Anak bermain di saat matahari terbenam di Pantai Pasir Tiku Kecamatan
Tanjung Mutiara Kabupaten Agam. Pantai pasir tiku selalu ramai di
kunjungi setiap sorenya..(foto : wan)
| Mak Ngah, thn 1985 ambo pernah naiak sepeda motor dari Padang ka Simpang Ampek Pasaman. melewati Pauah kamba, Pariaman, Nareh, Sungai Limau, TIKU, manggopoh, belok ka kida Kinali...Simpang Ampek. Baranti Di Tiku di Rumah makan MUTIARA namonyo...hidangan spesifiknya banyak Seafood, gulai ikan, Cumi, dll. Jalan rancak pulo dulu. Wassalam Malam Minggu dari Palu, Ramadhanil Pitopang --- Pada Sab, 1/6/13, Sjamsir Sjarif <sjamsi...@gmail.com> menulis: |
|
Makam Terpanjang, Bergetar jika Ada Musibah
Kisah Kuburan Misterius di Negeri yang Hilang
Padang Ekspres • Sabtu, 01/06/2013 13:59 WIB • Yurisman Malalak • 595 klik

Masih ingat Korong Lubuak Laweh, Nagari Tandikek Utara, Kecamatan Patamuan, Padangpariaman? Kampung yang hilang ditelan bumi saat gempa 30 September 2009 lalu itu, masih menyimpan seribu satu cerita. Mulai dari kisah mistik, hingga cerita tentang kuburan misterius yang konon terpanjang di Minangkabau.
ADA yang menarik di balik bencana longsor di Lubuak Laweh. Salah satunya, keberadaan makam panjang di sekitar lokasi longsor. Makam panjang ini luput dari radar publik Sumbar.
Untuk menuju pandam pekuburan itu, harus berjalan kaki sekitar 30 menit menyusuri belukar dan perladangan. Di pekuburan itu, terdapat dua makam sepanjang 4 meter dan 3,5 meter. Letaknya berdampingan, layaknya pasangan suami istri. Posisi makam menghadap ke kiblat umat Islam. Sedangkan ukuran makam di sekitarnya relatif normal.
Banyak cerita misterius tentang makam panjang itu dari warga setempat. Sebelum gempa 7,9 skala Richter 30 September 2009, warga Lubuak Laweh sering mendengar bunyi getaran hebat di kuburan panjang itu.
“Memang biasanya seperti itu. Setiap kali makam itu bergetar, pertanda bakal terjadi sesuatu,” ungkap Mawardi, kakak Wali Korong Lubuak Laweh Ismail, ketika menemani Padang Ekspres menyusuri kampung yang hilang tersebut, Minggu (26/5).
Lankok beritanyo caliak di: