Disain Jalan Tembus KA Padang-Solok Selesai 2010

92 views
Skip to first unread message

St. Mudo

unread,
Jul 26, 2010, 11:21:25 PM7/26/10
to RantauNet
Selasa, 27 Juli 2010

Padang, Singgalang
Rencana pembangunan short cut (jalan tembus) kereta api Padang-Solok,
kini memasuki tahap pembuatan detail engineering disain (DED).
Diharapkan tuntas akhir 2010, sehingga pembangunan dapat segera
dilaksanakan.
“Kita berharap proses perencanaan ini bisa diselesaikan Desember 2010,
sehingga kita dapat segera merealisasikan pembangunan short cut Padang-
Solok pada 2011,” kata Erni Basri, utusan Direktorat Teknik Prasarana
Dirjen Perkeretapian Kementerian Perhubungan RI, di sela-sela
pertemuan lintas dinas dengan konsultan di ruang rapat Dinas
Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumbar, Senin (26/7).

Hasil akhir dari proses perencanaan itu akan menjadi titik tolak
pembangunan short cut sepanjang 28 Km tersebut. Namun, baik Pemprov
Sumbar maupun Dirjen Perkeretaapian tetap optimis rencana ini berhasil
diselesaikan.

Sementara dalam pembahasan DED yang dimoderatori Amran dari Dinas
Perhubungan Sumbar, terungkap berbagai persoalan yang masih harus
dihadapi dalam rencana pembangunan jalan pintas dengan sistem
terowongan tersebut. Diperkirakan terowongan itu berada di kawasan
suaka alam wisata, sehingga memerlukan izin dari Kementerian Kehutanan
RI. “Ini harus menjadi perhatian kita bersama, sehingga rencana ini
nantinya tidak terganjal kelak,” kata utusan Dinas kehutanan Sumbar
dan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar.

Retno dari Bappeda Sumbar juga menyatakan, meski terowongan itu kelak
dibangun di bawah kawasan hutan suaka alam wisata, tetap saja harus
memperhatikan Undang-Undang No. 5 tahun 1990 tentang kehutanan, dimana
hutan lindung atau suaka alam wisata tidak bisa digunakan untuk apapun
juga, kecuali untuk masalah penelitian. “Jadi ini memang perlu
diperhatikan,” kata Retno.

Pada kegiatan yang dihadiri dinas teknis di Sumbar tersebut, Meihendri
dari Dinas Prasjal Tarkim Sumbar menyoroti keamanan terowongan,
terutama dari gempa yang sering mengguncang Sumbar akhir-akhir ini.
“Apakah dalam pembua tan DED oleh PT Jasa Kons Putra Utama ini sudah
memperhatikan masalah gempa dan juga kekuatan tanah yang belakangan
ini labil akibat sering dilanda gempa?, ujarnya mempertanyakan.
High economic value

Wakil Ketua II Masyarakat Peduli Kereta Api Sumbar (MPKAS), Kurnia
Chalik yang turut memberikan presentasi mendukung rencana pembangunan
short cut Padang-Solok. Karena pembangunan itu memberikan high
economic value (nilai ekonomi yang sangat tinggi) bagi daerah ini.

Apalagi, kini DPR RI se-Sumatra terus mengupayakan agar Trans Sumatra
Railway (TSR) yang sudah direncanakan sejak 1970 lalu terealisir.
Short cut ini nantinya dapat dijadikan penghubung dengan TSR, sehingga
menjadi suatu interkoneksi yang akan memberikan nilai lebih bagi
perekonomian daerah ini.
“Hasil-hasil produksi, tambang dan lainnya di daerah tetangga seperti
Jambi, Riau dan daerah lainnya bisa diangkut ke Teluk Bayur dengan
mudah, sehingga pelabuhan Teluk Bayur bisa berkembang lebih baik lagi,
termasuk juga BIM dengan dukungan kereta api bandara,” sebutnya.

Tidak hanya itu, TSR nantinya akan terhubung pula ke Pulau Jawa dengan
pembangunan jembatan selat sunda yang memiliki doble track untuk jalur
kereta api yang berada di antara jalan raya di atas jembatan
tersebut.
“Pembangunan jembatan ini sudah ada MoU antara Gubernur Jawa Barat
dengan Gubernur Lampung. Rencananya pembangunan akan dimulai 2014 dan
membutuhkan waktu 10 tahun dengan dana mencapai Rp10 triliun,”
jelasnya.

Akan halnya, rintangan seperti status terowongan yang diperkirakan
berada di kawasan suaka alam wisata diyakini dapat dihadapi sepanjang
ada sinergi bersama. MPKAS sendiri menurutnya, akan ikut membantu
dengan meminta izin kepada Kementerian Kehutanan RI, bila memang jalur
short cut tersebut berada di kawasan hutan suaka alam wisata.

Sebelumnya, team leader PT Jasa Kons Putra Utama, Samuel S.Sormin
sebagai konsultan pembuatan DED short cut Padang-Solok me nyampaikan
beberapa alter natif. Salah satu dengan sistem pemboran yang sudah
digunakan Malaysia untuk membuat terowongan. Pem bangunannya dengan
perala tan yang canggih memakai biaya sampai Rp750 miliar. “Itu untuk
pemboran saja, tapi waktunya lebih cepat dibandingkan sistem manual
yang memiliki resiko besar,” sebutnya.

Sistem pemboran tersebut hanya membutuhkan paling tidak dua tahun.
Bahkan, bisa lebih singkat tergantung pendanaan. (104)

http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=205

Armen Zulkarnain

unread,
Jul 27, 2010, 4:13:01 AM7/27/10
to rant...@googlegroups.com
Assalamualaikum wr wb

Terkait dengan berita ini, saya kira secara teknis tidak terlalu sulit untuk menembus bukit sepanjang 28 km tersebut untuk membuat jalur terowongan yang ada di bawah Taman Hutan Raya Bung Hatta, yang saya perkirakan akan menyambung jalur kereta api yang menuju Pabrik Semen Indarung  PT Semen Padang. 

Selain itu prinsip dasar dari pengerjaan teowongan ini sama persis dengan pembuatan Terowongan Air PLTA Singkarak & PLTA Maninjau. Selain itu perlu diketahui pula bahwa selama ini PT Bukit Asam Unit Pelaksana Ombilin (UPO) Sawahlunto memang bergerak pada penambangan batu bara bawah tanah (underground mining) yang mengadopsi teknik penambangan Jepang yang menghubungkan 2 pulau Hikesima & Hikisima yang terbentang pada jarak 4 mil pada 600 meter dibawah permukaan laut.

Kebetulan pada tahun 2004 saya pernah bekerja untuk JICA dalam memproduksi 4 film dokumenter tentang penambangan bawah tanah (mining, safety, inveronment & mechanical engeenering) yang melakukan kerjasama dengan Balai Diklat Tambang Bawah Tanah (BDTBT) Sawahlunto dimana saat ini banyak pekerja tambang bawah tanah PT Bukit Asam UPO Sawahlunto yang dirumahkan karena menurunnya deposit tambang bawah tanah di sawahlunto.

Akhir kata, melihat perencanaan tersebut, saya kira hal ini bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan apabila pihak terkait bisa menghubungi seluruh potensi sdm yang dimiliki oleh sumatera barat, berikut mengenai pendanaan, izin dan lain sebagainya.

wasalam 
AZ 32 th
padang


Nofend St. Mudo

unread,
Jul 27, 2010, 6:19:32 AM7/27/10
to rant...@googlegroups.com
From: Y. Napilus [mailto:ynap...@yahoo.com]
Sent: Tuesday, July 27, 2010 4:55 PM
Subject: Kurnia Chalik MPKAS: Presentasi Shortcut dan TSR

Utk info juga, disamping diundang dan presentasi Senin kemaren di acara
BAPPEDA Sumbar, Kurnia Chalik 22 Juli lalu juga presentasi di Sumatera
Development Summit 2010 di Bandar Lampung di hadapan DPD RI Kaukus Sumatera,
Para Gubernur se Sumatera, Wakil Menhub, dll. Kalau urusan presentasi,
Kurnia jagoannya lah...:)

Alhamdulillah, Sumbar sekarang dijadikan referensi bangkitnya kembali KA di
Sumatera... Kmrn waktu Tour de Singkarak 2010, PT KAI kita "paksa" utk
"mejengin" KA Wisata dipinggiran Danau Singkarak dan melibatkan "Mak Itam".
Dampaknya ternyata cukup heboh dan positif utk promosi KA Wisata Sumbar. Krn
itu, Executive VP PT KAI sudah menyampaikan bahwa utk kita di Sumbar, akan
diusahakan 1 unit lagi Loko Uap, khusus utk shuttle di pinggiran Singkarak
ini. Tapi kita tunggu dululah hasil nyatanya nanti, apakah janji beneran
atau sekedar panyanangan hati awak sajo...

Mohon dukungan dan doa'nyo sajo lah dulu...
Terima kasih.

Salam,
Nofrins
www.mpkas.west-sumatra.com


-----Original Message-----
On Behalf Of St. Mudo

Selasa, 27 Juli 2010

Padang, Singgalang
Rencana pembangunan short cut (jalan tembus) kereta api Padang-Solok,
kini memasuki tahap pembuatan detail engineering disain (DED).
Diharapkan tuntas akhir 2010, sehingga pembangunan dapat segera
dilaksanakan.

"Kita berharap proses perencanaan ini bisa diselesaikan Desember 2010,
sehingga kita dapat segera merealisasikan pembangunan short cut Padang-
Solok pada 2011," kata Erni Basri, utusan Direktorat Teknik Prasarana
Dirjen Perkeretapian Kementerian Perhubungan RI, di sela-sela
pertemuan lintas dinas dengan konsultan di ruang rapat Dinas
Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumbar, Senin (26/7).

================

Ephi Lintau

unread,
Jul 27, 2010, 9:19:37 AM7/27/10
to rant...@googlegroups.com
Alhamdulillah, saya kemarin beserta teman2 mpkas padang juga hadir disana bersama da Kurnia, Hendri, pak Ali, acara kemarin lebih kepada mendengarkan hasil kerja dari konsultas untuk shorcut padang solok dan ka bandara dari stasiun duku menuju bim, serta memberikan masukkan trhd laporan pendahuluan dari kedua konsultannya.

laporan dari konsultan short cut padang solok, terdapat 5 alternatif terowongan yg diajukan, dari 5 alternatif tersebut terowongan yg paling dekat dibuat adalah sepanjang 26 KM, dari stasiun pauh limo di pdg menuju stasiun solok. diperkirakan jarak kedua stasiun ini sekitar 36 km. termasuk tim konsultan menmperlihatkan berbagai teknologi pengeboran yg ditelah di gunakan di prncis, jerman dan malaysia. jika menggunakan teknologiyg digunakan di malaysia, maka terowongan ini diperkirakan selesai dalam waktu 2 thn dgn dana 750 m, utk pengeboran saja.

sedangkan konsultan stasiun duku bim, lebih banyak bicara kondisi geografis dan tidak terlalu banyak permasalahan. khusus utk ini, dulu mpkas sekura thn 2007 penrnah mengusulkan agar ka bandara ini dimulai dari stasiun simpang, bukang dari stasiun duku yg not abene tidak terlalu jauh dari BIM. waktu itu pernah dibicarakan ttg konsep city checkin di simpang haru.

bapak kadivre II, Bpk Yudith juga menyebutkan bahwa tanah PT. KAI disimpang haru seluar 5 hektar, akan direncankan membangun fasilitas wisata kota, sehingga ini menjadi daya tarik tersendiri dan ini juga mensupport rencana memjadikan stasiun simpang haru sbg city chek in.

demikian sekilas info menghadiri acara dengar pendapat di PSDA.

salam
Yuhefizar

2010/7/27 Nofend St. Mudo <nof...@rantaunet.org>
From: Y. Napilus [mailto:ynap...@yahoo.com]
Sent: Tuesday, July 27, 2010 4:55 PM
Subject: Kurnia Chalik MPKAS: Presentasi Shortcut dan TSR

Utk info juga, disamping diundang dan presentasi Senin kemaren di acara
BAPPEDA Sumbar, Kurnia Chalik 22 Juli lalu juga presentasi di Sumatera
Development Summit 2010 di Bandar Lampung di hadapan DPD RI Kaukus Sumatera,
Para Gubernur se Sumatera, Wakil Menhub, dll. Kalau urusan presentasi,
Kurnia jagoannya lah...:)

Alhamdulillah, Sumbar sekarang dijadikan referensi bangkitnya kembali KA di
Sumatera... Kmrn waktu Tour de Singkarak 2010, PT KAI kita "paksa" utk
"mejengin" KA Wisata dipinggiran Danau Singkarak dan melibatkan "Mak Itam".
Dampaknya ternyata cukup heboh dan positif utk promosi KA Wisata Sumbar. Krn
itu, Executive VP PT KAI sudah menyampaikan bahwa utk kita di Sumbar, akan
diusahakan 1 unit lagi Loko Uap, khusus utk shuttle di pinggiran Singkarak
ini. Tapi kita tunggu dululah hasil nyatanya nanti, apakah janji beneran
atau sekedar panyanangan hati awak sajo...

Mohon dukungan dan doa'nyo sajo lah dulu...
Terima kasih.

Salam,
Nofrins
www.mpkas.west-sumatra.com
================================

sjamsir_sjarif

unread,
Jul 27, 2010, 9:55:55 AM7/27/10
to rant...@googlegroups.com
Ambo danga ahli-ahli terowongan Switzerland sangat dikenal di dunia. Mereka mengeksport kepandaian dan tenaga-tenaga akhli terwowoanan mereka. Barngkali rancak project teewowongan dikampuang awak manaliak-caliak juo ka kaahlian Urang Swiss ko.

--MakNgah
Sjamsr Sjarif

> 2010/7/27 Nofend St. Mudo <nofend@...>

Message has been deleted

Ephi Lintau

unread,
Jul 27, 2010, 9:20:26 PM7/27/10
to rant...@googlegroups.com
da Riri...hutan lindung atau suaka alam wisata tidak bisa digunakan untuk apapun juga, kecuali untuk masalah penelitian".

sesungguhnya terowongan ini berada di bagian bawah hutan lindung, dan tentunya tidak menggangu bagian atasnya, apakah ini bisa dijadikan alasan pembenaran....?

salam
ephi

2010/7/28 Riri Chaidir <riri.c...@rantaunet.org>
Amin ...

Tentunya saya juga berharap rencana Jalan Tembus Padang- Solok itu segera terwujud.

Tapi - bagaimanapun - saya sangat tertarik dengan dua prasyarat yang disampaikan oleh Sanak Armen Zulkarnaen kapatang pada aline penutup postingnya : " ...  bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan apabila pihak terkait bisa menghubungi seluruh potensi sdm yang dimiliki oleh sumatera barat, berikut mengenai pendanaan, izin dan lain sebagainya."

Saya coba memahami prasyarat tersebut, dan ini hasil dari pemikiran saya yang mungkin terlalu konservatif: 

Pertama tentang izin.. Dalam artikel yang dilewakan Nofend kemaren sudah saya baca ada concern dari Dinas kehutanan Sumbar dan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar. dan dari Bappeda Sumbar: "Undang-Undang No. 5 tahun 1990 tentang kehutanan, dimana hutan lindung atau suaka alam wisata tidak bisa digunakan untuk apapun juga, kecuali untuk masalah penelitian". Di satu sisi saya kagum dengan statement MPKAS yang bisa mengatasi masalah hutan lindung tersebut. Tapi di sisi lain ambo masih cameh2 dengan banyaknya pemberitaan dimana Kementerian Kehutanan seringkali bersedia "berperang" dengan pihak manapun, termasuk Pemerintah Daerah, jika hutan lindungnya diganggu.

Kedua tentang pitih. Kato Menteri Perhubungan, biaya pembuatan jalan tembus itu mencapai 3 Triliun. Dari ma pitih sabanyak tu? Dari Pemerintah? Rasanya tidak, karena anggaran pemerintah untuk pengembangan (termasuk perawatan) jalan kereta api (seluruh Indonesia) per tahun berjumlah sekitar 3-4 triliun. 

Jalan keluarnya? Menteri menyebut tentang UU 23/2007 yang membuka kesempatan kepada Pemerintah Daerah dan Swasta untuk membangun jalan keretaapi.(http://sumatera.infogue.com/ka_solok_padang_digarap)

Tapikia lo dek ambo, apakah swasta berminat untuk itu (sepengetahuan ambo swasta tantu bapikia return, kalaupun Jepe acok manyabuik2 CSR, tantu ndak sampai 3 T do). Dari Pemerintah Daerah? Apakah kita bisa merfer ke MOU Pemprov Lampung - Jabar yang disebutkan sanak Kurnia/ MPKAS?

Mudah2an ambo nan terlalu konservatif.




Riri
Bekasi, l, 48







2010/7/27 Ephi Lintau <ephi....@gmail.com>
--



--
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.



--
=========== Salam Hormat ==========
Yuhefizar a.k.a Ephi Lintau         
e-Learning | e-Literacy | e-Business
www.ephi.web.id
www.web1juta.com
www.sukses-bersama.com           
www.pengusaha-online.com
www.e-investasi.com      
e-Mail : ephi....@gmail.com                
Handphone  : 08126777956                     
================================
Message has been deleted

jupar...@yahoo.com

unread,
Jul 28, 2010, 4:41:15 PM7/28/10
to rant...@googlegroups.com
Da Riri dan Dunsanak Palanta RN

Kalau peruntukan kawasan hutan di negara awak ko nampaknyo lah masalah nan klasik juo hutan dikukuhkan atau ditetapkan berdasarkn fungsinya dengan bernagai kriterianya yang dikukuhkan dalam bentuk UU dan PP serta sk Menteri

Manuruik ambo selagi UU dan PP itu dibuek manusia bisa sajo tu nyo dialih fungsikan kawasan hutan tu baik dengan cara halus maupun cara kasar he he

Kan lah ado contohnyo tu Da nan mambuek para suami artis di DPR terjerat kasus (masalah perubahan fungsi hutan yang di kep Riau dan Tanjung siapi api sumsel)

Mengenai rencana jalan tembus KA Padang - solok yang diperkirakan akan menembus hutan lindung apakah badan jalannya atau terowongan/lubang kalam iko memang akan ado benturan kepentingan antar departemen

Karena badan jalan KA dan terowongan ini nantinya melewati kawasan hutan lindung (menembus bukit barisan) adalah menyangkut kepentingan umum/masyarakat banyak

Tentunya secara kajian teknis dan dilindungi produk hukum dari MenHut ( SK ) untuk kepentingan tersebut bisa diakomodasi nanti dalam peta teknis akn dituangkan trayek jalan tersebut (jarak, lebar, luas dan potensi kayu atau pohon yang sepanjang trayek yang akan di buka tersebut atau diistilahkan jalan koridor) hal ini biasa dilakukan pembukaan jalan koridor tersebut
Apalagi ini menyangkut kepentingan umum

Tapi permasalahan atau dampak terbukanya jalan koridor untuk rel KA ini. Tentunya akses ke kawasan hutan sekitarnya semakin mudah dan akan maraknya penebangan kayu ilegal baik oleh masyarakat, kelompok masyarakat dll dan paling parah lagi perambahan hutan ini baik mengambil kayunya atau lahannya buat berkebun di lindungi dan dibeking aparat hal sepertinya inilah yang paling dikawatirkan terhadap kawasan hutan lindung dan akan menjadi isue global

Jadi memang harus dikaji betul dari segala aspek sebelum membuka jalan koridor KA yang melewati hutan lindung tersebut dan tentunya ada kajian2 teknis Amdal,F S, Deliniasi makro mikro dll

Mudah2an Pemerintah dan pihak berkepentingan dalam hal ini bisa mengkaji lebih arif dan bijaksana tanpa saling ego lintas sektoral apalagi kalu sudah bermain uang dan tekanan politik (Parlemen) seperti kasus alih fungsi kawasan hutan yang menjerat anggota Dewan dalam permainan uang

Wass-Jepe
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Message has been deleted

taufiq...@gmail.com

unread,
Jul 29, 2010, 4:26:20 AM7/29/10
to rant...@googlegroups.com

Curito soal Hutan Lindung

Nan jaleh sekitar Bukik Tigapuluh batas Riau-Jambi yang terkenal itu alah banyak nan dikapling urang
Bahkan nan banyak pambalinyo dari Sumut

Nan agak batahan mungkin sekitar Leuser/ atau sangajo biar hanya orang tertentu yang nanam ganja ?


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

zalmahdi syamsuddin

unread,
Jul 29, 2010, 4:31:34 AM7/29/10
to rant...@googlegroups.com
Sekedar Informasi dan maaf bila tidak berkenan.
Zalmahdi, 54+, Jkt

TEMPO Online
24 Oktober 1992
 
Menembus Gunung, Memutar Turbin
DANAU Singkarak tak cuma menyajikan keindahan. Ia kini mulai menawarkan lubang kalam atau terowongan nan panjang. Hampir 19 kilometer. Lorong itu menembus perut Gunung Merapi dan akan mengalirkan air danau itu ke Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Singkarak, di Desa Asam Pulau, Lubuk Alung, 30 kilometer dari Padang. Inilah PLTA dengan terowongan air bawah tanah terpanjang di Indonesia. Selama ini Singkarak, luasnya 120 km2 dengan kedalaman 150 meter, membuang airnya ke pantai timur lewat Sungai Batang Ombilin, Sungai Indragiri dan bermuara di Selat Malaka. Debit air sungai 77 m3 per detik. Kalau terowongan itu jadi, air Singkarak akan dialirkan ke Samudra Hindia di pantai barat, setelah memutar turbin PLTA itu. Debit air yang lewat terowongan sekitar 47 m3 per detik. Sementara itu air Sungai Batang Ombilin untuk keperluan rumah tangga dan irigasi dikurangi, tinggal sekitar 5 m3 per detik. "Kebutuhan masyarakat di sepanjang sungai itu tak terganggu," kata Syahril Amir, 50 tahun, pimpinan Proyek PLTA itu. Bagi Sumatra Barat, PLTA Singkarak ini merupakan pembangkit listrik ketiga yang punya lorong air bawah tanah. Pendahulunya, terowongan PLTA Batang Agam (10,5 MW) selesai 1974 panjangnya 1.200 meter, dan PLTA Maninjau (68 MW) memiliki terowongan 6.000 meter rampung 1985. Proyek PLTA Singkarak tak cuma paling besar di Sumatera Barat dalam menghasilkan setrum yang 175 MW. Pembuatan terowongan juga tergolong berat. Kedalaman lubang yang digali antara 300 dan 850 meter di bawah permukaan tanah. Lorong bergaris tengah lima meter ini harus menerobos pelbagai jenis batuan. Ada yang keras dan stabil, tapi ada pula bagian yang lunak dan mudah ambrol. "Lebih mudah menggali batuan yang keras," kata Syahrir. Sebab, katanya, ini gampang dijebol dengan dinamit. Serpihannya tinggal dikeruk dengan buldoser. Setelah itu dinding beton 40-60 cm dipasang untuk menyangga dinding batu. Lain halnya dengan batuan yang lunak. Ledakan dinamit bisa mengakibatkan lubang yang tak beraturan dan gampang runtuh. Terowongan Singkarak ini dibikin dengan empat tikungan untuk menghindari tanah lunak. Namun tanah rawan itu ternyata tak bisa dihindari seluruhnya. Sepanjang 8 km terowongan harus lewat tanah lunak itu. Untuk menerobos batuan lunak di perut Merapi ini, pelaksana proyek terpaksa mendatangkan mesin TBM (Tunnel Boring Machine) dari Prancis. Alat ini pernah dipakai dalam membobol batuan bawah laut di Selat Inggris yang menghubungkan terowongan kereta api antara Perancis dan Inggris dua tahun lalu. Perkakas TBM itu sepintas mirip lokomotif. Dalam pengoperasiannya TBM bertumpu pada rel agar bebas bergerak maju dan mundur. Di bagian depan ada piringan baja dengan pisau-pisau penyayat. Diameter piringan untuk terowongan Singkarak dibuat berukuran 5,9 meter. Piringan baja itu diputar oleh mesin diesel yang berkekuatan 1.200 tenaga kuda. Gerakan putar piring diatur lewat rangkaian komponen mekanik yang bekerja dengan sistem hidrolis. Di sisi semua mata bajak ada lubang. Bila piring berputar dan pisau mulai menyerut, serpihan tanah terlempar ke belakang lewat lubang-lubang itu. Secara otomatis tanah galian dimasukkan ke saluran untuk kemudian diangkut dengan ban berjalan. Panjang mesin TBM ini, termasuk jaringan pembuangan, 200 meter. Mesin TBM itu kini dalam perjalanan ke Pelabuhan Teluk bayur, Padang. Kalau tugas di Singkarak selesai, mesin raksasa yang disewa itu dipulangkan. Sampai pekan lalu terowongan dari Danau Singkarak itu baru tergali sekitar 200 meter dengan dinamit. Mesin TBM akan berkerja dari titik kilometer 2 sampai 10. Sisanya dibobol dengan dinamit, sampai ke Asam Pulau. Sepanjang 16,2 km pertama, terowongan air dibuat landai. Namun, sampai di tebing Asam Pulau, lorong air itu dibuat menukik dengan sudut 60 derajat sejauh 300 meter. Di ujung terowongan empat buah turbin menanti terjangan air. Setelah memutar turbin, air dibuang lewat terowongan sejauh 2,5 kilometer. "Proyek ini tak mengganggu aktivitas manusia di atas tanah, tak perlu penggusuran," kata Syahril. Namun banyak yang meragukan keamanan terowongan ini. Sebab perut Merapi masih sering bergolak. Maklum, gunung itu berada di daerah gempa Patahan Semangka. Yanuar Muin, bekas Kepala Proyek Pembangkit dan Jaringan Listrik Sum-Bar dan Riau, arsitek PLTA Sing karak itu, tak cemas. Konstruksi terowongan PLTA Manin jau di perut Gunung Singgalang yang juga berada di jalur Patahan Semangka, kata Yanuar, terbukti ampuh menghadapi beberapa kali gempa. "Saya yakin konstruksi terowongan Singkarak ini juga tahan gempa," ujar Yanuar, yang kini disebut-sebut sebagai salah satu calon gubernur Sum-Bar. Untuk mendapatkan setrum 175 MW diperlukan investasi Rp 900 milyar. Sepintas, PLTA Singkarak tergolong mahal dibandingkan dengan PLTG Tanjungpriok yang menelan biaya Rp 2 trilyun untuk menghasilkan listrik lebih besar, yakni 1.100 MW. Tapi tampakya uang akan cepat balik karena biaya operasi PLTA lebih murah dari pembangkit apa pun. Dengan produksi listrik 986 juta KWH, PLTA Singkarak bisa menghasilkan Rp 118 milyar setahun. Putut Trihusodo (Jakarta) dan Fachrul Rasyid (Padang)



--- In Rant...@yahoogroups.com, "sjamsir_sjarif" <hambociek@...> wrote:
>
> Ambo danga ahli-ahli terowongan Switzerland sangat dikenal di dunia. Mereka mengeksport kepandaian dan tenaga-tenaga akhli terwowoanan mereka. Barngkali rancak project teewowongan dikampuang awak manaliak-caliak juo ka kaahlian Urang Swiss ko.
>
> --MakNgah
> Sjamsr Sjarif

---

--

taufiq...@gmail.com

unread,
Jul 29, 2010, 4:40:41 AM7/29/10
to rant...@googlegroups.com
Rasonyo terowongan Singkarak iko kaluanyo dakek ka Lb Alung.

Jadi melalui Bukik Barisan. Indak Gunuang Marapi


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: zalmahdi syamsuddin <zsyam...@yahoo.com.sg>
Date: Thu, 29 Jul 2010 16:31:34 +0800 (SGT)
Subject: Re: [R@ntau-Net] Disain Jalan Tembus KA Padang-Solok Selesai 2010

sjamsir_sjarif

unread,
Jul 29, 2010, 7:01:51 AM7/29/10
to rant...@googlegroups.com
Bana, Angku Taufiq, bukan rasonyo, sajaleh-jaleh-e baghuak-e jantan...

Baa mangko editor TEMPO Online 24 Oktober 1992 malapehkan sajo baghuak-e indak batali? Mungkin kalighu magheka ko dimaa lataknyo Gunuang Mahaapi nan sagadang talua tu ....? :)

Salam,
--Nyit Sungut

--- In Rant...@yahoogroups.com, taufiqrasjid@... wrote:
>
> Rasonyo terowongan Singkarak iko kaluanyo dakek ka Lb Alung.
>
> Jadi melalui Bukik Barisan. Indak Gunuang Marapi
>
>
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>

Imran Al

unread,
Aug 1, 2010, 3:25:38 PM8/1/10
to rant...@googlegroups.com
aslm wr wb

sidang palanta nan terhormat, maaf kalau ambo tamasuak nan agak ekstrem soal iko..

mencermati rencana mpkas, memang tabayang juo akan terjadinya percepatan pertumbuhan ekonomi di Sumatera (apabila trans sumatera ini nantinya terwujud).

tapi, ketika bicara membuat terowongan, ambo taringek jo rencana pak wali kota padang fauzi bahar, yang akan mambuek terowongan pulo (padang-bunguih), dan tanah hasil galiannyo akan ditimbunkan ka lauik.

Daratan yang dihasilkannya nanti dari hasil timbunan tu (lokasi nyo di muaro padang), akan dijadikan sebuah kawasan wisata terpadu dengan nama padang bay city (PBC)...
PBC ko juo disabuik an, sebagai benteng yang akan menghadang hantaman gelombang tsunami --jikok gampo gadang itu memang tajadi.

alah babilang tahun ide ko diwacanakan pak wali, sampai kini alhamdulillah alun ado nan baminat lai...

Jika membayangkan pitih yang ka diinvestasikan, lah tabayang pulo di ambo tamsil minang, umpan abih dek aia, minyak abih samba tak lamak.

Tasabab, Sumbar di sabuik an orang sebagai daerah "Supermarket Bencana."

Ado duo lempeng yang bergerak aktif sepanjang tahun, patahan semangko di darat yang memanjang dari ngarai sianok sampai gunung talang hingga kerinci. Untuk dilauik, lah samo kito danga mah, potensi gempanya sebagaimana dilansir Majalah Tempo, diatas 8 SR. Baru-baru iko, ado juo hasil penelitian terbaru danny hilman yang telah dipresentasikan di istana wapres.. silahkan lihat di : http://www.youtube.com/watch?v=3NrgFP-yQ3Y

Apokah kita pesimis dan baranti, tantu tidak. tapi, nan sunaik jo wajib tantu harus kita dahulukan. Kecek rang kini, skala prioritas..

maaf dipintak, jikok ado nan tasingguang. kapado allah ambo minta ampun...

imran,
34+ tingga di padang



--- Pada Rab, 28/7/10, Ephi Lintau <ephi....@gmail.com> menulis:
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages