Fw: RE: [R@ntau-Net] DIM 34: TIDAK ADA MASALAH DENGAN AB SBK. Re: WARTA TIM PERUMUS KOMPILASI ... Minangkabau Disputes

94 views
Skip to first unread message

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Mar 9, 2008, 8:28:08 AM3/9/08
to Rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta,

Saya forward jawaban saya kepada Nanda Hanifah sehubungan dengan saran beliau agar saya mempergunakan metoda matematik dalam membahas ABS SBK. Muidah-mudahan ada manfaatnya.

Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, 70+6+ 27, Jakarta)


--- On Sun, 3/9/08, Dr.Saafroedin BAHAR <saaf...@yahoo.com> wrote:
From: Dr.Saafroedin BAHAR <saaf...@yahoo.com>
Subject: RE: [R@ntau-Net] DIM 34: TIDAK ADA MASALAH DENGAN ABS SBK. Re: WARTA TIM PERUMUS KOMPILASI ... Minangkabau Disputes
To: "hanifah daman" <iff...@yahoo.com>
Date: Sunday, March 9, 2008, 4:27 PM

Wassalamualaikum w.w. Ananda Hanifah Damanhuri dan para sanak sa palanta,

Saya senang Nanda mengajak saya -- dan tentunya kita semua -- untuk mengadakan pembuktian bahwa ABS SBK tidak 'tagaiang-tagiang' selama 170 tahun. Itu artinya Nanda juga meragukan kritik Syekh Akhmad Khatib al Minangkabauwi, atau kritik Buya Hamka, yang saya kutip sebagai pembuktian. Juga Nanda terkesan mengabaikan seluruh pendapat dan pertukar-fikiran selama ini dalam Rantau Net tentang ABS SBK, yang menurut Nanda Miko malah sudah mulai sejak tahun 2000.

Sebaliknya Nanda mengajak saya untuk mempergunakan metoda matematik dan ajaran Prof Mudomo [apa beliau ini orang Minang dan  tahu ABS SBK?] untuk membuktikan hipotesa saya. Mengenai ajakan Nanda ini, saya teringat obsesi orang Amerika dalam tahun 1970-an dahulu untuk mengakhiri Perang Vietnam dengan mengembangkan strategi militer dengan menggunakan metoda matematik, dan kita semua tahu bahwa selurihnya itu gagal karena kehidupan manusia jauh lebih kompleks dari yang dapat dikalkulasi secara matematik. Atau obsesi para ahli ekonometrik akhir-akhir ini  untuk memprediksi dan  mengatur ekonomi dengan rumus-rumus matematik. Kita semua tahu bagaimana hasilnya sekarang ini. Lagi pula, setahu saya ilmu pengetahuan sosial yang saya geluti selama ini mempunyai lojik dan metodologinya sendiri, yang tidak bisa begitu saja ditangani dengan metoda ilmu-ilmu lainnya.

Sebaliknya Nanda menampilkan kontra argumen dengan merujuk pada pengalaman Nanda di Banuhampu dan pengalaman beberapa orang sanak saudara Nanda, sebagai bukti bahwa 'there is nothing wrong' dengan pelaksanaan ABS SBK. Sungguh menarik, dengan jumlah 'sampling' yang demikian kecil Nanda sudah dapat menarik kesimpulan yang Nanda yakini benar. Sungguh saya merasa heran dengan gagasan [implisit] Nanda bahwa apa yang sudah baik di Banuhampu pasti juga sudah baik bagi seluruh Minangkabau.

Tetapi ada gagasan Nanda yang baik, dan dapat saya terima, yaitu bahwa kita perlu mengadakan penelitian emperik mengenai praktek ABS SBK dalam kehidupan kita orang Minangkabau, untuk mengetahui apakah pelaksanaan ABS SBK tu sudah baik atau belum.  Sewaktu saya berdebat hangat dengan salah seorang netter dalam Rantau Net ini beberapa waktu yang lalu, kan itu juga yang saya anjurkan.

Diilhami oleh gagasan Nanda ini, saya merencanakan untuk mengajukan diadakannya semacam survai di Ranah dalam proses penyusunan Kompilasi Hukum ABS SBK ini, kalau dapat nanti juga ditindaklanjuti oleh semacam riset yang lebih mendalam. Dalam kesimpulannya nanti, sudah barang tentu saya bisa saja salah, karena yang pasti benar itu hanya Ia yang Maha Tahu.

Seorang ilmuwan sosial -- yang telah pernah membaca buku Thomas Kuhn tentang perkembangan ilmu pengetahuan  -- tidak akan pernah mengklaim seluruh kebenaran bagi dirinya sendiri, atau secara kategoris menolak kemungkinan bahwa orang lain juga mungkin benar.

Agar visi Ananda ini dapat didalami secara lebih melembaga oleh Tim Perumus, saya catat sebagai DIM 34; TIDAK ADA MASALAH DENGAN ABS SBK.


Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, 70+6+27,Jakarta)
'Taqdir di tangan Allah, Nasib di tangan Manusia'
'Ya Allah, tunjukilah selalu aku jalan yang lurus dan Engkau ridhoi'
''Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya'
'Mari berlomba berbuat kebaikan'
'Puji syukur aku sampaikan pada-Mu ya Allah, atas segala rahmat dan nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepada aku dan keluargaku'.
'Setiap manusia adalah baik, sampai terbukti sebaliknya'
'Jangan pernah berhutang dan jangan mudah berpiutang'


--- On Sun, 3/9/08, hanifah daman <iff...@yahoo.com> wrote:
From: hanifah daman <iff...@yahoo.com>
Subject: RE: [R@ntau-Net] Re: WARTA TIM PERUMUS KOMPILASI ... Minangkabau Disputes
To: "saaf...@yahoo.com" <saaf...@yahoo.com>
Cc: "Rant...@googlegroups.com" <Rant...@googlegroups.com>
Date: Sunday, March 9, 2008, 7:55 AM

AWW bapak saaf yth. Kalau begitu bapak tidak bisa dong menyatakan ABSSBK
tagaiang2 salamo 170 tahun. Karena tidak ada bukti atau hasil penelitian atau
catatan sejarah yang menyatakan konsep ABSSBK gagal diterapkan di masyarakat
ranahminang. Prof Mudomo dulu ngajarin bgm cara
membuktikan kebenaran dari
suatu pernyataan. Diantaranya. Pakai induksi, cari contoh penyangkal atau pakai
kontradiksi. Misalnya untuk pernyataan bilangan primg bukanlah bilangan ganjil.
Kalau pakai cara bpk yg hanya melihat di belakang tentu bpk akan membantahnya.
Nah karena adat salingka nagari dan banyak nagari yang adatnya menurut ABSSBK
tidak akan terima pernyataan bpk tersebut. Lagi2 menurut matematika pernyataan
bpk tersebut tdk bisa diterima. Andaikan selama ini orang ranah yang muslim
tidak menjadikan atau menerapkan ABSSBK dalam hidupnya, apa jadinya
ranahminang? Kalau bpk merasa tdk menjalankan ABSSBK yah bpk periksa dulu diri
bpk sendiri. Konsep apa yang salah? Oh ya
bapak kami para cucu Djalil yang berlainan nenek barusan kumpul2 krn salah
satu dari kami menikah. Menikahnya dengan laki2 pariaman. Ha lai indak mambali
kami doh. Yang lebih menarik di jaman edan ini adalah mereka menikah
lewat
perjodohan. Asyik juga menengok marapulai tak lepas2 tatapannya ke anak daro
yang didandan sangat cantik. Mereka sama2 sarjana di perguruan tinggi terkenal.
Alhamdulilah. Smg mereka langgeng. Amin. Jangan marah ya pak, kalau tidak
berkenan. Wass. Hanifah

Dr.Saafroedin BAHAR wrote:
> Assalamualaikum w.w. Nanda Hanifah dan para sanak sa palanta, Saya percaya
bahwa bukan maksud Nanda untuk meminta data mentah atau 'raw data' dari
perkembangan sejarah Minangkabau, 1803-2008, untuk di-posting di RantauNet ini.
Sejarah tidak bermaksud menampilkan data mentah, tetapi merupakan pencarian
makna ('meaning'] terhadap kehidupan kita selaku manusia, Tidaklah
mengherankan jika dari suatru peristiwa sejarah yang sama bisa timbul berbagai
ulasan. Oleh karena itu, mungkin lebih tepat jika yang ditampilkan untuk
dibahas itu adalah kecenderungan- kecenderungan ["trends"] dari
perkembangan sebuah suku bangsa seperti
Minangkabau, serta beberapa
tonggak-tonggak sejarahnya ["historical milestones"] yang penting.
Demikianlah saya melihat Perang Paderi, 1803-1838, Syekh Akhmad Khatib al
Minangkabauwi, atau Buya Hamka -- dan tokoh-tokoh lainnya -- sebagai
> tonggak-tonggak sejarah Mnangkabau itu. Seperti biasa, terhadap
tonggak-tonggak sejarah itu ada aneka ragam persepsi serta interpretasi, bukan
hanya di masa lampau, tetapi juga pada saat ini, sehingga tantangan yang
harus kita jawab sekarang adalah bagaimana merangkumnya dan merumuskan esensi
yang terdapat di dalam keseluruhan perkembangan itu. Mengenai wacana ABS SBK
ini saya telah meminta bantuan Admin RantauNet untuk menghimpun
['mengkompilasi'] wacana yang rupanya sudah berkembang sejak tahun 2000
tanpa kesimpulan itu, sebagai sumbangan bagi Tim Perumus yang sudah dibentuk
oleh Gubernur Sumatera Barat. Saya percaya Tim ini memerlukan masukan, dari
segala macam aliran
pikiran, yang pro atau yang kontra. Tentang pertanyaan
Ananda " apa bpk sempat mendokumentasikan masalah2 yang terjadi di ranah
ketika bpk jd pejabat di ranah? ", jawabnya adalah: sudah barang
> tentu. Disertasi saya pada Universitas Gadjah Mada (1996) dan buku saya
"Masih Ada Harapan" (2004) hanya bisa saya susun karena saya termasuk
agak rajin menghimpun dokumentasi dan buku-buku. Sekedar catatan kecil, di
rumah, saya mempunyai buku yang lumayan banyak, tentang bermacam-macam subyek.
[Sewaktu arsitek menanya saya tentang tipe rumah apa yang saya inginkan,
tanpa ragu saya berkatar: 'rumah yang saya inginkan adalah sebuah
perpustakaan, yang ada kamar-kamarnya', dan memang itulah yang beliau
rancang, dan saya bangun di kompleks perumahan dinas Cidodol Baru]. Saya agak
kewalahan mengelola perpustakaan saya itu dan sekarang ini saya meminta bantuan
tiga orang tenaga ahli perpustakaan untuk membuatkan katalognya.
Mengenai
pertanyaan saya kepada Nanda apakah akan dilanjutkan upaya mengkompilasi hukum
ABS SBK ini, dalam semiloka di Universitas Andalas Juni 2007, di diskusi panel
di Arsip Nasional Januari 2008, dan dalam
> pertemuan di Padang, Maret 2008 ini para ahli berkesimpulan bahwa upaya
merumuskan ABS SBK ini perlu dilanjutkan. Alhamdulillah. Sekali lagi terima
kasih atas perhatian Nanda. Wassalam, Saafroedin Bahar (L, 70+6+26, Jakarta)
'Taqdir di tangan Allah, Nasib di tangan Manusia' 'Ya Allah,
tunjukilah selalu aku jalan yang lurus dan Engkau ridhoi'
''Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya'
'Mari berlomba berbuat kebaikan' 'Puji syukur aku sampaikan
pada-Mu ya Allah, atas segala rahmat dan nikmat yang telah Engkau anugerahkan
kepada aku dan keluargaku'. 'Setiap manusia adalah baik, sampai
terbukti sebaliknya' 'Jangan pernah
> berhutang dan jangan mudah berpiutang' --- On Sat,
3/8/08, hanifah
daman <iff...@yahoo.com> wrote: From: hanifah daman
<iff...@yahoo.com> Subject: RE: [R@ntau-Net] Re: WARTA TIM PERUMUS
KOMPILASI ... Minangkabau Disputes To: "saaf...@yahoo.com"
<saaf...@yahoo.com> Cc: "Rant...@googlegroups.com"
<Rant...@googlegroups.com> Date: Saturday, March 8, 2008, 3:40 PM Bapak
saaf, 170 tahun adalah waktu yamg sangat panjamg. Entah sudah berapa generasi
yang patah tumbuh hilang berganti di rentang waktu tersebut. Kita bisa tau apa
yang terjadi dimasalalu tentunya dari catatan sejarah. Nah bpk seringkali
menyatakan bahwa ABSSBK terkatung katung dan hanya wacana. Ifah minta data tsb
ke bpk shg bpk bisa ambil kesimpulan seperti itu. Apa mungkin pendapat
> seorang yang bukan peneliti seperti al minangkabaui dan hamka dijadikan
acuan untuk pengambilan kesimpulan? Apa cukup hanya dengan mengandalkan
tulisan2 beliau? Maaf bapak, harap maklum
kalau ifah banyak tanya. Oh ya apa
bpk sempat mendokumentasikan masalah2 yang terjadi di ranah ketika bpk jd
pejabat di ranah? Itu sen dulu nan takana. Pertanyaan bpk tt apa perlu ...
Diteruskan? Biarlah dijawab oleh yang ahli. Untuk dokumentasi kayaknya perlu.
Wass. Hanifah Dr.Saafroedin BAHAR wrote: ---
> Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
>
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ


Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.


Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.

Ahmad Ridha

unread,
Mar 9, 2008, 9:23:48 AM3/9/08
to Rant...@googlegroups.com
2008/3/9 Dr.Saafroedin BAHAR <saaf...@yahoo.com>:

> Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta,
>

Wa'alaykumus salaam warahmatullahi wabarakaatuh,

> Saya forward jawaban saya kepada Nanda Hanifah sehubungan dengan saran
> beliau agar saya mempergunakan metoda matematik dalam membahas ABS SBK.
> Muidah-mudahan ada manfaatnya.
>

Pak Saaf, pandangan itu memang akan subjektif kalau hanya melihat
pengalaman pribadi. Bu Hanifah sendiri memberikan pandangannya
berdasarkan pengalaman pribadi (mis. tidak "membeli" marapulai) dan
tentu dalam kontek pemahaman beliau akan syara'.

Oleh karena itu, sebagaimana telah sering diulang, perlu diperjelas
mana yang memang aturan adat sehingga lalu bisa diukur menurut syara'.
Pengukuran oleh syara' ini tentu juga dengan metode yang tepat menurut
syara', dengan objektif tanpa tujuan untuk menjustifikasi atau
menjelekkan adat secara keseluruhan.

Salah satu contohnya beberapa waktu lalu saya menyinggung masalah
perdukunan yang lalu dikatakan bahwa itu bukan adat. Namun secara
realita ada praktik-praktik syrik di Minangkabau. ABS-SBK harusnya
mengakomodasi pemberantasan praktik-praktik itu karena syirik besar
mengeluarkan pelakunya dari Islam dan tentu dari Minang dengan
sendirinya.

Baru-baru ini juga disinggung masalah ikan larangan. Hal ini mungkin
terlihat sepele padahal keyakinan ikan larangan seperti itu bisa
menjadi syirik juga. Membaca pembahasan oleh Indah Susilowati mengenai
ikan larangan itu disebutkan bahwa ada keyakinan di masyarakat lokal
bahwa ikan itu memiliki "magic" dan tidak dapat dimakan. Pelanggarnya
akan terkena kutukan atau hukuman sosial. Keyakinan seperti itu mesti
dihilangkan oleh ABS-SBK sedangkan praktik pengaturan musim menangkap
ikan dapat dipertahankan karena bermanfaat.

--
Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
(l. 1400 H/1980 M)

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Mar 9, 2008, 10:38:22 AM3/9/08
to Rant...@googlegroups.com

Waalaikumsalam w.w. Nanda Ahmad Ridha dan para sanak sa palanta,

 

Seperti Nanda ketahui, secara pribadi saya memang merasa ada masalah dalam pelaksanaan ABS SBK di Ranah, bukan hanya sekarang, tetapi juga sejak dahulu. Kan itu yang menyebabkan timbulnya Gerakan Paderi (1803-1821) yang berujung pada Perang Paderi (1821-1833) dan Perang Minangkabau (1833-1838).

 

ABS SBKyang 'lahir' dalam kurun pembaharuan adat dan agama di Minangkabau tersebut kelihatannya baru merupakan 'gentlemen's agreement' atau semacam 'Memorandum of Understanding' (MoU) antara fihak-fihak yang bertikai dan belum secara cukup dirinci dirumuskan agar dapat dilaksanakan.

Itulah yang sedang diusahakan sekarang, merindaklanjuti 'gentlemen' agreement' atau MoU tersebut dalam konteks dan dengan bahasa abad ke 21 ini, sehingga dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Sumbangan kecil saya adalah sekedar mencatat DIM, yang sudah mencapai jumlah 34 buah sekarang ini, dan meneruskannya kepada Tim Perumus, untuk nanti dicoba merumuskan jalan keluarnya dengan kalimat sederhana dan lugas, sehingga bisa difahami dan dilaksanakan oleh semua orang, khususnya yang belum tahu dan ingin tahu, seperti saya ini.

Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, 70+6+28, Jakarta)

'Taqdir di tangan Allah, Nasib di tangan Manusia'
'Ya Allah, tunjukilah selalu aku jalan yang lurus dan Engkau ridhoi'
''Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya'
'Mari berlomba berbuat kebaikan'
'Puji syukur aku sampaikan pada-Mu ya Allah, atas segala rahmat dan nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepada aku dan keluargaku'.
'Setiap manusia adalah baik, sampai terbukti sebaliknya'
'Jangan pernah berhutang dan jangan mudah berpiutang'


--- On Sun, 3/9/08, Ahmad Ridha <ahmad...@gmail.com> wrote:

hanifah daman

unread,
Mar 9, 2008, 12:09:19 PM3/9/08
to Rant...@googlegroups.com
Assalammualaikum WR WB Bapak Saaf yth
 
Sebelumnya ifah koreksi dulu cara bapak mengambil kesimpulan yang bapak jadikan BIM 34 ya. Ifah berikan contoh sajalah ya
 
Bilangan Prima adalah bilangan yang mempunyai faktor satu dan dirinya sendiri. Jadi himpunan bilangan Prima adalah { 2,3,5,7,11,13,17,19,23,29 ...}
Kalau kita perhatikan, terlihat bahwa hanya angka 2 saja dari bilangan prima yang bukan bilangan ganjil, dimana angka 2 adalah bilangan genap. Tapi karena adanya angka 2 sebagai bilangan genap kita tidak bisa menyatakan bahwa nilangan prima adalah bilangan ganjil. Akan lebih salah lagi kalau menyatakan bilangan prima adalah bilangan genap. Kasusnya Analog kan ?
Jadi pernyataan bapak ABSSBK terkatung katung selama 170 tahun, ifah SANGGAH. Salah satu penyangkalnya karena ada NAGARI yang berusaha menjalankan adat sesuai ajaran AlQuran misalnya di Banuhampu.
Bukan berarti dengan dilaksanakannya ABSSBK di Banuhampu itu menggambarkan ABSSBK dilaksanakan di semua Ranahminang. Kesimpulan bapak jelas salah besar
Bukan berarti pula ifah tidak menginginkan bapak mengupas ABSSBK. Seperti kata bapak Banuhampu hanya sebagian kecil dari ranahminang.
 
Hanifah sangat mendukung kalau bapak mengadakan penelitian tentang pernyataan bapak ABSSBK hanya wacana di Ranahminang.
 
Oh ya Prof Moedomo bukan rang Ranahminang. Beliau pernah jadi PJS Rektor ITB. Prof Ansyar yang orang Matur Agam juga mengajarkan hal yang sama.
 
Terlebih terkurang mohon maaf.
 
Wass
 
 
Hanifah Damnhuri

Darwin Bahar

unread,
Mar 9, 2008, 12:37:40 PM3/9/08
to rant...@googlegroups.com
Angku Syaf dan Sidang Palanta yang Terhormat

Sato Ambo Sakaki,

Kebudayaan dapat didefinisikan secara sederhana sebagai identitas dari
suatu suku atau bangsa yang membedakannya suku atau bangsa yang lain.
Barangkali kita sependapat bahwa ruh Islam masuk sangat dalam kepada
kebudayaan Minang, yang tercermin pada adagium ABSSBK, suatu hal yang
juga terjadi pada suku Aceh, yang berbeda cara mengartikulasikannya
karena pengalam sejarah kedua suku yang berbeda.

Upaya-upaya untuk mengkodifikasikasikan ABSSBK paling sedikit
mempunyai dua manfaat. Pertama untuk memperkuat memori kolektif kita
tentang jatidiri kita sebagai orang Minang, kedua kita punya acuan
dalam upaya membumikan dan melestarikan ABSSBK. Yang kita tidak boleh
lupa bahwa apa yang kita pahami dengan ABSSBK adalah pemehaman yang
terikat pada ruang dan waktu, dengan kata lain sebuah pemahaman yang
tidak sempurna. Jadi kalau ada perbedaan pemahaman antara kita pada
waktu ini, atau pemahaman kita saat ini dengan pemahaman generasi
mendatang jangan membuat kita risau.

Dalam perspektif tersebut di atas upaya-upaya untuk membumikan ABSSBK
hendaknya tidak dilakukan dengan pendekatan kekuasaan, misalnya dengan
PERDA, tetapi dengan pendekatan kultural, karena orang Minang, sesuai
dengan pengalaman kolektif orang Minang tidak mudah didekati dengan
pendekatan kekuasaan. Kalau orang Minang dikatakan "susah diatur" bagi
saya ada benarnya karena itulah kita. Itu mungkin dapat dikatakan
sebagai kelemahan tetapi tidak salah pula dikatakan di sanalah
kekuatan kita. Demokrasi dan egalitarinisme bahkan Islam tidak mungkin
tumbuh subur di tengah masyarakat yang "pak turut".

Wassalam, H Darwin Bahar St Bandaro Kayo 65-


Hayatun Nismah Rumzy

unread,
Mar 9, 2008, 3:08:18 PM3/9/08
to Rant...@googlegroups.com
Assalamu Alaikum W. W.
Dinagari bundo Talang Maua, Mungka Payokumbuah iyo lai pulo Ifah. Tidak ada adat yang menyalahi agama selama ini secara lansung. Barangkali lebih banyak sekarang orang yang ria menganggap  dia yang kaya (pada hal yang kaya Allah SWT) dia yang tahu (pada hal Allah SWT yang maha mengetahui).
Juga kalau seandainya Team Perumus ABSSBK tsb memutuskan yang berbeda dengan kebiasaan kampung kami maka akan susah mengimplementasikannya dikampung bundo. Apakah sanksinya?
Jadi menurut pendapat saya hasilnya nanti dari team perumus tsb hanyalah untuk sebagai dokumentasi tahun 2008 untuk anak cucu  sebab adat tsb mengalami erosi lambat laun.
Contohnya waktu bundo kecil  (1946 - 1947) bundo masih melihat sepasang anak manusia diarak beramai2 dan digunduli  karena mereka berpacaran dan sekarang tentu saja itu sudah bertentangan dengan HAM.
Wassalam
Hayatun Nismah Rumzy
hanifah daman <iff...@yahoo.com>
wrote:

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Mar 9, 2008, 3:50:04 PM3/9/08
to Rant...@googlegroups.com, MH Bachtiar Abna SH, H. Mas'oed ABIDIN, Dra. Adriyetti AMIR, SU, Ilhamdi TAUFIK
Assalamu'alaikum w.w. Sanak Darwin Bahar dan para sanak sa palanta,

Dalam rapat Tim Perumus yang pertama tanggal 5 Maret yang lalu masalah ini sudah dikemukakan oleh pak Bachtiar Abna dengan menanyakan apakah yang akan dirumuskan itu adalah norma hukum [yang akan pakai sanksi] atau norma etika.

Secara pribadi saya setuju dengan saran Sanak agar kita mempergunakan pendekatan kultural, yang berarti membahas dan merumuskan masalah ABS SBK ini melalui pembahasan sistem nilai serta kelembagaan yang akan melaksanakan nilai itu.

Saran Sanak ini layak masuk sebagai DIM 35 PENDEKATAN HUKUM ATAU PENDEKATAN KULTURAL.

Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, 70+6+28, Jakarta)

'Taqdir di tangan Allah, Nasib di tangan Manusia'
'Ya Allah, tunjukilah selalu aku jalan yang lurus dan Engkau ridhoi'
''Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya'
'Mari berlomba berbuat kebaikan'
'Puji syukur aku sampaikan pada-Mu ya Allah, atas segala rahmat dan nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepada aku dan keluargaku'.
'Setiap manusia adalah baik, sampai terbukti sebaliknya'
'Jangan pernah berhutang dan jangan mudah berpiutang'


--- On Sun, 3/9/08, Darwin Bahar <dba...@indo.net.id> wrote:

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Mar 9, 2008, 5:02:40 PM3/9/08
to Rant...@googlegroups.com, MH Bachtiar Abna SH, Ilhamdi TAUFIK, Dra. Adriyetti AMIR, SU, H. Mas'oed ABIDIN
Assalamualaikum w.w. Bundo Hayatun, Nanda Hanifah, dan para sanak sa palanta,

Izinkan ambo manyalo saketek. Ambo ikuik mangucapkan Alhamdulillah karano di kampuang Bundo lai sasuai sajo adat jo agamo, sarupo di Banuhampu.

Dalam rapek Tim Perumus nan ambo ikuti tanggal 5 Maret nan lalu, rasonyo indak ado kainginan mambuek rumusan nan babeda jo nan dipraktekkan di nagari, karano disadari panuah bahaso 'adat salingka nagari'. [Kalau ruang lingkup syarak tantu sajo labiah laweh dari bateh nagari].

Nan sadang dipikiakan kini adolah rumusan ABS SBK nan salain basifat 'supra nagari' juo  basifat mandasar sarato maliputi saluruah alam Minangkabau dan dimukasuikkan supayo dapek jadi pegangan bagi saluruah urang Minang, baiak di Ranah maupun di Rantau.

 Dalam posting baliau nan sairiang jo posting Bundo ko, Sanak Darwin Bahar manunjuakkan duo manfaat nan dapek kito ambiak kalau  ABS SBK tu bisa dikodifikasikan, yaitu 1)  mampakuaik memori kolektif tantang jati diri kito sabagai urang Minang; dan 2)  sabagai acuan dalam membumikan dan melestarikan ABS SBK. Sabagai tambahan, Sanak Darwin Bahar manganjurkan dipagunokannyo pendekatan kultural, bukan pendekatan kakuasaan, nan ambo satujui panuah.

Saran Bundo supayo hasil karajo Tim Perumus hanyo jadi dokumentasi 2008 untuak anak cucu, ''sebab adat tsb mengalami erosi lambat laun " marupokan saran nan rancak juo dan paralu dipatimbangkan. Posting ambo ko ambo cc-kan ka anggota Tim Perumus lain nan alah punyo alamat e-mail, untuak dapek diranuangkan. Tarimo kasih ateh paratian Bundo.

Untuak Nanda Hanifah nan indak satuju -- bahkan sampai menyalahkan dan menyanggah --jo  pandapek ambo bahaso ado masalah dalam pelaksanaan ABS ~SBK di Ranah, sambia  maajukan alasan dari jalan fikiran matematik dan baulang kali maagiah contoh di Banuhampu, itu adolah hak panuah Nanda. Hanyo rasonyo dari segi metodologi kurang tapek. Sakali lai paralu ambo sampaikan, indak sagalo hal bisa dijalehkan sacaro matematik [contoh klasik: kalau satangah galeh panuah = satangah galeh kosong, kalau dikalikan hasilnyo sacaro matematik kan panuah=kosong]. Rasonyo tiok bidang tu ado ilmu jo metodologinyo sandiri. Kasimpulan nan diambiak bisa sangaik kaliru kalau manggunokan metodologi nan kaliru.

Ambo ingin tahu, Nanda Hanifah, jadi sagalo wacana tantang ABS SBK di Rantau Net sajak tahun 2000 -- jauah sabalum ambo jadi anggota Rantau Net ko -- manuruik Nanda sabananyo adolah mubazir sajo? Dan barikuiknyo,sabagai konsekuensi,  Tim Perumus tu sabananyo indak paralu dibantuak dan indak usah malanjuikkan tugasnyo, karano dalam kanyataannyo keadaan di Ranah alah sasuai jo ABS SBK sarupo di Banuhampu ?

Kalau memang baitu, pandapek Nanda ko marupokan suatu alternatif nan menarik. Hanyo paralu Nanda ingek, ado juo sanak kito di palanta ko nan indak safaham jo Nanda, dan maraso paralu maambiak langkah untuk marumuskan ABS SBK tu supayo salain labiah janiah juo bisa dilaksanakan dalam konteks dunia kini. Ambo salah satunyo. Babeda pandapek kan indak baa, Nanda?

Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, 70+6+28, Jakarta)

'Taqdir di tangan Allah, Nasib di tangan Manusia'
'Ya Allah, tunjukilah selalu aku jalan yang lurus dan Engkau ridhoi'
''Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya'
'Mari berlomba berbuat kebaikan'
'Puji syukur aku sampaikan pada-Mu ya Allah, atas segala rahmat dan nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepada aku dan keluargaku'.
'Setiap manusia adalah baik, sampai terbukti sebaliknya'
'Jangan pernah berhutang dan jangan mudah berpiutang'


--- On Mon, 3/10/08, Hayatun Nismah Rumzy <hni...@yahoo.com> wrote:


Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.

hanifah daman

unread,
Mar 9, 2008, 7:54:13 PM3/9/08
to saaf...@yahoo.com, Rant...@googlegroups.com, bachti...@yahoo.co.id, fh...@yahoo.com, adriye...@fsastra.unand.ac.id, masoed...@yahoo.com
AWW bapak saaf. Sekali lagi ifah tekankan ke bapak. Yang ifah tidak setuju adalah tentang pernyataan bapak bahwa ABSSBK hanya wacana di ranahminang kecuali bpk bisa tunjukkan kajian ilmiah untuk rentang waktu 170 tahun. Ota dilapau apa menurut bpk bisa dijadikan referensi untuk kajian ilmiah? Sekali lagi ifah jelaskan ifah tidak keberatan bpk mengupas ABSSBK. bukankah sebagian DIM bpk tsbt ifah yang pikirkan ? Apa salah tuntutan ifah sbg warga ranah yg jg warga kampus? Bpk prof suheimi dan bpk serta ibu prof yang lain. Tolong bantu hanifah, apa hanifah keliru? Terimakasih atas perhatian bapak2 dan ibu. Wass. Hanifah

> Looking for last minute shopping deals?
> Find them fast with Yahoo! Search.
>


____________________________________________________________________________________


Be a better friend, newshound, and

know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Mar 9, 2008, 8:26:14 PM3/9/08
to Rant...@googlegroups.com
Waalaikumsalam w.w. Nanda Hanifah,

Iyo agak tatagun ambo mambaco kalimaik Nanda nan sapotong iko: "Ota dilapau apa menurut bpk bisa dijadikan referensi untuk kajian ilmiah?".  Apo indak talongsong Nanda ko ?


Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, 70+6+28, Jakarta)
'Taqdir di tangan Allah, Nasib di tangan Manusia'
'Ya Allah, tunjukilah selalu aku jalan yang lurus dan Engkau ridhoi'
''Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya'
'Mari berlomba berbuat kebaikan'
'Puji syukur aku sampaikan pada-Mu ya Allah, atas segala rahmat dan nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepada aku dan keluargaku'.
'Setiap manusia adalah baik, sampai terbukti sebaliknya'
'Jangan pernah berhutang dan jangan mudah berpiutang'


Darul M

unread,
Mar 9, 2008, 8:34:56 PM3/9/08
to Rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum WW
 
Kalau lai buliah manyalo ambo saketek, satantangan nan diangkek dek Hanifah dan Bundo Nismah bahaso dikampuang baliau baduoko lai bajalan ABSSBK tu dikampuang baliau. Ado tapino, tapi itu kan dulu, kalau kiniko baalah ko goah? Paralu pulo dipatanyokan. Sudahtu kaduo, paralupulo dipatanyokan, apo disitu iyo alah jaleh bana bajalan manuruik garih kamakan paek. Mukasuik ambo apo iyo bajalan manuruik nan saharusno. Jadi itu kan harus ado standard untuak maujino.
 
Dek ABSSBK iko dari dulu indak ado nan tatulih doh, tapi adonyo di slogan2 dan carito dari muluik ka muluik sajo, sahinggo iyo bana sarik mangatahui apo bana itu nan banamo ABSSBKko, dek indak ado nan tatulih. Sahinggo tajadilah disitu multi tafsir.
 
Dalam diskusi resmi sajo ado seorang nan dianggap ahli nan masih mangecekan adat adolah sederajat jo ugamo Islam, saliang maisi. Disiko alah ado saketek pambelok-an dari isi sasungguah no manuruik pandapak nan lain. Malah agak manyimpang dari inti dari ABSSBKko.
 
Dek itu, manuruik pandapek ambo iyo paralu bana dibuekan kompilisino, sahinggo jaleh tatulih dan dapek jadi pegangan bagi nan alun jaleh, dan jadi pegang pulo dek nan sadang mamapalajarino. Jadi rujukan bagi pengajar dan bagi rujukan bagi nan diajar, jadi disiko akan nampak garih ka makan paek tadi.
 
Dan paralu diingek, kompilasi ABSSBKko kan indak sebagai kitab suci gai doh, jadi bisa sajo diadokan perubahan apobilo indak cocok jo nan diinginkan dek masyarakat nan mamakaino. Tapi perubahan itu harus melalui perundiangan basamo pulo, sahingo dapek pulo jadi pegangan basamo pulo nantino.
 
Kudian untuak dapek pulo jadi pertimbangan, jiko tajadi perbedaan disuatu atau babarapo nagari, mako nagari nantun bisa sajo nanti mambuek tatulih pulo perbedaan itu jo kato sapakat diantaro komponen dalam nagari tu, sahinggon dapek pulo jaleh dima perbedaanno dan dapek dipacik dek anak nagari, dan indak manjadikan anak nagari tu dalam kebingguangan. Binguang ka nan nama nan bana dan nan nama nan salah.
 
Jadi pakdapek ambo, iyo paralu bana dibuek kompilasiko walau dalam keterbatasan, kan nantik dapek disempurnakan dan dimufakati pulo perubahan itu. Mungkin nan paralu disisipkan satu pasal penutup nan manyatokan bahaso kompilasiko bisa dirubah jo tatacara perubahanno sakalian.
 
Mohon maaf ambo jikok ado kato nan indak talatak pado tompaikno.
 
Wassalam WW
Darul M (54+ Jkt)

--
Thanks & Best Regards
Darul M
http://darulmakmur.wordpress.com
 
 
 

Darul M

unread,
Mar 9, 2008, 8:36:23 PM3/9/08
to Rant...@googlegroups.com, MH Bachtiar Abna SH, Ilhamdi TAUFIK, Dra. Adriyetti AMIR, SU, H. Mas'oed ABIDIN


test

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Mar 9, 2008, 8:49:47 PM3/9/08
to Rant...@googlegroups.com
Waalaikumsalam w.w. Pak Darul dan para sanak sa palanta,

Batua nan saroman pak Darul katokan tu. Kompilasi -- atau dalam istilah Sanak Darwin Bahar 'kodifikasi' -- intinyo kan sakadar manulihkan sacaro labiah akurat dan labiah sistematis apo bana kandungan isi ABS SBK tu, supayo dapek difahami dan dilaksanakan dek kito-kito ko.


Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, 70+6+28, Jakarta)
'Taqdir di tangan Allah, Nasib di tangan Manusia'
'Ya Allah, tunjukilah selalu aku jalan yang lurus dan Engkau ridhoi'
''Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya'
'Mari berlomba berbuat kebaikan'
'Puji syukur aku sampaikan pada-Mu ya Allah, atas segala rahmat dan nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepada aku dan keluargaku'.
'Setiap manusia adalah baik, sampai terbukti sebaliknya'
'Jangan pernah berhutang dan jangan mudah berpiutang'


--- On Mon, 3/10/08, Darul M <dar...@gmail.com> wrote:
From: Darul M <dar...@gmail.com>
Subject: [R@ntau-Net] Re: Fw: RE: [R@ntau-Net] DIM 34: TIDAK ADA MASALAH DENGAN AB SBK. Re: WARTA TIM PERUMUS KOMPILASI ... Minangkabau Disputes
To: Rant...@googlegroups.com

benni_inayatullah

unread,
Mar 10, 2008, 1:50:13 AM3/10/08
to rant...@googlegroups.com
Uni Hanifah, meskipun saya bukan profesor saya tergelitik juga
akhirnya ikut menanggapi topik ini. Tak ada yang salah dengan apa
yang uni paparkan, sebagai seorang yang bergerak di bidang penelitian
saya ikut mengamini pendapat Uni tentang pentingnya data dan fakta
yang bisa dipertanggungjawabkan dalam membuat suatu kebijakan publik.
Sehingga kita tidak terjebak kepada pengiringan opini atau isu yang
kebenarannya masih (sangat) dipertanyakan. Apagi kalau isu tersebut
hanya bersumber dari pendapat pribadi someone, ota di lapau, atau
bahkan penelitian sendiri yang belum teruji metodologinya.
Kalau menurut teman-teman saya sesama peneliti, tulisan yang tidak
memakai data dari sumber yang jelas dan teruji keshahihannya
dinamakan "poci-poci". Saya tidak tahu apa arti sesungguhnya poci-
poci tersebut tapi gak jauh beda dengan tulisan yang memuat data ga
jelas dengan menggiring opini orang seolah-olah isu tersebut benar
adanya.

Untuk Pak Saaf saya pikir usul uni hanifah ini sangat layak
dipertimbangkan. Survei adalah sesuatu yang jamak dilakukan oleh
lembaga manapun untuk mengetahui pendapat publik, posisi suatu isu
dalam masyarakat sebelum berlanjut kedalam proses pembuatan kebijakan
publik atau yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Jadi tidak
hanya bersumber dari pribadi-pribadi yang vokal saja namun dapat
mengetahui persepsi masyarakat itu sendiri terhadap pemahaman ABS
SBK. Apa betul masyarakat merasa belum menjalankan ABS SBK ? Dan apa
masyarakat memang menginginkan perubahan baik itu dalam hal agama
atau adat? itu bisa didapat dari survai. Gak usah banyak2 cukup 1500
– 2500 responden dan biayanya juga tidak terlalu besar untuk ukuran
APBD.

Mengenai tim perumus ABS SBK ini sendiri saya pandang teruskan saja.
Kalau untuk menjadi sebuah kekuatan pemaksa agar masyarakat
Minangkabau menjalankan ABS SBK versi tim kompilasi ini saya pikir
cost social nya sangat tinggi dan itu hampir mustahil. Tim ini tak
lebih seperti halnya pembentukan LKAAM tempo dulu . Dibentuk
pemerintah untuk memayungi pemuka-pemuka adat di nagari2 sehingga
lebih mudah dikendalikan (konyolnya lagi Pak Saaf yang hingga saat
ini mengaku tidak ahli adat malah jadi sekretaris pertama ??). Tim
kompilasi ABS SBK ini juga saya rasa begitu dibuat oleh pemerintah
yang konon katanya representatif namun pertanyaannya representatif
dari mana ?

Namun, kalau sekedar dokumentasi saya rasa bisa saja, jangankan oleh
sebuah Tim, Pak Saaf sendiri cukup mumpuni untuk menghasilkannya.
Paling tidak bisa menjadi bahan pelajaran Adat Minangkabau di sekolah
dasar atau sekolah menengah atas di ranah.
Saya pikir untuk mengubah pemahaman keagamaan atau cultural sebuah
masyarakat tidak bisa di lakukan melalui pendekatan kekuasaan (sama
seperti Mak darwin Bahar katakan). Apalagi kalau memasuki ranah agama
yang kalau istilah sekarang sesungguhnya desentralisasi yang paling
luas yaitu individu. Urusan orang beragama atau tidak, beribadah atau
tidak adalah urusan pribadi itu dengan Tuhannya. Tidak bisa dipaksa
dengan perda apapun. Meskipun perda itu bisa membuat orang memakai
jilbab atau memenuhi mesjid setiap subuh namun urusan kualitas ibadah
dan keberagamaan orang siapa yang tahu ? disinilah sesungguhhnya
peran ulama.

Namun, saat ini saya melihat orang yang menguasai agama berijazah S4
dari arabpun belum tentu bisa mempunyai pengaruh dimasyarakat. Ulama
tidak bisa hanya petantang petenteng dengan ijazah S4 saja namun juga
harus menguasai filsafat sehingga memahami hakikat kemanusiaan dan
struktur berpikir manusia. Ulama juga sebaiknya menguasai seni
sastra, karena orang yang memiliki jiwa seni mempunyai perasaan yang
halus sehingga tahu bagaimana menakhlukkan jiwa-jiwa yang angkuh.
Ulama-ulama besar tempo dulu mempunyai hal ini lihat saja HAMKA dll.
Ulama yang hanya bermodalkan retorika dan pengetahuan al Quran dan
Hadist saja, alih-alih mempengaruhi banyak orang justru membuat front
dengan masyarakat dan akhirnya dakwah tidak efektif sama sekali.
Alias dibenci orang…

Cukup disini dulu, saya mohon maaf karena mungkin banyak yang
tersinggung. Namun, dalam milis ini sepertinya kata melereng,
mendaki, menurun tidak efektif karena kita tidak tahu respon sanak
yang lain. Kadang kalau ada yang merasa dicukia puncak kadanya
memilih mendiamkan masalah biar lambat laun terlupakan. Kalau ada
yang merasa tidak berkenan, saya membuka diri untuk menyelesaikan
diluar sambil minum kopi di starbuck atau mangunyah gulai tambusu di
nasi kapau.


Salam

Ben

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Mar 10, 2008, 12:17:21 PM3/10/08
to Rant...@googlegroups.com, Edy UTAMA
Assalamualaikum w.w. Nanda Benni dan para sanak sa palanta,

Masukan Nanda yang panjang lebar itu saya forward ke Sekretaris Tim Perumus sebagai masukan.

Yang perlu saya tanggapi adalah kalimat Nanda ini : "(konyolnya lagi Pak Saaf yang hingga saat ini mengaku tidak ahli adat malah jadi sekretaris pertama ??). Kalau hanya sekedar untuk menjadi sekretaris saja  -- yang menangani masalah organisasi dan manajemen organisasi LKAAM --  rasanya saya tak konyol-konyol amat. Saat itu, selain saya sudah menjadi perwira pertama TNI,  saya juga memegang ijazah sarjana ilmu pemerintahan dan public administration  UGM, dimana saya mempelajari hukum adat dan hukum agraria, yang banyak sedikitnya terkait dengan masyarakat hukum adat. Rasanya baru konyol kalau saya jadi ketua LKAAM. Itu saja.

Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, 70+6+29, Jakarta)

'Taqdir di tangan Allah, Nasib di tangan Manusia'
'Ya Allah, tunjukilah selalu aku jalan yang lurus dan Engkau ridhoi'
''Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya'
'Mari berlomba berbuat kebaikan'
'Puji syukur aku sampaikan pada-Mu ya Allah, atas segala rahmat dan nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepada aku dan keluargaku'.
'Setiap manusia adalah baik, sampai terbukti sebaliknya'
'Jangan pernah berhutang dan jangan mudah berpiutang'


--- On Mon, 3/10/08, benni_inayatullah <benni_in...@yahoo.com> wrote:
- 2500 responden dan biayanya juga tidak terlalu besar untuk ukuran 
Alias dibenci orang...


Cukup disini dulu, saya mohon maaf karena mungkin banyak yang
tersinggung. Namun, dalam milis ini sepertinya kata melereng,
mendaki, menurun tidak efektif karena kita tidak tahu respon sanak
yang lain. Kadang kalau ada yang merasa dicukia puncak kadanya
memilih mendiamkan masalah biar lambat laun terlupakan. Kalau ada
yang merasa tidak berkenan, saya membuka diri untuk menyelesaikan
diluar sambil minum kopi di starbuck atau mangunyah gulai tambusu di
nasi kapau.


Salam

Ben




--- In Rant...@yahoogroups.com, hanifah daman <iffah62@...> wrote:
>
>
> AWW bapak saaf. Sekali lagi ifah tekankan ke bapak. Yang ifah tidak
setuju adalah tentang pernyataan bapak bahwa ABSSBK hanya wacana di
ranahminang kecuali bpk bisa tunjukkan kajian ilmiah untuk rentang
waktu 170 tahun. Ota dilapau apa menurut bpk bisa dijadikan referensi
untuk kajian ilmiah? Sekali lagi ifah jelaskan ifah tidak keberatan
bpk mengupas ABSSBK. bukankah sebagian DIM bpk tsbt ifah yang
pikirkan ? Apa salah tuntutan ifah sbg warga ranah yg jg warga
kampus? Bpk prof suheimi dan bpk serta ibu prof yang lain. Tolong
bantu hanifah, apa hanifah keliru? Terimakasih atas perhatian bapak2
dan ibu. Wass. Hanifah
>
>


benni_inayatullah

unread,
Mar 10, 2008, 9:39:36 PM3/10/08
to rant...@googlegroups.com
Baiklah Pak Saaf, mengenai kekonyolan itu saya tidak akan perpanjang
lagi. Bagaimanapun juga masa lalu tidak bisa diubah lagi tinggal
bagaimana agar dimasa kini dan yang akan datang kita tidak terperosok
dilubang yang sama.

Saya memiliki beberapa buku yang diterbitkan oleh Pusat Pengkajian
Islam dan Minangkabau (PPIM) diantaranya Implementasi ABS SBK oleh H.
Mas'oed Abidin, Bundo Kanduang dalam Kajian Islam dan BUdaya oleh
hayati Nizar, kemudian Pendidikan Matrilineal oleh Djamaris. Saya
tidak tahu apakah PPIM ini sebuah lembaga penelitian atau sekedar
penerbitan saja ? kalau memang sebuah lembaga yang fokus meneliti
tentang kajian Islam dan Minangkabau saya kira alangkah baiknya
mereka dilibatkan dalam tim kompilasi tersebut.

Cukup banyak juga buku-buku yang diterbitkan PPIM dan bagus-bagus.
saya rekomendasikan juga kepada netter sekalian untuk memiliki
koleksi buku-buku minang ini yang ditulis oleh orang yang mendalami
kajian ini juga.

Mohon maaf
Salam

Ben

Bandaro Labiah

unread,
Mar 11, 2008, 3:24:21 AM3/11/08
to Rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaykum w.w.
 
benni Inayatullah !!
 
takana lo di ambo, tasuo pulo pangajaran nan tigo tu nampakno, cadiak tahu jo pandai
cadiak jo pamikiran
tahu jo manenggang
pandai malalukan
lai bana cadiak, kok ndak pandai manenggang jo malalukan, baa janno urang ka manarimo cadiak awak tu, walau ka sampai S 7  nan batenteng
lai cadia, tahu lo manengggang, tapi ndak pandai manyampaikan, jauah pulo panggang dari api tu, ka ditarmo urang
jadi nak sampai nan dimukauk, nan di ama jadi pacah, iyo paralu katigono sakali
 
 
Wassalamu'alaykum w.w.
 
Bandaro Labiah
 


benni_inayatullah <benni_in...@yahoo.com> wrote:
===


Mengenai tim perumus ABS SBK ini sendiri saya pandang teruskan saja.
Kalau untuk menjadi sebuah kekuatan pemaksa agar masyarakat
Minangkabau menjalankan ABS SBK versi tim kompilasi ini saya pikir
cost social nya sangat tinggi dan itu hampir mustahil. Tim ini tak
lebih seperti halnya pembentukan LKAAM tempo dulu . Dibentuk
pemerintah untuk memayungi pemuka-pemuka adat di nagari2 sehingga
lebih mudah dikendalikan (konyolnya lagi Pak Saaf yang hingga saat
ini mengaku tidak ahli adat malah jadi sekretaris pertama ??). Tim
kompilasi ABS SBK ini juga saya rasa begitu dibuat oleh pemerintah
yang konon katanya representatif namun pertanyaannya representatif
dari mana ?

===


Namun, saat ini saya melihat orang yang menguasai agama berijazah S4
dari arabpun belum tentu bisa mempunyai pengaruh dimasyarakat. Ulama
tidak bisa hanya petantang petenteng dengan ijazah S4 saja namun juga
harus menguasai filsafat sehingga memahami hakikat kemanusiaan dan
struktur berpikir manusia. Ulama juga sebaiknya menguasai seni
sastra, karena orang yang memiliki jiwa seni mempunyai perasaan yang
halus sehingga tahu bagaimana menakhlukkan jiwa-jiwa yang angkuh.
Ulama-ulama besar tempo dulu mempunyai hal ini lihat saja HAMKA dll.
Ulama yang hanya bermodalkan retorika dan pengetahuan al Quran dan
Hadist saja, alih-alih mempengaruhi banyak orang justru membuat front
dengan masyarakat dan akhirnya dakwah tidak efektif sama sekali.
Alias dibenci orang...


Cukup disini dulu, saya mohon maaf karena mungkin banyak yang
tersinggung. Namun, dalam milis ini sepertinya kata melereng,
mendaki, menurun tidak efektif karena kita tidak tahu respon sanak
yang lain. Kadang kalau ada yang merasa dicukia puncak kadanya
memilih mendiamkan masalah biar lambat laun terlupakan. Kalau ada
yang merasa tidak berkenan, saya membuka diri untuk menyelesaikan
diluar sambil minum kopi di starbuck atau mangunyah gulai tambusu di
nasi kapau.


Salam

Ben




Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

benni_inayatullah

unread,
Mar 11, 2008, 3:27:49 AM3/11/08
to rant...@googlegroups.com
Waalaikumsalam

Mak Ban...
Dek Mamak tasabuik kini dek Ambo takana cako

wassalam

Ben

Bandaro Labiah

unread,
Mar 11, 2008, 3:39:29 AM3/11/08
to Rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaykum w.w.
 
ibaraik manyubarang, nan ambo baru manyensengkan sarawa, nan Benni lah tibo di subarang.. hehehehe
 
wassalamu'alaykum w,w,
 
Bandaro Labiah
 


benni_inayatullah <benni_in...@yahoo.com> wrote:

Waalaikumsalam

Mak Ban...
Dek Mamak tasabuik kini dek Ambo takana cako

wassalam

Ben

--- In Rant...@yahoogroups.com, Bandaro Labiah wrote:
>
> Assalamu'alaykum w.w.
>
> benni Inayatullah !!
>
> takana lo di ambo, tasuo pulo pangajaran nan tigo tu nampakno,
cadiak tahu jo pandai
> cadiak jo pamikiran
> tahu jo manenggang
> pandai malalukan
> lai bana cadiak, kok ndak pandai manenggang jo malalukan, baa
janno urang ka manarimo cadiak awak tu, walau ka sampai S 7 nan
batenteng
> lai cadiak, tahu lo manengggang, tapi ndak pandai manyampaikan,
jauah pulo panggang dari api tu, ka ditarmo urang
> jadi nak sampai nan dimukasuk, nan di ama jadi pacah, iyo paralu
katigono sakali
>
>
> Wassalamu'alaykum w.w.
>
> Bandaro Labiah

Nofiardi

unread,
Mar 11, 2008, 4:16:40 AM3/11/08
to Rant...@googlegroups.com
Kalo nan takah iko baa pulo ko mak Ban??
"Cadiak mambuang kawan, gapuak mambuang lamak,
tukang mambuang kayu, alim mambuang kitab"
N. Rajo Mantari

Bandaro Labiah

unread,
Mar 11, 2008, 4:22:29 AM3/11/08
to Rant...@googlegroups.com

 
Assalamu'alaykum w.w.
 
N. Rajo Mantari !!
 
mungkin, .... mungkin go eh,.. namono lah :"hancau kabirau"
 
wassalamu'alaykum w.w.
 
Bandaro Labiah

Z Chaniago

unread,
Mar 11, 2008, 4:37:47 AM3/11/08
to Rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum Ww
 
Mamanda Bandaro Labiah.... kiro-kiro nan labiah rancak itu baa ?
Mungkasuik ambo ea kiro-kiro nan harus dilakukan supayo labiah rancak ?

Wassalam

Z Chaniago - Palai Rinuak

 
2008/3/11, Bandaro Labiah <zhen...@yahoo.com>:



--
Z Chaniago - Palai Rinuak

Sukseskan Peringatan Enam Dasawarsa SMPN 1 Maninjau Ikut Membangun Pendidikan di Indonesia (1948 - 2008), 3- 5 Oktober 2008
" Pertama SMPN di Kecamatan di Indonesia "

Nofend St. Mudo

unread,
Mar 11, 2008, 5:02:58 AM3/11/08
to Rant...@googlegroups.com

Kok kecek rang tuo-tuo dikampuang ambo, iko aratinyo, kito dalam bakawan handaknyo bisa mampagunokan sadoalah urang,

jan jo jalan nan batindak bak kato awak se, walaupun awak sangek hebat..

 

Ba’a tu mah Ndaro? Lai rekafan juo kini lai ko??

Mohon maaf, kalau salah maaratian...

 

Salam

 

 


From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Nofiardi
Sent: 11 Maret 2008 15:17

Kalo nan takah iko baa pulo ko mak Ban??

"Cadiak mambuang kawan, gapuak mambuang lamak,
tukang mambuang kayu, alim mambuang kitab"

N. Rajo Mantari

 


No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.518 / Virus Database: 269.21.7/1324 - Release Date: 10/03/2008 19:27

Nofend St. Mudo

unread,
Mar 11, 2008, 5:06:18 AM3/11/08
to Rant...@googlegroups.com

Sato lo sabuah lai perihal eriang jo gendiang ko. ”Faham arieh balawan banyak, faham cadiak maangan urang”

Z Chaniago

unread,
Mar 11, 2008, 5:13:55 AM3/11/08
to Rant...@googlegroups.com
Aha.... Tan Mudo....
 
Ado kucikak sebagian kecil urang awak ko ha....
 
Kok diajak indak amuah..... kok ditinggakan mancikarau......
 
Baa kiro-kiro...
 
Wassalam

Z Chaniago - Palai Rinuak
 
Pada tanggal 11/03/08, Nofend St. Mudo <nof...@rantaunet.org> menulis:

Mantari Sutan

unread,
Mar 11, 2008, 5:13:30 AM3/11/08
to Rant...@googlegroups.com
Alua jo Patuik!
Patuik di alua



----- Original Message ----
From: Nofend St. Mudo <nof...@rantaunet.org>
To: Rant...@googlegroups.com
Sent: Tuesday, March 11, 2008 4:06:18 PM
Subject: [R@ntau-Net] Re: WARTA TIM PERUMUS KOMPILASI << nan cadiak tahu jo pandai

Sato lo sabuah lai perihal eriang jo gendiang ko. ”Faham arieh balawan banyak, faham cadiak maangan urang”



No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.518 / Virus Database: 269.21.7/1324 - Release Date: 10/03/2008 19:27


Nofend St. Mudo

unread,
Mar 11, 2008, 5:36:18 AM3/11/08
to Rant...@googlegroups.com

Pak Mantari Sutan “Barundiang siang caliak-caliak, mangecek malam agak-agak”

 


From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Mantari Sutan
Sent: 11 Maret 2008 16:14

Alua jo Patuik!
Patuik di alua




No virus found in this incoming message.


Checked by AVG.
Version: 7.5.518 / Virus Database: 269.21.7/1324 - Release Date: 10/03/2008 19:27

Ronal Chandra

unread,
Mar 11, 2008, 5:40:25 AM3/11/08
to Rant...@googlegroups.com
Sutan Mudo "Ringan samo di jinjing barek pikua surang"


"Nofend St. Mudo" <nof...@rantaunet.org> wrote:
Pak Mantari Sutan "Barundiang siang caliak-caliak, mangecek malam agak-agak"
 

From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Mantari Sutan
Sent: 11 Maret 2008 16:14

Alua jo Patuik!
Patuik di alua



Madahar (madahar)

unread,
Mar 11, 2008, 5:45:32 AM3/11/08
to Rant...@googlegroups.com
didauluan manyipak, ditinggaan manggigik. baa pulo du Nal.


From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Ronal Chandra
Sent: Tuesday, March 11, 2008 4:40 PM
To: Rant...@googlegroups.com

Subject: [R@ntau-Net] Re: WARTA TIM PERUMUS KOMPILASI << nan cadiak tahu jo pandai

Ronal Chandra

unread,
Mar 11, 2008, 5:48:56 AM3/11/08
to Rant...@googlegroups.com
Uda Batuduang Ameh, indak abeh di ambo do arati nan dibawah nangko.

Mak ndaro tolong kemenakanda ciek dulu dih, apo pulo arati nan ditulih dek kakanda ambo tu hah.

"Madahar (madahar)" <mad...@chevron.com> wrote:

benni_inayatullah

unread,
Mar 11, 2008, 5:56:06 AM3/11/08
to rant...@googlegroups.com
Kok didauluan manggigik, ditinggaan manyipak..itu Kudo...batua ndak
Mak Ban ?

--- In Rant...@yahoogroups.com, Ronal Chandra <ronal_chandra@...>
wrote:


>
> Uda Batuduang Ameh, indak abeh di ambo do arati nan dibawah nangko.
>
> Mak ndaro tolong kemenakanda ciek dulu dih, apo pulo arati nan
ditulih dek kakanda ambo tu hah.
>

> "Madahar (madahar)" <madahar@...> wrote: didauluan manyipak,

ditinggaan manggigik. baa pulo du Nal.
>
>

> ---------------------------------


> From: Rant...@googlegroups.com
[mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Ronal Chandra
> Sent: Tuesday, March 11, 2008 4:40 PM
> To: Rant...@googlegroups.com
> Subject: [R@ntau-Net] Re: WARTA TIM PERUMUS KOMPILASI << nan
cadiak tahu jo pandai
>
>
>
> Sutan Mudo "Ringan samo di jinjing barek pikua surang"
>

> "Nofend St. Mudo" <nofend@...> wrote: v\:* { BEHAVIOR: url
(#default#VML) } o\:* { BEHAVIOR: url(#default#VML) } w\:*
{ BEHAVIOR: url(#default#VML) } .shape { BEHAVIOR: url
(#default#VML) } @font-face { font-family: Estrangelo Edessa; }
@font-face { font-family: Tahoma; } @page Section1 {size: 595.3pt
841.9pt; margin: 72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; } UNKNOWN { MARGIN:
72pt 90pt } P.MsoNormal { FONT-SIZE: 12pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt; FONT-
FAMILY: "Times New Roman" } LI.MsoNormal { FONT-SIZE: 12pt; MARGIN:
0cm 0cm 0pt; FONT-FAMILY: "Times New Roman" } DIV.MsoNormal { FONT-
SIZE: 12pt; MARGIN: 0cm 0cm 0pt; FONT-FAMILY: "Times New Roman" }
A:link { COLOR: blue; TEXT-DECORATION: underline } SPAN.MsoHyperlink
{ COLOR: blue; TEXT-DECORATION: underline } A:visited { COLOR:
blue; TEXT-DECORATION: underline } SPAN.MsoHyperlinkFollowed
{ COLOR: blue; TEXT-DECORATION: underline } P { FONT-SIZE: 12pt;
MARGIN-LEFT: 0cm; MARGIN-RIGHT: 0cm; FONT-FAMILY: "Times
> New Roman"; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt:
auto } SPAN.emailstyle22 { COLOR: navy; FONT-FAMILY: Arial }
SPAN.EmailStyle19 { COLOR: navy; FONT-FAMILY: Arial; mso-style-type:
personal-reply } DIV.Section1 { page: Section1 } Pak Mantari

Sutan "Barundiang siang caliak-caliak, mangecek malam agak-agak"
>
>

> ---------------------------------


>
>
> From: Rant...@googlegroups.com
[mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Mantari Sutan
> Sent: 11 Maret 2008 16:14
>
>
> Alua jo Patuik!
> Patuik di alua
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>

> ---------------------------------

Riri Chaidir

unread,
Mar 11, 2008, 5:57:50 AM3/11/08
to Rant...@googlegroups.com
Nal,
 
Terjemahan ke bahasa Indonesia: "Jual secepatnya, atau setidaknya, titipkan ke tetangga ...,"
 
Ri2

Tasril Moeis

unread,
Mar 11, 2008, 6:06:09 AM3/11/08
to Rant...@googlegroups.com
Kalau lah mantun mungkin nan cocok di lindeh sen lah.
 
Tan Ameh

Nofiardi

unread,
Mar 11, 2008, 6:07:43 AM3/11/08
to Rant...@googlegroups.com
Dikutip dari : amarullahfatimah
 
BEBERAPA KETENTUAN-KETENTUAN ADAT MINANGKABAU

Ketentuan-ketentuan Adat Minangkabau dituangkan dalam bentuk pepatah-petitih, mamang, bidal, pantun dan gurindam Adat yang dijadikan rujukan setiap persoalan.

1. Ketentuan Adat tentang kedudukan seseorang sebagai pribadi :

Pulai batingkek naiak,maninggakan ruweh ji buku,
mati rimau maninggakan balang, mati gajah maniggakan gadiang,
mati manusia maninggakan jaso.

- Nan kuriak iolah kundi, nan merah iolah sago,
nan baiak iolah budi, nan endah iolah baso.

- Pulau pandan jauah ditangah, dibaliak pulau anso dua,
hancua luluah dikanduang tanah, budi baiak takana juo.

- Pisang ameh baok balaie, masak sabuah didalam peti,
utang ameh dapek di baia, utang budi dibaok mati.

- Saukua mako manjadi, sasuai mako takanak,
jo kok pandai bamain budi, urang jauh jadi dunsanak.

- Talangkang carano kaco, badarai carano kendi,
sipuluik samo rang randangkan, bacanggang karano baso,
bacarai karano budi, itu nan samo rang pantangkan.

- Dek ribuik rabahlah padi, dicupak nak urang canduang,
iduik kok tak babudi, duduak tagak kamari tangguang.

- Batang anau paantak tungku, pangkanyo sarang limpasan,
ligundi di sawah ladang, sariak indak babungo lai.
Mauleh kalau mambuku, mambuah kalau mangasan,
budi kok kelihatan dek urang, iduik indak baguno lai.

- Kuat rumah karanao sandi, rusak sandi rumah binaso,
kuat bangso karano budi, rusak budi hancualah bangso.


2. Larangan adat kepada setiap pribadi :

- Kok gadang jan malendo, panjang jan malindih,
mahariak mahantam tanah, bataratak bakato asiang,
nan babana kapangka langan, nan batuak ka ampu kaki.

- Mangguntiang dalam lipatan, manuhuak kawan sairiang,
malakak kuciang didapua, manahan jarek dipintu,
mancari dama kabawah rumah, mamapeh dalam balango.

- Pilin kacang nak mamanjek, pilian jatiang nak barisi,
lain geleang panokok, asiang kacundang sapik,
duduak sarupo urang kumanjau, tagak saroman kamambali.

- Kacak langan bak langan, kacak batih lah bak batih,
bak sibujang joloang babakarih, bak sigadih jolong basubang,
lonjak labu dibanam.

- Geleang kapalo bak si patuang inggok, sifat ibarat lipeh tapanggang,
tingkah ibarat caciang kapanasan, bak baluik di galitiak ikua.

3. Yang harus diingat dalam pergaulan terutama terhadap yang tua umurnya :

- Jalan mandata ingek tataruang, jalan manurun ta antak-antak,
jalan mandaki sasak angok, jalan malereang kok tagalincia.

- Nan tuo dihormati, nan ketek dikasihi,
samo gadang baok bakawan,
ibu-bapo labiah sakali, guru dihargoi.

- Manyuak diilia-ilia, bakato dobawah-bawah,
dimano bumi dipijak, disinan langik dijunjuang,
dimano rantiang dipatah,sinan sumua dikali,
dimano sumua dikali, sinan aia disauak,
dimano nagari diuni, sinan adat dipakai,
lawik sati rantau batuah.

- Malu batanyo sasek dijalan, sagan bagalah hanyuik sarantau,
nan tahu diposo-poso ayam, nan tahu dikili-kili jawi,
nan tahu dikayu tinggi alang.

- Gadang buayo dimuaro, gadang garundang dikubangan,
gadang samuik diliangnyo, gadang nago dikualo.


4. Pemimpin yang bijaksana

Adalah pemimpin yang menghargai dan mempergunakan setiap orang sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

- Nan bungkuak katangkai bajak, nan lurui katangkai sapu,
satampok kapapan tuai, nan ketek kapasak suntiang.


- Panarahan kakayu api, abunyo kapupuak padi,
Nan buto pahambui lasuang, nan pakak pamasang badia,
nan lumpuah paunyi rumah, nan binguang di suruah-suruah,
nan cadiak bakeh batanyo, nan alim bakeh baguru,
nan pandai bakeh baiyo, nan kayo tampek batenggang,
nan elok palawan dunia.


5. Karena adat itu basandi sarak, syarak basandi kitabullah, maka menjadi kokoh dan sempurna adat minangkabau karenanya.

- Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah,
syarak mangato adat mamakai, simuncak mati tarambau,
kaladang mambaok ladiang, lukolah paho kaduonyo,
Adat jo syarak di Minangkabau, ibarat aua jo tabiang,
sanda manyanda kaduonyo.

- Tasindoroang jajak manurun, takukiak jajak mandaki,
Adat jo syarak kok tasusun, bumi sanang padi manjadi.

- Kesudahan adat ke balairung, kesudahan dunia akhirat,

- Limbago jalan batampuah, itu karajo niniak mamak,

- Sarugo diimam taguah, Narako dilaku awak,

- Pariangan manjadi tampuak tangkai, Pagaruyuang pusek tanah data,
tigo luhak rang mangatokan, adat jo syarak kok bacarai,
tampek bagantuang nan lah sakah, tampek bapijak nan lah taban.

- Indak dapek sarimpang padi, batuang dibalah kaparaku,
indak dapek bakandak hati, kandak Allah nan balaku,


dan sebagainya sebagainya.

6. Adat Minangkabau menjungjung tinggi kemanusiaan yang adil dan beradap, karena bahasa adat di Minangkabau bersamaan artinya dengan adab dalam bahasa Arab. Budi yang baik motor penggerak rasa kemanusiaan yang adil dan beradab.

- Nak mulia tepati janji, nak tinggi naiakkan budi,
nak halui baso jo basi, nak taguah paham dikunci,
nak luruih rantangkan tali, nak elok lapangkan hati.

- Kabukik samo mandaki, kalurah samo manurun,
tatungkuik samo makan tanah, tatilantang samo minum ambun,
tarapuang samo anyuik, tarandam samo basah.

- Nan barek samo dipikua, nan ringan samo dijinjiang,
rusuah samo dipujuak, anyuik samo dipinteh,
tarapuang samo dikaik, tabanam samo disalami.

- Nan elok baimbauan, nan buruak bahambauan,
alek nan bapanggia, tibo dinan buruak bahambuan.


Sekali-kali jangan bersifat :

- Cadiak mambuang kawan, gapuak mambuang lamak,
tukang mambuang kayu, alim mambuang kitab.


7. Adat Minangkabau mengutamakan persatuan dan kesatuan, dan rasa kebersamaan.

- Raso aia kamatang, raso minyak kakuali,
nan bakabek rasan tali, nan babungkui rasan daun.

- Saciok bak ayam, sadanciang bak basi,
sakabek bak lidih, saikek bak siriah,
salubang bak tabu, sarumpun bak sarai,
satandan bak pinang.

- Gadangnyo bakabungan, panjangnya bakaratan,
lawehnyo basibiran, saadat salimbago,
sahino samalu salai satidak, malu tak dapek diagiah,
suku tak dapek dianjak.

- Sikua kabau bakubang, sakandang kanai luluaknyo,
surang makan cubadak, sado kanai gatahnyo.

- Sakoroang sakampuang, sasuku sanagari,
sabangso sa tanah aia.

- Barang pusako dilipek, parang samun samo dihado'i,
kok kusuik-kusuik bulu ayam, kok pacah-pacah palupuah,
tak bulia kusuik sarang tampuo, atau pecah tatimpo nan bak kaco.


8. Adat Minangkabau menjunjung tinggi prinsip musyawarah mufakat :

- Walaupun inggok nan mancakam, kuku nan tajam tak baguno,
bago mamegang tampuak alam, kato mufakat nan kuaso.

- Duduk surang basampik-sampik, duduk basamo-samo balapang-lapang,
lamak siriah lega carano, lamak kato dilega buni,
kato surang dibulati, kato basamo dipaiyokan.

- pincalang biduak rang tiku, nampak nan dari si tinjau lawik,
basilang kayu dalam tungku, disinan api makonyo iduik.

- Ba iyo-iyo jo adiak, ba tido-tido jo kakak,
di cari bana nan saukua, dipiliah kato nan sabuah.

- Saukua mangko manjadi, sasuai mangko takanak,
elok diambiak jo mufakat, buruak dibuang jo etongan.

- dibulekkan aia kapambuluah, bulek baru digolekkan,

- pipiah baru dilayangkan, bulek jan basuduik pipiah jan basanding,
data balantai papan, licin balantai camin.

- tapawik makanan lantak,
takuruang makanan kunci,

- randah tak dapek dilangkahi,
tinggi tak dapek kito panjek,


dan lain sebagainya.

9. Keadilan sosial sangat mendapat tempat dalam Adat Minangkabau, karena penggeraknya adalah budi dan malu serta disinari oleh sinar ke-Tuhan-an Adat Basandi Syara', syara' basandi kitabullah.

- Kehilangan samo marugi, mandapek samo balabo,
maruyuang siliah baganti, nan sagu bagi basamo,

- Maukua samo panjang, mambilai samo laweh,
gadang kayu gadang bahan, ketek di agiah bacacah,
gadang dibagi baumpuak,

- Senteng bilai-mambilai, kurang tukuak-manukuak,
salah samo dibatua kan, lupo samo diingekkan,

- nan lamah samo dituweh, nan condong samo ditungkek,
nan ado samo dimakan, nan indak samo dicari,

dan lain sebagainya.

10. Ekonomi mendapat tempat dalam adat minangkabau secara khusus.

- Sawah gadang satampang baniah, makanan urang tigo luak,
dek pandai niniak baragiah, sampai kini baitu juo.

- sa sukek duo baleh taia, dicupak mako digantang,
nan lunak ditanam baniah, nan kareh dibuek ladang,
nan lancah palapeh itiak, ganangan katabek ikan,
bukik batu katambang ameh, padang ana bakeh taranak,
batanam nan bapucuak, memeliharo nan banyawo.

- Dek ameh sagalo kameh, dek padi sagalo jadi,
elok lenggang dinan data, rancak rarak dihari paneh,
elok baso dinan lai, ilang rono dek panyakik,
ilang bangso tak barameh.


Untuk hal yang demikian dituntut oleh Adat :

- Hari sehari diparampek, malam samalam dipatigo,
agak agiahkan jo ulemu, kok duduak marawik ranjau,
kok tagak maninjau jarak, duduak ba pamenan,
tagak baparintang.

- jikok bajalan ba aleh tapak,
malenggang babuah tangan malangkah babuah batiah,
bakato baaleh lidah.


11. Ketentuan tentang hukum :

- Hukum batando aso, cupak batando duo,
kusuik disalasaikan, karuah dijanihi.

- di paruik jan dikampihkan, dimato jan dipiciangkan,
didado jan dibusuangkan, bahukum adia bakato bana,
indak buliah bakatian kiri, lurui bana dipegang sungguah.


12. Tentang tertuduah dalam sesuatu karena ada bukti kecurigaan.

- Anggang lalu atah jatuah, pulang pagi babasah-basah.

- dibaok ribuik dibaok angin, dibaok pikek dibaok langau,

- Bajua ba murah murah, ditanyo jawab batimbang.

- Bajalan bagageh gageh, kacondongan mato rang banyak.

- Tasindorong jajak manurun, tatukiak jajak mandaki.

- lah bauriah bak sipasan, lah bajajak nan bak bakiak.


13. Ketentuan larangan hukum yang terlanggar oleh seseorang.

- Dago mambari malu, sumbang salah laku parangai,

- samun saka tagak dibateh, umbuak umbi budi marangkak,

- curi maliang taluang didindiang, tikam bunuh padang badarah,

- sia baka sabatang suluah, upeh racun batabuang sayak.

Nofend St. Mudo

unread,
Mar 11, 2008, 6:19:21 AM3/11/08
to Rant...@googlegroups.com

Mungkin nan mak Batuduang Ameh (Emas Payungnya) makasuik sarupo iko kali yohh

”Umpamo jawi balang puntuang, didulukan inyo manyipak, dikamudiankan inyo mananduak”.

 

Tapi antahlah, caro salingka nagari lo mungkin, heheheee..

 

Kok aratinya dan makasuiknyo, mungkin mak BA alah jalas, apolai si ronal,

Cuman kadang icak2 ndak tau.

 

Pituah rang gaek ambo, mungkin sarupo iko perihal diateh

 

Adolah sipat seseorang nan indak elok, pengen manang sendiri (egois yo bahaso gaulnyo?)

Nan indak mamikiakan keselamatan uang lain, nan jadi masalah deknyo slalu inyo kamukokan

Sadang inyo indak mempunyai kemampuan.

 

Antahlah… Mohon Maaf..

"Ambo nan bukan cadiak pandai, ulemu di Tuhan tasimpannyo.

Kok senteang batolong bilai tandonyo kito samo sabanso"

 


From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Madahar (madahar)
Sent: 11 Maret 2008 16:46
To: Rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] Re: WARTA TIM PERUMUS KOMPILASI << nan cadiak tahu jo pandai

 

didauluan manyipak, ditinggaan manggigik. baa pulo du Nal.

 


Ronal Chandra

unread,
Mar 11, 2008, 6:31:42 AM3/11/08
to Rant...@googlegroups.com
Ndehhhhhhh Sutan Mudo pandai bana mah, tandas aden dek nyo mah. Kalau diambo co iko pasan mandeh Suten Mudo :

bajalan salangkah mahadok suruik
bakato sapatah dipikia an
balayia manantang pulau
bajalan manatang bateh
bakato manuju bana

talonsong kaki inai pa ubek
talonsong muluik ameh panabuih

sumua urang digali
aia urang disauak
rantiang urang di patah
bakato dibawah bawah

pandai-pandai mambaok badan
salamaik hiduk di dunia
itu bana pasan mande kanduang

Regards
Ronal Chandra


"Nofend St. Mudo" <nof...@rantaunet.org> wrote:
Mungkin nan mak Batuduang Ameh (Emas Payungnya) makasuik sarupo iko kali yohh
"Umpamo jawi balang puntuang, didulukan inyo manyipak, dikamudiankan inyo mananduak".
 
Tapi antahlah, caro salingka nagari lo mungkin, heheheee..
 
Kok aratinya dan makasuiknyo, mungkin mak BA alah jalas, apolai si ronal,
Cuman kadang icak2 ndak tau.
 
Pituah rang gaek ambo, mungkin sarupo iko perihal diateh
 
Adolah sipat seseorang nan indak elok, pengen manang sendiri (egois yo bahaso gaulnyo?)
Nan indak mamikiakan keselamatan uang lain, nan jadi masalah deknyo slalu inyo kamukokan
Sadang inyo indak mempunyai kemampuan.
 
Antahlah... Mohon Maaf..
"Ambo nan bukan cadiak pandai, ulemu di Tuhan tasimpannyo.
Kok senteang batolong bilai tandonyo kito samo sabanso"
 

From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Madahar (madahar)
Sent: 11 Maret 2008 16:46
To: Rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] Re: WARTA TIM PERUMUS KOMPILASI << nan cadiak tahu jo pandai
 
didauluan manyipak, ditinggaan manggigik. baa pulo du Nal.
 

Nofend St. Mudo

unread,
Mar 11, 2008, 6:41:30 AM3/11/08
to Rant...@googlegroups.com

Tuhkan Mak BA???

 

Jadi pastinyo, bilo undangan baralek tu ka di kirim NAL?

 


From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Ronal Chandra
Sent: 11 Maret 2008 17:32

Ndehhhhhhh Sutan Mudo pandai bana mah, tandas aden dek nyo mah. Kalau diambo co iko pasan mandeh Suten Mudo :

bajalan salangkah mahadok suruik
bakato sapatah dipikia an
balayia manantang pulau
bajalan manatang bateh
bakato manuju bana


Ronal Chandra

unread,
Mar 11, 2008, 7:04:19 AM3/11/08
to Rant...@googlegroups.com
Iyo haluih caro nofen membimbing ambo, iko fen dibawah mah informasi nyo

ka bakeh Niniak mamak alim ulama ahli aka cadiak pandai
nan gadang basa batuah
gadang babingkah tanah kabasaran salungka aua
tuah malingkuang minangkabau

bari maaf ambo nyampang kok salah manulih
maklumkan lah ambo umua nan baru sataun jaguang
darah nan baru satampuak punang
pangatahuan saketek pangalaman kurang

supayo adaik nan ndak lakang dek paneh
ndak lapuak dek ujan
jadi pangatahuan bakeh
kasado generasi minang

Insya Allah ambo ka pai melamar anak gadih lintau pada hari sabtu tanggal 22 Febuari 2008 satalah tu langsuang dibahas parudingan sekali berkenaan dengan wakatu dan tanggal baralek nyo.

Insya Allah kalau diizinkan allah dan tidak melanggar syariat agama, baralek nantun rencano nyo akan diadakan di Padang dan memakai adat kedua belah pihak yaitu Cupak 'Solok' dan Lintau 'Tanah Datar'.

Berkenaan dengan alek diateih ko ambo minta doa ka saluruh dunsanak supayo apo nan mencari cito cito kami baduo dan keluarga keluarga kami dapat berjalan dengan baik. Amin.


Salam Hormat
Ronal Chandra

Note : kalau salah petatah petitihnya dimaafkan yo.



"Nofend St. Mudo" <nof...@rantaunet.org> wrote:
Tuhkan Mak BA???
 
Jadi pastinyo, bilo undangan baralek tu ka di kirim NAL?
 

From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Ronal Chandra
Sent: 11 Maret 2008 17:32

Ndehhhhhhh Sutan Mudo pandai bana mah, tandas aden dek nyo mah. Kalau diambo co iko pasan mandeh Suten Mudo :

bajalan salangkah mahadok suruik
bakato sapatah dipikia an
balayia manantang pulau
bajalan manatang bateh
bakato manuju bana



benni_inayatullah

unread,
Mar 11, 2008, 7:10:07 AM3/11/08
to rant...@googlegroups.com
Mantap Nal,

mudah-mudahan lanca sajo prosesi tu handaknyo. Pernikahan adolah
salah satu sisi iduik nan paliang indah.

Salam

Ben

--- In Rant...@yahoogroups.com, Ronal Chandra <ronal_chandra@...>
wrote:
>

> "Nofend St. Mudo" <nofend@...> wrote: v\:* {behavior:url
(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url
(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} st1\:*
{behavior:url(#default#ieooui) } Tuhkan Mak BA???


>
> Jadi pastinyo, bilo undangan baralek tu ka di kirim NAL?
>
>

> ---------------------------------


>
>
> From: Rant...@googlegroups.com
[mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Ronal Chandra
> Sent: 11 Maret 2008 17:32
>
>
> Ndehhhhhhh Sutan Mudo pandai bana mah, tandas aden dek nyo mah.
Kalau diambo co iko pasan mandeh Suten Mudo :
>
> bajalan salangkah mahadok suruik
> bakato sapatah dipikia an
> balayia manantang pulau
> bajalan manatang bateh
> bakato manuju bana
>
>
>
>
>
>
>

> No virus found in this outgoing message.
> Checked by AVG.
> Version: 7.5.518 / Virus Database: 269.21.7/1324 - Release Date:
10/03/2008 19:27
>
>
>
>
>

> ---------------------------------

Nofend St. Mudo

unread,
Mar 11, 2008, 7:31:04 AM3/11/08
to Rant...@googlegroups.com

Salamaik Nal, kalau co iko lah cocok mah… gadi lintau si “R” yohh..

Tapi ka pai kok tanggal 22 Feb nal? 22 Maret mungkin yo?

 

Salam

 


From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Ronal Chandra
Sent: 11 Maret 2008 18:04

Insya Allah ambo ka pai melamar anak gadih lintau pada hari sabtu tanggal 22 Febuari 2008 satalah tu langsuang dibahas parudingan sekali berkenaan dengan wakatu dan tanggal baralek nyo.

Insya Allah kalau diizinkan allah dan tidak melanggar syariat agama, baralek nantun rencano nyo akan diadakan di Padang dan memakai adat kedua belah pihak yaitu Cupak 'Solok' dan Lintau 'Tanah Datar'.

Berkenaan dengan alek diateih ko ambo minta doa ka saluruh dunsanak supayo apo nan mencari cito cito kami baduo dan keluarga keluarga kami dapat berjalan dengan baik. Amin.


Salam Hormat
Ronal Chandra


Ronal Chandra

unread,
Mar 11, 2008, 8:15:36 AM3/11/08
to Rant...@googlegroups.com
Nah alah salah pulo ambo fen he he he. Iyo fen tanggal 22 Maret 2007 insya allah pai no.Thanks Fen


"Nofend St. Mudo" <nof...@rantaunet.org> wrote:
Salamaik Nal, kalau co iko lah cocok mah... gadi lintau si "R" yohh..
Tapi ka pai kok tanggal 22 Feb nal? 22 Maret mungkin yo?
 
Salam
 

From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Ronal Chandra
Sent: 11 Maret 2008 18:04

Insya Allah ambo ka pai melamar anak gadih lintau pada hari sabtu tanggal 22 Febuari 2008 satalah tu langsuang dibahas parudingan sekali berkenaan dengan wakatu dan tanggal baralek nyo.

Insya Allah kalau diizinkan allah dan tidak melanggar syariat agama, baralek nantun rencano nyo akan diadakan di Padang dan memakai adat kedua belah pihak yaitu Cupak 'Solok' dan Lintau 'Tanah Datar'.

Berkenaan dengan alek diateih ko ambo minta doa ka saluruh dunsanak supayo apo nan mencari cito cito kami baduo dan keluarga keluarga kami dapat berjalan dengan baik. Amin.


Salam Hormat
Ronal Chandra


hambociek

unread,
Mar 11, 2008, 8:49:24 AM3/11/08
to Rant...@googlegroups.com
Jo isyarat, kijok mato, body language, dibisiakkan ssst:
"Dindiang batalingo!"

Jo Pantun Lagu Taktontong:
Taktontong Kalamai Jaguang,
tagunda-gunda Kacambuang Basi.
Elok-elok Urang di Kampuang,
Angku Palo di Kantua baisi ...

--MakNgah
Sjamsir Sjarif

--- In Rant...@yahoogroups.com, "Nofend St. Mudo" <nofend@...> wrote:
>
> Pak Mantari Sutan "Barundiang siang caliak-caliak, mangecek malam
agak-agak"

> _____


hambociek

unread,
Mar 11, 2008, 9:00:33 AM3/11/08
to Rant...@googlegroups.com
Oops, edit kato "Elok-elok" cako jadi "Ingek-ingek".
Lupokan postiang sabalunnyo, pakai nan batua di bawah ko.
Salam,
--MakNgah

--- In Rant...@yahoogroups.com, "hambociek" <hambociek@...> wrote:
>
> Jo isyarat, kijok mato, body language, dibisiakkan ssst:
> "Dindiang batalingo!"
>
> Jo Pantun Lagu Taktontong:
> Taktontong Kalamai Jaguang,
> tagunda-gunda Kacambuang Basi.
> Ingek-ingek Urang di Kampuang,

Elthaf (elthaf)

unread,
Mar 11, 2008, 8:16:25 PM3/11/08
to Rant...@googlegroups.com, Djalal, Syafril (syafrid)
Ronald,
Salamaik yooo, akhirnya balabuah juo kapa ka Taluak Bayua..., lahia dan gadang di Betawi nan panggilan ranah labiah kuek juo he..he...
Ambo lah basuo dan lah basilaturrahim jo kaduonyo... Nan CPP ganteng dan gagah, nan CPW rancak, manih dan bajilbab, S1 jo S2 di Spr, samo-samo pinter dan samo-samo santiang... basuo rueh jo buku,
Ambo ikuik mandoakan, semoga berjalan dengan lancar prosesi pelamarannyo, amiin.
Wassalam,
Elthaf


From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Ronal Chandra
Sent: Tuesday, March 11, 2008 7:16 PM

To: Rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] Re: WARTA TIM PERUMUS KOMPILASI << nan cadiak tahu jo pandai

Dewis...@prima.co.id

unread,
Mar 11, 2008, 8:40:06 PM3/11/08
to Rant...@googlegroups.com

Nal,
Minjam istilah ketua (Miko), "Lai pasti info tuh ?"

Kok lai pasti salamaik dari ambo sekeluarga, semoga lancar urusannyo, dan mambina rumah tanggo Sakinah.
Kok baralek di padang, ditunggu pulo lah do'a salamaik di jakarta.

Jadi nan itu juo urangnyo Fen, initial R tu !

Salam
Is





Ronal Chandra <ronal_...@yahoo.com>
Sent by: Rant...@googlegroups.com

11/03/2008 18:04

Please respond to
Rant...@googlegroups.com

To
Rant...@googlegroups.com
cc

Subject
[R@ntau-Net] Re: WARTA TIM PERUMUS KOMPILASI << nan cadiak tahu jo pandai

Madahar (madahar)

unread,
Mar 11, 2008, 8:46:16 PM3/11/08
to Rant...@googlegroups.com
kalo ndak mangkon lah. di dauluan inyo mangikia, dikudianan inyo manyipak. mungkin iko lai abeh dek Ronal ndak.


From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Ronal Chandra
Sent: Tuesday, March 11, 2008 4:49 PM

To: Rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] Re: WARTA TIM PERUMUS KOMPILASI << nan cadiak tahu jo pandai

Madahar (madahar)

unread,
Mar 11, 2008, 9:04:42 PM3/11/08
to Rant...@googlegroups.com

Nofen Sutan Mudo    :
Ma angku Miko Sutan Bandaro Ateh Langik

Sairiang balam barabah
Barabah juo inggok dahulu
Sairing salam jo sambah
Sambah juo tibo
bakeh angku

Bandaro:    
Manitahlah angku Sutan Mudo


Sutan Mudo :    
Sungguahpun Sutan surang nan dituhuak, nan sarapeknyolah niniak mamak - amai jo bapak - sarato karajo nan bapokok - silang nan bapangka - nan barado diateh rumah nangko tampek
ambo manibokan sambah.
Panitahan nan ditibokan bakeh Sutan, iolah tantangan pihak kami nan datang. Datang bukan sumbarang datang, datang mahanta siriah jo pinang - mamuhun kami ka niniak mamak - sarato saganok sipangka : Kok siriah kami yo mintak dikunyah, pinang kami mintak digatok - sakitu sambah bakeh Sutan
(sambia Sutan Mudo menyodorkan Carano sirih kepada Sutan Bandaro Ateh Langik dan salanjuiknyo Sutan Bandaro mengedarkan carano kepada yang patut-patut diatas rumah. Setelah selesai acara memakan atau mencuil atau hanya memegang saja sirih itu)


Sutan Mudo :      
Alah sampai di Sutan ?

Sutan Bandaro :      
Alah Sutan

Sutan Mudo  :      
Apo nan manjadi pasambahan dek Sutan tadi - alah dalam adaik dalam pusako - lah taracak di undanglah tasungkuik di limbago - tantangan siriah nan katangah - pihak di kami nan datang. Iyo juo bak kato urang - gadiah bakandak pado ragi - putiak bakandak jadi buah - Sutan manaruah balam mau - kami manaruah sangkak suto. Laikuh mungkin disatukan ? Ikolah niaik nan dianta bakeh Sutan !

Sutan Bandaro  :      
Sapanjang niaik Sutan nan katangahlah tatampuah di labuah golong - lah tapijak di jalan pasa - lah samo diagak dikiro-kiro. Tapi sungguahpun nan baitu - jauah nak mintak dijambokan - dakek nak mintak dikakokkan. Ikolah bana nan dimintak bakeh Sutan !





From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Ronal Chandra
Sent: Tuesday, March 11, 2008 6:04 PM

To: Rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] Re: WARTA TIM PERUMUS KOMPILASI << nan cadiak tahu jo pandai
att52aa9.gif

Nuraini B Prapdanu

unread,
Mar 11, 2008, 10:41:13 PM3/11/08
to Rant...@googlegroups.com
Duh , rangkaian kata - katanya rancak bana .....Alhamdullillah , lai indak lapeh ka rimbo urang doh ....baliak ka ranah juo ....lai sanang hati bundo dibueknyo.... nampak no kiniko siap - siap lah angku , jo ninik mamak, dunsanak kasadonyo , kito nio baralek gadang ko mah .....
 
Sebagai trial upacara adaik istiadaik Lintau alah di pagelarkan MAPPAS pada acara Ragam Pernikahan Nusantara di Balai Kartini pada 15 November 2007 nan lalu dan cukup banyak diliput oleh media cetak dan elektronik  ....mungkin bisa dijadikan bahan masukan :

 

ACARA PAGELARAN PROSESI ADAT PERNIKAHAN MINANGKABAU DAERAH TANAH DATAR -LINTAU DESA LUBUAK JANTAN PADA ACARA RAGAM PERNIKAHAN NUSANTARA 2007

 

 Thema : Manyambuik Marapulai

 

       Prosesi Adat Pernikahan Minangkabau Kabupaten Tanah Datar Kec.Lintau Desa Lubuak Jantan “ Manyambuik Marapulai “

 

Upacara manyambuik marapulai ini dilakukan setelah prosesi Akad nikah yang dilakukan di masjid sebagaimana  kebiasaan masyarakat Tanah Datar dilakukan setelah sholat Juma’t , upacara akad nikah tanpa dihadiri anak daro yang diperkenankan hanya menanti dirumah

 

 Setelah prosoesi Akad Nikah di Masjid marapulai dengan diantar orang tua dan ninik mamak mendatangi anak daro yang mana Anak daro telah menantikan kedatangan marapulai dengan mempersiapkan upacara adat prosesi manyambuik Marapulai .

 

Marapulai alah tibo  dan disambut dengan petatih petitih oleh Mintuo orang tua anak daro  ( ada teks nya ) dan akan dijawab oleh mintuo orang tuao Marapulai ( ada teksnya ) akan memasuki rumah disambut di jenjang rumah jo mintuo ( ibunda anak Daro mempelai wanita ) dengan membasuah kaki , tidak seperti adat kebiasaaan daerah lain,  upacara memabasuah kaki ini biasanya dilakukan oleh mempelai wanita,  namun untuk daerah Lintau dilakukan oleh ibunda dari mempelai wanita ( mintuo marapulai upacara ini melambangkan bahwa orang tua mempelai wanita menganggap bahwa minantu nya sekarang ini adalah juga merupakan bagian dari dirinya dengan menikahi putri tersayang nya , marapulai sudah dianggap seperti anak sendiri  kedua prosesi ini juga memiliki makna bahwa mencuci kaki diibaratkan mencuci kotoran – kotaran masa lalu dan membersihkannya sehingga ketika memasuki rumah  anak daro , maraapulai sudah dalam keadaan bersih dan Marapulai akan berjalan diatas kain putih yang digelar sepanjang dari pintu masuk sampai ke pelaminan diatas hamparan Karpet merah , sehingga tapak kaki Marapulai tidak berbekas atau berjejak tidak meninggalkan tapak ....putih bersih .......

 

Anak Daro dengan diantar orang tuo mayambuik kedatangan marapulai untuk disandingkan di pelaminan , betapa bahagia kedua mempelai memasuki hidup baru , dan terlihat orangtua , mamak terlihat bahagia mengiringi kedua mempelai untuk disandiangkan dipelaminan.

 

Tari Gelombang :

Ini merupakan tari – tari – meyambut tamu – tamu agung raja dan ratu sehari dstnya.......

 

Tari Pasembahan :

Tari mempersembahkan penyambutan terhadap anak daro jo marapulai untuak mamasuki ruangan , menghatar hingga menuju pelaminan dstnya.......

  

Tari Piring  :

Merupakan tari yang penuh kegembiraan menghibur masyarakat , dan mereka besuka cita bergembira. dstnya......

 

Acara makan bajamba.

Dihadapan kedua mempelai ado jamba yang ditata dihadapan pelaminan ( mempelai duduk tidak mempergunakan kursi tapi hamparan ambal di bawah ) , dulang yang berisi nasi terdiri dari nasi empat warna  ado kuning, Putih, Hitam diatasnya ditutup dengan coklat sebagai pemersatu., kesemuanya ini memiiliki makna sendiri – sendiri ) dan mempelai akan dipserilahkan untuk memilih nasi yang akan mereka ambil untuk acara makan bersama bukan suap- suapan seperti lazimnya acara adat pernikahan nan lain.

 

Biasonyo anak daro jo marapulai saling makan suap – suapan , tapi adat kebiasan daerah lintau berbeda kedua mempelai makan masing – masing jamba yang ada dihadapan mereka .

 

Konon nasi yang berwarna - warni tersebut yang akan diambil oleh kedua mempelai  memiliki kiasan arti :

 

Warna Putih – artinya bak Alim Ulama , Alim, pandai mengaji , sholeh dan sholeha

Warna Kuning – artinya Cadiak Pandai ,Pandai berbicara , pandai silat lidah, pandai petatah petitih

Warna Hitam – Bak seorang Datuak ,Merupakan warna kebesaran , mempunyai derajat tinggi , bijaksana , berlapang dada , tidak cepat marah , arif, bijaksana.

 

- Pakaian Marapulai mengenakan Pakaian Datuak tidak mempunyai kantung tidak bersaku , seorang datuk penghulu tidak boleh menyimpan rahasia , menyimpan barang , semua miliknya diberikan untuk kemashaltan masyarakat.

 

Salam,
Nuraini
 

From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Madahar (madahar)
Sent: Wednesday, March 12, 2008 8:05 AM
To: Rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] Maanta Maminang Sangkak Tuo

Bandaro Labiah

unread,
Mar 11, 2008, 10:37:30 PM3/11/08
to Rant...@googlegroups.com
Asssalamu'alaykum w.w.
 
Z Bandaro kayo !!
kajawekno di ambo  adolah :
1. satantangan nan rancak pakaro nan disampaikan N Rajo mantari >> "Cadiak Indak mambuang kawan, gapuak indak mambuang lamak, tukang indak mambuang kayu, alim indak mambuang kitab"
 
2. kalau  akaro cadiak tahu jo pandai, tantu lah jaleh pulo di Z. Bandaro Kayo tu, iyo nan tigo sakali pakai, sakali jalan
 
wasssalamu'alaykum w.w.
Bandaro Labiah

Z Chaniago <z.cha...@gmail.com> wrote:
Assalamu'alaikum Ww
 
Mamanda Bandaro Labiah.... kiro-kiro nan labiah rancak itu baa ?
Mungkasuik ambo ea kiro-kiro nan harus dilakukan supayo labiah rancak ?

Wassalam

Z Chaniago - Palai Rinuak

 
2008/3/11, Bandaro Labiah <zhen...@yahoo.com>:

 
Assalamu'alaykum w.w.
 
N. Rajo Mantari !!
 
mungkin, .... mungkin go eh,.. namono lah :"hancau kabirau"
 
wassalamu'alaykum w.w.
 
Bandaro Labiah
 

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

Nofend St. Mudo

unread,
Mar 11, 2008, 10:41:37 PM3/11/08
to Rant...@googlegroups.com

Ndeh… Uda Batuduang Ameh lai..

 

+ Kok ambo samo Katua ambo lo nan jadi Pamulang Kato.

 

+ Iyo Da Is, masak ka taganti alumni NUS tu dek si Ronal, hahahaaa…… (nampak no Info alah Pasti mah)

 


From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Madahar (madahar)
Sent: 12 Maret 2008 8:05

Nofen Sutan Mudo    :
Ma angku Miko Sutan Bandaro Ateh Langik

Sairiang balam barabah
Barabah juo inggok dahulu
Sairing salam jo sambah
Sambah juo tibo
bakeh
angku




No virus found in this incoming message.


Checked by AVG.
Version: 7.5.518 / Virus Database: 269.21.7/1324 - Release Date: 10/03/2008 19:27

image001.gif

Bandaro Labiah

unread,
Mar 11, 2008, 10:49:25 PM3/11/08
to Rant...@googlegroups.com

Asssalamu'alaykym
 
M Batuduang Ameh, N st Mudo dan Ronald
 
ambo raso lah tajawek kasadono,  apo lai jo kato "mangikia"
pado lahia lah nyato, nan tasirek lah jaleh pulo
kieh babandiang kajadino
 
namun ado pulo nan ciek ka disampaiakan, nyampang kok lain batuka namo, saroman batuka sabuk, maaf dimintak, namono kan di lapau.iyo satantangan adat jo syara'
 
sapangatahuan ambo, nan basisampiang adolah adat, nan batilangjang adolah syara', bukan sabaliaikno,. jadi tasabuk bantuak iko, adat basisampiang, syara' batilanjang
 
sagitu sen dulu
 
Wasssalamu'alaykum w.w.
 
Bandaro Labiah

"Madahar (madahar)" <mad...@chevron.com> wrote:
kalo ndak mangkon lah. di dauluan inyo mangikia, dikudianan inyo manyipak. mungkin iko lai abeh dek Ronal ndak.

Rainal Rais

unread,
Mar 11, 2008, 11:55:30 PM3/11/08
to Rant...@googlegroups.com
Nal..ajak2 dong...ntar nyasar lho...RR


----- Original Message ----
From: Ronal Chandra <ronal_...@yahoo.com>
To: Rant...@googlegroups.com
Sent: Tuesday, March 11, 2008 4:15:36
Subject: [R@ntau-Net] Re: WARTA TIM PERUMUS KOMPILASI << nan cadiak tahu jo pandai

Nah alah salah pulo ambo fen he he he. Iyo fen tanggal 22 Maret 2007 insya allah pai no.Thanks Fen

"Nofend St. Mudo" <nof...@rantaunet.org> wrote:
Salamaik Nal, kalau co iko lah cocok mah... gadi lintau si "R" yohh..
Tapi ka pai kok tanggal 22 Feb nal? 22 Maret mungkin yo?
 
Salam
 
From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Ronal Chandra
Sent: 11 Maret 2008 18:04

Insya Allah ambo ka pai melamar anak gadih lintau pada hari sabtu tanggal 22 Febuari 2008 satalah tu langsuang dibahas parudingan sekali berkenaan dengan wakatu dan tanggal baralek nyo.

Insya Allah kalau diizinkan allah dan tidak melanggar syariat agama, baralek nantun rencano nyo akan diadakan di Padang dan memakai adat kedua belah pihak yaitu Cupak 'Solok' dan Lintau 'Tanah Datar'.

Berkenaan dengan alek diateih ko ambo minta doa ka saluruh dunsanak supayo apo nan mencari cito cito kami baduo dan keluarga keluarga kami dapat berjalan dengan baik. Amin.


Salam Hormat
Ronal Chandra



Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.


Z Chaniago

unread,
Mar 12, 2008, 12:13:41 AM3/12/08
to Rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum Ww
 
Mak.||... indak sadonyo urang mancubo mangarati apo kato kiasan mamanda doh....
......ado nan labiah konkrit dan jaleh ndak ?
 
Wassalam
 
SOL

Z Chaniago - Palai Rinuak
 

 
2008/3/12, Bandaro Labiah <zhen...@yahoo.com>:



--
Z Chaniago - Palai Rinuak

Sukseskan Peringatan Enam Dasawarsa SMPN 1 Maninjau Ikut Membangun Pendidikan di Indonesia (1948 - 2008), 3- 5 Oktober 2008
" Pertama SMPN di Kecamatan di Indonesia "

Tasril Moeis

unread,
Mar 12, 2008, 12:38:35 AM3/12/08
to Rant...@googlegroups.com
Ronal,
Kalau Da Rainal di ajak. jan lupo pulo awak ciek. Lah lamo lo indak ma ota jo Bang Damar.
 
Wassalam
Tan Ameh

Bandaro Labiah

unread,
Mar 12, 2008, 12:47:39 AM3/12/08
to Rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaykum w.w.
 
Z.Bandaro Kayo sarato sidang palanta (supayo jan kanai priiiit lo)
 
kalau nan 1, intino adolah sadono paguno, potensi nan ado dipakai sacaro baiak, indak dibuang sajo nan manuruik atau panilaian dan dibandiang kan jo nan dia awak kurang elok. Dan awak harus mamparatikan pulo sado nan ado tu, indak pulo "mampakacadiak-i" urang doh
 
Nan nomor duo, kan lah tarang
 
Wasssalamu'alaykum w.w.
 
Bandaro Labiah

Z Chaniago <z.cha...@gmail.com> wrote:
Assalamu'alaikum Ww
 
Mak.||... indak sadonyo urang mancubo mangarati apo kato kiasan mamanda doh....
......ado nan labiah konkrit dan jaleh ndak ?
 
Wassalam
 
SOL

Z Chaniago - Palai Rinuak
 

 

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

Bandaro Labiah

unread,
Mar 12, 2008, 1:02:56 AM3/12/08
to Rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaykum w.w.
 
kalau lai sasuai, nan pasan jan lupo ndak Ronal, buliah tampak diwakatu dan disinan tu "gadang garundang di kubangan, gadang buayo di muaro"

wassalamu'alaykum w.w.
 
Bandaro Labiah
 
----- Original Message ----

From: Ronal Chandra <ronal_...@yahoo.com>
To: Rant...@googlegroups.com
Sent: Tuesday, March 11, 2008 4:15:36
Subject: [R@ntau-Net] Re: WARTA TIM PERUMUS KOMPILASI << nan cadiak tahu jo pandai

Nah alah salah pulo ambo fen he he he. Iyo fen tanggal 22 Maret 2007 insya allah pai no.Thanks Fen

"

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

Ronal Chandra

unread,
Mar 12, 2008, 7:49:59 AM3/12/08
to Rant...@googlegroups.com
Ndehhhhhhhhhhh kawan lamo ambo Uda Rainal Rais bana nan sato merespon :-), Baa kaba Da Rainal ? main domino awak da ? masih jo uni pasangan uda main domina he he he.

Uda Rainal dan Dunsanak sado nyo ambo ucapkan terima kasih ateih doa nan diberikan tapi jaan sampai indak tibo yo wakatu baralek.

Oh iyo ciek lai ado nan batanyo anak gadih nan nio ambo lamar tanggal 22 tu barasa dari nagari "Balai Tongah"

Uda Rai main domino ko ambo indak bagarah mah ha ha ha.

Best Regards
Ronal Chandra

azmi abu kasim azmi abu kasim

unread,
Mar 12, 2008, 9:05:14 AM3/12/08
to Rant...@googlegroups.com
Kelapa Gading 12 Maret 2008
Assalamualaikum w.w.
 
Angku2 Bapak2 Ibu2 Dunsanak Sapalanta Nan Ambo Hormati
 
            Ambo tertarik untuak sato saketek tentang persoalan nan sadang agek di bicarokan di Milis Nangko. Yaitu tentang Harto pusako tinggi dalam sestim adat Minangkabau. Dari satu sisi harus kito akui bahwa adat Minangkabau ko ruponyo sangat manarik untuak dibicaraokan. Kalau kito perhatikan mungkin labiah dari 70 % pembicaroan di milis ko adolah tentang adat Minangkabau. Malah ado nan tampaknyo benci tapi rindu, dia telah melepaskan hal-hal nan barubung dengan adat, tapi sangat bersemangat untuk mambicarokan tentang adat itu, malah ado nanlah basumpah bagai.
 
Tentang harato Pusakao Tinggi.
Perbedaan pandapek tentang harato pusako ko sabananyo telah terjadi sejak dari Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawy, malah beliau mengarang sebuah kitab berjudul : Ad Doi’ al Masmu’ fil Raddi ‘ala Tawarisi al ‘ikwati wa Awadi al Akawati ma’a Wujud al usuli  wa al Furu’i, yang artinya : Dakwah yang didengar Tentang Penolakan Atas Pewarisan Pewarisan Saudara dan anak Saudara Disamping Ada Orang Tua dan Anak. Kitab itu di Tulis di Mekah pada akhir abat  ke XIX. ( DR Amir Syarifuddin Pelaksanaan Hukum Pewarisan Islam  Dalam Adat Minangkabau  275 ) Namun, beliau beda pandapek dengan murid beliau seperti  Syekh Dr.H.Abd.Karim Amrullah.
 
Murid beliau Syekh Rasul ( H.Abdul Karim Amrullah ) ulama yang belakan ini melihat harta pusaka dalam bentuk yang sudah terpisah dari harta pencarian. Beliau berpendapat bahwa harta pusaka itu sama keadaannya dengan harta wakaf atau harta musabalah yang pernah diperlkukan oleh  Umar ibn Kattab atas harta yang didapatnya di Khaybar yang telah dibekukan tasarrufnya dan hasilnya dimanfaatkan untuk kepentingan umum. Penyamaan harta pusaka dengan harta  wakaf tersebut walaupun ada  masih ada perbedaannya, adalah untuk menyatakan bahwa harta tersebut tidak dapat diwariskan. Karena tidak dapat diwariskan, maka  terindarlah harta tersebut dari kelompok hata yang harus diwarisklan menurut hukum Faraid; artinya tidak salah kalau padanya tidak berlaku hukum Faraid. Pendapat beliau ini di ikuti oleh ulama lain di antaranya Syekh Sulaiman ar Rasuli. ( DR Amir Syarifuddin Pelaksanaan Hukum Pewarisan Islam  Dalam Adat Minangkabau  278)
 
          Kemudian  Buya Hamka berpendapat tentang harta pusaka  sebagai berikut :
          Yang pertama “Bahwa Islam masuk ke Minangkabau tidak mengganggu susunan adat Minangkabau dengan pusaka tinggi. Begitu hebat perperangan Paderi, hendak merubah daki-daki adat jahiliyah di Minangkabau, namun Haji Miskin, Haji A.Rachman Piobang, Tuanku Lintau, tidaklah menyinggung atau ingin  merombak susunan harta pusaka tinggi itu. Bahkan pahlawan Paderi radikal, Tuanku nan Renceh yang sampai membunuh uncu-nya (adek perempuan ibunya) karena tidak mau mengerjakan sembahyang, tidaklah tersebut, bahwa beliau menyinggung-nyinggung susunan adat Itu, Kuburan Tuanku Nan Renceh di Kamang  terdapat di dalam Tanah Pusako Tinggi”. (IDAM hlm 102 )
          Yang kedua : “Tetapi  Ayah saya DR. Syekh Abdulkarim Amrullah Berfatwa bahwa  harta pusaka tinggi adalah sebagai waqaf juga, atau sebagai harta musaballah yang pernah dilakukan Umar bin Khatab pada hartanya sendiri di Khaibar, boleh diambil isinya tetapi tidak boleh di Tasharruf kan tanahnya. Beliau mengemukan kaidah usul yang terkenal yaitu; Al Adatu Muhak Kamatu, wal ‘Urfu  Qa-Dhin Artinya Adat adalah diperkokok, dan Uruf ( tradisi) adalah berlaku”. (IDAM hlm 103
           Yang ke tiga : Satu hal yang tidak disinggung-singgung, sebab telah  begitu keadaan yang telah  didapati sejak semula, yaitu harta pusaka yang turun menurut jalan keibuan. Adat dan Syarak di  Minangkabau bukanlah seperti air dengan minyak, melainkan berpadu satu, sebagai air dengan minyak dalam susu. Sebab Islam bukanlah tempel-tempelan dalam  adat Minangkabau, tetapi  satu susunan Islam yang dibuat menurut pandangan hidup orang Minangkabau. (Hamka, Ayahku hlm. 9)
            Yang ke empat : “Pusaka Tinggi” inilah dijual tidak dimakan bali di gadai  tidak dimakan sando (sandra). “Inilah Tiang  Agung Minangkabau” selama ini. Jarang kejadian pusako tinggi menjadi pusako rendah, entah kalau adat tidak berdiri lagi pada suku yang menguasainya (Hamka, dalam Naim, 1968:29)
      
Keputusan Seminar
I.  Keputusan pada Seminar atau Musyawaratan Alim Ulama, Niniak mamak dan    cadiak pandai Minangkabau pada tanggal 4 s/d 5 Mei 1952 di Bukittinggi maka Seminanr menetapkan :
 
  1. Terhadap “Harta Pencarian” berlaku hukum Faraidh, sedangkan terhadap “Harta Pusaka” berlaku hukum adat.
  2. Berhubung I.K.A.H.I. Sumbar ikut  serta mengambil keputusan dalam seminar ini, maka Seminar menyerukan kepada seluruh Hakim-hakim di Sumbar dan Riau supaya memperhatikan ketetapan Seminar ini ( Naim 1968 : 241)
 II. Kemudian pada Seminar Hukum Adat Minangkabau tahun 1968 di Padang, yang di hadiri oleh para cendikiawan dan para ulama Minagkabau,  ditetapkan  bahwa terhadap harta pencaharian berlaku hukum faraidh, dan terhadap harta pusaka  tinggi berlaku hukum adat. Selanjutnya, tentang hukum waris diputuskan sebagai berikut :
 
                            a.      Harta pusaka di Minangkabau merupakan harta badan hukum yang      diurus    dan diwakili oleh Mamak Kepala Waris di luar dan di dalam peradilan.
                b.      Anak kemenakan dan mamak kepala waris yang termasuk ke dalam  badan  hukum itu masing-masingnya bukanlah pemilik dari harta badan hukum tersebut. (Naim, 1968:243)         
 Kemudian Dr.Amir Syarifuddin berpendapat, bahwa pewarisan menurut adat bukanlah berarti peralihan harta dari pewaris kepada ahli waris, tetapi peralihan peranan atas pengurusan harta pusaka itu. Dengan demikian terlihat adanya perbedaan dalam system. Perbedaan tersebut akan lebih nyata dalam keterangan di bawah ini.
            Pertama: harta pusaka melekat pada rumah tempat keluarga itu tinggal dan merupakan dana tetap bagi kehidupan keluarga yang tinggal di rumah itu. Harta itu dikuasai oleh perempuan tertua di rumah itu dan hasilnya dipergunakan untuk manfaat seisi rumah. Pengawasan penggunaan harta itu berada di tangan mamak rumah. Bila mamak rumah mati, maka peranan pengawasan beralih kepada kemenakan yang laki–laki. Bila perempuan tertua dirumah itu mati, maka peranan penguasaan dan pengurusan beralih kepada perempuan yang lebih muda. Dalam hal ini tidak ada peralihan harta.
            Penerusan peranan dalam system kewarisan adat, adalah ibarat silih bergantinya kepengurusan suatu badan atau yayasan yang mengelola suatu bentuk harta. Kematian pengurus itu tidak membawa pengaruh apa – apa terhadap status harta, karena yang mati hanya sekedar pengurus.
            Hal tersebut di atas berbeda sama sekali dengan bentuk pewarisan dalam hukum Islam. Dalam Hukum Islam pewarisan berarti peralihan hak milik dari yang mati kepada yang masih hidup. Yang beralih adalah harta. Dalam bentuk harta yang bergerak, harta itu berpindah dari suatu tempat ketempat yang lain. Sedangkan dalam bentuk harta yang tidak bergerak, yang beralih dalam status pemilikan atas harta tersebut.
            Kedua dan yang merupakan ciri khas dari harta pusaka ialah bahwa harta itu bukan milik perorangan dan bukan milik siapa –siapa secara pasti. Yang memiliki harta itu ialah nenek moyang yang mula-mula memperoleh harta itu secara mencancang melatah. Harta itu ditujukan untuk dana bersama bagi anak cucunya dalam bentuk  yang tidak terbagi-bagi. Setiap anggota dalam kaum dapat memanfaatkannya tetapi tidak dapat memilikinya. ( DR Amir Syarifuddin Pelaksanaan Hukum Pewarisan Islam  Dalam Adat Minangkabau  269-270)
           Maka dengan demikianlah, jelaslah bahwa telah ada kesepakatan para alim ulama, niniak mamak, dan cadiak pandai tentang status harta pusaka itu sebagai warih bajawek, pusako batolong dari niniak turun kemamak dari mamak turun kekemanakan. Dan kemudian diturunkan pula kebawah  menurut jalur Ibu dalam kaum atau suku yang bersangkutan. Indak buliah dihilang dilanyokkan, kok dibubuik layua dianjak mati, dijua indak dimakan bali di gadai indak dimakan sando.
        Kemudian seperti sering saya kemukakan, bahawa harta pusaka itu adalah sebagai bukti, “asal usul” bahwa seseorang  itu dapat dikatakan keturunan Minang ( Etnis Minangkabau)
 apabila mempunyai harta pusaka tiunggi. Dalam adat dikatokan, “nan ba pandam ba  pakuburan nan ba sasok bajarami, kok dakek dapek di kakok,  kok jauah dapek di antakan”. Seseorang nan indak punyo atau indak lai mempunyai harta pusaka, berarti indak lai basasok bajarami, tidak ba pandam ba pukuburan, maka orang atau keluarga yang telah habis harta pusakanya tidakalah lagi  langkap  Minangnyo. Indak lai baurek tunggang, indak bapucuak bulek, atau dengan kato lain kateh indak bapucuak kabawah indak baurek  orang tersebut dapat juga dikatakan “punah”  punah dalam hal harta pusaka menurut aturan adat, jika dia meninggal dia dikatakan mati ayam mati tunggau.  Malah ada pendapat para ahli adat, mangatokan bahwa apabila satu kaum sudah abih harato pusakonya, mako indak paralu lai ma angkek seorang panghulu, karena adat itu berdiri di ates  pusako, cancang balandasan lompek basitumpu.
          Harta pusaka itu adalah sebagai alat permersatu dalam
 jurai, kaum, dan bagi masyarakat Minang pada umum, sekaligus untuk mengetahui, nan sa asa sakaturunan menurut jalur adat.  
         Harta tersebut juga sebagai harta cadangan, jika ada dunsanak kemanakan  yang kehidupannya agak susah di perantauan boleh  babaliak kakampung uruihlah harata itu. Oleh karenanya dapat kita bayangkan jika harta pusaka di Minangkabau di perjual belikan, maka masyarakat Minangkabau akan sama  nasibnya dengan masyarakat daerah-daerah lain, akan tersingkir dari  nagari asalnya sendiri
        Harta itu adalah amanah, yang boleh hanyo diambil asilnya dan tidah untuak dimiliki, maka harta itu jangan sampai ilang atau lenyap ditangan kita. Karena harta itu bukanlah milik pribadi, tetapi adalah milik bersama, maka bersama-sama pula memeliharanya. 
Namun, demikian jika ada yang berpendapat dengan mengatakan bahwa harta pusaka itu haram, itu adalah haknya. Tetapi bagaimana dengan pendapat para ulama Minangkabau diatas, apa itu tidak boleh di katakan sebagai “IJMAK”  para ulama Minangkabau?
Dan selanjutnya, jika pendapat tersebut sudah sangat di yakini bahwa harta pusaka tersebut adalah haram menurut Agama. Mulailah terlabih dahulu dari diri sendiri, atas harta pusako nan saparuik, nan sakaum atau sapayung sapasukuan dan nan sanagari. Adat kan salingka nagari, pusako salingka kaum, tidak ada yang akan melarang, jika nan berhak telah sepakat untuk membuat apa saja atas harta pusaka tersebut. Dan kepada yang masih meyakini atas pendapat para uluma Minangkabau tersebut diatas, tentu juga itu merupakan hak, tidak ada pulah yang boleh memeksa kan ke endak. Ini tentu bukan berarti Taklid buta, kerana kita yakin para ulama Minang tersebut tentu telah melalui penelitian atau ITIHAT pula.
Demikianlah nan dapek ambo sampaikan, ambo mohon maaf  jikok ado nan kurang pado tampeknyo.
 
Wasalam,
 
Azmi Dt.Bagindo
AWW bapak saaf. Sekali lagi ifah tekankan ke bapak. Yang ifah tidak setuju adalah tentang pernyataan bapak bahwa ABSSBK hanya wacana di ranahminang kecuali bpk bisa tunjukkan kajian ilmiah untuk rentang waktu 170 tahun. Ota dilapau apa menurut bpk bisa dijadikan referensi untuk kajian ilmiah? Sekali lagi ifah jelaskan ifah tidak keberatan bpk mengupas ABSSBK. bukankah sebagian DIM bpk tsbt ifah yang pikirkan ? Apa salah tuntutan ifah sbg warga ranah yg jg warga kampus? Bpk prof suheimi dan bpk serta ibu prof yang lain. Tolong bantu hanifah, apa hanifah keliru? Terimakasih atas perhatian bapak2 dan ibu.
Wass. Hanifah




Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers

Ahmad Ridha

unread,
Mar 12, 2008, 10:12:58 AM3/12/08
to Rant...@googlegroups.com
2008/3/12 azmi abu kasim azmi abu kasim <azmi_libr...@yahoo.co.id>:

> Assalamualaikum w.w.
>

Wa'alaykumus salaam warahmatullahi wabarakaatuh,

Mak Dt. Bagindo yang saya hormati,


> Kemudian Buya Hamka berpendapat tentang harta pusaka sebagai
> berikut :

...


> Bahkan pahlawan Paderi radikal, Tuanku nan Renceh yang sampai membunuh uncu-nya (adek perempuan
> ibunya) karena tidak mau mengerjakan sembahyang, tidaklah tersebut, bahwa beliau menyinggung-nyinggung susunan adat Itu,
>

Di sini perlu dipahami tentang hukum meninggalkan shalat. Rasulullah
Shallallahu 'alayhi waSallam bersabda (yang artinya):

"Sesungguhnya di antara seseorang dengan kesyirikan dan kekafiran
adalah meninggalkan shalat." (HR. Muslim)

Berikut saya nukilkan pandangan madzhab Syafi'i dalam masalah ini,
Imam an-Nawawi rahimahullah berkata dalam al-Minhaj bahwa jika
seseorang meninggalkan shalat (yakni yang fardhu) karena menentangnya
(yakni mengingkarinya setelah mengetahui kewajibannya) maka ia kafir,
sedangkan jika karena malas, ia dibunuh sebagai hukuman had (yakni
tidak kafir). Dan yang benar bahwa dibunuhnya itu dengan syarat telah
keluar dari waktu yang darurat (mis. seseorang tidak dihukum karena
sengaja meninggalkan shalat zhuhur hingga masuk waktu maghrib). Dan ia
diperintahkan untuk bertaubat lalu (jika tidak bertaubat) dipenggal
lehernya. [Keterangan yang di dalam kurung saya ambil dari Mughni
al-Muhtaj.]

Ibnu Qudamah dalam al-Mughni menyatakan bahwa tidak diketahui ada
perbedaan pendapat dalam hukum murtad bagi orang yang meninggalkan
shalat karena menentangnya setelah ia tahu kewajibannya.

Perbedaan yang adalah ada adalah bagi orang yang meninggalkan shalat
karena malas. Dalam madzhab Hanbali, meninggalkan shalat karena malas
(dan tidak bersedia bertaubat) juga dihukumi murtad. Jadi penanganan
jenazahnya akan berbeda.

Jadi hukuman mati bagi yang meninggalkan shalat bukanlah pandangan
aneh. Namun perlu diperhatikan bahwa yang berhak melakukan eksekusi
adalah pihak yang berwenang.

Oleh karena itu, dalam ABS-SBK perlu ditekankan pentingnya kedudukan
shalat fardhu. Saya cukup terkesan ketika berkunjung ke pasar di
Bukittinggi beberapa tahun yang lalu orang-orang dari pasar bergegas
ke masjid ketika adzan berkumandang.

Nah, bagaimana dengan hukum waris? Setahu saya tidak ada pembahasan
hukuman mati untuk orang yang tidak melakukan pembagian waris
berdasarkan syari'at. Namun jika seseorang menolak hukum waris karena
ia tidak suka syari'at atau menganggapnya tidak adil maka ini adalah
kekufuran sebagaimana jika seseorang menolak sebagian dari syari'at
atau merendahkannya setelah jelas baginya ketentuan syari'at.

Selain itu, tidak bisa kita berdalil bahwa sesuatu benar karena pada
masa perang Paderi didiamkan karena tokoh-tokoh perang Paderi bukan
Rasul. Yang bisa menjadi dalil adalah diamnya Rasulullah atas suatu
perbuatan yang beliau saksikan.

Para tokoh perang Paderi mungkin memiliki prioritas dalam menghadapi
keadaan pada masa itu. Sebagaimana kita lihat di Jawa masih banyaknya
praktik-praktik kesyirikan walaupun Islam sudah masuk ke sana. Banyak
juga orang yang berdalih bahwa Wali Songo membiarkannya. Tentu alasan
seperti itu tidak dapat diterima.

> Selanjutnya, tentang hukum waris diputuskan sebagai berikut :
> a. Harta pusaka di Minangkabau merupakan harta badan hukum yang diurus dan diwakili oleh Mamak Kepala Waris
> di luar dan di dalam peradilan.
> b. Anak kemenakan dan mamak kepala waris yang termasuk ke dalam badan hukum itu masing-masingnya bukanlah pemilik
> dari harta badan hukum tersebut. (Naim, 1968:243)
>

Apakah pendekatan ini sudah diimplementasikan, Mak?

> Tetapi bagaimana dengan pendapat para ulama Minangkabau diatas, apa itu tidak boleh di katakan sebagai "IJMAK"
> para ulama Minangkabau?
>

Ijma' yang diterima dalam Islam adalah ijma' yang betul-betul
kesepakatan seluruh ulama. Oleh karena itu, bisa dibilang sulit sekali
untuk mengklaim ijma'.

Mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan.

Allahu Ta'ala a'lam.

--
Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
(l. 1400 H/1980 M)

Rahima

unread,
Mar 12, 2008, 10:27:46 AM3/12/08
to Rant...@googlegroups.com

--- azmi abu kasim azmi abu kasim
<azmi_libr...@yahoo.co.id> wrote:

> Kelapa Gading 12 Maret 2008
> Assalamualaikum
>

Bapak Azmi yang saya hormati dan dunsanak semuanya.

Benar, harta wakaf tidak bisa masuk kedalam faraidh.
Benarkan semua sudah diimplementasikan di ranah Minnag
ini, harta pusaka tinggi masuk kepada harta wakaf?
Kita juga tahu, harta wakaf itu bagaimana dalam Islam.

Harta waqaf itu jelas syarat-syaratnya, dan ngak ada
lagi penurunan/pemanfaatan pada garis keturunan padusi
saja. Dan adakah semua harta pusaka tinggi sudah
semacam ini? Bisa dilihat dari cerita Bu Hanifah,
hartanya dah disertifikatkan atas nama mamanya dan
kakak mamanya. Cerita Bundo Nismah, harta itu
dimanfaatkan seumur oleh gais keturunan padusi tadi,
kemudian kelak, turunnya juga ke garis keturunan
padusi pula. Benarkah ini dalam Islam?


Pendapat beliau ini di ikuti
> oleh ulama lain di antaranya Syekh Sulaiman ar
> Rasuli. ( DR Amir Syarifuddin Pelaksanaan Hukum
> Pewarisan Islam Dalam Adat Minangkabau 278)
>
> Kemudian Buya Hamka berpendapat tentang
> harta pusaka sebagai berikut :
> Yang pertama "Bahwa Islam masuk ke
> Minangkabau tidak mengganggu susunan adat
> Minangkabau dengan pusaka tinggi. Begitu hebat
> perperangan Paderi, hendak merubah daki-daki adat
> jahiliyah di Minangkabau, namun Haji Miskin, Haji
> A.Rachman Piobang, Tuanku Lintau, tidaklah
> menyinggung atau ingin merombak susunan harta
> pusaka tinggi itu.

Mungkin belum sampai kesana pembahasan mereka, karena
sikon saat itu masih seputar syirik, adu ayam dllnya.

Yang kedua : "Tetapi Ayah saya DR.
> Syekh Abdulkarim Amrullah Berfatwa bahwa harta
> pusaka tinggi adalah sebagai waqaf juga, atau
> sebagai harta musaballah yang pernah dilakukan Umar
> bin Khatab pada hartanya sendiri di Khaibar, boleh
> diambil isinya tetapi tidak boleh di Tasharruf kan
> tanahnya. Beliau mengemukan kaidah usul yang
> terkenal yaitu; Al Adatu Muhak Kamatu, wal 'Urfu
> Qa-Dhin Artinya Adat adalah diperkokok, dan Uruf (
> tradisi) adalah berlaku". (IDAM hlm 103

Sama dengan tanggapan saya diatas.

Wassalamu'alaikum. Rahima Sarmadi Yusuf
>
>


____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages