| Irna
RamayantiKoto/INDONESIA
10/06/2009 09:30 AM |
|
| SalamahBinte
Saad/INDONESIA
10/06/2009 09:14 AM |
|
| Ajenar
Kartika/INDONESIA
10/06/2009 08:43 AM |
|
| A Chai <kus...@hotmail.com>
Sent by: si8...@yahoogroups.com 10/05/2009 08:44 PM
|
|
Teman-teman, Make the most of what you can do on your PC and the Web, just the way you want. Windows Live __._,_.___ Messages | Links | Polls | Members ==================================================================== | Dana Gotong Royong SI-86 bisa disalurkan ke rekening: | | BCA KCP Pondok Indah, Ac.237-1490801, a/n Ir. Efriza MKR | | Mandiri KK Jkt Pdk Kelapa Kavling DKI, Ac.006-00-0565647-9 a/n Ir.EFRIZA M.K.R. | =================================================================== <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/si86itb/ Change settings via the Web (Yahoo! ID required) Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe Recent Activity Visit Your Group Give Back Get inspired by a good cause. Y! Toolbar easy 1-click access to your groups. Yahoo! Groups in 3 easy steps. Connect with others. . |
This email and any attached files ("Message") may contain confidential and/or privileged information. It is intended solely for the addressee(s). If you receive this Message in error, inform the sender by reply email, delete the Message and destroy any printed copy.
Any unauthorized use, distribution, or copying of this Message or any part thereof is prohibited. Emails are susceptible to alteration. Neither Technip nor any of its affiliates shall be liable for the Message if altered or falsified nor shall they be liable for any damage caused by any virus that might be transmitted with this Message.
Selasa, 06/10/2009
10:55 WIB
Gempa Sangat Besar Mengancam Indonesia Beberapa Dekade
ke Depan
Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Korban Gempa
Belum Terima Tenda
Jakarta - Indonesia
diprediksi akan kembali dilanda gempa yang lebih dahsyat dibanding gempa Sumbar
30 September. Hal ini dikarenakan dua lempeng tektonik yang berada di bawah
Pulau Sumatera masih terus melakukan penyesuaian.
Hal itu disampaikan oleh para ahli gempa dari Earth Observatory of Singapore
(EOS), seperti dilansir Los Angeles Times, Selasa (6/10/2009).
EOS yang merupakan lembaga yang dibiayai pemerintah Singapura khusus untuk
meneliti tsunami, gunung berapi, gempa bumi, dan perubahan iklim, telah
melakukan penelitian selama 3 hari pasca gempa Sumbar terhadap gejala seismik
di beberapa lempeng di Indonesia. Penelitian dilakukan dengan menggunakan
peralatan Global Positioning System (GPS), catatan historis, dan pola
pertumbuhan koral yang didasarkan pada kandungan uranium.
Dari penelitian tersebut, EOS menemukan gempa Sumbar hanya sedikit mengurangi
ketegangan yang ada di area pertemuan dua lempeng tektonik. Menurutnya, gempa
yang lebih buruk akan terjadi di wilayah Padang
dan sekitarnya dalam beberapa dekade ke depan, namun prediksi waktu terjadinya
tidak dapat dipastikan.
"Kita tidak berpikir ini yang paling besar. Bisa terjadi kapan saja,
sekarang, 20 tahun lagi atau bahkan lebih," kata Direktur Teknik EOS
Paramesh Banerjee.
Dikatakan dia, gempa Sumbar terjadi di area yang menjadi pertemuan dua lempeng,
yaitu Lempeng Indo-Australia yang berada di bawah Lempeng Sunda. Area pertemuan
dua lempeng tersebut tepat berada di bawah Padang dan Aceh, yang 2004 lalu telah lebih
dulu diguncang gempa bumi beserta tsunami.
"Ketika satu lempeng berada di bawah lempeng lain, itu disebut 'subduksi'.
Tapi itu tidak terjadi dengan tenang. Pertemuan dua lempeng menjadi stag dan
kemudian terselip. Proses selip itu yang disebut gempa," tutur Banerjee.
Kedua lempeng ini melakukan terus penyesuaian beberapa inci setiap tahunnya,
dan akan terus terjadi selama bertahun-tahun bahkan berabad-abad, sebelum
akhirnya nanti akan terjadi penyesuaian yang paling dahsyat dan terjadilah
gempa yang sangat besar. Besarnya gempa tergantung pada ukuran patahan dan
seberapa besar penyesuaian patahan tersebut terjadi.
Pada kasus patahan Sunda, yang berhubungan dengan pantai barat Sumatera terjadi
selip sedalam 30 meter tahun 2004 lalu dan memicu tsunami di Aceh. Kemudian tahun
2005 terjadi selip sedalam 12 meter yang memicu gempa bumi 8,7 SR yang melanda
Nias dan Kepulauan Simeulue.
Menurut EOS, penyesuaian patahan selanjutnya masih akan terjadi tepat di
wilayah pantai Padang,
meskipun gempa telah mengguncang wilayah tersebut 30 September.
(nvc/nrl)
----- Forwarded by Ajenar
Kartika/INDONESIA on 10/06/2009 08:34 AM -----
|
A Chai <kus...@hotmail.com> |
|
|
Teman-teman, |
|
. |
Ambo 2 options yg bisa dikarajoan dek pemda:
1. Eksodus penduduk kota di pesisir pantai menjauh dari pantai
2. Mulai sekarang tanam hutan bakau yang rimbun di sepanjang pantai, dari pinggir pantai sampai minimal 1 km ke darat. Tsunami adalah kekuatan alam, hanya bisa diantisipasi oleh kekuatan alam juga (hutan bakau)
Demikian sekedar wacana.
--- On Mon, 10/5/09, Nofiardi <Nofi...@pec-tech.com> wrote:
> From: Nofiardi <Nofi...@pec-tech.com>
> Subject: [R@ntau-Net] Re: Fw: Gempa Sangat Besar Mengancam Indonesia Beberapa Dekade ke Depan
> To: rant...@googlegroups.com
> Date: Monday, October 5, 2009, 11:37 PM
>
>
>
>
>
>
| Hmm..sebagai anak dari ranah ombak nanbabua di Pariaman, saya rasa eksodus seperti yang diusulkan Uda Syafrinal agak berat dilakukan. Namun memindahkan konsentrasi aktifitas penduduk ke daerah yang relatif aman (agak jauh dari pantai dan tidak di kaki bukit yang rawan longsor) mungkian merupaan opsi yang paliong tepat. Misalnya, kalau saja dalam waktu 5 tahun pasca Tsunami Aceh, pemindahan fasilitas pelayanan publik ke daerah Air Pacah yang relatif aman dari bencana segera dilakukan, mungkin Padang tidak akan lumpuh seperti ini. Hanya saja tarik ulur berbagai kepentingan sepertinya mewarnai perpindahan ini. Kemudian, memperketat IMB untuk bangunan2 publik seperti pasar, mall agar mereka mereka mengikuti pola bangunan tahan gempa. Dan yang paling penting sosialisasi kepada masyarakat untuk membangun rumah dengan konstruksi tahan gempa. Kalau perlu, masyarkat yang membangun dengan rumah tahan gempa, misalnya rumah gadang, di beri subsidi ..(usul saja) Kemudian untuk Hutan Bakau, perlu di ketahui tidak semua pantai cocok ditanami bakau. Pantai barat sumatera, khsusnya di daerah Padang dan Pariaman rata bertekstur pasir dan tidak cocok tidak ditanami bakau (menurut pandangan awam saya). Namun dengan membuat sabuk hijau di sekitar pantai, seperti penanaman pohon kelapa atau pohon cemara pohon mungkin bisa meredam dampak Tsunami. Bagaimanapun , suka tidak suka, hampir selruh Sumatera berada di atas lempeng aktif yang rawan gempa. Tugas kitalah untuk betul-betul menerapkan Alam Takambang jadi Guru... Bot Sosani Piliang Just an Ordinary Man with Extra Ordinary Dream www.botsosani.wordpress.com Hp. 08123885300 --- On Tue, 10/6/09, Syafrinal Syarien <ssya...@yahoo.com> wrote: |