Dua Cara Merumuskan Kompilasi Hukum ABS SBK

134 views
Skip to first unread message

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Jan 26, 2008, 3:38:47 AM1/26/08
to Rant...@googlegroups.com, Dra. Adriyetti AMIR, SU, Ilhamdi TAUFIK, MH Bachtiar Abna SH, Dr. Gusti ASNAN, H. Mas'oed ABIDIN, Warni DARWIS, Suryadi
Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta,

Dalam diskusi panel Perang Paderi tanggal 22 Januari 2008 yang lalu saya menyampaikan makalah sumbangan, yang walaupun dibagikan kepada seluruh peserta, namun tidak dipresentasikan, seperti juga halnya dengan makalah-makalah sumbangan yang lain. Berikut ini saya tayangkan sekedar sebagai tambahan bahan.
             Sehubungan dengan usul yang saya sampaikan kepada Pengurus Pusat Gebu Minang agar mendorong Pemerintah Daerah Sumatera Barat untuk membentuk sebuah 'Tim Kecil Penyusun Draft Kompilasi Hukum ABS SBK', dalam bayangan saya Ti m Kecil tersebut akan terdiri dari tokoh-tokoh yang mampu mewakil unsur-unsur sebagai berikut: 1) Penghulu; 2) Alim Ulama; 3) Cadiak Pandai/Kaum Intelektual; 4)  Kaum Perempuan; 5) Kaum Muda [Priya]; 6) Perantau.
           Mudah-mudahan ada manfaatnya
Wassalam,
Saafroedin Bahar
-----

BEBERAPA CATATAN SINGKAT TENTANG CARA MERUMUSKAN
KOMPILASI HUKUM ABS SBK

Dr. Saafroedin BAHAR

1.    Pengantar

Sudah cukup lama dikumandangkan dan diyakini bahwa  rumusan adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah  -- yang biasa disingkat sebagai ABS SBK – adalah jati diri Minangkabau. Walaupun demikian, ada kesulitan untuk menindaklanjutinya secara sungguh-sungguh, terencana, melembaga,  dan berkelanjutan di dalam masyarakat, antara lain disebabkan oleh karena belum terdapatnya suatu rumusan yang jelas, terpadu, rinci, dan harmonis antara kedua sistem nilai sosial ini, yang beberapa bagiannya ditengarai ada yang belum sepenuhnya serasi satu sama lain . Oleh karena itu telah terasa adanya kebutuhan untuk merumuskannya secara lebih persis.

Dalam upaya merumuskan ABS SBK tersebut secara lebih konsisten dan koheren, ada sedikit kesulitan dengan komponen hukum adat Minangkabau. Sesuai dengan latar belakang filsafat dan sejarahnya, adat dan hukum adat Minangkabau sebagai unsur pertama dari ABS SBK ini selain tidak tertulis juga dirumuskan dalam bentuk pepatah petitih, yang untuk memahaminya diperlukan kearifan tersendiri . Sebagai akibatnya, teramat sering sengketa adat,  yang jumlahnya lumayan banyak , tidak dapat diselesaikan pada tingkat kerapatan adat nagari, tetapi harus berujung di pengadilan negeri, bahkan sampai ke Mahkamah Agung .
 
Sementara itu, sejak tahun 1991, atas prakarsa Pemerintah Republik Indonesia telah selesai disusun Kompilasi Hukum Islam,yang memuat hukum syar’i yang telah dijadikan rujukan dalam mengadili perkara-perkara di Pengadilan Agama di seluruh Indonesia .

Pengalaman selama ini menunjukkan bahwa oleh karena sampai saat ini tidak – atau belum --  terbentuk hubungan yang bersifat sistemik dan institusional antara sistem hukum adat Minangkabau dan sistem hukum Islam, hampir tidak mungkin untuk mengharapkan akan tersusun dengan sendirinya suatu hukum ABS SBK yang terpadu di dalam  masyarakat. Sudah barang tentu keadaan yang mendua tersebut banyak sedkitnya mempunyai pengaruh yang merugikan bagi keutuhan dan dinamika masyarakat Minangkabau.

Suatu kenyataan dewasa ini, yang merisaukan [sebagian] pemuka masyarakat Minangkabau adalah tidak tertariknya lagi kaum muda Minangkabau untuk mendalami – apalagi untuk menghayati dan mengamalkan – ABS SBK ini. Seluruhnya itu berlangsung dalam derasnya pengaruh arus budaya global yang masuk sampai ke nagari-nagari melalui bermacam media massa.

Setelah mendalami kompleksitas masalah yang dihadapi oleh masyarakat hukum adat Minangkabau ini dalam Semiloka Hak Masyarakat Hukum Adat Minangkabau di Kampus Limau Manih, Padang, pada tanggal 18-21 Juni 2007, yang diselenggarakan bersama antara Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Mahkamah Konstitusi, dan Fakultas Hukum Universitas Andalas,  pada saat ini telah ada kesediaan dari civitas academica Universitas Andalas untuk ikut membantu penyelesaian Kompilasi Hukum ABS SBK tersebut.

2.    Akar Masalah

Sudah barang tentu dapat timbul pertanyaan apa sebabnya mengapa walaupun secara formal diinginkan, namun walaupun telah berlalu waktu demikian lama ternyata belum dapat disusun secara tertulis komponen adat dari ABS SBK ini. Menurut pendapat penulis, ada dua kemungkinan faktor penyebabnya, yaitu:

a.    Adat dan hukum adat Minangkabau secara normatif memang dirancang hanya berlaku untuk selingkar nagari, sehingga sebagai konsekuensinya tidak ada yang dapat disebut sebagai suatu ‘adat dan hukum adat Minangkabau’ sebagai suatu konsep yang menyeluruh.
b.    Sebagai konsekuensi dari akar masalah ad a tersebut di atas, masyarakat hukum adat Minangkabau tidak dapat mengembangkan struktur adat yang bersifat supra-nagari, sebagai forum atau wadah bersama untuk membahas dan mengambil keputusan mengenai masalah-masalah bersama, khususnya terhadap masalah-masalah yang timbul sebagai akibat perubahan zaman.

3.    Kebutuhan untuk Adanya Kompilasi Hukum ABS SBK.

Proses globalisasi sudah merupakan kenyataan yang tidak dapat dibendung lagi, dan telah mempunyai dampak yang besar terhadap masyarakat Minangkabau, baik terhadap sistem nilai maupun terhadap lembaga-lembaga sosial. Secara umum dapat dikatakan bahwa pimpinan masyarakat hukum adat Minangkabau tidak berhasil memberikan arahan, petunjuk, bahkan pimpinan terhadap demikian banyak masalah yang timbul dalam masyarakat, dan banyak bergantung kepada Pemerintah, baik Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat.

Sementara itu, di tingkat Nasional sendiri, sejak tahun 1998 telah terjadi gerakan Reformasi. Bagi masyarakat hukum adat Minangkabau, ada dua makna penting dari gerakan Reformasi yaitu: 1)  adanya jaminan konstitusional terhadap hak masyarakat hukum adat , dan 2) semakin luasnya otonomi yang diserahkan oleh Pemerintah Pusat ke daerah-daerah.  

Dapat diperkirakan bahwa jika tidak mengadakan konsolidasi ke dalam, masyarakat hukum adat Minangkabau tidak akan siap, baik untuk memanfaatkan peluang yang terbuka oleh gerakan Reformasi nasional ini maupun untuk menangkal efek negative dari proses globalisasi. Suatu indikasi yang teramat jelas dalam hubungan ini adalah kenyataan bahwa sebagian besar warga masyarakat Minangkabau, khususnya yang berdiam di nagari-nagari, hidup dalam keadaan miskin dan terbelakang, dan juga sarat dengan sengketa adat.

Salah satu langkah awal yang perlu dilakukan masyarakat hukum adat Minangkabau untuk mengadakan konsolidasi ke dalam ini adalah dengan merapikan norma yang melatar belakangi jati dirinya itu, yaitu ABS SBK. Pada saat ini ada dua aliran besar mengenai kandungan ABS SBK, yang dapat dinamakan sebagai aliran historis yang dianut oleh para pemangku adat , dan aliran theologis, yang dianut oleh para pemuka agama .

Sampai sedemikian jauh, pada umumnya terlihat bahwa warga biasa masyarakat hukum adat Minangkabau menjaga jarak dengan posisi kedua belah fihak yang berseberangan ini.

Upaya untuk mencari jalan keluar dari gejala jalan buntu ini diprakarsai oleh [sebagian] kaum Perantau, baik dalam Gebu Minang maupun melalui milis RantauNet. Momen untuk memulai langkah ke arah penyusunan Kompilasi Hukum ABS SBK ini terbuka dalam rangka diskusi panel Perang Paderi, khususnya oleh karena ABS SBK ini merupakan salah satu produk Perang Paderi ini.
.
4.    Dua Pilihan Cara

a.    Cara Deduktif, yaitu berusaha menggali prinsip-prinsip umum tentang ABS ~SBK dari demikian banyak pepatah petitih serta dari demikian banyak ayat-ayat Al Quran dan Hadits Nabi, untuk kemudian merumuskan fasal-fasal ABS secara akurat untuk Kompilasi Hukum ABS SBK.
b.    Cara Induktif, yaitu dengan menghimpun terlebih dahulu semacam Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) menganai masalah-masalah yang telah muncul atau diperkirakan akan muncul dalam kehidupan beradat dan beragama dari masyarakat hukum adat Minangkabau ini, untuk kemudian dirumuskan aturan hukumnya secara akurat satu demi satu.

5.    Pertimbangan

a.     Terhadap Cara Deduktif.    Dapat diperkirakan bahwa cara ini akan
membuka peluang untuk perdebatan filsafati, perdebatan ideologi, serta
perdebatan historis yang berkepanjangan, sehingga sebaiknya dihindari.
b.    Terhadap Cara Induktif.     Dapat diperkirakan bahwa cara ini selain akan lebih mudah juga lebih dinamis, bukan saja oleh karena sudah ada Kompilasi Hukum Islam sejak tahun 1991, yang segera dapat diadopsi sebagai komponen pertama dari Kompilasi Hukum ABS SBK, tetapi juga oleh karena tidak akan terlalu sukar untuk mencari rumusan terhadap komponen hukum adatnya, baik dengan menghimpun keputusan-keputusan pengadilan terhadap rangkaian sengketa adat yang sudah ada, maupun dengan mengadakan musyawarah khusus untuk itu, berturur-turut pada tingkat nagari dan pada tingkat di atas nagari.

6.    Kesimpulan.

Cara yang paling baik dalam menyusun Kompilasi Hukum ABS SBK adalah dengan cara induktif, yang terdiri dari tiga  langkah besar, yaitu : pertama, secara formal mengadopsi Kompilasi Hukum Islam tahun 1991 sebagai bagian dari hukum ABS SBK, kedua: secara komprehensif dan dinamis menghimpun masalah-masalah hukum perdata yang sudah timbul dalam masyarakat hukum adat Minangkabau dan menyusunnya dalam satu Daftar Inventarisasi Masalah (DIM), dan ketiga, mencarikan rumusan yang akurat dari norma yang akan dianut dalam menyelesaikan masalah-masalah yang ada di dalam DIM tersebut.


Jakarta, 21 Januari 2008.
SB:sb.



Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.

chaidir latief

unread,
Jan 27, 2008, 1:59:50 AM1/27/08
to Rant...@googlegroups.com, Dra. Adriyetti AMIR, SU, Ilhamdi TAUFIK, MH Bachtiar Abna SH, Dr. Gusti ASNAN, H. Mas'oed ABIDIN, Warni DARWIS, Suryadi
pak Saf yang baik
 Ini masanya kita menysun tenaga agar yang satu ini jalan berkesinambungan Sia di GM nan tageh nan bisa diharapkan Barangkali tokoh tokoh BAKOR Ambo akan sampaikan kan beberaoa anak mudo di Bandng
Chaidir N Latief

"Dr.Saafroedin BAHAR" <saaf...@yahoo.com> wrote:

bagindochaniago

unread,
Feb 3, 2008, 12:40:22 PM2/3/08
to RantauNet

Assalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh,
Kepada Bapak Dr. Saafroedin BAHAR dan para sanak sa palanta, yang saya
hormati,

Sebelumnya saya mohon maaf bilamana saya salah dalam memahami Dua
Pilihan Cara Draft Kompilasi Hukum ABS SBK yang akan dirumuskan dan
terlalu dini untuk dipersoalkan, akan tetapi tidak ada salahnya kalau
mengkaji lebih awal.

Kompilasi Hukum ABS SBK, bisa jadi suatu rumusan yang merupakan jalan
tengah, antara Hukum Islam dan Hukum adat. Namun bilamana dalam
kompilasi Hukum ABS SBK nanti secara formal mengadopsi pada
Kompilasi Hukum Islam tahun 1991, dimana KHI ini sangat bertentangan
dengan Syariat Islam.

Sebuah pertanyaan : Sebagai orang yang beragama Islam mengapa mesti
mengunakan Kompilasi Hukum ABS SBK ?, saya rasa tidak ada bedanya
Orang Islam yang berasal dari Minangkabau dengan orang Islam lainnya,
dan suatu keharusan sebagai umat Islam untuk menjalani Syariat Islam
secara kaffah. Sebagaimana apa yang dikatakan oleh Ketua Komite
Penegakan Syariat Islam (KPSI) Sumbar Irfianda Abidin dan Ketua
Gerakan Masyarakat Pembela Islam (GMPI) Drg.H. Amri Mansyur dalam
acara mencanangakan gerakan Subuh Mubarakkah Kota Padang dan
peringatan 1 Muharram 1429 H di lapangan Pahlawan Imam Bonjol, Padang,
Sumatera Barat. Dengan orasinya mengajak ummat Islam untuk bersungguh-
sungguh melaksanakan Islam secara kaffah karena dengan demikian
syariat Islam dapat ditegakan.

"Jangan ada sedikitpun keraguan akan keampuhan syariah, karena ia
merupakan petujuk Allah dan as-Sunnah yang dijamin Allah pasti dapat
menjadi solusi dari apa pun persoalan yang kini dihadapi bangsa kita,"
jelasnya.

Sedangkan Irfianda mengingatkan, semakin terpuruknya bangsa dan negeri
ini oleh berbagai bencana dan persoalan, karena tidak juga berhukum
pada hukum Allah.

Berikut dibawah ini saya kutip dari millis tetangga :
Menteri Agama Bekukan Draft Kompilasi Hukum Islam
Selasa, 26 Oktober 2004 | 18:12 WIB
Nasional

TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Agama Muhammad Maftuh Basuni
menegaskan jajarannya tidak akan mengangkat lagi isu draft Kompilasi
Hukum Islam (KHI) usulan Tim Pengarusutamaan Gender Departemen Agama. ?
Sudah dibekukan,? kata Maftuh usai melakukan kunjungan ke kantor MUI
di Mesjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Selasa (26/10) siang.
Awal Oktober lalu, draft tersebut pernah didiskusikan di depan publik.
Muncul kontroversi dan kecaman dari sejumlah tokoh masyarakat terhadap
draft yang dinilai terlalu liberal. Menteri Agama Said Agil Husin Al
Munawar, ketika itu, akhirnya melarang penyebarluasan draft itu.
.Menurut juru bicara Departemen Agama A.M. Romly, keputusan pelarangan
pembahasan KHI merupakan keputusan institusional. Menurutnya, draft
itu hanya pendapat pribadi atau kelompok dari tim gender, bukannya
institusi departemen. ?Kuncinya jangan menjadikan akal di atas wahyu,?
katanya mengutip pernyataan Said Agil. Alasan lain dari pelarangan,
kata Romly, karena menimbulkan kebingungan pada masyarakat awam. ?
Kalau tingkat elit mungkin bisa memahami,? ujarnya.
Romly menjelaskan, Depag sudah memiliki perubahan KHI yang dibuat
Badan Pengkajian dan Pengembangan Hukum Islam, organisasi massa Islam,
MUI dan Peradilan Tinggi Agama seluruh Indonesia. ?Sudah diajukan ke
Sekretariat Negara pada 26 Agustus 2003,? katanya. Namun Romly belum
bisa menjelaskan materi perubahan tersebut. Dijelaskan, diskusinya
panas khususnya menyangkut masalah gender.
Badriah?Tempo

Menteri Agama Larang Diskusikan Draft Hukum Islam
Selasa, 19 Oktober 2004 | 16:45 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Agama Said Agil Husin al Munawar
melarang mendiskusikan kembali draft Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang
diusulkan Tim Pangarusutamaan Gender Departemen Agama. ?Saya melarang
untuk mengadakan diskusi, sarasehan yang berkaitan dengan draft KHI
dengan bentuk apapun, dengan materi yang sama,? ujar Said di
kantornya, Selasa (19/10).

Menurut Said, pihaknya sudah meminta semua draft asli harus diserahkan
ke Departemen Agama. Selain itu, dirinya telah menegur keras
koordinator tim. Dijelaskan, draft KHI tidak dicabut karena draft itu
bukan berdasarkan persetujuan instansinya, namun hanya mengatasnamakan
Departemen Agama.. ?Itu kan tidak ada Surat Keputusan saya. Dan saya
cari beliau (pimpinan tim, red) sampai sekarang belum ketemu. Lari dia
takut dengan saya,? katanya. Said menegaskan, Departemen Agama
memiliki lembaga sendiri untuk membahas KHI yaitu melalui Lembaga
Kajian Agama Islam.

Pekan lalu, Ketua Majelis Ulama Indonesia Umar Shihab mengirim surat
kepada Menteri Agama mempertanyakan draft tersebut. ?Kami minta untuk
tidak membenarkan adanya rancangan dari kelompok yang ingin merubah
KHI,? ujarnya.

Umar menjelaskan, draft KHI selain bertentangan dengan syariat Islam
juga bertentangan dengan KHI yang merupakan kesepakatan seluruh umat
Islam. ?Ini bukan hanya menafsirkan tapi menyalahartikan Al-Quran.
Hanya akal-akalan saja,? katanya. Menteri Agama langsung menjawab
surat MUI dan menegaskan bahwa Departemen Agama sama sekali tidak
setuju dan membenarkan draft tersebut

Masalah ini, kata Umar, sudah jelas dan selesai karena draft tersebut
tidak akan diterima umat Islam. ?Tidak akan mungkin lolos menjadi
rancangan undang-undang,? katanya. Dirinya sama sekali tidak anti jika
KHI akan dirubah, namun harus melalui ijtihad para mujahid. Untuk saat
ini, katanya, KHI tidak akan diubah begitu juga dengan UU Perkawinan. ?
Hanya kita akan membuat UU Penerapan undang-undang perkawinan,?
katanya.

Badriah ? Tempo

Rahima

unread,
Feb 5, 2008, 11:11:44 AM2/5/08
to Rant...@googlegroups.com
Wa'alaikumsalamwarahmatullahiwabarakaatuh.

Maaf tidak saya kudung, untuk memudahkan kronologis
postingan saya ini

Alhamdulillah, kalau KHI 1991 sudah mulai
dipertimbangkan kembali. Sebagaimana yang pernah saya
sampaikan pada Bapak Syaf sebelumnya, ada beberapa
point yang isi dari KHI itu tidak sesuai dengan hukum
Islam, itu sebabnya saya berat masuk didalam perumusan
Kompilasi ABS-SBK, karena berat tanggung jawabnya
kelak di hadapan Allah, karena kita termasuk bahagian
dari yang membuat suatu hukum diluar hukum yang telah
ditetapkan oleh Allah Subhanahu Wata'ala.Kalau bagi
saya Al Wala, dan Al Bara lah dipakai kalau kita dah
menyampaikan hal ini.(Saya berlepas diri kalau hal ini
masih dipakai, dan akan mendukung setiap kebenaran
yang sesuai dengan AlQuran dan Sunnah Rasulullah).

Setelah saya mengetahui, dari beberapa buku terbitan
dan berbahasa Indonesia(maaf karena masih diwarnet,
lupa saya menyebutkan nama buku tersebut, dan kalau
saya lihatpun, harus saya baca ulang, dibuku mana yang
saya baca itu, sementara sudah 2 minggu ini lebih dari
7 judul buku dah saya garap, bingung di buku mana
terdapat kritikan terhadap beberapa orang yang
menyusun KHI 1991, yang berfaham Liberal, atau berasal
dari JIL). Saya baru sadar setelah baca buku tersebut,
pantaslah sebelum pulang ke Kairo, saat Pak Syaf
mengirimkan file KHI 1991 itu ke saya, saya telah
mencoret-coret yang saya kira itu bertentangan dengan
hukum Allah sendiri, hanya saya heran, bukankah yang
menyusun disana para ustadza/ah ada yang prof, Dr.MA,
kenapa bisa sampai tidak memperhatikan hal ini?(ini
pikiran saya dari sebelum ke Indonesia)

Saya sebagai orang yang merasakan ngak pas, langsung
aja bilang ke Pak Syaf kala itu, kalau ada beberapa
hukum KHI 1991 yang bertentangan dengan hukum
Islam.Dan salah satunya mengenai warisan, kalau saya
ngak salah disana ada warisan pengganti istilah KHI,
untuk anak angkat. Jadi anak angkat mendapat warisan
sepertiga maksimal, meskipun tidak diwasiatkan oleh
ortu, sementara hukum Islam, anak adopsi(angkat),
tidak mendapatkan warisan sama sekali, kecuali harta
yang diberikan secara wasiat, atau hibah, karena bukan
nasab(keturunan), bukan pula musaharah(karena
perkawinan)bukan pula karena membebaskan budak.Tiga
hal itu yang menyebabkan orang dapat harta warisan.

Kemudian masalah warisan juga, dikatakan disana, cucu
mendapatkan warisan dikarenakan pengganti tertinggi
dari ayahnya yang telah meninggal(kalau ngak salah
istilahnya), padahal dalam islam cucu ngak dapat
warisan dari kakeknya sepanjang ada anak lelaki dari
kakek tersebut, karena itu dalam hukum warisan sang
cucu dinamakan mahjub(yang terhalang), dan yang
menghalanginya adalah anak laki-laki(Al Haajib)(yaitu
adik, atau abang dari ayah sang cucu tersebut, yang
mana ayah dari cucu tersebut telah meninggal,
maksudnya adalah saudara dari ayahnya sang cucu tadi
), nah oleh KHI 1991, agar sang cucu tadi tetap dapat
warisan dari kakeknya, karena ayahnya telah meninggal,
maka dibuatlah hukum baru yaitu pengganti warisan
tertinggi.

Begitupun masalah pernikahan, disana disebutkan bahwa
seorang suami haruslah meminta izin pada sang istrinya
bila akan menikah lagi, kalau ngak minta izin, maka
bila meningal sang suami, maka istri yang lainnya(yang
tidak minta izin istri pertama tadi), tidak berhak
mendapatkan warisan.

Sementara dalam Islam sendiri, seorang suami tidak
disyaratkan minta izin istri pertama kalau menikah
lagi, izin atau tidak izin, pernikahannya tetap sah,
tetapi kalau memberitahukannya mungkin itu lebih
baik.Kemudian sang istri yang lainpun mendapatkan
warisan bila suami mereka meninggal, pembagian mereka
dibagi rata(para istri), kalau yang meninggal ada
anak, maka sang para istri berbagi harta
seperdelapannya, bila yang meninggal tadi tak ada
anak, maka seperempatnya. dari seperempat harta itulah
para istri berbagi sama rata.Dan ada beberapa yang
lain, sayangnya coretan itu hilang, itu yang saya
ingat.

Nb. Pak Syaf, saya minta tolong buku dari hasil
seminar kemaren disisakan saja untuk saya, nantik saya
minta tolong dikirim ke alamat kakak saya di jakarta
saja, terlalu susah kalau Bapak mengirimkannya ke
Kairo. Meskipun begitu, saya berterimakasih banyak
atas tawaran Bapak hendak mengirimkannya ke Kairo.
Mudah-mudahan Allah membalasinya, nantik yah Pak, saya
kirim alamat kakak saya yang di Jakarta.

Wassalamu'alaikum. Rahima. Kairo 5 Pebruari 2008


--- bagindochaniago <myamin...@gmail.com> wrote:

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
>
===============================================================
>
> Website: http://www.rantaunet.org
>
===============================================================
>
> UNTUK DIPERHATIKAN:
> - Mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, lihat di
>
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika
> melakukan reply.
> - Posting email besar dari >200KB akan di banned,
> sampai yang bersangkutan menyampaikan komitmen akan
> mematuhi Peraturan yang berlaku.
> - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang
> berminat dan kirim melalui jalur pribadi.
>
===============================================================
>
>
=== message truncated ===

____________________________________________________________________________________


Never miss a thing. Make Yahoo your home page.

http://www.yahoo.com/r/hs

Lies Suryadi

unread,
Feb 5, 2008, 12:27:13 PM2/5/08
to Rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum, rang lapau kasadonyo.
 
Wah....Ibu Rahima ini cara perpikirnya Arabic centris sekali. Indonesia kan persoalannya kompleks juga, lain kompleksnya dengan Mesir atau Saudi Arabia atau Iran. Minangkabau apa lagi. Jangankan dipandang dari Kairo atau Leiden, dari Jakarta saja sudah beragam nuansanya.
 
Unsur2 penting dalam hukum Islam jelas tetap harus dipakai, dek kito urang Islam. Tapi jika ada hal2 yang bersifat kontekstual dalam hubungannya dengan sistem sosial Indonesia sendiri, kenapa tidak coba dikodifikasikan dalam hukum yang disusun di negeri ini, oleh bangsa ini, dan untuk bangsa ini (Indonesia)?
 
Kalau dihubungan dengan Minangkabau bisa2 terulang lagi sejarah lamo: Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, orang Minang yang 'durhaka' itu. Tinggal di Mekah sampai mati, mengharamkan dirinya menjejak kembali tanah Minangkabau yang telah melahirkan dan membesarkannya, yang telah melahirkan dan membesarkan ibu-bapaknya, dan yang telah melahirkan dan membesarkan kakek dan neneknya, dan nenek moyangnya, karena dia bilang adat Minang yg matrilineal itu adat kafir, tak sesuai dg Islam. Masya Allah! Membaca karya2nya yang masih tersimpan di Perpustakaan Univ.Leiden sampai kini, saya bergidik juga (lihatlah thesis MA Yasrul Huda dari IAIN Imam Bonjol Padang tentang ulama ini yang dipertahankan di Univ.Leiden).
 
Oleh karena itu, menurut hemat saya, dalam menyusun kompilasi ABS-SBK (kok iyo ka disusun juo), jangan berangkat dari prinsip Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi tadi. Bisa2 muncul pulo beko DEMONSTRASI PARA KEMENAKAN. Dima ka dilatak'an (konsep) KAMANAKAN ko kalau kito taklid buto ka sistem hukum waris Islam? Jadi, elok dibaliak2 bak mamanggang, pado beko basobok ungkapan lamo Minangkabau: "Minyak abih samba tak lamak, arang abih basi binaso", "dapek pinjaik ilang ladiang". 
 
Wassalam,
Suryadi yang daif

Rahima <rahim...@yahoo.com> wrote:

Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

Ahmad Ridha

unread,
Feb 5, 2008, 12:32:25 PM2/5/08
to Rant...@googlegroups.com
2008/2/6 Lies Suryadi <niad...@yahoo.co.id>:
> Assalamualaikum, rang lapau kasadonyo.
>

Wa'alaykumus salaam,

> Dima ka dilatak'an (konsep) KAMANAKAN ko kalau kito taklid buto ka sistem
> hukum waris Islam?
>

Onde, apo tuh definisi taqlid? Nan namonyo taqlid tu manuruik sajo
tanpa dalil. Nan namonyo dalil tu Al-Qur'an, As-Sunnah samo ijma'.
Hukum waris tu ado dalilnyo. Kok urang mampaturuikan kato-kato Pak
Lies, itulah nan namonyo taqlid.

--
Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
(l. 1400 H/1980 M)

Datuk Endang

unread,
Feb 5, 2008, 8:12:28 PM2/5/08
to Rant...@googlegroups.com, rief...@yahoo.com, suli...@yahoogroups.com
Sanak Suryadi ysh, saya sudah coba mengumpulkan pelan-pelan bahan-bahan sejarah dan adat, dan mencoba menyiapkan tempat penyimpanan/dokumentasi di rumah. Nantinya mudah-mudahan dapat menjadi persinggahan bagi masyarakat kita terutama di Jakarta ini. Sebaiknya memang perlu disiapkan juga tempat dokumentasi di ranah 'secara khusus' termasuk di beberapa rantau, saya kurang tahu kondisi perpustakaan2 yang ada selama ini. Sebenarnya 'kompilasi' hanya bisa dilakukan bila telah ada data/bahan yang cukup lengkap.
Rencana hari Kamis besok saya akan mengadakan pertemuan dengan beberapa orang saja untuk mendiskusikan mengenai dokumentasi bahan-bahan sejarah dan adat ini. Mungkin bila berkenan sudah saatnya sanak memilah dan memilih bahan2 dari KITLV yang layak untuk kita dokumentasikan juga di sini.
 
Wassalam,
-datuk endang

Lies Suryadi <niad...@yahoo.co.id> wrote:
Unsur2 penting dalam hukum Islam jelas tetap harus dipakai, dek kito urang Islam. Tapi jika ada hal2 yang bersifat kontekstual dalam hubungannya dengan sistem sosial Indonesia sendiri, kenapa tidak coba dikodifikasikan dalam hukum yang disusun di negeri ini, oleh bangsa ini, dan untuk bangsa ini (Indonesia)?
 
Kalau dihubungan dengan Minangkabau bisa2 terulang lagi sejarah lamo: Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, orang Minang yang 'durhaka' itu. Tinggal di Mekah sampai mati, mengharamkan dirinya menjejak kembali tanah Minangkabau yang telah melahirkan dan membesarkannya, yang telah melahirkan dan membesarkan ibu-bapaknya, dan yang telah melahirkan dan membesarkan kakek dan neneknya, dan nenek moyangnya, karena dia bilang adat Minang yg matrilineal itu adat kafir, tak sesuai dg Islam. Masya Allah! Membaca karya2nya yang masih tersimpan di Perpustakaan Univ.Leiden sampai kini, saya bergidik juga (lihatlah thesis MA Yasrul Huda dari IAIN Imam Bonjol Padang tentang ulama ini yang dipertahankan di Univ.Leiden).
 
Wassalam,
Suryadi yang daif

Ronal Chandra

unread,
Feb 5, 2008, 9:16:28 PM2/5/08
to Rant...@googlegroups.com
Dear Lies Suryadi,

Iko lah mungkin salah satu nikmatnya ber Rantaunet Ria. Membaco email uda dibawah ko terutama tentang 'Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi' dan sebutan orang Minang yang 'Durhaka', sekita ambo search namo beliau di Google dan bertemu beberapa artikel seperti :

http://peaceman.multiply.com/journal/item/13/K.H._Ahmad_Dahlan_Reformis_dan_Pembaharu_Ajaran_Agama

Ada hal yang mengagumkan dari artikel itu bahwa seluruh tokoh pembaharu islam diindonesia waktu dimekah berguru dengan tokoh 'Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi' dan yang lebih mengagumkan lagi ambo cuplik tulisan artikel nya " Dari Ahmad Khatib inilah Dahlan berkenalan dengan pemikiran trio pembaharu dan Reformis Islam dari Timur Tengah yaitu Sayid Jamaluddin Al Afghani, Syekh Muhammad Abduh, dan Syekh Muhammad Rasyid Ridha."

Ketiga orang yang disebutkan terakhir bukan nama biasa dalam dunia pergerakan islam, ambo salah satu pengidola tokoh nan tigo tersebut.

Dari beberapa artikel dirantaunet tulisan da Elthaf, salah satu cucu ulama tersebut adalah "Mamanda Lembang Alam" ?

Nan pingin ambo tau ? sia 'Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi' iko ? baa mangko disebut orang Minang yang 'Durhaka' dan ambo tertarik untuk mengetahui ulama tersebut dengan lebih jauh ? ado dunsanak nan bisa memberikan ambo artilel atau link nyo ?

Regards
Ronal Chandra







Lies Suryadi <niad...@yahoo.co.id> wrote:
Unsur2 penting dalam hukum Islam jelas tetap harus dipakai, dek kito urang Islam. Tapi jika ada hal2 yang bersifat kontekstual dalam hubungannya dengan sistem sosial Indonesia sendiri, kenapa tidak coba dikodifikasikan dalam hukum yang disusun di negeri ini, oleh bangsa ini, dan untuk bangsa ini (Indonesia)?
 
Kalau dihubungan dengan Minangkabau bisa2 terulang lagi sejarah lamo: Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, orang Minang yang 'durhaka' itu. Tinggal di Mekah sampai mati, mengharamkan dirinya menjejak kembali tanah Minangkabau yang telah melahirkan dan membesarkannya, yang telah melahirkan dan membesarkan ibu-bapaknya, dan yang telah melahirkan dan membesarkan kakek dan neneknya, dan nenek moyangnya, karena dia bilang adat Minang yg matrilineal itu adat kafir, tak sesuai dg Islam. Masya Allah! Membaca karya2nya yang masih tersimpan di Perpustakaan Univ.Leiden sampai kini, saya bergidik juga (lihatlah thesis MA Yasrul Huda dari IAIN Imam Bonjol Padang tentang ulama ini yang dipertahankan di Univ.Leiden).
 
Wassalam,
Suryadi yang daif

Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.

Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.

Ade Marza

unread,
Feb 6, 2008, 12:08:52 AM2/6/08
to Rant...@googlegroups.com
batua bana tu uda/apak...!!!
ambo tertarik juo nak mampalajari tentang Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi ko
mungkin ado uda2 atau apak nan bisa mambagi lemunyo tentang syekh nan ciek ko....
tarimo kasih

Ronal Chandra <ronal_...@yahoo.com> wrote:
color=#00bf60>> http://profiles.friendster.com/lakaraza

Lies Suryadi

unread,
Feb 6, 2008, 1:53:22 AM2/6/08
to Rant...@googlegroups.com
Sanak Ronal jo sanak sudaro di lapau,
 
Ambo menulis kata 'durhaka' dalam tanda kutip. Jadi, harus dimaknai dalam nuansa. Aratinyo, diliek dari satu segi Syekh Ahmad Khatib ada kekurangannya. Jelas beliau adalah ulama besar Minangkabau di Mekah di akhir abad ke-19. Tapi beliau terlalu mencap Minangkabau negatif, padahal beliau putra Minangkabau. Dengan kekayaan ilmu beliau tentang Islam, mestinya beliau mencoba merumuskan bagaimana sebaiknya orang Minangkabau dengan agama Islam dan adatnya. Kalaulah beliau lebih bijaksana lagi, mungkin beliau mampu merumuskan kompilasi ABS-SBK di masa hidup beliau.
Sikap beliau amat berseberangan dg sikap Mahyuddin Datuk Sutan Maharaja, "bapak wartawan Melayu" itu (meminjam istilah BJO Schrieke),  yang justru membela adat alam Minangkabau. Beliau mengeritik keras orang2 dari kubu agama yang ingin menghilangkan kekhasan budaya Minangkabau dan menggantinya dengan "Arab". Itulah sebabnya beliau diberi gelar "sphink Minangkabau".  Jadi, kesimpulan saya yg dhaif, dalam menyusun Kompilasi ABS-SBK kita seyogiyanya ingat kembali pertentangan keras antara kedua pihak ini di masa lalu. Kita mesti dapat mengakomodasi dg baik antara adat dan agama. Toh..judulnya ABS-SBK -- ada kata ADAT di dalamnya, juga kata AGAMA/KITABULLAH. Ini bukan membuat kompilasi hukum Islam, tapi hukum (untuk) orang Minangkabau yang kebetulan beragama Islam. 
 
Tentang Syekh Ahmad Khatib, mungkin ada dalam buku2 Hamka, semisal AYAHKU, dll. Juga jelas ada dalam thesis Yasrul Huda dibawah ini.

Books
Title:  Islamic law versus adat : debates about inheritance law and the rise of capitalism in Minangkabau / by Yasrul Huda
Author:  Yasrul Huda
Year:  2003
Organization:  University of Leiden
Publisher:  [S.l. : s.n.]
Note:  MA thesis University of Leiden, Islamic Studies
Lit. opg.: bl. 131-138
Extent:  IX,138 bl
Size:  30 cm
Subject heading:  legal history; adat; family law; inheritance; jurisprudence; Islamic law; ideologies; imam; Minangkabau; Sumatera Barat; Indonesia; thesis

hambociek

unread,
Feb 6, 2008, 2:12:53 AM2/6/08
to Rant...@googlegroups.com
Maa Angku Suryadi,

Apo thesis Yasrul Huda ko alah dibukukan dan ditabikkan, ataukah
masih tasimpan dalam bantuak koleksi thesis di Leiden sajo? Apokoh
Publisher: [S.l. : s.n.] penerbit khusus untuk koleksi theses sajo
di perpustakaan sinan?

Salam,
--MakNgah


--- In Rant...@yahoogroups.com, Lies Suryadi <niadilova@...> wrote:
>
> Sanak Ronal jo sanak sudaro di lapau,
>

.........

> Tentang Syekh Ahmad Khatib, mungkin ada dalam buku2 Hamka,
semisal AYAHKU, dll. Juga jelas ada dalam thesis Yasrul Huda dibawah
ini.

Rahima

unread,
Feb 6, 2008, 2:27:10 AM2/6/08
to Rant...@googlegroups.com
Wa'alaikumsalamwarahmatullahiwabarakaatuh.

Innaalillahiwainaailaihi Raaji'uun.

Dimana ke Arabic-an saya yah...Saya hanya berbicara
masalah hukum Islam. Hukum waris dalam islam yang
sedang saya bicarakan. karena KHI, ada pakai islamnya,
tentu harus sesuai dengan undang-undang Islam. Kalau
ngak, yah..jangan pakai islam. Itu aja sih. Saya ngak
terlalu peduli, kalau saja KHI(Kompilasi Hukum
Indonesia), kalau itu berseberangan dengan Islam,
karena saya sadar, namanya juga hidup di negara yang
berbagai macam ragam agamanya. begitupun dengan
Minangkabau. Karena pakai Kitabullahnyalah, maka saya
harus melihat, sesuai ngak dengan kitabullah. Kalau
ngak sesuai akan lebih baik tidak usah pakai kalmat
Kitabullah itu.Itu aja.

Tanggungjawabnya sangat berat. Karena segala sesuatu
meski seberat apapun perbuatan kita akan
dipertanggungjawabkan diakhirat sana, dihadapan Allah
Ta'ala. Segala sesuatu hukum, ibadah dalam islam,
harus berlandaskan dalil,atau penetapan datangnya dari
Allah dan rasulNya, kalau tidak itu namanya kita
mengada-ngada(bid'ah), atau kita dikatakan membuat
hukum agama selain hukum yang telah ditetapkan oleh
Allah dan rasulNya, ini adalah kedzaliman pada
Allah.Bukankah difirmankan Allah ta'ala dengan
peringatan yang cukup keras:

"Dan barang siapa yang tidak berhukum dengan hukum
Allah, maka mereka adalah orang yang dzalim..."

Itulah yang sangat saya pikirkan, itu yang selalu saya
ingat, karena manusia hidup didunia ini hanya bagaikan
musafir saja, singgah, kehidupan akhirat itu yang
kekal, makanya hendaknya segala sesuatunya kita selalu
berusaha menuju jalan yang sesuai dengan Hukum
Allah.Nah, bagi siapa saja yang tidak melakukan sesuai
dengan hukum Allah dan rasulNya, sebagai orang yang
tau, wajib menyampaikannya, kalau ngak diikuti, atau
didengarkan, yah..sikap orang yang menyampaikan itu
(Al Wala' dan Al bara.), berlepas diri dari tanggung
jawab itu kelak dikemudian hari, karena sudah
disampaikan.Tanggung jawab setiap muslim itu sama
saja, bukan para pendakwah saja.Silahkan berikan
kepada saya dalil-dalil AlQuran dan Sunnah masalah
warisan,atau ibadah dalam adat apa saja, mo Jawa kek,
mo Minang kek, mo Batak sekalipun, asal dah pakai
Islam, Kitabullah, sunnatu rasulullah. Itu saja yang
saya minta.

Wassalamu'alaikum. Rahima.(yang ngak mau dibilang
dhaif, karena Allah tidak suka orang yang dhaif,
tetapi Allah suka yang kuat, sesuai dengan hadits
Rasulullah : "Mukmin yang kuat lebih disukai Allah
ketimbang mukmin yang lemah", dan Firman Allah
ta'ala:"Dan takutlah kamu kalau meninggalkan keturunan
yang dha'if(lemah)..."

____________________________________________________________________________________


Looking for last minute shopping deals?

Find them fast with Yahoo! Search. http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Feb 6, 2008, 5:07:33 AM2/6/08
to Rant...@googlegroups.com, Warni DARWIS
Waalaikumsalam w.w. Ananda Rahima dan Sanak Bagindo Chaniago,

Saya telah membaca baik-baik email Nanda dan Sanak, dan faham akan maksudnya. Izinkanlah saya menyampaikan kembali sekedar informasi tentang latar belakangnya.

1.          Saya mengusulkan adanya Kompilasi Hukum ABS SBK itu karena dua sebab: a)  amat sering disebut dan tidak pernah dibantah bahwa 'jati diri Minangkabau' itu adalah 'adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah' yang lazim disingkat sebagai 'ABS SBK'. Mudah-mudahan rumusan ini masih berlaku. b) oleh karena ketika 'dikejar' apa isinya 'ABS SBK' itu, bukan saja terdengar bermacam-macam tafsiran, tapi juga tidak ada kejelasan apa yang sungguhnya yang merupakan intinya, sehingga`timbul kesan bahwa 'ABS SBK' tersebut hanya 'pemanis bibir' saja, tidak sungguh-sungguh mau dilaksanakan. Sudah lama ditengarai bahwa yang dipersoalkan berkisar pada masalah hukum kekerabatan dan hukum kewarisan, karena ada hal-hal  yang agak 'incompatible' atau 'kurang pas' antara ajaran adat Minangkabau dengan ajaran agama Islam. Saya tidak akan merinci hal-hal ini, karena ini bukan bidang saya.
2.          Kompilasi Hukum Islam itu sendiri  sudah ada sejak tahun 1991 dan sudah dipakai di seluruh Pengadilan Agama. Jadi paling tidak, unsur 'hukum syarak'-nya sudah ada bahan.Mengenai ada hal-hal dalam kompilasi tersebut yang dipandang masih belum sesuai dengan Islam, saya serahkan kepada yang ahli. Saya juga tidak akan berkomentar mengenai kompilasi ini, karena ini juga bukan bidang saya.
3.          Ketidakjelasan dan ke-kurangpas-an norma sosial tersebut mempunyai pengaruh besar pada pembentukan pribadi orang Minangkabau, yang dalam tahun 1950-an dan 1960-an dahulu pernah ditengarai dihinggapi oleh sindrom psikosomatik -- semacam penyakit jiwa --  yang disebut oleh para pakar kedokteran jiwa  sebagai 'Padangitis' atau 'Minangitis'. Nah kalau ini memang merupakan bidang kepedulian saya, karena sejak tahun 1966 saya ikut 'berminang-minang' dan memang melihat dan merasakan ada  hal-hal khas yang memang perlu dijernihkan dalam kehidupan sosial budaya orang Minangkabau. Mengenai hal ini sudah lumayan banyak seniman, budayawan, ilmuwan, cendekiawan yang menulis. Saya hanya mengajak kita sekalin agar maju selangkah lagi, yaitu untuk mencoba merumuskan bagaimana jalan keluarnya. Hanya itu saja.
       Kalau kita memperhatikan sejarah Minangkabau, setidak-tidaknya masalah ini sudah berusia 205 tahun, kalau dihitung sejak bermulanya Gerakan Paderi pada tahun 1803. Sampai sekarang belum juga ada penyelesaian  final. Orang Minangkabau masih berdebat terus mengenai masalah ini, bahkan sampai Semiloka di Fakultas Hukum Universitas Andalas bulan Juni 2007 yang lalu.
       Yang  saya upayakan secara pribadi adalah mencoba mendorong segala fihak untuk mulai melakukan pembahasan bersama secara tenang agar  'ABS SBK" yang dipercaya merupakan 'jati diri Minangkabau' itu dapat dibuat lebih jernih, lebih lugas, lebih eksplisit. dan lebih bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
        Menurut penglihatan saya pada saat ini sudah  ada kemungkinan dan peluang untuk menyusun draft awal Kompilasi Hukum ABS SBK itu, antara lain oleh karena sudah semakin banyak fihak yang merasakan adanya kebutuhan itu, dan sudah tersedia berbagai bidang ilmu tentang bagaimana cara mengatasi konflik.
         Sehubungan dengan itu, izinkan saya mengajak kita sekalian untuk terlebih dahulu berlapang dada memberi kesempatan -- kalau bisa  membantu -- tersusunnya draft awal itu -- yang sama sekali belum ada ---  sebagai bahan untuk kita bahas bersama lebih lanjut. Yang tidak kita sepakati, ya kita tunda dulu. yang sudah kita sepakati, kita konsolidasikan.
        Seluruh kita yang berpeduli terhadap masalah ini, silakan untuk mengajukan saran bagaimana seyogyanya bunyi rumusan hukum ABS SBK itu. Itu tentu saja kalau kita masih bersepakat bahwa 'ABS SBK' memang 'jati diri Minangkabau'. Kalau tidak, atau tidak lagi, tentu lain lagi wacananya.
         Akhirulkalam, secara pribadi saya memang prihatin menyaksikan gejala  kemunduran Minangkabau, yang saya coba menelaah akar penyebabnya yang terdalam, yang mungkin sekali memang berasal dari kurang menyatunya dua sumber norma keminangkabauan ini yaitu: adat Minangkabau dan agama Islam.
       Wallahualambissawab.
Wassalam,
Saafroedin Bahar

PS: Bu Warni Darwis, tolong kirimkan buku Mahkamah Konstitusi yang memuat makalah-makalah semiloka di Universitas Padang bulan Juni 2007 kepada alamat kakak Nanda Rahima di Jakarta, diiringi ucapan terima kasih atas partisipasi beliau.

Saya tidak meng-'cut' email-email sebelum ini, biar terlihat kaitannya satu sama lain.

--- On Tue, 2/5/08, Rahima <rahim...@yahoo.com> wrote:
> takut dengan saya,?
 katanya. Said menegaskan,Departemen Agama

> memiliki lembaga sendiri untuk membahas KHI yaitu melalui Lembaga
> Kajian Agama Islam.
>
> Pekan lalu, Ketua Majelis Ulama Indonesia Umar Shihab mengirim surat
> kepada Menteri Agama mempertanyakan draft tersebut. ?Kami minta untuk
> tidak membenarkan adanya rancangan dari kelompok yang ingin merubah
> KHI,? ujarnya.
>
> Umar menjelaskan, draft KHI selain bertentangan dengan syariat Islam
> juga bertentangan dengan KHI yang merupakan kesepakatan seluruh umat
> Islam. ?Ini bukan hanya menafsirkan tapi menyalahartikan Al-Quran.
> Hanya akal-akalan saja,? katanya. Menteri Agama langsung menjawab
> surat MUI dan menegaskan bahwa Departemen Agama sama sekali tidak
> setuju dan membenarkan draft tersebut Masalah ini, kata Umar, sudah jelas dan selesai
> karena draft tersebut tidak akan diterima umat Islam. ?Tidak akan mungkin
> lolos menjadi rancangan undang-undang,? katanya. Dirinya sama
> sekali tidak anti jika KHI akan dirubah, namun harus melalui ijtihad para
> mujahid. Untuk saat ini, katanya, KHI tidak akan diubah begitu juga
> dengan UU Perkawinan. ? Hanya kita akan membuat UU Penerapan undang-undang
> perkawinan,? katanya.
>
> Badriah ? Tempo
>
~----~----~----~------~----~------~--~---

Rahima

unread,
Feb 6, 2008, 6:13:59 AM2/6/08
to Rant...@googlegroups.com
Terimakasih pak Saaf.

Sejujurnya, selama ini saya sangat salut atas
keilmuwan dan sikap Bapak dalam banyak hal. Dalam
menghadapi berbagai ulasan di milist, sikap tenang,
ilmu Bapak, benar-benar menjadi acuhan bagi saya.

Saya cukup mengerti maksud Bapak, dan alhamdulillah
bisa mengerti Bapak dari awal sampai saat ini saya
membaca emails Bapak selama ini. Tanggapan Bapak bisa
mengerti, dan saya salut pada kejujuran dan pengakuan
orang berilmu semacam Bapak, kalau memang bukan bidang
kita, kita mengakuinya dan menyerahkan kepada yang
ahlinya.

Ini benar-benar luar biasa, mungkin bukan dimata
manusia saja, terutamanya dimata Allah Ta'ala, karena
jarang sekali orang mau mengakui kalau itu dia tak
bisa, atau itu bukan bidangnya, kebanyakan orang
merasa Tau saja segalanya, banyaknya kehancuran ummat
Islam yang telahpun diperingatkan oleh /Rasulullah
Shallallhu'alaihiwasallam adalah menyerahkan urusan
pada yang bukan ahlinya.

Padahal manusia itu ilmunya sangat terbatas, dan tak
semua orang bisa menguasai segala macam bidang ilmu
didunia ini.Begitupun saya perhatikan di Indonesia
secara umum, mungkin juga Sumbar ini, kenapa
gagal/mundur? Bisa jadi salah satunya adalah yang
menduduki suatu jabatan, suatu bidang, bukanlah orang
yang ahli dibidang itu. Ahli Pertanian diberi jabatan
memegang Urusan pernikahan(KUA).Yang dah bidang atau
yang sudah urusannya saja sudah repot, apalagi yang
bukan bidangnya. Ahli matematika, disuruh mengajar
PPKN, atau IPS. Bukannya ngak boleh, tetapi alangkah
lebih tepatnya seseorang diberikan tempat sesuai
dengan keahliannya.

Pak Saaf, ngak papa saya berikan alamat kakak saya ini
di jalum saja, susah pula saya lagi bulak-balik
mencopy ID Bapak di Japri. Rahima d/a Rizana Hanim
Komp.Bukit Pamulang Indah, Block C-9 No.4
Tangerang.Jakarta Selatan
Telp. 21-7444889.

Makasih sebelumnya pak, juga pada yang mengirimkannya.
Oh yah, buku ini perlu bagi saya, juga beberapa buku
karangan Bapak, insyaAllah, dan kalau Bapak izinkan
akan saya jadikan referensi saya kelak dalam
melanjutkan program Doktoral, kalau judul ini diterima
di Al Azhar University.

Wassalamu'alaikum. Rahima.

--- "Dr.Saafroedin BAHAR" <saaf...@yahoo.com> wrote:


---------------------------------

Tasril Moeis

unread,
Feb 6, 2008, 8:00:58 AM2/6/08
to Rant...@googlegroups.com

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Pak Datuak Endang, Pak Saaf dan dunsanak sapalanta,
Mengikuti diskusi tantang ABSSBK nan indak bisa salasai2 dan kadang2 sangat
panas, timbua pertanyaan: sia nan paling berkepentingan jo penerapan ABSSBK
ko.
Apo kaum adat, kaum ulama atau rakyat badarai.
Dan kalau sampai indak ado kasapakatan apo kiro2 nan katajadi. Salah satu
kemungkinan jo kasadaran ba agamo makin tinggi di masyarakat apo ndak
mungkin adaik ko makin di jauahi.

Wassalam
Tan Ameh (49+3+13)

Hayatun Nismah Rumzy

unread,
Feb 6, 2008, 9:58:06 AM2/6/08
to Rant...@googlegroups.com
Assalamu Alaikum W. W.
Pak Saaf, nanda Tasril Muis nan bundo hormati,
Wak bukak kulik tampak isi apo2 bana nan salamoko nan bertentangan antara adat dan agama? Mungkin harus awak pilah ciek2. Salamoko manuruik ambo kami lai baradaik dan lai pulo baragamo, jadi indak ado adaik kami nan manyalahi agamo doh.
Batua juo kato pak Saaf awak punyo urang2 nan pintar ambo indak kamanyabuikkan satu persatu takuik tingga beko. Baitu juo banyak rang mudo nanda Dewis nan mangelola Cimbuak tu banyak bahannyo. Awak sarahkan ka nan punyo sawah masiang2. Kecek rang Minang sarupo maelo rambuik dalam tapuang tapuang indak taserak dan rambuik indak putuih. Jadi indak ado nan dirugikan dan kito manduduakkan sesuatu pado tampeknyo. Kalau kiniko indak ado bapak nan indak batangguang jawab ka anaknyo tapi labiah ka kamanakannyo.
Kalau dari pak Saaf nampak dek ambo silsilah nan hilang mari kito usahokan dari iko kateh mamakai namo bin atau binti dibalakang namo urang gaek awak.
Salam dari jauah
Bundo Nismah

Tasril Moeis <tasri...@banuacitra.com> wrote:

hanifah daman

unread,
Feb 6, 2008, 10:13:53 AM2/6/08
to Rant...@googlegroups.com, Tekni...@yahoogroups.com
HIJRAH LAGI
 
Minggu lalu
Aku diminta
Tentukan pilihan
Menetap atau hijrah
Sebelumnya aku telah hijrah
Dari suatu fakultas ke fakultas lain
 
Akhirnya
Ku putuskan
Hijrah lagi
 
Di tempat baru
Aku jadi senior
Posisi yang membuatku serba salah
Tak mungkin lagi aku kekanakkan
Tak mungkin lagi aku tak mau tau
Seperti sikapku selama ini
 
Di tempat baru
Temanku yang ikut hijrah
Temanku yang tidak hijrah
Mengingatkanku
Agar berfikir jauh ke depan
Melintasi ruang dan waktu
Ikut memikirkan
Siapa yang akan jadi pemimpin
Kapan perlu
Berani maju
 
Aku tersenyum
Betapa tiba-tiba
Aku seperti berada
Di Gedung MPR
Berhadapan dengan
Para politikus kampus
 
 
Bengkulu, 6 Februari 2008
 
 
Hanifah Damanhuri

Hayatun Nismah Rumzy

unread,
Feb 6, 2008, 10:19:23 AM2/6/08
to Rant...@googlegroups.com
Assalamu Alaikum W. W.
Ananda Hanifah yang bundo hormati,
Pindah fakultas biasa itu rotation of jobs. Mana tahu one day you will be rektor kan harus mengetahui semua fakultasnya.
Banda barusan membaca buku: BERHASIL DALAM KARIER DAN RUMAH TANGGA ya keduanya itu target ananda dan seimbang. Bundo do'akan Ifah someday you will be the Rector of the University. Berdo'a dan berharap kan boleh.
Salam bundo,
Hayatun Nismah Rumzy (69+)

hanifah daman <iff...@yahoo.com> wrote:

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Feb 6, 2008, 10:19:44 AM2/6/08
to Rant...@googlegroups.com
Wassalamualaikum w.w. Bundo jo Sanak Tasril Moeis,

Tarimo kasih ateh tanggapan Bundo manganai soal ABS SBK ko. Sapanjang minat ambo sacaro pribadi memang hanyo tabateh pado kainginan supayo tatanan masyarakat Minang tu sacaro formal mangakomodasi ajaran Islam dan hukum nasional tentang keluarga nan tadiri dari ayah, ibu dan anak-anaknyo. Soal suku jo harato pusako ambo samo sakali indak bakabaratan dan indak baminat. Kok dek ambo, Islam sajo alah labiah dari cukuik, dunia dan akhirat. Tapi kan kito haruih mangharagoi adat Minang nan di Sumatera Barat alah ado labiah dahulu. Nan jadi masalah memang baa manyatukan kaduonyo [mungkin iko nan dinamokan urang sabagai 'akulturasi'].

Tantang pertanyaan Sanak Tasril Moeis ko sangat menarik, dan memang rancak kito cermati. Kadang-kadang memang timbua pertanyaan dalam hati ambo: kok iyo bana ABS SBK itu 'jati diri Minangkabau" baa mako dipabiakan sajo salamo tu indak jaleh baa rumusan dan limbagonyo ? Sairiang jo pertanyaan Sanak Tasril Moies ko, itu paliang indak ado ampek pertanyaan lanjutan  nan sairiang, yaitu: 1)    baa mako indak basalero urang marumuskan ABS SBK ko ?  2) sia pulo nan paliang anti dirumuskannyo sacaro janiah masalah ABS SBK ko ?  3) kok indak kito rumuskan ABS SBK ko apo eloknyo dan apo pulo ruginyo ? 4) Apo manfaatnyo kalau ABS SBK ko kito janiahkan ?

Wassalam,
Saafroedin Bahar

--- On Wed, 2/6/08, Hayatun Nismah Rumzy <hni...@yahoo.com> wrote:

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Feb 6, 2008, 10:37:42 AM2/6/08
to Rant...@googlegroups.com, Warni DARWIS

Assalamualaikum w.w. Nanda Rahima,

Terima kasih atas apresiasi Nanda. Sejak awal saya memang mengatakan bahwa saya bukan ahli dalam adat dan bukan ahli dalam agama. Saya hanya sangat prihatin kok proses akulturasi antara adat Minangkabau dan agama Islam ini kurang berjalan mulus, khususnya dalam hukum kekerabatan dan hukum kewarisan, yang kelihatannya berdampak pada proses pembentukan kepribadian orang Minang. Peran saya terbatas pada  mengajak, bahkan mendorong, beliau-beliau yang berkompeten untuk menyelesaikan keruwetan itu. Memang hanya itu saja. [Sekedar catatan: tanggal 22 Januari yang lalu saya ikut memprakarsai diskusi panel tentang Gerakan Paderi, 1803-1838, yang langsung atau tak langsung kan terkait dengan masalah kompleksnya proses akulturasi tersebut. Saya tidak pernah mendengar bahwa daerah lain yang juga menganut ABS SBK menghadapi keruwetan yang sama seperti di Minangkabau. seperti di Bengkulu, Riau, Jambi, Melaka, atau Gorontalo. Jadi ABS SBK sebagai masalah hanya ada di Minangkabau].

Kalau memang ada tulisan saya yang bermanfaat, silakan Nanda manfaatkan. Memang itu maksudnya.

Bu Warni,

Tolong dikirimkan beberapa copies buku Mahkamah Konstitusi, 2007, "Membangun Masa Depan Minangkabau dari Perspektif Hak Asasi Manusia" kepada alamat kakak Nanda Rahima di Jakarta seperti tersebut di bawah. Kalau kurang tolong diminta lagi ke Mahkamah Konstitusi.

Wassalam,
Saafroedin Bahar


--- On Wed, 2/6/08, Rahima <rahim...@yahoo.com> wrote:
From: Rahima <rahim...@yahoo.com>
Subject: [R@ntau-Net] Re: Dua Cara Merumuskan Kompilasi Hukum ABS SBK(beberapa kejanggalan di KHI 1991)
To: Rant...@googlegroups.com

Hayatun Nismah Rumzy

unread,
Feb 6, 2008, 11:54:08 AM2/6/08
to Rant...@googlegroups.com
Assalamu Alaikum W. W.
Hari dingin diluar jadi bundo kerja searching internet and what i found:
Salam dan Selamat Menikmati
Hayatun Nismah Rumzy

Rahima

unread,
Feb 6, 2008, 12:18:09 PM2/6/08
to Rant...@googlegroups.com

--- Hayatun Nismah Rumzy <hni...@yahoo.com> wrote:

> Assalamu Alaikum W. W.
> Pak Saaf, nanda Tasril Muis nan bundo hormati,
> Wak bukak kulik tampak isi apo2 bana nan salamoko
> nan bertentangan antara adat dan agama? Mungkin
> harus awak pilah ciek2. Salamoko manuruik ambo kami
> lai baradaik dan lai pulo baragamo, jadi indak ado
> adaik kami nan manyalahi agamo doh.

Wa'alaikumsalamwarahmatullahiwabarakaatuh.

Maaf Bundo, sangat tertarik membaca ulasan bundo
diatas. Bukan maksud hendak membantah bundo.

1). Masalah hukum warisan dalam Minangkabau, harta
dibagi menjadi dua(Harta Pusaka rendah, harta pusaka
tinggi, kalau boleh dari mana dalilnya pembagian harta
semacam itu, semenatara dalam Islam, tidak ada
pembagian harta warisan semacam itu), Dalilnya:"
Apa-apa saja harta yang ditinggalkan oleh ayah ibu,
kaum kerabatmu, maka Allahlah yang mengaturnya).

2), Katanya harta Pusaka tinggi jatuh kepada garis
keturunan ibu saja, sekali lagi, tolong disertakan
dalil dari AlQuran atau haditsnya, sementara dalam
Islam pembagian harta telah sangat jelas dalam AlQuran
secara terperinci di Surah Annisa.

3)Masalah kawin sesuku, meskipun ini terjadi hanya
disebahagian nagari di Minangkabau saja, memang yang
di kritik pun yang sebahagian nagari itu saja, yang
mana saya dengar, kalau kawin sesuku terjadi juga,
maka ada sanksinya, ngak diakui lah,,dibuanglah,
dikucilkanlah, pokonya ada sanksinya. Pelarangan dan
ada sanksinya ini yang menyalahi hukum Islam yang dah
jelas-jelas, diperbolehkan sepanjang memang halal
untuk dinikahi.

4).Saya masih ingat saat diskusi dulu, mengenai harta
suami istri. Kalau perpisahan masih dalam perpisahan
semasih hidup, alias bercerai, maka memang benar sang
suami ngak berhak mengambil harta bawaan istrinya,
tetapi bila telah meninggal, suami berhak mendapatkan
harta warisan sang istri, asal bawaan sang istri,
walaupun itu dari harta peninggalan orang tuanya, atau
saudara sang istri, sementara dalam Minang, yang saya
tau, dan via diskusi terdahulu, ngak boleh sang suami
mengambil harta warisan sang istri, tetapi harta
tersebut jatuh kepada saudara istri(bukankah ini
bertentangan dengan firman Allah,..bagi kamu wahai
para suami mendapatkan harta setengah kalau sang istri
tak punya anak, atau seperempat dari harta istri-istri
kamu bila sang istri yang meninggal tadi punya anak.

5), Mengenai acara Tabuik, apakah ini merupakan adat,
atau apa, saya ngak tau, tetapi terjadi di Minangkabau
setiap tahunnya dirayakan dengan pesta
besar-besaran,ini yang masih belum jelas disaya,
bagaimana acaranya, tetapi akan saya kaji juga ini,
untuk apa Sumbar merayakannya, dan kalau dilihat,
mereka mengagungkan Hasan,Husain ada patung, atau
apalah, saya belum mengkaji benar, yang pasti kalau
itu terjadi, apa tidak sama dengan acara-acara yang
terjadi di jawa, ziarah kekuburan para wali dengan
meminta berkah, sementara di Sumbar, memang tidak
ziarah kekuburan Hasan-Husain, tetapi membuat patung,
menghabiskan biaya, yang merupakan kemubaziran.

6. Memang ada baiknya dirumuskan betul apa itu
ABS-SBK, apa-apa saja isinya. Koq ada namanya, ngak
ada isinya? Kalau dalam tulisan Buya Mas'ud yang saya
baca ABSSBK, banyak mengenai adab sopan santun, cara
makan, tidur, dan adab-adab lainnya, yanh sudah jelas,
dalam hal ini adat Minang sangat banyak kesesuaiannya
dengan adab-adab yang diajarkan oelh islam, tengang
rasa, raso jo pareso, dllnya.

Sewaktu saya mengikuti seminar Internasional yang
diadakan oleh STAIB BKT-Padang-Malaysia, ternyata
Malaysia sistemnya ngak jauh beda dengan Minangkabau,
hanya saja masalah harta ini, mereka sesuai dengan
hukum warisan dalam Islam.Jadi satu hukum, ngak dua
hukum sebagaimana Minangkabau ada harta warisan berupa
pusaka tinggi, harta warisan berupa pusaka rendah, Nah
islam ngak ada pembagian semacam itu dalam masalah
warisan ini.

7), Syukur Alhamdulillah kalau sekarang ayah sudah
bertanggungjawab kepada anak kandungnya sendiri, kalau
dulu saya dengar ayah bertanggungjawab pada
kemenakannya, anak ditanggungjawapin oleh pamannya,
begitu sebaliknya, suami bagai ... diatas tungku,
berarti adat itu lama kelamaan berubah, alhamdulillah
bukan, semakin mengikuti apa yang diharapkan dalam
Islam. Islam juga ngak pernah melalaikan kemenakan,
karib kerabatpun diberikan hak mereka, melalui wasiat,
tetapi ngak boleh lebih dari sepertiga harta yang
meninggal.Tetap diutamakan ahli waris, yaitu anak,
suami/istri, ayah/ibu, dll yang meninggal.

8.Adat, atau tradisi jenazah, kematian menuju 7 hari,
10,40 hari, masih saya temukan di Sumbar, tetapi ini
juga lebih banyak saya temukan di daerah Jawa, jadi
saya ngak tau, ini merupakan adat Minang, tradisi,
atau apa atau hanya perorangan saja, tetapi itu tetap
terjadi disebahagian daerah Sumbar.Yang diinginkan
kalau bisa, dan memungkinkan Sumbar itu benar-benar
sesuai dengan hukum islam, alhamdulillah, karena
ABSSBK, hendaknya hal-hal yang menjurus kepada bid'ah,
syirik, penyimpangan hukum-hukum yang telah ditetapkan
oleh Allah ta'ala, yah sudah ngak ada lagi...tapi
apakah mungkin ini akan bisa terwujud..? Allahu a'lam.

Wassalamu'alaikum. Rahima.

> ---------------------------------


> Be a better friend, newshound, and know-it-all with
> Yahoo! Mobile. Try it now.
>
>
>

____________________________________________________________________________________


Looking for last minute shopping deals?

Find them fast with Yahoo! Search. http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping

Datuk Endang

unread,
Feb 6, 2008, 1:08:19 PM2/6/08
to Rant...@googlegroups.com, suli...@yahoogroups.com, minan...@yahoogroups.com
Sanak Tan Ameh yam,
Pemahaman saya mengenai abssbk pernah disampaikan di milis ini. Memang memprihatinkan bila istilah itu akhirnya berkembang menjadi jargon, tanpa satupun upaya dan pemikiran untuk menggali lebih ke hulu.
Wassalam,
-datuk endang

Wita Abdin

unread,
Feb 6, 2008, 1:35:55 PM2/6/08
to Rant...@googlegroups.com
Assalaamu'alaikum wa rahmatullahi wa Barakaatuhu,

Yth, bapak Syaf, Bundo hayatun dan sanak sadonyo dipalantako, ambo sato sakaki ciek.

Manganai ABSSBK, sajak salasai SD, ambo baru mandanga ABSSBK ko, tapi indak mangarati apo tu ABSSBK, karano ambo tahu mayoritas urang awak adolah baagamo Islam,  tapi masih ado beberapa kebiasaan dikampuang nan dikarajokan banyak urang, nan indak ado dalilnyo di al-Qur'an ataupun hadith Nabi, contohnyo acara 7 hari sasudah maningga tu, sasudah tu kalau ado nan sakik masuak setan katonyo, dicarikanlah dukun, nan sidukun untuak panyambuhan tu harus pakai ayam hitam sagalo, ado pulo kalau manaiak rumah baru, harus pakai karambia diateh atok rumah, dlsbgnyo.  Sasudah ambo baco-baco buku ttg fikih dlsnyo sarato jo Ayat, hadiith nan manyaratoinyo, tanyato ndak ado dalilnyo acara2 tu dalam al-Qur'an maupun Hadiith.

Oleh sebab itu sia kolah nan batangguang jawab dalam hal ko, untuak mampaluruih aktifitas nan manyerempet dari ajaran Islam na alah mandarah dagiang di urang awang ko, sahinggo istilah ABSSBK ko bisa punya makna yang berarti bagi sado urang awak, baiak dikampuang maupun nan dirantau. Satahu ambo alah banyak ustad2 atau ustazah2 nan manyuarokan ko dikampuang2 ataupun dikota, tapi kabanyakan taruih ado ganjalannyo, sarupo dibanci dek urang kampuang, disarang dek urang kampuang dlsbgnyo, karano dianggap manyalahi kabiasaan nan alah balaku disitu katonyo.

Kito sabagai urang awak nan baagamo tantu ndak namuah manyalahkan urang lain, sia nan batangguang jawab untuak kompilasi ABSSBK, atau mancari kambiang hitam, kato urang pulo. Mungkin manuruik ambo (pandapek sajo) mungkin kesatuan antaro Para Ulama (nan paham jo Hukum Islam), Cerdik Pandai, dan Ahli Adaik untuak bisa mampaluruih aktifitas nan salah di urang awak sahinggo istilah ABSSBK ko iyo ado punyo Makna sakral bagi urang Minang nan baagamo sahinggo batua-batua takumpua manjadi ABSSBK nan badalilkan ka al-Qur'an jo hadiith Nabi SAW. Oleh sabab itu draft kompilasi ABSSBK ko nantinyo kito harokkan batua2 manyelipkan dalil satiok kebiasaan nan balaku tsb di masyarakat.

Ambo takana bahwa dalam hukum Islam itu sumber hukum utamonyo adolah al-Qur'an, Hadiith, abis tu manyusul Qiyas, mashlahah mursalah, dlsbgnya. Kemudian Diantara sumber-sumber nan lain itu, tamasuak salah satunyo adolah: 'Urf (Adat). Memperhatikan adat istiadat suatu masyarakat adalah termasuk memelihara kepentingan kehidupan manusia. Adat istiadat merupakan  bagian dari kultur yang salalu ado dlm masyarakaik. Islam sbg rahmatan lill 'alamiin sangaik mamparhatikan adat istiadat yg sering marupokan salah satu faktor stabilitas sosial dan mampunyoi kakuatan hukum, ditaati dan mengandung sanksi. Di Indonesia dikenal dgn Hukum Adat yg mgkin dpt dipandang sbg penegasan thd pengertian 'urf dlm fiqh.

Fiqh membagi 'urf manjadi 2: 'urf sahih jo 'urf fasid. 'Urf sahih adaolah adat istiadat nan alah ditarimo oleh masyarakat luas, dibenarkan oleh pertimbangan akal sehat, membawa kebaikan, menolak kerusakan, dan tidak menyalahi ketentuan nash al-Qur'an atau sunnah. Sedangkan 'Urf Fasid adolah adat istiadat na alah mapan dlm kahidupan masyarakaik, tetapi tdk dpt diterima oleh pertimbangan akal sehat, mendatangkan mudarat, menghilangkan kemaslahatan, dan bertentangan dengan ketentuan syari'at. Dari segi lain, segi perwujudannya, 'urf dibagi menjadi 2: 'urf qauly, dan 'urf 'amaly. 'Urf qauly adolah adat istiadat yg terjadi dlm kehidupan masyarakat yang berupa penggunaaan kata-kata dengan pengertian tertentu. sedang 'Urf 'amaly adolah adat istiadat yg berlaku dikalangan masyarakat luas berupa perbuatan-perbuatan.

Beberapa ayat al-Qur'an mempergunakan perkataan "ma'ruuf" yang berarti "patut", menurut kebiasaan. Contoh dlm surat al-Baqarah:233 menentukan kewajiban ayah (suami yang mempunyai anak) utk memberikan nafkah kepada ibu (istri yang beranak) dengan ma'ruf. Ma'ruuf disini maksudnya adolah "patut" sesuai dengan adat nan balaku. Dgn demikian jika istri tdk diberi nafkah, ia berhak menggugat ke pengadilan, yg oleh pengadilah akan ditentukanberapa besar nafkah yg wajid dibayarkannya kpd istrinya sesuai dgn adat yg berlaku. Surat al-Hajj 78, jua menyatakan bhw Allah SWT tdk menjadikan kesempitan dlm agama. karena itu, mengukuhkan berlakunya 'urf yg tdk bertentangan dgn nash, akan menghilangkan kesempitan dlm kehidupan manusia.

Yg perlu diteliti secara cermat manuruik ambo adolah syarat panarimaan 'urf. kadang2 ada satu 'urf yg sepintas lalu tampak bertentangan dgn nash, akan tetapi stlh diadakan penelitian ternyata dpt disesuaikan dgn ketentuan nash lai, sehingga hal ini memberikan jalan lain bagi dikukuhkannya 'urf.. Misal di jawa terdpt kebiasaan dlm hukum kewarisan yg menetukan bhw hibah ortu kpd anaknya merupakan pewarisan yg dilaksanakan pd waktu ortu msh hidup. Anak yg pernah menerima hibah ortu, tdk berhak menerima warisan dr harta peninggalan ortunya. Jika ketentuan tsb dihadapkan kpd Hukum islam, yg memisahkan antara hibah dan warisan, sepintas lalu terlihat adat jawa itu bertentangan dgn hukum Islam. Tetapi jika maslah hibah dlm hukum Islam dipelajari, ternyata Nabi SAW memerintahkan kpd ortu spy berbuat adil dlm memberi hibah pd anaknya. Jika salah seorang anaknya diberi hibah, anak yg lainpun hendaknya diberi juga. Mengahdapi hkum adat di Jawa spt itu dpt ditempuh 2 jalan: mempertahankan pemberin ortu sbg hibah, kemudian kpd anak2 yg blm pernah menerima, diberikan hibah yg diambil dari harta peninggalan; atau dipertahankan ketentuan hukum adat sbg warisan yg sdh dilaksanakan pd waktu ortu masih hidup, dgn memperhitungkan berapa besar yg sdh diserahkan itu- jika ternayat kurang dari haknya atas warisan, diberikan tambahan, dan jika ternyata lebih, diminta untuk mengembalikan kelebihannya, kecuali jika semua ahli warisnya merelakan.

Akhirul kalam, marilah kito sadonyo bado'a spy kompilasi ABSSBK ko bisa terlaksana sesuai dgn ajaran al-Qur'an dan Hadiith nabi, jaleh nashnyo.

Ambo mohon maaf atas khilaf karano kapanjangan tulisan ambo ko.

Wassalam


Aswita (P- 43th)

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Feb 6, 2008, 8:19:10 PM2/6/08
to Rant...@googlegroups.com
Waalaikumsalam w.w. Nanda Wita Abidin,

Indak ado nan paralu ambo komentari tantang posting Nanda nan di bawah ko. Ambo satuju panuah. Memang nan saroman Nanda tulih tu keaadannyo.

Nan jadi tantangan nan dihadoki kini dek para pakar adat, pakar agamo, dan pakar hukum  adolah: baa manulihkan pokok-pokok kombinasi ajaran Islam nan disatukan jo  'Urf sahih ' Minangkabau nan sasuai jo ajaran Islam tu untuak dipakai dek kito urang Minang nan awam adat dan awam Islam dalam kehidupan kito sahari-hari, dan bisa pulo dipakai dek saluruah hakim pengadilan negeri jo pengadilan adat.

Rasonyo kalau Kompilasi Hukum ABS SBK ko alah salasai, alah labiah jaleh ma nan atah ma nan bareh, sahinggo kito indak paralu batangka sarupo salamo ko.Manuruik pancaliakan ambo, urang awak nan awam adat dan awam agamo ko marupokan sabagian gadang urang awak. Mandalami adat dan mandalami agamo kan paralu sacaro sungguah-sungguah dan rasonyo akan makan wakatu panjang. Indak sadonyo urang awak bisa manyadiokan wakatu jo tanago untuak itu. Apolagi kalau kito alah mamiliah profesi di bidang lain.  Ambo tamasuak kalompok ko.

Kito basyukur momennyo kini adalah timbo. Dalam rangkaian wacana baminang-minang alah timbua samacam konsensus bahaso 'Kompilasi Hukum ABS SBK' memang paralu; Sairiang jo itu babarapo pakar di Fakultas Hukum dan Fakultas Sastra Universitas Andalas alah siap turun tangan marumuskan, didukuang panuah dek pak Rektor. Pak Gubernur, pak Ketua DPRD Provinsi, dan Sekdaprov Sumbar satuju dan mandukuang. A juo lai nan kito tunggu ?

Sasuai jo pepatah kito, karajo elok ko rancak dipapagehkan, sabab kalau liwat momentum ko, misalnyo kalau baganti pejabat, dan kalau pejabat baru nanti tu indak baminat ka masalah ko, tapaso pulo masyarakat Minangkabau mananti timbuanyo momentum baru. Samantaro tu nan mudo tacangang-cangang sajo jo 'claim' bahaso ABS SBK adolah 'jati diri Minangkabau'.

A nan dapek kito buek sabagai urang awam ? Saran ambo: mulailah mambuek daftar apo nan paralu diatur dalam Kompilasi Hukum ABS SBK tu, ba baa rumusannnyo nan lugas dan  sacaro hukum nan bisa kito tagakkan basamo.

Apo tujuan disusunnyo Kompilasi Hukum ABS SBK ko ? Supayo Ranah Minangkabau bisa dikambangkan  manjadi nagari nan bebas dari silang sengketo soal sako dan pusako, panduduaknyo saiyo sakato, mampu bakarajo samo mambangun maso datang nan aman, sejahtera, lahir bathin. Indak lai ragu bakapanjangan.

Wassalam,
Saafroedin Bahar


--- On Wed, 2/6/08, Wita Abdin <hikm...@gmail.com> wrote:

From: Wita Abdin <hikm...@gmail.com>
Subject: [R@ntau-Net] Re: Sia nan paling berkepentingan jo ABSSBK
To: Rant...@googlegroups.com
Date: Wednesday, February 6, 2008, 1:35 PM

Assalaamu'alaikum wa rahmatullahi wa Barakaatuhu,

Yth, bapak Syaf, Bundo hayatun dan sanak sadonyo dipalantako, ambo sato sakaki ciek.

Manganai ABSSBK, sajak salasai SD, ambo baru mandanga ABSSBK ko, tapi indak mangarati apo tu ABSSBK, karano ambo tahu mayoritas urang awak adolah baagamo Islam,  tapi masih ado beberapa kebiasaan dikampuang nan dikarajokan banyak urang, nan indak ado dalilnyo di al-Qur'an ataupun hadith Nabi, contohnyo acara 7 hari sasudah maningga tu, sasudah tu kalau ado nan sakik masuak setan katonyo, dicarikanlah dukun, nan sidukun untuak panyambuhan tu harus pakai ayam hitam sagalo, ado pulo kalau manaiak rumah baru, harus pakai karambia diateh atok rumah, dlsbgnyo.  Sasudah ambo baco-baco buku ttg fikih dlsnyo sarato jo Ayat, hadiith nan manyaratoinyo, tanyato ndak ado dalilnyo acara2 tu dalam al-Qur'an maupun Hadiith.

Oleh sebab itu sia kolah nan batangguang jawab dalam hal ko, untuak mampaluruih aktifitas nan manyerempet dari ajaran Islam na alah mandarah dagiang di urang awang ko, sahinggo istilah ABSSBK ko bisa punya makna yang berarti bagi sado urang awak, baiak dikampuang maupun nan dirantau. Satahu ambo alah banyak ustad2 atau ustazah2 nan manyuarokan ko dikampuang2 ataupun dikota, tapi kabanyakan taruih ado ganjalannyo, sarupo dibanci dek urang kampuang, disarang dek urang kampuang dlsbgnyo, karano dianggap manyalahi kabiasaan nan alah balaku disitu katonyo.

Kito sabagai urang awak nan baagamo tantu ndak namuah manyalahkan urang lain, sia nan batangguang jawab untuak kompilasi ABSSBK, atau mancari kambiang hitam, kato urang pulo. Mungkin manuruik ambo (pandapek sajo) mungkin kesatuan antaro Para Ulama (nan paham jo Hukum Islam), Cerdik Pandai, dan Ahli Adaik untuak bisa mampaluruih aktifitas nan salah di urang awak sahinggo istilah ABSSBK ko iyo ado punyo Makna sakral bagi urang Minang nan baagamo sahinggo batua-batua takumpua manjadi ABSSBK nan badalilkan ka al-Qur'an jo hadiith Nabi SAW. Oleh sabab itu draft kompilasi ABSSBK ko nantinyo kito harokkan batua2 manyelipkan dalil satiok kebiasaan nan balaku tsb di masyarakat.

Ambo takana bahwa dalam hukum Islam itu sumber hukum utamonyo adolah al-Qur'an, Hadiith, abis tu manyusul Qiyas, mashlahah mursalah, dlsbgnya. Kemudian Diantara sumber-sumber nan lain itu, tamasuak salah satunyo adolah: 'Urf (Adat). Memperhatikan adat istiadat suatu masyarakat adalah termasuk memelihara kepentingan kehidupan manusia. Adat istiadat merupakan  bagian dari kultur yang salalu ado dlm masyarakaik. Islam sbg rahmatan lill 'alamiin sangaik mamparhatikan adat istiadat yg sering marupokan salah satu faktor stabilitas sosial dan mampunyoi kakuatan hukum, ditaati dan mengandung sanksi. Di Indonesia dikenal dgn Hukum Adat yg mgkin dpt dipandang sbg penegasan thd pengertian 'urf dlm fiqh.

Fiqh membagi 'urf manjadi 2: 'urf sahih jo 'urf fasid. 'Urf sahih adaolah adat istiadat nan alah ditarimo oleh masyarakat luas, dibenarkan oleh pertimbangan akal sehat, membawa kebaikan, menolak kerusakan, dan tidak menyalahi ketentuan nash al-Qur'an atau sunnah. Sedangkan 'Urf Fasid adolah adat istiadat na alah mapan dlm kahidupan masyarakaik, tetapi tdk dpt diterima oleh pertimbangan akal sehat, mendatangkan mudarat, menghilangkan kemaslahatan, dan bertentangan dengan ketentuan syari'at. Dari segi lain, segi perwujudannya, 'urf dibagi menjadi 2: 'urf qauly, dan 'urf 'amaly. 'Urf qauly adolah adat istiadat yg terjadi dlm kehidupan masyarakat yang berupa penggunaaan kata-kata dengan pengertian tertentu. sedang 'Urf 'amaly adolah adat istiadat yg berlaku dikalangan masyarakat luas berupa perbuatan-perbuatan.

Beberapa ayat al-Qur'an mempergunakan perkataan "ma'ruuf" yang berarti "patut", menurut kebiasaan. Contoh dlm surat al-Baqarah:233 menentukan kewajiban ayah (suami yang mempunyai anak) utk memberikan nafkah kepada ibu (istri yang beranak) dengan ma'ruf. Ma'ruuf disini maksudnya adolah "patut" sesuai dengan adat nan balaku. Dgn demikian jika istri tdk diberi nafkah, ia berhak menggugat ke pengadilan, yg oleh pengadilah akan ditentukanberapa besar nafkah yg wajid dibayarkannya kpd istrinya sesuai dgn adat yg berlaku. Surat al-Hajj 78, jua menyatakan bhw Allah SWT tdk menjadikan kesempitan dlm agama. karena itu, mengukuhkan berlakunya 'urf yg tdk bertentangan dgn nash, akan menghilangkan kesempitan dlm kehidupan manusia.

Yg perlu diteliti secara cermat manuruik ambo adolah syarat panarimaan 'urf. kadang2 ada satu 'urf yg sepintas lalu tampak bertentangan dgn nash, akan tetapi stlh diadakan penelitian ternyata dpt disesuaikan dgn ketentuan nash lai, sehingga hal ini memberikan jalan lain bagi dikukuhkannya 'urf.. Misal di jawa terdpt kebiasaan dlm hukum kewarisan yg menetukan bhw hibah ortu kpd anaknya merupakan pewarisan yg dilaksanakan pd waktu ortu msh hidup. Anak yg pernah menerima hibah ortu, tdk berhak menerima warisan dr harta peninggalan ortunya. Jika ketentuan tsb dihadapkan kpd Hukum islam, yg memisahkan antara hibah dan warisan, sepintas lalu terlihat adat jawa itu bertentangan dgn hukum Islam. Tetapi jika maslah hibah dlm hukum Islam dipelajari, ternyata Nabi SAW memerintahkan kpd ortu spy berbuat adil dlm memberi hibah pd anaknya. Jika salah seorang anaknya diberi hibah, anak yg lainpun hendaknya diberi juga. Mengahdapi hkum adat di Jawa spt itu dpt ditempuh 2 jalan: mempertahankan pemberin ortu sbg hibah, kemudian kpd anak2 yg blm pernah menerima, diberikan hibah yg diambil dari harta peninggalan; atau dipertahankan ketentuan hukum adat sbg warisan yg sdh dilaksanakan pd waktu ortu masih hidup, dgn memperhitungkan berapa besar yg sdh diserahkan itu- jika ternayat kurang dari haknya atas warisan, diberikan tambahan, dan jika ternyata lebih, diminta untuk mengembalikan kelebihannya, kecuali jika semua ahli warisnya merelakan.

Akhirul kalam, marilah kito sadonyo bado'a spy kompilasi ABSSBK ko bisa terlaksana sesuai dgn ajaran al-Qur'an dan Hadiith nabi, jaleh nashnyo.

Ambo mohon maaf atas khilaf karano kapanjangan tulisan ambo ko.

Wassalam


Aswita (P- 43th)


hanifah daman

unread,
Feb 6, 2008, 9:46:40 PM2/6/08
to Rant...@googlegroups.com, ba...@yahoogroups.com
BAKO
 
Dunsanak perempuan nenek
Dari pihak bapak
Baik kandung
Maupun sesuku
Di sebut BAKO
 
Bako menjadi sangat berarti
Di hari raya
Di hari pernikahan
Saat suka dan duka
 
Silaturahim tidak terputus
Walau bapak sudah tiada
Paling tidak ketika pesta
Begitu juga ketika duka
Masih saling berhimbauan
Dan saling berhamburan
 
Bagi bapak yang berpoligami
Walau istri saling membenci
Bako menjadi pemersatu
Anak-anak yang lain ibu
 
Kedua kakekku berpoligami
Keduanya saling mengikatkan
Tali kasih sayang
Diantara anak-anaknya
Diantara anak dengan ibu tirinya
Hingga papaku yang tetua
Kenal dengan semua nenek
Kenal dengan adik-adiknya sebapak
Walau berada di Nagari yang berbeda
Itu karena peranan kakek dan bako
Rumah bako tempat berkumpul
 
Kalau ingin menelusuri
Garis keturunan dari pihak bapak
Tanyakan saja ke bako
 
 
Bengkulu, 7 Februari 2008
 
 
 
Hanifah Damnhuri

Idris Talu

unread,
Feb 7, 2008, 1:41:49 AM2/7/08
to Rant...@googlegroups.com
Waalaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh,

Tarimo kasih Bundo for sharing such wonderful knowledge.

Wassalam,

Idris Talu (57)


Hayatun Nismah Rumzy <hni...@yahoo.com> wrote:

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

hanifah daman

unread,
Feb 7, 2008, 9:08:15 AM2/7/08
to hni...@yahoo.com, Rant...@googlegroups.com
WWW bundo yth. Amin YRA. makasih saran dan doa bundo. He he he harapan bundo terlalu berlebihan. Dalam mimpi saja ifah tdk berani mengharap setinggi itu. Ifah lebih suka berada di kelas membimbing mhs. Jiwa kita lebih tenang. Bahagia kalau mhs berhasil. Tdk perlu pakai politik yang bikin pusing orang yang polos. Oh ya hijrah yg ifah lakukan karena terkait dgn bidang ilmu pd pendidikan yang terakhir. Tdk seperti karyawan yang mutasi antar unit. Salam. Hanifah

> Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
>


____________________________________________________________________________________


Be a better friend, newshound, and

know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

hanifah daman

unread,
Feb 7, 2008, 9:16:04 AM2/7/08
to hni...@yahoo.com, Rant...@googlegroups.com
WWW bundo yth. Amin YRA. makasih saran dan doa bundo. He he he harapan bundo terlalu berlebihan. Dalam mimpi saja ifah tdk berani mengharap setinggi itu. Ifah lebih suka berada di kelas membimbing mhs. Jiwa kita lebih tenang. Bahagia kalau mhs berhasil. Tdk perlu pakai politik yang bikin pusing orang yang polos. Oh ya hijrah yg ifah lakukan karena terkait dgn bidang ilmu pd pendidikan yang terakhir. Tdk seperti karyawan yang mutasi antar unit. Salam. Hanifah

> Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
>

hanifah daman

unread,
Feb 7, 2008, 9:29:52 AM2/7/08
to hni...@yahoo.com, Rant...@googlegroups.com
WWW bundo yth. Amin YRA. makasih saran dan doa bundo. He he he harapan bundo terlalu berlebihan. Dalam mimpi saja ifah tdk berani mengharap setinggi itu. Ifah lebih suka berada di kelas membimbing mhs. Jiwa kita lebih tenang. Bahagia kalau mhs berhasil. Tdk perlu pakai politik yang bikin pusing orang yang polos. Oh ya hijrah yg ifah lakukan karena terkait dgn bidang ilmu pd pendidikan yang terakhir. Tdk seperti karyawan yang mutasi antar unit. Salam. Hanifah

> Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
>

Darul M

unread,
Feb 7, 2008, 11:25:18 AM2/7/08
to Rant...@googlegroups.com
Assalamulaikum

Ambo ingin batanyo supayo klirt dihatiko, sbb:
1. Apokoh indak ado harta public dalam Islam?
2. Apakah Islam melarang harta public sekelompok orang?
3. Apakah ada perintah dalam Syara' untuk membagi habis harta public?

Menurut pandangan ambo nan singkekko, harta pusoko tinggi adolah harta
publik kelompok suku dalam adat Minangkabau. Sebab penggunaannya adalah
turun temurun digaris ibu. Dan harta ini adalah hak pakai, tidak boleh
diperjualbelikan. Harta ini adalah harta titipan dari nenek moyang untuk
menjaga harkat dan martabat kaum ibu yang adalah lemah kodratnya.

Wassalam
Darul Makmur

Miftah N. Sabi

unread,
Feb 8, 2008, 2:27:03 AM2/8/08
to RantauNet
Sepakat!
MIFTSabri


-----Original Message-----
From: "Darul M" <da...@dr-net.biz>

Date: Thu, 7 Feb 2008 23:25:18
To:<Rant...@googlegroups.com>
Subject: [R@ntau-Net] Harta Publik ---------->Sia nan paling berkepentingan jo
ABSSBK


Darul M

unread,
Feb 7, 2008, 11:55:19 AM2/7/08
to Rant...@googlegroups.com

Ondeh takana lo ciek lai, bia nak sakali manjawab dek nan ahli syara'

 

Ambo ado menciptakan harta public kelompok tertentu lo, sbb:

1.    Satiok urang (kampuang) nan ambo tolong mancarikan karajo (pelaut) mako mereka harus bajanji untuak manjadikan urang lain sebagai pelaut paliang kurang 3 urang, saumua hiduik urang nan ambo tolong cako. Walau iko hanyo barupo jasa tapi juo malibatkan harta (uang) ndak. Kalau sacaro perhitungan akan berkembang berbentuk deret dikamudian hari.

2.    Kudian mabo terapkan pulo, untuak satiok urang nan ambo bantu uang sikola (kuliah) no, mako bajanji pulo untuak manyikolakan 3 urang lain nanti, saumua hiduik nan basangkutan. Ado usul dari salah surangno akan diabntuak yayasan untuak iko. Iko kalau sacaro teori dan dalam mimpi bisa bakambang manjadi gadang. Dan iko adolah harta publik kelompok lo komah.

 

Kini ingin batanyo baa nan iko manuruik syara’? Apo batantangan jo syara’ ndak ko? Apo harus ambo stop sabalun dilanjuikan, dan kudian buliah ndak dimaafkan janji urang nan alah manarimo bantuan tsb, sahinggo mereka indak usah mamanuahi janjino. Tolong yo, dek iko tamasuak harta publik sekelompok urang.

 

Salam

Darul Makmur

 

-----Original Message-----
From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf O
f Darul M
Sent: Thursday, February 07, 2008 11:25 PM
To: Rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] Harta Publik ---------->Sia nan paling berkepentingan jo ABSSBK

 

 

Assalamulaikum

Dewis...@prima.co.id

unread,
Feb 7, 2008, 9:02:14 PM2/7/08
to Rant...@googlegroups.com

Sanak Rahima,
Batanyo ambo saketek ka sanak rahima satantang harato pusako, karano pangetahuan agamo ambo buliah dikecekkan indak ado,
  • Dulu nenek moyang kito manaruko (manggarap harato ndak batuan) sacaro bakaum (indak suami istri sajo tapi ado beberapa keluarga) dan mereka ndak pernah mambagi harato itu secara hak milik doh, dan untuak generasi bariukuikno sapakaik haratotu di turunkan ka garis padusi, dan bagi nan manarimo yang dapek hak garap indak hak milik doh. Alasan diturunkan ka garis padusi, karano diminangkabau kalau laki2 babini, inyo masuak jadi keluarga di kaum padusi, jadi inyo bisa manggarap bagian dari bininyo yang dapek warisan hak garap taditu (bukan hak milik), dan hak garap iko tajadi taruih manaruih sampai beberapa generasi. Bahkan haratoko alah mulai ditaruko sabalun islam masuak. Nan jadi pertanyaan ambo ba'a kedudukan haratoko manaruik Islam ?
  • Nan kaduo, samaso apak ambo hiduik, baliau lai sempat mambali rumah, satu katiko dalam duduak2 basamo seluruh keluarga, apak ambo ba umanaik ka ambo, "waang surang laki2 adiak waang 6 urang padusi sadonyo, dek kamampuan den ndak ado, rumah ketek nan tabuek nyo, dari kini den kecekkan ka waang, indak ado hak waang dirumahko doh" dan ambo wakatu itu satuju jo ikhlas. nan jadi pertanyaan ambo ba'a pulo kedudukan amanaik rang gaek amboko dalam Islam ?

Untuk mamak2 nan lain, mak bandaro labiah, mak Azmi, mak datuak endang, mohon pitunjuak juo, kiro2 nan ambo tulih diateh jo amanaik keluarga ambo  bisa dijadikan   ilustrasi untuak harato pusako tinggi, dan amanaik rang gaek amboko bisa jadi ilustrasi mambuek pusako tinggi baru!

Untuak nan lain2 masalah tabuik, kawin sasuku, baitu juo harato pusako, saran ambo ka sanak rahima, pelajari bana dulu adaiktu sacaro mandalam, sasudahtu buliah sanak mangecek itu ndak sasusai jo islam, jan manjadi fitnah beko karano ketidak tahuan awak.
Karano nan sanak tahu baru "KATANYA", "SAYA DENGAR" "DARI DISKUSI", tapi sudah di klain ndak sasuai jo islam.

Sebaiknya "SETELAH SAYA PELAJARI DARI BERBAGAI SUMBER" ternyata adat minangkabau bertengtangan dalam Islam, boleh lah mengklaim seperti ini.

Sapendek nan ambo tahu adat minangtu banyak tingkeknyo, Adaik nan sabana adaik, adaik nan diadaikkan dll.

Kok ado nan salah tolong ajai ambo.

Salam
Is St Marajo 39+
www.cimbuak.net
Kampuang nan jauah dimato dakek dijari

Mulyadi

unread,
Feb 7, 2008, 10:16:43 PM2/7/08
to Rant...@googlegroups.com
Is Sutan Marajo, pertanyaan adinda haluih tapi makna nyo dalam.
Bagi nan ahli tolong dijawek untuak pencerahan kito basamo.
 
 

Best Regards,
Mulyadi

Tenaga bantuan Engineer dari PT.Pusri pada :

Mechanical Dept.
PT. REKAYASA INDUSTRI - Jakarta
Jl.Kalibata Timur I No.36, Jakarta - 12740

Phone : +62-21-7988700 ext. 2215
Fax     : +62-21-7988701
mobile : 08127834825 atau nomor baru 081932450588
email   : mul...@rekayasa.co.id
atau  : mul...@pusri.co.id

 


From: Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Dewis...@prima.co.id
Sent: Friday, February 08, 2008 9:02 AM
To: Rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] Re: Sia nan paling berkepentingan jo ABSSBK

Rahima

unread,
Feb 7, 2008, 11:01:22 PM2/7/08
to Rant...@googlegroups.com

--- Dewis...@prima.co.id wrote:

Wa'alaikumsalamwarahmatullahiwabarakaatuh.

Pertanyaan yang sangat bagus sekali. Bukak kulik,
tanpak isi.

Pada hakikatnya pada isi pertanyaan kedua, bisa
menjurus pada isi pertanyaan pertama, kalau saja
setelah sang ayah mengamanahkan(mewasiatkan) kepada
sanak darwis bahwa satu-satunya rumah peninggalan
untuk ke 6 saudara perempuan sanak.Apakah mungkin asal
muasal dari isi pertanyaan pertama bersumber dari awal
kisah isi pertanyaan kedua?(kita lupakan tanah Ulayat,
karena tanah Ulayat bukan masuk dalam kedua pertanyaan
diatas, ini saya tekankan agar tidak menyinggung tanah
Ulayat yang didapat begitu saja oleh beberapa kaum,
atau suku).

Sebelum saya menjawabnya: saya ingin dijelaskan dulu:
1. Apakah sang ayah memberikan amanah, atau wasiat itu
disebutkan untuk ke 6 anak prnya sebagai harta
warisannya kelak, atau sebagai harta hibah kepada ke 6
anak padusinya.
2. Apakah harta hibah itu sudah dibagi-bagikan ketika
masih hidup sang ayah(maksudnya, sudah ditentukan ini
kamar utk si Anu, Ani, Ana, ataupun berbentuk
dijadikan semacam bentuk uang, kalau dijual rumah ini,
kira2 harganya sekian, maka masing2 ke 6 anak dapat
sekian2, kalau masing2 6 juta, lantas agar rumah itu
kekal, yang si Ana ingin menempati rumah tersebut,
maka si Ani dan si Anu digantikan dengan uang.

3. Ataukah kelak, rumah itu tetap begitu adanya,
sampai ayah wafat, rumah untuk ke 6 anaknya, ngak
dibagi-bagi, dibiarkan begitu saja, sehingga rumah itu
milik ke 6 anak pr, yang mana kelak, yang berhak juga
menerima peninggalan dari rumah itu adalah anak-anak
perempuan (saja) dari keturunan yang anak ke 6 tadi?

4. Dan kemungkinan-kemungkinan lain yang akan terjadi,
nan saya lihat, harta pusaka tinggi di Minang sampai
berbuntut kepada pagang gadai yang bertahun-tahun,
karena ngak bisa dijual, akhirnya digadaikan saja
sampai tahunan hitungannya, dan ini terjadi pada
inyiak aki ambo, dia ngak bisa jual tanahnya, karena
itu pusaka tinggi, tetapi ia gadaikan seumur hidupnya,
sampai keturunannya, siapa yang bisa menebusnya, maka
tanah yang digadaikan itu milik sang penebus, itupun
tak pula boleh dijual. Bila dijawab hal ini,
insyaAllah akan saya jawab kedua pertanyaan diatas.

>
> Untuak nan lain2 masalah tabuik, kawin sasuku, baitu
> juo harato pusako,
> saran ambo ka sanak rahima, pelajari bana dulu
> adaiktu sacaro mandalam,
> sasudahtu buliah sanak mangecek itu ndak sasusai jo
> islam, jan manjadi
> fitnah beko karano ketidak tahuan awak.
> Karano nan sanak tahu baru "KATANYA", "SAYA DENGAR"
> "DARI DISKUSI", tapi
> sudah di klain ndak sasuai jo islam.

Untuk yang tabuik, kawin sesuku. saya rasa masalah
Tabuik dah saya jelaskan sebelumnya. Saya harus
mempelajarinya dulu, lihat apa tujuannya, kenapa
diadakan hal tersebut, untuk apa dan bagaimana
pelaksanaannya. Apakah ia dengan membuat patung, trus
diceburkan kesungai, atau bagaimana, saya ingin betul
tau bagaimana pelaksanaanya, kemudian tujuannya apa,
kalau ditinjau dari pelaksanaannya semacam membuat
bunga, dicemplungkan kelaut sebagai tanda suka cita
kepada Husain, ini semacam apa yah..kayak sesajean di
jawa itu, dan sesajean itu syirik lho. Atau dia
semacam perbuatan kaum Syi'ah saking cintanya kepada
Husain, diadakan acara semacam itu, bukankah sudah
disebutkan"man tasyabbaha biqaumin fahuwa
minhum"(Barang siapa yang menyerupai adat suatu kaum,
maka ia termasuk dari kaum tersebut).

Masalah kawin sesuku, saya rasa dah kita diskusikan
dulunya. Pertanyaan saya, kenapa dilarang kawin
sesuku, dan kenapa sampai mendapatkan sanksinya,
apakah ada Islam melarang kawin sesuku(kalau memang
halal lho), dimana dalil pelarangannya.

Dan kalau ini dikatakan masuk bagian dari pembagian
dari adat nan diadaikkan, atau masuk kategori adat
apalah..bagi saya memang itulah yang saya kritik tak
sesuai dengan islam, kalau ia masuk bagian adaik nan
diadaikkan, yang adaik nan diadaikkan itulah yang saya
katakan tak sesui dengan Islam, dan bukan sembarang
bicara apa-apa yang saya sebutkan diatas, tetapi
benar-benar setelah saya pelajari dalam Islam, makanya
saya cukup berani menyampaikannya. Ok.

Wassalamu'alaikum. Rahima.

>
> Sebaiknya "SETELAH SAYA PELAJARI DARI BERBAGAI
> SUMBER" ternyata adat
> minangkabau bertengtangan dalam Islam, boleh lah
> mengklaim seperti ini.
>
> Sapendek nan ambo tahu adat minangtu banyak
> tingkeknyo, Adaik nan sabana
> adaik, adaik nan diadaikkan dll.
>
> Kok ado nan salah tolong ajai ambo.
>
> Salam
> Is St Marajo 39+
> www.cimbuak.net
> Kampuang nan jauah dimato dakek dijari
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
____________________________________________________________________________________
> Looking for last minute shopping deals?
> Find them fast with Yahoo! Search.
>
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping
>
>
>
>
>
>
>
>

____________________________________________________________________________________


Never miss a thing. Make Yahoo your home page.

http://www.yahoo.com/r/hs

Dewis...@prima.co.id

unread,
Feb 8, 2008, 1:39:58 AM2/8/08
to Rant...@googlegroups.com

Sanak Rahima,
ambo kuduang nan indak paralu, penjelasan ambo dibawah :







--- Dewis...@prima.co.id wrote:

>
Wa'alaikumsalamwarahmatullahiwabarakaatuh.

Pertanyaan yang sangat bagus sekali. Bukak kulik,
tanpak isi.

Pada hakikatnya pada isi pertanyaan kedua, bisa
menjurus pada isi pertanyaan pertama, kalau saja
setelah sang ayah mengamanahkan(mewasiatkan) kepada
sanak darwis bahwa satu-satunya rumah peninggalan
untuk ke 6 saudara perempuan sanak.Apakah mungkin asal
muasal dari isi pertanyaan pertama bersumber dari awal
kisah isi pertanyaan kedua?(kita lupakan tanah Ulayat,
karena tanah Ulayat bukan masuk dalam kedua pertanyaan
diatas, ini saya tekankan agar tidak menyinggung tanah
Ulayat yang didapat begitu saja oleh beberapa kaum,
atau suku).


Is > Kalau dipahami bana pertanyaan ambo Ilustrasi kaduo pertanyaan ambo babeda,
nan pertamo harato nan didapek hasil manaruko sekelompok urang (Di minangkabau biasonyo sakaum) dan mereka tu ndak pernah mambagi sabagai hak milik, hanyo mambagi sabagai hak menggarap. dan iko taruih balanjuik dari generasi ka generasi. Bahkan mulainyo haratoko didapek sabalun islam masuak ka minangkabau. Iko nan dimukasuik mak darul harato publik atau dikampuang awak labiah dikenal pusako tinggi. Manuruik ambo sacaro pribadi pusako tinggi ndak samo jo warisan. Pusako tinggi harato publik. Ba'a mako padusi nan dapek pusako tinggi? karano adaik awak matrilinial, nan laki2 kalau babini, inyo akan bagabuang di kaum padusi sabagai urang sumando. Untuak biaya hiduik keluarganyo dek mamak2 nan padusi di agiah hak garap tanah. Katiko keluargako alah mampunyoi keturunan pulo dan indak ado nan padusi dan keluargako alah maningga, hak garap nyo hilang, tanah nan dipakai dibaliakkan ka kaum.
Iko pertanyaan pertamo ambo, ba'a kedudukan tanahko dalam Islam? sanada jo pertanyaan mak darul indak buliah di Islam punyo harato publik?

Untuak nan kaduo, Ilustrasi ambo intinyo mambantuak harato publik baru, (Beda esensi pertanyaan ambo)
Rang gaek ambo di tanah labiah kurang 200m2, mambuek rumah sabagai raso tangguang jawab sebagai laki2 minang, dibuekkan rumah jo 6 kamar sasuai jo jumlah anak padusi (dek tanah ketek dibuek batingkek 2). Kamarko ndak pernah dibagi, karano di adaik kami sungai pua, anak nan kawin pertamo menempati ruang utama, jikok kawin surang lai, nan dikamar pertamo geser kakamar no 2, kamar utama ditempati oleh penganten baru. Dan iko bajalan dikeluarga ambo.
Jadi ado komitment indak tatulih untuak hal sarupo itu, baru surang adiak ambo kawin apak ambo maningga.
Tapi komitment jalan taruih, samaso apak ambo hiduik, nan ambo alah di umanaikkan indak ado hak dan ambo ikhlas manarimo. Status rumahtu indak pernah babagi.
Setelah apak ambo maningga, kami rapek keluarga, hasilno, adiak2 amboko sepakat pulo nan rumahko ndak ka dibagi bagi doh, sia nan barasaki tolong pelok'i ko ado atok nan bocor, jubin nan lapeh. tapi samantangpun inyo nan mamelok'i, inyo ndak bisa menjadikan ikok hak miliknyo, tatap milik basamo. Dan sado adiak2 ambo supakaik dan ikhlas jo hasil rapektu. Manuruik ambo sacaro pribadi iko alah tabantuak milik publik keluarga ambo pulo.

Sabagai tambahan pulo, ado pulo mamak kami nan barasaki dirantau, dibalikannyo tanah satumpak di amanaikkan pagunokanlah untuak kalian basamo. Bukankah iko ado harato baru, nan bisa jadi harato publik atau pusako tinggi bagi keluarga ambo.
Ba'a pulo kadudukan nyo dalam Islam ?
Is > Kalau sanak rahima, mempelajari adaik, tanah pusako tinggi dapek dijua atau digadaikan, tanyo baliak ka inyiak aki rahima, ba'a mako ndak bisa nyo manjua ? Ndak bisa dijua dek kaum ndak satuju baitu biasonyo.
Sapendek pengetahuan ambo tanah pusako tinggi dapek dijua kalau ado 3 pakaro,
  1. Bocor atok rumah gadang, ndak ado biaya mamelok'i dek kaumtu
  2. Tabujua mayik ditangah rumah gadang, ndak ado biaya pemakaman
  3. Ado anak gadih nan alah patuik kawin di rumah gadang tapi biaya penghalangnyo.

Kalau dilua iko tantu indak disatujui dek kaum, apolai di gadai atau dijua kaparaluan pribadi.
Sa andainyo digadai untuak kaparaluan ka 3 hal diateh, tantu isuak wajib pulo hukumnyo untuak manabuih gadaitu, dan pagangan gadaitu dibaliakkan ka kaum baliak, indak untuak dijua pulo. nan digadaikan inyiak aki kan bukan harato pribadinyo. Kalau indak ado dikaumtu harato untuak manabuih yo dijua sajo.
Kalau inyiak aki dulunyo manggadai untuak kaparaluan pribadi, berarti indak baradaik.




>
> Untuak nan lain2 masalah tabuik, kawin sasuku, baitu
> juo harato pusako,
> saran ambo ka sanak rahima, pelajari bana dulu
> adaiktu sacaro mandalam,
> sasudahtu buliah sanak mangecek itu ndak sasusai jo
> islam, jan manjadi
> fitnah beko karano ketidak tahuan awak.
> Karano nan sanak tahu baru "KATANYA", "SAYA DENGAR"
> "DARI DISKUSI", tapi
> sudah di klain ndak sasuai jo islam.



Masalah kawin sesuku, saya rasa dah kita diskusikan
dulunya. Pertanyaan saya, kenapa dilarang kawin
sesuku, dan kenapa sampai mendapatkan sanksinya,
apakah ada Islam melarang kawin sesuku(kalau memang
halal lho), dimana dalil pelarangannya.

Dan kalau ini dikatakan masuk bagian dari pembagian
dari adat nan diadaikkan, atau masuk kategori adat
apalah..bagi saya memang itulah yang saya kritik tak
sesuai dengan islam, kalau ia masuk bagian adaik nan
diadaikkan, yang adaik nan diadaikkan itulah yang saya
katakan tak sesui dengan Islam, dan bukan sembarang
bicara apa-apa yang saya sebutkan diatas, tetapi
benar-benar setelah saya pelajari dalam Islam, makanya
saya cukup berani menyampaikannya. Ok.

Is > Dari pelajaran adaik nan ambo dapek, ndak ado larangan kawin sasuku asal sah manuruik agamo,
cuma ado denda adaikno tando awak baradaik, kok kawin sasuku dalam sarumpun, di dabiah 2 ikua kabau waktu baraleknyo, kok alah beda rumpun di dabiah saikua kabau waktu baraleknyo. itu nan di adaikkan dek urang minang.

Statemen nan ambo sabuikkan tadi "SAYA DENGAR", "KATANYA", dalam kaidah bahasa indonesia kata2 itu manunjuakkan rumor kepastiannyo indak ado, jadi jan ma agiah statement adaik salah kalau baru "KATANYA", SAYA DENGAR".

Katiko ado urang rajin sumbayang, rajin mangaji, ibadahnyo raji, tapi nyo korupsi juo, bukan Islam yang salah.
Baitu juo urang nan salah mangarajokan adat, alun tantu adaiknyo yang salah.

Mamak2 nan ado dipalanta, kalau ada nan ambo tulih diateh, indak di garih nan ka dimakan paek, tolong luruihkan.

Salam
Is St Marajo, 39+

Fajar Izzani

unread,
Feb 8, 2008, 1:43:21 AM2/8/08
to Rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum w w

sato ciek nimbrung

masalah wasiat, kok isi wasiat itu tidak melanggar apa
yan telah ditentukan di Alquran ya... dijalankan atau
dilaksanakan , kok melanggar ya jangan dijalankan
(cacat wasiat)..... kok wasiat nan tadi kayaknya
laksanakan perintah pembagian warisan (ada di alquran)
kok sanak merasa kini berkecukupan sedekah hak sanak
dalam hak warisan ke sanak padusi .... pertamo awak
menjalankan perintah Allah (pahala) dan kaduo
mensedekahkan hak sanak ka sanak padusi lah dapek
pahala ....

kok ado salah mohon maaf

--- Rahima <rahim...@yahoo.com> wrote:

=== message truncated ===

Rahima

unread,
Feb 8, 2008, 2:27:57 AM2/8/08
to Rant...@googlegroups.com
Saya jawab:

Pertama. Harta Publik(harta umum maksudnyakan?), ini
ada ketentuannya dalam Islam. Harta Umum ini haruslah
dipergunakan oleh umum dan kepentingan untuk umum
juga.Harta ini bisa dijual, demi kepentingan umum
juga.Bukan kepentingan perorangan.

Kedua: Kalau harta itu diwasiatkan, apakah wasiatnya
untuk umum, atau untuk pribadi. Bila untuk pribadi,
atau beberapa orang saja yang tertentu, maka dalam
islam, harta wasiat haruslah jelas, ada
syarat-syaratnya.

1)Ngak boleh lebih dari sepertiga harta secara
keseluruhan,
2)Kemudian yang diwasiatkan jelas orangnya(ada ijab
kabul). Harta saya ini saya wasiatkan kepada si Ali,
si Umar, si Anto(ingat wasiat itu ngak boleh lebih dr
sepertiga harta, tidak boleh seluruh harta)
3)Yang mewasiatkan dan diwasiatkan harus hidup
kedua-duanya(kedua pihak, yang mewasiatkan dan
diwasiatkan) saat terjadi transaksi wasiat tersebut.
Kalau meninggal yang diwasiatkan, maka wasiat batal.

Meskipun harta yang diwasiatkannya itu belum
dipakainya, atau sudah dipakainya, kalau yang
diwasiatkan telah meninggal dunia, maka wasiat yang
pertama tadi batal hukumnya. Sampai kalau sebelum ia
meninggal iapun mewasiatkan lagi, dengan ketentuan
point seperti diatas, ngak boleh seluruh harta, harus
sepertiganya.

Saya jawab yang ini dulu, saya rasa bisa sanak
mengambilnya dan mengkaitkan dengan persoalan yang
sanak hadapi.

Mengenai kata statemen saya, saya rasa, saya bukan
hanya mengatakan mendengar, melihat. Saya rasa juga
saya ada mengatakan melalui diskusi.

Jadi,justru statemen dan data-data saya cukup lengkap.
dari mulai mendengar, kemudian melihat sendiri,
akhirnya saya mendiskusikannya baik secara lisan
ataupun tulisan, setelah itu saya menganalisanya dari
sisi ilmu agama yang saya pelajarilah, maka saya
berani mengeluarkan statement itu. Sebenarnya cukup
lengkap mendengar, melihat dan menganalisa via diskusi
lisan dan tulisan.

Oh yah, kenapa harus pakai sanksi kawin sesuku.
Padahal pada diskusi yang lalu dikatakan melarang
kawin sesuku, bukan mengharamkannya, tiba saya katakan
melarang, dibilang lagi bukan melarang, tetapi hanya
diberi sangsi. Sekarang saya tanya lagi, kenapa ada
sangsinya apa landasan sangsi tersebut, dan apa
landasan hukum syara'nya memberikan sangsi itu.
Bukankah ABSSBK?

Ok. Pertanyaan lain satu2 saya jawab.Di lain waktu, dr
habis tahajjud tadi, trus subuh, ini saja kerjaan
saya, saya mempersiapkan sarapan dulu. Ok.

Wassalamu'alaikum. Rahima.

Bandaro Labiah

unread,
Feb 8, 2008, 2:30:50 AM2/8/08
to Rant...@googlegroups.com
Asssalamu'alaykum w.w.
 
D.N. Sutan Marajo
 
sungguahpun tanyo balayangkan ka urang lain, tapi diakhia kato, basembakan jo ka badan diri
 
kok manjambo sapanjang tangan, mangecek sapanjang aka, ambo cubo juo sato manjaweknyo
tapi kok indak dalam barih makan pahek, indak di lae pasang atok, tolong juo mamelok-inyo
 
Satangtangan nan partamo.
kok indak salah ambo ma-asumsikan iko adolah perbuatan / peristiwa hukum dalam lingkup adat Minangkabau, nan tantunyo tunduak pulo ka aturan / nilai / norma nan takanduang dalam Adat Minangkabau tu sendiri
ambo cubo ma-aumsikan tadi adolah, apo nan didapek tu adolah untuak "anak kamanakan" (satu kalimat nan bararti adolah kamanakan dalam artian Adat nan bisa dikatahui sia sia sajo nan tamasuak dalam pangaratian "anak kamanan " tu. Dan kalam konteks iko, tantu harus dimangarati dan ditarimo pulo "nan sajangka, nan sa eto, nan sadapo"
jadi awak harus pahami dan tarimo akibat hukumnyo,
 
talapeh dari pado alasan untuak mambarikan harato tadi tu, Hal nan paralu diparatikan, partamo dan utamo adolah Niaik dan buleh kato dari nan mambarikan nantun.
 
Tatutuik bagi urang nan ka jadi Ahli Waris apobilo nan Pewaris samaso hiduiknyo indak manulak atau indak manjadikan masalah suatu nan bekenaan jo hak inyo
 
Contohnyo adolah apo nan  st Marajo sampai kan di masalah nan kudo, dimano St. Marajo ikhlas dan indak manulak sarato manyatujui, mako anak Marajo nan lah lahia  tu ndak bisa mampermasalahakan / manggugat doh.
 
babaliak kapado masalah nan partamo diateh cako, karano diparuntuakkan untuak "anak kamanakan" (dimano nan dianut adolah "anak kamanakan" dalam sistem adat, mako disiko lah bamulo jadinyo tanah / harato Pusako Tinggi nantun
 
sahubungan jo nan St. Marajo sampaikan pulo, kalau tanah / harato tu indak dimiliak-i doh, tapi dipakai, sakali lai dipakai, mako iyo bapikia-pikia urang ka manjua harato pusako tinggi, kacuali sasuai pulo nan diatur dalam aturan adat, yaitu nan 4 pakaro tu. apo lai ka "simanjua-jua", iyo narako tantangannyo tu, karano bukan hak inyo untuak manjua,. jan kan ka manjua, maaliah lantak sen, lah banyak nan cengkok tangan tu, kok indak pincang jalanno, peloh lidah, bisa juo indak salamaik iduik tu.
 
Satangtangan nan ka duo.
 
sarupo jo nan ambo sampaikan diateh cako, karano St Marajo alah Ikhlas dan indak mempermalasahakan, dengan demikian kan lah manarimo namonyo tu, mako hak (sabahagian) nan saharusnyo manjadi hak bagi St. Marajo, manjadi hak dunsanak nan padusi-padusi sajo lai,
 
dalam hal iko balaku hukum faraidz tantang hak ahli waris apo bilo Pewaris  maningga
 
salanjuiknyo bahubungan jo kalimat  dan amanaik rang gaek amboko bisa jadi ilustrasi mambuek pusako tinggi baru!
manuruik pandapek ambo adolah INDAK BISA dianggap atau diajadikan Pusako Tinggi, walaupun harato tu lah sampai tigo , ampek, limo katurunan indak dibagi-bagi, karano tahadok harato tu lah jaleh sia nan mampunyoi hak kepemilikannnyodan jaleh pulo aturan  nan balaku, yaitu para ahli waris. kalau iko dianggap sebagai harato pusako tinggi (ingek kalau pusako tinggi tantu dalam artian konteks adat Minangkabau"), mako narako juo tantangannyo tu, sabab  dek hak urang nan bamakan
 
Untuak gambaran, ambo ilustrasikan pulo, walaupun ka samo jo carito St Marajo, bantuak iko ha :
 
dek karano uda ambo lai barasaki, mako dibalikannnyo sawah sapiriang, wakatu mambali tu lah disabuiknyo "iko untuak anak kamanakan", bukan untuak Uni A, adiak E, , mako mulai saat nantu lah tajadi dan ado nan namonyo Harato Pusako Tinggi tu, sungguahpun pitih pambali tu barasa dari pancarian baliau, bahkan baliau sandiri alah barumah tanggo pulo.
 
akibat hukum adolah, apobilo di tipak kami badunsanak (sainduak) indak ado lai dan indak ado pulo "anak kamanakan" manuruik garih padusi, mako nan partamo berhak adolah tipak (pihak) dunsanak nan sa nenek (amaknyo amak), sudah tu nan sa "Tuo'", sa suku dst sampai kapado "basapiah babalahan" baitu lah gambarannyo
jadi Harato Pusako Tinggi tu tidak tagantuang kapado  lamo indak babaginyo doh
 
mungkin sakitu nan dapek ambo sampaikan, rilah jo maaf juo nan basampaikan kalau ado nan indak pado tampaiknyo
 
 
Wasssalamu'alaykum w.w.
 
 
Bandaro Labiah*
*indak batanyo baliak doh, tapi bajawek langsuang karano nan ditanyo lah jaleh juonyo
Dewis...@prima.co.id wrote:

Anzori

unread,
Feb 8, 2008, 2:43:09 AM2/8/08
to Rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum wr.wb.
 
Ambo sangat tertarik mengamati diskusi mengenai ABSSBK. Ado nan membandingkan antaro syariat agomo jo adek istiadek.
Nan jaleh ambo liek, masalah warisan pusako tinggi indak bisa dibandiangkan jo aturan warisan dalam agamo. Orientasi pusako dalam adek minang tampaknya untuak kepentingan basamo, bukan untuak kepentingan individual. Jadi kalau ado kaum nan manjua pusako dan kemudian dibagi-bagi kepada nggota sacaro individual , mereka sudah mengorbankan kepentingan bersama kaum dan kesejahteraan bersama kaum. Agamo labiah maliek pahalo jo doso sacara individual. Jadi indak ado surang manangguang doso urang lain, kecuali kalau inyo pemimpin atau ulama nan mamimpin indak batua.
Warisan sabananyo adolah masalah dunia, bukan masalah akherat. Kalau sajo niniak mamak bisa mengelola tanah pusako dengan caro produktif, inyo bisa memakmurkan kaumnya. Kalau tanah tu dibagi-bagi mungkin inyo malah memiskinkan kaumnyo. Ambo alun pernah dapek informasi, niniak mamak mano nan ala pernah mengelola tanah pusako saproduktif mungkin, sehinggo inyo bisa menyekolahkan anak kamanakannyo sampai berhasil. Alangkah eloknyo kalau ado contoh-contoh rancak diposting dimilisko.
Nan ambo liek, di Jawa banyak tanah dibagi dengan dasar waris urang tuo, dan tinggalah kepemilikan individu manjdi samakin ketek, samakin ketek katiko diwariskan turun termurun. Padohal untuk memproduksi sacaro masal diperlukan tanah-tanah nan luas.
Jadi memang awak labih suko bapikie ketek-ketek, dibandiang bapikie leba-leba.

uda yoel

unread,
Feb 8, 2008, 2:56:32 AM2/8/08
to Rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum w w

Manuruit ambo harta warisan itu tagantuang kesepakatan
anak-anak nan tingga, kalo amanait wajib dijalankan
karano alah jadi kesepakatan, di keluarga ambo warisan
indak dibagi-bagi kan ,harato paninggalan urang tuo di
jadikan Aset keluarga nan bisa di kambangkan, dan di
harapkan batambah banyak, kalo di bagi batambah ketek
jadinyo kan?. kami sapakait di jadi perusahan/koperasi
keluarga sajo, jiko salah satu saudara atau urang lain
yang mengelola Perkebunan, sawah dll dia adolah
penyewa ke Perusahaan keluarga tadi, Uangnyo disimpan
di Bank dan bisa jadi simpan pinjam kalo ado nan
mambutuhkan tarutamo untuak anak2 basikola nantinyo
dan juo bali Aset nan baru, dari tanah nan sakapiang
manjadi duo kapiang dan mudah-mudahan balanjuit
taruih. Ambo tanyo pado ahli agamo dan adait di
kampuang ambo katonyo indak masalah dan rancak katonyo
pulo..

Kakak ambo nan tuo kawin Sasuku samo-samo Jambak tapi
beda kabupaten, Wakatu urang tuo ambo bicara dengan
Panghulu adait atau Mamak soko, kato makmak soko tu
dia merestui perkawinan tersebut karano indak masalah
dengan agamo, tapi sebagai ninik mamak inyo indak bisa
datang, dia datang hanya sebagai undangan pribadi
sajo, untuak acara adat diwakilkannyo ka mamak rumah
sajo. dan dari pihak kami manarimo dan indak di
jadikan masalah.

Kalo di patatangkan susah jadinyo, dikatokan indak
baradait..pasti berang atau indak ba agamo pasti juo
berang.. jadi cari sajo selusinyo.

Wassalam

Yoel

=== message truncated ===


Lautan Sati Rantau Batuah

Sutan Palito Alam
33 th

Fajar Izzani

unread,
Feb 8, 2008, 3:11:27 AM2/8/08
to Rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum w w
kok mantun rancak bana ...
sabananya laksanakan dahulu parintah agamo nan ado di alquran... kok indak dilaksanakan kan itu perintah Allah ..... kok lah dilaksanakan masing2 buek kesepakatan secara ikhlas dijadikan aset keluarga secara tulisan , jan sampai dikemudian hari menjadi masalah , mungkin anak-anak nan dapek pembagian warisan tidak menjadi masalah , tapi seandainya aset keluarga tersebut menjadi besar dan kita sudah punya anak-cucu-cicit kan bisa menjadi masalah .....

kok ado nan salah , mohon maaf
salam


----- Original Message ----
From: uda yoel <uda...@yahoo.com>
To: Rant...@googlegroups.com
Sent: Friday, February 8, 2008 2:56:32 PM
Subject: [R@ntau-Net] Re: Sia nan paling berkepentingan jo ABSSBK

Bandaro Labiah

unread,
Feb 8, 2008, 3:27:06 AM2/8/08
to Rant...@googlegroups.com

Assalamu'alaykum w.w.
 
kok luluih capek disilami, kok hanyuik bagageh dipintehi, jan ka jadi sipak dibulakang pulo, dalam tulisan ambo nan dibawah ko ado ciek kato nan salah huruf, nan saharusnyo h tatulih z, pulang maklum tantang itu
 
wasssalamu'alaykum w.w.

Bandaro Labiah <zhen...@yahoo.com> wrote:
Asssalamu'alaykum w.w.
 
D.N. Sutan Marajo
 

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

hanifah daman

unread,
Feb 8, 2008, 3:44:25 AM2/8/08
to Rant...@googlegroups.com
IMPLIKASI  (PERNYATAAN BERSYARAT)
 
Jika P dan Q
Dua pernyataan sembarang
Maka
Pernyataan “ jika P maka Q”
Selalu bernilai benar
Kecuali jika P benar, Q salah
 
P1 = saya orang minang,  bernilai benar
Q1= saya tidak kawin sesuku,  bernilai benar
 
Jika saya orang Minang, maka saya tidak kawin sesuku (Benar)
Jika saya orang Minang, maka saya kawin sesuku (Salah)
Jika saya tidak orang Minang, maka saya tidak kawin sesuku (Benar)
Jika saya tidak orang Minang, maka saya kawin sesuku (Benar)
 
P2 = saya kawin sesuku, bernilai benar
Q2 = saya beragama Islam, bernilai benar
 
Jika saya kawin sesuku, maka saya beragama Islam (Benar)
Jika saya kawin sesuku, maka saya tidak beraga Islam (Salah)
Jika saya tidak kawin sesuku, maka saya beragama Islam (Benar)
Jika saya tidak kawin sesuku, maka saya  tidak beragama Islam (Benar)
 
P3= saya beragama Islam, bernilai benar
Q3= saya kawin sesuku, bernilai benar
 
Jika saya beragama Islam, maka saya kawin sesuku
Jika saya beragama Islam, maka saya tidak kawin sesuku
Jika saya tidak beragama Islam, maka saya kawin sesuku
Jika saya tidak beragam Islam, maka saya tidak kawin sesuku
 
Kalau orang Minang mau kawin sesuku
Ya kawin aja
Tapi hijrah dari Ranah
Jangan hijrah dari Islam
Ranah sangat kecil
Di jagat raya ini
Kenapa bertengkar melulu ?
Kawin saja jadi pertengkaran
Harta pusaka jadi pertengkaran
Wariskanlah kekayaan yang kita usahakan sendiri
Minta warisan atas apa yang diupayakan ortu sendiri
Mengapa berebut untuk yang bukan hak kita?
Yang tidak tau asal muasalnya
Bersyukur diberi hak guna
Oleh leluhur kita
 
 
Bengkulu, 8 Februari 2008
 
 
Hanifah Damanhuri

hanifah daman

unread,
Feb 8, 2008, 3:44:52 AM2/8/08
to Rant...@googlegroups.com

hanifah daman

unread,
Feb 8, 2008, 3:45:50 AM2/8/08
to Rant...@googlegroups.com

azmi abu kasim azmi abu kasim

unread,
Feb 8, 2008, 4:02:32 AM2/8/08
to Rant...@googlegroups.com

Kelapa gading  8 Februari 2008
Assalamualaikum w.w.
Angku St. Maraja Nan ambo hormati, sarato dunsanak Sapalanta
Sabananyo masalah harato pusako ko lah acok awak diskusikan di milis ko, dan pernah ambo jo Angku Saafroedin Bahar St.Majolelo berdiskusi  selamo satu bulan yaitu dari tgl. 23 Maret 2007 sampai tgl 24 April 2007, hasil dapat di jadikan  buku dan buku itu kini sadang di cetak, mudah-mudahan dalam waktu dakek ko salasai. Dibawah ko sebagian dari padonyo ambo tuliskan kembali.
“Bahwa Islam masuk ke Minangkabau tidak menggangu susunan adat Minang kabau dengan pusaka tinggi. Begitu hebat perperangan Paderi, hendak merubah daki-daki adat jahiliyah di Minangkabau, namun Haji Miskin, Haji A.Rachman Piobang, Tuanku Lintau, tidaklah menyinggung atau ingin  merombak susunan harta pusaka tinggi itu. Bahkan pahlawan Paderi radikal, Tuanku nan Renceh yang sampai membunuh uncu-nya (adek perempuan ibunya) karena tidak mau mengerjakan sembahyang, tidaklah tersebut, bahwa beliau menyinggung-nyinggung susunan adat Itu, Kuburan Tuanku Nan Renceh di Kamang  terdapat di dalam Tanah Pusako Tinggi”. ( Hamka IDAM hlm 102 )
            “Tetapi  Ayah saya DR. Syekh Abdulkarim Amrullah Berfatwa bahwa  harta pusaka tinggi adalah sebagai waqaf juga, atau sebagai harta musaballah yang pernah dilakukan Umar bin Khatab pada hartanya sendiri di Khaibar, boleh diambil isinya tetapi tidak boleh di Tasharruf kan tanahnya. Beliau mengemukan kaidah usul yang terkenal yaitu; Al Adatu Muhak Kamatu, wal ‘Urfu  Qa-Dhin Artinya Adat adalah diperkokok, dan Uruf ( tradisi) adalah berlaku”.  ( Hamka IDAM hlm 103 )
 
            Aturan adat tentang harta / tanah ini sering menimbulkan masalah dan perdebatan di antara pemuka adat dan pemuka agama Islam dalam berbagai pertemuan, musyawarah atau seminar karena menurut ajaran agama Islam harta pusaka dari ayah seharusnya lebih banyak diwariskan kepada anak, tidak kepada kemenakan. Masalah ini timbul karena salah pengertian tentang kedudukan harta pusaka menurut adat Minangkabau. Sebagaimana telah dijelaskan di atas bahwa harta pusaka/tanah itu bukanlah milik pribadi ayah, tetapi milik kaum sehingga harta pusaka itu tidak dapat diwariskan kepada anak. Berdasarkan hal itu dalam Seminar Hukum Adat Minangkabau (Naim,1968) diputuskan bahwa terhadap harta pencaharian berlaku hukum faraidh dan terhadap harta pusaka berlaku hukum adat. Selanjutnya, dalam seminar itu diputuskan tentang hukum waris sebagai berikut :
                  a.  Harta pusaka di Minangkabau merupakan harta badan hukum yang diurus dan diwakili oleh Mamak Kepala Waris di luar dan di dalam peradilan.
                  b.  Anak kemenakan dan mamak kepala waris yang termasuk ke dalam badan hukum itu masing-masingnya bukanlah pemilik dari harta badan hukum tersebut. (Naim, 1968:243)
 
         Sebagai harta kaum, harta bersama, harta pusaka itu kuat kedudukannya dalam masyarakat Minangkabau karena harta itu hanya boleh diwariskan secara turun menurun, tidak boleh dijualbelikan, apalagi dipindahkan haknya kepada orang di luar kaum atau sukunya. Terhadap harta pusaka (pusaka tinggi), anggota paruik atau jurai, atau kaum, bukanlah yang memiliki harta pusaka itu, mereka hanya mempunyai hak pakai (ganggam nan bauntuak). Dengan demikian, harta pusaka di Minangkabau berada dalam keadaan tetap, warih indak baliah putuih, katurunan buliah punah.
 
         Hamka mengatakan bahwa tanah, “Pusako Tinggi” adalah “Tiang Agung Minangkabau” yang dijua indak dimakan bali, digadai indak dimakan sando. Jarang pusako tinggi menjadi pusako rendah, entah kalau adat tidak berdiri lagi pada suku itu. (Hamka, dalam Naim, 1968:29)
 
         Apa maksud pernyataan Hamka ini? Hal ini perlu dipahami betul. Maksudnya adalah harta pusaka itu ibarat tiang utama bangunan rumah. Apabila tiang rumah itu patah maka rubuh pulalah rumah itu. Demikian pula halnya tanah sebagai pusaka tinggi. Apabila tanah itu sudah dikuasai orang luar, orang Minangkabau tidak menguasai tanah airnya lagi, orang Minangkabau akan tersingkir dari negrinya sendiri. Sebagai contoh dapat diketahui terhadap orang Betawi di Jakarta, mereka tersingkir ke pinggir-pinggir kota. Demikian pula halnya orang Melayu di Singapura. Penduduk asli menjadi budak di negrinya sendiri. Hal ini jangan terjadi hendaknya di Minangkabau, Hal ini perlu diantisipasi dengan tindakan nyata, di antaranya memberlakukan hukum adat tentang harta pusak, khususnya mengenai pertanahan ini.
Pado saat kini harato tu kito liek ado beberapa manfaatnyo; pertamu sebagai wadah untuak bakumpua atau basatu seluruh keluarga nan saparuik. Nan kaduo sebagai bukti hak asal usul nan bapandam bapakuburan basasok bajarami. Nan katigo sebagai  arato cadangan jikok ado dunsanak kamanakan kito nan barado di rantau, kehidupan agak susah atau laki mati, hiduik marando kamalah badan ka bagantung, inyo ado tampek babaliak, yaitu harato pusako tinggi. Baliaklah ka kampung dan tinggalah di rumah gadang dan ambiak hasil harato pusako tu. Namun, kalaulah tabuka pulo kesempatan baik pai pulolah marantau. Sakitu sajo dulu dari ambo mudah-mudahan ado manfaatnyo, mohon maaf dan   terima kasih.
 
Wassalam,
Azmi Dt.Bagindo
 

Sanak Rahima,
Batanyo ambo saketek ka sanak rahima satantang harato pusako, karano pangetahuan agamo ambo buliah dikecekkan indak ado,
  • Dulu nenek moyang kito manaruko (manggarap harato ndak batuan) sacaro bakaum (indak suami istri sajo tapi ado beberapa keluarga) dan mereka ndak pernah mambagi harato itu secara hak milik doh, dan untuak generasi bariukuikno sapakaik haratotu di turunkan ka garis padusi, dan bagi nan manarimo yang dapek hak garap indak hak milik doh. Alasan diturunkan ka garis padusi, karano diminangkabau kalau laki2 babini, inyo masuak jadi keluarga di kaum padusi, jadi inyo bisa manggarap bagian dari bininyo yang dapek warisan hak garap taditu (bukan hak milik), dan hak garap iko tajadi taruih manaruih sampai beberapa generasi. Bahkan haratoko alah mulai ditaruko sabalun islam masuak. Nan jadi pertanyaan ambo ba'a kedudukan haratoko manaruik Islam ?
  • Nan kaduo, samaso apak ambo hiduik, baliau lai sempat mambali rumah, satu katiko dalam duduak2 basamo seluruh keluarga, apak ambo ba umanaik ka ambo, "waang surang laki2 adiak waang 6 urang padusi sadonyo, dek kamampuan den ndak ado, rumah ketek nan tabuek nyo, dari kini den kecekkan ka waang, indak ado hak waang dirumahko doh" dan ambo wakatu itu satuju jo ikhlas. nan jadi pertanyaan ambo ba'a pulo kedudukan amanaik rang gaek amboko dalam Islam ?

Untuk mamak2 nan lain, mak bandaro labiah, mak Azmi, mak datuak endang, mohon pitunjuak juo, kiro2 nan ambo tulih diateh jo amanaik keluarga ambo  bisa dijadikan   ilustrasi untuak harato pusako tinggi, dan amanaik rang gaek amboko bisa jadi ilustrasi mambuek pusako tinggi baru!

Untuak nan lain2 masalah tabuik, kawin sasuku, baitu juo harato pusako, saran ambo ka sanak rahima, pelajari bana dulu adaiktu sacaro mandalam, sasudahtu buliah sanak mangecek itu ndak sasusai jo islam, jan manjadi fitnah beko karano ketidak tahuan awak.
Karano nan sanak tahu baru "KATANYA", "SAYA DENGAR" "DARI DISKUSI", tapi sudah di klain ndak sasuai jo islam.

Sebaiknya "SETELAH SAYA PELAJARI DARI BERBAGAI SUMBER" ternyata adat minangkabau bertengtangan dalam Islam, boleh lah mengklaim seperti ini.

Sapendek nan ambo tahu adat minangtu banyak tingkeknyo, Adaik nan sabana adaik, adaik nan diadaikkan dll.

Kok ado nan salah tolong ajai ambo.

Salam
Is St Marajo 39+
www.cimbuak.net
Kampuang nan jauah dimato dakek dijari








     ____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?  
Find them fast with Yahoo! Search.  http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping






Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers

Ichwan Depok

unread,
Feb 8, 2008, 4:05:11 AM2/8/08
to Rant...@googlegroups.com
Saya melihatnya agak berbeda.
Mempermasalahkan hukum waris dalam adat minang bukan
menunjukkan ingin berebut warisan. Ini masalah
penegakan hukum Islam yang diwajibkan pada setiap
orang yang beragama Islam. Jadi ini bukan pilihan
sukarela.
Kalaupun belakangan (setelah warisan dibagi menurut
hukum Islam) salah satu ahli waris akan merelakan
bagiannya kepada ahli waris yang lain silahkan saja,
tapi hukum Islam ditegakkan dulu.

> ---------------------------------


> Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
>
>
>

____________________________________________________________________________________

Zulkarnain Kahar

unread,
Feb 8, 2008, 4:37:41 AM2/8/08
to Rant...@googlegroups.com
Ass.
 
Saya terpana dan terdiam dan sekaligus berterima kasih Bapak/Ibu yang telah menghabiskan waktu meneliti mempelajari dan menjelaskan dengan cermat dan teliti.
 
Somoga ini bermanfaat paling tidak bagi saya pribadi dari tidak tahu jadi tahu..
Wass.
 
Zulkarnain Kahar
Luanda

Hayatun Nismah Rumzy

unread,
Feb 8, 2008, 10:49:51 AM2/8/08
to Rant...@googlegroups.com
Assalamu Alaikum W. W.
Sabananyo bundo diam2 sajo indak menanggapi tulisan nanda Rahima dek karano bundo tahu ado anak2 bundo nan ahli nan kan manjawab sagalo permasalahan yang dianggap nanda Rahima berlawanan dengan ABSSBK. Tarimo kasih nanda Benny, Dewis, Azmi Dt. Bagindo, dll.nya. Bundo menunggu yang competent kecek rang kini. Bundo tak kan menjawab tergesa2 karena hal2 sbb.
  1. Bundo dibesarkan dikeluarga Muhammadiah dan Aisyiah.  Bundo waktu kecil menjadi anggota Nasyiatul Aisyiah.  Sudah itu masuk Ibtidaiyah. Bundo tak mendalami hadis. Yang ada dalam kehidupan bunda ada yang haram harus ditinggalkan dan ada yang halal yang dapat kita kerjakan. Tahlilan sudah lama tak ada dalam keluarga kami. Malah kalau kami pergi melayat bundo kalau ada yang memberikan minum kami akan menjawab pantang. Pinang maminang juo dilakukan pihak laki2 menurut hukum Islam. Jadi selama ini kami  berusaha menjadi Muslim(ah) yang baik. Kita hanya berusaha dan Allah SWT yang maha mengetahui.
  2. Latar belakang yang berbeda bundo dilahirkan dan dibesarkan di Ranah Minang. Bundo hanya merasakan manfaat dari adat Minang itu tidak melihat kemudaratannya.  Banyak laki2 Minang yang berhasil dalam kehidupan walaupun ayahnya telah tiada. Semuanya berkat pusako tinggi tsb. Kekerabatan yang tinggi itulah menyebabkan bundo jadi sering pulang kampung. Kami berdua perempuan anak kakak saya menjadi anak saya begitu juga anak saya menjadi anak kakak saya. Bundo punya pusako tinggi tsb. yang didiami oleh dunsanak saparuik yang kurang beruntung yang suaminya meninggal. Tapi kalau bundo ketempat asal Rumah Gadang tsb. bundo dapat mangambiah buah2an nan tumbuah disitu. Kalau dibagi mungkin sekarang itu hanya dapat masing2 sebesar telapak tangan. Bundo bangga sebagai padusi Minang tidak ada complaint, bundo tidak ingin manjadi pangulu, secara tidak tertulis bundo sudah menjadi tetua dipasukuan bundo, pendapat bundo didengar. Syukur ayah dan bundo berasal dari suatu daerah jadi tidak banyak perbedaan. Wakatu bakarajo kami mempunyai PLK (Persatuan Limapuluh Kota) yang mempererat Silaturrahmi sesama rang Pikumbuah. Bundo sakampuang jo nanda Benny jadi nyo tahu bana bagaimana eratnya silaturranmi dunsanak sapasukuan itu. Kalau bundo tahu Benny tu Pitopang misalnya mako inyo lah manjadi mamak rumah kami tu. 
  3. Bundo tak kan berdebat dengan nanda Rahima - she is the expert in her knowledge about hadist.  Bundo merasakan tidak menyalahi agama dan biarkanlah perbedaan pendapat tsb. Kami adalah dua garis sejajar yang tak kan bertemu didunia ini pendapatnya mudah2an kita sama2 diberi berkah oleh Allah SWT.
  4. Mudah2an  adat yang tidak sesuai dengan agama Islam tsb. berubah dengan alami oleh masyarakatnya. Sebab perubahan harus datang dari dalam bukan top down. Kalau kita sudah dibenci masyarakat nanti diberi kacang miang atau dibuek biriang.
Sekian mohon maaf
Wassalam bundo,
Hayatun Nismah Rumzy
  1.  <azmi_libr...@yahoo.co.id> wrote:

Kelapa gading  8 Februari 2008
Assalamualaikum w.w.
Angku St. Maraja Nan ambo hormati, sarato dunsanak Sapalanta
Sabananyo masalah harato pusako ko lah acok awak diskusikan di milis ko, dan pernah ambo jo Angku Saafroedin Bahar St.Majolelo berdiskusi    
 

Rahima

unread,
Feb 8, 2008, 10:52:53 AM2/8/08
to Rant...@googlegroups.com
Mak Darul, insyaAllah akan saya jawab pertanyaan mak
darul dibawah ini, mungkin sekaligus juga pertanyaan
sanak Darwis.
Bisa dilihat pada jawaban saya yang ke 1,2,3...
nantik bisa Mak Darul sendiri melihatnya dimana letak
jawaban dari pertanyaan Mak Darul tersebut, dari
jawaban-jawaban yang saya berikan.

Untuk yang diatas dua ini, meskipun ia termasuk suatu
harta, tetapi bukan harta yang akan diberikan, hanya
menyekolahkannya memakai uang. Yang mamak berikan
secara langsung padanyakan bukan uang, tetapi biaya
untuk dia sekolah, yang mana akhirnya uang tersebut
diberikan ke sekolahnya.

>
>
>
> Kini ingin batanyo baa nan iko manuruik syara'? Apo
> batantangan jo syara'
> ndak ko? Apo harus ambo stop sabalun dilanjuikan,
> dan kudian buliah ndak
> dimaafkan janji urang nan alah manarimo bantuan tsb,
> sahinggo mereka indak
> usah mamanuahi janjino. Tolong yo, dek iko tamasuak
> harta publik sekelompok
> urang.

Mak, kalau berjanji memang harus ditepati."penuhilah
janji-janjimu, karena janji itu kelak akan
dipertanggungjawaabkan".
Tetapi bagi yang menerima janji, harus ingat, apakah
ia mampu selesai kliyahnya, Oklah kalau selesai
kuliyahnya, apakah ia mampu juga kelak bekerja dan
menunaikan janjinya tersebut untuk menyekolahkan orang
lain, berjumlah tiga orang lagi? hati-hati kalau
berjanji. Dan ini bukan termasuk harta publik Mak, dan
bukan harta warisan, tetapi merupakan Janji.
Silahkan kalau merasa dengan janji tersebut ia mampu
memenuhinya kelak, tapi bagaimana kalau tidak bisa?





> Salam
>
> Darul Makmur
>
>
>
> -----Original Message-----
> From: Rant...@googlegroups.com
> [mailto:Rant...@googlegroups.com] On
> Behalf Of Darul M
> Sent: Thursday, February 07, 2008 11:25 PM
> To: Rant...@googlegroups.com
> Subject: [R@ntau-Net] Harta Publik ---------->Sia
> nan paling berkepentingan
> jo ABSSBK
>
>
>
>
>
> Assalamulaikum
>
>
>
> Ambo ingin batanyo supayo klirt dihatiko, sbb:
>
> 1. Apokoh indak ado harta public dalam Islam?

Hmmm..ada Mak. tetapi dilihat kondisi bagaimana cara
mendapatkan harta publik itu, maka disesuaikan dengan
kaedah hukum islam pula pembagiannya.


>
> 2. Apakah Islam melarang harta public sekelompok
> orang?

Tidak Mak, asal sesuai dengan kaedah hukum islam pula.
dan kaedah hukum islam ini tergantung pula bagaimana
cara mendapatkan harta publik tersebut.

>
> 3. Apakah ada perintah dalam Syara' untuk membagi
> habis harta public?

Islam ngak menyuruh menghabiskan harta apakah harta
publik atau milik person. Tetapi islam memberikan
harta untuk ummatnya agar dengan harta tersebut demi
kepentingan. kalau harta pribadi, tergantung dari
pribadi tersebut, apakah dipergunakannya untuk
kemaslahatan pribadinya, atau untuk umum. Sementara
harta publik, maka harus dipergunakan untuk
kepentingan umum. Dan semuanya juga mempunyai
kaedah-kaedah hukum dalam Islam.


>
>
>
> Menurut pandangan ambo nan singkekko, harta pusoko
> tinggi adolah harta
>
> publik kelompok suku dalam adat Minangkabau. Sebab
> penggunaannya adalah
>
> turun temurun digaris ibu. Dan harta ini adalah hak
> pakai, tidak boleh
>
> diperjualbelikan. Harta ini adalah harta titipan
> dari nenek moyang untuk
>
> menjaga harkat dan martabat kaum ibu yang adalah
> lemah kodratnya.

Ini dianya. darimana landasan berpijak Minangkabau
harta turun temurun itu jatuh hanya pada garis
keturunan Ibu saja, sementara azas warisan dalam islam
adalah keadilan berimbang. yakni garis Bapak dan
Ibu.kalau Arab jahiliyah dulu sebelum islam, memang
harta mereka jatuh pada kaum lelaki saja, yakni
keturunan Bapak saja.

Dan dalam Islam, harta warisan, harta publik
boleh-boleh saja dijual belikan. Mana landasan hukum
syara'pelarangan memperjualbelikannya dalam adat
Minangkabau? Dalam islam, harta yang ngak boleh dijual
belikan adalah harta waqaf. Bisa dijual harta waqaf
dengan syarat diganti yang sama atau lebih baik dari
itu. Contoh sikap sahabat Umar radhiallahu 'anhu
menggantikan letak tanah ketempat yang jauh lebih
bermanfaat lagi.

Untuk jawaban selanjutnya agar lebih memahami masalah
harta ini, silahkan mamak ikuti ulasan jawaban saya
pada point nomor-nomor selanjutnya.
>
>
>
> Wassalam
>
> Darul Makmur
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>

____________________________________________________________________________________


Be a better friend, newshound, and

know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

Rahima

unread,
Feb 8, 2008, 11:14:30 AM2/8/08
to Rant...@googlegroups.com

--- Hayatun Nismah Rumzy <hni...@yahoo.com> wrote:

> Assalamu Alaikum W. W.
> Sabananyo bundo diam2 sajo indak menanggapi
> tulisan nanda Rahima dek karano bundo tahu ado anak2
> bundo nan ahli nan kan manjawab sagalo permasalahan
> yang dianggap nanda Rahima berlawanan dengan ABSSBK.
> Tarimo kasih nanda Benny, Dewis, Azmi Dt. Bagindo,
> dll.nya. Bundo menunggu yang competent kecek rang
> kini. Bundo tak kan menjawab tergesa2 karena hal2
> sbb.
>

>tu.
> Bundo tak kan berdebat dengan nanda Rahima - she
> is the expert in her knowledge about hadist. Bundo
> merasakan tidak menyalahi agama dan biarkanlah
> perbedaan pendapat tsb. Kami adalah dua garis
> sejajar yang tak kan bertemu didunia ini pendapatnya
> mudah2an kita sama2 diberi berkah oleh Allah SWT.
> Mudah2an adat yang tidak sesuai dengan agama
> Islam tsb. berubah dengan alami oleh masyarakatnya.
> Sebab perubahan harus datang dari dalam bukan top
> down. Kalau kita sudah dibenci masyarakat nanti
> diberi kacang miang atau dibuek biriang.

Alhamdulillah, makasih bundo. saya juga ngak ingin
berdebat dengan Bundo. saya menyadari itu sekali. dan
saya dah merasakan sebelumnya Bundo ngak akan
menjawabnya, dan saya yakin yang akan menjawabnya
adalah yang lebih mengerti. Bukan berarti bundo ngak
mengerti, tetapi bundo faham apa yang akan dilakukan.
saya juga ngak mau menghabiskan waktu bundo,
dihari-hari senja memang hendaknya diberi ketenangan,
jangan direpotkan lagi oleh kami yang muda-muda ini.
Tetapi bagi kami yang muda-muda ini, biarkanlah kami
berdiskusi, mencari ilmu dan mencari jati diri kami
sendiri, karena lama kelamaan kami kelak juga akan
menjadi seperti bundo juga, akan berumur juga,
InsyaAllah kalau dipanjangkan umur kami.

Saya hanya mencoba menanggapi kata-kata bundo kemaren,
merasa tidak ada adat Minang yang menyalahi agama.
namun alhamdulilah sekarang bundo merubah kata
tersebut dengan kata;"Bundo merasakan tidak menyalahi
agama".

Kalau kata-kata itu awalnya bundo katakan, pasti saya
ngak akan menanggapi postingan bundo kemaren, karena
itu masalah pribadi bundo, saya ngak akan ikut
campur.Tetapi karena kemaren kata-katanya adat Minang,
tentu umum, makanya saya tanggapi.

Saya juga mohon maaf, dan saya bukan ahli hadits
bundo, karena ilmu saya yang diberikan Allah sangat
sedikit, hanya saja rasa tanggungjawab pada Allah dan
agama yang kita cintai ini membuat saya menyampaikan
apa yang terasa janggal dan menyalahi agama, juga
hakikatnya rasa cinta saya pada tanah kelahiran ibu
saya sendiri.

Rasa sayang itukan ngak harus dipuja-puji, dibanggakan
terus, tetapi diberitahu juga mana salah, mana benar
menurut Islam.Apakah dengan mengkritik adat Minang
ini, lantas saya dikatakan membencinya. Salah sekali,
justru kecintaan saya yang cukup tinggi pada Minang,
makanya saya berani menyatakan kebenaran, walaupun
harus dihujat sana-sini.

Betapa Imam Ahmad dipenjara pemerintah saat itu,
karena tegasnya beliau mengatakan AlQuran bukan
makhluk, tetapi kalamullah, betapa para Nabi, rasul,
sahabat ulama mengalaami tekanan dari kaumnya akibat
menyampaikan sesuatu yang dianggap aneh bagi kaumnya,
karena kaum tersebut merasa hal tersebut dah menjadi
darah daging, dah menjadi adat mereka sejak dahulu
kala? Lantas kalau ditanya mana yang lebih kamu
cintai, adat Minangkah atau islam. Kedua-duanya saya
cintai sepanjang keduanya tak bertentangan, tetapi
kalau keduanya saling bertentangan, maka Islam lebih
saya cintai.Itu saja.

Saya mohon maaf, kalau ada kata-kata saya yang
menyinggung hati bundo atau terkasar.

Wassalamu'alaikum. Rahima

> Sekian mohon maaf
> Wassalam bundo,
> Hayatun Nismah Rumzy
>
> <azmi_libr...@yahoo.co.id> wrote:
>
> Kelapa gading 8 Februari 2008
> Assalamualaikum w.w.
> Angku St. Maraja Nan ambo hormati, sarato dunsanak
> Sapalanta
> Sabananyo masalah harato pusako ko lah acok awak
> diskusikan di milis ko, dan pernah ambo jo Angku
> Saafroedin Bahar St.Majolelo berdiskusi
>
>

> ---------------------------------


> Be a better friend, newshound, and know-it-all with
> Yahoo! Mobile. Try it now.
>
>
>

____________________________________________________________________________________


Be a better friend, newshound, and

know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

Rahima

unread,
Feb 8, 2008, 12:17:51 PM2/8/08
to Rant...@googlegroups.com


> --- Dewis...@prima.co.id wrote:
>
> >
> Wa'alaikumsalamwarahmatullahiwabarakaatuh.
>
>
> Is > Kalau dipahami bana pertanyaan ambo Ilustrasi
> kaduo pertanyaan ambo
> babeda,

Itu sebabnya pada kalimat saya memakai kata "Apa
Mungkin", karena tidak pasti bagi saya, saya hanya
menduga kemungkinan harta pusaka tinggi asal muasalnya
semacam kisah kedua?

> nan pertamo harato nan didapek hasil manaruko
> sekelompok urang (Di
> minangkabau biasonyo sakaum) dan mereka tu ndak
> pernah mambagi sabagai hak
> milik, hanyo mambagi sabagai hak menggarap. dan iko
> taruih balanjuik dari
> generasi ka generasi. Bahkan mulainyo haratoko
> didapek sabalun islam
> masuak ka minangkabau. Iko nan dimukasuik mak darul
> harato publik atau
> dikampuang awak labiah dikenal pusako tinggi.

> Manuruik ambo sacaro pribadi
> pusako tinggi ndak samo jo warisan. Pusako tinggi
> harato publik.

Hmmm...kalau dikatakan pusaka tinggi, harta publik,
kenapa ada pembagiannya setelah yang menggarap itu
wafat. Padahal dalam Islam, setiap harta yang
dijatuhkan oleh generasi selanjutnya dengan pembagian,
itu dikatakan warisan.Dan kenapa kalau itu bukan harta
warisan, tetapi dalam pembagiannya diatur dalam adat,
dan kenapa harus jatuh pada garis keturunan padusi?
darimana landasan hukum Syara'nya(bukankah
ABSSBK).Kalaulah karena tidak ABSSBK ini, saya tidak
akan mempertanyakan landasan hukum syara'ini.Karena
saya tidak menemukan ada harta, apa saja, harta
warisan kek, harta publik kek, harta apa saja.Kalau
hanya menurutkan pendapat dari seorang ulama, atau
beberapa ulama, sayapun harus melihat landasan hukum
syara' dari ulama tersebut apa? Sebagaimana yang
pernah saya postingkan, kita dilarang untuk taqlid
buta.

Apakah ini hanya karena masalah keduaniawiyaan?
Tidak...kalau hanya masalah keduniawiyaan, kenapa
Allah menurunkan ayat-ayat mengenai warisan, ayat-ayat
mengenai harta.Begitupun hadits-hadist rasulullah.
Justru masalah harta ini sangat penting, sampai-sampai
kita ditanya kelak, darimana, kemana harta yang kita
dapatkan itu? itu pertanda, ini bukan masalah dunia
saja, tetapi menyangkut kehidupan akhirat kelaknya.

Karena adatnya matrilineal? Kalau adat Matrilineal
yang katanya berlandaskan ABSSBK boleh-boleh saja,
asal jangan sampai hukumnya bertentangan dengan hukum
Islam, karena slogan kita memakai kata Syara'
Kitabullah, maka haruslah sesuai dengan Kitabullah.
Karena hukum Islam, sistem pembagian hartanya adalah
berazaskan keadilan berimbang. Kaum garis keturunan
Bapak dan kaum garis keturunan kaum Ibu, apakah itu
sebagai hak milik, ataupun hak pakai(garap)

Ba'a mako
> padusi nan dapek pusako tinggi? karano adaik awak
> matrilinial, nan laki2
> kalau babini, inyo akan bagabuang di kaum padusi
> sabagai urang sumando.
> Untuak biaya hiduik keluarganyo dek mamak2 nan
> padusi di agiah hak garap
> tanah. Katiko keluargako alah mampunyoi keturunan
> pulo dan indak ado nan
> padusi dan keluargako alah maningga, hak garap nyo
> hilang, tanah nan
> dipakai dibaliakkan ka kaum.
> Iko pertanyaan pertamo ambo, ba'a kedudukan tanahko
> dalam Islam? sanada jo
> pertanyaan mak darul indak buliah di Islam punyo
> harato publik?

Saya dah jawab pada pertanyaan Mak Darul mengenai
kedudukan harta publik Siapa bilang ngak boleh dalam
islam, punya harta publik. Toh haditsnya saja ada"Air
Tanah, Udara/Gas, merupakan harta publik. Tetapi harus
dipakai untuk kepentingan publik, bukan person, dan
boleh saja dijual, tetapi syarat untuk kepentingan
publik juga, bukan perorangan. dan untuk menetukan
bagian mana dari harta publik ini, ditinjau dari sisi
bagaimana kondisi mendapatkan harta tersebut, karena
setiap kondisi punya hukum tersendiri.

Dalam Islam, ada harta yang didapat secara
syarikat(perkongsian), ada yang didapat harta itu
secara luqthah(dapatan saja, ngak jelas, siapa
pemiliknya), ada harta yang didapat secara
"iyaarah(pinjaman), ada juga harta yang didapat secara
AlWadii'ah(peninggalan). Mana diantara harta diatas
bagian dari harta pusaka tinggi didalam adat
Minangkabau?.
Apakah Allah dan rasulNya tidak meninggalkan solusi
dari macam-macam kondisi harta diatas? Rasanya jelas
ngak mungkin, karena Allah ta'ala sendiri
berfirman:"Hari ini telah aku sempurnakan bagi kamu
agama kamu...". Apakah kita harus membuat hukum baru
selain hukum yang telah di buat oleh Allah dan
rasulNya?.

Kalau kita berpatokan pada kaedah ushul Fiqh,:" Al
'Aadah, Al Hukmu"(Kebiasaan, atau adat istiadat itu
menjadi suatu hukum), perlu diketahui, bahwa kaedah
ushul Fiqh dalam Islam hanyalah sebagai alat pembantu
saja. Dan akan dipakai kalau ia memang diperlukan
sebab tidak ada alat utamanya.
Contoh, alat bantu telinga bagi orang yang sakit
telinga. Ia akan memakai alat bantu tersebut, disaat
beliau memerlukannya, dan ngak setiap saat ada
ditelinganya, ngak disaat tidur atau mandi.

Untuk diketahui, kaedah diatas timbul karena
permasalahan haid. Ketika itu Siti 'Aisyah ditanya,
akan haid seseorang perempuan yang biasanya dia
haidnya seminggu, ngak taunya kali ini lain, haidnya
sampai 10 hari. Bagaimana dengan hukum shalatnya.
Ibunda Siti 'Aisyah menjawab, silahkan kamu shalat,
batas haid perempuan itu sesuai dengan kebiasaannya
yaitu seminggu.

Kalau saja kaedah ushul Fiqh itu dipakai sesuka hati,
asal ada hukum pakai itu, yah ngak tepatlah. Kaedah
itu dipakai kalau jelas ngak ada hukumnya dalam
AlQuran atau hadits, atau Ijma'(ijma'pun tetap pakai
dalil, ngak sembarang Ijma' saja). Kalau kaedah itu
dipakai, bisa-bisa saja orang berdalih karena
kebiasaannya adalah merayakan hari kematian Husain,
maka adat atau kebiasaan itu dijadikan hukum, bukankah
kaedah "Al 'aadah al hukm", tetapi apakah sesuai
dengan ajaran islam, atau apakah tidak ada hukum Islam
dalam hal ini?

Atau kaedah ushul Fiqh:" Darurat itu membolehkan yang
dilarang", karena darurat ngak bisa nahan nafsu saat
melihat perempuan...maka terpaksalah memperkosanya,
atau nikah Mut'ah. Atau karena darurat harus bantu
ibu, terpaksa mencuri.Padahal kaedah ushul fiqh itu
dipakai kalau daruratnya sampai taruhannya mati orang
tersebut.

Atau kaedah ushul Fiqh"Maalaayatimmulwaajib illa bihi
fahuwa waajibun"(Apa-apa yang tidak mungkin
sempurnanya kewajiban selain memakai itu, maka alat
itupun dipakai), Apakah harus dengan memakai hukum
harta pusaka tinggi jatuh ketangan garis keturunan
padusi saja, maka kewajiban makan sanak kemenakan ngak
bisa dicapai? Apa mati kemenakan kalau ngak harus
makan harta pusaka tinggi dari garis keturunan ibu?

Bukankah masih ada dalam Islam pembagian harta dengan
cara Hibah, Wasiat, yang sesuai dengan ketentuan
Islam.Kalau kaedah diatas dipakai untuk orang yang
menuntut ilmu wajib, sementara ia harus pakai kaca
mata, kalau ngak pakai kaca mata, maka ia ngak bisa
baca, maka pakai kaca mata, wajiblah baginya. itupun
ia pakai kaca mata sebagai alat bantu, tidak sedang
lagi tidur, mandi, atau berlari2 kencang.

Nantik akan menyusul tulisan saya mengenai harta
warisan dalam Islam, juga tulisan saya saat seminar
kemaren, kalau memang diperlukan, kalau tidak, yah
ngak usah.

Untuk pertanyaan dibawah yang lainnya, saya kira dah
terjawab dunsanak nan lain.

Wassalamu'alaikum. Rahima.

Lies Suryadi

unread,
Feb 8, 2008, 12:30:08 PM2/8/08
to Rant...@googlegroups.com
Menarik sekali, rumit benar soal harta dan harat
pusaka di Minangkabau ini. Padahal kalau diinok
dimanuangkan nan tingga di Minangkabau kini hanyo
kiro2 saparo dari urang Minang; saparo lai paai
marantau, malah ado nan marantau cino, nan indak tau
manahu lai jo pusako di kampuang. Malah nan marantau
di Padang sajo ado nan indak ikuik mancampuri lai soal
pusako di kampuangnyo. Tapi, kok makin langang urang
di kampuang, makin banyak masalah jo harato dan pusako
ko? Takana dek ambo papatah lamo di Piaman: "Kaateh
karambia sajo caliak matonyo" (aratinyo: indak ado
pangana untuk menambah pengetahuan agar dapat
menghidupi diri dengan mata usaha yang lain). Pabilo
ko kito bisa kalua dari masalah harato (pancarian) jo
harato pusako ko? Supayo jadi maju pulo kito sarupo
banso lain... Memang harus dituntaskan capek ko dek
urang pandai2. Kalau indak indak barasak dari bangka
karambia pangana anak kamanakan kito...

=== message truncated ===

________________________________________________________
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

hanifah daman

unread,
Feb 8, 2008, 7:42:12 PM2/8/08
to hni...@yahoo.com, Rant...@googlegroups.com
AWW bundo. Bundo mano mungkin urang indak baradaik mampu mamahami tali kakarabatan sasuku. Indak pulo punyo kamamptan untuak manggunokan matematika. Dari pado buang energi badebat, rancak di pabanyak baibadah. Wass. Hanifah

> Be a better friend, newshound, and
> know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
>


____________________________________________________________________________________


Be a better friend, newshound, and

know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

Dewis...@prima.co.id

unread,
Feb 8, 2008, 8:16:56 PM2/8/08
to Rant...@googlegroups.com

Sanak Rahima, ambo salekkan tanggapannyo.








Saya jawab:

Pertama. Harta Publik(harta umum maksudnyakan?), ini
ada ketentuannya dalam Islam. Harta Umum ini haruslah
dipergunakan oleh umum dan kepentingan untuk umum
juga.Harta ini bisa dijual, demi kepentingan umum
juga.Bukan kepentingan perorangan.


Is > disikolah lataknyo pusako tinggi, publiknyo terbatas dengan kaum pasukuan,
Harato pusako buliah di jua kepentingan kaum, indak buliah dijua kepentingan pribadi. Kok ado nan manjua kepentingan pribadi, berarti nan manjua alah melanggar adat.



Mengenai kata statemen saya, saya rasa, saya bukan
hanya mengatakan mendengar, melihat. Saya rasa juga
saya ada mengatakan melalui diskusi.

Jadi,justru statemen dan data-data saya cukup lengkap.
dari mulai mendengar, kemudian melihat sendiri,
akhirnya saya mendiskusikannya baik secara lisan
ataupun tulisan, setelah itu saya menganalisanya dari
sisi ilmu agama yang saya pelajarilah, maka saya
berani mengeluarkan statement itu. Sebenarnya cukup
lengkap mendengar, melihat dan menganalisa via diskusi
lisan dan tulisan.

Is > Sanak rahima, disikolah ambo katokan rumor, apo yang sanak liek, apo yang sanak danga tu, alah di analisa pulo dari sisi adaik, alah batua nan sanak dangatu, nan sanak liektu dari sisi adaik.
Nan sanak danga, nan sanak liektu salah pulo manuruik adaik, sacaro ilmiah ndak bisa sanak manyalahkan adaik yang salah.
Ambo ilustrasikan urang rajin ba agamo tapi inyo korupsi, agamo nyo salah atau urangnyo!

Oh yah, kenapa harus pakai sanksi kawin sesuku.
Padahal pada diskusi yang lalu dikatakan melarang
kawin sesuku, bukan mengharamkannya, tiba saya katakan
melarang, dibilang lagi bukan melarang, tetapi hanya
diberi sangsi. Sekarang saya tanya lagi, kenapa ada
sangsinya apa landasan sangsi tersebut, dan apa
landasan hukum syara'nya memberikan sangsi itu.
Bukankah ABSSBK?

Is > Disiko ambo mancaliak pemahaman sanak rahima jo adaik indak ado,
Iko manambah statemen ambo sanak ma analisa dari rumor, alah sanak diskusi jo ahlinyo ?
Urang nan bana2 paham jo adaik ?

Ilustrasi ambo, Se orang ahli fisika ka mangaji matematika diliek dari sisi Fisika, kalau pemahaman ahli fisikako terhadap matematika indak ado, dapek awak pastikan kesimpulan kacau balau, centang parenang.

Ok. Pertanyaan lain satu2 saya jawab.Di lain waktu, dr
habis tahajjud tadi, trus subuh, ini saja kerjaan
saya, saya mempersiapkan sarapan dulu. Ok.

Is > Tarimo kasi, ambo bukan iko pulo karajo ambo, ambo ndak paralu jawaban lain, ambo bukan batanyo, maluruihkan sanak dalam pemahaman adaik.

Dewis...@prima.co.id

unread,
Feb 8, 2008, 8:30:55 PM2/8/08
to Rant...@googlegroups.com

Walaikumsalam, Wr .Wb,
Mak Dt Bagindo, mak bandaro labiah, tarimo kasih ateh penjelasan iko, alah tarang bak siang di ambo.
Memang diskusi satantang harato warisan ko sajak dulu, sajak ambo bagabuang di rantaunet antah alah bara banyaknyo.
Ilustrasi nan ambo kamukokan sabalunnyo, bukan kasadonyo kisah nyato ambo, ambo ingin ma ilustrasikan, nan pertamo kadudukan pusako tinggi nan bukan warisan, nan kaduo ba'a pulo kalau awak ingin mambuek pusako tinggi baru.

Rahima > Hmmm...kalau dikatakan pusaka tinggi, harta publik,

kenapa ada pembagiannya setelah yang menggarap itu
wafat.


Indak ado pembagian pusako tinggi cuma pembagian hak garap!, nan mambagi nan salah, bukan adaik.

Satantang harato warisan ambo stop treadko jo sanak rahima, dapek ambo simpulkan sanak rahima indak mangarati samo sakali kedudukan harato pusako tinggi di minangkabau khususnyo atau adaik minangkabau umumnyo, ulama sekaliber Hamka, Tuanku nan renceh yg sangat radikal dalam penegakan Islam membenarkan adonyo pusako tinggi karano baliau mangarati kedudukan harato pusako di minangkabau.

Ambo sarankan ka sanak rahima pelajari bana dulu satantang harato pusako tinggiko ataupun adaik minang nan lain, jan berdasarkan saya dengar, katanya atau kata2 lain yg bersifat rumor, sanak adolah mahasiswa pasca sarjana jan ma agiah statement dari rumor, berbahaya.
Katiko ado urang rajin ba ibadah tapi korupsi juo, bukan islamnyo yang salah tapi urangnyo.
Baitu juo jo adaik, alun tantu adaik nan salah katiko ado persoalan nan salah di personnya.

Sarupo nan ambo ilustrasikan sabalunnyo, ahli fisika kalau ka mangaji matematika dari sisi fisika, pelajari dulu matematikanyo. Supayo ndak centang parenang kasimpulannyo.


Tarimo kasi nan sagadang gadangyo ambo ucapkan ka mak datuak Bagindo, mak bandaro labiah nan alah mambari pemahaman ka ambo, alah tarang bak siang di ambo.
Tarimo kasih juo ka Bundo, mak datuak marah bangso dan dunsanak lain, kok ado nan salah kato ambo mohon dimaafkan.

Salam
Is St Marajo, 39+
www.cimbuak.net
Kampuang nan jauah dimato dakek dijari
http://urangminang.wordpress.com

Postingan mak datuak bagindo indak ambo kuduang supayo ndak bias penjelasan ambo di ateh

 



azmi abu kasim azmi abu kasim <azmi_libr...@yahoo.co.id>

Sent by: Rant...@googlegroups.com

08/02/2008 16:02

Please respond to
Rant...@googlegroups.com

To
Rant...@googlegroups.com
cc
Subject
[R@ntau-Net] Balasan: [R@ntau-Net] Re: Sia nan paling berkepentingan jo ABSSBK


bagindochaniago

unread,
Feb 8, 2008, 12:39:57 PM2/8/08
to RantauNet

Assalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh,
Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-ingginya kepada bapak Dr.
Saafroedin BAHAR dan Sdri. Rahima yang peduli akan ABS SBK untuk
menjadi jati diri Minangkabau yang sebenarnya.
Nampak jelas bahwasanya ABS SBK yang diharapkan adalah Adat yang
bersumberkan/berhubungan dengan Syarak dan Syarak yang bersumberkan /
berhubungan dengan Kitabullah, dengan demikian Adat adalah tradisi
dari penetrapan yang sesuai dengan Syariat Islam (Al-Quran dan
Hadist).
Adat yang bertentangan dengan Syariat Islam, tidak dapat dipaksakan
atau dipakai untuk menjadi tradisi bagi seorang muslim, karena ini
mempunyai sifat mendua atau mensekutukan terhadap Syariat Islam,
artinya kita tidak dapat mencampurkan antara air dan minyak tanah
dalam satu benjana. Adat yang bertentangan dengan Syariat Islam ini
jelas tidak berhukumkan kepadanya melain berhukumkan diluar itu atau
sebelum Islam masuk ke Minangkabau.
Bila kita tinjau dari lintasan sejarah Minangkabau, ABS SBK
dihasilkan dari perjanjian dibukit marapalam antara kaum Adat dan Kaum
Paderi, konon ketika itu kaum Adat telah beragama Islam aliran Syiah,
sedangkan kaum Paderi kelompok Wahabi yang Islam beraliran Sunni, yang
dibawakan Haji Miskin, Haji A.Rachman Piobang, Tuanku Lintau dan
terakhir dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol.
Perihal harta pusaka tinggi, memang tidak disinggung atau ingin
merombak pada waktu itu karena setelah itu kaum Paderi mengalami
kekalahan dan kucar kacir, sehingga apa yang diharapakan untuk
pemurniaan dan pelurusan islam di Minangkabau belum tercapai, akan
tetapi hal ini kita tidak usah ada keterkantungan terhadapnya, karena
kita masih ada putra/putri Minang yang peduli akan hal itu, demi
penyempurnaan dan pelurusan "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi
Kitabullah".
Perlindungan dan pertahanan terhadap pusako tinggi hingga saat ini
cukup alot karena ini merupakan periuk nasi untuk kelangsungan hidup
atau buat nambah-nambah pemasukan bagi yang punya, walaupun secara
jujur dengan hati nurani yang paling dalam mengatakan bahwa ini tidak
sesuai dengan syariat Islam.
Saya setuju apa yang dituliskan bapak Azmi Dt.Bagindo tentang
beberapa manfaatnya; pertama sebagai wadah untuk berkumpul atau
bersatu seluruh keluarga nan saparuik. Nan kaduo sebagai bukti hak
asal usul nan bapandam bapa kuburan basasok bajarami. Nan katigo
sebagai harta cadangan jika ada dunsanak kamanakan kita nan barada di
rantau, kehidupan agak susah atau laki mati, hiduik marando kamalah
badan ka bagantung, inyo ado tampek babaliak, yaitu harato pusako
tinggi. Baliaklah ka kampung dan tinggalah di rumah gadang dan ambiak
hasil harato pusako tu. Namun, kalaulah tabuka pulo kesempatan baik
pai pulolah marantau.
Disamping pusako tinggi ada manfaatnya tentu perlu juga kita kaji
mudaratnya, saya tulis bawah ini bebearapa hal yang hanya saya
ketahui;
1. Pusako tinggi merupakan warisan turun temurun dan pengusaanya bisa
satu orang atau cara bergiliran tergantung musyawarah dan mufakat
dalam satu generasi setingkat mamak, dan generasi selanjutnya
setingkat kemenakan menunggu hingga sampai wafatnya dari generasi
setingkat mamak. Peralihan ini perlu waktu panjang antara 60 s/d 90
tahun, kalau dikaitkan dengan pembangunan dan kemajuan zaman maka
tidak dapat mengikuti dari perubahan zaman, cendrung lamban.

Selama proses penantian giliran diantara mereka ada yang sakit hati
karena kurang bijaksana dalam pengelolaannya.
2. Ada alasan orang minang merantau karena tidak memperoleh giliran
atas pusako tinggi sebagai jaminan kelangsungan hidupnya dikampung
3. Banyak pusako tinggi yang berakhir dengan status Quo, atau tergadai
yang dikarenakan punahnya dari generasi itu atau ditinggalkanya begitu
saja karena tidak ada yang menebusnya..
Diakui bahwa karena pusako tinggi inilah salah satu kunci penyebab
mengapa kita enggan untuk menetrapkan Syariat Islam di Minangkabau.
Namun ada suatu bukti bahwa Mahkamah Agung dapat mengabulkan dan
mengembalikan pusako tinggi kepada Anak, ketika ayah dan keturunannya
yang saparuik telah tiada, hal ini mengacu kepada Syariat Islam.
Kalau nenek moyang kita pakai membuat sistem pusako tinggi kenapa kita
tidak bisa merubah ke sistem yang lebih baik dan Islami.
Demikian tulisan saya buat, atas keslahan dan kejanggalannya saya
mohon maaf dan kepada Allah SWT saya mohon ampun,

Wassalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh,

Mybagindochaniago, Visit Musi 2008

hambociek

unread,
Feb 8, 2008, 10:12:20 PM2/8/08
to Rant...@googlegroups.com
Sabananyo Angku Suryadi, tidak "rumit benar" masalah harta ko doh.
Nan paralu, dalam setiap kasus, digariskan hitam putihnya mana
yang "harta [pencarian]" dan mana yang "harato pusako".

Sayangnya, kalau ada perselisaihan soal harato ko, pihak-pihak nan
berkepentingan, dengan semangat tamak, biasonyo suko bakariah
mariah, "itu harato apak den, itu pusako mamak den".

Kalau kaduo macam harato tu lah dibari beda dan bateh nan jaleh,
persoalannyo indak rumit doh. "Harta Pencaharian" disalasaikan jo
Hukum Islam sadangkan "Harato Pusako" diatur disalasaikan manuruik
Hukum Adat Minang Kabau. Di sinanlah Adat jo Syarak bergandingan.

Karauah nan bisa dijaniehkan,
kusuik nan bisa disalasaikan.

Salam,
MakNgah
-- Sjamsit Sjarif

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Feb 8, 2008, 10:53:21 PM2/8/08
to Rant...@googlegroups.com
Wassalamualaiukum w.w. Sanak Bagindo Chaniago,

Terima kasih atas apresiasi Sanak, Saya mencermati perkembangan wacana di RN akhir-akhir ini sekitar harato pusako ini, dan sama sekali tidak ingin terlibat. Yang menjadi perhatian saya sekarang adalah bagaimana merumuskan format penyelesaian 'konflik ideologis Minangkabau' ini secara lugas dan jernih dan bisa kita laksanakan bersama. Itu yang saya sebut sebagai 'Kompilasi Hukum ABS SBK'.

Seiring dengan itu saya sungguh terheran-heran terhadap arah yang ingin kita tuju sebagai suatu suku bangsa. Pada saat suku-suku bangsa lain bergulat dengan perencanaan membangun masa depan yang lebih baik, eh kita sibuk bertengkar tentang cara membagi harta pusaka yang sudah ada, yang jumlahnya  kelihatannya makin lama makin  menciut akibat digadaikan atau dijual, pada hal jumlah anak kamanakan semakin kembang jua.[Sekedar catatan, membangun semacam 'harta pusaka baru'  itulah yang diajarkan oleh adat Batak kepada warganya, dengan ajaran tentang 'sahala harajoan'].

Maaf, saya tidak melihat seorang pun di antara pegiat RN -- termasuk para pemangku adat -- yang mengusulkan agar kita membangun 'harta pusaka tinggi' yang baru untuk anak cucu di masa datang. Membagi yang sudah ada, itulah yang jadi pusat seluruh perhatian.  Rasanya kita-kita ini cenderung sangat konservatif, bahkan sangat reaksioner. Mudah-mudahan saya salah.

Wassalam,
Saafroedin Bahar


--- On Fri, 2/8/08, bagindochaniago <myamin...@gmail.com> wrote:

Ronal Chandra

unread,
Feb 9, 2008, 12:32:04 AM2/9/08
to Rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum Uni Rahima dan Dunsanak,.

Ambo batarimo kasih bana ateih diskusi iko dek bagi kami nan mudo bisa baraja ditengah keterbatasan nan kami miliki.

Mohon maaf ambo sabalun no dek manuruik ambo diskusi awak ko masih alun menyentuh essensi dari subject atau judul nan dibahas, semoga diskusi nan ancak ko indak menjurus jadi adu ketangkasan dan saling mematahkan. Semoga allah melindungi kita dari hal hal yang tidak berguna amin.
-----
Judul diateih adolah 'Sia nan Paling Berkepentingan Jo ABSSBK, ambo pikir iko pertanyaan diawali oleh Uda Tasril Moeis dan harus awak basamo menjawab nyo ? Satalah pertanyaan tu bisa dijawab mungkin awak nan dipalanta ko bisa memberi masukan tentang persoalan persoalan nan dianggap bermasalah biar ter-urai masalah tu ciek ciek serato tidak terjadi salah persepsi dalam memahami Adaik dan Islam dalam cerminan ABSSBK.

Misa no masalah Harato Pusako tu, tampak diambo dari uraian DT Bagido masalah tu alah duduak dan sudah pernah dibahas jaman Buya Hamka dan ulama ulama lainnya, dan ambo yakin ado keterangan historis tentang hal itu dek ambo yakin sekaliber Buya Hamka tidak akan mengeluarkan sembarang fatwa tentang hal hal yang berhubungan dengan masyarakat banyak. Jadi saran saya untuk masalah harato pusako tu wak agiah ke ahli no dengan terlebih dahulu membaca dan menganalisa serta merujuk pada artikel atau bukti historis dimana masalah ko dijaman saisuak sudah dibahas. Sehingga awak indak menghabiskan energi untuk memulai dari awal kembali,begitu pula hal nyo untuk kasus kasus lainnyo. (Sebagai Note untuk awak sado nyo, jawaban DT Bagindo untuk pertanyaan Sutan Marajo adolah ulangan posting beliau tentang 'Harato Pusako' tersebut jadi awak berputar dimasalah nan sabano nyo alah duduak dan awak indak tau trus kemudian).

Untuk Uni Rahima nan baik, ungkapan uni nan mengatokan  bahwa uni paralu mengkaji dan mengetahui landasan Syar'i dari ulama ulama nan alah mengatakan bahwa masalah Harato Pusako tu tidak bertentangan jo islam, awak basamo samo hargai ungkapan uni tersebut, tapi tolong ciek ni, Jaan ditampeik nan rami uni bertanya serupo itu, ancak awak cari dulu literatur baa mangko Hamka Pun untuk kasus iko meng-iyakan. Ambo anggap palanta ko Forum dunia dan urang dari berbagai disiplin ilmu berkumpul, mungkin diantaro awak ado nan alah membahas masalah ko dijaman saisuak sehingga beliau memiliki data historis, dan ambo berpikir layak kita bersama dengar penjelasannyo.
----
Kembali kemasalah 'Kompilasi Hukum Adat'  yang digagas oleh  Senior kita  Ayah Saafroedin Bahar, dari beberapa kali diskusi via chat saya bertanya "Apa hasil akhir yang ingin Ayah Saaf dapatkan dari Kompilasi Hukum Adat Ini' dan beliau mengatakan, tolong koreksi Ayah Saaf kalau salah, bahwa hasil kompilasi hukum adat itu nanti nyo adolah 'Manual (kalau bahasa kami diinformatika) dari penjabaran ABSSBK secara detail dan gamblang'. Saya ingat kisah pertama kali ingin dibukukannya ayat ayat alqur'an menjadi sebuah kitab dijaman Usman Bin Affan, sama perdebatan pun terjadi ada pro dan kontra, tapi coba bayangkan saat ini seandainya dulu ayat ayat allah yang indah dan penuh petunjuk tidak pernah dibukukan dan hanya jadi hapalan para hafiz alqur'an ? mungkin kita tidak pernah lagi melihat anak anak kita pergi ke surau dan melantunkan ayat ayat allah itu sepulang dari surau dihadan orang tuanya.

Tapi tentunya ide yang baik ini harus terlepas dari berbagai kepentingan pribadi maupun golongan.  Kita  tidak perlu takut bahwa  adaik Minang akan bertentangan dengan  Islam karena saya yakin se yakin  yakinnya bahwa  ABSSBK ini sudah berumur ratusan tahun dan masih tetap eksis walaupun dengan segala kekurangannya. Jadi bagi saya Kompilasi Hukum Adat ini adalah upaya kembali ke khitoh kata orang NU dan kembali ke ajaran ABSSBK yang baik dan benar kata orang Minang serta Khaffah bagi orang Muslim. Jadi mari kita awasi proses ini yang tampaknyo serius untuk dilakun.

Saya ingin sedikit memberikan masukan bagi nan mudo mudo, silahkan diambil dan silahkan untuk dibuang jika perlu. Saya Urang Minang yang tidak pernah lahir dan besar di Ranah dan juga baru mempelajari tentang adaik Minang ini setelah umur saya 22 th, dahulu saya adalah penolak sejati adaik Minang atau boleh dikatakan 'Pembangkang'. Bagi saya mempelajari Islam jauh lebih banyak pahalanya dari pada mempelajari adat yang bagi saya waktu itu tidak islami terutama untuk kasus (harato pusako dan warisan). Ketidak sukaan saya akan adaik Minang dahulu juga bertitik tolak dari masalah Harato Pusako tu dan itu mungkin hal nan samo bagi anak mudo lainnyo serta terbukti di masalah tu sampai kini selalu dijadikan ungkapan bahwa Adaik Minang tidak sesuai dengan islam.

Saya berani mengakan bahwa anak mudo Minang kini jauh lebih mengusai islam dibanding adaik Minang itu sendiri dan biasanya setelah mereka mengenal islam antipati terhadap Minang mulai timbul sehingga ujungnya mengatakan "Adaik Minang Tidak Islami ?.

Karena adat itu tidak pernah dipelajari dengan baik dan semakin dihindari oleh generasi Minang kini, akhirnya mereka yang ahli semakin punah dan semakin sedikit, lambat tapi pasti adaik Minang itu mulai terkontaminasi dengan banyak hal sehingga semakin keatas generasi kita cuma akan menjadi generasi Pembenci dari Adaik itu sendiri dan akhirnya kita menjadi generasi yang tercabut dari akar budaya nya.

Jadi menurut saya, sebelum terlambat, kito nan mudo nan masih punyo kemampuan belajar baik, ancaknyo kito mulai pelajari dan mengkaji dimana sisi perbedaan sehingga akan muncul benang merah tentang ABSSBK ini.

Salam Hormat
ROnal Chandra



Rahima <rahim...@yahoo.com> wrote:

benni_inayatullah

unread,
Feb 9, 2008, 1:09:36 AM2/9/08
to rant...@googlegroups.com
Ronal, karena engku mengajak kepada yang muda mau gak mau saya
termasuk kedalam ajakan engku itu. Baik sekali ajakan itu, memang
itulah kaji nan sabana kaji.

Untuk memahami apa ABS SBK sesungguhnya tidaklah sulit karena seperti
yang saya katakan ketika berdiskusi dengan Uni Rahima, ABS SBK
hanyalah slogan yang diletakkan ke jidat urang MInang bahwa segala
adat dan tradisi ornag MInang akan bersumber ke Alquran. Tentu saja
dalam praktiknya kembali berpulang ke diri masing2 individu yang
dinamakan orang MInang tersebut. Apakah akan melaksanakan consensus
tersebut atau tidak. Tidak ubahnya dengan umat Islam di aceh, jawa
barat hingga papua.

Jadi kalau ditanya siapakah yang paling berkepentingan ? ya jawaban
sejujurnya individu MInang itu sendiri. Meskipun kita tidak menutup
mata ada kepentingan pribadi dan kelompok tertentu yang
mempermasalahkan ataupun mengagumi jargon tersebut (dalam pilkada
jargon ini selalu jadi bahan kampanye, coba perhatikan)

Yang harus kita hindari adalah membahas sesuatu yang kita sendiri
sebetulnya belum mengusai secara lengkap apakah itu adat MInang dan
bagaimana Islam menyikapinya, apakah disuruh, dilarang, dibolehkan
atau malah membutuhkan ijtihad?.

Sedikit koreksi Nal, maaf kalau salah, ABS-SBK ini tidak sama dengan
kembali ke khittohnya NU. Bertolak belakang malah. NU terbentuk
karena kekhawatiran kalangan nadhliyin terhadap sepak terjang
muhammadiyah yang membid'ah kan segala tradisi nahdliyin. Sehingga
dibentuklah organisasi tersebut untuk mengcounter ajaran Muhamadiyah
yang menganjurkan kembali ke Al Quran dan Hadist. "core" dari
nadhliyin ini sendiri menyeimbangkan antara tradisi dengan agama.

Dalam konteks ABS SBK kurang lebih sama dengan Muhammadiyah yang
menarik kembali individu MInang dari adat yang jahiliyah kedalam
ajaran Islam yang bersumber dari Kitabullah.

Mengenai kodifikasi Al Quran dijaman Utsmani saya kira juga tidak
relevan dengan kompilasi ABS-SBK itu. Dijaman Utsmani Firman Tuhan
memang terserak-serak diatas daun, batu atau apapun media yang ada
saat itu sehingga langkah kodifikasi mushaf itu adalah langkah
brilian dan perlu untuk saat itu.

Dalam konteks umat beragama di MInangkabau sekarang apalagi yang
harus di kodifikasikan ? kalau sumber hokum Islam sudah ada Al Quran
dan hadist. Kalau sumber hokum adat sudah ada Kerapatan Adat Nagari
yang akan menyelesaikan masalah. Kalau ingin membuat aturan Islam
sendiri khusus MInang saya khawatir akan muncul pula nanti Hukum
Islam Minang yang hanya ada di Minang (atau malah Islam Minang?).

Mengenai ajaran adat atau budaya yang menyimpang seperti tahlilan,
tabuik dan semacamnya itu sudah terjadi perlawanan didalam masyarakat
sendiri terutama yang dilakukan Muhammadiyah dan organisasi lainnya.
Jadi belum cukup alasanlah buat saya untuk mengkodifikasikan hokum
Islam ala minang itu sekarang. Ga tau nanti..

Sekian dulu maaf kalau ada salah, saya menulis tergesa2 sembari
menunggu istri belanja di T. Abang


Ben


--- In Rant...@yahoogroups.com, Ronal Chandra <ronal_chandra@...>
wrote:

Tasril Moeis

unread,
Feb 9, 2008, 1:36:36 AM2/9/08
to Rant...@googlegroups.com
Wa'alaikumsalam Wr. Wb.
Tarimo kasi banyak Nal nan manganakan baliak ka pertanyaan awal. Memang mukasuk ambo batanyo supayo jaleh bana sia nan paliang berkepentingan untuak penuntasan ABSSBK ko, jadi indak lansuang kamateri pembahasan.
Mudah2 an penuntasan ko untuak kepentingan masyarakat Minang sacaro keseluruhan nan akan manjalankan adaik ko sahari-hari. Kalau lah memang untuak itu nampak pulo tangguang jawab penuntasan ko adolah untuak kemaslahatan umat Minagkabau dalam manjalankan kegiatan kehidupan sahari-hari sacaro adaik Minang nan indak batantangan jo Syariah Islam.
Mudah2 an jo nampak no tangguang jawab cako akan mabuek pembahasan jadi labiah serius dan mengesampingkan kepentingan dan perbedaan nan ado. Dan awak semua barangkek dari kesamaan pemikiran dan tanggung jawab.
 
 
Wassalam
Tan Ameh
----- Original Message -----
Sent: Saturday, February 09, 2008 12:32 PM
Subject: [R@ntau-Net] Re: Sia nan paling berkepentingan jo ABSSBK

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Feb 9, 2008, 4:42:15 AM2/9/08
to Rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum w.w. Sanak Tasril Moeis dan Nanda Ronal,

Tak ada yang perlu saya tambahkan dari pendapat Sanak dan Nanda ini. Masalahnya: ayo kita tuliskan apa yang belum tertulis, kita luruskan apa yang belum lurus, kita amalkan apa yang sudah lurus. Itu saja.
Mengapa ? Urang Minang alah kambang biak, paralu diagiah pegangan nan jaleh. Disuruah mandalami adat jo agamo tantu rancak, tapi kan indak tiok urang ado wakatu dan ado minat khusus untuak itu. Kini zamannyo untuak bapikia sacaro 'user friendly', untuak mamudahkan nan ka mamakai.

Wassalam,
Saafroedin Bahar


--- On Sat, 2/9/08, Tasril Moeis <tasri...@banuacitra.com> wrote:

arman bahar

unread,
Feb 9, 2008, 5:01:02 AM2/9/08
to Rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum ww
 
Maaf ambo nimbrung sakaki
Takona ambo iklan pelumas Pertamina "Soal Oli ? Tanya Ahlinya"
(Saking populernya, juga dikutip untuk kampanye Gubernur DKI Fauzi Bowo)
 
So, apa mungkin urusan ABSSBK (baca"Islam) bisa di-urus oleh kita2 yang mengaku "awam" soal Islam?
 
Karena Islam ini milik kita semua maka perumusan ABSSBK ini juga hendaknya melibatkan banyak unsur dalam Islam katakanlah misalnya MUI, Muhamammadiyah, NU terutama sekali yang sangat berhak adalah ulama2 Wahabi yang sebagai PEWARIS DA'WAH DAN PERANG PADRI
Maaf sekedar nimbrung
wasalam
abpiliang      

 
Pada tanggal 06/02/08, Tasril Moeis <tasri...@banuacitra.com> menulis:


Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Pak Datuak Endang, Pak Saaf dan dunsanak sapalanta,
Mengikuti diskusi tantang ABSSBK nan indak bisa salasai2 dan kadang2 sangat
panas, timbua pertanyaan: sia nan paling berkepentingan jo penerapan ABSSBK
ko.
Apo kaum adat, kaum ulama atau rakyat badarai.
Dan kalau sampai indak ado kasapakatan apo kiro2 nan katajadi. Salah satu
kemungkinan jo kasadaran ba agamo makin tinggi di masyarakat apo ndak
mungkin adaik ko makin di jauahi.

Wassalam
Tan Ameh (49+3+13)


Rahima

unread,
Feb 9, 2008, 5:24:47 PM2/9/08
to Rant...@googlegroups.com
Wa'alaikumsalamwarahmatullahiwabarakaatuh

Saya tidak tahu harus panggil apa dengan sanak
Bagindo.

Alhamdulillah, cukup bisa mengerti akan persoalan dan
mengerti apa yang saya maksudkan.

Maaf saya jawab secara keseluruhan, karena dua hari
ini saya sangat sibu sekali pelatihan-pelatihan.
Sebelumnya datang penyanyi remaja Gita Gutawa ke
Cairo, dan Indonesia mendapatkan penyanyi terbaik
INTERNASIONAL diseluruh peserta yang hadir, dan saya
diberi tugas untuk mewawancarainya, tetapi ngak bisa
banyak waktu, tetapi acara dengannya cukup lama.

Keesokan harinya, seharian saya ada pelatihan dengan
novelis The Best Seller, "Ayat-ayat Cinta"
Habiburrahman, keesokan harinya malam pertemuan dengan
beliau lagi di Mesjid Indonesia CAIRO, saya juga
diberi tugas mewawancarai beliau,selasanya saya
mengisi perenungan di pengajian Ibu2.Jadi benar-benar
sibuk, begitupun saya sempatkan untuk internet malam
harinya dirumah.

Untuk sanak Dewis, Saya bacakan hadits Rasulullah: "
Sesungguhnya segala amalan itu dimulai dari niat",
jadi terserah sanak apa niat untuk berdiskusi, karena
Allah membalasi sesuai pula dengan niat kita itu. Mo
saya dikatakan tidak tau adaik Minang, itu terserah
penilaian, saya hanya sekali lagi melihat, mendengar,
dan meneliti apa yang saya lihat itu, dan
alhamdulilllah saya menyampaikannya dengan memberikan
dalil-dalil yang jelas dalam AlQuran, bahwa saya
berani mengatakan harta pusaka tinggi itu, yang
pembagiannya hanya pada garis keturunan ibu, tidak
berlandaskan syariat, setiap saya bertanya mana
dalilnya ngak ada satupun yang menjawabnya.Padahal
saya berargumen dengan memakai dalil AlQuran dan
hadits terhadap statement saya pada harta pusaka
tinggi.

Jadi, saya ngak peduli, karena toh..rasulullah juga
ketika menyampaikan kesalahan tentang pembagian
warisan zaman jahiliyyah dulu hanya jatuh pada kaum
lelaki, sangat dikecam oleh orang Arab, macam-macam
yang diterima rasulullah, jadi bagi saya itu biasa
saja.Apakah adaik pusaka tinggi yang jatuh pada garis
keturunan Ibu itu benar sesuai dengan islam? silahkan
dijawab saja. Jawaban hanya dua, kalau tidak benar,
yah salah.Dalam Islam, kalau tidak halal, yah haram,
diantara keduanya yah syubhat.

Untuk dik Ronal, terimakasih, sejujurnya Uni ngak ada
menyinggung Hamka sama sekali, ada ngak tulisan saya
menyinggung Hamka? Kalau boleh sejujurnya saya
menyampaikan, dasar postingan saya kemaren adalah
bahwa ada sebuah Hadits rasulullah bersabda kira-kira
begini bunyinya, nantik saya lihat ada di riwayat
siapa:" Tetaplah kamu dalam kebenaran, meskipun
orang-orang banyak telah ijmak, atau sepakat dalam
kesalahan itu, karena kebenaran tidak dinilai dari
jumlah yang banyak"Dan juga hadits rasulullah:" Kelak
akan datang pada kaumku, dimana orang-orang akan
merasa asing dengan yang benar itu".

Dan saya selalu yakin dengan hadits rasulullah yang
lainnya lagi yang benar adalah yang berpegang pada
AlQuran dan Assunnah rasulullah juga yang berada di
atas jalan itu, Rasulullah dan salafusshalih. Jadi
patokan saya adalah yang diatas itu dalam ABSSBK, ngak
lebih dari itu.

--- bagindochaniago <myamin...@gmail.com> wrote:

>
>
> Assalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh,
> Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-ingginya
> kepada bapak Dr.
> Saafroedin BAHAR dan Sdri. Rahima yang peduli akan
> ABS SBK untuk
> menjadi jati diri Minangkabau yang sebenarnya.
> Nampak jelas bahwasanya ABS SBK yang diharapkan
> adalah Adat yang
> bersumberkan/berhubungan dengan Syarak dan Syarak
> yang bersumberkan /
> berhubungan dengan Kitabullah, dengan demikian Adat
> adalah tradisi
> dari penetrapan yang sesuai dengan Syariat Islam
> (Al-Quran dan
> Hadist).

Sanak bagindo, iyah ini yang saya harapkan.

> Adat yang bertentangan dengan Syariat Islam, tidak
> dapat dipaksakan
> atau dipakai untuk menjadi tradisi bagi seorang
> muslim, karena ini
> mempunyai sifat mendua atau mensekutukan terhadap
> Syariat Islam,
> artinya kita tidak dapat mencampurkan antara air dan
> minyak tanah
> dalam satu benjana. Adat yang bertentangan dengan
> Syariat Islam ini
> jelas tidak berhukumkan kepadanya melain berhukumkan
> diluar itu atau
> sebelum Islam masuk ke Minangkabau.

Benar, saya setuju ini.

> Bila kita tinjau dari lintasan sejarah Minangkabau,
> ABS SBK
> dihasilkan dari perjanjian dibukit marapalam antara
> kaum Adat dan Kaum
> Paderi, konon ketika itu kaum Adat telah beragama
> Islam aliran Syiah,
> sedangkan kaum Paderi kelompok Wahabi yang Islam
> beraliran Sunni, yang
> dibawakan Haji Miskin, Haji A.Rachman Piobang,
> Tuanku Lintau dan
> terakhir dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol.
> Perihal harta pusaka tinggi, memang tidak
> disinggung atau ingin
> merombak pada waktu itu karena setelah itu kaum
> Paderi mengalami
> kekalahan dan kucar kacir, sehingga apa yang
> diharapakan untuk
> pemurniaan dan pelurusan islam di Minangkabau belum
> tercapai,

Mungkin, saya kira juga begitu.

akan
> tetapi hal ini kita tidak usah ada keterkantungan
> terhadapnya, karena
> kita masih ada putra/putri Minang yang peduli akan
> hal itu, demi
> penyempurnaan dan pelurusan "Adat Basandi Syarak,
> Syarak Basandi
> Kitabullah".

InsyaALLAH, Mudah-mudahan Allah menolong. janji Allah:
"Jika kamu menolong agama Allah, Allah akan menolong
kamu".

> Perlindungan dan pertahanan terhadap pusako tinggi
> hingga saat ini
> cukup alot karena ini merupakan periuk nasi untuk
> kelangsungan hidup
> atau buat nambah-nambah pemasukan bagi yang punya,
> walaupun secara
> jujur dengan hati nurani yang paling dalam
> mengatakan bahwa ini tidak
> sesuai dengan syariat Islam.

Iyah, kata-kata untuk sementara ini yang perlu, karena
ini berkaitan dengan masalah umum, bukan pribadi,
kalau pribadi, merubah kesalahan itu haruslah segera,
dan sering saya lihat, saya dengar juga, kalau secara
pribadi sebahagian orang Minang sering melontarkan
kata-kata kalau sudah masalah harta pusaka tinggi
ini:" wah...saya ngak begitu, saya mempergunakan harta
yang sudah dibagi-bagi secara islam, dllnya", secara
pribadi, bertaubat dengan segera sebelum datang maut
menyapa ini jauh lebih baik, lain dengan masalah umum,
ngak bisa langsung masak ayam gorengnya, harus
diungkap dulu, dibumbui dulu. dan ini bisa dimengerti.

PENGAKUAN ini yang penting bagi saya sebenarnya. Kita
mengakui dari hati nurani yang terdalam, kalau itu
ngak sesuai dengan Islam. Karena kalau kita sudah
mengakui, akan mudah merobahnya, walaupun lambat laun,
seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya lama
kelamaan akan hilang juga, yang sulit adalah Tidak mau
mengakuinya. Repot sekali kalau ini.

> Saya setuju apa yang dituliskan bapak Azmi
> Dt.Bagindo tentang
> beberapa manfaatnya; pertama sebagai wadah untuk
> berkumpul atau
> bersatu seluruh keluarga nan saparuik. Nan kaduo
> sebagai bukti hak
> asal usul nan bapandam bapa kuburan basasok
> bajarami. Nan katigo
> sebagai harta cadangan jika ada dunsanak kamanakan
> kita nan barada di
> rantau, kehidupan agak susah atau laki mati, hiduik
> marando kamalah
> badan ka bagantung, inyo ado tampek babaliak, yaitu
> harato pusako
> tinggi. Baliaklah ka kampung dan tinggalah di rumah
> gadang dan ambiak
> hasil harato pusako tu. Namun, kalaulah tabuka pulo
> kesempatan baik
> pai pulolah marantau.

Iyah, saya juga bisa mengerti manfaat yang disampaikan
pak Azmi, itu sebabnya saya ngak menanggapinya, karena
sejujurnya saya juga pakai pikiran dalam penyelesaian
masalah ini, hanya saja, yang benar itu harus saya
sampaikan, saya tak pandai menyembunyikan kebenaran
yang saya ketahui itu, dan ngak bisa secara sindiran,
tetapi benar-benar jelas, karena masalah harta ini
sangat penting tanggung jawab diakhirat sana, sekali
lagi Allah yang telah berfirman :

Hanya Allah yang mengatur permasalahan harta didunia
ini dengan harta-harta yang ditinggalkan oleh ayah
ibu, karib kerabat, karib kerabat baik pihak ibu atau
ayah, suami istri, harta pribadi, umum, perkongsian,
kaum, semua ada aturannya dalam islam, siapa bilang
tidak ada, ADA, hanya kita yang tidak mau mencarinya,
menelitinya secara mendalam, harta yang diwasiatkan
dari satu kaum kepada kaumpun ada ketentuannya dalam
ISLAM, apakah itu harta pribadi, kaum.

Saya juga tidak meminta "harus saat ini juga MINANG
ber Islam sesuai dengan ABSSBK", makanya juga pada Pak
saaf, saya sampaikan, saya cukup mengerti maksud pak
saaf.Karena masalah ini sudah ratusan tahun
berlangsung, makanya sangat sulit merobahnya, tapi
saya percaya, dengan melihat sendiri, kenyataan dari
tahun ketahun bagaimana yang terjadi di Minang ini,
adat istiadatnya banyak yang mulai berubah, dari suka
berjudi, minum, dari yang dulu suami bagai abu diatas
tungku, tanggungjawab ayah lebih dipegang oleh mamak,
mamak bertanggung jawab pada kemenakan,(ini pengakuan
suami, Da Sutan Sinaro, dan banyak orang Minang itu
sendiri)kini dah mulai ngak semacam itu lagi, juga
kawin sesuku, mulai berangsur-angsur, dan lainnya.

perlu
> juga kita kaji
> mudaratnya, saya tulis bawah ini bebearapa hal yang
> hanya saya
> ketahui;
> 1. Pusako tinggi merupakan warisan turun temurun dan
> pengusaanya bisa
> satu orang atau cara bergiliran tergantung
> musyawarah dan mufakat
> dalam satu generasi setingkat mamak, dan generasi
> selanjutnya
> setingkat kemenakan menunggu hingga sampai wafatnya
> dari generasi
> setingkat mamak. Peralihan ini perlu waktu panjang
> antara 60 s/d 90
> tahun, kalau dikaitkan dengan pembangunan dan
> kemajuan zaman maka
> tidak dapat mengikuti dari perubahan zaman, cendrung
> lamban.
>
> Selama proses penantian giliran diantara mereka ada
> yang sakit hati
> karena kurang bijaksana dalam pengelolaannya.

Bukan sekedar itu, seperti yang saya katakan inyiak
Aki saya. beliau dikarenakan ngak punya anak
perempuan, anaknya semua lelaki, maka keturunan,
maksudnya anak lelakinya ngak mungkin lagi bisa
mewarisi harta pusaka tersebut, ngak bisa lagi
memakainya, menggarapnya yang mana harta itu dulunya
adalah harta ibunya, yang ibunya dari ibunya lagi, dan
seterusnya, maka dipakailah cara satu-satunya, yaitu
Menggadainya. Karena apa, karena harta itu ngak bisa
dijualnya, bukan miliknya, tetapi milik kaumnya.
beliau hanya bisa menggarapnya, dan yang hanya bisa
menggarapnya pula hanyalah anaknya perempuan, kalau
ngak ada anak perempuan, maka habislah hak garapnya
tersebut.(Hal semacam ini sebenarnya saya katakan
sudah salah dari awalnya ditinjau dari sisi Islam,
kenapa? saya dah menjelaskan hal ini pada diskusi2
yang lalu)

Untuk diketahui, ketika dikatakan harta pusaka tinggi
merupakan harta kaum yang merupakan amanah, atau yang
sudah diwasiatkan oleh nenek moyang sejak dulunya
sejak puluhan tahun, bahwa harta ini harus jatuh pada
garis keturunan perempuan. Wasiat ini sebenarnya sudah
batal, tatkala yang menerima wasiat sudah meninggal
dunia(meskipun banyak orangnya, tetapi yang hidup saat
itu, walau jumlahnya banyak, tetap meninggal jugakan,
nah kalau sudah meninggal, batal wasiat pertama,
sampai ada wasiat, yang harus diucapkan juga secara
jelas, siapa orangnya, siapa kaumnya(ingat, jumlah
orang yang diwasiatkan dalam ketentuan Islam bila
bentuk kaum pun memiliki hitungan batas angka).

Kemudian, jujur saya katakan, kalau saja yang
berwasiat itu dulunya, apakah satu orang, atau bentuk
kaum, bila itu bukan hak orang tersebut, bukan milik
kaum tersebut, tetapi mereka hanya hak pakai saja,
yakni meminjam, pada hakikatnya kalau itu bukan milik
mereka, wasiat tidak sah dalam islam. JADI BATAL HUKUM
ORANG YANG MENGATAKAN TANAH PUSAKA TINGGI ADALAH TANAH
AMANAH, tidak sah mewasiatkan barang yang bukan milik
kita, bukan milik kaum tersebut? jadi ada berapa
kesalahan yang terjadi pada harta pusaka tinggi
MINANG?

Pertama: Ketentuan yang mengatakan harta jatuh pada
garis keturunan perempuan saja, dimana ketentuan ini
jelas salah dalam Islam, kemudian, kedua Dalam hal
pemberian amanah, atau wasiat harta tersebut, karena
tak ada wasiat kalau bukan milik pribadi atau kaum,
apakah itu wasiat memiliki, ataupun wasiat bentuk lain
semacam memakai, menggarap dllnya. Batal
hukumnya.Keterangan semacam ini, bisa dibaca dalam
buku Fiqh atas empat madzhab, bab wasiat, disana
dijelaskan macam-macam harta dalam Islam WASIAT<
HIBAH< Pinjaman, wakaf, peninggalan dllnya.


> 2. Ada alasan orang minang merantau karena tidak
> memperoleh giliran
> atas pusako tinggi sebagai jaminan kelangsungan
> hidupnya dikampung
> 3. Banyak pusako tinggi yang berakhir dengan status
> Quo, atau tergadai
> yang dikarenakan punahnya dari generasi itu atau
> ditinggalkanya begitu
> saja karena tidak ada yang menebusnya..

Saya rasa, ini akibat, dari awalnya harta pusaka
tinggi, tidak dibagi secara islam, juga memang sudah
salah mengamanahkannya, ngak ada amanah, kalau bukan
hak milik, dan amanah,batal setelah yang diamanahkan
itu meninggal,

Kemudian, penyebabnya juga adalah, terkadang seperti
contoh kasus, seorang ayah meninggal dan anak-anak,
merasa segan untuk membagi-bagi harta ayahnya, hal ini
ada perasaan malu, seakan-akan tamak akan harta,
padahal Islam menganjurkan agar setiap muslim
menyegerakan pembagian harta bila sang mayat telah
meninggal, betapa islam sangat telitinya dalam
berbagai hal, sampai-sampai meninjau sangat jauh, yang
mana kita tak memikirkan mudharat kepada keturunan
yang lebih jauh, (BENAR apa yang disampaikan dik Fazar
kemaren)lihatlah, apakah harta pusaka tinggi dapat
menyelesaikan masalah selama ini, yang saya lihat lagi
kenyataannya betapa banyaknya di Minang itu orang
berantam gara-gara harta ini, baik itu harta pusaka
tinggi, ataupun pusaka rendah, malah yang sering saya
lihat berantam adalah harta yang ditinggalkan secara
jalan semacam ini, bukan harta pusaka yang
ditinggalkan oleh pencaharian sang ayah.

Dan menurut penilaian saya akibat dari semua ini, maka
pembangunan diSumbarpun jauh ketinggalan dari daerah
lain. yah..malaslah orang membangun pabrik, membagun
investasi, karena banyak sekali problemanya. Lihat
saja gedung yang sudah hampir jadi dekat kampung Cina,
kalau saya ngak salah, diruntuhkan, karena
permasalahan harta pusaka tinggi tadi, saya tanya sama
orang disekitar atau tetangga disana, kenapa
diruntuhkan? Jawabnya: " Karena ada datuk-datuk yang
tak setuju..."


> Diakui bahwa karena pusako tinggi inilah salah satu
> kunci penyebab
> mengapa kita enggan untuk menetrapkan Syariat Islam
> di Minangkabau.
> Namun ada suatu bukti bahwa Mahkamah Agung dapat
> mengabulkan dan
> mengembalikan pusako tinggi kepada Anak, ketika ayah
> dan keturunannya
> yang saparuik telah tiada, hal ini mengacu kepada
> Syariat Islam.

Alhamdulillah kalau begitu. Sekali lagi benar kata
saya, kalau harta pusaka tinggi selama ini berlawanan
dengan hukum Islam, tetapi jarang yang mau
mengakuinya, bahkan ocehan yang saya terima saat saya
menyampaikan ini. Saya bilang Adat Minang tentang
pusaka, kawin sesuku, dan adatadat lainnya tak sesuai
dengan Islam(tentu khusus dengan adat-adat yang saya
sampaikan saja, yang lainnya tentu tidaklah, masih ada
yang sesuai dengan hukum islam koq), wah...macam-macam
yang saya terima, yah saya sabar dan biasa aja, bahkan
gara-gara diskusi dan permasalahan ini menjadikan
timbul ide briliant untuk pribadi saya,saya jadi ingin
menulis tentang ini, dan selama ini saya hanya meminta
kejelasan dalil syariatnya, karena ABSSBK. kalau tidak
karena slogan itu, sungguh, saya ngak minta dalilnya.

> Kalau nenek moyang kita pakai membuat sistem pusako
> tinggi kenapa kita
> tidak bisa merubah ke sistem yang lebih baik dan
> Islami.
> Demikian tulisan saya buat, atas keslahan dan
> kejanggalannya saya
> mohon maaf dan kepada Allah SWT saya mohon ampun,

BENAR, Lihatlah Islam masa sebelum turun ayat warisan.
Harta jatuh pada lelaki saja, baik itu harta pribadi
hasil pencarian mereka, harta perang mereka, harta
nenek moyang mereka, mereka bagikan khusus untuk kaum
lelaki saja, kenapa kita tak merubah sesuai dengan
syariat ISLAM? Bukankah Rasulullah menjadi tuntutan
kita, dan bukankah jadi pegangan kita apa-apa yang
ditinggalkan oleh beliau, dan bukankah keridhaan Allah
saja yang kita cintai. BUKANKAH Allah berfirman: "
Katakanlah wahai Muhammad, jika kamu mencintai aku,
maka ikutilah aku, Allah akan mencintai kamu, dan
mengampuni kesalahan kamu, dan Allah maha pengampun".

Apakah kita tidak ingin termasuk golongan yang
selamat. Ngak ada diantara kita yang mau masuk
golongan yang 72 itu, Ngak ada siapapun yang mau masuk
neraka, dan golongan yang selamat hanya berpatokan
pada apa yang disampaikan oleh Allah dan rasulnya
serta pemahaman salafusshalih, ngak lebih dari itu.

Saya aja secara pribadi, adalah manusia yang banyak
kekurangan, banyak kekhilafan, tetapi selalu berusaha
untuk kesana, kalau ada orang yang menyampaikan hadits
lebih kuat dari hadits yang saya sampaikan, atau saya
ngak berdalil, dia berdalil, terusterang, saya
mengikuti yang berdalil itu juga koq, meski saya ajak
diskusi sana sini dulu untuk mengorek ilmu yang ada
padanya. Sebab ciri-ciri dari sifat Ahlussunnah
waljamaah dengan pemahaman salafusshalih adalah
melihat kepada ayat qat'i, melihat ayat atau hadits
secara lahirnya, (Ayat-ayat warisan sangat jelas)

Juga saya akan teguh memegang pendapat saya, sepanjang
saya berdalil, dia ngak berdalil, karena saya ngak mau
masuk golongan yang 72, masuk neraka itu.Saya mau
masuk surga, saya rasa semua yang ada disini pasti
ingin masuk surga . Tetapi apakah segampang itu?
Tidak, banyak lika-liku, lukanya, banyak ujiannya. Dan
orang yang berhasil adalah orang yang lulus dari ujian
berat tersebut.

Semakin besar tingkat ilmu seseorang, semakin sarjana
seseorang,maka tingkat ujian yang diberikan Allah
kepadanya juga akan semakin tinggi. Apakah itu tingkat
keimanannya, tingkat ujiannya dalam menegakkan kalimah
illahi, ataupun cobaan yang menimpanya.Betapa Allah
memberikan derajat ulul azmi pada beberapa orang nabi,
itu semua karena kesabaran mereka dalam berdakwah.

Dan saya ingin mencapai jalan-jalan semacam itu, itu
sebabnya, ejekan, cacian makian, bahkan pujian, cobaan
atau apapun yang saya hadapi, alhamdulillah saya
menyikapinya dengan biasa saja, tenang aja, dan
serahkan pada Allah Subhanahu Wata'ala, saya berdakwah
hanya ingin dicintai oleh Allah, betapa indahnya hidup
dengan kecintaan Allah, melebihi dari kesenangan
apapun didunia ini.

Demikian, saya akhiri kalam saya dengan permohonan
maaf, kalau ada yang salah dari kata-kata saya,
sekarang terserah masing-masing kita, jalan mana yang
akan kita tempuh, jalan yang berdalillkah, atau tidak,
jalan yang ada tuntunannya dalam AlQuran sunnahkah,
atau tidak, jalan yang sudah ditentukan oleh Allahkah
atau tidak, tetapi sekali lagi, setiap perkataan kita,
perbuatan kita, bahkan ketetapan kita dan dukungan
kitapun semua akan dipertanggungjawabkan kelak
diakhirat sana.

Karena bukan dosa yang hanya peminum khamar saja
tetapi yang menyediakan, membawa, menanam dan yang
berhubungan dengan itu juga kena dosa getahnya.Segala
sesuatu didunia ini akan dipertanggungjawabkan kelak
dihadapan ALLAH ta'ala. Bukan yang menanyai kita ortu,
kaum, presiden, datuk, tetapi Allah yang bertanya
langsung pada kita. Sanggupkah kita menghadapi
pengadilan Allah ta'ala kelak dengan modal seadanya,
atau bahkan kurang, syukur kurang malah berhutang,
saking banyaknya dosa yang kita pikul, karena apa,
sebagaimana keluhan orang-orang ahli neraka ketika
ditanya Allah. "BUKANKAH telah datang kepada kamu
petunjuk para Rasul kami, Sudah ya Rabb, tetapi kami
mengindahkannya".Alias tak mengikutinya, kami hanya
mengikuti hawa nafsu kami, nenek-nenek moyang kami,
sementara nenek moyang kalian itu, jangankan untuk
membela keturunannya, dirinya sendiri susah
diperjuangkannya.

Wassalamu'alaikum. Rahima.Cairo 10 Pebruari 2008

>
> Wassalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh,
>
> Mybagindochaniago, Visit Musi 2008
>
>
>
>

____________________________________________________________________________________


Never miss a thing. Make Yahoo your home page.

http://www.yahoo.com/r/hs

Sjamsir Alam

unread,
Feb 9, 2008, 6:27:27 PM2/9/08
to Rant...@googlegroups.com
Pak SS

Nak sato lo ambo snek, hah. Nan acok tajadi adolah sabagian urang nan cadiak
pandai dalam agamo basikareh manyalahan urang lain nan manyandaan argumennyo
ka adaik kalau dirasonyo batantangan jo konsep2 Quran dan Hadits atau sumber
hukum Islam lainnyo. Pasti iko ndak kan bisa batamu doh, dek perbedaan latar
belakang. Konsep Islam 100% indak mengenal sajuta adaik budaya banso lain di
dunia lua jazirah Arab sabab Islam kan lahia di Arab.
Jadi di sikolah suliknyo managakan ABSSBK ko, kok pakar Islam bakandak
sagalo konsep adaik harus dibuang kalau balawanan jo konsep sumber hukum
Islam. Rasonyo ndak mungkin basikareh takah tu. Paralu dipilah-pilah, nama
nan batua2 konsep dasar nan bisa mambateh biliak masuak dan kalua Islam.
Manuruik ambo nan bodoh dalam hal iko ko ha, konsep harato pusako tinggi nan
mawariskan harato dari dan ka padusi dari fihak ibu indak ka mambuek
praktisinyo kapia bagai doh.

Kok iyo laluan, kok ukan tukai.

Salam,

mak Sati (70+11+8)

Tabiang

----- Original Message -----
From: "hambociek" <hamb...@yahoo.com>
To: <Rant...@googlegroups.com>

Sjamsir Alam

unread,
Feb 9, 2008, 7:18:13 PM2/9/08
to Rant...@googlegroups.com
Pak Saaf,
 
"Masalahnya: ayo kita tuliskan apa yang belum tertulis."
 
Kok baiko baanyo: Pak Saaf mulai mangarajokan "manulih" ko. Pak Saaf, alhamdulillah kok lai ado volunteer nan ka manolongi, muloi mambuek konsep, dan konsepko dilewakan di RN 'bit by bit' untuak kito pakunyahan basamo. Jan dipadebatkan. Kito tarimo sagalo saran perbaikan dan penyempurnaan. Hasilnyo nan diharapkan: "Ko konsep kompilasi hukum ABSSBK rang rantaunet". Konsep ko disarahan ka LKAM, MUI, Pemprov, dsb. untuak penyempurnaan. Mungkin paralu sosialisasi ka golongan2 nan mungkin punyo kepentingan. Simpulkan, sampai ka draft akhir nan kadibukukan dan dijadikan pedoman bagi urang Minang nan amuah mempedomani. Iko kan sipaiknyo voluntary, indak compulsory saroman KUHP.
 
Rasonyo 'bahasan' dan 'pembahasan' sajak saisuak di RN ko lah labiah dari cukuik.
 
Kok iyo laluan, kok ukan tukai.
 

mak Sati (L. 70+11+8)

Tabiang

 

Sjamsir Alam

unread,
Feb 9, 2008, 7:40:57 PM2/9/08
to Rant...@googlegroups.com
Rahima,

Kan sulik maimbau apo ka Bagindo kan?

Jadi sagalo rang RN, apo bareknyo manulihan umua sasudah namo tandotangan,
dek sagalo awak lah maklum, maimbau urang badasarkan "Kato Nan Ampek" dan
umua adolah kriteria pokok nan dipagunokan untuak mamiliah Kato Nan Ampek
ko.

mak Sati (L. 70+11+8)

Tabiang

Rahima

unread,
Feb 9, 2008, 7:49:53 PM2/9/08
to Rant...@googlegroups.com

--- hanifah daman <iff...@yahoo.com> wrote:

>
> AWW bundo. Bundo mano mungkin urang indak baradaik
> mampu mamahami tali kakarabatan sasuku. Indak pulo
> punyo kamamptan untuak manggunokan matematika. Dari
> pado buang energi badebat, rancak di pabanyak
> baibadah. Wass. Hanifah

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikumwarahmatullahiwabarakaatuh.

Innaalillahiwainaailaihiraajiuun.

Kenapa yah susah sekali mengucapkan salam dengan
Assalamu'alaikum, tetapi masih juga memakai
AWW...Wass.. Padahal sudah dijelaskan oleh banyak
pihak akan hal ini yang berlandaskan argumen yang
kuat.

Saya teringat firman Allah ta'ala : " Wahai
orang-orang beriman, janganlah suatu kaum memperolok
akan kaum yang lain, juga perempuan akan perempuan
lain,bisa jadi orang yang kaum perolokkan itu jauh
lebih baik dari yang memperolokkan".

Wassalamu'alaikum. Rahima


____________________________________________________________________________________


Looking for last minute shopping deals?

Find them fast with Yahoo! Search. http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Feb 9, 2008, 8:04:50 PM2/9/08
to Rant...@googlegroups.com, Prof Dr Taufik ABDULLAH, Prof. Dr Azyumardi AZRA, ismailtaufiq Taufiqismail, Suryadi, Ilhamdi TAUFIK, Dra. Adriyetti AMIR, SU, MH Bachtiar Abna SH, Dr. Gusti ASNAN, Kurnia WARMAN, S.H., M.H., Warni DARWIS, Dra Sri SETYAWATI, MA
Mak Sati,

Usul Mak Sati ko sangaik konkrit, dan ambo dukuang panuah. Hanyo karano ambo bukan pakar adat dan bukan pulo pakar agamo -- tapi hanyo sakadar urang nan risau sajo taradok indak jalehnyo baa caro malaksanakan ABS SBK ko -- mako ambo cari para sanak kito nan labiah ahli. [Minaik pribadi ambo sarato mato kuliah nan ambo paliharo di S2 UGM adolah Etnisitas dan Integrasi Nasional].
            Syukur Alhamdullillah, baik dalam Semiloka Hak Masyarakat Hukum Adat Minangkabau di Unand Padang tanggal 19-21 Juni 2007, dalam Sarasehan Perlindungan Hak Konstitusional Masyarakat Hukum Adat di Gedung Mahkamah Konstitusi Jakarta tanggal 10 Desember 2007, dan paliang akhir dalam Seminar Perang Paderi di gedung Arsip Nasional Jakarta tanggal 22 Januari 2008 alah nampak dan alah basadio babarapo tanago pakar nan siap manyingsiangkan langan baju. Izinkan ambo manyabuik baliak namo-namo baliau nan alah basadio, yaitu Ibu Dra Adriyetti Amir SU, Dr Gusti Asnan, Ilhamdi Taufik, SH., MH, Bachtiar Abna SH, MH, Kurnia Warman, SH. MH. Tantu saluruah baliau-baliau ko dikoordinasikan dek pak Rektor Unand, Prof Dr.Ir Musliar Kasim. [Ambo juo manyarankan Angku Azmi Dt Bagindo -- nan rajin mananggangapi masalah ABS ~SBK ko dalam RN-- untuak diikutkan].
            Saparati kito katahui, dalam partamuan panguruih Gebu Minang jo pak Gubernur, Ketua DPRD Propinsi, dan Sekdaprov di Jakarta baru-baru ko, baliau-baliau bukan sajo satuju, tapi juo mandukuang panuah disusunnyo Kompilasi Hukum ABS SBK ko.
            Mungkin ado rancaknyo kalau di Ranah ado juo babarapo tanago pamaduli  nan taruih manaruih mandorong kagiatan ko labiah lanjuik, sahinggo dalam wakatu paliang lamo duo tahun alah ada draft paratamo, nan kudian bisa disamparonokan labiah lanjuik.
           Adapun sacaro teknis, ado duo langkah nan bisa kito ambiak.
Paratamo: himpun dulu apo sajo masalah nan ka dimasuakkan dalam Kompilasi Hukum ABS SBK tu. Di DPR RI, himpunan masalah ko dinamokan 'Daftar Inventarisasi Masalah' atau 'DIM'. Nampak dek ambo, nan agak seru dibahas dalam RN salamo ko adolah masalah harato pusako. Dalam taraf ko,pusek paratian adolah pado judul topik, alun masuak ka materi.
Kaduo     : sagalo saran rumusan nan sasuai jo ABS SBK ditampuang dulu, indak ado nan ditulak, tapi dilatakkan dalam 'bracket'. Sagalo pandapek, dari nan paliang kareh sampai nan paliang lunak, dicatat, baru kudian dikubak ciek-ciek. Mano-mano nan alah dimufakaiki, dikaluakan dari 'bracket'-nyo.
          P.S: kalau memang paralu, tapi hanyo sakadar contoh, dan untuak pamanciang sajo, dan kito latakkan dalam 'bracket',  ambo cubo malah marumuskan agak duo tigo. Ambo inok-inokkan malah dulu, mak Sati.

Wassalam,
Saafroedin Bahar


--- On Sat, 2/9/08, Sjamsir Alam <es...@telkom.net> wrote:
From: Sjamsir Alam <es...@telkom.net>
Subject: [R@ntau-Net] KOMPILASI HUKUM ABSSBK
To: Rant...@googlegroups.com

hambociek

unread,
Feb 9, 2008, 8:16:06 PM2/9/08
to Rant...@googlegroups.com
Mak Sati,

Ambo raso-raso (rosok-rosok) lo go ah, mungkin ambo manyonsang
aruih. Matrilineal indak ka mangapiakan Urang Minangkabau doh.
Bahkan subaliakno, dalam konsep Matrilneal ko lah Urang Minangkabau
tampakno labiah salangkah labiah maju mandahulukan mamuliakan Kaum
Ibu, manganggap Sarugo di Bawah Tapak Kaki Bundo.

Bapahalo malahan, karano Mamuliakan Bundo ko malah manjalankan
Sunnah. Takana lo di ambo saketek, kalau ndak salah, ado tigo kali
Rasulullah ditanyo manganai Adab Anak ka Urang Tuo, sia nan harus
awak cintoi. Jawab Baliau, tigo kali ka tigo tanyo tu, Bundo, Bundo,
Bundo!

Urang nan batanyo manyasakkan pulo salangkah lai, sudah Bundo sia
lai Ya Rasullullah? Ayah!

Salam,
Nyiak Sunguik
-- Sjamsir Sjarif

er...@mail.tempo.co.id

unread,
Feb 10, 2008, 12:29:17 AM2/10/08
to Rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum ibu Rahima,
jika jadi ibu menulis buku, tolong saya dicatat sebagai
pemesan gelombang pertama. saya tertarik sebagai bahan kajian pribadi
dan mana tahu mungkin anak-anak saya juga perlu nantinya.
semoga Allah SWT memberi kekuatan dan kelapangan dalam penulisan.
wassalam
erwin z

Sjamsir Alam

unread,
Feb 10, 2008, 2:14:38 AM2/10/08
to Rant...@googlegroups.com
Rahima,

"Kenapa yah susah sekali mengucapkan salam dengan Assalamu'alaikum, tetapi
masih juga memakai AWW...Wass.. "

Jawabnyo cuma masalah praktis dalam manulih, ndak labiah ndak kurang. Jadi,
manuruik ambo, sapanjang mukasuiknyo samo dipahami dek nan manulih jo nan
mambaco dalam baimel ria ko, ndak paralu pulo dipersoalkan.
Kito harus ingek, bahwa tiok urang ingin nak capek. Malah banyak posting nan
manabrak kaidah penulisan baku dan sangat banyak tulisan asal jadi. Kadang2
bakarunyuik kaniang awak mamahaminyo dek baitu banyak kasalahan ketik dan
singkatan2 nan nyo buek surang. Apo lai dalam mangirim dan manarimo sms,
sakik kapalo awak mambaconyo.

mak Sati (70+11+8)

Tabiang

----- Original Message -----
From: "Rahima" <rahim...@yahoo.com>
To: <Rant...@googlegroups.com>
Sent: Sunday, February 10, 2008 7:49 AM
Subject: [R@ntau-Net] Re: Balasan: [R@ntau-Net] Re: Sia nan paling
berkepentingan jo ABSSBK


>
>

Sjamsir Alam

unread,
Feb 10, 2008, 2:28:59 AM2/10/08
to Rant...@googlegroups.com
Pak Saaf,
 
Nampaknyo langkah nan lah balangkahkan lah agak jauah. Jadi barangkali mari kito sarahkan sajo ka para pakar nan lah manyadiokan diri untuak terlibat dalam penulisan kompilasi ko.
Adidunsanak jo anak kamanakan di RN nan baniaik ka "sato sakaki" labiah rancak basipaik sumbang saran, dan Pak Saaf lah basadio mahimpunnyo. Jan pulo sakik hati dan maranyuak kok saran awak nantik indak muncul dalam buku kompilasi ko. Kok ado nan maraso batantangan jo salah satu dalil dalam sumber hukum agamo awak, kito jadikan catatan untuak penyempurnaan di edisi berikutnyo. Kan kompilasi ko ndak mungkin sakali lacuik lansuang bulek samporono. Kudian kito kunyah2 lo baliak. Lagi pulo iko kan cuma usao manyusun jo manulihkan nan salamo ko baserak-serak. Sakali lai, kompilasi bukan undang-undang, tapi pedoman untuak urang Minang nan amuah mampedomani nan sipaiknyo, sakali lai, voluntary, bukan compulsory.

Miftah N. Sabi

unread,
Feb 10, 2008, 5:28:39 PM2/10/08
to RantauNet
Assalamualaykum Warahmatullahiwabarokatuh...


MIFTSabri


-----Original Message-----
From: "Sjamsir Alam" <es...@telkom.net>

Date: Sun, 10 Feb 2008 14:14:38
To:<Rant...@googlegroups.com>

Rahima

unread,
Feb 10, 2008, 2:31:52 AM2/10/08
to Rant...@googlegroups.com
Mak Ngah, semoga Mak Ngah diberi kesehatan. Ambo mohon
maaf, ada hutang yang belum kebayar sama mak Ngak.
Bukan apa-apa, karena belum bisa menjawabnya secara
keilmiyahan.lagi sedang dicari. Mak Ngah kalau
memberikan pertanyaan luar biasa hebatnya.

Mengenai sistem matrilineal dalam Minang, benar
seperti kata Mak Ngah, tidakkan mengkafirkan orang
Minang bagai doh. Bahkan Islam sangat memuliakan
perempuan ketimbang lelaki, tetapi sellau dalam
konteks yang benar.Tidak ada rasanya bangsa lain yang
memuliakan perempuan selain di Minangkabau ini.

Hanya saja, saya khawatir, dan kekhawatiran itu bukan
ngak beralasan, sebab saya menijaunya dari sikap
Minangkabau terhadap harta pusaka tinggi, sikap kita
seharusnya jangan semacam Kaum yahudi, atau Nasrani
yang berlebih-lebihan terhadap agamanya.

Sikap kita hendaknya jangan sampai semacam kaum
Jahiliyyah yang memberikan semua hartanya pada lelaki.
Sementara kita adat di Minang ini, harta pusaka tinggi
jatuh pada garis keturunan pihak ibu saja, apa bedanya
kita dengan kaum Jahiliyyah sebelum Islam datang,
kalau begitu dari sisi substansinya, meski garisnya
saja yang lain, jahiliyah garis lelaki saja, kita,
garis Ibu saja.

Tidak ada hukum waris yang jauh lebih baik, lebih
adil,lebih memandang jauh kebelakang selain hukum
waris dalam Islam, yang telah ditetapkan oleh Allah
Subhanahu Wata'ala.

Soal bagaimana kaum Minang memuliakan perempuan dari
sisi kaum lelaki bisa mengalah, dan ini saya lihat
berdampak pada baiknya kaum lelaki, (tetapi setiap ada
dampak positif, tentu ada pula dampak negatifnya, baik
terhadap kaum lelaki, ataupun perempuan itu sendiri).

Saya selama ini cukup mengenal banyak kaum lelaki
Minang, luar biasa baiknya(mungkin ini juga penyebab
saya memilih menikah dengan lelaki Minang, bagaimana
cara penghormatan terhadap istri, pengalah, sabar,
tanggungjawab yang tinggi, dan segala macamnya, dan
itu bukan satu dua lelaki yang saya kenal
dekat,sampai-sampai saya berfikir, apakah ini dampak
positif dari sistem Matrilinial tersebut? makanya
dalam masalah ini, saya cukup mendukung.

Yang saya tidak dukung adalah yang saya lihat
bertentangan dengan ajaran islam yang telah
jelas-jelas ada ketentuannya dari Allah dan RasulNya.

lantas, okelah, kalau memang sistem kita ini tidak
menjadikan orang Minang sampai kafir, bisa bahaya
kalau kita katakan kafir, Allah malah marah besar
mengatakan seseorang kafir, apalagi suatu kaum tanpa
keterangan dari Allah ta'ala, atau rasulNya.Tetapi
bukankah Allah menyuruh kita hambaNya untuk masuk
dalam Islam secara kaffah dalam firmanNya:" Wahai
orang-orang beriman, masuklah kamu dalam agama islam
secara keseluruhan, dan janganlah kamu sampai mati
kecuali kamu dalam keadaan Islam".

Jangan sampai pula kita sebagaimana yang digambarkan
Allah dalam firmanNya:" Apakah kamu mempercayai
sebahagian kitab, kemudian mengingkari sebahagian
lainnya, lantas apakah balasan orang yang berbuat
semacam itu, selain kehinaan didunia, dan kelak dihari
kiamat akan dikembalikan kepada azab yang sangat
pedih".

Saya sangat bersyukur sekali terhadap tanggapan dari
sanak Bagindo, bahwa pada hakikatnya mengakui secara
hati nurani, bahwa adat Minang, masalah harta pusaka
tinggi yang jatuh pada garis keturunan ibu, diakui
dari dalam hati nurani yang terdalam, tidak sesuai
dengan hukum Islam. Alhamdulillah sekali. pengakuan
itu sangat perlu, walau yah..mungkin masih merasa
berat untuk mengakuinya secara terang-terangan, atau
bahkan ada juga yang mungkin merasa gengsi, atau
apalah namanya.Yang pentingkan apa yang ada didalam
hati dulu, yang diluar hati bisa menyusul belakangan
meskipun lambat laun.

Wassalamu'alaikum. Rahima.

--- hambociek <hamb...@yahoo.com> wrote:

>
> Mak Sati,
>
> Ambo raso-raso (rosok-rosok) lo go ah, mungkin ambo
> manyonsang
> aruih. Matrilineal indak ka mangapiakan Urang
> Minangkabau doh.
> Bahkan subaliakno, dalam konsep Matrilneal ko lah
> Urang Minangkabau
> tampakno labiah salangkah labiah maju mandahulukan
> mamuliakan Kaum
> Ibu, manganggap Sarugo di Bawah Tapak Kaki Bundo.
>

Sjamsir Alam

unread,
Feb 10, 2008, 2:37:57 AM2/10/08
to Rant...@googlegroups.com
Nyiak,

Kan iko nan marisau di ambo. Sabagian awak di palanta ko indak mancari nan
akomodatif doh, tapi bapandapek sistem matrilinial indak sasuai jo agamo
Islam nan patrilinial. Kok sacaro ekstrim iko dijadikan pedoman, sagalo nan
indak sasuai jo konsep asli Islam (nan tantu dipangaruahi dek budaya Arab
zaman nabi saisuak,) indak sah, akibaiknyo sagalo rang Minang kan ndak
mungkin ba agamo Islam. Kan jadinyo kito musti mamiliah: Kok nak baagamo
Islam baranti jadi urang Minang, kok nak tatap jadi urang Minang, baranti ba
agamo Islam.

Runyam, ndak?

Nah, pendahulu awak lah mancubo bantuak nan akomodatif. Itu lah nyo ABS SBK.

mak Sati (70+11+8)

Tabiang

----- Original Message -----
From: "hambociek" <hamb...@yahoo.com>
To: <Rant...@googlegroups.com>

hambociek

unread,
Feb 10, 2008, 2:48:31 AM2/10/08
to Rant...@googlegroups.com
Mak Sati sarato Rang lapau nan Basamo,

Bahkan ado kabiasaan manulih pendek "Ass" untuak mangucapkan salam
di muko postiang. Walaupun iko tampaknyo lah kabiasaan umum, banyak
urang Indonesia nan manulih pendek cando itu, namun dahulu lah panah
rasonyo ambo ingekkan di Lapau ko nan bahaso postiang awak tabukak
untuak urang-urang di Lua Lapau. Bagi urang nan babahaso Inggirih,
mancaliak kato "Ass" tu pasti malimbua darahnyo, atau bakarunyik
kanyiangnyo, atau galak nabi sajo saroman Nyit Sungut.

Mungkin banyak awak nan indak tahu, "Ass" itu dalam Caro Inggirih
aratinyo "Lubang Dubur"...

Bagi Urang Malaysia nan lah lamo mamakai bahaso Inggirih dari pado
Urang Indonesia, mareka manyinkgekkan "Akum" dalam salam sms mareka.

Salam,
--Nyit Sungut
75 jo th Islam, 73 jo th Gregori
Sjamsir Sjarif

--- In Rant...@yahoogroups.com, "Sjamsir Alam" <esja@...> wrote:
>

hanifah daman

unread,
Feb 10, 2008, 2:53:54 AM2/10/08
to es...@telkom.net, Rant...@googlegroups.com
AWW mak sati n p saaf. Wakau di kampuang hanifah sapanjang nan hanifah tau hukum adat indak pernah di tulih. Adat adolah kabiasaan nan balaku di kampuang. Dek panghuni kampuang indak abadi, kadang labiah alim dari nan sabalunno, kadang labiah mancingkahak. Itu tantu bapangaruah tahadok adaik itu sendiri. Ado maso kahidupan bajalan sasuai jo ABSSBK, ado maso abssbk hanyo slogan. Jadi hanifah satuju ado dokumentasi tantang abssbk yang standar. Oh iyo kan adaik salingka nagari, baa manyamokan nan babeda? Bantuak laki2 piaman bajapuik. Di tampek kami indaj doh. Kan ado pulo bedo adat antaro kaduo sesepuh, baa pulo manyamoan no du? Itu sen dulu tanyo ifah. Wass. Hanifah.


____________________________________________________________________________________


Be a better friend, newshound, and

know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

Z Chaniago

unread,
Feb 10, 2008, 2:54:52 AM2/10/08
to Rant...@googlegroups.com
Assalamu'alaikum Ww.
 
IMHO ABSBSK itu marupokan titik temu pandangan iduik urang Minang yang Beragama Islam.....yang menuju Islam yang Kaffah dan menuju Minang yang Beradat......, sadonyo masih dalam proses.... dan dalam proses tsb tantu ado sasuai dan indak sasuai ..menuju ke keseimbangan....  titik keseimbangan itu nan tiok urang indak samo....,
 
Dalam proses iko juo ... ado nan maju... ado nan jalan di tampek... ado nan suruik ka balakang......
 
Wassalam
 
Z Chaniago - Palai Rinuak

 
2008/2/10, Sjamsir Alam <es...@telkom.net>:

Nyiak,

Kan iko nan marisau di ambo. Sabagian awak di palanta ko indak mancari nan
akomodatif doh, tapi bapandapek sistem matrilinial indak sasuai jo agamo
Islam nan patrilinial. Kok sacaro ekstrim iko dijadikan pedoman, sagalo nan
indak sasuai jo konsep asli Islam (nan tantu dipangaruahi dek budaya Arab
zaman nabi saisuak,) indak sah, akibaiknyo sagalo rang Minang kan ndak
mungkin ba agamo Islam. Kan jadinyo kito musti mamiliah: Kok nak baagamo
Islam baranti jadi urang Minang, kok nak tatap jadi urang Minang, baranti ba
agamo Islam.

Runyam, ndak?

Nah, pendahulu awak lah mancubo bantuak nan akomodatif. Itu lah nyo ABS SBK.

mak Sati (70+11+8)

Tabiang

--
Z Chaniago - Palai Rinuak

Sukseskan Peringatan Enam Dasawarsa SMPN 1 Maninjau Ikut Membangun Pendidikan di Indonesia (1948 - 2008), 3- 5 Oktober 2008
" Pertama SMPN di Kecamatan di Indonesia "

hambociek

unread,
Feb 10, 2008, 3:27:41 AM2/10/08
to Rant...@googlegroups.com
Iyo Mak Sati, bahkan rasono ado pihak nan ektrim mangecekkan nan
bahaso Urang Minangkabau ko ka baguliang-guliang masuak narako
kasadoalahe karano adaikno babeda jo adaik Urang Arab tu. Kok
didangaan bana urang nan mangecek saroman tu tantu iyo maramang bulu
kuduak awak jadino kan?

Padohal kabanyakan Urang Minangkabau mungkin labiah tunggang tunngik
sumbayang wajib, sunat, batahajud tangah malam bagai, rasono indak
ka kalah doh ibadaikno dari kabanyakan Urang Arab tu.

Ambo raso, Tuhan Allah Subhana huwa ta'ala indak ka sajaek tu bana
doh ka mahampokkan ummatNyo Urang Minangkabau nan matrilineal ko ka
dalam Api Garang tu. Kan Baliau juo nan manciptakan Urang Awak
saroman itu.

Jadi, fasabrun jamiil se lah awak mambaruik dado, mahadoki nan
ekstrim-ekstrim tu, karano bukan mereka nan manantukan, tapi Allah
Subhana huwa ta'ala:

"Sasungguahno kapado kami mareka 'kan kumbali,
Kami pulolah nan ka mamparetongkan nasib mareka."

"Inna ilainaa iyaabahum,
Tsumma inna 'alainaa hisaabahum."

Salam,
--Nyiak Sunguik
Sjamsir Sjarif

--- In Rant...@yahoogroups.com, "Sjamsir Alam" <esja@...> wrote:
>

hanifah daman

unread,
Feb 10, 2008, 4:23:05 AM2/10/08
to hamb...@yahoo.com, Rant...@googlegroups.com
AWW nyiak sunguik. Taragak lo sato ma ota jo nyiak sunguik. Nyiak, ancak disigi latar balakang urang nan ekstrim2 dun. Kan ado juo dikampuang tapi taraso di rantau, dek di lua dari sistim. Atau tapaso kalua dari sistim. Kalau nan ado dalam sistim dan indak malanggar agamo, rasono galak2 manih sen mereka jo sistem matrilineal. Apo li untuak kami induak2 nan marantau. Kami punyo tampek pulang. Harago diri labiah tinggi di bandiang padusi lain nan non minang. Ndak ado padusi minang nan talantar doh. Kok sampik iduik bisa pulkam. Kok padusi pulo nan cuap2 ttg adat matrilineal kali alah tabuang dari kampuang atau punyo mertua kayo dll. Wass. Hanifah

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Feb 10, 2008, 4:27:46 AM2/10/08
to Rant...@googlegroups.com, Dra. Adriyetti AMIR, SU, Ilhamdi TAUFIK, MH Bachtiar Abna SH, Kurnia WARMAN, S.H., M.H., Prof. Dr Azyumardi AZRA, Prof Dr Taufik ABDULLAH, Warni DARWIS

Assalamualaikum w.w. Mak Sati dan Ananda Hanifah,

           Tarimo kasih ateh dorongan Mak Sati. Sambia ambo mainok-inokan apo nan ka ambo tulih sabagai contoh, kalau alah ado bahan dari para sanak nan bisa kito kumpuakan, ambo tampuang dulu, untuak kudian ambo taruihkan kapado para pakarnyo. Labiah rancak lai kalau langsuang sajo kapado baliau-baliau, nan alamat emailnyo ado tacantum di ateh email ko.. Tolong dikalompok saran sanak dalam duo onggok gadang:

1.        "Daftar Inventarisasi Masalah" (DIM), misalnyo:

           a.        Hukum Kekerabatan: soal kawin mawin, dan nan sarupo itu.

           b.        Hukum P[K]ewarisan: soal sia nan berhak di harato pusako atau harato

                      pancaharian, dan nan sarupo itu.

2.        Gagasan rumusan Hukum ABS SBK, buek dalam tando "[......]" sabagai tando bahaso rumusan tu baru gagasan, akan diparambuakkan kudian, alun final. Sabagai contoh:

[  a.    "Harta pusaka tinggi tidak dibagikan kepada warga buah paruik atau suku".]

[  b.    "Setelah bermusyawarah dengan seluruh warga buah paruik atau suku, penghulu 

          suku menentukan hak pemanfaatan harta pusaka tinggi kepada warga buah paruik

          atau

suku yang paling pantas memanfaatkannya.

 

Wassalam,   
Saafroedin Bahar


--- On Sun, 2/10/08, hanifah daman <iff...@yahoo.com> wrote:

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Feb 10, 2008, 5:09:13 AM2/10/08
to Rant...@googlegroups.com, Dra. Adriyetti AMIR, SU, Ilhamdi TAUFIK, MH Bachtiar Abna SH, Kurnia WARMAN, S.H., M.H., Prof. Dr Azyumardi AZRA, Prof Dr Taufik ABDULLAH, Warni DARWIS

Assalamualaikum w.w. Mak Sati dan Ananda Hanifah,

 

           Tarimo kasih ateh dorongan Mak Sati. Ambo satuju saratuih persen jo pandapek Mak Sati. Memang sudah saharuihnyo kito sarahkan ka nan ahli. Sambia ambo mainok-inokkan apo nan ka ambo tulih sakadar sabagai contoh, kalau alah ado bahan dari para sanak nan bisa kito kumpuakan, ambo cubo manampuang dulu, untuak kudian ambo taruihkan kapado para pakarnyo. Labiah rancak lai kalau saran tu langsuang sajo dikirimkan kapado baliau-baliau, nan alamat emailnyo ado tacantum di ateh email ko.

 

         Tolong dikalompok saran sanak sa palanta dalam duo onggok gadang:

 

Kalompok 1.        "Daftar Inventarisasi Masalah" (DIM), pendek-pendek sajo,misalnyo:

           a.        Soal kawin mawin, dan nan sarupo itu.

           b.        Soal sia nan berhak di harato pusako atau harato pancaharian, dan nan

                       sarupo itu.

           c.         Soal hutang piutang, dan nan s

           c.        ..................

 

Kalompok 2.        Gagasan awal rumusan Hukum ABS SBK nan sanak sarankan, buek dalam tando ["......"] sabagai tando bahaso rumusan tu baru gagasan, akan diparambuakkan kudian, alun final. Rancaknyo pakai bahaso Indonesia, supayo nanti dapek dimangarati dek sagalo pihak nan baminat, tamasuak urang sumando nan indak urang awak.Jan lupo, kalau kompilasi ko  alah jadi, bisa dipakai dek para hakim di pengadilan negeri dalam mamutuih sengketa adat. Sabagai contoh:

 

[  a.    "Harta pusaka tinggi tidak diwariskan secara perseorangan kepada warga buah paruik atau suku".]

[  b.    "Setelah bermusyawarah dengan seluruh warga buah paruik atau suku, penghulu 

          suku menentukan hak pemanfaatan harta pusaka tinggi kepada warga buah paruik

          atau suku yang paling pantas memanfaatkannya."]

   [ c.   "  Kepada warga buah paruik atau suku yang mendapatkan hak untuk

          memanfaatkan harta pusaka tinggi diberikan sepucuk surat keterangan, yang

          memuat keterangan pribadi serta peta lokasi harta pusaka tinggi yang

          bersangkutan"]

 

Untuak Ananda Hanifah, Ananda batua sakali bahaso hukum adat tu di nagari kito surang-indak batulihkan do. Hal itu wajar karano di nagari kito surang-surang tu kito tahu jo tiok urang dan basuo tiok hari. Hukum adat tu kito katahui malalui pagaulan tiok hari sajo. Namun dek karano kito alah bakambang biak, salain ado nan masih tingga di Ranah juo banyak nan di Rantau -- bahkan ado nan alah bak 'marantau Cino' -- gadang manfaatnyo kalau hukum adat ko kito tulihkan, sahinggo bukan sajo bisa dibaco tapi juo bisa diaajakan dari generasi ka generasi. Apolagi baitu banyak penghulu baru nan alun tantu alah mahir tantang hukum adat ko, tautamo kalau dikaikkan jo ABS SBK nan indak mudah dicari kasapakatan tantang rumusannyo nan dapek ditarimo dek sagalo fihak, khususnyo kalau takaik jo masalah hukum kekerabatan dan hukum waris. Salain itu dalam RN ko sajo lumayan banyak nan mudo-mudo nan manyatokan bahwa baliau-baliau indak mangarati bana apo koh ABS SBK tu. [Jan kan nan mudo, ambo nan tuo ko sajo acok tacangang-cangang mancaliak kanyataan iduik kito urang Minang, sambia bapikia-pikia apo iyo itu masih tamasuak ABS SBK atau indak. Kan itu nan ambo bukukan ampek tahun nan lalu].

          Nan paralu kito masuakkan ka dalam Kompilasi Hukum ABS SBK tu tantu nan samo kaidahnyo di saluruah Minangkabau. Tantang adat nan bana-bana salingka nagari, sarupo adaik 'bajapuik' di Piaman, bisa juo kito tampuang jo manjalehkan bahaso norma itu hanyo ado di Piaman sajo.

          Ambo picayo bana bahaso kalau Kompilasi Hukum ABS SBK ko alah ado -- bahkan walau masih dalam bantuak draft/konsep awal dan masih kito padebatkan pun -- lambek laun kito akan mulai maraso sabagai 'urang Minangkabau', indak lai sakadar kumpulan 'urang Selayo', 'urang Sulik Aia', 'urang Piaman', 'urang Pikumbuah', atau 'urang Kiktenggi'.

         Wallahualam bissawab.

 

Wassalam,   
Saafroedin Bahar

--- On Sun, 2/10/08, hanifah daman <iff...@yahoo.com> wrote:
From: hanifah daman <iff...@yahoo.com>
Subject: [R@ntau-Net] Re: KOMPILASI HUKUM ABSSBK
To: "es...@telkom.net" <es...@telkom.net>
Cc: "Rant...@googlegroups.com" <Rant...@googlegroups.com>
Date: Sunday, February 10, 2008, 2:53 AM

Dr.Saafroedin BAHAR

unread,
Feb 10, 2008, 5:15:09 AM2/10/08
to Rant...@googlegroups.com, Dra. Adriyetti AMIR, SU, Ilhamdi TAUFIK, MH Bachtiar Abna SH, Kurnia WARMAN, S.H., M.H., Prof. Dr Azyumardi AZRA, Prof Dr Taufik ABDULLAH, Warni DARWIS

Assalamualaikum w.w. Mak Sati dan Ananda Hanifah,

 

           Tarimo kasih ateh dorongan Mak Sati. Ambo satuju saratuih persen jo pandapek Mak Sati. Memang sudah saharuihnyo kito sarahkan ka nan ahli. Sambia ambo mainok-inokkan apo nan ka ambo tulih sakadar sabagai contoh, kalau alah ado bahan dari para sanak nan bisa kito kumpuakan, ambo cubo manampuang dulu, untuak kudian ambo taruihkan kapado para pakarnyo. Labiah rancak lai kalau saran tu langsuang sajo dikirimkan kapado baliau-baliau, nan alamat emailnyo ado tacantum di ateh email ko.

 

         Tolong dikalompok saran sanak sa palanta dalam duo onggok gadang:

 

Kalompok 1.        "Daftar Inventarisasi Masalah" (DIM), pendek-pendek dan umum

                           sajo,misalnyo:

                          a.        Soal kawin mawin

                          b.        Soal sia nan berhak di harato pusako atau harato pancaharian.

                          c.         Soal hutang piutang.

                          d.        [dan lain-lain] ..................

Lies Suryadi

unread,
Feb 10, 2008, 6:25:25 AM2/10/08
to Rant...@googlegroups.com
Ambo satuju jo Mak Sati. Sajak samulo ambo bayangkan milis ko sarupo kito maota di lapau. Artinyo, alah ado konvensi dalam kapalo kito sasamo urang Minang nan masuak dalam milis ko.Kito dari suku nan samo, ado tali sirah nan mahubuangkan kito, nan ndak taliek. Dek ambo, mikis ko untuak garah sakaligus untuak diskusi. Kok ka batambah pulo stress dek masuak milis ko iyo indak. Makonyo kadang2 ambo jo garah malaluan ide. Misalnyo, kapatang ambo manulis ka Uni Ifah dalam huruf gadang: "INDAK KA AMBO MAFKAN UNI DOH...". Jaleh iko garah adiak ka kakak.
Baa ko....sasamo urang Minang di lapau ko tagang bana tensi?
Mak Sati....suruahlah mintuo ambo tu manatiangkan pinang kopi tu lai....
 
salam,
Suryadi
 

Miftah N. Sabi <sabri....@gmail.com> wrote:
Assalamualaykum Warahmatullahiwabarokatuh...


MIFTSabri


-----Original Message-----
From: "Sjamsir Alam"

Date: Sun, 10 Feb 2008 14:14:38
To:

Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

Boby Lukman

unread,
Feb 10, 2008, 7:12:01 AM2/10/08
to Rant...@googlegroups.com
Salamualaikum...
 
sado e nan salah dek awak ko kini...manuliskan salam je bapamasalahan lo...paniang wak dek e...a na lah salah e tu...urang kadang nio capek, nio praktis dan ndak lo ado urusan awak jo itu doh...sapanjang lai jaleh mukasuiknyo aman aman je lah...
 
 e yayay ye...meha wak dek e
 
Salamualaikum...
 

Miftah N. Sabi <sabri....@gmail.com> wrote:
Assalamualaykum Warahmatullahiwabarokatuh...


MIFTSabri


-----Original Message-----
From: "Sjamsir Alam"

Date: Sun, 10 Feb 2008 14:14:38
To:

Lies Suryadi

unread,
Feb 10, 2008, 7:30:23 AM2/10/08
to Rant...@googlegroups.com
Dek ambo sistem matrilineal ko iyo raso 'sarugo' di duya. Kok indak ado induak2 di kampuang lai, ndak ado mande (walaupun mande jauah), mungkin lah marantau cino badan diri ko.... Kini walau sajauah ko rantau, nan bandua rumah mande ambo di kampuang lai mbo tapiak juo sakali sataun.... walaupun 'baranang dapo' pulang jo biduak....
Satuju ambo jo Uni Hanifah. Nan Minangkabau tetap Minangkabau... Janpulo karano mancik sikua kito baka lumbuang sadonyo....
Soa doso jo pahalo......aaa bana doso jo pahalo tu, Tuhan Allah SWT nan ka tahu nyo.....
 
salam,
Suryadi

hanifah daman <iff...@yahoo.com> wrote:

Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers

Lies Suryadi

unread,
Feb 10, 2008, 9:22:51 AM2/10/08
to Rant...@googlegroups.com
Lai...upo e laia meha pulo sanak Bobby. Kecek ambo ambo sorang sae nan meha....
 
Assalamualakum warahmatullahibabarokatuh
(ambo lengkapkan kini, jan salah pulo beko, tapi mungkin masih kurang tando diakritiknyo, he he..)

Boby Lukman <belal...@yahoo.com> wrote:
Try it now.

Lies Suryadi

unread,
Feb 10, 2008, 9:40:57 AM2/10/08
to Rant...@googlegroups.com
Sasuai, Mak Sati.
Kok indak akomodatif...alamaik tasuo Parang Paderi II. Maambiak contoh ka nan sudah, maambiak tuah ka nan manang.

Sjamsir Alam <es...@telkom.net> wrote:

Hayatun Nismah Rumzy

unread,
Feb 10, 2008, 9:57:17 AM2/10/08
to Rant...@googlegroups.com
Assalamu Alaikum W. W.
Sati, Mak Ngah dan dunsanak sadonyo,
Indak sadonyo anak mudo nan sarupo itu doh. nan nio marubah adaik itu yolah rang mudo nan gadang di rantau, rang mudo nan indak bahagia wakatu ketek nan indak mancubo diagiah pitih jajan dek mamaknyo dihari pakan, indak  mancubo dijapuik bako, baarak dari rumah bako, bajapuik jo talam dari rumah bako, banyak dapek pitih wakatu basunat, banyak sekali adat Minang yang mendekatkan kita satu sama lain. Kecek rang Minang kaba baiak baimbauan dan kaba buruak baambauan.
Ambo picayo jo buya Mas'ud Abidin, angku Azmi, dan nanda Lembang Alam (mohon maaf banyak yang lain2nya) nan tahu jo ereng gendeng nan tahu jo sindia manyindia dan para ahli2 lain nan lah tahu asam garam hiduik di Minang nan indak suko mamburuak2an urang Minang apolagi bosnyo, kapalonyo, pangulunyo, mamaknyo.
Minang indak saparah tu bana doh. Labiah khawatir awak urang Minang nan awak danga anggota DPR basalingkuh  dan inyo sadang balaki. Banyak moral nan lah kakida nan harus awak parhatikan kini. Rang padusi nan mudah sajo basalingkuh (baintaian kecek rang Pikumbuah).
Khusus untuak nanda Rahima mungkin lebih baik Rahima sebelum menulis bertanya apa yang kan dituliskan dengan ananda Rahim sebab walaupun bagaimana dia tahu benar adat Minang mana yang baik dan mana yang pantas dirubahnya. Suami itu di Minang disebut junjuang cubolah indak buruak sajo sadonyo Minang tu doh. Mungkin nanda di Cairo dianggap banyak tahu di Cairo tapi di Minang belum tentu. 32 tahun bundo bekerja di Rumbai Pekanbaru dapat bundo menjadi wanita yang digolongkan executive pada sa'at itu tapi kalau bundo pulang kampuang bundo manjadi kamanakan urang, etek dek urang sakampuang.  Mungkin sebaiknya ananda membuat blog seperti Wita, Evie, Iraf, Ulvan dllnya (maaf bunda kalau terlupa) karena di blog tsb. semua yang senang dengan tulisan ananda kan bisa memberi komentar Kembangkan bakat menulis dan mengarang ananda disitu. Untuak rang padusi Minang nan tahu jo agamo dan adaik cubolah jan santiang surang sajo, Wita di Long Island, Hanifah di Bengkulu, Oma Seruni (Lies) di Banduang, Evie di Jakarta, Iraf di Jakarta, Wies di Bogor, Yenny di Jakarta, Rahmi di Jakarta, Aulia Hazza di Jakarta, Ulvan di Praha cubolah duduakkan fungsi padusi Minang (bundo kanduang) nan sabananyo indak untuak dicaliak2 sarupo mancaliak bungo dijambangan sajo. Tingkatkan fungsi padusi Minang nan ideal tu sarupo apo di Minang. Keceknyo kok bajalan siganjo lalai alu tataruang patah tigo, tapi samuik tapijak indak mati (tolong tarangkan arati dari peribahasa iko).
Mudah2an ado nanti bupati padusi, walikota padusi atau wakilnyo nan padusi.
Permohonan ambo ciek lai ambo ingin RN indak serius2 bana kok badebat dan hai anak2 mudo nan ingin badebat bueklah dek kalian perdebatan nan saling mancakar2 timbal baliak nak malapehkan rueh2.
Wassalam dari
Bundo nan bangga jadi rang Minang dan bahagia jadi rang Minang.
Hayatun Nismah Rumzy (69 + 2 + 28 hari)
Nan sadang manjadi mc (momong cucu) di Amrik.

boes

unread,
Feb 10, 2008, 10:09:10 AM2/10/08
to Rant...@googlegroups.com
angku Suryadi di bulando:

ambo takana tulisan Muhammad Husain Haekal pengarang buku "Sejarah Hidup
Muhammad".

inyo di serang urang2: manga manulihkan namo Muhammad indak
mamakai saw.

jaweknyo(intinyo): waden cukuik manyabuik ash-shalat/saw sekali sajo.
(baca ulasan baliau di "pengantar cetakan kedua, hal xcix)

ah, disiko ambo caliek mayoritas palanta ko, baitu juo.
tiok mangecek, tiok mangucapkan salam.
salah? manuruik himaik ambo, indak.
batue? alun tantu. pindapaiak ambo sbb:

kalau konsekuen mangucapkan salam, iyo panuah2 sajo,
kalau indak, kan indak lo ba a.(manilik ka alasan diateh)
kalau alasan, mahemat, aponyo nan dihemat?
tulisan? pulsa? aponyo?

lha, nan tulisan lain dipanuahi, dipajaleh, panjang2 mahota,
lantas AWW ko doa atau CEWEK atau apo ko? hahahahahaa (iko galak ko mah
Suryadi, bukan singkatan pulo)

salam dari ambo di toronto
boes

> ______________________________________________________


> Be a better friend, newshound, and know-it-all with
> Yahoo! Mobile. Try it now.

> ______________________________________________________

Lies Suryadi

unread,
Feb 10, 2008, 10:09:54 AM2/10/08
to Rant...@googlegroups.com
Ha ha...posting Bundo ko maingek'an ambo kutiko ketek: sanang bana di hari baiak bulan baiak saluruh bini mamak maantakan sambareh, lamang, singgang ayam, dll. ka rumah rang gaek ambo. Taraso bana gunonyo mamak.
 
salam,
Suryadi

Lies Suryadi

unread,
Feb 10, 2008, 10:14:48 AM2/10/08
to Rant...@googlegroups.com
Mamak Boes di Toronto,
Ha ha...kalau 'AWW' ko ditulih dek Uni Hanifah, ambo kiro mungkin dek baliau mambukan email di warnet ko. jadi, hemat wakatu....supayo indak tabungkuak bana mambayia seo internet... (garah juo ko...).
Baprasangko baiak sajo kito. Baa agak hati Mamak Boes tu?
 
Salam,
Suryadi

boes <bo...@rogers.com> wrote:

boes

unread,
Feb 10, 2008, 10:53:13 AM2/10/08
to Rant...@googlegroups.com
ondeh, ambo indak manujukan ka pribadi do angku Suryadi.

kan contoh dari Inyiak Sunguik awak, "ASS", kabatulan
"AWW" dari Rang Kayo Hanifah . dan mungkin
macam2 dari nan lain indak ambo tulih...jadi jan
bangih/berang yo Rang Kayo Hanifah ka ambo.

nan ambo sigi, cuma alasan2 nan manulihkan
kato doa ba singke'i.

ambo yakin, awak disiko elok2 cari ba dunsanak,
bukti katiko basuo di darek, galak se nan labiah
kareh, ndak baitu?

Hayatun Nismah Rumzy

unread,
Feb 10, 2008, 11:24:37 AM2/10/08
to Rant...@googlegroups.com
Assalamu Alaikum W. W.
Boes di Canada, Sati di Padang , dan Sur di Bulando. Sabatuanyo banyak bana abbreviation kiniko labiah2 di SMS karano baetong hurufnyo. Acok bundo mandapek kato2 se7, Assww, s4,t4, IMHO, BTW, LOL dll.
Dingin disitu Boes?  Baa di Leiden Sur? Kok Sati di Padang lai tampak2 dek ambo hanyo khawatir ka gampo jo tsunami sajo. Sadangkan di Texas lah dingin dek kami rang tropical area ko. Malam cako bundo jo ayah badebat. Pakaro tropical attitude yaitu orang2 yang tinggal didaerah tropic awak lebih pemalas lebih santai hidupnya. Kami bercakap2 seandainya di Indonesia daerah bermusim tentu orang2nya lebih tinggi daya juangnya dan takut untuk mati kedinginan dimusim dingin. Atau sebaliknyo mati separo karena kedinginan. Bundo mengatakan orang2 yang tinggal di rel kereta api dan dibawah jembatan atau dipondok2 tentu sudah kaku kedinginan. Dan mungkin juga didaerah bermusim itu seleksi alam dahulunya.
Kalau kekampung orang minum kopi dikedai kopi dulu, orang ramai jualan koran diperempatan, peminta2 dimana2 dan kalau disini kita tak melihat orang2 yang santai itu serba sibuk.
Bundo melihat keluarga putra bundo yang sibuk baru sudah melahirkan operasi 2 minggu sudah nyetir sebab kalau dibiarkan di day care takut dia melihat perbedaan ada adik harus menunggu di day care? Ayah tak berani bawa mobil di USA takut refleksi lari kekiri karena kebiasaan apalagi bundo di Jakarta saja tak berani. Sekianlah cerita dihari Minggu yang cerah ini. Saam untuk Nini.
Wassalam bundo.
Hayatun Nismah Rumzy

boes <bo...@rogers.com> wrote:

hanifah daman

unread,
Feb 10, 2008, 11:24:46 AM2/10/08
to bo...@rogers.com, Rant...@googlegroups.com
He he he badebat urang kirono. Kalau hanifah manyapo pakai AWW itu nulih pakai hp jo tampek nulihno 2 x 3 cm. Kalau indak pakai salam rugi gadang awak taraso. Sia tau ado nan mambaleh salan langkok2. Kalau di baleh jo WWW pulang pokok baru. Kalau indak di baleh cuman rugi 3 huruf. He he he. Kadang nyapo urang jo isyarat bagainoh. Niaik nan pantiang. Salam. hanifah


____________________________________________________________________________________


Be a better friend, newshound, and

know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

hanifah daman

unread,
Feb 10, 2008, 11:26:00 AM2/10/08
to bo...@rogers.com, Rant...@googlegroups.com
He he he badebat urang kirono. Kalau hanifah manyapo pakai AWW itu nulih pakai hp jo tampek nulihno 2 x 3 cm. Kalau indak pakai salam rugi gadang awak taraso. Sia tau ado nan mambaleh salan langkok2. Kalau di baleh jo WWW pulang pokok baru. Kalau indak di baleh cuman rugi 3 huruf. He he he. Kadang nyapo urang jo isyarat bagainoh. Niaik nan pantiang. Salam. hanifah
It is loading more messages.
0 new messages