Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh,
Ketika Papa Bercerita (10)
By : Ritrina
Awal tahun 1960 Papa yang tengah berjaga sebagai Tentara Teritorial untuk Kecamatan Bonjol Pasaman. Regu Papa ada 10 orang dengan 1 komandan regu. Hampir kesemuanya adalah orang Kumpulan Pasaman. Komandan regu Papa bernama Letnan Rasyid. Dimana daerah pengawasan mereka adalah Kumpulan, Alaham Mati, Ladang Panjang, Binjai, Simpang dan sekitarnya. Masa itu tengah dipersiapkan Proklamasi RPI singkatan dari Republik Persatuan Indonesia. Para tokoh PRRI mengadakan hubungan diplomasi dengan beberapa daerah yang juga bergolak menentang rezim Soekarno yang dinilai Diktator kala itu. RPI dibentuk untuk meneruskan perjuangan dalam bentuk Negara Federasi. Ikut bergabung di dalam RPI itu : PRRI, Permesta, DI Aceh, dan DI Sulawesi Selatan.
Ketika tengah berada di sekitar Batang Kumpulan di seberang Rajang di sebuah kedai kopi di tepi kampung. Lewatlah seregu tentara dari pecahan Batalyon 140 dari Suliki. Komandan regu itu rupanya adalah kawan Papa ketika sekolah di SMA Batusangkar. Nama beliau Roslim. Karena telah lama tidak bertemu, Papa mengajak mereka untuk istirahat dulu di kedai kopi itu. Papa beri orang kedai uang untuk keperluan memasak. Mereka dengan senang hati membelikan beras dan telur. Masakan kampung sederhana itu cukup membuat seregu pasukan itu makan dengan lahapnya sambil riuh bercerita. Walaupun dalam kondisi tetap siaga karena sewaktu-waktu adanya Tukang Tunjuak.
Setelah mereka selesai makan bersama itu, regu tersebut bergabung dengan kompinya dan mulai bergerak menuju Pasaman Barat. Sambil berpamitan, mereka minta dido’akan supaya selamat dalam tugas ke Pasaman Barat. Papa menduga misi kali ini khusus untuk persiapan Proklamasi RPI di Bonjol yang dia ketahui kemudian hari di tanggal 8 Februari 1960.
Sekompi pasukan ini terus bergerak di Pasaman Barat sampai masuk daerah Kinali. Tepatnya di Durian Kinali dikuasai oleh tentara APRI dari Divisi Diponegoro yang semuanya berasal dari Jawa Tengah. Pasukan dari Batalyon 140 sekitaran sekompi datang mengendap-ngendap di keheningan malam menjelang subuh di rimbunan hutan Pasaman itu. Mereka mulai mendekati tempat kedudukan pasukan Divisi Diponegoro tersebut. Keberadaan mereka diketahui dan terjadilah kontak senjata di tengah subuh kelam itu.
Pasukan Divisi Diponegoro yang dalam kondisi tidak siap, banyak yang berlarian tanpa pakaian. Sebagian besar pasukan itu masih tidur pulas di subuh itu sehingga tidak siap menerima serangan dari pasukan PRRI. Banyak yang berlarian tak tentu arah sampai ada yang memanjat pohon kelapa. Markas mereka tinggalkan begitu saja sehingga barang-barang bawaan mereka dengan mudah dirampas oleh pasukan PRRI dari Batalyon 140 kala itu.
Tanggal 8 Februari 1960, sesuai kesepakatan yang diumumkan secara rahasia, Proklamasi RPI dimulai dengan Upacara Bendera yang dilanjutkan dengan Parade Militer. Semua berlangsung dengan hikmat dan penuh semangat. Hadir kala itu, Presiden RPI Syafruddin Prawiranegara yang sekaligus merangkap Perdana Meteri. Beliau bertindak sebagai pemimpin uapacara didampingi oleh Kolonel Dahlan Djambek. Barisan pasukan militer yang mengikuti Upacara bendera itu terlihat gagah dengan baju baru yang masih ada tulisan Divisi Diponegoronya. J
Wassalam
Rina, 33+, batam
Di bulan Agustus limolapan sakutiko
Dalam pajalanan taangah-angah di dalam rimbo
Malintasi mandaki Bukik Batu Badoro
Dari Kototinggi manuju Bonjo
Rumzy jo ambo lai basuo
Babaju hijau sandang sinjato
Gagah tampak jaleh di ambo
Sanang hati basuo jo Konco Lamo
Memperkenalkan kawan-kawannyo dari KKO
Itu sabingkah kenangan lamo
Salam,
Sjamsir Sjarif
--- In Rant...@yahoogroups.com, Nismah Rumzy <nismahrumzy@...> wrote:
>
> Assalamu Alaikum W. W.
> Uda Rumzy dulu KKO dibawah pimpinan pak Darwis Djamin di Pasaman. Pernah
> nyo pai napak tilas ka Silapiang tahun 2006. Pernah juo ado dipahonyo
> pecahan mortir nan dibawonyo sampai akhir hayatnyo.
> Akhir2nyo nyo tacogok di Pasir Pengarayan - Ujuang Batu dan tatahan di
> Bangkinang. Selanjutnya 18 bulan menghuni TPU Pekanbaru.
> Bundo Nismah
>
> 2011/3/5 Abraham Ilyas <abrahamilyas@...>
>
> > Rina nan ambo hormati.
> >
> > Ambo copaskan penggalan syair dari bapak Bustanuddin
> > http://nagari.or.id/?moda=cari tentang kisah penyerangan kota (nagari)
> > Kinali tsb.
> > Beliau ikut serta dalam operasi ini sebagai anggota kompi KKO-AL/PRRI
> > pimpinan Isrul.
> >
> > Mungkin karena tak ada catatan resmi, hanya berdasarkan ingatan belaka,
> > maka ada perbedaan waktu terjadi peristiwa antara 2 orang ini. (akhir tahun
> > 59 dengan awal tahun 60)
> >
> > Tolong diklaririfikasi kembali ke papa Rina.
> > Dan tentang letnan Rasyid itu, apakah beliau orang Padang Sibusuak ?
> >
> > ......
> > ......
> >
> > *Akhir tahun lima sembilan
> > *
Mamak AI jo dunsanak palanta,
Sabantako alah ambo klarifikasi jo Papa
Letnan Rasyid adolah Urang Kumpulan
Trus peristiwa penyerangan besar-besaran tu Papa yakin itu sabulan sabalun Proklamasi RPI. Sedangkan proklamasi RPI tu tgl 8 Feb 1960 berarti penyerangan tu Januari 1960 ndak pasti Papa tanggalnyo tp bukan di bulan Des 1959.
TP atau Tentara Pelajar yang tergabung diantaronyo kawan Papa yang dari pecahan Batalyon 140 asal Suliki nan Rina caritokan tupun ditanyo Papa nak ka operasi kama. Tapi jawek nyo indak jaleh hanyo diperintahkan ka arah Kinali. Jadi penyerangan ko benar-benar rahasia, hanyo diarahkan katiko pas alah akan memasuki Kinali.
Trus ikut bergabung tentara PDD (Pasukan Dahlan Djambek) dibawah komandan Pak Malintara yang berasal dari Aceh.
Papa kurang tau kama mereka mundur setelah penyerangan tu, cuman pas Proklamsi RPI, Mereka yang ikuik penyerangan bi babaju baru sadonyo, tapi merk bajunyo masih Divisi Diponegoro.
Waktu di Bonjo sebagai tentara territorial, Papa betugas mamunguik Ipeda (Iuran perang) mambantu Pak Camat bagian administrasi parang. Biaya perang dipunguik dari pajak pedagang di daerah tu.
Wassalam
Rina
From:
rant...@googlegroups.com [mailto:rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Abraham
Ilyas
Sent: Saturday, March 05, 2011 3:45 PM
To: rant...@googlegroups.com
Subject: Re: [R@ntau-Net] KETIKA PAPA BERCERITA (10)
Rina nan ambo hormati.