal terus.
    Mungkin MAPPAS bisa menjadi contoh, mulai berthinking global dan
    beraction local.

    Salam,

    Mantari

    --- In Rant...@yahoogroups.com, "Dr.Saafroedin BAHAR"

    Dr.Saafroedin BAHAR

    unread,
    Oct 26, 2007, 11:22:52 AM10/26/07
    to Rant...@googlegroups.com
    Waalaikumsalam ww Sanak Mantari Sutan,

    Tarimo kasih banyak ateh tanggapan Sanak nan marupokan sitawa sidingin bagi Bu Nuraini dan ambo.

    Wassalam,
    Saafroedin Bahar

    ----- Original Message ----
    From: mantari_sutan <mantar...@yahoo.com>
    To: rant...@googlegroups.com
    Sent: Friday, October 26, 2007 7:57:18 PM
    Subject: [R@ntau-Net] MAPPAS di Padang...


    asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang

    unread,
    Oct 26, 2007, 11:32:10 AM10/26/07
    to Rant...@googlegroups.com
    Maaf  , seharusnyo ambo yang mamangia uda ka Uda Hari ,

    saat ini berkembang cerito yang kadang alun tantu kebenarannyo lai. Alun kanai cucuak dijarum awak alah tapakiak, padolah jarumnyo jarum patah he...he....ikolah gambaran parawisata dikampuang dalam analisa ambo. Jiwa spelulasi agak kurang (main damino kancang he...he......bercanda)

    Seharusnya kegusaran urang dikampung ko bisa disalaisaikan kalao pemerintah peka dan punya konseb yang jelas dalam membuat suatu program parawisata, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Sumbar tidak akan bisa bergerak bila aparat pemerintahannya  kurang kreatif dalam membuat program dan keberanian membuat terobosan.  Sekuat apapun kita berteriak tidak akan ada artinya, karena sistem dinegara ini yang membuat hal tesebut seperti ini. Jadi orang yang duduk di peemerintahan haruslah yang punya visi dalam membangun parawisata ini.

    saya barusaja balik dari Sawahlunto Uda Heri (kalo boleh saya panggil uda Heri), sepanjang jalan dari indarung melewati kota Solok. Gila.....indahnya rumah gadang tu. Ta...kana diambo waktu kawan ambo sedang maota jo ambo, kawan saya tersebut seorang arsitek top dijakarta. beliau   waktu itu bicara, Nang kapan lu bikin program di Bukittinggi (bukittinggi memaang lebih dikenal....cuma ndak diolah. kawan2 ambo yang lain mangalak kan, Bukittinggi itu gila, dasyat men.....cuma dengan adanya mall hancur deh  ...sadiah) kalau jadi acara disitu gua , istri dan anak2 gua bawa. Sudah lama gua punya mimpi tidur dirumah gadang dan dialam perdesaan.
     Mereka-mereka tsb  mau bayar malah da. Jadi ndak usah talalu paranoid lah awak. Buek regulasi yang ketat seperti konsep hotel Syofiani yang berkonsep "hotel Islami" kalau ndak ado surek kawin jan dibuliahkan (buek dibrosor parawisatanyo). Ceik lai yang ingin menginap seperti itu biasanya mereka yang sudah sangat mapan dan  banyak dari mereka  mempunyai latar belakang yang tinggi, jadi indak bule-bule kere yang banyak lalu lalang dibukittinggi tu. Pitihnyo samo banyak jo awak kalau bule tu, kadang-kadang tukang parkirnyo dikampungnyo, kan baitu Uda Heri

    Talabiah ta kurang tolong dimaafkan

    Salam,

    Nanang


    ----- Original Message ----
    From: Tanjuang Heri <rangta...@yahoo.fr>omesta
    To: Rant...@googlegroups.com
    Sent: Friday, October 26, 2007 2:43:10 PM
    Subject: [R@ntau-Net] RE : [R@ntau-Net] Re: MAPPAS di Padang...

    Uda Nanang jo Pak Saaf,
     
    Ambo satuju bana jo duo langkah ko. Toilet umum barasiah jo Homestay. Ambo pernah bagalimang dalam maurus homestay salam 6 tahun dengan kapasitas tidur 26 orang + insidentil sampai 50 orang. Di rumah tuo nan dipelok i dan dana yg dapek dari homestay tu untuk mamelok i rumah tu supayo ndak hancua. Iko di kampuang ambo kaduo di Parancih. Di siko ambo sempat mengenalkan makanan Indonesia jo Minang. Fun sajo wakatu itu. Tapi memang ado dasar hukumnyo dalam pengelolaan Homestay ko.. Tapi klo di awak alun ado, ndak apo, bisa sambia jalan sambia mancaliak hasil positif nan dapek dek penyelenggara homesaty.
     
    Untuak Uda Nanang, ide nan brilian dan atas kesadarannya dari sesama arsitek , marilha kito jago keasrian rumah gadang kito. Murah alun tantu jelek, dan beton alun tantu mewah. Batua sakali uda Nanang. Mudah²an arsitek kito tagarik untuk itu.
     
    Salam dari jauh.
    Heri,44, Paris 

    "asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang" <asfari...@yahoo.com> a écrit :
    Pak Saaf  yang ambo harmati,
    kalau buliah ambo sedikit manyarankan, mungkin untuk toilet nan jo kamar mandi mungkin bisa maajak kawan-kawan arsitek di Ikatan arsitek Indonesia Sumatera Barat untuk berdiskusi, atau kawan-kawan jurusan arsitektur pada universitas yang ada dikota Padang. Sebab pada prinsipnya Kamarmandi/toilet itu tidak perlu mahal, tetapi bila ditata dengan baik akan menghasilkan sesuatu yang baik (bagus itu belum tentu identik dengan mahal begitu juga sebaliknya, murah itu belum tentu identik dengan jelek). Ini sekedar masukan dari ambo yang alaun mangarati apo-apo pak..


    Ambo berharap, seandainya dapat pinjaman lunak,
              Jangan sampai terjadi kasus betonisasi (kalau lah barumah beton berarti awak...lah sukses) dikampuang-kampuang awak pak, rumah kayu yang fleksibel terhadap goyangngu an yang diakibatkan gempa diganti jo rumah beton (bukan semua daerah di Sumatera Barat), apo nan tajadi?

    Baliak untuk lomba toilet pak,
    Mungkin akan lebih rancak dalam panjurian ddiadokan secara mendadak (jan dibiarkan mereka mandandani sebelum jurinya datang, itu akan buang2 uang, setelah acara selesai wcnya kembali seperti asal)

       Untuk homestay itu ambo satuju bana, pak.
    Usia rumah akan semakin panjang.. Ambo mulai risau pak. Rumah adaik awak kalau ndak pernah dibuka (rumah kosong) lamo2 ambruk dengan sendirinya. Sedangkan kalau yang sudah memiliki rezeki yang lumayan, rumah tuanya digusur oleh bangunan beton, ampun.......

    Maaf malenceng kamano-mano, pak. Alah rindu ambo badiskusi jo bapak.


    Salam,

    Nanang

    ----- Original Message ----
    From: Dr.Saafroedin BAHAR <saaf...@yahoo.com>
    To: Rant...@googlegroups.com saran
    Sent: Thursday, October 25, 2007 10:06:52 PM
    Subject: [R@ntau-Net] Re: MAPPAS di Padang...

    Waalaikumsalam w.w. Dinda Ajoduta,

    Tarimo kasih banyak taradok respons Dinda. Jajaran pengurus MAPPAS di Jakarta dan di Padang sadang maambiak langkah-langkah konkrit -- walaupun ketek-ketek -- untuak manciptakan kondisi nan labiah baiak bagi perkembangan pariwisata Sumatera Barat. Fokusnyo pado duo program: 1)  lomba toilet umum barasiah dan 2)  inventarisasi rumah-rumah untuak 'homestay', kalau paralu disadiokan kredit lunak sekitar Rp 10-20 juta untuak mameloki toilet jo kamar mandi tu, rencananyo bakarajosamo jo PT Semen Padang.

    Studio Radio FM dari Radio Nederland nan alah datang di Padang Panjang, salain untuk mitigasi bencana alam, juo bisa digunokan untuak kepentingan sosialisasi masalah kepariwisataan, tantunyo bakarajosamo jo MAPPAS. Akhir bulan ko akan datang teknisi dari Aceh untuk mendidik teknisi kito, dan alah dipersiapkan dek Sanak Chairul Alfi, salah satu Ketua MAPPAS Pusat, basamo jo pak Ridwan Direktur SMA Unggulan di Padang Panjang.

    Sampai disiko dulu Dinda.

    Wassalam,
    Saafroedin Bahar

    1. Ketua menyatakan terpaksa mengeluarkan SK karena beliau tidak sanggup menahan desakan Uni Djan untuk menunjuk dia sebagai ketua MAPPAS perwakilan SUMBAR.   ini tidak benar !!! , sebagai insan dewasa tentunya dapat berpikir secara jernih mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak , maaf desakan seperti apa yang dia lakukan ! , sebegitu hebatnyakah seorang Uni DJan dapat mendesak Seorang Bapak yang juga mantan Mliliter , Anda jangan mendiskreditkan Ketua..
    1. Ketua tidak melaksanakan kesepakatan yang beliau buat sendiri tentang kepengurusan MAPPAS PERSIAPAN.   saya baru denger ada istilah kepengurusan MAPPAS PERSIAPAN ????????? 
    2. Acara pelantikan Pengurus MAPPAS persiapan di SSM2007 di danai oleh walikota Sawahlunto. Ini merusak independensi MAPPAS  Sawahlunto adalah Sponsor untuk acara Seminar dan Dialog ,dimana mereka punya kepentingan Promosi untuk memaparkan keungulan dan potensi yang dimiliki Sawah lunto acara dibagi dalam dua sessi,dimana satu dan lainnya tidak ada keterkaitan sessi pertama Jam 08.00 - 10.00 adalah Seminar dan Dialog yang dibiayai oleh Sawah lunto untuk Coffe Break nya setelah itu acara Selesai , bubar dan dilanjutkan dengan acara  Pelantikan Pengurus Perwakilan Mappas Sumbar yang tanpa biaya karena tidak perlu sewa tempat lagi memanfaatkan ruangan bekas acara Seminar atas izin pihak Hotel jam 10.30 - 12.00, karena untuk menyewa ruangan dan menyediakan snack atau makan siang MAPPAS belum memiliki dana untuk menanggulanginya ! tolong dimengerti ini adalah bagaimana usaha MAPPAS bisa memafaatkan fasilitas yang tersedia tanpa mengeluarkan biaya dan ketergantungan dengan pihak manapun dan tetap memposisikan MAPPAS pada Independensinya.
    3. Ketua penyelenggara acara pelantikan MAPPAS di Sumbar adalah pengurus partai politik   tolong pisahkan antara pribadi dan organisasi  , terus kalau dia pengurus partai politik apakah tidak boleh untuk ikut partisipasi aktif dalam organisasi yang lain , maaf saya tidak tahu aturan main dalam partai politik , apakah pengurus partai politik tidak boleh jadi pengurus di organisasi lain ? , berdasarkan Anggaran dasar MAPPAS yang sudah disyahkan dalam rakernas Cimelati MAPPAS tidak ada pasal yang menyebutkan bahwa pengurus MAPPAS tidak boleh dari Pengurus Partai Politik, setahu saya cukup banyak orang pengurus partai yang juga pengurus diberbagai organisasi lain sebagai contoh Organisasi Minang yang cukup besar seperti Gebu Minang ada beberapa ketua bidangnya adalah aktivis partai politik sebagai contoh Irwan Prayitno , Patrialis Akbar dan masih banyak lagi lainnya . 
    4. Ketua MAPPAS perwakilan Sumbar yang ditunjuk oleh Ketua dan Sekjen adalah PENGURUS PARTAI POLITIK   jawabnya sama dengan point no 6  
    5. Kandidat MAPPAS perwakilan Sumbar sudah seringkali melakukan hal hal yang diluar kepatutan sebagai seorang kandidat ketua MAPPAS Sumbar. Salah satunya dilakukan didepan umum di cafe hotel Pangeran pada pukul 11 malam, sehari sebelum pelantikan. Kejadian disaksikan oleh para elit politik, pejabat pemda, panitia SSM, pengurus pusat Gebu Minang, dan saudagar-saudagar yang saat itu masih berada dilobby hotel Pangeran. Ketika hal ini dan beberapa hal lainnya disampaikan kepada pengurus MAPPAS pusat (jauh sebelum pelantikan MAPPAS Sumbar), mereka beranggapan bahwa saya dan beberapa teman yang lain hanyalah ingin memperkeruh suasana karena tidak setuju dengan pengangkatan oknum tersebut sebagai ketua MAPPAS Sumbar   sekali lagi tolong pisahkan antara pribadi dan berorganisasi  , apakah dengan menjadi pengurus MAPPAS orang jadi tidak boleh bernyanyi , berpoco - poco , bergembira ? apakah tercela hal yang dilkukan tersebut , menurut saya menyanyi dan menari malam itu , semua yang dilakukan dalam batas kewajaran dan hal yang pantas dilakukan dimuka umum , malah menghibur orang lain,  belum tentu orang lain bisa menyanyi dan menari, toh dalam suasana informal dan tidak ada keterkaitan sama sekali dengan MAPPAS.
    1. Setidaknya 4 orang Pengurus Mappas Sumbar yang dilantik menyatakan tidak mengetahui apa itu MAPPAS.  Apalagi visi dan misinya.   ini tidak benar....!!!!!!  mereka semua dalam rapat pengurus dan rapat pembentukan , masing - masing sudah mendapatkan fotocopy anggaran dasar Mappas yang memuat lengkap Deskripsi , Visi ,Misi Mappas.  
    1. Calon pengurus MAPPAS Sumbar Persiapan, diharuskan membeli jaket seharga 165000 rupiah untuk menghadiri acara pelantikan. Salah seorang yang sudah dibuatkan jaket dengan sulaman nama tersebut tidak dipanggil kepanggung pelantikan, denger2 karena beliau ternyata tidak sanggup membayar jaket yang sudah dibuatkan.  ini juga tidak benar !!!!......coba tolong dibiasakan kalau segala sesuatu berdasarkan fakta dan data jangan cuma denger - denger, kalau tidak benar akan menjadi fitnah ...mengenai seragam Jacket adalah kesepakatan dari rapat panitia yang memutuskan bahwa perlu dibuatkan seragam, untuk itu MAPPAS sudah pasti tidak ada dana dan disepakati merogoh kocek dari Saku masing - masing ,mereka ingin tampil mempesona dengan niat ba'a kok rancakno dicaliek urang ,  ini lah gaya orang rantau . ketika orang ranah menyambut dengan antusias dan ketika ada orang ranah yang berbuat , bukannya diapresiasi malah dipolitisir , dan tidak semua yang dilantik maju kemuka semua pakai seragam karena bukan keharusan dan ada juga yang maju tidak pakai seragam ( lihat foto dokumentasi pelantikan ) dan tidak ada yang tidak dipanggil kepanggung pelantikan karena tidak sanggup bayar jaket ini tidak benar !!!!, karena saya sebagai Sekjend dan Ketum yang melantik mereka dan memastikan tidak ada satupun pengurus yang terdaftar terlewat untuk dipanggil.   
    2. Pada salah satu rapat yang dilaksanakan, calon ketua MAPPAS Sumbar (waktu itu) mengharuskan calon pengurus dan anggota mengumpulkan KTP dan Pasphoto. Kenapa?   ini untuk pendataan dan kartu anggota MAPPAS  
    1. Pada saat itu juga, setidaknya ada 5 hadirin yang bersaksi bahwa beliau mendiskreditkan salah seorang pengurus MAPPAS Pusat dan saya pada saat acara berlangsung. Saya tanyakan langsung melalui telepon pada Sekjen, dan belaiu menjawab “tidak tahu”. Suatu jawaban yang sangat tidak bisa dimengerti. Sekjen adalah penyelenggara acara tersebut. Satu-satunya paparan pada acara terbut juga disampaikan oleh sekjen   sekali lagi anda tidak detail , tolong lah berdasarkan fakta dan data ,jangan hanya dengar - dengar , pada saat itu kapan ? tolong yang jelas ! kapan ? dimana ? dan apa yang dibicarakan ? , saya mengerti yang anda maksud tapi khan orang lain yang membaca tidak jelas maksudnya , gini ya biar jelas .....Dalam pertemuan Mappas Pusat dan Perwakilan Mappas Sumbar bertempat di Hotel Pangeran Tanggal 18 Agustus 2007 , saya diundang sebagai pembicara bukan sebagai penyelenggara , lagi - lagi anda salah.....saya diundang untuk mempresentasikan makalah dengan topik MAPPAS sebagai Mitra Pengembangan Kepariwisataan Sumbar, siapa yang mendeskreditkan pengurus MAPPAS PUSAT? siapa yang di deskreditkan ?  lihat postingan saya tertanggal 21 agustus 2007 yang memuat lengkap notulen Rapat pertemuan acara tersebut, saya memang menerima telpon dari anda saat itu yang menanyakan " Bu , ada apa katanya nama saya disebut - sebut " ,  saya jawab " tidak tahu " karena memang tidak tahu dan saya juga tidak dengar ada yang nyebut - nyebut nama Anda dalam forum tersebut, saya malah bertanya lho apa kaitannya nyebut - nyebut nama anda , anda pengurus Mappas bukan ! ? so nggak nyambung banget !  
    1. Setidaknya ada 7 orang tokoh masyarakat dan budayawan Sumbar yang menjadi pendukung utama pendirikan MAPPAS, menyatakan menolak hadir pada ada pelantikan. “ Ada yang tau kenapa?”   sekali lagi kalau kita bicara berdasarkan data dan fakta  , apakah anda yang bertugas sebagai Panitia penyelenggara yang melakukan reservasi kehadiran undangan ? sehingga Anda bisa menyebutkan ada 7 orang yang menyatakan menolak hadir , kalau cuma dengar dan katanya , tidak dapt dipertanggung jawabkan dan maaf untuk diabaikan saja  , dan jumlah 7 orang terlalu sedikit , bisa saja anda sebutkan sekian orang karena anda khan tidak ada datanya ! kalau ada mari sama - sama kita usut dan duduk bareng , cari tahu kenapa , kalau memang punya itikad baik membenahi lho .....
    2. Acara dihotel pangeran seharusnya merupakan seminar dan diskusi tentang pariwisata. Yang saya saksikan hanyalah paparan investasi bidang pariwisata dari walikota Sawahlunto, Amran Nur (sponsor acara).  coba lihat point 5  
    3. Beberapa diantara kita sudah mengingatkan Sekjen dan Ketua tentang beberapa hal penting yang harus dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan.  ( kapan , dimana, apa yang diingatkan , semua diputuskan diambil setelah melalui rapat pengurus )  Namun ketua menyatakan bahwa semua akan beliau pertanggungjawabkan secara organisasi (yang BELUM memiliki aturan tentang sanksi yang bisa diberikan pada pengurus  dalam anggaran dasar sudah jelas ). Saya pikir biarlah ini menjadi tanggungjawab ketua pada dirinya sendiri dan pada Yang di atas.
    4. Dalam melaksanakan kegiatan, sekjen tidak pernah berdiskusi dengan anggota-anggota yang lain  INI TIDAK BENAR , semua disampaikan melalui email dan di milist terbuka untuk umum dan memang saya hanya berkoordinasi pengurus saja , maaf saya tidak berkoordinasi dengan bukan pengurus , setidaknya menurut asumsi saya: beliau tidak pernah membicarakan dengan Saya  ( memang betul karena anda bukan pengurus Mappas)  , Herman Djambak  ( tim 7 )  , Irwansyah,  ( sekretaris 1 mappas pasti baca email dong )   Johan Bachir  ( ketua II baca email )  , Chairul Alfi  ( ketua 1 baca email )  , Maelani Mairisa  ???? , Sulfah AE Jamin  ??? , Warni Darwis ???? , yang kalau ditotal merupakn ½ jumlah hadirin pendiri MAPPAS  ( ide pembentukan dan pendiri MAPPAS seperti yang tercantum dalam notulen rakernas MAPPAS cimelati . adalah Rinaldo J. Azis, Yulnofrins Napilus, Dutamardin Umar, Chaidir Latief  .dalam milist rantaunet untuk menyukseskan wisata pulang basamo  . 
    Adalah sangat salah apabila pengurus MAPPAS berusaha menghindari pertanyaan-pertanyaan para anggota MAPPAS.  ( kami sebagai pengurus tidak pernah menghindari pertanyaan , semua dijawab dengan jelas dan kalau ada yang kurang jelas silahkan dipertanyakan kembali ) Apalagi hanya karena keinginan politik dan kepentingan untuk memihak pribadi dan golongan tertentu. ( ini tolong dipertanggung jawabkan statemanet anda)
    Saya sangat mengharapkan tanggapan dari yang bersangkutan di forum ini. Pertanyaan saya dan pertanyaan Herman Djambak merupakan kepedulian kami sebagai bagian dari MPKAS dan RantauNet. Kami adalah pihak pihak yang berhak mendapatkan jawaban yang pantas sebagai  katalisator pembentukan MAPPAS.   
    Wassalam,
    ET Hadi Saputra Katik Sati ’34 tahun
    Sadang di nagari Singo sampai bisuak pagi.
     
     
     

    From: Rant...@googlegroups.com [mailto: Rant...@googlegroups.com ] On Behalf Of Herman Jambak
    Sent: 24 Oktober 2007 15:24
    To: Rant...@googlegroups.com
    Cc: Milis Gebu Minang; Milis Saudagar Minang
    Subject: [R@ntau-Net] Re: MAPPAS di Padang...
     
    Merujuk info di bawah ada yang agak ganjil, mudah-mudahan keganjilan saya ini hanya ada pada diri saya sendiri.
    Kalau tidak salah MAPPAS didirikan bukan sebagai organisasisi pada bidang usaha/bisnis kepariwisataan tetapi sebagai partner pemda agar terciptanya pengembangan kepariwisataan di Sumbar.. MAPPAS dibentuk bukan untuk menjadi Event Organizer ataupun semacam Tourism Board.
    Disebutkan bahwa pd tgl. 18 Okt. lalu ketua dan sekjend. MAPPAS Sumbar diundang ..........., dan mereka dilantik pada tgl. 21 Okt. => Kok belum dilantik sudah menyodor-nyodorkan diri sebagai ketua dan sekjend; dan kapan terjadinya pemilihannya serta bagaimana mekanismenya?
    Kalau gak salah hasil di Sukabumi beberapa bulan lalu belum menyepakati AD/ART MAPPAS, dan terus sudah ada pengurus wilayah sumbar, piye iki lho jeng?
    Sekali lagi kita bersepakat untuk kepentingan Ranah Minang, Sumbar.

     
    Wass.& Bgds.,
    Herman Jambak
    Corp.Affairs & Services Koperasi KOKARGA
    Garuda Indonesia Building 7th Fl.
    Jl. Gunung Sahari Raya 52, Jakarta 10610 Indonesia
    Ph. (62-21) 4262058-4262060 Fax. (62-21) 4262061
    Joint Us at Silaturahmi Saudagar Minang 2007 (SSM2007), Padang Oct. 19th-21st 2007
    http://www.saudagarminang.com http://www.indo-beatlemaniaclub.co.nr
    ----- Original Message ----
    From: Boby Lukman <belal...@yahoo.com>
    To: Rant...@googlegroups.com
    Sent: Friday, October 19, 2007 4:06:23 AM
    Subject: [R@ntau-Net] MAPPAS di Padang...
    MAPPAS DI PADANG (RADIO ARBES DAN RRI PADANG )
    Jadi juga Seminar dan dialog serrta deklarasi MAPPAS di Padang. Buktinya, pada Kamis
    tanggal 18 Oktober 2007, MAPPAS Sumbar yang diwakili oleh Ketua MAPPAS Perwakilan Sumbar Hj.Zarnifa Asmara dan Sekum Drs.Dahnil Aswad, M.Si dan saya sendiri diundang oleh RRI Padang untuk acara talk show tentang kegiatan dan program MAPPAS Perwakilan Sumbar setelah pelantikan pada 21 Oktober nanti.
    Semua ini tentu tidak lepas dari kerja keras semua pihak, meski ditengah badai sekalipun.
    Namun ya sudahlah, yang namanya bersama sama pasti ada yang talantuang dan sebagainya.
     
    Dalam dialog di RRI tersebut saya juga sempat menyampaikan pesan Ketua Umum MAPPAS bahwa  kehadiran MAPPAS adalah karena kepedulian pada kampung halaman khususya pariwisata. dan saya serta kakanda Dahnil Aswad juga sempat mengutarakan program MAPPAS dalam waktu dekat yaitu lomba kebersihan toilet se Sumbar yang digagas oleh Ketum, Sekjend MAPPAS dan Kakanda Nofrin. Acara ini didukung oleh DEPBUDPAR melalui Dirjen Thamrin AB. Hal ini juga didengar langsung oleh Ibu Titin Soekarya yang tak lain adalah direktur promosi dalam negeri BUDPAR
    Pusat.
    Esok harinya (hari ini) Pak Syaf, Sekjend Mappas dan ketua MAPPAS perwakilan Sumbar juga kembali diundang oleh Radio Arbes untuk melakukan talk show tentang MAPPAS dan rencana deklarasi MAPPAS SUmbar serta pelantikannya pada Minggu yang akan datang.
    Kita berharap agar seminar yang akan kita lakukan nanti akan dihadiri oleh peserta SSM.
    Karena dalam pandangan saya, Pariwasata juga sebuah potensi yang dapat dijadikan sebagai lahan bisnis. Akan rugi rasanya jika potensi bisnis ini tidak dihadiri oleh para pebisnis 
     
    Sekian dari saya...laporan pandangan mata namanya
    __________________________________________________
    Do You Yahoo!?
    Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
    http://mail.yahoo.com


    __________________________________________________
    Do You Yahoo!?
    Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
    http://mail.yahoo.com

    Ne gardez plus qu'une seule adresse mail ! Copiez vos mails vers Yahoo! Mail

    mak Ban

    unread,
    Nov 3, 2007, 9:30:39 AM11/3/07
    to Rant...@googlegroups.com

    Alhamdulillah
    Tarimokasi tuan Saaf.

    Tuan Saaf ( kami di agam ba "tuan" = uda) parnyataan tuan ko sabana
    tapek dan padek.
    Iko bana misi Rantaunet.
    Pandapek kito dikatangahgan, indak dipasokan, disampaikan jo tutur kato
    nan baradaik, indak mamasokan, indak manyingguang pribadi diadok'an rang
    rami.
    Jikok ado nan tagisia, dijalehkan, dipatanyokan apo mukasuk sabanano.
    Kok jaleh ado nan salah, lansuang bama'afan.
    "Kusuik-kusuik bulu ayam"

    Indak capek baganyi, apolagi baranti dari RN.
    Mari kito jadikan Rantaunet "rumah gadang" rang Minang di alam maya.

    'mak Ban ( A Bandaro, 57thn)
    bogor
    ~~~~~~~~~~


    ----- Original Message -----
    From: Dr.Saafroedin BAHAR

    Waalaikumsalam w.w. Bundo,

    Tarimo kasih ateh komentar Bundo, nan marupokan sitawa jo sidingin tu. Agak
    taubek juo hati ambo saketek.

    Ambo sangat maharagoi peran RN ko, sabagai forum basamo dima kito-kito nan
    di Rantau ko, baiak tuo maupun mudo, bisa babagi info, karisauan, jo
    gagasan. Manuruik panglihatan ambo kalau dipakai sacaro elok, banyak
    manfaatnyo dalam manyalasaikan masalah-masalah kito basamo. Takana juo dek
    ambo, sabagai misal, baa kito pelan-pelan sapakaik untuk manggunokan
    software 'Family Tree Maker' untuak mambantu mambuek ranji untuak mancatat
    garih katurunan matrilineal adat Minangkabau sakaligus untuak mandukuang
    panyusunan sisilah manuruik nasab patrilineal Islami. Ambo raso iko
    tarobosan historis nan kito bangun basamo-samo, sacaro santun. Bukan main
    indahnyo.

    Kalaupun kito alun bisa sapakaik tantang suatu hal, sarupo masalah 'ABS
    SBK', paliang indak wawasan kito dipakayo dek pamahaman kito taradok
    pandangan para dunsanak kiti nan lain. Dima kito indak atau alun basapakai,
    kito pakai sajo ajaran 'fastabiqul khairaat', balomba-lomba kito mancari
    kabaikan, sarupo nan diajakan dek agami kito, Islam.

    Insya Allah ambo indak kabaganyi doh. Ambo akan tatap satia mengikuti wacana
    di RN, dan sasakali akmbo akan turun juo ka 'galanggang' untuak kamajuan
    Ranah nan kito cintoi. Kini ko ambo sadang sumangaik-sumangaiknyo mandorong
    program 'homestay atau 'pondok wisata', nan ambo 'posting' sabalun iko.
    Silakan Bundo caliak.

    Taradok apo nan tajadi alah lalu, alah ambo maafkan. Ambo bukan tipe urang
    pandandam, bukan sajo karano mandandam tu dilarang dek agamo kito, tapi juo
    dek karano mamandan dandam itu marusak diri kito surang. Sasudah ko kito
    bukak halaman baru, sasuai jo inti hakikat Idul Fitrie.

    Salamaik Hari Rayo untuak Bundo jo pak Rumzi. Maaf Lahia jo Batin.

    Wassalam,
    Saafroedin Bahar (70+2+4)

    Hayatun Nismah Rumzy <hni...@yahoo.com> wrote:

    Dr.Saafroedin BAHAR

    unread,
    Nov 3, 2007, 10:05:26 PM11/3/07
    to Rant...@googlegroups.com
    Assalamualaikum ww Dinda,

    Selingan dulu saketek. Takana dek ambo wakatu ketek, etek ambo Naimah maimbau 'tuan' ko ka Ayah ambo, H. Baharoedin Thaib Soetan Saidi. Wakatu tu tantu sajo ambo heran, karano di Padang Panjang 'kakak' biasonyo diimbau jo 'uwan', Ambo kiro wakatu tu 'tuan' mungkin asa dari 'uwan' atau 'uwan' singkatan dari 'tuan'. Tapi nagari asa inyiak ambo Saora memang dari Galuang., Agam. Ambo indak panah ka Galuang tu doh, ambo labiah banyak ka Kajai, Kampuang Dalam, Pariaman.
        Jadi kalau soal katurunan, dalam  badan ambo ko ado tigo asa darah: Tanah Data (gaek ambo, Hamzah, suami dari Anduang Siti Fathimah), Agam (bako ambo, dari fihak Ayah), dan Pariaman ( Anduang Siti Fathimah). Dijamin 100% Minang.
        Mungkin iko juo sababnyo manga ambo labiah tatarik kapado Minangkabau sacaro manyaluruah [= supra nagari] daripado ciek-ciek daerah. Itu pulo nan ambo tekuni sajak tahun 1966 sampai kini. Itu juo nan manyababkan ambo mancari perangkat lunak komputer nan bisa mancari jajak saluruah niniak muyang ambo, baiak dari fihak Ayah maupun dari fihak Mak. Alhamdulillah, alah basuo, yaitu 'Family Tree Maker', nan alah ambo lewakan di RN ko. Kalau diizinkan Allah swt, tahun muko -- sasudah ambo indak sasibuk kini bana lai -- taniaik dek  ambo untuak mulai manyalasaikan ranji/silsilah ambo ko, sambia ba-'wisata' ka nagari-nagari asa niniak muyang ambo tu.  Btw, kok ado nan tahu jo silsilah Inyiak Ambo Saora di Galuang, tolong agiah tahu ambo.
        Sakadar catatan nan paralu ambo sampaikan maingek pangalaman 'baminang-minang' salamo 41 tahun, dalam kunjungan 'wisata pribadi' ko nanti,  ambo indak paduli soal sako jo pusako tipak Ayah jo Mak ambo, karano  sajak jolong Anduang, Mak ambo jo ambo labiah ingin ma-'naruko' sandiri, baketek-ketek, daripado mamparabuikkan harato pusako. Kini ambo sabana sadiah, mancaliak saluruah harato pusako Inyiak dan Ayah ambo di Silaing Ateh alah 'dikaroyok' dan dijua habih dek datuak suku Koto, suku baliau. Tiok pulang, nampak juo rumah Inyiak ambo di tapi jalan, nan alah dijua ka Pemda Padang Panjang. Nan dapek ambo lakukan kini hanyolah sakadar maminta ka Pemda Padang Panjang, supayo SD nan ka dibuek di ateh tanah Inyiak ambo tu diagiah namo "SD Saora", sabagai kenang-kenangan ka baliau.
        Baiaklah, 'kembali ke lap top'. Kini babahaso Indonesia baselang seling jo bahaso Minang . Secara pribadi saya memang mengharagai peran RN ini. Melalui wacana yang kita lakukan secara santun dan patut, kita sudah bahas dan nampaknya secara informal kita sudah bersepakat -- walau tentu tetap ada yang belum sepenuhnya sepakat -- mengenai bermacam-macam hal, dari masalah nan mendasar saparati soal ranji dan silsilah dan soal ABS SBK sampai nan basifat praktis saparati mambantuak MPKAS dan MAPPAS. Potensi konstruktif tu bukan sajo paralu kito paliharo, tapi juo paralu kito kambangkan.
        Saya sangat setuju dengan pendapat Dinda, bahwa dalam berwacana di RN kita perhatikan benar-benar tata krama menurut adat dan budaya kita, sehingga kita nyaman dalam mengemukakan pendapat. Jika tidak demikian, apalagi kalau kata-kata yang digunakan adalah kata-kata yang menghujat atau menyindir sinis secara pribadi, saya khawatir RantauNet yang diikuti oleh demikian banyak perantau di seluruh dunia ini secara pelan-pelan bisa merosot menjadi 'ParemanNet' atau 'ParewaNet'. Dalam hubungan ini, kita kan mempunyai banyak pedoman untuk berkomunikasi, antara lain tentang 'kato nan ampek'. Walau ada sisi-sisi adat Minangkabau yang saya kritisi dari perspektif Islami, saya masih seorang Minangkabau dan mencintainya dengan sepenuh hati.
        Kalau Dinda berminat, saya undang Dinda untuk hadir di Jakarta dalam diskusi panel tentang Perang Paderi, 1803-1837, yang akan diselenggarakan Arsip Nasional sekitar medio Januari 2008. LKAAM Sumbar dan MUI Sumbar sudah setuju untuk mengirim utusan. Seperti kita ketahui, banyak masalah Minangkabau yang kita hadapi sekarang -- khususnya tentang ABS SBK -- berasal dari kurang rincinya dan belum tuntasnya perjanjian perdamaian Piagam Bukik Marapalam tahun 1837, di akhir perang saudara tersebut.

    Terlebih terkurang mohon maaf.

    Wassalam,
    Saafroedin Bahar

    Sjamsir Alam

    unread,
    Nov 4, 2007, 6:10:03 PM11/4/07
    to Rant...@googlegroups.com
    Pak Saaf,
     
    Ambo urang Galuang asli. Di Galuang panggilan "tuan" kami pakai untuak suami kakak, atau urang sumando lain nan umua bininyo labiah tuo dari nan maimbau.
     

    mak Sati (70+8+2)

    Tabiang

    Dewis...@prima.co.id

    unread,
    Nov 4, 2007, 8:54:07 PM11/4/07
    to Rant...@googlegroups.com

    Mak Sati,

    Ciek nagari se bisa babeda yo mak, di keluarga ambo ka kakak kanduang atau sepupu mamanggia "TUAN", ibu ambo kak kakak kanduang atau ka kakak sepupu mamanggia "TUAN", Sarupo nan mak Sati tau ibu ambo jo mak Salius St Sati sanak ibu, ibu ambo ba Tuan ka mak salius, Ragam kampuang awak padahal Galuang jo Tangah Koto di nagari Sungai Pua labiah kurang 4km jaraknyo.

    Ba'a pulo tantang panggilan ka urang gaek mak Sati ?
    Ibu ambo mamanggia ETEK ka urang gaek-no.

    Salam
    Is St Marajo, 38+
    www.cimbuak.net
    Kampuang nan jauah dimato dakek dijari







    "Sjamsir Alam" <es...@telkom.net>
    Sent by: Rant...@googlegroups.com

    05/11/2007 06:10

    Please respond to
    Rant...@googlegroups.com

    To
    <Rant...@googlegroups.com>
    cc

    Subject
    [R@ntau-Net] Re: Alhamdulillah   (was Re: [R@ntau-Net] Re: Kesalahan berulang.)



    Pak Saaf,
     
    Ambo urang Galuang asli. Di Galuang panggilan "tuan" kami pakai untuak suami kakak, atau urang sumando lain nan umua bininyo labiah tuo dari nan maimbau.
     
    mak Sati (70+8+2)

    Tabiang
    ----- Original Message -----
    From: Dr.Saafroedin BAHAR
    To: Rant...@googlegroups.com
    Sent: Sunday, November 04, 2007 9:05 AM
    Subject: [R@ntau-Net] Re: Alhamdulillah (was Re: [R@ntau-Net] Re: Kesalahan berulang.)

    -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

    Dr.Saafroedin BAHAR

    unread,
    Nov 4, 2007, 9:04:12 PM11/4/07
    to Rant...@googlegroups.com
    Alhamdulilah dan tarimo kasih, Mak Sati. Kok ado wakatu, tolong Mak Sati carikan informasi tantang kaum keluarga tipak bako ambo, Inyiak Saora, untuak suatu saat ambo hubungi dan ambo masukkan ka data base 'Family Tree Maker'.

    Wassalam,
    Saafroedin Bahar (70+2+25)

    ----- Original Message ----
    From: Sjamsir Alam <es...@telkom.net>
    To: Rant...@googlegroups.com
    Sent: Monday, November 5, 2007 6:10:03 AM
    Subject: [R@ntau-Net] Re: Alhamdulillah (was Re: [R@ntau-Net] Re: Kesalahan berulang.)

    Pak Saaf,
     
    Ambo urang Galuang asli. Di Galuang panggilan "tuan" kami pakai untuak suami kakak, atau urang sumando lain nan umua bininyo labiah tuo dari nan maimbau.
     

    mak Sati (70+8+2)

    Tabiang
    ----- Original Message -----
    Sent: Sunday, November 04, 2007 9:05 AM
    Subject: [R@ntau-Net] Re: Alhamdulillah (was Re: [R@ntau-Net] Re: Kesalahan berulang.)

    Assalamualaikum ww Dinda,

    Selingan dulu saketek. Takana dek ambo wakatu ketek, etek ambo Naimah maimbau 'tuan' ko ka Ayah ambo, H. Baharoedin Thaib Soetan Saidi. Wakatu tu tantu sajo ambo heran, karano di Padang Panjang 'kakak' biasonyo diimbau jo 'uwan', Ambo kiro wakatu tu 'tuan' mungkin asa dari 'uwan' atau 'uwan' singkatan dari 'tuan'. Tapi nagari asa inyiak ambo Saora memang dari Galuang., Agam. Ambo indak panah ka Galuang tu doh, ambo labiah banyak ka Kajai, Kampuang Dalam, Pariaman.
       

    Sjamsir Alam

    unread,
    Nov 5, 2007, 6:02:05 PM11/5/07
    to Rant...@googlegroups.com
    Is,
     
    Batua. Dalam ilmu linguistik juo lah lamo dikataui variasi penggunaan kosakata ko. Fenomena ko bisa malaweh ka sektor lain, misanyo, bunyi (lafal), intonasi, dsb. Sapanjang varian tu masih difahami di antaro penutur asli dari wilayah nan balain, linguistik manamokannyo dialek. Kalau lah saling indak mangarati, baru jadi bahaso. Biasonyo ado daerah di antara 2 dialek atau 2 bahaso nan tuturannyo "50-50", nan dinamokan dialect boundaries.
    Di Galuang ado babarapo panggilan untuak mande atau urang padusi nan takarik salevel jo mande, atau urang lain nan kiro-kiro saumua jo mande awak. Mungkin nan paliang asli adolah biai. Namun kini kosakata biai ko lah ampia habih. Ambo nan agak moderen saisuak, dek laia dan sampai umua 5 tahun tingga di kota Padang, ba"amak". Kok maso kini lah labiah banyak nan ketek-ketek bamama, nan dari kaluarga siak baumi.
    Nan malua dari panggilan umum ko, co ibu Is nan baetek ka rang gaeknyo, adolah kasus khusus, nan barasa dari proses maniru lingkuangan, nan baetek ka rang gaeknyo tu. Ado juo nan bauni, dek katiko ketek maniru etek-etek dan mamak-mamaknyo bauni ka rang gaeknyo. Penguasaan sebuah bahasa selalu malalui proses maniru lingkuangan. Jadi jan berang pulo ka laki-laki nan bamama ka bininyo dan si bini bapapa ka lakinyo diadok-an anak-anaknyo. Sacaro instingtif awak faham proses maniru ko. Awak tapaso lo bauda atau bauni ka anak awak, supayo adiaknyo maniru.
     

    mak Sati (70+8+4)

    Tabiang

    ----- Original Message -----

    -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---


    No virus found in this incoming message.
    Checked by AVG Free Edition.
    Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.15.21/1109 - Release Date: 11/4/2007 11:05 AM

    Sjamsir Alam

    unread,
    Nov 5, 2007, 6:13:43 PM11/5/07
    to Rant...@googlegroups.com
    Pak Saaf,
     
    Kunci untuak manalusuri kaum kirabaik ko indak cukuik jo namo sajo. Paralu data lain co suku, namo pangulunyo (kamanakan datuak apo), lokasi rumahnyo. Galuang punyo kampuang-kampuang ketek, Kubu Tangah, Galuang, Tambuo, Tanjuang Gadang, Ponggok dan Kubu Panjang. Kalau Inyiak (atau nenek?) Saora ko punyo katurunan, sia namo anak cucunyo. Kalau indak baitu, sulik bana mancarinyo.
    Memang ambo mengenal surang nan banamo Saora, tapi padusi, sepupu ambo (kami sainyiak, samo-samo cucu Dt. Garang, induaknyo saayah jo apak ambo). Kalau iko, tingganyo di Ponggok dan lah mandaulu sakian tahun nan lalu.
    Faktor wakatu juo tantu bapangaruah. Kalau Inyiak Saora ko lah angkatan inyiak di ambo, mungkin lah jarang nan sapangkek jo inyo nan masih hayaik tampek ambo batanyo.
     

    mak Sati (70+8+5)

    Tabiang

    ----- Original Message -----
    Sent: Monday, November 05, 2007 9:04 AM
    Subject: [R@ntau-Net] Re: Alhamdulillah (was Re: [R@ntau-Net] Re: Kesalahan berulang.)

    Dr.Saafroedin BAHAR

    unread,
    Nov 6, 2007, 5:42:33 AM11/6/07
    to Rant...@googlegroups.com
    Mak Sati, Inyiak (=nenek) ambo Saora memang padusi, suku Koto, anak baliau duo urang, balain ayah, nan tuo H Baharoedin Thaib Soetan Saidi (iko ayah ambo), nan ketek Naimah, padusi, baranak surang, laki-laki, Mohd Basyir Sutan Tan Kabasaran. Ayah ambo lahir tahun 1901. Kasadonyo alah wafat. Katarangan lain akan ambo cari dulu di Padang Panjang. Labiah dahulu tarimo kasih.

    Wassalam,
    Saafroedin Bahar

    ----- Original Message ----
    From: Sjamsir Alam <es...@telkom.net>
    To: Rant...@googlegroups.com
    Sent: Tuesday, November 6, 2007 6:13:43 AM
    Subject: [R@ntau-Net] Re: Alhamdulillah (was Re: [R@ntau-Net] Re: Kesalahan berulang.)

    Pak Saaf,
     
    Kunci untuak manalusuri kaum kirabaik ko indak cukuik jo namo sajo. Paralu data lain co suku, namo pangulunyo (kamanakan datuak apo), lokasi rumahnyo. Galuang punyo kampuang-kampuang ketek, Kubu Tangah, Galuang, Tambuo, Tanjuang Gadang, Ponggok dan Kubu Panjang. Kalau Inyiak (atau nenek?) Saora ko punyo katurunan, sia namo anak cucunyo. Kalau indak baitu, sulik bana mancarinyo.
    Memang ambo mengenal surang nan banamo Saora, tapi padusi, sepupu ambo (kami sainyiak, samo-samo cucu Dt. Garang, induaknyo saayah jo apak ambo). Kalau iko, tingganyo di Ponggok dan lah mandaulu sakian tahun nan lalu.
    Faktor wakatu juo tantu bapangaruah. Kalau Inyiak Saora ko lah angkatan inyiak di ambo, mungkin lah jarang nan sapangkek jo inyo nan masih hayaik tampek ambo batanyo.
     

    mak Sati (70+8+5)

    Tabiang

    ----- Original Message -----
    Sent: Monday, November 05, 2007 9:04 AM
    Subject: [R@ntau-Net] Re: Alhamdulillah (was Re: [R@ntau-Net] Re: Kesalahan berulang.)

    Alhamdulilah dan tarimo kasih, Mak Sati. Kok ado wakatu, tolong Mak Sati carikan informasi tantang kaum keluarga tipak bako ambo, Inyiak Saora, untuak suatu saat ambo hubungi dan ambo masukkan ka data base 'Family Tree Maker'.

    Wassalam,
    Saafroedin Bahar (70+2+25)


    Sjamsir Alam

    unread,
    Nov 8, 2007, 6:10:31 PM11/8/07
    to Rant...@googlegroups.com
    Pak Saaf,
     
    Lah ado saketek tasingkok jalannyo. Ambo nantian info lanjutan, sudah tu ambo print dan pada kesempatan partamo pulang mancaliak anak kamanakan di Galuang ambo ansua-ansua manggua aguang.
     
    Salam,
     

    mak Sati (70+8+7)

    Tabiang

    ----- Original Message -----
    Sent: Tuesday, November 06, 2007 5:42 PM
    Subject: [R@ntau-Net] Re: Alhamdulillah (was Re: [R@ntau-Net] Re: Kesalahan berulang.)

    Reply all
    Reply to author
    Forward
    0 new messages