Fw: [SI86 ITB] Padang - what's next?

47 views
Skip to first unread message

zulhendri

unread,
Oct 5, 2009, 11:22:04 PM10/5/09
to rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum wr. wb.
 
Perkenankan ambo manaruihkan email dibawah ko ka palanta, dengan harapan agar dapek ditaruihkan ka Pemda Sumbar atau Pemda Padang.
Mungkin Pak Indra Catri yang samo2 alumni ITB bisa mambuka komunikasi jo yang bersangkutan.
 
Wassalam,
Zulhendri, 32th Jkt.
 
----- Original Message -----
Sent: Tuesday, October 06, 2009 9:47 AM
Subject: Fw: [SI86 ITB] Padang - what's next?


----- Forwarded by Ridha Satria/INDONESIA on 10/06/2009 09:47 AM -----
Irna RamayantiKoto/INDONESIA

10/06/2009 09:30 AM

To
civil...@yahoogroups.com, dadmi...@yahoo.com, hefr...@gmail.com, pak_...@yahoo.com, veronik...@yahoo.com, phd_P...@yahoo.com, izz...@yahoo.com, iskanda...@yahoo.co.id, Nelvi...@AIG.com, civi...@yahoogroups.com, Ridha Satria/INDONESIA@INDONESIA
cc
Subject
Fw: [SI86 ITB] Padang - what's next?




Dear Friends,

Email below refers,

Kalo ada yg punya koneksi ke pemda padang, please folow up email di bawah...  dan minta tolong cc ke irna sebagai bukti email ini
akan ada yg menanggapi...
semuanya memang kehendakNya, tapi paling tidak kita berusaha...



rgds,
Irna
-sipil 95-

----- Forwarded by Irna RamayantiKoto/INDONESIA on 10/06/2009 09:19 AM -----
SalamahBinte Saad/INDONESIA

10/06/2009 09:14 AM

To
Ajenar Kartika/INDONESIA@INDONESIA, Irna RamayantiKoto/INDONESIA@INDONESIA
cc
Subject
Re: Fw: [SI86 ITB] Padang - what's next?Link




Irna,
Email below refers - Interesting but must follow up.

tq and rgds, Salamah (+62-21-57990853 office, +62-85-880551511 hp)



Ajenar Kartika/INDONESIA

10/06/2009 08:43 AM

To
SalamahBinte Saad/INDONESIA@INDONESIA, Timoteus T/INDONESIA@INDONESIA, Rachmat HariSeputro/INDONESIA@INDONESIA, Budi Kristyanto/INDONESIA@INDONESIA, Ardian Lesmana/INDONESIA@INDONESIA, Indah Ningtyastuti/INDONESIA@INDONESIA, Lukita Priyambodo/INDONESIA@INDONESIA, Johan Setiawan/INDONESIA@INDONESIA, Sugiri S/INDONESIA@INDONESIA, Andreas Andrianto/INDONESIA@INDONESIA, Chalid Zakaria/INDONESIA@INDONESIA, Lenny Farida/INDONESIA@INDONESIA, Lannemei MarlinaKolamban/INDONESIA@INDONESIA, Rizaluddin R/INDONESIA@INDONESIA, Kunto Nugroho/INDONESIA@INDONESIA, Esther Noershanti/INDONESIA@INDONESIA
cc
Subject
Fw: [SI86 ITB] Padang - what's next?




Teman-teman Insinyur Sipil,

Ada analisis dan permintaan informasi dari kawan saya, Ir. Kusno Widjoyo Ph.D,
dulunya beliau ini nomor satu nya ITB angkatan 86 (yang IP-nya selalu 4.00), dulu S3 di Jepang dgn spesialisasi gempa, sekarang jadi profesor di Nanyang Univ. Spore.

Kalau ada akses ke Pemerintah Sumbar, mohon informasi.

Thanks and Best regards,

AJENAR Kartika
PT. TECHNIP INDONESIA, Jakarta
+62 21 5799 0888
aje...@technip.com

----- Forwarded by Ajenar Kartika/INDONESIA on 10/06/2009 08:34 AM -----
A Chai <kus...@hotmail.com>
Sent by: si8...@yahoogroups.com

10/05/2009 08:44 PM

Please respond to
si8...@yahoogroups.com

To
<si8...@yahoogroups.com>
cc
Subject
[SI86 ITB] Padang - what's next?





 

Teman-teman,

Saya turut berduka cita buat teman-teman yang keluarganya terkena bencana di Padang.

Dengan data yang terkumpul sekarang, gempa tanggal 30 Sep (M7.6) tidaklah terjadi di interface subduction, melainkan terjadi di lempeng India di lokasi yang dalam (~80 km). In menimbulkan concern baru yaitu gempa tanggal 30 Sep tidak merelease energi yang terumpul sejak tahun 1797. Daerah subduksi di sepanjang kepulauan Mentawai (sepanjang ~400 km) berpotensi untuk memproduksi gempa dengan M8.8 (energi = 60 x energi M7.6). Dan gempa ini akan terjadi, mungkin 30 menit lagi, mungkin 30 tahun lagi. Kalau kita lihat runtutan gempa2 yang terjadi sejak Juni 2000, hanya subduksi sepanjang Mentawai yang belum fail. Setealh gempa M8.8, Sumatra akan kembali diam dan akan aktif lagi 100-200 tahun kemudian.

Apa yang akan terjadi jika M8.8 terjadi? Gempa ini akan mengakibatkan gonyangan yang sangat kuat dan akan mengakibatkan sebagian bangunan di Padang, Pariaman, Painan, etc rusak. (Untuk yang berminat, saya akan kirimkan paper saya di BSSA yang terbit bulan April yang lalu). Alas, gempa ini juga kan mengakibatkan tsunami yang menurut perhitungan kita akan mencapai 3 - 5 meter (Padang sendiri akan subside by 0.6 m). Tsunami ini akan datang sekitar 20 - 25 menit setelah gempa.

Apa yang akan terjadi dengan Padang? Kota ini terhantam tsunami di tahun 1797 (M8.6), tetapi penduduk Padang waktu itu hanya berjumlah 4000 orang dan kota Padang waktu itu bersituasi di daerah yang elevasinya tinggi.

Apa yang akan terjadi dengan Painan?

Buat teman-teman yang punya koneksi dengan gubernur atau walikota Padang, mungkin saya bisa meminta bantuannya untuk dihubungkan dengan beliau.

Padang telah diberi beberapa warning (12 Sep 2007, 16 Aug 2009 dan 30 Sep 2009). Kita tidak bisa menunda rebuilding of Padang in a more sustainable way. Daerah di sepanjang pantai sudah harus ditata ulang. Kalau itu dilakukan, kita bisa meyelamatkan puluhan atau ratusan ribu orang.  

Salam,
Kusno



> To: si8...@yahoogroups.com
> From: hadi...@yahoo.co.id
> Date: Mon, 5 Oct 2009 10:52:19 +0000
> Subject: [SI86 ITB] Kondisi Padang Terakhir
>
> Dear all,
>
> Barusan aja kami ada conf-call dg tim di Padang :
> - cukup banyak bagian kota yg mengalami kerusakan minor, shg bisnis di daerah itu sdh mulai berjalan (toko2, rumah makan, pasar, dsb)
> - transportasi dr luar kota relatif lancar, kecuali dr arah Solok
> - bahan bakar relatif mudah didapatkan
> - bbrp infrastruktur spt listrik, PDAM, telepon, data-comm mulai berfungsi, bahkan jaringan bbrp selular sdh berfungsi
> - bbrp kantor cab bank sdh mulai beroperasi
> - secara umum, semangat & kegairahan rakyat utk bekerja kembali, membangun kembali, sudah mulai kelihatan (trauma pelan2 sudah mulai teratasi)
>
> Saya melihat kondisi sudah mulai berbalik (membaik), selanjutnya kondisi lbh kondusif utk upaya2 rehabilitasi.
> Untuk ini diperlukan dana, jadi bagi yg ingin membantu, sy rasa cara yg paling efektif adalah dg menyalurkan dlm bentuk dana (berapapun nilainya akan berguna krn terakumulasi dg penyumbang2 lain).
> Yang lebih penting adalah bagaimana menciptakan snow ball effect (dg terus mengajak teman shg jml penyumbang makin banyak)
>
> Selamat berpartisipasi.
>
> Salam,
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> ------------------------------------
>
> ====================================================================
> | Dana Gotong Royong SI-86 bisa disalurkan ke rekening: |
> | BCA KCP Pondok Indah, Ac.237-1490801, a/n Ir. Efriza MKR |
> | Mandiri KK Jkt Pdk Kelapa Kavling DKI, Ac.006-00-0565647-9 a/n Ir.EFRIZA M.K.R. |
> ===================================================================
>
> <*> To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/si86itb/
> Yahoo! Groups Links
>
> <*> To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/si86itb/
>
> <*> Your email settings:
> Individual Email | Traditional
>
> <*> To change settings online go to:
> http://groups.yahoo.com/group/si86itb/join
> (Yahoo! ID required)
>
> <*> To change settings via email:
> mailto:si86itb...@yahoogroups.com
> mailto:si86itb-fu...@yahoogroups.com
>
> <*> To unsubscribe from this group, send an email to:
> si86itb-u...@yahoogroups.com
>
> <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
> http://docs.yahoo.com/info/terms/
>


Make the most of what you can do on your PC and the Web, just the way you want. Windows Live

__._,_.___


Messages | Links | Polls | Members
====================================================================
| Dana Gotong Royong SI-86 bisa disalurkan ke rekening:                    |
| BCA KCP Pondok Indah, Ac.237-1490801, a/n Ir. Efriza MKR                 |
| Mandiri KK Jkt Pdk Kelapa Kavling DKI, Ac.006-00-0565647-9 a/n Ir.EFRIZA M.K.R.   |
===================================================================

<*> To visit your group on the web, go to:
   
http://groups.yahoo.com/group/si86itb/
Yahoo! Groups
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email:
Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.



__,_._,___
 
 
This email and any attached files ("Message") may contain confidential and/or privileged information. It is intended solely for the addressee(s). If you receive this Message in error, inform the sender by reply email, delete the Message and destroy any printed copy.
Any unauthorized use, distribution, or copying of this Message or any part thereof is prohibited. Emails are susceptible to alteration. Neither Technip nor any of its affiliates shall be liable for the Message if altered or falsified nor shall they be liable for any damage caused by any virus that might be transmitted with this Message.

Nofiardi

unread,
Oct 6, 2009, 2:37:43 AM10/6/09
to rant...@googlegroups.com

Selasa, 06/10/2009 10:55 WIB
Gempa Sangat Besar Mengancam Indonesia Beberapa Dekade ke Depan
Novi Christiastuti Adiputri - detikNews


Korban Gempa Belum Terima Tenda

Jakarta - Indonesia diprediksi akan kembali dilanda gempa yang lebih dahsyat dibanding gempa Sumbar 30 September. Hal ini dikarenakan dua lempeng tektonik yang berada di bawah Pulau Sumatera masih terus melakukan penyesuaian.

Hal itu disampaikan oleh para ahli gempa dari Earth Observatory of Singapore (EOS), seperti dilansir Los Angeles Times, Selasa (6/10/2009).

EOS yang merupakan lembaga yang dibiayai pemerintah Singapura khusus untuk meneliti tsunami, gunung berapi, gempa bumi, dan perubahan iklim, telah melakukan penelitian selama 3 hari pasca gempa Sumbar terhadap gejala seismik di beberapa lempeng di Indonesia. Penelitian dilakukan dengan menggunakan peralatan Global Positioning System (GPS), catatan historis, dan pola pertumbuhan koral yang didasarkan pada kandungan uranium.

Dari penelitian tersebut, EOS menemukan gempa Sumbar hanya sedikit mengurangi ketegangan yang ada di area pertemuan dua lempeng tektonik. Menurutnya, gempa yang lebih buruk akan terjadi di wilayah Padang dan sekitarnya dalam beberapa dekade ke depan, namun prediksi waktu terjadinya tidak dapat dipastikan.

"Kita tidak berpikir ini yang paling besar. Bisa terjadi kapan saja, sekarang, 20 tahun lagi atau bahkan lebih," kata Direktur Teknik EOS Paramesh Banerjee.

Dikatakan dia, gempa Sumbar terjadi di area yang menjadi pertemuan dua lempeng, yaitu Lempeng Indo-Australia yang berada di bawah Lempeng Sunda. Area pertemuan dua lempeng tersebut tepat berada di bawah Padang dan Aceh, yang 2004 lalu telah lebih dulu diguncang gempa bumi beserta tsunami.

"Ketika satu lempeng berada di bawah lempeng lain, itu disebut 'subduksi'. Tapi itu tidak terjadi dengan tenang. Pertemuan dua lempeng menjadi stag dan kemudian terselip. Proses selip itu yang disebut gempa," tutur Banerjee.

Kedua lempeng ini melakukan terus penyesuaian beberapa inci setiap tahunnya, dan akan terus terjadi selama bertahun-tahun bahkan berabad-abad, sebelum akhirnya nanti akan terjadi penyesuaian yang paling dahsyat dan terjadilah gempa yang sangat besar. Besarnya gempa tergantung pada ukuran patahan dan seberapa besar penyesuaian patahan tersebut terjadi.

Pada kasus patahan Sunda, yang berhubungan dengan pantai barat Sumatera terjadi selip sedalam 30 meter tahun 2004 lalu dan memicu tsunami di Aceh. Kemudian tahun 2005 terjadi selip sedalam 12 meter yang memicu gempa bumi 8,7 SR yang melanda Nias dan Kepulauan Simeulue.

Menurut EOS, penyesuaian patahan selanjutnya masih akan terjadi tepat di wilayah pantai Padang, meskipun gempa telah mengguncang wilayah tersebut 30 September.

(nvc/nrl)

 

http://www.detiknews.com/read/2009/10/06/105545/1216097/10/gempa-sangat-besar-mengancam-indonesia-beberapa-dekade-ke-depan


----- Forwarded by Ajenar Kartika/INDONESIA on 10/06/2009 08:34 AM -----

A Chai <kus...@hotmail.com>
Sent by: si8...@yahoogroups.com

 

 

 

Teman-teman,



Saya turut berduka cita buat teman-teman yang keluarganya terkena bencana di Padang.

Dengan data yang terkumpul sekarang, gempa tanggal 30 Sep (M7.6) tidaklah terjadi di interface subduction, melainkan terjadi di lempeng India di lokasi yang dalam (~80 km). In menimbulkan concern baru yaitu gempa tanggal 30 Sep tidak merelease energi yang terumpul sejak tahun 1797. Daerah subduksi di sepanjang kepulauan Mentawai (sepanjang ~400 km) berpotensi untuk memproduksi gempa dengan M8.8 (energi = 60 x energi M7.6). Dan gempa ini akan terjadi, mungkin 30 menit lagi, mungkin 30 tahun lagi. Kalau kita lihat runtutan gempa2 yang terjadi sejak Juni 2000, hanya subduksi sepanjang Mentawai yang belum fail. Setealh gempa M8.8, Sumatra akan kembali diam dan akan aktif lagi 100-200 tahun kemudian.

Apa yang akan terjadi jika M8.8 terjadi? Gempa ini akan mengakibatkan gonyangan yang sangat kuat dan akan mengakibatkan sebagian bangunan di Padang, Pariaman, Painan, etc rusak. (Untuk yang berminat, saya akan kirimkan paper saya di BSSA yang terbit bulan April yang lalu). Alas, gempa ini juga kan mengakibatkan tsunami yang menurut perhitungan kita akan mencapai 3 - 5 meter (Padang sendiri akan subside by 0.6 m). Tsunami ini akan datang sekitar 20 - 25 menit setelah gempa.

Apa yang akan terjadi dengan Padang? Kota ini terhantam tsunami di tahun 1797 (M8.6), tetapi penduduk Padang waktu itu hanya berjumlah 4000 orang dan kota Padang waktu itu bersituasi di daerah yang elevasinya tinggi.

Apa yang akan terjadi dengan Painan?

Buat teman-teman yang punya koneksi dengan gubernur atau walikota Padang, mungkin saya bisa meminta bantuannya untuk dihubungkan dengan beliau.

Padang telah diberi beberapa warning (12 Sep 2007, 16 Aug 2009 dan 30 Sep 2009). Kita tidak bisa menunda rebuilding of Padang in a more sustainable way. Daerah di sepanjang pantai sudah harus ditata ulang. Kalau itu dilakukan, kita bisa meyelamatkan puluhan atau ratusan ribu orang.  

Salam,
Kusno




.



The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you.

Syafrinal Syarien

unread,
Oct 6, 2009, 2:44:24 AM10/6/09
to rant...@googlegroups.com
Batua juo kecek urang tuo2 saisuak: "kok takuik dilamun galombang, jan barumah di tapi pantai."

Ambo 2 options yg bisa dikarajoan dek pemda:
1. Eksodus penduduk kota di pesisir pantai menjauh dari pantai
2. Mulai sekarang tanam hutan bakau yang rimbun di sepanjang pantai, dari pinggir pantai sampai minimal 1 km ke darat. Tsunami adalah kekuatan alam, hanya bisa diantisipasi oleh kekuatan alam juga (hutan bakau)

Demikian sekedar wacana.

--- On Mon, 10/5/09, Nofiardi <Nofi...@pec-tech.com> wrote:

> From: Nofiardi <Nofi...@pec-tech.com>
> Subject: [R@ntau-Net] Re: Fw: Gempa Sangat Besar Mengancam Indonesia Beberapa Dekade ke Depan
> To: rant...@googlegroups.com
> Date: Monday, October 5, 2009, 11:37 PM
>
>
>
>
>
>



Bot S Piliang

unread,
Oct 6, 2009, 3:35:59 AM10/6/09
to rant...@googlegroups.com
Hmm..sebagai anak dari ranah ombak nanbabua di Pariaman, saya rasa eksodus seperti yang diusulkan Uda Syafrinal agak berat dilakukan. Namun memindahkan konsentrasi aktifitas penduduk ke daerah yang relatif aman (agak jauh dari pantai dan tidak di kaki bukit yang rawan longsor) mungkian merupaan opsi yang paliong tepat.
Misalnya, kalau saja dalam waktu 5 tahun pasca Tsunami Aceh, pemindahan fasilitas pelayanan publik ke daerah Air Pacah yang relatif aman dari bencana segera dilakukan, mungkin Padang tidak akan lumpuh seperti ini. Hanya saja tarik ulur berbagai kepentingan sepertinya mewarnai  perpindahan ini.
Kemudian, memperketat IMB untuk bangunan2 publik seperti pasar, mall agar mereka mereka mengikuti pola bangunan tahan gempa. Dan yang paling penting sosialisasi kepada masyarakat untuk membangun rumah dengan konstruksi tahan gempa. Kalau perlu, masyarkat yang membangun dengan rumah tahan gempa, misalnya rumah gadang, di beri subsidi ..(usul saja)
Kemudian untuk Hutan Bakau, perlu di ketahui tidak semua pantai cocok ditanami bakau. Pantai barat sumatera, khsusnya di daerah Padang dan Pariaman rata bertekstur pasir dan tidak cocok tidak ditanami bakau (menurut pandangan awam saya). Namun dengan membuat sabuk hijau di sekitar pantai, seperti penanaman pohon kelapa atau pohon cemara pohon mungkin bisa meredam dampak Tsunami.
Bagaimanapun , suka tidak suka, hampir selruh Sumatera berada di atas lempeng aktif yang rawan gempa. Tugas kitalah untuk betul-betul menerapkan Alam Takambang jadi Guru...


Bot Sosani Piliang
Just an Ordinary Man with Extra Ordinary Dream
www.botsosani.wordpress.com
Hp. 08123885300

--- On Tue, 10/6/09, Syafrinal Syarien <ssya...@yahoo.com> wrote:
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages