Saniangbaka-Muaro Pingai-Paninggahan

42 views
Skip to first unread message

Mantari Sutan

unread,
May 2, 2008, 12:03:24 AM5/2/08
to rant...@googlegroups.com
Ini adalah deretan nagari di kabupaten Solok yang berada di tepian barat danau Singkarak.  Dahulu nagari-nagari ini masuk ke dalam kecamatan sepuluh koto singkarak.  Namun saat ini, muaro pingai dan paninggahan berada dalam kecamatan yang berbeda.  Namanya kecamatan Junjung Sirih.

Muaro Pingai terletak di antara kedua nagari ini.  Walaupun sebenarnya di bagian selatan, antara Paninggahan dan Saningbaka juga berbatasan langsung.  Dilihat dari luas wilayah dan jumlah penduduk, muaro pingai adalah yang paling kecil.  Paninggahan dan Saniangbaka adalah nagari yang luas dengan jumlah penduduk yang banyak pula.  Nagari-nagari ini juga cukup maju kalau kita menilik keberhasilan para perantaunya.  Banyak yang jadi pejabat atau pengusaha.  Namun sayang, nagari Saningbaka dan Paninggahan yang berdekatan ini sulit menjadi kompak.

Tanyakan pada orang Saningbaka yang tinggal di kampung, apakah mereka mau menaiki mobil Paninggahan ketika hendak ke kota Solok.  Walaupun ketika itu mereka terburu-buru, dan sudah cukup lama menunggu mobil, ketika yang lewat adalah mobilnya orang Paninggahan, mereka akan ogah naik mobil itu.  Muaro Pingai secara kultural lebih dekat ke Paninggahan dibanding ke Saningbaka.  Nyaris tidak ada gejolak berarti antara mereka.  Malah Paninggahan akan membela saudara Muaro Pingai jika ada masalah dengan tetangga mereka.  Di pertandingan olahraga, antara saningbaka dan paninggahan tidak pernah saling mengundang.  Entah kenapa juga mereka sulit bersatu.  Sebenarnya banyak sekali nagari di Sumbar yang dari zaman saisuaknya sulit berdamai.  Saling lirik tajam saja sudah bisa memicu perkelahian masal.  Sebut kasus Muaro Kalaban (sebenarnya ini nagari Silungkang) dengan Padang Sibusuk.

Ketiga nagari ini sangat saya kenal dekat.  Ibu saya pertama kali mengajar adalah di Saningbaka.  SDnya masih dekat dengan kawasan Puruak, tempat tapal batas yang menjadi perebutan Muaro Pingai dan Paninggahan.  Bisa jadi, rumah guru yang dibakar ini berada di kompleks ibu saya mengajar dulu.  Puruak ini punya bentang alam atau lansekap yang bagus.  Tempat yang cocok untuk berkemah, memancing dan seterusnya.  Di Puruak ini ada restoran yang tepa berada di tepian danau Singkarak.  Sekolah Dasar saya tamatkan di Paninggahan. 

Sekian terima kasih


Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.

hanifah daman

unread,
May 2, 2008, 3:28:34 AM5/2/08
to Rant...@googlegroups.com

MIMPI INDAH

 

Semalam aku bermimpi

Mimpi yang indah sekali

Para mahasiswa mantan pejuang reformasi

Memimpin negeri ini

 

 

Dalam kepemimpinannya

Yang bebas merdeka

Tanpa tekanan

Mereka jalankan

Roda pemerintahan

Seperti yang mereka tuntut sepuluh tahun yang lalu

 

 

Mereka buat aturan dan sangsi

Yang berlaku untuk semua

Tanpa pandang bulu

 

 

Semua warga punya hak dan kesempatan yang sama

Tak ada lagi terdengar

Korupsi, kolusi dan nepotisme

 

 

Di tangan mereka negeri ini

Menjadi aman, nyaman dan makmur

Hingga rakyatnya

Bangga menjadi warga negara Indonesia

 

 

Lebih indah lagi

Ketika kutahu

Salah satu dari pemimpin itu

Orang kampungku

Duh bangganya aku

 

 

Mimpi

Datanglah lagi malam ini

Biarkanlah aku nikmati

Indahnya negri ini

Walau hanya dalam mimpi

 

 

Bengkulu, 2 Mei 2008

 

 

Hanifah Damanhuri

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages