MOCHTAR NAIM: Bagaimana dg Mentawai dan WilAYAH mINANGKABAU LAINNYA?

108 views
Skip to first unread message

Mochtar Naim

unread,
Nov 28, 2015, 10:19:09 AM11/28/15
to RantauNet Group, Dr. Saafroedin BAHAR, Amri AZIZ, Mohcholilbaridjambek, Nasir Zulhasril, Mestika Zed, Herlina Hasan Basri, Azmi Dt Bgd Abu, Ir. Raja Ermansyah YAMIN, Yahoo!, Dr. Gusti ASNAN, Yulizal Yunus Dt. Rajo Bagindo, Prof Dr Taufik ABDULLAH, Prof. Dr Azyumardi AZRA, Prof Dr Djohermansyah DJOHAN, Ilhamy Elias, Mas'oed ABIDIN, Miko Kamal, Asmun Sjueib, Fasli JALAL, Edy Utama, Drs Sjafnir Aboe NAIN, Zulharbi Salim, Lies Suryadi, Basri Mangun, Alfitri FISIP, Harlizon MBAu, Anggun Gunawan, Irman Gusman, Feraldi W. Loeis, sayuti...@yahoo.co.id, Chairil Anwar, Zulhendri Chaniago, BADRUL MUSTAFA, yahoogroups, Novesar62, Jusril Jamarin, Nurmatias Zakaria, Dr. Herwandi WENDY, Jafrinur Jafrinur, Emil Habli HasanNaim, Kardimatus Suheimi, Arief Rangkayo Mulia, Meuthia Suyudi, Elfitra Baikoeni, BUNDO KANDUANG LIMPAPEH RUMAH GADANG BERSATU, Yuliasma Muluk, yahoogroups, Abdurrahman Aman, M. ABDUH, Amelia Naim Indrajaya, Prof.Dr Emil SALIM, Bunda Nismah, Darman - MOENIR, Novizar Zen, Riri Chaidir, Mahyudin Al Mudra, Muslim Kasim, Ambiar Lani, Khairul Jasmi, Elvira Naim, Gebuminang Pusat, Sutan Sinaro, Eri Bagindo Rajo, Opinihaluan, Sjamsir_sjarif, OBS Saldi, irwanp...@yahoo.com, Muslih Sayan, Zulfahmi Burhan, Redaksi_haluan, S. SURYADI, Zizie Fauzan, WiNda AmeLia, Datuk Endang, Ajoduta, Rahim Jabbar, Asmardi Arbi, Susi Moeis, ADMIN DIM ORI, Nina Rivai, Herman Jambak, PUSAT KAJIAN ADAT ALAM MINANGKABAU, Zuriyati Ati, Revrisond Baswir, Rizal Ramli, Yeyen Kiram, Kasim Musliar
 
BAGAIMANA DENGAN MENTAWAI
DAN WILAYAH MINANGKABAU LAINNYA?
 
Mochtar Naim
28 Nov 2015
 
D
UA hal yang segera menyeruak masuk dengan munculnya ide merubah Provinsi Sumatera Barat menjadi Provinsi Daerah Istimewa Minangkabau (DIM), yaitu: Pertama, bagaimana dengan Mentawai yang masyarakat maupun adat dan sosial-budaya serta agamanya umumnya tak sama dengan masyarakat yang di “tanah tepi” di Sumatera Barat. Masyarakat Mentawai tergolong ke dalam rumpun masyarakat Melayu Tua (Proto Malay), seperti masyarakat Batak, Dayak, dsb, sementara masyarakat Minang di tanah tepi tergolong ke dalam rumpun Melayu Muda (Deutero Malay) yang beragama Islam dan relatif lebih maju. Masyarakat Mentawai umumnya masih animis, walau banyak yang sudah dikristenkan, dan rata-rata mereka masih tradisional-bersahaja serta memakai bahasa lokal Mentawai yang berbeda dari bahasa lokal di tanah tepi, yaitu Bahasa Melayu-Minangkabau.
            Kedua, bagaimana pula dengan masyarakat Melayu lainnya yang juga tergolong ke dalam rumpun Melayu Muda (Deutero Malay) seperti halnya orang Minangkabau. Mereka walaupun berada di berbagai provinsi di Sumatera, seperti orang Minang di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Sumatera Utara dan Aceh, dan bahkan di Semenanjung Malaysia di Negeri Sembilan, Malaka, Selangor, dsb, sampaipun ke Brunai di Borneo dan Sulu dan Zamboanga di Filipina, atau bahkan pernah dulunya sampai ke Madagaskar di Afrika, mereka adalah juga orang Minang yang adatnya kebanyakan masih mengikuti pola budaya ABS-SBK seperti di Sumatera Barat juga?
*
Akan halnya dengan Mentawai, ia terletak di Lautan Samudera Hindia yang berhadapan dengan tanah tepi Minangkabau di pulau Sumatera. Kepulauan Mentawai yang terdiri dari beberapa pulau ini (terutama pulau Siberut, Sipora, Pagai), merupakan bagian dari gugusan kepulauan di pantai Barat Sumatera, dari pulau Simeulue di utara di Aceh, sampai ke pulau Enggano di selatan di Bengkulu.
            Sejak masih di zaman penjajahan Belanda, daerah-daerah di Indonesia ini dibagi ke dalam wilayah-wilayah administratif, termasuk Keresidenan. Dan Mentawai termasuk ke dalam Keresidenan Sumatera Barat, bergabung dengan daerah tanah tepi Minangkabau di pulau Sumatera. Dan persatuan ini berlanjut sampai hari ini di bawah NKRI, dengan Mentawai yang tadinya bahagian dari Kabupaten Padang-Pariaman, sekarang menjadi sebuah Kabupaten sendiri: Kabupaten Kepulauan Mentawai.
            Dengan munculnya ide menjadikan Provinsi Sumatera Barat menjadi Provinsi Daerah Istimewa Minangkabau (DIM), mau tak mau akan muncul pertanyaan, bagaimana dengan Mentawai? Secara geografis, bagaimanapun, Mentawai tentu tidak akan ke mana-mana. Posisinya tetap sama. Sampai kapanpun. Dan kalau wilayah administratifnya tetap sama dan tidak berubah, Mentawai tentu akan tetap menjadi bahagian yang integral dan tak terpisahkan dari wilayah Provinsi Sumbar yang lalu menjadi Provinsi DIM.
            Masalahnya, sebagai semua kita tahu, lebih pada masalah keserasian sosial-budaya dan agama. Selama ini tidak muncul menjadi masalah, karena walaupun penduduk Mentawai secara etnografik dan sosial-budaya serta agama tidak sama dengan penduduk di tanah tepi di  Sumatera Barat, pembahagian wilayah administratif daerah tidak dikaitkan dengan faktor budaya dan agama itu. Dengan DIM yang selain Pancasila dan UUD1945 yang berlaku secara nasional juga secara sengaja ditambahkan keharusan mentaati ajaran ABS-SBK. Sekali lagi, bagaimana dengan masyarakat Mentawai dan pun masyarakat-masyarakat non-Minang dan non-muslim lainnya yang berdomisili di Sumbar atau DIM itu?
            Jawabannya menjadi sederhana jika dengan ABS-SBK itu kita artikan dalam artinya yang hakiki, di mana Adat yang dipakai oleh penduduk muslim adalah adat yang bersendikan Syarak, sementara yang tidak sejalan, dibuang. Syarak dalam Islam, sebaliknya, tidak pernah melarang siapapun yang tidak beragama Islam menjadi warga dari sebuah Negara dan pemerintahan Islam, yang sendirinya warga yang bukan muslim juga boleh melaksanakan adat dan budaya yang dianutnya.
            Dari contoh-contoh dari negara Islam di manapun, seperti di Malaysia, Pakistan, dan negara-negara Islam lainnya di Timur Tengah dan Afrika Utara, tidak ada larangan apapun bagi non-muslim untuk tidak bisa dan tidak boleh menjadi warga yang diperlakukan sama dengan warga muslim lainnya. Aplikasinya artinya adalah juga bahwa di Provinsi DIM nantinya tidak ada larangan sama sekali bagi penduduk Mentawai maupun penduduk lainnya yang bukan muslim dan bukan Minang untuk menjadi warga NKRI yang bermukim di Provinsi DIM. Tinggal masalahnya bagi mereka untuk tetap menjadi warga NKRI di Provinsi DIM atau tidak.
            Jadi tegasnya, baik bagi non-muslim maupun bagi non-Minang yang tinggal di wilayah DIM, mereka tetap bisa dan diperlakukan sebagai sama dengan warga muslim dan warga Minang. Mereka seperti selama ini tetap diberi hak penuh untuk berbuat dalam melaksanakan hak-hidupnya sebagaimana wajarnya.
            Jadi, kekuatiran bahwa orang Mentawai dan orang-orang non-Minang dan non-muslim yang berdomisili di wilayah administratif DIM  akan mendapatkan perlakuan yang berbeda, jika kita melihat kepada contoh negara-negara Islam yang ada di manapun di dunia ini, tidaklah valid dan tidak mendasar, dan seperti mengada-ada. Masalahnya tinggal kepada yang bersangkutan masing-masing untuk menentukan sikap yang akan diperlihatkannya.
 
*
            Adapun masyarakat Minang yang menjadikan kampung halamannya di luar wilayah Provinsi Sumbar atau DIM nantinya, yang ternyata cukup luas, tidak hanya di Sumatera saja, tetapi juga sampai ke Malaysia, Borneo, Filipina dsb itu, tetaplah berlaku paradigma yang dijunjung tinggi selama ini, yaitu: “Di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung.” Seperti dengan Islam itu, takkan terbayangkan semua wilayah yang telah menjadi kampung halaman orang dan suku Minang yang tersebar luas itu akan bergabung pula menjadi termasuk wilayah administrasi Provinsi DIM. Yang benar sajalah. Dan yang benar itu, wilayah administratif Provinsi DIM adalah sama dan sebangun dengan wilayah administrasi Provinsi Sumbar sekarang ini, termasuk Mentawai. Tidak lebih dan tidak kurang.
            Khusus untuk Mentawai, DIM nantinya perlu membikinkan dan menyiapkan program khusus yang membikin segera hilang dan lenyapnya perbedaan serta diskrepansi yang menyolok antara Mentawai dan Tanah Tepi. Kekayaan alam yang berada di Mentawai sepenuhnya harus ditujukan untuk membangun dan mengejar segala ketinggalan Mentawai. Sekolah-sekolah dari SMP sampai ke PT di Tanah Tepi mesti menyediakan lowongan ekstra untuk anak-anak Mentawai yang kebutuhannya difasilitasi oleh orang tua dan warga masyarakat serta pemerintahan setempat di Tanah Tepi, di manapun anak-anak Mentawai itu bersekolah. Jika perlu Pemda Sumbar dan Pemda DIM nantinya menyediakan dana yang cukup untuk melanjutkan sekolah anak-anak Mentawai ke Jawa dan ke luar negeri sekalipun. Sekolah-sekolah yang cukup dan memadai tak kurangnya juga harus dikembangkan di Mentawai sendiri, dengan dibebaskan dari segala macam pungutan, di mana perlu.
Membangun Mentawai khususnya ke masa depan haruslah menjadi prioritas utama dan tanggung-jawab bersama kita, khususnya di DIM nanti. ***

Sjamsir Sjarif

unread,
Nov 29, 2015, 2:58:02 AM11/29/15
to RantauNet
Beko, kalau lah bosan dikacadia-i Urang DIM tu, mungkin Angkatan Baru Mentawai yang Potensial akan menggagas DIKM, Daerah Istimewa Kabupaten Mentawai .... :)

-- Nyit

Fashridjal M. Noor

unread,
Nov 29, 2015, 5:01:10 AM11/29/15
to Rantaunet

@Nyit

Copas

" Beko, kalau lah bosan dikacadia-i Urang DIM tu, mungkin Angkatan Baru Mentawai yang Potensial akan menggagas DIKM, Daerah Istimewa Kabupaten Mentawai .... :)"

Atau

DIKM

Daerah Istimewa Kepulauan Mentawai

Bukan kabupaten....tapi propinsi spt Kepulauan Riau  (KepRi).

Alasan sbg daerah istimewa?

Karena punya budaya unik turun temurun
dan
ombak yg tinggi....
sangat bagus utk berselancar sebagai negara bagian Hawaii di Amrik

Baa gak ati?

FMN/Bdg

On Nov 29, 2015 2:58 PM, "Sjamsir Sjarif" <sjamsi...@gmail.com> wrote:
Beko, kalau lah bosan dikacadia-i Urang DIM tu, mungkin Angkatan Baru Mentawai yang Potensial akan menggagas DIKM, Daerah Istimewa Kabupaten Mentawai .... :)

-- Nyit

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+...@googlegroups.com.
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Sjamsir Sjarif

unread,
Nov 29, 2015, 5:19:23 AM11/29/15
to RantauNet
Kalau baitu saroman dikecekan Nyit Sungut sari, Mentawai akan manjadi tandingan DIM pulo -- DIM, Daerah Istimewa Mentawai ...

-- Nyit

Sjamsir Sjarif

unread,
Nov 29, 2015, 5:25:18 AM11/29/15
to RantauNet
Memang bagi surfers di luar negeri, Mentawai jauh sangat dikenal dari pado Sumatera Barat.
Message has been deleted

Sjamsir Sjarif

unread,
Nov 29, 2015, 11:31:22 AM11/29/15
to RantauNet

Sjamsir Sjarif

unread,
Nov 29, 2015, 12:02:34 PM11/29/15
to RantauNet

AnwarDjambak

unread,
Nov 30, 2015, 12:17:17 AM11/30/15
to Rant...@googlegroups.com
SEJARAH JAGUH KUNGFU CHINA
TAHUKAH ANDA WONG FEI HONG ADALAH SEORANG ULAMA ISLAM YANG HEBAT..??

MUKADDIMAH
Wong Fei Hung (Faisal Hussein Wong) ternyata seorang muslim dan ia adalah ulama yang jaguh kungfu dan juga seorang tabib. Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jaguh Kung fu dalam filem Once Upon A Time in China. Dalam filem itu, watak Wong Fei Hung dimainkan oleh pelakon terkenal Hong Kong, Jet Li.

SIAPAKAH SEBENARNYA WONG FEI HUNG...?
Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, ahli Perubatan, dan ahli bela diri legenda yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun kerajaan China sering berupaya mengaburkan identiti Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga imej kekuasaan Komunis di China. Wong Fei Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila dibahasa Arab kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.

Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu perubatan tradisional, serta ahli bela diri tradisional Tiongkok (Wushu / Kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik perubatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu Wushu peringkat tertinggi. Ketinggian ilmu bela diri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Harimau Kwantung. Kedudukan Harimau Kwantung ini kemudian diwariskan kepada Wong Fei Hung.

Kombinasi antara pengetahuan ilmu perubatan tradisional dan teknik bela diri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Kerana itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan menjadikan Keluarga Wong sebagai idola mereka.

Pesakit klinik keluarga Wong yang meminta bantuan perubatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar kos perubatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pesakit yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa mempedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pilih kasih.

Secara rahsia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Kerajaan Ch’in yang rasuah dan penindas. Kerajaan Ch’in ialah Kerajaan yang merobohkan kekuasaan Kerajaan Yuan yang memerintah sebelumnya. Kerajaan Yuan ini dikenali sebagai satu-satunya Kerajaan Kaisar Cina yang anggota keluarganya ramai yang memeluk agama Islam.

Wong Fei Hung mulai mengasah bakat pertahankan diri sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarnya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung berjaya melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang menjadi lagenda. Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan handalan dari Hung Hei-Kwun, abang seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang terlepas dari peristiwa pembakaran dan pembunuhan oleh pemerintahan Kerajaan Ch’in pada 1734.

Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan Kerajaan penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea). Jika saja pemerintah Ch’in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, England, Jepun), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu nescaya akan berjaya menghalau pendudukan Kerajaan Ch’in.

Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20an tahun, ia telah menjadi ahli perubatan dan bela diri terkemuka. Bahkan ia berjaya mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan ilmu pertahankan diri semakin sukar ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktikal namun cekap yang dinamakan Jurus Cakar Harimau dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus.

Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan secara langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berjaya menewaskan lebih dari 30 orang jaguh pelabuhan berbadan tegap dan kejam di Canton. Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai ujian. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu kejadian pergaduhan dengan mafia Canton. Wong Fei Hung tiga kali menikah kerana isteri-isterinya meninggal dalam usia muda.

Setelah isteri ketiganya meninggal dunia, Wong Fei Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli bela diri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar bela diri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya. Wong Fei Hung meninggal dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenali sebagai manusia yang berhati mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim



AnwarDjambak
Alam Takambang Jadikan Guru
Sent by Maxis from my BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: Sjamsir Sjarif <sjamsi...@gmail.com>
Sender: rant...@googlegroups.com
Date: Sun, 29 Nov 2015 09:02:33
To: RantauNet<rant...@googlegroups.com>
Reply-To: rant...@googlegroups.com
Subject: Re: [R@ntau-Net] MOCHTAR NAIM: Bagaimana dg Mentawai dan WilAYAH
mINANGKABAU LAINNYA?

Suku Mentawai

https://m.youtube.com/watch?v=GGAOHA0QMhs

Sjamsir Sjarif

unread,
Nov 30, 2015, 4:06:26 PM11/30/15
to RantauNet, Rant...@googlegroups.com, alhaqir...@yahoo.com
Masyarakat Mentawai Ingin MK-Fauzi Pimpin Sumbar
Kito baco Haluan pikada tambah tambah mangangek ka Mentawai.
-- Nyit Sungut

Masyarakat Mentawai Ingin MK-Fauzi Pimpin Sumbar PDF Cetak Surel
Selasa, 01 Desember 2015 02:03

PADANG, HALUAN — Beberapa hari menjelang Pilkada 9 De­sem­ber nanti, dukungan masyarakat terhadap pasangan Muslim Kasim – Fauzi Bahar (MK–Fauzi) sema­kin mengalir. Kali ini dukungan itu datang dari masyarakat Ke­pu­lauan Mentawai.

Agustinus Sapolenggu, man­tan Ketua Forum Kepala Desa Kepulauan Mentawai periode 2008-2014, bersama dua orang rekannya yang juga mantan kepala desa di Mentawai, bersilaturahmi dengan MK di Basko Hotel, Senin (30/11).

Agustinus Sapolenggu me­nga­takan, ia jauh-jauh men­ga­run­gi lautan untuk datang ke Padang dan bertemu MK, untuk me­ngin­for­masikan bahwa masyarakat Men­tawai berharap MK-Fauzi menjadi gubernur dan wakil gunernur, karena merupakan sosok pe­mimpin yang sesuai dengan hara­pan masyarakat Mentawai.

”Kami yakin MK – Fauzi akan mampu mengayomi masya­rakat Mentawai yang terdiri dari berbagai etnis dan agama. Kami menginginkan pemimpin yang tidak mengotak-kotakkan masya­rakat ke dalam golongan tertentu. Menurut kami, pemimpin yang seperti itu ada pada sosok MK-Fauzi,” tutur Agustinus yang merupakan mantan Kepala Desa Sigapokna.

Selain tentang sosok pe­mim­pin yang memasyarakat seperti itu, kata Agustinus, pihaknya mendukung MK-Fauzi karena mengharapkan pembangunan di segala bidang, terutama infras­truktur, di Mentawai.

Menurut Agustinus, pe­me­rint­ah terdahulu kurang per­ha­tian terhadap pembangunan di Mentawai, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, infras­truktur, dan bidang lainnya. Hal itu membuat masyarakat Men­ta­wai kecewa dan merasa dikucil­kan dari daerah lain di Sumbar.

“Berbicara infrastruktur di Mentawai itu sangat minim. Akibatnya, hasil bumi yang ada di Mentawai hanya berputar di situ saja. Tidak bisa dibawa ke luar Mentawai karena keter­batasan transportasi,” ujarnya.

Pihaknya juga yakin MK-Fauzi mampu mengembangkan dan memajukan potensi yang ada di Mentawai, seperti pariwisata.

Sebelum silaturahmi itu usai, Ia menjanjikan MK – Fauzi meraup suara terbanyak di 43 desa di sana.

Mazhar Putra dari DPW Ha­nura Sumbar, yang memediasi pertemuan perwakilan masya­rakat Mentawai dengan MK itu mengatakan, semangat untuk melakukan perubahan di Ke­pulauan Mentawai memang telah tergambar dalam visi dan misi MK – Fauzi.

“Ini sejalan dengan apa yang ada dalam rencana beliau nanti­nya. Bagaimana pun Mentawai harus berubah dari yang ada saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, Muslim Kasim sangat mengapresiasi dukungan dari masyarakat Mentawai. Me­n­tawai memang perlu mendapat perhatian utama, bahkan nanti­nya akan dijadikan wilayah khu­sus untuk destinasi pariwisata internasional, terutama wisata bahari kabupaten itu. Selain itu, budaya khusus yang dimiliki Mentawai juga bisa di­kem­bang­kan untuk daya tarik wisata internasional.

Untuk mewujudkan hal itu, kata MK, diperlukan pem­bangu­nan infrastruktur yang dapat mempermudah akses ke Men­tawai seperti, pembuatan lan­dasan pesawat yang sesuai untuk kondisi daerah Mentawai.

Selain itu, untuk mem­per­mudah akses ke Men­tawai, kata MK, kapal-kapal cepat ke Men­tawai perlu diperbanyak jum­lah­nya. “Kalau kapal cepat sudah banyak, trans­portsi akan lancar dan hasil ko­mo­diti pangan, hasil laut Mentawai dapat terdistribusi ke Padang de­ng­an baik,” ujarnya. (h/dib/mg-isr)



On Sunday, November 29, 2015 at 9:17:17 PM UTC-8, alhaqir wrote:
SEJARAH JAGUH KUNGFU CHINA
....

Sjamsir Sjarif

unread,
Dec 5, 2015, 5:05:07 AM12/5/15
to RantauNet
Oh Angku MN,
Ciek lai jan lupo di Cambodia banyak lo Urang Minang. Rajo Norodom Sihanouk dulu Urang Islam Minang Bandera Sirah dari Sianok. Namo Islamnyo Nurdin Sianok .. 😜😝😬

-- Nyit

Zorion Anas

unread,
Dec 5, 2015, 5:07:52 AM12/5/15
to RantauNet

Yo sasuai IP petugas partai. Bukan petugas masyarakat


Saafroedin Bahar

unread,
Dec 5, 2015, 11:42:20 AM12/5/15
to Rantau Net Rantau Net

Ha ha ha.

Sjamsir Sjarif

unread,
Dec 5, 2015, 9:45:04 PM12/5/15
to RantauNet
Sabananyo Nurdin Sianok ko dianggap Urang Sianok, walaupun Ibunyo Urang Panampuang tapi dibawo Ayahnyo gadang di Sianok.

Kasus ko samo kasus Sech Acmad Chatib nan dianggap Urang Kotogadang sadangkan Ibunyo Urang Kototuo Balaigurah, Ampekangkek.

Baliak ka Nurdin Sianok, -- Norodom Sihanouk --namo karajaan Cambodia dimasyhurkannyo PnomPhen, Panampuang. Aaa iko nan indak banyak Urang tahu -- rasio Nyit Sungut ko -- tamasuak Angku MN sandiri. Baitu lah lawehnyo migrasi tuka-tuka namo Urang Minang ko...

Syech Achmad Chatib mambawo Namo al Minangkabawi, Nurdin Sianok mangatangahkan namo Norodom Sihanouk di PnomPhen (panampuang)...

Salamat batea-tea Lapau Langang weekend Pak Saaf. Angku MN jaan lah hantap-hantap sajo... Sambuik juolah Gayuang Minyak ko baanyo ... 😜

Nyit Sungut

Maturidi Donsan

unread,
Dec 6, 2015, 4:37:45 AM12/6/15
to rant...@googlegroups.com
Kok banyak posting nan isinyo garah sajo, apolagi sangajo dibao bagarah,  io hamba, kalau lah hamba, nan tak basalero tantu mainda.

Ado nan serius dan tatampuang di FB, mako di FB lah kini galanggangnyo.

Manganai Nurdin Sianok ko,  mungkin hak paten mak Rajo Angek Balairong Grup agaknyo

Antah ko ambo silap


Maturidi

Dr. Saafroedin Bahar

unread,
Dec 6, 2015, 10:54:46 AM12/6/15
to Rantau Net Rantau Net

Ha ha ha.

Sjamsir Sjarif

unread,
Dec 7, 2015, 3:27:33 AM12/7/15
to RantauNet
Budaya ko mungkin indak hamba,
lamang angek agak sairih tambah manih lo jo tapai itam.
Maengong ciri-ciri Budaya Minang ka Subarang Selat ...:)

https://www.youtube.com/watch?v=GOhmO3d91qQ
-- Nyit

Sjamsir Sjarif

unread,
Dec 7, 2015, 3:35:05 AM12/7/15
to RantauNet
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages