| Assww Adakah yang peduli dg Surau Tuo yg dibangun tahun 1657 ini, mumpung belum ambruk: Utk ASITA, apakah obyek ini bisa dijadikan salah satu obyek tujuan wisata..? Agar daerah disekitar bisa lebih hidup dan Pemda memberikan perhatian utk biaya perawatannya. Atau masuk konservasi? Thanks. Wass, Nofrins |
Powered by Telkomsel BlackBerry®
nan dijadikan objek turih; mungkin indak ado pulo urang sumbayang sinan lai?
--- In Rant...@yahoogroups.com, edyutama@... wrote:
>
> Bunh Nofrins, kalau surau sejenis ini masih ada beberapa lagi di Sumbar, antar lain di Limo Kaum, tapi soal taun pembuatannya mungkin bukan pada Abad ke 17 itu. Kalau kita lihat sejarah perkembangan Islam di Minangkabau tahun 1657 rasanya ndak masuk, tapi ndak taulah, sebab sejarah Minangkabau sebelum kedatangan bangs Barat agak kabur. Yang menarik sebetulnya surau atau mesjid di Minangkabau adalah arsitekturnya yang sangat beragam, yang dipengaruhi peradaban dunia. Artinya sejarah perkembangan agama Islam di Minangkabau cukup dinamis dan dialogis.
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: "Y. Napilus" <ynapilus@...>
>
> Date: Fri, 4 Sep 2009 21:43:15
Saya rasa pointnya bukan "tahun berapa surau ini didirikan", tapi bagaimana melestarikannya, dan bahkan bisa "menghidupkan" daerah sekitarnya.
Kalau menurut saya, jika itu ditanyakan ke pebisnis pariwisata tentunya dia akan berhitung, seberapa "worth" bangunan tersebut untuk dipromosikan. Karena di milis ini banyak pakar dan praktisinya, tentu saya tidak dalam posisi untuk berwacana "bagaimana caranya".
Kalau dari sisi pemeritah, itu mungkin saja, asal bisa "mempromosikan"nya ke Pemkab (bukan ke Pemprov, krn ini bukan soal policy lagi). Setahu saya, pemkab2 di Sumbar memasukkan "pariwisata" sebagai salah satu "urusan pilihan" berdasarkan PP38/2007. Pendekatannya bisa dengan mengingatkan ini potensial untuk pariwisata dan/ obyek yang harus dikonsevasikan
Riri
Bekasi, l, 47
| Assalamualaikum ww Maaf sato ciek, hanyo memastikan sajo, adokah sejenis prasasti atau apapun peninggalan tertulis yang menyatakan bahwa surau tuo ko memang dibangun tahun tersebut? Dipelosok sekitar Pariaman dan Lubuak Aluang lai juo tasuo surau tuo saramon iko salaam abp --- On Sat, 5/9/09, Y. Napilus <ynap...@yahoo.com> wrote: |
|
Met dan Adi Dunsanak,
Rancak bana tu mah ide iko, siapo tahu Uda Fasli bisa juo mambantu mambukakan jalan. Krn Surau Tuo iko di Sumbar masih banyak yg lain dan mungkin paralu dibantu, selagi ado yang bisa...
Email iko yg kito sebar kapatang, juo indak sio-sio, tadi malam ado hamba Allah yg telpon dan menyampaikan sangat miris maliek kondisi aset berharga tsb. Dia siap membantu perbaikan fasilitas disekitar surau iko. Silahkan baco di komentar foto tsb.
Skln utk dunsanak Arman Bahar, kito barusan cek ke Kab. Solok, ternyata Surao iko sudah dibawah kontrol badan konservasi nasional, Depbudpar katanya. Jadi utk biaya perawatan dan gaji 'garin' nya, sudah dari situ. Tetapi ya baru itu... ya lumayanlah... Setidaknya terjawab, kenapa Surau tsb masih bisa berdiri baik... Waktu pembuatan Film Dokumenter "Mak Itam & Me", Christine Hakim dan Ricky Avenzora juga sempat mampir ke Surau Tuo ini...
Sabatuanyo, Surau serupa, ciek lai ado di Riau. Tapi katanya atoknyo alah barubah. Jadi utk Sumatera Tengah, inilah surau tertua yg masih ada. Mungkin pertanyaan yg belum terjawab berdasarkan masukkan Bung Edi, Inal, Mak Ngah, dll., arsitekturnya mirip mesjid Demak, Islam masuk dari pesisir, tapi kenapa Surau ini kok ada dilokasi ini...?
Semoga bisa kita bantu mempertahankannya. Trims.
Wass,
Nofrins
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Surau Tua
PadangKini.com | Jumat, 04/09/2009, 11:41
WIB 
Surau Nagari Lubuk Bauk, Batipuh Baruh, Tanahdatar tak lagi dipakai sejak dijadikan situs cagar budaya oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Batusangkar. Surau tua terbuak dari kayu ini didirikan pada 1905 yang diprakarsai bekas kepala nagari Batipuh Baruh Engkuh Dt Rangkayo Marajo. Surau ini terdiri empat tingkat dengan lantai panggung dengan dinding polos tanpa ukiran.
http://www.padangkini.com/foto/single.php?id=848
From:
rant...@googlegroups.com [mailto:rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Riri Mairizal Chaidir
Sent: Saturday, September 05, 2009
2:57 PM
To: rant...@googlegroups.com
Cc: 'WSTB'; 'Gebu Minang';
'IPMPP'; 'MAPPAS'
Subject: [R@ntau-Net] Re: Foto:
SURAU TUO 1657 di Kayu Jao - Kab. Solok,Sumbar
Saya rasa pointnya bukan "tahun berapa surau ini didirikan", tapi bagaimana melestarikannya, dan bahkan bisa "menghidupkan" daerah sekitarnya.
Kalau menurut saya, jika itu ditanyakan ke pebisnis pariwisata tentunya dia akan berhitung, seberapa "worth" bangunan tersebut untuk dipromosikan. Karena di milis ini banyak pakar dan praktisinya, tentu saya tidak dalam posisi untuk berwacana "bagaimana caranya".
Kalau dari sisi pemeritah, itu mungkin saja, asal bisa "mempromosikan"nya ke Pemkab (bukan ke Pemprov, krn ini bukan soal policy lagi). Setahu saya, pemkab2 di Sumbar memasukkan "pariwisata" sebagai salah satu "urusan pilihan" berdasarkan PP38/2007. Pendekatannya bisa dengan mengingatkan ini potensial untuk pariwisata dan/ obyek yang harus dikonsevasikan
Riri
Bekasi, l, 47
Sanak Nofiardi,
Artinya, tak ditemui lagi disana tawa ceria ponakan kita seperti pada Des 2006 lalu di foto ini:
Juga anak-anak bermain seperti ini disana:
Foto2 diatas diambil ketika saya mengajak 2 orang senior fotografer dari Jakarta hunting foto ke Sumbar dan ditemani bbrp fotografer dari Padang.
Walaupun mungkin tidak harus sama persis penerapannya, tetapi apakah akan hilang fungsi Surau di masa mendatang yg dahulunya pernah melahirkan tokoh-tokoh cendekiawan Minang...?
Salam,
Nofrins
--- On Sun, 9/6/09, Nofiardi <Nofi...@pec-tech.com> wrote: |
| Assalamualaikum ww Alhamdulillah, pada dasarnya corak musajik atau surau2 tuo dinagari awak tabagi duo yaitu nan bacorak Koto Piliang dan Bodi Chaniago Surau nan bacorak Koto Piliang atok ba-lenggek tigo bagonjong limo dipuncaknyo sadangkan surau nan bacorak Bodi Caniago lai ba- atok tigo lenggek pulo tapi puncaknyo bagonjong aso alias tunggal Tidak hanya musajik tuo, rumah gadang di Minangkabau pun berbeda Rumah gadang Bodi Caniago ba-gonjong ampek sajo samantaro rumah gadang Koto Piliang bagonjong labiah dari ampek bisa anam atau salapan Sekedar tambahan sajo go eh.... Mohon maaf & wasalam |
abp --- On Sat, 5/9/09, Y. Napilus <ynap...@yahoo.com> wrote: |
|

Di kab.Solok, masih ada surau tuo, tepatnya di Kayu Jao kec Gunung Talang.
Meski sudah ratusan tahun, surau ini masih berdiri kokoh dengan arsitektur
lama, dari bahan kayu dan atap ijuk. Masih dimanfaatkan buat sholat hingga saat
ini (Foto : igar)
http://www.padangmedia.com/?mod=galeri&j=6&id=511
From: rant...@googlegroups.com [mailto:rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Nofiardi
Sent: Sunday, September 06, 2009
10:47 AM
To: rant...@googlegroups.com
Subject: [R@ntau-Net] Re: Foto:
SURAU TUO
Di google ada beberapa link yang menunjuk ke “surau tuo”, salah satunya berisi beberapa foto surau tuo:
http://www.facebook.com/note.php?note_id=221470640415
riri
bekasi, l, 47
Surau memang alah jarang di kampuang awak tu kini, tapi musajik tambah gadang dan tambah mantereng. Salah satu fungsi surau sebagai pusat pendidikan di zaman dulu, kini alah diambil alih dek SD, SMP, SMA nan samakin batambah.
Helmi, jkt
From: rant...@googlegroups.com [mailto:rant...@googlegroups.com] On Behalf Of yusrinal bayma
Sent: Wednesday, September 09, 2009 01:56 AM
To: rant...@googlegroups.com
ASLIM NURHASAN
+62811918886 |+62811103234
Powered by |Berbuat Nyata |Positif |Produktif |Konstruktif |Sinergis |®
Takana pulo pemeo:
Nampak musajik urang, takana surau awak
Nampak anak urang, takana anak awak
Nampak bini urang, he.. he .. he kok lupo bini awak.
Just kidding
Nofiardi
From: "Zulhelmi U. Iska" <Zulhel...@petrochina.co.id>
Date: Wed, 9 Sep 2009 09:36:24 +0700
To: <rant...@googlegroups.com>
Subject: RE: Bls: [R@ntau-Net] Re: Foto: SURAU TUO
Surau memang alah jarang di kampuang awak tu kini, tapi musajik tambah gadang dan tambah mantereng. Salah satu fungsi surau sebagai pusat pendidikan di zaman dulu, kini alah diambil alih dek SD, SMP, SMA nan samakin batambah.
Helmi, jkt
alhamdullilah dikampuang kami masih ado surau, surao buya Ramli tp ndak sarami wakatu dulu, kalo dulu ampia tiok pondokan panua oleh anak2 siak ( santri) terutama yg datang dr lintau, kalo kini ndak do cuma datang dr sekitar kanagarian gurun, tp kami dr perantau gurun tetap membantu perbaikan sarana dan gaji para guru, sekarang surau di pimpin oleh ustad Asroi yg merupakan ponakan dr buya Ramli, semoga surau kami ko tetap idui walau saketek santrinyo...
renny,ancol
|