Risau, Siapa Pelanjut Ulama Besar

202 views
Skip to first unread message

Nofend Marola

unread,
Sep 16, 2010, 9:45:06 AM9/16/10
to rant...@googlegroups.com

Oleh: Marthias Dusky Pandoe*

Syekh Abdul Karim Amarullah (1879-1945)

Lahir di Sungai Batang Maninjau. Semula  bernama Mohammad Rasul. Nama tersebut ditukar setelah menunaikan ibadah haji tahun 1894. Di Makah selama tujuh tahun, menimba ilmu pada Syehk Ahmad Khatib. Beliau orangtua Buya Hamka, dan mertua mantan Ketua Pucuk Pimpinan Muhammadiyah Abdul Rasjid Sutan Mansyur. Berani membuang hal-hal yang bertentangan dengan Al Quran dan sunnah. Bersama Syekh Abdullah Ahmad memperoleh gelar doktor honoris kausa dari Universitas Al Azhar, Kairo.

Ketika aliran Ahmadiyah dari India masuk Minangkabau, beliau menerbitkan buku Al Qaulul shahih (kata yang sesat) untuk menyerang faham tersebut, mencegah perkembangannya di daerah ini. Sebaliknya membawa  Muhammadiyah dari Jawa. Tahun 1930 beliau semarakkan kongres perserikatan ini di Bukittinggi. Beliau tak setapak pun kompromi dengan Pemerintah Belanda. Bila sudah ada di mimbar, sekali-kali jangan disensor pidatonya.

Terang-terangan pula menantang pemerintah Fasis Militer Jepang yang menduduki Indonesia tahun 1942-1945 untuk melakukan sei keire, yakni menundukkan kepala  ke arah matahari terbit (Tokyo) tanda memberi hormat kepada Kaisar Hirohito  tempat tahta raja Jepang itu.

“Biar saya digantung tinggi-tinggi atau dibuang jauih-jauih, saya tidak mau melakukan,” kata Karim Amarullah tegas.

Syekh Daud Rasyidi (1880-1948)

Lahir di Balingka, Kecamatan IV Koto Agam. Beliau orangtua kandung Mansyur Daud Datuk Palimo Kayo, yang dikatakan sebagai pemegang tongkat estafet terakhir ulama-ulama besar Minangkabau. Inyiak Daud tak ada menempuh pendidikan formal di sekolah mulai tingkat dasar sampai menengah. Pernah jalan kaki dari kampungnya ke Kota Padang, dibekali ketrampilan menjahit, mengaji di beberapa surau Sumatera Barat. Akhirnya  pada Syekh Ahmad Khatib di Mekah selama empat tahun, untuk ilmu tasauf, fiqih, tauhid dan bahasa Arab.

Tahun 1903 membuka pengajian di masjid Jembatan Besi Padangpanjang. Masjid ini kemudian menjelma jadi Sumatera Thawalib. Waktu itu penyakit kolera dan cacar mewabah disini. Puluhan korban meninggal setiap hari. Dikubur begitu saja, tanpa dimandikan, dikafani dan disembahyangkan. Kata beliau,  

“Umat Islam akan menerima dosa karena tidak melaksanakan fardhu kifayah”. Dengan berani beliau menyuruh bongkar kembali kuburan mayat-mayat tadi. Namun, ditantang Asisten Residen Padangpanjang sebagai penguasa. Tapi akhirnya tuntutan Syekh Daud  dikabulkan. Sebelum dikubur kembali, semua diproses menurut ajaran Islam. Beliau menantang membayar pajak (belasting) kepada Pemerintah Belanda.

Syekh Ibrahim Musa (1882-1963)

Lahir 12 Syawal 1301. Setelah menjadi ulama besar, nama kampungnya melekat pada beliau, dan tersohorlah sebagai Inyiak Parabek. Beliau sebelumnya  mengaji di beberapa surau di Sumatera Barat, tahun 1320 Hijriah menyambung ke Makkah belajar selama 6,5 tahun pada Syekh Ahmad Kathib. Belum puas, tahun 1333 kembali lagi kesitu untuk memperdalam ilmu.

Waktu perang dunia pertama pecah, beliau kembali ke Parabek Bukittinggi dan singgah lebih dulu di India. Di Parabek bersama dengan murid-murinya membentuk persatuan pelajar Muzakaratul Ikhwan, wadah untuk memperdebatkan berbagai masalah.

Wadah ini kemudian menjelma jadi Sumatera Thawalib School. Pesantren  termasyhur ke seantero nusantara. Sistem belajar dari halaqah menjadi sistem klasikal, berkelas-kelas. Disamping ilmu pengetahuan agama, diajarkan pula bahasa Inggris dan bahasa Belanda, ilmu ukur, aljabar, kopersi dan lain-lain. Para guru tidak pakai sarung, disuruh pakai pantalon. jas, dasi dan sepatu. Pemerintah Belanda menawarkan sejumlah uang subsidi, namun Inyiak Parabek menolak mentah-mentah.

Syekh Abbas Abdullah (1883-1957)

Dilahirkan, dibesarkan dan mengabdi di negeri sendiri, Padangjapang (Suliki), Payakumbuh. Nama negeri tersebut melekat pada kepopuleran nama beliau  Inyiak Abbas Padang Japang. Ayah beliau Syekh Abdullah pernah terlibat dalam Perang Paderi pimpinan Tuanku Imam Bonjol. Ketika Abbas berusia 13 tahun, ikut paman ke Tanah Suci. Usai menunaikan ibadah haji, Abbas tidak mau pulang, minta tinggal sendirian, lalu belajar dengan Syekh Ahmad Khatib selama delapan tahun. Tahun 1924, sebelum pulang ke tanah air, mengembara ke Mesir, Palestina, Libanon, Siria dan Swis di Eropa. Pulang  mengangkut buku-buku besar. Di kampung ditugaskan ayahnya jadi guru bantu  Ibtidaiyah dan Tsanawiyah.

Haji Agus Salim (1884-1964)

Lahir 8 Oktober 1884 di Kotogadang, Kecamatan IV Koto, Bukittinggi. Dengan nama yang diberikan ayahnya Masyhudul Haq. Negeri ini penuh melahirkan kaum intelektual. Selain H Agus Salim, banyak lagi pemimpin bangsa asal negeri ini, seperti Perdana Menteri Pertama RI Sutan Sjahrir, Emil Salim, dan lain-lain. Orangtua Inyiak Agus, Sutan Mohammad Salim, seorang Jaksa.

Beliau ulama jenius. Mahasiswa Cornell Uniuversity (Amerika) Harry J Benda waktu beliau memberi kuliah disana langsung  mengggelari  Grand Old Man, bisa diterjemahkan sebagai Orang Tua Cemerlang. Delapan anak beliau tidak pernah masuk sekolah formal, tapi diajar sendiri di rumah. Seorang di antaranya Kolonel Islam Salim, pernah jadi atase militer Indonesia di Cina.

Mula masuk sekolah di Europesche Lager School (ELS) Kotogadang dan tamat tahun 1898. Terus menyambung ke Hoogere Burger School (HBS) di Jakarta, tapi gagal meneruskan ke STOVIA (School tot Opleiding van Inlandshe). Kegagalan masuk sekolah pamong ini menimbulkan kebenciannya terhadap Pemerintah Belanda. Dendamnya bekerjasama dengan Belanda beliau nyatakan: “Biar makan krekel dari pada menerima tawaran bekerkja dengan Belanda.”
Tapi pada satu kali ibunya memaksa  bekerja di konsulat Belanda di Saudi Arabia, maka kesempatan itu dimanfaatkan mendalami agama pada sepupunya Syekh Ahmad Khatib, yang lebih dulu  menetap di Masjidil Haram. 

Awal kemerdekaan RI beliau memimpin misi ke beberapa negara Timur Tengah. Hasilnya  RI memperoleh pengakuan de jure dari negara-negara tersebut. Beliau pernah beberapa kali jadi Menteri Luar Negeri.

Syekh Zainuddin Labay el Yunusy  (1890-1924)

Lahir di Lubuk Mata Kucing, Padangpanjang, 12 Rajab 1308. Labai, panggilan terhormat bagi seorang yang alim, sedang Yunusy, nama orangtuanya Yunus. dikenal sebagai Tuanku Pandai Sikek, desa asal beliau di kaki gunung Singgalang. Beliau anak sulung  pasangan Yunus dan Rafi’ah, sedang adik kedua Rahmah yang kemudian populer dengan nama Sitti Rahmah el Yunusiyah, pendiri sekolah Diniyah Puteri Padangpanjang. Zainuddin mendirikan sekolah Diniyah School tahun 1916 ketika berusia 26 tahun. 

Nama sekolahnya kombinasi bahasa Arab dan Belanda, untuk memberi gambaran ide pembaharuan  Sistem pendidikannya, gandrung  modern. Beliau pun  merevolusikan sistem halaqah ke sistem klasikal. Guru tidak pakai sarung lagi. berkopiah tarbusy, dan sandal, tapi pakai pantalon, jas, dasi, dan bersepatu. Beliau  pun menolak tawaran uang subsidi Pemerintah Belanda.

Syehk Abdul Hamid Hakim (1893-1959)

Beliau kemudian populer dengan nama Angku Mudo Hamid. Lahir di Sumpu, tepi danau Singkarak tahun 1311 H atau 1893 M. Ikut ayah seorang pedagang ke Kota Padang. Disini ia masuk Sekolah Dasar (SD) dan setamatnya kembali ke kampung belajar tulis-baca Al Quran, lalu melanjutkan dua tahun di Sungayang belajar pada Syekh Mohammad Thaib Umar.

Ketika berusia 16 tahun, belajar ke Maninjau pada Syekh Karim Amarullah. Ketika itu tahun 1910, dengan Syekh Amarullah juga, pindah ke Padang, dimana orangtuanya  berdagang di kota ini. Waktu Amarullah pindah lagi ke Padangpanjang, Hamid tetap ikut. Diangkat jadi guru bantu di masjid Jembatan Besi. Sejak itulah beliau dipanggil sebagai Angku Mudo. Ahli fiqih (hukum Islam) ini kemudian diangkat jadi Guru Kepala, mengganti Syekh Abdul Karim Amarullah karena  doktor ini pindah ke Jakarta.

Pernah seorang reserse bertanya kepada beliau: “Kenapa murid aktif dalam dunia politik? Entahlah, saya juga heran. Satu saya ajarkan, empat mereka dapat. Saya tak pernah menyuruh mereka aktif dalam politik,” jawab Angku Mudo.

Murid beliau antara lain; Sutan Mansyur, mantan Ketua Pucuk Pimpinan Muhammadiyah, Zainal Abidin Ahmad mantan Wakil Ketua Parlemen, Buya Datuk Palimo Kayo, ulama/sastrawan besar Hamka, Muchtar Yahya, guru besar IAIN Yogya, Ali Hasymi mantan Gubernur Aceh, dan tokoh politik singa betina Rasuna Said.

Syeikhah Rahmah el Yunusyiah (1900-1969)

Lahir 26 Oktober 1900. Beliau adalah adik kandung Zainuddin Labay el Yunusy. Tahun 1915 mendirikan lembaga pendidikan khusus puteri Diniyah Putri. Kiprahnya dalam dunia pendidikan Islam seperti ikut jejak kakaknya. Murid-muridnya datang dari seantero Sumatera Barat. Juga dari provinsi lain, bahkan dari luar negeri, seperti Malaysia, Brunai Darussalam dan Singapura. 

Beliau tidak menutup pintu untuk ilmu pengetahuan modern. Disini  tidak hanya diajarkan pengetahuan agama, juga keterampilan jahit-menjahit dan masak-memasak, sehingga kelak mereka jadi ibu rumah tangga Islami. Tahun 1955 Rektor Universitas Al Azhar Kairo, pernah mengunjungi Diniyah Puteri. Kunjungan ini dapat balasan. Tahun 1956, Rahmah diundang  ke Mesir.

Syekh Zainuddin Hamidy (1907-1957)

Setelah tamat sekolah Governement (Sekolah Dasar lima tahun) di Payakumbuh, melanjutkan pendidikan di Madrasah Darul Funuin  Padangjapang, Suliki. Beliau murid terpandai di madrasah tersebut. Tahun 1927 lebih kurang lima tahun melanjutkan  ke Mahad Islamy  Makkah.  Beliau siswa Indonesia pertama disini. Karena pintar, beroleh pula beasiswa.

Tahun 1932, Zainuddin pulang kampung ke Payakumbuh. Dalam usia 25 tahun dikenal sebagai ulama yang menguasai berbagai ilmu.  Hafal Al Quran (hafizh), ahli hadist, tafsir, tauhid dan fiqih, sehingga beliau dapat julukan Angku Mudo. Beliau membuka perguruan Mahad Islamy, nama kenangan tempat beliau belajar di Makkah dulu.

Mahad Islamy berkembang dengan pesat. Selain siswanya datang dari berbagai negeri di Sumbar, juga banyak  dari Malaysia, dan Riau. Masyarakat  ringan  memberi bantuan wakaf dan beberapa orang sebagai donatur. Namun, sebaliknya datang hambatan  pihak pemerintah jajahan.  Cemburu karena sukses. Ada di antara gurunya Johar Arifin  dikenakan tidak boleh mengajar. Bila menghadapi masalah yang amat sulit, pendapat Zainuddin Hamidy jadi qaulun fashlun (kata pemutus).

Syekh Nazaruddin Thaha (1908-1979)

Lahir 4 Maret 1908 di Payakumbuh, putera tertua Syekh Thaha Arsyad. Setelah tamat Sekolah Dasar Sambungan, melanjutkan ke Madrasah Sumatra Thawalib Darul Funun Padangjapang. Tahun 1926 masuk perguruan tinggi Darul Ulum dan Universitas al Azhari Kairo, seangkatan Mahmud Yunus, Muchtar Yahya dan lain-lain.

Selama lebih kurang tujuh tahun di Mesir, beliau  aktif di Persatuan Pelajar Indonesia-Malaysia (Perpidom), organisasi pergerakan untuk merebut kemerdekaan tanah air. Pulangnya sebagian besar putera-putera Minang tahun 1930-an, membawa angin segar dunia pendidikan di daerah ini.

Tahun 1946, Nazaruddin Thaha ditunjuk  pertama kali mengepalai Kantor Agama Sumatera Tengah, meliputi daerah kerja Sumbar, Jambi dan Riau. Beliau membentuk Kantor Urusan Agama (KUA) di daerah-daerah. Pada waktu itu pulalah pengarang buku-buku agama dalam bahasa Arab ini, merancang Undang-undang Perkawinan. Buku-buku tersebut antara lain Abthalul Islam, al Mahfuzadzat, Fanuttarbiyah, dan lain-lain. (*)

Penulis adalah Wartawan senior tinggal di Padang, Sumatera Barat

http://padang-today.com/?today=article&id=1279

RABU, 15/09/2010 14:03 WIB

 

Nofend Marola

unread,
Sep 16, 2010, 9:50:26 AM9/16/10
to rant...@googlegroups.com

Arman Bahar

unread,
Sep 16, 2010, 9:32:15 PM9/16/10
to rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum ww

Siapakah Pelanjut Ulama Besar?

Agar pertanyaan ini tidak menggantung di awang2, harus segera dijawab!
Lhaa, kenapa tidak kita saja masing2 menjawabnya dengan tegas dan lugas  "Saya"!?

Mereka memang ulama2 besar dan kita tentu sangat hormat kepada mereka artinya Minangkabau dari dulu sampai sekarang tidak pernah kekurangan ulama sejak yang kelas kampung sampai ber level mancanegara

Tentu saja yang berani menjawab "ya" tadi sebelum menjadi ulama kelas kakap itu tentu harus meniti jenjang dari pangkal dulu, mulai dari kultum dimesjid atau surau sebelah rumah saja dulu atau lewat temu bulanan orang sekampung dulu misalnya, yaa dimulai dari kelas teri dululah, makanya jangan segan2 untuk menjawab pertanyaan besar tersebut dengan "yaa, sayalah pelanjutnya" githuu lhoo

Terlepas dari kebesaran ulama2 Minangkabau masa lalu itu, dengan timbulnya pertanyaan besar diatas sepertinya kita sedang men-cari2 sesuatu yang pernah ada yang sekarang kok rasanya tidak kita temukan

Bisa jadi ada yang terlupakan oleh para ulama besar kita itu dahulunya, saya mencurigai yang terlupakan itu adalah sistem pengkaderan yang tidak jalan karena bila pengkaderan tertata apik tentu pertanyaan itu tidak muncul dan boleh jadi juga penerapan ABSSBK kita itu tidak sebermasalah seperti sekarang ini

Berbagai permasalahan dalam penerapan ABSSBK ini tentunya tidak menjadikan kita ciut nyali lantas menjadi bingung apa yang mesti dikerjakan, sehingga kita selalu disibukkan membahas ini itunya bahkan sampai gini hari belum juga tentu apa solusinya

Ibarat kapal yang akan karam juragan dan para officers sibuk meeting sementara kapal semakin karam juga, eh,... mirip juga yaa, dengan erruption & blowout di Jawa Tengah itu sementara para eksekutifnya di Jakarta tidak langsung turun ke lapangan malah sibuk meeting ini itu membahas blowout yang akhirnya menenggelamkan negeri itu 

Jangan ragu2, segeralah jawab "yaa, saya"

wasalam
abp58


Dari: Nofend Marola <nof...@gmail.com>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Terkirim: Kam, 16 September, 2010 20:50:26
Judul: [R@ntau-Net] Risau, Siapa Pelanjut Ulama Besar

Ibnu Mas'ud

unread,
Sep 16, 2010, 11:00:39 PM9/16/10
to rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum w.w.

Kabatulan ambo waktu di Bukittinggi hari Selasa mambali koran Padang Ekspres. Nan ado tulisan di palegakan dek dunsanak awak. Ambo pun baulang-ulang mambaco tulisanko. Karano ado babarapo info nan sabalumnyo indak ambo ketahui.

Kerisauan penulis mungkin juo samo jo kerisauan urang awak salamoko. Siapo ulama nan batua-batua ulama nan ka malanjutkan kaderisasi nan buliah dikatokan ampia taputuih.

Sabananyo kiniko Alhamdulillah untuak tingkat Doktoral alah ado urang awak nan tigo tahun lalu manyalasaian kuliah di Islamic University Madinah. Namo beliau Dr. Ali Misri. Beliau putra Solok. Dari S1 sampai S3 kuliah di Madinah. Sadonyo disalaikan dengan predikat cumlaude. Ampia 12 tahun beliau tingga dan baraja jo ulama-ulama besar di Madinah. Alah menulis babarapo buku. Dan dicetak dibabarapo negara Arab. Kini beliau menetap di Jember mamimpin Sekolah Tinggi Islam nan beliau dirikan jo babarapo  alumni Madinah.
Kalau indak salah baru surangko lulusan S3 urang awak nan lulusan Madinah. Kok salah tolong koreksi ambo.

Universitas Madinah tiok tahun manarimo calon mahasiswa dari Indonesia. Tahunko labiah 50 urang. Namun sayang nan urang awak sajak limo tahunko yo jarang-jarang. Kalau nan dari Riau jarang nan kurang dari ampek urang. Mungkin kito paralu makian an jalan kalua nyo.

Wassalam,

Ibnu Mas'ud

2010/9/17 Arman Bahar <arman...@ymail.com>

--
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Eri Bagindo Rajo

unread,
Sep 16, 2010, 11:35:00 PM9/16/10
to rant...@googlegroups.com
Mungkin di  RN iko ado juo... mungkin pak A Ridha..?


Dari: Ibnu Mas'ud <ibnuk...@gmail.com>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Terkirim: Jum, 17 September, 2010 10:00:39
Judul: Re: [R@ntau-Net] Risau, Siapa Pelanjut Ulama Besar

Hambo

unread,
Sep 17, 2010, 1:42:10 AM9/17/10
to RantauNet
Rasonyo di Lapau awak ko sari ado saurang mahasiswa Al Azhar, Rangkayo
Rahima, nan kito harok ka jadi Ulama (padusi). Baliau mampalajari
Hadith dan banyak manulih panjang-panjang dan mancubo-cubo maaja
Bahasa Arab di Lapau ko baduo jo Angku Sutan Sinaro. Tapi agak heran
ambo, indak panah mancogok di Lapau ko dan iandak panah tadanga-danga
lai. Kama nyo eeeh? Mudah-mudahan baliau sukses jo S-3 nyo di Al Azhar
tu dan indak layua bak bungo kambang tak jadi ...

Salam,
--MakNgah
Sjamsir Sjarif

On Sep 16, 8:35 pm, Eri Bagindo Rajo <siano...@yahoo.com> wrote:
> Mungkin di  RN iko ado juo... mungkin pak A Ridha..?
>
> ________________________________
> Dari: Ibnu Mas'ud <ibnukam...@gmail.com>

Arman Bahar

unread,
Sep 17, 2010, 4:43:41 AM9/17/10
to rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum ww

Kalau baitu iyo molah samakin langka kini urang awak nan santiang2 tu, antah baa lah ko lah, bahkan bak kecek buya Mas'ud dibandiang jo Riau sajo nan paliang saketek 4 anak muda-nyo dibarangkek-kan tiok taun, kan iyo alah keteteran bana awak tu mah, bayangkan alah salamoko bea siswa gratis dari sikolah tinggi ternama Timur Tengah baru sorang baru anak urang awak nan S3, kan iyo samakin jaleh dek kito alah ta-icia bana molah awak kironyo, pado hal pioneer kito saisuak Shaikh Ahmad Khatib al Minangkabawi lai mamacik sebagai Imam Besar di Masjidil Haram

Jadilah kalau baitu, basukur juo lah awak dek lai juo satu2nya anak rang awak nan jebolan S3 tu nan kini mamimpin STI Jember, semoga kiprah beliau semakin sukses, banyak kok urang2 awak nan sukses diluar Ranah Bundo ko

Usul ambo kok lai kabuliah go eh, kok dapek buya sampaikan pulo ka baliau tu, nan ka tibo ko cubo pulolah aliah tagak bagadencak di ranah nan labiah lewas bak nan alah dicontohkan Hidayat Nurwahid yang juga jebolan S3 Madinah tu

Karena kita saat ini memang sedang membutuhkan lebih banyak orang2 sekaliber itu untuk mengawal Islam dinegeri yang mayoritas Mosleem ini karena tantangan  Islam kedepan semakin berat bukan hanya dari kurenah yahudu dan nashara tapi juga dari orang2 kita sendiri entah itu dari mereka2 yang menamakan diri sebagai Islam liberal dan Islam sekuler maupun mereka2 yang membonceng pada isu2 HAM, dilua nagari pun baitu juo seperti antaro HAMMAS dan Al Fatah Yasser Arafat yang sekuler tu

Bialah kito2 nan indak S3 Timteng ko mandi di-baruah2 sajo seperti misalnya mendayagunakan kembali surau nan disinyalir dek AA Navis alah roboh tu, surau2 awak kan iyo alah langang indak ado aktifitas lai doh bahkan suaro adzan indak tadanga bana dek awak lai doh, antah dek ambo sakali2 pulkam, antahlah, namun surau nan fungsinyo sebagai pembinaan umat dinagari awak bisa pulo kito hiduik2an dirantau

Sacaro fisik kan iyo surau2 nan lah langang dikampuang tu kan iyo indak bisa bagai kito osong ka rantau doh tapi ruh nyo bisa kok kito baok kama pai seperti dengan mengadakan halaqoh2 dari rumah ke rumah secara bergilir diantara sesama pesertanya nan penting surau secara ruhiyah tetap hidup sepanjang masa, kan baitu

Melalui Ruhiyah Surau ko segala sesuatunya tentang Pembinaan Islam bisa kok lebih leluasa kito pabuek dan kito pabincangkan, dan dari sini juga usaha2 menuju kecemerlangan Islam dilakukan oleh para aktifis sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah SAW saisuak
wasalam
abp58
_______________________
> Dari: Ibnu Mas'ud <ibnukam...@gmail.com>
> Kepada: rant...@googlegroups.com
> Terkirim: Jum, 17 September, 2010 10:00:39
> Judul: Re: [R@ntau-Net] Risau, Siapa Pelanjut Ulama Besar
> Assalamu'alaikum w.w.
> Kerisauan penulis mungkin juo samo jo kerisauan urang awak salamoko. Siapo ulama
> nan batua-batua ulama nan ka malanjutkan kaderisasi nan buliah dikatokan ampia
> taputuih

Ibnu Mas'ud

unread,
Sep 17, 2010, 5:18:49 AM9/17/10
to rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum w.w.


Salah satu nan mambuek tacicia nyo pengkaderan ulama di nagari awak, dek barubahnyo sistim pondok pesantren tradisionil nan serius mempelajari kitab gundul ka pesantren moderen. Dulu banyak alumni parabek jo tawalib Padang panjang nan jago mambaco kitab gundul. Sajak urang awak bapacu moderen, pola di pondok pesantren pun di rubah ka nan labiah canggih. Muatan pelajaran umum dipabanyak. Bahaso Inggris jo ilmu IT dimajukan. Harus pandai bapidato. Alasannyo takuik biko kalau tamat pondok indak dapek karajo. Hasilnyo sadonyo kamari manangguang. Mangaja dunia indak dapek, ka akhirat alah tacicia pulo.

Kok S3 ilmu umum urang awak alah banyak bana. Bahkan sampai ka guru besar. Tapi kader ulama ko bana nan kurang. Salah satu solusinyo mungkin ado pondok pesantren nan mamulai jo caro sisuak.

Di Madinah ado urang awak. Beliau Uni Soraya. Kalau indak salah masih ado hubungan jo Walikota padang. Pak Fauzi Bahar. Beliau alah batahun-tahun di Madinah. Kini maaja tahfiz di Masjid Nabawi.

Wassalamu'alaikumw.w.


Ibnu Mas'ud



2010/9/17 Hambo <hamb...@yahoo.com>

taufiq...@rantaunet.org

unread,
Sep 17, 2010, 7:49:56 AM9/17/10
to rant...@googlegroups.com

Salah satu tempat para Alumni Madinah ini melakukan Tablig Akbar di Pekanbaru adalah Mesjid Al-Ittihad Rumbai.

Setiap akhir pekan Jumat, Sabtu atau Minggu Malam

Dilaksanakan Tablig Akbar. Ada yang langsung dilakukan ba'da Magrib..istirahat selama pelaksanaan shalat Isya, kemudian ba'da Isya disambung lagi

Jemaahnya bukan dari sekitar Rumbai saja. Tapi dari pelosok Pekanbaru yang lain seperti Kulim dan Tampan- Simpang Panam

Sewaktu Ramadhan kemaren, kalau biasanya wirid sebentar habis Isya. Untuk Tablig Akbar dilaksanakan sesudah shalat Tarawih

Dalam 'Itikaf kemaren kajian duha dan ba'da Ashar. Bergantian diisi oleh alumni Al-Azhar dan Madinah ini


--TR

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: Eri Bagindo Rajo <sian...@yahoo.com>
Date: Thu, 16 Sep 2010 20:35:00 -0700 (PDT)
Subject: Bls: [R@ntau-Net] Risau, Siapa Pelanjut Ulama Besar

Ibnu Mas'ud

unread,
Sep 17, 2010, 8:09:29 AM9/17/10
to rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum w.w.

Di Riau sampai akhir tahun ko Insya Allah ado ampek urang DR alumni Madinah. Untuak Indonesia sampai kini indak labiah 10 urang nan tamat S3 dari Madinah. 4 urang alah diborong dek urang Riau. Alumni S-2 ado 3 urang. Nan S-1 labiah 20 urang. Untuak penghafal Al-quran nan labiah 5 juz untuk tingkatan SD alah mulai banyak. Nan hafal 30 juz juo banyak.

Dulu urang Riau baraja ugamo ka Sumatra Barat. Terbukti banyak ustad jo pejabat di Riau alumni parabek jo Tawalib Padang panjang.

Iko baru sekedar perbandingan jo provinsi tetangga. Mudah-mudahan menjadi motivasi bagi kito untuak mambangkik batang tarandam.

wassalam,


Ibnu Mas'ud

ZulTan

unread,
Sep 17, 2010, 8:22:00 AM9/17/10
to rant...@googlegroups.com


Abis tarawiah sajus samalam, kok litak ado lo sate si Cun di sinan untuak ka kawan salamo 'iktikaf Angku TR.
Sabana mantabb!

Salam,

ZulTan, L, 49+, Bogor. "Without change, we will not survive."


Date: Fri, 17 Sep 2010 11:49:56 +0000
Subject: Re: Bls: [R@ntau-Net] Risau, Siapa Pelanjut Ulama Besar

taufiq...@rantaunet.org

unread,
Sep 17, 2010, 8:34:16 AM9/17/10
to rant...@googlegroups.com

Sekedar kopi/teh angek atau aqua gelas lai ado tiok malam diteras masjid

Kalau untuk peserta Itikaf lewat pukua sabaleh malam lai pulo tasadio snack malam

Walau pun tarawiah satu jus samalam, tapi dek Imamnyo seorang Hafiz yang masih jarang di Republik iko ( sakurangnyo Sumatra).

Kalau awak ma-inok2an bacaannyo. Indak taraso lamo ukatunyo

Bahkan sejumlah jamaah membuka alquran baik yang hardcopy maupun digital untuk menyimak bacaan Imam

Mungkin disiko salah satu Mesjid nan saf jamaahnyo indak berangsur maju kamuko.
Seiring berakhirnyo Ramadhan

Untuk lelaki cukup konstan 8-10 saf. Sedang untuk Qiyamullail tiok malam pada sepuluh hari terakhir Ramadhan ado 5 saf. Kalau malam ganjil lebih membludak lagi

--TR

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: "ZulTan" <zul...@yahoo.com>
Date: Fri, 17 Sep 2010 12:22:00 +0000

Z Chaniago

unread,
Sep 17, 2010, 9:22:14 AM9/17/10
to rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum Ww
 
Kok alun dapek alumni madinah atau kairo kini......kito mulai lah di Agam dulu...calon bupati dari alumni Parabek.....sayang biduak Mamak-nda Tan Ameh sadang manapi....baliau kan Ketua Yayasan Parabek tu...
 
Wassalam

Z Chaniago - Palai Rinuak 
 


 
Pada 17 September 2010 19.09, Ibnu Mas'ud <ibnuk...@gmail.com> menulis:
Assalamu'alaikum w.w.



Dulu urang Riau baraja ugamo ka Sumatra Barat. Terbukti banyak ustad jo pejabat di Riau alumni parabek jo Tawalib Padang panjang.

Iko baru sekedar perbandingan jo provinsi tetangga. Mudah-mudahan menjadi motivasi bagi kito untuak mambangkik batang tarandam.

wassalam,


Ibnu Mas'ud
.



--
Z Chaniago - Palai Rinuak

Alam Minangkabau semakin memukau oleh kemilau Danau Maninjau  .

Sayangi Danau Maninjau -

Fitr Tanjuang

unread,
Sep 17, 2010, 4:34:55 PM9/17/10
to rant...@googlegroups.com
AslmWrWb

Buya,
bisa dipajaleh bana ndak, apo bana kriteria untuak bisa disabuik ulama ko?
Harus S1, S2 atau S3?
Harus bisa bahaso Arab atau cukuik terjemahan sajo?
Sampai bara hafalan Qur'an jo haditsnyo?
Sampai bara dalam ilmu syariah/fiqihnyo?
dll.

Ciek lai, tantu indak samo antaro ulama jo dai atau ustadz.
Baa caro membedakannyo dan apo fungsinyo masiang?

Wassalam
fitr tanjuang
lk/35/albany NY

2010/9/17 Ibnu Mas'ud <ibnuk...@gmail.com>:

zubir...@gmail.com

unread,
Sep 17, 2010, 9:08:19 PM9/17/10
to rant...@googlegroups.com
Sanak Ibnu Mas'ud n sanak palanta nn diRahmati Allah swt.

Mengenai kerisauan,siapa pelanjut ulama besar;cukuik mandapek respon nn beragam dari sanak dipalanta.
Mungkin nn dimaksud ula ma nn sakaliber Inyiak Candu ang,Inyiak Parabek,Inyiak Padang Japang,Inyiak Jaho, disusul oleh Buya AR.Sutan Mannsyur,Buya Hamka,Buya Dt.Palimo Kayo,Tuanku Teloer n Tuanku Aminullah,n Tuanku Rasoel Teloer,dlsb.Tolong ditu kuak,pasti ado ulama nn kharismatik nn jo Buyuang tidak mengetahuinya.
Pada zaman beliau2 berkip rah dalam bidang dakwah dulu
baik via pendidikan or dakwah langsuang ka tengah masyakat keduanya dilakukan dengan motivasi lillahi ta'ala,sebagai aplikasi dari amar makruf nahi mungkar.Belliau2 itu tidak hidup dari dakwah n pendidi kan,tapi dakwah n pendidikan itulah nn harus dihidupkan su payo api n baronyo hiduik taruih.
Baa kini;nn lah manjadi ula ma tu lah banyak nnlah bateba ran disaantero nusantara ini. Mereka bukan hanya putra Mi nang tapi putra daerah masing masing.
Sehingga gegap gempitanya ulama nn baasa dari Minang,in dak nampak bana lai.
Ibaraik benggo,dariangnyo lah adolo nan maningkahi.
Selain itu,ulama nn co lamo nn lillahi ta'ala berdakwah,kini ko,agak mengalami kendala ba gi sipendakwah itu sendiri.Me reka punya anak istri baik nn diranah or dirantau nn perlu di hidupi,ditambah lagi mereka ingin anak2nya manjadi 'urang terpelajar'.
Delimatis memang,tapi jo Buyuang yakin nn ndak risau, ulama nn kajadi gadang tu,lah ado,bukankah setiap zaman akan melahirkan 'anak'zaman nya,baik di Sumbar or non Sumbar? Antah je lah,bialah rabauk nn manyampaikan.

Jo Buyuang71thn,Bonjer,Jak bar,rang Piaman juo.
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

ZulTan

unread,
Sep 17, 2010, 10:38:01 PM9/17/10
to rant...@googlegroups.com


Sanak Fitr Tanjuang nan ambo hormati,

Ado lo nan disabuik "Kyai". Dima lo tingkatannyo dibandiang nan lain (Ust, dai, dll). Sia nan buliah maagiah sebutan ko? Apokah ado syaraiak nan harus dipanuhi?



Salaian sebutan untuak urang alim, "Kyai" dipakai pulo untuak namo keris, kabau, atau kareta kudo karaton (CMIIW) di Yogya.

Salam,
ZulTan, L, 49+, Bogor. "Without change, we will not survive."

-----Original Message-----
From: Fitr Tanjuang <fitr.t...@gmail.com>
Sender: rant...@googlegroups.com

Arman Bahar

unread,
Sep 18, 2010, 12:24:31 AM9/18/10
to rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum ww

Sanak FT sarato mamak dunsanak nan dirahmati Allah

Samantaro samo mananti pencerahan dari buya, awak ansua2 juo lah saketek, tapi nan ciek ko hanyo berdasarkan pengalaman pribadi ambo sajo, kok senteang kan iyo tolong dibilai, mintak maaf ambo banyak2 talabiah dahulu

Tahun 2000 sasudah peresmian IKMR Kecamatan Mandau Duri dan pelantikan ketua terpilihnya oleh Basrizal Koto Ketua IKMR propinsi, dari hasil keputusan basamo ambo ditempatkan pado posisi sabagai Sekretaris Lembaga Niniak Mamak IKMR Duri mendampingi Ketua Lembaga Niniak Mamak Ustd Irsyad Dt. Makhudum nan urang Padang Panjang tun, bisa jadi ini dimungkinkan dek karano pertimbangan ambo pernah pulo jadi Sekum (orang no 3) PKDP dan pas pulo pado saat Peresmian IKMR Kec. Mandau Duri tahun 2000 ko, ambo di PKDP diplot sebagai Anggota Lembaga Niniak Mamak PKDP Duri utusan IKPC (Ikatan Keluarga Piaman Caltex) Duri

Tahun 2006 ambo ter-bengong2 untuk masa bakti kepengurusan IKMR periode 2, ambo malah ditempatkan sebagai ALIM ULAMA bersama dunsanak2 lain yang memang sudah berprofesi sebagai da'i kondang, tantu sajo tapak tangan ambo bapaluah dek nyo, ma-ngiok2 angek dingin lah raso sabatang tubuah ambo ko, lai juo ambo pertanyakan namun jaweknyo, itu sudah final sudah kaputusan rapat, kecek'e, ko buku'e ha, ba itu karik ambo tu manyampaikan

Dek indak juo sanang ati ambo, bisuak2nyo kutiko halaqah mingguan grup pengajian, ambo tanyoan bana lai ka Pembina kami yang kebetulan jebolan Al Azhar Mesir itu, apo bana nan sabananyo nan dikatokan Ulama tu?

Manuruik Murabbi ambo tu, Ulama adalah mereka2 yang ber-ilmu dan bertaqwa kepada Allah SWT, artinya Ilmu disini dalam pengertian bukan ilmu agama saja, bisa saja dia itu seorang fisikawan, ekonom, sarjana kimia, geologi, sosiologi, kedokteran ataupun ILMU apa saja yang difardhu kifayahkan untuk menuntutnya sebagaimana yang di amanatkan Rasulullah SAW dituntut kita untuk menuntutnya walau sampai kenegeri Cina sekalipun, kalau dia BERTAQWA maka dia disebut ULAMA

Jadi dari uraian ustad ambo tu ada terdapat unsur ILMU sehingga dia disebut sebagai ALIIM namun dia juga adalah orang2 yang berTAQWA maka ULAMA lah dia, kan ba itu mungkin arati'e nan ambo tangkok

Orang kapir banyak yang ber-ilmu tapi  tidak bertaqwa tidak bisa disebut ulama begitu juga lai bana inyo Muslim yang betaqwa tapi indak berilmu tantu indak bisa pulo disabuik ulama, kan baitu, antah ko indak?

Indak pulo dijalehkan apakah ber-ilmu itu harus tamatan madrasah, pesantren, SMU, D3, S1 atau S2 dan S3 namun manuruik aka sihaik kito sajo go eh, samakin tinggi Strata nyo tantu samakin rancak molah, baitu pulo walau cumo tamaik madrsah atau pesantren atau SMU sajo nyo tapi lai samakin tinggi juo jam tabangnyo dan lai pulo taruih manaruih melakukan pengembangan diri tantu samakin rancak molah ke-ulama-an nyo, baa gak ati?

Itu baru dari segi ke-ilmu-an, nah bagaimana pula dari segi ketaqwaan, tantu bajanjang naiak batanggo turun, babilang sajak dari aso, mangaji sajak dari alif, naiak dijanjang turun ditanggo kato dimulai dipangkanyo

Nan kajadi pangka kato dek kito tantulah dimulai sajak dari Mosleem sudah tu maningkek pulo manjadi Mukmiin taruih sudah tu manjadi Muttaqiin, kan itu nyeh janjang naiak'e

Kok kito ambiak kaji nan luruih2 sajo go eh, kan lai salasai dek kito mengikuti Penataran Tahunan Syahruttarbiyaah Ramadhan kapatang ko, kan kecek Allah juo go eh, mudah2an kamu manjadi urang2 nan bertaqwa, kok lai salasai2 sajo tarbiyah atau penataran Ramadhan awak kapatang ko, alah berTAQWA namonyo awak tu mah, kan baitu kato Allah dalam Albaqarah (2):183

Jadi, kok lai takaoan dek awak unsur nan duo tu, Aliim dan Muttaqiin tadi mako lah Ulama lah kito kini, jadi ruponyo cukup memadai lah kiro2 jumlah ulama kito, indak usahlah dipacameh bana kok kecek urang langka ulama kini, banyak kok ulama tu kini tamasuak antum2 semua, antah kok indak, baa gak ati?

Kok ulama besar nan kito camehkan sabagai mano judul awak diateh, kok alun ka kini bana, mudah2an dari sabanyak ko kandidat tantu ado sajo beko tu nan ka mancogok, bak pasukan infantri go eh, tantu harus memasuki tahapan pelatihan klasifikasi RAIDER bagai molah dulu

Baliak ka carito ambo sabagai Alim Ulama IKMR Kecamatan Mandau Duri tadi, sasudah mandapek pencerahan dari Murrabi ambo, tantu lai sumangaik pulo ambo jadinyo dan tantu sajo, ini sebuah tantangan dek ambo, tantu ambo usahokan samampu ambo pulo, kok indak panuah ka ateh, panuah kabawah bagai molah

Kan nan maherankan ambo tadi, baa ko lah mangko ambo dianggap dek urang tu tamasuak ulama, kadang namuah ambo galak gadang sa-dareh2nyo, kan nan ganjia2 je aka urang ko taraso dek ambo

Cumo ciek sasudah ambo baok bamanuang ka tapi  batang aia, nan taraso dek ambo sudah tu, kan iyo sajak ambo pulang haji tahun 2002, nan kupiah haji ko iyo lai ambo pakai taruih kama pai dek baitu pulo janji kami nan saregu dulu kutiko di Makkah manjalang kapulang, bahaso kito harus pakai kupiah haji, sia nan indak lakek kupiah hajinyo kanai cikuih, Alhamdulillah alun ado ambo kanai cikuih lai doh kok mancikuih lai dapek sakali

Dek kupiah haji ambo tu lai lakek taruih mako indak jarang ambo didaulat manjadi imam sumbayang bajamaah dimusajik dan kadang tapaso pulo harus pandai mandoa wakatu acara2 wirid kampuang tamasuak acara2 kamatian dirumah duka ataupun dipakuburan bahkan tapaso pulo ambo suatu hari didaulat dek urang persatuan kampuang ambo caramah agamo dek ustad indak tibo, ka baa lai, dek ambo kan tapaso apa boleh baut, ambo lakoni sajo, bak kecek mamak kito dikampuang go eh, kok indak ado alang, si pipik pun bisa jadi alang, mako ambo kao an juo sa-bisa2 ambo jadi ustadz dadakan tu, walau mulo2 dulu agak gamang juo, tapi dek jalan nan pasa lai acok batampuah, tu mah kasudahannyo "bisa karano alah biasa" kan baitu kecek pipatah Malayu

Sesuatunyo memang melalui proses dan pentahapan, kok mulonyo urang kampuang ambo di Duri tu nan pendidikan formalnyo dibawah rato2, sahinggo iyo kerek bana we'e jo titel dotoranduih ambo tu, kini batambah pulo sajak pulang haji tu ambo dianggap lah jadi urang Siak bana kini, jadi kok dimasuakan namo ambo kadalam kelompok ULAMA di  IKMR Kecamatan Mandau Duri tu, kan indak salah ambo tu doh, ambo kan indak pulo ado ma-mintak2 bagai doh, jadi ka baa jadi'e je lah, tu baa lai, ambiak sajo hikmahnyo kok lai ateh namo nan ka elok, baa gak ati 

Tambah carito ciek lai, dek bantuak itu kajadian-nyo, jadi takana2 lo dek ambo, baa ko lah dek lai sabanyak tu kawan2 di Duri nan pai haji, (maklum kecamatan kami paliang rekor jumlah jemaahnyo bahkan tahun 2002 tu ciek kapa tabang (kloter) 400 urang labiah, kito2 nan urang duri sajo isinyo) sapulang dari haji banyak kawan jamaah haji nan indak namuah malakekkan kupiah hajinyo, mancaliak babarapo contoh nan tampak, kasimpulan samantaro go eh, ruponyo sabagian kawan2 ko indak namuah malakekkan kupiah hajinyo dek takuik tu tadi molah kironyo, baa ka indak, kok dibaso-an urang beko awak jadi imam tantu manggacua paruik, awak lah haji tampak dek urang, kok dimintak urang beko baco doa panutuik pengajian tantu kalua paluah dingin, kok disuruah urang beko manggantian ustad nan berhalangan hadir tantu pucek damam pangguang awak di'e, jadi rancak kupiah haji ko di andokan sajo dalam lamari, tapi tantu indak sadonyo baitu, ado juo alasan-nyo nan sagan kok sok2 alim lo kecek urang beko, tantu sajo indak suai di ambo prinsip nan bantuak itu doh, padahal ghirah agamo paralu ado didado awak, jadi kuati'e je lah lai, egp aja deh, mudah2an ambo salah bakasimpulan dan mudah2an tidak begitu betul malahan sabaliaknyo lah andaknyo 

Jadi itulah pamahaman ambo  tantang ULAMA tadi, kok senteang nan ka mambilai, kok kurang nan ka manukuak, kan iyo ambo pulangkan juo ka mamak sarato dunsanak nan basamo
wasalam
mohon maaf kok talongsong
abp58     

Dari: Fitr Tanjuang <fitr.t...@gmail.com>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Terkirim: Sab, 18 September, 2010 03:34:55
Judul: Re: Bls: [R@ntau-Net] Risau, Siapa Pelanjut Ulama Besar

Fitr Tanjuang

unread,
Sep 19, 2010, 8:57:02 AM9/19/10
to rant...@googlegroups.com
AslmWrWb

Ambo raso nan dibahas dan dikhawatirkan tu bukan kelangkaan "ulama" di
bidang ilmu2 dunia nan lain, tapi ulama syariah.

Atau, apokah kalau urang lah profesor di bidang komputer atau
kedokteran misalnyo, lah buliah mangaluakan fatwa soal2 syariah?
Atau nan labiah dakek, ahli sastra Arab jo filsafat misalnyo?

Ciek lai tanyo ambo, taqwa ko masalah amal atau masalah ilmu?

Wassalam
fitr tanjuang

2010/9/18 Arman Bahar <arman...@ymail.com>:
> Assalamualaikum ww

>


> Manuruik Murabbi ambo tu, Ulama adalah mereka2 yang ber-ilmu dan bertaqwa
> kepada Allah SWT, artinya Ilmu disini dalam pengertian bukan ilmu agama
> saja, bisa saja dia itu seorang fisikawan, ekonom, sarjana kimia, geologi,
> sosiologi, kedokteran ataupun ILMU apa saja yang difardhu kifayahkan untuk
> menuntutnya sebagaimana yang di amanatkan Rasulullah SAW dituntut kita untuk
> menuntutnya walau sampai kenegeri Cina sekalipun, kalau dia BERTAQWA maka
> dia disebut ULAMA
>
> Jadi dari uraian ustad ambo tu ada terdapat unsur ILMU sehingga dia disebut
> sebagai ALIIM namun dia juga adalah orang2 yang berTAQWA maka ULAMA lah dia,
> kan ba itu mungkin arati'e nan ambo tangkok
>

> Jadi itulah pamahaman ambo  tantang ULAMA tadi, kok senteang nan ka

Arman Bahar

unread,
Sep 19, 2010, 1:01:47 PM9/19/10
to rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum ww

Kisanak FT sarato mamak 'n dusanak yang dirahmati Allah
Kok kito urut kabalakang dari judul diateh kan masalah langkanyo ULAMA BESAR sekelas ulama2 besar sejaman buya Hamka atau Ahmad Chatib Al Minangkabawi nan urang minang di jaman kini

Tantu kito cek pulo dulu apo bana nan ulama tu, kan baitu?

Dek urang banyak nan santiang kini, tantu banyak pulo definisi ulama nan alah disampaikan tadi, jadi bagi kito2 nan awam ko untuak sakadar memperluas wawasan kan iyo baitu andaknyo, aratinyo kito indak elok tapaku ka buku nan ciek ka ciek tu sajo, usahokan labiah banyak referensi, kan baitu andaknyo, ba gak ati?

Kecek urang nan santiang nan sorang lai lo go eh, ulama itu adolah urang nan ba-ilimu yang dalam bentuk jamak, berasal dari kosa kata 'aaliim yang aratinyo ber-ilmu juo tapi dalam bentuk singular, jadi dari kecek urang santiang tadi, berarti ekonom, pisikawan, chemist, dokter, dukun baranak, ahli totok syaraf, geologist sapanjang labiah dari satu berdasarkan pengertian 'aaliim diatas tadi bisa juo disebut ulama sahinggo dengan demikian Ibnu Shina yang ahli kedokteran yang bukan ahli syariah, Ibnu Rusydi yang filosof dan tidak ahli syariah, Ibnu khaldun ahli sejarah dan tidak ahli syariah, Ibnu Batutah yang juga bukan ahli syariah juga boleh disebut sebagai ulama, antah kok indak, baa gak ati?

Kok nan kecek murabbi ambo ado lo tambahan embel2 ciek dek nyo yaitu berTAQWA, kok diambo nan baprinsip bak kunci inggeris (adjustable wrench), suai sado'e, kan bisa di adjust je tu nyeh ingkin ka mai

Lain pulo saketek versi MUI, ulama MUI Pusat adalah mereka2 yang ahli dibidang agama Islam, cendekiawan Islam, Zu'ama yang mewakili propinsi2 yang ada ditambah perwakilan dari NU, Muhammadiyah, Syarikat Islam, Perti, Al Washliyah, Mathlaul Anwar, GUPPI, PTDI, DMI, AlIttihadiyyah, dan masing 1 orang wakil dari Rohaniawan Islam TNI dan POLRI dan 13 orang tokoh dan cendekiawan dari perorangan

Jadi kok manuruik MUI ko salain ahli agamo Islam ado juo Cendekiawan Muslim atau ahli2 lainnya didalam nyo antah ahli telematika komputer, geophisika, dan lain2 terserah ketersediaan kalau paralu diundang diagiah honor bagai molah untuk kasus2 tertentu sakali2 sesuai permasalahan nan muncul

Jadi Sanak FT hinggo itu sajo baru, raso2 indak ka mungkin kito kakurangan ulama baiak nan dari mereka2 yang memang sudah jebolan atau spesialisasi Syariah Islam maupun yang bukan dan itu alun tahetong lai dari nan lain seperti dari parpol2 Islam mereka punya ulama sendiri juga seperti misalnya P3, PBB, PBR dengan Zainuddin MZ atau PKS misalnya yang punya juga team ulama / pakar2 yang khusus duduk di Dewan Syariah Pusat dan Wilayah (propinsi), belum lagi dari ormas2 lain seperti FPI, Hizbuttahrir, Salafi, Lasykar Jihad, Majelis Mujahidin Indonesia, Lasykar Mujahiddin Indonesia, alun masuak lai ulama2 tarikaik Naqsabandi dan Satariyah Ula'an Pariaman dlsb

Masalahnyo kini baa di nagari awak atau tepatnya ulama besar nan urang awak, kan baitu

Jadih lah kok baitu, kito angsua pulo saketek lai, apokah kalau lah profesor komputer atau kedokteran buliah mangaluakan fatwa soal syariah, kan baitu pulo tanyo sanak FT, jaweknyo tantu bisa iyo, bisa pulo indak

Bisa iyo, kok misalnyo sang profesor kedokteran ahli kanduangan co DR. Suhaimi kito tu misalnyo sabagai ilmuwan yang bertaqwa dan talabiah kok bergabung pulo atau diundang atau diminta pulo pandapek beliau dek MUI nan kabatulan ka mangaluakan fatwa tentang masalah2 abortus, bayi tabung, virginitas buatan atau apo sajo terutamo masalah2 baru nan alun ado tuntunannyo dalam  Alquran dan hadist, why not?

Atau ahli komputer yang bertaqwa walau indak ka sato manyato banalah inyo jo MUI kok ka untuak kalangan terbatas misalnyo, dilingkuangan sendiri, untuak rekan2 pengajian binaan-nyo, misal tantang bercintaria dengan WIL (wanita idaman lain) di face book atau fasilitas dunia maya lainnya misalnyo, kok ateh namo nan ka elok, berfatwa pulo awak ka kawan2 binaan awak tu tarutamo ka nan mudo2 kan indak dilarang bagai doh malah tasuruah bana tu mah dek karano memang itu bana tugas seorang ulama

Co caliak firman Allah "Sesungguhnya yang takut (taqwa) kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama (QS al-Fathir [35]: 28)

Rasulullah saw juga bersabda, sebagaimana dituturkan Abu Darda: Ulama adalah pewaris para nabi (HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi)


Kini awak indak nabi bagai doh, tu kito karajokan pulo karajo nabi, lah ulama pulo kito namonyo tu mah, kan indak ado pulo nabi manyabuik "nan jagok komputer jo dotor kanduangan indak buliah jadi ulama"!


Ciek lai tanyo sanak FT, "taqwa ko masalah amal atau ilmu" kan baitu?

Tantu sajo ka-duo2nyo, ber-amal tu jo ilimu, jan co anduang2 awak nan indak basikolah dulu tu, ado kajadian saisuak wakatu ambo kaciak2 di Tanjuang Pinang ado tetanggo ambo dakek rumah lah pangkek anduang2, suatu hari tampak deknyo karateh ditabangkan angin tasangkuik dipintu rumahnyo, nampak dek anduang2 ko karateh tu batulisan Arab, lalu disalamaikkannyo sambia ngedumel "Astagaaa... siape pulak ni sobek2 kur'an, he.. buat doseee ajeee lah budak2 ni"

Dek anduang2 tadi indak bailimu, surek kaba "Utusan Melayu" nan beraksara Arab Melayu berbahasa Melayu disangko'e Alquran, tantu indak masuak dek aka awak tu doh kok anduang2 ko termasuk golongan urang2 yang bertaqwa, ber-amal lai tapi ber-ilmu tidak, baa gak ati?

Sangat2 dianjurkan kita menguasai Bahasa Arab kalau perlu plus Sastra Arab untuk lebih memudahkan kita memahami isi dan kandungan Alquran dan hadist, minimum mengerti KAEDAH BAHASA ARAB karena belum tentu tepat semua terjemahan atau tafsir Alquran atau terjemahan hadist apalagi dibuat oleh ulama yang kurang menguasai kaedah bahasa Arab, entah itu menyangkut grammar, phonetics maupun sastra, maka tidak heran lah kita kalau jebolan atau sarjana ahli bahasa Arab ini sering dimintai bantuannya dalam penulisan terjemahan kitab2 dari bahasa Arab, sekalipun yang punya gawe ini sarjana Ilmu Syariah atau Hadist maupun Ushuluddin, mungkin kaedah bahasa Arab dia kurang menguasai

Mohon maaf talabiah takurang
wasalam
abp58


Dari: Fitr Tanjuang <fitr.t...@gmail.com>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Terkirim: Ming, 19 September, 2010 19:57:02

Judul: Re: Bls: [R@ntau-Net] Risau, Siapa Pelanjut Ulama Besar

Muhammad Gifari

unread,
Sep 20, 2010, 12:21:55 AM9/20/10
to rant...@googlegroups.com
Sahabat2 RN nan ambo hormati,
Ambo ikut pulo mengomentari judul iko dengan mengutip buku yang pernah ambo baco (Fadhilah Amal: Maulana Muhammad Zakariyya al Kandahlawi).
Manurut alim ulama, katonyo "untuk dapat menafsirkan al qur'an diperlukan 15 bidang ilmu".

Saya akan meringkas kelima belas ilmu itu semata mata agar diketahui bahwa tidak mudah bagi setiap orang memahami makna bathin al qur'an ini.

1. Ilmu lughat (filologi)
2. Ilmu Nahwu
3. Ilmu sharaf
4. Ilmu isytiqaq (akar kata)
5. Ilmu ma ani (susunan kalimat)
6. Bayaan (permisalan kata)
7. Badi' (keindahan Bahasa)
8. Ilmu qiraat (perbedaan bacaan)
9. Ilmu Aqa'id (dasar dasar keimanan)
10 Usul fiqih (menggali hukum dari suatu ayat)
11. Ilmu Asbabun Nuzul
12. Ilmu Nasikh Mansukh
13. Ilmu Fiqih (hukum hukum yang rinci)
14. Ilmu Hadist
15. Ilmu Wahbi (ilmu yang diberikan khusus Allah kepada hambanya yang istimewa sesuai sabda rasul: "Barang siapa mengamalkan apa yang dia ketahui maka Allah akan memberikan kepadanya ilmu yang tidak dia ketahui"

M Gifari S (lk 29 )
Tokyo

Arman Bahar

unread,
Sep 20, 2010, 3:26:48 AM9/20/10
to rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum ww

Alhamdulillah, kisanak MG, mantap tu mah, batua tu nan sanak sampaikan, kok indak salah kan sanak suntiang dari halaman 331 yoo?

Ka tukuak tambahnyo di ambo go eh pada alinia selanjutnya disabuik-kan bahwa ka 15 point ko PENTING bagi seorang PENAFSIR, karano bagi sang penafsir yang tidak menguasai 15 cabang ilmu ko dikuatirkan akan terjerumus kedalam PENDAPAT PRIBADI, hal mana ini harus dihindari karena bakalan menyesatkan umat, bayangkan kalau umat sesat gara2 kecerobohan ulama tafsir ko, kato hadis lo go h, ulama tu nan ka dulu di hirik sonsang-an masuak kadalam narako, naudzubillahi minzalik

Mukasuik ambo supayo kito2 nan urang awam nan indak ka baniat ka menjadi seorang Penafsir Alquran indak cameh tagamang, dek jadi patakuik pulo beko tu, bahaso untuak memahami Alquran tu sabarek tu bana

Bagi kito2 nan indak ka manjadi Ahli tafsir atau imdak ado rencana ka mambuek tafsir Alquran indak paralu bana ka 15 cabang ilmu itu dikuasoi, cukuik bisa baco atau indak buto huruf Arab sajo sudah madai tu mah, baco sajo lah dengan benar, mangarati panjang, pendek, danguang seperti nan alah ditunjuak guru2 mangaji kito saisuak, alah jadih tu sambia diangsua2 pulo penyempurnaan-nyo, sudah tu baco dan fahami pulo arati dan maknanyo, bacolah sa juz sahari hinggo bisa tiok bulan khatam, kok lai takao kan nan co iko sajo, alah santiang bana tu mah, kan lah ma-arah2 ka ABSSBK juo awak tu mah, baa gak ati?

Jan dek gara2 itu pulo beko, kito2 nan lah takuik manjadi batambah takuik mangaca Alquran, sahinggo Alquran nan alah takuruang dirumah awak sajak 15 tahun ko, lai bantuak itu juo baru kileknyo, dek indak pernah disentuh, apolagi dibaco

Eh... kisanak mongngomong, sanak lai lo mamacik Kitab Fadhail Amal ko, memang-nyo kisanak anggota Jamaah Tabligh juo? Hebat dong kalau gituu

wasalam
abp58

Dari: Muhammad Gifari <email...@yahoo.com>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Terkirim: Sen, 20 September, 2010 11:21:55
Judul: Re: Bls: Bls: [R@ntau-Net] Risau, Siapa Pelanjut Ulama Besar

Fitr Tanjuang

unread,
Sep 20, 2010, 3:40:32 PM9/20/10
to rant...@googlegroups.com
AslmWrWb
 
Iko tingkatan ulama nan ambo dapek pulo dari internet.
Kito caliak2 lah nan maa nan kurang di minang atau ina atau dunia Islam sacaro umum.
 
Wassalam
fitr tanjuang
 

Tingkatan Ulama Ahli Syariah

Di dalam situs ini saya banyak belajar dan berkenalan dengan beragam ulama. Pertanyaannya, apakah di antara para ulama itu ada jenjang atau struktur kesenioran atau semacam tingkatan?

jawaban

Assalamu ''alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kalau ada tingkatan atau level di kalangan ahli syariah, sebenarnya bukan derajat keimanan atau ketaqwaan, melainkan tingkat keahlian dan profesionalitas. Ibarat dunia kedokteran, ada dokter umum dan ada dokter spesialis. Tapi semua itu bukan jaminan bahwa dokter tidak akan terserang penyakit atau tidak bisa mati.

Syeikh Abu Zahrah, ulama besar Mesir mencoba membuat klasifikasi para ahli ijtihad menjadi beberapa klasifikasi, misalnya mujtahid mutlaq (mustaqil), mujtahid muntasib, mujtahid fil mazhab dan mujtahid fi at-tarjih.

1. Mujtahid mutlaq (mustaqil)

Ini adalah level mujtahid yang paling tinggi. Untuk sampai ke level ini, awalnya seseorang harus memenuhi dulu standar dasar yang harus dimiliki seorang mujtahid.

Kemudian tambahannya adalah dia harus bisa membuat metologi ijtihad (ushul fiqih) sendiri tanpa meniru atau mengadaptasi dari orang lain. Dari hasil konsepnya itu, dia melakukan ijtihad pada semua sisi kehidupan mulai dari urusan thaharah sampai urusan kenegaraan, yang kemudian disusun menjadi kumpulan hasil ijtihad yang murni hasil dari kesungguhan dirinya. Bukan kutipan juga bukan contekan dari mujtahid lain. Kecuali kalau kebetulan hasilnya sama.

Contoh mujtahid mutlak adalah 4 imam mazhab yang kita kenal:

  • Al-Imam Abu Hanifah (80-150 H)
  • Al-Imam Malik (93-179H)
  • Al-Imam Asy-Syafi''i (150-204 H)
  • Al-Imam Ahmad bin Hanbal

Mereka yang merumuskan metodologi istimbath hukum dan sistem pengerjaannya, selain mereka juga menggunakannya untuk berijtihad, di mana sistem dan hasil ijtihadnya kemudian dijadikan rujukan oleh mujtahid di level bawahnya.

Kalau kita ibaratkan ilmu matematika, mereka ini kira-kira seperti orang yang menemukan rumus segi tiga siku-siku Phitagoras, a kuadrat sama dengan b kuadrat kali c kuadrat. Atau yang menemukan rumus luas lingkaran.

Siapa pun orang yang datang kemudian, kalau mau mengukur segi tiga siku-siku atau mengukur luas lingkaran, pasti tidak akan bisa lepas dari rumus dasar itu.

2.Mujtahid Muntasib

Pada level kedua, kita bertemu dengan para mujtahid yang disebut muntasib. Sesuai namanya, muntasib adalah orang yang melakukan instisab, yaitu berafiliasi kepada suatu mazhab tertentu.

Jadi mereka tidak menciptakan mazhab sendiri dalam arti tidak merumuskan sistem ijtihad dan istimbath. Mereka adalah orang yang datang belajar sistem itu hingga betul-betul menguasai sepenuhnya, setelah itu mereka menjadi pengguna langsung untuk melakukan berbagai ijtihad dalam masalah syariah.

Namun dari segi kemampuan, sesungguhnya mereka sudah bisa melakukan perumusan sistem ijtihad sendiri. Tapi biasanya mereka tidak melakukannya, karena apa yang sudah dirintis oleh guru mereka sudah lebih baik dan lebih maju.

Bahkan mereka malah menjadi tonggak yang ikut menguatkan suatu mazhab yang sudah ada, karena mereka menjadi pembela sekaligus berjasa mempopulerkannya kepada khalayak.

Kalau kita ibaratkan kira-kira mereka adalah para programer yang ikut pada OS Open Source semacam komunitas Linux. Walau pun mereka bisa bikin sendiri tapi umumnya mereka lebih banyak menjadi pengguna, meski sesekali ikut menyumbangkan karya. Di tangan mereka inilah OS Open Source bisa tetap eksis.

Menurut Ibnu Abidin, sebagaimana dikutip oleh Abu Zahrah, pada tiap-tiap mazhab dari keempat mazhab itu ada mujtahid dengan level muntasib.

2.1. Muntasib Mazhab Hanafi

Yang termasuk ke dalam kategori ini adalah Muhammad bin Hasan As-Syaibani (131-189H) dari mazhab Abu Hanifah. Beliau adalah murid langsung Imam Mazhab dan menjadi muntasib pada mazhab yang beliau rintis, sekaligus menjadi pilar yang menguatkan mazhab ini.

Selain itu juga ada Al-Qadhi Abu Yusuf (113-182H) yang amat terkenal itu. Mereka berdua adalah pasangan ulama yang tidak bisa dilepaskan dari nama besar mazhab Abu Hanifah, biasa disebut singkat: Abu Yusuf dan Muhammad.

2.2. Muntasib Mazhab Maliki

Di dalam yang didirikan oleh Al-Imam Malik rahimahullah, kita mengenal ulama besar seperti Abdurrahman bin Al-Qasim (132-191H). Beliau ini levelnya sebenarnya mujtahid mutlak, karena sudah bisa membuat sistem mazhab sendiri.

Namun sebagai murid langsung Al-Imam Malik selama 20 tahun, lebih lebih senang menyempurnakan mazhab gurunya. Termasuk di antara jasa beliau adalah menyempurnakan kitab Al-Mudawwanah Al-Kubra, kitab induk dalam mazhab ini.

2.3. Muntasib Mazhab Asy-Syafi''i

Nama yang bisa disebut untuk muntasib mazhab ini adalah Al-Muzani. Lengkapnya adalah Abu Ibrahim Ismail bin Yahya Al-Muzani (175-264H). Sang guru, Al-Imam Asy-Syafi''i sampai berkomentar begini, "Al-Muzani adalah pembela mazhabku."

Beliau memang berkarya besar untuk mazhab gurunya, di antaranya adalah kitab Al-Mabsuth (Al-Mukhtashar Kabir) dan Al-Mukhtashar Shaghir. Murid Al-Muzani tersebar di seantero khilafah Islamiyah sehingga mazhab gurunya ini dikenal dari ujung barat sampai ujung timur dunia.

Selain itu juga ada Al-Buwaithi (w.231 H) yang oleh As-Syafi''i diwariskan halaqoh di Baghdad dan menulis banyak tentang mazhab ini.

3. Mujtahid fil mazhab

Mereka ini adalah mujtahid yang tidak membuat sistem sendiri, juga tidak berijtihad sendiri. Mereka menggunakan sistem dari mazhab masing-masing dan mengikuti hasil ijtihadnya juga.

Mereka hanya berijtihad manakala di dalam mazhab mereka belum ada hasil ijtihad. Karena persolaan hukum akan terus ada dan tidak pernah berhenti.

Maka pada saat tidak hasil ijtihad dari mazhabnya yang sekiranya cocok dan bisa dijadikan jawaban, mereka barulah berupaya untuk berijtihad.

Dari kalangan mazhab Al-Hanafiyah, yang termasuk ulama mujtahid fil mazhab adalah Abul Hasan Al-Karkhi (260-340H) dan Hasan bin Az-Ziyad (w. 204H). Dari kalangan Maliki adalah Muhammad bin Abdullah Al-Abhari (89-375H). Dari kalangan mazhab Syafi''i adalah Ibnu Abi Hamid Al-Asfraini (344-406H).

4. Mujtahid fi at-tarjih

Pada level paling bawah, ada mujtahid fit tarjih. Peran mereka bukan membuat sistem, juga tidak berijtihad sendiri, juga tidak melakukan ijtihad yang belum ada ijtihad sebelumya.

Mereka 100% mengikuti sistem dan ijtihad dari para seniornya. Dan karena sudah banyak hasil ijtihad dari para senior dan terkadang hasilnya agak berbeda, maka peran mereka adalah melakukan tarjih.

Namun tarjih yang mereka lakukan bukan dalam arti mementahkan hasil ijtihad, melainkan mencoba melakukan studi komparasi antara semua hasil ijtihad dari keempat mazhab itu, lalu melakukan penelitian ulang atas dalil-dail yang digunakan serta analisa tentang keunggulan dari masing-masing mazhab.

Mengapa masih harus ada tarjih?

Salah satu sebabnya adalah perubahan zaman yang sangat dinamis serta kondisi tiap negeri yang selalu berbeda. Sehingga ada ijtihad yang cocok diterapkan di suatu negeri tapi barangkali kurang tepat kalau diterapkan di negeri yang lain.

Juga ada mazhab yang bisa diterapkan pada zaman tertentu dan kurang tepat untuk masa yang lain.

Wallahu a''lam bishshawab, wassalamu ''alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc



2010/9/20 Muhammad Gifari <email...@yahoo.com>

Ibnu Mas'ud

unread,
Sep 21, 2010, 12:40:28 AM9/21/10
to rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum w.w.

Pak Fitr Tanjuang semoga Allah Subhanahu wa ta'ala merahmati kito sadonyo.
Kalau dulu zaman ulama-ulama Minangkabau baraja di Makkah jo Madinah alun ado peguruan tinggi lai. Nan ado hanyo halaqah-halaqah baik di dalam masajik Haram Makkah atau Nabawi. Tiok urang nan ka baraja jo ulama mereka mancari ulama nan kadituju untuak baraja. Kiniko sistim halaqah ko masih ado. Biasonyo sasudah magrib jo sasudah subuah.

Tapi kini Di Saudi Arabia alah ado berdiri babarapo peguruan tinggi. Di Makkah nan terkenal namonyo Umul Quro, di Madinah namonyo Islamic University Madinah, di Riyadh namonyo Jami'atul Imam. Disikolah calon ulama ko digodok. Namun demikian banyak juo nan jadi ulama dan di akui keilmuannyo dek baraja lansuang ka ulama-ulama terkenal.

Kalau soal bahaso Arab, jo hafal Al-quran dan hadits jaleh mereka balabiah. Indak pulo payah mambedakan antaro ulama jo ustad. Kalau ulama umumnyo mereka ko tampek batanyo para ustad.

Sakitu dulu pak Ftr.  Mudah-mudahan lai mambantu.

Wassalam,

Ibnu

2010/9/18 Fitr Tanjuang <fitr.t...@gmail.com>

Ryan Firdaus

unread,
Sep 21, 2010, 4:16:55 AM9/21/10
to rant...@googlegroups.com
Akhi Fitr Tanjuang...

Suatu penjelasan nan terperinci tentang level ulama' syai'ah...tabik lo tanyo di kapalo ambo..kok ado di antaro kito nan berprinsip, ndak paralu bermazhab dlm syariat doh...tantu kito labiah tinggi levelnyo dari Mujtahid Muthlaq lai???

mohon penjelasan akhi....terima kasih sebelum nyo..

wassalam, Ryan 43 Ipoh


From: Fitr Tanjuang <fitr.t...@gmail.com>
To: rant...@googlegroups.com
Sent: Tue, September 21, 2010 3:40:32 AM
Subject: Re: Bls: Bls: [R@ntau-Net] Risau, Siapa Pelanjut Ulama Besar

Ibnu Mas'ud

unread,
Sep 21, 2010, 4:59:26 AM9/21/10
to rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum w.w.

Alah lari antah kama-kama. tapi indak baa doh. Tando awak rami. Namonyo juo duduak di lapau.

Baliak kito ka curito baa caronyo mambangkik batang tarandam. Baa caronyo kito untuak mancetak kader ulama nan alah lamo abih. Gubernur kito dari partai Da'wah. Mudah-mudahan dengan kepemimpinan beliau muncul semangat untuk jadi ulama dikalangan pelajar-pelajar awak. Tapi ijan pulo biko nan jadi ulama nan sibuk ba partai...alah tambah jauah panggang dari api.

Wassalam,


Ibnu

2010/9/21 Ryan Firdaus <ryanfi...@yahoo.com>

Dasriel Noeha

unread,
Sep 21, 2010, 5:12:23 AM9/21/10
to rant...@googlegroups.com
Ulama iko aratino URANG NAN BA ILMU
 
Nah URANG NAN BA ILMU, bisa lari jadi Pamimpin Politik, Pamimpin Ekonomi, Pamimpin Teknologi, Pamimpin Sosial, Pamimpin Msyarakat.
 
Artino, JADI ULAMA DULU BARU JADI PAMIMPIN.
 
Untuak jadi ULAMA HARUS BARAJA DAN BAGURU SAMPAI JADI.
 
Jan bak pantun:
 
Ba buru ka padang data
Dapeklah ruso balang di kaki
Kok ba Guru kapalang aja
Bak bungo kambang indak jadi
 
Ba buru ka padang Alai
Baruak mamanjek takuik ta tembak
Ba Guru sampai salasai
Ilimu dapek untuak rang banyak
 
DAN

--- Pada Sel, 21/9/10, Ibnu Mas'ud <ibnuk...@gmail.com> menulis:

Dari: Ibnu Mas'ud <ibnuk...@gmail.com>

Darwin Chalidi

unread,
Sep 21, 2010, 5:32:43 AM9/21/10
to rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum w.w.

Gubernur awakko punyo majelis taklim di daerah Bekasi, dalam pengajiannyo punyo metode setiap anggota harus menyiapkan materi secaro bergilir. Buku2 ketek nan ditulih oleh Gubernur awakko sangaik banyak mengenai bahan2 pengajian. Insya Allah pado wakatunyo beliau bisa memulai kegiatan pengajiannyo di Padang.

Wassalam, Darwin Chalidi 61, Tangerang Selatan

2010/9/21 Ibnu Mas'ud <ibnuk...@gmail.com>

Ahmad Ridha

unread,
Sep 21, 2010, 5:35:15 AM9/21/10
to rant...@googlegroups.com

2010/9/21 Ryan Firdaus <ryanfi...@yahoo.com>


Suatu penjelasan nan terperinci tentang level ulama' syai'ah...tabik lo tanyo di kapalo ambo..kok ado di antaro kito nan berprinsip, ndak paralu bermazhab dlm syariat doh...tantu kito labiah tinggi levelnyo dari Mujtahid Muthlaq lai???

Pak Ryan, setahu saya, yang memiliki madzhab adalah ulama, sedangkan orang awam tidak bisa dikatakan bermadzhab karena dia tidak memahami ushul yang digunakan dalam madzhab.  Kewajiban seorang awam adalah bertanya kepada orang yang mengetahui, tentunya yang dapat dia akses.  Jadi kewajibannya bukan khusus bertanya pada ulama dari madzhab tertentu.

Allahu Ta'ala a'laam.

--
Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
(l. 1400 H/1980 M)

Ryan Firdaus

unread,
Sep 21, 2010, 8:08:16 AM9/21/10
to rant...@googlegroups.com
manga dek jauah bana ka mancari contoh...pemimpin nan manjadi khalifah...nan lah di jamin masuak sarugo..khulafa'urrasyidin...sayyidina Abu Bakar.. Umar ..Osman dan sayyidina 'Ali...mereka adalah Pemimpin dan mereka juga Ulama dan yg paling penting..mereka bertaqwa....

atau..yang agak jauh sedikit dari baginda Rasulullah adalah Khalifah Umar bin abd.aziz...

lalu, kalau kalau nio mambangkik batang tarandam...nio juo kito mandapek ulama nan berkaliber seperti nan alah ado di ranah minang tempoe doeloe...ciri2 nyo harus samo..nan balain hanyo lah kaedah untuak menzahirkannyo....salah satu ciri nan samo2 kito nampak adolah..beliau2 tersebut di pimpin atau di bimbing oleh Ulama hebat di zamannyo.....kini ado ndak??? atau kito mengharapkan sang Ulama lahir dengan sendirinya??? mungkin bisa...tapi payah stek...sebab seorang insan yg berjaya dgn cemerlang secara adatnya ada seorang individu di belakangnya sebagai mentor/ pelatih...bahkan seorang olahragawan yg bertaraf internasional pun memerlukan seorang coach...

..harus ada seorang Ulama yg bisa bertindak sebagai mentor..(ilmu tinggi & taqwa..
..harus ada sekolah/madrasah yg mempunyai kurikulum yg hebat(duniawi&ukhrawi)..
..harus ada lingkungan/persekitaran yg Islami(sebagai pendorong), atau boleh juga di      
  sebut ada jemaah yg mendukungnya..
..nan paling penting sekali, masyarakat bana nan memang menginginkan Islam sebagai jalan hidup..bukan hanya sebagai anutan...

maaf di pinto kalau banyak nan indak berkenan...

wassalam,

Ryan 43 Ipoh
 


From: Dasriel Noeha <dasrie...@yahoo.com>
To: rant...@googlegroups.com
Sent: Tue, September 21, 2010 5:12:23 PM

Fitr Tanjuang

unread,
Sep 21, 2010, 12:24:06 PM9/21/10
to rant...@googlegroups.com
AslmWrWb

Jadi baa kesimpulannyo, pak Arman?
Lai banyak ulama di ranah Minang sahinggo indak adoh nan paralu dirisaukan.

Taingek dek ambo adoh kawan SMA nan paliang "siak" dan dari dulu kali
imbau "Buya."
Kini inyo dosen teknik mesin di Unand.
S1 di Unand, S2 di ITB sudah tu lah S3 pula di Japang.
Jadi lah masuak inyo ka barisan ulama sahinggo panggilan buya indak salah (?).

Kalau lai banyak ulama di Minang, tolong lah dikenalkan ka amerika
agak bara urang.
Di siko masiah diparalukan imam2 untuak musajik atau Islamic center.

Kriterianyo biasonyo; bisa bahaso arab, hafal Qur'an, tau ilmu hadits
jo ilmu fiqh.
Tantu harus pandai babahaso inggris dan bisa bergaul ko komunitas nan
baragam tamasuak non muslim.
Gajinyo sekitar 50ribu dolar/tahun lengkap jo benefit (ansuransi kesehatan dll).
Tugas paliang pokok tu manjadi Imam sumbayang 5 waktu, konsultasi syariah dll.

Di tampek kami sajak imam nan lamo pindah ka kota lain, alun adoh nan
bisa full time manggantikan.

Nan urang Ina pun nan ambo tau baru 2 urang nan jadi imam di USA ko.
Imam Syamsi Ali di NY city (rang Makasar), jo ustadz Joban di Seattle
(rang Jawa Barat).
indak adoh nan urang Minang doh....

Wassalam
fitr tanjuang

2010/9/19 Arman Bahar <arman...@ymail.com>:
> Assalamualaikum ww
>


> Kisanak FT sarato mamak 'n dusanak yang dirahmati Allah
> Kok kito urut kabalakang dari judul diateh kan masalah langkanyo ULAMA BESAR
> sekelas ulama2 besar sejaman buya Hamka atau Ahmad Chatib Al Minangkabawi
> nan urang minang di jaman kini
>
> Tantu kito cek pulo dulu apo bana nan ulama tu, kan baitu?
>

> .............

zubir...@gmail.com

unread,
Sep 21, 2010, 10:08:22 PM9/21/10
to rant...@googlegroups.com
Ass.mualaikum wrwb.
Kanakan Fitri Tanjung n sdrku Arman Bahar Piling sara to dunsanak panghuni palanta RN nn diRahmati Allah swt.

Jo Buyuang minta maaf du lu ka sdrku ABP karano pokok masalah ambo tambah dengan: "tolong dikana pulo ulama di pedesaan Sumbar",juo permo honan ditujukan ka rangpalan ta pemerhati masalah Ulama Islam.

Jujur diakui,khususnyo di nagari ambo,nagari sdrku ABP pulo,IVAngkek Padusunan,Pia man,kehidupan baagamo ma syarakaik sangat menyedihkan Hal ini kelihatan pada kehidu pan masjid nn langang dari sentuhan ulama nn agak mum puni saparati zaman saisuak.

Bukan tidak ado ulama itu, tapi mereka sudah meninggal kan kampung mereka,n hidup diperkotaan nn menjanjikan ba gi anak n istrinya.
Pengalaman Jo Buyuang nn lai acok pulkam,malah kini dilako ni sabulan dikampung,3 or 4 bulan di JKT;kondisi kelangka an ulama nn mumpuni ini,tara so sekali.

Nan maisi kegiatan dakwah dimusajik,diisi oleh pa ra anak2 mudo nn tidak begitu menguasai ilmu agamo Islam. Mereka ini tidak minta dibayar dalam pengajian;berlainan dengan ulama nn dikota,ado kelas2nyo.Kalau nggak dikasi amplop nn agak baisi banyak jaan diharap mereka akan mau diundang waktu bsrikuik nyo.

Jadi lah bisa duduga,kapasi tas pemahaman nn berujung kepada kwalitas ketakwaan n keimanan rang desa itu,berlari ditempat.Makanya tidak heran kehidupan perkotaan terutama muda mudi telah nerambah ke pedesaan.

Mungkin ado solusi dari sa nak palanta,baa caro2 mengga lakkan kehidupan baagamo, kembali berbasis desa.Baa ca ronyo supayo para ulama itu namuah hiduik didesa,paliang kurang turun kadesa dalam di kap n perbuatan.
Semoga Allah membuka pintu Rahmatnya kepada ulama nn hidup dikota,n terhindarlah masyarakat desa kita dari pe ngaruh bujukan missi2 asing nn berlainan keyakinan dengan kita.Amin ya Rabbal Alamin.

Jo Buyuang,71thn,rang nde so Piaman nn kini di Bonjer, Jakbar.
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: Fitr Tanjuang <fitr.t...@gmail.com>
Sender: rant...@googlegroups.com
Date: Tue, 21 Sep 2010 12:24:06
To: <rant...@googlegroups.com>
Reply-To: rant...@googlegroups.com
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Darwin Chalidi

unread,
Sep 21, 2010, 10:35:43 PM9/21/10
to rant...@googlegroups.com

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamualaikum Wr. Wb.


Sebagai bagian dari kepedulian kami baik sanak saudara yang terkait langsung atau sanak saudara seimam yang tidak langsung terkait dengan Minangkabau, kami sedikit sharing untuk pengentahuan sanak Palanta RN.


Usaha yang kami lakukan ini walaupun sangat kecil tapi mempunyai kepedulian yang sama dengan pokok bahasan yang kita bicarakan ini.


Ada 2 pokok antara tugas dan tanggung Jawab kami dari Rantau lihat Tugas dan Tanggung Jawab Forsil poin i & H yang diboldkan, serta Tugas dan Tanggung Jawab Nagari poin g,h,i, & j


Pada hari ini Jum'at tanggal 23 Februari 2010 telah ditanda tangani Perjanjian Kerjasama oleh dan antara:

 

  1. Panitia Aksi Solidaritas Gempa Sumbar dengan Tema Tegakkan Surau (Masjid) Kita dengan latar belakang sebagai berikut;

                          i.      Panitia Aksi Solidaritas Gempa dibentuk oleh Forum Silaturrahim Masjid-Masjid Bintaro dan Sekitar disebut FORSIL MBS suatu Forum Kumpulan masjid-masjid di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan yang bertekad merapatkan barisan dengan Visi MENJADIKAN FORSIL MBS SEBAGAI BENTENG KETAHANAN UMAT, khususnya dikawasan Bintaro dan Sekitarnya yang mempunyai sekretariat di Masjid Raya Bintaro Jaya Jl Maleo Raya, sektor 9. Tangerang Selatan.

                        ii.      Pembentukan Panitia Aksi Solidaritas Gempa ini didukung oleh IKADI (Ikatan Da’i Indonesia) sebuah organisasi Da’i yang dibentuk di Jakarta 1 Jumadil Ula 1423 H atau bertepatan tanggal 12 Juli 2002 bertujuan untuk memberikan kontribusi positif dan memberdayakan potensi ummat. Beralamatkan di Jl. Bantu Ampar III no. 19 Condet Jakarta Timur.

                      iii.      Pembentukan Panitia Aksi Solidaritas Gempa didukung juga oleh PKPU (Program Kemandirian Pemberdayaan Ummat) yang yang didirikan tanggal 10 Desember 1999 serta beralamatkan di Jl. Condet Raya no. 87 G Jakarta Timur.

                       iv.      Panitia Aksi Solidaritas Gempa dalam perjanjian ini diwakili oleh H. Ir. Darwin Chalidi, H. Muhammad Oya Mahmud. MBA, dan H. Haryadi Djalal masing-masing selaku Ketua dan Bendahara Umum Panitia Aksi Solidaritas Gempa FORSIL MBS, Ketua Presidium FORSIL MBS. (untuk selanjutnya disebut FORSIL MBS);

 

  1. Panitia Pembangunan Surau Paninjauan, yaitu sebuah Panitia yang dibentuk oleh warga desa Balai Kuraitaji yang berada di Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman, Sumatera Barat. Panitia ini dibentuk untuk menegakkan kembali Surau Paninjauan yaitu sebuah surau tua yang mempunyai sejarah panjang dalam membangkitkan kekuatan ummat islam diera kebangkitan nasional dan setelahnya. Surau Paninjauan ini telah rusak berat serta tidak dapat digunakan akibat Gempa berkekuatan 7.9 skala Richter pada tanggal 30 September 2009 yang melanda daerah Padang Pariaman. Panitia Pembangunan surau berkedudukan di Desa Balai Kuraitaji, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman. dalam hal ini diwakili oleh Basrial Bakri Kepala Desa Balai Kuraitaji, Jasri Jamalus selaku Ninik Mamak, Dasman sebagai ahli waris bertindak untuk dan atas Panitia Pembangunan Surau Paninjauan (untuk selanjutnya disebut Paninjauan)

 

FORSIL MBS dan Paninjauan untuk selanjutnya secara bersama – sama disebut “ Para Pihak”.

 

Para Pihak telah sepakat untuk melakukan kerjasama dalam menegakkan Surau Paninjauan. Pokok pikiran dalam melakukan kerjasama ini adalah pembagian tugas yang termasuk dan tidak terbatas dalam hal sebagai berikut;

 

1.      Tugas dan Tanggung Jawab FORSIL MBS

a.      Penggalangan dana dari ummat untuk biaya penegakkan surau yang ditentukan melalui Bank Syariah Mega nomor rekening 1000-026-093 a/n Yayasan Amal Jaya QQ Masjid Raya.

b.      Menegakkan kembali surau (masjid) yang runtuh dengan perencanaan bangunan surau yang tahan gempa dengan ukuran standar 12 X 12 Meter bangunan, bertingkat dua dan atau satu tingkat disesuaikan dengan jumlah jemaah normal surau (masjid), serta disesuaikan dengan kondisi lokasi Surau Paninjauan.

c.      Menyiapkan detil perencanaan surau untuk dapat dipakai oleh kontraktor yang akan ditunjuk melaksanakan pembanguna surau

d.      Menunjuk, menentukan, menanda tangani perjanjian untuk Pelaksana pembangunan surau.

e.      Melakukan Pembelian dan pengangkutan bahan2 bangunan yang berdasarkan efisiensi lebih baik dibawa dari luar daerah surau paninjauan.

f.        Melakukan kontrol biaya untuk pembangunan surau ini secara transparan dan akuntabel.

g.      Membuka laporan penggunaan dana untuk pembangunan ini secara berkala dan/atau diperlukan oleh para pihak.

h.      Menyiapkan para Da’i, memberangkatkan, memulangkan, memberikan biaya hidup selama bertugas di Surau Paninjauan setelah surau dinyatakan siap operasi secara lengkap selama jangka waktu yang akan ditentukan para pihak.

i.        Memberikan bimbingan kepada DKM Surau Paninjauan untuk dapat mengelola surau secara modern sesuai dengan kaidah2 yang berlaku di Masjid unggulan Forsil MBS.

 

2.      Tugas dan Tanggung Jawab Paninjauan

a.      Melakukan penggalangan dana dari ummat untuk pembangunan surau.

b.      Menyetorkan dana terkumpul untuk infaq pembangunan Surau Paninjauan, menyetorkan dana terkumpul sewaktu pembangunan surau sudah dimulai ke Bank Syariah Mega nomor rekening 1000-026-093 a/n Yayasan Amal Jaya QQ Masjid Raya.

c.      Menyiapkan seluruh perizinan terkait dengan pembangunan surau ini dari pihak yang berwenang.

d.      Memfasilitasi team lapangan FORSIL MBS termasuk dan tidak terbatas kepada kontraktor yang ditunjuk FORSIL MBS untuk kelancaran pembangunan Surau Paninjauan.

e.      Memfasilitasi dalam melakukan pengecekan serta opname dilapangan atas pembelian bahan2 bangunan dilokasi oleh kontraktor yang ditunjuk Forsil MBS yang kemudian mencairkan dana dari Forsil MBS untuk pembelian tersebut.

f.        Menerima laporan keuangan yang dikeluarkan Forsil terkait pembangunan surau paninjauan.

g.      Membentuk DKM Surau Paninjauan yang akan mengelola kemakmuran surau ini dimasa depan

h.      Membantu dan menerima Da’i yang dikirim oleh FORSIL MBS setelah bangunan selesai.

i.        Membantu dan menerima petugas FORSIL MBS dalam proses bimbingan pengelolaan Surau secara modern, akuntabel, dan transparan.

j.        Melakukan sosialisasi dan himbauan kepada jemaah Surau Paninjauan untuk meramaikan surau termasuk dan tidak terbatas kepada keharusan pemanfaatan Ruang Serba Guna Surau untuk acara2 nikah dan pesta perkawinan dalam rangka menghindari acara2 yang tidak bernuansa islami yang selama ini ditenggarai terjadi diperumahan jemaah surau Paninjauan.


Status Bangunan Surau Paninjauan ini sudah selesai 60% dan telah dimanfaatkan selama Ramadhan 1431H untuk sholat tharawih dan Idul Fitri disamping sholat fardhu 5 waktu. 


Pembangunan surau ini akan diteruskan dengan menyelesaikan interior surau, MCK, Menara dengan ruang wudhu.


Insya Allah masih dibutuhkan dana sekitar 350jt lagi, yang sudah terpakai sebesar 450jt. Semoga Allah SWT memberi jalan kepada kami mengumpulkan dana2 dari para donatur.


Wassalam wr. wb. Darwin Chalidi 61, Tangerang Selatan.


2010/9/22 <zubir...@gmail.com>

Asmardi Arbi

unread,
Sep 22, 2010, 8:08:42 AM9/22/10
to rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum wr.wb.
 
Buliah batanyo ciek sanak Darwin Chalidi,  apo Gubernur awak kiniko alah bisa disabuik Ulama. Kalau bisa tantu baliau tamasuak salah satu calon Pelanjut Ulama Besar Minangkabau, karano baliau ko salain tokoh daerah tapi juo alah tingkek nasional.
 
Wassalam,
 
Asmardi Arbi ( 69, Kampai, Tangsel. )

Sent: Tuesday, September 21, 2010 4:32 PM
Subject: Re: Bls: Bls: [R@ntau-Net] Risau, Siapa Pelanjut Ulama Besar

Assalamualaikum w.w.

Gubernur awakko punyo majelis taklim di daerah Bekasi, dalam pengajiannyo punyo metode setiap anggota harus menyiapkan materi secaro bergilir. Buku2 ketek nan ditulih oleh Gubernur awakko sangaik banyak mengenai bahan2 pengajian. Insya Allah pado wakatunyo beliau bisa memulai kegiatan pengajiannyo di Padang.

Wassalam, Darwin Chalidi 61, Tangerang Selatan

 

 
 
 
 

 

 

.

 

 

 

 

.

 

 

,

 

 

 
 

--
.
 

zubir...@gmail.com

unread,
Sep 22, 2010, 7:41:43 PM9/22/10
to rant...@googlegroups.com
Sanakku Asmardi Arbi n Darwin Chalidi sarato para sa nak penghuni palanta RN nn diRahmati Allah swt.

Jo Buyuang ndak begitu ri sau sual pelanjut ulama(besar) dikota-kota besar ternasuk di Sumbar,tapi bagaimana dipe-desaan?

Nan kini ingin disampai-kan ka sidang palanta RN ado lah;ulama model apo nn kito ingini.

Apo ulama nn selalu bertaqwa n selalu mengajak berbuat baik n bermanfaat ba gi dirinya n segenap kaum muslimin?
Atau ulama nn tdk memikliki ketaqwaan n tdk takut kpd Allah atas sikap n amaliahnya?

Untuak memilih diantra duo model ulama itu,ada baik nya para sanak membaca buku
"Adda'watut tammah"oleh Imam Habib Abdullah Al-Had dad.Penerbit:CV Toha Putra,se marang.
Buku ini merupakan salah satu rujukan nn dipakai dalan menyampaikan dakwah diber bagai media kemasyarakatan muslim,sajak salasai menjadi buruh diDeplu.Semoga ada gu nonyo bagi Jo Buyuang n para sanak palanta.

Jo Buyuang,71thn,Bonjer,as li Piaman,sk Mandailiang(bukan keturunan Batak).

Marindo Palar

unread,
Sep 23, 2010, 1:18:59 PM9/23/10
to rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum dunsanak sadonyo di Palanta....,

Mengenai topik : Risau - Siapa Pelanjut Ulama Besar, ini..., ambo berkhayal sarupo ko ha. Kito paralu managakkan baliak surau nan alah roboh (mengutip judul Novel AA. Navis : Robohnya Surau Kami).  Tapi Surau ko adalah Surau Modern. Terhubung satu sama lain melalui jaringan internet. Akses kepada website keagamaan dibuka seluas-luasnya. Akses ke situs-situs yg mubazir dan maksiat, ditutup habis.

Pelajaran agama Islam yg salamo ko dilakukan di sekolah, dilakukan di Surau. Salah satu kurikulum pelajaran disekolah adalah Bahasa Arab, yg disusun untuk mencapai tujuan akhir : siswa bisa memahami Al-Qur'an. Pelajaran Bahasa Arab ini dimulai dari TK sampai, minimal SMA.

Guru gurunya adalah guru-guru yg parlente, tapi alim, punya ilmu agama yg luas (eh... tapi ado ndak guru agama yg sarupo tu....??....ahhh.., beko lo lah itu kito etong....).
Kito harus bisa memberi gaji yg bisa menaikkan gengsi guru-guru agama ko, dimata masyarakat yg sudah materialistis ko, sehingga profesi Guru Agama menjadi profesi yg membanggakan. Jangan seperti sekarang, gaji guru agama, yg mengajarkan anak-anak kita bisa membaca Al-Qur'an, jauh lebih kecil dari uang les Matematika...??.Apalagi dari uang les Piano...!!.

Tamat TK, harus khatam Juz Amma. Tamat SD, harus khtam Juz Amma dengan Artinya. Tamat SMP harus khatam Al-Qur'an. Tamat SMA, harus khatam AlQuran, dan artinya (min 50% dari Surat yg ada dalam Al-Qur'an). Dari SMP sampai SMA, siswa harus membuat makalah mengenai ayat-ayat Al-Qur'an, tentu dsesuaikan tingkat kesulitannya dengan usia dan pelajaran Agama yg di pelajarinya.  Setiap pelajaran lain, harus bisa dikorelasikan dengan Al-Qur'an. Misalnya, ketika belajar Biologi, Makhluk Hidup, harus bisa dirujuk ke ayat Al-Qur'an tertentu yg relevan. Atau ketika belajar ilmu ekonomi, harus bisa merujuk kepada ayat2 ekonomi yg relevan.  Mudah2an dengan cara seperti itu, dari sekian ratus ribu murid sekolah, ada yg tertarik mendalami ilmu agama, yg kelak dikemudian hari menjadi Ulama Besar. Setidak tidaknya, nuansa agama bisa hidup dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan di tengah masyarakat.

Baa gak ati tu Sanak...?.  Atau, terlalu jauah khayalan ambo ko...??

Salam,

Marindo Palar


--- Pada Sel, 21/9/10, Ibnu Mas'ud <ibnuk...@gmail.com> menulis:

Dari: Ibnu Mas'ud <ibnuk...@gmail.com>
Judul: Re: Bls: Bls: [R@ntau-Net] Risau, Siapa Pelanjut Ulama Besar
Kepada: rant...@googlegroups.com

Zulkarnain Kahar

unread,
Sep 23, 2010, 2:10:43 PM9/23/10
to rant...@googlegroups.com
Ko kaji rancaaaak  bana
tapi marilah dibarasiahkan lantai rumah awak nan barabu, kuresi nan lah goyang goyang  kok duduak urang jatuh lonyo beko kaji alun dimulai lai. marilah awak sapu dulu halaman rumah nan banyak sarok daun bakeh urang makan sate inyiak marapalam tagalincia lo ustad nan ka agiah kaji, masuk lo awak ka narako jadinyo rencana awal ka mancari sirugo...
 
ZK 
the winner is whoever thinks he can
 
From: Marindo Palar <emerd...@yahoo.com>
To: rant...@googlegroups.com
Sent: Thu, September 23, 2010 12:18:59 PM
2010/9/21 Ryan Firdaus <ryanfi...@yahoo.com>

--
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E

--
.

* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================

Dasriel Noeha

unread,
Sep 23, 2010, 8:30:57 PM9/23/10
to rant...@googlegroups.com
Marindo, iko gagasan rancak mah, tapi bisa gak dipraktekkan deg generasi Internet jaman sekarang??
Apokoh Marindo sandiri lai acok menelaah AlQur'an (bantuan Tafsir) sehingga menemukan "sesuatu" didalamnya?
 
Wassalam,
DAN-Balikpapan

--- Pada Kam, 23/9/10, Marindo Palar <emerd...@yahoo.com> menulis:
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================

Marindo Palar

unread,
Sep 23, 2010, 9:46:54 PM9/23/10
to rant...@googlegroups.com
Da Das...., ondeh...jadi sagan ambo...

Gagok ambo ka manjawek ko Da Das..., tapi ambo cubo juo lah :

Satantang pertanyaan, apakah mungkin diterapkan kepada Generasi Internet sekarang ini, manuruik ambo, bisa sajo Da Das, kalau Dinas Pendidikan dan Kanwil Dept Agama, punya goodwill dengan membuat aturan: pelajaran Agama dilakukan di Surau.
(Da Das, waktu SMP dulu ambo sempat sekolah di SMP Frater Padang (pertengahan kelas duo, pindah ka SMP 1).  Dek karano SMP Frater itu SMP Katolik, sekolah itu menjalin kerjasama dengan Madrasah untuk memberi pelajaran Agama Islam kepada murid-murid yg Islam. Jadi pelajaran agama kami jalani di Madrasah, 2x seminggu. Kurikulumnya, disesuaikan dgn kurikulum pelajaran Agama biasa.  Sakali 2 minggu ado guru kami (yg Katolik) datang mengawasi). Pola ini bisa kita terapkan dengan menyesuaikannya dgn kondisi kekinian kita.
Tentu saja Surau tersebut beserta Tuanku Tuo dan Tuanku Mudo (Guru Besar dan Guru Pengajar lainnya) harus disiapkan oleh Pemerintah dgn bantuan MUI. Pelajaran diberikan tidak dgn kaku dan searah. Barangkali lebih banyak diisi dgn diskusi, sesuai topik pada kurikulum yg disusun bersama tadi. Ruang kelasnya harus dilengkapi dgn peralatan multi media, termasuk jaringan internet.

Mengenai mengkaitkan pelajaran-pelajaran lain dgn ayat-ayat Al-Qur'an (dan Hadist shahih), ambo pikir, itu bisa dgn mudah. Misalnya ketika pelajaran ekonomi. Mungkin bisa dikaitkan dgn ayat "anti korupsi" :
"Janganlah kamu memakan harta sebagian yang lain dengan cara yang bathil, dan janganlah kamu membawa urusan harta tersebut kepada hakim agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain dengan jalan dosa, sedangkan kamu mengetahui (QS : 2-188). Memakan harta orang lain dengan cara yg batil ini 'kan luas sekali pengertiannya. Al-Qur'an juga mengatur bagai mana membuat perjanjian. Mengenai Riba, dll. Kayaknya banyak lagi deh, Da Das. (Mungkin sebagian bisa dicaliak di buku Quraish Shihab : Membumikan Al-Qur'an, sebagian isi buku ko di bahas di link ini:  http://luk.staff.ugm.ac.id/kmi/islam/Quraish/Membumi/Riba.html).

Begitu juga dgn ilmu2 yang lain : Bagaimana firman Allah mengenai hujan, peredaran matahari dan bulan, gunung2, besi, jagad raya, dan lain-lainnya. Dan jangan pula lupa, timbulkan kebanggaan kepada anak-anak muslim tsb, bahwa dalam Ilmu Pengetahuan, Islam mempunyai segudang Ilmuwan, Al-Jabar, Ibnu Sina, dll.

Ambo raso, baitu Da Das...., mohon ma'af masih terlalu dangkal....

Salam,
Marindo Palar

50 th, Bogor
--- Pada Jum, 24/9/10, Dasriel Noeha <dasrie...@yahoo.com> menulis:

Arman Bahar

unread,
Sep 25, 2010, 9:59:49 PM9/25/10
to rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum ww

Batua tu Ajo Darwin dan sanak Asmardi Arbi sarato mamak 'n dunsanak yang dirahmati Allah, gubernur awak kini disamping punyo majlis2 taklim juga punya halaqoh2 atau pengajian khusus untuk pembinaan bagi para kader dakwah bahkan dipusat kota Padang beliau sudah lama punya YPIT Yayasan Pendidikan Islam Terpadu kalau indak salah go eh, namonyo Adzkiyah, jadi beliau ini juga adalah seorang tokoh pendidikan (Islam) tentunya bahkan pendidikan tingginya (S2 dan S3) dilanjutkan University Kebangsaan Malaysia, predikat Guru Besarnya dibidang apa ambo kurang pasti

Kitab2 yang telah beliau terbitkan antara lain Ma'na Asy Syahadatain, Ma'rifatullah, Ma'rifah Ar Rasuul, Ma'rifah Al Islaam, Ma'rifah Al Insaan, Ma'rifah Al Quran, Al Ghauzul Al Fikri, Hizb Asy Syaithaan, Qadhaayaa Ad Da'wah / Al Ummah, Al Haq wa al Baathil, Tawiin Al Ummah, At Tarbiyah Al Islaamiyah Al Harakiyah, Fiqh Ad Da'wah, Membentuk Keperibadian Muslim dan banyak lagi kitab2 lainnya

Menilik gelar adat yang disandangnya Datuak Rajo Bandaro Basa, Gubernur kita yang mantan anggota DPR 2 periode ini (1999-2004 dan 2004-2009) ternyata tokoh dan pucuk pimpinan adat juga rupanya, kalau tidak salah beliau ini dari Suku Tanjuang, Nagari Padang

Jadi sanak Asmardi Arbi, disamping Umara beliau boleh jugalah disebut Ulama apalagi telah berkecimpung didunia dakwah sudah sejak lama bahkan ketika sejak mahasiswa lagi bahkan ketika dizaman sulit itu untuk pergi kepengajian saja harus sembunyi2 dan mencar2 karena harus hati2 ada upeh yang mencurigai dan meng-inteli

Kalau sanak AA berfikiran Gubernur kito ko tamasuak Calon Pelanjut Ulama Besar Minangkabau, ambo C7 banget, apolagi bagi beliau tiada hari tanpa dakwah karena begitulah dia dibina ketika sebagai calun kader dakwah dulu2nya bahkan ada yang menyebut beliau dengan posisinya sebagai Politisi sekalipun selama ini baik dulu sewaktu di legislatif (DPR) hingga kinipun di eksekutif (Gubernur) tetap melaksanakan kerja2 dakwah yaitu Dakwah Syiyasi atau Dakwah Politik

Jadi kayaknya Irwan Prayitno telah komplit meniru Sunnah Rasul, tidak seperti kita2 ini yang cuma niru jenggotnya doang, yaa, ... tentu saja akhirnya Islam jadi rugi besar dong, karena tidak meniru Rasulullah berda'wah politik

Berdosakah kita tidak meniru nabi berpolitik?
Kalau kita yang tidak ulama dan tidak pewaris tugas2 nabi ini dan bisanya hanya meniru janggut Rasulullah SAW saja yaa lumayanlah tentu tidak berat benar salahnya, yang jelas lihat saja Islam di obok2 sana sini bahkan dinagari awak ABSSBK pun indak jalan, kalah dong degan Aceh, walau paling minim dan masih baru penerapanya 

Antahlah, mudah2an indak coitu bana, mudah2an ambo nan terlalu pancameh dan mudah2an pulalah lewat gubernur awak nan Ulama ko, Islam bisa lebih baik dan tentu saja ABSSBK dinagari awak ko bisa pulo di-angsua2 implementasinyo, hingga tidak hanya sebagai simbol2 doang seperti sekarang ini

mohon maaf dih kok talongsong ambo
wasalam
abp58

Dari: Asmardi Arbi <asmard...@rantaunet.org>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Terkirim: Rab, 22 September, 2010 19:08:42
Judul: Re: Bls: Bls: [R@ntau-Net] Risau, Siapa Pelanjut Ulama Besar

Arman Bahar

unread,
Sep 26, 2010, 1:32:07 AM9/26/10
to rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum ww

Suai ambo jo Mak Ajo Buyuang bahaso kito sabananyo indak paralu risau bana soal pelanjut ulama (besar) di-kota2 besar, justru nan dikuatirkan adalah yang di pedesaan

Bayangkan da'i atau ulama mana pula yang mau turun kepedesaan sudahlah medan-nya sulit, belum lagi kejahatan seperti perampokan sepeda motor selalu menghantui belum lagi "amplop'e" tipih

Rancaklah dikota, sakali tagak ceramah agamo diperkotaan untuk ulama kelas biasa Rp150.000, apolagi untuak yang telah berkelas tantu labiah sero, samantaro nan ka pai kapadusunan sia pulo lah nan ka amuah, sudahlah honor ketek resiko barek lo tu, antah kok indak laku bana awak baceramah diperkotaan tapaso di-namuah2an juo pai ka desa2 tu, kan baitu lagu'e

Alhamdulillah Mak Ajo, kekawatiran itu tidak lagi karena sudah ada IKADI Ikatan Da'i Indonesia yang bergerak kepelosok2 terpencil "GRATIS TANPA BAYAR" bahkan orang pedesaan ini mendapat santunan sejak bea siswa anak2 mereka, pengobatan medis gratis, sembako murah atau gratis menjelang Idul Fitri, bursa busana muslim/ah murah dan gratis, ustadz santapan rohani Ramadhan gratis, tiap Idul Adha dapat pembagian daging qurban dlsb

IKADI yang berpusat di Jakarta telah ada ditingkat propinsi, kabupaten kota dan kecamatan dan Alhamdullah telah banyak juga tercetak kader2 dakwah dari masyarakat pedesaan itu sendiri hingga sebagian da'i tidak perlu bolak balik lagi karena sudah ada dari mereka sendiri yang ditanam disana dan tentu saja setiap da'i mendapat honor bulanan ari kantor IKADI masing2

Dari mana IKADI ini dapat dana operasionalnya, ada saja orang2 Mukmin yang menginfaqkan sebagian hartanya untuk kepentingan da'wah ini danm tentu saja kelemahan IKADI ini adalah bahwa ternyata diantara kita2 ini masih belum turut berpartisipasi untuk kepentingan da'wah dipelosok pedesaan ini, nah bagi yang berniat silahkan menghubungi kantor2 IKADI terdekat

wasalam
abp58


Dari: "zubir...@gmail.com" <zubir...@gmail.com>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Terkirim: Kam, 23 September, 2010 06:41:43

Judul: Re: Bls: Bls: [R@ntau-Net] Risau, Siapa Pelanjut Ulama Besar

    Sanakku Asmardi Arbi n Darwin Chalidi sarato para sa nak penghuni palanta RN nn diRahmati Allah swt.
      Jo Buyuang ndak begitu ri sau sual pelanjut ulama(besar) dikota-kota besar ternasuk di Sumbar,tapi bagaimana dipe-desaan?

      Nan kini ingin disampai-kan ka sidang palanta RN ado lah;ulama model apo nn kito ingini

Arman Bahar

unread,
Sep 26, 2010, 4:05:16 AM9/26/10
to rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum ww

Suai bana ambo jo buya, bahwa gubernur kito kini memang dari pentolan da'wah bana tu mah, kok urusan da'wah jo inyo ko bak jangguik pulang ka daguak, jadi tidak hanya pelajar2 kita yang bisa dicetak sebagai calon ulama bahkan kito2 nan lah tuo2 barido ko pun bisa lo tu mah, nan penting kuncinyo asali lai namuah, kan tidak ada istilah tua untuk belajar, bahkan sampai akhir hayat dan ajal menjemput sekalipun lah dimuko liang kubur kita tetap terus belajar, kan baitu kato urang2 bijak, apolagi dalam mampalajari Islam nan tatulih joleh2 di KTP awak, tantu terkandung konsekwensi nan harus kito partangguang jawabkan ke-Islaman awak nan tasurek di KTP tu barisuak dan tantu labiah2 pulolah kalau kito ingin jadi ulama, sebuah jabatan mulia bak kato Rasulullah, "Pewaris para Nabi" makonyo kan harus kito jawek basamo2 "siapa takuuut" kan baitu, mudah2an buliah bajalan sairiang lo awak jo Rasulullah kadalam Sarugo, antah kok indak, baa gak ati?

Tentu saja yang buya kawatir bahwa gubernur awak ko akan sibuk ma-urus partai lo beko tidak bakalan terjadi karena bagi seorang Irwan Prayitno maupun semua orang2 seperjuangan dalam jalan da'wah ini memahami betul bahwa Power atau Kekuasaan Politik itu bukanlah tujuan final karana bagi Gubernur awak ko, mamacik kekuasaan itu hanyalah alat (tolls) untuk menegakkan/memperjuangakan Da'wah Islamiyah dinagari awak ko, beda lho dengan yang lain, dimana kok lah mamacik tu sangat terbuka peluang untuk memperkaya diri 7 turunan, jadi yakinlah beliau tidak akan begitu, bak kecek buya juo go eh "Jauah panggang dari api" dan percayalah buya bahwa baliau ko setiap saat diawasi dan dikontrol serta di mata2i oleh yang lebih tinggi di partainya dan disamping itu ada fungsi concelling atau yang sejenis itu tentunya antara partai dan kader2nya dimanapun dia berada

So mari kito dukuang Gubernur baru awak ko semoga Ranah Bundo ko semakin tacelak 

wasalam
abp58 


Dari: Ibnu Mas'ud <ibnuk...@gmail.com>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Terkirim: Sel, 21 September, 2010 15:59:26
Judul: Re: Bls: Bls: [R@ntau-Net] Risau, Siapa Pelanjut Ulama Besar

Assalamu'alaikum w.w.

Alah lari antah kama-kama. tapi indak baa doh. Tando awak rami. Namonyo juo duduak di lapau.

Baliak kito ka curito baa caronyo mambangkik batang tarandam. Baa caronyo kito untuak mancetak kader ulama nan alah lamo abih. Gubernur kito dari partai Da'wah. Mudah-mudahan dengan kepemimpinan beliau muncul semangat untuk jadi ulama dikalangan pelajar-pelajar awak. Tapi ijan pulo biko nan jadi ulama nan sibuk ba partai...alah tambah jauah panggang dari api.

Wassalam,
Ibnu

Arman Bahar

unread,
Sep 26, 2010, 6:07:01 AM9/26/10
to rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum ww

Keprihatinan Mak Ajo Buyuang situasi dikampauang mambuek ambo terenyuh tapi ka baa lah ambo sendiripun lah larek dirantau bahkan kakampuang tu sakali sarayo, itupun indak bamalam bagai dikampuang paliang sapangga hari lah bakisa pulo maklum ka Sumbar sebagai refreshing dan mampir kekampuang dan kampauang rang rumah di Gantiang Sikabu Lubuak Aluang dek lai juo nan ka disilau disinan salabiahnyo bamalam di hotel, begitulah si Minang Perantauan ini namun urek aka di Piaman tentu menyentuh kalbu apalagi generasi seangkatan induak ambo indak bara nan tingga lai

Mamak dari anduang ambo Buya Arsyad setelah menyelesaikan sikolah di Tawalib Padang Panjang mendapat tugas Memuhammadiyahkan Koto Marapak sekaligus membendung gerak mamak anduang ambo nan sorang lai Tuangku Palak Ubi yang ulama Satari nan berfaham kuno yang bermarkas di Surau Bungo, Alhamdulilah Buya Arsyad berhasil mendirikan sikolah agamo nan kini masih tapakai, samantaro nan Surau Bungo tu di isi nan gaek2 dan raminyo sakali sataun kutiko bulan Muluik tantu sajo dek ado acara mamanggang lamang kuliner khusus acara Maulid Nabi

Ado juo mamak ambo, beliau tamasuak ulama kondang di Pariaman Ust Anasdi Nazar BA mantan Ketua DPRD Padang Pariaman hingga 1999 dari P3, kok iyo lai sabulan2 Mak Ajo Buyuang dikampuang bisa dong membincangkan keprihatinan ini dengan beliau

Tambahan ciek lai bisa juo jo kamanakan beliau ustd Helmi Darlis Wakil Wali Kota Pariaman, adiak ambo sanak anduang ko pentolan da'wah sama juo jo ustd Mahyeldi Wakil Wali Kota Padang dan ustd Irwan Prayitno Gubernur Sumbar kini

Mudah2an dari bincang2 Mak Ajo bisuak didapek jalan kalua nan manih membenahi kampuang awak soal masalah yang kito prihatinkan ko

Hanyo itu nan dapek ambo sumbang sarankan dari jauah, jazakallah khairan katsiran
wasalam
abp58

Terkirim: Rab, 22 September, 2010 09:08:22
Judul: Re: Bls: [R@ntau-Net] Risau, Siapa Pelanjut Ulama Besar dan tolong di kana pulo ulama dipedesa an Sumbar.

      Ass.mualaikum wrwb.
      Kanakan Fitri Tanjung n sdrku Arman Bahar Piling sarato dunsanak panghuni palanta RN nn diRahmati Allah swt.

      Jo Buyuang minta maaf dulu ka sdrku ABP karano pokok masalah ambo tambah dengan: "tolong dikana pulo ulama di pedesaan Sumbar" juo permohonan ditujukan ka rang palanta pemerhati masalah Ulama Islam.

      Jujur diakui,khususnyo di nagari ambo, nagari sdrku ABP pulo, IVAngkek Padusunan,Piaman, kehidupan baagamo masyarakaik sangat menyedihkan Hal ini kelihatan pada kehidupan masjid nn langang dari sentuhan ulama nn agak mumpuni saparati zaman saisuak.

      Bukan tidak ado ulama itu, tapi mereka sudah meninggalkan kampung mereka,n hidup diperkotaan nn menjanjikan bagi anak n istrinya.
Pengalaman Jo Buyuang nn lai acok pulkam, malah kini dilakoni sabulan dikampung,3 or 4 bulan di JKT;kondisi kelangkaan ulama nn mumpuni ini,tara so sekali.

      Nan maisi kegiatan dakwah dimusajik,diisi oleh para anak2 mudo nn tidak begitu menguasai ilmu agamo Islam. Mereka ini tidak minta dibayar dalam pengajian;berlainan dengan ulama nn dikota,ado kelas2nyo.Kalau nggak dikasi amplop nn agak baisi banyak jaan diharap mereka akan mau diundang waktu bsrikuik nyo.

    Jadi lah bisa duduga,kapasitas pemahaman nn berujung kepada kwalitas ketakwaan n keimanan rang desa itu,berlari ditempat.Makanya tidak heran kehidupan perkotaan terutama muda mudi telah nerambah ke pedesaan.

      Mungkin ado solusi dari sanak palanta,baa caro2 menggalakkan kehidupan ba-agamo, kembali berbasis desa.Baa caronyo supayo para ulama itu namuah hiduik didesa,paliang kurang turun kadesa dalam di kap n perbuatan.
Semoga Allah membuka pintu Rahmatnya kepada ulama nn hidup dikota,n terhindarlah masyarakat desa kita dari pengaruh bujukan missi2 asing nn berlainan keyakinan dengan kita.Amin ya Rabbal Alamin.

Arman Bahar

unread,
Sep 26, 2010, 7:42:07 AM9/26/10
to rant...@googlegroups.com
Assalamulaikum ww

Kisanak FT sarato mamak 'n dunsanak nan dirahmati Allah

Kok kasimpulan nan sanak tanyokan ka ambo, hanyo kasimpulan samantaro yaitu bahwa negeri kita Indonesia pada umumnya Sumbar pada khususnya dikatakan kekurangan ulama tidak sependapat saya untuk itu karano ulama cukuik banyak kini hanyo mungkin alun seimbang antaro jumlah ulama dengan jumlah penduduk yang beragama Islam ambo C7 tentang itu

Nan kaduo ULAMA BESAR sesuai judul diatas masih merisaukan kita

Dek alun ado penelitian demografi tantang bara nan karancak perbandingan antaro ulama dan masyarakat tantu iko hanyo kesimpulan samantaro yang bersifat subjetif, tapi jadilah pado indak samo sakali

Nan dikawatirkan karano pesatnya perkembangan jumlah penduduk menurut deret ukur samantaro perkembangan ulama menurut deret hitung ciek duo tigo dst....

Kawan sanak nan lah tamaik S3 tu lah buliah disabuik ulama kalau inyo lai tamasuak urang2 nan TAQWA, ssstt... predikat taqwa tantu cukup berat untuk diraih karena harus menapaki jengjang Mosleem, mukmiin baru sampai ka muttaqiin

Namun manuruik ambo go eh, kok lai terpenuhi Profil seorang Mosleem, insya Allah jenjang berikutnya  Mukmiin dan Muttaqiin indak ka sulik2 bana doh untuk ditapaki, jadi shohib sanak nan S3 tu layak kok menyandang predikat ulama asal sudah terpenuhi Profil Mosleem tadi, sudah tu terserah kadipanggia ustad atau buya indak masalah gai doh

Wah, ado open position ruponyo di Amrik sebagai Imam2 tatap musajik yoo, sayang ambo indak punyo daftar para ulama atau mubaligh urang awak nan cocok ditempatkan di musajik2 di Amerika ko, tapi sakadar ka baubek tanyo kisanak mungkin nan bisa ambo sarankan sanak cubo manghubungi THE CENTER FOR INFORMATION AND SERVICES FOR THE PROSPEROUS JUSTICE PARTY IN NORTH AMERICA mudah2an ikhwah2 kito disinan bisa membantu, ambo raso indak ka-sulik2 amek tu doh

wasalam
abp58


Dari: Fitr Tanjuang <fitr.t...@gmail.com>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Terkirim: Sel, 21 September, 2010 23:24:06

Judul: Re: Bls: [R@ntau-Net] Risau, Siapa Pelanjut Ulama Besar

Fitr Tanjuang

unread,
Sep 26, 2010, 11:57:08 PM9/26/10
to rant...@googlegroups.com
AslmWrWb

Pak Arman,

PIPKA-PKS nan Apak sabuikkan itu karajonyo kebanyakan maurus baa
caronyo urang Ina nan di USA lai ka mamilih PKS kalau sadang pemilu.
Alun pernah tandanga dek ambo inyo maurus kegiatan Islam nan internasional doh.
Apo lo ka mancarian imam di musajik lokal.

Kalau muktamar IMSA (Indonesian Muslim Society in America) iyo paliang
rajin mencarikan pembicara dari PKS.
Tamasua gubernur Sumbar nan baru ko, pernah diundang tahun 2005.

Tanyo ka Ajo Duta kalau indak picayo.
Walau ajo Duta tatap mamiliah PKS, tapi kritiknyo ka PIPKA-PKS nan
labiah banyak maurus ka dalam Ina daripado masalah Islam di USA,
kancang tu mah.

Kok ambo, iyo alun pernah mamiliah PKS doh...:))

Contoh profil imam kami di musajik ICCD (Islamic Center of Capital
District) upstate New York saroman iko.
(Syaikh ko penghulu nan manikahkan ambo tahun 2007 dulu di musajik nan samo.
Kini jadi Director and Resident Scholar at the Islamic Learning
Foundation in College Point, NY)

http://islamiclearningfoundation.com/ilf/index.php?option=com_content&task=view&id=14&Itemid=34

Shaikh Ahmed Kobeisy

Shaikh Kobeisy obtained his B.A. in Islamic Studies, College of Hadith
and Islamic Studies, Islamic University, Medina, Saudi Arabia, 1985.
His course work included Hadith, Qura'n, Doctrine, Comparative Islamic
Jurisprudence, Comparative Religions, Teaching Methodology,
Contemporary World, Research Methodology, and Arabic Language Art and
Literature.

He received his Diploma in religion and teaching methodology, College
of Da'wah and Graduate Studies, The Islamic University, Medina, Saudi
Arabia, 1985. He received his M.S. in Counselor Education/Educational
Psychology, School of Education, Syracuse University, 1993. He went on
to obtain his Ph.D. in Social Sciences from the Maxwell School of
Citizenship and Public Affairs, Syracuse University, 2001.

He wrote the first book on counseling American Muslims entitled:
“Counseling American Muslims: Understanding the Faith and Helping the
People”, 2004. He has served as an Adjunct Professor at many
universities and academic institutions including Syracuse University
and Hartford Seminary. He has also served the community as an Imam,
chaplain, and counselor in the Upstate NY area for the past several
years. Shaikh Ahmed Kobeisy is currently the Director and Resident
Scholar at the Islamic Learning Foundation in College Point, NY.

Wassalam
fitr tanjuang

2010/9/26 Arman Bahar <arman...@ymail.com>:


> Assalamulaikum ww
>
> Kisanak FT sarato mamak 'n dunsanak nan dirahmati Allah
>
> Kok kasimpulan nan sanak tanyokan ka ambo, hanyo kasimpulan samantaro yaitu
> bahwa negeri kita Indonesia pada umumnya Sumbar pada khususnya dikatakan
> kekurangan ulama tidak sependapat saya untuk itu karano ulama cukuik banyak
> kini hanyo mungkin alun seimbang antaro jumlah ulama dengan jumlah penduduk
> yang beragama Islam ambo C7 tentang itu
>
> Nan kaduo ULAMA BESAR sesuai judul diatas masih merisaukan kita
>

>

Arman Bahar

unread,
Sep 27, 2010, 11:09:01 AM9/27/10
to rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum ww

Iyo yo, ambo picayo tu kisanak

Tapi takano lo dek ambo kudian, apo alah kisanak cubo batamu langsuang atau silaturahim atau ba-tuka2 pikiran bagai molah, kok alun yo sangat diajurkan mah, cubolah dulu agak sakali

Kok man-caliak2 jauah sajo atau danga2 kecek urang sajo tantu labiah fair kalau batamu muko bana, antah kok ado basuo beko jo urang awak disitu, kan dunsanak kito juo namonyo tu mah, ba-sijarah2 bagai molah tantang kampuang awak bagai, apolagi kok samo2 dari Minang biasonyo kok basuo dirantau nan sa-jauah tu tantu mesra plus sero, antah kok indak?

Eh... jadi Ajo Duta tu piliah pks juo dulu yeh, lah iyo tu mah, lah tapiliah ka nan elok ajo kito tu tumah, tapi ciek lai kok dapek ko eh, cubo pulo mo lah dek kisanak FT 'n Ajo tu duduak baselo di halaqoh agak sakali duo, kok ka ganti ma-ulang2 kaji lamo bagai mo lah

Suai ambo kok iyo lai acok Ajo Duta menkritisi ikhwah2 disinan "Illalladzina aamanuu wa 'amiluushaalihaati, watawaashau bil haqqi, watawaashaubishshabr" jadi sasuai jo ayaik ko "tasuruah" bana tu mah

Soal nan alun kato sanak FT tadi tu juo ko eh, biaa lah kok alun bana, kan lai juo maso nan lain, mudah2an lai samo panjang umua juo kito, samo2 sa-niaik sajo molah kito

Ondeh, ... Alhamdulillah, mancaliak profil Imam Musajik ICCD New York tu, mambuek kami jadi iri ka sanak FT nan punyo Imam nan sahebat tu, rancak mo lah tu, di pks pun banyak juo nan jebolan Islamic Madinah University tu salah satunya nan S3, DR Hidayat Nurwahid, nan jebolan Al Azhar pun indak kurang mungkin itu nan paliang banyak, maklum Mesir kan sarang Ikhwanul Muslimiin bana tu mah

Mokasi informasi kisanak, jazakallah khairan katsiran
wasalam
abp58

Dari: Fitr Tanjuang <fitr.t...@gmail.com>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Terkirim: Sen, 27 September, 2010 10:57:08

Judul: Re: Bls: [R@ntau-Net] Risau, Siapa Pelanjut Ulama Besar

Fitr Tanjuang

unread,
Sep 28, 2010, 5:12:21 PM9/28/10
to rant...@googlegroups.com
AslmWrWb

Pak Arman,
ambo sato halaqah lai 7 tahun di Japang, sabalun PK dibantuak ditambah
3 tahun di USA ko.
Jadi ambo kenal lah jo kebanyakan anggota2 PKS tu.

Ketum PIP-PKS Amerika jo Ketua dewan syura nan kini sampai nan sebelumnyo.
Tamasuak PIP-PKS Japang nan generasi partamo jo kaduo.
Sabuik lah namonyo dek Apak, ambo sabuik kan bara halai
jangguiknyo...heheh (kidding Pak).

Nan taraso dek ambo, indak banyak batambah ilmu kito deh.
Dek kaji tu baulang2 tiok tahun, mamakai buku karangan gubernur kito
(materi panah2 kato ustadz Syarwat..:)))
Jadi indak batambah ilmu tajwid ambo, indak batambah ilmu bahaso Arab
ambo, indak pulo hadits, fiqih, apolai perbandingan mazhab.
Musajik lokal nan malah banyak manyadiokan program2 untuak itu dengan
maundang ulama dari Syiria dll.

Nan banyak akhirnyo ajakan/parentah bilo ka sato bagabuang ka partai,
sahinggo ambo maraso indak di siko tampek mancari ilmu.
Tapi kalau mancari kawan baramal, iyo cocok mah, dek kebanyakan kuek
sumbayang sunatnyo, kuek puasonyo, banyak zikirnyo. Tapi kan adoh beda
antaro urang alim jo urang abid.

Kalau imam lokal kami salevel jo ketua MPR atau gubernur, baa agak hati tu?

Bayangkanlah kalau di tiok musajik kito dapek baimam2 jo nan salevel
HNW atau IP tiok sumbayang, bisa batanyo kapan sajo tiok adoh masalah
dll.

Minimal di ciek nagari (nan wajib punyo ciek musajik kan?) kito punyo
imam tatap nan salevel itu.
Baru lah bisa disabuik cukuik ulama di Minangkabau.
baitu bayangan ambo, pak...


Wassalam
fitr tanjuang

2010/9/27 Arman Bahar <arman...@ymail.com>:

Arman Bahar

unread,
Sep 28, 2010, 8:14:40 PM9/28/10
to rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum ww

Kisanak FT sarato mamak 'n dunsanak nan dirahmati Allah

Alhamdulillah, tanyato sanak FT lai ba-baua2 juo jo ikhwah2 jamaah tarbiyah ko bahkan sajak sabalun PK lo lai, kok lai taruih indak taputuih kisanak ikuti tantu level kisanak kini lah satingkek qiyadah dan sakurang2nyo lah anggota senior (dewasa atau mungkin anggota ahli) hampia salevel jo Irwan Prayitno dan tantu sajo kisanak lah manjadi murabbi dan dipanggia ustad  karano telah mengelola beberapa halaqoh dan tentu saja telah banyak urang2 (murabbi) nan telah sanak bina dan tentu saja ini asset sanak dari investasi manusiawi yang pahalonyo terus mangalir tanpa henti selagi ilmu atau materi da'wah nan sudah sanak sampaikan dilaksanakan dek kawan2 binaan sanak tu

Sanak FT magatokan tadi materi kaji'e itu ka itu sajo, hinggo indak batambah ilmu sanak dek nyo doh, dari siko ambo manduga sanak indak kontinue mangaji di halaqoh tu alias ter-putus2 makonyo kaji sanak itu ka itu sae, sabano no tarbiyah disiko berjenjang ado tingkek2nyo hinggo kurikulum dan materi pun batingkek2 pulo, kok baru masuak sanak disabuik tingkek anggota pemula (tahmidi) satalah mangaji minimal 2 tahun tanpa putus kaji naiak kaji sanak katingkek anggota muda (muayyid) minimal 2 tahun sudah tu naiak pulo katingkek anggota madya (muntasyib) lah minimal 2 tahun lo naiak pulo ka anggota dewasa sudah 2 tahun minimal naiak pulo jadi anggota ahli satingkek jo IP dan HNW kecek sanak tu

Seandainyo sanak salasai sajo 2 tahun pertamo (pemula) minimum sanak lah hapa quran 1 juz (juz amma dari surek An Naba' atau Amma yaa tasaa aluun hinggo surek An Nas), hapa pulo 40 hadist pilihan (hadist Arbain), nah dengan modal hapalan ko sajo sanak lah bisa tu mah jadi Imam Sholat musajik, lah bisa pulo dilapeh jadi minimum ustad kultum (kuliah tujuh menit) bahkan kok lai dareh memori sanak dan ado keberanian lah buliah pulo jadi cubo2 jadi khatib Juma't dimusajik2 ketek sajo dulu, sedangkan materi tarbiyah yang cukup padat yang harus diselesaikan mingguan 2 jan sehari biasanya setelah 2 tahun berturut2 materi dasar Islam sajak Ma'rifatullah, Ma'ritufathurrasuul banyak lain lah tamaik dan hinggo iko sajo sanak memang sudah dipersiapkan untuk jadi dai atau ustad baru atau murabbi baru dan tentu saja sudah buliah disuruah mancari atau marekrut dan mambina kawan nan lain disamping tarbiyah dan halaqoh sanak sendiri harus pulo sanak lanjutkan katingkek berikuiknyo 

Halaqoh itu hanya satu dari sekian kurikulum tarbiyah nan diterapkan seragam diseluruh dunia, indak di PK sajo tapi Reffah di Turki, HAMMAS di Palestine dan banyak namo2 lain ditiok negara, maaf indak hapa ambo namonyo dan kebetulan saja kok di INA namo'e pks dalam bantuak parpol Islam

Sauai ambo jo sanak tu, ruponyo kisanak pandai takok, memang itu banalah target mahzab tarbiyah ko, tiok RW ado musaji minimal mushola atau surau nan lai hiduik dan rami jamaahnyo dan kito hiduikan dengan tarbiyah ko, kan iyo kok dapek bak mimpi sanak juo go eh, tiok musajik/surau di Minangkabau ustadznyo satingkek HNW atau Irwan Prayitno, why not, memang itu bana lah cito2 kito aktifis da'wah dan cito2 seluruh Anak Bangsa Minangkabau Raya ko agar ABSSBK tu menggeliat baliak, kan kito harus lanjutkan cito2 H Miskin, H Sumaniak, H Piobang dan Hariamu Paderi nan Salapan dek lah lamo tabangkalai karano kesilapan kecil namun fatal yang telah maundang kapia bulando ka Ranah kito dulu

Itulah tantangan da'wah kito kedepan makonyo indak bosan2nyo kito irikan kawan2 tajun kadunia ko, tapi sayang, tu mah sabanyak nan namuah sato sabanyak tu pulo nan curigation, tapi bia lah kito angsua2 juo bara sado dapek nan penting perjuangan da'wah menegakkan cahaya Islam indak buliah baranti alias jalan ditempat didunia ko apatah lagi dinagari dikampauang awak sandiri, baa gak ati?

Sanak FT yang dirahmati Allah seyogyanya kisanak mempunyai peluang besar untuk sato bana aktif dalam gerakan da'wah ko, jan hanyo mancaliak2 sajo atau jadi wasit alias tukang semprit

Percayalah tarbiyah ini bukanlah segalanya tapi tanpa tarbiyah semuanya sulit bisa kita capai, sekedar sanak maklum soal bahaso Arab nan sanak camehkan tu, ditingkek muntasyib sudah wajib ngomong Arab sesama ikhwah dan tentu saja Halaqoh yang hanay minimal 2 jam saminggu ko tidak memadai bana doh, makonyo setiap anggota wajib mempelajari beberapa buku pilihan nan sudah dianjurkan untuk dimiliki sendiri karano kito ado jadwal bedah buku, maklumlah kan kito indak laku masuak kuliah  lai lai doh mako ado buku2 wajib nan dibahas sahinggo kok indak semapat bana kuliah ka Madinah atau Al Azhar, kok indak bana panuah ka ateh anuah kabawah bagai molah, nan penting manambah ilimu asali kito lai kontinu ikuik halaqoh ko, insya Allah ado nilai tambahnyo

Sabananyo kisanak lah bisa tumah acting imam dimusajik sanak tu ma tau kok beliau tu kurang sihaik sanak harus bisa manggantikan ustad tu dan kalau paralu target ustad permanen dan kuncinyo hanya dan sekail lagi hanya "lanjutkan Tarbiyah" anda dan boleh berhenti hanya bilo lah manyentak di ampu kaki lah mandanyuik di ubun2, lah kabacarai lai angok dari badan, selamat berjuang kisanak

wasalam
abp58

Dari: Fitr Tanjuang <fitr.t...@gmail.com>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Terkirim: Rab, 29 September, 2010 04:12:21

Judul: Re: Bls: [R@ntau-Net] Risau, Siapa Pelanjut Ulama Besar

Andre Suchitra

unread,
Sep 28, 2010, 8:52:24 PM9/28/10
to rant...@googlegroups.com
Menarik penjelasan dari metek fitr jo Pak Arman, kebetulan Ambo dulu pernah pulo ikuik halaqah atau liqo tu. Tapi sarupo nan disabuikan metek fitr, taraso dek ambo alun banyak bana ilmu nan ambo dapek. Memang kurikulumnyo terstruktur, namun bukan materi nan ambo arok an. Sapangatahuan ambo, jarang membahas tauhid, fiqih, dan ilmu hadith. Mgkn bbrp murobbi ado nan ma aja an fiqih tp kok kurang mandalam dek ambo. dam ambo liek filosofi tarbiyah tu ndak menekankan menuntut ilmu, terlihat dari ndak banyak bana textbook karangan ulama2 nan dipakai. Mereka lebih sering membahas buku pendiri apt Hasan AL banna.

Siap tu, klo ditanyo kok jarang kegiatan ta'lim, mereka biasonyo ba alasan spt materi dasar tu lah banyak diketahu dek jamaah, atau kurang ustadz, dsb. Tp walaupun spt itu, ambo liek jarang bana liqonyo berbentuk spt taklim yg mengundang ustadz yg berkompeten, atau mereka ndak nio pergi ke
Pengajian2 nan diisi dek alim ulama. Ambo herannyo kok mancukuik an jo liqo sajo, walau mereka tahu liqo jaran mendatangkan alim ulama.


Mgkn itu sajo dari ambo. Mohon maaf jikok ado nan salah.



Arman Bahar

unread,
Sep 28, 2010, 11:04:35 PM9/28/10
to rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum ww

Kisanak AS sarato mamak 'n dunsanak yang dirahmati Allah, Alhamdulillah ruponyo sanak AS lai pernah pulo berinteraksi di liqo tu, sayang hanyo sakadar pernah dan indak lanjuik ka level berikutnyo jadi memang paralu pemahaman sedikit lagiiii saja, arati'e bana ibarat rumah paralu finishing sajo nyeh lai

Halaqoh atau populer disabuik liqo atau duduak baselo dilantai mangaji dalam formasi melingkar sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah memang beda jo ta'lim, karena ta'lim itu kito lakukan untuk skala lebih besar dan lebih bersifat monolog seorang pembicara dengan begitu banyak pendengar, eh.. bukankan kalau diartikan ta'lim itukan maklumat atau pemberian tahu mirip ceramah2 agamo nan biaso2 kito hadiri tu, kalau halaqoh jumlah harus dibatasi maksimum salusin minimum barompek tujuan supayo berdaya hasil efektif, itu mako murik saketek indak buliah rami beda sekali dengan ceramah atau ta'lim bayangkan kalau pendengar 100 urang bahkan sajuta umat bantuak ust Zainuddin MZ tu, salasai taklim salasai pulo kaji, kadang masuak suok kalua talingo kida, sampai dirumah kaji tingga kaji kok tadanga azan ba-pakak2 talingo tanpa basugiro ka musajik, kalau paralu wakatu subuah naiakkan salimuik baliak, pakok talingo jo banta, kecek ati "jago den biaso satangah tujuah mah, alun ari lai"

Liqo atau halaqoh ko hanya satu dari sekian materi tarbiyah dan tentu saja tidak bisa disamakan dengan universitas kok kamampadalam ilimu tauhid, fiqih, hadist dll tantu tampeknyo S2 atau S3 Al Azhar Mesir misalnyo namun materi tauhid, fiqih, hadist, bahaso Arab, muraja'ah, mem-perbaiki bacaan Alquran, ibadah, muamalah, akhlaq, sirrah nabawiah, memahami liku2 perjuangan Islam, memahami tonggak perjuangan Islam, harokah al Islamiyah (pergerakan Islam), menyikapi perbedaan mahzab, pandangan ekonomi Islam, ghazwl fiqri, pandangan politik Islam dan banyak deh yang lain sesuai jo tingkek atau kelas awak masing2, tantu ajo kok masih kelas pemula tantu nan dasar2 sajo dulu, labiah tinggi juo kaji awak tantu labiah dalam lo kaji'e, makonyo masuak bana lah baliak buliah labiah jaleh

Halaqoh ko gunonyo untuak mambina awak supayo
1. Saliimul Aqidah (aqidah nan barasiah) - materi2 ilmu tauhid
2. Shohihul Ibadah (ibadah nan benar sasuai contoh Rasulullah, bukan contoh ulama2 sufi misalnyo)
3. Matinul Khuluq (akhlaq nan kokoh dan Islami, jan dipabiaan juo anak bini pamer aurat misalnyo)
4. Qowiyyul jismi (jasmani kuat, indak maroko, indak minum alkohol, olah raga ado programnyo)
5. Mutsaqqoful Fiqri (wawasan pemikiran)
6. Mujahatul Linafsihi (nafsu terkendali, indak tapikia ka maracak kudo putiah misalnyo)
7. Harishun Ala Waqtihi (waktu terjadwal, indak lalai wakatu namun mangaji sajuih sahari lai takao-an)
8. Munazhzhamun fi Syuunihi (uransan terorganisir)
9. Qodirun Alal Kasbi (Ekonomi mandiri, usahakan tangan diateh, jan dibawah, zakat lunas, infaq ok)
10 Nafiun Lighoirihi (bermanfaat untuk sesama, gampo Sumbar lah dulu awak tibo, tsunami Aceh lah dulu tagak posko awak disinan, dibunuah israel dunsanak awak lah sato lo awak berpartisisapi)

Jadi kisanak Andre Sucitra, halaqoh tu indak tampek resmi sarupo universitas untuak mampadalam ilimu2 agamo doh kok itu kan alah ado juo tampeknyo dikampus, soal text book disamping buku wajib tentang Risalah Pergerakan - Imam Hasan Al Bana, maupun kitab2 DR Yusuf Al Qaradhawi, Ust. Fathi Yakan, Shaikh Ramadhan, Ibnul Taimiyah dll tantu sajo banyak juo nan lain, biasonyo kan kito ko bak kecek Rasulullah suko panggageh alun salasai kaji nan dibawah nandak kaji nan labiah tinggi pulo, namun kok memang sumangaik kito lai sadang tabudua silahkan sajo bulak baliak text book tu karano memang sangat dianjurkan bana tumah sabagai bekal dan wa2san seorang kader aktifis da'wah, cumo nan harus di-ingek ado tugas dasar nan musti di stor ka murabbi (ustadz) tiok minggu yaitu murajaah atau hafalan Alquran, kok tingkek pemula seorang peserta liqo harus hapa kuraan minimum 1 juz, biasonyo jus 30 atau ayat2 pendek juz amma, kalau tingket 2 atau muda harus hapa jus 29 plus sebagian jus 28, asali lai disiplin ma-atur waktu bacolah text book tu jan beko hafalan ayat keteteran pulo beko dek lah latiah saraf utak tu mambaco text book

Sanak Andre, disiko kito memang jarang2 juo ma-undang ustad2 kondang karano di internal kito ustad lai balabiah, nio S2 atau S3 ado sadonyo, nio tamatan Timur Tengah atau made in dalam negeri sambuah alah, namun sakali2 lai kok kito undang ustad lua misal pernah juo ustadzah Irene nan mantan biarawati katolik tu yang populer dengan julukan ustadzah mantan kafir tu, biasonyo ta'lim beliau ko kito expose untuk dan bersama masyarakat umum sekitar kito

Jadi liqo atau halaqoh jo ta'lim tu babeda sanak, bukan ta'lim sajo ado dikito dalam bentuk lain yang lebih luas seperti seminar, diskusi panel, Tabligh Akbar, Pengobatan Massal terhadap gangguan Jin dan Kesurupan (Ruqyah) pun kito taja karano banyak masyarakat nan indak mangarati kalau ado kasus kesurupan anggota keluarga atau siswa smp/smu nan didatangkan dek kepsek "orang pintar" alias dukun atau paranormal, jadi agar mayarakat tahu agar tidak lagi mengusir jin dengan jin maka kita sosialisaskan juga Ruqyah secara Islami ko

Mudah2an kisanak Andre semakin memahami, apolagi dinagari awak urusan jihin2 ka jihin ko santiang bana sahinggo masih begitu banyak urang awak  Sumbar beriteraksi jo karajo nan syirik ko, jadi mari kito berbimbing tangan meluruskannyo sahinggo cito2 kito ABSSBK tagak tegar handaknyo di Ranah Bundo kito ko, suaiii kito tuu?

wasalam
abp58

Dari: Andre Suchitra <89.a...@gmail.com>
Kepada: "rant...@googlegroups.com" <rant...@googlegroups.com>
Terkirim: Rab, 29 September, 2010 07:52:24
Judul: Re: Bls: Bls: [R@ntau-Net] Risau, Siapa Pelanjut Ulama Besar

Menarik penjelasan dari metek fitr jo Pak Arman, kebetulan Ambo dulu pernah pulo ikuik halaqah atau liqo tu. Tapi sarupo nan disabuikan metek fitr, taraso dek ambo alun banyak bana ilmu nan ambo dapek. Memang kurikulumnyo terstruktur, namun bukan materi nan ambo arok an. Sapangatahuan ambo, jarang membahas tauhid, fiqih, dan ilmu hadith. Mgkn bbrp murobbi ado nan ma aja an fiqih tp kok kurang mandalam dek ambo. dam ambo liek filosofi tarbiyah tu ndak menekankan menuntut ilmu, terlihat dari ndak banyak bana textbook karangan ulama2 nan dipakai. Mereka lebih sering membahas buku pendiri apt Hasan AL banna.

Siap tu, klo ditanyo kok jarang kegiatan ta'lim, mereka biasonyo ba alasan spt materi dasar tu lah banyak diketahu dek jamaah, atau kurang ustadz, dsb. Tp walaupun spt itu, ambo liek jarang bana liqonyo berbentuk spt taklim yg mengundang ustadz yg berkompeten, atau mereka ndak nio pergi ke
Pengajian2 nan diisi dek alim ulama. Ambo herannyo kok mancukuik an jo liqo sajo, walau mereka tahu liqo jaran mendatangkan alim ulama.

Mgkn itu sajo dari ambo. Mohon maaf jikok ado nan salah.

On Sep 29, 2010, at 8:14 AM, Arman Bahar <arman...@ymail.com> wrote:

Assalamualaikum ww
Kisanak FT sarato mamak 'n dunsanak nan dirahmati Allah
Alhamdulillah, tanyato sanak FT lai ba-baua2 juo jo ikhwah2 jamaah tarbiyah ko ..... cut .......


Ibnu Mas'ud

unread,
Sep 29, 2010, 6:54:33 AM9/29/10
to rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum w.w.

Mungkin paralu dibedakan antaro kemampuan gubernur awak IP jo mantan ketua MPR HNW. Kalau gubernur kito ko indak ado jalur ulamanyo. Baliau baraja jo halakah-halakah nan dibuek oleh murabbi-murabbi nan mempersiapkan cikal bakal PK. Sadangkan HNW memang baraja lansuang ka pusat ulama di Madinah. Hanyo sajo dek sibuk ba partai terus terang indak nampak lai kharismatik ulama baliau ko. Mudah-mudahan nanti kalau alah pensiun dari partai  bisa serius jadi ulama. Kalau indak ibo kito jo ilmu nan alah didapek salamoko. Dan ibo pulo kito jo pemerintah Saudi nan alah ma agiah beasiswa jo fasilitas untuk baraja sampai S3 tapi nan diharok an jauah panggang dari api.

Namun demikian dek masyarakat Sumbar kemungkinan mamiliah IP ko dek tahu bahwa beliau dari partai da'wah ( itu dulu, kinikan alah baganti ) berharap mudah-mudahan dibawah kepemimpinan beliau ko da'wah Islam di Sumbar  labiah maju. Mari samo-samo awak do'akan.

Wassalam, w.w.

Ibnu

2010/9/29 Fitr Tanjuang <fitr.t...@gmail.com>

Arman Bahar

unread,
Sep 29, 2010, 10:14:28 PM9/29/10
to rant...@googlegroups.com

Assalamualaikum ww
Pak Ibnu sarato mamak 'n dunsanak nan dirahmati Allah

Nyo baitu mah pak, Islam ko kan lahia sabagai ugamo nan mabaok rahmat bagi seluruh alam, baitu kato Allah dalam surek Al Anbiya (21): 106, mako dek itulah implikasinyo adolah Islam tu bersifat Syumuliyyah (universal) lihat surek As Saba' (34):28, dan bersifat takamuliyah (integral) kecek Allah dalam surek An nahl (16):89 dan dalam sutek Albaqarah(2):208

Aratinyo Islam ko berlaku untuak seluruh manusia sepanjang maso sampai kiamat dan mencakup seluruh segi kehidupan manusia baiak itu aqidah, ibadah, muamalah, syiasah (politik), sosial, ekonomi, seni budaya kan baitu, pokonyo sado alah’e deh, antah kok indak?

HR GIBB pakar dari Inggirih mangatokan "Islam is a complete civilization (Islam itu adalah sebuah kebudayaan yang komplit atau lengkap) aratinyo sajak dari masuak toilet (bilik tandas), makan, minum, lalok, bersenggama, mandi junub, sampai ka ber-ekonomi, dagang, hukum, politik, parang, sabuiklah a nan takana, kasado alahe tu diatur dalam agamo kito ko, baa gak ati?

Dek baitu bana kecek Tuhan tu ka kito nan manusia ko, kan indak salah pulo ulama kelas dunia Yusuf Qhardawi mangato bahwa Islam itu adalah Aqidah, Ibadah, Tanah Air, Nasionalisme, toleransi, moral, materi, undang2 dan kekuatan (politic power)

 

Jadi Islam itu indak hanyo aspek aqidah dan fikih, rukuak dan tagak, doa ba-jikia2 sajo, kasurau kamusajik sajo tapi harus menyentuh semua sendi dalam kehidupan kito, kan baitu

 

DR. Shaikh Mustafa Masyhur lah panek dek basorak, “Adalah penting mengingatkan, BETAPA BESARNYA DOSA TERHADAP ISLAM oleh SEKELOMPOK ORANG yang katanya bergerak dibidang da’wah TAPI HANYA mengemukakan SATU ASPEK SAJA dalam Islam dan lupa aspek lainnya, disengaja atau tidak bahkan karena KEBODOHANnya patuh saja didikte orang2 zalim bahkan telah jadi boneka kaum kuffar tanpa disadarinya

 

Nah dari kerangka diatas mulai nyalang incek mato baa kedudukan POLITIK dalam Islam, tepatnya dalam da’wah, arati’e bana politik ko adolah bagian dari ajaran Islam dan sudah pasti bagian pulo dari da’wah, kan baitu matematikano dek Apak du? 

 

Kok katam aluih’e, kasado bidang kehidupan dapek kito jadikan arena atau ranah da’wah, tamasuak ranah politik, nah sagalo kegiatan anak manusia dibumi Allah ko, kito jadikan sarana untuak da’wah, sekali lagi dan sekali lagi tamasuak politik dalam segala aspeknya

 

Kecek Amin Rais nan OELAMA partai PAN tu, “Bagi seorang Muslim, kegiatan politik harus menjadi kegiatan integral dari kehidupannya yang utuh, SANGAT MENGHERANKAN kalau ada seorang Muslim menjauhinya, apatah lagi ALERGI terhadapnya padahal kegiatan tersebut SANGAT MENENTUKAN ARAH KEHIDUPAN DAN NASIBNYA

 

Jadi kok indak awak kakok karajo politik ko, URANG LAIN NAN KA-MANGAKOK, urang lain tu lah nan ka manantukan apokah awak sarato anak cucu awak ka jadi kapia nasarani atau kapia majusi, dimurtadkan urang tu beko, picayolah, antah kok indak?

 

Kok kekuasaan politik dinagari nan 90% mayoritas Islam ko dipacik dek kaum kuffar atau sikuler ataupun liberel JIL tu mako salasai sado’e di’e tu mah, sadang kini sajo lai iduik juo awak, lai indak takuik indak sagan bagai we’e tu doh, walau berlindung dibalik HAM atau KERUKUNAN HIDUP BERAGAMA, bukan apo2 mereka tu sangat CINGGALIA, caliak dek kito barisuak, kok indak dituka’e kapalo kito kapalo anak cucu kito ko jo mumbang, baru ngango awak sorang, rasain deh kecek’e galak ba-samo2

 

Jadi pak, Ulama sekelas HNW dan kawan2’e alah saisuak malihek masalah ko komah, sebagai sesuatu nan sangaik2 urgent, makanya mereka sekarang di plot untuk berperan sebagai ulama ditingkek makro, kok kito suruah baliak inyo tagak dimuko ruang kuliah, dimuko majlis taklim nan berskala mikro tu tantu kaciak ano baliak alias turun kelas, ok lah kok kareh bana ati, lai lanteh angan kito tagak manggantikan karajonyo nan makro tu, jadi kini pa bia sae lah inyo mengawal Islam ditingkat makro, kito sokong basamo ditingkek mikro, suai kito tu? ( suaaaaiiii…..! Alhamdulillah)

 

Yakinlah, kok indak juo kito insyaf, sudah ko isi kapalo awak ko dituka’e dek kaum kuffar nan dibantu uarang2 awak nan JIL dan Sikuler tu jo ongol2 atau onde2 sagu, kini caliak je lah dek kito, untuang lai ado FPI, kok indak tantu lah leluasa je urang mamuta pilem GAY ‘n LESBI di Goethe  Institute, kan jahek utak’e tu, sadangkan binatang sajo indak namuah kawin sesamo jenis, ko lai manusia tantu labiah randah lo dari binatang, antah kok indak terselip pesan sponsor untuk menghancurkan moral dan akhlak anak2 mudo Islam, kok ditiru dek anak cucu awak bisuak, lai indak ka manyasa, panggak-an juo dek awak HAM ‘n kebebsan berekspresi tu buliah cucu gadih awak bisuak jadi lesbi atau gay rami2, kan kok lah rami2 kan lah jadi hal nan biaso je lai tanpa rasa berdosa, lah hala je sado’e lai

 

Co itu bana niaik kuffar tu ka bakeh awak nan bangga kini alah satu milyar labiah Islam didunia lah mayoritas Islam di Indonesiam,  ABSSBK Minangkabau, kok lah bih tele jo pesong kito ko sadonyo bisuak, ka indak kanai galeh awak nan mangaku santiang jadi cendekiawan alias kaum cadiak pandai, jadi ustad malin buya atau alim ulama, inyiak, paman ataupun niniak mamak, biyai amai ataupun bundo kanduang, kok indak kito ditungok-an malaikat tajun sorang2 kadalam narako, patenjuan gai molah ambo bisuak

 

Mohon maaf banyak2 kok talongsong lo ambo

Wasalam

Abp58



Dari: Ibnu Mas'ud <ibnuk...@gmail.com>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Terkirim: Rab, 29 September, 2010 17:54:33

Judul: Re: Bls: [R@ntau-Net] Risau, Siapa Pelanjut Ulama Besar
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages