OOT: Posisi Teoretikal Mr. Syafruddin Prawiranegara sbg Ketua PDRI.

105 views
Skip to first unread message

Dr Saafroedin Bahar

unread,
Dec 26, 2012, 4:07:03 PM12/26/12
to Rantau Net Rantau Net, Taufik Abdullah
Bung Akmal, melanjutkan jawaban saya sebelumnya ttg pertanyaan bung Akmal perihal tsb ( saya kutip seutuhnya di bawah ini ), ada kemungkinan solusinya pada gagasan yang sedang saya kembangkan bersama beberapa teman sekarang ini, yang pokok-pokoknya sebagai berikut.
1) Walau dipimpin oleh presiden yang sama, namun ada perbedaan teoretikal antara lembaga kepresidenan - yang selain presiden juga mencakup wakil presiden dan para menteri, dewan pertimbangan, serta lembaga lain yang terkait langsung - dengan Presidennya sendiri.
2). Menurut penglihatan saya, sampai sekarang belum ada sebuah buku yang secara utuh membahas rekam jejak jabatan lembaga kepresidenan yang dipimpin oleh seorang Presiden dalam melaksanakan tugas konstitusionalnya berdasar undang-undang dasar.
3) Buku yang sudah ditulis adalah ttg otobiografi atau biografi seorang presiden, atau komentar thd satu atau beberapa kebijakan pemerintahannya.
4) Adanya buku yang komprehensif memuat rekam jejak lembaga kepresidenan tersebut bukan saja penting bagi presiden yang bersangkutan, tetapi juga bagi para calon presiden berikutnya serta bagi seluruh Bangsa Indonesia.
5). Lembaga Kepresidenan yang dipimpin oleh Presiden Soekarno antara tahun 1945-1967 mempunyai ciri khas, bukan saja oleh karena beliau adalah Proklamator Kemerdekaan - bersama Drs. Mohammad Hatta- tetapi juga oleh karena berkiprah dalam dua bentuk negara ( negara kesatuan dan negara serikat), dengan tiga konstitusi ( UUD 1945/1, Konstitusi RIS, UUDS 1950, dan UUD 1945/2), dan adanya PDRI antara Desember 1948 - Juli 1949.
6). Posisi Mr. Syafruddin Prawiranegara sbg Ketua PDRI bisa diwadahi dalam dua format, yaitu : a) sebagai suatu 'interregnum' dari Lembaga Kepresidenan yang dipimpin Ir. Soekarno, atau b) sebagai Lembaga Kepresidenan tersendiri. Buku bung Akmal termasuk dalam kategori b) ini
Sekedar info, saya sedang menjajagi penulisan buku tentang " Lembaga Kepresidenan Republik Indonesia 1967 - 1998". Untuk itu saya telah menulis sebuah Kerangka Acuan, yang telah saya kirimkan kepada beberapa teman.
Jika bung Akmal berminat, dengan senang hati saya akan mengirimkan copynya.
Terima kasih.
Wassalam,
SB.

Pertanyaan bung Akmal:
" Tapi pertanyaan saya belum dijawab Pak Saaf, apakah memang bijak menghamburkan uang Rp. 268 miliar untuk mendirikan monumen padahal kiprah krusial Pak Sjaf selama 207 Hari menakhodai kapal Indonesia yang nyaris karam ini belum mendapatkan penghargaan optimal bahwa beliau diakui sebagai Presiden/Kepala Pemerintahan.
Apa yang akan dilakukan Gebu Minang untuk mengendor soal riil ini? (Dari Prof Nina Lubis sewaktu kami sama-sama menjadi narasumber di "Mata Najwa" tahun lalu tema "Presiden-Presiden Terlupakan", Prof Nina menyebutkan resistensi terbesar dalam dua kali pengusulan Pak Sjaf sebagai Pahlawan Nasional pada 2007 dan 2009, dari pihak militer. Sehingga karena wakil militer selalu tak memberikan "approval" maka usulan tak pernah sampai ke meja SBY, sebelum tahun lalu, akhirnya, wakil militer dan Setneg mau memberikan persetujuan pengangkatan Pak Sjaf sebagai Pahlawan Nasional).
Kira-kira, dengan wacana "Akui Pak Sjaf sebagai Presiden Kedua RI", apa yang membuat para (sejarawan) militer tak niscaya bisa memahami aspirasi massa seperti ini? 
Bukankah dengan mengakui Pak Sjaf seperti itu, tak berarti penghargaan terhadap mantan presiden yang lain menjadi berkurang?"
Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.

Akmal Nasery Basral

unread,
Dec 30, 2012, 1:19:33 PM12/30/12
to rant...@googlegroups.com, Taufik Abdullah
Terima kasih atas tanggapan Pak Saaf yang rinci. Tentu saya akan senang sekali mendapatkan kiriman Kerangka Acuan "Lembaga Kepresidenan Republik Indonesia 1967-1998" itu (berarti hanya Orde Baru saja ya Pak Saaf?

Soal Pak Sjafruddin Prawiranegara, sebenarnya masih banyak poin yang ingin saya tulis (termasuk menanggapi pendapat Pak Awaloeddin Djamin yang diposting sanak Syaff Al di milis ini, yang menurut saya banyak dipenuhi bias profesi beliau sehingga banyak yang tidak kontekstual). Cuma hari-hari ini waktu saya kurang mendukung. Mungkin nanti saya tulis kolom dulu untuk koran agar lebih fokus dibandingkan posting di palanta RN ini yang karena sifatnya "scattered", banyak tercerai-berai, pendek-pendek, dan yang paling fatal, lepas konteks. 

Wassalam,

ANB

* * *

Jika Pak Saaf berkenan, ini ada kolom saya di Kompas (edisi Hari Pahlawan 10 November 2011) tentang 


Kolom

 

Tragedi Pak Sjaf dan Etika Pejabat

Akmal Nasery Basral*

Sumber : KOMPAS, 10 November 2011

 

 

 

Show me a hero,

and I will write you a tragedy.

- F Scott Fitzgerald (1896-1940)

 

Hal menggembirakan dari penganugerahan status pahlawan nasional oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, awal pekan ini, adalah diputuskannya Mr Sjafruddin Prawiranegara (1911-1989) sebagai salah seorang dari tujuh nama penerima gelar.

 

Pak Sjaf, panggilan akrab Sjafruddin Prawiranegara, adalah sosok kontroversial yang lima dekade lebih dikerdilkan namanya dengan menyematkan kesan pemberontak. Labelisasi yang dilakukan Orde Lama dan Orde Baru itu tersebab dua hal: perannya sebagai Perdana Menteri Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) yang menantang langsung Soekarno pada 1958-1961 dan sebagai salah satu penanda tangan Petisi 50 yang mengecam Soeharto pada 1980.

 

Dua peristiwa itu menjadi stigma yang terus dilestarikan. Akibatnya, hampir tak terlacak bahwa Pak Sjaf pernah menempati banyak posisi kunci pemerintahan. Sebutlah Menteri Keuangan, Menteri Kemakmuran, Ketua Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI), Presiden De Javasche Bank (sebelum dinasionalisasi jadi Bank Indonesia dan Pak Sjaf sebagai gubernur pertama), atau Wakil Perdana Menteri. Lebih tak terlacak lagi, di setiap jabatan itu Pak Sjaf menunjukkan standar etika yang menjadi antitesis sempurna dari adagium pesimistik Lord Acton: kekuasaan cenderung korup!

 

Tiga suri teladan

 

Ada sedikitnya tiga contoh tindakan Pak Sjaf yang patut diteladani para pejabat negeri ini. Pertama, saat lelaki kelahiran Anyar Kidul, Banten, itu ditunjuk sebagai Menteri Keuangan dalam Kabinet Sjahrir ke-3. Ketika itu, dalam usia 35 tahun, ia dianugerahi Tuhan anak ketiga: Chalid Prawiranegara.

 

Pasti sulit dipahami dari kacamata sekarang jika Menteri Keuangan tak punya uang. Namun, itulah yang terjadi pada keluarga Prawiranegara. Begitu buruknya kondisi finansial Sang Menteri sehingga tak mampu membeli kain gurita bagi bayi Chalid. Untungnya, Lily—nama panggilan Tengku Halimah, istri Pak Sjaf—tak kehilangan akal. Seperti dikutip Ajip Rosidi dalam biografi tentang Pak Sjaf, Lebih Takut kepada Allah SWT (1985), Lily menyobek kain kasur, lalu ia jadikan gurita bayi. Padahal, seberapa mahalkah secarik kain jika seorang Menteri Keuangan ingin menggunakan pengaruhnya? Pak Sjaf tak tergoda menggunakan sepeser pun uang negara.

 

Peristiwa kedua terjadi ketika Agresi Militer II Belanda, 19 Desember 1948. Pak Sjaf yang saat itu Menteri Kemakmuran sudah sebulan bertugas di Bukittinggi atas perintah Wakil Presiden Mohammad Hatta. Patut diingat, waktu itu yang disebut daerah republik hanya tiga tempat: Yogyakarta, Bukittinggi, dan Kutaraja (kini Banda Aceh). Daerah lain sudah bergabung ke dalam BFO (Bijeenkomst Federaal Overleg/Musyawarah Negara Federal) bentukan Van Mook.  Awalnya Hatta menjamin kepada Lily bahwa Pak Sjaf hanya akan bertugas sekitar satu pekan.

 

Saat Agresi II bermuara pada penangkapan dan pengasingan Bung Karno, Bung Hatta, Bung Sjahrir, serta banyak pemimpin republik ke Bangka, rapat kabinet dadakan yang sempat dipimpin Bung Karno menghasilkan dua radiogram. Pertama, penyerahan mandat untuk menjalankan Republik Darurat di Sumatera kepada Mr Sjafruddin Prawiranegara. Kedua, penyerahan mandat kepada Dr Sudarsono (Duta Besar Indonesia di India) dan Mr AA Maramis (Menteri Keuangan yang sedang di New Delhi) untuk membentuk Exile Government sekiranya upaya Pak Sjaf membentuk pemerintah darurat tidak berhasil. Namun, kedua radiogram itu tak sempat dikirimkan kepada penerima mandat karena Kantor Pos, Telegraf dan Telepon (PTT) telanjur diduduki Belanda. Kisah selanjutnya tentang PDRI sudah ditulis banyak sejarawan.

 

Namun, yang tak banyak diketahui publik adalah pengakuan Aisyah Prawiranegara, putri sulung Pak Sjaf. Untuk mengatasi saat-saat sulit tanpa kepala keluarga pemberi nafkah selama itu, Lily sebagai istri menteri memilih berjualan sukun goreng untuk menghidupi keluarganya ketimbang terima bantuan, misalnya ”titipan keju” dari Merle Cochran (diplomat AS, Ketua Komisi Tiga Negara) yang disampaikan para ibu menteri non-PDRI.

 

Peristiwa ketiga terjadi setelah Perjanjian Roem-Roijen (Mei 1949) yang membuat kubu republik terpecah dua kelompok: kubu Tracee Bangka, sebutan bagi tahanan politik di Bangka yang bersedia berunding dengan Belanda melalui Mohammad Roem, dan kubu PDRI dengan dukungan Panglima Besar APRI Letnan Jenderal Sudirman yang menolak Perjanjian Roem-Roijen.

 

Sudirman bahkan mengirimkan surat sangat keras: ”...Minta keterangan apakah orang-orang yang masih ditahan atau dalam pengawasan Belanda berhak berunding? Lebih-lebih menentukan sesuatu yang berhubungan dengan politik untuk menentukan status negara, sedangkan telah ada Pemerintah Pusat Darurat yang diresmikan sendiri oleh Paduka Yang Mulia Presiden Soekarno ke seluruh dunia pada tanggal 19/12/1948.”

 

Awal Juli 1949, M Natsir yang dikirim Bung Hatta untuk melunakkan hati kubu PDRI mengatakan ia sependapat dengan PDRI. Namun, ia berharap Pak Sjaf bersedia mengembalikan mandat PDRI kepada Soekarno-Hatta. Tawaran Natsir ditolak semua anggota PDRI.

 

Akhirnya Pak Sjaf sendiri yang melunakkan hati kawan-kawannya dengan menyatakan, jika PDRI dan APRI tetap mempertahankan pendirian secara kaku berdasarkan mandat belaka, maka terjadi dualisme kepemimpinan nasional yang membingungkan rakyat dan mengancam persatuan. Oleh karena itu, meski PDRI tetap menolak Perjanjian Roem-Roijen, ia bersedia mengembalikan mandat kepada Soekarno-Hatta ”untuk menegakkan kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia serta demi persatuan nasional atas dasar rida Allah”. Argumentasi itu membuat Natsir menangis dan anggota kubu PDRI cair hatinya.

 

Moralitas bernegara

 

Dengan moralitas bernegara setinggi itu, gelar pahlawan nasional bukan hanya layak diberikan kepada Pak Sjaf, melainkan baru langkah awal untuk pengakuan lebih resmi sebagai salah seorang presiden negeri ini. Sebab, Bung Hatta sendiri dalam otobiografinya, Memoir (1971, cetak ulang 2011 dengan judul Untuk Negeriku: Sebuah Otobiografi), memberikan judul pada salah satu anak bab dengan ”Sudirman Terus Bergerilya, Sjafruddin Presiden Darurat” (hal 197). Akankah para penentu kebijakan belum juga tersentuh nuraninya dengan kesaksian Bung Hatta yang tak diragukan lagi sebagai salah seorang pelaku sejarah paling absah di negeri ini?

 

Dalam konteks ini, sepanjang wacana tentang peran Pak Sjaf hanya berputar-putar pada dimensi hukum formal apakah sebutan Ketua PDRI itu sebuah jabatan politik pada tingkat perdana menteri atau presiden seperti berlangsung selama ini, pada hakikatnya belenggu tragedi masih terus dipasangkan pada leher Pak Sjaf, seperti sinyalemen penulis besar F Scott Fitzgeral pada awal tulisan.  


* Akmal Nasery Basral adalah penulis novel Presiden Prawiranegara, Sosiolog alumnus FISIP UI.

 





--
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/




Lies Suryadi

unread,
Dec 30, 2012, 2:07:05 PM12/30/12
to rant...@googlegroups.com, Taufik Abdullah
Assalamuakaikum Mamak2, Kakak, sarato Sanak sekalian,
 
Mohon info apokoh ado warga RN yang tingga di Timor Barat atau Timor Leste kini? Ambo mohon informasi tenang duo daerah: KAFANANU dan KALABAI. Masuak kabupaten dan provinsi ma kini kaduo daerah ko? Duo urang awak di zaman ulando pernah dibuang ka daerah ko.
 
Banyak tarimo kasih talabiah dahulu.
 
Wassalam,
Suryadi

sjamsir_sjarif

unread,
Dec 30, 2012, 5:00:45 PM12/30/12
to rant...@googlegroups.com
Indak ado adidunsanak awak nan awak danga nan tingga si Kalabai (mungkin ejaan dulu) kini tampaknya Kalabahi, ibukota Kabupaten Alor di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) RI, bukan Timor Leste.

Alor ko tampaknyo rancak pulo, caliaklah bule tagilo-gilo dinyo:
http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2011/11/01/alor-surga-tersembunyi-yang-membuat-bule-tergila-gila/

Kafunanu indak basuo dalam peta tapi Kalabahi ado, caliak dipinggir barat dari peta ko:
http://www.lib.utexas.edu/maps/ams/indonesia/txu-oclc-21752461-sc51-4.jpg

Mungkin Urang Awak nan baduo nan dicari info ko balaiau-baliau Natar Zainuddin dan Datoek Batuah:

http://arie-widodo.blogspot.com/2012/03/korban-pembela-rajat-jang-paling-achir.html#more

Iyo rancak lo dicari infonyo sia tahu ado katurunannyo di sinan atau di Padang Panjang masih ado urang nan bakarik-karik baliau-baliau tu.

Memang indak ka Digul sajo pamarontak katu Bulando tu dibuang doh dan umumnyo urang-urang ko indak tabarito banyak dalam sejarah. Sia tahu keturunan-kauruan urang nan dibuang tu pun dapek kesempatan pulo masuak sikola dan mungkin juo jadi urang. Caliaklah Kaurunan Sultan Bagagarsyah nan dibuang ka Jawa; anak cucu baliau manjadi urang penting dalam era terakhir ko, ado baduo nan jadi menteri dalam kabinet RI. Anak cucunyo manjadi kaum intelektual taserak kama-kama. Salah satu keturunan baliau nan ambo kenal nan marupokan Puti, Princess, Minangkabau nan indak banyak dikenal urang ado di Australia kini. Ambo alah mancaliak ranjino.

Dedikasi Angku Suryadi nan sanang mangaruyok-ngaruyok sarok-sarok info kampuang awak di Leiden adolah amalan nan rancak dinilai tinggi para peminat nan akan dikenang angkatan kemudian. Salamat mangaruyok.

Salam,
-- MakNgah
Sjamsir Sjarif
Santa Cruz, California, 30 Desember 2012

Lies Suryadi

unread,
Dec 30, 2012, 6:25:27 PM12/30/12
to rant...@googlegroups.com
Salam Mak Ngah,
Iyo duo urang 'Muslim-Komunis' Minangkabau tu nan sadang ambo rosok2: Ahmad Khatib Dt. Batuah jo Natar Zainuddin. Kadunyo dicokok Ulando di Koto Laweh tgl. 11 November 1923. Bulan Desember 1924 Kaduonyo dibuang ka Sunda Kecil: Dt. Baruah ka Kalabahi di Pulau Alor, Natar dibuang ka Kafamenanu di Pulau Timor. Thn 1927 mereka dipindahkan ka Digul. Carito agak lengkap mengenai kaduonyo akan dikaluakan dek Singgalang (rubrik 'Minang Saisuak') minggu2 muko.
 
Uda ANB, rancak dikumpuakan mah sijarah Minangkabau 1920-1927 ko. Agak unik tampak dek ambo. Ado haji nan kuminih, ado induak2 sarupo Upiak Itam nan ikuik lo gerakan Sarikat Kaum Merah. KOK DIBUEK NOVEL BARA KA RANCAK EI...  Untuak mamulo, mungkin dapek dibaco buku Djamaluddi Tamim: Sedjarah PKI (1957). Raso ka lamak mambaco novel jo latar sejarah bundak karak di zaman tu mah.
 
Wassalam,
Suryadi

Lies Suryadi

unread,
Dec 30, 2012, 8:08:12 PM12/30/12
to rant...@googlegroups.com

"Adapun terhadap Hatta, saja sudah mempunjai kesan pula, sesudah bergaul erat dekat selama satu tahun di Digul ialah menurut kesan saja:

Hatta ini seorang pendendam, jakni pepat di luar, lantjung diadalam (sic), tidak mau berterus terang, mengaku salah atau kalah, walau ia sudah njata tak benar, djadi Hatta merasa ia selalu benar, dan orang selalu salah sehin...gga setiap memperkatakan sesuatu dengan Sjahrir selalu sadja bersikeras lidah, bersitegang marah, menegakkan benang basahnja, sehingga ia merasa mesti diatas segala2nja, di atas sendiri!.

Djadi kalau Hatta sudah sanggup selama satu tahun berada di bawahnja Sukarno, jakni menjadi Wakil Presiden, menurut saja, memang itu sudah amat luar biasa dan amat menderita bagi Hatta."

(Djamaluddin Tamim, Sedjarah PKI, 1957: 103).
 
 
=============
Djadi, si Minangkabau, bak kecek Pak Saaf, iyo lah sajak dulu badugo santiang, lah sajak dulu tampak e hanyo bisa samo2 bakarajo, tapi susah bakarajo samo.
 
Salam,
Suryadi

sjamsir_sjarif

unread,
Dec 30, 2012, 8:45:32 PM12/30/12
to rant...@googlegroups.com
Oh, Kafamenanu, bukan Kafunanu saroman dalam postiang sabalunnyo, patuiklah dicari indak basuo.

Kafamenanu adolah ibukota Kabupaten Timor Tengah Utara, RI.
http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Kefamenanu,_Timor_Tengah_Utara

Untuak variasi News dari sinan tampak lo karajo jaek oknum marajolelo lo disinan. Polisi Bulando sisuak mungkin indak ka manggantiak talingo Angku Natar Zainuddin.
http://www.youtube.com/watch?v=_RH6oPka6U8

Memang maso-maso 1920-27 tu adolah maso-maso angek di Sumatera Barat dima-dima marasose manakauik-nakuiki urang dan tukang tunjuakpun lah lah tadanga juo. Mungkin sajak itu lah ado tadanga lagu Tak-ton-tong sabagai isyarat ka Rang Kampuang:

Tak-tong-tong Kalamai Djaguang,
Tagunda-gunda Katjambuang Basi.
Elok-elok Urang di Kampuang,
Angku Palo di Kantua bisi ...

Salam,
-- MakNgah
Sjamsir Sjarif
--- In Rant...@yahoogroups.com, Lies Suryadi <niadilova@...> wrote:
>
> Salam Mak Ngah,
> Iyo duo urang 'Muslim-Komunis' Minangkabau tu nan sadang ambo rosok2: Ahmad Khatib Dt. Batuah jo Natar Zainuddin. Kadunyo dicokok Ulando di Koto Laweh tgl. 11 November 1923. Bulan Desember 1924 Kaduonyo dibuang ka Sunda Kecil: Dt. Baruah ka Kalabahi di Pulau Alor, Natar dibuang ka Kafamenanu di Pulau Timor. Thn 1927 mereka dipindahkan ka Digul. Carito agak lengkap mengenai kaduonyo akan dikaluakan dek Singgalang (rubrik 'Minang Saisuak') minggu2 muko.
>  
> Uda ANB, rancak dikumpuakan mah sijarah Minangkabau 1920-1927 ko. Agak unik tampak dek ambo. Ado haji nan kuminih, ado induak2 sarupo Upiak Itam nan ikuik lo gerakan Sarikat Kaum Merah. KOK DIBUEK NOVEL BARA KA RANCAK EI...  Untuak mamulo, mungkin dapek dibaco buku Djamaluddi Tamim: Sedjarah PKI (1957). Raso ka lamak mambaco novel jo latar sejarah bundak karak di zaman tu mah.
>  
> Wassalam,
> Suryadi
>

sjamsir_sjarif

unread,
Dec 30, 2012, 8:56:50 PM12/30/12
to rant...@googlegroups.com
EDIT,
Oh salah pencet mamasuakkan youtub dalam postiang sabalunnyo alah diganti kini dan ado edit tambahan dalam postiang tu. Baco baliak, pakai posiang nan iko untuak referensi salanjuiknyo. Langakui sajo postiang sabalunnyo.

Salam,
-- MakNgah

--- In Rant...@yahoogroups.com, "sjamsir_sjarif" <hambociek@...> wrote:
>
> Oh, Kafamenanu, bukan Kafunanu saroman dalam postiang sabalunnyo, patuiklah dicari indak basuo.
>
> Kafamenanu adolah ibukota Kabupaten Timor Tengah Utara, RI.
> http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Kefamenanu,_Timor_Tengah_Utara
>
> Untuak variasi News dari sinan tampak lo karajo jaek oknum marajolelo lo disinan. Polisi Bulando sisuak mungkin indak ka manggantiak talingo Angku Natar Zainuddin.

iko nan berita oknum tu:

http://www.metrotvnews.com/metronews/newsvideo/2012/12/18/166719/Pemuda-Kefamenanu-Babak-Belur-Dianaya-Oknum-Polisi-/176

Sadangkan yutub ko filem rancak dapek hadiah.

> http://www.youtube.com/watch?v=_RH6oPka6U8
>
> Memang maso-maso 1920-27 tu adolah maso-maso angek di Sumatera Barat dima-dima marasose manakauik-nakuiki urang dan tukang tunjuakpun lah lah tadanga juo. Mungkin sajak itu lah ado tadanga lagu Tak-ton-tong sabagai isyarat ka Rang Kampuang:
>
> Tak-tong-tong Kalamai Djaguang,
> Tagunda-gunda Katjambuang Basi.
> Elok-elok Urang di Kampuang,
> Angku Palo di Kantua bisi ...
>
> Salam,
> -- MakNgah
> Sjamsir Sjarif

Akmal Nasery Basral

unread,
Dec 30, 2012, 9:12:16 PM12/30/12
to rant...@googlegroups.com
Ajo Sur, tarimo kasih ateh sarannyo.

Dalam novel ambo nan insya Allah akan terbit Februari 2013 bajudua TADARUS CINTA BUYA PUJANGGA tentang Buya Hamka, ado lo sangenek tentang Dt. Batuah dan Natar Zainuddin ko. Salain mereka balik ke Thawalib mengajarkan "Islam Kominih" sepulang dari Jawa (bertemu dengan Alimin, Haji Misbach dkk), mereka juga melakukan "black campaign" terhadap Tjokroaminoto (saat itu masih R.M. belum H.O.S.) dengan memperkenalkan istilah "Men-Tjokro" untuk tindakan orang-orang yang menjadi "perkakas imperialisme" tapi berlagak nasionalistis.

Namun cap "Men-Tjokro" ini ternyata tak terbukti saat Malik (belum jadi Hamka) belajar kepada Ketua Sarikat Islam itu di Jogjakarta. Memang saat itu Malik masih berumur 16 tahun, dan memalsukan umurnya 2 tahun lebih tua, agar boleh ikut dalam pengajian Sarikat Islam yang diampu Tjokroaminoto, Suryopranoto, dll. Namun kesan Malik itu tentulah juga jadi pembanding yang sepadan atas sebutan "Men-Tjokro" yang digunakan Dt. Batuah dan Natar Zainuddin, termasuk yang dinisbatkan kepada Haji Rasul, ayahanda Malik sendiri.

Dan justru karena kiprah Dt Batuah itulah (yang pernah menjadi anak emas Haji Rasul bahkan sempat pula diprediksinya akan menjadi ulama besar), Haji Rasul berpesan kepada anaknya Malik agar jangan terjun ke dunia politik. "Dia bisa jadi ulama besar, tapi tenggelam saja ilmunya," pesan Inyiak Doto kepada Malik tentang Dt. Batuah.

Untuak bentuk novel, harus ado panulih Minang lain nan manulih iko Ajo Sur. Mungkin Eddri (E.S. Ito) panulih "Negara Kelima" dan "Rahasia Meede" salah satu kandidat nan cocok. Namun tarakhia ambo batamu jo inyo (jo sutradara John de Rantau), Eddri tangah sibuk lo manulih tentang kiprah John Lie, laksamana keturunan Tionghoa dalam masa pergerakan.

Wassalam,

ANB
Cibubur

Abraham Ilyas

unread,
Dec 31, 2012, 10:48:08 AM12/31/12
to rant...@googlegroups.com
Puisi seorang anak untuk ayahnya:


Ayah

ayah....

di usia Pipi sekitar 10 tahun itu...

 

Pipi menikmati didikanmu sebagai anak berbudi manis...

kau minta Pipi belajar menarikan jari sebagai pianis...

kau kembangkan kesenangan Pipi berkuda sebagai sais..  

bahkan Pipi...kau haruskan tidak mudah menangis...

 

kau biarkan Pipi bersepatu roda bersama teman

ber-otopet ria berkejaran bersama kawan

dan bersepeda bagai seorang bangsawan

menjelajah halaman dan berkeliling taman...

 

ayah...

Pipi gembira bergaul bebas dengan anak tetangga...

sekolah SR di AMPRI...yang Chalid jadi peletak batu

pertama

dan SMP PERWARI yang kau bangun dg penuh bangga

tak terukur rasa nurani ini... untuk berbahagia

 

kemudian ayah...hari itupun tiba...

kau ajak kami berlibur Natal ke Sumatera

ke Palembang ayah,,, ya ke Palembang...

 

ayah...

mengapa kami semua harus bawa pakaian banyak

apa karena pertama kali kami naik pesawat layak

apa karena libur sekolah panjang yang berkhalayak

 

ayah...

kami menikmati...ke Pendopo naik pesawat kecil

yang juga memberikan keasyikan bagi adik-adik mungil

sebulan berlalu dengan waktu yg terus memanggil

 

Pipi harus di Xaverius melanjutkan pelajaran...

yang tak lama pula harus pula ditinggalkan...

sebelum Pipi mengembangkan pertemanan

 

selanjutnya ayah...

mengapa pula kami semua harus bawa pakaian seadanya    

membawa mbok Sumi dan Ramiyem yang setia  

menyeberang sungai Musi ke Kertapati

untuk ke Lubuklinggau naik kereta api...

 

kata ibu...pak Barlian-lah yang memerintahkan

mengapa pula kami malam-malam terus naik kendaraan menuju Bukittinggi, dulu ayah berjuang di sini, dan dipandu kapten Nawawi bersama isteri...

ternyata ini adalah awal PRRI

 

ayah...

mengapa kami harus masuk belantara

yang tinggal di dangau beratapkan ilalang

yang rentan terhadap gigitan binatang

yang malamnya hanya bertabur sinar bintang

 

ayah...

teh Icah berpisah dengan Aji Damey dan Angga

Pipi berpisah dengan Go Cang Nio dan Halimah

 

Pipi merindukan naik gallop Lord Lister kembali

Pipi ingin menarikan jari-jari bermusik kembali

Pipi mau main sepatu roda dan otopet kembali

 

Chalid belum terbang dari balkon yang

dijanjikannya

Farid masih senang naik sepeda roda tiganya

 

ayah...

kasihan ibu saat berpisah dengan ayah dan harus bersama anak delapan

tiga diantaranya kan lahir di Diponegoro tiga sembilan

 

ayah...

semua itu untuk apa sih ayah?

bukankah di hutan kami akan sengsara?

jangankan kue sus kesenangan Pipi...garam saja langka

 

tetapi kami semua tahu...ayah pasti berjuang

perjuangan yang penting bagi meraih peluang

masyarakat masa depan bangsa yang gemilang

yang jauh dari ketidak-adilan

 

ayah...

kami siap mendukung perjuangan

daerah harus diberi peran dalam pembangunan

perhatian pusat kepada desentralisasi wewenang

perhatian agar komunisme segera hengkang

 

ya ayah...untuk semua itu memang...

tapak pertamamu di Palembang

tempat tinggal Pipi dan keluarga tujuh belas warsa

di mana kami membangun karya dan karsa dengan asa                                                              

asmun sjueib

unread,
Jan 13, 2013, 5:50:44 AM1/13/13
to rant...@googlegroups.com, niad...@yahoo.co.id
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Bismillahirrohmanirrohim

\


102 - Register Boven Digoel (1927-1939) van Tjubadak Afd. Agam /
(Afschrift Register der Geinerwerde met gezinnem) / Volg nummer 400 / Stanboek : 1328 van 14/1/31 ; Datum van aamgekomst : 28/11/30

Aww. Ddn. Suryadi di Nagari kincie Angien. Semoga sekel. dalam keadaan sehat wal afiat walaupun manuruik kato urang Ulando udaro kniko dibawah O derajat. Terlam;pir dibawah iko data skenek dari ANRI di Jakarta satantangan alm. Ahmad Sju'eib, gelar Malin Permato nan sempat dibuang ka Digoel Papua dimaso itu. Pabilo Ddn. ado sakektek wakatu dan mudah untuk mendapaeikkan data dan informasi nan labieh banyak dengan data nan ado, mohon kironyo bantuan dan pabilo dapaeik dikirimkan via email ambo iko. ataupun dengan caro2 nan mudah disampaikan baliek kakami. Karano dari data dan foto2 tersisa dalam hutan Tanah Merah indak banyak manolong ambo untuk mengungkapkan sejarah hidup liau sebagai ayahnda ambo.
Ateih jarieh payah dan kemungkinsn mandapaeikkan data selengkapnyo iyolah ambo saratokeluarga mangucapkan tarimokasieh.
Wassalam,
H.Asmun A. Sju'eib, MA, Depok..


Dari: Lies Suryadi <niad...@yahoo.co.id>
Kepada: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>
Dikirim: Senin, 31 Desember 2012 8:08
Judul: [R@ntau-Net] Karakter inti si Minang: Sisi lain kepribadian Mohammad Hatta

Lies Suryadi

unread,
Jan 13, 2013, 7:28:18 AM1/13/13
to rant...@googlegroups.com
Pak Asmun,
Tarimo kasih ateh info di bawah tentang ayahanda Pak Asmun. Aka ambo cibo telusuri labiah jauah. Apokoh ado foto2 tuo tentang baliau nan tasiso? Kalau ado, rancak pulo dikirimkan ka ambo lewat japri.
 
Salam,
Suryadi

Dari: asmun sjueib <kinn...@yahoo.co.id>
Kepada: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>; "niad...@yahoo.co.id" <niad...@yahoo.co.id>
Dikirim: Minggu, 13 Januari 2013 11:50
Judul: Bls: [R@ntau-Net] Karakter inti si Minang: Sisi lain kepribadian Mohammad Hatta

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Bismillahirrohmanirrohim

\


102 - Register Boven Digoel (1927-1939) van Tjubadak Afd. Agam /
(Afschrift Register der Geinerwerde met gezinnem) / Volg nummer 400 / Stanboek : 1328 van 14/1/31 ; Datum van aamgekomst : 28/11/30

Aww. Ddn. Suryadi di Nagari kincie Angien. Semoga sekel. dalam keadaan sehat wal afiat walaupun manuruik kato urang Ulando udaro kniko dibawah O derajat. Terlam;pir dibawah iko data skenek dari ANRI di Jakarta satantangan alm. Ahmad Sju'eib, gelar Malin Permato nan sempat dibuang ka Digoel Papua dimaso itu. Pabilo Ddn. ado sakektek wakatu dan mudah untuk mendapaeikkan data dan informasi nan labieh banyak dengan data nan ado, mohon kironyo bantuan dan pabilo dapaeik dikirimkan via email ambo iko. ataupun dengan caro2 nan mudah disampaikan baliek kakami. Karano dari data dan foto2 tersisa dalam hutan Tanah Merah indak banyak manolong ambo untuk mengungkapkan sejarah hidup liau sebagai ayahnda ambo.
Ateih jarieh payah dan kemungkinsn mandapaeikkan data selengkapnyo iyolah ambo saratokeluarga mangucapkan tarimokasieh.
Wassalam,
H.Asmun A. Sju'eib, MA, Depok..

sjamsir_sjarif

unread,
Jan 13, 2013, 7:39:20 AM1/13/13
to rant...@googlegroups.com
Ingin lo awak mangikutinyo. Sangenek Angku Ssuryadi jo Angku Asmun. Dimaa tu Tjubadak Afd. Agam tu? Indak dieja Tjoebadak masoi tu (28/11/30)?
Mokasih,
-- MakNgah
Sjamsir Sjarif

ak...@rantaunet.org

unread,
Jan 13, 2013, 7:59:08 AM1/13/13
to rant...@googlegroups.com

Mak Asmun, Ajo Sur,
kalau Pak Ahmad Sju'eib masuk Digul tahun 1927, ado kemungkinan beliau sempat bertemu Chalid Salim, adik Agus Salim, yang mulai ditahan di Digul setahun kemudian dalam kapasitas sebagai wartawan "Pewarta Deli" yang berulang kali mengkritik poenale sanctie lewat tulisan-tulisannya di PD.

Sebenarnya akhia tahun lalu ambo ado rencana juo ke Digul untuk sebuah riset, tapi direschedule ke tahun ko. Nanti kalau ambo jadi jalan, ambo kontak Mak Asmun. Barangkali di sinan masih ado dokumen atau catatan-catatan tentang Pak Ahmad Sju'eib untuk melengkapi data yang akan dicari Ajo Sur dari Leiden.

Ambo tangah mariset profil Soegoro Atmoprasodjo nan juo surang Digoelist. Sekalian titip ka ajo Sur kalau ado link data ttg SA nan agak komprehensif tolong japri ambo.

Tarimo kasih sabalunnyo.

Wassalam,

Akmal N.. Basral
Cibubur

Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: Lies Suryadi <niad...@yahoo.co.id>
Date: Sun, 13 Jan 2013 20:28:18 +0800 (SGT)
Subject: Bls: [R@ntau-Net] Karakter inti si Minang: Sisi lain kepribadian Mohammad Hatta

Abraham Ilyas

unread,
Jan 13, 2013, 8:47:05 AM1/13/13
to rant...@googlegroups.com
Walaupun angku Asmun jo Ajo Suryadi nan ditanyo Mak Ngah,....namun nak sato pulo ambo bapandapek ! ....dengan mengutip beberapa kalimat dari buku "Pengalaman Perjuangan dalam merintis kemerdekaan: Pemberontakan Silungkang" dalam bentuk dialog antara tuan Patello (interogator) dengan A. Muluk Nasution (yang diinterogasi) ....sbb:

"Diamana kowe punya kelahiran kowe bilang tadi ?"
"Di Cubadak tuan, Cubadak Talu !" jawab saya (Abdul Muluk Nasution)
"Cubadak saya kenal betul; awas kalau kowe bohong ! Siapa kowe punya ayah ?"
"Ayah saya Marajo Indo, kepala nagari Cubadak tuan !"
"Godverdomme ! itu kepala nagari Cubadak adalah kenalan baik saya dan saya punya sobat karib ! (Patello, adalah interogator dari KNIL) 
"Tidak mungkin dan saya tidak sangka dia punya anak begini. God verdomme. Anak kambing ini jadi anak Harimau !"

Saya menjawab (A. Muluk) "Ayah saya kepala nagari tuan, bukan Kambing !"

--------
Kesimpulan: berkemungkinan Tjoebadak yang dimaksud tsb. adalah yang disebut dalam buku ini Mak Ngah !

salam

Lies Suryadi

unread,
Jan 13, 2013, 9:04:59 AM1/13/13
to rant...@googlegroups.com

Pak Abraham,
Ambo pernah maliek satu berkala nan banamo WARTA TJOEBADAK nan pernah tabik di zaman Ulando. Dulu babarapo nagari punyo koran (ampun awak). Sangaik mungkin Warta Tjoebadak ko berasal dari nagari Cubadak nan di Pasaman tu. Jadi, tampak e nagari tu lah sajak dulu dareh.
 
Wassalam,
Suryadi
Dari: Abraham Ilyas <abraha...@gmail.com>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Dikirim: Minggu, 13 Januari 2013 14:47
Judul: Re: Bls: [R@ntau-Net] Karakter inti si Minang: Sisi lain kepribadian Mohammad Hatta

Lies Suryadi

unread,
Jan 13, 2013, 9:13:37 AM1/13/13
to rant...@googlegroups.com
Uda Akmal,
 
Sangaik mungkin tu. Harus ditelusuri labiah lanjuik. Rupo e menarik, sarupo kesaksian Djamaluddin Tamin dalam buku e (1957) bahaso urang2 Minang nan bagaduru didigulkan dek Ulando tu sampai di Digul pacah: Kelompok Arif Fadillah jo nan ciek lai (lupo ambo namo e): batangka karano saliang tuduah manyalewengkan pitih kas PKI di Padang Panjang kutiko masih manjabat ketua PKI.
 
Ado artikel baru dari Hary Poeze di Jurnal Indonesia (vol. 94/2012) nan menarik: tentang kerjasama digulis jo Ulando di Australia (1942-1945). Mungkin rancak dibaco tu. Mungkin rancak dicari tahu apokoh ayah Pak Asmun ikuik 'diselamatkan' dek Ulando ka Australia menyusul serangan Jepang (1942). Dalam artikel tu ado daftar namo2 digulis nan dibao ka Australia.
 
 
Salam,
Suryadi

Dari: "ak...@rantaunet.org" <ak...@rantaunet.org>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Dikirim: Minggu, 13 Januari 2013 13:59
Judul: Re: Bls: [R@ntau-Net] Karakter inti si Minang: Sisi lain kepribadian Mohammad Hatta


Mak Asmun, Ajo Sur,
kalau Pak Ahmad Sju'eib masuk Digul tahun 1927, ado kemungkinan beliau sempat bertemu Chalid Salim, adik Agus Salim, yang mulai ditahan di Digul setahun kemudian dalam kapasitas sebagai wartawan "Pewarta Deli" yang berulang kali mengkritik poenale sanctie lewat tulisan-tulisannya di PD.

Sebenarnya akhia tahun lalu ambo ado rencana juo ke Digul untuk sebuah riset, tapi direschedule ke tahun ko. Nanti kalau ambo jadi jalan, ambo kontak Mak Asmun. Barangkali di sinan masih ado dokumen atau catatan-catatan tentang Pak Ahmad Sju'eib untuk melengkapi data yang akan dicari Ajo Sur dari Leiden.

Ambo tangah mariset profil Soegoro Atmoprasodjo nan juo surang Digoelist. Sekalian titip ka ajo Sur kalau ado link data ttg SA nan agak komprehensif tolong japri ambo.

Tarimo kasih sabalunnyo.

Wassalam,

Akmal N.. Basral
Cibubur

Powered by Telkomsel BlackBerry®

ak...@rantaunet.org

unread,
Jan 13, 2013, 9:29:32 AM1/13/13
to rant...@googlegroups.com

Sapendek pangatahuan ambo Soegoro Atmoprasodjo ko tamasuak nan lari ka Australia pulo.

Dari Digoel inyo diminta Residen Van Echoud untuak jadi pangaja di Bestuurschool Kota Nica (Sentani). Tanyato inyo malah maajaan nasionalisme ka murik-murik Bestuurschool nan a.l. Silas Papare, Frans Kaisiepo, Marthen Indey, Nicolaas Jouwe, dll. Sabagian besar murik tu jadi Pro-Indonesia, meski ado juo nan pro-Ulando saroman Nicolaas Jouwe pado awalnyo.

(Maaf kalau ado salah namo iko manulih posting di tangah-tangah manonton Manchester Utd vs Liverpool, Ajo Sur).

Wass,

ANB
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: Lies Suryadi <niad...@yahoo.co.id>
Date: Sun, 13 Jan 2013 22:13:37 +0800 (SGT)
Subject: Bls: Bls: [R@ntau-Net] Karakter inti si Minang: Sisi lain kepribadian Mohammad Hatta

sjamsir_sjarif

unread,
Jan 13, 2013, 9:39:59 AM1/13/13
to rant...@googlegroups.com
Tarimo kasih, Angku Abraham Ilyas, rasonyo mungkin baitu. Cubadak, Talu, Pasaman lah ambo danga dari tahun 1950an karano ado kawan dari SGA-Negeri Payakumbuh nan barasa dari Cubadak. Apakah Cubadak nan dimukasuik dalam rujukan Angku Asmun tu memang Cubadak dari Pasaman? Apokoh ayahanda baliau dari sinan atau dari Cubadak nan lain?

Memang di suatu waktu Pasaman tamasuak dalam Afdeling Agam. Baitu juo Mandaiiling Natal pado suatu maso adolah tamasuak dalam SWK (Sumatra's West Kust) Residentie.

Ambo tanyo tadinyo tantang Cubadak, karano ado tigo nan ambo tahu namo tamoek sabunyi jo itu: 1. Cubadak (dakek Baso di daerah Pandakian Ujuang Guguak, kadang-kadang disabuik juo Pandakaian Ampuah, Baso, Agam Tuo. 2. Pulau Cubadak nan pernah dikatangahkan dek Angku Patiah mulo-mulo di RN ko dan lah manjadi bahan perbincangan dalam postiang-postiang di Lapau ko. 3. Cubadak, Talu, Pasaman. Adokoh lai Cubadak lain salain dari nan tigo nan alun ambo kenal?

Salam,
-- MakNgah
Sjamsir Sjarif

Abraham Ilyas

unread,
Jan 13, 2013, 10:04:58 AM1/13/13
to rant...@googlegroups.com
Di kabupaten Tanah Data ado pulo nagari nan banamo Cubadak Mak Ngah !

http://nagari.or.id/?moda=bagun&id=td16

salam


sjamsir_sjarif

unread,
Jan 13, 2013, 10:06:13 AM1/13/13
to rant...@googlegroups.com
Rancak panggili-gili banak sejarah detail paribadi nan agak takalaimbun dari buku-buku nan banyak. Artikel Poeze "From Foe to Partner" nan dirujukkan angku Akmal rancak diaco. ambo indak dapek mambaco langkoknyo karano tuncik internet hanyo kanai tabateh hinggo Abstract sajo.

Ingin pulo awak tahu dan mandanga baa peranan SIBAR dalam maso proklamasi RI. Istilah SIBAR malah rasonyo indak tadanga dalam buku-buku sejarah biaso.

Sangat menarik karano samo-samo di daerah panjaro Digul, para "iimates" atau "ex-cons" batamu dan saling mangaluakan ideas dan mambuek komplotan mereka. BDalam kenyataan sehari-hari banyak hal-hal saroman itu tajadi, misanyo nan terakhir dalam Surek Kaba di sumatera Barat ado komplotan penjahat atau gang-gang garong nan anggota-anggotanyo ruponyo samo-kenal dapam pinjaro.

Iko abstractnyo:
From Foe to Partner to Foe Again: The Strange Alliance of the Dutch Authorities and Digoel Exiles in Australia, 1943-1945
Author
Harry A. Poeze
Source
Indonesia, Volume 94 (October 2012), 57--84.
Abstract (English):

In March 1943, Boven Digoel, the notorious Dutch internment camp in the New Guinea jungle, was evacuated. The inmates, some five hundred political prisoners, the majority of them communists, were brought to Australia. The highest Dutch official there, unconventional Ch. O. van der Plas, employed them for anti-Japanese propaganda activities, and endorsed and stimulated the establishment of Serikat Indonesia Baroe (SIBAR, Association for a New Indonesia), an organization intended to become in the post-war Indies a national party, with official Dutch backing. He consciously sought the support of the exiles, in the SIBAR partnership, that went far beyond other colonial–communist cooperation endeavors in Southeast Asia. This alliance between Dutch authorities and Indonesian communists was conveniently forgotten after the Japanese surrender.

Salam,
-- MakNgah
Sjamsir Sjarif

--- In Rant...@yahoogroups.com, akmal@... wrote:
>
> Sapendek pangatahuan ambo Soegoro Atmoprasodjo ko tamasuak nan lari ka Australia pulo.
>
> Dari Digoel inyo diminta Residen Van Echoud untuak jadi pangaja di Bestuurschool Kota Nica (Sentani). Tanyato inyo malah maajaan nasionalisme ka murik-murik Bestuurschool nan a.l. Silas Papare, Frans Kaisiepo, Marthen Indey, Nicolaas Jouwe, dll. Sabagian besar murik tu jadi Pro-Indonesia, meski ado juo nan pro-Ulando saroman Nicolaas Jouwe pado awalnyo.
>
> (Maaf kalau ado salah namo iko manulih posting di tangah-tangah manonton Manchester Utd vs Liverpool, Ajo Sur).
>
> Wass,
>
> ANB
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: Lies Suryadi
> Sender: rant...@googlegroups.com
> Date: Sun, 13 Jan 2013 22:13:37
> To: rant...@googlegroups.com
> Reply-To: rant...@googlegroups.com
> Subject: Bls: Bls: [R@ntau-Net] Karakter inti si Minang: Sisi lain kepribadian
> Mohammad Hatta
>
> Uda Akmal,
>  
> Sangaik mungkin tu. Harus ditelusuri labiah lanjuik. Rupo e menarik, sarupo kesaksian Djamaluddin Tamin dalam buku e (1957) bahaso urang2 Minang nan bagaduru didigulkan dek Ulando tu sampai di Digul pacah: Kelompok Arif Fadillah jo nan ciek lai (lupo ambo namo e): batangka karano saliang tuduah manyalewengkan pitih kas PKI di Padang Panjang kutiko masih manjabat ketua PKI.
>  
> Ado artikel baru dari Hary Poeze di Jurnal Indonesia (vol. 94/2012) nan menarik: tentang kerjasama digulis jo Ulando di Australia (1942-1945). Mungkin rancak dibaco tu. Mungkin rancak dicari tahu apokoh ayah Pak Asmun ikuik 'diselamatkan' dek Ulando ka Australia menyusul serangan Jepang (1942). Dalam artikel tu ado daftar namo2 digulis nan dibao ka Australia.
>  
> Iko linknyo: http://cip.cornell.edu/DPubS?service=UI&version=1.0&verb=Display&handle=seap.indo
>  
> Salam,
> Suryadi
>
> Dari: "akmal@..."
> Kepada: rant...@googlegroups.com
> Dikirim: Minggu, 13 Januari 2013 13:59
> Judul: Re: Bls: [R@ntau-Net] Karakter inti si Minang: Sisi lain kepribadian Mohammad Hatta
>
> Mak Asmun, Ajo Sur,
> kalau Pak Ahmad Sju'eib masuk Digul tahun 1927, ado kemungkinan beliau sempat bertemu Chalid Salim, adik Agus Salim, yang mulai ditahan di Digul setahun kemudian dalam kapasitas sebagai wartawan "Pewarta Deli" yang berulang kali mengkritik poenale sanctie lewat tulisan-tulisannya di PD.
>
> Sebenarnya akhia tahun lalu ambo ado rencana juo ke Digul untuk sebuah riset, tapi direschedule ke tahun ko. Nanti kalau ambo jadi jalan, ambo kontak Mak Asmun. Barangkali di sinan masih ado dokumen atau catatan-catatan tentang Pak Ahmad Sju'eib untuk melengkapi data yang akan dicari Ajo Sur dari Leiden.
>
> Ambo tangah mariset profil Soegoro Atmoprasodjo nan juo surang Digoelist. Sekalian titip ka ajo Sur kalau ado link data ttg SA nan agak komprehensif tolong japri ambo.
>
> Tarimo kasih sabalunnyo.
>
> Wassalam,
>
> Akmal N.. Basral
> Cibubur
>
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> From: Lies Suryadi
> Sender: rant...@googlegroups.com
> Date: Sun, 13 Jan 2013 20:28:18 +0800 (SGT)
> To: rant...@googlegroups.com

Lies Suryadi

unread,
Jan 13, 2013, 10:14:15 AM1/13/13
to rant...@googlegroups.com
Cubadak Aia, di Piaman.
 
Salam,
Suryadi

Dari: sjamsir_sjarif <hamb...@yahoo.com>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Dikirim: Minggu, 13 Januari 2013 15:39
Judul: Re: Bls: [R@ntau-Net] Karakter inti si Minang: Sisi lain kepribadian Mohammad Hatta

sjamsir_sjarif

unread,
Jan 13, 2013, 10:14:27 AM1/13/13
to rant...@googlegroups.com
Lah ambo caliak, angku Abraham: "Nagari Cubadak telah dilihat oleh 1871 orang."
Dima bana lokasinyo Nagari Cubadak nan di Tanah Data ko? Aa nagari-nagari tetangganyo? Maklumlah MakNgah agak gata-gata jo peta :)

Salam,
-- MakNgah
--- In Rant...@yahoogroups.com, Abraham Ilyas wrote:
>

sjamsir_sjarif

unread,
Jan 13, 2013, 10:19:49 AM1/13/13
to rant...@googlegroups.com
Oh iyo ado ciek lai, Cubadak Lilin dakek Matua, Agam.
Dakek-dakek maa tu nan Cubadai aia di Piaman tu, angku Suryadi?
Salam,
-- MakNgah

Lies Suryadi

unread,
Jan 13, 2013, 10:53:09 AM1/13/13
to rant...@googlegroups.com
Iyo, Mak Ngah. Cubadak Aia indak bara jauah di utara Piaman doh.
 
Salam,
Suryadi

asmun sjueib

unread,
Jan 13, 2013, 12:35:03 PM1/13/13
to rant...@googlegroups.com, niad...@yahoo.co.id, Abraham Ilyas, an...@yahoo.com, Harry Poeze, Harry Poeze
Aww. Ddn. Suryadi, Angku Kusie ANB nan ambo banggakan jo Palanta nan berbahagia,
aaa) Tarimokasieh atas perhatian jo bantuan tasabuik, satu hal nan penting ingin ambo sampaikan adolah bahwa dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia yang dimulai oleh ramalan Datuk Tan Malaka tentang "Naar de Republiek"  dan pergulatan dengan pihak penjajahan Belanda dapeik disimak bahwa awal yang dipergunakan sebagai kereta perjoangannya adolah PKI sampai2 liau ditunjuk untuk Perwakilan Timur Jauh.
bbb) Sejarah menunjukkan bahwa strategi dan taktik perjoangan seorang Datuk Tan Malaka nan asli Nagari Pandam Gadang-Suliki serta merta menukar haluan manakala beberapa tokoh2 PKI sepeti Alimin dkk. menjalankan aksi pemberontakan terhadap kolonial Belanda yang sangat ditentang oleh Datuk Tan Malaka yang sedang berada di Manila (Maybe Dari Penjara ke Penjara karangan Tan Malaka dapat menjelaskannya lebih rinci) karena tingkat kemampuan perjoangan rakyat terjajah belum mampu dan serta merta Datuk Tan Malaka bertukar kulit menjadi PARI yang dibentuk bersama Djamaluddin Tamin, SUbakat, dll. di Bangkok. Dari titik inilah dimulainya suatu perjoangan Datuk Tan Malaka dalam mencapai Indonesia Merdeka dengan pendekatan kepada kelompok ataupun melalui gerakan Pan Islamisme yang pernah disampaikan liau dalam Kongrs di Moskwa yang sangat ditentang oleh pihak sononya dan hal tersebut telah dimanfaatkan oleh Alimin cs. Dan dari titik ini pulalah perjoangan Datuk Tan Malaka sebagai seorng Republiek yang selalu berseberangan dan tidak sejalan dengan pihak kelompok Alimin Cs.sampai dengan wafatnya beliau di Selapanggung-Kediri Jawa Timur.
ccc) Back to Laptop, bahwa dikawasan pembuangan Digoel Tanah Merah, sebagaimana ceritra alm. AS kepada kami bahwa terdapat kelompok-kelompok Merah/PKI, Sosialis, AGamais (Islam, Katholik, Kristen), PARI (Djamaluddin Tamin Cs.), Kelompok2 lainnya. Pergaulan beliau2 dengan latar belakang yang berbeda-beda ideologis berlangsung dengan baik dan malah yang ahli disektor ekonomi Bung Hatta misalnya dimana AS banyak belajar dari beliau, kalau untuk politik dengan Tokoh PARI (kemudian kami dapat mengetahui bagaimana jaringan ini adalah merupakan kelompok binaan Datuk Tan Malaka ditambah dengan Kelompok Pejoang Menteng Raya 31) sebagaimana Adam Malik menjelaskan dalam buku liau tentang Sekitar Proklamasi mislanya, dst. Dari penuturan DT kepada ambo babarapo hari liau maandok di rumah sabalun kabur ka Banten menghindari kejaran PKI nan mambarantok baliek tahun 1965, PKI SIBAR adolah singkatan dari Partai Komunis Indonesia Sarikat Indonesia Baru nan marupokan kaki tangan Ulando ;
ddd) Pencaharian kami tentang sejarah perjoangan seorang AS Putera Salimpaung yang Pejoang Digoelist dapat kami simak tidak saja ceritra demi ceritra, akan tetapi pada masa kecil ambo di SB beliau sering menenteng ambo ke wilayah Pasaman-Talu dimana disana ada seorang sahabat beliau sebut saja "alm. Rusli", hampir keseluruh Nagari di SB ambo ikuik2 dibawo dan perjalanan dimaso itu iyolah lumayan jauh dalam pikiran anak ketek, dan hampie acok kali pulo bamalam nan ambo saksikan adolah bukan lalok, tapi diskusi habis2an sampai pagi manjalang subuh.
eee) Ddn. Suryadi nan berbahagia, terlampir foto AS hitam putih sekelumit di Boven Digoel Tanah Merah dan juo maso bakaliling ke kawasan Tanah Rencong, Medan, dst. Ambo agak terperenjat juo katiko maliek foto2 AS di maso Boven Digoel nan ado ditangah hutan belantara kok banyak para tahanan mamakai Jas, Intermesso, sapulangnyo ambo dari Jepun, khususnya alah jadi Pensioner ambo naik turun angkot, bus, dan kereta api selalu memakai jas jo dasi, karano baa dek urang gaek ditangah hutan ditahun 1930-an alah mamakai jas, kok awak dijaman modern tingga di Ibukota maraso "malu" kalau indak pulo selalu mamakai jas jo dasi. heee....heeee.heee..
fff) Semoga ddn Suryadi ado wakatu jo kesempatan untuk maintip-intip file jo dokumen satantangan AS gelar Malin Permato asa Nagari Salimpaung nan mungkin alun dimusnahkan dek Ulando kapie tu.Talabih jo takurangnyo ambo sekel. menyampaikan tarimo kasih, semoga Allah selalu memberkati Ddn. dinagari Kincie aie. Amin.
Wassalam,
Haasma Depok
Catatan : *) Sebagai patokan AS adalah yang berfoto berlima duduk ditengah dengan kawan2 liau di Lhokseumawe, NAD. Foto 1 Arah jarum jam mengantarkan rekan yang telah wafat dikawasan pemakaman setempat, sedang berkerja dipinggir sungai Digoel, bersama rekan2 lima orang tsb. dimuka dan Pertandingan sepakbola dimana AS yang dikampung Nagari Salimpaung Batusangkar dikenal dengan "baling2" karena dapat berlari kencang sambil membawa bola yang katika itu dalam keadaan tidak main karena "flu berat". Foto ke 2 adalah kenang2an semasa menjadi Wedana di Pagaralam yang didatangi oleh adik Beliau yang sedang sekolah di Bandung Jawa Barat sebagai CPM dan ambo sebagai Pangeran tegak berdiri disamping orang yang selalu menjadi kebanggaan ambo yaitu AS. Selanjutnya adolah lagi-lagi foto AS bersama rekan2 sedang berisitirahat siang hari di kawasan Boven Digoel, Tanah Merah Papua.
*) Sangajo kami copy pulo ka Datuk Poeze untuk sekedar bahan tambahan liau nan juo akan manulieh pergerakan di Tanah Merah.


Dikirim: Minggu, 13 Januari 2013 19:28
foto1.jpg
foto2.jpg

Yunaldi Yahya

unread,
Jan 13, 2013, 6:06:03 PM1/13/13
to rant...@googlegroups.com
Ado kampuang cubadak ciek lai Mak Ngah di dakek Simpang Ampek Pasaman Barat

Salam

UdaYoel (Sutan Palito Alam), suku Jambak, umua 41 tahun, nagari asa Talu, Pasbar.
tingga di Denpasar
{Alam Ta Kambang Jadi Guru}
Dikirim dari iPhone

syaf...@gmail.com

unread,
Jan 13, 2013, 6:44:04 PM1/13/13
to rant...@googlegroups.com
Mak Ngah NAH

Kalau Cubadak alia apo lo tu Mak Ngah. Acok tadanga dek ambo waktu di kampuang dulu, "angku yo cubadak alia bana moh".

Salam

Syaf/Bogor


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: "sjamsir_sjarif" <hamb...@yahoo.com>
Sender: rant...@googlegroups.com
Date: Sun, 13 Jan 2013 15:19:49
To: <rant...@googlegroups.com>
Reply-To: rant...@googlegroups.com

Yunaldi Yahya

unread,
Jan 13, 2013, 7:30:02 PM1/13/13
to rant...@googlegroups.com
Ado lo Cubadak ba angek an barang seken di poles baliak...

Salam

UdaYoel (Sutan Palito Alam), suku Jambak, umua 41 tahun, nagari asa Talu, Pasbar.
tingga di Denpasar
{Alam Ta Kambang Jadi Guru}
Dikirim dari iPhone

Zul Amry Piliang

unread,
Jan 13, 2013, 8:47:36 PM1/13/13
to rant...@googlegroups.com
Sanak palanta , 

Ado carito ciek mangana-i asal usua nama cubadak , zaman saisuak ado dua urang parimbo dalam pangambaraanmyo sobok jo buah sadang masak baduri dan arum baunya , dek salah surang urang parambo buah nantun dibalah dan dan dicicipi dan tanyata manih dan kameh.
Dek kawan nantun disuruah kawannya untuk satolo mancubo sambil bakato "cubo lah kok indak " sabana manih.
Jadi sajak itu lah lakek sajo namo Cubadak kabuah nantun barasa dari kato cobalah kok indak , antah iyo antah indak wallahualam.


Zul Amry Piliang

Sent from Samsung Mobile

zubir...@rantaunet.org

unread,
Jan 13, 2013, 8:09:08 PM1/13/13
to rant...@googlegroups.com
Jan2 nagari Cubadak nn disabuik dalam dokumen Digul tu Pak Sjamsir,nagari Cubadak-Aia di dakek nagari Tanjuang Saba,Pariaman Utara.Sato sapancokian Nyit.
JB,DtRJ,bainduak Tiri di Cubadak Aia tu.
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

From: Abraham Ilyas <abraha...@gmail.com>
Date: Sun, 13 Jan 2013 22:04:58 +0700
Subject: Re: Bls: [R@ntau-Net] Karakter inti si Minang: Sisi lain kepribadian Mohammad Hatta

Di kabupaten Tanah Data ado pulo nagari nan banamo Cubadak Mak Ngah !

http://nagari.or.id/?moda=bagun&id=td16

salam


zhen...@yahoo.com

unread,
Jan 13, 2013, 9:22:52 PM1/13/13
to rant...@googlegroups.com

Cubadak tumbuah di laman, dijuluak jo ampu kaki, usah lamo tagak di laman, itu cibuak basuahlah kaki

Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: Lies Suryadi <niad...@yahoo.co.id>
Date: Sun, 13 Jan 2013 23:53:09 +0800 (SGT)
Subject: Bls: Bls: Bls: [R@ntau-Net] Karakter inti si Minang: Sisi lain kepribadian Mohammad Hatta

--

iqbal rahman

unread,
Jan 13, 2013, 10:29:28 PM1/13/13
to rantau groups
Adolo ciek lai :
Cubadak badakak dakak
Antimun batali tali ...
... Apo lanjutnyo tu
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Date: Mon, 14 Jan 2013 02:22:52 +0000
Subject: Bls: Bls: Bls: [R@ntau-Net] cubadak lo liak..

zhen...@yahoo.com

unread,
Jan 13, 2013, 10:35:42 PM1/13/13
to rant...@googlegroups.com

.....
Apak paja pai malagak
Nan bini marameh ati

Hahaaa...

Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: "iqbal rahman" <gantiye...@yahoo.com>
Date: Mon, 14 Jan 2013 03:29:28 +0000
To: rantau groups<rant...@googlegroups.com>
Subject: Re: Bls: Bls: Bls: [R@ntau-Net] cubadak lo liak..

sjamsir_sjarif

unread,
Jan 13, 2013, 10:59:59 PM1/13/13
to rant...@googlegroups.com
Acok juo saisuak tadanga pantun anak-anak ketek sambia batapuak-tapuak tangan:

Cubadak badakak-dadak
Antimun batali-tali
Apak den pai malagak
Amai den baibo hati

Sairiang jo pantun tu biaso pulo tadanga:

Cikarau badarau-darau
Dikunyak badaruak-daruak
Apak den pulang marantau
Mambawo kapalo baruak

Mungkin kaduo pantun nan agak counter culture ko mampunyoi significan sosiologi pulo. Penasaran lo awak kalau-kalau pantun nan ka duo ko lai tacantum dalam tulisan-tulisan Angku Mochtar Naim nan banyak baserak tantang "Merantau"...

Salam,
-- MakNgah
Sjamsir Sjarif
Jauah di Rantau, 13 Januari 2013

--- In Rant...@yahoogroups.com, zhendrif@... wrote:
>
>
> .....
> Apak paja pai malagak
> Nan bini marameh ati
>
> Hahaaa...
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: "iqbal rahman"
> Sender: rant...@googlegroups.com
> Date: Mon, 14 Jan 2013 03:29:28
> To: rantau groups
> Reply-To: rant...@googlegroups.com
> Subject: Re: Bls: Bls: Bls: [R@ntau-Net] cubadak lo liak..
>
> Adolo ciek lai :
> Cubadak badakak dakak
> Antimun batali tali ...
> ... Apo lanjutnyo tu
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: zhendrif@...
> Sender: rant...@googlegroups.com
> Date: Mon, 14 Jan 2013 02:22:52
> To:
> Reply-To: rant...@googlegroups.com
> Subject: Bls: Bls: Bls: [R@ntau-Net] cubadak lo liak..
>
>
> Cubadak tumbuah di laman, dijuluak jo ampu kaki, usah lamo tagak di laman, itu cibuak basuahlah kaki
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: Lies Suryadi

Abraham Ilyas

unread,
Jan 13, 2013, 11:44:54 PM1/13/13
to rant...@googlegroups.com
Mak Ngah n.a.h.

Walaupun ambo urang Tanah Data, namun baru saja lk.duo bulan yl. ambo tahu letak nagari Cubadak tsb.
Kalau kito dari arah Pd. Panjang nak ka Btsangka melalui jalan raya, mako sesudah Sikaladi dan Simabua mako di situlah letak nagari Cubadak.

Lah ado perumahan real estet bagai di sinan !
Nan paling berkesan dek ambo wakatu mengunjungi nagari tsb. iolah adonyo usaho Dendeng Kering merek Rahmat (bisa dihubungi 0813 6311 1177 atau 0813 7436 7388)..... enak sekali rasonyo !

Perusahaan, Dendeng Rahmat iko wakatu Sumbar ekspo yl. ikuik pameran di Parkir Timur Senayan ..... sayangnya tak ada follow up ekspo tsb !
Mungkin Pak Asmun bisa memfollow up usaha tsb. untuk pemasaran di Jakarta melalui koperasi IKMDepok 

salam




sjamsir_sjarif

unread,
Jan 14, 2013, 12:34:37 AM1/14/13
to rant...@googlegroups.com
Tarimo kasih Angku Abraham, lah MakNgah caliak petanyo:

http://www.mapaction.org/deployments/mapdetail/1861.html

Ruponyo Cubadak ko tamasuak Kecamaatan Limokaum batetangga jo Nagari-nagari Simabua, Tabek, Parambahan, dan Padang Magek.

Rancak tu Usaho Dendeng Kariang ko dimajukan dengan kemasan untuak urang pajalan baik turihlokal maupun mancanegara dan urang-urang moderen nan kini ko alah agak pamaleh mamasak.

Walaupun lah masuak pameran di Ibu kota, nan hasianyo alun tantu baujuang bapangka, rancaksacaro lokal digesitkan pengenalan usaho ko. Mudah-mudahan di tapi jalan Padangpanjang - Batusangka di Nagari Cubadak tu dibukak "Kios Dendeng Kariang" dengan tando jaleh untuak dicaliak urang baoto lalu linteh. Mudah-mudahan banyak nan maanyemba. Di Rantau MakNgah "beef jerkey" namonyo sangat laku sampai ka toko-toko nan ketek-ketek sampai di kadai-kadai pompa bensin.

Salam,
-- MakNgah
Sjamsir Sjarif JNUARI 13, 2013

--- In Rant...@yahoogroups.com, Abraham Ilyas wrote:
>

Lies Suryadi

unread,
Jan 14, 2013, 3:11:34 AM1/14/13
to rant...@googlegroups.com
Dialog caro Piaman:
 
Roih: "Anak si Kaman nan gadih tu kaba e kawin jo si Mudin nan baru 
           kamatian bini tu. Iyo tu, Kena?"
 
Kena: "Iyo kaba e, Ni Roih. Baa tu?"
 
Roih: "Ondeh, ibo awak, anak gadih e rancak, tapi dapek GULAI CUBADAK
           LAH BAANGEK'AN."
 
Kena: " Baa lai, Ni Roih. Payah mancaghi ughang bujang kini. Banyak nan
            indak balasero je. 'Gulai cubadak baangek'an bagai dek a nyeh, asa lai
            padek saku e, ha ha ha."
 
Roih: "Wakau Roih, ampun waden. Kepeng ka kepeng je isi utak kau."
 
 
Salam,
Suryadi
 
 
 
 

andi...@rantaunet.org

unread,
Jan 14, 2013, 3:37:54 AM1/14/13
to rantaunet rantaunet
Sanak Suryadi

Hehehehe yo padek bana dialog e, galak ambo baco e

CUBADAK BAANGEKAN ko kalo di Padang takana ambo jo kawan nan awal 80-an bali oto tambang kredit (angkot) kalau di Padang populer namonyo siti ekpres

Lalu sekitar tahun 90-an basuo jo kawan ko batanyo ambo

"Zam..lai manambang juo angku co oto siti ekpres tu"

"Lai juo jepe oto tu kini lah jadi cubadak baangek-an kini"

Maksud si Zam tu oto sito nan baru thn 80-an tu alah geroh, tapi lai bajalan juo masin dipelok-i bodi e dibadai-i baliak (didempul dan dicat baliak sekedarnyo) lalu hanyo manambang atau mangkal disimpang jalan gadang untuak maangkuik sewo jarak dakek samisal dalam komplek perumahan, carteran urang lapau di pasa pagi mambaok balanjoannyo nan banyak atau ado mahasiswa nan mancarter pindahan barang2nyo ka tampek kos barunyo

CB ko umumnyo lah mati pajak dan mati ijin trayek.

Oto tambang Cubadak Baangekan ko ado juo istilah lainnyo samo2 CB siangkatannyo yaitu Cigak Baruak :-)

Btw..sanak, nan laki si Roih. Si Mudin ko yo padek pitih e..tapi lai ndak "mati pajak" pulo ? Alias lai ado juo salero e kan :-)
Kok "mati pajak" pulo yo taniayo si Roih nan gadih rancak tu mah

Hehehe

Salam
Jepe
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: Lies Suryadi <niad...@yahoo.co.id>
Date: Mon, 14 Jan 2013 16:11:34 +0800 (SGT)
Subject: Bls: Bls: Bls: [R@ntau-Net] Karakter inti si Minang: Sisi lain kepribadian Mohammad Hatta

Asmardi Arbi

unread,
Jan 13, 2013, 2:49:26 AM1/13/13
to rant...@googlegroups.com
Dikawasan Mande, Carocok,Tarusan, Pasisia Salatan ado Pulau Cubadak., Mak
Ngah. Tapi wakatu ambo kasinan ndak ado nampak batang cubadak do. Nan ado
resort nan dikelola urang Itali.

Salam,
A.A./140112..

--------------------------------------------------
From: "sjamsir_sjarif" <hamb...@yahoo.com>
Sent: Sunday, January 13, 2013 10:14 PM
To: <rant...@googlegroups.com>
Subject: Re: Bls: [R@ntau-Net] Karakter inti si Minang: Sisi lain
kepribadian Mohammad Hatta

Lies Suryadi

unread,
Jan 14, 2013, 10:35:00 AM1/14/13
to rant...@googlegroups.com
Sanak Jepe,
 
Aha ha...iyo tabayang2 dek ambo oto Siti Expres nan lah geroh tu mah. Mungkin Datsun merek e barangkali, ndak? Kok ka basaiang di labuah nan goloang indak ka mungkin doh lai. Alah jaleh awak ka taicia taruih di balakang. Abih dek abu je awak di balakang. Sabab badan lah gegek, jalan lah barensuik, lah co baghuak si Birin patah pinggang, indak ka mungkin malompek jo manjuntai di mangga mudo doh lai.
 
Tampak e Si Mudin nan duda, calon laki anak gadih si Kaman ko, lai coga juo lai, Sanak (coga ko di Piaman ado duo mah arati e: kuaik, jo coga---ladia). Alun MATI PAJAK bagai lai, Sanak. Namuah juo lai salero e. Bantuak pinang sirah ikua baru. KADANG-KADANG KALAU BAJALAN AWAK JO WEE DI NAN RAMI, MANCALIAK INDUAK2 KO LAI BANTUAK BAGHUAK TAMPAK PIAWEH JUO BAGHU LAI: namuah basionjak mambulang tali bagai wee, kalau ndak dapek kaandak e.
 
Salam,
Suryadi

Dari: "andi...@rantaunet.org" <andi...@rantaunet.org>
Kepada: rantaunet rantaunet <rant...@googlegroups.com>
Dikirim: Senin, 14 Januari 2013 9:37
Judul: Re: Bls: Bls: Bls: [R@ntau-Net] Karakter inti si Minang: Sisi lain kepribadian Mohammad Hatta

Sanak Suryadi

Hehehehe yo padek bana dialog e, galak ambo baco e

CUBADAK BAANGEKAN ko kalo di Padang takana ambo jo kawan nan awal 80-an bali oto tambang kredit (angkot) kalau di Padang populer namonyo siti ekpres

Lalu sekitar tahun 90-an basuo jo kawan ko batanyo ambo

"Zam..lai manambang juo angku co oto siti ekpres tu"

"Lai juo jepe oto tu kini lah jadi cubadak baangek-an kini"

Maksud si Zam tu oto sito nan baru thn 80-an tu alah geroh, tapi lai bajalan juo masin dipelok-i bodi e dibadai-i baliak (didempul dan dicat baliak sekedarnyo) lalu hanyo manambang atau mangkal disimpang jalan gadang untuak maangkuik sewo jarak dakek samisal dalam komplek perumahan, carteran urang lapau di pasa pagi mambaok balanjoannyo nan banyak atau ado mahasiswa nan mancarter pindahan barang2nyo ka tampek kos barunyo

CB ko umumnyo lah mati pajak dan mati ijin trayek.

Oto tambang Cubadak Baangekan ko ado juo istilah lainnyo samo2 CB siangkatannyo yaitu Cigak Baruak :-)

Btw..sanak, nan laki si Roih. Si Mudin ko yo padek pitih e..tapi lai ndak "mati pajak" pulo ? Alias lai ado juo salero e kan :-)
Kok "mati pajak" pulo yo taniayo si Roih nan gadih rancak tu mah

Hehehe

Salam
Jepe
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages