Selasa, 10 March 2009
Padang, Singgalang
Bagian Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler Fakultas Kedokteran (FK) Unand/Rumah
Sakit Dr. M. Djamil Padang segera menjadi pusat pendidikan mandiri. Lembaga ini
akan melahirkan para dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang handal di
Sumbar.
Penetapan bagian itu sebagai salah satu pusat pendidikan mandiri di Indonesia,
kata Sekretaris Kolegium Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah FK
Universitas Indonesia (UI), Prof. DR.dr. Idris Idham SpJP (K) FIHA, FAsCC,
FESC. FACC., kepada Singgalang Senin (9/3), berdasarkan hasil visitasi dari
Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia/Rumah Sakit Jantung Harapan Kita yang dilaksanakan Senin (9/3)
kemarin.
Visitasi yang melibatkan 9 dokter ahli penyakit jantung dari Departemen
Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia/Rumah Sakit Jantung Harapan Kita yang dipimpin pembina Prof. Ganesya
Mulya Harimurti, SpJP (K) FIHA, FAsCC., dan Ketua Kolegium Ilmu Penyakit
Jantung dan Pembuluh Darat, Prof.dr. Harmani Kalim,MPH,SpJP (K) FIHA,FAsCC.,
memang bertujuan untuk melihat kesiapan dari bagian kardiologi dan kedokteran
Vastikuler FK Unand/RS.M.Djamil Padang.
Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia/Rumah Sakit Jantung Harapan Kita sendiri adalah pembina dari Bagian Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler
Fakultas Kedokteran Unand/RS M. Djamil Padang. “Hasilnya, bagian ini sudah memenuhi syarat untuk menjadi pusat pendidikan
mandiri,” katanya.
Kehadiran ‘pabrik’ dokter jantung ini diharapkan tidak hanya akan
melahirkan dokter-dokter spesialis jantung yang handal untuk wilayah Sumbar,
tapi juga untuk Jambi, Bengkulu dan Riau bahkan Indonesia. Karena, pusat pendidikan
mandiri ini sendiri merupakan satu dari 9 pusat pendidikan dokter spesialis
jantung di Indonesia.
“Besar harapan kita, dengan hadirnya pusat pendidikan ini kebutuhan akan
dokter jantung di Indonesia
bisa teratasi,” harapnya.
Tidak hanya itu, dengan hadirnya pusat pendidikan ini diharapkan pula bisa
menekan tingginya angka kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah di Indonesia.
Apalagi, bagian ini telah ditetapkan pula sebagai Rumah Sakit pusat pengobatan
jantung regional.
“Ini sekaligus menjawab harapan Bapak Gubernur H. Gamawan Fauzi untuk
melahirkan dokter-dokter spesialis jantung yang handal, supaya tidak ada lagi masyarakat Sumbar yang mengobati
jantungnya ke luar negeri,” sebutnya.
Bagaimanapun, selama ini tidak dapat ditampik bahwa cukup banyak masyarakat
Sumbar berobat jantung ke luar negeri. Akibatnya, dana yang seharusnya jadi
pemasukan daerah (devisa) harus tersedot ke luar negeri. Padahal, sejak empat
tahun terakhir di daerah ini, khususnya di RS.M. Djamil Padang telah berdiri
bagian jantung (kardiologi) dan pembuluh darah.
Untuk makin mengukuhkan statusnya sebagai pusat pendidikan mandiri yang
melahirkan para dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dalam waktu dekat
ini akan ada lagi visitasi dari Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia Ikatan
Dokter Indonesia
(MKKI IDI). “Visitasi itu adalah visitasi terakhir, sebelum keluarnya surat izin dari Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi
Departemen Pendidikan Nasional
RI,” jelas Idris lagi.
Adapun tim visitasi dari Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FKUI
dipimpin langsung Ketua Departemen K&KV FKUI, Prof. Ganesya Mulya Harimurti
SpJK (K) FIHA, FAsCC.,sebagai pembina didampingi Ketua Kolegium Ilmu
Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah, Prof. dr. Harmani Kalim, MPH.SpJP (K)
FIHA, FAsCC., Ketua Prodi Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah FKUI,
dr.Poppy S. Roebiono SpJP (K) FIHA. Ikut dalam visitasi tersebut semua divisi
dari Departemen K&KV FKUI seperti Sunarya Soerjanata (Divisi Diagnostik
Invasif & Intervensi Non Bedah), dr. Manufris Kasim (divisi Diagnostik Non
Invasif&Pencitraan), dr.Ismoyo Sunu (divisi Vaskular), dr.Irmalita (divisi
Kardiologi Klinis), dan dr. Andang Hamiarsa Joesoef dan Prof. DR.dr. Idris
Idham SpJP (K) FIHA, FAsCC, FESC. FACC dari Divisi Kardiologi Anak &
Penyakit Jantung Bawaan dirangkap oleh dr.Poppy S. Roebiono SpJP (K) FIHA.
Mematikan
Sementara itu, data Depkes yang dirilis kapanlagi.com pada 2006 menunjukkan,
bahwa penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu pasien di rumah
sakit. Angkanya mencapai 35 setiap 100 ribu penduduk Indonesia yang diduga sebagian
besar pasien jantung berobat ke rumah sakit pada stadium lanjut.
Kondisi ini juga terjadi di Amerika. Dimana menurut data dari Wikipedia Bahasa
Indonesia, penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu pada orang
Amerika dewasa. Setiap tahunnya, di Amerika Serikat tercatat 1,5 juta orang
mengalami serangan jantung. Sebanyak 478.000 orang meninggal karena penyakit
jantung koroner. Sedangkan, 407.000 orang mengalami operasi peralihan dan
300.000 orang menjalani angioplasti.
Penyakit jantung, stroke, dan
penyakit periferal arterial merupakan penyakit yang mematikan. Di seluruh
dunia, jumlah penderita penyakit ini terus bertambah. Ketiga kategori penyakit
ini tidak lepas dari gaya
hidup yang kurang sehat yang banyak dilakukan seiring dengan berubahnya pola
hidup. Faktor-faktor pemicu serangan jantung ialah merokok, mengonsumsi makanan
berkolestrol tinggi, kurang gerak, malas berolahraga, stres, dan kurang
istirahat. o104
http://www.hariansinggalang.co.id/index.php?mod=detail_berita.php&id=639
Turut bangga….majulah terus tanpa lelah… mbo doa kan agar juo diikuti oleh bidang kedokteran lainnyo..
Selamat untuk nan bakarajo kareh mambangun pabirik tuh…
rahyussalim
Berbagi Meringankan Derita Bangsa
http://rahyussalim.multiply.com/
http://www.msindonesia.org/
http://masyarakatskoliosisindonesia.freeforums.org/
http://www.orthoui-rscm.org/
From:
Rant...@googlegroups.com [mailto:Rant...@googlegroups.com] On Behalf Of Nofiardi
Sent: Wednesday, March 11, 2009 8:55 AM