Utk info juga, disamping diundang dan presentasi Senin kemaren di acara
BAPPEDA Sumbar, Kurnia Chalik 22 Juli lalu juga presentasi di Sumatera
Development Summit 2010 di Bandar Lampung di hadapan DPD RI Kaukus Sumatera,
Para Gubernur se Sumatera, Wakil Menhub, dll. Kalau urusan presentasi,
Kurnia jagoannya lah...:)
Alhamdulillah, Sumbar sekarang dijadikan referensi bangkitnya kembali KA di
Sumatera... Kmrn waktu Tour de Singkarak 2010, PT KAI kita "paksa" utk
"mejengin" KA Wisata dipinggiran Danau Singkarak dan melibatkan "Mak Itam".
Dampaknya ternyata cukup heboh dan positif utk promosi KA Wisata Sumbar. Krn
itu, Executive VP PT KAI sudah menyampaikan bahwa utk kita di Sumbar, akan
diusahakan 1 unit lagi Loko Uap, khusus utk shuttle di pinggiran Singkarak
ini. Tapi kita tunggu dululah hasil nyatanya nanti, apakah janji beneran
atau sekedar panyanangan hati awak sajo...
Mohon dukungan dan doa'nyo sajo lah dulu...
Terima kasih.
Salam,
Nofrins
www.mpkas.west-sumatra.com
-----Original Message-----
On Behalf Of St. Mudo
Selasa, 27 Juli 2010
Padang, Singgalang
Rencana pembangunan short cut (jalan tembus) kereta api Padang-Solok,
kini memasuki tahap pembuatan detail engineering disain (DED).
Diharapkan tuntas akhir 2010, sehingga pembangunan dapat segera
dilaksanakan.
"Kita berharap proses perencanaan ini bisa diselesaikan Desember 2010,
sehingga kita dapat segera merealisasikan pembangunan short cut Padang-
Solok pada 2011," kata Erni Basri, utusan Direktorat Teknik Prasarana
Dirjen Perkeretapian Kementerian Perhubungan RI, di sela-sela
pertemuan lintas dinas dengan konsultan di ruang rapat Dinas
Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumbar, Senin (26/7).
================
From: Y. Napilus [mailto:ynap...@yahoo.com]
Sent: Tuesday, July 27, 2010 4:55 PM
Subject: Kurnia Chalik MPKAS: Presentasi Shortcut dan TSR
Utk info juga, disamping diundang dan presentasi Senin kemaren di acara
BAPPEDA Sumbar, Kurnia Chalik 22 Juli lalu juga presentasi di Sumatera
Development Summit 2010 di Bandar Lampung di hadapan DPD RI Kaukus Sumatera,
Para Gubernur se Sumatera, Wakil Menhub, dll. Kalau urusan presentasi,
Kurnia jagoannya lah...:)
Alhamdulillah, Sumbar sekarang dijadikan referensi bangkitnya kembali KA di
Sumatera... Kmrn waktu Tour de Singkarak 2010, PT KAI kita "paksa" utk
"mejengin" KA Wisata dipinggiran Danau Singkarak dan melibatkan "Mak Itam".
Dampaknya ternyata cukup heboh dan positif utk promosi KA Wisata Sumbar. Krn
itu, Executive VP PT KAI sudah menyampaikan bahwa utk kita di Sumbar, akan
diusahakan 1 unit lagi Loko Uap, khusus utk shuttle di pinggiran Singkarak
ini. Tapi kita tunggu dululah hasil nyatanya nanti, apakah janji beneran
atau sekedar panyanangan hati awak sajo...
Mohon dukungan dan doa'nyo sajo lah dulu...
Terima kasih.
Salam,
Nofrins
www.mpkas.west-sumatra.com
================================
--MakNgah
Sjamsr Sjarif
> 2010/7/27 Nofend St. Mudo <nofend@...>
Amin ...Tentunya saya juga berharap rencana Jalan Tembus Padang- Solok itu segera terwujud.Tapi - bagaimanapun - saya sangat tertarik dengan dua prasyarat yang disampaikan oleh Sanak Armen Zulkarnaen kapatang pada aline penutup postingnya : " ... bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan apabila pihak terkait bisa menghubungi seluruh potensi sdm yang dimiliki oleh sumatera barat, berikut mengenai pendanaan, izin dan lain sebagainya."Saya coba memahami prasyarat tersebut, dan ini hasil dari pemikiran saya yang mungkin terlalu konservatif:Pertama tentang izin.. Dalam artikel yang dilewakan Nofend kemaren sudah saya baca ada concern dari Dinas kehutanan Sumbar dan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar. dan dari Bappeda Sumbar: "Undang-Undang No. 5 tahun 1990 tentang kehutanan, dimana hutan lindung atau suaka alam wisata tidak bisa digunakan untuk apapun juga, kecuali untuk masalah penelitian". Di satu sisi saya kagum dengan statement MPKAS yang bisa mengatasi masalah hutan lindung tersebut. Tapi di sisi lain ambo masih cameh2 dengan banyaknya pemberitaan dimana Kementerian Kehutanan seringkali bersedia "berperang" dengan pihak manapun, termasuk Pemerintah Daerah, jika hutan lindungnya diganggu.Kedua tentang pitih. Kato Menteri Perhubungan, biaya pembuatan jalan tembus itu mencapai 3 Triliun. Dari ma pitih sabanyak tu? Dari Pemerintah? Rasanya tidak, karena anggaran pemerintah untuk pengembangan (termasuk perawatan) jalan kereta api (seluruh Indonesia) per tahun berjumlah sekitar 3-4 triliun.Jalan keluarnya? Menteri menyebut tentang UU 23/2007 yang membuka kesempatan kepada Pemerintah Daerah dan Swasta untuk membangun jalan keretaapi.(http://sumatera.infogue.com/ka_solok_padang_digarap)Tapikia lo dek ambo, apakah swasta berminat untuk itu (sepengetahuan ambo swasta tantu bapikia return, kalaupun Jepe acok manyabuik2 CSR, tantu ndak sampai 3 T do). Dari Pemerintah Daerah? Apakah kita bisa merfer ke MOU Pemprov Lampung - Jabar yang disebutkan sanak Kurnia/ MPKAS?Mudah2an ambo nan terlalu konservatif.RiriBekasi, l, 48
2010/7/27 Ephi Lintau <ephi....@gmail.com>
--
--
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
Kalau peruntukan kawasan hutan di negara awak ko nampaknyo lah masalah nan klasik juo hutan dikukuhkan atau ditetapkan berdasarkn fungsinya dengan bernagai kriterianya yang dikukuhkan dalam bentuk UU dan PP serta sk Menteri
Manuruik ambo selagi UU dan PP itu dibuek manusia bisa sajo tu nyo dialih fungsikan kawasan hutan tu baik dengan cara halus maupun cara kasar he he
Kan lah ado contohnyo tu Da nan mambuek para suami artis di DPR terjerat kasus (masalah perubahan fungsi hutan yang di kep Riau dan Tanjung siapi api sumsel)
Mengenai rencana jalan tembus KA Padang - solok yang diperkirakan akan menembus hutan lindung apakah badan jalannya atau terowongan/lubang kalam iko memang akan ado benturan kepentingan antar departemen
Karena badan jalan KA dan terowongan ini nantinya melewati kawasan hutan lindung (menembus bukit barisan) adalah menyangkut kepentingan umum/masyarakat banyak
Tentunya secara kajian teknis dan dilindungi produk hukum dari MenHut ( SK ) untuk kepentingan tersebut bisa diakomodasi nanti dalam peta teknis akn dituangkan trayek jalan tersebut (jarak, lebar, luas dan potensi kayu atau pohon yang sepanjang trayek yang akan di buka tersebut atau diistilahkan jalan koridor) hal ini biasa dilakukan pembukaan jalan koridor tersebut
Apalagi ini menyangkut kepentingan umum
Tapi permasalahan atau dampak terbukanya jalan koridor untuk rel KA ini. Tentunya akses ke kawasan hutan sekitarnya semakin mudah dan akan maraknya penebangan kayu ilegal baik oleh masyarakat, kelompok masyarakat dll dan paling parah lagi perambahan hutan ini baik mengambil kayunya atau lahannya buat berkebun di lindungi dan dibeking aparat hal sepertinya inilah yang paling dikawatirkan terhadap kawasan hutan lindung dan akan menjadi isue global
Jadi memang harus dikaji betul dari segala aspek sebelum membuka jalan koridor KA yang melewati hutan lindung tersebut dan tentunya ada kajian2 teknis Amdal,F S, Deliniasi makro mikro dll
Mudah2an Pemerintah dan pihak berkepentingan dalam hal ini bisa mengkaji lebih arif dan bijaksana tanpa saling ego lintas sektoral apalagi kalu sudah bermain uang dan tekanan politik (Parlemen) seperti kasus alih fungsi kawasan hutan yang menjerat anggota Dewan dalam permainan uang
Wass-Jepe
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
| Sekedar Informasi dan maaf bila tidak berkenan. Zalmahdi, 54+, Jkt TEMPO Online 24 Oktober 1992 Menembus Gunung, Memutar Turbin DANAU Singkarak tak cuma menyajikan keindahan. Ia kini mulai menawarkan lubang kalam atau terowongan nan panjang. Hampir 19 kilometer. Lorong itu menembus perut Gunung Merapi dan akan mengalirkan air danau itu ke Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Singkarak, di Desa Asam Pulau, Lubuk Alung, 30 kilometer dari Padang. Inilah PLTA dengan terowongan air bawah tanah terpanjang di Indonesia. Selama ini Singkarak, luasnya 120 km2 dengan kedalaman 150 meter, membuang airnya ke pantai timur lewat Sungai Batang Ombilin, Sungai Indragiri dan bermuara di Selat Malaka. Debit air sungai 77 m3 per detik. Kalau terowongan itu jadi, air Singkarak akan dialirkan ke Samudra Hindia di pantai barat, setelah memutar turbin PLTA itu. Debit air yang lewat terowongan sekitar 47 m3 per detik. Sementara itu air Sungai Batang Ombilin untuk keperluan rumah tangga dan irigasi dikurangi, tinggal sekitar 5 m3 per detik. "Kebutuhan masyarakat di sepanjang sungai itu tak terganggu," kata Syahril Amir, 50 tahun, pimpinan Proyek PLTA itu. Bagi Sumatra Barat, PLTA Singkarak ini merupakan pembangkit listrik ketiga yang punya lorong air bawah tanah. Pendahulunya, terowongan PLTA Batang Agam (10,5 MW) selesai 1974 panjangnya 1.200 meter, dan PLTA Maninjau (68 MW) memiliki terowongan 6.000 meter rampung 1985. Proyek PLTA Singkarak tak cuma paling besar di Sumatera Barat dalam menghasilkan setrum yang 175 MW. Pembuatan terowongan juga tergolong berat. Kedalaman lubang yang digali antara 300 dan 850 meter di bawah permukaan tanah. Lorong bergaris tengah lima meter ini harus menerobos pelbagai jenis batuan. Ada yang keras dan stabil, tapi ada pula bagian yang lunak dan mudah ambrol. "Lebih mudah menggali batuan yang keras," kata Syahrir. Sebab, katanya, ini gampang dijebol dengan dinamit. Serpihannya tinggal dikeruk dengan buldoser. Setelah itu dinding beton 40-60 cm dipasang untuk menyangga dinding batu. Lain halnya dengan batuan yang lunak. Ledakan dinamit bisa mengakibatkan lubang yang tak beraturan dan gampang runtuh. Terowongan Singkarak ini dibikin dengan empat tikungan untuk menghindari tanah lunak. Namun tanah rawan itu ternyata tak bisa dihindari seluruhnya. Sepanjang 8 km terowongan harus lewat tanah lunak itu. Untuk menerobos batuan lunak di perut Merapi ini, pelaksana proyek terpaksa mendatangkan mesin TBM (Tunnel Boring Machine) dari Prancis. Alat ini pernah dipakai dalam membobol batuan bawah laut di Selat Inggris yang menghubungkan terowongan kereta api antara Perancis dan Inggris dua tahun lalu. Perkakas TBM itu sepintas mirip lokomotif. Dalam pengoperasiannya TBM bertumpu pada rel agar bebas bergerak maju dan mundur. Di bagian depan ada piringan baja dengan pisau-pisau penyayat. Diameter piringan untuk terowongan Singkarak dibuat berukuran 5,9 meter. Piringan baja itu diputar oleh mesin diesel yang berkekuatan 1.200 tenaga kuda. Gerakan putar piring diatur lewat rangkaian komponen mekanik yang bekerja dengan sistem hidrolis. Di sisi semua mata bajak ada lubang. Bila piring berputar dan pisau mulai menyerut, serpihan tanah terlempar ke belakang lewat lubang-lubang itu. Secara otomatis tanah galian dimasukkan ke saluran untuk kemudian diangkut dengan ban berjalan. Panjang mesin TBM ini, termasuk jaringan pembuangan, 200 meter. Mesin TBM itu kini dalam perjalanan ke Pelabuhan Teluk bayur, Padang. Kalau tugas di Singkarak selesai, mesin raksasa yang disewa itu dipulangkan. Sampai pekan lalu terowongan dari Danau Singkarak itu baru tergali sekitar 200 meter dengan dinamit. Mesin TBM akan berkerja dari titik kilometer 2 sampai 10. Sisanya dibobol dengan dinamit, sampai ke Asam Pulau. Sepanjang 16,2 km pertama, terowongan air dibuat landai. Namun, sampai di tebing Asam Pulau, lorong air itu dibuat menukik dengan sudut 60 derajat sejauh 300 meter. Di ujung terowongan empat buah turbin menanti terjangan air. Setelah memutar turbin, air dibuang lewat terowongan sejauh 2,5 kilometer. "Proyek ini tak mengganggu aktivitas manusia di atas tanah, tak perlu penggusuran," kata Syahril. Namun banyak yang meragukan keamanan terowongan ini. Sebab perut Merapi masih sering bergolak. Maklum, gunung itu berada di daerah gempa Patahan Semangka. Yanuar Muin, bekas Kepala Proyek Pembangkit dan Jaringan Listrik Sum-Bar dan Riau, arsitek PLTA Sing karak itu, tak cemas. Konstruksi terowongan PLTA Manin jau di perut Gunung Singgalang yang juga berada di jalur Patahan Semangka, kata Yanuar, terbukti ampuh menghadapi beberapa kali gempa. "Saya yakin konstruksi terowongan Singkarak ini juga tahan gempa," ujar Yanuar, yang kini disebut-sebut sebagai salah satu calon gubernur Sum-Bar. Untuk mendapatkan setrum 175 MW diperlukan investasi Rp 900 milyar. Sepintas, PLTA Singkarak tergolong mahal dibandingkan dengan PLTG Tanjungpriok yang menelan biaya Rp 2 trilyun untuk menghasilkan listrik lebih besar, yakni 1.100 MW. Tapi tampakya uang akan cepat balik karena biaya operasi PLTA lebih murah dari pembangkit apa pun. Dengan produksi listrik 986 juta KWH, PLTA Singkarak bisa menghasilkan Rp 118 milyar setahun. Putut Trihusodo (Jakarta) dan Fachrul Rasyid (Padang) |
--- In Rant...@yahoogroups.com, "sjamsir_sjarif" <hambociek@...> wrote: > > Ambo danga ahli-ahli terowongan Switzerland sangat dikenal di dunia. Mereka mengeksport kepandaian dan tenaga-tenaga akhli terwowoanan mereka. Barngkali rancak project teewowongan dikampuang awak manaliak-caliak juo ka kaahlian Urang Swiss ko. > > --MakNgah > Sjamsr Sjarif --- |
|
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Baa mangko editor TEMPO Online 24 Oktober 1992 malapehkan sajo baghuak-e indak batali? Mungkin kalighu magheka ko dimaa lataknyo Gunuang Mahaapi nan sagadang talua tu ....? :)
Salam,
--Nyit Sungut
--- In Rant...@yahoogroups.com, taufiqrasjid@... wrote:
>
> Rasonyo terowongan Singkarak iko kaluanyo dakek ka Lb Alung.
>
> Jadi melalui Bukik Barisan. Indak Gunuang Marapi
>
>
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>
| aslm wr wb sidang palanta nan terhormat, maaf kalau ambo tamasuak nan agak ekstrem soal iko.. mencermati rencana mpkas, memang tabayang juo akan terjadinya percepatan pertumbuhan ekonomi di Sumatera (apabila trans sumatera ini nantinya terwujud). tapi, ketika bicara membuat terowongan, ambo taringek jo rencana pak wali kota padang fauzi bahar, yang akan mambuek terowongan pulo (padang-bunguih), dan tanah hasil galiannyo akan ditimbunkan ka lauik. Daratan yang dihasilkannya nanti dari hasil timbunan tu (lokasi nyo di muaro padang), akan dijadikan sebuah kawasan wisata terpadu dengan nama padang bay city (PBC)... PBC ko juo disabuik an, sebagai benteng yang akan menghadang hantaman gelombang tsunami --jikok gampo gadang itu memang tajadi. alah babilang tahun ide ko diwacanakan pak wali, sampai kini alhamdulillah alun ado nan baminat lai... Jika membayangkan pitih yang ka diinvestasikan, lah tabayang pulo di ambo tamsil minang, umpan abih dek aia, minyak abih samba tak lamak. Tasabab, Sumbar di sabuik an orang sebagai daerah "Supermarket Bencana." Ado duo lempeng yang bergerak aktif sepanjang tahun, patahan semangko di darat yang memanjang dari ngarai sianok sampai gunung talang hingga kerinci. Untuk dilauik, lah samo kito danga mah, potensi gempanya sebagaimana dilansir Majalah Tempo, diatas 8 SR. Baru-baru iko, ado juo hasil penelitian terbaru danny hilman yang telah dipresentasikan di istana wapres.. silahkan lihat di : http://www.youtube.com/watch?v=3NrgFP-yQ3Y Apokah kita pesimis dan baranti, tantu tidak. tapi, nan sunaik jo wajib tantu harus kita dahulukan. Kecek rang kini, skala prioritas.. maaf dipintak, jikok ado nan tasingguang. kapado allah ambo minta ampun... imran, 34+ tingga di padang --- Pada Rab, 28/7/10, Ephi Lintau <ephi....@gmail.com> menulis: |