Antahlah Yuang !

963 views
Skip to first unread message

Abraham Ilyas

unread,
Jun 14, 2010, 12:39:42 PM6/14/10
to Rantau Net Groups, Abraham Ilyas
Dunsanak di palanta nan ambo hormati.
Assalamualaikum wr. wb.

Ambo copykan kutipan artikel dari harian ibukota tg. 14 Juni 2010, tulisan Prof. A. Syafii Maarif, karano pada akhir artikel ada ungkapan khas bahasa Minang, "antahlah yuang!"

Ungkapan ini, merupakan sindiran yang hanya bisa dipahami dengan "raso"; dengan demikian manuruik ambo kesimpulan artikel ada pada diri kito masing masing.
Untuak yang telah membacanya di koran tsb, silakan dilewati saja !

Kisah negeri antah berantah

Alkisah, tersebutlah suatu negeri di planet Bumi bernama Antah-berantah karena letaknya sukar ditentukan, baik menurut lintang selatan maupun dari sudut bujur timur.

Menurut informasi yang datang dari dunia maya, sejatinya sumber alam negeri itu sangat kaya, tetapi rakyatnya masih banyak yang miskin dan menderita karena sering ditipu oleh kaum elitenya atas nama sistem demokrasi.

Elite puncaknya pandai sekali bersilat lidah dan menjual tampang sehingga yang tertipu bukan saja rakyat di akar rumput, melainkan juga para sarjana, doktor, dan kelompok lain yang sering dikategorikan intelektual.

Golongan terakhir ini sebagian produk domestik perguruan tinggi negeri Antah-berantah, yang lain dari perguruan tinggi planet lain yang menguasai bahasa asing.

Omongan mereka memukau karena diselingi ungkapan-ungkapan asing sekalipun tak pernah singgah di otak rakyat biasa.
Golongan terpelajar yang berhasil merapat ke lingkungan elite puncak itu umumnya menikmati berbagai fasilitas materi dan sedikit kekuasaan.

Bukan main bangganya mereka dengan situasi semacam itu, apalagi sebagian mereka berasal dari kawasan pedesaan negeri itu, yang menurut Ibn Khaldun, orang desa itu rindu sekali meniru pola dan gaya hidup kota.

Talenta bersilat lidah juga dimainkan oleh golongan yang merapat itu.

Tujuannya satu: bagaimana agar sebagian penduduk negeri Antah-berantah itu merasa "bahagia" ditipu melalui bermacam cara dan retorika.
Tipuan ini sudah dirasakan sejak memasuki proses kampanye pemilu puluhan tahun lalu.

Akan tetapi, berkat kelihaian teknik elektronik para doktor alumni planet lain, semuanya bisa ditutupi.
Seolah-olah sistem politik negeri itu telah berjalan dengan lurus, jujur, terbuka, dan adil, sejalan dengan prinsip-prinsip demokrasi yang diakui dunia.

Tiarap

Ujungnya, sekalipun ada juga pihak-pihak yang sangat skeptis dan ragu dengan cara demokrasi manipulatif itu, mereka pada akhirnya tidak berdaya apa-apa. semuanya tiarap dengan penuh keprihatinan dan kegusaran.

Sebagian malah terus mengomel dalam, keputusasaan. Mereka saling curhat sebagai pelipur lara.
Hanya seorang paranormal (?) yang terus berteriak bahwa manipulasi politik itu harus diakhiri dengan kedatangan sebuah gorogoro, berdasarkan ramalan duo leluhur yang dipercayainya.

Goro-goro menurut tuturan paranormal itu pasti membawa bencana akan banyak korban, bahkan separuh penduduk jahat negeri akan maiti terbunuh.

Pesta berdarah akan berlaku, tidak dapat dihindari, karena sudah pakem, katanya.
Tentu saja orang normal tidak mau membeli dagangan paranormal mengerikan itu. Akan tetapi,ada sesuatu yang menarik pada diri paranormal ini.
Dia paham betul rakyat banyak telah ditipu permainan lidah dan lagak santun para elite, semata-mata untuk menyesuaikan dengan pola-tingkah elite puncak yang spektakuler itu.

Dengan segala kehebatan superfisial itu, sesungguhnya bangunan kekuasaan elite puncak sangat rapuh. Indikatornya mudah dilacak. Tak ada satu pun masalah fundamental yang beres di tangannya.
Dari cerita orang yang tahu, kerapuhan negeri itu tidak mengada-ada. Riil.

Semakin oleng

Di antara pejabat teras yang dekat dengannya sebenarnya sudah mengerti bahwa elite puncak ini tidak memiliki kepercayaan diri. Maka, untuk menutupi se gala kelemahan itu, berbagai lembaga dan badan diciptakannya demi mengamankan posisinya yang semakin oleng.

Namun, akan tahan berapa lama? Yang busuk dan yang culas, lambat atau cepat, pasti akan terbau dan ketahuan juga akhirya, bukan?
Inilah pertanyaan serius yang dibincangkan orang di seantero negeri yang tak pernah jelas letaknya itu, tak terkecuali di warung-warung kopi di kawasan pinggik.

Rakyat kecil ini langsung merasakan kesulitan hidup yang semakin parah dari hari ke hari.
Pupuk tidak saja mahal, tetapi sulit didapat, petani tak berdaya dalam ketersungkuran nasib.

Politik uang telah mewabah sampai ke ujung-ujung negeri.
Lagak para elite Ibu Kota tak berubah, glamour. Peduli amat jeritan rakyat kecil, mengapa mau jadi kawula alit.


Bukan kesalahan elite, tetapi kawula alit itulah yang tak mau mengubah jalan hidupnya.

Tengoklah kami yang lagi berada di atas angin bisa belajar ke planet lain sehingga terserap magnet elite puncak yang gagah perkasa.

Kisah itu berlanjut. Mantan atasan elite puncak itu menjadi gusar dengan kondisi negeri Antah-berantah yang dirasakan semakin merapuh, pada akhirnya membuka kotak pandora.

Tuturnya: "Sewaktu elite puncak itu sedang berada di bawah bimbingan saya, perilakunya sangat impresif, pintar, sopan, dan rendah hati. Akan tetapi, itu semua adalah untuk kepentingan dirinya, bukan untuk kebaikan Negeri Antah-berantah. Apakah pada akhirnya negeri itu akan terkapar atau tenggelam, dia takkan hirau.

Yang penting posisinya tetap di atas. Saya gagal mendidiknya." Antahlah Yuang!
AHMAD SYAFII MAARIF
Mantan Ketua Umum
PP Muhamrnadiyah

Zulkarnain Kahar

unread,
Jun 14, 2010, 2:33:07 PM6/14/10
to rant...@googlegroups.com
Waalaikumsalam,
Pak Abraham yang bijak dan Dunsanak RN
 
Di negeri kita ada dua tipe orang tukang komplen..
SATU: orang yang belum dapat jabatan, ini orang yang sedang bertarung digelanggang, kalau mau lah kita mendengar, Semua orang yang memimpin itu tidak ada yang benar, semua peraturan ambur radur.. pada saat dia menduduki kursi manis. dia pun berkata "apalah awak ini awak seorang urang rami" ... dan selajutnya kita semua sudah tahu...
 
DUA : orang yang sudah lengser dari jabatanya. nah ini lain lagi, Waktu beliau jadi elit atau pucuk pimpinan hanap hanap saja menikmati semua fasilitas, kalau boleh saya bertanya "Kalau seorang pemimpin Mumahamadiah   saja tak bisa mempengaruhi para elit yang lain apa lagi kita kita yang keroco ini apa yang mampu kita buat  kalau mau komplen-berat tolong komplen pada waktu tuan tuan sedang menjabat...jangan sudah lengser baru komplen to late.. untung tidak ada yang berteriak "Why dont you just shut-up.!!!"
 
Bagi tuan-tuan yang pada saat ini memimpin, apakah perusahaan kecil, menengah dan besar, atau para Guru apakah tk SD SMP dst...atau hanya seorang Ayah.  Berbuat nyatalah sekarang pastikan anak buah anda atau murid anda atau anggota keluarga anda  tidak masuk dua kategory diatas.
 
Bila anda sukses dilikungan kecil anda berteriaklah dengan keras, dan bila sebaliknya .. diam sajalah..
 
Wassalam
Mohon maaf  kalau ada yang tidak berkenan
 
Zulkarnain kahar
Houston -TX

dasrie...@yahoo.com

unread,
Jun 14, 2010, 3:44:39 PM6/14/10
to rant...@googlegroups.com
Menurut saya di negeri kita ini telah terjadi pertarungan antara Big Syetan yakni Uang. Pada satu sisi syetan uang ini berubah menjadi malaikat yakni tatkala ia membantu yang miskin untuk makan, pada sisi lain ia menjadi Syetan Durjana yang menguasai siapa saja yang juga menjadi Durjana dengan memadati kantongnya. Ia bisa beli apa saja, kursi kekuasaan, harta, wanita, dan bahkan nyawa orang lain.
Jadi percuma saja komplain bila si Syetan durjana ini tidak kembali berubah wujud menjadi malaikat, atau diusahakan tidak mendekati proses menjadi Le Grand Syetan.
Itu akan terjadi bila yang No 1 dan No 2 di negeri ini akan menjadi seperti Khalifah Umar bin Abdulazis, Umar bin Khatab.
Tugas kita sekarang bukanlah menuliskan seribu sajak komplen atau buku tebal komplen, namun mari lahirkan Sang Khalifah kembali di negeri ini.
Karena itu tadi sekarang Le Grand Syetan telah mendapat sahabat baru yang bernama The Sciences And Technology yang siap menghabiskan mungkin separoh penduduk bumi melalui prajuritnya yang sedang ganas di Timur Tengah sana
Untuk itu mari kita berdo'a moga Allah mendatangkan 2 khalifah itu kembali kemari. Amiin
Wassalam
Dasriel

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: Zulkarnain Kahar <kahar_zu...@yahoo.com>
Date: Mon, 14 Jun 2010 11:33:07 -0700 (PDT)
Subject: Re: [R@ntau-Net] Antahlah Yuang !

--
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Abraham Ilyas

unread,
Jun 14, 2010, 11:44:43 PM6/14/10
to Rantau Net Groups, Abraham Ilyas
Angku Zul dan angku Dasriel, ambo minta izin meringkas duo pandapek sanak manjadi ompek point sbb. (mudah mudahan indak salah/kurang):

Zulkarnain kahar: di negeri ini ado 2 tipe orang tukang komlen:

1. SATU: orang yang belum dapat jabatan,--->  pada saat dia menduduki kursi manis ucapan khasnya---> ".....apalah awak ini awak seorang urang rami"

2. DUA : orang yang sudah lengser dari jabatanya, ---> Waktu beliau jadi elit atau pucuk pimpinan hanap hanap saja menikmati semua fasilitas.

Dasriel Noeha: di negeri kita ini telah terjadi pertarungan antara Big Syetan yakni Uang.

3. Pada satu sisi syetan uang ini berubah menjadi malaikat yakni tatkala ia membantu yang miskin untuk makan,

4. pada sisi lain ia menjadi Syetan Durjana yang menguasai siapa saja yang juga menjadi Durjana dengan memadati kantongnya.

Ia bisa beli apa saja, kursi kekuasaan, harta, wanita, dan bahkan nyawa orang lain.

Salam

AI


Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages