Banyak Kejanggalan, Sejarah Adityawarman Diteliti Ulang

29 views
Skip to first unread message

Harman

unread,
Mar 9, 2010, 5:26:29 AM3/9/10
to RantauNet

http://www.detiknews.com/read/2010/03/09/162301/1314650/10/banyak-kejanggalan-sejarah-adityawarman-diteliti-ulang

Selasa, 09/03/2010 16:23 WIB
Banyak Kejanggalan, Sejarah Adityawarman Diteliti Ulang
Khairul Ikhwan - detikNews

Medan - Sejarah sosok Adityawarman yang dikenal sebagai pendiri Kerajaan Malayupura (Pagaruyung) di Sumatera Barat, diteliti ulang oleh Prof Uli Kozok dari University of Hawaii, Amerika Serikat. Sejauh ini penelitian tersebut menemukan banyak kejanggalan dari catatan sejarah yang sudah dituliskan.
 
Penelitian tersebut masih dilaksanakan Uli Kozok hingga sekarang. Beberapa kejanggalan yang sudah ditemukan, antara lain fakta bahwa Adityawarman bukanlah utusan Majapahit untuk wilayah Pulau Sumatera, dan kebenaran tentang lokasi makamnya juga diragukan.
 
"Catatan yang menyebutkan makam Adityawarman di Kubur Raja, itu tidak benar. Tidak ada daerah dengan nama seperti itu, yang ada hanya Kubu Raja, atau Kubu Rajo, yang menunjukkan itu merupakan lokasi kubu atau benteng pertahanan kerajaan, bukan lokasi pemakaman. Sedangkan makam Adityawarman tidak diketahui sejauh ini," ujar Kozok di Universitas Negeri Medan (Unimed) Jl. Willem Iskandar, Medan, Selasa (9/3/2010).
 
Kozok yang berbicara dalam seminar Meruntuhkan Mitos Adityawarman: Tokoh Penting dalam Sejarah Jawa-Sumatera, yang dilaksanakan Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial (Pussis) Unimed, lebih lanjut menyatakan, Adityawarman sebenarnya lahir dan dibesarkan di Pulau Sumatera bukan di Pulau Jawa dan bukan pula tinggal di Majapahit sebagaimana yang disampaikan sejarawan Slamet Muljana dalam Pemugaran Sejarah Persada Leluhur Majapahit (1983) yang menjadi referensi di Indonesia selama ini.
 
"Adityawarman bukanlah anak Dara Jingga, tapi keturunannya, mungkin keturunan kedua. Adityawarman lahir dan besar di Sumatera, lantas pada saat berumur 20-an tahun diundang ke Majapahit dalam rangka sahabatan Melayu - Majapahit, lantas diangkat menjadi menteri (wreddamantri) di Majapahit. Hal itu merupakan hal yang biasa saat itu," kata Kozok, namun tidak memberikan contoh kasus pengangkatan serupa yang menunjukkan pengangkatan raja menjadi menteri di kerajaan lain sebagai suatu yang biasa.
 
Kozok juga menyatakan beberapa keterangan status Adityawarman sebagaimana tercatat kitab Negara Kertagama yang ditulis Mpu Prapanca tidak bisa dipercaya begitu saja dan perlu diteliti lebih mendalam. Sebab kitab tersebut banyak isinya yang hanya memuji-muji Majapahit dan memuji-muji raja.
 
Dalam seminar ini, tidak banyak bantahan yang muncul terhadap hasil awal penelitian Uli Kozok. Seminar di Unimed ini merupakan diseminasi awal penelitian tersebut, dan belum dilaksanakan di Sumatera Barat, yang merupakan menjadi daerah penelitian.

(rul/djo)

sjamsir_sjarif

unread,
Mar 9, 2010, 6:36:11 AM3/9/10
to rant...@googlegroups.com
Mudah-mudahan Prof Uli Kozok dengan perhatian dan researchnya yang mendalam untuk Sumatera Tengah, penelanan teks-teks sejarah sungguh-sungguh dapat ditinjuau jauh sampai ke akar-akarnya. Generasi anak-anak sekolah kita bersama guru-gurunya sejak lebih setengah abad ini turun temurun sudah tertelan dengan diktat-diktat dan hafalan-hafalan buku sejarah seperti Armyn Pane bahkan pensyarahan-pensyarahan Mr. Moh Yamin dengan mementingkan Nagara Kertagamanya untuk filsafah sejarah sendinegara.

Salam,
--MakANgah

--- In Rant...@yahoogroups.com, Harman <harman_irawan@...> wrote:
>
>
> http://www.detiknews.com/read/2010/03/09/162301/1314650/10/banyak-kejanggalan-sejarah-adityawarman-diteliti-ulang
>
> Selasa, 09/03/2010 16:23 WIB
> Banyak Kejanggalan, Sejarah Adityawarman Diteliti Ulang
> Khairul Ikhwan - detikNews
>
> Medan - Sejarah sosok Adityawarman yang dikenal sebagai pendiri Kerajaan Malayupura (Pagaruyung) di Sumatera Barat, diteliti ulang oleh Prof Uli Kozok dari University of Hawaii, Amerika Serikat. Sejauh ini penelitian tersebut menemukan banyak kejanggalan dari catatan sejarah yang sudah dituliskan.
>
> Penelitian tersebut masih dilaksanakan Uli Kozok hingga sekarang. Beberapa kejanggalan yang sudah ditemukan, antara lain fakta bahwa Adityawarman bukanlah utusan Majapahit untuk wilayah Pulau Sumatera, dan kebenaran tentang lokasi makamnya juga diragukan.
>

> "Catatan yang menyebutkan makam Adityawarman di Kubur Raja, itu tidak benar.Tidak ada daerah dengan nama seperti itu, yang ada hanya Kubu Raja, atau Kubu Rajo, yang menunjukkan itu merupakan lokasi kubu atau benteng pertahanan kerajaan, bukan lokasi pemakaman. Sedangkan makam Adityawarman tidak diketahui sejauh ini," ujar Kozok di Universitas Negeri Medan (Unimed) Jl. Willem Iskandar, Medan, Selasa (9/3/2010).

Datuk Endang

unread,
Mar 9, 2010, 8:04:10 PM3/9/10
to rant...@googlegroups.com, hyv...@yahoo.com, ko...@hawaii.edu, minan...@yahoogroups.com
Sewaktu membaca buku "Naskah Tanjung Tanah" itu saya sudah menangkap keraguan Kozok tentang hal itu, yaitu alasan pemindahan pusat kekuasaan dari Muaro Jambi ke Dharmasraya, kemudian ke Pagaruyung; kemudian retrospeksi ke Majapahit. Ada salah penafsiran Kozok tentang status 'maharaja diraja' dari catatan prasasti seperti yang selama ini diyakini arkeolog dan sejarawan. Dan keraguan terbesar Kozok saya kira adalah relasi (kemajuan peradaban) Melayu dan Majapahit pada masa itu. Beberapa catatan mengenai hal ini dapat dilihat dalam catatan sebelumnya:
Saya bisa menerima bila Adityawarman tidak dibesarkan di Majapahit, namun posisi 'wreddamantri' dan panglima perang bisa menjelaskan hubungan Melayu dan Majapahit waktu itu. Dan kalau ditelusuri lebih jauh adalah posisi Raden Wijaya dan Melayu. Misteri lain adalah kembalinya Adityawarman ke Melayu, kemudian memindahkan pusat kekuasaannya ke Minangkabau. Banyak pendapat karena masalah emas, namun saya sudah mempunyai jawaban sendiri tentang hal ini.
Bila Kozok berkesempatan, dapat mengkaji Tambo Alam Minangkabau, seperti pernah saya sarikan:
Dalam curaian Dt. Sidi Bandaro dapat ditangkap posisi Adityawarman dalam konstelasi Minangkabau.
Saya berharap banyak kajian Kozok dapat mengurai dan menarik alur sejarah yang lebih mendalam dan mengungkap kebenaran. Sayang tahun lalu walau sudah dijadwalkan, saya belum berkesempatan bertemu dengan Kozok.
 
Wassalam,
-datuk endang
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages