King Sulaiman the Magnificent

32 views
Skip to first unread message

Darwin Chalidi

unread,
Jan 3, 2015, 5:45:10 PM1/3/15
to Rantau Net

Sulthan Sulaiman versi lengkap

Membangkitkan Peradaban Qur'an Kenapa mereka begitu benci dan dendam kepada Khalifah Sulaiman Al-Qonuni (King Sulaiman the Magnificentl)?

Oleh : Ustadz Aly Raihan El-Mishry hafizhahullah

Simak kisah singkat ini : Pernahkah anda mendengar tentang perang Mohacs? Sesungguhnya itu bukanlah perang..tapi pembantaian. Peristiwa ini terjadi pada 21/11/932 hijriyah.

Ringkas cerita : utusan khalifah utsmani Sulaiman al-Qonuni berangkat untuk mengambil jizyah dari raja Hongaria dan pemimpin Eropa ketika itu luis II.

Maka atas saran paus di Vatikan raja hongaria membunuh utusan Sulaiman al-Qonuni. Mendengar berita itu bersiap-siaplah Sulaiman al-Qonuni untuk menyerang Eropa. Begitu juga gereja dan eropa menyiapkan pasukannya.

Sulaiman al-Qonuni menyiapkan pasukan yang terdiri dari 100000 prajurit, 350 meriam dan 800 kapal perang. Sedangkan kekuatan eropa 200000 pasukan berkuda. 35 ribu diantaranya bersenjata lengkap dengan baju besi.

Sulaiman dan pasukannya menempuh jarai 1000 kilo meter dan berhasil merebut benteng-benteng sepanjang perjalanannya guna mengamankan jalan ketika menarik pasukannya mundur jika terjadi kekalahan. Beliau dan pasukannya melewati sungai.... yang terkenal dan menunggu di lembah Mohacs selatan Hongaria dan timur Rumania menanti pasukan Eropa yg terdiri dari Hongaria, Rumania, Kroasia, Buhemia, Kekaisaran Romawi, negara kepausan dan Polandia. Masalah yang dihadapi Sulaiman adalah banyaknya pasukan berkuda Romawi dan Hongaria yg tertutup penuh oleh baju besi yang sulit ditembus panah atau peluru.

Lalu apa yang ia lakukan? Setelah selesai sholat subuh ia berdiri dihadapan pasukannya yang menatap pasukan Eropa yang banyak yang tidak terlihat ujungnya. Kemudian ia berkata disertai tangisan (sesungguhnya Ruh Nabi Muhammad melihat kalian dengan kerinduan dan cinta) maka menangislah semua pasukan kaum muslimin.

Kemudian... Kedua pasukan saling berhadapan... Taktik perang Sulaiman adalah sebagai berikut : Ia membagi pasukannya menjadi tiga barisan sepanjang 10 km. Dan pasukan Inkisyaariah di garis depan, mereka ini adalah prajurit pilihan. Kemudian di barisan kedua pasukan berkuda dengan senjata ringan dan pasukan pejalan kaki (invanteri) diantara mereka adalah relawan.

Adapun barisan ketiga adalah beliau dan pasukan meriam. Pasukan Eropa menyerang setelah sholat ashar. Maka Sulaiman memerintahkan pasukan Inkisyaariyah bertahan selama satu jam saja. Kemudian ia memerintahkan mereka lari... Dan ia perintahkan pasukan lapis kedua untuk membuka jalan pelarian ke kiri dan ke kanan bukan ke belakang.

Sesuai arahan sulaiman para pahlawan pasukan Inkisyaariah bertahan dengan gagah berani. Dan berhasil menghancurkan kekuatan eropa dengan sempurna pada dua penyerangan bertubi-tubi yang dilancarkan eropa. Dalam satu serangan saja habis 20 ribu pasukan eropa.

Kemudian kekuatan inti pasukan eropa serempak menyerang... tibalah saat melarikan diri dan dibukalah jalan untuk lari.. maka mundurlah pasukan Inkisyaariah ke sisi kiri dan kanan diikuti pasukan infantri, sehingga jantung pasukan Utsmani benar-benar terbuka.. maka masuklah 100 ribu pasukan eropa sekaligus menuju (jebakan) jantung pasukan kaum muslimin. Dan inilah awal pembantaian itu...

Mereka langsung berhadapan dengan meriam-meriam pasukan Utsmaniyah tanpa mereka sadari. Meriam-meriam itu langsung menyalak menyambut 100 ribu pasukan eropa yang tidak sadar telah masuk jebakan. Tidak sampai satu jam musnahlah pasukan eropa semua dihantam meriam dari segala arah.. menjadi kenangan hitam orang2 kafir sampai saat ini.

Sisa-sisa pasukan eropa di garis belakang berusaha lari menyeberangi sungai.. apa daya karena ketakutan dan berdesak-desakan ribuan prajurit tenggelam di sungai.

Akhirnya pasukan eropa hendak menyerah. Dan keputusan Khalifah Sulaiman al Qonuni yang tidak pernah dilupakan Eropa sampai sekarang dan mereka mengingatnya dengan penuh dendam. Sulaiman memutuskan : Tidak ada tawanan!

Maka pasukan Utsmaniyyun menyerahkan kembali senjata kepada pasukan eropa yang ditawan agar mereka berperang lagi atau dibunuh!

Akhirnya mereka kembali berperang dengan putus asa. Berakhirlah perang dengan tewasnya raja Hongaria Louis II beserta para uskup yang tujuh orang mewakili nasrani dan utusan paus dan 70 ribu pasukan. Disamping itu 25 ribu ditawan dalam keadaan terluka.

Pasukan Utsmaniyyah melakukan parade militer di ibukota Hongaria. Setelah dua hari mengurus urusan kenegaraan di sana Khalifah Sulaiman kembali pulang ke Turki.

Pasukan Utsmaniyyah yang gugur dalam perang itu hanya 150 orang saja dan tiga ribu terluka. Selebihnya pasukan masih sempurna tanpa kurang suatu apapun walhamdulillah.

Diringkas dari web Dr. Roghib Sirjani.

Inilah kenapa dibuat film yg menjelekkan sultan sulaiman oleh orang yg benci dg islam

Ini bagian 2 nya:

Kenapa mereka begitu benci dan dendam kepada Khalifah Sulaiman al-Qonuni (King Sulaiman the Magnificentl)??? - bag. 2 -

Penaklukan pulau Rodos
(13 shafar 929 H/1 Januari 1523 M)

Pulau Rodos bagaikan duri pengahalang di kerongkongan daulah utsmaniyyah. Pulau Rodos terkenal dengan benteng bentengnya yang kokoh dan langka sehingga sultan sultan kaum muslimin muslimin tidak bisa menaklukannya bahkan seperti sultan Muhamad al-Fatih!!
Pulau Rodos dihuni oleh kaum nasrani roma yang digelari Knight of St. John yang terusir dari negeri Syam. Mereka dibawah kendali Paus di Roma. Dan mereka sangat membenci kaum muslimin. Selama tinggal di sana mereka sering menyamun kapal-kapal kaum muslimin yang menuju Hijaz. Mereka membunuhi kaum laki-laki, memperkosa para wanita dan menawan anak-anak kecil serta merampas harta dan membunuh jamaah haji dan membakar kapal-kapal kaum muslimin. Mereka memanfaatkan pulau dan benteng mereka yang kokoh sehingga mereka yakin bahwa kaum muslimin tidak akan bisa mencapai mereka
Suatu ketika kaum salibis di Rodos merompak salah satu kapal islamiyah yang penuh muatan jamaah haji dan pedagang kaum muslimin. Mereka membunuh seisi kapal dan membakar kapal tersebut.
Sultan Sulaiman al-Qonuni mendengar berita ini. Maka bangkitlah amarah beliau karena Allah. Dan ia bersumpah tidak akan beristirahat sampai berhasil menaklukan pulau Rodos dan mengusir orang-orang kafir darinya!!
Tanpa menunda-nunda Sultan Sulaiman segera menyiapkan pasukan untuk merebut pulau Rodos di darat dan di laut. Ia memanfaatkan raja-raja eropa yang sedang berperang sesama mereka. Disamping itu Paus di vatikan sibuk menghadapi dakwah martin luther dan bangkitnya kristen protestan.
Sultan Sulaiman mengirimkan pasukan besar yang dipimpin Musthofa Baasya dengan kekuatan 200 ribu prajurit didukung dengan meriam-meriam yang sangat banyak serts 700 kapal perang.
Dimulailah penyerangan terhadap dinding-dinding benteng Rodos. Hanya saja itu tidak menimbulkan dampak yang berarti dikarenakan kokohnya pertahanan pulau Rodos.
Maka sultan Sulaiman Murka...ia pun berangkat membawa pasukan-pasukan mujahidin. Beliau memimpin langsung penyerangan ke pulau Rodos. Sultan mengepungnya selama 6 bulan penuh dan terus mempersempit pengepungan. Selama pengepungan itu kaum muslimin terus menghujani benteng rodos dengan meriam bak hujan turun. Sehingga jumpah tembakan meriam sampai 220 ribu tembakan!!
Sumber-sumber sejarah menyebutkan kondisi cuaca saat pengepungan benteng pulau Rodos bahwasanya cuaca sangat buruk, hujan terus-menerus mengguyur kaum muslimin, kilat menyambar dan petir memekakkan telinga..namun itu semua tidak membuat mujahidin surut ke belakang.
Akhirnya para knight of st. John menyerah.
Sultan Sulaiman memberi mereka waktu 12 hari untuk keluar dari pulau itu. Dan beliau memberi jaminan keamanan untuk mereka dan untuk gereja serta agama mereka. Memang seperti itulah sikap Sultan Sulaiman setiap kali menaklukan negeri nasrani di Eropa.
Kemudian Sultan Sulaiman al-Qonuni memasuki pulau rodos pada 13 Shafar 929 hijriyah atau 1 januari 1523 masehi.
Maka gemparlah singgasana nasraniyah di Roma dan seluruh dunia. Dan keluarlah Knight of St John dari pulau tersebut dengan kepala tertunduk merasa hina dan kalah mereka pergi ke pulau Malta dan kemudian di gelari Knight of Malta.
Sejarawan Abdurrahim al Abbasi salah seorang saksi mata peristiwa ini menceritakan di dalam kitabnya "Minahu Robbil Bariyyah fi Fathi Rudas al Abiyya" Bahwa kaum muslimin mendapati dipulau ini 3000 orang yang ditawan Knight of St John dalam keadaan menggenaskan karena azab dan siksaan yang mereka alami.
Ia menceritakan para mujahidin menangis saat melihat kondisi para tawanan tersebut.
Sultan Sulaiman memerintahkan prajuritnya membersihkan gereja dari gambar dan berhala lalu dibuatkanlah mimbar sederhana dari kayu dan ditegakkanlah sholat jum'at dengan Sultan sebagai Khatib walillahi al Hamdu wal Minnah.

Sjamsir Sjarif

unread,
Jan 3, 2015, 6:23:05 PM1/3/15
to rant...@googlegroups.com
Aa lo hubungan carito panjang ko jo Minangkabau? Rancak dilatangahkan se postiang ko ka mailing list Surau, indak ka Lapau ...

Darwin Chalidi

unread,
Jan 3, 2015, 6:36:18 PM1/3/15
to Rantau Net

Maafkan ambo nan suko salah posting yo sanak Palanta RN dek karano asik mengikuti diskusi film Sulaiman. Insya Allah lain kali yo labiah hati2.

On Jan 4, 2015 6:23 AM, "Sjamsir Sjarif" <sjamsi...@gmail.com> wrote:
Aa lo hubungan carito panjang ko jo Minangkabau? Rancak dilatangahkan se postiang ko ka mailing list Surau, indak ka Lapau ...

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+...@googlegroups.com.
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Akmal Nasery Basral

unread,
Jan 3, 2015, 7:20:58 PM1/3/15
to rant...@googlegroups.com
MakNgah,
Mak Darwin hanyo talupo saketek manambahkan pengantar bahwa film ko (TV series) sedang jadi kontroversi di Indonesia karena menampilkan lebih banyak adegan Sultan Sulaiman bersama para harem, sehingga banyak pulo ditonton urang di ranah. Mungkin Mak Darwin merasa perlu untuk menyajikan sosok King Sulaiman (nan bukan Nabi, tapi dari Turki ko) yang lebih menekankan perannya dalam sejarah kekhalifahan Islam. 

Wassalam,

ANB

Pada 4 Januari 2015 06.23, Sjamsir Sjarif <sjamsi...@gmail.com> menulis:
Aa lo hubungan carito panjang ko jo Minangkabau? Rancak dilatangahkan se postiang ko ka mailing list Surau, indak ka Lapau ...
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---

tasrilmoeis

unread,
Jan 3, 2015, 9:05:49 PM1/3/15
to rant...@googlegroups.com
Dari pado lapau langang, ado nan maisi jo ilimu pangstauan kan rancak juo.

Tan Ameh


Sent from my Samsung device
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.

Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+...@googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Maturidi Donsan

unread,
Jan 3, 2015, 10:25:58 PM1/3/15
to rant...@googlegroups.com

Mak Ngah, pak Darwin Chalidi,  Nakan ANB, Nakan Tasril Muis dan sanak dipalanta n.a.h

 

Manuruik pandapek ambo nan pendek, mungkin nan paralu diambiak dari carito ko  adolah semangat, taktik dan keberanian  dari prajurit  denga arahan King Sulaiman.

 

Caritoko bagus dilewakan,  indak sajo ka lapau, ka surau, Minang tapi kasaluruh Indonesia, supayo:

Bangkik sumangek pribumi Indonesia ko.

Kini sumangek ko bana nan alah hampia mati  di nagari nan banamo Indonesia ko.

Indonesia  lah dilanyau se dek  tetangga, lah jadi lurah tak babatu.

 

Bagi Indo Eropah, Timur Asing nan dianggap-anggap salamoko tamu sajo dinagari ko, kiniko alah jadi tuan disiko, pribumi ko alah jadi suruah-suruahannyo.

 

Ambo raso alah saatnyo kito ansua mambangkitkan sumangek pribumi nagariko,  kalau indak pribumi NKRI ko  dilanyau urang sampai lunyah caiyie.

Ikan dicilok, pitih dimaliang, generasi dirusak dengan narkoba, kenyamanan diganggu. Mungkin batua jo kecek pak Parmadi jo Henri Yosodiningkrat,  kiro-kiro :awak takuik managakkan hukum dinagari sandiri.

 

Jadi carito King Sulaiman ko harus dilewakan kamano-mano, bukan untuk mancakak-i kawan kito nan balain agamo tapi memugeh urang lalu-lalang tak bataratik ka NKRI ko.

 

Ambo memang kini ko baru mambaco carito KING SUlAIMAN ko, ambo akui, ambo lah katinggalan kareta.

Memang ambo bukan urang dari pondok/pesantren, tapi langganan Panji Masyarakat lai taruih dari tahun 70-an, tamasuak tulisan/liputan sanak Prof DR Azumardi Azra,  (dulu jabatan beliau di Panji kalau tak salah peliput berita/ wartawan lepas, wakatu itu alun Pro DR lai),  sampai matinyo Majallah ko mendekati 2000-an. Io indak basuo carito KING SULAIMAN parang Mohacs / Hongaria dan Rodas /Rhodesia ko do.

 

Nan banyak basuo Isabela membantai di Andalusia/Granada sampai darah setinggi lutuik di kota. Di Idolakan pulo di anak mudo nan indak tau sia bana Isabela ko,  tamasuak pribumi nagari ko dengan nyanyi “Isabela” tamasuak di Padang banyaklo nan suko.

 

Untuak membarikan sumangek ka anak-anak pribumi ko ambo pernah ber-angan-angan:

Penduduak Indonesia 240 Juta, 1/3 DEWASA= 80 Juta, ½ laki-laki = 40 Juta, ½ dari iko = 20 Juta jadikan pasukan berani mati. Beri latihan KOPSAUS/PAKHAS/MARINIR.

Dituduah urang ala Nazi, nazi-lah, pado satu periode awak paralu lo untuak Indonesia ko nampaknyo “WRIGHT OR WRONG, KAMPUANG DEN”

 

Sewaktu-waktu panggil persnjatai, kerahkan untuk menghajar, tetangga-tetangga yang berkelakuan kurang baik ini atau musuh kepada kita.

 

Sekarang ini pimpinan kita dinina bobokan, ibarat huruf jawa, dipangku, mati.

Pimpinan kita di top ASEAN, dipuja-puja hanya Indonesia yang bisa mengelola ASEAN sementara kita digarajaiannyo / dipecundangi.

 

Jadi kalau kasurau sajo dilewakan King Sulaiman ko mungkin kurang langkok, komunitas surau/pondok/pesantren ko mungkin 15 % dari komunitas muda-mudi nan ado. Surau dan komunitas muda mudi ko,   hampia alah di kasim sadonyo (dimanduakan/dkebiri/dibuang bulu sumangeknyo), untuak bajuang harus jinak dsb. Baajo kabasumangek.

 

Minta info saketek ka kawan-kawan di lapau/palanta,  lai ado buku nan mamuek carito King Sulaiman ko, buku ini bagus dibaca oleh pemuda-pemuda  kita, bagaimana semangat, taktik dan keberanian  King Sulaiman beserta prajuritnya. Agar para pemuda kita ini tidak melempam saja.

 

Terakhir, iko mungkin  perasaan ambo surang, maaf bagi nan indak sapandapek.

 

Wass,

 

Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau    

asmun sjueib

unread,
Jan 5, 2015, 9:58:02 AM1/5/15
to rant...@googlegroups.com
Aww. Tks. kiriman tsb. sangat menarik sebagai suatu pelajaran sejarah kegemilangan Islam. Wass. YHaasma Depok


Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages