Padang, (ANTARA) - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan, pelaksanaan filosofi Minang "Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah" (ABS-SBK) merupakan persyaratan untuk mewujudkan masyarakat Sumbar yang agamais dan berbudaya.
Pewujudan tata kehidupan yang harmonis, agamais, beradat dan berbudaya berdasarkan falsafah "ABS-SBK" selama ini telah menjadi landasan utama kehidupan masyarakat Minangkabau, katanya di Padang, Rabu.
Ia menambahkan, landasan filosofis "ABS-SBK" sudah dimiliki masyarakat Minang sejak lama dan ke depan harus terus dipelihara dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di daerah ini.
Menurut dia, ciri-ciri kehidupan berlandaskan "ASB-SBK" adalah, masyarakat taat beribadah, berakhlak mulia, jujur, peduli sesama manusia, menerapkan tata kehidupan beragama dan berbudaya yang baik, rukun dengan agama lain, peduli masa depan, dan keselamatan masyarakat dan bumi ciptaan Tuhan.
Karena itu, kata gubernur, misi utama dari pelaksanaan pembangunan di Sumbar ditujukan untuk mewujudkan tata kehidupan yang harmonis, agamais, beradat dan berbudaya berdasarkan falsafah "ABS-SBK".
Ia menjelaskan, tujuan yang hendak dicapai dalam misi tersebut adalah, terciptanya kehidupan masyarakat yang aman dan tentram melalui pengamalan ajaran agama dan adat istiadat yang berpedoman kepada falsafah "ABS-SBK".
Sedangkan sasaran yang hendak dicapai dari misi ini adalah, meningkatkan pengamalan ajaran agama, meningkatkan pelayanan kehidupan beragama, meningkatkan kerukungan umat beragama, meningkatan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai adata budaya.
Lalu, berkembangnya nilai-nilai seni dan sosial agama, meningkatnya kapasitas sumber daya manusia pemangku adat dan berkurangnya tingkat konflik dalam masyarakat.
Selain itu, untuk mencapai sasaran misi tersebut diperlukan strategi meliputi, peningkatan kualitas pendidikan agama, meningkatkan pelayanan pada rumah ibadah, mengembangkan komunikasi antarumat beragama dan pengembangan pendidikan adat serta budaya daerah.
Kemudian, meningkatkan kapasitas kelembagaan adat dan budaya daerah, mengembangkan lembaga seni dan budaya, meningkatkan peran pemangku adat dalam pendidikan adat, meningkatkan pendidikan moral kepada remaja dan menekan terjadinya perbuatan maksiat, tambahnya. (*/wij)
Wassalam
Nofend | 34+ | Cikasel
Sent from Pinggiran JABODETABEK®