Curito PRRI : Minang jo Minang disalasaikan dek Rang Batak

82 views
Skip to first unread message

taufiq...@rantaunet.org

unread,
Feb 25, 2011, 10:42:03 PM2/25/11
to rant...@googlegroups.com

Ambo cubo menggambarkan kondisi kami di Kiktenggi pada era APRI "membebaskan" Kiktenggi dulu

Mungkin agak melebar ke aspek lain untuk menggambarkan pula kondisi urang awak waktu itu


----------------------------------

"Minang jo Minang disalasaikan dek Rang Batak"


Azan Magrib barusan menggema, beberapa orang dirumah kami masih ada yang sedang mengambil wuduk.

Sementara yang lain sudah ada yang sholat sendiri2 di ruang tengah.

Karena tidak tersedia ruangan yang cukup luas dirumah kami, hanya Apak dan Umi yang selalu shalat berjamaah dikamar

Rumah kami terletak dikompleks Kantor Sosial Bukittinggi yang berada antara Kantor Pos dan Gereja Katholik Bukittinggi.

Sisi kiri rumah berada dipinggir jalan/pagar Komplek Sekolah Xaverius, sementara dibelakang rumah yang ditanami terong, labu siam,kambas, kunyit, lengkuas, sipedas, bawang prei, seledri, serai dan bumbu dapur lain... berakhir pada pagar pembatas dengan asrama susteran.
Dibagian depan komplek ini terdapat pula Kantor Agama

Antara rumah dengan Kantor Agama ada bangunan yg dihuni pengungsi dan anak sekolah yang merupakan korban perang PRRI

Walau rumah kami tidak begitu besar, tapi senantiasa menjadi tempat singgah orang dari kampung yang berurusan ke Bukittinggi

Ada mereka yang mengurus berbagai surat karena mau merantau maupun kembali ke Kolang- Malaya atau Riau Kepulauan, ada yang mau sekolah ke Jawa, tapi yang paling banyak sedang menjalani skrening

Skrening ini diikutinya, supaya dapat kembali bekerja sebagai Pegawai Negeri atau Guru setelah mereka istirahat bekerja karena ada peristiwa PRRI. Ada mereka yang terlibat PRRI langsung, banyak pula yang istirahat saja dikampung


Untuk yang ingin merantau, selain yang bekerja informal dan melanjutkan pelajaran, ada famili Bapak yang kemudian masuk AURI di Bandung dan AAL di Surabaya

Sayang yang masuk AAL ini tidak dapat menyelesaikan pendidikannya. Karena mentalnya tidak cukup kuat , sebab tiap hari dihujat sebagai Pemberontak

Akhirnya dia drop-out dari Morok Rembangan dan pulang kampung jadi petani

Tapi perantau di Malaya dan Riau Kepulauan yang waktu itu dikenal sebagai daerah Dollar banyak yang sukses

Walau banyak dari mereka hanya sebagai pedagang kaki lima

Kiriman mereka selalu datang untuk sanak-keluarga di kampung semuanya via alamat Apak

Apalagi kalau mereka jadi pelaku smokel, penyelundup berbagai barang dari Luar Negeri, umumnya melalui Sungai Siak dan Pelabuhan Pekanbaru

Sebelumnya yang cukup terkenal via Sungai Rokan dan Pelabuhan Kecil Sungai Rangau

Walau Sungai Rangau ini cuma negeri kecil, tapi waktu itu sudah ada beberapa trayek bus langsung dari Sumbar/Bukittinggi kesana

Mungkin karena pendangkalan di Muaranya - Bagan Siapi-api, sehingga tidak ada lagi kapal besar yang bisa masuk.
Sekarang daerah itu kembali menjadi kampung yang sepi, tidak ada tanda2 disitu merupakan pelabuhan yang sibuk tahun 50an sampai awal 60an

Beberapa waktu yang lewat, penyelundupan sungai Siak dikenal dengan cangkuak.
Artinya perahu penyelundup dicangkokkan ke kapal yang sedang melaju kencang menuju Pekanbaru.
Ditengah malam itu berbagai barang electronic , textil halus dll berpindah dari kapal ke perahu.
Beberapa jam menjelang Pekanbaru, cangkok dilepas.
Kapal dan Perahu berlayar terpisah. Kapal menuju pelabuhan, sementara perahu biasanya bertambat dekat perumahan penduduk

Skrening ini bisa berlangsung selama beberapa hari sampai seminggu. Tergantung petugas di KMK yang mengurusnya

Ada yang datang pagi hari dan kembali ke kampung disore hari

Kalau mereka sudah kerumah sebelum jam 8 pagi berarti waktu Lohor mereka akan kerumah lagi untuk shalat dan makan siang bersama. Karena biasanya meletakkan beberapa barangnya dirumah, sebagai tanda mau datang lagi...he..he

Tapi lebih banyak yang datang sehari sebelumnya, supaya pagi2 bisa melapor

Sehingga acara makan dirumah yang diikuti oleh 15-20 orang bahkan sering lebih, sudah menjadi pemandangan biasa waktu itu

Beberapa famili lain seperti anak mamak Apak, bako Umi atau orang kampung lain ada yang menginap sampai dua-tingga minggu bahkan sampai berbulan-bulan karena mereka masih ada urusan di Bukittinggi terutama urusan wajib lapor serta mengurus kembali besleit dan penempatan kerja mereka

Lucunya lagi, yang datang itu, selain mereka yang sudah dikenal dikampung, sering pula mereka membawa kawannya orang Nagari tetangga untuk ikut nimbrung makan dan tidur dirumah

Saya yang waktu itu sudah sekolah TK, karena melihat teman sekolah punya album photo
Saya jadi ketularan juga dan lagi rajin2nya mengisi album foto tsb

Walau yang terbanyak isinya pas-photo utk screening dari para famili yang datang, tapi banyak juga yang memberikan photo mereka diperantauan atau tempat kerja maupun sekolahnya

Sebetulnya untuk urusan makan dan tempat tinggal tidak begitu memberatkan waktu itu

Sejumlah famili yang tinggal beberapa waktu banyak juga yang membawa bahan makanan mentah

Disamping rumah kami, Departemen Sosial menyiapkan semacam Panti yang menampung pengungsi non Minang termasuk sejumlah anak sekolah yang putus hubungan dengan orang tuanya dikampung karena ada peristiwa PRRI

Kalau pengungsi dewasa umumnya orang Jawa, sedang anak sekolah berasal dari sekitar Ranah Minang. Paling banyak dari Tapanuli , beberapa yang lain dari Jambi, Bengkulu dan Riau

Untuk anak sekolah yang masih tingkat SMP banyak yang dimasukkan ke Panti Asuhan Aisyiah di Simpang Limau Bukittinggi, tapi yang sudah besar2 ada yang sudah waktunya tamat PGA di Jirek dan umurnya sudah lebih dari dua puluh tahun, ditampung bersama pengungsi tsb

Selain itu Departemen Sosial juga sering membagikan beras dan sembako lain untuk warga miskin disekitar Bukittinggi

Beberapa pengungsi dan anak sekolah itu ada yang cukup akrab dengan kami.
Diran yang tambun, penggembira, suka menolong.
Tapi temannya Pardi yang kurus kering, sakit2an, pendiam- suka menyendiri dan kuat merokok. Wajah dinginnya dan perilakunya yang asing itu sering membuat anak2 ketakutan
Pardi sering berjemur dipagi hari dengan menggunakan selimut putih bergaris biru

Saya yang masih kecil menolak menggunakan jenis selimut Pardi itu, walau selimutnya masih baru.
Soalnya agak ngeri, membayangkan dia berjemur dipagi hari dengan senyum dan seringainya yang misterius itu

Dari beberapa anak-anak sekolah ini Nasution dan Simamora cukup akrab bergaul dengan kami. Mereka suka membacakan majalah Si Kuncung atau membuat berbagai mainan untuk ku

Tiba2.....pintu diketok lumayan keras
Setelah Ni Baya kakak perempuanku yang masih kelas 6 SR no 7 Bukittinngi membuka pintu, tampak tiga orang lelaki berperawakan kekar dan kepala plontos memasuki rumah


Tan Azwar orang kampung kami yang sedang ada urusan di Bukittinggi dan telah selesai shalat menyilakan mereka duduk dikursi tamu
Mereka memperkenalkan diri , menyatakan dari KMK dan mau menjemput Hamzah kakak lelaki tertuaku

Apak yang masih dikamar, buru2 keluar dan membaca surat penahanan itu dengan menggigil

Setelah semua agak berangsur tenang, uda Hamzah telah selesai shalat dan makan malam sedikit. Sambil menjinjing tas kecil berisi pakaian, dia berangkat diiringi ketiga petugas itu menggunakan Jeep Gaz-Rusia

Sebetulnya dia baru dua minggu didalam. Setelah sebelumnya dia ikut keluar

Dulu..setamat SMA di Bukittinggi, dia kuliah di FEKON-Unand Padang. Tapi karena pemberontakan PRRI pecah dia bersama teman2nya ikut latihan militer yang diadakan untuk Mahasiswa dan Pelajar, bahkan dia ikut menerima dan mengumpulkan berbagai bantuan senjata dan peralatan perang yang didaratkan di Pangkalan Udara Tabing Padang

Sesudah pendaratan APRI dan minimnya perlawanan PRRI, mereka menyingkir ke hutan Bukit Barisan. Mereka turun-naik bukit beberapa hari , akhirnya sampai di Solok.

Disini dilakukan konsolidasi pasukan, terbukti nanti kompi Mahasiswa dan Pelajar termasuk pasukan yang memberikan perlawanan yang lumayan merepotkan APRI.
Pada beberapa pertempuran mereka lebih militan dari pasukan reguler PRRI

Apak cukup terpukul karena penahanan ini, apalagi kalau sudah dijemput ke KMK ini jarang yang bisa pulang kembali

Sebetulnya tempat tinggal kami tidak begitu jauh dari pemusatan pasukan APRI

Diseberang jalan- dimuka kantor pos ada Markas Batalion A-Diponegoro. Gedung ini nanti menjadi Toserba milik Tentara. Sementara di seberang jalan kantor Agama terdapat Balai Prajurit.

Sehari-hari terutama sore hari cukup banyak para perwira yang bercengkerama disekitar jalan tsb

Saya sendiri sekolah TK dekat Kantor KMK , yang juga disponsori APRI lewat Persit nya

Sehingga mereka kenal juga dengan warga yang tinggal disekitar itu

Kami anak2 sering diajak naik Jeep Gas dengan bak terbuka yg lagi parkir, tapi sedang berhubungan dengan tempat lain melalui radio. Waktu itu radio penghubung dua arah ini disebut Marconi

Banyak juga jeep terbuka ini yang dipasang senapan mesin yg populer waktu itu adalah dari jenis 12,7
Untuk pengangkut pasukan umumnya digunakan truk berat "Reo" buatan USA.
Truk yang lebih tua banyak berhidung penyet. Karena mesinnya tidak didepan tapi dibawah tempat duduk pengemudi

Truk Rusia mulai banyak digunakan militer di Pekanbaru pada masa "Ganyang Malaysia"

Kalau Batalyon B dan kantor KMK berada disekitar Lapangan Kantin

Dengan penangkapan Uda Hamzah, ada juga beberapa mereka dari militer yang cukup simpati kepada kami. Tapi belum ada yang bisa membantu untuk membebaskannya

Sore hari besoknya diperoleh kabar pimpinan team pemeriksa seorang bermarga Aritonang.

Beberapa anak sekolah asal Tapanuli yang tinggal dirumah pengungsi, berusaha menemuinya melalui pengurus gereja Kristen-Protestan yang terletak dekat jalan antara Stasiun Kereta Api- Lapangan Kantin


Entah bagaimana usaha mereka, pada hari ketiga Apak menghadap ke KMK ditemani Nasution dan teman2nya

Menjelang tengah malam Uda Hamzah dibebaskan dan boleh pulang

Padahal sejak pemeriksaan siang hari, dia tidak dikembalikan lagi ke selnya semula yang berisi beberapa orang. Dia sudah diisolasi, biasanya kondisi seperti ini berujung dengan hukuman tembak mati didepan regu tembak

Selanjutnya statusnya berobah menjadi tahanan kota yg tiap hari harus melapor ke KMK


Setelah Uda dua hari dirumah , Apak-Umi dan saya mendatangi pak Aritonang di rumahnya.

Sebagai tanda terimakasih kami, kalung Ni Baya yang baru dibeli bulan yang lewat, berpindah keleher boru Aritonang yang juga masih kelas 6 SR

Tidak lama sesudah itu, terbetik kabar penahanan Uda adalah karena laporan tukang tunjuk

Walau bukan se Nagari dengan kami, tapi dia cukup sering datang dan menginap dirumah sewaktu APRI baru masuk dulu

Salah satu tempat berkumpulnya kelompok ini adalah disamping gudang stasiun Kereta Api Bukittinggi, antara Markas Batalion A dan RM Simpang Ampek yang cukup terkenal masa lalu

Dipelataran samping gudang, sebelah sisi ke jalan raya terdapat deretan tukang pangkas rambut

Sambil membawa "sayak" Apak mendekatinya.
Langsung bicara : "Salamo ko hubungan awak, apo salah kami. Tapi nan disitu acok karumah, muntahkan lah disiko. Indak ambo relakan nasi kami tamakan dek waang"

Dia langsung ngacir, tanpa menjawab apa2

Sejak saat itu dia tidak nampak lagi di Bukittinggi, kabarnya sudah pergi merantau ke Medan.

Begitulah kuasa Ilahi, belum tentu semua perbuatan baik kita langsung berbuah baik. Tapi dalam kondisi kritis bantuan bisa datang, dari tempat yg tidak kita sangka2

Sesuai janji Allah, yang tidak akan memberikan cobaan kepada manusia melebihi kemampuannya. Cuma kita yang sering salah mengartikannya.---
------

Rumbai , 26 February 2011


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

andiko

unread,
Feb 25, 2011, 11:12:10 PM2/25/11
to rant...@googlegroups.com
Mamak TR

Bisakah fersi wordnyo dikirim ?

andiko


----------------------------------

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/

taufiq...@rantaunet.org

unread,
Feb 25, 2011, 11:11:16 PM2/25/11
to rant...@googlegroups.com

He..he..ambo mambueknyo jo BB sajo, bia nanti dicubo edit jo laptop

---TR
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Darwin Chalidi

unread,
Feb 25, 2011, 11:20:08 PM2/25/11
to rant...@googlegroups.com
Sanak TR, mantaap caritonyo.
Abak ambo mangirim kebutuhan sembako ka PRRI melalui sungai Rangau tu.
Akhirnyo katahuan, tapi dek inyo kapalo pareman pasa Pakanbaru, lai
mandapek tahanan kota je nyeh

Abraham Ilyas

unread,
Feb 25, 2011, 11:41:42 PM2/25/11
to rant...@googlegroups.com
Pak Taufiq Rasyid yth.

Kalau bisa data tentang tahun kejadiaannyo (kira kira saja) sarato "suku dan nagari" pak TR tolong dituliskan, dan ambo usul judulnyo "belum tentu  semua perbuatan baik kita langsung berbuah baik" ?

Salam
Abraham Ilyas lk. 65 th

NB.

Baru sajo ambo upload 2 kisah Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia di nagari berbentuk syair yang dibuat oleh mahasiswa jurusan sejarah UNP

http://nagari.or.id/index.php?moda=palanta&no=115 ----->nagari Paninggahan (Solok)

http://nagari.or.id/index.php?moda=palanta&no=114 ------->nagari Manggopoh (Agam)

taufiq...@rantaunet.org

unread,
Feb 25, 2011, 11:43:21 PM2/25/11
to rant...@googlegroups.com

Betul pak Darwin, sekarang Rangau hanya kampung sepi yang cukup tertinggal dari ibu kota Kecamatan Tanah Putih di Sidinginan

Apa lagi dia jauh menjorok dari jalan negara Pekanbaru- Medan

Disitu merupakan salah satu tempat yang supply air ke CPI

Sayang ada juga provokator yg membisiki masyarakat utk demo. Alasannya minta berbagai project CD atau claim lain.

Itulah yang saya hadapi tahun 2000- 2004 dulu di External Rels CPI Bangko


Sebetulnya mahasiswa yg ikut PRRI itu pernah seatap dengan pak Darwin di Main Office Rumbai, cuma disini namanya saya ganti...he..he

Wass
TR


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: Darwin Chalidi <dcha...@gmail.com>
Sender: rant...@googlegroups.com
Date: Sat, 26 Feb 2011 11:20:08
To: <rant...@googlegroups.com>
Reply-To: rant...@googlegroups.com
Subject: Re: [R@ntau-Net] Curito PRRI : Minang jo Minang disalasaikan dek Rang Batak

taufiq...@rantaunet.org

unread,
Feb 25, 2011, 11:57:12 PM2/25/11
to rant...@googlegroups.com

Tarimo kasih pak Abraham,

Ambo satuju kok judulnyo diubah sasuai usul Bapak

Kampuang kami di Panampuang Ampek Angkek Canduang

Ambo ba suku Sikumbang, sedang Bapak ambo Jambak sukunyo

Tahun kejadian sekitar tahun 60 akhir, sabab ambo baru masuak TK

Uda itu tapaso masuak kadalam, sabab taruih didesak Apak. Supayo bisa manaruihkan kuliahnyo baliak nanti

Itu maso sabalun penyerahan besar2an "Kembali Kepangkuan Ibu Pertiwi"

Sabab kutiko penyerahan besar2an itu, kami babarapo kali manyilau banyak famili kami nan dikumpuakan dulu di SMA PSM Ateh Ngarai beberapa waktu, sebelum dipulangkan kedaerah masing2.

Waktu penyerahan besar2an itu kami alah pindah dan tingga di daerah Manggih nan labiah selesa rumahnyo


Wass
TR

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: Abraham Ilyas <abraha...@gmail.com>
Date: Sat, 26 Feb 2011 11:41:42 +0700
Subject: Re: [R@ntau-Net] Curito PRRI : Minang jo Minang disalasaikan dek Rang Batak

Darwin Chalidi

unread,
Feb 26, 2011, 12:37:49 AM2/26/11
to rant...@googlegroups.com
Sanak TR, ukatu jadi tukang insinyur kaletek dulu dari 1974 lai sato
mambangun Water Plan Sungai Rangau tu,
Tapi sanantun anak mahasiswa nan sakantua paralu ambo dibisiakan
supayo indak bagolak taruih dlm kapalo ambo.
Darwin Chalidi

Madahar (madahar)

unread,
Feb 26, 2011, 12:38:46 AM2/26/11
to rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum ww,
Pak Taufik, kalo mambaco kisah dibawahko io barek baban nan ditangguang
urang tuo kito dulu tu yo pak.
Kalo lai buliah tau ciek pak apo tukang tunjuak ko adolah urang nan
dipujuak-pujuak atau di puji-puji dek tantara pusek. Kalo dicaliak makan
tangannyo tantu indak sumbarang urang pulo tu do yo pak nan bisa bamain
aluih untuak itu, sabab dek nan bisa kanai jarek ko tantu indak
tangguang pujian atau janji nan dibari ka inyo dek pihak nan mambujuak.
Kalo ndak urang sumbarang urang tantu indak ka barasia tudo mayakinan
urang nan kanai pujuak untuak malapehan kawannyo (saroman carito Ajo
Buyuang), dunsanaknyo ka tangan tantara pusek atau APRI atau a lah
namonyo nan basubarangan jo urang tuo-tuo kito tu.
Apo apak paranah mandanga kiro-kiro a sanjungan atau janji nan dibari
untuak tukang tunjuak ko, apo kiro-kiro bunyi nyo pak. Atau apo mungkin
pasannyo sia sajo nan dipihak PRRI itu adolah kalompok urang pambangkang
nan indak dipadulian batua atau indak nan dipajuangannyo.

Wassalam
Buyuang Batuduang Ameh (44)

dasrie...@yahoo.com

unread,
Feb 26, 2011, 12:46:07 AM2/26/11
to rant...@googlegroups.com
Uda Darwin skripsi S1 ambo water processing Sungai Rangau dibawah bimbingan Maryuswan dan Sudiman thn 75 dulu

Wass

Darwin Chalidi

unread,
Feb 26, 2011, 12:51:55 AM2/26/11
to rant...@googlegroups.com
Uda Das
Maryusman baru mantu 2 bln lalu sadangkan Sudiman iko terakhir beliau
ikuik ambo jadi pimpinan traing khusus bidang Steam Generator utk
operasi DSF. 5 thn lalu alah dipanggia plg Allah SWT

andiko

unread,
Feb 26, 2011, 1:13:20 AM2/26/11
to rant...@googlegroups.com
Ternyata Caltex iko adalah sebuah perusahaan yang banyak ado dalam sejarah hiduik urang Minangkabau. Menarik juo dibuek "Caltex dan Survival Orang Minangkabau Pasca PRRI"

salam

andiko

sjamsir_sjarif

unread,
Feb 26, 2011, 1:14:23 AM2/26/11
to rant...@googlegroups.com
Angku Taufiq Rasjid, Angku Abraham Ilyas
sarato Rang Lapau nan Basamo,

Katarangan angku Taufiq manambahjalehkan bukan sajo tampek
nan agak detail di Pasa (baitu julukan kami di Kampuang tantang
Bukittinggi) sarato latar bulakang Kampuang Halaman baliau
nan ambo sangat jaleh mambayangkan, baiak dari sagi tampek
maupun tempo.

Waktu pulang kapatang ko MakNgah bajalan kaki di Panampuang
dari Baso jo Sungai Baringin, marancah bajalan surang
malinteh malalui Lundang, lapeh ka Lauik ka Induriang.
Lai mukasuik taruih ka Lurah, mancaliak Ranah Angku Taufiq,
tapi di Induriang basuo kawan MakNgah.

Rencana cross-country
seluruh Panampuang
tahanti di Rumah Nyiak Aguang,
kawan lamo MakNgah Rang Panampuang.

Maso PRRI bukanlah sabingkah Periode Sejarah pado detailnyo,
tapi batingkek-tingkek, bafase-fase manuruik tampek tempo kejadian
nan bavariasi.

Khusus di era 1960 adolah maso kritis nan mamuncak
hangek kejam di Ampek Angkek Canduang.
Waktu itu Warlord setempat, Buterpra-nyo
manjadi sosok nan ditakuti;
OPR dilapehnyo indak batali,
inyo babuek sakahandak hati.

Banyak carito tersembunuyi
nan dapek digali
untuak sumber Oral History.

Satangah abad sampai kini,
urang pun masih berhati-hati,
hanyo carito kalua sakali-sakali
kalaulah takana parasaian diri
manganangkan kanti-kanti
nanlah mati.
Carito Angku Taufiq hari ini
dapek MakNgah hayati
dengan teliti.

Satantang pandangan mato Angku Taufiq di Sekolah PSM wakatu itu,
walaupun baru masuak TK dapek ambo verifikasi.
Karano di waktu itu,
awal Juli rasonyo tanggal 5 Juli 1961,
kiro-kiro samninggu,
MakNgah ado di situ...

MakNgah melihat dan merupakan bagian Sejarah dari suasana itu.
Halaman Gedung PSM penuh Dunsanak Kerabat famili
dan kawan-kawan para pendatang baru dari Gunung Merapi
dan Rimbo-rimbo Gadang Bukit Barisan sekitar Bukittinggi.

Airmata berlinang bercururan, kegembiraan hati berlimpah ruah,
suka bercamapur duka, suasana perasaan tak tergambarkan.
Kenapa tidak; pemuda-pemuda harapan yang keluar dari rimba,
yang dipropandakan sudah babantuak karo, rambuik panjang
ikua karempeng, babaju compang campiang,
sekarang muncul di mata pengunjung
dalamkeadaan sebaliknya.

Mereka sehat dan gembira,
pulang pakai baju bersterika,
abuak basega,
baik-baik bahasanya,
wajah sehat lembut kulit mukanya
karena lingkungan hutan melindungi kulitnya
dari terik matahari yang biasa.

Wah Angku Taufiq, panjang cerita kenangan untuk sepekan itu.
Gedung dan halaman PSM seperti merupakan tempat hiburan
pesta ria penuh doa bagi peserta
semua handai tolan yang menunggu penuh rindu ...

Tentu saja Angku Taufiq yang anak baru masuk TK waktu itu,
tidak kan kenal MakNgah dalam masa remaja muda
dengan 26 tahun usia...

Sekian dulu sekedar ingat peristiwa semasa,
suatu pancuran cerita
tidak tersangka-sangka.

Salam,
--MakNgah
Sjamsir Sjarif
Terkenang kisah setengah abad yang lalu ...

--- In Rant...@yahoogroups.com, taufiqrasjid@... wrote:
>
>
> Tarimo kasih pak Abraham,
>
> Ambo satuju kok judulnyo diubah sasuai usul Bapak
>
> Kampuang kami di Panampuang Ampek Angkek Canduang
>
> Ambo ba suku Sikumbang, sedang Bapak ambo Jambak sukunyo
>
> Tahun kejadian sekitar tahun 60 akhir, sabab ambo baru masuak TK
>
> Uda itu tapaso masuak kadalam, sabab taruih didesak Apak. Supayo bisa manaruihkan kuliahnyo baliak nanti
>
> Itu maso sabalun penyerahan besar2an "Kembali Kepangkuan Ibu Pertiwi"
>
> Sabab kutiko penyerahan besar2an itu, kami babarapo kali manyilau banyak famili kami nan dikumpuakan dulu di SMA PSM Ateh Ngarai beberapa waktu, sebelum dipulangkan kedaerah masing2.
>
> Waktu penyerahan besar2an itu kami alah pindah dan tingga di daerah Manggih nan labiah selesa rumahnyo
>
>
> Wass
> TR
>
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>

> -----Original Message-----
> From: Abraham Ilyas <abrahamilyas@...>
> Sender: rant...@googlegroups.com
> Date: Sat, 26 Feb 2011 11:41:42
> To: <rant...@googlegroups.com>
> Reply-To: rant...@googlegroups.com
> Subject: Re: [R@ntau-Net] Curito PRRI : Minang jo Minang disalasaikan dek Rang Batak
>
> Pak Taufiq Rasyid yth.
>
> Kalau bisa data tentang tahun kejadiaannyo (kira kira saja) sarato "suku dan

> nagari" pak TR tolong dituliskan, dan ambo usul judulnyo "*belum tentu


> semua perbuatan baik kita langsung berbuah baik" ?
>

> *Salam


> Abraham Ilyas lk. 65 th
>
> NB.
>

> Baru sajo ambo upload *2 kisah Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia di
> nagari *berbentuk syair yang dibuat oleh mahasiswa jurusan sejarah UNP

taufiq...@rantaunet.org

unread,
Feb 26, 2011, 1:25:46 AM2/26/11
to rant...@googlegroups.com

Haji Madahar,

Soal tukang tunjuak iko. Secaro garis besarnyo mungkin ado duo golongan

Bak kecek urang kini, aktor intelektualnyo. Itu biasonyo urang terpandang dan punyo wawasan melebihi rata2 urang kampuang

Kadang agak susah juo manakok baliau nan cukuik licin iko, baliau bisa pegawai atau pedagang nan sukses dikampuangnyo
Dari mereka selalu ada supply data kepada pihak APRI mengenai kondisi orang dikampung

Urang panggaleh nan bolak-balik dari Kota ka Kampuangnyo iko bisa juo punyo coki duo nokang

PRRI diagiah info ttg keadaan dikota, APRI pun dapek keterangan kondisi dikampuang

Dek karano mereka cukup terhormat dan cukup licin, PRRI dan APRI susah mengendusnya

Kadang kala kedua pihak tsb seperti membiarkan saja, selama data yang masuk masih oke2 saja

Tapi kok tabukak coki itu..memang marasai akibatnyo

Kelompok lain urang nan gilo hormat, nan bangga ikuik jo urang nan sadang diateh. Sanang bana kok mancubo mamakai uniform
Nan agak mudah manandoinyo, karano inyo acok pulo sato operasi jo APRI dikampuang, tapi jarang talok ba malam dikampuang

Untuak sagalo jariah mereka itu tantu ado imbalannyo baik dari pihak APRI atau PRRi. Dengan menguatnya posisi APRI, tantu mereka merasa lebih nyaman untuk terus membantu APRI


Makonyo sehari-hari banyak nan bakumpua disekitar Gudang Stasiun Kiktenggi

Mancari info dari urang nan baru tibo dari Kampuang


Mungkin area itu ibarat "Buffer Zone" antaro masyarakat nan pulang-pergi ka kampuang arah ka Payakumbuh atau Padang naiak kereta api dari Stasiun.

Jo area militer/ APRI sekitar Markas Batalion A- Balai Prajurit sarato kuliliang Lapangan Kantin


Wass
TR


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "Madahar (madahar)" <mad...@chevron.com>
Sender: rant...@googlegroups.com
Date: Sat, 26 Feb 2011 12:38:46
To: <rant...@googlegroups.com>
Reply-To: rant...@googlegroups.com

Darwin Chalidi

unread,
Feb 26, 2011, 1:31:52 AM2/26/11
to rant...@googlegroups.com
sanak Andiko.
Rancak bana kalau kito bukukan. Bundo Nismah sbg pelaku sejarah tantu
bisa maimbau kawan2nyo. Beliau thn lalu alah mengkoordinasikan buku
SUKA DUKA KARYAWAN CALTEX.
Insya Allah tabukak pulo ide mambukukan PRRI dari perspektif lain
Darwin Chalidi

dasrie...@yahoo.com

unread,
Feb 26, 2011, 1:44:29 AM2/26/11
to rant...@googlegroups.com
Innalillahi wa Inna Ilai rojiuun.
Ambo lai basobok Maryuswan, kini liau ko SHE mgr Serica Energy.

sjamsir_sjarif

unread,
Feb 26, 2011, 3:25:24 AM2/26/11
to rant...@googlegroups.com
Angku Mudahar, Angku Taufiq
Sarato Rang Lapau nan Basamo,

Untuak illustrasi katarangan Angku Taufiq dengan istilah
"aktor intelektualnyo" silakan perhatikan dan teliti
gambar penuh satu halaman di bagian depan salah satu
buku Mestika Zet. Tampak jaleh disitu aktor intelektual,
"Tukang Tunjuak Agung Utama" tu manunjuak Peta Detail
(literally dengan mampagunokan jari tunjuaknyo)
kepada Panglima Penyerbu Kampuang Halamannyo ...

Sungguh-sungguh data dan fakta sejarah menakjubkan
untuk dikenang para Angkatan Kemudian ... :)

Salam,
- Nyit Sungut

--- In Rant...@yahoogroups.com, taufiqrasjid@... wrote:
>
>

Lies Suryadi

unread,
Feb 26, 2011, 5:41:33 AM2/26/11
to rant...@googlegroups.com
Pak Taufiq jo Sanak di lapau,
Menarik carito Pak Taufiq di bawah. Ingatan remeh temeh dan kecil2 seperti inilah yang mestinya dikumpulkan dalam buku tentang PRRI yang akan diedit oleh Dinda Andiko. Jelas cerita2 kecil seperti ini tak akan tersua dalam buku2 sejarah tentang PRRI yang ditulis oleh orang2 yg bergelar doktor atau professor. Carito Pak Taufiq ko layak masuak ka dalam buku tu mah, Sanak Andiko. Carito2 bantuak ko akan, kalau lah takumpua dalam bentuk buku, akan banyak manfaatnya di maso depan, untuk ilmu pengetahuan. Seperti nan ambo harapkan, kok dapek buku ko 'merekam' peristiwa2 kecil di seputar PRRI dari berbagai sudut pandang pelaku: baiak nan pro PRRI, nan pro Tantara Pusek, ataupun urang asiang nan kebetulan terperangkap di Sumatra Barat wakatu kajadian PRRI. Dek karano tu, ambo raso sangaik rancak kalau dalam buku ko mamak2 awak sarupo Pak Saaf jo Mak Ngah sato pulo sakaki. Kalau pengalaman tu ndak ditulihkan, hanyo dalam pikiran sajo, kurang baramal pulo awak jadinyo untuak ilmu pengetahuan dan generasi maso datang.
 
Wassalam,
Suryadi  
 
--- Pada Sab, 26/2/11, taufiq...@rantaunet.org <taufiq...@rantaunet.org> menulis:

andi ko

unread,
Feb 26, 2011, 5:50:45 AM2/26/11
to rant...@googlegroups.com
Batua bana jo, tadi ambo alah dapek "arahan" pulo dari mamak Abraham
Ilyas, untuak mangontak seorang pelaku sejarah "peri-peri" ko nan
berdomisili di Jakarta. Kalau lai ado angin elok, mungkin akan batamu
darek ambo jo baliau. Kapan paralu sambia mauruik-uruik kakinyo agar
curito peri-peri ko kalua.

Catt : dek nenek ambo kurang luruih bahaso Indonesianyo, PRRI ko nyo
sabuik "Peri-Peri".

Salam

andiko

Pada tanggal 26/02/11, Lies Suryadi <niad...@yahoo.co.id> menulis:

Lies Suryadi

unread,
Feb 26, 2011, 6:04:16 AM2/26/11
to rant...@googlegroups.com
Mamak2 sarato dunsanak di lapau,
 
Tampak e makin banyak carito soal PRRI. Mudah2an buku nan digagas dek Sanak Andiko jadi. Tapi melalui email ko ambo mintak info ka rang lapau tentang sorang tokoh nan takaik jo PDRI. Nan ambo mukasuik adolah Dr. Anas, nan konon ingin mendirikan negara Belanda Minangkabau. Dr. Anas jo keluarganyo akhirnyo hijrah ka Balando.
Ambo cubo manalusuri riwayat iduik Dr. Anas ko. Lah dapek dek babarapo fragmen informasi tantang keluarga baliau di Ulando. Ambo cubo menelusuri alamatnya di satu provinsi di Ulando Utara. Tapi tanyato keluarga baliau lah ndak tingga di situ lai. Mungkin ambo harus menelurusi labiah lanjuik melalui Lembaga Genealogi Balando. Kaba2 nan ambo danga, Dr. Anas ko ikuik basangkuik-pauik jo Persitiwa Situjuah nan berakibat pado penghilangan keluarga Tambiluak dek pasukan2 kito nan anti Ulando.
 
Apokoh ado dunsanak di lapau nan kenal jo keluarga Dr. Anas ko di Pikumbueh? Dan apokoh ado nan punyo informasi (lisan, tertulis ataupun visual) mengenai Tambiluak? Kalau ado, mohon kironyo babagi info tu jo ambo.
 
Wassalam,
Suryadi
(46 th)

Reni Sisri Yanti

unread,
Feb 26, 2011, 6:28:41 AM2/26/11
to rant...@googlegroups.com
nenek ku di Depok  berumur 100 thn ....masih kuat...kata mamaku, nenekku ini dulu yang memberi makan baik tentara "luar" maupun "dalam".....tapi karna kesibukan wak yo alun pernah batanyo ka nenek ko lai...hehhehhe krn rumah nenek ko lumayan jaou dari rumah kk reni.....yo next time lah da...tp kalau uda nio main ka Depok ....mainlah...


Renny.Ancol


From: andi ko <andi....@gmail.com>
To: rant...@googlegroups.com
Sent: Sat, February 26, 2011 5:50:45 PM

andi ko

unread,
Feb 26, 2011, 6:42:53 AM2/26/11
to rant...@googlegroups.com
Wah mantap mah, bilo-bilo kito agendakan baduo kasinan baa. Bia jan
kaget nenek ko

Salam

andiko

Pada tanggal 26/02/11, Reni Sisri Yanti <resy...@yahoo.com> menulis:

Lies Suryadi

unread,
Feb 26, 2011, 6:52:50 AM2/26/11
to rant...@googlegroups.com
Wah....ini informan yang sangat penting. Basugirolah mewawancarai sang nenek. Picik2 kaki baliau....kalua mah curito lamo tu...
 
Salam,
Suryadi

--- Pada Sab, 26/2/11, andi ko <andi....@gmail.com> menulis:

taufiq...@rantaunet.org

unread,
Feb 26, 2011, 7:00:22 AM2/26/11
to rant...@googlegroups.com

Tantu baliau banyak info mengenai kedua belah pihak

Jan..jan...baliau coki duo nokang nan ambo curitokan ndak ....he...he.. peace...jan dibisiakkan pulo ka baliau...

Beko dipungkangnyo ambo jo bika mariana tuuu.....

Yang penting awak bisa mangatahui baa bana kejadian maso itu....


----TR

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: Lies Suryadi <niad...@yahoo.co.id>
Date: Sat, 26 Feb 2011 19:52:50 +0800 (SGT)
Subject: Re: [R@ntau-Net] Curito PRRI : Minang jo Minang disalasaikan dek Rang Batak

Bunda Nismah

unread,
Feb 26, 2011, 7:03:54 AM2/26/11
to rant...@googlegroups.com
Assalamu Alaikum W. W.
Ananda Suryadi - dokter Anas ko yo urang Koto Gadang. Rumahnyo di Payokumbuah didakek gereja didepan rumah sikola bundo samo mak Ngah SGA. Waktu clash pertama dan kedua dr Anas ko iyo NICA atau istilah katiko tu urang pro Balando. Jadi waktu sesudah KMB tapaso nyo pulang samo2 jo Balando tu demi keamanannyo. Bundo kurang tahu apokoh inyo perencana dare Peristiwa Situjuh yang menrwaskan 69 orang Republiken tsb.
Wassalam
Bundo Nismah  (72+++)  

Sent from my iPad

andi ko

unread,
Feb 26, 2011, 7:04:39 AM2/26/11
to rant...@googlegroups.com
Guru adolah palintasan ka Talang Tangah sebagi tampek pertahanan PRRI,
itu nan ambo danga. Jadi urang gurun memang kejepit dari batu sangka
jo talang.

Salam

andiko

Pada tanggal 26/02/11, taufiq...@rantaunet.org
<taufiq...@rantaunet.org> menulis:


>
> Tantu baliau banyak info mengenai kedua belah pihak
>
> Jan..jan...baliau coki duo nokang nan ambo curitokan ndak ....he...he..
> peace...jan dibisiakkan pulo ka baliau...
>
> Beko dipungkangnyo ambo jo bika mariana tuuu.....
>
> Yang penting awak bisa mangatahui baa bana kejadian maso itu....
>
>
> ----TR
>
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>

Lies Suryadi

unread,
Feb 26, 2011, 7:13:03 AM2/26/11
to rant...@googlegroups.com

Tarimo kasih banyak ateh info dari Bundo Nismah. Apokoh kini masih ado gereja di Pikumbuah tu, Bundo? Kini jalan apo namonyo?
Kalau masih ado info lain mengenai Dr. Anas ko, ambo mohon Bundo agiah ambo informasi tu.
 
Wassalam,
Suryadi

--- Pada Sab, 26/2/11, Bunda Nismah <hayatu...@yahoo.com> menulis:

taufiq...@rantaunet.org

unread,
Feb 26, 2011, 7:38:33 AM2/26/11
to rant...@googlegroups.com

Selain curito nan serius mengenai kejadian iko.

Kok bisa ado pulo berbagai anekdote nan ado maso itu.

Misalnyo

1. Soal Sunek versi Jepe

2." Mas duta yaa" (mukasuik anak gadih, si Mas nyo baduto). "Bukan saya Kopral".kecek tantara


3. "Betis adek bagus, saya suka". Kecek prajurit Diponegoro

" Kalau botiak nan oncak bisuak wak cari kapasa Mas" Jawab nan padusi


4. Oto bus distop tantara di pasawangan.
Sasudah dipareso Kartu Penduduk jo Surek Jalan

Dipanggia ciek2, disuruah manyabuikkan kapanjangan USDEK

Kasado penumpang tamanuang, indak ado nan tau

Tibo2 gaek nan tagak ditapi banda manunjuak, langsuang basuaro :

UUUUUUUSSSSSSDDDEEEEEEEEEEEEEEEKKKKKK

Ha, bara panjangnyo andaknyo ......


Tantara : ?????

5. Apolai ????


---TR

Lies Suryadi

unread,
Feb 26, 2011, 7:56:42 AM2/26/11
to rant...@googlegroups.com
Batua, Pak Taufiq.
Raso2 ka sero mambaco buku ko isuak mah.
 
Salam,
Suryadi

--- Pada Sab, 26/2/11, taufiq...@rantaunet.org <taufiq...@rantaunet.org> menulis:

Reni Sisri Yanti

unread,
Feb 26, 2011, 9:30:11 AM2/26/11
to rant...@googlegroups.com
paliang uda takaka golak2 dek nenek reni ko ma,
cubo uda tanyoan...apo rahasia umua panjang nenek ko/
1. jaan makan lado...
2 minum susu 
hahhahhaha, mato nenek ko masih mantap loh da...baco al qurán jo nonton tv masih mantap...!!!!!




Renny,Setia Budi

Sent: Sat, February 26, 2011 6:42:53 PM

Reni Sisri Yanti

unread,
Feb 26, 2011, 9:39:53 AM2/26/11
to rant...@googlegroups.com
namo Nenek ambo ko....Maimunah.....antahlah pak Taufik e...hehehehe...tapi datou yg dibawah rumah ambo labih padek informasinyo....tp sayang...sadang sakik wakatu wak pulang kapatang ko....bisik bisik mama.......datou ini agak sadis loh....beliau tentara dalam....satu lagi informan yang penting banget yaitu pak Nursin.....beliau ini tentara Luar....ada catatan2 hidup beliau tentang PRRI di rumah (kampung)...sekarang beliau di kampuangnya Payakumbuh, setelah PRRI beliau kerja di Telkom PekanBaru....kemaren2 waktu lebaran ado ka rumah....tapi wak dek malala itu lah....hehhehehe

ado rumah gadang di Gurun yang manjadi tampek posko kesehatan, dimano2 korban baik yg terluka bahkan tewas dikumpulkan disana....sstttt sekarang rumah tsb masih angker........



Renny.SetiaBudi


From: "taufiq...@rantaunet.org" <taufiq...@rantaunet.org>
To: rant...@googlegroups.com
Sent: Sat, February 26, 2011 7:00:22 PM

sjamsir_sjarif

unread,
Feb 26, 2011, 9:48:18 AM2/26/11
to rant...@googlegroups.com
Angku Suryadi, Bundo Nismah,

Sarato Rang Lapau nan Basamo,

Ado salah satu thesis dari IKIP Padang mengenai Peristiwa Situjuh oleh seorang Putera Situjuh asli, Drs Sjamsir Djohary, nan MakNgah alun sempat baco. Mudah-mudahan ado tasabuik nan agak detail disinan, siatahu. Barangkali dapek ditalusua dalam kumpulan thesis di Leiden.

Untuk kenangan dan In Memorium, Sjamsir Djohary, alm, kawan dakek Makngah. Beliau adalah cucu Angku Lareh Situjuah. MakNgah sudah pernaha keSitujuh ke rumah Orang Tuanya menjelajah tmpat sekeitarnya di Masa Bergolak. Kami kuliah di Kursus B-I Sejarah Bukittinggi 1956-58 sabalun pergolakan PRRI. Sabalun Bagolak, kami pun samo-samo jadi Guru di Bukitinggi; baliau Guru SGB Negeri di Birugo, ambo Guru ST-2 Negeri di Lambau. Bundo Nismah Guru SMP-2 Negeri Di Ateh Ngarai.

Seusai Parang, sasudah carito Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi di PSM nan dikanakan Angku Taufiq dalam rentetan posting sebelumnya, MakNgah langsung dipangku kembali oleh Keluarga Guru-guru ST-2. Seminggu kalua rimbo, sementara kawan-kawan seperjuangan masih hilia mudiak di jalanan Bukittinggi, Makngah lah berdiri di muko kelas kembali. MakNgah pun kembali ke Bangku Kuliah di B-I Sejarah. Dalam minggu itulah Sjamsir Djohary sengaja mencari MakNgah.

Karena anjuran MakNgah sebelum perang usai supaya anak-anak sekolah kembali ke tempat sekolahnya sebelum perang, mengejar waktu yang hilang, Sjamsir Djohary pun kembali ke B-I. Kami tinggal bersama belajar keras selama setahun menyelesaikan programB-I SEjarah yang kami tinggalkan dahulu. Selesai B-I 1962 Sjamsir Djohary kembali ke Batusangkar karena beliau sudah berkeluarga. MakNgah meneruskan Jurusan Sejarah dan Budaya di FKIP UNAND Tjabang Bukittinggi sampai Sarjana Muda 1963.

Panjang Cerita, sesuah kunjungan MakNgah ke Batusangkar 1965, dalam suasana genting sesaat sebelumGestapu, kami tidak berjumpa lagi sampai 20 tahun kemudian dalam tahun 1965. Waktu itu Drs. Sjamsir Djohary menjabat Kepala SMA Negeri Batusangkar. Dua tiga tahunyanglalu, beliau dan kemudian isteri setianya Bidan Ummul Chair mengikutinya ke Alam Baqa. Namun, dengan masa lalu penuh dukasuka persahabatan, Situjuh tempat kelahiran beliau dengan Peristiwa Situjuhnya, dan Sungayang tempat kelahiran Ummul Charir, tidaklah terlupa dalam kenangan.

Salam,
--MakNgah
Sjamsir Sjarif
Santa Cruz, California, February 26, 2011

--- In Rant...@yahoogroups.com, Bunda Nismah <hayatunnismah@...> wrote:
>
> Assalamu Alaikum W. W.
> Ananda Suryadi - dokter Anas ko yo urang Koto Gadang. Rumahnyo di Payokumbuah didakek gereja didepan rumah sikola bundo samo mak Ngah SGA. Waktu clash pertama dan kedua dr Anas ko iyo NICA atau istilah katiko tu urang pro Balando. Jadi waktu sesudah KMB tapaso nyo pulang samo2 jo Balando tu demi keamanannyo. Bundo kurang tahu apokoh inyo perencana dare Peristiwa Situjuh yang menrwaskan 69 orang Republiken tsb.
> Wassalam
> Bundo Nismah (72+++)
>
> Sent from my iPad
>

Lies Suryadi

unread,
Feb 26, 2011, 9:55:32 AM2/26/11
to rant...@googlegroups.com
Puisi Rusli Marzuki Saria di Padeks besok (Minggu, 27 Februari 2011). Puisi ini merefleksikan suasana ketika terjadinya PRRI.
 
Salam,
Suryadi
 

Balada

Simpang Malalak

mendaki jalan ke simpang malalak

awan berarak di kaki singgalang

rumahmerah disimpang balingka

korogadang lurus jalannya

jalan berkelok-kelok ke paritpanjang

sungailindia di lembah-lembah

sembun di ketiak-ketiak batangtebu

“kita dalam perang,” katanya

“ya, ya…. kita dalam perang saudara,” ganasnya

oi, adik sirambun gadiang

dalam nagari di ampek koto

manurun jalan ka sungai tanang

mesin listrik menggebu-gebu

duo roket bazooka meliuk-liuk menghantam

listrik padam di bukittinggi

teringat adik nan seorang,

entah pabila akan ketemu,

perang saudara sangat ganasnya,

rindu merimbun daun lada.”

angin bersiul di lembah-lembah

kampung pisang dan sianok di tebingnya

bukit kepanasan di puncak-puncak

jenjangbetung menuju ngarai

ahai, di simpang malalak kami bertahan

dingin malam subuh menggigil

puncak-puncak bukit bagai gergajai

leter “w” maninjau di bawahnya

bazooka, bazooka kaku menyalaklah!

ada tank waja di kelok itu

bidik!

operasi semut: tentara soekarno membebaskan matur

lawang kemudian maninjau

danau birunya airmu

tengah hari beriak

kami sedang perang gerilya

inyiak junus ditembak tentara soekarno

di simpang malalak

kami bergerak di jalanan setapak

salam, adiak: kita dalam perang saudara

14/1/2011, pk 06.30 pagi



--- Pada Sab, 26/2/11, Reni Sisri Yanti <resy...@yahoo.com> menulis:

sjamsir_sjarif

unread,
Feb 26, 2011, 9:56:52 AM2/26/11
to rant...@googlegroups.com
Kalau Nenek Ceria Renny berumur 100 tahun sekarang, beliau seumur dengan Pak Imam M. Natsir. Cucua Paparan baliau perlu dikejar sementara blind spots dalam ingatan beliau belum merembat. Kejarlah beliau segera, kumpulkan data dengan rentetan kunjungan berkala, bersabar santai jangan sekali saja.

Salam,
--MakNgah
Sjamsir Sjarif

--- In Rant...@yahoogroups.com, Reni Sisri Yanti <resy_2000@...> wrote:
>
> paliang uda takaka golak2 dek nenek reni ko ma,
> cubo uda tanyoan...apo rahasia umua panjang nenek ko/
> 1. jaan makan lado...
> 2 minum susu
> hahhahhaha, mato nenek ko masih mantap loh da...baco al qurán jo nonton tv masih
> mantap...!!!!!
>
> Renny,Setia Budi
>
> ________________________________

> From: andi ko <andi.ko.ko@...>

Reni Sisri Yanti

unread,
Feb 26, 2011, 10:08:46 AM2/26/11
to rant...@googlegroups.com
yo Mak Ngah....nenek ko talingo see yg kanai...tapii alhamdulillah masih kuek manyapu..sampai jalan raya dimuko rumah disapu dek beliau ko hahahhaa, subuah2 masih menjalankan kebiasaan mahabui aia,....ndak bisa tanang duduak do, tanang duduak kalau la nonton sinetron.....lah galak2 sorang nonton beliau ko....tp tv mesti power full hehehehhe.......makan masih kuek tapi ndak balado...susu apo lai.....3 kali sahari...
jadi mak Ngah kalau ka umua panjang...jaan maleh, makan jaan balado, minum susu......hehhehe yo ndak bisa wak saroman beliau do...

kalau soal ingatan....insyaallah masih kuek...sebab beliau acok mancaritoan ka kami baá iduii beliau dulu sampai ....mambawok 3 anak gadih beliau jadi guru ...



Renny,SetiaBudi




From: sjamsir_sjarif <hamb...@yahoo.com>
To: rant...@googlegroups.com
Sent: Sat, February 26, 2011 9:56:52 PM

Subject: Re: [R@ntau-Net] Curito PRRI : Minang jo Minang disalasaikan dek Rang Batak

Kalau Nenek Ceria Renny berumur 100 tahun sekarang, beliau seumur dengan Pak Imam M. Natsir. Cucua Paparan baliau perlu dikejar sementara blind spots dalam ingatan beliau belum merembat. Kejarlah beliau segera, kumpulkan data dengan rentetan kunjungan berkala, bersabar santai jangan sekali saja.

Salam,
--MakNgah
Sjamsir Sjarif

--- In Rant...@yahoogroups.com, Reni Sisri Yanti <resy_2000@...> wrote:
>
> paliang uda takaka golak2 dek nenek reni ko ma,
> cubo uda tanyoan...apo rahasia umua panjang nenek ko/
> 1. jaan makan lado...
> 2 minum susu
> hahhahhaha, mato nenek ko masih mantap loh da...baco al qurán jo nonton tv masih
> mantap...!!!!!

> Renny,Setia Budi
>
> ________________________________
> From: andi ko <andi.ko.ko@...>
> To: rant...@googlegroups.com
> Sent: Sat, February 26, 2011 6:42:53 PM
> Subject: Re: [R@ntau-Net] Curito PRRI : Minang jo Minang disalasaikan dek Rang
> Batak


sjamsir_sjarif

unread,
Feb 26, 2011, 10:20:40 AM2/26/11
to rant...@googlegroups.com
Oh, Jalan ke Malalak.

Waktu MakNgah pulang Desember 2010 - Januari 2011 ko MakNgah sengaja satu hari melingkari Singgalang Tandikat, arah berlawanan Jarum Jam dari Ampat Angkat. Pandangan mata dalam perjalanan, sekarang kembali jauh di Rantau, tersinggung oleh Puisi ini.

Operasi Semut di akhir Agustus 1958 yang disebutkannya menghunjam kenangan ke Utara; MakNgah sedang di Tantaman Palembayan bersama Angku Buchari Tamam, Rang Balingka, maksud ke Selatan ke Balingka dari Talu Pasaman ke Lawang dan Maninjau. Hanya terhalang karena telepon komandan APRI dari Lawang kepada Camat Palembayan bahwa mereka akan datang meyerang besok.

Perjalanan MakNgah terpaksa dibelokkan ke hutan raya memintas tuntas ke arah Maninjau, merupakan penerusan variasi perjalanan perjalanan beruntun kucing-kucingan di masa perang.

Salam,
-- MakNgah


Sjamsir Sjarif
Santa Cruz, California, February 26, 2011

> --- Pada Sab, 26/2/11, Reni Sisri Yanti <resy_2000@...> menulis:

Lies Suryadi

unread,
Feb 26, 2011, 10:29:47 AM2/26/11
to rant...@googlegroups.com
Salam Mak Ngah,
Ondeh...rupoe ado bana skripsi ru di KITLV Leiden, Mak Ngah. Tarimo kasih banyak ateh info padek dari Mak Ngah. Namun samantang pun baitu, kalau ado info2 lanjutan mengenai Dr. Anas ko, bagi2 juoalah ka ambo, Mak Ngah.
 
iko skripsi tu, Mak Ngah:
 
 
Title: 
Peristiwa Situdjuh (15 Januari 1949) / oleh Sjamsir Djohary
Author: 
Sjamsir Djohary
Year: 
1971
Organization: 
Djurusan Sedjarah, Fakultas Keguruan Pengetahuan Sosial (FKPS) , Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP)
Publisher: 
Note: 
Xerox copie
Scriptie
Extent: 
VII, 107 p
Illustration: 
ill
Size: 
33 cm
Subject heading: 
 
Request number: 
M i 23801980 mf
Lending info:
Lendable
Availability: Available for request
Volume information Availability
Available for request
Wassalam,
Suryadi

--- Pada Sab, 26/2/11, sjamsir_sjarif <hamb...@yahoo.com> menulis:

Dari: sjamsir_sjarif <hamb...@yahoo.com>
Judul: Re: [R@ntau-Net] PDRI, bukan PRRI : soal Dr. Anas

sjamsir_sjarif

unread,
Feb 26, 2011, 11:29:48 AM2/26/11
to rant...@googlegroups.com
Oh sanangnyoawak, ado diLeiden seperti MakNgah ramalkan. Mungkin ado juo nanti di Melvyl nan dapek MakNgah akses melalui ILL (Interlibrary Loan).

Mengenai Dr. Anas, walaupun MakNgah samo-samo di Payokumbuah jo Bundo Nismah, namo tu indak pernah mandanga, apolai terekam dalam kenangan. Mungkin sebabnya seusai perang revolusi sesudah masa PDRI, para Nica-nica itu sudah banyak menjelma menjadi petinggi-petinggi RIS dan NKRI. Walaupun demikian memang banyak yang emigrasi ke Belanda mengikuti bos mereka ke Negeri Tuan yang dianggap sorga. Sebagian besar adalah kaum Indo yang banyak mengikuti pola semasa. Namun sampai di Belanda,mereka yang tgadinya di masa kolonial dipandang elit di HIndia Belanda, jatuh menjadi kerak masyarakat bagian lapisan bawah. Bahasa kereseh-peseh yang dianggap berstatus Bahasa Belanda oleh Bumi Petera yang tidak paham bahasanya, seperti tidak laku di sana.

Itulah sebabnya sebagian besar Indo-indo ini remigrated ke Amerika Serikat dimana mereka membangun hidup baru dengan sejarahnya yang unik istimewa, ironiknya memperkenalkan Cinta Indonesia ke mata dunia ...

Salam,
--MakNgah
Sjamsir Sjarif
Santa Cruz,California, February 26, 2011

--- In Rant...@yahoogroups.com, Lies Suryadi <niadilova@...> wrote:
>

> --- Pada Sab, 26/2/11, sjamsir_sjarif <hambociek@...> menulis:

sjamsir_sjarif

unread,
Feb 26, 2011, 11:44:27 AM2/26/11
to rant...@googlegroups.com
Angku Suryadi,

MakNgah sadang minum kopi di Sabtu Pagi,
Apo Jomanih sadang mancongkong kini
manikmati Jeneifer :) di Kadai Kopi
melupakan kedinginan di malam panajang ini?

Salam,
-- MakNgah

--- In Rant...@yahoogroups.com, "sjamsir_sjarif" <hambociek@...> wrote:
>
> Oh sanangnyo awak, ado di Leiden seperti MakNgah ramalkan. Mungkin ado juo nanti di Melvyl nan dapek MakNgah akses melalui ILL (Interlibrary Loan).
>


taufiq...@rantaunet.org

unread,
Feb 26, 2011, 12:23:22 PM2/26/11
to rant...@googlegroups.com
He..he..masih minum kopi hari Sabtu makNgah yo

Ambo juo sadang minum kopi di Lubuak Bangku- Pikumbuah ,lumayan dingin taraso

Tapi kalender kami lah batuka ka hari Minggu

---TR

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "sjamsir_sjarif" <hamb...@yahoo.com>
Sender: rant...@googlegroups.com
Date: Sat, 26 Feb 2011 16:44:27
To: <rant...@googlegroups.com>
Reply-To: rant...@googlegroups.com

sjamsir_sjarif

unread,
Feb 26, 2011, 12:23:33 PM2/26/11
to rant...@googlegroups.com
Dalam buku Dari pemberontakan ke integrasi: Sumatra Barat dan politik Indonesia, 1926-1998 Oleh Audrey R. Kahin,ado namo Dr. Anas tasabuik.
Silakan caliak halaman 186.

-- MakNgah

> --- Pada Sab, 26/2/11, sjamsir_sjarif <hambociek@...> menulis:
>
>
> Dari: sjamsir_sjarif <hambociek@...>

asmun sjueib

unread,
Feb 26, 2011, 12:56:56 PM2/26/11
to aufiq...@rantaunet.org, rant...@googlegroups.com, hamb...@yahoo.com, asmun ahmad sju'eib
Aww. Duns sapalanta nan berbahagia.
aaa) Kebetulan pembicaraan sejarah maso PDRI kami ingin mandapeikkan nama ortu sebagaimana tertera pada subyek diateh.
bbb) Apokah mungkin ado Duns nan mengetahui dan kalau ado arsip foto2 dokumen pengangkatan beliau sebagai Wedana Militer wilayah Kabupaten Tanah Datar tasabuik? Namo beliau adolah alm. Ahmad Sju'eib gelar Malin Permato asal nagari Salimpaung. Beliau terakhir Perintis/Pahlawan Kemerdekaan R.I. eks Digoelist basamo jo Moh.Hatta, dan kawan2 di Tanah Merah.
ccc) Data standboek Digoel :1328 tanggal tibo di Tanah Merah eks tertangkap Cubadak Afdeling Agam, Guru Ugamo tanggal tibo 14 Januari 1931. Untuk data dan bebeapa foto2 di Boven Digoel masih ado kami simpan sebagai arsip pribadi. Pabilo urang gaek Bupati nan kiniko masih ado pulo manyimpan dokumen2 tasabuik, dengan senang hati kami ingin mendapeikkan copy nyo.
Atas bantuan jo perhatian Duns kami mengucapkan tarimo kasih,
Wass.,
ASmun putera Malin Permato (Aspermato, MA / LK/66/Depok)

--- Pada Ming, 27/2/11, taufiq...@rantaunet.org <taufiq...@rantaunet.org> menulis:

dasrie...@yahoo.com

unread,
Feb 26, 2011, 7:52:24 PM2/26/11
to rant...@googlegroups.com
Nikmatilah kopimu selagi jantungmu masih kuat, sampai suatu saat kamu tahu itu gak ada gunanya

Nikmatilah rokok selagi parumu kuat dan bersih untuk menyaring oksigen, sampai suatu saat kau tahu bahwa kau tah metusak filter tubuhmu dengan asap raun

Kamu pemutus nasibmu, bukan orang lain yang mengubah peruntunganmu

Semoga tersentak sedang minum kopi dan menghirup asap

Chairul Djamal

unread,
Feb 26, 2011, 8:05:10 PM2/26/11
to rant...@googlegroups.com
sanak Dasriel,

Kalau minum teh ba a????

Ukatu jaman japang urang minum KOPI DAUN, ba a pulo tuuuuu????


wass



dasrie...@yahoo.com

unread,
Feb 26, 2011, 8:15:44 PM2/26/11
to rant...@googlegroups.com
Kata ahlinya:
Semua dikelompokkan kedalam zat additive atau pelengkap untuk KENIKMATAN

Semua kenikmatan kata Rasul; berhentilah sebelum kenyang.

Belum ketemu Hadits ttg Rasul minum kopi, teh, merokok, dll

Mungkin karena beliau miskin gak punya uang untuk membelinya

Atau karena Additive itu?

Atau karena beliau hanya minum air putih dan roti dingin kering, karena hanya itu yang diberikan oleh isteri tercinta Aisyah RA

Gunakanlah ilmumu untuk menyelidikinya wahai kaum yang berakal

A fala ta tafakkaruun?

Wass

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: Chairul Djamal <ruld...@gmail.com>
Date: Sun, 27 Feb 2011 08:05:10 +0700
Subject: Re: [R@ntau-Net] PDRI, bukan PRRI : soal Dr. Anas

sanak Dasriel,

Kalau minum teh ba a????

Ukatu jaman japang urang minum KOPI DAUN, ba a pulo tuuuuu????


wass



2011/2/27 <dasrie...@yahoo.com>
Nikmatilah kopimu selagi jantungmu masih kuat, sampai suatu saat kamu tahu itu gak ada gunanya

Nikmatilah rokok selagi parumu kuat dan bersih untuk menyaring oksigen, sampai suatu saat kau tahu bahwa kau tah metusak filter tubuhmu dengan asap raun

Kamu pemutus nasibmu, bukan orang lain yang mengubah peruntunganmu

Semoga tersentak sedang minum kopi dan menghirup asap
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: taufiq...@rantaunet.org
Sender: rant...@googlegroups.com
Date: Sat, 26 Feb 2011 17:23:22
To: <rant...@googlegroups.com>
Reply-To: rant...@googlegroups.com
Subject: Re: [R@ntau-Net] PDRI, bukan PRRI : soal Dr. Anas

He..he..masih minum kopi hari Sabtu makNgah yo


dasrie...@yahoo.com

unread,
Feb 26, 2011, 8:48:04 PM2/26/11
to rant...@googlegroups.com
Uda Rul

Pertanyaan uda ambo jawab dengan pertanyaan pulo:

Apakah keuntungan merokok dan minum kopi?

Kalau jawabannya: Nikmat, obat kantuk, gengsi, biar gagah, karena punya uang

Semua jawaban tersebut adalah: PERCEIVE VALUE atau tergantung selera, dan bukan TRUE VALUE atau azas manfaat

Islam bukanlah mengobserve Percieve Value tetapi True Value atau Al Muflihuun (Al Bqrh ayat 5)

Yang mengobserve Percieve Value adalah Yahudi

Makanya tradisi Jenggot panjang, celana diatas mata kaki, baju ghamis, songkok putih, adalah Percieve Value, yang dikenakan orang Arab dan Yahudi

True Value Islam adalah pakaian menutup aurat dan sopan serta pantas (tidak menimbulkan fitnah), gagah dan kuat (walau tidak berjenggot) dan perkasa yang menggentarkan musuh Islam

Pakailah jasmu yang hanya berdebu yang kau gantung di lemarimu

Itu lebih pantas dan baik buatmu untuk ke mesjid dibanding engkau hanya mengenakan sarung lusuh dan sandal jepit, padahal kamu mau menghadap Tuhanmu?

A fa la ta tafakkaruun?

Wass
Dasriel

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

From: Chairul Djamal <ruld...@gmail.com>
Date: Sun, 27 Feb 2011 08:05:10 +0700
Subject: Re: [R@ntau-Net] PDRI, bukan PRRI : soal Dr. Anas

sanak Dasriel,

Kalau minum teh ba a????

Ukatu jaman japang urang minum KOPI DAUN, ba a pulo tuuuuu????


wass



2011/2/27 <dasrie...@yahoo.com>
Nikmatilah kopimu selagi jantungmu masih kuat, sampai suatu saat kamu tahu itu gak ada gunanya

Nikmatilah rokok selagi parumu kuat dan bersih untuk menyaring oksigen, sampai suatu saat kau tahu bahwa kau tah metusak filter tubuhmu dengan asap raun

Kamu pemutus nasibmu, bukan orang lain yang mengubah peruntunganmu

Semoga tersentak sedang minum kopi dan menghirup asap
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: taufiq...@rantaunet.org
Sender: rant...@googlegroups.com
Date: Sat, 26 Feb 2011 17:23:22
To: <rant...@googlegroups.com>
Reply-To: rant...@googlegroups.com
Subject: Re: [R@ntau-Net] PDRI, bukan PRRI : soal Dr. Anas

He..he..masih minum kopi hari Sabtu makNgah yo


Abraham Ilyas

unread,
Feb 27, 2011, 12:35:51 AM2/27/11
to rant...@googlegroups.com, dasrie...@yahoo.com
I
slam bukanlah mengobserve Percieve Value tetapi True Value atau Al Muflihuun (Al Bqrh ayat 5)

Yang mengobserve Percieve Value adalah Yahudi.


Makanya tradisi Jenggot panjang, celana diatas mata kaki, baju ghamis, songkok putih, adalah Percieve Value, yang dikenakan orang Arab dan Yahudi


-------------------------------

Pak Dasriel,

Apokoh "percieve Value" buliah diminangkan manjadi nilai "raso" (kualitatif &subjektif) dan
"True Value" tersebut manjadi nilai "pareso" (kuantitatif &objektif).

Salam

AI

dasrie...@yahoo.com

unread,
Feb 27, 2011, 12:58:37 AM2/27/11
to rant...@googlegroups.com
Percieve Value akan menghasilkan kasta2, ini yang ditentang Islam

Mereka (gol mereka) mengklaim bahwa akan pecah umat menjadi 73 gol, yang benar menurut mereka adalah 1 (gol mereka sendiri), mereka sebut ahlul sunnah waljamaah, anehnya mereka mengingkari bbrp sunnah

True Value menghasilkan umat beriman karena berorientasi kepada perbuatan baik, berguna buat sesama, berwasiat yang baik, rahmatan lil alamin, karena True Value tidak berorientasi kepada simbol, tetapi perbuatan nyata, mendekati surga dan menjauhi neraka.

Walau dia miskin, dan hanya punya sarung sehelai yang dipakai salat bergantian suami isteri, akan lebih baik nilainya dari seorang kaya, jenggot panjang, ahli pidato, punya anak buah banyak

Itu karena ke Taqwaan seseorang

Jadi True Value ialah Ketaqwaan itu sendiri,

Sedangkan Perceive Value ialah matlaul hurur yang menyilaukan mata, yang menyimpangkan langkah ke surga karena telah silau

Demikian kira2 pak Ab


Wass
Dasriel


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: Abraham Ilyas <abraha...@gmail.com>
Date: Sun, 27 Feb 2011 12:35:51 +0700
Subject: Re: [R@ntau-Net] PDRI, bukan PRRI : soal Dr. Anas

jupardi andi

unread,
Feb 27, 2011, 9:49:10 AM2/27/11
to rant...@googlegroups.com

Kok bisa  ado pulo berbagai anekdote nan ado maso itu.

Misalnyo

1. Soal Sunek versi Jepe

Pak TR..sabananyo ambo ingin bana mambuek carito ko, tapi ambo terkendala jo setingan jaman tu, baa suasananyo, baa mode oto bus serta hiruk pikuk masyarakat jaman tu, kalau versi bahasa Indonesianyo mungkin agak susah dimangarati

Jujur sajo versi Sunek jaman bagolak ko yo mama ambo nan bacarito katiko ambo SMP dan lah ndak asiang lai carito ko dek sanak-sanak kampuang ambo baitu juo ambo pikia jo urang minang nan lain lah pasti carito ko beredar dari muluik kamuluik lapeh jaman bagolak ko

yo galak2 sengeang ambo mangingek apokah si Ahok, si Acong, Si Alai sia sajo namonyo dalam carito fiksi ko nan pantiang urang Cino Padang sangkek tu naik oto bus dari Bukik Tinggi ka Padang lalu oto Bus ko dipareso tentara pusek "Sunek..sunek...ngiek sunek ang" yo manggaretek si Ahong "haiya..wa alun basunek ho" si Ahong mambathin (kalau Cino Padang kan yo lo balapir-lapir bahaso minang padang we e)

Sunek..sunek ang" hariak tentara pusek diateh oto bus ko katiko mamareso si Ahong

ndak do lai kontan2 sajo si Ahong jo "jujur dan lugunyo" sambia mancaliakan pusako ayah tu :-)
idh b
"wa kapia Pak..wak ndak basunek.."

ibo lo si Dirih nan duduak disabalah si Ahong ko dek mancaliak si Ahong, lalu si Dirih babisiak ka si Ahong

"Hong..tantara pusek tu langiah..surek-surek waang nan ditanyo e"

co itu kiro2 caritonyo Pak TR..sia nan bisa maolah sesuai setingan jaman tu dengan segala suasana jadul (Pak TR cubo lah dulu..baduo awak, beko bagian atau olahan lucu2nyo bia ambo tukuak tambahkan  atau ado dunsanak lain mambantu fiksi nan menarik ko :-)

Wass_jepe

taufiq...@rantaunet.org

unread,
Feb 27, 2011, 6:54:59 PM2/27/11
to rant...@googlegroups.com

Jepe,
Kalau soal setting itu mungkin ambo bisa bantu nanti

Tapi ...ambo cuma bisa manulih nan data2 sajo kadang agak serius atau melankolis

Kok nan bisa mambuek urang tasengeng itu, nan indak bisa ambo.

Padohal item2 nan ambo sabuik itu, memang kejadian bukan rekayasa.
Katiko urang mangabakan, bisa galak awak dibueknyo


Sambia mangalai- ngalai di Rumbai ambo ka mancubo manulih tri-logi untuak Andiko

1. Tantara PRRI tapaso lari ka rantau dek karano pomlenyo lah dikawini OPR, apolai amak pomlenyo sabana matre

2. Ex. PRRI nan alah coga mahariak mantannyo nan nan manggaleh sayua di Jln Agus Salim. Jalan nan terkenal, sumpek,kumuh dan macet di Pku


3. Cinta Pra PRRI barubah jadi ibo mancaliak parasaian urang kampuang. Ditutuik jo kasus anak samo anak mereka



---TR

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: jupardi andi <jupar...@yahoo.com>
Date: Sun, 27 Feb 2011 22:49:10 +0800 (SGT)
Subject: Bls: [R@ntau-Net] Curito PRRI : Minang jo Minang disalasaikan dek Rang Batak

sjamsir_sjarif

unread,
Mar 4, 2011, 2:33:48 PM3/4/11
to rant...@googlegroups.com
Aha, iko gambar MakNgah minum di konsulat San Francisco, lah agak lamo sari.

http://public.fotki.com/ForumBahtera/album-anggota-forum/sjamsirsjarif.html

--- In Rant...@yahoogroups.com, taufiqrasjid@... wrote:
>
> He..he..masih minum kopi hari Sabtu makNgah yo
>
> Ambo juo sadang minum kopi di Lubuak Bangku- Pikumbuah ,lumayan dingin taraso
>
> Tapi kalender kami lah batuka ka hari Minggu
>
> ---TR
>
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>
> -----Original Message-----
> From: "sjamsir_sjarif" <hambociek@...>
> Sender: rant...@googlegroups.com
> Date: Sat, 26 Feb 2011 16:44:27
> To: <rant...@googlegroups.com>
> Reply-To: rant...@googlegroups.com
> Subject: Re: [R@ntau-Net] PDRI, bukan PRRI : soal Dr. Anas
>
> Angku Suryadi,
>
> MakNgah sadang minum kopi di Sabtu Pagi,
> Apo Jomanih sadang mancongkong kini
> manikmati Jeneifer :) di Kadai Kopi
> melupakan kedinginan di malam panajang ini?
>
> Salam,
> -- MakNgah
>

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages