MENHUB DUKUNG PERGANTIAN NAMA BANDARA MINANGKABAU

108 views
Skip to first unread message

Nofend St. Mudo

unread,
Aug 28, 2014, 11:59:11 PM8/28/14
to RN - Palanta RantauNet

PDF Cetak Surel
Jumat, 29 Agustus 2014 02:37

JAKARTA, HALUAN — Menteri Perhubungan EE Mangindaan mendukung usu­lan sejumlah tokoh masyarakat Sumatera Barat yang ada di Jakarta untuk mengganti nama Bandar Udara Inter­nasional Minangkabau (BIM) menjadi Bandar Udara Sutan Muhammad Rasjid.

Dukungan itu disampaikan secara tegas oleh EE Mangin­daan ketika menerima tiga orang tokoh masyarakat Sumatera Barat di Jakarta yakni Fahmi Idris, Basrizal Koto dan Firdaus HB.

“Bagus itu, kita dukunglah. Kalau semua prosesnya bisa dilakukan cepat dan sudah mendapat persetujuan dari DPR dan gubernur, segera saja kita ganti,” kata EE Mangin­daan seperti dituturkan Fahmi Idris seusai pertemuan itu, Rabu (27/8) di Kementerian Perhubungan RI, Jakarta.

Menhub kemudian menje­laskan kalau beberapa daerah di Indonesia  juga tengah mengusulkan pergantian nama bandaranya.

Mangindaan sangat setuju dan mendukung nama bandara berasal dari tokoh tokoh atau pahlawan daerah setempat. Karena selain sebagai bentuk apresiasi atau penghargaan atas jasa- jasa pahlawan, bisa menjadi ciri khas bagi daerah setempat. “Nama bandaranya pakai nama pahlawan setempat itu sangat bagus,” kata tokoh Partai Demokrat itu.

Mangindaan meminta agar segala sesuatu yang diperlukan untuk pergantian nama itu segera dilaksanakan, termasuk persetu­juan anggota dewan setempat, bupati dan gubernur.

Basrizal Koto sebagai salah seorang putra daerah Pariaman dan tokoh pengusaha nasional akan mengawal penuh upaya pergantian nama bandar udara itu. “Sehabis pertemuan dengan Pak Menteri, saya langsung ke Padang untuk berbicara dengan DPRD, Bupati, dan Gubernur,” kata Basrizal Koto. Menteri Perhubungan sendiri juga bertolak ke Padang untuk mengadakan rapat di Padang.

Basrizal menargetkan kalau bisa pergantian nama itu sudah bisa diresmikan oleh pemerintah menjelang akhir tahun ini. “Kita akan bergerak cepat, kalau bisa menjelang akhir tahun sudah diresmikan,” kata Basko, pang­gilan tokoh pengusaha nasional itu.

Fahmi Idris berharap segala sesuatunya bisa berjalan sesuai rencana. “Saya berharap perte­muan saudara Basko dengan anggota DPRD, Bupati dan Gubernur, bisa segera mem­buahkan hasil yang maksimal, sehingga proses pergantian nama itu bisa berjalan cepat,” kata mantan menteri Perindustrian itu.

Tahun lalu, yakni pada 28 Februari 2013, nama Sutan Muhammad Rasjid, mantan Gubernur Militer Pertama Sumatera Barat dan Sumatera Tengah itu juga diabadikan sebagai nama jalan batas kota menuju Bandara Minangkabau setelah melalui proses di DPRD dan Pemda setempat.

Selain sebagai mantan guber­nur militer, Sutan Muhammad Rasjid juga mantan Duta Besar RI untuk Italia. Semasa hidup­nya, Sutan Muhammad Rasji dikenal sebagai pejuang perintis kemerdekaan nasional.

Bandar Udara Internasional Minangkabau berada di wilayah Ketaping, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Paria­man, sekitar 24 km dari Kota Padang. Bandara ini dibangun tahun 2001 dan dioperasikan secara penuh pada 22 Juli 2005, menggantikan Bandar Udara Tabing. (h/ds)


--

Wassalam

Nofend St. Mudo
37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
Tweet: @nofend | YM: rankmarola 

rn.ami...@gmail.com

unread,
Aug 29, 2014, 9:07:07 AM8/29/14
to rant...@googlegroups.com
Kenapa engga nama Sultan Alam Bagagarsyah, atau Dan Tuangku, atau Cindur Mato
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: "Nofend St. Mudo" <nof...@rantaunet.org>
Date: Fri, 29 Aug 2014 10:59:06 +0700
To: RN - Palanta RantauNet<rant...@googlegroups.com>
Subject: [R@ntau-Net] MENHUB DUKUNG PERGANTIAN NAMA BANDARA MINANGKABAU
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+...@googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Zulharbi Salim

unread,
Aug 29, 2014, 10:23:57 AM8/29/14
to RantauNet

Nama Minangkabau sudah mendunia dan terkenal. Tidak usah penggantian nama Bandara MIA. Kenapa begitu repot-repot dan ikut latah untuk mengganti nama Bandara? Ada apa dibalik semua ini?
Yang penting service Bandara MIA yg mesti diperbaiki dan dibenahi seperti mushalla yg sempit ruang tunggu, toilet yg kurang dan tidak bersih, bau apik.
Yg perlu dicatat marak nya calo travel gelap di MIA yg memaksa utk naik mobilnya.Kurangnya bus bandara.tdk adanya shutle bus ke luar bandara.
Yg paling menyedihkan ada tamu dari negara jiran yg dipaksa naik mobil pribadi yg katanya travel. Ternyata tamu tsb dibawa ke arah Pariaman sedangkan tujuannya Bukittinggi. Tiba ditempat sepi tamu ini disuruh turun dan mobil ini kabur membawa semua barang bawaan sang tamu.
Masalah rawannya keamanan inilah yg harus jadi perhatian pemerintah.  
Wassalam
HZS

Asmardi Arbi

unread,
Aug 29, 2014, 10:56:18 AM8/29/14
to rant...@googlegroups.com

Setuju dengan pendapat pak Zulharbi Salim. Nama Minangkabau sudah pas buat apalagi diganti? Apakah 3 tokoh itu mewakili orang Minang? Siapa yang mengangangkatnya? 

Wassalam,
AA

R. Y. Perry Burhan

unread,
Aug 29, 2014, 11:31:15 AM8/29/14
to rant...@googlegroups.com
Sanak di palanta,

baa kalau mambuek petisi pulo kito terhadap urang nan mangaku tokoh ko ? Alah jaleh minangkabau di baok dikenal  ka saluruah dunia, ka batuka pulo jo namo gubernur militer, kama lah pangana kawan nan batigo ko kiro-kiro ?

salam
imam sati 
rantau boyo/55


--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+...@googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.



--
R. Y. Perry Burhan, Prof., Dr.
Laboratorium Geokimia Molekuler
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Kampus ITS Keputih
Surabaya 60111
Tel. +62 31 594 33 53
Faks. + 62 31 592 83 14
Tel. portatif +62 811 313 1810; +62 812 30 00 22 59

Maturidi Donsan

unread,
Aug 29, 2014, 11:49:22 AM8/29/14
to rant...@googlegroups.com

Sanak dipalanta n.a.h

 

Tadinya barangkali pemberian nama  Minangkabau untuk  Bandara bertaraf internasional itu di Sumbar ialah untuk memperkenalkan Sumbar ke dunia luar.

 

Nama Minangkabau erat hubungannya dengan budaya disamping alamnya yang termasuk indah dengan 4 danau dan ratusan rumah gadang juga didalamnya terkandung budaya ABS SBK dan sisitim  Matrilineal yang mungkin tidak dipunyai lagi didaerah lain di dunia ini.

 

Bagaimanapun budaya ABS SBK dan sisitim matrilineal ini akan menjadi kajian terus bagi dunia  dan akan mengalir terus  touris budaya ke Sumbar dengan demikian Minangkabau yang digunakan sebagai nama Bandara akan selalu terngiang bagi touris yang telah berkunjung ke Sumbar.   

 

Untuk pak St Muhammmad Rasyid karena beliau bekas Gubenur Militr Sumbar, biliau bisa saja untuk nama apa saja baik jalan maupun bandara.


Karena jalan sudah, Bandara masih bisa bandara yang akan dibangun dimana saja di Sumbar.

 

Untuk yang sekarang, bandara didaerah ketaping itu sudah tepat dengan nama Minangkabau, dengan nama itu akan menerbangkan Sumabr keseluruh dunia.

 

Kepala dan mata orang banyak mungkin lebih baik dari pada kepala tiga tokoh tersebut.

Ini rembuk pendapat.

 

Wass,

Maturidi (L/76) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau

 


 

 

 

ajoduta

unread,
Aug 29, 2014, 12:08:50 PM8/29/14
to Rantau
Bangsa yang baik adalah bangsa yang menghargai pahlawannya. Seperti dicontohkan beberapa negara maju, banyak bandara memakai nama pahlawan atau tokoh terkemuka yg berjasa pada bangsa dan negara.

tutim...@gmail.com

unread,
Aug 29, 2014, 8:25:51 PM8/29/14
to rant...@googlegroups.com
Jajak pooling sajo kito, apo iyo salero nan batigo ko lah mewakili kepentingan ranah jo rantau,,, ? Nan ado jaan dijua/digadai/diganti, nan baru sajo dibuek, tuu baru tokoh namo eee ,,,
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: "R. Y. Perry Burhan" <pbu...@gmail.com>
Date: Fri, 29 Aug 2014 22:31:12 +0700
Subject: Re: [R@ntau-Net] MENHUB DUKUNG PERGANTIAN NAMA BANDARA MINANGKABAU

Haswin Darwis

unread,
Aug 29, 2014, 9:21:22 PM8/29/14
to RantauNet
Pertanyaan dari Pak Asmardi Arbi AA  
namo katigo tokoh ko nan ambo danga 
1. Pak Fahmi Idris Mantan Menteri Kabinet 2004-2009
2. pak Basrizal Koto Ketum Ikatan keluarga Minang Riau (IKMR)
3. Pak Firdaus HB Mantan Ketua Gebu Minang Jatim

jadi apo nan harus kito lakukan apo kito basatuju jo katigo tigo tokoh tersebut
atau di adokan sidang paleno satiap tokoh masyarakat diwakili (setiaok Kab/Kota)
karano BIM adolah Milik Urang Minangkabau Sumbar

Bak kecek Pak Zulharbi Salim BIM lah terkenal Saentero dunia,apa lagi bagi kami dari Malaysia,yang terutama sekali jaga keselamatan wisata masuk di BIM jangan sampai mengurangkan imej kita sebagai orang minang yang berpegang pada ABS SBK

ada wisata yang makan minum di warung kopi BIM ini terlalu mahal,lebih mahal dari Soekarno-Hatta bila orang tempatan makan harga lain bila wisata makan dua kali ganda dari orang tempatan jadi banyak orang tidak puas hati karena makanan tidak sesuai  dengan harga ( nampak urang lua masuak jan sampai di pakuak harago nyo)

sagetek dari Ambo
HD St Barbanso
Kuala Lumpur

elth...@gmail.com

unread,
Aug 29, 2014, 9:51:33 PM8/29/14
to rant...@googlegroups.com
Manuruik ambo, masalah namo BIM ko dimulai dari pembetukan pantia, sayembara dan hasilnyo namo Bandara internasional minangkabau, dan iko manuai pro dan kontra, lah banyak sekali,
Sadonyo tu mangalukan danna nan gadang, kini namo minangkabau lah lakek, manuruik ambo tarimo sajolah apo nan lah ado tu, itu kan lah malalui proses panjang.
Ndak usah diganti lai, akan mamarlukan dana gadang lo, m$angganti merek, kop surek dll yg butuh lo dana gadangh liak.
Soal namo nan diuslkan, nanti akan ado lo nan akan mangganti jo namo nan labieh keren, misalnyo bandara ; bung hatta, agus salim, tan malaka, syahril, yamin, imam bonjol, dang tuangku, aditiawarman, nan jauh lebih keren dan mandunia namonyo.
Ambo setuju jo pak ustad zul, service, keamanan nan labiah paralu dari pado mangganti namo. Tokoh minangkabau ko banyak, nanti ado lo tokoh nan minta ganti namo lo.

Maaf, kalau kurang berkenan dan indak tapek pandapek ambo, maklum ambo ndak mangarati bana soal iko.
Mokasih,
Salam,
Elthaf
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

From: "Nofend St. Mudo" <nof...@rantaunet.org>
Date: Fri, 29 Aug 2014 10:59:06 +0700
To: RN - Palanta RantauNet<rant...@googlegroups.com>
Subject: [R@ntau-Net] MENHUB DUKUNG PERGANTIAN NAMA BANDARA MINANGKABAU

Muchwardi Muchtar

unread,
Aug 29, 2014, 10:46:42 PM8/29/14
to rant...@googlegroups.com
(--) Kenapa engga nama Sultan Alam Bagagarsyah, atau Dan Tuangku, atau Cindur Mato?

(+) Dan, ambo yakin ado sakambuik buruak lai kenapa nan kalua kalau mampaturuikan kato hati.
He he hehe.....

Justru ambo malah batanyo, baa mangko Bandara Internasional Minangkabau (BIM) nan alah lamak didanga dan cocok dalam konteks "mampromosikan" salah saku suku bangsa di ateh dunia, malah ---cucuak rumbu--- nak diganti manjadi namo salah surang pahlawan dari Minangkabau?

Karano deretan namo pahlawan nasional sabana sambuah nan barasa dari Minagkabau, apokoh maambiak namo salah surang pahlawan tu indak mambuek ibo hati (dunsanak) pahlawan-pahlawan lain?

Bukankah jalan duo jalur mulai dari simpang ampek (fly over) Lubuakaluang - Tabiang manuju BIM tu alah dibari namo saroman jo namo dari pahlawan nasional nan ka diusuakan pangganti namo BIM nan alah mandunia?

Baa awak ndak mancotoh ka urang Japang, yo. Indak ciek pun wanyo basalero mambari namo bandaranyo jo namo pahlawan-pahlawan dari nagarinyo? (atau karano di Japang indak dikenal makhluk nan banamo pahlawan?)

Antahlah......, antahlah....... (kato ambo dalam hati), pado hal Inyiak Wilem Sakespier alah bapasan bake ambo dek sari “What’s in a name? That which we call a rose. By any other name would smell as sweet.” .....

Salam............................,
mm***
(sadang di Bkt)

PANUNGKEK :
Berikut ini adalah daftar nama-nama bandara yang ada di daerah/wilayah negara kesatuan republik indonesia dari sabang sampai merauke. Lapangan terbang, lapangan udara, lanud, bandar udara atau bandara adalah tempat pesawat terbang datang dan pergi mengangkut para penumpang dan atau barang dari satu bandara ke bandara yang lain, baik lokal dalam negri maupun luar negeri.

1. Bandara / Bandar Udara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh Sumatera; Tipe/Kelas = Internasional; Kode = BTJ
2. Bandara / Bandar Udara Polonia, Medan Sumatera; Tipe/Kelas = Internasional; Kode = MES
3. Bandara / Bandar Udara Hang Nadim, Batam Sumatera; Tipe/Kelas = Internasional; Kode = BTH
4. Bandara / Bandar Udara Raja Haji Fisabilillah, Tanjung Pinang Sumatera; Tipe/Kelas = Internasional; Kode = TNJ
5. Bandara / Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru Sumatera; Tipe/Kelas = Internasional; Kode = PKU
6. Bandara / Bandar Udara Minangkabau, Padang Sumatera; Tipe/Kelas = Internasional; Kode = PDG
7. Bandara / Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang Sumatera; Tipe/Kelas = Internasional; Kode = PLM
8. Bandara / Bandar Udara Fatmawati Soekarno, Bengkulu Sumatera; Tipe/Kelas = Internasional; Kode = BKS
9. Bandara / Bandar Udara Radin Inten II, Bandar Lampung Sumatera; Tipe/Kelas = Internasional; Kode = TKG
10. Bandara / Bandar Udara Maimun Saleh, Sabang Sumatera; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = SBG
11. Bandara / Bandar Udara Lhok Sukon, Aceh Utara Sumatera; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = LSX
12. Bandara / Bandar Udara Malikus Saleh, Lhokseumawe Sumatera; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = LSW
13. Bandara / Bandar Udara Cut Nyak Dhien, Nagan Raya Sumatera; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = MEQ
14. Bandara / Bandar Udara Teuku Cut Ali, Tapaktuan Sumatera; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = TPK
15. Bandara / Bandar Udara Syekh Hamzah Fansyuri, Singkil Sumatera; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = SKL
16. Bandara / Bandar Udara Lasikin, Sinabang Sumatera; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = SNB
17. Bandara / Bandar Udara Sibisa, Toba Samosir Sumatera; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = SIW
18. Bandara / Bandar Udara Silangit, Siborong-borong Sumatera; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = SQT
19. Bandara / Bandar Udara Dr. Ferdinand Lumban Tobing, Sibolga Sumatera; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = SIX
20. Bandara / Bandar Udara Aek Godang, Padang Sidempuan Sumatera; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = AEG
21. Bandara / Bandar Udara Binaka, Gunung Sitoli Sumatera; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = GNS
22. Bandara / Bandar Udara Lasondre, Pulau-pulau Batu Sumatera; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = LSE
23. Bandara / Bandar Udara Pinang Kampai, Dumai Sumatera; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = DUM
24. Bandara / Bandar Udara Sungai Pakning, Bengkalis Sumatera; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = SEQ
25. Bandara / Bandar Udara Pasir Pengaraian, Pasir Pengaraian Sumatera; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = PPR
26. Bandara / Bandar Udara Dabo, Singkep Sumatera; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = SIQ
27. Bandara / Bandar Udara Japura, Rengat Sumatera; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = RGT
28. Bandara / Bandar Udara Sei Bati, Karimun Sumatera; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = TJB
29. Bandara / Bandar Udara Ranai, Natuna Sumatera; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = NTX
30. Bandara / Bandar Udara Matak, Pal Matak Sumatera; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = MWK
31. Bandara / Bandar Udara Rokot, Sipura Sumatera; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = RKO
32. Bandara / Bandar Udara Sultan Thaha Syarifuddin, Jambi Sumatera; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = DJB
33. Bandara / Bandar Udara Depati Parbo, Kerinci Sumatera; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = KRC
34. Bandara / Bandar Udara Fatmawati Soekarno, Bengkulu Sumatera; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = BKS
35. Bandara / Bandar Udara Mukomuko, Mukomuko Sumatera; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = MPC
36. Bandara / Bandar Udara Depati Amir, Pangkalpinang Sumatera; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = PGK
37. Bandara / Bandar Udara H. A. S. Hanandjoeddin , Tanjung Pandan Sumatera; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = TJQ
38. Bandara / Bandar Udara Silampari, Lubuklinggau Sumatera; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = LLG
39. Bandara / Bandar Udara Pendopo, Empat Lawang Sumatera; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = PDO
40. Bandara / Bandar Udara Tabing, Padang Sumatera; Tipe/Kelas = Pangkalan Militer; Kode = PDG
41. Bandara / Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru Sumatera; Tipe/Kelas = Pangkalan Militer; Kode = PKU
42. Bandara / Bandar Udara Astraksetra, Way Tuba Sumatera; Tipe/Kelas = Pangkalan Militer; Kode = AKQ
43. Bandara / Bandar Udara Soekarno-Hatta, Banten Jawa; Tipe/Kelas = Internasional; Kode = CGK
44. Bandara / Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Jawa; Tipe/Kelas = Internasional; Kode = HLP
45. Bandara / Bandar Udara Juanda, Surabaya Jawa; Tipe/Kelas = Internasional; Kode = SUB
46. Bandara / Bandar Udara Adisumarmo, Solo Jawa; Tipe/Kelas = Internasional; Kode = SOC
47. Bandara / Bandar Udara Adi Sucipto, Yogyakarta Jawa; Tipe/Kelas = Internasional; Kode = JOG
48. Bandara / Bandar Udara Achmad Yani, Semarang Jawa; Tipe/Kelas = Internasional; Kode = SRG
49. Bandara / Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung Jawa; Tipe/Kelas = Internasional; Kode = BDO
50. Bandara / Bandar Udara Pondok Cabe, Pamulang Jawa; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = PCB
51. Bandara / Bandar Udara Pulau Panjang, Kepulauan Seribu Jawa; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = PPJ
52. Bandara / Bandar Udara Cibeureum, Tasikmalaya Jawa; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = TSY
53. Bandara / Bandar Udara Cakrabhuwana, Cirebon Jawa; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = CBN
54. Bandara / Bandar Udara Tunggul Wulung, Cilacap Jawa; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = CXP
55. Bandara / Bandar Udara Wirasaba, Purbalingga Jawa; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = PWL
56. Bandara / Bandar Udara Dewa Daru, Karimunjawa Jawa; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = KWB
57. Bandara / Bandar Udara Ngloram, Cepu Jawa; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = CPF
58. Bandara / Bandar Udara Abdul Rachman Saleh, Malang Jawa; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = MLG
59. Bandara / Bandar Udara Trunojoyo, Sumenep Jawa; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = SUP
60. Bandara / Bandar Udara Masalembo, Masalembo Jawa; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = MSI
61. Bandara / Bandar Udara Wiridinata, Tasikmalaya Jawa; Tipe/Kelas = Pangkalan Militer; Kode = -
62. Bandara / Bandar Udara Iswahyudi, Madiun Jawa; Tipe/Kelas = Pangkalan Militer; Kode = -
63. Bandara / Bandar Udara Atang Sendjaja, Bogor Jawa; Tipe/Kelas = Pangkalan Militer; Kode = ATS
64. Bandara / Bandar Udara Suryadarma Kalijati, Subang Jawa; Tipe/Kelas = Pangkalan Militer; Kode = -
65. Bandara / Bandar Udara Sulaiman Margahayu, Bandung Jawa; Tipe/Kelas = Pangkalan Militer; Kode = -
66. Bandara / Bandar Udara Sugiri Sukani Jatiwangi, Majalengka Jawa; Tipe/Kelas = Pangkalan Militer; Kode = SKI
67. Bandara / Bandar Udara Gorda Cikande, Serang Jawa; Tipe/Kelas = Pangkalan Militer; Kode = GDA
68. Bandara / Bandar Udara Ngurah Rai, Denpasar Bali dan Nusa Tenggara; Tipe/Kelas = Internasional; Kode = DPS
69. Bandara / Bandar Udara Selaparang, Mataram Bali dan Nusa Tenggara; Tipe/Kelas = Internasional; Kode = AMI
70. Bandara / Bandar Udara El Tari, Kupang Bali dan Nusa Tenggara; Tipe/Kelas = Internasional; Kode = KOE
71. Bandara / Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin, Bima Bali dan Nusa Tenggara; Tipe/Kelas = Internasional; Kode = -
72. Bandara / Bandar Udara Frans Sales Lega, Ruteng Bali dan Nusa Tenggara; Tipe/Kelas = Internasional; Kode = -
73. Bandara / Bandar Udara Soa, Bajawa Bali dan Nusa Tenggara; Tipe/Kelas = Internasional; Kode = BJW
74. Bandara / Bandar Udara H.Hasan Aroeboesman, Ende Bali dan Nusa Tenggara; Tipe/Kelas = Internasional; Kode = -
75. Bandara / Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin, Bima Bali dan Nusa Tenggara; Tipe/Kelas = Internasional; Kode = -
76. Bandara / Bandar Udara Frans Seda, Maumere Bali dan Nusa Tenggara; Tipe/Kelas = Internasional; Kode = -
77. Bandara / Bandar Udara Mali, Alor Bali dan Nusa Tenggara; Tipe/Kelas = Internasional; Kode = -
78. Bandara / Bandar Udara Haliwen, Atambua Bali dan Nusa Tenggara; Tipe/Kelas = Internasional; Kode = -
79. Bandara / Bandar Udara Brangbiji, Sumbawa Besar Bali dan Nusa Tenggara; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = SWQ
80. Bandara / Bandar Udara Lunyuk, Sumbawa Bali dan Nusa Tenggara; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = LYK
81. Bandara / Bandar Udara Muhammad Salahuddin, Bima Bali dan Nusa Tenggara; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = BMU
82. Bandara / Bandar Udara El Tari, Kupang Bali dan Nusa Tenggara; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = KOE
83. Bandara / Bandar Udara Komodo, Manggarai Barat Bali dan Nusa Tenggara; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = LBJ
84. Bandara / Bandar Udara Frans Sales Lega, Ruteng Bali dan Nusa Tenggara; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = RTG
85. Bandara / Bandar Udara Tambolaka, Waikabubak Bali dan Nusa Tenggara; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = TMC
86. Bandara / Bandar Udara Mau Hau, Waingapu Bali dan Nusa Tenggara; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = WGP
87. Bandara / Bandar Udara Soa, Bajawa Bali dan Nusa Tenggara; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = BJW
88. Bandara / Bandar Udara H Hasan Aroeboesman, Ende Bali dan Nusa Tenggara; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = ENE
89. Bandara / Bandar Udara Wai Oti, Maumere Bali dan Nusa Tenggara; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = MOF
90. Bandara / Bandar Udara Gewayantana, Larantuka Bali dan Nusa Tenggara; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = LKA
91. Bandara / Bandar Udara Wonopito, Lewoleba Bali dan Nusa Tenggara; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = LWE
92. Bandara / Bandar Udara Mali, Alor Bali dan Nusa Tenggara; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = ARD
93. Bandara / Bandar Udara Lekunik, Rote Bali dan Nusa Tenggara; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = RTI
94. Bandara / Bandar Udara Tardamu, Pulau Sawu Bali dan Nusa Tenggara; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = SAU
95. Bandara / Bandar Udara Haliwen, Atambua Bali dan Nusa Tenggara; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = ABU
96. Bandara / Bandar Udara Sepinggan, Balikpapan Kalimantan; Tipe/Kelas = Internasional; Kode = BPN
97. Bandara / Bandar Udara Supadio, Pontianak Kalimantan; Tipe/Kelas = Internasional; Kode = PNK
98. Bandara / Bandar Udara Juwata, Tarakan Kalimantan; Tipe/Kelas = Internasional; Kode = TRK
99. Bandara / Bandar Udara Kalimarau, Berau Kalimantan; Tipe/Kelas = Internasional; Kode = BEJ
100. Bandara / Bandar Udara Rahadi Oesman, Ketapang Kalimantan; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = KTG
101. Bandara / Bandar Udara Susilo, Sintang Kalimantan; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = SQG
102. Bandara / Bandar Udara Nanga Pinoh, Nanga Pinoh Kalimantan; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = NPO
103. Bandara / Bandar Udara Pangsuma, Putussibau Kalimantan; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = PSU
104. Bandara / Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangka Raya Kalimantan; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = PKY
105. Bandara / Bandar Udara Iskandar, Pangkalan Bun Kalimantan; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = PKN
106. Bandara / Bandar Udara Tumbang Samba, Katingan Kalimantan; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = TBM
107. Bandara / Bandar Udara H. Asan, Sampit Kalimantan; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = SMQ
108. Bandara / Bandar Udara Beringin, Muara Teweh Kalimantan; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = MTW
109. Bandara / Bandar Udara Syamsuddin Noor, Banjarmasin Kalimantan; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = BDJ
110. Bandara / Bandar Udara Warukin, Tanjung Kalimantan; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = TJG
111. Bandara / Bandar Udara Bersujud, Batulicin Kalimantan; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = BTW
112. Bandara / Bandar Udara Stagen, Kotabaru Kalimantan; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = KBU
113. Bandara / Bandar Udara Temindung, Samarinda Kalimantan; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = SRI
114. Bandara / Bandar Udara Nunukan, Nunukan Kalimantan; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = NNX
115. Bandara / Bandar Udara Yuvai Semaring, Krayan Kalimantan; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = LBW
116. Bandara / Bandar Udara Bunyu, Pulau Bunyu Kalimantan; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = BYQ
117. Bandara / Bandar Udara R.A. Bessing, Malinau Kalimantan; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = MLN
118. Bandara / Bandar Udara Long Ampung, Kayan Selatan Kalimantan; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = LPU
119. Bandara / Bandar Udara Tanjung Harapan, Tanjung Selor Kalimantan; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = TJS
120. Bandara / Bandar Udara Banaina, Bulungan Kalimantan; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = NAF
121. Bandara / Bandar Udara Kalimarau, Tanjung Redeb Kalimantan; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = BEJ
122. Bandara / Bandar Udara Sangkimah, Sangatta Kalimantan; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = SGQ
123. Bandara / Bandar Udara Bontang, Bontang Kalimantan; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = BXT
124. Bandara / Bandar Udara Tanjung Santan, Marang Kayu Kalimantan; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = TSX
125. Bandara / Bandar Udara Kotabangun, Kutai Kartanegara Kalimantan; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = KOD
126. Bandara / Bandar Udara Senipah, Kutai Kartanegara Kalimantan; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = SZH
127. Bandara / Bandar Udara Melalan, Melak Kalimantan; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = MLK
128. Bandara / Bandar Udara Datah Dawai, Kutai Barat Kalimantan; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = DTD
129. Bandara / Bandar Udara Tanah Grogot, Tanah Grogot Kalimantan; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = TNB
130. Bandara / Bandar Udara Tanjung Bara, Sangatta Kalimantan; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = -
131. Bandara / Bandar Udara Sultan Hasanuddin, Makassar Sulawesi; Tipe/Kelas = Internasional; Kode = UPG
132. Bandara / Bandar Udara Sam Ratulangi, Manado Sulawesi; Tipe/Kelas = Internasional; Kode = MDC
133. Bandara / Bandar Udara Andi Djemma, Masamba Sulawesi; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = MXB
134. Bandara / Bandar Udara Betoambari, Bau-bau Sulawesi; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = BUW
135. Bandara / Bandar Udara Jalaluddin, Gorontalo Sulawesi; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = GTO
136. Bandara / Bandar Udara Inco Soroako Waws, Sorowako Sulawesi; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = SQR
137. Bandara / Bandar Udara Kasiguncu, Poso Sulawesi; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = PSJ
138. Bandara / Bandar Udara Lalos, Tolitoli Sulawesi; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = TLI
139. Bandara / Bandar Udara Tampa Padang, Mamuju Sulawesi; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = MJU
140. Bandara / Bandar Udara Melonguane, Melonguane Sulawesi; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = MNA
141. Bandara / Bandar Udara Mopait, Bolaang Mongondow Sulawesi; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = BJG
142. Bandara / Bandar Udara Mutiara, Palu Sulawesi; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = PLW
143. Bandara / Bandar Udara Naha, Tahuna Sulawesi; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = NAH
144. Bandara / Bandar Udara Pogugol, Buol Sulawesi; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = UOL
145. Bandara / Bandar Udara Pomalaa, Pomalaa Sulawesi; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = PUM
146. Bandara / Bandar Udara Pongtiku, Tana Toraja Sulawesi; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = TTR
147. Bandara / Bandar Udara Sugimanuru, Raha Sulawesi; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = RAQ
148. Bandara / Bandar Udara Syukuran Aminuddin Amir, Luwuk Sulawesi; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = LUW
149. Bandara / Bandar Udara Haluoleo, Kendari Sulawesi; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = KDI
150. Bandara / Bandar Udara H. Aroeppala , Selayar Sulawesi; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = -
151. Bandara / Bandar Udara Matahora , Wangi-wangi Sulawesi; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = -
152. Bandara / Bandar Udara Maranggo , Pulau Tomia Sulawesi; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = -
153. Bandara / Bandar Udara Pattimura, Ambon Maluku; Tipe/Kelas = Internasional; Kode = AMQ
154. Bandara / Bandar Udara Amahai, Masohi Maluku; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = AHI
155. Bandara / Bandar Udara Bandaneira, Banda Maluku; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = NDA
156. Bandara / Bandar Udara Dobo, Kepulauan Aru Maluku; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = DOB
157. Bandara / Bandar Udara Dumatubun, Langgur Maluku; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = LUV
158. Bandara / Bandar Udara Emalamo, Sanana Maluku; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = SQN
159. Bandara / Bandar Udara Gamarmalamo, Galela Maluku; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = GLX
160. Bandara / Bandar Udara Gebe, Gebe Maluku; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = GEB
161. Bandara / Bandar Udara Kuabang, Tobelo Maluku; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = KAZ
162. Bandara / Bandar Udara Mangole, Mangole Maluku; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = MAL
163. Bandara / Bandar Udara Namlea, Namlea Maluku; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = NAM
164. Bandara / Bandar Udara Namrole, Namrole Maluku; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = NRE
165. Bandara / Bandar Udara Nangasuri, Benjina Maluku; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = BJK
166. Bandara / Bandar Udara Oesman Sadik, Labuha Maluku; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = LAH
167. Bandara / Bandar Udara Olilit, Saumlaki Maluku; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = SXK
168. Bandara / Bandar Udara Pitu, Morotai Maluku; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = OTI
169. Bandara / Bandar Udara Sultan Babullah, Ternate Maluku; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = TTE
170. Bandara / Bandar Udara Taliabu, Taliabu Maluku; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = TAX
171. Bandara / Bandar Udara Wahai, Pulau Seram Maluku; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = WHI
172. Bandara / Bandar Udara Buli, Maba Maluku; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = -
173. Bandara / Bandar Udara Pitu, Morotai Halmahera Utara Maluku; Tipe/Kelas = Pangkalan Militer; Kode = MRT
174. Bandara / Bandar Udara Sentani, Jayapura Papua; Tipe/Kelas = Internasional; Kode = DJJ
175. Bandara / Bandar Udara Frans Kaisiepo, Biak Papua; Tipe/Kelas = Internasional; Kode = BIK
176. Bandara / Bandar Udara Mozes Kilangin, Tembagapura Papua; Tipe/Kelas = Internasional; Kode = TIM
177. Bandara / Bandar Udara Mopah, Merauke Papua; Tipe/Kelas = Internasional; Kode = MKQ
178. Bandara / Bandar Udara Abresso, Manokwari Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = RSK
179. Bandara / Bandar Udara Anggi, Anggi Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = AGD
180. Bandara / Bandar Udara Apalapsili, Jayawijaya Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = AAS
181. Bandara / Bandar Udara Arso, Arso Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = ARJ
182. Bandara / Bandar Udara Ayawasi, Sorong Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = AYW
183. Bandara / Bandar Udara Babo, Babo Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = BXB
184. Bandara / Bandar Udara Bade, Merauke Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = BXD
185. Bandara / Bandar Udara Batom, Pegunungan Bintang Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = BXM
186. Bandara / Bandar Udara Bintuni, Bintuni Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = NTI
187. Bandara / Bandar Udara Bokondini, Jayawijaya Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = BUI
188. Bandara / Bandar Udara Dabra, Puncak Jaya Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = DRH
189. Bandara / Bandar Udara Elilim, Jayawijaya Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = ELR
190. Bandara / Bandar Udara Enarotali, Enarotali Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = EWI
191. Bandara / Bandar Udara Ewer, Merauke Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = EWE
192. Bandara / Bandar Udara Illaga, Paniai Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = ILA
193. Bandara / Bandar Udara Ilu, Puncak Jaya Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = IUL
194. Bandara / Bandar Udara Inanwatan, Inanwatan Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = INX
195. Bandara / Bandar Udara Jeffman, Sorong Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = SOQ
196. Bandara / Bandar Udara Yemburwo., Numfor Timur Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = FOO
197. Bandara / Bandar Udara Kambuaya, Sorong Selatan Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = KBX
198. Bandara / Bandar Udara Kamur, Asmat Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = KCD
199. Bandara / Bandar Udara Karubaga, Jayawijaya Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = KBF
200. Bandara / Bandar Udara Kebar, Manokwari Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = KEQ
201. Bandara / Bandar Udara Kelila, Jayawijaya Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = LLN
202. Bandara / Bandar Udara Kepi, Merauke Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = KEI
203. Bandara / Bandar Udara Kimaan, Merauke Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = KMM
204. Bandara / Bandar Udara Kokonao, Mimika Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = KOX
205. Bandara / Bandar Udara Lereh, Jayapura Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = LHI
206. Bandara / Bandar Udara Mararena, Sarmi Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = ZRM
207. Bandara / Bandar Udara Merdey, Manokwari Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = RDE
208. Bandara / Bandar Udara Mindiptana, Boven Digoel Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = MDP
209. Bandara / Bandar Udara Moanamani, Dogiyai Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = ONI
210. Bandara / Bandar Udara Mulia, Puncak Jaya Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = LII
211. Bandara / Bandar Udara Muting, Merauke Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = MUF
212. Bandara / Bandar Udara Nabire, Nabire Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = NBX
213. Bandara / Bandar Udara Obano, Nabire Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = OBD
214. Bandara / Bandar Udara Okaba, Puncak Jaya Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = OKQ
215. Bandara / Bandar Udara Oksibil, Pegunungan Bintang Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = OKL
216. Bandara / Bandar Udara Pulau Gag, Raja Ampat Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = GAV
217. Bandara / Bandar Udara Rendani, Manokwari Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = MKW
218. Bandara / Bandar Udara Senggeh, Keerom Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = SEH
219. Bandara / Bandar Udara Senggo, Mappi Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = ZEG
220. Bandara / Bandar Udara Sinak, Puncak Jaya Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = NKD
221. Bandara / Bandar Udara Sudjarwo Tjondronegoro, Serui Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = ZRI
222. Bandara / Bandar Udara Tanah Merah, Tanah Merah Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = TMH
223. Bandara / Bandar Udara Teminabuan, Teminabuan Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = TXM
224. Bandara / Bandar Udara Tiom, Jayawijaya Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = TMY
225. Bandara / Bandar Udara Torea, Fakfak Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = FKQ
226. Bandara / Bandar Udara Ubrub, Keerom Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = UBR
227. Bandara / Bandar Udara Utarom, Kaimana Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = KNG
228. Bandara / Bandar Udara Waghete, Deiyai Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = WET
229. Bandara / Bandar Udara Wamena, Wamena Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = WMX
230. Bandara / Bandar Udara Waris, Keerom Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = WAR
231. Bandara / Bandar Udara Wasior, Wasior Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = WSR
232. Bandara / Bandar Udara Yuruf, Jayawijaya Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = RUF
233. Bandara / Bandar Udara Zugapa, Paniai Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = UGU
234. Bandara / Bandar Udara Domine Eduard Osok, Sorong Papua; Tipe/Kelas = Domestik; Kode = SOQ

---------- Pesan terusan ----------
Dari: <rn.ami...@gmail.com>
Tanggal: 29 Agustus 2014 12.55
Subjek: Re: [R@ntau-Net] MENHUB DUKUNG PERGANTIAN NAMA BANDARA MINANGKABAU
Kepada: rant...@googlegroups.com

S St Sulaiman

unread,
Aug 30, 2014, 7:04:20 AM8/30/14
to rant...@googlegroups.com
Sutan Muhammad Rasjid tu pahlawan dima ? Ambo agak kurang pangatahuan sejarah. Asalnyo dari ma ? Kalau dari kampuang ambo, iyyo satuju lo dipakai pangganti BIM...he..he

*

Wassalam,
Than Lehman L/52/Chaniago/Agam/Duri


Sent from my handheld

elth...@gmail.com wrote:

Manuruik ambo, masalah namo BIM ko dimulai dari pembetukan pantia, sayembara dan hasilnyo namo Bandara internasional minangkabau, dan iko manuai pro dan kontra, lah banyak sekali,
Sadonyo tu mangalukan danna nan gadang, kini namo minangkabau lah lakek, manuruik ambo tarimo sajolah apo nan lah ado tu, itu kan lah malalui proses panjang.
Ndak usah diganti lai, akan mamarlukan dana gadang lo, m$angganti merek, kop surek dll yg butuh lo dana gadangh liak.
Soal namo nan diuslkan, nanti akan ado lo nan akan mangganti jo namo nan labieh keren, misalnyo bandara ; bung hatta, agus salim, tan malaka, syahril, yamin, imam bonjol, dang tuangku, aditiawarman, nan jauh lebih keren dan mandunia namonyo.
Ambo setuju jo pak ustad zul, service, keamanan nan labiah paralu dari pado mangganti namo. Tokoh minangkabau ko banyak, nanti ado lo tokoh nan minta ganti namo lo.

Maaf, kalau kurang berkenan dan indak tapek pandapek ambo, maklum ambo ndak mangarati bana soal iko.
Mokasih,
Salam,
Elthaf
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Ali Unan Hasan

unread,
Aug 30, 2014, 7:23:12 AM8/30/14
to Rantau Net
Sutan Muhammad Rasjid tu pahlawan dima ? Ambo agak kurang pangatahuan sejarah. Asalnyo dari ma ? Kalau dari kampuang ambo, iyyo satuju lo dipakai pangganti BIM...he..he

*

Wassalam,
Than Lehman L/52/Chaniago/Agam/Duri


Sent from my handheld

elth...@gmail.com wrote:

Maaf dunsanak kasadonyo

Iko namo nan indak ba ulah nan bakasuah
.... Msh byk karajo nan lain lai..

Unan /jkt/33

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

From: S St Sulaiman <tan.l...@gmail.com>
Date: Sat, 30 Aug 2014 14:04:51 +0700
Subject: Re: [R@ntau-Net] MENHUB DUKUNG PERGANTIAN NAMA BANDARA MINANGKABAU

Manuruik ambo, masalah namo BIM ko dimulai dari pembetukan pantia, sayembara dan hasilnyo namo Bandara internasional minangkabau, dan iko manuai pro dan kontra, lah banyak sekali,
Sadonyo tu mangalukan danna nan gadang, kini namo minangkabau lah lakek, manuruik ambo tarimo sajolah apo nan lah ado tu, itu kan lah malalui proses panjang.
Ndak usah diganti lai, akan mamarlukan dana gadang lo, m$angganti merek, kop surek dll yg butuh lo dana gadangh liak.
Soal namo nan diuslkan, nanti akan ado lo nan akan mangganti jo namo nan labieh keren, misalnyo bandara ; bung hatta, agus salim, tan malaka, syahril, yamin, imam bonjol, dang tuangku, aditiawarman, nan jauh lebih keren dan mandunia namonyo.
Ambo setuju jo pak ustad zul, service, keamanan nan labiah paralu dari pado mangganti namo. Tokoh minangkabau ko banyak, nanti ado lo tokoh nan minta ganti namo lo.

Maaf, kalau kurang berkenan dan indak tapek pandapek ambo, maklum ambo ndak mangarati bana soal iko.
Mokasih,
Salam,
Elthaf
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

From: "Nofend St. Mudo" <nof...@rantaunet.org>
Date: Fri, 29 Aug 2014 10:59:06 +0700
To: RN - Palanta RantauNet<rant...@googlegroups.com>
Subject: [R@ntau-Net] MENHUB DUKUNG PERGANTIAN NAMA BANDARA MINANGKABAU


PDF Cetak Surel
Jumat, 29 Agustus 2014 02:37

JAKARTA, HALUAN — Menteri Perhubungan EE Mangindaan mendukung usu­lan sejumlah tokoh masyarakat Su

--

Asmardi Arbi

unread,
Aug 30, 2014, 8:08:55 AM8/30/14
to rant...@googlegroups.com

Ass wr wb

Maaf Iko via Japri, ado tawaran proyek pemerintah  mancari investor murni dengan sistem bagi hasil. Luas tanah 5000m. akan dikembangkan jadi 7000m . Nama proyek : Pasar Modern. Nilai Proyek 156 Milyard.Lokasi Simpang Haru  Padang Timur. Kanda taingek dinda punya perwakilan  contact person, tapi kanda kehilangan No Hp nya., kalau berminat tolong hubungi kanda di No Hp 081281112365 atau 081585417165

Wassalam,

Asmardi Arbi



On 29/08/2014 23:08, ajoduta wrote:

yose hendra

unread,
Aug 30, 2014, 8:24:19 AM8/30/14
to rant...@googlegroups.com
3 orang yang bertamu ke Menteri Perhubungan belum bisa dikatakan mewakili suara orang Sumatra Barat atau pun gen Minangkabau dimana pun berada... Kalau memang ada keinginan mengubah, dari bandara dengan nama etnis (primordialisme)-- Minangkabau sekarang, dan tentunya lebih arif diadakan sayembara kembali, mungkin dg tema nama2 pahlawan atau orang hebat asal Minangkabau.. Untuk satu hal ini, saya mengusulkan TAN MALAKA pantas dikedepankan. Ia tokoh kaliber dunia, dan pencetus awal ide Republik.... :)



Salam jabat erat,

Yose Hendra

Surau Gadang | Padang


--

Jufri Maran

unread,
Aug 30, 2014, 8:24:41 AM8/30/14
to rant...@googlegroups.com
gimana kalau HAMKA Internasional Airport saja, lebih dikenal banyak orang !

Asmardi Arbi

unread,
Aug 30, 2014, 9:26:25 AM8/30/14
to rant...@googlegroups.com

Tarimokasi ateh info dari bung HD tantang  ka 3 tokoh Minang itu, nan bagi kami nan gaek2 alah sajak lamo mengenal baliau karano samo2 duduak di jajaran Gebu Minang dan BK3AM.. Ambo labiah satuju jo pandapek bahaso namo BIM ala marupokan kesepakatan basamo masyarakat Minangkabau dari babarapo namo nan diusulkan untuak mangganti namo Bandara Katapiang dan kini alah populer.

Kalau memang ka 3 baliau itu tokoh Minang, manga tidak tertarik dengan masalah Managemen BIM nan masih amburadul dibabagai sektor nan salamoko manjadi keluhan dan kritikan konsumen baiak dari DN maupun LN nan mabaok citra negatif  urang Minangkabau..
Kalau baliau2 tu mapajuangkan masalah nan dikeluhkan itu  dan berhasil mako buliahlah disabuik tokoh.   Indo kojo cori kojo, diogiah kojo mancirobiah kecek urang  Pikumbuah..
.
Wassalam,
AA


On 30/08/2014 08:21, Haswin Darwis wrote:

ju.st.c...@gmail.com

unread,
Aug 30, 2014, 10:20:25 AM8/30/14
to rant...@googlegroups.com
Baa mangko hrs diganti lo? Apo bana urgensinyo? Apo bana manfaaiknyo? Kan lah rancak tu Bandara Int. Minangkabau. Kayak ndak ado karajo na lai weh...hehe
Salam,
J.St.Ch/55/Bgr
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: Jufri Maran <jm.j...@gmail.com>
Date: Sat, 30 Aug 2014 19:02:35 +0700

Renny Sy

unread,
Aug 30, 2014, 12:29:23 PM8/30/14
to Rantau Net Groups, Firdaus HB

Mano pak Firdaus HB yg juga anggota Rantaunet ini

Jawek lah pak.....dari suaro Mano apak2 ba3 mewakili org2 SUMBAR minta ganti namo BIM .....yg disiko see ndak do maraso terwakili do ....

Jgn main2 dgn suaro org banyak pak. ...



Renny.Bintara

ajoduta

unread,
Aug 30, 2014, 2:53:10 PM8/30/14
to Rantau
Alaikumsalam..kanda Asmardi,
Kamanakan ambo nan panah bahubungan jo kanda bidang nyo perumahan.

Ambo ado relasi di US berminat invest di Indonesia. Ambo bisa tawarkan ka mereka. Kalau ado FS atau proposal nan bisa dibagi ka kami, tantu rancak.

Dinda tunggu...


-------- Original message --------
From: Asmardi Arbi
Date:08/30/2014 8:08 AM (GMT-05:00)
To: rant...@googlegroups.com
Subject: Re: [R@ntau-Net] MENHUB DUKUNG PERGANTIAN NAMA BANDARA MINANGKABAU

palit...@yahoo.co.id

unread,
Aug 30, 2014, 8:35:06 PM8/30/14
to mailing list
Sutan Muhammad Rasjid tu pahlawan dima ? Ambo agak kurang pangatahuan sejarah. Asalnyo dari ma ? Kalau dari kampuang ambo, iyyo satuju lo dipakai pangganti BIM...he..he

*

Wassalam,
Than Lehman L/52/Chaniago/Agam/Duri


Sent from my handheld

elth...@gmail.com wrote:

Kito mintak se uda Syaff Al manulih berita tentang orang-orang yang punyo pandapek berlawanan dengan usulan penggantian namo BIM ko, baa nyo ?

Kan beliau wartawan haluan juo.. (Atau uda Syaff Al yang manulih berita iko?)

Imran, 38 tingga di padang..
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: "Ali Unan Hasan" <unan...@gmail.com>
Date: Sat, 30 Aug 2014 11:23:07 +0000
To: Rantau Net<Rant...@googlegroups.com>

Ali Unan

unread,
Aug 30, 2014, 8:50:12 PM8/30/14
to rant...@googlegroups.com, Firdaus HB

Rancak kereta ka bandara tu di tolong mamberesan. Atau jln tol pdg kan pakan baru...

Jan yg ndak ba ulah yg dikasuah...

Unan jkt

Haswin Darwis

unread,
Aug 30, 2014, 10:51:45 PM8/30/14
to RantauNet
kapado Nofend St Mudo

Bilo nofend St mudo buliah posting berita surat kabar kepada RN ko, ambo usulan juo bahawa Nofend harus posting juo suaro hati mamak ,apak,bundo,sarato nan mudo mudo dalam RN ko

Ambo mancaliak indak ado surang juo nan manyokong untuak pamindahan namo dari BIM kapado Namo Pahlawan Sutan Muhammad Rasyid (ambo baru tahu namo Pahlawan itu) sadangkan nan mancadang 3 urang nan indak suko dalam RN ko lah labiah 20 orang, urang nan ado dalam RN ko juo Banyak dari kalangan Tokoh tokoh Masyarakat Mantan TNI,Mantan Pamerintah Niniak Mamak,Cadiak pandai alim ulama,Bundo Kanduang  dan tokoh muda bakal peminpin masa depan

mohon di perhatian 
Wasalam
HD St Barbanso
Kuala Lumpur

Maturidi Donsan

unread,
Aug 31, 2014, 12:23:01 AM8/31/14
to rant...@googlegroups.com

Setuju dengan usul sanak kito Haswin Darwis (HD) dari Kuala Lumpur tu.

 

Memang tapek kalau sdr Nofend, mamulangkan pulo baliak ka Haluan, alah baraa lo sampai kini 31/8/14 (sekitar 20 urang) , kawan nan manulak ide manuka BIM jo BI St M. Rasyid.

 

Mungkin paralu agar urang Jakarta jo pajabat tu indak bacamin sabalah.

 

Di Forum  Umat Islam Bersatu Sumbar dalam FB, ambo cigok io bagaduru lo  nan manulak.

 

Wass,

Maturidi  (L/76)

Nofend St. Mudo

unread,
Aug 31, 2014, 1:25:19 AM8/31/14
to RN - Palanta RantauNet
Pak HD St Barbanso dan Mak Maturidi

Ambo posting tread diateh di RN, alah banyak pulo mamak, apak, bundo nan menanggapi/posting itu, jadi ndak paralu ambo posting lai, dek baliau2 alah posting (sabananya ambo kurang manangkok permintaan pak HD ko :) ) 

Postingan tread diate, umum kito bahas disiko, dek bahkan awal2 panamoan BIM ko dulu, sangaik sumarak pulo di RN dan bahkan ado poling pilihan nan bamacam2 pulo.

Kalau suaro rang mudo di RN ko, walau Urang Mudo RN nan vokal2 alah banyak hengkang di RN ko dan baraliah ka media sosial, namun lai ado 2-3 nan tampak dari tanggapan diateh.

Dan juo ambo indak banyak menanggapi postingan nan ambo kirim, dek ambo hanya bausao tarui untuak mengimbangi ota palanta dengan kaba2 dan info nanbanuansa minang nan sesuai jo visi RN, dan juo mohon maaf ambo indak terlalu eksis menanggapi disampiang diate juo kedudukan sebagai rang dapua, silakan mamak mandiskusikannyo, namun walau baitu, postingan mamak2 ko lai juo dipantau dek sanak2/mamak2 nan ma ambia kebijakan tsb kok.

Ka haluan pun juo indak ado mamfaat untuak mamulangkan do mak Maturidi, namun kok lai ado dan amuah manulis tanggapan, Haluan juo akan mamuek tanggapan2 tsb, silakan mamak buek kalau indak tau, nanti ambo akan bantu kirim ka redaksinyo. dan di milis awak ko lai banyak juo wartawan2 mudo di ranah dan rantau nan aktif atau bagabuang, salah satunyo ado yose hendra, arfi dan banyak lai.

Mungkin saitu sajo saketek panukuak manjawek tanyo atau baliakan tanggapan dari Bapak dan Mamam.

Wassalam


Pada 31 Agustus 2014 11.22, Maturidi Donsan <matur...@gmail.com> menulis:

Setuju dengan usul sanak kito Haswin Darwis (HD) dari Kuala Lumpur tu.

 

Memang tapek kalau sdr Nofend, mamulangkan pulo baliak ka Haluan, alah baraa lo sampai kini 31/8/14 (sekitar 20 urang) , kawan nan manulak ide manuka BIM jo BI St M. Rasyid.

 


asmun sjueib

unread,
Aug 31, 2014, 4:54:40 AM8/31/14
to rant...@googlegroups.com, zulhasril nasir, ibarsja...@gmail.com, Jamal itb, Harry Poeze, Harry Poeze, hengkyt...@gmail.com, Yose Hendra
Aww. Sidang Palanta n.a.h.
aaa) Sehubungan dengan rencana pergatian namo Bandara Minangkabau, ambo sebagai putera/puteri Perintis/Pahlawan/Veteran Kemedekaan R.I. satuju bona dan kironya paralu dipertimbangkan dengan usulan Prof. Dr. Zulhasrl Nasir, M.Si. untuk memberikan penghormatan kepada almarhum Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka sebagai Tokoh Nasional dan Internasioal yang merupakan seorang figur anak Nagori Suliki, Payokumbuah yang lumayan terkenal dengan berbagai buku wasiat beliau seperti Madilog, Naar de Republiek, Massa Aksi, Gerpolek dll. 
bbb) Ambo maliek usulan tsb. bukan indak beralasan, karano nan dikecekkan dek Bung Karno, kalau tidak kita yang menghargai para Pahlawan Kemerdekaan Nasonal Indonesia, siapa lagi yan akan memberikan penghargaan sebagaimana beliau wujudkan dalam Keppres No. 53 Tahun 1963, dan kalau indak kini pabilo laie akan diberikan kesempatan terbaik bagi anak Nagori Pandam Gadang tsb.
ccc) Seyogyanya soal dukung mandukuang iyolah diserahkan ka Angku anggota DPD RI, DPR RI, ataupun anggota DPRD RI Provinsi Sumatera Barat ataupun ka LKAAM dan Tungku Tigo Sajarangan dan ataupun satidaknyo ado pulo kriteria2 nan kudian mamutuihkan pemberian namo gadang tsb. Namun demikian, ambo hanyolah setitik debu nan tidak ado artinyo dalam maso maso perpolitikan maso kini ataupun dimaso datang, tapi ambo pernah mandanga pesan2 Bung Karno bahwasnya kito harus pulo dapeik bapikie "nuchter" dan clear and clean tentang penempatan penghormatan kepada para Pahlawan Bangsa.
Sekedar masukan dan turuik mandukuang usul Prof. Dr. ZN M.Si. dari kampus Kunieng Depok. Semoga Allah memberikan petunjuk yang terbaik untuk bangsa Minangkabau nan selalu terpuruk dan belum dapeik bangkiek dari ketertinggalan setelah perang Sudara PRRI masa silam.
Wassalam,
Haasma (Lk/70/Depok).


asmun sjueib

unread,
Aug 31, 2014, 4:54:40 AM8/31/14
to rant...@googlegroups.com, Firdaus HB
Dear All di Palanta.
Satuju prioritas pembangunan Sumbar sebagai wilayah wisata dunia membutuhkan sarana dan prasarana kereta api sebagaimana Jepang telah memberikan contoh untuk kesatuan pulau2 dari Hokaido, Honshu, dst.nya dengan jalur Shinkansen. Artinyo pabilo dipikiekan, direncanakan dan dilaksanakan jalur Utara Selatan, Barat Timur, maka akan dapat memberikan arti tersendiri bagi pembangunan ekonomi regional Sumbar yang sampai saat ini perhatian kemajuan wilayah yang selalu ditinggalkan dan tertiggalkan terutama setelah usai Pergolakan PRRI tahun 1956/1957 silam.
Wass.,
Haasma (Lk/70/Depok)

asmun sjueib

unread,
Aug 31, 2014, 4:55:34 AM8/31/14
to rant...@googlegroups.com
Setuju bona Bung Yose usulan samo dan sejalan dengan Prof. Dr. ZN M.si. dari FISIP UI dan seyogyanya diadakan pertemuan kembali untuk Tungku Tigo Sajarangan, Kaoem Perantau beserta ormas dan orsos Rantau Nasional dan Dunia, kajian2 oleh Lemaga Pendidikan dlsbnya. Kriteria2 yang tepat dan dimana perlu dipersiapkan oleh pihak2 terkait dari Kemenhub R.I. Gubernur/Bupati dlsbnya. Masalahnya apakah pemberian suatu nama bagi suatu lokasi Tempat/Kota/Sungai/Danau dlsbnya dengan adanya pertimbangan2 sosiologis dan philosophis'
Wass,
Haasma (Lk/70/Depok.)

Isna Huriati

unread,
Aug 31, 2014, 7:55:03 PM8/31/14
to rant...@googlegroups.com
Ambo setuju 100 prosen jo Buya ,ado apo.  Kok heboh jo nan indak paralu. Nan penting bandara awaktu bisa dikenang urang bukan dek buruknyo sahinggo urang anggan datang baliak, tapi dek karano manajemennyo nan rancak. Apolai kato Minangkabau maingekkan urang akan sesuatu hal yang unik yang indak banyak ado diduniako yaitu masyarakat Matrilineal nan manyababkan urang tata riak untuak mangunjungi nagari awakko.  Banyak nan harus dibenahi untuak manyambuik katatariak an urang lua untuak mangunjungi nagari awak.  Tapi jaleh bukan jo mangganti namo bandara. Kalau pemimpin latah bak kecek buya tu, iyo sansaro rakyat dibueknyo.  Ambo 100 prosen manolak ide latahtu.

Wassalam
Isna

Sent from my iPad

On 29 Agt 2014, at 22:23, Zulharbi Salim <zuls...@gmail.com> wrote:

Nama Minangkabau sudah mendunia dan terkenal. Tidak usah penggantian nama Bandara MIA. Kenapa begitu repot-repot dan ikut latah untuk mengganti nama Bandara? Ada apa dibalik semua ini?
Yang penting service Bandara MIA yg mesti diperbaiki dan dibenahi seperti mushalla yg sempit ruang tunggu, toilet yg kurang dan tidak bersih, bau apik.
Yg perlu dicatat marak nya calo travel gelap di MIA yg memaksa utk naik mobilnya.Kurangnya bus bandara.tdk adanya shutle bus ke luar bandara.
Yg paling menyedihkan ada tamu dari negara jiran yg dipaksa naik mobil pribadi yg katanya travel. Ternyata tamu tsb dibawa ke arah Pariaman sedangkan tujuannya Bukittinggi. Tiba ditempat sepi tamu ini disuruh turun dan mobil ini kabur membawa semua barang bawaan sang tamu.
Masalah rawannya keamanan inilah yg harus jadi perhatian pemerintah.  
Wassalam
HZS

Pada 29 Agt 2014 20:07, <rn.ami...@gmail.com> menulis:
Kenapa engga nama Sultan Alam Bagagarsyah, atau Dan Tuangku, atau Cindur Mato
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: "Nofend St. Mudo" <nof...@rantaunet.org>
Date: Fri, 29 Aug 2014 10:59:06 +0700
To: RN - Palanta RantauNet<rant...@googlegroups.com>
Subject: [R@ntau-Net] MENHUB DUKUNG PERGANTIAN NAMA BANDARA MINANGKABAU


PDF Cetak Surel
Jumat, 29 Agustus 2014 02:37

JAKARTA, HALUAN — Menteri Perhubungan EE Mangindaan mendukung usu­lan sejumlah tokoh masyarakat Sumatera Barat yang ada di Jakarta untuk mengganti nama Bandar Udara Inter­nasional Minangkabau (BIM) menjadi Bandar Udara Sutan Muhammad Rasjid.

Dukungan itu disampaikan secara tegas oleh EE Mangin­daan ketika menerima tiga orang tokoh masyarakat Sumatera Barat di Jakarta yakni Fahmi Idris, Basrizal Koto dan Firdaus HB.

“Bagus itu, kita dukunglah. Kalau semua prosesnya bisa dilakukan cepat dan sudah mendapat persetujuan dari DPR dan gubernur, segera saja kita ganti,” kata EE Mangin­daan seperti dituturkan Fahmi Idris seusai pertemuan itu, Rabu (27/8) di Kementerian Perhubungan RI, Jakarta.

Menhub kemudian menje­laskan kalau beberapa daerah di Indonesia  juga tengah mengusulkan pergantian nama bandaranya.

Mangindaan sangat setuju dan mendukung nama bandara berasal dari tokoh tokoh atau pahlawan daerah setempat. Karena selain sebagai bentuk apresiasi atau penghargaan atas jasa- jasa pahlawan, bisa menjadi ciri khas bagi daerah setempat. “Nama bandaranya pakai nama pahlawan setempat itu sangat bagus,” kata tokoh Partai Demokrat itu.

Mangindaan meminta agar segala sesuatu yang diperlukan untuk pergantian nama itu segera dilaksanakan, termasuk persetu­juan anggota dewan setempat, bupati dan gubernur.

Basrizal Koto sebagai salah seorang putra daerah Pariaman dan tokoh pengusaha nasional akan mengawal penuh upaya pergantian nama bandar udara itu. “Sehabis pertemuan dengan Pak Menteri, saya langsung ke Padang untuk berbicara dengan DPRD, Bupati, dan Gubernur,” kata Basrizal Koto. Menteri Perhubungan sendiri juga bertolak ke Padang untuk mengadakan rapat di Padang.

Basrizal menargetkan kalau bisa pergantian nama itu sudah bisa diresmikan oleh pemerintah menjelang akhir tahun ini. “Kita akan bergerak cepat, kalau bisa menjelang akhir tahun sudah diresmikan,” kata Basko, pang­gilan tokoh pengusaha nasional itu.

Fahmi Idris berharap segala sesuatunya bisa berjalan sesuai rencana. “Saya berharap perte­muan saudara Basko dengan anggota DPRD, Bupati dan Gubernur, bisa segera mem­buahkan hasil yang maksimal, sehingga proses pergantian nama itu bisa berjalan cepat,” kata mantan menteri Perindustrian itu.

Tahun lalu, yakni pada 28 Februari 2013, nama Sutan Muhammad Rasjid, mantan Gubernur Militer Pertama Sumatera Barat dan Sumatera Tengah itu juga diabadikan sebagai nama jalan batas kota menuju Bandara Minangkabau setelah melalui proses di DPRD dan Pemda setempat.

Selain sebagai mantan guber­nur militer, Sutan Muhammad Rasjid juga mantan Duta Besar RI untuk Italia. Semasa hidup­nya, Sutan Muhammad Rasji dikenal sebagai pejuang perintis kemerdekaan nasional.

Bandar Udara Internasional Minangkabau berada di wilayah Ketaping, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Paria­man, sekitar 24 km dari Kota Padang. Bandara ini dibangun tahun 2001 dan dioperasikan secara penuh pada 22 Juli 2005, menggantikan Bandar Udara Tabing. (h/ds)

Wassalam

Nofend St. Mudo
37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
Tweet: @nofend | YM: rankmarola 

--

Maturidi Donsan

unread,
Aug 31, 2014, 8:39:54 PM8/31/14
to rant...@googlegroups.com
Nakand Nofend, sanak Yose Hendra, Bu Isna dan sanak diplanta n.a.h.

Tarimo kasih Nofend, kalau baitu kito sarulah sanak Yose Hendra ( sanak ko nampaknyo lai satopulo  menanggapi dimilisko).

Sanak Yose Hendra, kalau bisa padangakan pulolah, suaro dari lapau kito ko ka Haluan agar urang indak mancaliak camin sabalah sajo.
DI Umat Islam Bersatu Sumbar lai banyak lo nan manulak nampaknyo.

Kato Minangkabau ko, kok dapek mulai kito basamo mampopulerkan sarupo kato Rumah Makan "Padang" nan alah terkenal di seantero Nusantara dan mulai merangkak ke seantero Dunia, handaknyo nan lah ado jaan dirangguik pulo. 

syaf...@gmail.com

unread,
Sep 1, 2014, 12:04:15 AM9/1/14
to rant...@googlegroups.com
Sanak Palanta nah! Berikut ambo copas kiriman kawan dari Padang....

PAGA NAGARI SUMBAR TOLAK PENGGANTIAN NAMA BANDARA MINANGKABAU INTERNASIONAL 
Paga nagari dalam rapat pengurusnya tadi siang menyepakati dengan sauara bulat menolak dengan tegas upaya-upaya penggantian nama Bandar Udara Minangkabau (BIM) dengan nama lain. 
Nama tersebut dinilai telah tepat dan sesuai sekali dengan aspirasi masyarakat Minangkabau, semangat harkat dan martabat Minangkabau.yang ingin bersatu dan kembali kepada jati dirinya sebagai orang Minangkabau. 
Upaya penggantian nama tersebut tidak ada urgensinya, bahkan dapat mengerus dan menghilangkan jati diri yang akibatnya masyarakat Minangkabau akan kehilangan jati diri. Dan jika upaya itu diteruskan maka akan menimbulkan konflik horizontal. 
Upaya yang dilakukan oleh segelintir orang yang pasti menurut Paga Nagari adalah tindakan pribadi yang ceroboh dan buakn berasal dari aspirasi masyarakat. Dan hal itu tak ada kaitannya dengan aspirasi Minangkabau. 
Karena itu Paga Nagari dengan egas mengatakan: 1. MENOLAK pergantian nama Minangkabau dengan nama-nama lainnya apapun namanya itu. 2. Meminta Kepada Gubernur dan DPRD Sumbar unuk dengan tegas menolak penggantian nama bandar Udara Minangkabau dengan nama-nama lainnya itu. 
Padang, 29 Agustus 2014 
Paga Nagari Sumatera Barat 
Ketua : Drs. Ibnu Aqil D. Ghani 
Sekretaris : Ir. G Malin Permato MHi 
Penasehat Adat : A. Dt Rajo Malano 
Catatan : Seperti diberitakan di haluan.com, 3 orang yang mengaku tokoh masyarakat Sumbar (Fahmi Idris, Basrizal Koto, Firdaus HB) ingin merubah nama BIM dengan nama Sutan Muhammad Rasyid. Dan mereka telah menemui Menteri Perhubungan AA Mangindaan. 
Basrizal Koto ini sebelumnya telah merubah nama Minang Plaza dengan Basko Plaza di Air Tawar. Karena dia adalah pemiliknya maka tak ada yang protes meski banyak kecewa. Tapi BIM jelas milik masyarakat Minangkabau. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

yose hendra

unread,
Sep 1, 2014, 12:04:16 AM9/1/14
to rant...@googlegroups.com
Umanaik  mamak Maturidi yo manjadi sumangaik di ambo untuak terlibat dlm polemik ko... Bicara BIM, sajarah bandara kebanggaan urang awak ko lah manjadi polemik soal pambarian namo dari dulunyo.... Sacaro kajian antropologis atau pun kultur, Minangkabau lah dikenal luas oleh dunia akademisi... dan banyak yang masumsikan, melabeli namo bandara (baca: gerbang suatu wilayah dan otoritas), berarti bersikap Primordialisme... cubo pikia, kalau urg Sumut maagiah bandara dg namo Batak atau Melayu atau Mandaihiliang. Sulsel dg nama Bandara Bugis, bandara di Jawa dg nama Jawa, dan lain-lain... Tapi iko lah suatu kesepakatan yang disayembarakan sebelumnya, dan terlanjur lah didaftarkan ka otoritas penerbangan internasional... Dan dunia lah mengenal BIM sebagai gerbang Sumatra Barat... Kalau arif dari dulu pemerintah kito atau pihak berwenang, Ambo lah labiah paham (merujuk sejarah) bandara yang lataknyo di Nagari Katapiang ko dg nama Bandara Tan Malaka.... (Tan Malaka adalah salah satu urg besar yg lahia dr rahim Minangkabau. Inyo pencetus ide Republik. dan paliang penting, kita harus tahu, bahwa beliau salamo ko dibungkam, diartikecilkan atau dipasampik perannyo utk Republik. Inyo distigmakan komunis. sementara banyak urang hebat yg lahia dr rahim Minang, tapi tidak seperti Tan Malaka. Org2 spt Hatta, Sjahrir, Natsir, Hamka, Agus Salim, Asaat, dll, nama mereka lebih abadi dan dikenal luas dibanding Tan.. Nama2 mereka diabadikan lewat jalan, infrasrtuktur, dll)... Nah, baliak ka persoalan ado 3 urg yang SEOLAH-OLAH MEMPRESENTASIKAN SBG WAKIL URG MINANG DI RANAH ATAU RANTAU, kito menurut ambo:::

1. MENOLAK!!! dengan alasan inyo bukan wakil kito, dan inyo mewakili siapo?? dan alasannyo hanya emosional belaka, maaf: bisa jadi karena sama2 org Padang Pariaman. BIM adalah milik Sumbar, urg Minang sadonnyo, meski lataknyo di Padang Pariaman.

2. St. Moh. Rasyid. Ambo cukup banyak mambaco sepak terjang beliau samaso Republik masih menjadi bayi hingga menjadi lakon dalam drama PRRI... Ambo sangat takjud maliek sikap dan integritas beliau semasa hidup... Beliau bahkan adalah Gubernur pertama Sumbar sebetulnya.... Dan beliau secara putra Padang Pariaman, sebetulnya telah menjadi atau paralel dengan BIM sebagai gerbang Sumbar. Bukankah selepas orang mau keluar BIM atau keluar Sumbar melalui BIM, melewati jalan beliau? Rasyid baru satu tahun lalu telah dijadikan nama ruas jalan menuju BIM.

3. Basko sebagai salah satu dr 3 org yang pergi ke Jakarta, lalu pertemuan dengan Kemenhub dimuat di Haluan. Kito harus samo2 tahu, samo2 paham, Basko adalah pemilik Haluan... Dan kito harus mencurigai, iko adalah skenario politik pencitraan, menggambarkan Basko seakan2 merupakan tokoh Sumbar.... Harus dipikirkan lagi, apa beliau tokoh kita?

4. Nah, ada adagium, jika opini atau persepsi ditebarkan lewat media, maka lebih arif dan bijak kita balas lewat media pula... Sebab itu, ambo secara masih mudo matah, umua alun satumpuak jaguang, mako ambo minta kesediaan MAMAK untuk mambuek opini atau babaleh cakak di media pulo.. bisa di koran atau media online yang ado di Sumbar... baa gakti Mamak Maturidi??

5.. Kesalahan BIM bukan pada NAMA, tapi PELAYANAN dan BUdaya yang memalukan... Bukankah kita dibuat Sesak ketika akan keluar bandara, ketika para calo travel, taksi dan dan lainnya, MAIN TODONG saja?? dan bagaimana Bandara internasional katanya, tapi kok pengelolaannya seperti bandara perintis...


Salam waras,


Yose | sadang mancari jati diri


tingga di pinggiran Padang


--

Maturidi Donsan

unread,
Sep 1, 2014, 9:56:49 AM9/1/14
to rant...@googlegroups.com

Nakan Nofend, Syaf Al, Yose Hendra, dan sanak di palanta n a h.

 

Tarimo kasih nakan Nofend nan alah mambari tahu lapau mengenai namo BIM tu ka diusiak.

Tarimo kasih Syaf AL,  lah mampadangakan pandapek Paga Nagari ka lapau..

Tarimo aksih jo ka Yose Hendra alah mambantang panjang lebar mengenai BIM.

Memang untuk BIM pelayanan yang perlu ditingkatkan jaan sampai nan datang ke BIM mangaluah.

Mungkin personil yang ado di BIM termasuk  Angkasa Pura dan lain yang terlibat layanan  ke umum perlu diteliti baik pendidikan maupun pengalaman.

 

Sampai-sampai ada perbedaan harga makanan direstoran dalam BIM, beda antara domestic (kusus awak Sumbar) dengan tamu dari luar Sumbar seperti yang dikeluhkan kawan dari Malaysia.

 

Masa warung elit di BIM disamakan pelayanannya dengan warung kapau di pasa bawah /ateh Bukittinggi seperti yang dikeluhkan penumpang travel dari Pekanbaru-Padang, mampir isi bensin tengah di Bukittinggi.

 

Pemilik restoran, pemilik taxi, masalah parkir dan lain-lain di area BIM dan lain-lain harus dipanggil dan diperingati oleh Dinas perhubungan Sumbar, yang tidak mau memmperbaiki diri cabut izin usah di BIM.

 

Yang jadi masalah mungkin maaf: baik Restoran, usaha taxi, parkir dll adalah milik oknum Dinas Perhubungan dan oknum pejabat Sumbar.

Baiknya pers/wartawan jeli, coba selidiki.

 

Memang jadi pertanyaan, kenapa restoran berani membedakan harga makanan untuk  domestic-lokal dan luar, taxi berani menodong dipintu keluar masuk.

Kalau tak mangapik kapalo harimau barangali tak barani.

 

Satu-satunya dibongkar wartawan, karena sudah lama dikeluhkan tapi belum ada perubahan.

 

Nakan Yose Hendra

Usul Yose Hendra:

4. Nah, ada adagium, jika…

Kito sampai disitunyo, mangaluakan pandapek.

Pandapek nan sairama alah banyak diantaronyo  dari PAGA NAGARI alah ditaruihkannyo ka pak Gub dan DPRD Sumbar.

Kito tambah sajo jo suaro dari lapau/RN ko.

 

Mungkin suaro lapauko bisa Yose Hendra tolong padangakan ke pak  Gub dan DPRD Sumbar, apoko malalui email dan media cetak nan mungkin.

Mungkin nan lain sarupo Forum Umat Islam Bersatu  Sumbar dan OMMPDIM lai lo banyak nan manulak unjuangnyo ke Gub dan DPRD  juo.

 

Jadi tak usah dibueklo opini babaleh cakak di media soal iko.

Dengan disampaikan pandapek lapauko ke alamat diateh, itu labiah dari menggunokan media cetak.

Lah sampai usul kito ka apak Gub dan DPRD Sumbar itu lah cukuik.

 

Kalau usul-usul penolakan tu  lai ditarimo pak Gub dan DPRD Sumbar dan namo BIM ditetapkan  BIM mako parang usai.

 

Sakitu nakan Yose Hendra.

Maaf saketek kenalkan jolah ka kami uarng baru, bara umua , dima kampuang jo suku, mungkin awak sasuku, iko samato untuak mamudahkan awak komunikasi sacaro minang.

Cukuik disalekan diaakhir surel.

Asmardi Arbi

unread,
Sep 1, 2014, 10:14:58 AM9/1/14
to rant...@googlegroups.com
Wa'alaikumussalam dinda,
Insya Allah proposal akan segera dikirim, pakai sarana /lewat apo yo nan rancak?
Wassalam,
Kanda AA


On 31/08/2014 01:52, ajoduta wrote:

Nofend St. Mudo

unread,
Sep 1, 2014, 8:49:13 PM9/1/14
to RN - Palanta RantauNet
Jadi, dengan gencarnya Haluan ma angkek Opini dan Wacana soal bandara ko, sesuai poin no 3 nan disampaikan yose dibawah, dapek kito maklumi maksud dan tujuan no.

berikut 2 tulisan dan pernyataan nan nampak no satiok hari diangkek Haluan.

PDF Cetak Surel
Senin, 01 September 2014 02:21

Padang, Haluan — Ketua Masyarakat Peduli Sejarah Sumbar Muslim Kasim sangat men­­dukung sekali usulan peng­gan­tian nama Ban­dara Internasional Mi­nangkabau (BIM) menjadi Bandara Mr St Moh Rasjid.

Menurut Mus­lim Kasim, sa­ngat layak dan pantas jika nama Mr St Moh Rasjid dijadikan nama bandara. Rasjid tidak hanya tokoh daerah, tapi juga tokoh nasional yang lahir di Pariaman. Jasa-jasa beliau untuk republik, tidak dira­gukan lagi. Baginya, Rasjid adalah tokoh sentral PDRI, pe­nyam­bung nya­wa repu­blik. Be­liau pe­juang, di­plomat dan per­nah men­ja­di Du­bes di Italia.

Sejalan dengan argumentasi yang disampaikan Me­nteri Perhu­bu­ngan EE Ma­ngin­daan, Muslim Ka­sim juga ber­pen­dapat pergantian nama BIM menjadi nama tokoh adalah hal yang lumrah dan ma­suk akal. Tidak hanya nama bandara di berbagai daerah di Indonesia yang memakai nama tokoh, nama-nama bandara internasional di luar negeri juga umumnya memakai nama-nama tokoh negara bersangkutan.

“Sebagai bentuk konkrit dukungan dari Masyarakat Peduli Sejarah Sumbar, kami sudah membuat surat rekomendasi kepada Gubernur Sumbar dan ditembuskan ke Menhub dan pihak-pihak terkait,” kata Muslim Kasim, Minggu (31/8).

Dikatakannya, hari ini, Senin (1/9), rencananya Masyarakat Peduli Sejarah Sumbar akan menemui gubernur untuk mem­perkuat usulan yang sudah disampaikan Bupati Padang Pariaman sebelumnya.

Ditambahkan Muslim, aspirasi untuk menjadikan nama Mr St Moh Rasjid menjadi nama bandara yang berlokasi di wilayah Kabupaten Padang Pariaman itu tidak datang tiba-tiba. Jauh hari, gagasan itu sudah muncul dari berbagai komponen masyarakat.

“Waktu saya jadi bupati dulu, sekitar tahun 2006 sudah muncul gagasan untuk mengabdikan nama tokoh kebanggaan nasional asal Pariaman itu menjadi nama jalan,” ujarnya.

Kemudian, di tahun 2013 rencana tersebut baru terealisasi. Dan waktu peresmian nama jalan Mr St Moh Rasjid, banyak tokoh termasuk Ketua DPD RI Irman Gusman yang menyampaikan gagasan secara terbuka untuk memakai nama Mr St Moh Rasjid untuk nama bandara inter­nasional itu.

Sebelumnya, sewaktu peres­mian Jalan Mr St Moh Rasjid 1 Maret 2013 lalu, sejumlah pihak sudah me­nyatakan keinginan untuk mengganti nama BIM dengan nama tokoh asal Pa­riaman ini.

Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni dalam pidatonya me­ngatakan, penamaan jalan mulai dari perbatasan Kota Padang sampai BIM sudah sangat pantas, dan sudah selayaknya diberikan dengan nama Mr H St Mohamad Rasjid. Karena menurutnya, perjuangan, dan jasa Mr H St Mohamad Rasjid dalam mem­perjuangkan bangsa Indonesia sangat besar.

“Selain penamaan jalan ini, kami juga akan mengusulkan perubahan penamaan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menjadi Bandara Internasional Mr H St Mohamad Rasjid. Penghargaan ini kami berikan sebagai ucapan terimakasih kami terhadap jasa dan pengorbanan beliau,” tutur Ali Mukhni.

Hal senada juga dikatakan Ketua DPD RI Irman Gusman. Penamaan jalan ini, adalah langkah awal kita untuk terus memantapkan jasa beliau. Saya dan seluruh pihak-pihak terkait lainnya, akan mengajukan juga penamaan BIM yang selama ini, menjadi nama  Mr H St Mo­hamad Rasjid,” jelas Irman. (h/eni)


TIDAK ADA DIKOTOMI DI KABINET JOKOWI
PDF Cetak Surel

Selasa, 02 September 2014 01:33

JAKARTA, HALUAN — Ketua DPP Partai Nasdem Ferry Mursyidan Baldan menegaskan, dalam kabinet Jokowi-JK tidak ada dikotomi antara yang berasal dari partai maupun non partai.Dalam dialog ‘Sistem Pre­sidensial: Antara Teori dan Praktek’ di MPR, Senin (01/09/2014),  Ferry menga­takan, siapa pun yang diangkat menjadi menteri harus mengubah mentalnya, bahwa menteri itu membantu presiden dan siap bekerja keras serta bisa bekerja sama atau team works dengan kementerian yang lain.

Bahkan Ferry menilai jika banyak kalangan profesional dari teknokrat maupun akademisi justru tak punya mentalitas yang baik, sehingga banyak yang lari dari tanggung jawab ketika menghadapi masalah.

“Banyak kalangan teknokrat dan akademisi yang lari dari tanggung jawab ketika menghadapi masalah. Untuk itu, kita tidak ada dikotomi dalam pengangkatan kabinet,” ujarnya. Tentang banyak usulan dari partai maupun relewan pengusung agar membentuk kabinet yang ramping, profesional dan sebagainya, Ferry mengatakan bahwa semuanya akan dikaji berbagai konsekuensi yang akan terjadi.

“Kalau dirampingkan misalnya, bagaimana nasib pejabat di eselon I dan II di masing-masing kemen­terian tersebut. Sebenarnya, mau ramping atau gemuk, yang penting kerjanya lebih efektif dan efisien untuk rakyat. Semua bisa mengu­sulkan tapi yang mengambil kepu­tusan adalah tetap presiden terpilih,” tegas Ferry.

Jokowi Diuji

Sekretaris FPP MPR RI Zainut Tauhid mengatakan, sistem presi­densial akan menguji kemampuan personalnya Jokowi dalam melakukan komunikasi dengan DPR RI.

“Setelah amandemen ada keingi­nan kuat untuk menata lembaga negara sama-sama diperkuat terma­suk dengan sistem presidensial. Sebab, dengan sistem presidensial kita sudah jatuh bangun politik, sehingga tidak ada kepastian untuk pembangunan, dan sistem presidensial memberi kepastian pada presiden terpilih,” kata Zainut. Dengan sistem itu, maka presiden tak bisa dijatuhkan di tengah jalan oleh DPR RI, kecuali ada alasan-alasan konstitusional untuk memakzulkan. “Jadi, jabatan presiden itu sangat kuat sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Karena itu kemampuan komunikasi politik Jokowi akan diuji khususnya ketika berhadapan dengan DPR RI,” ujarnya.

Menurut Zainut, posisi parpol di luar pemerintahan Jokowi sebagai penyeimbang atau oposisi ke depan itu tak hanya sekadar berbeda. Sebab, kalau asal beda, maka pemerintahan tak akan efektif, begitu pula DPR RI juga tak akan efektif, maka dibutuhkan sikap kenegarawanan untuk mengutamakan kepentingan rakyat, bangsa dan negara. “Kalau sampai mengabaikan rakyat, maka harus dievaluasi,” katanya.

Di tengah maraknya transaksional politik di mana partai tak mampu merekrut kader-kader terbaiknya, maka kekuatan sipil menjadi alternatif. “Sama halnya dengan kekuatan madia massa. Kalau media lemah maka akan kembali ke era otoritarianisme. Untuk itu, pemerintah dan DPR RI harus saling menguat­kan. Kalau DPR terlalu kuat, maka bahaya bagi demokrasi, dan seba­liknya,” pungkasnya. (h/sam)



Pada 1 September 2014 09.08, yose hendra <yosehe...@gmail.com> menulis:

3. Basko sebagai salah satu dr 3 org yang pergi ke Jakarta, lalu pertemuan dengan Kemenhub dimuat di Haluan. Kito harus samo2 tahu, samo2 paham, Basko adalah pemilik Haluan... Dan kito harus mencurigai, iko adalah skenario politik pencitraan, menggambarkan Basko seakan2 merupakan tokoh Sumbar.... Harus dipikirkan lagi, apa beliau tokoh kita?


Renny Sy

unread,
Sep 3, 2014, 1:38:42 AM9/3/14
to Rantau Net Groups

Dengan kondisi ini kita harapkan sesepuh...niniakmamak...orang tuo yg bisa jadi penengah....

Tapi sangat2 disayangkan....hal ko ndak berlaku.....LATAH KEBABLASAN.....terus berlanjut....

Entah apo yg dalam pikiran2 mrk...labiah memuliakan namo seseorang drpd mamikian persatuan orang2 Minang yg berserakan....

Satiok kesempatan. ..satiok acara slalu mahimbau supayo orang Minang ko bersatu....

Eh yayai.....iko malah....

Emang BIM barado di Pariaman. ...tp jaan dipaso BIM itu cumo pny rang Pariaman. ...BIM punyo rang Minang....la sepantasnyo banamo Minangkabau.....




Azwar Anas Dukung Pergantian Nama BIM
+Berita PilihanSumbar
oleh infoSumbar - Sep 2, 2014


60029347
ilustrasi
Pro dan kontra perubahan nama Bandara Internasional Minangkabau menjadi Bandara Mr. Sutan Mohammad Rasjid terus bergulir.

Salah satu tokoh Sumatera Barat dan mantan Menko Kesra, Ir. H. Azwar Anas menyatakan dukungannya terhadap perubahan nama BIM menjadi Bandara Mr. Sutan Mohammad Rasjid.

“Tepat dan saya men­dukung penuh pergantian nama BIM menjadi Bandara Mr Sutan Moh Rasjid. Karena memang sudah selayaknya nama-nama bandara di Indonesia memakai nama tokoh dan pahlawan dari daerah bersangkutan,” kata Azwar Anas dikutip dari Haluan.

Menurut Azwar Anas pemilihan nama Mr. Sutan Mohammad Rasjid sudah sangat tepat, mengingat jasa dan perjuangan beliau untuk NKRI sangatlah besar.

Mr. Sutan Mohammad Rasjid sendiri pernah menjabat sebagai Gubernur Militer Sumatera Tengah dan ditunjuk menjadi Menteri Keamanan/Sosial dan Menteri Perburuhan pada masa PDRI.

Mengenai pergantian nama Bandara Internasional Minangkabau sendiri, Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni telah mengajukan permohonan kepada Menteri Perhubungan.

Renny.Bintara

--

Zorion Anas

unread,
Sep 7, 2014, 8:29:40 PM9/7/14
to rant...@googlegroups.com
Sebaiknya indak usah diganti. Minangkabau namo paliang pas. untuak apo mancontoh provinsi lain

Jufri Maran

unread,
Sep 9, 2014, 9:37:26 AM9/9/14
to rant...@googlegroups.com
salahkah dg nama minang, apa tidak lebih baik bicara optimalisasi, daripada penggantian nama, belajarlah dg perubahan mokmer ke frankasaifo Biak ??

Zulharbi Salim

unread,
Sep 10, 2014, 9:07:36 AM9/10/14
to RantauNet

Sanak sapalanta nah!

Petisi utk melawan tirani nan suko maambiak muko sasuai sanak..

Ko ado usul ciek bakeh  nan rami.. dari dahulu, sajak Bandara disepakati  dinamokan Minangkabau Internasioanal Airport (MIA) alah tadanga ka ado pesawat sipil nan ka dinamokan Minang Airlines. Sampai kini indak ado tadanga kipeh sayoknyo..Baa dan dima tasangkuiknyo kini?
Dari pado basiarak awak sama awak, labiah elok rencana ko kito lanjutkan..
Baa caronyo? Mambali pesawat komersial? kenapa tidak? Kito pasokokkan basamo insya Allah bisa..baiyua 100 ribu surang satiok rang Minang di ranah jo dirantau..lah bara tu?
Baa agak hati sanak?
Wassalam
HZS 71

Pada 29 Agt 2014 22:31, "R. Y. Perry Burhan" <pbu...@gmail.com> menulis:
Sanak di palanta,

baa kalau mambuek petisi pulo kito terhadap urang nan mangaku tokoh ko ? Alah jaleh minangkabau di baok dikenal  ka saluruah dunia, ka batuka pulo jo namo gubernur militer, kama lah pangana kawan nan batigo ko kiro-kiro ?

salam
imam sati 
rantau boyo/55


2014-08-29 21:55 GMT+07:00 Asmardi Arbi <asmard...@rantaunet.org>:

Setuju dengan pendapat pak Zulharbi Salim. Nama Minangkabau sudah pas buat apalagi diganti? Apakah 3 tokoh itu mewakili orang Minang? Siapa yang mengangangkatnya? 

Wassalam,
AA

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+...@googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.



--
R. Y. Perry Burhan, Prof., Dr.
Laboratorium Geokimia Molekuler
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Kampus ITS Keputih
Surabaya 60111
Tel. +62 31 594 33 53
Faks. + 62 31 592 83 14
Tel. portatif +62 811 313 1810; +62 812 30 00 22 59

Bunda Nismahp

unread,
Sep 10, 2014, 9:36:48 AM9/10/14
to rant...@googlegroups.com
Jawi simental sajo indak salasai sampai kini

@Hayatun Nismah Rumzy#
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages