ma ambiak tuah ka nan manang ( capres dari sumbar ? )

86 views
Skip to first unread message

Hendra Messa

unread,
Apr 29, 2008, 10:42:20 PM4/29/08
to rantaunet
Dunsanak sadonyo,
Sesuai dengan kaidah, bahwa orang minang harus belajar dari alam juga dari sejarah
Alam takambang jadi guru, ma ambiak tuah ka nan manang dll .
Utk kepemimpinan mulai dari kepala dusun sampai wali nagari apo lain presiden, kita perlu mengambil pelajaran dari sejarah dari para pemimpin yg berhasil.
Sekedar tambahan sajo , perbandingan di militer, seorang pemimpin terlatih secara bertahap memimpin dari level yg lebih rendah sampai ke level yg lebih tinggi. Mulai dari komandan regu, peleton, kesatuan, batalyon, divisi dan selanjutnya sampai menjadi seorang panglima besar.
Pemimpin yg baik, adalah pemimpin yg terlatih karena telah memimpin dari level yg rendah sampai ke yang lebih tinggi Presiden Iran, sebelum nya adalah walikota Teheran. Di Amerika, presiden yg berhasil awalnya adalah gubernur Negara bagian. Banyak juga kita ambil contoh2 lain
Ada pepatah, perjalanan panjang dan jauh di mulai dari sebuah langkah kecil yg ringan , menurut ambo pribadi seorang pemimpin yg baik ialah pemimpin yg telah terbiasa memimpin dalam skala kecil kemudian naik secara bertingkat.Beberapa nabi, kita lihat sejarahnya waktu muda nya pernah menjadi pengembala ternak ( nabi Musa, nabi Muhammad dll )
Seorang pemimpin bisa juga dilihat dari masa kecil / muda nya , misalnya saat kecil ia sering memimpin teman2 nya main bola, atau mengembala ternak, pimpinan di sekolah / kampus nya.
Pemimpin berbeda dengan pemikir, karena pemikir / pembicara belum tentu bisa juga dalam implementasi praktis di lapangan. Seseorang yg ahli politik, sering berbicara masalah politik, bahkan mengajari gubernur atau presiden sekalipun, belum tentu bisa jadi pemimpin sebenarnya.
Seseorang yg langsung menjadi pemimpin di level tinggi, tanpa pernah mempunyai pengalaman di level bawah, kemungkinan besar kurang berhasil dalam kepemimpinan nya kelak, karena demikianlah hukum alam, seperti banyak kita lihat pada pemimpin karbitan di jaman orba dulu.
Kembali ke cerita calon presiden, ambo labiah setuju dg kaidah alami, seorang pemimpin bisa kita lihat dari kemampuannya memimpin di level yg lebih rendah atau di masa lalu nya.
Sebagai bandingan, jalur yg dilalui pak Gamawan Fauzi , cukup alamiah dan pantas , ia mulai dari bupati solok kemudian gubernur sumbar, tak salah kelak ia menapaki jadi presiden pula, sebagaimana hal nya Fadel yg jadi gubernur gorontalo. Di Sumut gubernur baru nya , adalah bupati Langkat juga awalnya.
Idealnya seorang bupati di sumbar, adalah berasal dari walinagari atau camat yg berhasil di daerah nya. Begitu pula halnya seorang Gubernur berasal dari bupati yg paling berhasil di daerah nya. Begitu pula halnya seorang Presiden RI.
Kembali ke filosofis Alam terkembang jadi guru, ma ambiak tuah ka nan manang , ambo lebih setuju, bahwa seorang pemimpin, semisal presiden, gubernur, bupati dll, adalah mereka yg telah berhasil memimpin di level yg lebih rendah.

Salam hangat dari tengah keheningan kebun teh gunung malabar, bandung selatan
Hendra Messa
http://hdmessa.wordpress.com
---------

TOPIK: Ini Dia Capres Dari Sumbar
== 1 dari 2 ==
Tanggal: Sel 29 Apr 2008 00:35
Dari: "Indra Jaya Piliang" 

Sajak tahun 2008 dimulai, ambo alah labiah banyak bapidato, ketimbang jadi
seorang seminaris. Menutup akhir tahun, ambo pidato di depan GP Ansyor
(Saefullah Jusuf dkk), memasuki 1 Muharram, ambo diminta "jadi Ustad" di PP
Muhammadiyah (di depan Din Syamsuddin, dkk). Tahun ko, alah banyak gubernur
nan ambo tamui, terakhir ambo makan malam samo Zulkifli Nurdin di Rumah
Dinas Gubernur Jambi, lalu orasi sampai jam 12 malam di Hotel Abadi (sabtu
lalu, tanggal 26 April). Sabalunnyo, ambo orasi di depan Fadel Muhammad di
Gorontalo dan makan malam di rumah dinasnyo. Di Sumsel, ambo duduak baduo jo
Alex Noerdin dalam debat gubernur Sumsel 2008-2013. di Aceh, ambo juo orasi
di depan sejumlah partai politik local dan nasional. Ado juo nan dari Kodam
dan Polda.
Tadi malam, ambo di TVRI soal NAMRU2. padi tadi, batamu jo urang Inggris.
Barusan, jo urang Bali. Bisuak pagi, ambo ka Aceh, presentasi dalam kegiatan
Bapennas. Sabtu, ambo ka Semarang.
Itulah hiduik ambo. Alun urusan lain jo pihak DPR, DPD, parpol, dll. Dalam
kapasitas apapun. Manuruik ambo, iko caro baraja hiduik, mauji nyali,
membenturkan ide.
Jadi, ambo mengalir sajo, basamo ombak.
ijp

____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang

unread,
Apr 30, 2008, 12:55:46 AM4/30/08
to Rant...@googlegroups.com
Banyak yang menempung jenjang karir berakhir tampa hasil. Rata@ bupati dan walikota di Sumatera Barat adalah orang karir, bahkan gubernurnya pun orang karir, apa yang terjadi. Dari Jamannya Gub Azuar Anas samapai saat eranya Gamawan Fauzi, apa ada yang berhasil? saya pribadi melihat bahwa keberhasilan seseorang tidak bisa dinilai dari satu pihak saja. Azuar Anas, Hasan Basri Durin memang bisa menjadi menteri, tetapi keberhasilan mereka adalah keberhasilan personal dan kedaekatan pribadi. Dari dahulu sampai kini provinsi awak ko salalu managadahkan tangan dari kemurahan urang pusat. Banyak potensi yang ado ndak ta olah maksimal. Kalo ado bancano balomba-lomba ka Jakarta mancari umbangan. Sadiah awak maliek iko,  apo lai bancano dijadikan alasan maminta bantuan/sadakah.
Jadi saya tidak melihat bahwa karir akan sukses memimpin. Semuanya dikembalikan kepada manusianya. Bicara pemimpin adalah bicara kesempatan, kita bisa lihat ada beberapa daerah yang sukses saat ini dan tidak dipimpin oleh orang karir di pemerintahan. Contoh Gorontalo dipimpin pengusaha, Solo dipimpin pengusaha, Sragen ahli perminyakan dan jadi pengusaha, di Bali kabupaten yg paling miskin Singgaraja (maaf kalau salah) dipimpin oleh seorang profesor, dikalimantan timur juga kabupaten (saya lupa namanya)yg paling miskin dipimpin oleeh dokter. Kalo di Sumbar saaya cuma melihat Sawahlunto yg dipimpin seorang pengusaha.
Penilaian saya di ranah sumatera barat. Pasaman dipimpin oleh polisi, tidak maju-maju dan kadang kebijaksanaannya lucu juga. Ibukota Lubuk Sikaping  menjadi tempat pembuangan sampah akhir dari kec. Panti dan Tapus (dihari pasar). Ini kota tempat saya dibesarkan. Perobahan yang saya lihat, ada satu unit perangkat lampu lalu lintas di jalan utama yg sempit dan dibatasi oleh taman kota sebagai pembagi jalan. Dulu juga dipimpin oleh polisi, ada yang unik juga, kepala rumah sakit dipimpin oleh seorang sarjana agama. masa itu tidak ada kemajuan. Bukittinggi dipimpin oleh orang karir, apa yang terjadi. Saya baru pulang dari Bukittinggi dan perpindahan transportasi pada terminal aur kuning, apa yg dilihat, ampun kotor dan sembraut. Ditengah kota mungkin lebih banyak angkutan dari pada orang ......kali, sama kayak bogor yg dipenuhi angkot. Satu lagi pasar padang luar yg macetnya mengimbangi macet jakarta dikala hari ujan dan jam pulang kantor di hari Jumat. Belum lagi sensasinya yg akan menutup jam gadang di malam tahun baru 2008. Kalau saya lihat para pengambil keputusan ini harusnya orang -orang terpilih dan teruji, kalau orang karir di pemerintahan itu seperti air mengalir saja, kurang tantangan karena mereka berada dalam koridor yg sudah ditetapkan. Mungkin ada satu dua yg berhasil, tetapi langka.     
 
Sumbar menghasilkan para pemikir yg brilian dan telah terbukti oleh zaman. Sayang saat ini para pemudanya banyak mengharap diterima jadi pegawai negeri. Bilo lah era keemasan iko bisa baliak maangkek kebesaran urang minang.
 
 
Maaf kalo adaa kato@ nan salah
 
Nanang

hanifah daman

unread,
Apr 30, 2008, 3:25:30 AM4/30/08
to Rant...@googlegroups.com

Assalammualaikum Wr Wb dunsanak kasadono yth

 

Sanak Hendra,

Wakatu Gus Dur jadi presiden heboh dunia .. kok urang buto bisa jadi presiden ?

Wakatu Mega jadi presiden heboh juo urang sabalik... kok bisa ??

Kuliah S1 indak tamaik, pangalaman ??

Kato kawan uni, " ah itu bisa diatur "

Trus ado juo nan usil katiko Suharto nan jadi presiden, " Suharto dun cuman satahun jadi presidennoh, salabiahno ibu Tin ". ???

 

Oh iyo, awak kan lai punyo dosen LEMHANAS, awak tanyo dulu kabaliaulah.

 

Bapak Saaf yth

 

Turunkanlah ilmu politik praktis kakami rakyaik badarai gon bapak.

Untuak nan katibo, sia nan cocok ka jadi presiden RI ? Baa caro maanalisisno ?

Kami nantian patunjuak bapak.

 

Wass

 

Hanifah Damanhuri



--- On Wed, 4/30/08, Hendra Messa <hdm...@yahoo.com> wrote:

From: Hendra Messa <hdm...@yahoo.com>
Subject: [R@ntau-Net] ma ambiak tuah ka nan manang ( capres dari sumbar ? )

Elthaf (elthaf)

unread,
Apr 30, 2008, 4:37:30 AM4/30/08
to Rant...@googlegroups.com
Assalaamualaikum wr.wb.,
Bagi ambo nan kamanjadi presiden jo Wapres RI itu syaraiknyo adolah:
 
1. Laki-laki, Islam taat, lah manunaikan rukun islam kalimo naiak haji, berkeluarga yang rukun, usia  50 - 60 tahun
2. Kok dapek urang Jawa rancak, banyak nilai plusnyo, Presiden dari Jawa dan Wapres dari Minang, wapres juo laki-laki.
3. Pendidikan minimal S1, sarancaknyo S2 atau S3 dari lua nagari, misalnyo Harvard dll, pikirannyo lah terpola labiah mangglobal
4. Bahaso Inggris santiang, minimal pernah sakola atau lulusan dari PT di lua nagari dan lah acok maagiah presentasi, seminar dalam dan lua nagari.
5. Bisa main Golf, akan labiah bagengsi dan santiang malobby di padang Golf
6. Bisa manyanyi, indak kaku di acara informal,
7. Menguasai English, Golf, Nyanyi lah syarat standar untuak seorang pemimpin, Leader, syaraik iko tamasuak untuak gubernur, wako, bupati.
8. Panampilan gagah, barasiah, wajahnyo enak dipandang.
9. Kalau dari militer, TNI AD, minimal lah pernah jadi Pangdam, atau satingkek Mayor Jenderal, sarancaknyo pernah jadi Wakasad, Kasad, Pangkostrad, sekjen Dephan, Kasum, lah bintang tigo atau ampek,
10. Kalau dari birokrat, lah pernah sakola di lua nagari, pernah jadi menteri.
11. Kalau dari pengusaha, punyo asset M M an, atau lah T lah, punyo usaho yang banyak bidang dan cabangnyo, hulu ka hilia
12. Kalau dari partai, minimal panguruih di DPP, jaan hanyo pernah mauruih partai sajo, harus pernah maurus negara atau perusahaan, hebat di partai alun menjamin bisa mauruih negara. syaratnyo sasuia nan dari birokrat atau nan dari pengusaha.
13. Lah banyak ikuik pelatihan, seminar, kepantiaan dll.
14. lah luluih Lemhanas akan laibuah baiak
15 Lah acok menulis di mass media dan labiah rancak kalau lah pernah mangarang buku
16. Santiang IT, minimal MS Office, Indak gaptek
 
    Dek ambo untuak kini, sarancaknyo presiden RI tu dari TNI AD dengan pangkat Letjen atau Jenderal
 
    Di lua dari nan di ateh rasonyo terlalu barek untuak mauruih negara awak ko, jaan GD dan MG yang jadi pedoman, hasianyo kan lah samo kito caliak.
    Seorang leader nan kompetensi dan keahliannyo biaso-biaso sajo hasianyo juo biaso-biaso sajo dan malah akan mundur, jadi kalau kamanjadi Presiden, Gubernur, Bupati/Wako kompetensinyo tu harus tinggi dan hebatlah.
    Mohon maaf kalau kurang tapek
    Tarimokasih
   
    Wasalam,
    Elthaf
 
 


From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang
Sent: Wednesday, April 30, 2008 11:56 AM
To: Rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] Re: ma ambiak tuah ka nan manang ( capres dari sumbar ? )

Z Chaniago

unread,
Apr 30, 2008, 6:42:08 AM4/30/08
to Rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum Ww
 
Kanda...aratinyo capres atau wapres usulan kanda itu dari kalangan :
a.Militer
b.Birokrat
c.Pengusaha
d.dari Partai...
 
Baa nan dari kalangan praktisi hukum, LSM, dll....sarupo eksekutif perusahaan perminyakan ..misalnyo ?
 
Wassalam
 
Z Chaniago - Palai Rinuak

Pada 30 April 2008 15:37, Elthaf (elthaf) <elt...@chevron.com> menulis:
Assalaamualaikum wr.wb.,
Bagi ambo nan kamanjadi presiden jo Wapres RI itu syaraiknyo adolah:
 
1. Laki-laki,
9. Kalau dari militer, TNI AD, minimal lah pernah jadi Pangdam, atau satingkek Mayor Jenderal, sarancaknyo pernah jadi Wakasad, Kasad, Pangkostrad, sekjen Dephan, Kasum, lah bintang tigo atau ampek,
10. Kalau dari birokrat, lah pernah sakola di lua nagari, pernah jadi menteri.
11. Kalau dari pengusaha, punyo asset M M an, atau lah T lah, punyo usaho yang banyak bidang dan cabangnyo, hulu ka hilia
12. Kalau dari partai, minimal panguruih di DPP, jaan hanyo pernah mauruih partai sajo, harus pernah maurus negara atau perusahaan, hebat di partai alun menjamin bisa mauruih negara. syaratnyo sasuia nan dari birokrat atau nan dari pengusaha.
    Mohon maaf kalau kurang tapek
    Tarimokasih
   
    Wasalam,
    Elthaf
 
 
--
Z Chaniago - Palai Rinuak

Sukseskan Peringatan Enam Dasawarsa SMPN 1 Maninjau Ikut Membangun Pendidikan di Indonesia (1948 - 2008), 3- 5 Oktober 2008
" Pertama SMPN di Kecamatan di Indonesia "

arman bahar

unread,
Apr 30, 2008, 7:13:06 AM4/30/08
to Rant...@googlegroups.com

Assalamualikum ww

 

Mantaaap! Sanak Elthaf

 

Ambopun sakadar manambahkan sajo go eh,

 

1. Laki2 Mukmin kok dapek Muttaqin, hapal Alqur'an 30 juz, kok indak dapek 30 juz minimal hapal juz yang ke 30 (juz Amma)

 

2. Etnis nggak masalah yang penting Nasionalis Agamis bukan Nasionalis Sekuler, kok ado urang awak rancak bana talabiah kok sukunyo Piliang pulo, sangat oke banget deh bak jangguik pulang ka daguak

 

3. Pendidikan Minimum S1 atau S2 maupun S3 jebolan Al Azhar Mesir atau Timur Tengah lain-nya

 

4. Fasih berbahasa Arab (Inggris dan lain-nya optional)

 

5. Golf juga ok, kok dapek bisa silek Kumango ataupun Sitaralak

 

6. Diutamakan lah biaso / rutin  mangaji satu juz satu hari (Khatam Alquran tiok bulan), pandai pulo nyanyi Nasyid seperti dari grup Nasyid Shoutul Harokah, Izzatul Islam ataupun Ar Ruhul Jadid minimum Bimbo

 

7. Penampilan gagah juga disyaratkan, wajahnyo  barasiah sajuak bacahayo memancarkan aura Syurgawi (maklum selalu sholat awal waktu, banyak pulo sholat sunat-nyo - tahajud, duha, rawatib, qabliyah, mambayia zakat, pamurah / rajin ikhlas basadakah, puaso sunat minimum Senin Kamis, sudah training pulo ditanah suci alias ber-Haji, Istri dan anak2 perempuan-nya tidak pamer aurat dan tidak berpakaian ketat apalagi pamer udhel pokoknya berjilbab dan berpakaian longgar, indak parokok apolagi miras dan main cewek, tidak tersangkut KKN dan illegal logging tidak berhubungan / berteman dengan mereka2 yang memusuhi Islam

 

8. Kalau bukan dari TNI, disukai mantan lasykar jihad ex Afganistan, Palestina, Patani, Philipina Selatan, Sudan, Ambon/Poso

 

9. Diutamakan aktifis Da'wah, pernah / masih aktif  di DPP Partai Islam yang Bersih (partai itu penting lho buat kendaraan, jalan kaki syusyaaah om, kalau nggak punya kenderaan cari dulu ok?) kecuali memang udah siap dapat kesulitan dan siap gagal

 

 

Bagi awak kok indak sasuai rukun jo syarat diateh bia lah kahilangan pado mandapek

 

Wasalam

Abpiliang 



Pada tanggal 30/04/08, Elthaf (elthaf) <elt...@chevron.com> menulis:

Ronal Chandra

unread,
Apr 30, 2008, 7:21:10 AM4/30/08
to Rant...@googlegroups.com
Kalau bagi ambo syarat jadi presiden cukup duo sajo jaan panjang2 bana dek Ciek Nabi Muhammad nan mendekati sempurna.

Sayat ambo adolah "Jujur dan Punyo Integritas"

Jujur        Adolah " Katokan apo yang dilakukan".
Integritas Adolah " Lakukan apo yang dikatokan".

Baitu pasan mandeh mah.

Salam Hormat
Ronal Chandra

rudy gunawan syarfi

unread,
Apr 30, 2008, 12:19:36 PM4/30/08
to Rant...@googlegroups.com
Rancak bana jadi 2 kini dek batambah calon presiden dari Sumbar; Pak Gamawan..Ada lagi...??

--- On Wed, 4/30/08, Hendra Messa <hdm...@yahoo.com> wrote:

> From: Hendra Messa <hdm...@yahoo.com>
> Subject: [R@ntau-Net] ma ambiak tuah ka nan manang ( capres dari sumbar ? )
> To: "rantaunet" <rant...@googlegroups.com>
> Date: Wednesday, April 30, 2008, 9:42 AM

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Apr 30, 2008, 4:33:32 PM4/30/08
to Rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum w.w. Nanda Hanifah dan para sanak sa palanta,

Sesungguhnya saya tidak berkeinginan untuk ikut berwacana tentang 'capres dari Sumbar' dalam milis RN ini, yang menurut penglihatan saya lebih banyak merupakan 'wishful thinking' belaka. Apalagi sudah cukup banyak pendapat yang diutarakan oleh para netters lain.

Namun sekedar merespons permintaan Nanda Hanifah, dapat saya sampaikan bahwa pencalonan seorang capres tidak semudah itu: 1) harus liwat parpol, yang masing-masingnya sudah menimang-nimang calonnya sendiri; 2) pencalonan presiden liwat parpol tidak gratis, harus ada "gizi"-nya ratusan miliar rupiah, yang hanya bisa dibayar oleh para cukong, yang pasti akan minta fasilitas. [ Saya sama sekali tidak yakin ada 'capres Minang' yang punya dana sebanyak itu];  3) calon yang akan dipilih orang banyak adalah calon yang secara pribadi memberi kesan akan mampu menyelesaikan masalah yang sedang menghimpit rakyat banyak [kalau bisa dengan 'tongkrongan' yang meyakinkan, seperti SBY]; 4) tidak ada jaminan sama sekali bahwa calon yang direstui parpol besar pasti akan menang, karena pendukung parpol bisa mempunyai pendirian yang berbeda dari keinginan DPP-nya. Ingat kasus kegagalan Wiranto-Salahuddin Wahid yang dicalonkan Golkar dalam Pemilu 2004, atau kasus kegagalan Megawati yang dicalonkan PDI-P dalam Pemilu yang sama. Yang terpilih malah pasangan SBY-JK yang dicalonkan oleh partai-partai kecil, tentu dengan dukungan penyandang dana yang kuat, yang sebagiannya sudah duduk dalam pemerintahan kini. Sukar dibantah, bahwa pesona pribadi SBY dengan tongkrongan tinggi besar, charming, pensiunan jenderal, berpengalaman dalam pemerintahan, terkesan jujur dan sopan, mempunyai daya tarik yang sukar disaingi oleh pesaing manapun. Banyak jajak pendapat yang menunjukkan bahwa para pemilih masih banyak memilih SBY, dengan JK atau tanpa JK.

Jika dipikir-pikir, siapapun yang akan jadi presiden nanti, akan 'mamikua lamang angek', oleh karena: 1) demikian beratnya beban tanggung jawab yang harus dipikulnya terutama dalam bidang ekonomi; 2) demikian kecilnya kemampuan APBN untuk mendukung rencana perbaikan ekonomi tersebut; 3) demikian berkuasanya DPR RI, yang mampu mengganjal siapa pun yang akan menjadi presiden; 4) demikian rusaknya sistem pemerintahan oleh korupsi, kolusi, dan nepotisme; 5) demikian meluasnya ketidakpuasan  rakyat, baik terhadap pemerintah dan DPR RI. Apa para 'capres Minang' siap untuk memikul 'lamang angek' ini ?

Tambahan lagi, apa mungkin pemilih pada tingkat 'grass roots'  dari Jawa -- yang merupakan sebagian besar pemilih -- akan memilih 'capres Minang' yang muncul secara tiba-tiba ? Wapres JK saja sangsi apa akan dirinya akan terpilih jika mencalonkan diri secara langsung.

Jadi bagaimana baiknya ? Bagaimana kalau kita perbaiki dulu kampung halaman kita di Sumatera Barat ? Menurut penglihatan dan pengalaman saya, 'sagarobak tundo' masalah Ranah yang perlu kita tangani bersama. Sudah saatnya kita bangun dari mimpi indah ini.

Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, 71 th, Jakarta)



--- On Wed, 4/30/08, hanifah daman <iff...@yahoo.com> wrote:

muhammad afdal

unread,
Apr 30, 2008, 11:12:25 PM4/30/08
to Rant...@googlegroups.com
Sato sangenek.mengenai pandapek angku elthaf nan mangecekan poitn no (2)  baraso kok dapek urang jawa rancak bana, dima pulo pamikiran nantu apo urang jawa labih superior dari urang minang atau suku lain ? disiko jaleh baroso angku elthaf indak picayo diri dan maraso gamang.
 
Sakitu sajo sato sakaki dari ambo di Nagari si BUIH.
 
Wassalam
 
Muhammad afdal


 
2008/4/30 Ronal Chandra <ronal_...@yahoo.com>:

jupardi andi

unread,
Apr 30, 2008, 11:46:41 PM4/30/08
to Rant...@googlegroups.com
Ikuik stek Pak Saaf
ambo labiah tertarik jo pernyataan "Mamikua lamang angek"
batua Pak..heboh bana rasonyo di Palanta..
tapi ndak baa do..mungkin sanak lain ko
punyo jalur untuak mamikua lamang angek ko (elit partai jo Birokrasi)
 
nan ambo bia lah sato stek kalau ndak tapikua bana
sakurangnyo ikuik ma awai lamang angek ko basamo2
dikampuang (baca Grass root)..atau mambangun kampuang
nan kampuang tampek mande mbo lahia..
disiko "lamang angek ko nan jaleh",,,dipikua ndak malapuah pundak dek nyo
kok banyak samo di lapah
saketek samo dicacah..lamang dikampuang ko
 
nan lamang RI..gadang..jaankan ka dilapah
dicacah snek seh alun tantu lai..dapek
 
ndak sesederhana nan awak bayangkan do masalah Presiden ko
baa kecek Apak lah manyangkuik teknis dan politis
 
tapi ambo raso iko seronyo manjadi urang minang
badebat..ko lamak...walau angek sakalipun lamang ko..
walau lamang ko punyo urang jawa misalnyo
kalau indak sato mamikuanyo
sakurang-kurangnyo..ma angek-angek kan lamang ko
 
samakin diangek samakin sero mah
eh ndak tahu nyo isi lamang ko anguih...anguih katan ko
akhirnyo dingin sorang
taruihlah sanak..sia nan mamikua..sia nan maangekan lamang ko
ko la anguih lamang dalam bambu...dek angek
beko dingin sorang se tu...
 
Setuju Pak Saaf...saatnya kito bangun dulu kampung halaman
pandapek apak ko..lamang nan sabana lamang..jaleh awak nan punyo mah
lamang limau kaum Pak..(Kampuang Induak Bako mbo)
Angek..sipuluiknyo kamek..baminyak..batuangnyo rancak
dibaka jo sabuik.....kayu nan baronyo sadang
bagotong royong..mambaka jo mambaliak-baliakan nyo
bajago apinyo..sahinggo yo
itu tadi Pak kampuang ko bergairah dari sisi Ekonomi, Budaya, Agama dll
Baa gak Hati Pak Saaf...
 
 
 
Andi J

"Dr.Saafroedin BAHAR" <saaf...@yahoo.com> wrote:

anggun gunawan

unread,
May 1, 2008, 12:15:48 AM5/1/08
to Rant...@googlegroups.com
Apa yang disampaikan oleh bapak Saafroedin Bahar, seolah-olah "menampar" bagi sebagian peserta milis ini, yang telah begitu bergairah (ada yang sudah bersedia menjadi team sukses dan dukungan lainnya) untuk mewujudkan mimpi INDONESIA 2009 akan dipimpin oleh Urang Minang.

tapi sebagai orang tua yang arif, bapak saafroedin tidak hendak mematikan semangat yang ada (dan saya kira beliau juga megimpikan akan tiba masa Presiden Indonesia adalah Urang Awak), namun lebih kepada menyadarkan kita dari "wishful thingking" atau panjang angan-angan kalau dalam bahasa agama, akan realitas (dalam term filsafat, istilah "realita" mencakup arti yangl lebih luas, yaitu "alam semesta") sebenarnya yang saat ini terjadi.

mungkin, akan ada yang berpikir bukankah kenyataan/kesuksesan berawal dari "sebuah impian yang muluk-muluk pada awalnya"??? kan tidak salah jika orang Minang punya cita-cita menempatkan putra terbaiknya di RI 1??

Mungkin juga ada yang berpikir, bukankah persoalan-persoalan yang terjadi di ranah/lokal/daerah terjadi karena kebijakan pusat (cerita perubahan struktur nagari ke desa mungkin telah akrab bagi bapak2 dan ibu sekalian) dan banyak hal bisa diselesaikan melalui kekuasaan di pusat (kita bisa melihat bagaimana pak Harto ketika memimpin, telah menyediakan sarana dan fasilitas di desa kelahirannya, buya syafi'i mesti menggunakan kekuasaan sebagai Ketua Muhammadiyah untuk melakukan pendekatan agar kampung kelahirannya dialiri listrik, bagaimana presiden SBY mengusahakan pendirian Pabrik Rokok di tanah kelahiran beliau di Pacitan, sehingga mengangkat standar hidup penduduk di sana). dalam artian, ketika kita bisa meraih kursi tertinggi di Republik ini peluang kita memperbaiki ranah minang akan semakin besar.

ada sebuah kesan bahwa ajakan marilah kita perbaiki dulu kampung halaman sebelum kita berpkir ke arah perebutan kekuasaan, merupakan upaya mereduksi semangat kaum muda minang yang tersebar di berbagai tempat di negeri ini.

Namun, lagi-lagi saya cendrung setuju dengan pak Saafroedin, yang mencoba melihat secara jernih peluang dan tantangan persoalan pencalonan ini. saya hanya ingin menambahkan sebuah data riil yang ada terkait peluang kemenangan calon dari Minang. sebagaimana yang tertulis di berbagai referensi, jumlah suku minangkabau yang tersebar di Indonesia dan beberapa negara di dunia berjumlah sekitar 11-12 juta jiwa (kalau salah mohon diperbaiki..). kalau kita bandingkan dengan jumlah suku jawa yang merupakan suku terbesar di negeri ini, sekitar 90 juta, berarti perbandingan kita dengan suku jawa 1/8 atau 1/9. sebagaimana yang kita ketahui "grass root" yang disampaikan oleh pak Saafroedin  memiliki tipe "ketaatan" dan "fanatisme" terhadap etnis dan pemimpin dari kalangan mereka. gejala ini bukan hanya terjadi di grass root, di dataran intelektual jawa pun terjadi fenomena fanatisme ini. so, kalau mau hitung2an statistik (karena pemilu dihitung berdasarkan suara terbanyak, suara tukang becak dengan suara profesor sama nilainya) maka, bisa jadi calon dari Minang akan kalah.

saya kira himbauan untuk kembali memulai sesuatu dari "diri sendiri", kemudian memperbaiki keluarga, kampung, adalah himbauan yang arif dan beginilah sebenarnya langkah awal dari revolusi. sebagaimana Rasulullah yang mulai berdakwah kepada keluarga, kerabat terdekat, sampai pesona islam merambah ke wilayah-wilayah lain. Rasulullah hijrah ke madinah (daerah rantau) dalam rangka membangun sebuah peradaban bersama orang-orang yang loyal dengan beliau. orang minang merantau biasa karena desakan ekonomi dan pencarian ilmu pengetahuan. Rasulullah didukung oleh sahabat-sahabat yang setia bahkan rela mengorban nyawanya demi rasulullah dan islam. kenyataan ini berbeda sekali dengan kenyataan komunitas minang. penyakit psikologis yang melumpuhkan ikatan dan kesetiaan masih bersarang di kebanyakan orang minang. kalau sudah begitu bagaimana mau maju bersama-sama...

kalau calon dari Minang SAMA SAJA KUALITASNYA  dengan pemimpin yang sekarang bahkan lebih parah buat apa memilih orang minang. sudah saatnya berpikir transnasional (bukan trans nasional cooperation yang saya maksudkan) tidak membela etnis sendiri meskipun dia salah atau benar.

JADI PERBAIKILAH DIRI SENDIRI DULU ADALAH JAWABAN ARIF BAGI ORANG-ORANG YANG BENAR-BENAR MENGIMPIKAN REVOLUSI....saluuut buat pak Saafroedin...

"Dr.Saafroedin BAHAR" <saaf...@yahoo.com> wrote:

Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

anggun gunawan

unread,
May 1, 2008, 12:35:32 AM5/1/08
to Rant...@googlegroups.com

Iyo barek kriteria Presiden yang disampaikan bapak2 nan saya hormati..
mungkin buya Hamka yang bisa memenuhi sebagian besar kriteria tersebut...

apokah ado urang yang sarupo itu kini??apolai memenuhi semua persyaratan tu??

apokah iko sekedar angan2 sajo???

tambah cieklah. di syarat no 1 disabuik-an LAKI-LAKI. kayaknyo akan membuat kaum FEMINIS jadi GERAM..

muhammad afdal <afdal...@gmail.com> wrote:



Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di
Yahoo! Answers

jupardi andi

unread,
May 1, 2008, 12:36:23 AM5/1/08
to Rant...@googlegroups.com
Pak Anggun
samo awak mah
iko "lamang nan jaleh"
kampuang halaman DIBANGUN
 
nan jaleh di Jawa terutama
nan mambuek urang awak kalah jiko manyalonkan Presiden (iko bisa sajo..syah2 sajo
awak maimpikan..urang minang jadi RI 1 dan itu hak sebagai penduduk RI)
tapi di Grass Root diJawa..baa kecek Pak Anggun ...FANATISME
bahaso pasarannya  POKOKE....TANDO TANGAN DARAH..
POKOKE...MBAK KAMI.......POKOKE....POKOKE..
 
Batua tu angko Pak anggun
Gubernur wak Pak Gamawan wakatu Talk Show
di Program IMPACT..Peter F Gonta manayabuik juo jumlah tu
saparo di ranah Minang.... saparo marantau
selagi rang subarang nan POKOKE itu..yo payah awak malawan
rang minang terkenal agak Moderat stek indak Patron dan Klien
baa kejek Rajo......Ngge .............Ngge..sabana Ngge..ditingkek bawah
kalau urang awak IYO alun tantu IYO
kadang iyokan dek urang laluan dek awak..ondeh...
 
Salam-Andi J - (43 +, L)

anggun gunawan <gre_...@yahoo.co.id> wrote:

hanifah daman

unread,
May 1, 2008, 1:32:35 AM5/1/08
to saaf...@yahoo.com, Rant...@googlegroups.com
Waalaikum salam wr wb bapak saaf. Andaikan ado nan manggalang dana untuak calon nan indak lewat parpol. Dan calon gon manang jd capres. Apo kendala utama dan nan paliang barek nan akan dijalani capres dun dalam manjalankan roda pamarintahan? Andaikan pulo banyak calon dari jawa sahinggo suaro jawa pacah dan andaikan non jawa basatu, masak ndak bisa ngalahkan jawa? Baa manuruik bapak. Tapi dalam hal iko rang awak cukuiklah bamimpi jd cawapres. Misalno jadi pandampiang JK. Wass. Hanifah.

> mengalir sajo, basamo ombak. ijp ____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.

rahyussalim

unread,
May 1, 2008, 3:12:11 AM5/1/08
to Rant...@googlegroups.com

Kalau pandapek ambo mau angek lamang tuh mau dingin nan penting barani jo tau caro mambaoknyo. Kini ko alah banyak instrument nan bisa digunoan (sasuai kato ijp sabalunnyo).

Umua 36 tahun itu bagi seorang atlit alah di parkir di etalase mah, kalau presiden manuruik ambo sadang matang2nyo mah, kalau lah lewat dari itu biasonyo datang puber kaduo pangana ndak ka manambah kudo… disinan mulai sansaro badan.

Kalau diambok lamang angek ko adolah tantangan, alah sadari dulu lamang ko angek…. Malah kalau inyo dingin, mako disuruah induak2 maangek an lamang ko supayo lamak salero mamakannyo…

Alahhhhhh……. indak baa bagai tu doh IJP maju se lah…. Gadai an diri tu kalau indak adoh parak nan ka di gadai an…

Bilo juo lai… kalau gagal bimbiang ijp yunior. (btw pertanyaan mbo tantang visi mgkn alun sempat bajawek lai)

 

rahyussalim

 

From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of jupardi andi


Sent: Thursday, May 01, 2008 10:47 AM
To: Rant...@googlegroups.com

Subject: [R@ntau-Net] Re: Lamang Angek Pak Saaf

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
May 1, 2008, 5:49:38 AM5/1/08
to Rant...@googlegroups.com
Wah iko sabana 'semangat 45'. Kok yo kareh bana kamauan, silakan maju. Angek dingin ditangguang. Jan saparo-saparo.


Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, 71 th, Jakarta)



--- On Thu, 5/1/08, rahyussalim <rahyuss...@yahoo.co.id> wrote:

Umua 36 tahun itu bagi seorang atlit alah di parkir di etalase mah, kalau presiden manuruik ambo sadang matang2nyo mah, kalau lah lewat dari itu biasonyo datang puber kaduo pangana ndak ka manambah kudo... disinan mulai sansaro badan.

Kalau diambok lamang angek ko adolah tantangan, alah sadari dulu lamang ko angek.... Malah kalau inyo dingin, mako disuruah induak2 maangek an lamang ko supayo lamak salero mamakannyo...

Alahhhhhh....... indak baa bagai tu doh IJP maju se lah.... Gadai an diri tu kalau indak adoh parak nan ka di gadai an...

Bilo juo lai... kalau gagal bimbiang ijp yunior. (btw pertanyaan mbo tantang visi mgkn alun sempat bajawek lai)

 

rahyussalim

 

From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of jupardi andi
Sent: Thursday, May 01, 2008 10:47 AM
To: Rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] Re: Lamang Angek Pak Saaf

 

Ikuik stek Pak Saaf

ambo labiah tertarik jo pernyataan "Mamikua lamang angek"

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
May 1, 2008, 6:20:58 AM5/1/08
to Rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum w.w. Sanak Anggun, Sanak Jupardi, dan Nanda Hanifah,

Tarimo kasih banyak ateh pangaratian sanak dan Nanda taradok pandapek dan saran ambo. Tapi ambo indak kamahalangi para sanak kito nan alah maraso bana-bana siap untuak maju. Go ahead. Hanyo kalau kito pakai 'SWOT Analysis' a la kadarnyo, rasonyo yo paralu mukjizat -- jo pitih banyak -- supayo 'capres dari Sumbar' bisa bana-bana tapiliah tahun 2009 bisuak, kurang labiah sabaleh bulan lai dari kini. Apo indak tasasak bana jo wakatu ? Alah sampai dima parsiapan ?

Tapi mano tahu, rasaki urang kan balain-lain. bak kecek Nanda Hanifah, Gus Dur sajo bisa, manga awak indak.

Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, 71 th, Jakarta)



--- On Thu, 5/1/08, jupardi andi <jupar...@yahoo.com> wrote:

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
May 1, 2008, 6:47:51 AM5/1/08
to Rant...@googlegroups.com
Langsuang sajo, Sanak Jupardi. Iko sabanayo masalah prioritas dan strategi. Ambo satuju bana kito peloki dulu kampuang kito dalam alam desentralisasi kini. Banyak masalah nan nampaknyo tabangkalai kini, dan indak mungkin kito kontrakkan ka urang lain untuak mananganinyo, sarupo ABS SBK, kemiskinan, pengangguran, kemerosotan moral, atau kurang ramah, nan alah banyak dibahas`dalam RN ko. Kalau nak manangani sacaro langsuang 'lamang angek nasional' sabagai RI 1, apo indak gadang bana saiknyo tu ?

Tapi, kalau sabana padek hati ka maju, siapkan bana diri jo dukungan, jan baitu takana langsuang maloncek. Beko tagarubuih.


Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, 71 th, Jakarta)



--- On Thu, 5/1/08, jupardi andi <jupar...@yahoo.com> wrote:
From: jupardi andi <jupar...@yahoo.com>
Subject: [R@ntau-Net] Re: Lamang Angek Pak Saaf
To: Rant...@googlegroups.com

jupardi andi

unread,
May 1, 2008, 6:48:04 AM5/1/08
to Rant...@googlegroups.com
sarupo ambo kecek
iko seronyo jadi urang minang
maju taruih Pak..biaso tu nyo
nan maju..maju...nan bangun kampuang lu..taruih
 
sakali lai nan ambo raso
Yo sero manjadi urang minang kalau badiskusi jo badebat
 
Andi JP

rahyussalim <rahyuss...@yahoo.co.id> wrote:
Kalau pandapek ambo mau angek lamang tuh mau dingin nan penting barani jo tau caro mambaoknyo. Kini ko alah banyak instrument nan bisa digunoan (sasuai kato ijp sabalunnyo).
Umua 36 tahun itu bagi seorang atlit alah di parkir di etalase mah, kalau presiden manuruik ambo sadang matang2nyo mah, kalau lah lewat dari itu biasonyo datang puber kaduo pangana ndak ka manambah kudo... disinan mulai sansaro badan.
Kalau diambok lamang angek ko adolah tantangan, alah sadari dulu lamang ko angek.... Malah kalau inyo dingin, mako disuruah induak2 maangek an lamang ko supayo lamak salero mamakannyo...
Alahhhhhh....... indak baa bagai tu doh IJP maju se lah.... Gadai an diri tu kalau indak adoh parak nan ka di gadai an...
Bilo juo lai... kalau gagal bimbiang ijp yunior. (btw pertanyaan mbo tantang visi mgkn alun sempat bajawek lai)
 
rahyussalim
 
From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of jupardi andi
Sent: Thursday, May 01, 2008 10:47 AM
To: Rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] Re: Lamang Angek Pak Saaf
 
Ikuik stek Pak Saaf
ambo labiah tertarik jo pernyataan "Mamikua lamang angek"

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
May 1, 2008, 6:59:55 AM5/1/08
to Rant...@googlegroups.com
Langsuang sajo, Sanak Jupardi. Iko sabananyo masalah prioritas dan strategi. Ambo satuju bana kito peloki dulu kampuang halaman kito dalam alam desentralisasi kini. Banyak masalah Ranah nan nampaknyo tabangkalai kini, dan indak mungkin kito kontrakkan ka urang lain untuak mananganinyo, sarupo ABS SBK, kemiskinan, pengangguran, kemerosotan moral, atau kurang ramah, nan alah banyak dibahas`dalam RN ko. Kalau nak manangani sacaro langsuang 'lamang angek nasional' sabagai RI 1, apo indak gadang bana saiknyo tu ?  Pepatah [dahulu] meingekkan: "kalau kail panjang sejengkal, jangan laut hendak diduga".

Tapi, kalau sabana padek hati ka maju, siapkan bana diri jo dukungan, jan baitu takana langsuang maloncek. Beko tagarubuih. Partai ma nan kajadi kenderaan ? Dari ma dana ka digalang ? Bilo ka mandaftar ?  Alah bahetong bana segmen pamiliah nan kamandukuang ? Lai pasti saluruah urang awak ka mandukuang ? Atau apo masih balaku juo papatah ' bondong aia bondong dadak, urang talongsong inyo tagak'. Ingek pangalaman calon urang awak dalam pilkada DKI Jakarta baru-baru ko !

Sabagai calon perseorangan ? Alun ado undang-undangnyo lai. Sistem politik kito sampai kini kan indak mambuka paluang untuk munculnyo 'Obama Indonesia' doh.

Tapi jan patah sumangek. Ambo sakadar man-test sajo, lai padek bana hati nan mudo-mudo.

Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, 71 th, Jakarta)



--- On Thu, 5/1/08, jupardi andi <jupar...@yahoo.com> wrote:
From: jupardi andi <jupar...@yahoo.com>
Subject: [R@ntau-Net] Re: Lamang Angek Pak Saaf
To: Rant...@googlegroups.com
Date: Thursday, May 1, 2008, 10:46 AM

benni_inayatullah

unread,
May 1, 2008, 9:29:23 PM5/1/08
to rant...@googlegroups.com
17 Agustus 1945 sebuah bangsa yang dinamakan Indonesia memerdekakan
dirinya setelah dijajah selama ratusan tahun, siapa yang akan
menyangka mimpi Ibrahim seorang pemuda yang lahir di desa Pondam
Godang Kec Suliki Kab 50 Koto yang kemudian lebih dikenal dengan Tan
Malaka akan menjadi kenyataan ? Mimpi yang dimulai pada tahun 1924,
dengan terbitnya sebuah buku yang berjudul menuju republik Indonesia
( Naar de Republik Indonesia).

Siapa menyangka mimpi Tan Malaka serta "angan-angan panjang" kamum
muda seperti Soekarno, Syahrir, Hatta, Agus Salim* untuk menyaksikan
Indonesia bebas dari penjajahan ternyata terbukti dikemudian hari.
Suatu mimpi yang sekana mustahil dengan keadaan semasa itu dimana
rakyat Indonesia hanya punya bambu runcing sedangkan belanda sudah
mempunyai meriam dan kapal perang.

Siapa akan menyangka janji – janji dan mimpi romantis Winston Churcil
kepada Pamela (sebagaimana tertuang dalam bait puisinya) untuk
membawakan Inggris Raya kepada pangkuan kekasihnya itu kemudian jadi
kenyataan ?

Siapa akan menyangka mimpi seorang pemuda hitam yang bernama nelson
mandela untuk mengakhiri rezim apartheid akhirnya berhasil sehingga
menjadi teladan bagi bangsanya dan juga bangsa-bangsa lain di dunia
tentang perjuangan melawan ketertindasan ?

Siapa yang bisa memperkirakan yang akan datang hari esok ?

jadi kawan-kawanku…tetaplah berani bermimpi, karena mimpi itulah
yang sanggup menggerakkan pangkal rakyat Indonesia menentang penjajah
sehingga kita merasakan kemerdekaan hingga saat ini..

tetaplah bermimpi kawan…

salam

Ben/27
*nama terakhir ini meskipun sudah tergolong tua bahkan dijuluki OLD
MAN namun semangat dan jiwanya tetap muda..andai yang memegang tampuk
kekuasaan saat ini berjiwa seperti Agus Salim, tak perlu susah payah
kita menyuarakan revolusi kaum muda.


Indra Jaya Piliang

unread,
May 2, 2008, 6:30:26 AM5/2/08
to Rant...@googlegroups.com
Ini debat yang sudah dijawab. Nggak ada logikanya seperti ini. Vaclav Havel,
presiden ceko-slovakia dan presiden ceko sekarang, hanya seorang seniman
panggung. Presiden India, kini mantan, hanyalah seorang ilmuwan. Megawati
hanya ibu rumah tangga tamatan sma. Gus Dur hanya seorang kyai. Habibie
hanya seorang profesor. SBY hanya seorang anak letnan. Kecuali menjadi
jenderal, bolehlah ada jenjang seperti ini, atau untuk menjadi pegawai
tinggi di pemerintahan.

Beberapa partai memang mendekati ambo untuak jadi walikota pariaman atau
bupati padang pariaman. Tapi, dasar urang minang, labiah banyak nan
mangatokan agar ambo ndak usah ikuik kompetisi di kampuang. Gamawan Fauzi
sendiri mengatokan agar ambo "di pusat sajolah". Wali nagari di sikucur, lai
ado karajonyo nan ambo karajokan di Jakarta dan babantuak di nagari kami.

Ini soal mentalitas, bukan soal karier. Ini soal nyali, kecek urang-urang di
terminal bis pulo gaduang.

ijp

-----Original Message-----
From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On

Indra Jaya Piliang

unread,
May 2, 2008, 6:46:18 AM5/2/08
to Rant...@googlegroups.com

Mamak elthaf, presiden itu malaekat. Kelemahan orang Indonesia dalam memilih pemimpin adalah memilih malaekat. Presiden itu orang biasa saja. Justru yang pola pikirnya menjadi pola piker masyarakat kebanyakan yang diperlukan. Yang mengerti dengan masyarakat kebanyakan. Yang paham bahwa kurang dari 5% masyarakat Indonesia yang berpendidikan tinggi. Yang tahu bahwa 80% lebih tenaga kerja Indonesia terdiri dari tamatan SD atau tidak tamat SD.

 

Yang juo paham bahwa yang berpendidikan tinggi itu juo banyak yang hanyo sakadar pemburu dollar. Kurang dari 20 urang Indonesia yang menerbitkan buku di luar negeri, dari penerbit ternama, kalau ukurannyo adalah santiang aka. Hampir sadonyo ndak namuah tajun ka pemerintahan, doh, melainkan bergerak di pinggiran.

 

Ambo mau jawab soal bahasa Inggris dllnyo (dulu juo ado posting model iko). Ambo acok batamu jo urang-urang bule, japang, cino, korea, dllnyo. Urang japang jo cino ndak banyak kecek, doh. Haik-haik sajo. Urang

 


Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.<BR

teguh satyawan

unread,
May 2, 2008, 7:52:25 AM5/2/08
to Rant...@googlegroups.com
Maju taruih IJP. Kok alun bisa di pusat, main di daerah se dulu. Ambo dukuang panuah do...

muzi...@yahoo.com

unread,
May 2, 2008, 7:23:46 PM5/2/08
to Rant...@googlegroups.com, MUZI...@gmail.com
Sanak IJP bana, but izinkan pulo pendapek lain:
Megawati , anak Presiden, punya massa,                                                            
nama bapak nya masih terbawa dan babaun, Partai Megawati sempat di cegal Tentara zaman pak Harto, sehingga simpati mucul/vote juga,
Gus Dusr juga punya massa, NU, sistem kultur nya "sungkem" pada Bapak, patuh pada kiyai,
SBY, tentara, jenderal, rakyat sebagian besar masih mempercayai tentara dibandingkan sipil ( estimate), PH.D dari IPB,
All of them are Javaness, (60-70 percent is Javvanese) dari penduduk Indonesia.
Secara geopolitik mereka sdh manang, penduduk nya banyak, dan geofinance(kebnyakkan konglomerat yg akan menyumbang(utk kepentingannya) berada di P.Jawa).
Pak Habibie, jangan di kata, langkah emas krn pak Harto di lengserkan massa, lihat waktu pemilihan pak Wiranto saja ngak mau jadi wakil presiden pendaping, dan kalah.
IJP,.punya suara waktu survey KOMPAS dari 600 LSM yg hadir di surveyed KOMPAS,(Sample nya berapa LSM ?) kebanyakkan berada di JKT dan sekitarnya, information aware, jadi populasi voter nya Jakarta sekitarnya, bgmn dgn voter diluar Jakarta, di luar p.Jawa, ? Jadi kalau utk test lapangan,
 harus nya ikut Pilkada Walikota Jakarta, Pariaman dan SUMBAR, . Saya tidak ahli statistik, mohon sanak2 utk bantu saya hasil survey KOMPAS tsb.
Untungan nya, IJPpunya PR (public relation nya bagus) krn sering mucul di TV, artikel di mass media.
Bgmn dgn nyali/mentality menghadapi tentara dan konglomerat . Gus Dur walaupun handicaped, tp kelompok nya punya milisi (Barisan..? lupo ambo utk menghadapi tentara).
Tanpa mengurangi suara survey yg sdh dumilki IJP di KOMPAS. maka : secara geiopolitik,..
Kesimpulan ambo, utk presiden 1 dan 2 mendatang ssdh SBY, ini masih Javanese decent dan dekat dgn tentara. Bgmn pandapek sanak2 ?
Wass. Muzirman,
----------------------------------------------------------

ijp


Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---


____________________________________________________________________________________

Z Chaniago

unread,
May 2, 2008, 9:44:51 PM5/2/08
to Rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum Ww
 
Kanda Muzirman, dan sanak IJP....
 
Tatoreh dalam sijarah politik Cekoslowakia kalau Lech Walesa seorang pimpinan serikat buruh dengan Solidarnoch..(sabanyo pakai O nan ado duo titiak diatehnyo) sempat manjadikannyo Presiden...  yang jadi pertanyaan apokoh menjadikan Lech Walesa presiden dalam kondisi "normal".... jawabannya TIDAK..
 
Baa pulo di Indonesia
Sukarno jadi presiden disaat awal-awal Kemerdekaan
Mr Assa'at jadi presiden disaat Agresi II Bulando
Syafruddin Prawiranagara jadi presiden di saat Darurat PDRI
Suharto menjadi presiden setelah pemberontakan G30S/PKI dan kondisi Indonesia guncang..
Habibi jadi presiden disaat awal revormasi dan Suharto menyatakan berhenti jadi presiden...
Gus Dur jadi presiden saat Indonesia 'konon' butuh ketokohan nasional untuk menyatukan Indonesia sesudah reformasi...
Megawati jadi presiden setelah Gusdur ternyata tidak mampu mempertahankan ketokohannya.....
sadonyo diateh jadi presiden dalam kondisi politik yang tidak normal...
 
Di tahun 2004 , dalam kondisi politik yang relatif normal...., sejarah Indonesia membuktikan Habibie tidak masuk dalam konvensi Golkar...., Gus Dur gagal masuk final....Megawati kalah di final.... dan SBY lah yang jadi presiden..
 
Nah dengan asumsi 2009 juo dalam kondisi politik juo relatif normal..... kesempatan mamiliah nan labiah rancak bagi pamiliah akan tabukak leba.... di siko lah sabananyo tantangan Capres kini..., to the point sajo.....
" siapo urang awak nan bisa dijadikan kompetitor nan sepadan dengan presiden incumbent  ?"
selain menjadi kompetitor Gus Dur, Megawati, Wiranto, Sri Sultan, dll
 
Namun dibaliak itu..... kok dibaok ka soal nyali........
kok iyo IJP berminat jadi presiden ..... go a head.....
 
Wassalam
 
Z Chaniago  - Palai Rinuak
 
 
 
 
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages