Waalaikumsallam wr wb
Pak Masrur , Et Hadi, Da Riri dan dunsanak palanta RN
Memang ini sebuah joke saja
Tapi joke bisa menjadi sebuah bahasa sindiran atas sesuatu yang nggak beres tinggal kepekaan rasa kita saja mencoba menangkap apa pesan dari sebuah joke
Dapatkan senyumnya sambil menangkap apa pesan dari sebuah joke (kalau memang ada)
Bisa jadi ini ungkapan tidak beresnya regulasi penerbangan kita, carut marut persoalan di bandara seperti yang sering kita baca
Nah hal2 seperti ini bisa jadi di tuangkan dalam bentuk joke memang kalau kita pikir mana ada juga lagi translator bahasa daerah di tower yang seenak udelnya. Bergarah2 bin hereyyy di Tower
Tapi saya pikir dalam bahasa yang sederhana bisa kita tangkap dari humor percakapan di tower itu
Memang ada masalah di dunia penerbangan komersil kita ada aturan2 yang menyangkut keselamatan penerbangan yang dianggap sepele atau didalam joke tersebut digambar begitu mudahnya orang berbicara di Tower
Lebih jelasnya bisa artikan mengurus penerbangan bisa jadi tak ubahnya seperti mengurus oplet2 dan bus di terminal buktinya seperti yang Pak Masrur sampaikan
Ada penumpang gelap yang lolos
Atau
Tiket bisa dipindah tangankan, yang punya si A karena batal bepergian dipindahkan ke si B dan itu dengan santainya bisa ikut terbang,
Kalau pesawat jatuh
Bisa dibayangkan dimanifes penerbangan tercatat si A yang jadi korban tapi kenyataa si B, lalu bagaimana dengan klaim asuransi dan lain sebagainya
Jadi begitu kira2 saya menyikapi sebuah joke awalau "asal" tapi bisa jadi ada pesan yang disampaikan
###
Contoh lain, joke ini memang sederhana saja tapi pesan yang disampaikan sarat makna (kalau kita punya kepekaan tentunya) mungkin kita sudah sering dengar, begini
Ketika harg sembako minyak goreng melambung tinggi harganya sehingga mencekik rakyat banyak dan tidak sanggup membelinya pada harga yang mahal mencekik leher tersebut yaitu Rp 15 000 per Kg (apa saja bisa contohnya beras, gula, tepung dan sembako lainnya)
Atas jeritan rakyak ini seorang penguasa atau petinggi negeri yang punya otoritas mengurus sembako rakyat seenak saja mengeluarkan pernyataan
"Ya..kalau mahal harga minyak goreng tersebut per Kg nya gampang aja Beli 1/2 kg aja kenap..bereskan"
Joke ini menyiratkan betapa penguasa atau petinggi itu tidak ada kepekaan lagi atas penderitaan dan keluhan rakyat kebanyakan karena bisa jadi dia sudah enak2an nyaman hidup dan kaya raya karena menjdi petinggi. Jaditidak memikirkan nasib rakyat lagi
Joke itu timbul untuk menyindir penguasa tersebut seandainya pejabat dan pengusa tersebut punya kepekaan tentunya solusi beli "1/2 kg" aadalah kritikan buat dia, yang paling tepat seagi penguasa dan petinggi dia harus mencari jalan keluar agar harga minyak goreng tersebut normal lagi pada harga 1 Kg misalnya dengan operasi pasar, meneliti pasar apa ada spekulan nakal yang menimbun minyak goreng sehingga langka dipasar otomatis harga naik nah agar ditindak dengan tegasa sesuai dengan huum yang berlau atau cara2 lain bukan "seenaknya ngomong ya udah beli aja 1/2 Kg"
Kalau dari segi joke/humor tentu kita akan senyum membacanya, tapi dari segi makn yang kita tangkap tentunya membuat hati kita sebagai rakyat panas atas kebijakan penguasa arau petinggi yang tidak berpihak pada rayat banyak dalam mencarikan solusi
Begitu kira2
Terakhir
Silahkan landing Pak..segala sesuatu telah berjalan dengan sempurna :-)
Kalau orang Sunda khususnya Bandung begitu mencintai Persib dan membawa2nya dalam percakapan di tower
Ahaa saya sebagai orang minang tentu mencinbtai juga si Kabau Sirah
BRAVO SEMEN PADANG
Wass-Jepe
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
Date: Mon, 11 Oct 2010 20:19:21 +0700
Subject: Re: [R@ntau-Net] Percakapan di Tower BIM