KETIKA PAPA BERCERITA (10)

48 views
Skip to first unread message

rinapermadi

unread,
Mar 4, 2011, 1:55:12 AM3/4/11
to rant...@googlegroups.com

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh,

 

Ketika Papa Bercerita (10)

By : Ritrina

 

 

Awal tahun 1960 Papa yang tengah berjaga sebagai Tentara Teritorial  untuk Kecamatan Bonjol Pasaman. Regu Papa ada 10 orang dengan 1 komandan regu. Hampir kesemuanya adalah orang Kumpulan Pasaman. Komandan regu Papa bernama Letnan Rasyid. Dimana daerah pengawasan mereka adalah Kumpulan, Alaham Mati, Ladang Panjang, Binjai, Simpang dan sekitarnya. Masa itu tengah dipersiapkan Proklamasi RPI singkatan dari Republik Persatuan Indonesia. Para tokoh PRRI mengadakan hubungan diplomasi dengan beberapa daerah yang juga bergolak menentang rezim Soekarno yang dinilai Diktator kala itu. RPI dibentuk untuk meneruskan perjuangan dalam bentuk Negara Federasi. Ikut bergabung di dalam RPI itu : PRRI, Permesta, DI Aceh, dan DI Sulawesi Selatan.  

 

Ketika tengah berada di sekitar Batang Kumpulan di seberang Rajang di sebuah kedai kopi di tepi kampung. Lewatlah seregu tentara dari pecahan Batalyon 140 dari Suliki. Komandan regu itu rupanya adalah kawan Papa ketika sekolah di SMA Batusangkar. Nama beliau Roslim. Karena telah lama tidak bertemu, Papa mengajak mereka untuk istirahat dulu di kedai kopi itu. Papa beri orang kedai uang untuk keperluan memasak. Mereka dengan senang hati membelikan beras dan telur. Masakan kampung sederhana itu cukup membuat seregu pasukan itu makan dengan lahapnya sambil riuh bercerita. Walaupun dalam kondisi tetap siaga karena sewaktu-waktu adanya Tukang Tunjuak.

 

Setelah mereka selesai makan bersama itu, regu tersebut bergabung dengan kompinya dan mulai bergerak menuju Pasaman Barat. Sambil berpamitan, mereka minta dido’akan supaya selamat dalam tugas ke Pasaman Barat.  Papa menduga misi kali ini khusus untuk persiapan Proklamasi RPI di Bonjol yang dia ketahui kemudian hari di tanggal 8 Februari 1960.

 

Sekompi pasukan ini terus bergerak di Pasaman Barat sampai masuk daerah Kinali. Tepatnya di Durian Kinali dikuasai oleh tentara APRI dari Divisi Diponegoro yang semuanya berasal dari Jawa Tengah. Pasukan dari Batalyon 140 sekitaran sekompi datang mengendap-ngendap di keheningan malam menjelang subuh di rimbunan hutan Pasaman itu. Mereka mulai mendekati tempat kedudukan pasukan Divisi Diponegoro tersebut. Keberadaan mereka diketahui dan terjadilah kontak senjata di tengah subuh kelam itu.

 

Pasukan Divisi Diponegoro yang dalam kondisi tidak siap, banyak yang berlarian tanpa pakaian. Sebagian besar pasukan itu masih tidur pulas di subuh itu sehingga tidak siap menerima serangan dari pasukan PRRI. Banyak yang berlarian tak tentu arah sampai ada yang memanjat pohon kelapa. Markas mereka tinggalkan begitu saja sehingga barang-barang bawaan mereka dengan mudah dirampas oleh pasukan PRRI dari Batalyon 140 kala itu.

 

Tanggal 8 Februari 1960, sesuai kesepakatan yang diumumkan secara rahasia, Proklamasi RPI dimulai dengan Upacara Bendera yang dilanjutkan dengan Parade Militer. Semua berlangsung dengan hikmat dan penuh semangat. Hadir kala itu, Presiden RPI Syafruddin Prawiranegara yang sekaligus merangkap Perdana Meteri. Beliau bertindak sebagai pemimpin uapacara didampingi oleh Kolonel Dahlan Djambek. Barisan pasukan militer yang mengikuti Upacara bendera itu terlihat gagah dengan baju baru yang masih ada tulisan Divisi Diponegoronya. J

 

 Wassalam

Rina, 33+, batam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Abraham Ilyas

unread,
Mar 5, 2011, 3:44:53 AM3/5/11
to rant...@googlegroups.com
Rina nan ambo hormati.

Ambo copaskan penggalan syair dari bapak Bustanuddin http://nagari.or.id/?moda=cari  tentang kisah penyerangan kota (nagari) Kinali tsb.
Beliau ikut serta dalam operasi ini sebagai anggota kompi KKO-AL/PRRI pimpinan Isrul.

Mungkin karena tak ada catatan resmi, hanya berdasarkan ingatan belaka, maka ada perbedaan waktu terjadi peristiwa antara 2 orang ini. (akhir tahun 59 dengan awal tahun 60)

Tolong diklaririfikasi kembali ke papa Rina.
Dan tentang letnan Rasyid itu, apakah beliau orang Padang Sibusuak ?

......
......

Akhir tahun lima sembilan
Datang perintah dari komandan
Semua senjata siap ditangan
Ada perintah harus lakukan

Diambil ransel segera diisi
Diisi pakaian dan sebungkus nasi
Pasukan apel di sore hari
KKO-AL ikut sekompi

Pasukan bergerak setelah malam
Kompi satu Kala Hitam
Senjatanya lengkap ada meriam
Komandannya bernama letnan Agam

Kompi Dua kompi gabungan
PDD dan TP jadi andalan
Bila berperang tak pernah bosan
Siap menyerang, berani bertahan

KKO-AL kompi ketiga
Setiap personil pegang senjata
Senjata berat KKO punya
LMG, Mortir serta Bazoka

Azwar Tontong komandan operasi
Profil tubuhnya besar dan tinggi
Beliau berasal dari Kuranji
Sekolah mayornya di luar negeri

Isrul Ismail wakil komandan
Dari KKO berpangkat letnan
Memimpin perang sangat cekatan
Pistolnya dua tetap di tangan

Entah ke mana tempat dituju
Semua prajurit tiada yang tahu
Para komandan jadi penentu
Sebagai prajurit tak boleh ragu

Berjalan terus di malam gelap
Sepicing mata tak pernah lelap
Kadang berjalang kadang merayap
Menuju sasaran siap menyergap

Pukul tiga di malam itu
Kepada pasukan diberi tahu
Dengan bisikan satu persatu
Kota Kinali sedang dituju

Pukul lima perintah disebar
Senjata siap peluru di kamar
Tentara Sukarno segera dikejar
Kota Kinali menjadi gempar

Tembakan dilepas secara serentak
Setiap anggota harus menembak
Maju ke depan sambil bersorak
Kota Kinali menjadi pekak

Kota Kinali sasaran utama
Kami menyerang di pagi buta
Tentara Pusat sedang olah raga
Kami merampas banyak senjata

Pukul tujuh ketika pagi
Kota Kinali telah dikuasai
Pasukan musuh semua lari
Ada yang hidup banyak yang mati

Hanya tiga jam PRRI bertahan
Perintah mundur dari komandan
Tantara Pusat dapat bantuan
Kami terpaksa mundur ke hutan

Kami mundur arah arah ke Panti
Di Lansek Kodok kami berhenti
Peluru rampasan dibagi bagi
Sesuai senjata yang dimiliki

........dst....

taufiq...@rantaunet.org

unread,
Mar 5, 2011, 4:13:48 AM3/5/11
to rant...@googlegroups.com

Maaf pak Abraham.
Apakah saat itu memang PRRI sudah punya satuan KKO atau Angkatan Laut ?

Karena yang kita tahu selama ini cuma semacam Infantri plus sedikit altilery aja

Mengenai Azwar Tontong bukan orang Kuranji tapi Panampuang IV Angkek

Mungkin istrinya dari Kuranji. Salah satu Pangdam Cenderawasih yang kemudian jadi Komisaris PT Semen Padang konon kabarnya keturunan beliau


---TR


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Noor Indones

unread,
Mar 5, 2011, 4:24:31 AM3/5/11
to rant...@googlegroups.com
PaK TR.

Manuruik Pak Bustanuddin satantangan KKO-AL itu hanya penamaan kesatuan saja sebab mereka dipimpin/dilatih oleh anggota KKO, Isrul dkk. yang bergabung dengan PRRI di Padang segera setelah mendarat.
Pada kenyataan selama bergolak mereka tak pernah bertugas di daerah pantai/laut.

Salam

AI



Abraham Ilyas

unread,
Mar 5, 2011, 4:28:35 AM3/5/11
to rant...@googlegroups.com
Bapak Bustanuddin iko adalah adik dari bapak Noor Indones St. Sati, anggota palanta.
Beliau belum punya akun email

Salam

Abraham Ilyas


Dasriel A Noeha

unread,
Mar 5, 2011, 5:10:06 AM3/5/11
to rant...@googlegroups.com
Kelihatanya (sejarah) banyak KKO utang Minang belot ke PRRI?

Pak tuo ambo (KKO) Surabaya ukatu iduik (liau maningga ukatu operasi Paraku di pantai Malaysia) pernah carito, sangajo KKO asa Minang dikerahkan ke SB karano mereka kenal medan (sekitar Muaro, Ulakkarang, Bunguih, Pariaman),

Memang paralu klarifikasi

Wass

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/

Nismah Rumzy

unread,
Mar 5, 2011, 5:13:51 AM3/5/11
to rant...@googlegroups.com
Assalamu Alaikum W. W.
Uda Rumzy dulu KKO dibawah pimpinan pak Darwis Djamin di Pasaman.  Pernah nyo pai napak tilas ka Silapiang tahun 2006. Pernah juo ado dipahonyo pecahan mortir nan dibawonyo sampai akhir hayatnyo.
Akhir2nyo nyo tacogok di Pasir Pengarayan - Ujuang Batu dan tatahan di Bangkinang. Selanjutnya 18 bulan menghuni TPU Pekanbaru.
Bundo Nismah

2011/3/5 Abraham Ilyas <abraha...@gmail.com>

sjamsir_sjarif

unread,
Mar 5, 2011, 10:43:34 AM3/5/11
to rant...@googlegroups.com
Alaikum salam Bundo Nismah,

Di bulan Agustus limolapan sakutiko
Dalam pajalanan taangah-angah di dalam rimbo
Malintasi mandaki Bukik Batu Badoro
Dari Kototinggi manuju Bonjo
Rumzy jo ambo lai basuo
Babaju hijau sandang sinjato
Gagah tampak jaleh di ambo
Sanang hati basuo jo Konco Lamo
Memperkenalkan kawan-kawannyo dari KKO
Itu sabingkah kenangan lamo

Salam,
Sjamsir Sjarif

--- In Rant...@yahoogroups.com, Nismah Rumzy <nismahrumzy@...> wrote:
>
> Assalamu Alaikum W. W.
> Uda Rumzy dulu KKO dibawah pimpinan pak Darwis Djamin di Pasaman. Pernah
> nyo pai napak tilas ka Silapiang tahun 2006. Pernah juo ado dipahonyo
> pecahan mortir nan dibawonyo sampai akhir hayatnyo.
> Akhir2nyo nyo tacogok di Pasir Pengarayan - Ujuang Batu dan tatahan di
> Bangkinang. Selanjutnya 18 bulan menghuni TPU Pekanbaru.
> Bundo Nismah
>

> 2011/3/5 Abraham Ilyas <abrahamilyas@...>


>
> > Rina nan ambo hormati.
> >
> > Ambo copaskan penggalan syair dari bapak Bustanuddin
> > http://nagari.or.id/?moda=cari tentang kisah penyerangan kota (nagari)
> > Kinali tsb.
> > Beliau ikut serta dalam operasi ini sebagai anggota kompi KKO-AL/PRRI
> > pimpinan Isrul.
> >
> > Mungkin karena tak ada catatan resmi, hanya berdasarkan ingatan belaka,
> > maka ada perbedaan waktu terjadi peristiwa antara 2 orang ini. (akhir tahun
> > 59 dengan awal tahun 60)
> >
> > Tolong diklaririfikasi kembali ke papa Rina.
> > Dan tentang letnan Rasyid itu, apakah beliau orang Padang Sibusuak ?
> >
> > ......
> > ......
> >

> > *Akhir tahun lima sembilan

> > *


Abraham Ilyas

unread,
Mar 6, 2011, 2:00:15 AM3/6/11
to rant...@googlegroups.com
Uni Nismah Rumzy nan ambo hormati.

Mambaco tampek nan banamo Silapiang sarato Pasir Pengaraiyan/Riau, mako Bapak Rumzy iko daulu mungkin satu kesatuan dengan bapak Bustanuddin sarupo nan ditulihkannyo di bawah iko.

Dari Lansek Kodok bapak Bustanuddin pergi ke Riau dan akhirnya tertangkap bulan Oktober 1960 di Naga Seribu Pd Bolak, Tapsel, http://nagari.or.id/?moda=cari

Kabar berita segera tersiar
Hati pemuda jadi bergetar
Ikut berperang tak akan gentar
Dalam sehari banyak yang mendaftar

Dari Sitalang dan Batu Kambing
Terdaftar pemuda yang tahan banting
Berangkat serentak ke Ujung Gading
Berjalan kaki beriring iring

Berangkat dilepas sanak famili
Bersama tungganai dalam nagari
Diberi bekal sebungkus nasi
Beserta ilmu penjaga diri

Niat berjuang bela negara
Mengganyang komunis anti agama
Perlu ditumpas sampai ke Jakarta
Agar rakyat hidup bahagia

Di Pasaman kami ditempatkan
Nagari Silapiang lokasi latihan
Letnan Isrul sebagai komandan
KKO AL nama pasukan

Tiga bulan latihan perang
Senjata diberi untuk disandang
Perasaan hati menjadi garang
Ke tempat musuh siap menyerang



Hayatun Nismah Rumzy

unread,
Mar 6, 2011, 2:21:07 AM3/6/11
to rant...@googlegroups.com, rant...@googlegroups.com
Kemungkinan sekali sama - dia hanya menyebutkan dia anak buahnya pak Darwis. Disuatu waktu dia hampir dibunuh oleh tentara pusat. Kalau pak Bustanuddin masih ada tolong dtanyakan. Uda Rumzy mendahului kita satu setengah tahun yang lalu dan umurnya waktu berpulangnya 73tahun.

Terima kasih Nismah Rumzy  

Sent from my iPad

rinapermadi

unread,
Mar 7, 2011, 3:46:05 AM3/7/11
to rant...@googlegroups.com

Mamak AI jo dunsanak palanta,

 

Sabantako alah ambo klarifikasi jo Papa

Letnan Rasyid adolah Urang Kumpulan

 

Trus peristiwa penyerangan besar-besaran tu Papa yakin itu sabulan sabalun Proklamasi RPI. Sedangkan proklamasi RPI tu tgl 8 Feb 1960 berarti penyerangan tu Januari 1960 ndak pasti Papa tanggalnyo tp bukan di bulan Des 1959.

 

TP atau Tentara Pelajar yang tergabung diantaronyo kawan Papa yang dari pecahan Batalyon 140 asal Suliki nan Rina caritokan tupun ditanyo Papa nak ka operasi kama. Tapi jawek nyo indak jaleh hanyo diperintahkan ka arah Kinali. Jadi penyerangan ko benar-benar rahasia, hanyo diarahkan katiko pas alah akan memasuki Kinali.

Trus ikut bergabung tentara PDD (Pasukan Dahlan Djambek) dibawah komandan Pak Malintara yang berasal dari Aceh.

 

Papa kurang tau kama mereka mundur setelah penyerangan tu, cuman pas Proklamsi RPI, Mereka yang ikuik penyerangan bi babaju baru sadonyo, tapi merk bajunyo masih Divisi Diponegoro.

 

Waktu di Bonjo sebagai tentara territorial, Papa betugas mamunguik Ipeda (Iuran perang) mambantu Pak Camat bagian administrasi parang. Biaya perang dipunguik dari pajak pedagang di daerah tu.

 

Wassalam

Rina

 

From: rant...@googlegroups.com [mailto:rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Abraham Ilyas
Sent: Saturday, March 05, 2011 3:45 PM
To: rant...@googlegroups.com
Subject: Re: [R@ntau-Net] KETIKA PAPA BERCERITA (10)

 

Rina nan ambo hormati.

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages