tanah pakuburan dalam konsep nagari

389 views
Skip to first unread message

Hendra Messa

unread,
May 30, 2011, 4:25:13 AM5/30/11
to rantaunet

Dunsanak sadonyo,  dalam konsep dasar kehidupan social minang, yg dikenal dg istilah Alua nan ampek,  ada dijelaskan mengenai karakteristik nagari,  bagaimana syarat sebuah nagari, dinamai Undang Undang Nagari ;

 

Nagari ba kaampek suku

Dalam suku babuah paruik

Kampuang nan ba tuo

Rumah gadang ba tungganai

 

Basosok bajurami

Balabuah batapian

Barumah batanggo

Bakorong bakampuang

Basawah baladang

Babalai bamusajik

Bapandam bapakuburan

 

Suatu konsep yg detail mengenai bagaimana sebuah nagari ada nya ( persyaratan ) , sebuah konsep yg detail dan maju, pada jaman nya, dimana suku2 lain di Indonesia saat itu tak memiliki konsep detail spt itu.

Ada satu hal yg ingin saya pertanyakan mengenai syarat bapandam bapakuburan, dalam arti, sebuah nagari harus memiliki fasilitas tersendiri utk hal tsb, apa dalam arti satu nagari memiliki  tempat pekuburan tersendiri, tempat khusus utk semua anak nagari,  tapi dalam realita yg saya ketahui ( di kampuang urang gaek di canduang dan palembayan,  makam / kuburan biasanya didirikan di tanah milik suatu kaum (suku) bukan di tanah nagari yg lebih luas cakupan nya, sehingga sering kita lihat, makam tersebar di berbagai lokasi, biasanya dekat dg perumahan.  Beberapa waktu yg lalu, salah seorang kerabat meninggal di daerah gumarang palembayan, ternyata dimakamkan nya di tanah milik suku di dekat rumah, bukan di tempat bersama. Dan begitu pula di tempat2 lain, kuburan2 tersebar di antara perumahan2. Saya tak tahu bagaimana kondisi di tempat2 lain di ranah minang, mungkin ada yg bisa share.

Kembali ke konsep sebuah nagari bapandam bapakuburan, adalah ideal sekali , bahwa lokasi kuburan berada  dalam satu tempat khusus yg bisa digunakan oleh semua anak nagari, bukan tersebar2 di dekat rumah ( tanah milik kaum/suku ). Dari sisi sosial budaya, kesehatan masyarakat , adalah tidak bagus, kuburan tersebar di berbagai tempat dekat rumah.

Sebagai orang minang yg merantau jauh, sebagian kita masih terpikirkan untuk kelak dimakamkan di kampong halaman kita tercinta, alangkah bagusnya dari sekarang kita sudah bisa mempersiapkan konsep pekuburan yg baik spt itu, sebagaimana disampaikan dalam kaidah social budaya ttg nagari  ( alua nan ampek )

 

Salam

HM malin sinaro

palembayan

andi ko

unread,
May 30, 2011, 8:56:39 AM5/30/11
to rant...@googlegroups.com
Setahu ambo, bapandam ba pakuburanb iko lataknyo bukan di level
nagari, tetapi di level kaum. Dulu pernah ambo basidang di PN Solok
kasus perdata adat, dikasus itu mamparabuikkan gala adat berikut tanah
kaum, salah satu pembuktian adolah mancari tali antaro gala nan di
parabuikkan jo tergugat ataupun penggugat, pembuktiannyo adolah salah
satunyo pandam pakuburan, apokah si pemegang gala terakhir bakubua di
pandam pakuburan salah satu diantaro tergugat atau penggugat. Jadi di
Minangkabau fungsi pandam pakuburan tdk hanyo tampek urang mati, tapi
memiliki konsekuensi ka pewarisan sako jo pusako.

Sakian, pangalaman basidang perdata adat di PN Solok beberapa tahun lalu.

Salam

Andiko Sutan Mancayo

> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>

--
Sent from my mobile device

Armen Zulkarnain

unread,
May 30, 2011, 3:33:51 PM5/30/11
to rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum wr wb

pak HM Malin Sinaro,

Mungkin informasi ini bisa saya sharing, di nagari asa ambo, Kubang kec. Guguak kab. 50 Koto, pondam pakuburan di nagari kami ditempatkan pada lokasi yang sama. Di nagari bako ambo yaitu Canduang Koto Laweh kab. Agam kondisinya memang tersebar di tanah suku ataupun kaum. Hal iko terjadi juo di nagari Tanjuang nagari asa pak Abraham Ilyas tampek nan alah 10 hari ambo bamukim disiko.

Ambo kiro, tingginya antusias musyawarah & mufakat di suatu nagari salah satu iindikatornya adalah tersebar atau tidaknya pandam pakuburan nagari mantun. Sebab seluruh ulayat nagari yang ada (Balai Adat, kantor wali nagari, mesjid nagari, sekolah, balai/pasar, tapian mandi, rimbo nagari, sungai, danau, perairan laut, dll) umumnya diputuskan dalam suatu musyawarah & mufakat yang dilakukan oleh seluruh urang nan ampek jinih di suatu nagari.

wasakan 




Dari: Hendra Messa <hdm...@yahoo.com>
Kepada: rantaunet <rant...@googlegroups.com>
Terkirim: Sen, 30 Mei, 2011 15:25:13
Judul: [R@ntau-Net] tanah pakuburan dalam konsep nagari
--

Arman Bahar

unread,
May 30, 2011, 9:52:59 AM5/30/11
to rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum ww

Suai, pandam pakuburan bukan domain nagari tapi domain kaum, namun ada juga di daerah Solok saya lihat pandam pakuburan kaum keluarga yang lebih kecil misal pandam pakuburan kaum Piliang dibawah payuang panji Dt Sinaro saja dan ada pula pandam pakuburan milik kaum Piliang keseluruhan panji payung yang ada dinagari tersebut

Seorang ayah dan sekaligus mamak yg baik ketika mati diperebutkan, para kemenakan akan memaksa agar mamaknya dikuburkan dipandam pakuburan kaumnyo samantaro anak2 si mayit memaksa pula agar ayahnya dikuburkan pandam perkuburan kaum mereka pula tinggal loby mana yang kuat

Bayangkan kalau si mayit bukan seorang ayah yg baik dalam keluarga tersebut, waktu sakit saja sudah diberitakan lalu diungsikan kelingkungan kaum keluarganya

Bagaimana sebaliknya si mayit atau calon mayit bukan ayah yang baik dan juga bukan mamak yang baik dikaumnya

Atau bagaimana pula kalau si mayit sebagai ayah yang baik tapi tidak sebagai mamak yang baik dikaumnya ...?
wasalam
abp58+

Dari: andi ko <andi....@gmail.com>
Kepada: rant...@googlegroups.com
Terkirim: Sen, 30 Mei, 2011 19:56:39
Judul: Re: [R@ntau-Net] tanah pakuburan dalam konsep nagari
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages