|
Ritual Langka di Lereng Merapi, Bersumpah untuk Menegakkan Aturan |
|
|
Jumat, 06 Februari 2009 |
|
|
Dusun Sumara’an Jorong Batang Silasiah, Kenagarian Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang Agam menyimpan ritual adat yang sangat tinggi nilainya. Dari ritual tersebut aturan ditegakkan, dan pelanggar hukum adat menerima eksekusinya, serta nagari didoakan untuk tetap makmur sejahtera. |
|
|
|
|
|
Arek Takik (sumpah antara mamak dengan kemenakan) ternyata hingga saat ini masih dilakukan warga Sumara’an. Ritual itu dinamakan Sumarak Padang, karena diadakan di lapangan terbuka di Dusun Sumara’an. Pada ritual tersebut dibuat aturan adat, aturan nagari hingga pemberian hukuman bagi yang melanggar adat.Salah satu kesalahan adat terbesar adalah berzina, di mana hukumannya selain dibuang dari adat juga diwajibkan bayar denda. Bagi yang melanggar adat atau aturan lainnya, ditandai dengan menanam sebatang bambu sepanjang 10 meter, yang tengahnya dilobangi, ujungnya diberi ijuk dan bawahnya dipancang ke tanah. |
|
|
Maknanya, pelanggar berbagai aturan adat itu akan menderita seumur hidup. |
|
|
|
|
|
Bagai kayu ke atas tak berpucuk, ke bawah tak berurat dan di tengah digirik kumbang. Di bawah bambu itu ada hantaran (sesajian) berupa ayam, telur, nasi putih dan sebagainya sebagai tolak bala. Setelah didoakan, hantaran ini boleh dibawa pulang untuk diberi kepada binatang ternak atau ditabur di ladang. Agar ternak berkembang biak dengan pesat dan tanaman berbuah subur. |
|
|
|
|
|
Ritual ini diadakan sekali 20 tahun, jika dikenagarian itu telah banyak merajalela kejahatan atau dilanggarnya aturan oleh masyarakat adat setempat maupun orang datang. Tapi juga dapat setiap dua tahun, apabila terjadi kemerosotan moral luar biasa. Peserta ritual adalah seluruh warga nagari, dengan posisi duduk pria dan wanita dipisah berkelompok. Peserta diharuskan makan ayam yang dibuat separuh masak dengan nasi putih. Ayam separuh masak ini bumbunya tiga saja, yaitu cabe, garam dan asam. Dimakan bersama gulai rebung dan gulai kambing. |
|
|
|
|
|
Ayam separuh masak itu sebuah lambang sulitnya hidup. Di mana manusia akan menjalani sesuatu yang tidak diharapkannya terjadi, tetapi harus ditempuhnya. Sementara ijuk yang dipasang pada ujung bambu, sebagai lambang bahwa hukum yang ditetapkan bersama itu tak lapuk oleh panas dan tak lekang karena hujan. Peserta ritual perempuan memakai lilik kepala dari kain sarung dan mengenakan pakaian biasa. Sementara peserta ritual pria memakai kopiah dan melilitkan kain sarung di leher. Acara tersebut ditutup dengan penampilan rebana yang melantunkan lagu-lagu bernuansa Islam. (***) |
|
|
http://www.padangekspres.co.id/content/view/29961/106/
|
|
Dunsanak kasadonyo Sebaiknya, kalau kita tidak tahu tentang sesuatu apalagi kalau hanya punya informasi sepotong sepotong, jangan lah kita langsung mengambil kesimpulan apalagi memfonis seseorang atau sekelompok orang sirik dan sebagainya. Acara ritual yang dimaksud bernama Sumarak Padang. Acara ini sudah berumur ratusan tahun dan dilaksanakan setiap setahun sekali (kalau memungkinkan) bisa juga sepuluh tahun sekali (tergantung kesepakatan dan kemauan masyarakat), acara ini bukan acara keagamaan tapi semacam acara budaya, ritual ini tumbuh jauh sebelum Islam masuk ke Minangkabau, acaranya ini bermula ketika para pendiri nagari Bukit Batabuah, Canduang, Agam mulai "malaco" membuka nagari, pada saat itu belum ada sistem pemerintahan yang mengatur kehidupan anak nagari (terutama dari sisi hukum), maka untuk menertibkan kehidupan bermasyarakat dan bernagari, maka ninikad mamak nagari Bukit Batabuah berkumpul disuatu tempat terbuka (disebut padang) untuk menyepakati hal-hal apa saja yang boleh dikerjakan anak nagari dan hal-hal apa saja yang tidak boleh (melanggar), di acara tersebut sekaligus disepakati sanksi yang akan diterima bagi yang melanggar kesepakatan. Setelah Islam masuk ke Minangkabau, sebagai mana pepatah mengatakan "Adat Manurun Syarak Mandaki" maka acara buadaya ini disesuaikan dengan syariat Islam, maka dalam acara tersebut ada acara shalawat yang diiringi oleh rabano, pembacaan ayat Alquran dan ditutup dengan berdoa kepada Allah Subhanahuwataala. Masalah sumpah "kaateh indak bapucuak kabawah indak baurek, ditangah-tangah digiriak kumbang" adalah sebagi "warning" bagi masyarakat agar jangan sekali-kali menlanggar kesepakatn yang sudah diambil, saya sebagai anak nagari Bukik Batabuah, melihat dan merasakan dampak positif dari acara ini, yakni terasanya ketertiban dalam hidup bernagari dan bermasyarakat, tidak ada yang syirik dalam ritual ini (karena memang bukan acara keagamaan). Jadi bagi dunsanak kasadonyo, supaya jangan bertambah pula dosa karena ketidak tahuan, sebaiknya jangan cepat mengambil kesimpulan (apalagi memfonis syirik) sebelum mengetahui sesuatu secara baik dan benar. Salam dari Lereng Gunuang Marapi. Aswadi Munir --- On Fri, 2/6/09, adha jamil <adha....@gmail.com> wrote: |
Ambo (jo duo cucu belasan tahun) di Bukik Batabuah patang ko (2004).
Kami naiak oplet dari Gaduang ka Sungai Pua. Sudah tu mamutuih
marancah rimbo dari Badorai ka Sirangkak Gadang di ateh Tabek Gadang.
Dalam pajalanan manurun pulang ka Biaro singgah di Kilang Saka, dapek
tangguli angek saboto surang. Masih takana sampai kini kami singgah di
Kilang Saka lah sanjo-sanjo, maota jo Rang Kilang, basangai maangekan
badan dek kadinginan rinai-rinai hujan tu. Mungkin angku tahu sia
dan apo alamat urang nan punyo kilang tu. Tarimo kasih ambo dari jauah
ka Rang Kilang.
Salam,
--MakNgah
10T itu proyeksi investasi sabalum krisis global. Kalau kini tantu
angku tu jadi labiah gadang.
Kito mulai se dari realisasi investasi tahun 2008, bara % realisasi
dari target investasi?
atau realisasi dari komitmen investasi?
Dari angku tu baru kito tahu data apo masalah jo kendala yang mambuek
realisasi tu sangat kecil??
Hormat saya
Muhammad Syahreza
HP : 0811 193 646 / 0817 169 015
E-mail : muhammad...@gmail.com
Blog bisnis : http://ohiofreshyoghurt.multiply.com
Yoghurt segar rasa buah serasa es krim
Blog pribadi : http://muhammadsyahreza.wordpress.com
Setiap warga negara memiliki hak & kewajiban utk bela negara, jangan
tanya apa yg Indonesia sdh berikan pd kita, tapi tanya apa yg kita sdh
lakukan utk membuat Indonesia lebih baik?
Setiap pengusaha
sekecil apapun kita
semuda apapun kita
dapat membuat Indonesia menjadi lebih baik!
Mulailah dari diri kita sendiri, jika setiap kita menjadi lebih baik,
maka Indonesia pasti menjadi lebih baik!
Kunjungi Sumbar online di :
www.west-sumatra.com
www.mentawaiislands.com
www.newsikuaiisland.com
www.visitminangkabau.com
www.aloitaresort.com/diving
www.cimbuak.net
Untuk siapakah sesajian itu sehingga dianggap bisa menolak bala?
Adanya shalawat, pembacaan al-Quran dan berdoa kepada Allah Ta'ala
tidak serta merta menjadikan suatu acara baik.
Dari sahabat Thariq bin Shihab bahwasanya Rasulullah Shollallahu
'alaihi wasallam bersabda (yang artinya):
"Ada seseorang masuk surga gara-gara seekor lalat dan ada seseorang
yang masuk neraka gara-gara lalat ". Para sahabat bertanya, "Bagaimana
hal itu bisa terjadi, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Ada dua
orang berjalan melewati suatu kaum yang mempunyai berhala. Mereka
tidak memperbolehkan seorang pun melewati berhala itu sebelum
mempersembahkan kepadanya suatu kurban. Maka berkatalah mereka (kaum
itu) kepada salah seorang dari laki-laki tersebut, "Berkurbanlah!" Dia
menjawab, "Aku tidak memiliki sesuatu pun untuk dikorbankan". Mereka
berkata lagi kepadanya, "Berkorbanlah, walaupun hanya seekor lalat.
Maka laki-laki itu berkorban dengan seekor lalat. Lalu mereka pun
membiarkannya meneruskan perjalanan. Maka ia pun masuk neraka.
Kemudian kaum itu berkata lagi kepada seorang yang lain,
"Berkurbanlah!!" Lalu laki-laki itu menjawab, "Aku sama sekali tidak
pernah menjadikan kurbanku kepada seorang pun, selain Allah -Azza wa
Jalla- . Maka kaum itu memenggal lehernya dan masuklah ia ke dalam
surga". [HR. Ahmad dalam Az-Zuhud, dan Abu Nu'aim dalam Al-Hilyah].
Wassalaamu'alaykum,
--
Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
(l. 1400 H/1980 M)
http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/01/09/1/181129/aliran-sesat-di-bandung-baca-quran-sambil-disko
---------------------------------
Aliran Sesat di Bandung Baca Quran Sambil Disko
Jum'at, 9 Januari 2009 - 16:09 wib
Arief Pratama - Okezone
JAKARTA - Aliran sesat Wahyu Kurnia diketahui mewajibkan pengikutnya
membaca auyat-ayat suci alquran sambil diiringi musik disko.
---------------------------------
Takana di ambo wakatu ketek-ketek, mangaji di Surau. Kalau ado tadanga
Urang ka maantakan "Hantaran" ke Tampek nan Sati sanjo-sanjo, kami
"Pareman Surau" lah siap mancaliak-caliakan kalau Urang nan mahantakan
hantaran tulah pulang. Kalau lah pulang, hantaran tu masih
angek-angek, kami ambiak, kami bawo ka Surau, kami makan mambaco
basmalah jo hamdalah sambia galak-galak awak purak-purak jadi urang
sati....:)
Sanang bana awak jo pangalaman-pangalaman di surau di Kampuang wakatu
ketek-ketek. Macam-macam ulah kami samo gadang untuak kasanangan Urang
Kampuang dan kasanangan kami di bawah-tanah nan indak dikatahui urang
Kampuang.
Kami danga Urang Rundo pun suko pulo "Mancilok Hantaran" tu; jadi kami
labiah sigap mamintehi jan sampai kaduluan dek urang rundo... :)
Karajo Urang Rundo ko pun adolah underground [macam-macam lo ulah
mareka], indak dikatahui Urang Kampuang doh.
Jadi manuruik ambo, karajo underground force ko dapek diaratikan
sabagai "Safety Valve", Katup Pengaman, untuak mamaliharo Equilibrium
dari sagalo macam kebiasaan nan mungkin batantangan di Kampuang
Halaman. Kekuatan underground ko indak malewakan mahukum sandiri
keiasaan-kebiasan nan mungkin balainan, indak langsuang manuduah
manyorakkan pelaksananyo Kapia, Haram, Syiriak, Badoso Gadang, Masuak
Narako, dsb. Tapi, dilakukan dengan diam-diam [itupun lah manjadi
rahasio umum] sambia manaruihkan dakwah nan manjalehkan Nan maa nan
Iyo nan maa nan Tido. Di sinanlah barangkali tasuruak lataknyo rahasio
Kakuatan Filsahfah Adat dalam manjalankan karukunan, mamaliharo
equilibrium, keseimbangan dangan tenggang manenggang di Kampuang
Halaman, "Kok tagang bajelo-jelo, kok kandua badantiang-dantiang". ...
Salam,
--MakNgah
Sjamsir Sjarif
Untuk kami, Underground Force Penjaga Kampuang...
Takana di ambo wakatu ketek-ketek, mangaji di Surau. Kalau ado tadanga
Urang ka maantakan "Hantaran" ke Tampek nan Sati sanjo-sanjo, kami
"Pareman Surau" lah siap mancaliak-caliakan kalau Urang nan mahantakan
hantaran tulah pulang. Kalau lah pulang, hantaran tu masih
angek-angek, kami ambiak, kami bawo ka Surau, kami makan mambaco
basmalah jo hamdalah sambia galak-galak awak purak-purak jadi urang
sati....:)
Sanang bana awak jo pangalaman-pangalaman di surau di Kampuang wakatu
ketek-ketek. Macam-macam ulah kami samo gadang untuak kasanangan Urang
Kampuang dan kasanangan kami di bawah-tanah nan indak dikatahui urang
Kampuang.
Kami danga Urang Rundo pun suko pulo "Mancilok Hantaran" tu; jadi kami
labiah sigap mamintehi jan sampai kaduluan dek urang rundo... :)
Karajo Urang Rundo ko pun adolah underground [macam-macam lo ulah
mareka], indak dikatahui Urang Kampuang doh.
Jadi manuruik ambo, karajo underground force ko dapek diaratikan
sabagai "Safety Valve", Katup Pengaman, untuak mamaliharo Equilibrium
dari sagalo macam kebiasaan nan mungkin batantangan di Kampuang
Halaman. Kekuatan underground ko indak malewakan mahukum sandiri
kebiasaan-kebiasan nan mungkin balainan, indak langsuang manuduah
manyorakkan pelaksananyo Kapia, Haram, Syiriak, Badoso Gadang, Masuak
Narako, dsb. Tapi, dilakukan dengan diam-diam [itupun lah manjadi
rahasio umum] sambia manaruihkan dakwah nan manjalehkan Nan maa nan
Iyo nan maa nan Tido. Di sinanlah barangkali tasuruak lataknyo rahasio
Kakuatan Filsahfah Adat dalam manjalankan karukunan, mamaliharo
equilibrium, keseimbangan dangan tenggang manenggang di Kampuang
Halaman, "Kok tagang bajelo-jelo, kok kandua badantiang-dantiang". ...
Salam,
--MakNgah
Sjamsir Sjarif
www.usindo.net/hambo
| Mak Ngah Yth Ambo asli bukik batabuah, tapeknyo di jorong Batang Silasiah, tapi alah 25 tahun tingga di Jakarta (rumah di Cibubur), mangilang tabu tu io karajo tradisional urang kampuang ambo, ambo indak tahu di jorong ma Mak Ngah basangai di pondok kilangan tu, sabab di kampuang ambo banyak bana pondok kilangan, salam anak lereang marapi dari Jakarta Salam Aswadi Munir --- On Sun, 2/8/09, hambociek <hamb...@yahoo.com> wrote: |
From: hambociek <hamb...@yahoo.com> |
BK (12) : Malaok Tabaok
Acok malah jalan ka baruah, ma tau kok tantu nan ka diaru, urang malaok, awak tabaok. Caliak malah sanak tak sudah, bajalan nak ka naiak kok di lendo urang ka baruah, di bae jalan babelok kok indak namuah urang maagiah lalu, dibao pulo bajalan turun awak yo nan dari bawah, bilo pulo ka batambah corak.
Co mantun bana tapikia di Upiak Leba, anak surang si Upiak Banun nan jolong gadang manih nampak di urang, mato bulek co limau kalek, ba-alih manggulepa co ulek bulu babarih rapek. Rambuik panjang itam , tinggi iyo sadang, sadang kaateh atau sadang ka bawah lah ko rangan, nan pantiang ati sanang, maklum anak surang tungga loyang. Sambia ba-pikia-an dalam malinteh liwaik si Buyuang Koboy
Buyuang Koboy
Oi Piak baa mamanuang co Sipatuang
Upiak Leba
Oi Tuan...iyo sabana tarang tampak muko co kulik alang, kama.. Tuan
Buyuang Koboy
Ibaik pulo Kau mambaleh kato kini yo. Co iko no go ah. Baa Kau Piak, baa nan taraso, banyak manuang nan tampak
Upiak Leba
Itu lah Tuan, tapikia barek di Ambo, paja sadang ka jolong gadang, sakolah sadang paralu mangko ka tapampang, pangana lai namuah dibaok kancang, tapi ko nan ’pa-irik’ nyo iyo lah kurang. Tuan tau kini, bara lah pitih kalua untuak sikola, indak bisa sarimih duo rimih doh, indak ado nan perai, bali pituluik iyo lai murah , ongkoih sikola mangko nan maha. SPP yo ndak ado, tapi pitih kursus lah, arus ikuik pulo tu mah, uang bangunan lah, macam-macam men. Dulu jaman awak maha pulo bali pituluik dari bayia sikola.
Buyuang Koboy
Paja nan ma Piak, bilo Kau punyo anak, balaki men alun lai..
Upiak Leba
Tuan...palupo mah, si Upiak Banun anak Tek Kai tu’ah, kan jo Ambo kini Tuan, dek alah taniaik Ambo ikuik mambantu manyakolahkannyo. Utak si Banun ko lai namuah tapi itulah panaruihan sakola nan indak ado di gaeknyo. Ambo baok ka pasa ko subaliah bisa Ambo sikolahkan, tapi co iko pulo lah kajadiannyo.
Buyuang Koboy
Indak usah pusiang lah kau Piak. Banyak urang nan sakola sampai sarjana, master, doto, ’S tigo’ kicek urang, a li tu ’ha.. dapek propesor ge nyo, tapi parangai nyo indak jauah co awak nan urang pasa ko gai doh. Uaden sampai ’S Ampek’ aniang-aniang senyo, nan pantiang Uaden ndak pernah manyusahkan urang banyak
Upiak Leba
Manyusahkan baa Tuan urang sikola tu..
Buyuang Koboy
Liek di Kau Piak, Kapalo Pasa ko sikola tinggi. Wakia pasa ko, sikola tinggi. Mak Pati , Guru si Upiak Banun tu, dokterandes nyo, banyak dokternyo tumah, tinggi juo sakolanyo tu. Urang-urang tu manyusahkan se karajonyo, mintak iko-itulah, suruah itulah, pai ka sikola mukasuik ka mancalaiak anak baa rapor sakolanya, kanai gesek untuak pelok-an atok sakola pulo wak. Pai ka kantua pasa, kurang pitih sangenek, pamelok-an banda kicek Pak Kupalo, kanai pantik men sadonyo, kama pai kama marasai, co kanai palak di tangah labuah Uaden taraso
Upiak Leba
Kalau itu kan lah wajib di Tuan nyo itu, kalau ka perai se sadonyo di rumah men lah Tuan bakaruah.
Buyuang Koboy
Kan lah jaleh di Kau tu Piak, kalau ka perai lo kau sakola tu, ajaan-lah surang anak Kau tu di rumah
Upiak Leba
Baitu bana Tuan..
Buyuang Koboy
Co itu lah di kau Piak. Batua indak ado nan perai kini doh, biakan se-lah anyo ka badoso-nyo, nan pantiang usahokan anak Kau tu sakola lanjuik, sakola bukan untuak anyo ebaik mancari Iduik, tapi sakola supayo nyo tau a sabana nan Hiduik
Upiak Leba
Oi ebaik Tuan, co urang makan sakola nampak, jadi a tadi nan’ S Ampek’ tu Tuan
Buyuang Koboy
Sakola Sampai SD Sajo
Upiak Leba
Oi ...Alai..
DYEK
Jakarta, 120209
Sanak Aswardi
Dari Santa Kuruih, Canduang, Jakarta.
Rupono awak samo dari Canduang, sanak dari Bukik Batabuah, ambo dari Canduang Kotolaweh. Sudahtu di Jakarta mantun pulo, sanak di Cibubur ambo di Cijantung. Dima di Cibuburno? Apo batetangga jo Miko nan juo tingga di Cibubur?
Salam
Darul 55 Jkt
BK (12) : Malaok Tabaok
Acok malah jalan ka baruah, ma tau kok tantu nan ka diaru, urang malaok, awak tabaok. Caliak malah sanak tak sudah, bajalan nak ka naiak kok di lendo urang ka baruah, di bae jalan babelok kok indak namuah urang maagiah lalu, dibao pulo bajalan turun awak yo nan dari bawah, bilo pulo ka batambah corak.
Co mantun bana tapikia di Upiak Leba, anak surang si Upiak Banun nan jolong gadang manih nampak di urang, mato bulek co limau kalek, ba-alih manggulepa co ulek bulu babarih rapek. Rambuik panjang itam , tinggi iyo sadang, sadang kaateh atau sadang ka bawah lah ko rangan, nan pantiang ati sanang, maklum anak surang tungga loyang.. Sambia ba-pikia-an dalam malinteh liwaik si Buyuang Koboy
Uda Jepe
Kanai ulasan Uda, carito BK lebih menjadi bermakna.
Tarimokasih Uda. InsyaAllah carito BK bisa balanjuik, minimal untuak maiduikkan baliak bahaso minang dalam Sastra yang setelah Ambo cubo taruih gali ternyata memang makin taraso bareknyo.
Wassalam
DYEK
DYEK
Iyo bana Ded..makin taraso barek, nan ambo raso bantuak itu mambuek atau
baciloteh jo bahaso ibu awak ko, bukan gampang mah lain lo sulik-sulik
tangguangnyo tarutamo dalam pemilihan kato2 nan minang bana, iko dek baragam
dialek bahaso Ibu awak di ranah minang, sarupo ambo nan lahia ketek gadang
sampai SMA di Padang, nan tahu ambo baa bahaso2 pergaulan sehari-hari di Padang
atau bahaso minang pasarannyo lah..nan kadang2 istilah atau ungkapan tu..timbua
dek pergaulan itu sendiri tagantuang situasi atau kondisi sosial nan sadang
angek
sarupo kato2..boco aluih..kanai saaingin..pese..kanai paka...bakapeh
iduang...macam2
tapi baapun awak lah mancubonyo...bekolah dipikia apo genre tulisan atau carito
Minang awak ko..nan pantiang Dedi lah punyo lakon dalam manulih carito jo
bahaso Ibu awak nan balogat kik tinggi ko..tu banyak istilah2 nan sakiro ambo
jarang mandanganyo..misalnyo "tungga loyang"..satahu ambo ado juo nan
manyabuik anak surang ko "tungga babeleang"..biasonyo ambo catat2 tu
ungkapan2 nan sakiro jarang basuo sarik batamu dek ambo...ambo suko
mamparatikan logat atau kato2 dari sanak2 palanta ko..dari babagai daerah di
Ranah Minang..nan raso2 asaing dek ambo..ambo catat...dari kalimat nan di
korehkan (istilah Pak Mul) di Milist RN ko...ambo bisa mangiro2 arti kato2 dari
bahasa Ibu awak ko...samakin lamo samakin banyak catatan
ambo..istilah..ungkapan..kato2 nan sabana Minang manyalinok atau ungkapan2 nan
sakiro timbua dek pergaulan atau interaksi sosial..masyarakat awak..nan sakiro
dulu..ungkapan ko..indak ado yo bantuak Boco Aluih tu lah..tahun 60 an ambo
raso alun ado lai kan..lalu
TIPS/KOMISI..nan bahaso paliang kerennyo PESE ...(Tahun 50 an di Minang tantu
alun ado lai Ndak)
Lalu Dedi lah punyo setingan kejadian ko diseputar pasa tradisonal atau pakan..balai
kecek dikampuang, disikolah kito manyimak kondisi rill dari masyarakat
badarai..apo sajo keluhannyo disiko lah "laboratorium"
sosialnyo..ambo tahu bana..mah saketek banyaknyo..tentang serba serbi baa
hiruak pikuak di pasa nan becek jo lanyah ko..passion ambo jo pasa ko indak
pernah luntur dari kenek sampai kini, mungkin carito2 atau tulisan ambo di
inspirasi dari pasa tradisional ko.
Jadi lah mantap mah si BK harus lanjuik Ded..sabarek apopun..temanyo manuruik
ambo..pas jo kondisi terkini terutama masalah2 sosial, ekonomi di tingkek
masyarakat badarai, ambo jadi ingek pasan Sanak Suryadi ..tentang
manulih/bacarito jo bahaso Ibu awak ko..iko Pasan Baliau
"Tidak banyak orang Minang yang mau dan mampu menulis dengan baik dalam bahasa ibunya sendiri (mother tongue). Dalam kasus Minangkabau, ini disebabkan oleh sifat orality bahasa Minang yang kental, di samping tidak adanya spelling system bahasa Minango yang standar
Oke Ded..ditunggu BK #13...nan barek ko biasonyo nan partamo..jo kaduo..salanjuiknyo... I am sure.. so easy everything atau lah kaji manurun tu mah
Mudah2an ado sanak lain di Palanta..nan suko buek carito Minang, Ibu Hifni lah mancubo..mah..diposting di cimbuak..lapeh lah Bu..kasiko
Wass
Jepe
(44 Pku,
Uda Jepe
Kanai ulasan Uda, carito BK lebih menjadi bermakna.
Tarimokasih Uda. InsyaAllah carito BK bisa balanjuik, minimal untuak maiduikkan baliak bahaso minang dalam Sastra yang setelah Ambo cubo taruih gali ternyata memang makin taraso bareknyo.
Wassalam
DYEK
-----Original Message-----
From: Rant...@googlegroups.com
[mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf
Of jupardi andi
Sent: Thursday, February 12, 2009
12:14 PM
To: Rant...@googlegroups.com
Subject: Bls: [R@ntau-Net] BK (12)
: Malaok Tabaok
| Ass ww Ambo di jalan Gadog raya, HP 081398987479. Kini jadi caleg untuak DPR RI no 1 dari PBR. Daerah pemilihan Sumbar 2 (Pdg Pariaman, Pariaman, Agam, B Tinggi Pasaman, 50 kota dan payokumbuah. Salam hormat Aswadi Munir Radjo Alam 43 --- On Wed, 2/11/09, Darul M <dar...@gmail.com> wrote: |
From: Darul M <dar...@gmail.com> |
BK (13) : Adok Kudo
Mada jo baru, itu nan cocok ka dilakek-kan ka kaniang bakaruik si Buyuang Koboy, alah dikicekkan dek urang rami co angin lalu sajo dianggapnyo. Kini malenggang pulo anyo liwaik Janjang Gudang pakai salempang bugih co urang gadang ka pai ka galanggang. Tarompa kulik basapuah, rancak di labuah, abih subuah lusuah. Sadang tagang badan bajalan, disorak dek Upiak Leba
Upiak Leba
Oii Tuan, ka Pacu Kudo lah urang agak kini ko, co kusia Tuan tampak, topi men nan lain nyo...
Buyuang Koboy
Jan mancari lawan jo lai Piak, pagi-pagi alah mangaleh kato pulo Kau, kok Uaden bali bekoh lai ka tajua di Kau bekoh
Upiak Leba
Kok Ambo jua bana, bara talok di Tuan mambali..., he he , jadi kapai kama lah Tuan nantun....
Buyuang Koboy
Piak..., Uaden kasato lo ciek lu, ka manjadi Katua Pasa isuaktu, kini kan sia se bisa maju kamuko
Upiak Leba
Oi Tuan...’baere-ere’ Tuan komah, ukua lah bayang-bayang dulu, apuih lah dulu salemo, piciak pao Tuan tu lai taraso padiah jo, kalau lai indak, agiah lah..
Buyuang Koboy
Baa co itu kicek Kau Piak..
Upiak Leba
Urang nan kasato tu, alah banyak nan dibueknyo, ibaraik namo alah tasureknyo dima-dima, ibaraik suaro alah tadanga kama-kama, ibariak roman alah tapampanng disakuliliang. Atau kalau indak co nan tu, pitihnyo balemak peak, indak sadang barang ka kalua doh, bara men namuah. Iko Tuan namo, antahlah sia nan tantu jo Tuan. Pitih, apolah pulo, saputaran utang barajuik..
Buyuang Koboy
Kau iyo noh yo, mancucauak kato, mandabiah, tapi agiah bana lah di Kau, mak pueh taraso. Itulah lah Kau indak tahu, aka sangeneang, sapangka rambuik, baujuang kuku.
Upiak Leba
Baa mukasuik Tuan, agiah tahu lah Ambo, ajakanlah buliah nak mangarati loh Ambo.
Buyuang Koboy
Lai tabayang di Kau Piak, urang nan kasato puluahan urang, indak salah kini alah ampek puluh ampek urang, nan kadirabuik cieknyo, baraja baetong kalaih satu SD, lai ka mungkin du, pasti nan 43 tapancik. Sia nan ciek tu, bara lah kasariknyo di Kau tuh
Upiak Leba
Jadi baa taruih no Tuan..
Buyuang Koboy..
Iyo alun tapikia jo di Kau yoh, ko Uaden agiah tahu jan kicekan pulo ka nan lain ndak, didabiah pulo Uaden di lawan bekoh. Nan dari 44 itu nan kuek duo tigo di Kau nyo tuh, nan lain bekoh manggesek-gesek nyo ka nan kuek tu, kok manang nan di geseknyo tuh kan sato manangnyo lo di Kau tuh ha..
Upiak Leba
Kalau Tuan, ka ma Tuan manggesek
Buyuang Koboy
Kalau Uaden, manggesek kasado nan kuaik..
Upiak Leba
Yo ganjia Tuan yo, mukasuik Tuan bekoh sia se nan manang bekoh, Tuan sato loh di bulakang, kicek urang co rangik sarok main di jamba tu mah. A se nan dimakan urang awak sato lo maraso-i . Sangaik lah Tuan go mah, ndak kasato Ambo kamamiliah Tuan ko doh, bia lah Ambo sorakkan, pado banyak urang takicuah
Buyuang Koboy
Oii Alai..., jan cubo-cubo indak lamak makan garam bekoh....
DYEK
Jakarta, 240309